Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penghijauan di Sumba oleh Jajaran Polres dan Pemerintah Daerah

Waingapu, 10 Januari 2020 - Aksi tanam 1000 pohon yang telah dilakukan oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2 Januari 2020 lalu juga diikuti oleh jajaran kepolisian yang ada dibawahnya. Hari ini, 10 Januari 2020, Kepolisian Resor Sumba Barat melakukan penanaman sebanyak 300 bibit pohon di area Mapolsek Katikutana yang berada di Kabupaten Sumba Tengah. Bibit ini terdiri dari bibit pohon buah seperti mangga, dan jenis tanaman kehutanan lain seperti sengon dan gmelina. Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Bupati Sumba Tengah, Ketua DPRD, Kapolres Sumba Barat, Dandim Sumba Barat, beserta Muspida dan Kepala Dinas lingkup Kabupaten Sumba Tengah. Bupati Sumba Tengah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Sumba Barat yang telah memilih lokasi penanaman di Kabupaten Sumba Tengah. Ia berharap agar kita dapat memelihara tanaman yang sudah ditanam sehingga kita dapat memetik manfaat nantinya seperti buah-buahan, sumber air, maupun keasrian kawasan. Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) karena keberadaan TN dapat mengurangi krisis air yang ada di Kabupaten Sumba Tengah. Balai TN Matalawa turut ambil bagian dengan mengirimkan 15 orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc. Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Cemaskan Warga, 2 King Cobra dilepasliarkan Petugas TN Gunung Leuser

Jumat, 10 Januari 2020 - Petugas TN Gunung Leuser wilayah V Bohorok menerima informasi 2 ekor king cobra berukuran besar ditangkap oleh warga karena berkeliaran di pemukiman dan menyebabkan kecemasan di masyarakat. Bersama volunter SUMECO, tim bergegas menuju dua lokasi yang berada di Dusun Batu Rongring, Desa Sei Musam dan Dusun Pulau Rakyat Desa Timbang Lawan, masing-masing pada Minggu (29/12) dan Senin(30/12). Tim mengecek untuk memastikan dua individu tersebut apakah spesies king cobra yang terdaftar di status konservasi “vulnerable” (IUCN). Meski bukan jenis yang dilindungi, ular jenis king cobra masuk dalam appendix 2, Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) atau konvensi perdagangan internasional untuk spesies tumbuhan dan satwa liar. Pelepasan King Cobra yang memiliki panjang 426 cm dan 365 cm dilakukan petugas Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser wilayah V Bohorok di dalam kawasan TN Gunung Leuser yang jauh dari pemukiman masyarakat. Sumber: Balai Besar TN Gunung Leuser
Baca Berita

Restrukturisasi Pegawai di Taman Nasional Matalawa

Waingapu, 8 Januari 2020. Tahun yang baru menjadi awalan baru untuk semangat meraih hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dalam menghadapi tantangan yang semakin kompetitif, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) melakukan restrukturisasi pegawai baik di tingkat resort maupun unit pengelolaan lingkup sub bagian tata usaha yang dipimpin oleh koordinator urusan serta para pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN). Suasana berbeda coba diterapkan kepada para pegawai yang ditetapkan menjadi kepala resort dan koordinator urusan. Para pimpinan resort dan koordinator ini ditetapkan melalui upacara khusus yang dipimpin oleh kepala balai. Tak ketinggalan, mereka juga menandatangani pakta integritas yang telah disiapkan. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, dalam amanatnya menyampaikan bahwa tantangan di tahun 2020 semakin kompleks. Hasil yang dicapai pada tahun 2019 sudah baik dan perlu ditingkatkan pada tahun ini. Kepala balai mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai dan tidak perlu berkecil hati apabila dipindah dan menyatakan bahwa semua ini dilakukan demi kepentingan organisasi untuk capaian yang lebih baik di tahun ini. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Keluarga Kecil Bahagia

