Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Catatan Bulan Desember, Bulan Bakti Dharma Wanita TNBB.

Jakarta, 31 Desember 2019. Dharma wanita, sebagai organisasi yang beranggotakan istri pegawai negeri sipil, khususnya PNS Balai TNBB, ikut mendukung keluarga khususnya para suami yang bekerja di TNBB. Bulan Desember merupakan peringatan Dharma wanita sekaligus juga hari ibu tgl 22 Desember. Terkait itu, rangkaian kegiatan Dharma wanita diantarannya : pada tanggal 17 desember 2019 pada acara silaturahmi nasional di gedung manggala wanabakti, Dharma wanita TNBB ikut mengisi acara dengan penampilan tari Bali oleh ibu kepala Balai TN.Bali Barat bersama tiga anggota Dharma wanita TN. Bali Barat mewakili Ditjen KSDAE. Perwakilan TN. Bali Barat menampilkan tari tradisional khas Bali yaitu Tari Panyembrama. Tari ini merupakan tari penyambutan untuk menyambut para tamu undangan yang telah hadir. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi dari ibu Dirjen KSDAE dan ibu-ibu pejabat lingkup Kemenlhk. Selain cakap menari, ibu-ibu Dharma wanita TNBB juga bisa menabuh gong Bali seperti yang dilakukan pada saat piodalan di padma kencana TNBB tgl 12 Desember. Keikutsertaan Dharma wanita TNBB juga dilakukan dalam peringatan apel Hari Ibu di lapangan upacara TNBB pada tanggal 23 Desember 2019. Serta juga ikut dalam melakukan aksi bersih bersama petugas TNBB yang dilakukan setiap jumat. Demikian catatan bulan bakti Dharma wanita pada Desember. Dengan kuatnya kebersamaan mendukung keluarga diharapkan lebih meningkatkan kinerja para suami /ASN TNBB dalam menjaga kelestarian TNBB. Salam lestari Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Sosialisasi E-TICKETING kepada Pelaku Jasa Wisata Alam di TNBB

Gerokgak, 30 Desember 2019. Dalam rangka meningkatkan transparansi, efektivitas dan efesiensi serta transformasi dalam pengelolaan kawasan TNBB, khususnya pemanfaatan wisata alam, dilaksanakan sosialisasi kepada instansi terkait, kelompok masyarakat dan pelaku izin usaha penyediaan jasa wisata alam (IUPJWA) dan izin usaha penyediaan sarana wisata alam (IUPSWA) di Taman Nasional Bali Barat. Sosialisasi tentang rencana penerapan E-TICKETING dan PNBP, menjadi kegiatan terakhir yang dilakukan Balai TNBB di penghujung tahun 2019. Dalam sambutannya, Kepala Balai TN Bali Barat, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si menyampaikan tentang latar belakang dan tujuan penggunaan sistem e-ticketing di Taman Nasional Bali Barat agar mempermudah proses pemesanan serta pembayaran oleh wisatawan yang berkunjung ke TNBB, mempermudah petugas dalam melakukan pengawasan dan pemantauan jumlah pengunjung setiap harinya, serta meminimalkan potensi kecurangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selanjutnya, dalam sesi Pemaparan dilaksanakan oleh Kepala Balai dan pemaparan materi dari Polsek Gerokgak tentang Saber Pungli. Dalam materinya dijelaskan pengertian pungli, aturan dan sangsi kepada pelaku pungli maupun tindak kejahatan terkait jual beli tiket merupakan tindak kejahatan penggelapan dan bisa menjadi pidana. Materi terakhir narasumber disampaikan oleh pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali sebagai pihak yang akan memfasilitasi dalam penyiapan SIstem dan dukungan sarpras e-ticketing di TN. Bali Barat tentunya dengan kerjasama dan setelah mendapatkan persetujuan pimpinan di Jakarta. Pihak BPD Bali menjelaskan secara teknis kemudahan penggunaan aplikasi dan alur dalam penerapan e-ticketing dan keuntungan bagi pengelola TNBB. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan diskusi untuk membahas permasalahan-permasalahan yang sudah ada maupun diprediksi akan muncul ketika e-ticketing diterapkan. Tentunya, sosialisasi ini merupakan sosialisasi awal yang dilakukan akhir tahun 2019 dalam rangka menyongsong tahun 2020. Semoga dengan adanya rencana penerapan e-ticketing, akan mempermudah wisatawan dalam berkunjung ke Taman Nasional Bali Barat dan membantu meningkatkan transparansi serta efektivitas penyelenggaraan pengelolaan TNBB. Salam konservasi! Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

