Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Sumut Dampingi MAN 3 Medan Dalam Pendidikan Konservasi dan Lingkungan

Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Kepala MAN 3 Medan Nurkholidah, S.Pd.I, M.Pd. Medan, 20 Januari 2020 - Tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Evansus R. Manalu, Samuel Siahaan, Eva Suryani Sembiring dan Ainy Amelya Utami) disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, Nurkholidah, S.Pd.I., M.Pd., beserta guru pembina Rifdah, S.Pd. di ruang kerjanya pada hari Jumat, 17 Januari 2020. Kedatangan Tim ini dalam rangka penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan MAN 3 Medan terkait dengan Pendampingan Kegiatan Ekstrakurikuler Komunitas Hijau MAN 3 Medan. Harapannya, melalui Kesepakatan Bersama ini nantinya akan diwujudkan pendidikan konservasi alam dan lingkungan hidup sebagai kegiatan ekstrakurikuler bagi Komunitas Hijau MAN 3 Medan. Sebagai tindak lanjut pihak Balai Besar KSDA Sumut dan MAN 3 Medan sepakat untuk merancang kegiatan ini selama 3 tahun, terhitung dari bulan Januari 2020 sampai dengan Januari 2022. Dalam poin Kesepakatan Bersama tersebut tertuang bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara akan menyiapkan kurikulum, silabus dan modul materi pembelajaran pendidikan konservasi alam serta menyiapkan lokasi praktek lapangan di kawasan konservasi yang ada di wilayah kerjanya. Sedangkan pihak MAN 3 Medan akan menyiapkan tempat dan berbagai fasilitas pendukung untuk proses pembelajaran di lingkungan sekolah serta menanggung biaya-biaya yang timbul akibat dari pelaksanaan kegiatan praktek lapangan (seperti : akomodasi dan konsumsi peserta dan tiket masuk kawasan konservasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku). Kepala Sekolah MAN 3 Medan, Nurkholidah, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan rasa gembiranya atas penandatangan Kesepakatan Bersama ini, dan berharap akan membawa kebaikan bagi siswa/i MAN 3 Medan, khususnya bagi Komunitas Hijau MAN 3 Medan, dalam peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan arti penting konservasi alam dan lingkungan hidup. “Program ini juga sangat mendukung kami dalam mempersiapkan sekolah MAN 3 Medan mengikuti penilaian Adiwiyata di tingkat Nasional. Pembenahan saat ini sedang terus kami lakukan, dan mudah-mudahan melalui program ini nantinya dapat membantu dan mendukung percepatan pembenahan tersebut, sehingga kami nantinya siap untuk dinilai oleh Team Adiwiyata baik dari Propinsi Sumatera Utara maupun Team Pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Nurkholidah. Tim Balai Besar KSDA Sumut didampingi guru pembina Rifdah, S.Pd. serta anggota Komunitas Hijau MAN 3 Medan meninjau kondisi lingkungan sekolah Penandatangan Kesepakatan Bersama ini merupakan kerja produktif Balai Besar KSDA Sumatera Utara di awal tahun 2020. Ekspektasinya kedepan akan ada sekolah-sekolah lain yang menyusul membangun kolaborasi untuk menyebarluaskan pengetahuan dan kesadaran konservasi alam dan lingkungan hidup melalui edukasi. Sumber: Evansus Renandi Manalu (Analis Data) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

