Senin, 4 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Suwandi, Sosok Manusia Unggul Merbabu

Suwandi (46 tahun), salah seorang relawan dari Dusun Kiyudan, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang yang salah satu Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Merbabu. Kesederhanaan penampilan beliau ternyata berbanding terbalik dengan kekayaan energi dan semangat yang dimilikinya. Sebagai relawan yang tergabung dalam Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Taman Nasional Gunung Merbabu sejak 2010 dan Organisasi Masyarakat SAR Semesta Pakis, beliau turut berperan serta dalam berbagai pemadaman kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tanpa mengharap imbalan apapun. Tidak hanya sampai disana, kepeduliannya terhadap lingkungan memanggil beliau untuk berperan serta dalam kegiatan kemanusiaan dalam aktifitas Posko bencana angin kencang yang melanda beberapa dusun di sekitar Taman Nasional Gunung Merbabu yang terjadi pada bulan Oktober yang lalu. Kesibukannya mempersembahkan tenaganya bersama dengan istrinya (yang pada saat menjalankan tugas kemanusiaan tersebut sambil menggendong anaknya yang berkebutuhan khusus) tentunya melebihi ekspektasi dimana sebagai manusia biasa yang memiliki ego tentu saja dirasa akan menjadi wajar apabila beliau dan keluarganya hanya berpangku tangan menanti bantuan datang mengingat keluarga ini sendiri juga menjadi korban terdampak dari adanya bencana tersebut. Tantangan pengelolaan hutan konservasi saat ini tidak hanya melulu mengenai penyelamatan keanekaragaman hayati yang ada dalam kawasan konservasi. Berbagai aspek pengelolaan perlu menjadi perhatian pengelola kawasan konservasi termasuk sumberdaya manusia yang menjadi bagian kesatuan dari pengelolaan kawasan konservasi. Pada era millennial saat ini tuntutan terhadap sumber daya manusia pengelola dan penjaga lingkungan adalah menjadi manusia unggul yang peka terhadap lingkungan. Dalam lingkup konservasi sumber daya alam dan ekosistem, menumbuh kembangkan kepekaan dan semangat yang tinggi dalam menjaga kawasan konservasi mutlak diperlukan tidak hanya pada pengelola saja tetapi juga kepada masyarakat yang ada di sekitar kawasan konservasi. Persembahan tenaga dan kepedulian yang beliau lakukan terhadap kawasan konservasi dan lingkungan sekitar tersebut seharusnya mampu menggugah hati nurani dan pola pikir kita sebagai manusia penjaga lingkungan bahwa banyak manusia unggul di sekitar kita yang rela mengorbankan dirinya bahkan dalam kondisi yang tidak biasa. Sikap, perilaku dan kesadaran yang dicontohkan oleh beliau, setidaknya mampu memberikan pesan kepada setiap manusia untuk mau membuka diri untuk menjaga lingkungan. Mari cintai Hutan!! Sumber : Birgitta Karlina Pritta, S.Hut Penyuluh Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Rembug Bareng Persiapan Pembukaan Pendakian di Merbabu

Boyolali, 26 November 2019 - Bertempat di kantor Resort Selo , balai TN Gunung Merbabu diadakan Rembug bareng antara TN Gunung Merbabu beserta Camat Selo, Kepala Desa Tarubatang, Kepala Dusun Genting, MPP dan MPA Selo, basecamp Selo dan para relawan. Sebelumnya (25/11/19) juga telah diadakan pertemuan serupa di Kopeng dengan basecamp dan para relawan jalur pendakian Cuntel, Wekas, dan Swanting. Pada rembug bareng ini dibahas. Sudah sampai manakah persiapan yang dilakukan? Sudah siapkah merbabu menyambut para pendaki? Pasca kebakaran yang melanda Merbabu, disusul dengan adanya angin puting beliung menjadikan ekosistem merbabu menjadi terganggu. Ekosistem asli merbabu berupa sabana sebagai penangkap, penyimpan dan penahan air tidak dapat berjalan seperti seharusnya karena kebakaran yang melanda. Ditambah dengan datangnya musim penghujan menyebabkan jalur pendakian tergerus air dan rawan longsor. Hal ini sangat membahayakan para pendaki. Untuk itu persiapan yang dilakukan adalah perbaikan di seluruh jalur pendakian yang rusak. Mulai dari pembuatan sodetan air, pemasangan tali, jembatan kecil sampai pembuatan trap di banyak titik. Pada masa penutupan jalur ini juga dilakukan beberapa kali aksi bersih sampah, sehingga diharapkan merbabu bisa bersih dari sampah terutama sampah plastik. Dari persiapan yang dilakukan belum dapat ditentukan kapan merbabu akan dibuka. Ir. Junita Parjanti, MT., Kepala Balai TN Gunung Merbabu menyampaikan bahwa Merbabu akan dibuka bukan karena keinginan/kemauan, tetapi karena kesiapan untuk pengelolaan kedepan.. Semoga semua proses berjalan lancar, ekosistem merbabu pulih kembali dan dapat segera menyambut para pendaki. Sumber: Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Dampingi Transfer Pengetahuan Pembuatan Pupuk Organik Gembira Loka Zoo Kepada Kelompok Tani

