Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sosialisasi Kemitraan Konservasi pada FORKOPIMDA Langkat

Langkat, 20 Januari 2020 - Dalam rangka mendukung pemulihan ekosistem sebagai upaya penyelesaian konflik tenurial kawasan TN Gunung Leuser (TNGL) di wilayah Besitang, Balai Besar TN Gunung Leuser dengan support Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI) menggelar kegiatan Sosialisasi Kemitraan Konservasi kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Langkat, pada hari Senin di Stabat. Hadir dalam pertemuan ini para pihak yang tergabung dalam FORKOPIMDA yaitu Bupati Langkat yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Langkat, Kejaksaan Negeri Langkat, KODIM 02/03 Langkat, Danramil Besitang, Polres Langkat, Polsek Brandan dan Besitang, Camat Besitang, Camat Sei Lepan, Kepala Desa Pir ADB; UPT Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Besar TNGL, Balai Besar KSDA Sumut, Balai Gakkum Sumatera, BPDAS WSU), KPH Wil-1 Stabat, pendamping masyarakat serta perwakilan Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK). Asisten 1, Abdul Karim, menyampaikan paparan mengenai “Peran Strategis Pemerintah Kabupaten Langkat dalam mendukung Perlindungan TNGL”. Sedangkan Kepala Bidang Teknis BBTNGL, Adhi Nurul Hadi, memaparkan progress Kemitraan Konservasi di TNGL. Selanjutnya program yang akan dilaksanakan oleh Yayasan PETAI terutama di resor Sekoci dipaparkan oleh Masrizal Saraan. Para pihak bersepakat mendukung implementasi kemitraan konservasi melalui peran masing-masing. Pendampingan dan penegakan hukum oleh pihak-pihak terkait mengedepankan prinsip berkeadilan. Sinergi dan kolaborasi para pihak menjadi bagian penting dalam upaya menyukseskan kemitraan konservasi sebagai salah satu program strategis pemerintah Indonesia saat ini. Sumber: Balai Besar TN Gunung Leuser
Baca Berita

Anggota DPRD Barito Utara Serahkan Trenggiling Pada Balai KSDA Kalteng

Kapuas Hulu, 17 Januari 2020 - Perilaku yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Bapak Iqbal Reza Erlanda. Pada hari Jumat, beliau menyerahkan hewan yang dilindungi yaitu 2 ekor trenggiling (Manis Javanica). Berdasarkan informasi beliau, satwa tersebut ditemukan pada lokasi garapan tanah milik warga yang akan membangun rumah. Satwa tersebut diselamatkan oleh Bapak Iqbal kemudian diserahkan kepada WRU SKW III setelah sebelumnya menghubungi call centre BKSDA Kalteng. 2 ekor trenggiling tersebut merupakan induk dan anak. Diperkirakan induknya berumur 4 tahun dan sedangkan anaknya berumur 2 bulan. Saat ditemukan kondisinya dalam kondisi sehat. Saat ini kedua trenggiling tersebut masih di rawat di kandang transit SKW III BKSDA Kalteng dan selanjutnya akan dilepasliarkan di Cagar Alam Pararawen. Trenggiling merupakan satwa dilindungi oleh Undang-undang Republik Indonesia. Menurut daftar merah badan internasional pelestarian alam IUCN, trenggiling termasuk mamalia yang kritis terancam punah. Selain karena terdesaknya habitat trenggiling, perdagangan illegal juga menjadi salah satu penyebab terancamnya keberadaan satwa ini. Convention International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) atau Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Flora dan Fauna Liar di Afrika Selatan Tahun 2016 memasukkan trenggiling dalam kategori Appendix I yang artinya tidak diperbolehkan adanya perdagangan sama sekali. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Kelompok Binaan Balai TN Berbak & Sembilang Terima Bantuan Revitalisasi Ekonomi dari BRG

