Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Membangun Kemitraan Konservasi di Pulau Pesisir Kepulauan Seribu

Pulau Kelapa, 27 Desember 2019. Konflik kepentingan antara masyarakat dan pemangku kawasan di Taman Nasional Kepulauan Seribu bagaikan istilah "telur dan ayam". Siapa duluan yang hadir dan siapa duluan yang telah melakukan apa, sulit ditebak. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Perdirjen KSDAE No. 6 Tahun 2018 dilakukan skema pengembangan Kemitraan Konservasi di dalam Kawasan Konversi sebagai upaya penyelasaran pengelolaan antar berbagai pemangku kepentingan. Lokasi skema ini bertitik pada kegiatan Inventarisasi dan identifikasi potensi di Zona Tradisonal dan akses masyarakat yang telah ada. Pada tahapan ini, semua pelaku atau actor masyarakat lokal yang sampai saat ini melaksankan kegiatan pengelolaan perairan sebagai mataoencaharian sebagai target yang setelah itu dilanjutkan dengan penguatan kelembagaan kelompok. Pada tanggal 8 Desember s.d. 11 Desember 2019 lalu telah dilaksanakan Penguatan Kelembagaan Kelompok pada Calon Mitra Konservasi di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I yang bertujuan memberikan penguatan fungsi dan pegetahuan bagi anggota kelompok yang menjadi calon mitra konservasi. Pada kesempatan ini Bapak Yono sebagai praktisi Keramba Jaring Apung dari PT Lucky Samudera Pratama menyampaikan tentang pengelolaan Keramba Jaring apung (KJA), sebagai sosok pertama pembangun lokasi pengembangbiakan ikan di Pulau Kelapa pada tahun 2004 berbagi trik dan tips bagaimana agar sukses membangun bisnis KJA ini. Berkonsep Eco Resort Villages di Kepulauan Seribu, sehingga Bapak Jonathan selaku pengelola Resort Pulau Macan menjadi salah satu pengajar yang memberikan pengetahuna tentang pengelolaan resort yang eco friendly (semua yang dari alam kembali ke alam), dimulai dari sumber air yang digunakan, penggunaan sumberdaya hingga pengolahan limbah resort dilakukan dengan ramah lingkungan. Bukan hanya resort yang berkomitmen menjaga alam, pengunjung yang datangpun diwajibkan untuk melakukan hal yang sama, salah satunha tidak membawa botol kemasan saat berkunjung ke Resort Macan. Sebagai proses akhir kegiatan ini, Bapak Aris Munandar dan Ibu Arafah dari Direktorat Kawasan Konservasi memandu penyusunan proposal pengajuan kemitraan, yang merupakan menjadi kelanjutan kegiatan Kemitraan Konservasi di SPTN Wilayah I ini. Terdapat 5 (lima) calon Kemitraan Konservasi di SPTN Wilayah I, yaitu 2 kelompok pemberdayaan masyarakat dengan pemberian akses, sedangkan tiga kelompok kemitraan konservasi dengan pemulihan ekosistem. Sumber: Wira Saut Simanjuntak - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Ini, Cara BBKSDA Riau Sosialisasi Konflik Satwa Liar

Pekanbaru, 27 Desember 2019. Akhir akhir ini di beberapa tempat di Provinsi Riau telah ditemukan tapak yang diduga tapak si belang alias raja hutan Harimau Sumatera. Terkait hal tersebut, maka saat ini Tim Balai Besar KSDA Riau gencar melakukan giat cara menghindari konflik dengan satwa liar salah satu nya Harimau Sumatera dengan cara membagikan poster. Tak hanya membagikan poster, anggota tim turun langsung memberikan edukasi tentang satwa yang dilindungi sekaligus berpatroli melakukan pendampingan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar semua tetap terjaga baik manusia selamat dan satwa liar terlindungi. Tidak mudah untuk diwujudkan. Tapi bukan hal yang mustahil untuk dapat direalisasikan jika dari semua pihak ada kemauan untuk peduli konserasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Status Waspada, Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup

