Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Koordinasi antar Stakeholders Tingkatkan Pariwisata di Sumba

Waikabubak, 14 Januari 2020. Pulau Sumba sebagai kawasan wisata sudah tidak diragukan lagi, bahkan pada tahun 2018 Pulau Sumba dinobatkan Pulau Terindah di Dunia dari sebuah majalah terbitan Jerman. Namun, penobatan itu tidak serta merta meningkatkan kunjungan wisata di pulau tersebut. Dalam hal meningkatkan kunjungan wisata ke Pulau Sumba, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat sebagai pemangku kawasan, beserta seluruh stakeholders mengadakan rapat koordinasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sumba Barat menjadi co-host sebuah exhibition besar Bali and Beyond Travel Fair 2020 yang akan berlangsung pada bulan Juni. Disparbud mengundang stakeholders pariwisata seperti asosiasi penginapan, rumah makan, travel agent, dan pengelola kawasan wisata termasuk Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Disparbud meminta kepada seluruh stakeholders untuk urun rembuk menyusun rencana tampilan apa yang akan dipamerkan sehingga kunjungan pariwsata ke Sumba dapat meningkat. Balai TN Matalawa hadir dalam rapat koordinasi ini yang diwakili Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc. Balai TN Matalawa akan mendukung secara penuh kegiatan ini dengan memberikan materi-materi promosi wisata di kawasan TN serta mempersiapkan sarana-prasarana pendukung bagi kelancaran kunjungan wisatawan nantinya. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Penghargaan dan Hadiah sebagai Reward atas Kinerja tahun 2019

Ende, 13 Januari 2020. Masih dalam semangat awal tahun baru 2020, senin 13/1 bertempat di ruang rapat Atabupu, Balai TN Kelimutu mengadakan Rapat Evaluasi Kegiatan Tahun Anggaran 2019 dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2020.. Pertemuan ini dihadiri Kepala Balai TN Kelimutu, Kepala Subbag Tata Usaha, Kasie PTN Wil. 1 Moni, Kasie PTN Wil. 2 Detusoko, seluruh Koordinator Urusan dan Resort lingkup Balai TN Kelimutu. Dalam pertemuan ini pula Balai TN Kelimutu memberikan penghargaan dan hadiah sebagai reward atas kinerja selama tahun 2019 untuk unit/ personil terbaik yang pada tahun ini jatuh pada Resort Nduaria, SPTN 1. Diharapkan dengan penghargaan ini menjadi penyemangat untuk lebih meningkatkan kinarja bagi Resort Nduaria maupun resort2 yang lain. Semoga dari kegiatan ini menjadi langkah awal untuk capaian kinerja pengelolaan TN Kelimutu yang lebih baik lagi di tahun yang baru ini. Sumber: Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Without Forest, We Are Nothing