Rabu, 8 Januari 2020. Slogan keluarga kecil bahagia tidak hanya berlaku untuk manusia namun berlaku juga untuk satwa. Di Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Selabintana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), tepatnya di Blok Citinggar, satu keluarga owa jawa (Hylobates moloch) yang berjumlah 4 (empat) individu, terdiri dari 2 (dua) individu dewasa, 1 (satu) individu remaja, dan 1 (satu) anak terpantau sedang melakukan aktivitas pagi. Saat cuaca agak mendung, ditambah dengan angin sepoi-sepoi keempat owa jawa terlihat bergelayutan, bergerak kesana kemari diantara pepohonan mencari makan dan terlihat sangat riang. Owa jawa (H. moloch) merupakan salah satu primata endemik di Pulau Jawa. Di TNGGP, keberadaan owa jawa hampir tersebar di seluruh Resort TNGGP, salah satunya Resort PTN Selabintana. Satwa ini merupakan salah satu dari 3 (tiga) satwa prioritas yang ada di TNGGP yang selalu dimonitoring keberadaannya. Seperti diketahui, owa jawa hidup berpasangan dalam sistem keluarga monogami, sehingga owa jawa hanya akan dijumpai dalam kelompok-kelompok kecil, yaitu sekitar 3 (tiga) sampai 5 (lima) ekor. Dalam IUCN Red List, owa jawa tercatat sebagai satwa dengan status Endangered (terancam punah). Sehingga merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri dapat menjumpai owa jawa secara langsung di alam bersama keluarga kecilnya. Karena keberadaan keluarga kecil owa jawa tersebut dapat menjadi indikator jumlah populasi owa jawa yang semakin bertambah, khususnya di kawasan TNGGP. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki berbagai keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna dan beberapa tipe vegetasi hutan, dimana kondisi tersebut merupakan habitat ideal bagi kelangsungan hidup tumbuhan dan satwa. Selain itu karena tutupan lahan yang rapat dan hijau, pakan yang melimpah, kondisi ekosistem yang masih baik, serta habitat yang masih ideal menjadikan tumbuhan dan satwa, salah satunya owa jawa merasa nyaman untuk tinggal di kawasan hutan TNGGP. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai petugas TNGGP wajib untuk senantiasa menjaga dan melestarikan keberadaan hutan TNGGP. Salam Konservasi! Teks: Andriyatno Sofiyudin, S.Hut. & Enike Ratna Sari, S.Hut. Dokumentasi: Lukman Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangango
Baca Berita

Potong Tumpeng dan Berdoa untuk Mengawali Tahun Baru

Pekanbaru, 6 Januari 2020. Balai Besar KSDA Riau mengadakan acara berdo'a bersama untuk mengawali tahun baru. Tentunya ada harapan - harapan yang ingin dicapai di tahun ini yang belum terlaksana di tahun lalu. Acara diawali dengan pembinaan oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono, kemudian ditutup dengan do'a sebelum dilakukan potong Tumpeng dan makan bersama. Acara terasa lebih istimewa karena dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Ibu Fifin A. Jogasara dan Kepala Seksi Wil. 2 Balai Gakkum Wil. Sumatera, Bapak Alfian. Dalam acara ini Kepala Balai Besar KSDA Riau memberikan penghargaan kepada para pegawai teladan lingkup Balai Besar KSDA Riau, yaitu bapak Ujang Holisudin, Anggreni Tulak, Novi Mulyadi, Zulkifli dan M. Surya Abdul Haris. Dengan diberikannya penghargaan kepada pegawai teladan,diharapkan tahun ini akan lebih giat berkarya dan dapat menjadi motivasi untuk seluruh pegawai. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kado Indah Awal Tahun 2020

Lombok Timur, 9 Januari 2020. Permasalahan tumpang tindih pengelolaan obyek wisata Otak Kokok Joben antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur dan penyelesaian PKTI (Pemanfaatan Kawasan Hutan Tanpa Ijin) di hutan Pesugulan kawasan TNGR oleh masyarakat desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur mencapai titik temu dengan kesepakatan bersama antara TNGR dengan Pemda Lotim. Sebelumnya terjadi beda pendapat tentang status kawasan, sebagai informasi obyek wisata otak joben merupakan objek wisata pemandian air terjun yang diminati pengunjung dan menjadi tujuan wisata di akhir pekan dan PKTI merupakan kawasan hutan TNGR yang diduduki masyarakat untuk berkebun tanpa izin. Penyelesaian permasalahan tersebut berkat kerjasama semua pihak dimana sebelumnya telah dilakukan beberapa road show sebagai upaya untuk menemukan titik temu bersama salah satunya membangun komunikasi antara Pemda Lotim dan BTNGR. Berikut road show yang telah dilakukan BTNGR dalam rangka Penyelesaian Permasalahan obyek Wisata Otak Kokok Joben dan PKTI seluas 113 ha di hutan Pesugulan, Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada hari Rabu, 8 Januari 2020. Balai TNGR memenuhi undangan Rapat di kantor DPRD Lombok Timur pukul 09:00 WITA terkait pembahasan Penyelesaian Permasalahan Obyek Wisata Otak Kokok Joben Bersama Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur (Pemda Lotim), dengan hasil menyepakati bahwa skema Penyelesaian akan dibicarakan sedang di susun Bersama antara pihak Pemda Lotim Bersama BTNGR paling lambat akhir Januari 2020. Kemudian pada pukul 14:00, Kepala Balai memenuhi undangan mendadak Bupati Lotim terkait Penyelesaian Permasalahan Obyek Wisata Otak Kokok Joben dan PKTI Pesugulan di Pendopo Bupati yang dihadiri oleh Bupati Lotim, Wakil Bupati Lotim, Asisten 1, Asisten 2, Kadis Pariwisata, Kepala Kesbangpol, Kepala Satpol PP dan Kepala Desa Bebidas. Dalam undangan tersebut, Bupati Lombok Timur menyatakan bahwa Obyek wisata Joben dan PKTI Pesugulan merupakan Kawasan TNGR dan solusi yang terbaik adalah bekerja sama dengan pihak TNGR. Kerjasama terkait Otak Kokok Joben yang telah dikelola oleh Pemda Lotim sejak tahun 2000 diusulkan melalui pengelolaan wisata Bersama (satu pintu dan tiket Bersama). Kawasan akan dikelola sebagai satu destinasi Wisata Otak Kokoq Joben dengan nama Kawasan Wisata Otak Kokok Joben (baik yang ada di dalam kaw TNGR maupun areal luar kawasan yg wilayah Pemda) seperti yang sudah berjalan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Terkait Sarana wisata yang telah dibangun oleh Pemda Lotim dalam kondisi rusak akan diserahkan ke TNGR untuk di pelihara dan di tata ulang agar pengunjung mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang baik. Kerjasama terkait PKTI Pesugulan yang terjadi sejak tahun2015 diusulkan melalui skema Kemitraan Konservasi/pemulihan ekosistem dan Kemitraan Konservasi area pemanfaatan untuk ekonomi masyarakat sehingga terwujud kelola Ekologi. Dalam arahan Bupati Lotim disampaikan bahwa Kerjasama dilakukan antara TNGR dan Pemerintah Desa Bebidas dan Desa Sapit, Bukan atas nama kelompok, LSM maupun perorangan yang selama ini mengganggu dan mengkalim lokasi PKTI atas nama wilayah adat. Serta Akan dibentuk tim gabungan TNGR dan Pemda Kab Lotim utk rumuskan MOU dan detil kerjasama dan akan disahkan oleh Dirjen KSDAE dan Bupati dan Gubernur paling lambat akhir Januari 2020. Kepala Balai TNGR menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati dan Jajaran Pemda Lotim yang telah menyatakan siap bekerjasama dengan BTNGR serta menyampaikan akan membawa usulan tersebut untuk mendapatkan arahan dari Dirjen KSDAE. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Pembinaan Polisi Kehutanan Lingkup Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu

