Rabu, 6 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pertemuan Singkat Kanban Litbang Provinsi Malut dan Kepala Balai TNAL yang Sarat Makna

Sofifi, 28 Januari 2020. Beberapa kali membuat rencana silaturahmi bersama Kepala Badan (Kaban) Litbang Provinsi Maluku Utara (Malut) tetapi belum terwijud karena terdapat beberapa agenda. Kemarin (27/01) pertemuan tersebut akhirnya dapat terwujud. Pertemuan singkat ini dilaksanakan di ruang Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menjelang siang, tengah hari. Kaban Litbang Provinsi Malut, Mulyadi Wowor yang ditemani 2 (dua) asistennya menyampaikan beberapa informasi, diantaranya adalah kegiata Komda Sumber Daya Genetik (SDG) Maluku Utara. Mulyadi menyampaikan beberapa tugas dan susunan organisasi Komda SDG kepada Kepala Balai TNAL. Mulyadi juga menyampaikan bahwa akan memperkenalkan Kepala Balai TNAL dan anggota Komda SDG lainnya yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Malut kepada Gubernur Maluku Utara untuk melakukan audiens tentang Sumber Daya Genetik Maluku Utara. Heri, panggilan akrab Kepala Balai TNAL juga menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Program-program tersebut juga dapat dikolaborasikan dengan program yang ada di Litbang Malut. “Jika nanti ada program dari Balai TNAL yang dapat dikerjakan bersama-sama maka akan dikerjakan bersama-sama dengan Badan Litbang Malut”, kata Heri saat dikonfirmasi oleh Tim Medsos Balai TNAL. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Patroli dan Pemantauan Lokasi Kebakaran di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 24 Januari 2020. Seperti biasa mereka melakukan rutinitas patroli dan pemantauan lokasi kebakaran di SM. Giam Siak Kecil. Kondisi saat ini nihil titik api, namun harus sering dipantau petugas di lapangan. Dari pemantauan di lokasi tersebut, kedua kawan kita melihat air melaju deras mengarah ke danau dan mengakibatkan tanah gambut menjadi kering serta tidak lembab, sehingga mudah terbakar. Hal ini membuat mereka berinisiatif membuat sekat kanal di lokasi bekas kebakaran tersebut. Sekat dibuat dengan cara manual, mengunakan cangkul dan batang kayu kering yang ada di sekitar lokasi kanal. Dengan peralatan seadanya dan jika sore hari diguyur hujn gerimis, tim berhasil membuat 4 bendungan sekat kanal manual dalam waktu 2 hari. Tim Balai Besar KSDA Riau berkomitmen kuat melakukan rutinitas patroli penjagaan kawasan hutan konservasi Giam Siak Kecil dari kebakaran dan perusakan. Sumber: Balai Besai KSDA Riau
Baca Berita

Wisata Ekoling Sumatera Utara TWA Sibolangit

Sibolangit, 28 Januari 2020. Mengawali Kegiatan Wisata Edukasi Konservasi dan Lingkungan (Ekoling) Tahun 2020, Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit kembali bergeliat dengan persiapan acara-acara yang berinteraksi langsung dengan nuansa alam, hutan konservasi menjadi suguhannya. Sabtu, 25 Januari 2020 Keluarga Besar Punguan Pomparan Raja Idaon Siahaan (PPORIS) Medan sekitarnya melaksanakan syukuran Tahun Baru. Dalam acara tersebut disuguhkan Kebaktian Rohani Kriten Singkat, jelajah hutan, hiburan live musik dan menikmati kuliner Bersama dengan paduan alam dan budaya batak toba. Senin, 27 Januari dan 10 Februari 2020 akan ada acara Camp Nature 2020 dari siswa/i SMP Swasta Siti Hajar Medan dengan Tema “Kegiatan Belajar dan mengenal alam lebih dekat”. Siswa/i SMP Swasta Siti hajar Medan akan melakukan kegiatan pengenalan flora dan fauna dan fieldtrip Kawasan. Kemudian siswa/i SMP Methodist Pancur Batu juga akan melakukan kegiatan pengenalan tumbuhan ke TWA. Sibolangit. Selain itu, Senin 10 Februari 2020 juga akan dilaksanakan “Anugerah Duta Konservasi Yunior Sibolangit” acara ini merupakan rangkaian penutupan program kerjasama Pendidikan dan penyuluhan tahun ke-3 Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan SMP Negeri 2 Sibolangit. Siswa/i dari SMP Negeri 2 Sibolangit akan menampilkan lagu dan puisi konservasi. Acara ini akan dihadiri SMP Swasta Siti Hajar Medan, dan juga akan dihadiri oleh Putri Hutan Sumatera Utara 2020 Ayo tunggu apa lagi, masih banyak lagi acara kegiatan lain yang pastinya seru. Bagi sahabat yang suka membuat kegiatan di Alam terbuka, yuk rencanakan bersama teman, saudara, dan keluarga anda untuk berwisata alam di Taman Wisata Alam Sibolangit. Sumber : Samuel Siahaan, S.P. - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pembinaan Pegawai oleh Dirjen KSDAE di BTN MerBeti

