Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Rapat Ketatausahaan Balai TN Taka Bonerate 2020

Kepulauan Selayar, 07 Januari 2020. Awal tahun ini, pihak Balai TN Taka Bonerate terus melakukan pemantapan di dalam organisasi, baik itu struktural atau pun bidang teknis, rapat demi rapat pun dilakukan. Salah satu yang kemarin (06/01) dilakukan adalah rapat persiapan kegiatan lingkup bagian Tata Usaha dan tata kelola DIPA tahun 2020 yang bertempat Ruang Rapat Kantor Balai TN.TBR. Rapat ini dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Usman yang dihadiri personil yang berada dibawah jajaran ke tata-usahaan. Dalam rapat ini poin besar yang didiskusikan adalah struktur organisasi atau pengelola DIPA dan non-DIPA. "Tahun ini ada beberapa SK (surat keputusan) yang beda dengan tahun lalu, ada yang dipisah sesuai dengan kebutuhan dan fungsi yang tentunya untuk kelancaran proses katata-usahaan kantor ini" ucap Usman Selain penyampaian surat keputusan tentang pengelola DIPA, juga disampaikan dalam rapat rencana kegiatan-kegiatan yang ditangani langsung oleh bagian ketata-usahaan. Dengan adanya rapat ini, diharapkan proses ketata-usahaan Balai TN Taka Bonerate selama 2020 kedepan bisa berjalan dengan lancar dan tujuan-tujuan yang diharapkan bisa tercapai. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Refleksi 2019 dan Akselerasi 2020 TN Matalawa

Waingapu, 6 Januari 2020. Aktivitas kerja setelah melalui libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai terlihat di minggu kedua ini. Para pegawai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti pun tidak ingin larut dalam suasana libur berkepanjangan karena tugas-tugas di tahun 2020 sudah menanti di depan mata. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, mengumpulkan seluruh pejabat eselon, kepala resort serta para koordinator dalam sebuah rapat evaluasi 2019 dan pencermatan tugas di 2020. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras sehingga penyerapan anggaran tahun 2019 dapat mencapai 99,56 % serta diimbangi dengan capaian output yang dapat terlaksana dengan baik. Kepala Balai mengingatkan agar jangan terbuai dengan prestasi terebut namun harus meningkatkan kinerja sehingga tidak hanya output yang tercapai tetapi juga mencapai outcome (manfaat) yang dapat terlihat dampaknya untuk masyarakat. Peningkatan anggaran di tahun 2020 pada beberapa kegiatan harus dapat dimaksimalkan capaiannya sehingga kelestarian TN Matalawa dapat terjaga dan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. Pada kesempatan ini, 2 tim yang melakukan benchmarking ke Taman Nasional Gunung Ciremai serta Taman Nasional Gunung Merbabu juga memberikan presentasi hasil kunjungannya kepada seluruh pegawai. Dari presentasi tersebut dapat diketahui bahwa ada beberapa program yang dapat diadaptasi dengan beberapa penyesuaian untuk meningkatkan kinerja pengelolaan di TN Matalawa. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Resolusi 2020, TN MerBeti Terapkan Program OROP

Jember, 03 Januari 2020. Pergantian tahun identik dengan adanya resolusi baru. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) dalam pelaksanaan Pemulihan Ekosistem menerapkan resolusi baru yaitu program OROP. Resolusi ini digagas oleh Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut., M.Si. Program OROP merupakan kepanjangan dari One Rangers One People artinya satu petugas satu orang petani lahan rehabilitasi. Dilatarbelakangi oleh kondisi kawasan yang terdegradasi, dan untuk mensukseskan pemulihan ekosistem Balai TN MerBeti disadari bahwa program ini merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab pengelola kawasan (TN MerBeti), namun juga masyarakat di sekitar kawasan. Kabalai didampingi Kepala SPTN Wilayah II Ambulu dan Kepala Resort Wonoasri melakukan sosialisasi program OROP dilanjutkan dengan penanaman di Blok Pletes Resort Wonoasri, Kamis (02/01/20). Sosialisasi dihadiri oleh petani lahan rehabilitasi. Kabalai menjelaskan bahwa pemulihan ekosistem untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai nilai ekologi, ekonomi dan sosial. Diawali dengan penanam, kemudian pohon dirawat dan dipelihara agar tumbuh besar. Penanaman menggunakan metode untu walang (zig zag) sebagai fungsi penahan erosi yang sesuai dengan konsep konservasi. Petani Blok Pletes mengikuti kegiatan penanam dengan antusias. “Menanam itu mudah. Tapi memelihara lebih penting. Maka dengan adanya Program OROP, satu orang rangers (petugas) mendampingi minimal satu orang people (masyarakat), Namhara (tanam dan pelihara) menjadi solusi. Semangat bersama mensukseskan pemulihan ekosistem.” Jelas Maman Surahman, S.Hut., M.Si. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Menggiatkan Kembali Sepak Terjang Pernitas sebagai Penggerak Transplantasi Karang di TN Kepulauan Seribu