RKW Kulonprogo Release Penyu yang Tersangkut Jaring Nelayan Pantai Congot

Yogyakarta, 16 Januari 2020, Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) Kulonprogo melakukan pengecekan penyu yang terjaring nelayan di Pantai Congot. Berawal dari adanya pesan masuk terkait penemuan penyu yang disampaikan Dhanang Supriadi warga Jogoboyo, Purwodadi, Purworejo, tim RKW Kulonprogo bergegas menuju TKP di kediaman Dhanang. Kronologi kejadian terjaringnya penyu bermula dari aktivitas Dhanang yang sedang menebar jaring ikan di Pantai Congot sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah beberapa menit jaring tersebut diangkat, ternyata bukan ikan yang didapatkan, tetapi justru penyu yang tersangkut. Penyu tersebut dibawa pulang dan diletakkan di bak mandi, selanjutnya Dhanang menghubungi salah satu personil RKW Kulon Progo untuk menginformasikan kejadian penemuan penyu tersebut. Hasil pengecekan di lapangan diketahui penyu yang terjaring adalah jenis penyu hijau (Chelonia mydas). Tim RKW Kulonprogo memastikan penyu dalam kondisi baik. Setelah dilakukan penyerahan penyu dari Dhanang kepada Balai KSDA Yogyakarta, selanjutnya bersama-sama dengan Tim SAR Kulonprogo penyu direlease kembali di Pantai Congot pada pukul 15.00 WIB. Kepala Balai KSDA Yogyakarta memberikan respon positif terhadap kejadian ini. “Kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa dilindungi khususnya jenis penyu telah mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan segera dilaporannya setiap kejadian penemuan penyu oleh masyakarat. Saya juga bangga kepada teman-teman RKW Kulonprogo yang dengan sigap segera menindaklanjuti laporan masyarakat dan melaksanakan penyelamatan satwa dengan baik.” tutur M. Wahyudi. Sumber : Ulul Azmi SBN (Bakti Rimbawan) - Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Evaluasi dan Pembinaan Izin Pemanfaatan TSL

Banjarmasin, 17 Januari 2020 – Balai KSDA Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan evaluasi dan pembinaan terhadap pemanfaat tumbuhan dan satwa liar (TSL) khususnya para pengedar di wilayah kerja seksi konservasi wilayah 2 melingkupi wilayah Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. BKSDA Kalsel melaksanakan fungsinya sebagai pembina dan pengawas terhadap peredaran TSL tersebut menurut Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc., pentingnya pembinaan terhadap pelaku pemanfaat TSL dengan tujuan untuk mengarahkan dan menertibkan kegiatan peredaran TSL khususnya administrasi yang menjadi kewajiban para pengedar TSL diantaranya kewajiban laporan bulanan, laporan mutasi, rencana kerja tahunan dan rencana kerja lima tahun serta menanyakan kendala yang dihadapi oleh para pengedar TSL tersebut. Evaluasi dan pembinaan dilakukan pada 2 perusahaan pengedar reptil di wilayah Banjarmasin yaitu UD. Bunarto dan UD. Deny. Perusahaan ini merupakan pengedar dalam negeri untuk kulit reptil jenis ular, biawak dan labi-labi, kura-kura hidup untuk konsumsi. Satu perusahaan lainnya di Banjarbaru yang merupakan pengedar reptil dalam negeri dan juga ekspor labi-labi dan kura-kura (UD.MENARA MAS). Menurut Kepala Balai KSDA Kalsel kegiatan evaluasi pengedar dan penangkar TSL sekaligus juga untuk meningkatkan pelayanan terhadap pemanfaat TSL terhadap kuota tangkap yang diberikan setiap tahunnya. Tahun 2020 kuota tangkap diantaranya jenis reptil Biawak Air Tawar 40000 ekor, ular Sanca Kembang 11000, Ular Puraca 10000, Ular Sanca Darah 3500, kura-kura Ambon 2500 dan Labi-labi 2350 dan jenis gaharu 2500 kg serta jenia burung-burung yang tidak dilindungi untuk tujuan souvenir. Kemudian pula untuk memberi solusi jangka panjang untuk penyelesaian permasalahan dan kendala dalam kegiatan peredaran TSL. Pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan TSL untuk mengendalikan pengambilan di alam agar tidak punah. Juga mengarahkan kepada pemanfaat TSL agar melakukan kegiatan penangkaran sesuai jenis satwa liar yang diambil di alam, dengan harapan hasil yang ditangkarkan bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya dan menjaga keseimbangan populasi di alam. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Lagi-lagi Hasse Laporkan Temuan Sarang Penyu