Senin 27 Januari 2020. Bertempat di Aula Kantor Balai TN MerBeti di jalan Sriwijaya Jember, Bapak Dirjen KSDAE Ir Wiratno M.Sc melakukan pembinaan pegawai yang diikuti oleh segenap Pegawai Balai TN Merbeti. Pada acara ini turut pula diikuti oleh perwakilan ASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari UPT KSDAE Jawa Timur (BBTN Bromo Tengger Semeru, BBKSDA Jawa Timur, BTN Alas Purwo, dan BTN Baluran), serta BTN Bali Barat. Acara diawali dengan ramah tamah dengan manyantap makan malam kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Rimbawan oleh seluruh Peserta. Sebagai tuan rumah acara, Kepala Balai TN MerBeti, Maman Surahman, S.Hut,M.Si, menyampaikan ucapan rasa senang dan terimakasih atas kedatangan dan kesediaan Dirjen KSDAE untuk meluangkan waktu hadir bersama-sama di tengah Keluarga Besar Balai TN MerBeti. Beliau juga berharap dengan kedatangan Ir Wiratno M.Sc mampu memberikan motivasi/spirit bagi ASN di BTN MerBeti untuk tetap teguh menjaga dan melestarikan hutan TN MerBeti , selain itu juga mampu memberikan tambahan ilmu serta berbagi cara dan pengalaman dalam mengelola serta melestarikan hutan khususnya kawasan konservasi yang ada di Indonesia. Selama acara tersebut berlangsung seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara ini hingga selesai, banyak pertanyaan dan diskusi yang berkembang ke arah yang positif dalam pengelolaan TN MerBeti. Pada sesi dikusi dan tanya jawab yang diwakili oleh Pegawai TN MerBeti dari POLHUT, PEH, dan Pejabat Fungsional Umum, salah satu diskusi yang menarik adalah mengenai peranan hutan TN MerBeti dalam pembangunan nasional sehingga patut dilestarikan. Dirjen KSDAE juga menyampaikan apresiasi kepada Petugas BTN MerBeti yang mampu mendokumentasikan dan membuktikan keberadaan macan tutul di Pulau terpadat di dunia. Di akhir acara Dirjen KSDAE memberikan pesan kepada seluruh ASN BTN MerBeti agar tetap kompak dan bersama-sama serta menjaga corsa sebagai keluarga besar Ditjen KSDAE. “karena kita semua melaksanakan tugas yang mulia namun berat, yang kesemua masalah itu akan mampu diselesaikan dengan ijin dari Allah SWT apabila kita benar, sabar dan ikhlas dalam bekerja” terang Dirjen KSDAE. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Milad Sylva, Stiper Kutim Ingin Berperan di TN Kutai