Jakarta, 6 januari 2020. PERNITAS (Perkumpulan Nelayan Ikan dan Tanaman Hias) adalah suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari nelayan yang berkecimpung pada kegiatan transplantasi karang dan ikan hias sejak 2003 dengan lokasi kegiatan di sekitar Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Awalnya kelompok ini terbentuk sebagai inisiasi perlunya mata pencaharian alternatif bagi nelayan setempat agar tidak melakukan pemanfaatan secara langsung terhadap keanekaragaman hayati di kawasan khususnya terumbu karang. Dikarenakan jika hal ini dibiarkan maka akan mengancam kelestarian terumbu karang yang siklus hidupnya memang membutuhkan waktu yang sangat lama. Aktivitas yang dilakukan oleh kelompok ini adalah melakukan pengembangbiakan karang secara vegetatif yakni dengan transplantasi menggunakan berbagai metode yang sebagian besar berupa rak. Jenis-jenis karang yang ditransplantasi adalah jenis yang ada di kawasan TNKpS dan mudah dikembangbiakkan seperti: Acropora sp., Montipora sp., Porites sp., Seriatopora sp., dan lainnya. Penanaman karang dimulai dari generasi pertama (F0) hingga generasi (F2) oleh setiap anggota di masing-masing lokasi yang telah ditentukan. Selanjutnya agar dapat memperoleh insentif dari kegiatan yang telah dilakukan, setiap nelayan boleh bermitra dengan perusahaan karang yang berperan sebagai bapak angkat. Sehingga dari F2 yang dihasilkan kelak dapat dilakukan pemanfaatan dengan mengikuti mekanisme dan peraturan yang berlaku. Sebenarnya side effect terbesar yang diharapkan dalam kegiatan ini selain menjadikannya sebagai mata pencaharian alternatif bagi masyarakat adalah menjadi upaya rehabilitasi kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu secara semi alami dimana dengan adanya aktivitas transplantasi maka kemungkinan munculnya bibit-bibit karang baru dari planula yang tersebar di alam akan semakin lebih banyak. Dalam perkembangannya dari tahun 2005, PERNITAS mengalami pasang surut aktivitas dan mengalami ke-vakum-an pada tahun 2017 ketika Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan kebijakan tidak lagi menerbitkan Health Certificate terhadap peredaran karang ke luar negeri yang masih berlaku hingga saat ini. Sebagai upaya evaluasi dan pendekatan terhadap vakum nya kegiatan PERNITAS ini, pada tanggal 18 Desember 2019 telah dilakukan pertemuan antara PERNITAS dengan staf Taman Nasional Kepulauan Seribu dalam rangka evaluasi dan membahas berbagai hal baik yang bersifat internal maupun eksternal dalam kelembagaan PERNITAS. Banyak harapan dan saran yang dilontarkan diantaranya kembali menghidupkan aktivitas PERNITAS dan memberikan akses pada kegiatan yang relevan dengan karang di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Dalam kesempatan ini hadir sejumlah anggota PERNITAS yang terdiri dari 8 orang nelayan karang dan 2 orang nelayan ikan hias. Saat ini kelompok PERNITAS diketuai oleh Bapak Rasyid hingga periode 2021 dan telah memiliki anggota sebanyak 25 orang. Salah satu diantara keluhan adalah berkurangnya jumlah pemanfaatan ikan hias secara signifikan akibat pemberhentian pemanfaatan karang hias beberapa tahun kebelakang. Dengan demikian PERNITAS berharap TNKpS dapat memberikan solusi terkait sejumlah permasalahan yang ada. Pada dasarnya beberapa kegiatan telah dilakukan oleh PERNITAS selama ini meliputi pemeliharaan kebun indukan dan anakan, restocking karang, rehabilitasi ekosistem karang, edukasi dan wisata tentang transplantasi karang, dll. PERNITAS sebagai sebuah kelompok dengam historikal pendirian yang sangat kental dengan Taman Nasional, maka sudah menjadi kewajiban bagi Taman Nasional untuk melakukan pendampingan, pembinaan dan pengawasan kepada kelompok ini agar bisa menjadikan PERNITAS maju dan berkembang sebagai garda depan konservasi khususnya terkait terumbu karang di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Dengan diterbitkannya peraturan Perdirjen KSDAE nomor .6 tahun 2018 tentang kemitraan konservasi maka PERNITAS akan didorong menjadi mitra Taman Nasional dalam rangka mengimplementasikan kemitraan konservasi pada program pemberdayaan masyarakat . Kedepannya diharapkan PERNITAS bisa fokus dalam pembuatan kebun bibit karang baik untuk upaya rehabilitasi maupun aktivitas penanaman pada wisata selain dapat pula dimanfaatkan pada turunan level F2 melalui bapak angkatnya. Para anggota yang hadir menyambut baik kesepakatan tersebut demi menghidupkan kembali dinamika kelompok yang sempat terhenti. Selain tentunya komitmen semua pihak untuk menjalankan peran masing-masing pihak sehingga harapan untuk menggerakkan kembali roda PERNITAS dalam mendukung pelestarian terumbu karang dapat terwujud. Sumber: Balai Taman Nasional Kep. Seribu (Feny & Alinar)
Baca Berita

