Kamis, 7 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Orang Tua Asuh Menyerahkan "Dul" dengan Sukarela

Pekanbaru, 10 Februari 2020. Pukul 12.10 wib "Dul" seekor Owa ungko (Hylobates agilis) jantan berumur 6 tahun resmi diserahkan ibu Haryani kepada Balai Besar KSDA Riau. Walaupun berurai air mata, ibu yang beralamat di jalan Mustika II Pekanbaru ini bertekad untuk menyerahkan satwa yang sudah seperti anaknya sendiri tersebut kepada Balai Besar KSDA Riau karena telah mengetahui bahwa satwa tersebut adalah salah satu satwa yang dilindungi. Satwa diasuhnya sejak bayi karena ada orang yang memberikan satwa tersebut kepadanya. Dan sejak saat itulah ibu Haryani merawatnya. Dul langsung diterima oleh drh. Rini Deswita untuk dicek kesehatannya, di Klinik satwa Balai Besar KSDA Riau. Dul dinyatakan sehat., setelah itu Surono, perawat satwa membawa ke kandang transit satwa untuk diobservasi terlebih dahulu, sebelum diambil tindakan konservasi demi kelestariannya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Monitoring Cetacean SPTN Wilayah II Taman Nasional Wakatobi

Kaledupa, 10 Februari 2020 - Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Kaledupa Balai Taman Nasional Wakatobi telah melaksanakan kegiatan monitoring cetacean di perairan resort Kaledupa. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 7 s.d 8 Februari 2020. Untuk melakukan pengamatan digunakan metode penjelajahan dengan menggunakan kapal survei. Penjelajahan dilakukan di daerah pesisir Hoga hingga ke perairan laut dalam. Pengamatan dilakukan pada pagi hari dimana kondisi masih sejuk dan sudah terang, sehingga tanda-tanda kemunculan mamalia laut dapat dengan mudah diketahui. Pengamatan terhadap keberadaan mamalia laut dilakukan dengan metode observasi jelajah sepanjang jalur yang telah direncanakan. Penjelajahan dilakukan dengan menggunakan kapal survei dengan kecepatan 4 – 7 knot. Pengamatan dilakukan dari atas kapal oleh pengamat dengan bantuan teropong (binocular). Lokasi pengamat di atas dek kapal bagian depan dan di di dek dalam, dengan posisi berdiri. Selengkapnya di : Monitoring Cetacean SPTN II Balai TN Wakatobi Sumber : Suci Yulia Harti, S.Si dan Arista Setyaningrum, S.Si - PEH Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Penanggulangan Konflik Satwa Gajah Liar

Pekanbaru, 11 Februari 2020. Penanggulangan Konflik Satwa Gajah liar di Desa Muara Fajar Barat, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru kembali dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau. Petugas dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Riau di Minas diturunkan pada hari Sabtu, 08 Februari 2020. Di lokasi gangguan, tim bersama masyarakat melakukan patroli untuk mengantisipasi Gajah liar masuk ke kebun warga. Benar saja, sekitar pukul 19.10 wib, tim berjumpa dengan rombongan Gajah liar dikebun milik warga. Tim bersama warga segera melakukan penghalauan dengan menggunakan mercon agar kawanan Gajah liar tersebut masuk kembali ke hutan Tahura. Tim dan warga tetap berjaga jaga dan membuat api unggun disekitar lokasi gangguan untuk mengantisipasi Gajah liar masuk kembali ke kebun di desa tersebut. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelepasliaran Burung Sitaan di Arboretum BP2LHK Banjarabru