SPKP Binaan TN MerBeti turut Meriahkan Pasar Kuliner Kopi Lanang Malangsari

Banyuwangi, 30 Desember 2019. Destinasi wisata baru, Pasar Kuliner Kopi Lanang Malangsari di-launching oleh Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas, Minggu (29/12/2019). Pasar ini terletak di Afdeling Ledoksari, Kebun Malangsari PTPN XII, Desa Kebonrejo, Kecataman Kalibaru. Acara ini dihadiri juga oleh Direktur PTPN 12 Moh Holidi serta Dino Patty Jalal, mantan Jubir Presiden RI di era Presiden SBY. Pada kesempatan ini, Kepala SPTN Wilayah III Kalibaru TN MerBeti, Sulistrianto, S.Si., M.Si. beserta stafnya mendampingi SPKP Multi Kreasi Sejahtera (MKS) binaan Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) dalam memeriahkan acara ini dengan menyajikan produk OCEANO Coffee kalibaru di stand yang telah disediakan. Stand SPKP ramai diserbu pengunjung. Tak ketinggalan, Bupati Anas berkunjung dan membeli produk berupa Luwak Liar robusta dan madu OCEANO Coffee kalibaru. Pasar Kuliner Kopi Lanang Malangsari berciri khas kopi lanang di setiap stand. “Target dari pasar ini yaitu untuk mendatangkan laba dan meningkatkan pendapan bagi masyarakat menengah ke bawah. Ini bagian dari pemberdayaan masyarakat melalui kopi.” Ungkap Sanuri, Manager Kebun Malangsari. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

BKSDA Sulteng Sita Gaharu Buaya Tanpa Dokumen di Bandara

Palu, 31 Desember 2019. Menjelang akhir tahun, Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan penyitaan Gaharu Buaya (Aetoxylon sympetalum) di Bandara Udara Mutiara Sis Aljufrie Palu pada tanggl 19 Desember 2019 silam. Penyitaan ini bermula pada saat petugas bandara Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan penjagaan peredaran tumbuhan dan satwa liar di gudang (cargo) Bandar Udara Mutiara Sis Aljufrie melalui pemeriksaan barang berupa 1 (satu) koli bagasi cargo yang dikirim melalui jasa pengiriman JNE. Setelah melalui x-ray diketahui barang tersebut berisi Gaharu Buaya (Aetoxylon sympetalum) yang tidak disertai dengan dokumen pengiriman SATS DN dan termasuk dalam jenis tumbuhan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Pelaku atau pemilik barang tersebut diketahui atas nama Bapak Muhasim yang beralamat di Desa Makapa Kec. Toili Barat Kab. Banggai Prov. Sulawesi Tengah. Selanjutnya barang bukti tersebut dibawa ke Kantor Balai KSDA Sulawesi Tengah untuk diproses lebih lanjut. Sumber : Tim Media Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Kepala Balai TNBB Tandatangani PKS Kemitraan Konservasi dengan Kelompok Nelayan di Zona Tradisional TNBB

Gilimanuk, 30 Desember 2019. Hari-hari terakhir penghujung tahun 2019 semangat kerja ASN TNBB masih tinggi, Hal ini ditunjukkan dengan pelaksanaan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) penguatan fungsi melalui kemitraan konservasi antara Kepala Balai TNBB dengan kelompok nelayan tradisional. Stelah melalui tahapan penguatan kelembagaan, pembahasan, pengajuan, akhirnya penandatangan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Dirjen KSDAE pada tanggal 12 Desember 2019 untk pemberian akses pemanfaatan terbatas sumberdaya perairan zona tradisional Teluk Terima kepada KUB Wana Segara dan KUB Bunga indah serta persetujuan tanggal 22 Desember 2019 untk pemberian akses pemanfaatan terbatas sumberdaya perairan zona tradisional Teluk Gilimanuk kepada Kelompok nelayan karang sewu (KNKS), KN.Teluk Asri, KN.Segara Merta. Setelah dilakukan perbaikan draft sesuai arahan persetujuan dan pembahasan bersama mitra, pada hari ini dilaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama antara Kepala Balai TNBB dengan ketua kelompok nelayan tradisional tersebut disaksikan unsur pemerintah desa setempat, forum komunikasi kelompok masyarakat, IPPA, dan petugas TNBB. Dalam sambutannya, Kepala Balai TNBB menekankan arahan dalam persetujuan adalah agar kelompok nelayan mengembangkan budidaya tradisional yang mendukung pelestarian kawasan TNBB, serta melakukan pencatatan hasil pemanfaatan dan melaporkan kepada TNBB secara rutin. Pelaksanaan penandatanganan perjanjian berlangsung lancar, dan selanjutnya dalam waktu 3 bulan pihak TNBB bersama kelompok nelayan kembali harus melakukan pembahasan dan penandatangan RPP dan RKT untk pelaksanaan kerjasama selama 5 tahun. Semangat menyambut tahun 2020. Salam konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

