Senin, 4 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Membagikan Bibit Pohon Pulai

Pekanbaru, 29 Noveber 2019. Kali ini mimin akan ajak kalian ke salah satu seksi wilayah yang ada di Balai Besar KSDA Riau. Letaknya ada di kota Dumai, sekitar 175 km atau kurang lebih 5 jam dari kota Pekanbaru via jl. Lintas Sumatera. Hari Kamis, 28 November 2019 ini, hujan lebat mengguyur kota Dumai. Namun sama sekali tidak mengurangi semangat kawan kawan Seksi Konservasi Wilayah IV dan beberapa Kelompok penggiat alam di Dumai untuk memperingati hari menanam pohon dan bulan menanam pohon nasional. Bertempat d Sekolah SD Santo Tarcisius Dumai, peringatan tersebut dilaksanakan dengan membagikan bibit pohon Pulai sebanyak 50 batang. dan, dengan semangat yang sama, pihak sekolahpun sangat antusias melakukan penanaman pohon di areal yang masih terbuka untuk menghijaukan lingkungan sekolahnya. Yuuuk, kalian jangan sampai kalah dong dengan mereka...kita tanam pohon sebanyak yang kita bisa. Salam lestari!!! Salam konservasi!! #kementerianlhk #humasklhk #sahabathijau Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Tiga Ratus Batang Pohon Ditanam PT Pegadaian di Kalikuning, Taman Nasional Gunung Merapi

Hari ini, 28 November 2019 merupakan hari istimewa, karena hari ini dicanangkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Sebuah monumen peringatan yang ditetapkan oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono, sepuluh tahun silam. Hal ini dimaksudkan sebagai momentum dijadikannya kegiatan menanam pohon sebagai sebuah visi kehidupan, yang terinternalisasi dalam setiap elemen kehidupan. Tepatlah kiranya jika kemudian sekitar 250 orang karyawan karyawati PT Pegadaian yang mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satuan Pengawas Internal (SPI) melakukan penanaman bersama, di kawasan Kalikuning, Resort Cangkringan, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Pada kesempatan ini, ditanam 300 batang bibit, masing-masing Berasan (Tarenna incerta) 30 batang, Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) 20 batang, Tesek (Dodonaea viscose) 245 batang, Puspa (Schima wallichii) 5 batang. Jenis-jenis ini merupakan jenis lokal asli Merapi. Penanaman ini juga bekerjasama dengan Forum Peduli Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL PALEM), antara lain penyediaan bibitnya dilakukan oleh kelompok tersebut, persiapan penanaman hingga pemeliharaannya ke depan. Kelompok FPL PALEM ini memang telah bekerjasama dengan pihak BTNGM juga Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) Yogyakarta. Disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Akhmadi, S,Hut, M.Si., bahwa pada dasarnya BTNGM sangat terbuka dengan semua pihak yang melakukan penanaman di kawasan TNGM. Sebagai informasi, bibit-bibit ini berasal asli dari kawasan TNGM yang kemudian dikembangkan untuk dikembalikan ke kawasan TNGM. Bibit ini telah diteliti kesesuaian DNA maupun genetiknya, pungkasnya. Dalam kesempatan terpisah, R. Swasono Amoeng, Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, menyampaikan bahwa inilah salah satu cara Pegadaian berbakti pada negeri di bidang lingkungan, selain dengan pembersihan sampah di pantai, dan sebagainya. Kami berharap, 300 batang pohon yang kami tanam ini dapat membantu melestarikan lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi pada khususnya, pungkasnya. *** Sumber : BTN Gunung Merapi
Baca Berita

Penanganan Gangguan Monyet Ekor Panjang di Tanjung Balai Sumatera Utara

Kisaran, 27 Nopember 2019. Monyet ekor panjang sangat meresahkan dan mengganggu aktivitas masyarakat Dusun 11 Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Tidak tahan dengan gangguan tersebut, warga melaporkannya ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran. Menerima laporan dan pengaduan tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran dan anggota, pada Selasa, 26 November 2019, menindaklanjutinya dengan mengunjungi lokasi. Dalam koordinasi dengan Kepala Desa Pematang Sei Baru, Hermansyah Putra, S.Sos.I, M.Si., diperoleh keterangan bahwa gangguan monyet ekor panjang di desa tersebut telah berlangsung selama 2 tahun. Diperkirakan satwa tersebut berasal dari hutan mangrove sekitar yang merupakan habitatnya. Sedangkan salah seorang warga, Aswat, yang melaporkan kepada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, menyampaikan bahwa saat ini di sekitar lokasi ada yang sedang melakukan replating sawit, sehingga keberadaan monyet ekor panjang tersebut sangat mengganggu. Petugas Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran setelah mendengar penjelasan, menghimbau warga untuk tidak melakukan tindakan pembunuhan terhadap monyet ekor panjang, dan segera melakukan pengusiran apabila satwa tersebut datang dengan menggunakan bunyi bunyian. Selain itu, petugas juga menyarankan kepada warga untuk melakukan pembinaan habitat dengan menyediakan pakan berupa penanaman pohon apel kampung di lokasi lain, yang menjadi pakan seharinya agar tidak datang kembali ke pemukiman warga. Sumber: Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Alfianto Luat Siregar)
Baca Berita

