Selasa, 5 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Peduli Burung paruh Bengkok, BKSDA Maluku Gelar Lokakarya

Ambon, 10 Desember 2019. Bertempat di Ruang Rapat Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku (BKSDA Maluku), diadakan Lokakarya Penandaan Burung Paruh Bengkok Region Kepulauan Maluku yang diinisiasi oleh BKSDA Maluku dan Burung Indonesia. Hadir dalam lokakarya ini antara lain Prof. Dewi M. Prawiradilaga (IBBS-LIPI), Ign Pramana Yudha, P.hD (IdOU), Mukhtar Amin Ahmadi (Kepala BKSDA Maluku), Ivan Y. Noor (Kepala TN Manusela), Tutut Heri Wibowo (Kepala TN Aketajawe Lolobata), Fitty Machmudah (Diretktorat KKH KLHK), Ferry Hasudungan (Burung Indonesia), Dwi Agustina (KKI-PRS Masihulan) dan Marc O’Hara (Peneliti dari Univ. Viena) Fokus kegiatan hari ini adalah penguatan kapasitas para pihak dalam rehabilitasi dan pelepasliaran burung paruh bengkok serta konsensus terkait penandaan burung terutama jenis burung-burung paruh bengkok hasil sitaan, temuan, maupun penyerahan dari masyarakat. Sumber: Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Visit to School SMPN 2 Kelumpang Tengah CA Teluk Kelumpang

Geronggang, 6 Desember 2019 – Bertempat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kelumpang Tengah, Desa Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) bekerja sama dengan PT. Arutmin Indonesia melalui tim pelaksana lingkup Seksi Konservasi Wilayah III melaksanakan kegiatan Visit to School, sebagai wujud penyadartahuan akan pentingnya konservasi dan fungsi hutan sejak dini. Visit to School dihadiri Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., didampingi Ka SKW III Nikmat H. Pasaribu, S.P, M.Sc., Karesort CA Teluk Kelumpang Nabawi. Tim PT. Arutmin Indonesia dihadiri Manajer Site Senakin Bapak Dedi dan tim Comdev. Setelah pemaparan tentang tujuan dan fungsi konservasi serta kegiatannya yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan dilakukan sesi tanya jawab antara murid dengan Kepala Balai dan dari pihak PT. Arutmin Indonesia Site Senakin. Para Murid sangat antusias dalam sesi tanya jawab tersebut karena yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar akan di beri uang saku. Selain itu juga dilakukan pemberian plakat cinderamata dari BKSDA Kalsel kepada SMP Negeri 2 Kelumpang Tengah yang diterima wakil Kepala Sekolah. Kegiatan Visit to School dilanjutkan dengan penanaman pohon di area lingkungan sekolah dengan tanaman pohon buah dan tanaman pohon kayu. Pihak sekolah yang diwakili oleh Ibu Nursiah S.Pd (Wakil Kepala Sekolah) mengucapkan terima kasih atas kunjungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan, serta berharap apa yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami, diterapkan serta dapat ambil bagian dalam kegiatan konservasi pada kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan di rumah masing-masing. Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kelumpang Tengah yang hadir sangat bergembira dan antusias sepanjang kegiatan berlangsung. (ryn) Sumber : Achmad Nabawi - Kepala Resort CA Teluk Kelumpang Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Petugas SPTN Wilayah V Bohorok Release Kukang dan Burung Elang

Bukit Lawang, 9 Desember 2019. Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah V Bohorok Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) melepasliarkan satu individu kukang (Nycticebus coucang) dan Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus). Pelepasliaran dilakukan pada Senin (9/12) di Stasiun Konservasi Bukit Lawang. Keduanya merupakan satwa yang diserahkan masyarakat yang telah melewati proses perawatan dan monitoring hingga layak untuk dilepasliarkan. Satu individu elang brontok masih belum layak dikembalikan ke habitatnya sehingga perlu perawatan lebih lanjut. “ Iya, elang yang satu lagi belom layak kita lepasliarkan karena sayapnya masih luka sehingga masih perlu dirawat”, ujar Palber Turnip, Kepala Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser wilayah V. [teks&foto@bbtngl, elysa| desember 2019) Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Gelar Pelatihan Manajemen Ekowisata di Desa Penerima Kalpataru 2019