BKSDA Kalteng Memulai Tahun 2020 dengan Penyelamatan 2 Orangutan Jantan di Pangkalan Bun

Pangkalan Bun, 6 Januari 2020. Mengawali tahun 2020 tepatnya tanggal 03 Januari, BKSDA Kalimantan Tengah bersama Orangutan Foundation International (OFI) melakukan rescue terhadap 2 (dua) individu orangutan jantan di 2 lokasi berbeda di Kabupaten Kotawaringin Barat. Keberadaan orangutan pertama dilaporkan oleh Bapak Nurani, warga Desa Tanjung Putri, Kec. Arut Selatan yang mendapati orangutan sedang berada di kebun miliknya. Setelah mendapatkan laporan tersebut pukul 09.00 WIB, Tim Wildlife Rescue Unit SKW II-BKSDA Kalteng bersama OFI menuju lokasi dan melakukan rescue terhadap orangutan yang diperkirakan berusia 40 tahun tersebut. Orangutan jantan kedua direscue dari Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km. 16, Kelurahan Mendawai Seberang, Kec. Arut Selatan. Keberadaan orangutan tersebut dilaporkan oleh Bapak Jamri yang telah melakukan pemantauan tentang keberadaan orangutan jantan di kebunnya sejak 31 Desember 2019. Pukul 16.00 WIB, Tim WRU SKW II BKSDA Kalteng bersama OFI berhasil merescue orangutan jantan berusia 25 tahun dengan berat 92,5 Kg tersebut. Selanjutnya kedua orangutan jantan tersebut di bawa ke Orangutan Care Centre Quarantine (OCCQ) Pasir panjang untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Setelah dinyatakan sehat dan layak, pada tanggal 4 Januari 2020, orangutan jantan yang direscue dari Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, di release di Anak Sungai Muara Ali yang berbatasan dengan Taman Nasional Tanjung Puting. Untuk orangutan hasil rescue di Desa Tanjung Putri belum di lakukan translokasi, menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan mempertimbangkan kondisi dimana jantan tersebut tidak memiliki gigi taring dan usia sudah tua yang dikhawatirkan akan kalah bila bertemu jantan liar lainnya di alam. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

POLRES Agam dan BKSDA Amankan Pelaku Kepemilikan Satwa Dilindungi dalam Cagar Alam Maninjau

Agam, 5 Januari 2020. Kepolisian Resor Agam mengamankan SY (55 tahun) pelaku penganiayaan dan kepemilikan satwa dilindungi jenis burung Enggang Jambul (Berenicornis Comatus) di Jorong Lubuk Nyanyuk Nagari Tanjung Sani, kabupaten Agam. Pelaku diamankan setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat tentang adanya satwa dilindungi yang sudah mati dikuasai pelaku. Pihak Polres Agam selanjutnya berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam. Dan dari hasil penggeledahan, tim menemukan satwa dilindungi yang sudah mati. Dari pelaku diamankan satu ekor burung Enggang jambul yang sudah mati dan satu buah senapan air soft gun. Ditubuh satwa ditemukan luka dan bekas jahitan lama. Dari keterangan pelaku, setelah satwa tersebut dibedah, dagingnya dikeluarkan dan selanjutnya diisi dengan bahan lain untuk diawetkan. Pelaku memperoleh satwa langka dan dilindungi tersebut di dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau di Jorong Koto Panjang Nagari Tanjung Sani, Agam. Pelaku diancam pasal 21 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denga maksimal seratus juta rupiah. Saat ini pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Polres Agam untuk proses hukum lebih lanjut. Enggang Jambul (Berenicornis Comatus) adalah jenis satwa dilindungi dan merupakan satwa penyebar bibit terbaik dari buah pepohonan dalam hutan sehingga keberadaan satwa ini sangat penting dalam proses suksesi alami ekosistem hutan. Enggang Jambul tersebar di beberapa hutan tropis Asia Tenggara seperti Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei, India dan Indonesia meliputi Sumatera dan Kalimantan. Ciri yang paling mudah dikenali dari Enggang Jambul adalah memiliki bulu-bulu berwarna putih yang terangkat di atas kepalanya dan mengarah kedepan; seperti jambul, baik pada jantan maupun betina. Panjang tubuhnya sekitar 75-80 cm. Warna punggung hitam, sayap berwarna hitam dan putih bagian ujung, serta kaki berwarna hitam dan paruh berwarna abu-abu. Enggang jantan dan betina dapat dibedakan dari warna lehernya; betina berwarna hitam, sementara jantan berwarna putih. Ketika mereka terancam, mereka akan membentangkan sayap dan bulu ekor, sambil menggerakan paruhnya naik turun. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Saleh Rahman : Sudah 1.224 Bibit Cemara Laut yang Ditanam Tahun 2019