BKSDA Maluku Lakukan Konsultasi Publik Terkait Rencana Pengelolaan Jangka Panjang SM Pulau Kobror dan SM Pulau Baun

Kepulauan Aru, 27 November 2019. Bertempat di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, BKSDA Maluku melaksanakan kegiatan Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) untuk kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kobror dan Pulau Baun. Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan sambutan Kepala BKSDA Maluku yang diwakili oleh Kepala Resort Dobo (Bpk. Timotius Eleuwarin) dan dibuka secara resmi oleh Kepala BAPELITBANG Kabupaten Kepulauan Aru yang diwakili oleh Ibu Novriati Palente. Kegiatan ini dihadiri oleh UPD Kabupaten Kepulauan Aru dan beberapa kecamatan desa-desa penyangga. Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Dusun Engkangin Tukarkan 33 Pucuk Senjata Api Rakitan dengan Saluran Air Bersih

Landak, 27 November 2019. Momentum besar terjadi dalam pengelolaan Cagar Alam Gunung Nyiut (CAGN). Sebuah upaya pendekatan kepada masyarakat dalam mengurangi gangguan kawasan mencapai titik temu yang saling menguntungkan. Bertempat di Dusun Engkangin Desa Engkangin Kec. Air Besar Kab. Landak Kalbar, BKSDA-Kalbar melalui Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang Resort Serimbu, Yayasan Planet Indonesia (YPI) dan Kepolisian Resort Serimbu menggelar acara penyerahan sukarela senjata api rakitan ke pihak kepolisian. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Air Besar, Danramil 12 Air Besar, Camat Air Besar, Babinsa Serimbu, Babinkamtibmas Serimbu, Sekretaris Desa Engkangin, Manajer Pemberdayaan Usaha Masyarakat Konservasi Yayasan Planet Indonesia (PUMK YPI), tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dusun Engkangin. Gunung Nyiut merupakan kawasan konservasi yang mempunyai keterikatan manfaat timbal balik yang kuat dengan masyarakat di sekitarnya. Untuk tetap menjaga simbiosis mutualisme antara kawasan dan masyarakat, sebuah kerjasama Balai KSDA-Kalbar dan YPI membuat program penarikan senjata sebagai upaya menekan gangguan kawasan dalam hal ini perburuan satwa. Kompensasi diberikan sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat dengan pembuatan akses air bersih di wilayah dusun Engkangin. Adanya air bersih diharapkan kehidupan masyarakat akan lebih sehat serta mampu meningkatkan kecerdasan untuk kelangsungan generasi mendatang yang lebih maju dan berkembang. Kapolsek Air Besar R. Doloksaribu dalam sambutannya menyampaikan, “Kepemilikan senjata api sudah diatur dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan diperkuat dengan perizinan kepemilikan senjata api dalam Surat Keputusan KAPOLRI No. POL Nomor SKEP/82/II/2004 tentang petunjuk pelaksanaan pengamanan pengawasan dan pengendalian senjata api non organik TNI/POLRI”. Senada dengan apa yang disampaikan Kapolsek Air Besar, Danramil 12 Air Besar Adi Guntoro menyampaikan bahwa upaya penertiban senjata api bertujuan selain untuk menjamin ketertiban dan keamanan juga merupakan upaya mendukung kelestarian lingkungan. Komitmen masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak melakukan perburuan maka akan meningkatkan populasi satwa itu sendiri yang berdampak positif terhadap kelangsungan hidup semua makhluk. Sementara itu, Camat Air Besar Herry Sarkinom menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang ada. Program BKSDA-Kalbar dan YPI tidak akan selamanya, kehadirannya agar dimanfaatkan untuk belajar bagaimana melakukan hal-hal positif seperti pertanian organik, teknik budidaya pohon buah atau sayuran yang dapat meningkatkan perekonomian. Dalam kesempatan terpisah Kepala Balai KSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi dan penyerahan senjata api rakitan merupakan langkah maju dalam pengelolaan CA. Gunung Nyiut. Dengan diserahkannya senjata yang dimiliki masyarakat ke pihak berwajib diharapkan dapat menekan angka perburuan satwa liar serta hilangnya Sumber Daya Alam. Semoga dengan Komitmen bersama, Kelestarian dan Kesejahteraan masyarakat akan tercapai. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kemitraan Konservasi antara Balai Besar Ksda Riau dengan Kelompok Tani TN Zamrud