Putussibau, 10 Desember 2019. Bertempat di Rumah Panjang/Betang Sungai Utik, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) adakan Pelatihan Manajemen Ekowisata pada 7-9 Desember 2019. Kegiatan ini untuk mendongkrak Ekowisata di dalam dan sekitar Tana Bentarum serta secara khusus mendorong pelaku usaha (perorangan maupun nonperorangan) untuk mengajukan Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) serta Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA). Kegiatan dihadiri para pelaku ekowisata terutama Kelompok Pengelola Pariwisata/KPP serta perwakilan resort Tana Bentarum. Untuk narasumber menghadirkan ahli dari Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam (PJLWA) Direktorat PJLHK, Disporapar Kab. Kapuas Hulu, Himpunan Pramuwisata Indonesia, serta Tourist Organizer Yok Kita Jelajah Khatulistuwa. Peserta diberikan pelatihan mengenai strategi pengembangan objek dan daya tarik wisata alam di Kab. Kapuas Hulu, prosedur perizinan di bidang jasa wisata alam, teknik pemanduan dan kode etik, teknik interpretasi, serta penyusunan rencana perjalanan ekowisata. Dibawah bimbingan ahli dari HPI dan Yok Kita Jelajah Khatulistiwa, peserta juga mempraktekkan langsung pemanduan pengunjung serta teknik interpretasinya. Pemilihan Sungai Utik sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Kasi Pemanfaatan dan Pelayanan Tana Bentarum, M. Rekapermana, menyampaikan bahwa dipilih karena dusun penerima Anugerah Kalpataru 2019 serta Equator Prize ini dapat menjadi contoh langsung bahwa kesuksesan menjaga lingkungan dapat mendorong peningkatan ekowisata di suatu daerah. Peserta pelatihan juga begitu antusias mengikuti jalannya kegiatan, terutama keinginan untuk mencoba pengajuan IUPJWA dan IUPSWA yang sudah terpusat melalui Online Single Submission (OSS). Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum)
Baca Berita

Pelepasan Satwa Liar Dilindungi Jenis Burung Merak Hijau

Pulau Handeleum, 10 Desember 2019 - dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2019, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi berupa burung merak hijau (Pavo muticus) yang berjumlah 6 (Enam) ekor dengan perbandingan sex rasio 2 (dua) ekor jantan dan 4 (empat) ekor betina. Pelepasliaran dilaksanakan di Pulau Handeleum yang merupakan bagian dari kawasan konservasi kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem memiliki program prioritas pelestarian tumbuhan dan satwa liar dilindungi di habitat alaminya (In-Situ), salah satu bentuk programmnya adalah menggalakkan upaya-upaya penambahan populasi satwa liar dilindungi, langkah dan endemik melalui kegiatan pelepasliaran (release satwa liar) di alam. Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2019, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mensupport Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jakarta, Balai Taman Nasioal Ujung Kulon dan Lembaga Konservasi Taman Mini Indonesia untuk melaksanakan pelepasliaran satwa liar 6 ekor burung merak hijau (Pavo muticus) di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon. Upaya pelestarian satwa liar dilindungi di habitatnya menjadi tanggung jawab utama BKSDA Jakarta dan karena itu senantiasa mengajak semua pihak untuk terlibat dalam upaya-upaya pelestarian tersebut. Taman Mini Indonesia sebagai salah satu pemilik ijin Lembaga Konserasi Umum yang berada dalam wilayah binaan BKSDA Jakarta juga kami ajak untuk hal tersebut, hal ini mengingat bahwa TMII selain juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelestarian satwa liar juga terbukti telah berhasil mengembangkan beberapa satwa liar dilindungi termasuk salah satunya jenis burung merak hijau. Dukungan dan kerjasama semua pihak khususnya Balai TN Ujung Kulon dan Direktur KKH menjadi sangat penting sehingga acara pelepasliaran ini dapat berjalan dengan baik, dan karena itu kami sampaikan apresiasi dan terimakasih,.ucap Ahmad Munawir selaku Kepala Balai KSDA Jakarta. Anggodo selaku kepala Balai TN Ujung Kulon dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Kami sangat senang dan mendukung atas terpilihnya kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai tempat pelepasliaran burung merak hijau. Di dalam kawasan TN Ujung Kulon memang dikenal sebagai habitat alami jenis burung merak hijau, dan saat ini populasi di alam perlu terus ditingkatkan sesuai dengan daya dukung habitatnya”. Sekitar bulan November tahun 2018, kami mendapat tantangan sekaligus kepercayaan oleh pihak Balai KSDA Jakarta untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi langsung didalam upaya peningkatan populasi satwa liar dilindungi di habitatnya, pada saat itu kami langsung setuju dan menawarkan jenis burung merak hijau untuk yang menjadi prioritas pertama. Alhamdulilah setelah satu tahun lamanya kami persiapkan, mulai dari penetasan, pembesaran dan pemeliharaan dengan standar mendekati alami mulai dari interaksi yang minim, pakan alami, pemeriksaan genetik, pemeriksaan kesehatan akhirnya pada hari ini kegiatan pelepasliaran burung merak hijau dapat dilaksanakan. Karena itu kami sangat berterimakasih kepada semua pihak khususnya BKSDA Jakarta atas pembinaannya dan kepercayaannya kepada TMII. pungkas drh. Kombo selaku Manager Taman Burung dan Taman Reptile serta Museum Komodo TMII MII. “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi upaya pelestarian burung merak hijau di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, upaya-upaya seperti akan terus saya galakkan dan lanjutkan di kawasan-kawasan konservasi lainnya di Indonesia. Saya juga akan mendorong para pemilik pemilik ijin lembaga konservasi umum agar mulai melakukan program pelepasliaran khususnya satwa satwa liar dilindungi yang telah berhasil mereka kembangkan di LK nya,” kepada pihak Balai TN Ujung Kulon saya titip agar satwa yang telah dilepasliarkan ini terus dimonitor perkembangannya sehingga nantinya dapat berkembang biak dan menambah populasi burung merak hijau di TN Ujung Kulon, ucap Indra Exploitasia selaku Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian LHK. Sumber: Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Musim Bertelur Tiba, Penyu Lekang Mendarat di Pantai Singgah Mata Rantau Sialang