Yogyakarta 26 November 2019, Balai KSDA Yogyakarta bekerjasama dengan Gembira Loka (GL) Zoo memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sodong Makmur, yang merupakan salah satu kelompok tani binaan Balai KSDA Yogyakarta yang berada di daerah penyangga Suaka Margasatwa Paliyan, hari Senin (25/11/19). Kegiatan ini difasilitasi oleh GL Zoo sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka peningkatan kapasitas SDM kelompok. Bertempat di GL Zoo, rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan Direktur GL Zoo, Arahan Kepala Balai KSDA Yogyakarta dilanjutkan dengan pemberian materi "Pengolahan Pupuk" oleh Koordinator Bagian Edukasi GL Zoo, praktek di lokasi pengolahan pupuk serta mengunjungi demplot tanaman hasil penggunaan pupuk organik gajah (lethong liman) yang tumbuh dengan subur. Dalam sambutannya, Direktur GL Zoo, KMT. A. Tirtodiprojo menyampaikan mengenai permasalahan lingkungan yang dihadapi saat ini. "Isu lingkungan di sekitar kawasan hutan yang sedang hangat diperbincangkan ini membuat GL Zoo merasa perlu memberikan kontribusi terhadap upaya penyadartahuan konservasi hutan melalui Corporate Social Responsibility GL Zoo dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Fasilitasi pelatihan pengolahan pupuk dari feses gajah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pembenah tanah, kedepanya akan dilakukan pendampingan kelompok, yang akan terus dimonitor selama 1 tahun untuk mengetahui dan menilai sejauh mana progress kegiatan kelompok. Hasil penilaian ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam keberlanjutan kegiatan pemberdayaan selanjutnya." jelas KMT. A. Tirtodiprojo. Sementara itu Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi dalam arahanya menyampaikan beberapa hal terkait kegiatan pelatihan ini. “Dengan adanya kendala keterbatasan dalam mengakses pupuk kimia bersubsidi yang mendukung budidaya hortikultura di KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta, selanjutnya kita sarankan kelompok tani untuk beralih ke pupuk organik dengan memanfaatkan feses ternak yang dimiliki. Untuk optimalisasi pengolahan pupuk organik tersebut, kita gandeng mitra GL Zoo dan ternyata mendapatkan respon positif dengan ketersediaan feses gajah di GL Zoo yang melimpah dan dapat dimanfaatkan. Melalui fasilitasi pelatihan pengolahan pupuk organik ini, diharapkan kelompok dapat mengolah pupuk secara mandiri untuk mendukung kegiatan budidaya hortikultura. Selanjutnya kami menghimbau agar kelompok memiliki komitmen yang kuat dalam kegiatan kelompok dan ke depan dapat menjadi demplot percontohan bukan hanya holtikultura namun juga sebagai demplot percontohan pengolahan pupuk." tutur M. Wahyudi. Kegiatan diakhiri dengan review hasil pelatihan dan komitmen bersama bahwa kelompok akan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung budidaya hortikultura dengan pendampingan antara Balai KSDA Yogyakarta dengan GL Zoo. Sebagai penutup kegiatan, kelompok mendapatkan bantuan pupuk gajah sebanyak 20 karung. Sumber : Siti Rohimah (Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

BBKSDA Jatim Berikan Piagam Penghargaan Ke Berbagai Pihak

Banyuwangi, 26 November 2019. Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Setyo Utomo, SH. M.Si. menyerahkan piagam penghargaan kepada Polresta Banyuwangi atas partisipasinya dalam penanggulangan kebakaran hutan di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, 23 November 2019. Penyerahan piagam penghargaan itu diterima sendiri oleh Kapolresta Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi di Kantor Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi. Sebelumnya, pada 19 November 2019, BBKSDA Jatim juga memberikan piagam penghargaan kepada Kepolisian Resor Bondowoso atas partisipasi penanggulangan kebakaran hutan di Kawah Ijen dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakar hutan. Piagam penghargaan tersebut diterima oleh diterima oleh Kasat Reskrim, AKP Jamal. “Pemberian piagam ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara Balai Besar KSDA Jawa Timur dengan Jajaran aparat penegak hukum khususnya,” Ujar Setyo Utomo. Dihari yang sama, BBKSDA Jatim juga memberikan piagam penghargaan kepada Kodim 0822 Bondowoso yang diterima oleh Kasdim 0822 Mayor Inf. Irawan Setyadi, SH. Seperti diketahui bahwa kedua kawasan ini terbakar hebat pada 19 -31 Oktober yang lalu. Setidaknya 970 Ha hutan konservasi Kawah Ijen habis terbakar, dan ini merupakan kebakaran terbesar yang pernah dialami sejak tahun 2005. Dan sebagai dampak dari kebakaran tersebut, TWA. Kawah Ijen ditutup sejak 20 Oktober hingga 5 November 2019. Dalam pelaksanaan pemadaman kebakaran hutan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai TNI dan POLRI hingga para pelaku wisata. Bahkan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut mengirimkan helikopter untuk melakukan water booming pada beberapa titik kebakaran di Kawah Ijen. Tak berapa lama Polres Bondowoso berhasil menangkap dua oknum warga yang melakukan pembakaran hutan lindung yang kemudian merembet hingga membakar hutan konservasi Kawah Ijen. Dan pada 11 November 2019 kedua warga tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Sumber Naskah dan foto : Warsono, PEH. Muda pada Bidang KSDA Wilayah III Jember
Baca Berita