Kotawaringin Barat, 13 Januari 2020. Taman Nasional Tanjung Puting kedatangan tamu penting. Bukan, bukan tamu. Tepatnya salah satu figur penting bagi konservasi di Indonesia. Kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting menjadi rangkaian penutup pada acara peringatan HUT Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Ke-73 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Kegiatan peringatan di Pangkalan Bun diawali dengan melakukan Ziarah tabur bunga di makam Wakil Ketua BPK RI periode 2004-2009, H. Abdullah Zainie, lalu dilanjutkan dengan mengunjungi Pondok Tanggui dan Tanjung Harapan, Resort Pesalat, Taman Nasional Tanjung Puting. Ikut hadir dalam rangkaian acara tersebut Bapak Dirjen KSDAE KLHK, Ir. Wiratno, M.Sc yang mendampingi Anggota IV BPK-RI Ibu Ir. Isma Yatun, MT. beserta jajaran pejabat tinggi otoritas pemeriksa keuangan di Indonesia tersebut. "Without Forest, We Are Nothing", demikian pungkas Ir.Wiratno, M.Sc, Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan selepas rangkaian kunjungan ke Resort Pesalat, TNTP. "Tanpa hutan kita bukan apa-apa", kalimat kunci yang keluar dari Pak Wir, -begitu beliau biasa disapa- sangat dalam maknanya. Fitrah hutan sebagai sumber kehidupan selayaknya juga bisa menjadi sumber penghidupan bagi manusia yang sangat berkelanjutan. Masyarakat yang hidup di sekitar kawasan konservasi dengan seluruh adat dan budayanya semestinya menjadi subyek penting pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Penghargaan atas hak hidup dan mendapat penghidupan dari kawasan konservasi secara tidak langsung akan melindung kawasan itu sendiri. Pak Wir menjadikan hal tersebut sebagai salah satu strategi dan cara baru dalam pengelolaan kawasan konservasi Indonesia. Pada kunjungan kemarin, Rombongan Dirjen KSDAE dan Anggota IV BPK-RI yang di tingkat daerah juga didampingi Sekretaris Daerah Propinsi Kalteng, Kepala Balai TNTP, Kadis Pariwisata Propinsi dan Kabupaten, memberikan banyak saran dan masukan membangun untuk optimalnya pengelolaan Taman Nasional Tanjung Puting ke depan setelah mengunjungi dan melihat langsung pemberian pakan Orangutan, di Pondok Tanggui, serta meninjau sarana prasarana pendukung wisata alam yang tersedia di Resort Pesalat. "Orang-orang sudah biasa ke obyek semacam Candi Borobudur, tetapi belum banyak mengenal destinasi bagus seperti Tanjung Puting ini, sehingga sarana pendukung kunjungan bagi orang yang datang harus diupayakan berstandar dunia, dengan manajemen pengelolaan yang berkelanjutan", demikian poin dari interaksi Ibu Isma Yatun bersama rombongan disela rehat sejenak di Pondok Tanggui Terima kasih telah berkenan berkunjung dan memberikan banyak input yang membangun, Pak Wir dan Bu Isma. Semoga Tanjung Puting tetap bisa berperan sebagai sumber kehidupan yang menjadi keran penghidupan, "Semoga Hutan Tetap Lestari, dan Masyarakat Selalu Sejahtera". Sumber: Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Baca Berita

Cara Kepala Balai Besar KSDA Riau Memompa Semangat Strukturalnya

Pekanbaru,13 Januari 2020 Dipagi yang cerah seluruh struktural Balai Besar KSDA Riau berkumpul di ruang Kepala Balai Besar KSDA Riau. Sudah menjadi kebiasaan, setiap Senin pagi, jika tidak sedang bertugas dinas luar kota Bapak Suharyono selalu mengumpulkan jajaran strukturalnya untuk mengevaluasi dan menanyakan rencana kerja selanjutnya tiap-tiap bagian atau bidangnya dan tentu saja tak lupa memberi arahan, petunjuk dan memompa semangat jajaran strukturalnya. Cara koordinasi dirasa mampu meningkatkan capaian kerja di internal Balai Besar KSDA Riau, dengan bertatap muka secara langsung, selain membahas hal-hal yang bersifat tugas pokok, tentu akan meningkatkan kedekatan emosional lebih baik, sehingga keharmonisan keluarga Balai Besar KSDA Riau tetap terjaga. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Entry Meeting Pendampingan Persiapan Audit BPK RI