Sleman, 26 Desember 2019. Gunung Merapi selama ini merupakan salah satu destinasi pendakian yang tinggi peminatnya, terlebih di musim liburan akhir tahun maupun pergantian tahun baru. Hingga saat ini ada 2 jalur pendakian, yaitu Selo, Boyolali dan Sapuangin, Klaten. Namun dengan status Gunung Merapi yang Waspada (level 2), maka sepanjang Mei 2018 hingga Desember 2019 pendakian masih ditutup, dan hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan dari para pendaki, juga warganet, kapan pendakian Gunung Merapi akan dibuka kembali. Melalui akun sosial media, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) maupun pengumuman yang terpasang di sekitar lokasi titik awal pendakian, pihak BTNGM selalu mensosialisasikan bahwa penutupan pendakian ini dikarenakan status Gunung Merapi yang masih waspada, dan akan membahayakan jika tetap diizinkan adanya pendakian. Kemudian untuk menjaga adanya pendaki yang nekat melakukan pendakian Gunung Merapi, dilakukan penjagaan extra di titik awal pendakian, yaitu Basecamp Pendakian Selo dan Basecamp Pendakian Sapuangin. Penjagaan ini dilakukan oleh petugas BTNGM bekerjasama dengan pihak Basecamp selama libur akhir tahun mulai tanggal 24 hingga 31 Desember 2019. Untuk penjagaan pada malam pergantian tahun baru, pihak BTNGM juga telah berkoordinasi dengan danramil dan kapolsek serta aparat desa setempat. Sebagai informasi, bahwa letusan freatik Gunung Merapi terjadi pada tanggal 11 Mei 2018 silam, dan kemudian pada tanggal 21 Mei 2018, Balai Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status dari normal (level 1) menjadi waspada (level 2), juga melarang adanya aktifitas di dalam radius 3 kilometer. Pendakian Gunung Merapi pun dinyatakan ditutup, karena lokasi pasar bubrah sebagai akhir pendakian, berada sekitar 1 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Hal ini diperkuat dengan Surat Edaran Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Nomor SE.04/BTNGM/TU/Ren/05/2018 tanggal 22 Mei 2018 tentang Penutupan Obyek Wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Selama kurun waktu hingga Desember 2019, Gunung Merapi masih aktif, hal ini secara berkala dilaporkan oleh BPPTKG setiap 6 jam sekali, melalui akun sosial media BPPTKG. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pendaki yang nekat melakukan pendakian Gunung Merapi, karena petugas telah mengingatkan bahaya pendakian ketika Gunung Merapi berstatus waspada (level 2). Pihak BTNGM menghaturkan banyak terima kasih kepada para pendaki yang masih menaati larangan pendakian ini. Mari sama-sama kita berdoa agar Gunung Merapi lekas normal. ** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Ekosistem Terjaga Masyarakat Sejahtera

Kediri, 26 Desember 2019. Senin malam (23/12), Balai Desa Wonocoyo yang terletak di selatan Trenggalek ini tampak semarak. Sebuah sarasehan akbar dalam rangka hari bakti Desa Wonocoyo digelar dengan tema "Ekosistem Terjaga Masyarakat Sejahtera", 23 Desember 2019. Seperti tahun tahun sebelumnya, panitia mengundang Bupati Trenggalek, anggota DPRD Dapil Panggul, OPD terkait, BBKSDA Jatim, Perhutani, Kepolisian, Pokmaswas, LMDH, PKK dan warga Desa Wonocoyo. Selain itu tahun ini diundang juga pengusaha tambak udang yang saat ini mulai menjamur di sekitar pantai selatan Desa Wonocoyo. Beberapa materi terkait tema disampaikan narasumber diantaranya tentang Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Pantai Taman Kili - Kili serta manfaatnya bagi masyarakat yang disampaikan Kepala SKW I Kediri, Dadang Sugianto, B.ScF. Tema Ekosistem Terjaga merupakan salah satu komponen dalam slogan Kabupaten Trenggalek, "Meroket". Meroket merupakan slogan gagasan Bupati Trenggalek yaitu singkatan dari "Maju Ekonomi Rakyatnya, Orang dan Organisasinya Kreatif, dan Ekosistem yang Terjaga". Dengan segala anugerah kekayaan alam Desa Wonocoyo, sarasehan dengan tema ekosistem sangat penting dilakukan. Agar kekayaan alam yang dimiliki terjaga kelestariannya dan tidak hanya dianggap sebagai warisan yang bisa dihabiskan dalam sekejap, namun mendatangkan kesengsaraan bagi generasi yang akan datang. Sebaliknya, kekayaan yang ada selaiknya diperlakukan sebagai titipan, sebagai amanah yang harus dirawat sebaik - baiknya agar dapat mendatangkan kebaikan untuk saat ini maupun masa depan. Sumber : Siti Nurlaili, S.Si. - Pengendali Ekosistem Hutan Seksi Konservasi Wilayah l Kediri Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Konsultasi Publik Blok TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi

Batulicin, 21 Desember 2019 – Balai KSDA Kalimantan Selatan melaksanakan konsultasi publik draft dokumen penataan blok pengelolaan Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Dihadiri oleh Bappeda Tanbu, Dinas Pemuda olahraga dan pariwisata Tanbu, Dinas PUPR Tanbu, Dinas Perikanan Tanbu, Dinas Lingkungan Hidup Tanbu Camat Batulicin dan Simpang Empat, Lurah Batulicin, LSM (Walhi, Laskar Merah Putih, Persatuan Nelayan Pesisir Tanbu dan Lumbung Informasi Rakyat) , Kepala Desa Pulau Burung, Tokoh adat/Masyarakat, dihadiri juga oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bapak Dr. Ir Mahrus Aryadi M.Sc, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, S.P, M.Sc serta Staf SKW III Batulicin. Acara dibuka oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Drs. Suhartoyo, M.Pd, menjelaskan tentang kebijakan pemerintah mendukung pengelolaan Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi. TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi berpeluang menarik para wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara. Khusus kebijakan pariwisata dijelaskan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, bahwa Pulau Suwangi memiliki Event Tahunan yang dinamakan Pesona Pulau Suwangi “Ade Massorong”, adanya paket wisata yang dipandu oleh Duta Wisata Bersujud, sedangkan Pulau Burung memiliki Event Tahunan “Mapandre Kampung”. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi M, Sc menyampaikan blok-blok yang ada di Pulau Burung dan Pulau Suwangi diantarnya: Salah satu tokoh Pulau Suwangi yang juga anggota DPRD Tanah Bumbu Bapak Abdurahim menyampaikan bahwa Pemerintah daerah mendukung upaya penataan blok pengolaan Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi dalam rangka pengembangan wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu sekaligus mempertahankan alamnya, namun perlu dilakukan sosialisasi lebih inten kemasyarakat terhadap pemahaman pengelolaan yang telah direncanakan sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman tentang bloking yang telah disusun. (ryn) Sumber : Maulinda, S.Hut - Staf Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Bulan Menanam Nasional dan Pekan Lingkungan Hidup di Sumba Barat

Waingapu, 23 Desember 2019. Mulai tingginya curah hujan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, menjadi momentum terbaik dalam melakukan penanaman bibit pohon. Dengan dibarengi peringatan nasional yaitu Bulan Menanam Nasional yang jatuh pada bulan Desember, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) melakukan penanaman di sekitar Kantor Desa Baliloku. Desa Baliloku merupakan salah satu desa yang menjadi mitra TN Matalawa karena lokasinya yang berada di pinggir kawasan. Acara ini juga sekaligus dilaksanakan bertepatan dengan Pekan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Barat. Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat menegaskan pentingnya menanam pohon untuk keasrian, sumber air, dan juga sumber penghidupan. Bupati juga berterima kasih kepada TN Matalawa yang menjadi mitra kerja organisasi perangkat daerahnya karena keberadaan TN, sumber air di Kabupaten Sumba Barat masih cukup terjaga. Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200 orang tersebut, masing-masing orang menanam 1 bibit pohon peneduh yang telah disediakan. Selain itu, Bupati Sumba Barat juga memberikan hadiah dan sertifikat kepada perorangan, lembaga, serta sekolah yang berhasil menjadi juara kebersihan tingkat Kabupaten Sumba Barat. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Rimbawan Riau Upacara Hari Ibu Nasional

Pekanbaru, 23 Desember 2019. Seluruh UPT KemenLHK termasuk Balai Besar KSDA Riau melakukan upacara bendera memperingati Hari Ibu ke 91 pada tanggal 23 Desember 2019. Seorang Ibulah yang paling berjasa membentuk karakter dan kepribadian anak untuk membangun bangsa dan negaranya... Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pulau Sepadan dan Bukit Tekenang, Destinasi Baru Wisata TaNa Bentarum

Semitau, 25 Desember 2019. Libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, tak terkecuali tempat wisata andalan Kapuas Hulu yang terletak di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), yaitu Pulau Sepandan dan Bukit Tekenang. Kedua tempat ini menjadi kawasan wisata yang dikembangkan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama mitra dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Selain dapat menikmati view Danau Sentarum dari puncak Pulau Sepandan dan Bukit Tekenang yang menjadi andalan, pengunjung juga bisa menikmati atraksi wisata lainnya seperti tracking, animal watching, canoing di tengah danau, untuk masyarakat yang akan menginap di Bukit Tekenang disediakan guest house dengan fasilitas yang cukup lengkap, fasilitas mushola dan toilet umum serta pengamanan 24 jam bahkan untuk masyarakat yang datang dengan rombongan keluarga bisa menyewa Kapal Wisata Bandong dengan kapasitas 100 (seratus) orang. Menurut Kepala Seksi Wilayah VI Semitau Lulu Sutrisno menyampaikan pengembangan wisata alam yang ada di Bukit Tekenang baik dari sarana dan prasarana dan lain – lain tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan dalam berwisata di kawasan TNDS, selain itu dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan melalui jasa transportasi, guide maupun kuliner pada khususnya, serta meningkatkan nilai ekonomi bagi sektor pariwisata di Kapuas Hulu pada umumnya. Dengan meningkatkan potensi wisata yang ada di TNDS diharapkan diiringi juga dengan kesadaran pengunjung untuk bijak dalam berwisata diantaranya dengan tetap menjaga kebersihan dan tidak melakukan vandalisme terhadap objek wisata serta sarana prasarana yang ada. “Pesona Bukit Tekenang sangat bagus dan menarik namun kendalanya adalah belum adanya transportasi umum atau angkutan resmi dari Semitau dan Suhaid yang bisa mengantar wisatawan ke Bukit Tekenang” Ujar salah satu wisatawan dari Kecamatan Suhaid. Selain Bukit Tekenang tempat wisata Pulau Sepandan yang baru beberapa tahun ini dikembangkan dengan peningkatan sarana dan prasarana wisata sangat menarik untuk dikunjungi, “membangun wisata Pulau Sepandan yang sudah cukup baik ini harus dijaga bersama, karena kegiatan wisata yang kita bangun sebenarnya adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Desa Sepandan dan Desa Lanjak Deras sebagi desa penyangga kawasan” tutur Kepala Seksi Wilayah V Selimbau, Desra Zullimanysah “saya sangat senang berwisata di Pulau Sepandan dan baru tahu ada wisata disini” ujar salah satu pengunjung yang berasal dari Pontianak. Sampai saat ini jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Sepandan dan Bukit Tekenang sebanyak 178 orang, jumlah pengunjung akan semakin meningkat pada liburan akhir tahun, dimana banyak masyarakat yang menyongsong tahun baru dengan menikmati suasana alam di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Pembahasan Final Kajian Teknis EKF Sebagian CA Sungai Lulan dan Sungai Bulan