Makmur, 8 Januari 2019. “Working beyond tupoksi tugas pokok dan fungsi, working with their heart and passion”, dengan hati dengan semangat. Bukan sekedar memenuhi target laporan kegiatan fisik, target laporan keuangan administrasi. Mereka bisa bekerja di luar batas-batas legal-formal seperti itu. Mereka tidak puas hanya sekedar melaksanakan pekerjaan konservasi yang dituangkan dalam tugas-tugas formalnya. Mereka ingin adanya perubahan (change) terjadi di mana mereka bekerja. Mereka ingin merespon perubahan yang cepat dengan respon yang setara.” Kutipan dari tulisan Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Wiratno berjudul “Manusia Unggul” ini dipandang “pas” untuk diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan kerja personil yang bekerja di dunia konservasi termasuk tenaga fungsional Polisi Kehutanan di Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu. Bertempat di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Tongoa di Desa Makmur dilaksanakan pertemuan dalam rangka pembinaan Polisi Kehutanan lingkup Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu dalam rangka koordinasi, evaluasi, sekaligus “suntikan” semangat bagi Polhut lingkup BBTNLL untuk bekerja lebih baik di tahun 2020 ini. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar TNLL Ir. Jusman ini juga dihadiri oleh Pejabat Struktural lingkup BBTNLL, Polhut lingkup BBTNLL, serta Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya di SPTNW III Tongoa. 19 orang Polhut lingkup BBTNLL beserta Tenaga Pengamanan Hutan Lain dituntut untuk melaksanakan tugas dengan baik dan berlandaskan nilai-nilai yang postif, “dalam melaksanakan tugas di lapangan harus dilandasi dengan integritas yang tinggi” seperti yang disampaikan oleh Ir. Jusman dalam arahannya. Tantangan Polhut kedepannya tentunya akan semakin meningkat sehingga membutuhkan penanganan dengan kapasitas Sumberdaya Manusia yang memadai, salah satunya dengan menjadi “Manusia Unggul” seperti pada tulisan diatas. Membangun jaringan atau network yang baik terutama ditingkat tapak juga sangat penting bagi Polhut. Membangun komunikasi yang baik dan bekerjasama dengan masyarakat adalah salah satu jalan menggapai hal tersebut, bagai gayung bersambut Kepala Balai Besar TNLL dalam arahannya juga menyampaikan bahwa hal ini juga didukung oleh pedoman 10 cara baru kelola kawasan konservasi yang diinisiasi oleh Dirjen KSDAE Ir. Wiratno,M.Sc. “salah satu 10 cara baru kelola kawasan konservasi adalah bahwa masyarakat sebagai subyek dalam pengelolaan kawasan konservasi” ujar Jusman. Tentunya kehadiran Polhut yang intens di lapangan adalah “bumbu” utama dalam hal meracik pembangunan network yang baik untuk menuju Polhut yang menjadi garda terdepan mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Di era teknologi dan informasi yang berkembang peningkatan kapasitas SDM Polhut dalam pemanfaatan teknologi dan informasi dipandang sangat penting, seperti menyampaikan hasil kerja petugas di media cetak, elektronik maupun media sosial. “kawan-kawan dilapangan diharapkan mampu mendokumentasikan kegiatan dan menyampaikan agar dapat dipublikasikan sehingga masyarakat dan pemerintah pusat dapat melihat kerja kita serta kita juga bisa mempromosikan potensi keindahan kawasan kita” ujar Kepala Balai Besar dalam arahannya. Media juga dapat menjadi tool untuk mensosialisasikan kebijakan dan aturan yang berlaku sehingga kegiatan pengamanan hutan akan semakin optimal pelaksanaannya terutama dari sisi preventifnya. Sumber : Balai Besar TN Lore Lindu
Baca Berita