Jember, 14 Januari 2020. TN MerBeti bersama tim Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Itjen KLHK) melaksanakan Entry Meeting Pendampingan Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan 2019 BPK-RI. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Balai TN MerBeti yang diikuti oleh Kepala Balai TN MerBeti Maman Surahman, S.Hut., M.Si., KSBTU, Pengelola Keuangan dan Staf Balai. Dalam sambutannya Kepala Balai TN MerBeti menyampaikan agar setiap pegawai TN MerBeti kooperatif dan mempersiapkan segala kebutuhan dokumen yang akan menjadi fokus untuk pemeriksaan BPK RI, selain itu Kepala Balai TN MerBeti juga menyampaikan apresiasi kepada tim Itjen KLHK terkait langkah awal persiapan pemeriksaan BPK RI. Menurut tim Itjen KLHK fokus audit BPK RI pada aspek-aspek yang beresiko dalam rangka memperoleh keyakinan yang memadai mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan dalam penentuan opini. Beberapa hal penting yang menjadi perhatian dalam audit BPK RI adalah Belanja Barang dan Persedian, Belanja Modal dan Aset Tetap,PNBP dan Piutangnya. Terkait hal tersebut fokus pendampingan oleh tim Itjen KLHK kali ini adalah pertanggungjawaban keuangan, Belanja Modal, BMN, Barang Persediaan, PNBP, Belanja Barang Bantuan dan tindak lanjut beberapa temuan Itjen. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan selama mulai tanggal 14 sampai dengan 18 Januari 2020. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Petugas Resort Siak Mendampingi Tamu ke Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 11 Januari 2019. Petugas Resort Siak melakukan tugas pendampingan lapangan ke dalam kawasan Taman Nasional Zamrud, yang berada di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Rombongan yang berasa dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten. Siak, LTKL, Agrapana, Spedagi dan Perkumpulan Elang, melakukan kunjungan dan berkeliling kawasan Taman Nasional dengan menggunakan perahu kecil atau pompong yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan. Kegitan rombongan selama berada didalam kawasan meliputi mengelilingi kawasan danau , kunjungan ke pondok nelayan (Ibu Carsini) di Danau Zamrud, dan bincang - bincang tentang kawasan dan keberadaan nelayan danau Zamrud. Diharapkan keasrian danau Zamrud dan kearifan nelayan lokal yang telah ada sebelumnya dapat terjaga dengan baik sebagai salah satu ragam keistimewaan wisata di Taman Nasional tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelantikan Kepala Resort, Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata: “Saya Percaya Kalian Punya Kapasitas dan Kemampuan”

Sofifi, 13 Januari 2020. Reorganisasi bagi suatu instansi memang penting dalam pengembangan instansi tersebut. Oleh karenanya, dalam melakukan peningkatan kinerja dan melaksanakan amanah 10 Cara Kerja Baru KSDAE, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) melakukan rolling penempatan pegawai dan menunjuk Kepala Resort yang baru. Pembacaan SK Penempatan Pegawai dan Penunjukan Kepala Resort tahun 2020 dilaksanakan pagi tadi (13/01) saat apel rutin hari Senin. Penunjukan Kepala Resort yang baru juga merupakan pemberian apresiasi dari Balai TNAL kepada pegawainya. “Penunjukan Kapala Resort merupakan apresiasi kepada teman-teman, kita memilih teman-teman juga bukan sembarang, kita menempatkan (Kepala Resort) berdasarkan kapasitas”, kata Kepala Balai TNAL dalam arahannya. Kepala Balai juga berharap dengan struktur yang baru ini dapat menyelesaikan tugas-tugas minimal pada Resort masing-masing. Kepala Resort yang di lantik sebanyak 8 (delapan) orang, yang semuanya adalah pejabat fungsional Polisi Kehutanan. “Teman-teman (Kepala Resort) silahkan berlomba-lomba menunjukkan kinerja yang positif dengan ciri khas Resort masing-masing dan tidak hanya bidang jasa pariwisata saja, tetapi bidang perlindungan dan pengawetan”, tutup Kepala Balai. Setelah pelantikan selesai, Kepala Resort mendapatkan ucapan selamat dari pejabat struktural dan seluruh pegawai yang hadir dalam apel pagi tersebut. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Kepala Balai Besar KSDA Riau dan Pejabat Eselon III Hadiri Acara Penanaman di Markas POLDA Riau

Pekanbaru, 10 Januari 2020. Kepala Balai Besar KSDA Riau bapak Suharyono beserta para pejabat Eselon 3 mengikuti kegiatan penanaman pohon yang diselenggarakan Polda Riau di Mapolda Riau, Jalan Patimura, Kota Pekanbaru. Acara dihadiri oleh Gubernur Riau yang diwakili Wakil Gubernur, Edy Natar Nasution dan para pejabat lingkup Prov. Riau lainnya. Dalam sambutannya Kapolda Riau, bapak Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia di lingkungan Polri sebagai wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan. Kepala Balai Besar KSDA Riau menyampaikan apresiasi yang sebesar besarnya atas upaya yang dilakukan Polri beserta jajarannya. “Wah., Polri aja peduli lingkungan, masa kamu tidak sih?” tutur bapak Suharyono. Himbauan menanam pohon kepada seluruh warga untuk kelangsungan kehidupan kita dan anak cucu kita. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Diskusi Awal Tahun Menuju Good Governance Balai TN Bogani Nani Wartabone