Kotabaru, 23 Desember 2019 – Bertempat di Ruang Meeting Hotel Grand Surya Kabupaten Kotabaru telah dilaksanakan tindaklanjut dari Inventarisasi Potensi Kawasan dan kajian teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) KSA/KPA Tanjung Pengharapan-S.Embungan (Bagian CA Sungai Lulan dan Sungai Bulan). Rapat Pembahasan Final Evaluasi Kesesuaian Fungsi sesuai undangan Sekretaris Daerah Kotabaru No: 005/1966/SETDA Tanggal 16 Desember 2019 yang dihadiri oleh: Acara dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Bapak Ir. H. M. Hasby Tawab, S.H, M.M mewakili Bupati Kotabaru, didampingi Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Nikmat H. Pasaribu, S.P, M.Sc. Dalam sambutan Bupati mengharapkan adanya sinergi untuk membangun daerah tanpa merusak lingkungan. Masyarakat diharapkan bisa terlibat dalam pengelolaan kawasan konservasi di Kabupaten ini. Paparan disampaikan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kotabaru, menyampaikan rencana RTRWK tahun 2020 yang sebagian ada di kawasan konservasi. Pemaparan kedua disampaikan oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., tentang hasil kajian teknis EKF. Diskusi yang menarik antara lain oleh Kepala Desa Tj. Pengharapan Rudi Gunawan bahwa desanya ada banyak keterlanjuran tambak yang harus diatur agar tidak ditangkap. Kemudian Camat Pulau Laut Selatan H.M. Yusuf, S.Pd., yang mengharapkan adanya sosialisasi tentang kawasan konservasi kepada warga masyarakat yang hidup di sekitar kawasan konservasi. Beberapa kesimpulan rapat antara lain: Dari hasil rapat tersebut akan ditindaklanjuti dengan menyampaikan ke Direktorat Teknis Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, untuk diproses lebih lanjut. (ryn) Sumber : Suriansyah, S.Hut - Kepala Resort CA SLSB, Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Demi Eksistensi Populasi Curik Bali di Alam, Keluar Kawasan "pun" tetap Dipantau.

Sumberkima, 20 Desember 2019. Curik Bali merupakan salah satu satwa prioritas yang dilindungi, diketahui telah hidup sejak tahun 1911 saat ditemukan di bubunan, sekitar 80 km dari habitat saat ini di TNBB. Sampai tahun 2010, populasi Curik Bali dapat dihitung jari dan tersebar di semenanjung prapat agung saja. Perubahan kebijakan pengelolaan ditingkat pusat (kemenlhk), ditingkat tapak (Balai TNBB), dukungan pemerintah daerah, instansi terkait dan kepedulian petugas serta masyarakat sekitar menunjukan perubahan signifikan jika tahun 2012-2013 terpantau antara 15-21 ekor, saat ini burung Curik Bali telah terbang bebas di Alam mencapai lebih dari 250 ekor, jumlah ini belum termasuk burung Curik Bali di pusat breeding TNBB (UPKPJB Tegal Bunder) dan kandang habituasi di site pelepasliaran yang dikelola Balai TNBB dengan jumlahnya mencapai lebih dari 400 ekor. Seiring dengan penambahan populasi Curik Bali, sebagaimana diketahui perilaku satwa liar yang cenderung akan terus menyebar karena kompetisi sumber pakan, sarang dan territorial, maka sebaran populasi akan mengarah ke luar kawasan TNBB. Hasil monitoring 6 bulan terakhir oleh petugas TNBB, burung Curik Bali sudah mulai bergerak ke pemukiman penduduk di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana serta ke Sumberklampok, Pejarakan dan bahkan ke Sumberkima di Kabupaten Buleleng. Bahkan di pejarakan dan Sumberkima, burung curik Bali cenderung menetap di kebun masyarakat seperti di Sumberkima ditemukan bersarang sekitar 4 ekor. Saat ini, petugas TNBB juga sdh mulai rutin melakukan pemantauan dengan dukungan masyarakat, sosialisasi serta koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Burung ini mungkin juga akan terus menyebar sampai kembali mendekat ke tanah leluhurnya di bubunan, Kabupaten Buleleng. Perlunya strategi yang mumpuni dan dukungan kebijakan antara lain menjadikan kawasan Hutan Bali Barat menjadi Cagar Biosfer yang juga akan terbagi menjadi zonasi untk perlindungan sebaran curik Bali serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bisa dengan nama Cagar Biosfer Prapat Agung/ Banyuwedang sesuai dengan sejarah bahwa awal penetapan oleh dewan raja-raja sebagai taman pelindung alam adalah wilayah Banyuwedang. Atau juga membuat road map menjadikan kawasan bali barat sebagai suatu kawasan ekosistem esensial (KEE) tidak hanya kawasan hutan TNBB juga ex-situ dalam rangka mendapatkan kepastian perlindungan Curik Bali dari semua pihak baik pemerintah daerah, instansi terkait bahkan masyarakat setempat. Peran akademisi dalam membuat kajian berbasis ilmiah diharapkan menjadikan baseline untk mendorong terwujudnya Bali Barat sebagai pusat keanekaragaman hayati di Pulau Bali. Salam konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Seribu Orang Hijaukan Kembali Area Bekas Kebakaran Hutan TN Gunung Merapi