Taman Nasional Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 6 Januari 2020. Tanaman Casuarina equisetifolia atau yang kita kenal Cemara Laut selain memiliki kegunaan utama sebagai penyejuk pesisir pantai, menyuburkan tanah, mencegah abrasi dan penahan gelombang Tsunami. Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) dikenal dengan karakter kawasan yang didominasi oleh pulau-pulau kecil yang tentu saja sangat rentan dengan abrasi, maka salah satu program yang dilaksanakan adalah penanaman pohon Cemara Laut. Selama kurung waktu 1 tahun sudah ada 1.224 pohon yang ditanam. "Selama kurung waktu setahun yaitu dimulai dari 1 Januari sd 31 Desember 2019 Taman Nasional Taka Bonerate giat melaksanakan penanaman pohon. Terhitung sebanyak 1.224 bibit pohon Cemara Laut sudah ditanam baik dalam maupun luar kawasan," jelas Saleh Rahman sebagai koordinator fungsional PEH Balai TN Taka Bonerate dan pelaksana program. Selain di dalam kawasan TNTBR, giat menanam juga dilakukan diluar kawasan. Sebanyak 364 pohon ditanam di luar kawasan dan 860 pohon yang ditanam di dalam kawasan TN Taka Bonerate. Penanaman pohon Cemara Laut dalam Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate ditujukan untuk : 1. Meningkatkan kualitas udara disekitar lokasi penanaman, 2. Meningkatkan kualitas air tanah sehingga diharapkan suatu saat menjadi tawar dan layak konsumsi, utamanya di pulau Tinabo, 3. Melindungi tanah dari erosi oleh air laut maupun oleh angin, 4. Sebagai media pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan tempat mereka tinggal dengan adanya pohon-pohon peneduh. Penaman pohon cemara ini disisipkan pada setiap kegiatan-kegiatan Balai TN Taka Bonerate, juga pada setiap tamu yang berkunjung dan kemudian diberi label nama si penanam. Dengan tujuan jika datang lagi pengunjung bisa melihat perkembangan pohon yang ditanamnya. Saleh Rahman menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepala balai dan pejabat struktural serta seluruh rekan-rekan yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu atas partisipasinya dalam kegiatan penanaman pohon Cemara Laut "Casuarina equisetifolia" Kepala Balai Faat Rudhianto mengatakan, "Semoga tahun ini dan seterusnya bibit cemara yg ditaman bisa tumbuh subur. Dan semoga kedepannya jumlah pohon yang ditanam lebih banyak lagi sehingga dapat menghijaukan pulau -pulau lain dalam kawasan." Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Pendidikan dan Kebersamaan Relawan Gede Pangrango Operation

Sabtu, 4 Januari 2020 - Gede Pangrango Operation (GPO) merupakan organisasi Volunteer yang berdiri pada tahun 1990 an yang diberdirikan oleh senior Volunteer pada masa nya yaitu (Kang Haris, Said, Mbah Yudi) organisaai ini berada di Jalur Pendakian (RPTN) Gunung Putri - Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan tujuan untuk membantu mengamankan, melestarikan kawasan serta kegiatan evakuasi kecelakaan pengunjung pendakian. Organisasi Volunteer GPO pada malam tahun baru 2020 merayakan Hari Ulang Tahun nya yang ke-30 sekaligus mendoakan salah satu anggota Volunteer GPO almarhum Didin Abidin (Angkatan Surili) yang telah meninggal pada 26 Desember 2019, dengan dihadiri Tamu undangan Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Kepala Seksi P 2 & Kasi Wil. 1 Cibodas (Syahyudin S. Hut, Darwin S. Hut. T) beserta Anggota Volunteer GPO, Volunteer PAL, Volunteer Montana, Relawan Bella Alam, Tokoh Masyarakat Gunung Putri. Disamping perayaan HUT ke - 30 Volunteer GPO telah selesai melakukan seleksi penerimaan anggota baru. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi 6 (enam) orang dinyatakan lolos dari jumlah pendaftar 20 (dua puluh) orang. Pada tanggal 27 sampai dengan 31 Desember 2019 melakukan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (PLD) anggota baru di RPTN Gunung Putri. Beberapa materi diberikan panitia seperti survival, search and rescue, evakuasi, navigasi, dan lain-lain, kemudian Upacara Penutupan oleh Kepala Resort PTN Gunung Putri pada hari Selasa 31 Des jam 10.00 WIB. Selain materi dasar yang diberikan oleh panitia, pihak Resort PTN Gunung Putri (Isna Farhanuddin) mewakili Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) turut memberikan beberapa materi secara umum mengenai Peraturan Perundangan yang berlaku di Taman Nasional. Salah satu materi yang diberikan pada saat PLD yaitu terkait Ijin Memasuki Kawasan Konservasi dan sistem yang telah diatur oleh TNGGP. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Penulis : Isna Farhanuddin (Polisi Kehutanan) Dokumentasi : Anggi dan Raffi (Volunteer GPO)
Baca Berita