Senin, 20 Januari 2020 - Minggu pagi sekitar jam 06.50 Wita petugas Resort Jinato Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II dihebohkan oleh Hasse warga Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasse adalah warga yang selama ini giat melaporkan temuan sarang penyu di Pulau Jinato. Hampir tiap hari berkeliling pulau mendeteksi keberadaan penyu yang naik bertelur. Kegiatan ini dikerjakan dengan sukarela. Seperti temuan sarang penyu hari ini di bagian Selatan Pulau Jinato. Berdasarkan informasi dari Hasse, para petugas Resort Jinato bergegas ke lokasi temuan sarang dan benar menemukan sarang penyu yang masih baru. "Kalau dilihat jejak dan galiannya, ini masih baru" Kata Sunadi Buki PEH Resort Jinato Petugas langsung melakukan penggalian sarang tersebut untuk mengamankan telur dari pemangsa. Kemudian telur tersebut akan ditetaskan secara semi alami yang sudah disiapkan. Dalam peroses penggalian sarang oleh petugas Resort Jinato, Kares Jinato Dadang Hermawan dan Ajadin Anhar (Polhut) mengajak Ketua BPD Desa Jinato Abd Samad masyarakat serta guru sekolah dasar dan siswa-siswanya yang kebetulan rekreasi di sekitar lokasi untuk menyaksikan langsung tempat dan lokasi peneluran penyu. Petugas memberikan sedikit pemahaman terkait habitat, status perlindungan, dan tindakan yang dilakukan bila menemukan jejak sarang. Dari pengamatan jejak, dugaan jenis Penyu Hijau dengan jumlah telur 78 butir, kedalaman sarang 70 cm, lebar sarang 47 cm, dengan jarak sarang dari pasang tertinggi 1,59 m. Penyu adalah salah satu satwa liar yang dilindungi, baik secara internasional maupun nasional. Dari 120-80 telur yang ditetaskan hanya 2 - 3 ekor yang bisa mencapai penyu dewasa, sisanya dimangsa oleh predator, baik itu alami ataupun ulah manusia. Sumber : Asri (PEH Penyelia) - Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Kantong Semar, Tumbuhan Unik Pemakan Serangga

Senin, 20 Januari 2020 - Kantong semar merupakan tumbuhan karnivora yaitu tumbuhan pemakan daging seperti serangga dan hewan-hewan kecil. Banyak yang menyangka kantong pada tumbuhan ini merupakan bunganya. Padahal, kantong ini merupakan daun yang sudah termodifikasi. Kantong ini berfungsi untuk menangkap serangga dan hewan-hewan kecil lainnya. Kantong khusus pada tumbuhan kantong semar ini dilapisi oleh lilin yang sangat licin sehingga menyulitkan serangga yang sudah terperangkap dalam kantong ini untuk naik dan keluar. Kantong ini juga menghasilkan cairan asam yang bernama proteolase yang berfungsi untuk mencerna kerangka keras dan daging serangga. Bentuknya terbilang unik, mengantong dan membulat pada bagian ujungnya. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Karena itulah, tumbuhan ini diberi nama Kantong Semar. Kantong semar hidup secara epifit atau menempel pada batang pohon. Seperti jenis tumbuhan karnivora lainnya, kantong semar tumbuh baik pada tanah atau tempat-tempat yang miskin unsur hara. Kantong semar ada yang hidup di tempat lembab dan sedikit sinar matahari dan adapula yang hidup di tempat yang terbuka dengan cahaya matahari yang banyak. Di Indonesia setidaknya terdapat 85 jenis kantong semar. Habitat terbanyak berada di Kalimantan dan Sumatera. Sayangnya, kekayaan jenis kantong semar tersebut masih kurang mendapat perhatian. Menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies terancam punah, bahkan 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endengered (Kritis) dan empat lainnya berstatus Endengered (Terancam). Di Taman Nasional Batang Gadis hingga saat ini telah teridentifikasi 5 Jenis kantong semar. 5 jenis tersebut termasuk kategori Appendix II menurut CITES yaitu Nepenthes ampullaria Jack, Nepenthes gymnamphora Nees, Nepenthes reinwardtiana Miq, Nepenthes lingulata Chi.C. Lee, Hernawati & P. Akhriadi, dan Nepenthes sumatrana (Miq.) beck. Sedangkan berdasarkan P.106 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi di Indonesia, 3 jenis merupakan tumbuhan yang dilindungi yaitu Nepenthes gymnamphora Nees, Nepenthes lingulata Chi.C. Lee, Hernawati & P. Akhriadi, dan Nepenthes sumatrana (Miq.) Beck . 1 (satu ) jenis merupakan jenis yang sangat dilindungi berdasarkan IUCN Red list dengan status Critically Endangered (CR) yaitu Nepenthes sumatrana (Miq.) beck Sumber: Nisa Hidayati (PEH) - Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Lakukan Audiensi Karantina Pertanian dan Angkasa Pura