Magelang, 22 Desember 2019. Presiden RI menetapkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) setiap tanggal 28 November, dan bulan Desember sebagai bulan Menanam Nasional. Pada momentum ini, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengajak kelompok relawan, pecinta alam, instansi terkait, dan para mitra TNGM untuk menghijaukan kembali areal bekas kebakaran hutan di TN Gunung Merapi. Kepala Balai TNGM, Ir. Pujiati, melalui kegiatan ini mengajak seluruh komponen masyarakat yang peduli terhadap kelestarian kawasan TNGM, mulai dari anak-anak sekolah, pecinta alam, relawan, kelompok masyarakat sampai dengan instansi terkait baik swasta maupun pemerintah dapat ikut menanam, sebagai upaya pengembalian kondisi ekosistem, sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan Gunung Merapi beserta segala potensi di dalamnya. Acara penanaman dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Desember 2019 di areal hutan Gentong, Kec Srumbung, yang pada bulan Agustus s.d Oktober 2019 ini setidaknya mengalami empat kali kejadian kebakaran hutan. Sedangkan untuk titik kumpul dipilihlah Obyek Wisata Alam (OWA) Jurang Jero, sekaligus untuk memperkenalkan salah satu potensi wisata yang ada di wilayah Resort Srumbung – TNGM. Sebanyak kurang lebih 1000 orang berperan dalam penanaman kali ini, yang terdiri dari UPT lingkup DIY dan sebagian Jawa Tengah, intansi terkait lingkup kabupaten Magelang, perwakilan beberapa Perguruan Tinggi, pemerintah Kecamatan dan desa sekitar kawasan, santri, pelajar, MAPALA, Saka Wanabakti, kelompok tani, kelompok wisata, anggota MPA, anggota MMP, tokoh masyarakat, serta relawan peduli lingkungan baik perorangan maupun komunitas. Adapun bibit yang ditanam sejumlah 1.277 batang berupa Sarangan (1 batang), Berasan (63 batang), Tesek (290 batang), Pronojiwo (20 batang), Gayam (128 batang), Pule (629 batang), Ringin (146 batang). Kegiatan ini selain untuk menghijaukan kembali areal bekas kebakaran, juga memperkenalkan wisata alam di lereng barat Gunung Merapi. Bekerjasama dengan kelompok masyarakat, TNGM berupaya mengembangkan Jurang Jero sebagai destinasi wisata alam, termasuk pembenahan lokasi wisata, spot selfie, taman bermain alam, kolam keceh, kebun persemaian, camping ground, jalur downhill, dan jalur trekking. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.00 s.d 12.00 dengan rangkaian acara dimulai dengan senam bersama masyarakat, dilanjutkan apel persiapan penanaman yang dipimpin oleh Kasdim Magelang. Kemudian dilaksanakan penanaman hutan Gentong dan diakhiri dengan ramah tamah dan pertunjukan kesenian daerah lokal. Pertunjukan kesenian daerah lokal ini sekaligus sebagai upaya promosi wisata, akan diadakan pertunjukan kesenian tradisional setempat berupa kesenian jathilan. Sambil beristirahat, peserta penanaman dapat menikmati atraksi kesenian dan menikmati kudapan tradisional yang disediakan. Hijau dan lestari Merapiku Together in harmony * Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