Tingkatkan Kekompakan, Balai TN Aketajawe Lolobata Lakukan Family Gathering di Pulau Morotai

Sofifi, 8 Januari 2020. Menjaga etos kerja dan kekompakan dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan pimpinan adalah suatu tantangan tersediri. Begitu juga dengan meningkatkan semangat kerja. Alasan tersebutlah yang membuat, Heri, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengadakan kegiatan family gathering keluarga besar Balai TNAL. “Saya ingin menjaga dan meningkatkan semangat kerja dan kekeluargaan dalam kegiatan family gathering ini”, kata Heri. Kegiatan yang menyenangkan ini disambut baik oleh seluruh pegawai Balai TNAL, tak terkecuali pegawai kontrak. Kepala Balai juga memerintahkan agar seluruh pegawai membawa serta keluarganya. Family gathering dilaksanakan selama 2 hari di Morotai, yaitu pada tanggal 2 – 4 Januari 2020. Perjalanan menggunakan mobil dinas dan 2 bus dari Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara. Dalam perjalanan, rombongan menyempatkan berkunjung di Pantai Kupa-Kupa untuk istirahat makan siang dan berenang di pemandian air panas di Galela. Sebelum melakukan perjalanan ke pulau Morotai, rombongan menginap terlebih dahulu di Tobelo, Halmahera Utara. Hal ini dikarenakan jadwal penyeberangan kapal ferry jurusan Tobelo-Morotai adalah pagi hari, pukul 08:00. Keesokan harinya, setelah sarapan di penginapan, rombongan Balai TNAL tiba di D’Aloha Resort, pulau Morotai sekitar pukul 11:30. Rombongan disambut dengan hangat oleh pengelola D’Aloha Resort dan dipersilahkan untuk makan siang sebelum menuju pulau Dodola. Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju pulau Dodola menggunakan 4 buah speed boat. Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi utama di Morotai yang menjadi 10 Bali Baru. Sampai di pulau Dodola, rombongan berkumpul untuk diberikan penjelasan tentang kegiatan ini oleh panitia acara di Morotai, diantaranya adalah waktu untuk bersenang-senang dan waktu untuk kegiatan fun games yang dapat menambah kebersamaan tim pegawai Balai TNAL. Fun games yang dilaksanakan antara lain tentang kekompakan, kerjasama tim, konsentrasi dan kecepatan dalam menerima perintah. Pemenang fun games adalah tim Balai dan berhak atas hadiah dari Kepala Balai TNAL. Sekitar pukul 18:00, tim family gathering kembali ke D’Aloha Resort untuk istirahat sebelum kegiatan ramah tamah dan renungan pada malam harinya. Sekitar pukul 20:00, seluruh keluarga besar Balai TNAL berkumpul di pantai untuk menikmati makan malam dengan barbeque dan api unggun yang disiapkan oleh pengelola penginapan. Setelah makan malam, acara dilanjutkan dengan pemberian motivasi oleh Kepala Balai dan para pejabat struktural, perkenalan Ibu Dharma Wanita, ramah tamah dan pemberian apresiasi terhadap pegawai TNAL yang berprestasi. Pegawai berprestasi tersebut adalah: Keesokan harinya rombongan melakukan perjalanan wisata ke Museum Perang Dunia II dan Trikora dan wisata Air Kaca sampai pukul 12:00. Pada acara ini juga dilakukan pelepasliaran burung paruh bengkok jenis Kasturi Ternate sub spesies Morotai di air terjun Nakamura sebanyak 5 ekor. Setelah kegiatan tersebut selesai, rombongan keluarga besar Balai TNAL melakukan perjalanan menuju kantor Balai TNAL di Sofifi. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Kunjungan Kaplores Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud, S.Ik, M.H. ke Kantor Balai TN.TBR