UPT KLHK Lingkup Jawa Belajar Bersama Bagaimana Membawakan dan Membuat Berita

Sleman, 22 November 2019. Sebagaimana arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada rapat teknis operasional percepatan implementasi program-program Hints KLHK bahwa di era digital semua orang harus bisa membawakan berita maupun membuat berita. Atas arahan tersebut, maka Biro Humas KLHK melaksanakan Bimbingan Teknis Konten Audio Visual Humas Pemerintah dan Asistensi Analisis Pemberitaan Lingkup UPT Jawa. Sebagai perwakilan dari BTN Gunung Merapi ada Putu Dhian Budhami dan Khamdan Primandaru, yang selama ini juga mempunyai ketertarikan mendokumentasikan kegiatan. Oleh karena itu, pada hari Kamis-Jumat, 7-8 November 2019 bertempat di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta, dilaksanakan Bimbingan Teknis tersebut, yang dihadiri oleh peserta dari BBPPBPTH, P3EJ, BKSDA DIY, BKSDA Jateng, BTN G.Merbabu, BTN G.Merapi, BTN Karimujawa, BTN Bromo Tengger Semeru; BPDASHL SOP Yogyakarta, BPDASHL Solo, BPDASHL Pemali – Jratun, Semarang; BPKH Wil.XI Yogyakarta; dan Balitbang Teknologi PDAS, Solo. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengoptimalkan dan meningkatkan pemberitaan dan publikasi KLHK sehingga peran institusi bisa lebih dirasakan khalayak luas. Dalam kesempatan ini, disampaikan bahwa semua pegawai, staf hingga pimpinan harus bisa membuat dan membawakan berita. Dan Biro Humas menerima kiriman berita (video, gambar maupun artikel. Terima kasih disampaikan pada rekan-rekan UPT, karena dengan dukungannya, tahun ini KLHK menjadi salah satu kementerian yang informatif, mari dilanjutkan untuk dapat menyajikan berita secara informatif. Kegiatan bimtek terdiri dari beberapa paparan oleh Wicaksono Adhi, project manager InaHealth TV, yaitu (a) bagaimana memproduksi berita, (b) bagaimana memproduksi feature, (c) What’s Mobile Journalism, (d) Tutorial Kinemaster (belajar dasar editing video di HP android), (e) Praktek pembuatan news dan feature, (f) Evaluasi video dan penutupan pada hari kedua. Dengan semakin banyak orang yang mampu membawakan dan membuat berita, maka akan lebih mudah bagi UPT menyajikan informasi sebagai komunikasi publik. *** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Pelatihan Penanganan Konflik Satwa bersama dengan Stakeholder di Barumun Nagary Wildlife Sanctuary

Mandailing Natal, 26 November 2019. Kegiatan pelatihan konflik satwa tahun 2019 di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) yang diselenggarakan oleh Balai TN Batang Gadis. Dihadiri oleh SKPD terkait, KPH Unit VIII dan IX, Muspika Kecamatan yang terdiri dari Koramil,Polsek, Camat dan Kepala Desa dari beberapa Kecamatan sekitar Desa Penyangga TNBG, BBKSDA sumut wil III dan TNBG. Acara berlangsung selama 2 hari, 22-23 Nopember 2019 Di BTNBG dan Barumun Nagari Wildlife Sanctuary Padang Lawas utk kegiatan fieldtrip. Peserta mengunjungi kandang Si Gadis sendiri adalah Harimau Sumatera yang terkena jeratan tahun 2015 di desa Batumadinding Kec.Batang Natal , SPTN Wilayah III Muarasoma , sebelum dipindahkan ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) , Sigadis dirawat selama setahun dikantor Balai TN Batang Gadis. Ditahun 2018 yang lalu kabar gembira menyapa kita semua , Sigadis meneruskan keturunannya dengan perkawinan nya si Monang ( Harimau Sumatra terjerat di hutan Desa Parmonangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ). Peserta sangat antusìas mengikuti kegiatan mulai dari awal sampai dengan selesai dan berharap kegiatan ini akan menjadi awal untuk terbentuk nya satgas penanganan konflik satwa dengan manusia di Kabupaten Mandailing Natal. Peserta pelatihan berharap kegiatan pelatihan ini menjadi titik awal untuk pembentukan Satgas Penanganan konflik satwa dg manusia di Kabupaten Mandailing Natal. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Selamat Datang Mitsui Sumitomo Insurance Group di Suaka Margasatwa Paliyan