Sangatta, 27 Januari 2019. Program Studi Kehutanan Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER KUTIM) merayakan milad Sylva ke-61 di Gedung Kehutanan STIPER. Acara ini dilaksanakan dengan seminar yang mengundang 2 pembicara yaitu Kepala Balai Taman Nasional Kutai dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur dengan tema “Peran Serta Mahasiswa Dalam Konservasi Taman Nasional Kutai dan Mitigasi Bencana Banjir di DAS Sangatta Kutai Timur". Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Program Studi sekaligus membuka acara dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber. Kepala Balai TN Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan sebagai narasumber pertama menyampaikan terkait Pengelolaan TN Kutai dan Peran Mahasiswa Dalam Konservasi. Dalam pemaparannya, Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran besar dalam pengelolaan kawasan konservasi karena potensi yang dimiliki kaum muda seperti : 1). Jejaring informasi yang kuat melalui media sosial, teman kuliah, teman sekolah, teman nongkrong, 2). Full of energy,tenaga masih kuat, semangat dan rasa ingin tahu tinggi, dan sikap kritis, 3). Trend center, apapun yang dibuat bisa menjadi perhatian dan menjadi viral di media sosial, 4). Usia relatif cukup panjang untuk mewujudkan ide dan harapan masa depan. Selanjutnya disampaikan juga bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan generasi muda/mahasiswa antara lain bijak dalam berperilaku terhadap hutan dan lingkungan, melakukan penelitian, pembelajaran dan pengembangan di kawasan konservasi, dan melakukan promosi atau kampanye melalui pameran, media sosial dan tulisan/opini. Seminar dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa kehutanan dan dosen STIPER KUTIM, Kepala KPHP Bengalon, Pengurus Ikatan Alumni Kehutanan STIPER KUTIM, Departemen Enviro PT. KPC, Ketua Forum DAS Kutai Timur, Kepala BPBD Kutai Timur, Kepala Dept. Rehab DAS PT. Infominco Mandiri, Kepala Forum Pencinta Sungai Sangatta, Ketua Prodi Kelautan STIPER, Ketua Prodi Peternakan STIPER, Ketua Prodi Teknik Pertanian STIPER, Ketua Prodi Agroteknologi STIPER, Ketua Konsentrasi Studi Agribisnis STIPER, Ketua Konsentrasi Studi Budidaya Perairan STIPER, Ketua LPMI STIPER, Ketua BEM STIPER, dan Ketua LPPM STIPER KUTIM. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Lomba Kuliner Khas Desa Jinato, Jurinya PEH dan Penyuluh Balai TN Taka Bonerate

Resor Jinato - Taman Nasional Taka Bonerate, 28 Januari 2020. Kemarin (27/01) SMPN 39 Kepulauan Selayar menyelenggarakan lomba kreasi membuat Kuliner Khas Desa Jinato. Berbagai makanan khas berbahan utama ikan, tahu dan telur disajikan di atas meja di salah satu ruang kelas mereka. Selain menu utama, juga ada minuman segar, es buah ala Desa Jinato. Tak hanya ditampilkan begitu saja, namun dihiasi bak koki handal. Bertindak sebagai juri, tentu saja adalah guru-guru, namun agar adil, Pak Syam sebagai Wali Kelas XIII meminta kesediaan dari petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Jinato untuk ikut menjadi juri. Maka sesuai arahan Kepala SPTN Wilayah II Aisyah Amnur, Syamsuriani (Penyuluh Kehutanan) dan Andi Mutmainah (PEH) ditugaskan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Siapa sangka, ternyata masakan adik-adik kita Desa Jinato tidak bisa dipandang enteng. Walaupun masih siswa SMP dan tergolong belia, namun adik-adik Desa Jinato ini pandai mengolah ikan menjadi makanan lezat. "Adik-adik, ini jago memasak ternyata" Puji Andi Mutmainnah Pak Syam yang mewakili sekolah mengucapkan banyak terima kasih atas keterlibatan teman-teman Balai TN Taka Bonerate. Dan tentunya bukan hanya sampai disini saja. Kedepan kegiatan positif seperti ini akan terus berlanjut. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

30 Anggota Pramuka Bantara Persami di Wisata Alam Belaban TN Bukit Baka Bukit Raya

Nanga Pinoh, 27 Januari 2020 - Gugus Depan (Gudep) Pandawa 01.039 dan 01.040 Pangkalan SMA Negeri 1 Sintang mengadakan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 25 dan 26 Januari 2020 di Camping Ground Wisata Alam Resort Belaban Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Nanga Pinoh Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Kegiatan PERSAMI ini diikuti sebanyak 33 orang peserta yang terdiri dari 30 orang anggota Pramuka Bantara dan didampingi 3 orang pembinanya merupakan perkemahan terakhir sekaligus menjadi ajang pembubaran Bantara yaitu anggota pramuka kelas XII yang beberapa bulan kedepan akan menjalani ujian akhir sekolahnya. Oleh karena itu kegiatan ini lebih bersifat rekreasi dibanding kegiatan pendidikan dan latihan seperti sebelum sebelumnya. Didampingi petugas dan dipandu 1 kendaraan patroli TN Bukit Baka Bukit Raya, rombongan berangkat dengan 3 unit kendaraan roda empat dari SMA Negeri 1 Sintang menuju SPTN Wilayah 1 Nanga Pinoh, dilanjutkan menuju Kawasan Wisata Alam Resort Belaban. Kondisi jalan yang rusak antara Nanga Pinoh hingga tujuan di Resort Belaban menuntut kehati-hatian yang tinggi dari driver agar kendaraan tidak terjebak di kubangan lumpur. Setelah tiba di Pusat Informasi TNBBBR yang terletak di KM 37, peserta mendapat pengarahan dari pembina pramuka SMA Negeri 1 Sintang dan Pendamping dari TNBBBR. Selanjutnya peserta diarahkan menuju Camping Ground untuk mendirikan tenda masing-masing dan mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya. Keesokan harinya peserta memuaskan diri dengan bermain di sungai Ella Hulu dan menikmati jernihnya dan bersihnya air pegunungan yang masih murni. Setelah itu dengan pengawasan dari Petugas Lapangan dan Pendamping dari TNBBBR peserta diajak menikmati suasana hutan dari Jembatan Tajuk (Canopy Bridge) sekaligus memacu adrenalin. Hari semakin siang saat peserta melaksanakan “gugur tenda” untuk mempersiapkan perjalanan kembali ke Sintang. Sebelum kembali ke Sintang peserta diajak menuju tugu perbatasan Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah di KM 41. Hari telah gelap saat rombongan tiba di SPTN Wilayah I Nanga Pinoh, selanjutnya perjalanan pun dilanjutkan hingga seluruh rombongan tiba dengan selamat di SMA Negeri 1 Sintang. Sumber : Dodi Marsadi, S.Hut. - PEH Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Nanga Pinoh Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Humas Dan Publikasi Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Contact Person : Dudy Kurniawan Call Centre : 082158564609 e-mail : bukitbakabukitraya@gmail.com
Baca Berita