Jambi, 22 Januari 2020 – Salah satu kegiatan yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam memperbaiki gambut Taman Nasional (TN) Berbak adalah revitalisasi ekonomi masyarakat desa sekitar kawasan melalui pemberian bantuan ekonomi produktif. Terdapat tiga desa sekitar TN Berbak yang mendapat bantuan dari BRG, salah satunya adalah Desa Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang posisinya berada di sebelah timur kawasan TN. Di desa tersebut terdapat dua kelompok binaan Balai Taman Nasional Berbak & Sembilang yang mendapat bantuan, yaitu Kelompok PKK Kemuning yang mendapat bantuan peralatan produksi air minum isi ulang dan Kelompok Karya Anak Desa yang mendapat bantuan peralatan pembuat kerajinan tangan berupa mesin ukir dan grafir. Serah terima bantuan dilakukan pada hari Senin, 20 Januari 2020 yang lalu di halaman bangunan depot air minum isi ulang. Hadir dalam acara tersebut Kepala Balai, Kepala Sub Pokja BRG Provinsi Jambi, Kepala SPTNWI, Camat Berbak, Lurah Simpang, ketua kelompok yang mendapat bantuan. Dalam sambutannya Kepala Subpokja BRG Provinsi Jambi Zulfikar Ali, SH, M,Si menyampaikan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam memperbaiki Gambut di TN Berbak dan desa sekitarnya mencakup pembuatan sumur bor, sekat kanal dan bantuan ekonomi produktif. Dalam arahannya Kepala Balai TNBS menyampaikan agar kelembagaan kelompok diperkuat, meningkatkan ketrampilan dalam berusaha, tetap kompak, dan menerapkan prinsip transparansi dalam mengelola usahanya sehingga dapat berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan anggota kelompok. Disamping itu juga menekankan agar Balai TNBS dan pihak kecamatan serta desa dapat berkerjasama dalam menjaga kelestarian kawasan TN dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam acara tersebut pihak TNBS juga menyerahkan Dokumen RPJP dan RPJPnTN kepada pihak Kecamatan. Sedangkan Camat Berbak, M Yani, SE menyampaikan terima kasih atas berbagai bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat dan mengharapkan kerjasama yang sudah baik dapat ditingkatkan dimasa mendatang serta akan mendukung program TN dalam melestarikan kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Berbak & Sembilang
Baca Berita

Pembahasan Penyusunan Rencana Pelaksana Program Kerjasama Balai Besar KSDA Riau dengan PT. PLN (Persero)

Pekanbaru, 21 Januari 2020 - Dilakukan rapat pembahasan penyusunan rencana pelaksanaan program kerjasama Balai Besar KSDA Riau dengan PT. PLN (Persero) di ruang rapat Harimau Balai Besar KSDA Riau. Selain dihadiri pihak Balai Besar KSDA Riau dan PT. PLN, hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kampar, Sekretaris BAPPEDA Kab. Kampar dan Kabid Dinas PUPR Kab. Kampar. Dirapat tersebut disepakati pembangunan satu buah jembatan di Batu Dinding pada tahun 2020 dan pembangunan kandang transit satwa yang berlokasi di kantor Balai Besar KSDA Riau pada tahun 2021. Semoga keduanya membawa manfaat bagi pengembangan dan pelestarian konservasi sumber daya alam. Terkhusus untuk pembangunan jembatan yang berlokasi di Bukit Rimbang Bukit Baling dapat membawa manfaat bagi masyarakat Kampar, terutama masyarakat tempatan dan menambah ragam ekowisata alam di Provinsi Riau. Semoga. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Disuguhi Hasil Kebun, Begini Silaturahmi Kepala Balai TNAL dengan Kepala BPTP Maluku Utara