Yogyakarta 26 November 2019, Sebanyak tigapuluh karyawan Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) dari Jepang, mengunjungi SM Paliyan hari Minggu (24/11/19). Kunjungan karyawan MSIG tersebut dimaksudkan untuk mempelajari proses pemulihan ekosistem di SM Paliyan dan social forestry terhadap masyarakat di sekitar kawasan hutan. Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi, menyampaikan apresiasinya terhadap MSIG. "Kami mengucapkan terimakasih kepada MSIG yang telah peduli terhadap pemulihan ekosistem kawasan SM Paliyan. Dengan keberhasilan pemulihan ekosistem di SM Paliyan ini, kami berharap agar MSIG semakin peduli terhadap kawasan dan mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan." tuturnya. Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan ke top hill (payung), goa dan petak 141 serta kunjungan ke lokasi penanaman kayu sengon di lahan milik masyarakat. Setiap tahunnya MSIG melalui PT. RPI membagikan 40 ribu hingga 50 ribu bibit sengon untuk ditanam masyarakat sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat serta penghijauan. Dalam kunjungan ini juga dilakukan penanaman bersama di Petak 136 dengan dibantu oleh siswa siswi SD Paliyan, serta pemberian bantuan buku oleh rombongan MSIG kepada siswa siswi SD Paliyan. Untuk kawasan SM Paliyan, pada tahun 2019 ini, MSIG telah mencanangkan pembangunan fisik berupa perbaikan gedung/aula pendidikan SM Paliyan serta pembangunan Mushola SM paliyan yang berada di samping aula SM Paliyan. Menutup rangkaian kunjungan ini, rombongan MSIG berkunjung Ke Demplot KTH Sodong Makmur untuk melihat usaha pertanian, peternakan serta kearifan lokal berupa rumah tradisional dan cara hidup serta keseharian masyarakat di sekitar kawasan SM Paliyan. Sumber : Nur Surantiwi (Penyuluh Muda BKSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Sosialisasi dan Rencana Aksi KEE Kuala Lupak Kabupaten Barito Kuala

Banjarbaru, 21 November 2019. Sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Barito Kuala Nomor : 188.45/362/KUM/2019 tanggal 4 November 2019 Tentang Pembentukan Forum Pengelola Kawasan Ekosistem Esensial Areal Bernilai Konservasi Tinggi di Desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Ditjen KSDAE dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan workshop “ Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala”. Acara sosialisasi forum kelembagaan pengelola kawasan ekosistem esensial Desa Kuala Lupak diselenggarakan di ruang rapat Grand Daffam Syariah Q Hotel Banjarbaru menghadirkan 2 orang narasumber yaitu Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dan Kepala Sub Direktorat PPKEE Direktorat BPEE Ir. Yayat Surya, MM dengan moderator Kepala Seksi KSDAE Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Supian, S.Hut.M.Si. dan dihadiri peserta dari unsur instansi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda Olah Raga Budaya Dan Pariwisata, Dinas Kominfo, Polsek Tabunganen, Kepala Desa Kuala Lupak, Universitas lambung Mangkurat (ULM), Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan PT. Adaro Indonesia, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Mangrove SM. Kuala Lupak serta staf BKSDA Kalsel. Dalam paparanya Dr, Mahrus menyampaikan tentang gambaran umum kawasan KEE Kuala Lupak yang berdasarkan hasil identifikasi potensi terdapat 13 species jenis flora dengan 10 family, 8 jenis tumbuhan berhabitus pohon, 1 jenis gulma, 5 tumbuhan bawah dan merupakan asosiasi mangrove. Sedangkan untuk potensi fauna terdapat 5 jenis mamalia, 16 jenis aves, 4 jenis reptilian, 2 jenis insect, 2 jenis ikan dan 2 jenis crustacean. Sementara Kepala Sub Direktorat PPKEE dalam paparanya menjelaskan tentang kebijakan pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial dimana terdapat 4 kriteria KEE yaitu : Areal Konservasi Bernilai Tinggi Ekosistem Lahan Basah Koridor Hidupan Liar Taman Kehati. Hasil diskusi penyusunan rencana aksi pengelolaan kawasan ekosistem esensial Desa Kuala Lupak yang dipandu oleh Kepala SKW II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut., M.Si berdasarkan rencana prioritas yaitu : Perlindungan Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak Pengawetan Keanekaragaman Hayati Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak Pemulihan Kawasan Ekosistem Esensial Desa Kuala Lupak Pemanfaatan berkelanjutan Bagian akhir kegiatan membuat berita acara hasil kegiatan disepakati beberapa hal : Jangka waktu Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Areal Bernilai konservasi Tinggi Desa Kuala Lupak kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala pelaksanaannya selama 5 (lima) tahun dari tahun 2020 – 2024. Perlu adanya perubahan/revisi terhadap SK Bupati Barito Kuala dengan memasukan instansi seperti Badan Pertanahan Nasional terkait status kepemilikan lahan Perlu mempertimbangkan adanya keterlibatan SKPD lingkup Propinsi Kalimantan Selatan sebagai tindak lanjut dan Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Esensial Desa Kuala Lupak Kabupaten Barito Kuala. (ryn) Sumber : Heri Sofian - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Semarak Hari Pohon Sedunia di TWA Sibolangit Sumatera Utara