Banjarbaru, 10 Februari 2020 – Pada hari Senin 10 Februari 2020 sekitar jam 5.30 WITA Balai KSDA Kalimantan Selatan Pos Pelabuhan Laut Trisakti Banjarmasin (Fajrianoor) bersama sama dengan Kepolisian Sektor Pelabuhan Laut Trisakti Banjarmasin (Bripka M. Ruswanto Marzuki) telah mengamankan jenis burung Cucak Ijo (Chloropsis sonnerati) sebanyak 66 ekor dan Murai Batu (Copsychus malabaricus) sebanyak 25 ekor di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Burung tersebut di masukkan ke kotak kardus dan akan diselundupkan ke Surabaya dengan menggunakan angkutan truk yang selanjutnya diangkut dengan kapal tanpa dilengkapi Surat Angkutan Tumbuhan Dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN). Berdasarkan hasil cek fisik kondisi kesehatan burung dinyatakan cukup baik, untuk menghindari kematian maka burung-burung tersebut pada hari sekitar jam 15.00 WITA telah dilepasliarkan di areal Arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Banjarbaru. Pelepasliaran dilaksanakan secara bersama oleh Kepala Balai KSDA Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc, Plt. Kepala BP2LHK Rahayu Setyawati, S.Hut., MP didampingi Kepala Sub Bag TU Suwandi, S.Hut.,MA dan Kepala Seksi Pendidikan Dra. Lilis Kurniati. Arboretum BP2LHK Banjarbaru mempunyai luas 9,4 Hektar dan memiliki tidak kurang dari 60 jenis pohon dan sangat cocok untuk dijadikan areal pelepasliaran satwa jenis burung. Dr. Mahrus berharap pelepasliaran burung di arboretum BP2LHK Banjarbaru ini dapat menambah koleksi serta potensi fauna dan bisa memberikan manfaat untuk pendidikan lingkungan bagi pelajar maupun generasi muda dimasa mendatang. (ryn) Sumber : Fajrianoor - Polhut Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Morotai, Tempat Kembalinya 52 Ekor Burung Paruh Bengkok

Morotai, 04 Februari 2020. Pada pukul 10.30 WIT bertempat di lokasi kawasan hutan produksi Desa Daeo Majiko Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Morotai dilaksanakan pelepasliaran satwa liar berupa burung paruh bengkok sebanyak 30 ekor terdiri dari Kasturi Ternate (Lorius garrulus) sebanyak 18 ekor, burung Bayan (Eclectus roratus) sebanyak 8 ekor dan Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) 4 ekor. Kegiatan pelepasliaran burung tersebut dihadiri oleh instansi terkait antara lain, POLRES Morotai, TNI AL, TNI AD, KPH MOROTAI, POLSEK Daruba, Kepala Desa Daeo Majiko bersama tokoh – tokoh masyarakat dan Burung Indonesia. Sebelum kegiatan pelepasliaran, burung – burung tersebut sudah berada di lokasi pelepasliaran pada kandang habituasi sejak hari Jumat, 31 Januari 2020 untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan karena burung tersebut telah dilakukan perawatan pada kandang transit di ternate oleh SKW 1 ternate ± 6 bulan hingga 1 tahun. Burung – burung tersebut adalah barang bukti hasil titipan dari penyidik POLRI, Balai Gakkum dan penyerahan dari TNI, POLRI, masyarakat serta hasil kegiatan polhut SKW 1 ternate yang diserahkan kepada kantor SKW 1 ternate untuk dilakukan perawatan di kandang transitnya. Sebagian besar burung – burung tersebut adalah hasil penyitaan polisi dan PPNS Balai Gakkum yang hendak diperdagangkan secara ilegal dan kepada pelakunya dilakukan proses hukum. Semoga burung – burung yang dilepasliarkan dapat beradaptasi dan hidup secara liar kembali di alam. Sumber : Abas Hurasan, S.Hut (Kepala SKW I Ternate, BKSDA Maluku)
Baca Berita