BBKSDA Sumut Peringati Bulan Menanam Nasional 2019 di TWA Sibolangit

Sibolangit, 30 Desember 2019. Balai Besar KSDA Sumatera Utara Bersama SMA Darma Patra Pangkalan Brandan, SD 101843 Bandar Baru Kec. Sibolangit dan Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) menggelar acara dalam rangka Bulan Menanam Nasional 2019 di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit pada tanggal 16 Desember 2019 silam. Kegiatan ini untuk menumbuh kembangkan cinta dan pelestarian alam bagi generasi muda milenial dan diikuti 90 siswa/I SMA Darma Patra Pangkalan Brandan, 11 siswa/I SD 101843 Bandar Baru Kec. Sibolangit, Tim GRAS. Tidak hanya soal penanaman dan tentang tumbuhan saja, akan tetapi siswa/i sekolah juga dibekali dengan pengenalan Kawasan Konservasi di visitor Centre dan menampilkan video Kawasan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk pengenalan satwa-satwa yang dilindungi undang-undang, didampingi guru dari masing masing sekolah. Selain itu siswa/i dan GRAS melakukan Fieldtrip ke dalam Kawasan dan menanam pohon di dalam kawasan TWA. Sibolangit seperti Duku, Durian, Kecing dan Sampinur Bunga di lokasi bekas longsor. Gras sebagai Kelompok Pecinta Alam sangat aktif membantu Balai Besar KSDA Sumatera Utara, turut serta dalam penyediaaan sarana dan prasarana penanaman pada lahan yang longsor, dengan dukungan alat pengaman diri seperti perlengkapan Rafling. Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan dalam sambutannya mengharapkan generasi muda khususnya pelajar agar mau berperan serta dalam konservasi dan lingkungan. Dengan melakukan upaya penyelamatan dan pelestarian alam disekiling kita diantaranya seperti membudayakan menanam pohon, pilah sendiri sampah, tidak membuang sampah sembarangan, hemat energi, serta kampanyekan penyelamatan satwa liar dilindungi. Disela-sela kegiatan kepala resort membuat kuis konservasi kepada Siswa/i SD 101843 dan SMA Darma Patra, bagi yang menjawab dengan diberikan buku edukasi konservasi dan lingkungan beserta botol air minum (tumbler). Yuk bagi kamu pelajar/mahasiswa yang buat kegiatan konservasi dan lingkungan di TWA Sibolangit siap bekerjasama. Segera hubungi Petugas Kami Tiap Hari Kerja, Hari Libur dan Hari Besar tetap Buka. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

2020 Ayo Kerja Produktif

Medan, 30 Desember 2019. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Perjalanan panjang yang melelahkan mengantarkan langkah ke penghujung tahun 2019. “Saatnya sekarang untuk mengevaluasi serta merefleksi diri guna mengukur sudah sejauhmana perjalanan hidup yang kita lalui memberi manfaat,” setidaknya itulah pesan dari orang-orang bijak untuk memaknai hidup ini. Bicara konservasi alam, harus diakui bahwa pergumulan dan pergulatan sepanjang tahun 2019 cukup menguras pikiran, perhatian dan energi yang ekstra. Konflik warga dengan satwa liar, seolah-olah tiada “jeda” (baca juga : henti) mulai dari awal sampai penghujung tahun 2019, dan nyaris merata terjadi hampir di seluruh propinsi di pulau Sumatera. Berita kematian baik manusia maupun satwa akibat konflik, seakan-akan sudah menjadi informasi biasa yang terhidang dan tersaji dalam liputan berbagai media. Di bagian lain, kerusakan kawasan hutan di sejumlah tempat, akibat ulah tangan-tangan manusia yang sesukanya merambah dan bahkan membakar hutan dan lahan juga masih terus terjadi, yang lagi-lagi menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan bagi manusia itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya. Belum lagi hukum yang diharapkan menjadi panglima bagi upaya perlindungan tumbuhan dan satwa liar beserta habitatnya, ternyata masih berjalan tertatih-tatih. Kadang sanksi hukumnya optimal, tetapi tidak jarang pula sebaliknya dirasakan masih belum maksimal. Dampak efek jera terhadap pelaku maupun calon pelaku potensial lainnya pun belum terlihat sampai saat ini. Memang tahun 2019 akan berlalu, tetapi pekerjaan belumlah berakhir dan masih akan terus dilanjutkan di tahun baru, 2020. Namun yang pasti, segala catatan dan dokumen yang terkumpul dan tersusun rapi sepanjang tahun 2019, tentunya akan menjadi modal dasar untuk mengoreksi dan memperbaiki diri serta menyusun langkah-langkah guna memulai pengembaraan di tahun 2020. Pertanyaannya kemudian : apa yang harus dipersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya rimbawan sebelum melangkah menjemput tahun 2020 ??? Menarik untuk menyimak isi pesan Presiden RI, saat melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) di Istana Negara, pada Rabu, 23 Oktober 2019, diantaranya : “meminta para Menteri beserta jajarannya untuk bekerja cepat, bekerja keras dan bekerja produktif.” Ya… pesan ini tentunya bukan hanya sekedar motivasi melainkan juga inspirasi dan energi positif dalam mendorong serta memacu semangat kerja. Perlu diingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab ASN di era globalisasi yang perkembangannya cukup pesat/dinamis ini, menuntutnya untuk bekerja lebih keras lagi dan lebih produktif, tidak hanya memperhatikan proses tetapi juga produk (hasil) kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas (baik ilmu pengetahuan dan teknologi serta mentalitas dan moralitas) merupakan suatu kebutuhan yang urgen dan krusial untuk disiapkan. Membangun kreatifitas serta pemikiran yang inovatif menjadi salah satu senjata ampuh dalam menghadapi tantangan sekaligus menghasilkan produk kerja sebagaimana yang diharapkan. Memang tidaklah mudah untuk merealisasikannya, namun upaya itu harus dimulai dan harus terus menerus dilakukan. Jadi tunggu apalagi ? Mari persiapkan diri menyongsong tahun 2020 dengan resolusi optimisme “Ayo Kerja Produktif”. Selamat Tahun Baru 2020. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Putri Hutan Sumut 2019 Promosikan TWA Sibolangit

