Senin, 4 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

TNBB, Laboratorium lapangan untk kunjungan pendidikan mahasiswa Nusantara.

Gilimanuk, 28 November 2019. Balai TN Bali Barat kembali mendapat kunjungan dari rombongan mahasiswa. Setelah beberapa Hari sebelumnya dari Universitas Muhamadiyah Malang, Jawa Timur dan Universitas Pendidikan Mandalika, NTB. Kali ini rombongan mahasiswa jurusan Biologi, Universitas Palangkaraya, Kalteng. Mereka jauh-jauh datang ke TN Bali Barat untuk belajar tentang pengelolaan keanekaragaman hayati TNBB khususnya satwa prioritas burung Curik Bali yang populasinya terus bertambah setiap tahun, baik yang di kandang maupun di alam. Selain itu, para mahasiswa juga belajar tetang tata kelola TN Bali Barat dalam menjaga kawasan konservasi dilihat dari aspek perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari. Didampingi oleh dosen-dosennya, para mahasiswa berkesempatan juga untuk melihat langsung Unit Pengelolaan Khusus Pmbinaan Curik Bali dan juga 2 lokasi pelepasliaran Curik Bali di Cekik dan Labuan Lalang. Mereka juga melakukan pengamatan terhadap kelompok masyarakat desa penyangga yang bergerak dibidang pariwisata. Ayo para generasi muda, terus tingkatkan kepedulian kalian terhadap konservasi di Indonesia. Terimakasih atas kunjungannya di TN Bali Barat, salam lestari! #AyoKeTamanNasional #BaliBarat Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Pelepasliaran Burung Sitaan di TWA Pulau Burung Tanah Bumbu

BATULICIN, 26 NOVEMBER 2019 – Balai Karantina Kelas I Banjarmasin Wilayah Kerja Batulicin pada hari senin, 25 November 2019 melakukan penyitaan berupa hewan jenis burung yang dilindungi, dan tidak dilindungi. Dikarenakan tidak memiliki surat ijin angkut satwa, dibawa dengan menggunakan pickup yang rencana dikirim ke Semarang, melalui pelabuhan Samudra Batulicin. Selanjutnya Balai Karantina Kelas I Banjarmasin Wilayah Kerja Batulicin melakukan koordinasi dengan BKSDA Kalsel Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin untuk melakukan serah terima barang sitaan berbagai jenis burung tersebut, diantaranya Burung Cililin 2 ekor (Dilindungi), Burung Kacer 1 ekor, Kapas Tembak 54 ekor, Burung Kolibri 265 ekor, Burung Cucak Jenggot 9 ekor, Burung Pleci 10 ekor, Burung Gelatik 40 ekor dan burung jenis Yuhina 169 ekor, dengan total keseluruhan burung yang disita sebanyak 550 ekor. Arahan kepala SKW III Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu, S.P, M.Sc agar secepatnya satwa dilepasliarkan menghindari terjadianya kematian. Burung tersebut dilepaskan pada hari Selasa tanggal 26 November 2019 di Desa Pulau Burung yang termasuk wilayah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. Desa Pulau Burung tersebut termasuk Taman Wisata Alam yang merupakan wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin. Kegiatan Pelepasliaran mendapat apresiasi dari Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc, menurut beliau dengan dilepasliarkannya burung-burung tersebut di TWA Pulau Burung akan menambah keanekaragaman jenis satwa khususnya satwa burung. Pelepasliaran dilakukan oleh Yopi Azhar dan Muhammad Tejar Polisi Kehutanan dari Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin dan Drh Maslida Iriyani dan Panji Pintaririanto selaku Paramedik Ventiriner dari Balai Karantina Kelas I Banjarmasin Wilayah Kerja Batulicin, didampingi Kepala Desa Pulau Burung Bapak Saidina bersama stafnya dan juga satu mahasiswa dari Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Fitria Naimatin Kasanah yang lagi penelitian akhir. (ryn) Salam Bekantan !! Sumber: Muhammad Tejar (Polhut SKW III Batulicin)
Baca Berita