Masyarakat Langkat Serahkan Elang Bondol ke BBKSDA Sumut

Stabat, 28 Januari 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara, melalui Resort Karang Gading dan Langkat Timur Laut III menerima penyerahan satwa liar dilindungi undang-undang jenis Elang Bondol (Haliastur Indus), pada Jum’at, 17 Januari 2020 dari masyarakat Dusun Kepala Sungai, Desa Sukamulia, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Bermula dari adanya informasi bahwa masyarakat Dusun Kepala Sungai, Desa Sukamulia, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat yang memelihara satwa dilindungi jenis Elang Bondol. Petugas resort langsung menuju lokasi dan memberi penjelasan bahwa Elang Bondol merupakan satwa liar yang dilindungi undang-undang, sehingga tidak boleh dipelihara secara illegal. Si pemilik, Ikawati yang tidak mengetahui bahwa peliharaanya tersebut merupakan jenis yang dilindungi, kemudian dengan suka rela menyerahkan elang bondol tersebut kepada petugas. Selanjutnya petugas resort segera mengevakuasi Elang Bondol dan menitipkannya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut – Penyuluh Ahli Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tandatangan PKS Kemitraan Konservasi antara BBKSDA Sumut dengan Kelompok Tani Mangroves Sejahtera

Stabat, 28 Januari 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara malaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Konservasi dengan Kelompok Tani Mangroves Sejahtera dalam rangka Pemulihan Ekosistem, di Kantor KPH Wilayah I Stabat, Kabupaten Langkat pada Selasa, 21 Januari 2020. Kelompok Tani Mangroves Sejahtera merupakan kelompok tani ke 7 (tujuh) yang diberikan izin kemitraan konservasi pada lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, seluas ± 64 Ha. Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani langsung oleh Kepala Balai KSDA Sumatera Utara Dr.Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For dan Ketua Kelompok Tani Mangroves Sejahtera, M. Aliandi Saputra. Kerja Sama ini melalui Kemitraan Konservasi dalam rangka Pemulihan Ekosistem di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut, yang merupakan salah satu kawasan konservasi di Sumatera Utara. Diharapkan dengan adanya penandatanganan kerja sama ini, tujuan utama untuk mengembalikan fungsi kawasan dapat tercapai. Kelompok Tani Mangroves Sejahtera terdiri dari masyarakat yang berada di Desa Penyangga Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut (Desa Suka Maju, Desa Tanjung Ibus, Desa Tapak Kuda, dan Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) yang diberi ijin mengakses kawasan konservasi. Adapun tujuan dari kemitraan konservasi ini sebagaimana diatur dalam Perdirjen No P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi Pada Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) adalah untuk mengembalikan ekosistem yang rusak di KSA dan KPA. Kerusakan ekosistem yang dimaksud dapat disebabkan oleh daya-daya alam seperti bencana alam dan kebakaran, jenis invasive, dan perbuatan manusia. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut – Penyuluh Balai Besar KSDA Sumatera Utara Foto bersama setelah penandatanganan PKS
Baca Berita

Pelan-Pelan Mulai Terwujud, Rumah Baca di Waisumo Resort Buli Tinggal Menunggu Waktu