BKSDA Kalsel Belajar Pendidikan & Penyuluhan Konservasi di TWA Sibolangit

Sibolangit, 10 Februari 2020. Lagu “Mari Belajar Konservasi” yang dikumandangkan dengan riang oleh siswa/siswi peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA SMP Negeri 2 Sibolangit di pagi yang cerah, Sabtu 8 Februari 2020, menyambut kehadiran rombongan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan serta rombongan pelajar SMP Swasta Perguruan Kristen Methodist Pancur Batu, Deli Serdang, di kawasan TWA Sibolangit. Terlihat hadir dalam rombongan BKSDA Kalimantan Selatan Suwandi, S.Hut., MA. (Kepala Sub Bagian Tata Usaha), Mirta Sari, S.Hut., MP. (Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari), M. Ridwan Effendi, S.Hut., M.Si. (Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru) dan Nikmat Hakim Pasaribu, SP., M.Sc. (Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin). Kunjungan kerja tim BKSDA Kalimantan Selatan ke TWA Sibolangit adalah dalam rangka pembelajaran tentang pengembangan pariwisata alam berbasis masyarakat. Sedangkan kehadiran rombongan pelajar dari SMP Swasta Perguruan Kristen Methodist Pancur Batu, Deli Serdang, merupakan agenda rutin mengunjungi kawasan TWA Sibolangit dalam rangka kegiatan pembelajaran di alam untuk mengenal potensi kawasan TWA Sibolangit serta ekosistem yang ada di dalamnya. Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit, Samuel Siahaan, SP., dalam sambutan Selamat Datang kepada tamu dan pengunjung, memaparkan tentang sejarah kawasan TWA Sibolangit, potensi keanekaragaman hayati serta sarana dan prasarana pendukung TWA Sibolangit yang ditunjuk sebagai salah satu Role Model pengelolaan kawasan konservasi di Sumatera Utara dengan program utama Ekoling (Edukasi dan Konservasi Lingkungan). Dalam dialog/diskusi yang turut dihadiri Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP. dan Direktur ISCP lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumut, Rudianto Sembiring, tim BKSDA Kalimantan Selatan tertarik dengan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, kerjasama antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan SMP Negeri 2 Sibolangit. Sejumlah informasi dan keterangan digali dari narasumber pelaksana program. Evansus Renandi Manalu, salah satu dari anggota Tim Kreatif Program, secara rinci menyampaikan tentang latar belakang program, dasar pelaksanaan yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS), Rencana Pengelolaan Program (RPP) dan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT), realisasi program yang mengacu kepada kurikulum, silabus dan modul serta model/metode pembelajaran. “Model pembelajaran dimodifikasi sedemikian rupa dan berbeda dengan yang diterapkan di lingkungan sekolah. Model pembelajaran didesain dengan membangun interaksi antara peserta dengan narasumber, peserta dengan lingkungan sekitar kawasan serta peserta dengan peserta, seperti : model permainan/games, interpreter (pemandu), inventarisasi potensi kawasan TWA Sibolangit, pembuatan herbarium secara sederhana, simulasi melalui teatrikal musikal yang mengangkat isu konservasi, diskusi kelompok, pengenalan Lembaga Konservasi dengan pengamatan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit dan lagu-lagu konservasi. Intinya, kami mengupayakan proses belajar konservasi selama 3 tahun (tahun 2017 s.d 2019) sesuai dengan PKS, berlangsung secara interaktif dan menyenangkan bagi peserta,” ujar Evansus. Menjawab pertanyaan dari salah seorang anggota tim BKSDA Kalimantan Selatan, Nikmat Hakim Pasaribu, SP., M.Sc. tentang apa yang menjadi target dan tujuan akhir dari program ini, Evansus menjelaskan bahwa cita-cita besar dari para inisiator dan pelaksana program, bahwa materi Pendidikan dan Penyuluhan KSDA diharapkan nantinya menjadi muatan lokal pembelajaran di SMP Negeri 2 Sibolangit baik itu terintegrasi dengan bidang studi yang ada maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler. Namun itu harus melalui proses, karena pada saat ini masih dalam tahap awal. Di akhir diskusi, tim BKSDA Kalimantan Selatan memohon copy-an dokumen-dokumen berkaitan dengan pelaksanaan dan pengembangan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, untuk dipelajari dan kemungkinannnya akan dikembangkan di wilayah kerja BKSDA Kalimantan Selatan. Tak terasa waktu pun tiba, rombongan BKSDA Kalimantan Selatan masih harus melanjutkan perjalanannya. Namun pertemuan singkat mudah-mudahan memberi manfaat dan menjadi inspirasi bagi teman-teman kami dari BKSDA Kalimantan Selatan, selamat jalan.. Sayonara… Sumber : Evan – Balai Besar KSDA Sumatera Utara Lagu “Mari Belajar Konservasi” dibawakan siswa/siswi peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA SMP Negeri 2 Sibolangit (gambar kiri) dan pelajar SMP Swasta Perguruan Kristen Methodist Pancur Batu, Deli Serdang (gambar kanan)
Baca Berita