BBKSDA Sulsel Bersama Pertamina Dukung Konservasi Rusa Timor di Takalar

Takalar, 23 Desember 2019. Penyerahan Indukan Rusa Timor Kepada Para Penangkar, Senin 23 Desember 2019 dihadiri 120 orang peserta yang terdiri dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar, PT. Pertamina Integrated Terminal Makassar, TNI, Polri, Aparat Desa Cakura Kab. Takalar, Para Pejabat Struktural Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Akademisi Universitas Hasanuddin dan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat “Mammetang”, Kepala Desa Passelorang Kabupaten Wajo, Anggota Pramuka Sakawanabakti Makassar, Lembaga Konservasi, Perbakin Sulawesi Selatan. Rusa timor adalah hewan endemik (asli) Indonesia. Namun sejak 2008, keberadaan rusa timor termasuk dalam kategori rentan (vernulable). Hal itu disebabkan karena banyaknya perburuan dan kehilangan habitat. Kondisi tersebut berdasarkan data organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumber daya alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) Dalam rangka pengembangan pengelolaan Taman Buru Ko’mara sebagai role model pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan telah melaksanakan program Tata Kelola Penangkaran Rusa Berbasis Masyarakat Terintegrasi dan Berkelanjutan di Desa Cakura. Program ini merupakan upaya konservasi satwa liar berbasis masyarakat melalui penangkaran Rusa Timor (Rusa timorensis). Tujuan program ini adalah untuk membangun tata kelola penangkaran rusa rakyat dan peningkatan populasi satwa dengan prinsip 3K, yaitu Kemitraan, Kelestarian, dan Kesejahteraan. Berkenaan dengan program konservasi tersebut, PT. Pertamina (Persero) Integrated Terminal Makassar dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sangat mendukung dan telah memberikan bantuan kepada kelompok Desa Binaan Mammetang Desa Cakura Kabupaten Takalar. Bantuan yang telah diberikan meliputi pembanguna kandang penangkaran, subsidi pakan alami rusa, evakuasi indukan rusa, serta monitoring dan pembuatan bahan kampanye atau promosi. Rangkaian acara ini dimulai dengan Laporan Penyelenggaran oleh Kepala Bidang Teknis (Ir. Anis Suratin), Sambutan Pertama oleh Kepala Desa Cakura (Nurdiansyah, S.Pd) dalam sambutan beliau berpesan kepada masyarakat Desa Cakura bahwa Desa cakura punya potensi wisata yang luar biasa di Indonesia dan Desa Cakura ini bukan punya kita tapi punya anak cucu kita nanti, jadi melalui bantuan dari BBKSDA dan Pertamina harus kita jaga dan wariskan untuk anak cucu kita nanti” Pungkas Pak Desa disertai tepuk tangan meriah dari para hadirin. Manager Pertamina Ambotang dalam sambutannya mengatakan “Pertamina berkomitmen dengan segala bentuk kegiatan pelestarian alam. Sesuai dengan tagline BUMN Hadir Untuk Negeri. Kami menilai penangkaran rusa sangat bermanfaat inutl ekosistem dan masyarakat kami berharap populasi rusa timur bertambah dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami mengajak semua kalangan dan stakeholder penggiat konservasi untuk bekerja sama mendukung konservasi rusa ini agar terealisasi dan kemanfaatan bersama. Selain konservasi rusa timor di Cakura Program CSR kami di Sulawesi selatan adalah pengelolaan mangrove, transplantasi karang dan koral, dan budidaya kupi-kupu Maros, perlu diketahui CSR kami untuk Sulawesi Selatan masuk 3 kandidat proper emas Tahun 2019.” Pungkas Ambotang. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Ir. Thomas Nifinluri, M. Sc) ditemui di lokasi penyerahan rusa “pengelolaan Cakura masuk prioritas nasional 2020 untuk pengembangan infrastruktur lanjutan, dan dari PU pembangunan jalan. Kami mendukung pariwisata di cakura yang luasnya 4000 ha akan kita pelihara agar terjadi siklus kehidupannya. Konservasi itu kita menunda keburukan, konservasi sama dengan saving. Dengan dukungan CSR Pertamina Makassar, PT VALE, Wajo, Gowa Discovery Park, CSC yang menyumbangkan Indukan Rusa sebanyak 16 EKor ini kita berharap untuk membangun kebanggaan sejarah, kita bangkitkan wisata sejarah cakura.” Terang Thomas. Sumber indukan Rusa Timor sebanyak 16 ekor berasal dari para penangkar perorangan dan Lembaga Konservasi yang berada di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Untuk penangkar perorangan yaitu Andi Jusman (Kepala Desa Passelorang Kec.Gillireng, Kab Wajo), Erlin Harry (PT. Vale). Lembaga Konservasi yaitu PT. Mirah Megah Wisata atau Gowa Discovery Park dan PT. Bontomarannu Education Park atau Citra Satwa Celebes. Indukan Rusa Timor ini akan diserahkan ke 4 (empat) penangkar rusa rakyat di sekitar Taman Buru Ko’mara yaitu atas nama Haryanto Dg. Bonto sebanyak 4 (empat) ekor, Harifuddin Dg Nanjeng sebanyak 5 ekor, Juga Dg. Tarru sebanyak 2 ekor, Andi Fahruddin sebanyak 2 ekor, dan Saparuddin dg. Talli sebanyak 3 ekor. Diharapkan para penangkar ini dapat menjaga satwa tersebut dan semoga satwa ini dapat berkembang biak untuk mendukung keanekaragaman hayati di Taman Buru Ko’mara. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Penghargaan Untuk Gunung Rinjani Di Penghujung Tahun 2019