Pembentukan Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove Baluno

Sulbar, 28 November 2019 - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan selaku UPT Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang berada di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan giat pembentukan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Bulano di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat pada Hari Kamis, bertempat di Hotel Villa Bogor Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Dilokasi pembentukan yang ditempuh kurang lebih 7 Jam dari Kota Makassar itu di buka oleh Bupati Majene, DR H. Fahmi Massiara, MH dan dihadiri oleh Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta OPD Kabupaten Majene antara lain : Dinas Pariwisata, PU, Pertanahan, Dishut Sulbar, Camat, Kepala Desa dan Yayasan Bulano serta UPT KLHK Provinsi Sulbar. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan SK Bupati tentang KEE Mangrove Bulano kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majene. Selanjutnya acara disii dengan pemberian materi oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc terkait Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majene dengan di Moderasi oleh Dosen Senior Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR). Sumber: Harri- Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Wujudkan Penguatan Fungsi melalui Pendekatan Ilmiah, TNBB Bekerjasama dengan Universitas Udayana.

Denpasar, 28 November 2019. Dukungan dalam rangka penguatan fungsi kawasan TNBB dan keanekaragaman hayati tidak hanya menjadi peran serta pengelola bersama masyarakat, pemerintah setempat, namun juga perlu peran serta berbagai pihak seperti pihak Akademisi. Pendekatan ilmiah (Scientific Based) sangat penting dalam pengambilan kebijakan pengelolaan suatu kawasan konservasi. Menindaklanjuti Nota kesepakatan yang telah ditandatangani antara bapak Dirjen KSDAE dengan Rektor Universitas Udayana pada tanggal 10 Oktober 2019, Balai TNBB melakukan pembahasan dengan beberapa fakultas di Universitas Udayana yang diharapkan dapat memberikan dukungan untk Efektivitas penyelenggaraan pengelolaan kawasan TNBB khususnya terkait potensi keanekaragaman hayati di teresterial dan perairan TNBB, penanganan satwa liar, pengelolaan lingkungan dan peningkatan peran serta masyarakat sekitar kawasan TNBB melalui pengabdian masyarakat. Pada tanggal 28 November dengan disaksikan oleh bapak Direktur PIKA Ditjen KSDAE dan Wakil Rektor Universitas Udayana (UNUD), dilaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama antara Kepala Balai TNBB Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si dengan 3 Dekan fakultas ( fakultas MIPA, fakultas Kelautan Perikanan, fakultas Kedokteran Hewan dan Direktur program pascasarjana UNUD). Kerja sama dilakukan selama 5 tahun. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemberian souvenir dari museum burung Universitas Udayana kepada Direktur PIKA dan foto bersama. Dengan kerjasama penguatan fungsi melalui pendekatan ilmiah ini, harapannya memperkuat dukungan kepada pengelolaan kawasan konservasi khususnya Taman Nasional Bali Barat. Salam lestari. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Tersangkut Jaring Nelayan, Penyu Sisik Akhirnya Dapat Dilepasliarkan Kembali

Saumlaki, 28 November 2019. Kami dari Seksi Konservasi Wilayah III Saumlaki bersama Danlanal Saumlaki Latkol Laut (P) Hartanto, M.Tr Hanla, Perwakilan Mabesal TNI AL, serta para perwakilan siswa siswi se-kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya dalam rangka kegiatan Wawasan Berkebangsaan Serta Cinta Tanah Air di lokasi Lanal Saumlaki, berhasil melepasliarkan 1 ekor Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu tersebut diamankan anggota Lanal Saumlaki dari nelayan saat tersangkut jaring ikan. Sumber: BKSDA Maluku
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Beri Pendampingan Masyarakat Sekitar SM Paliyan