Sofifi, 28 Januari 2020. Setelah satu minggu yang lalu petugas Resort Buli, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Maba melakukan koordinasi dengan LSM Wahan Visi Indonesia (WVI) untuk menghidupkan kembali rumah baca di Dusun Waisimo, kemarin (26/01) petugas Resort Buli kembali menindaklanjuti bersama masyarakat. Petugas Resort Buli, yaitu Ruth, Jon, Jemi dan Eva memulai pertemuan dan perkenalan saat ibadah minggu di gereja setempat. Pada pertemuan di gereja tersebut, Ruth diminta untuk memperkenalkan diri dan memperkenalkan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Adapun pertemuan selanjutnya dilaksanakan pada pukul 15:00 WIT di hari yang sama. Pertemuan kedua di sore hari melibatkan aparat dan masyarakat Dusun Waisumo, majelis gereja dan LSM WVI. Masyarakat dusun menyambut dengan baik program TNAL untuk melanjutkan kembali rumah baca yang telah lama tidak difungsikan. Menurut salah satu warga, bahwa pengaktifan kembali rumah baca akan sangat bermanfaat bagi anak-anak untuk mengurangi aktifitas bermain dan digantikan dengan aktifitas belajar. “Perlu kita percantik (rumah baca), nanti kita ganti sama kayu yang bagus, kita cat sama-sama”, kata Ruth. Lima jam pertemuan sampai pukul 20:00 WIT, didapatkan kesepakatan bersama yaitu warga desa akan bekerjasama memperbaiki dan mengganti kayu yang lapuk dan membuat rak buku. Sedangkan warga berharap Balai TNAL membantu untuk menyediakan cat dan buku-buku bacaan. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai TN. Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Penyelamatan dan Pengobatan Gajah Terjerat Kembali dilakukan Balai Besar KSDA Riau dan Tim di Bengkalis

Pekanbaru, 28 Januari 2020-Penyelamatan satwa Gajah Sumatera kembali dilakukan oleh Balai Besar KSDA RIAU dan Tim. Kali ini pelepasan jerat tali nilon dilakukan di konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Arara Abadi km. 45, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis, Prov. Riau. Temuan Gajah terjerat pertama kali terpantau dan dilaporkan oleh pihak perusahaan kepada Balai Besar KSDA Riau sekitar tanggal 21 Januari 2020. Tim yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, YTNTN, Forum Konservasi Leuser (drh. Anhar), PT. Arara Abadi dan Volunteer pemerhati Gajah Riau segera turun dan melakukan penelusuran. Selama beberapa hari pemantauan dilakukan, akhirnya pada hari Minggu, 26 Januari 2020 Tim berhasil melakukan penembakan bius terhadap satwa tambun tersebut. Satwa berkelamin jantan, berumur sekitar 4 sampai 5 tahun, dengan berat berkisar 600 kg itupun bisa dibius pada pukul 17.45 wib. Kemudian Tim segera melakukan pelepasan jerat nilon dan tindakan medis sesuai kebutuhan pengobatan dan proses tersebut selesai dikerjakan pada pukul 20.45 wib. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pahlawan Konservasi, Pahlawan Masa Kini

Mandailing Natal, 27 januari 2020. Semangat pahlawan adalah hal positif yang sangat penting ada pada setiap generasi masa kini. Penerapan semangat ini dalam kehidupan sehari hari akan mendorong kita terus bekerja maksimal dan menghindari hal –hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Energi positif yang tersimpan dalam semangat juang akan meningkatkan kemampuan kita dan memaksa kita terus berkembang kearah yang positif. Kemerdekaan Indonesia dari penjajah sudah dapat diraih oleh pahlawan terdahulu , bukan berarti semangat pahlawan itu hilang begitu saja , masih banyak yang hal-hal yang harus diperjuangkan. Pahlawan masakini adalah kita , kita yang tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata. Tidak lagi bergerilya dihutan-hutan tapi kita yang menjaga negeri ini , menjaga alam ini , melawan mereka dari perusak alam, melawan mereka perusak lingkungan dan menantang mereka yang menyebabkan rusaknya penyeimbang ekosistem. Pahlawan konservasi adalah salah satu dari sekian para pahlawan masakini, pahlawan yang mempunyai tugas mulia ,pahlawan yang peduli lingkungan ,pahlawan pantang menyerah dengan semangat rimbawan dalam bertugas ,dan semangat konservasi yang sudah melekat dari dalam diri sang pahlawan konservasi. Oleh : Suwardi ( Staf Informasi TNBG)
Baca Berita