Kepulauan Selayar, 08 Januari 2020. Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud, S.Ik, M.H. berkunjung ke Balai TN Taka Bonerate yang didampingi oleh Kasat Polair Kepulauan Selayar Iptu Abd. Rauf bersama KBO Polair Ipda Suhardiman. Beliau diterima langsung oleh kepala balai Faat Rudhianto yang didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah I Tarupa, Raduan di ruang kerja kepala balai. Kunjungan beliau merupakan kunjungan perdana ke kantor Balai TNTBR selama menjabat. Dalam kesempatan ini Kepala Balai menjelaskan tentang pengelolaan TN Taka Bonerate, zonasi taman nasional Taka Bonerate, bentuk gangguan kawasan dan tipikal pelanggaran yang ada di TN Taka Bonerate, dan komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas illegal fishing dan destructif fishing di Kabupaten Kepulauan Selayar, termasuk di TN Taka Bonerate, yang telah disepakati dalam PIAGAM PA'JUKUKANG. Kapolres menghimbau untuk meningkatkan kerjasama penindakan kegiatan illegal fishing dan destructif fishing di dalam kawasan TN Taka Bonerate khususnya, dan mengharapkan Balai TN Taka Bonerate melakukan himbauan terus menerus ke masyarakat sebagai tindakan preventif. "Mari bersama-sama pak Faat, menjaga kawasan taman nasional ini dan tetap terus menghimbau masyarakat tidak melakukan illegal fishing dan destructif fishing" ucap kapolres. Kunjungan silaturahmi berjalan dengan suasana santai dan penuh keakraban. Kepala balai mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres atas kunjungan dan diskusi yang cukup panjang. Sebelum meninggalkan kantor balai, kepala balai menyerahkan 2 lembar peta, Peta Alur Pelayaran, Wisata dan Zonasi Taman Nasional Taka Bonerate ke Kapolres AKBP Temmangnganro Machmud, S.Ik, M.H. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Napak Tilas Perjalanan TN Kepulauan Seribu Tahun 2019

Jakarta, 8 Januari 2020. Setiap tahun berganti, maka akan ada perubahan yang terjadi. Setiap organisasi dituntut untuk mampu beradaptasi atas perubahan yang dibawa oleh pergantian tahun, tak terkecuali Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Adaptasi perlu dilakukan dengan dilandasi atas evaluasi gerak organisasi satu tahun sebelumnya. Capaian target yang diraih, kebijakan yang diputuskan, tantangan yang dilalui, dan permasalahan yang telah diselesaikan sepanjang tahun 2019 merupakan pembelajaran krusial bagi Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Tanggal 3 dan 6 Januari 2020, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan dipimpin oleh Kepala Balai, melakukan evaluasi atas kinerja organisasi termasuk di dalamnya peran setiap pegawai terutama pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan, dan Penyuluh Kehutanan. Evaluasi yang baik berperan sebagai referensi peningkatan pelaksanaan program-program yang akan dijalankan di TN Kepulauan Seribu tahun 2020. Pelaksanaan kegiatan di tiap SPTN, sistem informasi SIMPUL SERIBU dan SIDAK, tata kelola administrasi keuangan, Monitoring Tumbuhan dan Satwa Liar, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Konservasi, pengamanan dan Perlindungan kawasan, Wisata alam dan perolehan PNBP adalah bidang-bidang yang berimplikasi terhadap perjanjian kinerja Balai TN Kepulauan Seribu. Pada tahun 2019, capaian yang diraih antara lain perolehan PNBP naik 98,98% dari target, peningkatan jumlah kunjungan sebesar 131,83%, penyaluran bantuan usaha ekonomi kepada tiga kelompok target, pelaksanaan kerjasama kemitraan, peningkatan realisasi keuangan sebesar 1,25% dan pemanfaatan drone untuk aerial mapping. Hal-hal yang perlu diupayakan peningkatannya adalah mekanisme pemungutan PNBP TN Kepulauan Seribu, penanganan gangguan, peran fungsi SIMPUL SERIBU, penerapan kemitraan konservasi, monitoring TSL berbasis zonasi, dan pengelolaan wisata alam. Peningkatan kinerja Balai TN Kepulauan Seribu bergantung pada semangat dan kinerja pegawainya. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini didatangkan narasumber dari lembaga Keep In Spirit yaitu Bapak Agus Soesilo untuk membantu meningkatkan motivasi kerja pegawai dalam rangka mendukung peningkatan kinerja Balai TN Kepulauan Seribu. Bekerja yang baik perlu didasari atas 3M, yaitu meaning (makna), membership (keanggotaan) dan mastery (keahlian). Para pegawai Balai TN Kepulauan Seribu sudah siap menjalankan program-program tahun 2020 dengan semangat lebih tinggi dan pemikiran yang lebih luas. Terima kasih tahun 2019 atas dinamika dan pembelajarannya. Sumber : Yuniar Ardianti (Penyuluh Kehutanan Balai TN. Kepulauan Seribu)
Baca Berita