Yogyakarta 29 November 2019, Balai KSDA Yogyakarta menggelar kegiatan pendampingan kelompok masyarakat desa penyangga Suaka Margasatwa (SM) Paliyan. Bertempat di Aula SM Paliyan, kegiatan pendampingan kelompok dilaksanakan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Binaan Balai KSDA Yogyakarta dan masyarakat desa penyangga SM Paliyan, pada hari Selasa (26/11/19) dan Kamis (28/11/19). Sebagai narasumber dari kegiatan ini berasal dari Balai KSDA Yogyakarta dan PT Rimba Partikel Indonesia (RPI). Melalui pelaksanaan pendampingan kelompok ini digali informasi penting terkait permasalahan yang terjadi di tingkat kelompok, solusi penyelesaian permasalahan serta potensi yang terdapat pada kelompok maupun yang ada di sekitar daerah penyangga SM Paliyan. Pada Kesempatan tersebut, Manajer site PT RPI menyampaikan pemaparan terkait Program Rehabilitasi SM Paliyan yang dilaksanakan oleh Sumitomo Forestry melalui PT RPI. Sementara itu Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan beberapa arahan terkait Kebijakan Pengelolaan Suaka Margasatwa Paliyan. “Dalam pengelolaan kawasan SM Paliyan ini perlu dilihat dengan lebih cermat benang merah pengelolaan kawasan SM Paliyan yang dapat diimplementasikan melalui kemitraan konservasi yang ditujukan untuk pemulihan ekosistem. Kondisi SM Paliyan yang unik dimana masyarakat mengenal SM Paliyan sebagai kawasan batu bertanah, nyatanya secara bertahap telah berhasil dipulihkan kondisi ekosistemnya. Tapi kita jangan terbuai dengan keberhasilan ini karena pemulihan ekosistem yang sudah berhasil tersebut masih perlu dikembangkan lagi agar kawasan SM Paliyan ini dapat dipulihkan sesuai dengan peruntukannya sebagai suaka margasatwa” tutur M. Wahyudi. Secara ringkas, beberapa poin yang dihasilkan dalam pendampingan masyarakat ini antara lain: Sumber : Siti Rohimah (Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

BBKSDA Jatim Buka Lapak Di Lokasi Perlombaan Burung

Mojokerto, 29 November 2019. BBKSDA Jatim mulai melakukan pelayanan on the spot kepada masyarakat untuk mendaftarkan satwanya pada pendataan satwa online. Seperti halnya yang dilaksanakan Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Mojokerto dan RKW 20 Pasuruan. Kegiatan tersebut dilakukan pada lokasi perlobaan burung kicau di Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas dan Desa Brayung Kecamatan Puri - Mojokerto, 28 November 2019. Petugas juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa beberapa jenis burung yang dilombakan saat ini telah masuk kategori dilindungi berdasarkan P. 106 tahun 2018. Sehingga dihimbau untuk mendaftarkan kepemilikannya secara gratis alias nol rupiah. “Hal ini untuk menepis opini negatif yang berkembang bahwasannya pendaftaran satwa ini mengeluarkan biaya”, ujar Fajar Dwi Nur Aji, Kepala RKW 09 Mojokerto. Pada kegiatan pendaftaran on the spot pendaftar tetap melakukan pendaftaran secara online menggunakan smartphone masing – masing. Hanya saja langsung memperoleh bukti pendaftaran tanpa harus menunggu konfirmasi dari admin di Surabaya, dan tentu tidak mengeluarkan biaya transportasi jika mendaftar ke kantor BBKSDA Jatim. Kepada pihak penyelenggara lomba, petugas menghimbau agar memperlombakan satwa yang telah terdaftar resmi di BBKSDA Jatim. “Buka lapak menjadi salah satu bentuk pelayanan prima kepada masyarakat dalam pendataan serta penandaan gratis kepada masyarakat yang telah memiliki satwa dan masuk dalam ketentuan P. 106”, terang RM. Wiwied Widodo, Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik. Masih menurut Wiwied, bahwa kegiatan serupa rencananya mulai digelar awal Desember ini di wilayah kerjanya. Bukak lapak akan dibuka pada beberapa lokasi seperti pasar burung. Sumber: BBKSDA Jawa Timur, Agus Irwanto.
Baca Berita