Sibolangit, 25 Nopember 2019. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Mahasiswa/i beserta Dosen dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan bersamaan kunjungan “Lesehan Ilmiah” ke TWA Sibolangit beserta Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana Dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) menyelenggarakan kegiatan Hari Pohon Sedunia di Taman Wisata Alam Sibolangit (21/11). TWA Sibolangit menjadi lokasi pilihan peringatan Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 November. Setiap tahunnya sudah menjadi agenda tetap dalam setiap event hari-hari Lingkungan dan Konservasi. Mengingat TWA Sibolangit sudah menjadi Role Model Edukasi Konservasi dan Lingkungan. Kegiatan hari besar sudah rutin dilaksanakan, sebelumnya Peringatan Hari Peduli Sampah, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dilaksanakan di TWA Sibolangit. Tujuan diadakannya berbagai kegiatan di TWA Sibolangit adalah untuk meningkatkan kepedulian serta peran generasi muda milenial dalam kegiatan yang berhubungan dengan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan demi terwujudnya alam yang lestari. Kegiatan Hari Pohon Sedunia kali ini diikuti peserta dari UINSU 160 Orang mahasiswa dan dosen, 8 orang dari Gras dan seluruh staf CA/TWA Sibolangit. Pada kesempatan itu perwakilan dari UINSU dosen tadris biologi Bapak Muhammad Iqbal Haitame Tambunan M.Pd didampingi para dosen pembimbing lainya serta ketua panitia Irfan Ritonga dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk menularkan jiwa semangat konservasi dan lingkungan kepada generasi muda untuk tetap menjaga bumi dan lingkungannya. Adapun deretan acaranya peringatan hari pohon sedunia yaitu sosialisasi fungsi dan manfaat pohon, pembersihan batang pohon, penanaman bibit pohon diarea longsor, pengenalan jenis pohon sambil fieldtrip (keliling) Jalur Interpretasi Kawasan oleh petugas resort TWA Sibolangit. Harapannya bumi kita tetap hijau, khususnya kawasan konservasi CA/TWA Sibolangit tetap terjaga kelestariannya. Pada sambutannya Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan menekankan kembali peran dan manfaat pohon itu sendiri seperti menjaga iklim, sebagai habitat satwa liar, penghasil oksigen dan makanan, penghasil obat herbal, menyerap bau dan gas polusi (nitrogen oksida, amonia, sulfur dioksida, dan ozon), mencegah erosi, penyerap dan penyimpan air disamping penghasil kayu untuk berbagai produk dan manfaat lainnya. alhasil dari kegiatan ini tertanam bibit pohon asli dari twa sibolangit dibekas longsor seperti pulai, cingkam, kecing dan duku sebanyak 72 batang dan dibersihkannya batang pohon dari tumbuhan penggangu sebanyak 64 batang, disepanjang jalur a, b dan c. Selamat Hari Pohon Sedunia. ‘Selalu Tanam, Rawat dan Jaga Pohon ”. Salam Lestari, Salam Konservasi. Huha Huha Huha….. Sumber : Samuel Siahaan, SP- PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai KSDA Bengkulu Sita Satwa Liar dari 5 Bis Berbeda

Bandar Lampung, 24 November 2019. Petugas Pos Balai KSDA Bengkulu - Bakauheni Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung Bersama dengan Petugas KSKP dan JAAN melakukan penyitaan satwa liar di Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni Lampung pada hari Jumat, 22 November 2019 pukul 23.30 WIB. Satwa yang di sita yaitu : (1) jenis Burung sebanyak 1.197 Ekor terdiri dari Sikatan Ranting 96 ekor, Empuloh Janggut 4 ekor, Empuloh Ragum 2 ekor, Merbak Cerucak 12 Kotak, Kacamata Enggano 2 Kotak, cucak mutira 2 ekor, Cicak Daun Kecil 2 ekor, Prenjak Jawa 4 Kotak, Cinenen Kelabu 2 Kotak dan Kipasan ekor belang 7 ekor, (2). Jenis kura-kura pipi putih dan kura-kura ambon sebanyak 27 ekor. Satwa tersebut di sita karena tidak di lengkapi dengan dokumen yang sah. Satwa liar berasal dari Medan yang akan di bawa ke Jakarta dan Bandung dengan menggunakan jasa tranportasi darat berupa bis, satwa di sita dari 5 bis yang berbeda. Satwa liar kemudian diserahkan oleh KSKP Pelabuhan Bakauheni kepada Balai Karantina Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni. Sebagai informasi, sebelumnya pada hari Sabtu, 23 November 2019 Jam 14.00 Petugas Pos KSDA Bakauheni SKW III Lampung juga menerima serah terima satwa liar sebanyak 1.197 ekor burung dengan jenis Sikatan Ranting 96 ekor, Empuloh Janggut 4 ekor, Empuloh Ragum 2 ekor, Merbak Cerucak 12 Kotak, Kacamata Enggano 2 Kotak, cucak mutira 2 ekor, Cicak Daun Kecil 2 ekor, Prenjak Jawa 4 Kotak, Cinenen Kelabu 2 Kotak dan Kipasan ekor belang 7 ekor dari Balai Karantina Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni. Selanjutnya pukul 16. 30, Petugas Pos KSDA Bakauheni SKW III Lampung bersama dengan Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni dan JAAN melakukan pelepasliaran satwa hasil sitaan tersebut di Desa Way Kalam Kec. Penengahan Kabupaten Lampung Selatan (Kawsana KPH Gunung Rajabasa) ada pun satwa yang dilepas hanya satwa liar jenis burung, sedangkan untuk jenis kura-kura akan petugas bawa ke PPS Seksi Konservasi Wilayah III Lampung di Bandar Lampung. Petugas juga melakukan pemantauan satwa liar yang telah di lepas liarkan tersebut dan menjamin satwa tersebut bebas dan tidak diambil kembali oleh warga sekitar. Sumber : Balai KSDA Bengkulu Penanggung jawab : Kepala Seksi Wilayah III Lampung - Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Penyerahan Macan Akar dan Elang Brontok dari Bandara Kuala Namu