Pekanbaru, 27 November 2019. Bertempat di Kantor Balai Besar KSDA Riau telah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Kemitraan Konservasi Pemberian Akses Berupa Pemanfaatan Tradisional Sumber Daya Perairan Terbatas Untuk Jenis yang Tidak Dilindungi di Zona Tradisional Taman Nasional (TN) Zamrud antara Kepala Balai Besar KSDA Riau dengan : Tujuan dari kerjasama kemitraan adalah untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan dalam rangka penguatan kawasan konservasi dan kelestarian keanekaragaman hayati melalui pemberiaan akses berupa pemanfaatan tradisional sumber daya perairan terbatas untuk jenis yang tidak dilindungi. Lokasi kerjasama di Zona tradisional seluas 500,09 hektar dengan rincian : Adapun jangka waktu kerja sama kemitraan ini adalah selama 5 (lima) tahun. Ruang lingkup kerjasama meliputi : Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Silaturahmi Tokoh Masyarakat Desa Buluh Cina dengan Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 27 November 2019. Kepala Balai Besar KSDA Riau menerima kunjungan Kepala Desa Buluh Cina, Ninik mamak (Datuk) dan tokoh masyarakat Buluh Cina di ruangannya. Kehadiran tokoh masyarakat dan pemuka adat lebih kepada silaturahmi. Perlu diketahui, sejarah TWA Buluh Cina adalah bahwa kawasan tersebut berasal dari penyerahan tanah adat masyarakat Buluh Cina kepada pemerintah dengan maksud agar masyarakat lebih berpeluang menerima dampak peningkatan kesejahteran mereka dalam pengelolaannya. Ketergantungan kehidupan masyarakat dengan kawasan TWA Buluh Cina cukup tinggi, Masyarakat berharap aktivitas wisata dapat berdampak pada peningkatan perekonomian mereka. Untuk itu masyarakat berharap agar sarana dan prasarana di TWA tersebut dapat ditingkatkan sebagai daya tarik wisatawan lokal rutin berkunjung. Bapak Suharyono menyampaikan akan mengupayakan peningkatan pengembangan TWA Buluh Cina, dan berharap agar masyarakat terlibat aktif dan inovatif dalam setiap proses pengembangan wisata alam di TWA Buluh Cina. Nah sebagai rencana aksi selanjutnya, Balai Besar KSDA Riau bersama masyarakat Buluh Cina akan mengupayakan : Kita do'akan segera terwujud ya kawan. Karena keunikan alam dan pepohonan di TWA Buluh Cina sungguh sangat mempesona Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Jatim Serahkan Penghargaan KODIM 0825

Banyuwangi, 27 November 2019. Bertempat di Markas Kodim 0825 Banyuwangi, Balai Besar KSDA Jatim yang diwakili oleh Setyo Utomo, SH. M.Si. selaku Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember menyerahkan piagam penghargaan kepada Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf. Yuli Eko Purwanto SIP., 27 November 2019. Penyerahan tersebut dilaksanakan saat kegiatan apel pagi di Makodim 0825 Banyuwangi di Jalan RA. Kartini, Kepatihan, Banyuwangi. Pemberian penghargaan ini diberikan kepada Dandim 0825 Banyuwangi selaku Komandan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Banyuwangi. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor: 188/138/KEP/429.205/2019 tanggal 22 Oktober 2019. Dukungan Kodim 0825 Banyuwangi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen berupa pengerahan pasukannya hingga kawasan taman wisata alam dibuka kembali untuk kunjungan wisata. “Harapannya agar koordinasi dan sinergi antara BBKSDA Jatim dengan Jajaran Tentara Nasional Indonesia serta stakeholder di Banyuwangi dapat semakin baik dan meningkat,” ujar Setyo Utomo setelah acara tersebut. Sumber : Warsono, PEH. Muda pada Bidang KSDA Wilayah III Jember
Baca Berita