Yogyakarta 17 Januari 2020 - Kepala Balai KSDA Yogyakarta didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I beserta staf melakukan Audiensi ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta dan PT. Angkasa Pura (16/01/2020). Kegiatan ini untuk mendukung salah satu tugas Balai KSDA Yogyakarta terkait pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Yogyakarta. Dalam kunjungannya ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M.Wahyudi menyampaikan mengenai kendala yang dihadapi petugas lapangan dalam pengawasan peredaran TSL di DIY “Dalam rangka pengawasan peredaran TSL di Yogyakarta ini, selain permasalahan perdagangan satwa secara online, juga ditemukan adanya upaya penyelundupan TSL illegal dari dan ke Yogyakarta. Untuk pengawasan di pintu-pintu keluar masuk antar provinsi, seperti bandara, stasiun dan terminal, sangat diperlukan adanya kerjasama antar pihak. Khusus pengawasan peredaran di bandara, dukungan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta sangat kami perlukan” tutur M. Wahyudi. Sementara itu koordinasi dengan PT Angkasa Pura lebih diarahkan pada koordinasi terkait pengawasan peredaran TSL di Bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) dan rencana kegiatan monitoring burung untuk tahap awal pengendalian Birdstrike di bandara. “Permasalahan Birdstrike yang terjadi di kawasan Bandara Adisucipto perlu mendapat perhatian Bersama. Sebagai langkah awal kami akan melakukan monitoring jenis burung dan selanjutnya akan dilakukan langkah penyelesaian secara tepat” jelas M. Wahyudi. Menanggapai audiensi yang dilakukan Balai KSDA Yogyakarta, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta menyampaikan dukungannya dalam pengawasan dan sosialisasi TSL di Yogyakarta yang salah satunya dengan optimalisasi sistem aplikasi pelayanan bersama, yang sudah di buat oleh Balai Karantina Pertanian. Hal senada juga diungkapkan General Manager PT Angkasa Pura yang akan mendukung kinerja Balai KSDA Yogyakarta dalam pengawasan peredaran TSL di Bandara baru YIA serta percepatan upaya monitoring burung untuk mengatasi kendala Birdstrike di bandara Adisucipto Yogyakarta. Sumber : Dyahning R (PEH) - Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Ular Piton yang Ditangkap Masyarakat, Dilepasliarkan oleh TN Meru Betiri

Banyuwangi, 19 Januari 2020 - Pagi Kepala Balai TN Meru Betiri (MerBeti) Maman Surahman, S.Hut., M.Si., melepasliarkan seekor ular Sanca Batik/Piton (Phyton reticulatus) yang sehari sebelumnya diserahkan seorang warga dusun Rajegwesi. Pak Laji berinisiatif menyerahkan ular yang ditangkapnya ke TN MerBeti. Pak Laji menceritakan bahwa ular piton tersebut ditangkap Sabtu (18/1) sekitar pukul 07.00 di dalam kandang ayam dan nampak baru memangsa seekor ayam. Setelah berhasil ditangkap atas saran beberapa warga, Pak Laji dengan didampingi oleh MMP Resort Rajegwesi Budiono kemudian menyerahkannya ke kantor Resort Rajegwesi, SPTN I Sarongan untuk ditangani lebih lanjut.Ular sepanjang kurang lebih 3 meter ini dalam kondisi yang baik dan masih liar, sehingga diputuskan untuk segera dilepasliarkan ke habitatnya. Resort Sukamade dipilih sebagai tempat pelepasliaran karena jauh dari pemukiman masyarakat. Kepala Balai TN MerBeti mengapresiasi peran aktif dan tindakan masyarakat yang segera menyerahkan satwa liar yang ditangkapnya ke instansi terkait. Hal ini menunjukan kepedulian masyarakat sekitar kawasan TN MerBeti dalam ikut serta menjaga dan melindungi kelestarian satwa liar. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Begini Keseruan Aksi Lapangan SPTN II dan SPTN III Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 20 Januari 2020 - Semangat dan motivasi kerja yang disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), T. Heri Wibowo saat pembagian tugas resort dan SK Kepala Resort menular kepada seluruh anggotanya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa gebrakan kegiatan resort di masing-masing Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN). Setelah SPTN Wilayah I, sekarang giliran SPTN Wilayah II Maba dan SPTN Wilayah III Subaim melakukan kegiatan lapangan. SPTN Wilayah II melakukan kegiatan anjangsana dan pemantapan lokasi rencana KBR di wilayah kerja Resort Buli, Desa Dorolamo, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur. Kegiatan anjangsana dimaksudkan untuk pendampingan kelompok Tunas Jaya yang bergerak di bidang pertanian dan hortikultura. Kelompok ini di bentuk pada tahun 2018 dan mendapat bantuan peralatan dan benih dari Balai TNAL pada tahun yang sama. Pendampingan ini dilakukan dalam rangka pembuatan rencana pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Desa Dorolamo. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh SPTN Wilayah III di wilayah kerja Resort Lolobata. Resort Lolobata melakukan kegiatan pembuatan kelompok KBR di Desa Tukur-Tukur yang beranggotakan masyarakat adat SUku Togutil. Kelompok KBR tersebut bernama Horimoi yang artinya Kami Bersatu. Setelah pembentukan kelompok, Kepala SPTN Wilayah III, Junesly memberikan sosialisasi terkait pengelolaan KBR. Selain kegiatan pendampingan kelompok KBR, Resort Lolobata juga melakukan anjangsana di Desa Foli untuk menyampaikan dampak pertambangan dan penebangan liar dalam kawasan hutan. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra (Polhut) - Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Tak Sengaja Bertemu Walikota Tikep, Ini yang di Bahas Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata

Weda, 20 Januari 2020 - Pada tanggal 17 Januari 2020, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), T. Heri Wibowo bersama Kepala SPTN Wilayah I Weda, Jumrin Said melakukan silaturahmi kepada instansi di sekitar kawasan. Tujuan silaturahmi kali ini adalah Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Kecamatan Oba merupakan kecamatan dari Desa Koli, yaitu desa penyangga kawasan TNAL di Resort Tayawi. Bak pepatah mengatakan “Pucuk dicinta ulam pun tiba”, pada saat silaturahmi di kantor Kecamatan Oba, tanpa sengaja Kepala Balai TNAL bertemu dengan Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, MH yang saat itu sedang melakukan pertemuan dengan seluruh desa di Kecamatan Oba bersama Camat Oba, Halid Tomaidi. Tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Kepala Balai dan Kepala SPTN Wilayah I Weda melakukan audiensi bersama Walikota Tidore Kepulauan. Meningkatnya jumlah wisatawan di Suaka Paruh Bengkok (SPB) yang berlokasi di Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan menjadi salah satu poin yang didiskusikan antara Camat Oba, Walikota Tikep dan Kepala Balai TN Aketajawe Lolobata agar dapat mendapat perhatian yang lebih, terutama perbaikan akses jalan. “Konten utama yang dibahas dalam audiensi ini adalah permohonan akses, baik menuju Suaka Paruh Bengkok maupun Resort Tayawi”, kata T. Heri Wibowo saat dikonfirmasi Tim Medsos Balai TNAL. Selain itu, Walikota juga akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (mikrohidro) yang terdapat di Resort Tayawi pada bulan Februari. Mikrohidro ini nantinya akan menerangi rumah masyarakat Suku Togutil sebanyak 8 KK, 1 rumah ibadah dan 1 fasilitas umum. Beberapa perihal penting yang menjadi prioritas kegiatan bersama dalam audiensi ini adalah: Kepala Balai berharap agar pembangunan jalan di 2020 ini dapat dilanjutkan sampai area depan Suaka Paruh Bengkok. Sumber: Nadiya Fasha Fawzi, S.Hut (Calon PEH Pertama) - Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Peringatan Hari dan Bulan Menanam di Pulau Sumba

Lewa, 17 Januari 2020 - Peringatan Hari dan Bulan Menanam Nasional yang diselenggarakan pada 28 November dan bulan Desember, tidak dapat terlaksana tepat waktu karena masih minimnya curah hujan saat itu. Akhirnya, setelah curah hujan meningkat, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) menyelenggarakan kegiatan penanaman di Resort Kambatawundut. Kegiatan yang diikuti oleh Bupati yang diwakili Asisten Daerah Kabupaten Sumba Timur, Forkompimda Sumba Timur, para Kepala Dinas terkait dari 3 Kabupaten, serta anggota Saka Wana Bakti dan masyarakat umum, sukses menanam 300 bibit yang disediakan. Asisten Daerah menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan bibit yang sudah ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga pulau Sumba semakin rindang. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang datang dan mengikuti kegiatan menanam ini. Kegiatan ini merupakan langkah nyata kita dalam menjaga dan melestarikan alam. Ia pun berharap dengan adanya kegiatan penanaman ini, tanaman yang tumbuh dapat menyegarkan suasana Resort Kambatawundut sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung. Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Mencintai Alam Sejak Dini Melalui Penanaman di SM Paliyan