Madu dari Stingless Bee

Pekanbaru, 29 November 2019. Selamat siang kawan rimba yang imut-imut, konsumsi satu sendok madu kelulut di pagi hari bakal nambah semangatmu jelang weekend loh... Madu dari stingless bee ini memang juara banget manfaatnya, selain untuk menambah stamina bisa juga untuk mengobati macam macam penyakit loh, kalau gak percaya coba kamu searching di mbah google aja yah . He.. He... Karena manfaat yang gede itu ditambah tugas Balai Besar KSDA Riau, makanya kita punya desa binaan madu kelulut tepatnya di Dusun Bagan Benio, Desa Tasik Serai, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis dan Kel. Bukit Timah, Kec. Dumai Selatan kota Dumai.... Disini kita ingin mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan hasil hutan dengan tetap menjaga kelestarian hutan yang ada. Kalau kamu mau pesan boleh juga kok, tapi sementara ini mimin kasih nomor yang di Dusun Bagan Benio, Desa Tasik Serai dulu ya, karena yang di Dumai sedang turun produksinya akibat kebakaran hutan kemarin itu.... Nah..., jelas.... kan, akibat bencana atau rusaknya hutan mengakibatkan produksi madu kelulutpun jauh menurun. Kalo kamu mau sensasi yang berbeda, boleh juga loh datang kesana untuk cobain madu kelulut nyeruput dari sarangnya. Kamu bisa hubungi bang Riki ke nomer 082268956714 untuk pesan madunya ya, beliau itu adalah Ketua kelompok tani hutannya Jangan lupa ya, dengan rajin minum madu kelulut selain kamu dapet manfaatnya kamu juga bisa tau kalo hidup itu bisa lebih terasa asem manis segeerrrr... gimanaaa gitcuuu. Tulis di komen kyu, apa aja sih manfaat madu kelulut versi kamu? #kementerianlhk #humasklhk #sahabathijau Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Peringati HUT KORPRI ke-48 Balai Taman Nasional Kepuluan Togean Gelar Upacara Bendera

Ampana, 29 November 2019. Balai Taman Nasional Kepuluan Togean (BTNKT) telah menggelar kegiatan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KORPRI ke 48 tahun 2019 di halaman BTNKT. Kegiatan upacara tersebut diikuti dengan hikmat oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup BTNKT dan bertemakan Berkarya, Melayani, dan Menyatukan Bangsa. Sesuai temanya, Jokowi Widodo, Presiden RI selaku penasihat Nasional KORPRI dalam sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Bustang, Kepala Balai TNKT menyampaikan “Dalam menghadapi perubahan dan persaingan antarnegara, saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan serta terus menerus mencari terobosan dan inovasi. Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Kita harus optimis menatap masa depan dan percaya diri menghadapi tantangan kompetisi global. Kuncinya adalah kita mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk menuju Indonesia maju. Karena itu, saya mengajak pada seluruh anggota KORPRI yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaran sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air.” Mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi Widodo mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh anggota KORPRI baik yang ada di tanah air maupun di seluruh perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri untuk melanjutkan pengabdian dan karya terbaiknya bagi rakyat, bangsa dan negara. Sumber : Khoirum Min Alfiyani – Calon PEH Balai Taman Nasional Kepuluan Togean
Baca Berita

Desa Binaan Unung Ilu Mung Siap menjadi Sentra Penghasil Kerajinan Anyaman Rotan

Malinau, 29 November 2019. Memiliki potensi rotan yang melimpah di Desa Long Jelet semestinya menjadi anugerah bagi masyarakat. Potensi alam ini berpeluang meningkatkan perekonomian masyarakat jika dikembangkan sebagai salah satu usaha ekonomi produktif. Selama ini pemanfaatan rotan oleh masyarakat Desa Long Jelet lebih cenderung untuk perlengkapan sehari-sehari seperti anjat (tas punggung) dan keranjang, padahal prospek pasar kerajinan berbahan baku rotan cukup luas dan menjanjikan. Pengolahan bahan baku rotan pun dilakukan dengan proses yang masih tradisional, sehingga belum mampu memproduksi kerajinan anyaman rotan dalam jumlah besar. Berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di penyangga melalui skema Desa Binaan, Balai TN. Kayan Mentarang memfasilitasi Desa Long Jelet dalam penyediaan sarana dan prasarana pengolahan rotan melalui Kelompok Desa Binaan Unung Ilu Mung. Bantuan ini pun dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Desa Binaan dengan didampingi Penyuluh Kehutanan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong partisipasi masyarakat secara bersama-sama merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi agar fasilitas yang diberikan dapat tepat sasaran dan tepat manfaat. Dari fasilitasi pengadaan yang diberikan, sejumlah peralatan kegiatan pengolahan rotan telah diserahkan kepada Desa Binaan yakni mesin split rotan 1 unit, mesin penipis rotan 1 unit, hand sprayer 6 unit, mesin potong rumput 2 unit, dan 1 rol kabel 2x2,5 50 m. Harapannya bantuan ini akan meningkatkan jumlah produksi kerajinan anyaman rotan yang lebih bervariatif, bernilai jual dan tentunya berkelanjutan sehingga dapat menjadi salah satu tumpuan kehidupan masyarakat Desa Long Jelet. “Kami sangat senang dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Balai TN. Kayan Mentarang, kami akan terus belajar dan kami berharap terus ada pendampingan agar kami mampu berinovasi mengembangkan produk-produk baru yang yang dapat dikenal dan diterima oleh pasar” ujar Lengken Usang selaku Ketua Desa Binaan Unung Ilu Mung saat serah terima bantuan. Sumber: Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Selamat Hari Menanam Pohon Nasional