Kotamobagu, 11 Januari 2020. Awal tahun 2020, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) rutin mengawalinya dengan rapat awal tahun di aula kantor Balai. Rapat kali ini membahas berbagai macam rencana aksi dan masalah yang di hadapi tahun 2020 untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang lebih baik. Rapat diikuti oleh seluruh ASN dan Tenaga kontrak TNBNW yang tersebar dari 3 Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN), mereka sangat antusias mengikuti rapat perdana awal tahun 2020 hal ini terlihat dalam pelaksaan rapat yang di mulai jam 09.00 dan berakhir sampai malam jam 21.30 akan tetapi tetap setia mengikuti rapat. Diskusi yang menarik tentang pembahasan dengan di sertai adu argumentasi untuk arah perbaikan yang positif dan konstruktif namun tetap dalam suasana hangat. Point pembahasan Dalam rapat adalah terkait rencana besar kegiatan pengelolaan kawasan berbasis RBM (Resort Based Management), dengan mengadopsi 10 cara baru kelola kawasan konservasi yang di gagas oleh Dirjen KSDAE dimana Resort di jadikan ujung tombak pembaharuan konservasi dalam pelaksaan tugasnya. Kemudian di lanjutkan dengan pembahasan rencana bidang teknis yaitu, PEH (Pengendali Ekosistem Hutan), kemudian Polhut, Penyuluh dan dukungan Tata Usaha Balai. Selain kegiatan tersebut tidak lupa dilaksanakan pembahasan anggaran DIPA Tahun 2020, dengan melakukan prinsip anggaran yang transparan dan akuntabel maka diharapkan dapat memenuhi prinsip penerapan pemerintahan yang baik " good governance" sehingga tidak ada lagi sistem anggaran siluman. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kekompakan, saling percaya, soliditas dan kerjasama personil Balai TNBNW sehingga menciptakan iklim yang baik dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari - hari. ASN dan tenaga kontrak harus memiliki inovasi dalam bertugas untuk menciptakan daya saing yang mampu berkompetitif di tengah perubahan jaman yang begitu cepat ujar Supriyanto Kepala Balai TNBNW. Sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari - hari dalam mewujudkan daya saing menuju indonesia maju. Dalam Akhir sambutannya, Supriyanto kepala balai TNBNW memberikan penutup bahwa tidak ada yang mampu melawan arus perubahan tetapi harus menerima perubahan dari sisi yang positif sehingga akan menjadi manusia yang unggul sebagai pemenang. Sumber: Aris Udi Raharjo - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Belajar Mengajar di Sekolah Lipu Sumbol Hutan Adat Wana Posangke

Sabtu, 11 januari 2020. Seksi Konservasi wilayah II Poso, KPHK Morowali yang diwakili Tenaga Pendamping Balai KSDA Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Lipu Sumbol Hutan Adat Wana Posangke. Kegiatan belajar mengajar tersebut dilakukan bersama dengan komunitas arsitek hijau Univ. Parahyangan Bandung dan komunitas jelajah edukasi Morowali Utara. Selain kegiatan belajar calistung (baca tulis hitung) disisipkan pula kegiatan bermain (games) yang bersifat menanamkan sifat kerjasama dan gotong royong sesama murid, serta tak ketinggalan tim pengajar memperkenalkan lagu-lagu nasional kepada anak-anak suku wana tersebut. Dengan diperkenalkannya lagu-lagu nasional tersebut, diharapkan akan tumbuh rasa nasionalisme dan rasa cinta mereka terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia. Kegiatan belajar mengajar kemudian ditutup dengan liwetan bersama tim dan anak-anak sekolah lipu sumbol agar keakraban semakin terjaga. Sumber: Tim Medsos BKSDA Sulteng
Baca Berita