Medan, 26 Nopember 2019. Lain dari yang lain, kali ini Safety and Risk Kualanamu International Airport PT. Angkasa Pura II menyerahkan 1 (satu) individu Macan Akar (Felis bengalensis) dan 1 (satu) individu Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada Jumat, 22 Nopember 2019. Macan Akar didapatkan saat dilakukan pembersihan lahan di sekitar areal Bandara. Satwa tersebut ditemukan terjebak didalam kolam rawa yang ada di seputaran lokasi. Sedangkan Elang Brontok ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi sayapnya patah. Dugaan petugas Safety and Risk Kualanamu International Airport, Elang Brontok ini sebelumnya tersenggol pesawat atau terkena baling-baling pesawat yang menyebabkan patahnya sayap burung dilindungi ini. Setelah mencari informasi dan akhirnya menemukan nomor Call Center Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pihak Safety and Risk Kualanamu Internasional Airport segera menghubungi Team Respon Reaksi Cepat (TRRC) Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Tidak butuh waktu yang lama TRRC Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera menyelamatkan kedua satwa dilindungi tersebut dan mengevakuasinya serta menitipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Di PPS Sibolangit, Elang Brontok mendapat perawatan khusus dari tenaga medis untuk pemulihan sayapnya sehingga membutuhkan waktu sebelum dilipasliarkan. Sedangkan Macan Akar meskipun masih terlihat sifat liarnya, namun tetap harus menjalani perawatan, sampai dipastikan bahwa satwa ini siap untuk dilepasliarkan. Disaat penyerahan satwa, pihak Safety and Risk Kualanamu International Airport mengharapkan adanya kerjasama dengan pihak Balai Besar KSDA Sumatera Utara, mengingat di sekitar lokasi bandara sering ditemukan satwa-satwa dilindungi. Sehingga kedepannya proses evakuasi satwa tersebut dapat segera dilakukan dengan cepat untuk menyelamatkannya dan menghindari dari penangkapan, perburuan serta pemilikan illegal. Sumber: M. Ali Iqbal Nasution, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sinergitas BBKSDA Papua Bersama Para Pihak, Gagalkan Tindak Ilegal Pengiriman Cenderawasih Kuning Kecil di Pelabuhan Jayapura