Aceh Selatan, 9 Desember 2019. Setelah beberapa hari lalu, petugas Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) mendapati seekor penyu belimbing singgah di pantai Rantau Sialang, kini seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang mendarat untuk bertelur. Pukul 01.06 WIB. pada Minggu(8/12), indukan penyu lekang ditemukan oleh petugas yang sedang melakukan patroli malam di sepanjang pantai kawasan TN. Gunung Leuser, gampoeng Pasie Lembang, kec. Kluet Selatan, Kab. Aceh Selatan. Saat musim penyu bertelur, pantai Singgah Mata Rantau Sialang ini menjadi tempat pendaratan dan peneluran beberapa jenis penyu ,seperti penyu lekang, penyu belimbing dan penyu hijau. Kepala Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, Soloon Syahruddin Tanjung, S.Hut, mengatakan jumlah sarang penyu lekang /penyu abu-abu yang ditemukan yaitu sebanyak 1 sarang dengan jumlah telur sebanyak 85 butir. “Puluhan telur penyu lekang ini berhasil kami relokasi ke dalam bak tetas semi alami dengan perkiraan jadwal tetas ± 53 hari yaitu sekitar tanggal, 29 Januari 2020”, jelasnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (Teks dan Foto @bbtngl /Efa Wahyuni/Soloon Syahruddin T, S. Hut)
Baca Berita

Lebih Dekat Lebih Akrab, Hangatnya Dialog Kepala Balai dengan Perawat Satwa SFF Bunder