Rapat POK dan Pembinaan pegawai, Kepala Balai: Mari Kita Tingkatkan Disiplin

Sofifi, 6 Januari 2020. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mengawali tahun 2020 dengan melaksanakan kegiatan pembahasan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama dengan kegiatan Pembinaan Kepegawaian dan Refleksi Tahun 2019 di Tobelo, Halmahera Utara pada tanggal 2 Januari 2020. Rapat ini dipandu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang kemudian dibuka oleh Kepala Balai TNAL sekaligus memberikan arahan kepada seluruh pegawai Balai TNAL. Dalam arahanannya, Kepala Balai TNAL menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan dan disiplin dalam melaksanakan tugas-tugas di kantor maupun di lapangan. Seluruh pegawai juga diminta untuk menyusun kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. “Di Tahun 2020 ini mari kita tingkatkan disiplin dan semangat kinerja kita bersama”, ucap Heri, Kepala Balai TNAL. Kegiatan pembahasan POK dan pembinaan kepegawaian menghasilkan beberapa kegiatan penting, diantaranya peningkatan kerjasama atau kemitraan konservasi kepada kelompok-kelompok binaan Balai TNAL. Selain itu, Kepala Balai memberikan tenggat waktu kepada para Kepala SPTN dan Koordinator Fungsional untuk memberikan daftar perubahan kegiatan pada saat rapat POK Lanjutan yang akan dilaksanakan di kantor Balai TNAL beberapa hari kedepan. Pada tanggal 7 Januari 2019, Balai TNAL kembali mengadakan kegiatan pemantapan pembahasan POK untuk finalisasi. Beberapa perubahan kegiatan telah disampaikan oleh masing-masing pemangku wilayah, Kepala SPTN dan Koordinator Fungsional. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan adalah festival Aketajawe dan pemilihan kader konservasi sekitar kawasan untuk diikutkan dalam lomba Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2020. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Balai Besar KSDA Sumut Evakuasi Buaya di Kecamatan Natal, Kabupaten Madina

Medan, 7 Januari 2020. Masih diawal tahun 2020, tepatnya pada Jumat, 3 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 wib, warga Desa Sinunukan V, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, berhasil menangkap satu individu Buaya Bekatak atau Buaya Muara (Crocodylus porosus) di seputaran Sungai Kubu. Buaya yang berjenis kelamin betina, berukuran panjang 3,5 meter dan diameter sekitar 60 cm ini, sebelumnya beberapa kali terlihat oleh warga di Sungai Kubu. Setelah berhasil ditangkap, warga kemudian menyerahkan buaya tersebut kepada petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Natal. Tidak berlama-lama, selanjutnya petugas Polsek Natal segera menghubungi Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melalui Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan, untuk melakukan evakuasi buaya tersebut. Pada hari itu juga, petugas Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan mengevakuasi buaya dan menitipkannya di Kebun Binatang Rahmat Zoo & Park di Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sumber: Balai Besar KSDA Sumut (Evrina Rizkia Pohan).
Baca Berita

Tetap Beraktivitas Walau Cuaca Extrem Melanda

Kepulauan Selayar , 08 Januari 2020. Awal tahun baru atau tepatnya pada bulan Januari, angin Muson Barat mulai berhembus kencang. Pada musim inilah Balai Taman Nasional Taka Bonerate mengumumkan untuk menutup sementara kunjungan wisatawan. Meski demikian petugas dalam kawasan tetap siaga dan berjaga seperti biasanya. Melakukan penjagaan, patroli rutin hingga monitoring dan pengecekan bangunan dalam kawasan. Sebab pada musim inilah terjadi kecenderungan peningkatan destructive fishing, dan musim ini juga sering terjadi kerusakan pada bangunan-bangunan. Sering kali atap bangunanlah menjadi sasaran utama amukan angin Muson Barat. Dijumpai diruangan kerjanya, kepala balai Faat Rudhianto menyampaikan bahwa rutinitas teman-teman di dalam kawasan tetap berjalan normal, namun untuk penjagaan dan patroli rutin tetap menjaga kesehatan dan melihat kondisi cuaca demi keselamatan petugas. Seperti halnya yang dilakukan Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional Taka Bonerate Wil. II Jinato, melakukan patroli rutin sekaligus monitoring dan pengecekan bangunan yang ada dalam wilayahnya. Misalnya saja saat mengunjungi Pulau Lantigian, petugas memeriksa keadaan sekeliling pulau dan beberapa bangunan. Di sekitar area bangunan petugas mendapati jejak penyu yg di dalamnya terdapat sarang telur. Setelah diperiksa dan digali, telur penyu diperkirakan berjumlah 80-100 butir. “Dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu, kami tidak berani membawa telur-telur tersebut untuk ditetaskan di sekitar pos jaga. Selain itu, kami juga tidak membawa perlengkapan (ember/baskom) sebagai wadah tempat menyimpan telur selama perjalanan. Jadi kami sepakat telur dibiarkan di tempanya tapi jejaknya dihilangkan dulu.” Ungkap Ajadin Anhar Kares Jinato. Sesuai kesepakatan telur-telur tersebut dibiarkan tetap di tempatnya, menghilangkan jejaknya meratakan dengan permukaan pasir sehingga tidak mudah ditemukan oleh predator, terutama manusia. “Tetap waspada, utamakan keselamatan wahai para pejuang konservasi”. Sumber : Asri – PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