Mataram, 22 Desember 2019. Gunung Rinjani sebagai bagian dari kawasan yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mendapatkan penghargaan sebagai DESTINASI TERBAIK dalam acara "Malam Anugerah Kepariwisataan Kabupaten Lombok Timur Halo Tourism Award (HALOLITA I) Tahun 2019". Penghargaan tersebut didapatkan setelah berhasil menyisihkan beberapa destinasi wisata lain yang masuk dalam kategori itu seperti Sembalun, Tetebatu-Pringgasela, Pantai Selatan-Sambelia, dan Puncak Sembari-Pringgabaya. Acara yang berlangsung pada Hari Sabtu/21 Desember 2019 di GOR Masbagik Kabupaten Lombok Timur diselenggarakan oleh Homestay Lombok Asosiation (Halo) Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Lombok Timur. Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata Lombok Timur (Hadi Jayari), perwakilan Balai TN Gunung Rinjani, unsur pemerintah desa lingkup Kab.Lombok Timur, Forum Silaturahmi Masbagik, PHRI, serta pelaku usaha dan jasa wisata Lombok Timur. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Balai TN Gunung Rinjani untuk terus berinovasi guna mendukung kemajuan pariwisata Lombok di tingkat nasional maupun internasional.. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Hari Ibu di TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 23 Desember 2019 - Sebagai ungkapan rasa syukur dan kasih sayang serta bakti kepada sang ibu, bangsa Indonesia merayakan hari Ibu ke – 91. Demikian pula para pegawai Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) ikut memperingati Hari Ibu Ke – 91 melalui upacara bendera dengan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” yang dilaksanakan dengan penuh khidmat. Upacara peringatan Hari Ibu Ke – 91 di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango kali ini dilaksanakan di halaman kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Cibodas. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi (Ir. Syahrial Anuar, M.M.) yang bertindak sebagai pembina upacara. Diikuti personil yang terdiri unsur struktural, fungsional Polhut, Pengendali Ekosistem, Penyuluh, fungsional umum, dan siswa-siswi SLTA/ SMK yang sedang melaksanakan PKL. Dalam sambutan dan harapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan oleh Pembina Upacara “Peringatan Hari Ibu Ke – 91 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan”. Upacara diakhiri dengan Foto Session dengan Struktural dan segenap Pegawai Balai Besar TNGGP. “Selamat Hari Ibu, kasih sayangnya selalu ada dan terasa sepanjang masa” Sumber: Randi - Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Pembelajaran Ecoroad Design Taman Nasional Betung Kerihun Untuk TRHS