Sofifi, 22 Januari 2020 - Menjalin kerjasama dan melakukan koordinasi memang tidak semudah seperti yang tertuang. Demi mengengenalkan lebih baik lagi keberadaan dan peran Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Kepala Balai TNAL akan bersilaturahmi ke para pihak. Diantaranya adalah berkunjung ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara. Perjalanan sekitar 15 menit dari kantor balai akhirnya Kepala Balai TNAL dengan 2 (dua) stafnya disambut dengan hangat oleh Kepala BPTP Malut, Bram Brahmantiyo beserta beberapa stafnya. Setelah berjabat tangan dan berada di ruang Kepala Balai PTP, T. Heri Wibowo, Kepala Balai TNAL mulai memperkenalkan diri dan memperkenalkan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Bram Brahmantiyo juga menyampaikan tugas BPTP beserta kegiatannya di Maluku Utara ini, diantaranya adalah pemberdayaan masyarkat, pendaftaran varietas asli Maluku Utara, dan seminar nasional. Selain itu, kedua instansi yang tergabung dalam Komda Sumber Daya Genetik (SDG) Maluku Utara ini juga sedikit berdiskusi tentang kegiatan Komda tersebut di tahun ini. “Kami ada kegiatan Festival Aketajawe di bulan Oktober untuk mendukung Sail Tidore 2021 dengan mengundang beberapa Kelompok Tani Hutan, mungkin ada program dari BPTP yang dapat disinergikan dengan kegiatan tersebut”, ajak T. Heri Wibowo kepada Bram Brahmantiyo. “Kami juga ada kegiatan Seminar Nasional, mungkin bisa disinergiakan juga di acara tersebut”, jawab Kepala BPTP yang penelitian tentang rusa dan kelinci ini. Beberapa saat berdiskusi, datang seorang staf BPTP membawa hasil kebun berupa buah manga, buah naga merah, dan kelapa muda sebagai minumannya. “Silahkan dinikmati hasil kebun kami di sini (kebun penelitian)”, kata Bram Brahmantiyo. Sembari menyantap hidangan, keduanya (BTNAL dan BPTP) bersepakat untuk bekerjasama dalam pengelolaan sumber daya alam Maluku Utara bersama dengan pemerintah daerah. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra (Polhut) - Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Sosialisasi BPJS, Kepala Balai Himbau Agar PPNPN Balai TNTBR Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Kepulauan Selayar, 22 Januari 2020 - Pada tahun 1992 jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia itu diurus oleh PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berdasarkan UU No. 3 tahun 1992. Kemudian pada tahun 2011, Jamsostek akhirnya bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung ke presiden berdasarkan mandat dari UU No. 24 tahun 2011. Bertempat di Lobby Hall Balai TN Taka Bonerate, hari ini (22/01) Tim BPJS Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan sosialisasi di depan seluruh staf Balai TN Taka Bonerate. Giat ini dibuka oleh Kepala Balai Faat Rudhianto dengan master of ceremony Tri Yuliana. "Pekerjaan kita sangat dekat dengan risiko dan ancaman kecelakaan, dan harapannya teman-teman yang PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) bisa mengikuti program jaminan ketenagakerjaan ini karena manfaat yang diberikan begitu banyak" ucap kepala balai Kemudian dilanjutkan pemaparan materi BPJS oleh Kepala BPJS Kabupaten Kepulauan Selayar, Lucky Julianto "BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja, baik penerima upah (formal) dan bukan penerima upah (informal), apapun pekerjaannya, dan iurannya ringan dengan hitungan upah x 0,54%" kata Lucky Julianto memulai pemaparannya Semua pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan ini memiliki program-program perlindungan dasar yang menjamin masa depan setiap pekerja. Termasuk perlindungan dari dari ketidakpastian seperti risiko sosial dan ekonomi yang bisa terjadi. Contoh risiko adalah kecelakaan kerja, sakit, kematian, masa pensiun dan lain-lain. Sehingga pekerja tidak harus menanggung beban sendirian karena akan dibantu oleh program BPJS Ketenagakerjaan. Setelah pemaparan mareri, selanjutnya dibuka sesi tanya jawab dengan peserta sosialisasi untuk memperdalam pengetahuan tentang prosedur dan manfaat ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Sekedar informasi Kantor BPJS Kabupaten Kepulauan Selayar berada di Jl. Jendrral Sudirman. Sumber : Asri (PEH Penyelia) - Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Evakuasi Harimau Sumatera di Muara Enim Sumatera Selatan Membuahkan Hasil