Evaluasi 2019 dan Distribusi Anggaran 2020 Lingkup BKSDA Kalsel

BANJARBARU, 10 JANUARI 2020 – “Kegiatan Balai KSDA Kalimantan Selatan jangan hanya selesai sampai pencapaian target output saja, akan tetapi harus tercapai sampai pada tahap outcome yakni ada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat”, pesan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dalam rapat expose dan distribusi anggaran tahun 2020 serta evaluasi pelaporan tahun 2019 di ruang rapat kantor Balai KSDA Kalimantan Selatan pada hari Jumat, tanggal 10 Januari 2020. Acara dihadiri oleh KSBTU, Kepala SKW I, II dan III, Kepala Resort, Koordinator urusan Balai, Koordinator urusan teknis dan perencanaan SKW dan Urusan program dan anggaran. Mahrus memerintahkan segenap Kepala SKW dan Koordinator untuk merencanakan kegiatan di tahun 2020 dengan baik sehingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan agar tidak ada penumpukan kegiatan pada akhir tahun. Apabila terdapat kendala terkait kebijakan dan persetujuan dari Pusat agar segera menginformasikannya dan akan langsung ditindaklanjuti ke pusat, tambah Mahrus. Pada tahun anggaran 2020 Balai KSDA Kalimantan Selatan mendapatkan mandat anggaran sebesar Rp21.776.609.000,- (Dua Puluh Satu Milyar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Enam Ratus Sembilan Ribu Rupiah) yang terbagi dalam 12 (dua) belas output antara lain, 1) Layanan Dukungan Manajemen Eselon I, 2) Layanan Sarana dan Prasarana Internal, 3) Layanan Perkantoran, 4) Luas Kawasan sebagai penyediaan Data, Informasi dan Rencana Konservasi Nasional didalam Kawasan Konservasi, 5) Dokumen Pemolaan Kawasan Konservasi, 6) Luas area Kawasan Konservasi yang ditangani permasalahannya, 7) Jumlah Desa yang mendapatkan akses pengelolaan Kawasan Konservasi dan Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif, 8) Jumlah Kawasan Konservasi yang ditingkatkan Efektivitas Pengelolaannya, 9) Luas kawasan yang diverifikasi sebagai Perlindungan Keanekaragaman Spesies dan Genetik TSL, 10) Jumlah Destinasi Wisata Alam yang disiapkan sebagai lokasi kunjungan, 11) Luas Kawasan sebagai penyediaan Data, Informasi dan Rencana Konservasi Nasional di luar Kawasan Konservasi, 12) Jumlah Kawasan Ekosistem Esensial yang ditingkatkan Efektivitas Pengelolaannya. Sebagai penutup Mahrus menyampaikan terima kasih kepada semua pegawai yang sudah bekerja keras, cerdas dan tuntas sehingga tahun 2019 temuan BPK RI minimal dan serapan anggaran 98,58% diatas target. Meminta agar seluruh pegawai selalu menjaga kekompakan dalam bekerja dan tertib administrasi keuangan maupun pelaporan. Bersama prinsip Gerak CTM (Cepat, Tepat dan Manfaat) Insya Allah tahun 2020 kita bisa lebih baik. Amin. (ryn) Sumber: Prawira Aditya Rahman, S.E (Staf BKSDA Kalsel)
Baca Berita