Pekanbaru, 29 November 2019. Dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Seksi Konservasi Wilayah 3 juga melakukan beberapa kegiatan lho kawan kawan. Kegiatan dilaksanakan di Kec. Mandau dan Kec. Pinggir, Kab. Bengkalis Kegiatan tersebut adalah penyerahan bantuan bibit (Matoa, Jengkol dan Nangka) sebanyak 3000 batang dan sekaligus dilakukan penanaman di beberapa tempat. yaitu: SMAN 5 Pinggir, SMA N 4 Mandau, rumah pintar dan kelompok tani Kelurahan Titian Antui, Kec. Pinggir, Koramil Muandau dan TK Cendana, Kec. Mandau. Selain itu dilakukan penyerahan buku informasi kawasan konservasi dan pengenalan jenis satwa dilindungi sebanyak 200 buah dilanjutkan diskusi dengan para guru terkait konservasi kawasan dan konservasi jenis. Para guru, TNI dan kelompok masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, dan berharap kedepannya akan ada kegiatan lanjutan yang dapat menambah pengetahuan terhadap konservasi alam. SELAMAT HARI MENANAM POHON NASIONAL. 1 pohon 1000 kehidupan. Salam lestari!!! Salam konservasi!! Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, BKSDA Kalteng dan OF-UK Indonesia Edukasi Siswa

Sukamara, 28 November 2019- BKSDA Kalteng bersama OF-UK Indonesia mengundang empat puluh siswa SMKN 1 Sukamara untuk berpartisipasi pada kegiatan penanaman dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara juga turut serta pada kegiatan tersebut yang berlangsung di area Pos Penjagaan dan Pemantauan Danau Burung, Suaka Margasatwa Lamandau. Saat membuka acara edukasi penanaman pohon, Dendi Setiadi, SH., Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalteng berujar bahwa 99% penyebab kebakaran hutan adalah ulah manusia itu sendiri, sehingga Dendi menghimbau agar para siswa dapat menjaga lingkungan di sekitarnya. Dendi juga menegaskan kepada para siswa untuk menghilangkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan aturan, seperti membakar dan menebang pohon. “Jangan pernah meninggalkan air mata untuk anak cucu kita, tapi tinggalkanlah mata air untuk anak cucu kita,” pesan Dendi di akhir sambutannya. Supervisor Reforestasi OF-UK Indonesia, Suparyanto, SP., memberikan gambaran tentang kegiatan reforestasi yang dilakukan oleh OF-UK Indonesia bersama BKSDA Kalteng. Kang Anto menyampaikan bahwa OF-UK Indonesia telah melakukan kegiatan reforestasi di Suaka Margasatwa Lamandau sejak tahun 2015 di tiga lokasi, yaitu area Pos Danau Burung, area Pos Sungai Pasir, dan area Pos Perapat. Capaian wilayah yang sudah ditanami sampai saat ini sekitar 35 hektar dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 59.058 batang. Sementara pada tahun ini akan ditanam sekitar 15 ribu bibit di tiga lokasi dengan luasan 15 hektar. Bibit yang ditanam merupakan pohon pakan orangutan yang relatif tahan dari api, seperti ubar samak, ubar putih, ubar jambu, dan balangiran. Pelajar yang hadir di lokasi reforestasi diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai penyiapan bibit dengan cara cabutan dan teknik penanaman. Simulasi penyiapan bibit dilakukan dalam kelompok kecil, terdiri dari 8 orang pelajar yang didampingi satu orang petugas lapangan dari BKSDA Kalteng atau OF-UK Indonesia. Setiap kelompok dibekali bibit hasil cabutan, media tanam berupa tanah dan pupuk kandang serta polybag. Bibit yang berhasil dibuat oleh setiap kelompok disimpan pada bedengan yang telah disediakan di dalam persemaian. Selanjutnya siswa dan undangan lainnya diajak melakukan penanaman di areal yang telah disediakan. Setiap siswa menanam satu pohon sesuai kelompoknya masing-masing yang didampingi oleh petugas lapangan dan guru pembimbing. Diakhir acara, para siswa diajak berkumpul di dalam persemaian untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengikuti kegiatan edukasi penanaman. Reza, siswa jurusan multimedia, mengutarakan bahwa ini merupakan pengalaman pertama kali mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama teman-temannya. Reza juga merasa gembira dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, khususnya dalam bentuk reforestasi habitat orangutan. Mewakili teman-temannya, Reza berharap akan diajak kembali pada acara yang sama di lain kesempatan. Acara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada SMK Negeri 1 Sukamara oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya penanaman dalam rangka reforestasi pada tahun ini, semoga bibit yang ditanam hari ini tumbuh dan berkembang dengan baik di Suaka Margasatwa Lamandau. Sumber: BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Rapat Koordinasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan Jawa Tengah