Launching Walang Konservasi, Seksi Konservasi Wilayah II Masohi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku

Masohi,19 November 2019 dilakukan Launching Walang Konservasi, Seksi Wilayah II Masohi. Balai KSDA Maluku oleh Kepala Balai KSDA Maluku, Bapak Mukhtar Amin Ahmadi, SH., M.Si yang dihadiri oleh OPD Kabupaten Maluku Tengah. Walang Konservasi merupakan salah satu bentuk inovasi di bidang sosialiasi / penyuluhan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang sasarannya lebih kepada anak usia dini/pelajar yaitu tingkat TK, SD, SMP, SMA dan tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat umum yang ingin tahu tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Walang Konservasi ini adalah salah satu media/sarana untuk mempelajari dan mengetahui tentang prinsip-prisnsip konservasi sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1990 yaitu Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan. Stakeholder dalam pembentukan walang Konservasi yaitu Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kab. Maluku Tengah, Dinas Informatika Kabupaten Maluku Tengah, Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA di Kabupaten Maluku Tengah, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Perpustakaan Bogor, Burung Indonesia dan Pusat Rehabilitasi Masihulan. Bentuk dukungan yang diberikan yaitu materi Walang Konservasi berupa buku-buku bacaan di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, spanduk burung dilindungi, poster-poster kegiatan di bidang kehutanan dan lain-lain. Selain buku-buku yang menjadi alat untuk mengetahui Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, hal lain yang dapat dilakukan untuk mempermudah pelajar memahani perlindungan keanekaragaman hayati yaitu melalui Audio Visual. Harapan kami semoga dengan terbentuknya Walang Konservasi ini, generasi muda/pelajar lebih mengetahui, memahami dan mempraktekkan prinsip-prinsip konservasi kedepannya. Sumber: BKSDA Maluku
Baca Berita

Kerumutan Go Green

Pekanbaru, 24 November 2019, Di cuaca yang cukup cerah petugas Resort Kapou terlihat sangat bersemangat. Kamu tau mengapa kawan? Yap, mereka melakukan pendampingan kegiatan revegetasi di lahan bekas kebakaran sekitar SM Kerumutan, tepatnya hutan dekat pelabuhan Kapou, Kel. Kerumutan, Kec. Kerumutan dengan luas lahan kurang lebih 2 hektar dan peserta sekitar 25 orang berhasil menanam bibit pohon matoa, durian, nangka dan jengkol 1.080 batang. Yang bikin kami lebih bersemangat lagi adalah..., kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Penggiat Konservasi Riau (KPKR) yang merupakan sekelompok anak muda pencinta lingkungan bersinergi dengan Sekolah Relawan, Komunitas Sinergi dan Relawan Muda Riau. Dengan mengusung tema Kerumutan Go Green, kegiatan ini juga diikuti oleh Masyarakat Peduli Api (MPA), Kadus 01 Kapou beserta perangkat dan masyarakatnya. Waduh... mereka hebat ya kawan. Yuk mumpung ada kesempatan, sebisa mungkin kita berbuat terbaik untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang ada di sekitar kita. Terima kasih kawan kawan semua, kalian telah membuat kami bangga. #kementerianlhk #humasklhk #sahabathijau #tamannasional #rimbangbaling #komunitasjungletrek #komunitaspenggiatkonservasiriau #sekolahrelawan#komunitassinergi#relawanmudariau #komunitasrumahsunting #spiritkonservasialammilenial #konservasimilenial #pendaki #pendakiindonesia Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pemasangan Papan Peringatan di Kawasan Konservasi SM. Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 27 November 2019 -Petugas Balai Besar KSDA Riau yang berada di SM. Giam Siak Kecil, Kab. Siak melaksanakan tugas mereka melakukan pemasangan papan larangan di lokasi yang berbatasan dengan konsesi sinar mas grup pada tanggal 23 sampai 24 November 2019. Di wilayah kami saat ini memang sedang sering turun hujan. Pemasangan papan peringatan ini merupakan salah satu upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang kawasan konservasi SM. Giam Siak Kecil. Sebelum pemasangan papan peringatan, petugas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat agar aparat desa juga bisa meneruskan informasi kepada masyarakatnya tentang kawasan hutan negara yang berada disekitar tempat tinggalnya mereka. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penanganan Konflik Satwa Liar Jenis Macaca maura di Tahura Bonto Bahari Pantai Bira Kab. Bulukumba