Muara Enim, 21 Januari 2020 - Tim Satgas Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar Provinsi Sumatera Selatan melakukan patroli intensif di wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim pada tanggal 21 Januari 2020. Patroli ini merupakan bentuk pemantauan rutin terhadap cameratrap dan boxtrap yang telah dipasang oleh tim pada beberapa titik di lokasi tertentu dalam rangka penanganan konflik harimau sumatera yang diduga telah keluar dari kawasan hutan lindung yang menjadi habitatnya, sehingga dilakukan penelusuran pergerakan harimau yang kemudian akan dievakuasi ke habitatnya kembali. Berdasarkan hasil patroli tersebut, diperoleh informasi bahwa pada pukul 07.30 WIB telah ditemukan sejumlah 1 (satu) individu harimau sumatera terperangkap boxtrap yang dipasang di Desa Pelakat. Sebelumnya, pada Desa Pelakat telah terpasang sejumlah 2 (dua) boxtrap yang pemasangannya mempertimbangkan konsentrasi jejak harimau sumatera terpantau pada wilayah tersebut. Merespon informasi terkini tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama dengan Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Genman S. Hasibuan, segera menggelar konferensi pers untuk menyampaikan penjelasan atas informasi tersebut. Gubernur Sumatera Selatan menghimbau kepada masyarakat dan semua pihak untuk tidak mengganggu kawasan hutan yang menjadi habitat harimau dan tidak memburu satwa yang menjadi mangsanya agar harimau tidak keluar dari habitatnya. Sampai dengan saat ini, individu harimau tersebut masih dalam proses identifikasi untuk memperoleh detail informasi individu. Harimau tersebut akan dievakuasi ke rescue center harimau di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Lampung untuk diperiksa kesehatannya dan dilakukan analisis terhadap fisik dan pola perilaku. Selanjutnya, Lokasi pelepasliaran akan ditentukan setelah mempertimbangkan kajian habitat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan para pihak akan menjamin keselamatan baik harimau maupun manusia serta kelestarian alam di Sumatera Selatan khususnya pada sebaran habitat satwa. Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Sumatera Selatan beserta jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Tokoh Masyarakat di desa-desa sekitar kawasan hutan lindung yang merupakan habitat harimau di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Kota Pagar Alam, semua jajaran Kepolisian dan TNI, Pemko Pagar Alam, Pemkab Lahat, Pemkab Muara Enim, Pemkab OKU, TWNC, ZSL, FZS, WCS, dan Forum Harimau Kita yang telah berperan aktif dalam melakukan upaya penanganan konflik sejak 3 (tiga) bulan terakhir ini, sehingga harimau tersebut dapat segera dievakuasi. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta melapor secara aktif apabila menjumpai langsung/ tanda keberadaan harimau sumatera melalui Call Center Balai KSDA Sumatera Selatan 0812-7141-2141. Selanjutnya, kawasan hutan yang menjadi habitat harimau sumatera agar tidak dilakukan aktivitas pemanfaatan/alih fungsi lahan karena wilayah tersebut merupakan daerah jelajah harimau sumatera. Sumber: Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Gubernur Aceh Resmikan Sarpras Wisata Ketambe di Gurah

Aceh Tenggara, 20 Januari 2020 - Nova Iriansyah, Plt. Gubernur Aceh meresmikan pembangunan sarana prasarana wisata Ketambe, pada hari Senin. Lokasi ini merupakan bagian dari resor Lawe Gurah, Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser wilayah IV Badar, Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Kutacane. Dalam sambutannya, Nova menyampaikan bahwa pembangunan sarana prasarana wisata ini harus memperhatikan keberadaan pohon yang ada. “Sarpras yang dibangun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya juga agar dapat menyejahterakan masyarakat”, ungkap Nova. Pada tahun 2019, tahap awal pembângunan sarpras wisata berupa gapura, balai pertemuan, musholla, panggung pertunjukan dan dermaga. Tahap berikutnya akan dibangun gazebo, jalan masuk, kantor pengelola, gedung tiketing dan toilet umum. Ini merupakan hasil dari perjanjian kerjasama dalam rangka penguatan fungsi antara pemerintah kabupaten Agara dengan BBTN Gunung Leuser. Perjanjian kerjasama ini mendapat dukungan dari Gubernur melalui Dinas Pariwisata provinsi Aceh. Tahun 2020, pembangunan sarpras di Lawe Gurah secara spesifik akan didiskusikan bersama BBTN Gunung Leuser dan Dispar Agara dan Dispar provinsi Aceh. Acara peresmian dihadiri Wabup Agara, Bupati Gayo Lues, Kapolres Agara, Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser, Kadis Pariwisata Prov. Aceh, Forkompimda Agara dan masyarakat setempat. Sumber: Balai Besar TN Gunung Leuser
Baca Berita