BKSDA Sulawesi Tengah Lakukan Patroli Aktifitas Ilegal didalam Kawasan

Palu, 8 Januari 2020. Balai KSDA Sulawesi Tengah pada hari senin tanggal 6 Januari 2020 mulai berkantor kembali di Balai KSDA Sulawesi Tengah yang bertempat di Jalan Moh. Yamin No. 19 Palu. Apel pagi dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Ir. H.Hasmuni Hasmar, M.Si yang dihadiri oleh seluruh staf Balai dan juga MMP dan MPA yang ada di wilayah kerja Balai KSDA Sulawesi Tengah. Dalam arahannya Ka Balai meminta agar personil lapangan MMP dan MPA meningkatkan pengawasan di masing-masing wilayah kerjanya dengan melakukan kegiatan patroli pengamanan maupun operasi sapu jerat. Pada tanggal 7 Januari 2020 anggota MMP resort Pinjan Tanjung Matop dengan personil yang terdiri dari Saudara Arham, Kiflan, Sulaiman dan Yatno menemukan 10 tali jerat yang dibuat dari bahan nilon, yang akan digunakan untuk menjerat babi hutan dan babi rusa. Jerat-jerat tersebut ditemukan di sekitar kawasan SM Pinjan Tanjung Matop. Anggota MMP kemudian melaporkan kepada kantor Balai letak lokasi ditemukannya jerat ini. Dan pada koordinat yag sama, pada tanggal 8 Januari 2020 tim yang sama juga menemukan adanya indikasi penebangan pohon jenis palapi secara illegal dan setelah dilakukan pengintaian ternyata benar di lokasi tersebut terdapat aktifitas illegal masyarakat berupa pembalakan liar. Berdasarkan temuan tersebut tim langsung mendokumentasikan kegiatan yang ada dan meminta keterangan dari operator chain saw yang ditemukan di lapangan untuk kemudian diproses dan diberikan peringatan lebih lanjut. Sumber : Tim Medsos BKSDA Sulteng
Baca Berita

Karena Alasan Cuaca, Jalur Pendakian Bulusaraung Tutup Sementara Waktu

Pangkep, 8 Januari 2020. Jalur pendakian Gunung Bulusaraug tutup untuk sementara waktu hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Begitulah salah satu penggalan pengumuman yang dikeluarkan oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai pengelola. Bersama Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Dentong, taman nasional berkolaborasi mengelola pendakian Gunung Bulusaraung. KPE Dentong adalah kumpulan pemuda masyarakat Desa Tompobulu. Desa terakhir sebelum memuncak. Beberapa hari sejak memasuki tahun 2020 hujan terus mendera. Informasi terkini dari BMKG memprediksi cuaca buruk akan melanda wilayah Makassar dan sekitar hingga beberapa pekan ke depan. “Hujan dengan intensistas tinggi berpotensi menyebabkan longsor di beberapa titik jalur pendakian Bulusaraung. Pos 3, 4, dan 5 adalah jalur yang rawan longsor,” pungkas Iqbal Abdai Rasyid, Kepala SPTN Wilayah I Balocci. Penutupan ini cukup beralasan. Tak hanya longsor yang mengintai pendaki. Bahaya pohon tumbang juga berpotensi besar. Angin juga bertiup cukup dahsyat beberapa hari terakhir ini di wilayah Sulawesi Selatan secara umum. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung hingga kemudian melayangkan surat resmi penutupan pendakian Bulusaraung pada Senin, 6 Januari 2020. Melalui akun Instagramnya: @tnbabul, menginformasikan penutupan ini dengan mengunggah pengumuman penutupan tersebut. Penutupan ini berlaku sejak Minggu (5/1/2020). Saat dikonfirmasi kepala balai taman nasional membenarkan informasi ini. “Saya minta teman-teman taman nasional menyampaikan pengumuman ini ke khalayak. Saya minta juga KPE Dentong membantu menyebarkan informasi penting ini,” pungkas Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Pendakian Bulusaraung hanya memiliki satu jalur pintu resmi yakni melalui Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep. Pembelian karcis masuk hanya tersedia di loket yang berada di Pusat Informasi Bulusaraung di desa yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (m dpl) itu. Untuk sekali bertandang pendaki cukup merogoh kocek: Rp. 8.000 per orang. Pengelola berharap agar peminat Bulusaraung menahan diri dan mematuhi pengumuman penutupan. “Ini adalah wujud kepedulian kami kepada pendaki. Saya minta teman-teman pendaki bersabar hingga cuaca memungkin untuk kembali mendaki,” pesan Yusak. Penutupan jalur pendakian ini juga menjadi harapan pengelola agar alam memulihkan diri untuk sementara waktu. Gunung yang memiliki ketinggian 1.353 m dpl ini menjadi favorit pendaki yang berada di wilayah Makassar dan sekitarnya. Meski tak terbilang ekstrim mendaki Bulusaraung tetap harus memiliki persiapan cukup. Apalagi saat cuaca yang kurang bersahabat. Jalur pendakian Bulusaraung memiliki 9 Pos. Pos 10 adalah puncak Bulusaraung. Untuk mendirikan tenda tersedia area kemah di Pos 9. Pos 1 sampai Pos 5 memiliki medan yang cukup menantang. Menanjak tajam dan jalurnya sempit. Setiap pos tersedia gasebo untuk beristirahat. Melepas dahaga dengan sajian hijaunya hutan yang mengurumuni pegunungan ini. Mendaki di Bulusaraung menarik karena pendaki tak terpapar langsung sinar matahari. Rimbun vegetasi sepanjang jalur menaungi. Sesekali suara burung yang bertengger di dahan pohon bersiul menyambut pendaki. Kupu-kupu dan serangga lain hilir mudik memamerkan sayap cantiknya. Membuat pendakian tak terasa. Begitu sampai di Pos 5, pendaki bisa mencari spot untuk menikmati pemandangan permukiman Desa Tompobulu dari ketinggian. Rumah-rumah beratap seng berwarna coklat karena termakan karat berjejer rapi. Petak-petak sawah berukir indah tampak mengelili desa. Ujung horizon berjejer rapi gunung berpadu bukit seperti tersamar dari kejauhan. Bagi yang beruntung kuskus beruang (Ailurps ursinus) dan monyet hitam sulawesi (Macaca maura) kadang menyapa pendaki. Cukup seru menyaksikan tingkah mereka beraktivitas di habitatnya. Saat menempuh pendakian dari pos 5 ke pos 9 perjalanan lebih mudah. Lebih datar dan hawa pengunungan sudah begitu terasa. Sejuk tak terkira. Kiri-kanan terhampar pepohonan yang megah dengan lumut menyelimutinya. Tiba di Pos 9 pendaki bisa langsung mendirikan tenda. Beristirahat sejenak dengan hiburan suara-suara khas serangga penghuni hutan. Saat menjelang terbenam matahari para pendaki kemudian berbondong-bondong menuju puncak Bulusaraung. Menikmati panorama alam yang memukau. Hamparan lanskap Makassar dengan tunggak-tunggak gedungnya berselimut langit jingga. Dari puncak gunung ini juga tersaji hamparan panorama khas berupa tunggak bukit karst yang membentang dari Pangkep hingga ke Maros. Luas menghapar, tampak unik karena sulit menemukan panorama yang sama di nusantara. Pendakian Bulusaraung menerapkan nol sampah – zero waste – saat mendaki. Petugas di loket akan memeriksa barang bawaan pendaki. Mencatat barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah. Karenanya pendaki dihimbau untuk membawa kembali sampah mereka saat turun gunung. Saat turun gunung Satuan Tugas Bulusaraung akan kembali mengecek barang bawaan pendaki. Memastikan tak ada sampah yang ditinggalkan di gunung. Jika menemukan ketidak sesuai yang mengindikasikan sampah tertinggal di gunung maka denda berlaku. Ketentuan ini telah tertuang dalam Standard Operational Prosedure Pendakian Bulusaraung. Karenanya kurangilah membawa bekal yang berpotensi menimbulkan sampah saaat hendak mendaki Bulusaraung. Bawalah kembali sampah Anda agar alam tetap asri. Semoga cuaca kembali bersahabat hingga para penikmat nuansa alam bisa kembali merasakan serunya mendaki Bulusaraung. Buatlah persiapan matang dan kurangilah membawa bekal berpotensi sampah. Sumber: Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Refleksi Tahun 2019 Menuju Balai KSDA Yogyakarta yang Lebih Baik di Tahun 2020