Yogyakarta 9 Desember 2019. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi secara khusus mengagendakan pertemuan dengan para perawat satwa Stasiun Flora Fauna (SFF) Bunder dan kelompok pelestari air Sendang Mole, hari Jum’at (6/12/19). Pertemuan dikemas dengan konsep anjangsana dan silaturahmi dengan seluruh anggota kelompok. Bertempat di gazebo SFF Bunder, kegiatan pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana akrab penuh kekeluargaan. Baik Kelompok Perawat Rusa maupun Kelompok Pelestari Sumber air Sendang Mole sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai KSDA Yogyakarta yang telah hadir pada kesempatan tersebut. Bagi kelompok, pertemuan kali ini merupakan kesempatan yang special dan langka dapat bertemu dan duduk bersama dengan Kepala Balai KSDA Yogyakarta. Melalui diskusi yang hangat, Kepala Balai juga mengapresiasi pengabdian kelompok perawat rusa yang sudah 20 tahun bekerja sama membantu merawat satwa di SFF Bunder selama ini. Sebagaimana diketahui, SFF Bunder pertama kali diinisiasi oleh Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc yang pada saat itu masih menjadi kepala Unit KSDA Yogyakarta. Pada pertemuan kelompok perawat satwa bersama Kepala Balai KSDA Yogyakarta tersebut, anggota kelompok perawat rusa dan pelestari air mendapatkan arahan tentang rencana pengembangan SFF bunder sebagai wahana pendidikan dan wisata terbatas yang akan dikoneksikan dengan Tahura dan Wanagama. Ketua kelompok pelestari air juga menyampaikan dukungan dan kerjasama untuk mendukung kegiatan SFF Bunder yang selama ini sudah terjalin baik. Untuk mendukung kegiatan di SFF Bunder, Kepala Balai mengijinkan kembali pemanfaatan lahan kosong di SFF untuk pertanian. “Bapak/Ibu anggota kelompok, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pengelolaan SFF Bunder, masih terbuka peluang untuk memanfaatkan areal SFF Bunder ini dengan tanaman pertanian yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok perawat satwa dan juga dapat menjadi suplai pakan satwa yang ada di SFF. Dengan demikian, kita tidak akan khawatir lagi terhadap ketersediaan stock pakan rusa di SFF Bunder ini”. tutur M. Wahyudi. Sebagai penutup pertemuan, Kepala Balai memberikan bingkisan talikasih berupa sembako kepada seluruh perawat satwa dan pelestari air Sendang Mole. Sumber : Y. Andie Chandra – PEH Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Lakukan Pendampingan Masyarakat Sekitar SM Sermo

Yogyakarta 9 Desember 2019. Balai KSDA Yogyakarta menggelar kegiatan pendampingan kelompok masyarakat desa penyangga Suaka Margasatwa (SM) Sermo. Bertempat di di Joglo Pokdarwis, Dusun Sremo Lor, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, kegiatan pendampingan kelompok masyarakat desa penyangga SM Sermo dilaksanakan pada hari Selasa (3/12/19). Sebagai narasumber dari kegiatan ini berasal dari Balai KSDA Yogyakarta dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo. Melalui pelaksanaan pendampingan kelompok ini digali informasi penting terkait permasalahan yang terjadi di tingkat kelompok, solusi penyelesaian permasalahan serta potensi yang terdapat pada kelompok maupun yang ada di sekitar daerah penyangga SM Sermo. Pada Kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo menyampaikan pemaparan terkait Peluang dan Potensi Pasar Kulonprogo. Sementara itu Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan beberapa arahan terkait Kebijakan Pengelolaan Suaka Margasatwa Sermo. “Dalam pengelolaan kawasan SM Sermo ini, Masyarakat daerah penyangga berperan penting dalam mewujudkan pengelolaan daerah penyangga melalui kemitraan. Untuk membangun kemitraan tersebut, perlu pula dibangun 3 prinsip komunikasi yang meliputi mutual respect - saling menghargai, mutual trust - saling percaya dan mutual benefit - saling menguntungkan.” Selain itu perlu dilihat dengan lebih cermat benang merah pengelolaan kawasan SM Sermo yang dapat diimplemetasikan melalui kemitraan konservasi yang ditujukan sebagai edu ekowisata dengan penurunan angka kemiskinan di Kulon Progo melalui penciptaan kreatifitas produk berbasis potensi. Secara ringkas, beberapa poin yang dihasilkan dalam pendampingan masyarakat ini antara lain: Sumber : Siti Rohimah - Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Lagi, Mahasiswa Universitas Khairun Praktikum di TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 12 Desember 2019. Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Khairun Ternate kembali melaksanakan praktikum lapangan di Resort Tajawi, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 6 s.d 8 Desember 2019. Praktikum lapangan ini juga didampingi oleh Dosen Biologi, Dr. M. Natsir Tamalene, S.Pd., M.Pd. “Mahasiswa Ilmu Pendidikan Biologi tidak harus selalu praktek mengajar, mereka juga bisa belajar ilmu murni bidang biologi”, kata M. Natsir Tamalene. Kegiatan tersebut disambut dengan baik oleh Kepala Balai TNAL, yang kemudian memerintahkan petugas Resort Tayawi dan SPTN Wilayah I untuk mendampinginya. Pendamping lapangan adalah Yoyon Arifta dan Sukardi M. Saleh. Setelah melakukan pengurusan administrasi Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi), para mahasiswa berangkat menuju Resort Tayawi menggunakan bus dari kepolisian. Kegiatan hari pertama adalah observasi lapangan di sekitar sungai Tayawi. Sedangkan hari kedua melaksanakan kegiatan pengenalan flora dan fauna dari sungai Tayawi sampai lokasi pengamatan burung Bidadari Halmahera. Setelah itu mahasiswa di ajak oleh petugas resort untuk mengenal kearifan lokal masyarakat Suku Togutil. Hari terakhir praktikum, mahasiswa Pendidikan Biologi diberikan penjelasan tentang kesempatan melaksanakan penelitian untuk menyusun tugas akhir atau skripsi di kawasan taman nasional. “Teman-teman nanti dapat melakukan penelitian akhir di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, masih banyak potensi penelitian di kawasan ini”, kata Yoyon Arifta, petugas SPTN Wilayah I Weda. Selesai melepas mahasiswa Ilmu Pendidikan Biologi pada tanggal 8 Desember 2019 pukul 09:00 WIT, Resort Tayawi kembali dikunjungi oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata, Universitas Khairun pada pukul 10:00 WIT. Mahasiswa yang berkunjung sebanyak 20 mahasiswa beserta dosen pendamping. Mahasiswa pariwisata diberikan informasi tentang 4 (empat) objek wisata yang terdapat di Resort Tayawi, diantaranya adalah ari terjun Gosimo. Air terjun ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dari kantor Resort Tayawi dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, petugas menjelaskan manfaat objek wisata tersebut kepada para mahasiswa. Kunjungan mahasiswa pariwisata dilaksanakan sampai pukul 15:00 WIT kemudian kembali ke Sofifi. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