Sibolangit, 30 Desember 2019. Putri Hutan Sumatera Utara yang terpilih sejak 30 Nopember 2019 atas nama Desy Wilyani Siregar berkedudukan di Tebing Tinggi berkesempatan mengunjungi Kawasan hutan Konservasi tertua di Pulau Sumatera yaitu Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit yang telah ada sejak dulu dan dikenal sebagai Kebun Raya Sibolangit pada tanggal 19 Desember 2019 silam. Bukan hanya berkunjung, Putri Hutan juga mempromosikan TWA. Sibolangit sebagai destinasi wisata alam di Kab. Deli Serdang. Kunjungan Putri Hutan Sumatera Utara dimulai di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara di Medan yang di terima langsung Kepala Subbag Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan Andoko Hidayat. Kunjungan kali ini tidak terlepas dari kerjasama serta dukungan yang kuat dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang yang selama ini terus menjalin komunikasi dalam pengembangan wisata di Kabupaten Deli Serdang. TWA Sibolangit Kawasan Konservasi di bawah Pengelolaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan luas 24,85 Ha Secara administratif pemerintah terletak di Desa Sibolangit Kec. Sibolangit Kab.Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara. Dengan Keindahan alam, keanekaragaman flora dan fauna juga sebagai wahana penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Taman Wisata Alam Sibolangit didukung adanya Pusat Penyelamatan Satwa (PPS). Saat ini TWA Sibolangit menjadi salah satu Role Model Wisata EKOLING (Edukasi Konservasi dan Lingkungan) di Sumatera Utara. Kondisi inilah Pemkab Deli Serdang melalui Disporabubpar membantu mempromosikan TWA Sibolangit sebagai salah satu pilihan lokasi wisata di Kabupaten Deli Serdang. Kunjungan Putri Hutan pada beberapa Lokasi pengambilan Photo dan Video bahan Promosi pada masyarakat untuk kelak mengunjungi Ke TWA Sibolangit yang difasilitasi oleh Disporabudpar melalui Kepala Bidang Kepariwisataan, Sarana dan Prasarana Bapak Rusli Sitepu dan Tim Kreatifnya. Disamping sebagai promosi Kawasan TWA Sibolangit, Putri Hutan Sumut berkesempatan mendapat pemahaman pengetahuan serta Penyadartahuan konservasi dan lingkungan hidup dari Kepala Resort Konservasi Wilayah CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan di Visitor Center, Area Pusat Penyelaman Satwa dan di sepanjang Jalur Interpretasi. Melalui Kunjungan Putri Hutan Ini diharapkan Kunjungan Wisata ke TWA Sibolangit meningkat dan adanya peran serta masyarakat umum, serta generasi muda khususnya para pelajar dapat lebih mencintai alam dan lingkungannya sedini mungkin. Dengan penambahan pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam hayati dan lingkungan hidup dapat berperilaku selaras dengan alam lingkungannya. Sumber : Samuel Siahaan PEH Pertama - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Kunjungan Putri Hutan ke Kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara (kiri), Putri Hutan bersama biro umum KLHK di TWA. Sibolangit (kanan)
Baca Berita

Penyelundupan Ratusan Cucak Hijau Kembali Digagalkan BBKSDA Jatim

Surabaya, 30 Desember 2019. Setelah menyanggong 2 malam, akhirnya tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 07 Surabaya bersama Ditpolair Polda Jatim – Tanjung Perak berhasil menggagalkan pengiriman paket satwa liar yang dilindungi, 29 Desember 2019 dini hari tadi. Adapun paket tersebut dimuat dengan kapal Cargo yang berisi 207 ekor burung Cica Daun Besar atau yang lebih dikenal dengan Cucak Hijau. Menurut Doki Jati, Kepala RKW 07 Surabaya, penggagalan penyelundupan tersebut berawal dari informasi yang ia terima 2 hari sebelumnya. “Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Ditpolair Polda Jatim mengenai pengiriman paket tersebut”, tambah Doki. Untuk sementara ratusan burung tersebut diamankan dan dirawat di kantor Seksi Konservasi Wilayah 3 Surabaya. Dan para pelaku penyelundupan diamankan oleh penyidik Dit. GAKUM Polair – Tanjung Perak untuk proses lebih lanjut. Sumber: Admin BBKSDA Jawa Timur, Agus Irwanto
Baca Berita