Bulukumba, 27 November 2019. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA) bersama tim Tahura Bontobahari Bulukumba pada hari selasa tanggal 26 november 2019 melakukan penangangan konflik satwa liar jenis Monyet Dare (Macaca maura) bersama terkait laporan Tim Macaca Maura Project yang masuk melalui Call Center BBKSDA Sulsel. Berdasarkan keterangan yang dilaporkan Tim Macaca Maura Project Fahutan UNHAS bernama Victor “ada se-ekor Macaca maura yang ditangkap oleh warga kemudian mengikat macaca tersebut lalu dijadikan hewan peliharaan oleh seorang warga yang bernama Daeng Siama, Lokasi kejadian ini terjadi di Bira, Taman Hutan Raya (TAHURA) Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba”, Terang Victor yang seorang WNA kebangsaan Spanyol. Setelah menerima laporan victor tersebut Tim Wlidlife Rescue (WRU) BBKSDA Sulsel segera berkoordinasi dengan Tim Tahura Bonto Bahari untuk menindak lanjuti konflik satwa yang terjadi di Tahura Bonto Bahari. Setelah koordinasi dilakukan, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) bersama Tim Tahura Bonto Bahari menuju lokasi Tim Macaca Project Macaca di Pantai kami yang menerangkan bila Satwa yang telah ditangkap Daeng Siama Adalah jenis Satwa Liar dilindungi dan tidak boleh di pelihara bebas masyarakat akhirnya Daeng Siama bersedia melepas dan berjanji tidak lagi menangkap atau memelihara Macaca maura. Proses evakuasi dan pelepasliaran Macaca Maura ke habitatnya akhirnya bisa dilakukan Bersama Tim dengan dibantu Bira, Bonto Bahari Bulukumba. Selanjutnya ke tiga Tim tersebut bersama melakukan evakuasi Macaca maura yang di tangkap dan di pelihara tersebut di tempat Daeng Siama. Dari hasil keterangan dari Daeng Siama “Monyet Dare ini telah dipelihara kurang lebih 10 hari, setiap hari menghabiskan satu sisir pisang” Terang Daeng Siama. Setelah berdiskusi dengan Tim oleh Daeng Siama. Setelah proses pelepasliaran Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Sulsel memasang 2 papan himbauan di sekitar rumah Daeng Siama dan jalan masuk menuju pantai bira untuk tidak memberi makan satwa serta memelihara satwa dilindungi jenis Macaca maura. Perlu diketahui daerah TAHURA atau Taman Hutan Rakyat Bonto Bahari merupakan habitat Macaca maura dan tidak jarang Macaca maura turun ke daerah sekitaran Pantai Bira. Kamari selaku Anggota TIM WRU dalam keterangannya “Apabila masyarakat sekitar dan pengunjung Pantai Bira sering memberi makan Macaca maura liar itu akan mengancam keberlangsungan hidup macaca maura di habitatnya, salah satunya macaca maura tersebut akan kehilangan sifat liarnya dalam mencari makan di hutan dan ketergantungan dengan manusia alhasil potensi konflik satwa liar manusia juga meningkat.” Terang Kamari yang biasa dipanggil Pak Kem. Tim Macaca Maura project Fahutan UNHAS yang terdiri dari 3 anggota yaitu Victor, Elisa dan Melara sangat mengapresiasi untuk cepat tanggapnya tim WRU yang berkoordinasi dengan Tim Tahura Bontobahari untuk penyelamatan satwa dilindungi. Sumber : BBKSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Rapat Seksi Yang di Rangkaikan Dengan Penanam Ala SPTN III Maelang

Muara Pusian, 27 November 2019. Bertempat di sanctuary maleo Muara Pusian dilakukan rapat rutin SPTN III Maelang. Rapat kali ini membahas tentang evaluasi pelaksanaan tugas sampai dengan menjelang akhir tahun. Diskusi yang menarik tentang pembahasan dengan di sertai adu argumentasi untuk arah perbaikan yang positif dan konstruktif namun tetap dalam suasana hangat dengan di temani secangkir kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan dan soliditas personil khususnya SPTN III Maelang sehingga menciptakan iklim yang baik dalam mendukung pelkasaan tugas sehari - hari. ASN harus memiliki inovasi dalam bertugas untuk menciptakan daya saing yang mampu berkompetitif di tengah perubahan jaman yang begitu cepat ujar Yulian Sadono Kepala SPTN III Maelang. Kegiatan lanjutan setelah rapat melakukan penananam di lokasi Sanctuary Maleo Muara Pusian, lokasi ini terjadi kebakaran di bulan September 2019 yang lalu akibat musim kemarau yang cukup panjang. Sekitar 200 bibit matoa dan nantu serta cempaka di tanam srempak yang di ikuti oleh seluruh staff, pejabat fungsional dan Masyarakat Mitra Polhut Lingkup SPTN III Maelang. Pohon merupakan sumber kehidupan yang mampu menjaga keseimbangan alam. Penulis " Aris - Balai Taman NAsional Bogani Nani Wartabone"
Baca Berita