BKSDA Yogyakarta Translokasikan Buaya Ke Malang

Yogyakarta 9 Desember 2019. Menindaklanjuti penyerahan buaya dari masyarakt beberapa waktu yang lalu, akhirnya Balai KSDA Yogyakarta lakukan translokasi satwa buaya jenis Buaya Muara (Crocodilus porosus) ke Malang, Jawa Timur. Sebelum melakukan translokasi buaya ke Jawa Timur, Balai KSDA Yogyakarta terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Lembaga Konservasi (LK) di DIY untuk dapat dilakukan penitipan satwa. Akan tetapi kondisi LK Gembiraloka zoo yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung lebih banyak buaya lagi, membuat pihak Balai KSDA Yogyakarta selanjutnya berkoordinasi lintas provinsi dengan Balai Besar KSDA JawaTimur, dan diputuskan satwa buaya dititipkan di Predator Fun Park, Malang, Jawa Timur. Proses translokasi buaya selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 5 – 6 Desember 2019. Melalui proses serah terima dari Balai KSDA Yogyakarta ke Balai Besar KSDA Jawa Timur yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV dan Kepala Resort Konservasi Wilayah Malang dan selanjutnya dititiprawatkan kepada pengelola Predator Fun Park. Jumlah total buaya yang dititprawatkan sebanyak 4 (empat) ekor dengan ukuran panjng 197 cm; 80 cm; 87 cm dan 121 cm yang semuanya berasal dari penyerahan masyarakat. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan “Penyerahan satwa dari masyarakat merupakan dampak meningkatnya kesadaran masyarakat terkait pelarangan pemeliharaan satwa dilindungi. Sementara itu sebagai tindak lanjut dari penyerahan masyarakat, satwa buaya ini kami translokasikan sebagai salah satu upaya konservasi dengan tujuan merehabilitasi satwa agar dapat beradaptasi kembali dengan perilaku alami sebelum dilepaskan kembali ke habitat aslinya. “ tutupnya. Sumber : Purwanto- Polhut Muda Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Sumur Bor di Karangasem, Secercah Harapan Untuk Wujudkan Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari

Yogyakarta 10 Desember 2019. Balai KSDA Yogyakarta menggelar diskusi bersama masyarakat membahas mengenai rencana pembuatan sumur bor di Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul hari Jum’at (6/12/19). Bertempat di Sekretariat Kelompok Tani Hutan Sodong Makmur, kegiatan diskusi ini diikuti oleh para pihak yang berasal dari unsur masyarakat Desa Karangasem, Mitsui Sumitomo Insurance melalui PT RPI dan Balai KSDA Yogyakarta. Sebagai fasilitator dalam kegiatan tersebut berasal dari akademisi Fakultas Kehutanan UGM. Sebagaimana diketahui, gagasan pembuatan sumur bor berawal dari usulan masyarakat Desa Karangasem yang berada di sekitar kawasan SM Paliyan yang menyadari tidak tersedianya air sebagai salah satu faktor pembatas dalam mendukung usaha pertaniannya. Menindaklanjuti hal tersebut, dilakukan diskusi bersama para pihak dalam rangka membangun kesepakatan dan komitmen bersama terkait rencana pembuatan sumur bor. Dalam sambutannya Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan beberapa hal terkait rencana pembuatan sumur bor tersebut. “Pertemuan ini sebagai salah satu langkah untuk merespon kebutuhan masyarakat terutama dalam hal ketersediaan suplay air untuk memenuhi tanaman pertaniannya. Dengan menggandeng mitra, Mitsui Sumitomo Insurance melalui PT RPI kita berharap bersama-sama dapat mewujudkan tersedianya sumur bor di Paliyan yang dapat mendukung aktivitas pertanian warga khususnya Desa Karangasem. Saya berharap masyarakat turut berkontribusi dalam mewujudkan tujuan ini. Dengan adanya kontribusi dari masyarakat, akan memunculkan rasa memiliki sekaligus rasa tanggung jawab terhadap sumur bor yang telah diusulkan oleh mereka.” tutur M. Wahyudi. Lebih lanjut, M. Wahyudi menjelaskan, “dengan keberadaan sumur bor di Desa Karangasem ini, kita berharap masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari pertanian dan tidak lagi beraktivitas di kawasan dengan demikian Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari dapat kita wujudkan bersama.” Sementara itu, Site Manajer PT RPI, Gunawan Setiadji menuturkan untuk mendukung rencana pembuatan sumur bor, Mitsui Sumitomo memerlukan ketersediaan data pendukung dalam proses pengajuan anggarannya. Beberapa catatan yang dihasilkan dalam diskusi ini antara lain : Sumber : Siti Rohimah – Penyuluh Kehutanan Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

SAH, SPKP Binaan Balai TN MerBeti Kini Berbadan Hukum

Kalibaru, 6 Desember 2019. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kalibaru, Sulistrianto, S.Si., M.Si. menyerahkan secara simbolis Akte Notaris dan SK Kemenkumham kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Multi Kreasi Sejahtera (MKS) kepada Ketua Kelompok, Slamet Riyadi disaksikan anggota SPKP. Penyerahan Akte Notaris dan SK Kemenkumham tersebut sebagai bentuk support dan fasilitasi dari Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) terhadap legalitas kelompok. Legalitas kelompok ini sangat dibutuhkan dalam upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha kelompok. SPKP Multi Kreasi Sejahtera (MKS) merupakan salah satu kelompok binaan SPTN Wilayah III Kalibaru Balai TN MerBeti. Kelompok ini bergerak di bidang usaha pembuatan keripik, tape, olahan jamur dan kopi. Kedepannya kelompok akan mengembangkan usaha gerai cafe di daerah Stasiun Kalibaru. Cafe yang akan diberi nama “Sugeh Bareng Cafe” ini akan menampung semua produk kelompok SPKP MKS seperti kopi, olahan jamur, susu kedelai, aneka camilan keripik dll. Harapannya, dengan adanya legalitas kelompok tersebut, maka upaya pengembangan usaha kelompok dapat cepat terealisasi. “Semangat untuk berinovasi.” seru Kabalai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut., M.Si. Semoga niat baik ini dapat terwujud demi masyarakat yang sejahtera dan hutan lestari. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Kunjungan Balai Besar KSDA Jawa Timur ke Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur

Jakarta, 8 Desember 2019 - Balai KSDA Jakarta menerima kunjungan Balai Besar KSDA Jawa Timur yang berkunjung ke Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur (PPSTA). Kunjungan diikuti 14 personil dari BBKSDA Jawa Timur, bertujuan untuk bertukar ilmu dan pemikiran mengenai pengelolaan PPSTA. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nandang Prihadi menyampaikan, kami BBKSDA Jatim tahun depan akan membangun PPS di lahan seluas 6 Hektar, karena itu kami ingin belajar pengalaman pengelolaan PPS, salah satunya ke PPSTA. “PPSTA menjadi model pengelolaan PPS dibawah pemerintah, sehingga bisa menjadi contoh bentuk kelembagaan PPS yang akan kami kembangkan” Ungkap Nandang pada saat diskusi. Kepala Balai KSDA Jakarta, yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Patty Novianti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan BBKSDA Jatim. “Semoga kita bisa saling bertukar informasi mengenai pengelolaan PPS, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan PPS yang telah dilaksanakan” Imbuh mantan Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama BBKSDA Jatim. Dalam paparan yang disampaikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Dian Banjar Agung, dijelaskan organisasi, tata laksana, dan aplikasi PPS Online. “Kami ingin ada unit yang fokus mengelola PPS, sehingga kami mengusulkan adanya Unit Pengelolaan PPS Setingkat Resort sebagai pengelola PPSTA” Ujar Banjar menjelaskan. Lebih lanjut disebutkan bahwa telah disahkan SOP Pengelolaan PPSTA oleh Kepala Balai KSDA Jakarta yang menjadi manual pengelolaan PPSTA. Selain itu sebagai kendali pelaksanaan SOP dibuat juga aplikasi monitoring yaitu PPS Online sebagai media untuk monitoring dan pengendalian pengelolaan PPS, pungkas Banjar menjelaskan. Kegiatan dilanjutkan sesi diskusi dan kunjungan melihat pengelolaan satwa yang ada di PPSTA. Sumber: Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

CSERM UNAS : Begini Hasil Kajian "Renewable Energi" di Kepulauan Selayar

Kepulauan Selayar, 10 Desember 2019 - Selayar dan Taman Nasional Taka Bonerate berada di kawasan Coral Triangle Initiative (CTI), kawasan ini merupakan habitat bagi beragam biota laut yang langka dan dilindungi serta memiliki pulau-pulau kecil yang indah. Dengan demikian potensi terbesar Kepulauan Selayar adalah Kelautan, Perikanan dan Wisata. Pemanfaatan potensi tersebut harus memperhatikan aspek keseimbangan antara eksploitasi untuk manfaat ekonomi dan pelestarian alam untuk manfaat jasa lingkungannya untuk penyangga kehidupan manusia dan mahluk lainnya. Maka dari itu Kepulauan Selayar pada tahun 2015 masuk dalam jaringan Cagar Biosfer Dunia dan ditunjuk sebagai Cagar Biosfer dengan nama Cagar Biosfer Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, dengan cakupan wilayah satu Kabupaten Kepulauan Selayar dengan zona inti Taman Nasional Taka Bonerate. Dengan masuknya Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai jaringan Cagar Biosfer Dunia, beberapa lembaga melirik Kepulauan Selayar sebagai pusat kegiatannya. Dengan demikian Kepulauan Selayar bisa terbantu dalam memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Pada hari ini (09/12) tim Blue Communities - CSERM (Center Sustainable Energy and Resources Management) Universitas Nasional Jakarta memaparkan hasil kajiannya tentang "Renewable Energi" di Kepulauan Selayar dengan 4 lokasi. Dimana diketahui energi terbarukan (renewable energy) adalah energi yang berasal dari sumber-sumber alamiah seperti sinar matahari, angin, hujan, geothermal dan biomassa. Menurut data, tahun 2006 sekitar 18% konsumsi energi dunia berasal dari sumber-sumber energi terbarukan dan jumlah ini cenderung meningkat terus dari tahun ke tahun. Begitupun sumber energi alamiah yang dimiliki Selayar dan berpotensi dikembangkan. "Kegiatan ini dijalankan tahun 2019 dengan ada 4 site yang datanya kami kumpulkan, yaitu Selayar, Tambolongan, Polassi dan satu site di Taman Nasional Taka Bonerate, Pulau Rajuni." kata Dr. Radisti Praptiwi memulai memaparkan hasil kajian di depan pejabat struktural, fungsional Balai TN Taka Bonerate. Dalam kajian kegiatan ini ada 4 orientasi kajian potensi, yaitu potensi Angin, Arus, Pasang Surut, Panas Matahari. "Hasil kajian kami, potensi panas matahari untuk sel solar listrik sangat tinggi, merata dari daratan sampai ke pulau-pulau dengan panas tertinggi pada jam 10 sampai jam 02 siang" jelas Dr. Radisti Praptiwi sambil menampilkan data "daily solar irradiance" Selain memaparkan data-data, CSERM UNAS juga merekomendasikan beberapa langkah untuk fokus pengembangan untuk optimasi pembangkit listrik tenaga surya yang sudah ada seperti meningkatkan "skill" masyarakat, pengembangan yang ditujukan untuk memfasilitasi sistem desalinasi, ekowisata, dan produksi es untuk kegiatan perikanan. Disamping itu ada peluang pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan. Kemudian solusi pengelolaan sampah salah satunya adalah melalui skema "Waste to Wealth". Tim Blue Communities diterima oleh Raduan yang mewakili kepala balai sekaligus sebagai moderator pertemuan ini. "Balai menyambut baik, saya mewakili Kepala Balai mengucapkan banyak terima kasih, ini adalah data informasi yang bermanfaat bagi kami" Ucap Raduan Dengan adanya kajian ini, Selayar tidak hanya mempunyai potensi keindahan alam dan kelautan, perikanan saja yang kaya namun juga memiliki potensi "Marine Energi". Setelah pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kemudian ditutup dengan foto bersama didepan banner Dirjen KSDAE KemenLHK "10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi". Sumber : Asri (PEH) - Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Penyuluh Balai Besar TaNa Bentarum Ikuti Studi Banding Di Baguio City, Filiphina.