Kemitraan Konservasi Jalan Menuju Kesuksesan Bersama

Jambi, 30 Desember 2019. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi (BKSDA Jambi) melakukan kegiatan perjanjian kerjasama dengan dengan Kelompok Tani Hutan Betung Meranti Lestari di Desa Betung Bedarah Barat Kec. Tebo Ilir Kabupaten Tebo pada Senin, 23 Desember 2019 silam. Perjanjian kerjasama kemitraan konservasi ini dihadiri kurang lebih 37 orang dan diantaranya hadir juga Camat Tebo Ilir, Kepala Desa Betung Bedarah Barat dan perangkat desa, Babinsa Desa Betung Bedarah Barat, Babinkamtibmas Desa Betung Bedarah Barat, Masyarakat Mitra Polhut Desa Betung Bedarah Barat. Kelompok Tani Hutan Betung Meranti Lestari dibentuk pada tanggal 19 Desember 2019 berdasarkan SK Kepala Desa Betung Bedarah Barat No 07 Tahun 2019. Kelompok Tani Betung Meranti memiliki anggota sebanyak 18 orang dan diketuai oleh Bapak Suratno. Perjanjian kemitraan konservasi ini sendiri terkait pengelolaan KSA Sungai Bengkal. Kawasan Suaka Alam Sungai Bengkal merupakan kawasan konservasi yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK. 3270/MenlhkPKTL/KUH/2016 tanggal 13 Juli 2016 tentang penetapan kawasan hutan suaka alam. KSA Sungai Bengkal memiliki luasan sekitar 717,89 (Tujuh Ratus tujuh Belas koma Delapan Puluh Sembilan) hektar dan berlokasi di Kabupaten Tebo, Jambi. Selain melakukan perjanjian kerjasama, Balai KSDA Jambi dan KTH Betung Meranti juga melakukan penanaman secara simbolis di area KSA Sungai Bengkal. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Terkenal di Mancanegara, Balai TN Gunung Rinjani Evaluasi Kegiatan Wisata di TN Gunung Rinjani

Evaluasi Wisata Pendakian Gunung Rinjani dan Pembahasan Rencana Penutupan Rutin Jalur Pendakian Gunung Rinjani Mataram, 27 Desember 2019. Saat ini, wisata pendakian Gunung Rinjani menjadi salah satu kegiatan wisata minat khusus yang digemari oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal di Pulau Lombok. Guna meningkatkan pengelolaan wisata pendakian Gunung Rinjani, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengadakan rapat Evaluasi Wisata Pendakian Gunung Rinjani dan Pembahasan Rencana Penutupan Rutin Jalur Pendakian Gunung Rinjani pada hari Kamis, 26 Desember 2019. Rapat dipimpin Kepala Balai TN Gunung Rinjani dan Kepala Dinas Pariwisata NTB, dihadiri oleh instansi terkait dan mitra Balai TN Gunung Rinjani seperti Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas LHK Provinsi NTB, Kodim 1620/Lombok Tengah, Kodim 1606/Lombok Barat, dan Kodim 1615/Lombok Timur, Polres Lombok Timur, PVMBG Sembalun, Basarnas Mataram, BMKG Stasiun Klimatologis Klas I Lombok Barat, BMKG Stasiun Geofisika Mataram, BPBD Kab. Lombok Utara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Lombok Utara, DPH UGGp-RL, WALHI, EMHC, APGI NTB, dan Perwakilan pelaku usaha jasa wisata lingkar Rinjani. Dalam sambutannya, Kepala Balai TN Gunung Rinjani menyampaikan bahwa Balai TN Gunung Rinjani memberikan kesempatan kepada para pihak untuk terlibat dalam kegiatan pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (collaborative management). Pada kesempatan tersebut, Kepala Pariwisata Provinsi NTB juga menyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi di TN Gunung Rinjani selalu menjadi isu global sehingga semua pihak yang terkait dengan TN Gunung Rinjani harus bersama-sama melakukan pembenahan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Diharapkan selama masa penutupan kegiatan pendakian Gunung Rinjani, pembenahan tersebut dapat segera dilakukan dan terealisasi dengan baik. Hal-hal yang menjadi evaluasi dalam wisata pendakian Gunung Rinjani adalah : 1. Masih terdapat permasalahan dalam penggunaan aplikasi eRinjani untuk registrasi pendakian Gunung Rinjani. 2. Penerapan SOP Pendakian Gunung Rinjani dan Asuransi belum optimal dan seragam serta belum tersosialisasikan dengan baik kepada semua pihak. 3. Ketersediaan sarana dan prasarana wisata pendakian masih kurang serta fungsi sarana prasarana yang ada belum optimal. 4. Masih terdapat pelanggaran pada kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani seperti pendaki ilegal (melakukan pendakian pada waktu dan lokasi yang tidak diizinkan) dan keberadaan ojek di jalur pendakian. Tindak lanjut penyelesaian permasalahan wisata pendakian Gunung Rinjani yang akan dilakukan selama waktu penutupan kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani adalah sebagai berikut : 1. Perbaikan dan rekonstruksi jalur pendakian Gunung Rinjani serta pembuatan jalur evakuasi. 2. Review SOP Pendakian Gunung Rinjani 3. Internalisasi dan sosialisasi penerapan SOP Pendakian Gunung Rinjani, Asuransi, dan Aplikasi eRinjani. 4. Pembaharuan (Update) dan Peningkatan (Upgrade) aplikasi eRinjani. 5. Penerapan Route Trekking RFID. 6. Integrasi Asuransi dengan aplikasi eRinjani. 7. Penjagaan jalur pendakian ilegal dengan melibatkan para pihak. 8. Perbaikan dan peningkatan sarana prasarana di pintu masuk jalur pendakian Sembalun serta penataan jalur khusus ojek pada jalur pendakian Sembalun. 9. Balai TN Gunung Rinjani akan memberlakukan penerapan karcis masuk kawasan untuk hari libur sebesar 150 % dari hari biasa pada tahun 2020. 10. Fasilitasi penguatan kelembagaan Forum Citra Wisata Rinjani, Forum Porter Guide Rinjani, dan Asosiasi TO. Selain itu, Balai TN Gunung Rinjani akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan instansi terkait serta mitra lainnya untuk membahas pengelolaan wisata pendakian Gunung Rinjani secara terpadu. Terkait dengan penutupan kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani, Balai TN Gunung Rinjani dan peserta rapat menyepakati untuk melakukan penutupan kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani terhitung mulai tanggal 1 Januari 2020 s.d 31 Maret 2020. Penutupan ini dilakukan dengan mempertimbangkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Lombok Barat yang menyebutkan bahwa pada bulan Januari s.d Maret sering terjadi cuaca ekstrem sehingga direkomendasikan untuk dilakukan penutupan kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani pada rentang waktu tersebut. Namun, registrasi wisata pendakian Gunung Rinjani masih dapat dilakukan sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 dengan syarat seluruh pelaku usaha wisata dan pengunjung berkomitmen mematuhi peraturan dalam SOP Pendakian dan ketentuan lain yang telah di sepakati bersama. Nantinya, Balai TN Gunung Rinjani bersama para pihak akan melakukan peninjauan jalur pendakian Gunung Rinjani sebelum dilakukan pembukaan wisata pendakian Gunung Rinjani guna memastikan keamanan kondisi jalur pendakian. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Sakola Relawan Konservasi