TN MerBeti Gandeng Akademisi, Majukan Pokmas Baban Lestari

Jember, 26 November 2019. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) bersama Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadakan pelatihan teknologi pengolahan yogurt sebagai diversifikasi produk susu kambing dan edukasi managemen pada kelompok Baban Lestari di Balai Desa Mulyorejo. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Senin, 25 November 2019 ini dihadiri oleh Sulistrianto, S.Si., M.Si., Kepala SPTN Wilayah III Kalibaru beserta staf Seksi, anggota MMP Resort Baban, perwakilan staf Balai Desa Mulyorejo dan peserta dari kelompok Baban Lestari. Pemateri dari Dosen Polje yaitu Dr. Ir. Merry Muspika, MP; Dr. Ir Dadik, M.Si; Dr. Ir Hariadi, MP menyampaikan mengenai cara-cara pengolahan peranakan kambing etawa yang benar, terutama dalam pemanfaatan susu kambing etawa. Jenis kambing ini dimanfaatkan susunya bukan untuk diambil dagingnya. Untuk lebih memahaminya, peserta diajak untuk praktek langsung bagaimana cara memerah susu kambing yang baik dan benar. Sedangkan pelatihan yogurt nantinya akan diadakan di laboratorium Polije karena pengolahan yogurt harus steril. “Peningkatan kapasitas masyarakat harus selalu kita lakukan, sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar, melalui konsep petik olah jual. Demikian juga dengan pendampingan program merupakan bagian yang penting sehingga program tersebut tercapai dan tepat sasaran. Bangun komunikasi yang intensif untuk mengetahui tingkat kemampuan masyarakat dan support yang harus kita dukung. Mantap sukses untuk Tim Baban dan seksi wilayah.” Maman Surahman, S.Hut., M.Si, Kepala Balai TN MerBeti. Semoga dengan adanya pelatihan ini Baban Lestari bisa memanfaatkan bantuan yang diperoleh dari TN MerBeti berupa kambing etawa dengan maksimal terutama dalam pengolahan susu sehingga nantinya hasil produk dari desa binaan Baban lestari dapat dinikmati oleh masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Daerah Tangkapan Air Wilayah Resort 6 Muara Bangko Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 27 November 2019. Daerah Tangkapan Air merupakan daerah yang memiliki kemampuan untuk meresapkan air hujan dan merupakan tempat pengisian air bumi (akifer) yang berguna bagi pasokan sumber air. Di resort 6 Muara Bangko hampir seluruh kawasannya merupakan daerah tangkapan air yang tinggi, hal ini disebabkan karena kondisi tutupan lahan kawasan hutan dan terletak di ketinggian antara 400 hingga diatas 1500m dpl yang merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat tangkapan air di suatu daerah itu. Tingkat daerah tangkapan air resort 6 Muara Bangko dapat dilihat pada gambar berita Sumber: Perdana Mora Harahap/Polhut ,Ka.Resort 6 Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Aksi Kawasan Ekosistem Esensial Tanjung Maleo

Masohi, 27 November 2019. Konsultasi publik penyusunan rencana aksi Kawasan Ekosistem Esensial Tanjung Maleo oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Maluku Tengah bersama mitra, yang diikuti oleh 8 (depalan) dinas dan Desa/Negeri Kailolo. KEE Tanjung Maleo ditetapkan oleh SK Bupati Maluku Tengah Nomor : 522-5-272 Tahun 2019 Tanggal 3 September 2019 dengan luas 7,56 Ha. Kegiatan berlangsung di Hotel Isabella, Kota Masohi, Selasa tanggal 19 November 2019. Dinas terkait yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain : Beberapa Rencana Aksi Kawasan Ekosistem Esensial antara lain : Rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah : Seluruh peserta rapat konsultasi publik sedang melakukan foto bersama usai kegiatan. Sumber: BKSDA Maluku

Menampilkan 4.417–4.432 dari 11.140 publikasi