Pemutaran Film Konservasi/Pengamanan Hutan di Resort 1 Hutagodang Muda Balai Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 27 Januari 2020. Upaya konservasi/pengamanan hutan yang dilaksanakan Taman Nasional Batang Gadis tidak hanya terpusat pada kegiatan perlindungan dan pengamanan saja. Taman Nasional Batang Gadis memiliki kewajiban dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan konservasi serta berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan kelestarian hutan. Salah satu kegiatan penyadartahuan yang dilakukan Taman Nasional Batang Gadis adalah pemutaran film konservasi/pengamanan hutan di wilayah kerja resort 1 Hutagodang Muda, Kec. Siabu, Kab. Mandailing Natal pada tanggal 27 Nopember 2019 pukul 19.30 WIB. Sesuai kesepakatan dengan pemerintah desa, pelaksanaan pemutaran film konservasi/pengamanan hutan dilaksanakan di gedung serba guna Desa Hutagodang Muda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi kekayaan sumber daya alam di Kab. Mandailing Natal. Pelestarian sumber daya alam dan hayati merupakan filosofi yang mendasari terbentuknya suatu kawasan konservasi, yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Pelestarian tersebut diharapkan tidak serta merta mengesampingkan kebutuhan masyarakat, khususnya yang berada di dalam dan sekitar kawasan konservasi. Karena mereka telah lama menggantungkan hidupnya dari sumber daya alam di dalam kawasan. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat apresiasi baik dari pemerintah desa dan masyarakat, hal ini terlihat dari jumlah masyarakat yang hadir berjumlah kurang lebih 50 (lima puluh) orang. Daftar film yang diputar, yaitu video mengenai kekayaan SDA Taman Nasional Batang Gadis serta film berjudul HOME oleh Yann Arthus – Bertrand. Setelah pelaksanaan kegiatan pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat. Pada diskusi ini menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan alam, lingkungan, hutan dan lain sebaginya. Menjaga dan melestarikan alam mulai dari sekarang untuk generasi anak cucu kita, karena alam sangat berarti bagi kelangsungan hidup manusia. Lewat pemutaran film ini juga menjelaskan bagaimana masyarakat dapat menjaga dan melindungi hutan di sekitar mereka. Usaha perlibatan masyarakat dalam hal pengamanan hutan sangat diharapkan, karena dengan tingginya kesadaran masyarakat dapat dipastikan kelestarian alam juga akan terjaga dengan baik. Salah satu diskusi yang menarik dengan masyarakat adalah mengenai keberadaan harimau sumatera di kawasan Taman Nasional Batang Gadis, yang oleh masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan “ompung”. Secara turun temurun masyarakat sudah diajarkan untuk menghargai alam sekitar mereka termasuk menjaga agar tidak melakukan perburuan tehadap harimau sumatera yang keberadaannya sudah terancam punah. Hal ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Hutagodang Muda. Pelaksanaan pemutaran film ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan pemerintah desa dan masyarakat. Masyarakat berharap Taman Nasional Batang Gadis dapat melaksanakan kegiatan pemutaran film ini dapat dilaksanakan kembali diwaktu mendatang. Masyarakat juga siap mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Taman Nasional Batang gadis dalam menjaga kelestarian hutan ke depannya. Oleh : Raja Maroloan Sitio, SH ( Calon Polhut TNBG)
Baca Berita

Tumpek Uduh/Pengatag dan Aksi Penanaman 530 bibit Pohon Endemik di TN Bali Barat

Gerokgak, 25 Januari 2020. Masyarakat Bali merayakan Tumpek Uduh/Pengatag yang merupakan salah satu kearifan lokal budaya Bali untuk bersyukur kepada Tuhan atas kesuburan tanaman yang memberikan buah-buahan dan bunga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan pada tanggal 25 Januari 2020. Di hari baik ini juga dilakukan penanaman 500 bibit mangrove jenis Rhizopora mucronata dan 30 bibit pohon jenis Sawo Kecik dan Intaran di areal Izin Usaha Pemanfaatan Sarana Wisata Alam (IUPSWA) PT. Trimbawan Swastama Sejati pada kawasan Taman Nasional Bali Barat. Acara dihadiri oleh Kapolres Buleleng beserta jajaran, Kepala Balai TN Bali Barat beserta jajaran, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kab. Buleleng, Forpimka Gerokgak, Manajemen Plataran, Perbekel Desa Sumberklampok dan Desa Pejarakan, karang taruna kec. Gerokgak, pramuka kec. Gerokgak, dan ASN lingkup kec. Gerokgak dengan jumlah keseluruhan peserta kurang lebih 120 orang. Walaupun dalam suasana libur nasional Hari Raya Imlek, semua peserta menunjukkan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Launching Desa Wisata Teluk Singkama dan Penanaman 3000 Pohon Bersama Balai Taman Nasional Kutai