Yogyakarta, 17 Januari 2020 - Dalam rangka menumbuhkan cinta alam dan lingkungan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Mitsui Sumitomo Insurance (MSIG) Jepang melakukan kegiatan Pendidikan lingkungan pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melalui kegiatan pendidikan lingkungan, sebanyak 120 peserta yang terdiri atas guru dan murid SD Negeri I Trowono dan SMP Negeri I Paliyan diajak untuk mencintai alam sejak dini dengan melakukan penanaman pohon di Suaka Margasatwa (SM) Paliyan. Kegiatan penanaman dilakukan pada hari Jumat dengan lokasi blok rehabilitasi SM Paliyan. Pada kesempatan ini turut hadir staf dari BPDAS SOP, Dinas LHK Prov. DIY, dan Muspika Kecamatan Paliyan. Kegiatan penanaman di SM Paliyan dalam rangkaian pendidikan lingkungan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi yang diwakili Kepala Resort SM Paliyan, Siti Rohimah. Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan tersebut. “Bapak Kepala Balai sangat mengapresiasi kegiatan penanaman dalam rangka pendidikan lingkungan. Melalui kegiatan ini anak-anak diajak untuk turut mencintai alam sejak dini, sehingga diharapkan rasa cinta alam itu akan senantiasa tertanam hingga dewasa kelak”. kata Siti. Pada kegiatan ini ditanam beberapa jenis tanaman native karst yaitu yaitu Bulu (Ficus elasticus), Ipik (Ficus superba), maja (Aegle marmelos), serta 2 (dua) jenis tanaman pakan satwa untuk mendukung fungsi SM Paliyan yaitu nangka (Artocarpus heterophyllus) dan sirsat (Annona muricata). Sumber : Kusmardiastuti (PEH Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH Resmi Terbentuk

Putussibau, 20 Januari 2020 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, GIZ Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, UPT KSDAE wilayah Kalimantan Barat, KPH lingkup Kapuas Hulu, perwakilan masyarakat adat, sektor swasta, serta NGO terkait pengelolaan konservasi di Kapuas Hulu antara lain TFCA dan FORCLIME berkumpul di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu pada Senin pagi. Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, A.M. Nasir , SH yang sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion Pembentukan Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu (BKDSKH) serta penyampaian materi koordinasi pengelolaan antara lain dari Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB-UNESCO Indonesia LIPI, Fakultas Ekonomi UI, Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE Kementerian LHK, Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat, serta Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Penetapan Kapuas Hulu menjadi Cagar Biosfer oleh UNESCO secara resmi dikukuhkan pada Sidang ICC-MAB UNESCO ke-30 di Palembang pada tanggal 25 Juli 2018 lalu tentu harus ditindaklanjuti para pengelola. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu membentuk Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH dengan tujuan untuk mengkoordinasikan, mengharmonisasikan serta mensinergikan program kegiatan pengelolaan yang berkelanjutan. “Pemberian brand Cagar Biosfer untuk Kapuas Hulu ini tentu setelah melalui proses dan kerjasama yang cukup panjang oleh Pemerintah Pusat, Pengurus Daerah serta NGO, dan diharapan dapat memberikan manfaat dan kontribusi untuk pemerintah dan masyarakat”, ungkap A.M. Nasir di sela-sela acara. Orang nomor satu di Kabupaten Kapuas Hulu tersebut juga menyampaikan dukungan bagi aksi yang akan dilakukan untuk kedepannya. Pembentukan forum pengelolaan ini tentu sangat penting dalam keberlanjutan pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH dan harus mendapatkan perhatian serius dalam pengembangan selanjutnya sehingga label Cagar Biosfer ini semakin dikenal dunia. Selaku pengelola kawasan yang menerima label Cagar Biosfer, Ir. Arief Mahmud, M.Si. menyampaikan “pertemuan ini sangat penting bagi kita untuk menyampaikan kepada khalayak atas penetapan Cagar Biosfer dan juga harapannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya di Kapuas Hulu”. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Mahasiswa Lincoln University Datangi Ranu Pane untuk Pelajari Penanganan IAS Salvinia