Medan 20 Desember 2019. Bertempat di Hotel Adimulya Medan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Ir, Arief Mahmud, M.Si menjadi salah satu narasumber dalam Acara Sosialisasi Kebijakan Pembangunan Jalan Di Kawasan Warisan Alam Dunia The Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE Kemen LHK yang didukung oleh WCS (Wildlife Conservation Society) dalam rangka membangun pemahaman serta komitmen bersama dalam pengelolaan kawasan warisan alam dunia, serta untuk menjawab rekomendasi IUCN RMM dan hasil sidang WHC ke-43,khususnya terkait tentang pembangunan jalan di kawasan warisan alam dunia. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 50 peserta dari berbagai pihak baik dari Kementerian/Lembaga seperti Kemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK), Kemenerian Luar Negeri (Kemenlu), Bappenas, Kemen PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dan Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Flora fauna International (FFI), Wildlife Conservation Society (WCS), Orangutan Information Center (OIC), Forum Komunikasi Leuser/FKL, Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Aliansi konservasi Alam Raya (AKAR) Network, Praktisi seperti Ir. Wahjudi Wardojo, M.Sc, Prof Elias dari IPB, I. Anshori Djausal, MT dari UNILA, Dr. Titiek Setyawati, M.Sc dan lain-lain. Direktur Kawasan Konservasi Ir.Dyah Murtiningsih, M.Hum yang dalam pengantarnya menyampaikan bahwa harus ada persepsi dan pandangan yang sama disatu sisi terhadap nilai penting dan manfaat warisan alam dunia, di sisi lainnya terhadap pembangunan jalan yang sudah ada di kawasan TRHS di 3 Taman Nasional yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Gunung Leuser. Harus dlakukan upaya kajian aspek konservasi sebagai upaya strategi mitigasi perlindungannya, hal ini dilaksanakan sebagai jawaban atas salah satu rekomendasi IUCN RMM (International Union For Conservation of Nature and Natural Resources Reactive Monitoring Mission) dan hasil sidang WHC (Word Heritage Commitee) ke-43 sebagai syarat mengeluarkan TRHS dari list in danger. Dalam kegiatan ini beberapa paparan antara lain Nilai Penting dan manfaat Status Warisan Alam Dunia oleh Ir. Wahyudi Wardojo, M.Sc, Sosialisasi Operational Guidelines dan SEA (Strategic Environmental Assesment) oleh Direktur KK, Sosialisasi hasil IUCN RMM hasil sidang WHC ke 43 oleh Perwakilan Direktur OINB Kemenlu, Serta Sosialisasi Permen LHK No 23/2019 tentang Jalan Strategis di Kawasan Hutan oleh Direktur Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan. Dalam paparannya Ir. Wahyudi Wardojo, M.Sc, menyampaikan bahwa Status Warisan Alam Dunia sangat penting dalam hubungan internasional dan bermanfaat dalam rangka kontribusi Negara Indonesia dalam perlindungan Sumberdaya Alam khususnya hutan untuk dunia. Selain itu, Selain itu, Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan menyatakan bahwa pembangunan jalan didalam kawasan hutan wajib mengikuti Permen LHK No 23 sebagai pedoman, untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi. Dalam kesempatan lainnya, dipaparkan beberapa kajian dampak pembangunan jalan dibeberapa ruas jalan didalam kawasan hutan seperti Jalan Karo Langkat di TN Leuser, Jalan Bukit Tapan di TN Kerinci Seblat, Jalan Sanggigi Bengkunat di TN Bukit Barisan Selatan serta Pembelajaran Ecoroad Design di TNBK. Arief Mahmud selaku Kepala Balai Besar TNBKDS pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Jalan yag dibangun didalam kawasan TNBK merupakan jalan yang khusus dan spesifik yang mengikuti kaidah konservasi. Hal ini diatur oleh Permen LHK Nomor 23 Tahun 2019 tentang Jalan Strategis di Kawasan Hutan. TNBK sangat beruntung bisa melakukan kajian aspek konservasi atau ecoroad design sebelum jalan ini ditingkatkan dan beroperasi, sehingga bisa dilakukan upaya mitigasi dan adaptasinya sejak awal. Dalam kegiatan ini, BBTNBKDS juga membagikan buku Kajian Aspek Konservasi (Ecoroad Design) di TNBK Kepada para undangan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Balai TN Kepulauan Togean Berpartisipasi Dalam Giat Penanaman Hut Kabupaten Tojo Una-Una

Ampana, 23 Desember 2019. Pada hari sabtu, 21 Desember 2019 Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tojo Una-Una mengadakan kegiatan Penanaman Pohon dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia yang dirangkaikan dengan Hari Bhakti PU ke-74 dan Ulang Tahun Kabupaten Tojo Una-Una yang ke-16. Hari Habitat Dunia ditetapkan PBB tahun 1985 diperingati setiap Senin pertama di bulan Oktober. Hari Habitat dunia diperingati dengan tujuan merefleksikan kondisi permukiman dunia dan hak dasar semua kalangan masyarakat untuk tempat tinggal yang memadai. Pada tahun ini mengangkat tema “Generasi Muda, Generasi Peduli Sampah”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Instansi yang berada di Kabupaten Tojo Una-Una, Kepolisian, Perbankan, Komunitas Hijau, Komunitas Sepeda, dan Komunitas Lari. Dalam kegiatan penanaman pohon ini, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean dan KPH Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una-Una memberikan bantuan berupa bibit pohon diantaranya Mahoni dan Ebony (kayu hitam). Bupati Tojo Una-Una dalam sambutannya menyampaikan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Tojo Una-Una ini harus diiringi kepedulian kita menjaga lingkungan kita. Peringatan hari Bhakti PU ke-74 dengan Tema “SDM Unggul Infrastruktur Maju” dimaknai sebagai kesempatan untuk refleksi perjalanan panjang di Bidang PUPR meningkatkan jalinan hubungan kerja dan kekeluargaan internal memperkuat jalinan kerjasana dengan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan penanaman pohon ini dinamakan pohon asuh dimana setiap orang akan mendapatkan satu anak pohon untuk dirawat dan dijaga. Pohon-pohon ini nantinya akan dilabeli sesuai nama dan instansi orang tua asuhnya. Penanaman pohon asuh ini dilaksanakan di sepanjang jalan Pasar Baru dan sekitarnya. Selanjutnya diharapkan pohon-pohon tersebut mendapat perawatan yang baik dari orang tua asuhnya sehingga dapat tumbuh dengan baik dan membawa manfaat bagi kehidupan kita. Sumber : Rahmanita Ibrahim – Analis Data Balai Taman Nasional Kepulauan Togean

Menampilkan 4.257–4.272 dari 11.140 publikasi