Selabintana, 22 Desember 2019 - Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Selabintana merupakan salah satu dari tiga pintu masuk pendakian dan menjadi satu-satunya pintu masuk jalur pendakian di Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Pintu masuk ini setiap akhir pekan ramai oleh pengunjung, sehingga pegawai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang terbatas merasa sangat terbantu dengan adanya relawan. Disamping personil yang terbatas, kegiatan pun cukup padat. Beberapa kegiatan rutin resort yaitu patroli pengamanan hutan, monitoring satwa, anjangsana kepada masyarakat, penyuluhan, pelayanan pengunjung wisata dan pelayanan pendakian serta kegiatan insidental lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak terlepas dari bantuan mitra-mitra relawan TNGGP. Beberapa mitra relawan yang bekerja sama dalam kegiatan evakuasi pengunjung salah satunya yaitu “Volunteer Panthera”. Beberapa waktu lalu Volunteer Panthera melakukan seleksi penerimaan anggota baru. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, 9 (sembilan) orang yang terdiri dari 8 (delapan) orang laki-laki dan 1 (satu) orang wanita dinyatakan lolos dari jumlah pendaftar sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Pada tanggal 15 sampai dengan 22 Desember 2019 mereka melakukan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) anggota baru di RPTN Selabintana. Beberapa materi diberikan panitia seperti survival, search and rescue, evakuasi, navigasi, dan lain-lain. Selain materi dasar yang diberikan oleh panitia, pihak Resort PTN Selabintana (Andriyatno Sofiyudin, S.Hut) mewakili Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) turut memberikan beberapa materi secara umum mengenai konservasi sumber daya alam dan ekosistem, pengenalan taman nasional, dan gambaran tentang TNGGP. Salah satu kegiatan yang dipraktekan saat Diklatsar ini adalah “safety talk” kepada pendaki. Tidak dipungkiri bahwa dengan keberadaan relawan sangat membantu petugas resort, terutama dalam hal evakuasi pengunjung, baik itu pengunjung wisata maupun pengunjung pendakian. Diharapkan dengan kegiatan Sakola Relawan 2019 ini maka semakin banyak pihak-pihak yang peduli akan keamanan dan kelestarian kawasan khususnya di TNGGP. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Sisca Widiya A Dok: Asep Yandar dan Volunteer Panthera
Baca Berita