Pelatihan Pengembangan Alternatif Ekonomi

Cianjur, 8 Januari 2020 - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bekerjasama PT. Tirta Investama Plant. Cianjur menyelenggarakan pelatihan pengembangan budidaya jambu kristal bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Binaan. Kegiatan ini diselenggarakan Rabu, 8 Januari 2020 di Kantor Resort PTN Tegallega, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) kerjasama kedua lembaga yang sudah terjalin sejak tahun 2015 ini. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 20 (dua puluh) orang angghota Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan yang berada di Kampung Loji Kolot, Desa Tegallega, Kecamatan Warung Kondang dan Kampung Bunikasih, Desa Kebon Peuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang membangun alternatif usaha ekonomi yang akan dilakukan oleh KTH. Kepala Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Johanes Wiharisno mewakili kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur menyampaikan bahwa agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan diadakannya pelatihan ini. Pelatihan pengembangan alternatif ekonomi ini sangatlah penting untuk memotivasi bagaimana masyarakat memiliki usaha yang menjanjikan dan bernilai ekonomi tinggi. Pemilihan pelatihan budidaya jambu kristal ini berdasarkan hasil identifikasi potensi desa dan perencanaan partisipatif usaha kelompok. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini kelompok dapat memiliki produk usaha unggulan yang berkualitas dan menjadi ciri khas kelompok masyarakat atau desa setempat. Sementara itu, Juhri Julfikar yang lebih dikenal dengan panggilan akrab “Arba” salah satu pakar jambu kristal dan juga petani/ pengusaha sukses menyampaikan materi pelatihan tentang teknis budidaya, pemasaran, hingga omset usaha. Dia juga menyatakan bahwa, Desa Tegallega dan Desa Kebon Peteuy sangat potensial dalam pengembangan budidaya jambu kristal yang saat ini . prospeknya menggiurkan. Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan itu. “Pentingnya suatu produk usaha unggulan kelompok masyarakat sangat dipengaruhi oleh keseriusan kelompok dalam membangun dan merawat usahanya” tutur Arba. Heni, salah satu peserta pelatihan yang merupakan anggota KTH Loji Kolot Sejahtera menyampaikan, “terimakasih kepada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan PT. Tirta Investama (Aqua – Cianjur) telah membantu mengadakan pelatihan kepada masyarakat, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mewujudkan usaha kelompok masyarakat, alternatif usaha budidaya jambu kristal diharapkan dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Loji Kolot Sejahtera dan KTH Bunikasih adalah kelompok yang beranggotakan masyarakat sekitar kawasan TNGGP. KTH tersebut diharapkan menjadi pionir dalam mewujudkan peran serta masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan TNGGP. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Febriyani – Penyuluh Kehutanan
Baca Berita

Rapat Besar Balai TN Taka Bonerate Untuk Pembahasan RPK 2020

Kepulauan Selayar, 10 Januari 2020. Beberapa hari terakhir ini setiap Koordinator Fungsional atau bidang keteknisan mengumpulkan personilnya untuk membahas bersama rencana waktu, maksud, tujuan, sasaran, ruang lingkup, output kegiatan, metoda, teknis pelaksanaan, dan personil yang terlibat dalam pembahasan yang dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Kegiatan. Hari ini (09/01) rapat besar pemaparan materi Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Balai TN Taka Bonerate. Rencana Pelaksanaan Kegiatan bertujuan untuk mensinkronkan pelaksanaan kegiatan dengan perencanaannya, mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya kegiatan, mengetahui siapa saja yang terlibat, mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya, memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan, sebagai alat deteksi hambatan yang akan ditemui serta mengarahkan pada pencapaian tujuan. Rapat penyajian RPK ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Faat Rudhianto yang didampingi oleh Kepala Sub Tata Usaha Usman. Bertempat di ruang rapat Balai TN Taka Bonerate dihadiri oleh seluruh pejabat Fungsional PEH, POLHUT dan Penyuluh Kehutanan, Kepala SPTN Wil.I dan II, Kepala Resor, dan seluruh staf Balai TN Taka Bonerate. "Hari ini kita berkumpul untuk mendengarkan paparan atau penyajian RPK masing-masing penanggungjawab, baik per supporting unit, ketatausahaan, SPTN dan fungsional tertentu, bagaimana rencana pelaksanaan kegiatan atau TOR yang teman-teman susun, apakah itu rencana waktu, metoda, pembahasan, lokasi, dll sudah sesuai ketentuan, dapat dilaksanakan dengan benat dan dirasakan mamfaatnya". ujar Faat Rudhianto memulai rapat Ada 3 RPK yang dipaparkan dari fungsional POLHUT, 7 RPK dari fungsional Penyuluh dan 11 RPK dari fungsional PEH. Untuk kesempatan perdana dari fungsional POLHUT menyajikan RPK kegiatan-kegiatan yang berupa kegiatan perlindungan terdiri dari Patroli Gabungan, Patroli Fungsional Perairan, Patroli bersama MMP. Sajian RPK dari Fungsional POLHUT dibawakan oleh Koordinator POLHUT Balai TN Taka Bonerate, Fahmi Syamsuri. "Sesuai rapat intern di Polhut bahwa rencana kegiatan Polhut akan aktif mulai pada bulan Januari ini." Ujar Fahmi Syamsuri. Lanjut Fahmi menyampaikan bahwa setiap Kepala Resort (Kares) akan menjadi Ketua Tim pelaksana kegiatan dengan memaksimalkan aplikasi pendukung pencatat mobile "Smart Patrol" yang memudahkan teman pencatatan observasi patroli dan pengumpulan database. Setelah POLHUT menyajikan RPK, dilanjutkan oleh fungsional PEH yang disajikan oleh Koordinator PEH Balai TN Taka Bonerate, Saleh Rahman. "Ada beberapa kegiatan yang berulang jadi kami akan lebih fokus sajikan RPK yang kegiatan baru dilaksanakan tahun 2020 ini." Saleh Rahman memulai presentasi. Tahun ini ada 11 kegiatan utama yang akan dikerjakan di bidang keteknisan PEH dengan aktif melaksanakan kegiatan dimulai bulan Februari. Dengan 5 kegiatan yang baru dilaksanakan tahun 2020 ini. Penyaji terakhir dari fungsional Penyuluh dengan memaparkan 7 RPK yang terdiri 4 kegiatan baru dan 3 kegiatan berulang. Sajian RPK diawali dari kegiatan Inventarisasi dan Verivikasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dibawakan oleh Koordinator Penyuluh Balai TN Taka Bonerate, Asep Pranajaya. Sajian RPK selanjutnya disampaikan oleh Syamsuriani untuk kegiatan Pengembangan Usaha Ekonomi dan Bina Cinta Alam. Kemudian dilanjutkan paparan RPK Peningkatan Kapasitas MDK (Model Desa Konservasi) oleh Irvandi Aznur. Setiap penyajian RPK per fungsional langsung dibuka sesi tanya-jawab dan masukan-masukan untuk memantapkan kegiatan-kegiatan di tahun 2020. Di penghujung rapat kepala balai berpesan agar memperhatikan secara cermat dan benar-benar setiap kegiatan, baik secara teknis maupun secara administrasi, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Kabar Viral Tentang Adanya Vidio Jejak Harimau Sumatera