Yogyakarta 7 Januari 2020, Mengawali tahun 2020 jajaran struktural dan staf Balai KSDA Yogyakarta berkumpul Bersama di Pandanaran Resto, Rejosari, Sleman. Agenda hari ini ditujukan untuk pembinaan pegawai dan menyamakan presepsi bersiap-siap melaksanakan kegiatan 2020. Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh seluruh pegawai yang berjumlah 93 orang. Dipimpin langsung Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi, kegiatan ini dibuka dengan refleksi terhadap kinerja Balai KSDA Yogyakarta selama tahun 2019. Beberapa hal yang menjadi catatan dari hasil refleksi kinerja Balai KSDA Yogyakarta tahun 2019 antara lain perlunya untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekitar kawasan, dan di sini resort konservasi wilayah memegang peranan penting sebagai ujung tombak komunikasi tersebut. Wahyudi juga mengingatkan agar pegawai Balai KSDA Yogyakarta tidak terjebak di dalam zona nyaman. “Teman-teman BKSDA Yogyakarta harus bisa mengemplementasikan arahan Bapak Dirjen KSDAE - Putting Spirit in Your Work dengan berupaya meletakan spirit di dalam setiap pekerjaan dan pelaksanakan pekerjaan dengan penuh kesadaran. Teman-teman tidak boleh bekerja sendiri, harus bisa membangun jejaring kerja dalam mengelola kawasan konservasi.” tutur M. Wahyudi Lebih lanjut, M. Wahyudi menyatakan “Di tahun 2020 hendaknya kita bisa berubah menjadi lebih baik, perubahan ke arah lebih baik ini yang akan membawa kemajuan bagi Balai KSDA Yogyakarta terlebih lagi didukung dengan tenaga-tenaga SDM yang kompeten.” jelasnya. Dalam acara ini dibacakan SK penempatan personil Balai KSDA Yogyakarta yang merupakan bagian dari penyegaran pegawai dan momentum pembelajaran bagi seluruh pegawai agar lebih memahami seluruh kawasan konservasi di DIY. Dengan demikian diharapkan setiap pegawai akan selalu siap ditempatkan dimana saja. Sumber : BKSDA Yogyakarta

Menampilkan 4.209–4.224 dari 11.140 publikasi