Pekalongan, 28 November 2019 – Bertempat di Hotel Pessona, Pekalongan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jawa Tengah Bidang PPHLHK melaksanakan Rapat Koordinasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengamanan dan penegakan hukum di kawasan hutan lingkup Dinas LHK Jawa Tengah serta harapannya menyamakan persepsi dalam melaksanakan perlindungan dan pengamanan kawasan. Dalam kesempatan ini, hadir sekitar 100 (seratus) orang yang berasal dari BPBD Jawa Tengah, BKSDA Jawa Tengah, BTN Gunung Merapi, BTN Gunung Merbabu, BMKG Semarang, CDK Wilayah di lingkup Jawa Tengah, Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Baturaden, KPH Perum Perhutani lingkup Jawa Tengah, serta undangan lingkup intern DLHK Jawa Tengah. Beberapa paparan disampaikan pada kesempatan tersebut, yaitu review gangguan keamanan hutan di wilayah kerja masing-masing, dalam hal ini Perum Perhutani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, BTN Gunung Merapi serta BTN Gunung Merbabu. Khusus tentang review gangguan keamanan hutan di BTN Gunung Merapi, disampaikan oleh Koordinator Polhut BTN Gunung Merapi, Husni Pramono, S.H, bahwa tentang beberapa gangguan keamanan hutan di wilayah kerja TN Gunung Merapi khususnya yang di Jawa Tengah, diantaranya penangkapan satawa liar, penambangan pasir, serta kebakaran hutan dan lahan. Disampaikan juga beberapa upaya penanganannya, yaitu koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat, patroli bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) maupun Masyarakat Peduli Api (MPA). Banyak pihak yang berperan dalam penanggulangan gangguan keamanan hutan di wilayah TN Gunung Merapi, karena tidak dapat bekerja sendiri. Rapat Koordinasi ini merupakan salah satu upaya untuk saling berbagi permasalahan di wilayah kerja masing-masing dan berbagi solusi penanganannya, sehingga tujuan dan arahan awal dapat terlaksana. Sumber : BTN Gunung Merapi
Baca Berita

Pelatihan Survey Okupansi Harimau BBKSDA Sumut bersama PT. Toba Pulp Lestari

Medan, 28 Nopember 2019. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerja sama dengan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) menyelenggarakan Pelatihan Survey Okupansi Harimau Sumatera tanggal 22-23 Nopember 2019 di areal PT. TPL Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan SDM pelaksana survey agar memahami pedoman dan teknik survey okupansi disetiap perwakilan lansekap di Sumatera Utara, dan dapat menerapkan metode yang standar di lapangan serta memahami kaidah ilmiah dalam survey Sumatera Wide Tiger Survey (SWTS). Dalam pelatihan ini dihadirkan narasumber yang berpengalaman dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara dan Wildlife Conservation Society Indonesian Program (WCS-IP). Peserta pelatihan berasal dari staf setiap sektor PT. TPL yang nantinya akan melakukan survey di wilayah konsesi perusahaan yang menjadi salah satu grid pengamatan dan telah dibagi dengan ukuran 17×17 Km. Antusias peserta pelatihan ditunjukkan dengan aktif bertanya kepada narasumber terkait perencanaan kegiatan, praktek lapangan dan evaluasi kegiatan, serta terkait pengalaman lapangan narasumber yang telah melakukan survey di lokasi yang berbeda sebelumnya. Setelah pelatihan ini direncanakan pada tanggal 25 November 2019, sesuai SOP perusahaan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi staf yang akan melakukan survey dan selanjutnya tanggal 26 Novemver 2019 PT. TPL akan langsung melakukan survey selama 10 hari, didampingi oleh staf BBKSDASU yang juga telah berpengelaman melakukan survey. Kolaborasi pemerintah, Swasta, Universitas dan NGO dalam upaya KSDAE diharapkan dapat memberikan kontribusi positif untuk pelestarian satwa kharismatik di Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Sumber: Riri/Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tanggulangi Maraknya Karhutla, BKSDA Kalteng dan OF-UK Indonesia Adakan Lokakarya Pengendalian Kebakaran