Jayapura, 25 November 2019. Petugas Pos Pelabuhan Laut Jayapura Balai Besar KSDA Papua bersama petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Keamanan Hasil Perikanan Jayapura, dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Jayapura melakukan pengawasan dan pengendalian Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Pelabuhan Jayapura. Tim gabungan tersebut menemukan empat ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor) dalam keadaan hidup. Kejadian berlangsung Senin (25/11) sekitar pukul 10.35 WIT. Berdasarkan keterangan Kepala Pos Pelabuhan Laut Jayapura, Balai Besar KSDA Papua, Abdul Kahar, pihaknya mendapatkan laporan dari informan kalangan TNI mengenai tindak ilegal terhadap satwa endemik Papua yang dilindungi. Terdapat karton mencurigakan diangkut ke dalam KM Dobonsolo yang akan berlayar menuju Makassar dan Surabaya. Kahar bersama petugas lapangan Resort Teluk Youtefa bernama Akmal M. Saputra dan petugas dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura kemudian melakukan pengejaran. Alhasil, tim kemudian mengamankan sebuah karton berisi empat ekor cenderawasih kuning kecil yang berada di tangan seorang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di KM. Dobonsolo. Saat diinterogasi, TKBM itu mengaku tidak mengenal pemilik karton berisi cenderawasih, namun ia mengetahui karton akan dikirim ke Surabaya. Empat ekor cenderawasih kuning kecil kemudian diamankan sebagai barang bukti dan diperiksa kesehatannya di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura. Modus operandi yang dipilih pelaku terbilang sederhana. Empat ekor cenderawasih tersebut ditaruh di dalam karton yang digunting dan direkatkan kembali dengan selotip, sehingga membentuk tabung kecil. Satu tabung karton berisi satu ekor cenderawasih. Dengan demikian terdapat empat tabung karton berisi cenderawasih yang terhimpit karena ukuran tabung sempit. Tampaknya pelaku sengaja melakukan hal ini, agar burung-burung surga berwarna kuning tersebut tidak dapat merentangkan sayap selama masa pengangkutan. Pelaku memasukkan empat tabung karton berisi para cenderwasih malang itu ke dalam satu karton sehingga mudah ditenteng. Sekitar pukul 16.00 WIT, drh. Widya dari Balai Besar KSDA Papua memberikan konfirmasi mengenai kondisi kesehatan empat cenderawasih tersebut. Tiga ekor dalam keadaan sehat, dan satu ekor dalam keadaan stress yang cukup berat, lalu akhirnya mati. Saat ini tiga ekor cenderawasih berada di kandang transit Balai Besar KSDA Papua. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si. menyatakan, “Kami sedang melakukan pendalaman kasus bersama Seksi Wilayah III Gakkum Jayapura. Saya yakin pelaku sudah mengetahui regulasi tentang satwa dilindungi, terutama cenderawasih. Buktinya pada saat kejadian petugas kami mengamankan satwa tersebut, tidak ada yang buka suara mengenai kepemilikannya. Tetapi kami tidak akan surut. Pelaku tindak ilegal satwa dilindungi ini akan kami cari sampai ketemu, dan akan kami tindak tegas.” (djr) Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823-9802-9978
Baca Berita

Kelompok King Betiri Binaan TN MerBeti Siap Sambut Tahun 2020

Jember, 24 November 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) melakukan Focus Grup Discussion (FGD) bersama Kelompok King Betiri pada tanggal 20 November 2019 lalu. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merencanakan hasil dan rencana kegiatan yang akan dilakukan King Betiri di tahun mendatang. King Betiri siap sambut tahun 2020. Kelompok King Betiri merupakan salah satu kelompok binaan TN MerBeti dalam rangka pemberdayaan masyarakat . Kelompok ini berada di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember, salah satu dari 10 desa penyangga TN MerBeti. Kelompok ini bergerak di bidang usaha pengembangan jamu herbal tradisional dan minuman tradisional berkhasiat obat. Pada pertemuan yang dihadiri oleh petugas TN MerBeti, segenap anggota kelompok King Betiri dan aparat Desa Andongrejo bertempat di Kantor Balai Desa Andongrejo. Hasil pertemuan ini disepakati bahwa Kelompok King Betiri akan melaksanakan kegiatan produksi minuman kola-kaling cincau, es krim herbal, membuat kios tanaman obat, membuat demplot tanaman obat (non empon-empon), mematenkan merk, dan produksi teh lampes. Harapannya dengan adanya kegiatan ini semakin meningkatkan kinerja kelompok King Betiri yang pada akhirnya dapat memberikan tambahan penghasilan bagi anggota kelompok. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Lagi, Masyarakat dan Petugas Resort Jinato Balai TN Taka Bonerate Selamatkan Telur Penyu

Resort Jinato - Taman Nasional Taka, Kepulauan Selayar, 25 November 2019. Berdasarkan laporan masyarakat Desa Jinato a.n Hasse, bahwa di sebelah Selatan Pulau Jinato ditemukan jejak dan sarang penyu, yang diduga penyu naik bertelur pada malam hari sebelumnya (21/11/2019). Petugas Resort Jinato yang dikoordinir oleh Sunadi Buki sebagai PEH segera meninjau ke lokasi yang ditunjukkan oleh Hasse, setelah berkoordinasi dengan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 untuk meminta arahan terkait upaya penanganannya. Melihat posisi sarang yang sangat rentan dengan aktivitas masyarakat, maka disarankan oleh Kepala SPTN Wilayah 2 Aisyah Amnur agar telur dipindahkan ke lokasi yang mudah pengawasannya oleh petugas yaitu di dekat pos jaga untuk dilakukan penetasan semi alami. "Telur-telur ini akan dipindahkan ke dekat pos jaga biar memudahkan pemantauan teman yang lagi jaga" Ucap Aisyah Amnur Petugas bersama masyarakat melakukan penggalian sarang, sebelumnya telah dilakukan pengukuran jejak penyu, pengambilan titik GPS, serta mencatat kondisi habitat disekitarnya. Lokasi sarang yang berada sekitar 2 meter dari pasang tertinggi, memiliki lebar 45 cm dan kedalaman 65 cm. Sarang ditemukan diantara semak tumbuhan vegetasi pantai dan sangat dekat dengan sarang yg ditemukan beberapa hari lalu. Telur yang ditemukan sebanyak 81 butir, kemudian petugas dan masyarakat memindahkannya dengan hati-hati ke tempat yang sudah ditentukan oleh petugas. "Semoga usaha kami ini membuahkan hasil, telurnya menetas semua dan penyu-penyu populasinya makin meningkat di kawasan ini" tutur Sunadi Buki Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate Foto : Sunadi Buki - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Monev LK Jhonlin Lestari Tanah Bumbu