Warga Binjai Serahkan Kukang ke BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 10 Februari 2020. Pada Jumat, 7 Februari 2020, Juris Sianipar, warga Dusun XVII Tanjung Jati, Binjai menyambangi kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk menyerahkan sepasang Kukang (Nycticebus coucang). Dalam penjelasannya kepada petugas, kedua individu Kukang tersebut diperoleh dari seorang sahabatnya yang bermukim di Stabat, Kabupaten Langkat. Satwa tersebut sempat dipeliharanya selama 2 bulan, sampai pada satu waktu tetangganya mengingatkan bahwa Kukang merupakan jenis satwa yang dilindungi undang-undang dan tidak boleh dipelihara. Setelah itu Juris Sianipar pun mencari informasi lembaga atau instansi mana yang bersedia menampung dan merawat satwa peliharaannya dimaksud. Kukang tersebut sempat dibawanya ke Museum Rahmad Gallery, namun oleh petugas di Rahmat Gallery, Juris diarahkan ke kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Petunjuk itulah yang kemudian membawa langkahnya pada Jumat 7 Februari 2020 untuk menyerahkan langsung sepasang Kukang kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Petugas di Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyambut baik dan menerima kedua Kukang tersebut, dan selanjutnya segera menitipkan ke lembaga mitra kerjasama ISCP di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang untuk mendapatkan perawatan serta rehabilitasi sebelum dipastikan layak untuk dilepasliarkan. Sumber : Agus Rinaldi - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Suaka Margasatwa Muara Angke Memanggil (Jilid 3)

Jakarta, 9 Februari 2020. Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) kedatangan tamu dari Komunitas Penjelajah Rimba Alam Liar (KOPRAL'04) dan Pencinta Alam Dengan Semangat Membara (PABARA) untuk melakukan aksi bersih sampah. Kegiatan yang di gawangi oleh Kepala Resort SM Muara Angke & TWA Angke Kapuk ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh KOPRAL'04 dan PABARA untuk mengurangi/membersihkan sampah khususnya jenis plastik. "Dengan personil 45 orang, fokus kegiatan ini disekitar pintu masuk Kawasan dan pondok jaga. Dalam aksi bersih sampah hari ini, kami memperoleh 75 karung atau setara dengan 1,5 ton sampah jenis plastik" ujar Sukarman (Kepala Resort Resort SM Muara Angke & TWA Angke Kapuk). Dalam kesempatan yang sama, Karyadi, S.Hut., M.IL (Kepala Balai KSDA Jakarta) bersama dengan tim melakukan kegiatan penanaman pohon waru sebanyak 20 batang, dengan kegiatan penanaman ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke dalam kawasan. Menurut Karyadi, Muara Angke adalah hilir sungai angke, sehingga menjadi muara sampah maka "Bijak membuang sampah berarti sama dengan menjaga lingkungan dan peradaban". Karena kita tidak bisa menyelesaikan masalah sampah ini seorang diri, para pihak terkait harus berperan serta aktif". SMMA sudah menjadi bagian dari kita sehingga kita akan berpartisipasi aktif dalam menjaga kawasan SMMA, khususnya dalam kegiatan pembersihan sampah ujar Wahyu (KOPRAL'04). Mengingat potensi banjir di SMMA masih bisa terjadi dan belum sepenuhnya sampah plastik di SMMA berhasil dibersihkan. Semoga semakin banyak element masyarakat yang peduli serta aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan yang serupa, karna SMMA masih berlanjut memanggil kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian alam bumi kita ini. Sumber: Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Peningkatan Kualitas Tata Kelola Wisata Selam TN Wakatobi