Filiphina, 8 Desember 2019. Kegiatan Studi Banding Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Adat Di Baguio City, Filiphina yang dilaksanakan dari mulai tanggal 3 s/d 8 Desember 2019 bertujuan untuk mempelajari kegiatan – kegiatan pengelolaan hutan bersama masyarakat adat dalam program yang dilaksanakan oleh INREMP (Integrated Natural Resources And Environmental Management Project) salah satu penerima dana hibah dari ADB. Kegiatan diikuti oleh 11 orang yang merupakan organisasi di tingkat tapak penerima hibah luar negeri ADB melalui program FIP (Forest investment Programme) terdiri dari perwakilan Balai Besar TaNa Bentarum, KPH Kapuas Hulu Utara, KPH Kapuas Hulu Selatan, KPH Sintang Utara, BP2HP Pontianak dan Balai PSKL Kalimantan. Dari Balai Besar TaNa Bentarum sendiri diikuti oleh Harri Ramadhan, S.Hut yang merupakan Pejabat Fungsional Penyuluh Kehutanan. Tempat studi banding ini merupakan salah satu lokasi kelompok dampingan dari INREMP yang dianggap sebagai model percontohan yang cukup berhasil dalam meningkatkan pendapatan masyarakat disekitarnya. Menurut Direktur Forest Management Bureau (FMB) Bapak Nonito M. Tamayo, “Wilayah yang akan dikunjungi termasuk kedalam wilayah DAS Hulu Sungai Chico yang merupakan pemasok air utama di Region Cordilera dan kota – kota disekitarnya. Kegiatan yang telah dilakukan terdiri dari Agroforestry, ANR, Reforestasi, pembangunan jalan desa untuk akses pasar, bantuan alat produksi kopi dan berbagai pelatihan. “Kegiatan ini sangat baik dan penting untuk dilaksanakan karena dengan diadakannya studi banding ini diharapkan para delegasi bisa mencontoh program – program pada INREMP yang sekiranya dapat membantu kita untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan di tingkat tapak” ujar Ibu Catur Endah Prasetiani, Kasubdit PUKHRHA “Mudah – mudahan kita bisa mencontoh program yang ada disini terutama dengan program yang menggunakan sistem teknologi Geotagging, dimana program monitoring bisa dipantau pada sistem ini, dan selanjutnya adalah peran perempuan dan kelompoknya dalam melaksanakan sistem monitoring yang dilakukan oleh kelompok itu sendiri secara swadaya dan dilaporkan sendiri kepada para pendamping” ujar Harri Ramadhan. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Kunjungan ke PLG Riau di Minas

Pekanbaru, 8 Desember 2019. Seluruh pejabat Struktural Balai Besar KSDA Riau tanpa terkecuali mengujungi Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Riau di Minas (7/12). Kunjungan ini disamping untuk bersilaturahmi, para pejabat ingin memberikan apresiasi terhadap penanganan konflik satwa terutama satwa Gajah yang dilakukan kawan kawan PLG di Prov. Riau selama ini. Acara didahului dengan foto bersama, tracking menyusuri jalur di mana kawan kawan PLG menggembala Gajah gajah latihnya dan permainan yang cukup menghibur. Di kesempatan tersebut, tentunya Togar dan Gajah gajah lainnya tak luput dari sapaan dan belaian para pejabat Struktural tersebut. Bahkan mereka sempat dimandikan beramai ramai dengan penuh kasih sayang. Semoga kunjungan ini menjadi penyemangat dan harapannya para Mahout sehat beserta Gajah latihnya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 4.321–4.336 dari 11.140 publikasi