Peresmian Monumen Cagar Biosfer Bkdskh Oleh BPEE

Putussibau, 20 Januari 2020 - Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) mewakili Direktur Jenderal KSDAE mengunjungi Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (BBTNBKDS). Kunjungan ini berlangsung selama 1 (satu) hari. Setelah menghadiri pertemuan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kapuas Hulu , Direktur BPEE melanjutkan mengisi kegiatan Peresmian Monumen Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu di Kantor Balai Besar Tana Bentarum. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pemberian nama Kapal Bandong secara Simbolis. Peresmian monumen ini dihadiri langsung oleh Direktur BPEE, Ir. Tandya Tjahjana, M.Si. Penetapan Kapuas Hulu menjadi Cagar Biosfer Oleh UNESCO yang resmi dikukuhkan pada Sidang ICC-MAB UNESCO Ke 30 di Palembang Juli 2018 lalu tentu menjadikan Kapuas Hulu menjadi Lokasi yang semakin Spesial. Status Cagar Biosfer Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kapuas Hulu (BKDSKH) menegaskan pengakuan dunia internasional sebagai bukti komitmen untuk terus menjaga kelestarian alam. Label ini diberikan oleh UNESCO untuk membantu melindungi situs dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di kawasan ini. Cagar biosfer diharapkan dapat mempromosikan manajemen, penelitian dan pendidikan dalam konservasi ekosistem, termasuk pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. Tandya Tjahjana menyampaikan dengan adanya penetapan Cagar biosfer ini tentu akan memberikan dampak kepada Kawasan maupun masyarakat sekitar, baik untuk perekonomian maupun kebutuhan masyarakat Kapuas hulu, tentunya dampak positif yang akan menghampiri”. Ir. Arief Mahmud sebagai tuan rumah Balai Besar Tana Bentarum menyambut langsung atas kedatangan Direktur. “pembuatan monumen ini sebagai upaya menampilkan simbol atas capaian Kapuas Hulu dalam menjaga kelestarian alam, tentu suatu kebanggaan bagi kita semua atas capaian ini” ungkap Arief Mahmud. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun Danau Sentarum
Baca Berita

Dirjen KSDAE Resmikan Kapal Bandong Wisata “SENTARUM CRUISE”

Putussibau, 20 Januari 2019 - Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) adalah salah satu tujuan utama wisata di Kalimantan Barat, dengan segala keunikan wilayah dan budaya masyarakatnya, Danau Sentarum setiap tahunnya selalu didatangi ribuan pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) terus menggenjot pembangunan sarana dan prasarana seperti pembangunan jembatan, pembangunan mushola/ fasilitas umum lainnya, pembangunan resort premium, pemasangan penguat signal, pelatihan pemandu wisata bagi masyarakat dan terakhir adalah pembuatan Kapal Bandong Wisata “SENTARUM CRUISE” yang memiliki bobot sekitar 10 ton, panjang 20 meter dan lebar 8 meter dengan kekuatan mesin 6 silinder. Menurut Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi H menyampaikan “Kapal Bandong Wisata ini didesain dengan ornament Suku Dayak di bagian bawah (lantai 1) dan ornament Suku Melayu di bagian atas (lantai 2) kapal. Perpaduan ornament dua suku ini melambangkan harmonisasi kehidupan dan hubungan antar suku yang ada di Danau Sentarum. Koeksistensi antara Danau Sentarum dan masyarakat yang tinggal di dalamnya diharapkan dapat melahirkan harmonisasi konservasi dan kesejahteraan”. Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan hari ini adalah peresmian nama kapal bandung wisata milik BBTNBKDS yang diresmikan oleh bapak Dirjen KSDAE yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Arief menambahkan bahwa kapal ini akan diberi nama SENTARUM CRUISE, pemberian nama ini mengambil terminologi dari salah satu danau yang terdapat didalam kawasan TNDS. Kegiatan peresmian Kapal Bandong Wisata dilakukan sekaligus dengan acara Peresmian Monumen Cagar Biosfer, Pembinaan Pegawai dan Rapat Koordinasi Jabatan Fungsional Tertentu Lingkup Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, yang dilaksanakan selama dua hari dimulai pada tanggal 20 – 21 Januari 2020 di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang diikuti oleh seluruh pejabat Fungsional Tertentu, Fungsional Umum dan Anggota Manggala Agni. Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) Tandya Tjahjana menyampaikan bahwa pembangunan Kapal Bandong Wisata ini sangat penting untuk mendukung kegiatan wisata yang ada di Taman Nasional Danau Sentarum. Dengan adanya Kapal Bandong Wisata “SENTARUM CRUISE” diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan memberikan kepuasan tersendiri bagi pengunjung yang datang ke ke Taman Nasional Danau Sentarum. SEMAKIN DILESTARIKAN SEMAKIN MENSEJAHTERAKAN !. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Acara Deklarasi Penanaman 10.000 Batang Pohon oleh PMII Cabang Unilak