Sangatta, 25 Januari 2020 tepatnya di Dusun Pantai Desa Teluk Singkama, Balai Taman Nasional Kutai yang terdiri atas Kepala Balai dan beberapa jajarannya menghadiri acara Launching Desa Wisata Teluk Singkama, Pelantikan Pengurus BPD SE Kecamatan Sangatta Selatan, Penanaman Pohon Bersama Balai Taman Nasional Kutai dan Penyerahan Mobil Ambulance Oleh Bupati Kutai Timur. Kegiatan dalam acara ini diawali dengan kegiatan Penanaman 3000 Pohon Bersama Balai Taman Nasional Kutai. Sebanyak 3000 bibit aren telah disediakan oleh pihak penyelenggara acara yang diperoleh dari persemaian Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau yang berlokasi di Samboja Kalimantan Timur melalui Balai Taman Nasional Kutai. Bibit aren ini dipilih karena merupakan tanaman endemik Taman Nasional Kutai yang memiliki kemampuan untuk menahan erosi serta menyimpan dan menjaga air tanah. Selain itu kedepannya diharapkan dapat memberikan nilai manfaat secara ekonomi bagi masyarakat di Desa Teluk Singkama sebagai penghasil nira untuk dijadikan gula merah. Kegiatan penanaman ini dimulai setelah hadirnya Bupati Kutai Timur Bapak Ismunandar yang langsung menanam bibit aren didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Kutai Bapak Nur patria Kurniawan dan Camat Sangatta Selatan Ibu Hasdiah. Setelah secara simbolis kegiatan penanaman oleh Bupati Kutai Timur kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dalam acara tersebut. Setelah kegiatan penanaman acara selanjutnya adalah Launching Desa Wisata Teluk Singkama. Acara dimulai dengan sambutan dari Camat Sangatta Selatan Ibu Hasdiah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Desa Teluk Singkama termasuk dalam Desa yang tertinggal di Kabupaten Kutai Timur, oleh karena itu beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Teluk Singkama untuk ikut dan berpartisipasi dalam usahanya untuk memajukan Desa Teluk Singkama. Hasdiah berharap dengan dijadikannya Desa Teluk Singkama sebagai desa wisata maka kedepannya desa ini akan menjadi lebih maju. Dengan potensi yang dimiliki Desa Teluk Singkama yaitu berupa Pantai Pasir Putih, Hutan Mangrove dan Kebun Nanas serta aren Hasdiah yakin bahwa nantinya desa ini akan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata bagi masyarakat Kabupaten kutai Timur khususnya dan Kalimantan Timur secara umum. Hasdiah juga mengharapkan bantuan dan support dari pemerintah maupun stakeholder yang hadir dalam acara tersebut seperti PT. Pertamina EP, PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT. Indominco Mandiri agar tujuan untuk menjadikan Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata dapat terlaksana. Dalam sambutannya Hasdiah juga memaparkan master plan dari Wisata Pantai Pasir Putih, Hutan Mangrove dan Wisata Teluk Kaba dalam bentuk video pendek dimana dari masing – masing lokasi wisata ini memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda – beda. Mengingat lokasi dari obyek wisata Desa Teluk Singkama ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Kutai, maka perlu dibuat Perjanjian Kerjasama (PKS) dimana untuk saat ini masih dalam proses persetujuan. Dalam acara ini Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Bapak Nur Patria Kurniawan juga memberikan sambutan. Beliau menyampaikan pentingnya menanam pohon karena produsen dari Oksigen di dunia ini adalah pohon dan terumbu karang. Oksigen merupakan salah satu kebutuhan pokok dari seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi apabila produsen oksigen yaitu tumbuh – tumbuhan yang kita tanam, rawat, pelihara dan dijaga maka mereka pun dengan sendirinya akan memberikan balasan yang baik kepada kita. Kondisi sebaliknya akan terjadi ketika kita tidak mau menanam dan malah merusaknya maka kita sebagai khalifah di muka bumi ini akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah kita perbuat. Kepala Balai Taman Nasional Kutai juga menghimbau kepada masyarakat bahwasanya ketika kita mau berbuat baik maka tanam dan jagalah hutan ini dan ketika kita belum bisa berbuat baik maka minimal janganlah kita menebang atau merusaknya. Terkait Desa Teluk Singkama ingin menjadi desa wisata Kepala Balai Taman Nasional Kutai menyampaikan bahwa beliau sangat mendukung itu karena ketika hutan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan bisa mensejahterakan maka dengan sendirinya masyarakat akan menjaga dan melestarikan hutan itu sendiri. Dengan dijadikannya Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata maka konsep menjual hutan tanpa menebang atau merusak hutan akan terlaksana, hutan tetap utuh terjaga masyarakat sekitar hutan akan sejahtera. Oleh karena itu, beliau akan membantu dan mengawal proses Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Taman Nasional Kutai dengan Desa Teluk Singkama sampai selesai. Sambutan terakhir yaitu dari Bupati Kutai Timur Bp. Ismunandar, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Kutai yang sudah membantu dalam proses Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata karena berlokasi di dalam Taman Nasional Kutai. Beliau juga mengajak warganya untuk bersama – sama ikut menjaga Taman Nasional Kutai agar tetap terjaga dan lestari dengan cara tidak merusak hutan. Beliau menegaskan bahwa dengan potensi – potensi yang dimiliki Desa Teluk Singkama khususnya keindahan potensi alamnya, Bupati Kutai Timur yakin bahwa suatu saat nanti Desa Teluk Singkama ini akan menjadi salah satu tujuan wisata bagi seluruh masyarakat. Itu semua akan terwujud apabila seluruh masyarakat Desa Teluk Singkama mendukung dan berpartisipasi didalamnya. Pada Akhir sambutannya beliau menegaskan bahwa tanpa adanya dukungan masyarakat semua, impian menjadikan Desa Teluk Singkama menjadi desa wisata tidak akan terwujud karena kunci keberhasilannya adalah terletak dari Sumber Daya Manusia yang ada di dalamnya. Kemudian acara dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus BPD SE Kecamatan Sangatta Selatan dan Penyerahan Mobil Ambulance oleh Bupati Kutai Timur serta proyektor dari hasil kerjasama Balai TN Kutai dengan PT. Pertamina EP oleh Field Manager PT. Pertamina EP Sangatta Field didampingi oleh Kepala Balai TN Kutai dan acara ditutup dengan sesi foto bersama. Sumber: Balai Taman Nasional, Kutai
Baca Berita