Wangi-Wangi, 4 Februari 2020. Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi (DISPAR), menggelar rapat koordinasi dengan Balai Taman Nasional Wakatobi dan para pelaku usaha dive operator/pemandu wisata selam dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola wisata selam di Wakatobi. Rapat koordinasi (Rakor) dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi. Pada rapat tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi menugaskan para Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah dan Kepala Urusan Program, Anggaran dan Evaluasi untuk hadir pada acara tersebut. Pada acara tersebut juga dihadiri oleh para dive operator/pemandu wisata selam yang beroperasi di wilayah Taman Nasional Wakatobi. Pada rapat koordinasi kali ini fokus membahas masalah spesifikasi dan penempatan titik mooring buoy (tambatan kapal), Perizinan, Integrasi retribusi PIN dan PNBP, pemanfaatan secara berkeadilan (mutual benefit), minimalisasi kerusakan lingkungan, dan strategi pemasaran wisata selam dan hal lain yang terkait dengan tata kelola wisata selam. Dalam rapat tersebut, para pihak menyepakati hasil pembahasan antara lain integrasi pengelolaan karcis masuk PIN dan PNBP diupayakan 1 (satu) pintu, mengawal penyesuaian revisi zonasi agar lokasi penyelaman yang berada pada zona pemanfataan lokal untuk diusulkan/direvisi menjadi zona pariwisata, Balai Taman Nasional Wakatobi dan Pemerintah Daerah Wakatobi mendorong sistem informasi dengan salah satu tools aplikasi E-Tour, Mendorong wisata edukatif untuk meningkatkan daya tarik wisata, mendorong adanya kesepakatan range harga paket wisata dengan batas minimum dan maksimum, mengintegrasikan kegiatan event pariwisata, mendorong percepatan tambahan flight, dan memfasilitasi konekfitas jadwal flight-kapal dari Bali ke Wakatobi. Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Aksi Bersih Gunung, BKSDA Sumbar Mengajak Masyarakat Peduli Lingkungan.

Tanah Datar 9 Februari 2020. Bksda Sumbar bekerja sama dengan PLN UIP Sumbagut mengadakan aksi bersih jalur pendakian di Taman Wisata Alam Gunung Marapi. Dalam aksi ini BKSDA Sumbar melibatkan mahasiswa, kelompok pecinta Alam, Polsek dan beberapa komunitas yang peduli dengan kebersihan Gunung Marapi. Aksi ini dilakukan dengan tujuan mengajak masyarakat, mahasiswa dll untuk peduli dengan Lingkungan yang bersih. intinya mengajak seluruh peserta untuk peduli terhadap pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Seluruh peserta dengan penuh semangat melakukan aksi bersih ini, lebih kurang sebanyak 350 orang terlibat dalam aksi ini, sehingga tidak mengherankan jika terkumpul sebanyak 73 karung sampah. Melalui aksi bersih-bersih yang dilakukan ini, diharapkan agar setiap pelaku wisata dan para pendaki gunung memiliki kesadartahuan yang tinggi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta kawasan TWA Gunung Marapi sebagai tempat rekreasi yang sehat, bersih, aman, nyaman, dan bernilai. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Mengungkap Kematian Seekor Gajah Sumatera

Pekanbaru, 10 Februari 2020. Kali ini kabar duka datang dari Riau kawan, tepatnya dari Desa Koto Pait, Kec. Tualang Mandau, Kab. Bengkalis. Seekor Gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) liar ditemukan mati di areal PT Arara Abadi Distrik II Km. 54. Jum’at siang, 7 Februari 2020 pihak PT Arara Abadi melaporkan tentang temuan tersebut kepada Balai Besar KSDA Riau. Kepala Balai Besar KSDA Riau segera menurunkan tim lapangan untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Setelah tim lapangan melakukan observasi, tim medispun menyusul untuk melakukan nekropsi. Sabtu pagi, 8 Februari 2020, nekropsi dilakukan oleh 2 (dua) dokter hewan Balai Besar KSDA Riau yaitu drh. Rini Deswita dan drh. Danang beserta tim medis lainnya. Hasil nekropsi menyatakan bahwa Gajah berjenis kelamin betina dan berumur kurang lebih 40 tahun. Kematian satwa berkisar 5 hari sebelum ditemukan.Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan, hasil pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan penyebab kematian Gajah murni gangguan pencernaan yaitu gastroenteritis kronis. Dimana makanan tidak dapat dicerna sehingga otomatis satwa tersebut pun kehilangan berat badannya dan mengalami sakit. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah di kuburkan disekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat PT Arara Abadi. Semoga Gajah liar yang lain tetap sehat dan dapat terjaga di habitatnya ya kawan. Salam konservasi.. Sumber:Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kereta Gantung Rinjani