Minggu, 19 Januari 2020 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lancang Kuning melaksanakan kegiatan deklarasi penanaman 10.000 batang pohong di TN Tesso Nilo. Kegiatan penanaman bibit sebanyak 10.000 bibit tanaman ini dilaksanakan di SPTN Wilayah I LKB . Kegiatan ini diberi tema “Taman Nasional Tesso Nilo Hijau Berseri, Selamatkan Hutan Untuk Masa Depan Anak Bangsa”. Selain petugas TN Tesso Nilo dan PMII, Kegiatan penanaman dihadiri oleh Gubernur Riau (diwakili Kadis LHK Riau), Anggota DPRD Pelalawan, Kapolsek Ukui, Danramil, Wakil Rektor III Unilak. Rangkaian acara deklarasi ini terdiri dari diskusi ilmiah, penanaman bibit pohon dan edukasi gajah. kegiatan ini juga merupakan bentuk kampanye program penanaman 10.000 batang pohon untuk kawasan konservasi khusunya di Provinsi Riau. Menurut PMII, kegiatan penanaman ini dilaksanakan dalam bentuk kepedulian mahasiswa sebagai agen of change untuk melestarikan kawasan hutan. PMII juga mengungkapkan harapan agar kegiatan penanaman dapat menjadi program yang berkelanjutan. Kegiatan Edukasi gajah untuk para mahasiswa berisi materi mengenai pola kehidupan dan prilaku gajah, fliying squad, dan mitigasi gajah. Dalam kegiatan ini peserta juga diberikan presentasi mengenai pengelolaan kawasan yang disampaikan langsung Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Ir. Halasan Tulus. Kepala Balai TN Tesso Nilo dalam presentasinya mengungkapkan apresiasinya kepada semua semua pihak yang terlibat. Menurut beliau kegiatan penanaman seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk sama-sama menjaga kawasan hutan dan lebih peduli terhadap lingkungan, “TN Tesso Nilo sangat membuka tangan selebar-lebarnya bagi pihak manapun untuk bekerjasama, terlebih untuk pemulihan ekosistem hutan kita. Kegiatan yang kita laksanakan ini diharapkan dapat merubah mindset masyarakat untuk ikut serta menjaga dan melestarikan hutan untuk anak cucu kita” ungkap Kepala Balai TN Tesso Nilo. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Pengukuhan Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH

Putussibau, 20 Januari 2020 - Menindaklanjuti SK Bupati Kapuas Hulu No.39/EKBANG/2020 mengenai Pembentukan Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu (BKDSKH), para pengelolaan telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH pada Senin siang. Forum melanjutkan kegiatannya dengan Pengukuhan Forum Koordinasi Pengelola Cagar Biosfer BKDSKH di Pendopo Bupati Kapuas Hulu pada Senin malam. Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH dikukuhkan langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasir, SH bersama wakil Bupati Antonius L. Ain Pamero, SH dan dihadiri Ketua DPRD Kapuas Hulu, Forkopinda Kapuas Hulu, para pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, GIZ Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, KPH lingkup Kapuas Hulu, perwakilan masyarakat adat, sektor swasta, serta NGO terkait pengelolaan konservasi di Kapuas Hulu antara lain TFCA dan FORCLIME yang akan berperan dalam pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH. Dalam sambutannya A.M Nasir menyampaikan “pembentukan forum ini tentu perlu pemahaman dalam pengelolaannya, agar ketika banyak pertanyaan masyarakat mengenai kepengurusannya kita telah siap dengan jawaban-jawaban atas kinerja yang dilakukan” ungkapnya. Bupati juga menyebutkan bahwa Sekretaris Daerah (Hj. Linda Purnama) yang akan mengetuai Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer BKDSKH, berkerja sama dengan 82 anggota yang masing-masing berasal dari Intansi Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, NGO yang bergerak dalam bidang konservasi, sektor swasta, serta masyarakat adat sekitar kawasan. “Langkah pertama kami harus menyatukan visi dan misi bersama agar bisa berjalan bersamaan, dan untuk target aksinya secepatnya akan kami laksanakan, tentu semakin cepat aksi maka akan semakin cepat juga terlihat hasilnya” ungkap Linda Purnama disela acara. Selain kegiatan pengukuhan Forum, Bupati juga sekaligus menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada tujuh sekolah (SD, SMP, dan SMA) terpilih yang diselenggarakan atas kerjasama antara Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS)/Sintang Orangutan Center (SOC) dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum untuk masyarakat sekitar kawasan hutan. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Upacara Rutin Bulanan Sekaligus Memperingati Dirgahayu KOPRS SPORC Ke 14