Menelusuri Jejak Si Penyu di Pulau Lantigiang

Resor Jinato - Taman Nasional Taka Bonerate, 27 Januari 2020. Personil Resor Jinato Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Taka Bonerate Wilayah II Jinato tiba di Pulau Lantigiang berbarengan dengan Matahari tepat diatas ubun-ubun. Personil terdiri dari PEH, POLHUT dan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri). Personil tiba di Pulau Lantigiang yang eksotik ini atas arahan Kepala SPTN Wilayah II Jinato untuk melakukan pemantauan awal Survei Habitat Penyu di pulau ini. Dari hasil penelusuran, personil menemukan sebanyak 4 titik sarang yang diindikasi dari jenis penyu sisik dan penyu hijau, terlihat dari lebar jejak, yang sarangnya tak jauh dari bibir pantai. Menurut Sunadi Buki (PEH Resor Jinato) dengan melihat dan mengamati dari jejak penyu, besar dugaan 2 jejak penyu yang ditemukan baru melakukan pendaratan menjelang pagi hari tadi, yang masih jelas dan belum disapu oleh air pasang. Kemungkinan penyu naik bertelur menjelang pasang tertinggi dan selesai bertelur saat air laut mulai surut. Sedangkan untuk 2 jejak penyu lainnya diduga baru melakukan pendaratan sekitar 1 atau 2 hari lalu. Empat titik temuan oleh teman-teman personil resor Jinato dilakukan pengambilan titik koordinat dan data umum lainnya. Kemudian menghilangkan jejak yang ditinggalkan penyu guna menghindari pencurian telur oleh masyarakat jahil yang singgah di pulau Lantigiang. Pulau Lantigiang adalah pulau kecil yang indah, berada di bagian barat kawasan TN Taka Bonerate dan masuk dalam wilayah kerja resor Jinato SPTN Wilayah II Jinato. Dari Pulau Jinato berjarak hanya 30 sampai 45 menit untuk tiba di pulau ini. Secara administrasi masuk dalam Desa Jinato, kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate

Menampilkan 4.113–4.128 dari 11.140 publikasi