Selamat Datang 2020

Sabtu, 4 Januari 2020 - Selamat datang 2020 tahun baru di abad 20. Dalam rangka mengisi libur natal dan tahun baru, Resort Situgunung, Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Barat yang diminati untuk dikunjungi dengan daya tarik objeknya seperti danau, camping ground, air terjun, dan jembatan gantung. Dimulai dari tanggal 24 Desember 2019 sampai menjelang malam pergantian tahun, intensitas kunjungan masih terasa ramai, baik kunjungan harian maupun kunjungan untuk perkemahan yang ingin menikmati malam pergantian tahun dengan nuansa yang alami. Menghadapi ramainya kunjungan tersebut, Resort Situgunung, Seksi PTN Wilayah IV, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, BBTNGGP yang dikomandani Kepala Bidang (Ir. Syahrial Anuar, M.M.) bersama mitra PT. Fontis Aquam Vivam, beserta aparat pengaman unsur TNI/ Polri wilayah setempat, bekerja sama mengawal jalannya libur panjang natal dan tahun baru, guna menciptakan suasana yang lebih aman, nyaman, mengawal liburan bagi para pengunjung di objek wisata Situgunung. Sepanjang libur natal dan tahun baru, berkah dari ramainya kunjungan pun dirasakan oleh masyarakat sekitar kawasan yaitu dengan bertambahnya penghasilan bagi mereka yang bermata pencaharian di area wisata Situgunung. Dibandingkan dengan hari-hari sebelum menjelang libur natal dan tahun baru 2020. Besar harapan untuk menatap jauh ke depan, dengan diawali datangnya tahun yang baru 2020, semoga BBTNGGP bisa lebih membawa keberkahan dan kemajuan bagi masa depan bangsa yang berkualitas. Hutan lestari, masyarakat sejahtera dapat tercapai dengan adanya pengembangan wisata alam ini. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Purnama P.S. Dokumentasi: Asep Suganda
Baca Berita

Refleksi 2019 Balai TN Taka Bonerate, untuk Semangat Kerja 2020

Kepulauan Selayar, 03 Janurai 2020 - Tahun 2019 sudah berlalu, namun bijaklah kita harus belajar dari waktu-waktu yang berlalu. Hari ini (03/01) berlangsung rapat perdana Balai TN Taka Bonerate di ruang rapat. Rapat dipimpin langsung oleh kepala balai Faat Rudhianto yang didampingi Kepala Sub Tata Usaha Usman. Hadir dalam kegiatan ini para Kepala SPTN I dan II, pejabat fungsional PEH, Polhut, Penyuluh dan staf Balai TN Taka Bonerate. "Seperti undangan yang dibagikan dalam group WhatsApp kemarin oleh Ka Subag TU, hari ini kita akan mengadakan rapat Refleksi Kegiatan Tahun 2019 yang sudah berlalu" ucap kepala balai memulai rapat. Lanjut kepala balai menyampaikan bahwa semua kegiatan kita bukan hanya semata penyerapan anggaran namun bagaimana kegiatan tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat dan memberi kontribusi ke negara. Dengan harapan bahwa TN Taka Bonerate bisa benar-benar menjaga ketahanan pangan, keanekaragaman hayati, fungsi ekologi kawasan konservasinya, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Tahun ini harus lebih meningkat di banding tahun 2019, Bidang Fungsional Polhut, Penyuluh, PEH, semua bidang fungsional sudah berjalan dengan baik, namun kelompok kerja (pokja) perlu ditingkatkan. Contoh kegiatan yang harus ada tahun ini adalah Survey Kepuasan Pengunjung karena mengelolah wisata itu bukan apa yang kita suka tapi apa yang tamu sukai. Promosi wisata harus lebih baik lagi dan ditingkatkan, bukan hanya Pulau Tinabo yang dikunjungi oleh wisatawan, tapi tempat-tempat lain juga harus dipromosikan. "Survey kepuasan pengunjung salah satu tujuan pentingnya adalah untuk mengetahui apakah fasilitas, pelayanan yang kita berikan benar-benar berkualitas dan mampu memuaskan tamu atau tidak" jelas Faat Rudhianto. Banyak hal yang disampaikan oleh kepala balai untuk meningkatkan pelayanan dan pengelolaan Balai TN Taka Bonerate lebih baik kedepan. "Refleksi ini juga sebagai penyemangat teman-teman dalam bekerja untuk tahun 2020 yang lebih baik dan terus berbenah, saya ucapkan banyak terima kasih kepada kita semua untuk capaian kinerja tahun 2019" tutup Kepala Balai Setelah pengantar dari Kepala Balai, rapat refleksi ini dilanjutkan dengan penyampaian materi refleksi pagu dan realisasi anggaran tahun 2019 oleh Kepala Sub Tata Usaha TN Taka Bonerate, Usman. Sekedar informasi bahwa capaian realisasi anggaran berdasarkan laporan model A per tanggal 31 Desember 2019 Balai TN Taka Bonerate sebesar 99,02% dari pagu Rp.12.155.157. Kemudian di penghujung acara, dibuka sesi tanya-jawab untuk mendengarkan masukan dari peserta rapat. Kemudian pengaturan jadwal dan penanggung jawab kegiatan atau program tahun 2020. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Mengawali Tahun 2020, BBKSDA Sumatera Utara Evakuasi Beruang Madu