Ranupani, 20 Januari 2020 - Sekitar 20 (duapuluh) orang mahasiswa Lincoln University pada hari Minggu, 19 Januari 2020 berkunjung ke Ranu Pane dan Ranu Regulo dalam rangka studi konservasi (summer school) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mereka didamping oleh 2 orang dosen dan salah satu penyuluh kehutanan TNBTS (Mahmudin Ramadana) serta beberapa staf Resort PTN Ranupani. Kegiatan kunjungan dilakukan dengan melakukan diskusi dan sharing di Resort PTN Ranupani mengenai kondisi keanekaragaman hayati TNBTS (flora dan fauna), kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Desa Ranupani, kondisi ekosistem perairan Ranu Pane dan permasalahan Ranu Pane(sedimentasi dan tanaman invasif). Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan berkeliling Ranu Pane untuk melihat pengelolaan lahan pertanian sekitar danau/ranu, kondisi sedimentasi yang terjadi di ranu dan aktifitas masyarakat di ranu (Ranupani sebelumnya ditutupi oleh IAS Salviania tetapi saat ini sudah bersih dari IAS tersebut). Selain di Ranu Pane, kunjungan juga langsung dilakukan ke Ranu Regulo melihat kondisi ekosistem sekitar ranu, kondisi perairan di ranu, dan aktifitas pengunjung di sekitar ranu. Ranu Pane merupakan lahan basah (wetland) dengan luas 5,6 Ha, sementara Ranu Regulo memiliki luas sekitar 3,4 Ha. Kedua danau ini terletak di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut. Meskipun lokasi danau berdekatan dengan jarak kurang dari 1 km, tetapi ekosistem di kedua danau berbeda karena adanya interaksi dari masyarakat Desa Ranupani serta pengunjung TNBTS terhadap ekosistemnya. Perbedaan ekosistem ini menjadi menarik untuk dipelajari oleh akademisi demi menunjang pengelolaan dan kelestariannya di masa yang akan depan. Sumber: Trianingtyas S. (Penyuluh) - Balai TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Seekor Burung Elang Laut Dada Putih Diserahkan Sukarela oleh Masyarakat

Pekanbaru, 16 Januari 2020 - Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau menerima laporan dari masyarakat, bahwa ada seseorang yang memelihara seekor burung Elang Laut Dada Putih (Haliaeetus leucogaster). Burung Elang Laut jenis ini biasa dijuluki "mesin terbang". Julukan itu bukannya tanpa alasan. Dengan bentangan sayap sepanjang tiga meter, burung laut terbesar ini sanggup terbang hingga kecepatan 115 kilometer per jam. Keesokan harinya, Tim Rescue dengan dipimpin Kepala Seksi Wil. 3, Maju Bintang Hutajulu segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menuju ke komplek perumahan Widya Graha I Pekanbaru. Sesampainya di tempat tujuan, Tim segera menyampaikan dan mensosialisasikan bahwa satwa tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi, dan bagi mereka yang dengan sengaja memeliharanya maka akan dikenai sanksi baik denda maupun kurungan sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE Pasal 40. Menurut keterangan pemelihara, satwa tersebut telah dipeliharanya lebih kurang selama 3 bulan, tepatnya mulai bulan Oktober 2019. Awalnya dia merasa prihatin, karena pemelihara sebelumnya sudah tidak mau memeliharanya lagi dan tidak tahu akan dikemanakan burung tersebut. Akhirnya, dia bersama suaminya mengambil alih untuk memelihara karena kebetulan mereka penghobi burung. Dengan memberikan pengertian bahwa burung tersebut adalah burung dilindungi dan tidak boleh dipelihara akhirnya dengan sukarela dan kesadarannya pemelihara atas nama ibu Iis, segera memberikan burung Elang tersebut kepada petugas Balai Besar KSDA Riau. Dengan ini Balai Besar KSDA Riau menghimbau bagi siapa saja yang mengetahui adanya satwa yang dilindungi dalam penguasaan masyarakat atau ada kejahatan terhadap satwa dilindungi, segera hubungi call centre Balai Besar KSDA Riau di nomor 081374742981. SumberL: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Menumbuhkan Jiwa Konservasi Sejak Dini