Pekanbaru, 10 Januari 2020- Kabar viral tentang adanya vidio jejak Harimau Sumatera di PT Darmali, Kel. Balai Makam, Kec. Batin Solapan, Kab. Bengkalis, menghebohkan warga sekitar. Setelah mendapatkan informasi dari Kepolisian setempat, Balai Besar KSDA Riau menurunkan tim untuk mencari kebenaran dari berita yang beredar. Atas perintah Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono, Rabu, 08 Januari 2020, Tim yang beranggotakan 4 orang bergerak ke pihak PT. Darmali. Koordinasi dan pengecekan lapangan dilakukan bersama dengan komandan regu Security PT. Darmali, bapak Jumari. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di areal PT. Darmali tersebut, bahkan pihak PT. Darmali menyampaikan bahwa tidak mengetahui adanya video viral di daerah kerja mereka. Jejak dimaksud merupakan jejak Tapir yang sering melintas di kawasan PT. Darmali. Setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya, selanjutnya tim menghimbau kepada pihak PT. Darmali dan masyarakat sekitar agar tetap tenang dan jangan khawatir yang berlebihan terkait informasi yang beredar. BBKSDA Riau menginformasikan, bahwa jejak tapak kaki Harimau sumatera dan jejak Tapir hampir sama. Bahkan jejak Harimau sumatera dan jejak Anjing memiliki banyak kesamaan, hanya saja diujung jejak Anjing terdapat bagian yang meruncing dan ukurannya lebih kecil. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