Medan, 2 Januari 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Hocru-OIC dan WCS, berhasil mengevakuasi satu individu Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang terjerat di perkebunan Desa Saiserdang, Dusun Sumberwaras, Kec. Batangserangan, Kab. Langkat. Beruang madu tersebut terjerat di kaki bagian kanan, dilihat dari luka pada kaki masih baru dan adanya luka lecet akibat jeratan tali tambang. Beruang madu berjenis kelamin jantan, usia sekitar 8 tahun, berat badan 45 Kg dan sudah diberi nama “Jefri Taring”. Jerat tali tambang yang mengenai kaki Beruang Madu Dokter Hewan Balai Besar KSDA Sumatera Utara langsung melakukan pembiusan guna mempermudan melakukan pengobatan terhadap beruang madu tersebut. Pembiusan digunakan dengan cairan infus intravena dan subcutan, dan pengobatan dengan memberikan antibiotic dan vitamin, serta membersihkan luka jeratan. Melihat kondisi beruang madu yang tidak terlalu parah, hanya luka lecet di bagian kaki depan yang terkena jerat dan terjadi pembengkakan tapak kaki akibat luka yang meradang. Lukanya diperkirakan akan cepat sembuh dan bisa berjalan dengan normal. Oleh karena itu, dokter hewan merekomendasikan beruang madu segera dilepasliarkan. Akhirnya beruang tersebut dilepasliarkan di Kawasan daerah Desa Saiserdang Dusun Sumberwaras, Kec. Batangserangan, Kab. Langkat yang mengarah ke kawasan TNGL. Sumber : drh. Tia Batubara - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau dan Tim Menyelamatkan Seekor Anak Gajah

Pekanbaru, 2 Januari 2019. Kembali penyelamatan seekor anak Gajah (Elephas maximus sumatranus) di lakukan di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kec. Ukui, Kab. Pelalawan. Anak Gajah berumur sekitar 2,5 tahun tersebut terkena jerat kaki depan sebelah kiri di areal konsesi PT. RPI. Kec. Peranap, Kab. Indragiri Hulu (1/1/20). Balai Besar KSDA Riau bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Forum Konservasi Leuser, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, dan pihak perusahaan baik PT. RPI dan PT. RAPP dengan bantuan Gajah latih dari PLG Riau di Minas yaitu Bankin dan Indah segera turun ke lokasi untuk melakukan tindakan medis. Setelah selesai pengobatan gajah disadarkan untuk dikembalikan dengan kelompoknya dengan harapan supaya Gajah lebih nyaman dan mendapatkan antibodi yang lebih bersama induknya . Untuk selanjutnya akan dilakukan pemantauan bersama terhadap anak Gajah pasca pengobatan, memperbanyak pemasangan papan himbauan larangan pemasangan jerat/berburu, disamping melakukan patroli bersama sapu jerat dan mitigasi konflik satwa liar. Musnahkan pemasangan jerat dengan alasan apapun. Peduli Jerat Peduli Satwa Liar Peduli Konservasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bunga Rafflesia tuan-mudae Berdiameter Besar Terpantau di CA Maninjau