Pekanbaru, 20 Januari 2020 - Seluruh UPT KemenLHK Prov. Riau mengikuti upacara rutin bulanan sekaligus memperingati Dirgahayu Koprs SPORC ke 14 di lapangan kantor Balai Besar KSDA Riau. Inspektur Upacara kali ini adalah Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono dan petugas upacara Seksi Wil. 2, Balai Gakkum Wil. Sumatera. Setelah selesai upacara, acara dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba futsal dan kategori pemenang pemain Gakkum Cup 2020. Selamat kepada Balai TN Bukit Tigapuluh, Daop Siak Balai PPI, Balai Besar KSDA Riau dan BP2TSTH Kuok sebagai juara 1, 2, 3 dan 4. Untuk SPORC, Sukses terus, semangat terus, Selalu sigap dengan berfikir cepat, bertindak tepat dan hasil akurat.. HIDUP SPORC!!!! Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Entry Metting BPK di UPT KLHK Provinsi Riau

Pekanbaru, 20 Januari 2020 - Entry Metting BPK di UPT KemenLHK Prov. Riau dilakukan di aula Pulai kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera (P3ES) Jl. HR Soebrantas Pekanbaru. Dihadiri seluruh pejabat struktural lingkup KemenLHK Prov. Riau, acara dipimpin oleh Kepala P3ES selaku koordinator wilayah dengan nara sumber Karo Keuangan, Karo Umum, Inspektur I dan Ketua Tim BPK. Tujuan menguji kesesuaian transaksi keuangan pemerintah, siklus BMN termasuk tindak lanjut hasil rekomendasi BPK pada LHP penilaian kembali BMN 2017 - 2018. Tim BPK yang hadir entry metting berjumlah 6 orang. Masing masing Kepala Instansi memaparkan kegiatannya selama kurang lebih 5 menit, dengan realisasi anggaran tiap UPT sebagai berikut : P3ES 99,03%, BBKSDA Riau 99,38%, BP DAS Inrok 99,42%, BPHP 98, 04%, TNTN 97,75%, TNBT 97,74%, BPKH Wil.XIX 94,61%, SMK Kehutanan 99,27%, BDLHK 99,65%, BP2TSTH 99,67%. Dinas LHK Prov. Riau dana Dekonsentrasi 96, 12% dan dana TP 85,43%. Ayoo, kita wujudkan selalu pengelolaan WTP untuk KLHK Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pembinaan Pegawai Balai Besar TaNa Bentarum Sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Kerja di Ujung Batas Negeri