Sukamara (27/11/2019) - BKSDA Kalteng menggandeng OF-UK Indonesia untuk mengadakan Lokakarya Pengendalian Kebakaran di SM Lamandau dan Daerah Penyagganya di Wilayah Kabupaten Sukamara. Acara yang diadakan pada hari Selasa (27/11/2019) ini bertempat di Aula Kantor Bupati Sukamara. Lokakarya ini dihadiri oleh 40 orang peserta yang merupakan perwakilan instansi terkait di Kabupaten Sukamara, TNI, Polri, Perusahaan Perkebunan, pemerintah desa dan komunitas masyarakat yang berbatasan dengan SM Lamandau dan hutan penyangganya. Lokakarya ini dibuka oleh Bupati Sukamara, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Wariyanto. Saat menyampaikan laporan panitia pelaksana, Country Head/Program Manager OF-UK Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan bahwa lokakarya ini merupakan salah satu kegiatan dalam program perlindungan orangutan dan habitatnya di Suaka Margasatwa Lamandau dan Hutan Penyangganya. Hendra berharap lokakarya ini menjadi sarana berbagi informasi, pengetahuan dan pengalaman para pemangku kepentingan dalam pengendalian kebakaran. Sementara dalam sambutannya, Bupati Sukamara yang diwakilkan kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Wariyanto, menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap upaya pengendalian kebakaran yang selama ini telah dilakukan. Drs. Wariyanto juga mengajak para pihak bersinergi mengendalikan karhutla, terutama dalam mengoptimalkan upaya pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang di masa yang akan datang. Setelah dibuka oleh Bupati Sukamara, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari narasumber dan tanya jawab. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara, Rendy Lesmana, SP. MM, memaparkan penyebab dan dampak terjadinya karhutla yang didukung dengan dokumentasi kegiatan. Rendy juga menjelaskan upaya yang sudah dan yang akan dilaksanakan dalam pengendalian karhutla. Dendi Setiadi, SH, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalteng, mewakili Kepala Balai KSDA Kalteng menjelaskan kondisi sumberdaya dalam pengendalian Karhutla meliputi SDM, sarana dan prasarana. Pada akhir paparannya, Dendi mengatakan kepada peserta lokakarya agar tidak menjadi penonton saat kebakaran terjadi. "Selama ini masyarakat kurang antusias membantu petugas yang sibuk memadamkan api, masyarakat justru hanya berperan sebagai penonton saat kebakaran berlangsung." begitu ujar Dendi mengakhiri paparannya. Setelah paparan narasumber, kemudian acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan tanggapan antara keempat narasumber dengan peserta lokakarya. Para peserta bebas untuk bertanya, maupun memberikan saran kepada tiap narasumber yang hadir. Aman, perwakilan Masyarakat Adat Desa Kartamulia menjelaskan bahwa berkebun merupakan warisan nenek moyang masyarakat Kartamulia, namun saat ini karena takutnya warga dengan undang-undang dan denda besar, sekarang warga lokal sudah tidak berkebun. "Tidak mungkin warga Kartamulya membakar hutan" jelas Aman menutup tanggapannya. Namun, hal ini tidak sesuai dengan temuan di lapangan yang disampaikan oleh Rina Hastariani, Kepala Seksi Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara. Rina memberikan informasi bahwa ada warga Kartamulya sedang menjalani proses hukum yang terlibat kasus Karhutla. Terakhir, Rina menegaskan bahwa Kasus ini akan dibuktikan di pengadilan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara sebagai saksi ahli. Pada sesi diskusi terfokus, perwakilan para pihak diberikan kesempatan menyampaikan upaya pencegahan kebakaran unggulan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perwakilan TNI, Danramil Sukamara Lettu Dimyadi, untuk mencegah terjadinya kebakaran di wilayah kerjanya telah dicanangkan program one man, one day. Dimyadi menjelaskan melalui program ini, setiap hari anggotanya akan berkeliling untuk memberikan sosialisasi kepada satu orang warga tentang bahaya dan dampak karhutla. Sementara itu Danru Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, S. Heri Budianto, menyatakan pihaknya akan meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui patroli terpadu dengan melibatkan penyuluh pertanian. "Dengan keterlibatan penyuluh pertanian dalam patroli terpadu diharapkan dapat memperkuat dalam kegiatan fasilitasi pembukaan lahan tanpa bakar" ujar heri menjelaskan. Kemudian acara ditutup dengan penyusunan catatan dan rekomendasi lokakarya yang akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan dalam pengendalian kebakaran di Suaka Margasatwa Lamandau dan Daerah Penyangganya di Wilayah Kabupaten Sukamara. Penanggung Jawab Berita Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah Ir. Adib Gunawan - 0811545118 Head of Indonesia Country Office/ Program Manager OF-UK Indonesia Hendra Gunawan - 081352262870
Baca Berita