Agam, 2 Januari 2019. Tumbuhan langka dan dilindungi jenis bunga Rafflesia tuan-mudae yang mekar di dalam kawasan hutan Cagar Alam Maninjau di Jorong Marambuang Nagari Baringin Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bunga cantik ini mekar dengan diameter besar yaitu 111 centimeter dan merupakan diameter terbesar yang pernah tercatat dan terdokumentasikan. Pemantauan dan monitoring individu ini dilakukan sejak hari selasa (24/12/2019) oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam. Dan pada hari Selasa tanggal 31 Desember 2019 bunga ini telah mulai pada fase mekar dengan terangkat dan terbukanya perigon atau kelopak bunga. Uniknya, pada akhir tahun 2017 dilokasi dan inang yang sama juga mekar tumbuhan ini dengan diameter terbesar di dunia yang pernah tercatat dan terdokumentasikan yaitu mencapai 107 cm. Jenis bunga ini pertamakali diketahui berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan BKSDA Sumatera Barat bersama dengan ahli dan peneliti bunga Rafflesia, Dr. Agus Susatya dari Universitas Bengkulu pada akhir 2017 lalu. Individu bunga akan mencapai posisi mekar sempurna bertepatan dengan tahun baru 2020 pada hari Rabu (01/01/2020). Dengan diameter yang mencapai 111 centimeter tersebut, tercatat sampai dengan saat ini merupakan yang terbesar yang pernah ada. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Selamatan Pantai Muara Sabuhur SM Pelaihari

Sabuhur, 30 Desember 2019 – Dipenghujung tahun 2019, masyarakat Dusun Pantai Baru Muara Sabuhur mengadakan “Selamatan Pantai”. Acara ini diadakan sebagai wujud rasa syukur dan harap masyarakat nelayan setempat menjelang musim ikan tiba serta atas apa yang telah didapatkan dari hasil laut. “Selamatan Pantai” ini juga sebagai bagian dari melestarikan budaya leluhur dan menjalin silaturahmi serta mempererat kekeluargaan khususnya bagi warga setempat. Hadir dalam acara ini Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus, Aryadi, M.Sc, Camat Jorong M Alfan Rosidi Anwar, S.STP, Kepala SKW I Pelaihari, Mirta Sari, S.Hut, M.P, Danramil Jorong, Kades Sabuhur dan aparat desa, Pihak perusahaan pendukung acara (PT Adaro Indonesia, PT Inhutani III, CV. BTP, PT.SKMA), Kepala Resort SM Pelaihari A. Fauzan S.Hut., serta tokoh masyarakat dan seluruh warga Desa Sabuhur yang turut serta dan antusias dalam memeriahkannya. Dusun Pantai Baru atau yang lebih dikenal dengan Kampung Muara Sabuhur merupakan pemukiman Nelayan yang berada di dalam Kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari yang merupakan bagian dari pengelolaan Balai KSDA Kalimantan Selatan di bawah Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari. “Selamatan Pantai” pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dengan nelayan dimana merupakan tradisi dan budaya leluhur warga setempat yang rutin diadakan setiap tahun namun hanya dalam bentuk sederhana. Melihat hal tersebut pada tahun ini Balai KSDA Kalimantan Selatan bersama warga setempat mencoba untuk menampilkan acara tersebut dalam bentuk wisata budaya yang lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Dusun Muara Sebuhur telah membentuk Kelompok Kemitraan Konservasi berbasis pantai dan satwanya. Menurut Camat Jorong M Alfan Rosidi Anwar, S.STP menyatakan bahwa acara selamatan pantai merupakan budaya masyarakat yang perlu dilestarikan. Selain itu acara tersebut dapat dijadikan sebagai bagian dari wisata yang perlu dikembangkan di wilayah Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Camat Jorong sangat mendukung terselenggaranya selamatan pantai serta menyampaikan siap membantu terkait penyelenggaraan di tahun berikutnya. Selanjutnya Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan pada sambutannya menyampaikan bahwa acara ini dalam rangka memperkuat komunikasi dan hubungan emosional antara BKSDA Kalsel dengan masyarakat sekitar kawasan. Juga untuk melaksanakan bagian dari Keagamaan dan Ukhuwah Islamiyah serta mendukung acara selamatan pantai sebagai bentuk permohonan kepada Yang Maha Kuasa terkait kelancaran dan keberkahan masyarakat nelayan di dalam beraktifitas. “Komunikasi bersama harus dibangun antara masyarakat dan pemangku kawasan di dalam mengelola kawasan melalui skema kemitraan konservasi terkait pengembangan wisata di Muara Sabuhur” ujar Mahrus. Selain itu Kepala Balai mengharapkan selamatan pantai ini dapat menjadi agenda wisata tahunan yang harus dikemas lebih baik dengan menampilkan panorama pantai Muara Sabuhur yang indah dan mengembangkan sarana “kelotok” dengan akses melalui susur sungai sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat. Menurut tokoh setempat Bapak Nordin, acara “Selamatan Pantai” tahun ini diharapkan sebagai sebuah permulaan yang baik dalam mengenalkan budaya masyarakat dan potensi yang ada di Muara Sabuhur. Para Tokoh dan Masyarakat Desa Sabuhur sangat mengharapkan dukungan dari Balai KSDA Kalimantan Selatan dan Pemerintah Daerah untuk membina warga dan mengembangkan Muara Sabuhur menjadi destinasi wisata. Masyarakat juga siap mendukung dan menjadi bagian dari upaya pelestarian kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari. (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Penyuluh Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Dari Instagram, Kuskus Berhasil di Evakuasi BKSDA Sulteng