Putussibau, 20 Januari 2020 - Dalam rangkaian kegiatan pembentukan forum koordinasi pengelolaan Cagar Biosfer Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kapuas Hulu dan pengukuhan Forum tersebut, Direktur Jenderal KSDAE yang diwakili oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) melaksanakan kegiatan pembinaan pegawai dan pembukaan Rapat Koordinasi Jabatan Fungsional tertentu Lingkup Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). Kegiatan ini diikuti oleh hampir 100 orang pegawai yang terdiri atas pejabat struktural, pejabat fungsional baik PEH, POlHUT dan Penyuluh, Manggala Agni dan Tenaga kontrak. Kegiatan diawali dengan penampilan Band Rumah Kita kebanggaan Balai Besar TaNa Bentarum yang menyanyikan lagu kebanggaan “Ayo Ke Tana Bentarum”. Dalam sambutannya, Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar TaNa Bentarum menyampaikan terimakasih atas kunjungan Direktur BPEE “dengan kedatangan pak direktur diharapkan bisa memotivasi para pegawai yang bekerja di wilayah perbatasan untuk tetap melaksanakan tugasnya” papar Arief Mahmud . Kegiatan pembinaan pegawai disertai dengan pemberian piagam penghargaan kepada pegawai berprestasi antara lain Ahmad Sirojudin, S.Hut sebagai Peserta Terbaik pertama pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XXXVI dan Proyek Perubahan Terpilih ke II, Muhammad Rekkapermana S.Hut ., M.Eng., M.Sc sebagai Peserta Terbaik ke Empat pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XXXIV dan Proyek Perubahan Terpilih ke II, Budi Prasetyo , S.Hut sebagai Proyek Perubahan Terpilih ke I pada Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XLI, selanjutnya Peserta Terbaik ke II dan III pada Diklat pembentukan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT ) Penyuluh Kehutanan, Venza Rhoma Saputra S.Hut dan Makmur Santoso, S. Hut serta Daud Hoerudin, S.P sebagai peserta terbaik ke III pada Pelatihan Dasar CPNS angkatan IV. Dalam arahannya, Direktur BPEE menyampaikan “bekerja dalam bidang konservasi merupakan jalan hidup yang harus dijalani dan dihadapi dalam memenuhi tugas negara” Selain itu, meskipun di wilayah pedalaman, Tana Bentarum memberikan inspirasi dalam pengelolaan kawasan konservasi, antara lain pengembangan madu hutan (HHBK), Kemitraan konservasi, kolaborasi multipihak, pengembangan ecoroad di kawasan konservasi dan lain lain. Dalam kegiatan pembinaan pegawai , beberapa pegawai menyampaikan beberapa pertanyaan yang menarik perhatian , mulai dari tugas, fasilitas hingga hak petugas dalam melaksanakan tugas. Antusias para peserta pembinaan terlihat dari Salah satu petugas Manggala agni , Adi Sucipto yang menyampaikan keinginannya beserta rekan-rekan dalam peningkatan Kapasitas SDM untuk meningkatkan kinerja yang sudah mulai goyah. Diakhir kegiatan Direktur BPEE menitip pesan kepada seluruh pegawai TaNa Bentarum untuk merapikan aset yang ada, database yang ada harus di promosikan serta jangan pesimis dengan keadaan tempat kerja. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Dampingi KTH Raket Manunggal Terima Kunjungan PIBI IKOPIN

Yogyakarta, 16 Januari 2020 - Kelompok Tani Hutan (KTH) Raket Manunggal salah satu KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta di Desa Penyangga SM Sermo menerima kedatangan Institut Manajemen Koperasi Indonesia Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan (PIBI IKOPIN) Jatinangor Sumedang Jawa Barat. PIBI IKOPIN merupakan sebuah unit di bawah perguruan tinggi IKOPIN Jatinangor yang berkiprah dalam penumbuhan dan pengembangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi Indonesia. Kunjungan dilaksanakan dalam rangkaian pelaksanaan ekstrakulikuler tahun ajaran 2020/2021 guna orientasi usaha di bidang usaha pengrajin keripik kelapa. Sebanyak 54 orang peserta yang merupakan mahasiswa PIBI IKOPIN dari Kab. Mimika - Papua yang dididik untuk menjadi para wirausahawan yang berbasis sumber daya lokal melalui perkuliahan di IKOPIN-beasiswa LPMAK. Kegiatan diawali dengan pemaparan latar belakang terbentuknya KTH Raket Manunggal, proses pembuatan krispi kelapa serta tantangan dan hambatan pemasaran produksi kripik kelapa oleh Bapak Sukardi selaku Ketua KTH Raket Manunggal yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Melalui kunjungan ke KTH Raket Manunggal ini, diharapkan dapat menggugah jiwa kewirausahaan peserta untuk mengolah kelapa di daerah asalnya mengingat potensi kelapa yang besar di Papua. Peserta yang hadir juga turut serta mempraktekkan pembuatan krispi kelapa yang dipandu oleh anggota KTH Raket Manunggal. Kepala Balai KSDA Yogyakarta menyambut baik kunjungan ke Kelompok Tani Binaan Balai KSDA Yogyakarta ini. “Kunjungan ke kelompok tani binaan Balai KSDA Yogyakarta ini menunjukkan bukti bahwa kelompok tani kita sudah mulai menunjukkan eksistensinya. Pembelajaran yang dilakukan peserta dari luar provinsi hendaknya disambut dengan baik dan sekaligus dapat menjadi penyemangat anggota kelompok untuk lebih memajukan lagi usaha kelompoknya. Untuk penyuluh kehutanan Balai KSDA Yogyakarta, saya berpesan agar terus mendampingi kelompok tani-kelompok tani binaan Balai KSDA Yogyakarta hingga dapat mencapai kemandiriannya” tutup M. Wahyudi. Sumber : Nur Surantiwi (Penyuluh Kehutanan) - Balai KSDA Yogyakarta

Menampilkan 4.145–4.160 dari 11.140 publikasi