Tahap Akhir Penyusunan RPJP Taman Nasional Kepulauan Seribu 2020-2029

Jakarta, 27 November 2019. Dalam keseharian, istilah konsultasi yakin sudah populer untuk menyebutkan upaya bertukar pikiran untuk mendapatkan saran atau nasihat. Sedangkan Konsultasi Publik juga merupakan istilah yang cukup populer terutama di kalangan lembaga Pemerintah. Konsultasi Publik digunakan sebagai cara partisipatif dalam merumuskan perencanaan, kebijakan maupun peraturan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Konsultasi Publik sudah menjadi suatu tahapan yang harus dilalui dalam proses penyusunan perencanaan, kebijakan atau peraturan. Proses penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TN Kepulauan Seribu periode 2020-2029 yang sudah dilakukan sejak Februari 2019 saat ini telah mencapai tahap akhir yaitu konsultasi publik. Dalam Draft RPJP TN Kepulauan Seribu 2020-2029 berisikan matriks logframe antara permasalahan, tujuan pengelolaan, strategi dan rencana aksi yang mengacu pada visi dan misi ditetapkannya Taman Nasional Kepulauan Seribu yang merupakan rangkuman dari beberapa pertemuan pembahasan partisipatif draft RPJP sebelumnya. Dengan dimoderatori oleh Bapak Hari Kusrdanto dari lembaga RARE, proses tukar pikiran atas draft RPJP kami ini berlangsung secara dinamis dan konstruktif. Para narasumber yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu Balai TN Kepulauan Seribu, Institut Pertanian Bogor, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta telah memberikan bahasan atas draft RPJP kami dengan sangat efektif dan bernas. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, yaitu Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Bappeda DKI Jakarta, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Konservasi Keragaman Hayati Laut, Asisten Ekbang Kepulauan Seribu, Kappenkab Kepulauan Seribu, Sudin Lingkungan Hidup, Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Yayasan Terangi, Yayasan Kehati, Divers Clean Action (DCA), Pernitas, SPKP dan Pokdarwis lingkup Kepulaan Seribu Utara. Para peserta aktif dan responsif dalam menanggapi berbagai isu yang kami angkat dalam draft RPJPP ini. Isu-isu strategis yang dibahas mengenai sinkronisasi kewenangan kawasan, koordinasi dan sinergitas program antar lembaga di Kepulauan Seribu, perlunya penandaaan batas kawasan, pembangunan dan peningkatan jumlah penduduk yang berdampak terhadap kondisi ekosistem penting, zonasi TN Kepulauan Seribu, dan kegiatan wisata. Sebagai bagian akhir dari kegiatan konsultasi publik ini adalah penyusunan naskah Berita Acara Konsultasi Publik dan penandatanganannya. Berita Acara ini menyatakan bahwa perencanaan RPJP TN Kepulauan Seribu periode 2020-2029 telah melibatkan dan mengakomodir aspirasi berbagai pemangku kepentingan. Sumber : Yuniar Ardianti, S.Hut., MA. (Penyuluh Kehutanan) - Tim Penyusun RPJP (Balai TN. Kepulauan Seribu)

Menampilkan 4.401–4.416 dari 11.140 publikasi