Palu, 31 Desember 2019. Balai KSDA Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Desember 2019 menerima laporan masyarakat melalui akun Media Sosial Instagram Balai KSDA Sulawesi Tengah mengenai adanya oknum masyarakat yang menangkap satwa kuskus. Satwa kuskus ini adalah salah satu jenis satwa yang dilindungi. Berdasarkan laporan tersebut, Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Ir. Hasmuni Hasmar, M.Si memerintahkan tim di lapangan untuk segera mengusut dan menindak pelaku yang diidentifikasi berada di sekitar Kabupaten Poso. Tim lapangan segera bergerak dan mengamankan pelaku yang berinisial SM dan kemudian menyerahkan pelaku di Polsek Pamona Timur untuk penindakan selanjutnya. Pelaku kemudian dijerat dengan Pasal Penganiayaan terhadap satwa. Diharapkan dengan penindakan yang cepat seperti ini, masyarakat yang paham dan sudah melaporkan kejadian tersebut merasa direspon pengaduannya dan kedepannya menjadi mitra dalam pengawasan pengelolaan konservasi khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Sumber : Tim Media Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

SMK Kesehatan Widya Husada Medan Study Tour di TWA Sibolangit

Sibolangit, 30 Desember 2019. Bulan November silam tepatnya tanggal 23 November 2019, 43 orang Siswa SMK Kesehatan Widya Hudasa Medan mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, dipimpin langsung Kepala Sekolah Dra. Rani Roberty, M.Kom dan wakil kepala sekolah : Dewi Yanti Sitorus, AM.Keb, SST beserta Guru biologi/IPA: Rizal Mukra M.Pd didampingi Guru-Guru Pendamping lainnya yaitu Adlina Dhiyaul Haq, S.Pd, Siti Asmawati, S.Pd, M. Aulia Sobri Daulay, Ibu Cut Metha Siti Aprilla, S.Pd dan Siti Krisandayani, AM.keb, Ners dan Pak doli S.Pd. Kegiatan Study Tour SMK Swasta Widya Husada Medan ke TWA Sibolangit bertujuan untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati jenis flora dan fauna bagi siswa. Kegiatan Study Tour ini merupakan bagian kegiatan wisata Edukasi Konservasi dan Lingkungan yang telah menjadi rutinitas resort TWA Sibolangit sebagai role model pembelajaran konservasi alam dalam pelaksanaan dilapangan langsung dipandu petugas resort CA/TWA Sibolangit dengan kunjungan ini semakin membuka cakrawala generasi muda milenial khususnya siswa/i SMK Widya Husada Medan lebih mudah memahami ilmu pengetahuan tentang Keanekaragaman Hayati Jenis Tumbuhan dan Satwa yang ada di TWA Sibolangit ujar Kepala Sekolah Dra. Rani Roberty, M.Kom. TWA Sibolangit sudah menjadi tempat pilihan sekolah-sekolah para pelajar Kota Medan dan sekitarnya datang untuk belajar tentang hutan, alam, kehati, dan tipe-tipe ekosistem. Berbagai Jenis tumbuhan dan satwa berdasarkan tingkatannya dapat di lihat disini seperti berbagai jenis bambu, rotan, talas-talasan, ficus, pohon, liana, dan lain-lain serta satwa dilindungi di Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit. Dengan Keanerakagaman Hayati Jenis tumbuhan dan Satwa yang ada di TWA Sibolangit membantu pelajar dalam mengembangkan Ilmu pengetahuannya. Yok Bagi Kamu pelajar dan mahasiswa yang belum pernah datang ke TWA Sibolangit, Datanglah dan Belajarlah tentang Keanekaragaman Hayati. Pasti Seru dan Bermanfaat sekaligus menyenangkan, Suara satwa dan rimbunan pepohonan menambah semangat dalam menggapai ilmu dan cinta Alam. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 4.225–4.240 dari 11.140 publikasi