Kunjungan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Sukabumi, 25 Desember 2019. Bertepatan dengan libur Hari Raya Natal, Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Situgunung, Seksi PTN Wilayah IV Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), kembali mendapatkan kunjungan dari Taman Nasional sahabat yang berasal dari Kalimantan Barat, yaitu Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum), dengan ketua tim Gunawan Budi Hartono, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak. Tim Balai Besar TaNa Bentarum melakukan kunjungan studi banding pengelolaan wisata di kawasan TNGGP. Setibanya di RPTN Situgunung pukul 7:45 WIB, rombongan TaNa Bentarum yang berjumlah 7 (tujuh) orang, langsung mendapatkan sambutan dari Kepala Seksi PTN Wil. IV Situgunung, Luki Turniajaya dan Kepala Resort PTN Situgunung, Asep Suganda, beserta staf. Dalam rangkaian acaranya, rombongan disajikan pemutaran film dokumenter tentang TNGGP. Setelah itu sekilas pengenalan pengelolaan TNGGP disampaikan langsung oleh Kepala Resort PTN Situgunung, mulai dari kawasan, flora dan fauna, hingga objek wisata yang ada di kawasan RPTN Situgunung. Setelah berdiskusi dan bertukar informasi, rombongan TaNa Bentarum yang didampingi Kepala Resort PTN Situgunung beserta staf mendapat sajian langsung keindahan kawasan Resort PTN Situgunung dengan mengunjungi Suspension Bridge dan Curug Sawer. Puas menikmati keindahan alam Resort PTN Situgunung, rombongan kembali menuju kantor TIC (Tourist Information Center) untuk kembali melanjutkan diskusi, terkait pengelolaan wisata di kawasan TNGGP. Kamis, 26 Desember kunjungan dilanjutkan ke kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas dan mengunjungi Resort Mandalawangi untuk melihat pengelolaan wisatanya. Rombongan TaNa Bentarum merasa terkesan dan terpukau melihat banyaknya kunjungan di kawasan wisata terutama di RPTN Situgunung, TNGGP. Tim TaNa Bentarum meninggalkan kawasan TNGGP dengan membawa kesan dan pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat bagi kemajuan wisata di TNBKDS. Teks: Purnama P.S. Dokumentasi : Asep Suganda Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Tingkatkan Pengelolaan Ekowisata, Balai Besar Tana Bentarum Studi Banding ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 27 Desember 2019. Guna meningkatkan pengembangan ekowisata di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum), Balai Besar Tana Bentarum mengirimkan tim untuk melakukan studi banding ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Anggota tim studi banding berjumlah tujuh orang yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi Hartono, S.Hut., M.Si. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24-28 Desember 2019 dengan agenda mengunjungi Kantor Balai Besar TNGGP Cibodas, Resort PTN Mandalawangi, Bidang Wilayah I Cianjur dan Resort PTN Situgunung, Bidang Wilayah II Sukabumi. “Balai Besar Tana Bentarum terus berupaya untuk mengembangkan ekowisata. Tujuan dari studi banding ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia di Balai Besar Tana Bentarum, dalam pengelolaan ekowisata kami memilih TNGGP khususnya Resort PTN Situgunung sebagai lokasi studi banding karena dinilai sukses dalam mengelola ekowisata, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penghasilan masyarakat di sekitar kawasan Situgunung dan juga besarnya nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan dari kegiatan wisata di Resort PTN Situgunung“ jelas Gunawan. Tim studi banding Balai Besar Tana Bentarum diterima oleh Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, S.Pi., M.Si. dan Kepala Bagian Tata Usaha, Wasja, S.H. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar TNGGP memberikan apresiasi atas kedatangan tim Balai Besar Tana Bentarum. “Kami mengucapkan terima kasih dengan adanya kunjungan dari teman-teman Tana Bentarum, dan kami harap ke depannya kita dapat terus berkomunikasi, tidak hanya dalam rangka silaturahmi, tetapi juga kita bisa bekerja sama dalam banyak hal dan bisa berbagi pengetahuan tentang pengelolaan kawasan taman nasional” ujar Wahju. Kepala Balai Besar TNGGP juga membagikan pengalaman dalam pengembangan ekowisata di TNGGP khususnya wahana jembatan gantung (suspension bridge) di Situgunung. Pada kesempatan lainnya, tim studi banding juga melakukan observasi lapangan dengan mengunjungi Resort PTN Situgunung yang diterima oleh Kepala Resort, Asep Suganda beserta staf. Setelah diberikan pemaparan tentang pengelolaan ekowisata di Situgunung oleh Kepala Resort PTN Situgunung, tim berkeliling untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan ekowisata di Situgunung. Terdapat beberapa atraksi unggulan di Situgunung, yaitu air terjun situ Curug Sawer, danau Situgunung dan tentu saja jembatan gantung (suspension bridge) yang menjadi icon Situgunung dan sedang tren di kalangan milenial. Bahkan ribuan orang pengunjung rela antri untuk mendapatkan kesempatan merasakan sensasi berjalan di jembatan gantung sepanjang 243 meter. Selain mendapatkan gambaran bagaimana mengemas suatu atraksi wisata, tim studi banding juga mendapatkan informasi bahwa betapa ekowisata di Situgunung mampu menjadi trigger dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Berhasilnya pengelolaan ekowisata di Situgunung, berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan konsep ekowisata dimana masyarakat di lokasi ekowisata harus dapat menerima manfaat ekonomi dari kegiatan ekowisata. “Banyak hal yang dapat kami pelajari dari pengelolaan ekowisata di TNGGP khususnya Resort Situgunung. Ada beberapa hal yang kami lihat menjadi kunci sukses pengelolaan ekowisata di TNGGP yaitu keterlibatan masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, dukungan dan kerja sama dengan pihak swasta (Fontis Aquam Vivam), promosi berbasis teknologi informasi serta kreatifitas dan inovasi resort. Semoga apa yang kami pelajari di TNGGP ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ekowisata di Tana Bentarum di masa yang akan datang” jelas Gunawan, saat berpamitan dengan Kepala Balai Besar TNGGP. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Penguatan Kelembagaan Kemitraan Konservasi TWA Pelaihari