Senin, 20 Januari 2020 - Dalam rangka pembangunan dan pengembangan serta menjaga keutuhan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Batang Gadis dari kerusakan kawasan hutan, Balai Taman Nasional Batang Gadis melakukan kegiatan berupa kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan tentang perlu dan pentingnya menjaga hutan demi kelangsungan hidup dunia. Kegiatan ini menitikberatkan kepada siswa-siswi yang merupakan generasi penerus supaya dapat berpikir lebih baik kedepan dengan menjaga kelestarian hutan demi kehidupan mereka kelak. Kegiatan ini dipelopori langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis yaitu Bapak Ir.Sahdin Zunaidi, M.Si yang sangat peduli sekali terhadap pertumbuhan dan perkembangan pola pikir generasi bangsa untuk tetap selalu menjunjung tinggi nilai konservasi didalam jiwanya. Kegiatan ini di isi dengan materi tentang apa itu hutan dan kekayaan keanekaragaman tang ada dikawasan Taman Nasional Batang Gadis. Selain itu kegiatan ini juga diselingi dengan games Tanya jawab dari siswa yang kemudian diberikan souvenir berupa mainan kunci apabila dapat menjawab pertanyaan yang diajukan. Penyampaian materi diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang lingkungan hutan yang berada ditempat tinggal mereka. Tidak hanya siswa dan siswi saja yang ikut para guru juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Guru-guru juga mengapresiasi kegiatan yang diadakan di Taman Nasional Batang Gadis ini dan berharap untuk kedepannya agar kegiatan serupa dapat berlangsung secara terus menerus. Metode kegiatan ini dimulai dengan memberikan pengetahuan tentang pengertian hutan. Siswa-siswi mendengarkan dengan sungguh-sungguh atas penyampaian materi dan penjelasan-penjelasan yang diberi oleh Bapak Kepala Balai TN. Batang Gadis, Ir. Sahdin Zunaidi, M.Si. Siswa-siswi sangat antusias ketika Beliau memberikan penjelasan tentang potensi-potensi yang ada didalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis baik itu dari mamalianya, burungnya, Objek wisatanya serta dari tanaman langka yang menghiasi kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Banyak dari mereka tidak menyangka bahwa hewan atau tanaman yang sering mereka dengar baik itu dari media elektronik maupun dari informasi lainnya ternyata mendiami di sekitar mereka. Siswa-siswi merasa, bahwasanya hutan ini harus dijaga. Selain itu Beliau juga menceritakan bahaya dari kerusakan hutan kepada mereka. Selain dapat merusak ekosistem yang didalamnya hutan juga bisa menyebabkan kehidupan masyarakat yang dibawahnya hancur. dengan rusaknya hutan, pada saat musim penghujan, hutan tidak dapat mengontrol diri sehingga pengikisan tanah yang akhirnya terbawa oleh air bersamaaan dengan ikutnya pohon-pohon yang terkikis menerjang kebagian bawah jatuh kesungai sehingga terjadilah banjir bandang. Penjelasan itu membuat mereka terhanyut dan mengetahui kejadian serupa telah terjadi dan menimpa teman-teman mereka sebelumnya. Kegiatan ini diakhiri dengan penyeruan oleh Beliau agar sebagai generasi penerus agar bersama-sama menjaga kelestarian alam khusunya hutan terutama Taman Nasional Batang Gadis yang posisinya sebagai penyangga bagi hutan lainnya selanjutnya diikuti dengan poto bersama. “Salam Konservasi…..!!! Sumber : Ifham Fuadi Rambe (PEH) - Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Pemadaman di Kawasan SM Giak Siak Kecil Terus Dilakukan oleh Petugas Balai besar KSDA Riau

Pekanbaru, 16 Januari 2020 - Petugas Bidang Wilayah 2, Balai Besar KSDA Riau melakukan pemadaman di kawasan hutan konservasi SM. Giam Siak Kecil. Tim melakukan upaya pemadaman bersama Manggala Agni, TNI, POLRI, RPK PT. Arara Abadi, DAN MPA desa Bukit Kerikil dan Tasik Serai, BPBD Kec. Talang Muandau dan Damkar Kec. Talang Muandau. Pemadaman dibantu 2 unit alat ekskavator pembuat embung air, menyekat api dan membersihkan saluran air kanal yang tersumbat. Selain itu, pemadaman juga menggunakan 6 unit mesin pemadam bahkan sebelumnya pemadaman juga menggunakan water bombing. Kondisi saat ini, kepala api telah berhasil dipadamkan dan hanya menyisakan bara api walaupun sebelumnya Tim mengalami kesulitan dikarenakan sumber air yang belum memadai ditambah topografi gambut kering dan semak belukar yang memudahkan api menjalar. Terakhir diperkirakan areal yang telah terbakar mencapai 12 hektar, dan Tim tetap melanjutkan pemadaman dan pendinginan bara api yang masih tersisa. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 4.161–4.176 dari 11.140 publikasi