TN Aketajawe Lolobata Jadi Bintang Tamu Talkshow Konservasi di Radio Insania FM

Sofifi, 10 Januari 2020 - Mengawali promosi kegiatan di awal tahun 2020 Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menjadi bintang tamu talkshow bersama Walhi di radio Insania FM, di Ternate. Talkshow ini dimulai pada pukul 09:00 s.d 10:00 WIT hari ini (10/01) dan dipandu oleh host dari Insania FM. Talkshow ini disiarkan secara langsung atau on air dengan tema “Biru Langitku, Hijau Bumiku” yang terbagi dalam 3 (tiga) sesi. Acara ini dilaksanakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Indonesia tanggal 10 Januari. Sesi pertama berisi pandangan tentang berbagai bencana yang terjadi di negara kita beserta bagaimana pencegahannya. Sesi kedua tentang peran dari masing-masing instansi Balai TNAL dan Walhi. Pada sesi terakhir, masing-masing menceritakan tentang program atau kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Pada saat talkshow, Heri, Kepala Balai TNAL, memberikan gambaran tentang kawasan TNAL beserta perannya untuk masyarakat sekitar. Diantara kegiatan yang telah dilaksanakanakan pada tahun 2019 adalah kemitraan berbasis konservasi dan pemberian akses kepada masyarakat dalam mengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Selain itu, Heri juga memaparkan rencana kegiatan di tahun 2020, diantaranya adalah upaya penyelamatan burung paruh bengkok milik Maluku Utara dengan pemantapan program Suaka Paruh Bengkok (SPB) di Desa Koli, Kecamatan Oba, peningkatan kemitraan konservasi, dan kegiatan unggulan itegrasi perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan lainnya. Bintang tamu dari Walhi, yaitu Ahmad Rusdi yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Walhi Maluku Utara juga mengutarakan program-program yang sedang dilaksanakan. Program tersebut diantaranya adalah advokasi dan isu terkait perubahan iklim. Sebagai penutup, Kepala Balai TNAL mengatakan bahwa, “Bekerja di dunia konservasi harus ikhlas dan cerdas, karena berhubungan dengan berbagai pihak dan berbagai kepentingan”. “Balai TNAL nanti akan turut mendukung pemerintah Provinsi Maluku Utara di bidang pengembangan wisata, yaitu dengan mendukung kegiatan Festival Aketajwe”, tutup Heri. Rencana kegiatan festival tersebut ddalah aalam rangka promosi TNAL sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Maluku Utara. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra (Polhut) - Balai TN. Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Pembangunan Habituasi Bekantan TWA Pulau Bakut

Batola, 9 Januari 2020 – Sebagai bagian implementasi dari Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan PT Adaro Indonesia yang telah dituangkan pada Rencana Pelaksanaan Program Periode Tahun 2019 – 2023. Berdasarkan Rencana Kerja Tahunan 2020 akan dibangun beberapa fasilitas sarana prasarana guna mendukung pengembangan pariwisata alam dan Santuari Bekantan di TWA Pulau Bakut antara lain kandang rehabilitasi, kandang habituasi, peralatan klinik hewan berupa: meja periksa, lemari obat, kulkas, timbangan, tiang infus, meja dan kursi dokter. Dalam rangka persiapan pembuatan kandang habituasi Bekantan, pada hari Kamis 9 Januari 2019 telah dilakukan peninjauan lapangan untuk menentukan lokasi kandang habituasi Bekantan. Peninjauan lapangan dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc di damping Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si dan Kepala Resort TWA Pulau Bakut Imam Riyanto, S.Hut bersama dengan pihak PT. Adaro Indonesia yang di wakili oleh Heriyanto Andilolo. Ukuran kandang habituasi Bekantan yang akan dibuat berukuran Panjang 20 Meter, Lebar 10 Meter dan Tinggi 6 Meter dengan bahan besi ukuran 12 mm. Menurut Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan penempatan lokasi dan spesifikasi kandang tersebut harus memperhatikan keadaan habitat Bekantan, estetika, keamanan satwa dan bisa menjadi salah satu objek wisata edukasi pagi pengunjung tanpa menggangu satwa yang sedang mengalami masa perawatan tersebut. Dr. Mahrus meminta kepada pihak Adaro Indonesia agar pembuatan kandang dan pengadaan sarana prasarana klinik hewan maupun pusat informasi bisa selesai akhir Bulan Pebruari 2020 sebagai langkah persiapan untuk Grand Opening oleh Gubernur Kalimantan Selatan yang diagendakan pada bulan Maret 2020. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 4.193–4.208 dari 11.140 publikasi