Batulicin, 22 November 2019. Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaksanakan kegiatan monitoring evaluasi terhadap lembaga konservasi dalam rangka mendukung upaya pelestarian satwa liar yang dilakukan oleh para pihak yang perduli akan konservasi satwa, salah satunya adalah Lembaga Konservasi Flora dan Fauna Jhonlin Lestari. Kegiatan monev ini dipimpin langsung Kepala BKSDA Kalsel dan didampingi KSBTU Suwandi, S.Hut, MA, Kepala Seksi KW 3 Nikmat Hakim Pasaribu, SP, M.Sc. dan staf KKH. LK Jhonlin Lestari diwakili Manajernya Emmanuel Kriswandono. Menurut Kepala Balai Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Lembaga Konservasi adalah lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan atau satwa liar di luar habitatnya (ex-situ), yang berfungsi untuk pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan dan atau satwa, dengan tetap menjaga kemurnian jenis, guna menjamin kelestarian keberadaan dan pemanfaatannya. Lembaga Konservasi mempunyai fungsi utama pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan dan satwa, dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Lembaga Konservasi juga mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, peragaan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, sarana perlindungan dan pelestarian jenis, serta sarana rekreasi yang sehat. Monitoring dan evaluasi merupakan salah satu tugas BKSDA Kalsel yg bertujuan untuk membantu para pihak dalam mengambil keputusan dan pelaksanaan program dalam pelaksanaan kegiatan lembaga konservasi, agar dapat mengetahui informasi perkembangan dan kendala serta tercapainya program yg dilaksanakannya. Untuk itu BKSDA Kalsel perlu melakukan monitoring dan evaluasi sebagai bentuk pengawasan juga pembinaan agar dalam pengelolaan keanekaragaman hayati dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara baik sesuai dengan fungsinya masing-masing terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Konservasi Flora dan Fauna Jhonlin Lestari yang berada di Batulicin Kab. Tanah Bumbu. Berdasarkan hasil evaluasi, Lembaga Konservasi Flora dan Fauna Jhonlin Lestari cukup baik dalam pengelolaan terutama kecukupan pakan dan kesesuaian dan kebersihan kandang. Koleksi satwa yg berhasil dikembangkan diantaranya jenis burung Kakatua Jambul Kuning, Kakatua Alba, Nuri Bayan, Rusa Sambar, Rusa Timor, Rusa Totol dan Buaya Muara, kedepannya berharap agar lembaga konservasi Jhonlin Lestari bisa melaksanakan fungsinya dengan tetap menjaga kemurnian jenis, guna menjamin kelestarian keberadaan dan pemanfaatannya secara lestari. (ryn) Sumber : R. Hafizh Muhardiansyah, A.Md - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

BKSDA Jambi Gelar Pembentukan Forum KEE Koridor Satwa Bentang Alam Bukit Tigapuluh

Jambi, 4 November 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi (BKSDA Jambi) bersama dengan pemerintah daerah dan mitra konservasi melakukan kegiatan Pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan Penyusunan Rencana Aksi KEE Koridor Satwa di Bentang Alam Bukit Tigapuluh. Kegiatan ini sendiri berlangsung di Odua Hotel Jambi dan diikuti berbagai pihak mulai dari perwakilan pemerintah daerah, mitra konservasi, perusahaan, perguruan tinggi, dll. Kegiatan ini sendiri dibuka langsung oleh Kepala Balai KSDA Jambi, Rahmad Saleh. Kegiatan berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal 4 s.d 5 November 2019. Pada hari pertama fokus kegiatan bertujuan untuk pembentukan forum dan membahas isu-isu yang dihadapi dalam pengelolaan KEE kedepannya. Para peserta mengikuti pemaparan materi oleh narasumber dengan seksama dan melakukan sesi tanya jawab mengenai hal-hal yang belum dimengerti oleh peserta. Pada hari kedua fokus kegiatan betujuan untuk menyusun rencana aksi, para peserta dibagi menjadi 3 kelompok dimana setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan rencana aksi yang akan dilakukan terhadap KEE kedepannya. Kepala Balai KSDA Jambi, Rahmad Saleh menuturkan “Kegiatan Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE dan Penyusunan Rencana Aksi sudah selesai dilaksanakan selama 2 hari. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk mengumpulkan semua pihak terkait yang nantinya berhubungan dengan KEE itu. Kami berharap pembentukan forum ini dapat membantu kami dalam pengelolaan KEE nantinya.” Sumber: Balai KSDA Jambi

Menampilkan 4.433–4.448 dari 11.140 publikasi