Batakan, 21 Desember 2019 – Bertempat di Kantor Resort Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P beserta Kepala Resort Alfredo de Arojo dan staf Resort TWA Pelaihari melakukan kegiatan penataan kelompok mitra konservasi jasa wisata warung di kawasan TWA Pelaihari. Untuk memantapkan kerjasama pemanfaatan jasa wisata, Balai KSDA Kalimantan Selatan melakukan pembinaan penataan sarana dan prasarana di TWA Pelaihari pada tahun 2020. Kegiatan penataan kelompok jasa wisata warung yang diketuai oleh Bapak Ahmadi merupakan kegiatan lanjutan dari urun rembuk kegiatan kemitraan konservasi di TWA Pelaihari Desa Batakan. Dalam Kesempatan kali ini, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan menyampaikan terkait penataan warung makanan dan minuman di sekitar Pantai Batakan yang merupakan kawasan TWA Pelaihari. Kepala Balai KSDA Kalsel mengharapkan penataan kelompok jasa wisata warung dilakukan sesuai Petujuk Teknis Kemitraan Konservasi Pada KSA dan KPA yang dalam perencanaan penataan dan pengembangan ekowisata yang bertujuan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penataan kelompok ini juga meneruskan usulan dan permintaan dari anggota-anggota kelompok terkait usulan perbaikan sarana dan prasarana. Dalam target dekat, pihak BKSDA Kalimantan Selatan dan Resort akan membantu mencetakkan menu untuk setiap warung makan dan minuman beserta daftar harga agar memudahkan para pengunjung pantai Batakan TWA Pelaihari yang berwisata di Pantai Batakan. Ahmadi berharap pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara rutin agar terbangun kekompakan dan kebersamaan. Kelompok Usaha Ikan Kering meminta slot tempat yang strategis agar laku dagangannya. Insya Allah mulai tahun 2020 kita bersama Pemda Tanah Laut akan menyepakati tiket untuk masuk yang sesuai peraturan yang berlaku, pungkas Mahrus. (ryn) Sumber : Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Makin Lajulah Berproduksi, Kelompok Binaan SPTN Wilayah I Pulau Kelapa

Pulau Kelapa Dua, 27 Desember 2019. Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan menumbuhkan daya juang peningkatan perekonomian masyarakat, maka pada tanggal 18 Desember 2019 dilakukan penyerahan bantuan usaha ekonomi produktif kepada Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKP) Bintang Laut yang merupakan masyarakat binaan di SPTN Wilayah I Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Bapak Isai Yusidarta, S.T., M.T., kepada ketua SPKP Bintang Laut, Bapak Iskandar. Bantuan yang diserahkan berupa peralatan penunjang produksi dan kemasan dengan nilai sejumlah Rp 40.000.000, yaitu: mixer daging, mixer adonan kue, etalase, microwave, penggorengan stainless, panci stainless, pisau daging, plastik dan label kemasan dan printer stiker. SPKP Bintang Laut dalam pengembangan kelompoknya membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar Pulau Kelapa Dua yang masing-masing terdiri dari 10 orang anggota. Terdapat 5 (lima) KUBE, yaitu: KUBE stik cumi, KUBE krispi ikan selar, KUBE nugget ikan, KUBE pilus ikan dan KUBE masakan siap saji. Berdasarkan laporan bulanan penjualan pada KUBE stik cumi telah berjalan dengan baik. Poduksi Stik cumi sudah mencapai 500-800 bungkus atau sekitar 15 kg cumi perbulan, sehingga dengan bantuan ini diperoleh peningkatanproduksi hingga 2(dua) kali lipat menjadi 1.000 bungkus/bulan. Selain itu dengan mengusung zero waste dan mendukung program Pemkab Kepulauan Seribu, yaitu “Pulauku Nol Sampah”, perbaikan kemasan ramah lingkungan dan lebih menarikpun dilakukan, sehingga dapat menembus pasar wisatawan di Pulau-Pulau Resort di Kepulauan Seribu. Sumber: Wira Saut Simanjuntak - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu

Menampilkan 4.241–4.256 dari 11.140 publikasi