Mataram, 10 Februari 2020. Rencana pembangunan Kereta Gantung Rinjani (KGR) yang mengambil lokasi disekitar Gunung Rinjani bergulir seperti bola salju menuai pro dan kontra di masyarakat. Dari hasil koordinasi Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan Kadis LHK Prov NTB diperoleh informasi sebagai berikut : 1. Pembangunan KGR sudah sejak tahun 2016 direncanakan dan menuai pro dan kontra. 2. Rencana pembangunan KGR berada di luar kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani lebih tepatnya berada di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat, Tastura dan Pelangan. 3. Perizinan pembangunan KGR tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB dan sejauh ini telah mendapatkan izin prinsip dari Dinas LHK NTB. 4. Proses kedepan akan melibatkan semua stakeholder dalam melakukan kajian baik dari segi ekologi, geologi, ekonomi dan sosial 5. Nama Kereta Gantung " Rinjani " murni hanya dipakai sebagai Branding dan tidak menyatakan bahwa Kereta Gantung tersebut akan di rencanakan di Kawasan TNGR. Keberadaan Taman Nasional Gunung Rinjani selama ini telah menjadi magnet yang menghadirkan wisatawan untuk melihat dan menikmati keindahannya juga menjadi penyangga kehidupan baik dari sisi Ekologi, Ekonomi dan Sosial bagi masyarakat Lombok. Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani telah menjadi sumber penghasilan bagi pelaku wisata di Lingkar Rinjani yang bekerja untuk menyediakan jasa bagi wisatawan baik luar dan dalam negeri. Tercatat sekitar 1.700 orang yang menggantungkan hidupnya dalam wisata pendakian di 4 (empat) jalur resmi yaitu Sembalun, Timbanuh, Aikberik dan Senaru. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Workshop Pelestarian Kawasan Hutan di Sumba

Waibakul, 4 Februari 2020. Melestarikan kawasan hutan merupakan tugas yang cukup berat yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola kawasan hutan, namun banyak pihak yang harus terlibat. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memegang peranan utama karena interaksi mereka dengan kawasan cukup intens, oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas kehidupan seperti perekonomian dan pendidikan demi terwujudnya kelestarian hutan. Menyadari hal ini, Japan International Cooperation Society (JICS) yang memegang program restorasi eksosistem di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengadakan sebuah workshop bertajuk Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Pelestarian Kawasan Hutan. Dalam workshop ini, JICS menjelaskan beberapa program yang telah dikerjakan selama 5 tahun melakukan restorasi pada ± 261 ha kawasan TN Matalawa. Program utama yang dikerjakan yakni restorasi kawasan pada 4 site dengan persentase tumbuh rata-rata diatas 80 %. Program lain yang dikerjakan yaitu pemberdayaan masyarakat di 4 desa dengan program biogas, pengembangbiakan hewan ternak, dan intensifikasi lahan pertanian untuk menghasilkan komoditas unggulan selain pertanian seperti kunyit. Kegiatan workshop ini juga sebagai penanda berakhirnya program restorasi yang telah dikerjakan JICS selama 5 tahun. Dalam kesempatan ini, ditandatangani pula kesepakatan bersama oleh para pihak terkait seperti KPH, Dinas Hortikultura Sumba Tengah, Kepala Desa, dan TN Matalawa. Kesepakatan bersama menjelaskan bahwa para pihak mempunyai kewajiban dalam meneruskan dan melestarikan program restorasi dan program lain yang telah dikerjakan oleh JICS. Kepala Balai yang memimpin jalannya workshop berharap para pihak yang menandatangani mempunyai komitmen dalam melaksanakan kesepakatan tersebut sehingga kelestarian kawasan hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Inhouse Training Bersama Pakar Limnologi LIPI di Tekenang Danau Sentarum

Pulau Tekenang, 7 Februari 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Benatarum) mengadakan inhouse training dan diskusi Kegiatan Penelitian dengan Tim Limnologi LIPI di Wilayah Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Inhouse training dan diskusi yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Guest House Tekenang ini diikuti oleh seluruh Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) lingkup Balai Besar TaNa Bentarum yang berjumlah 15 orang. Adapun tim peneliti Limnologi terdiri dari 2 orang peneliti LIPI, yaitu Dr. Luki Subehi, M.Sc dan Imroatush Shoolikhah, S. Si, M.Sc serta seorang ahli Ekologi Sungai (stream ecology) dari Center for Ecological Research, Universitas Kyoto, Asc. Prof. Hiromi Uno. Penelitian Limnologi yang diangkat adalah mengenai karakteristik Danau Sentarum dan jaring-jaring makanan yang terdapat di dalamnya. Pada kesempatan ini, tim peneliti tersebut juga mencoba mempelajari bagaimana pengelolaan Danau Sentarum sebagai Danau Paparan Banjir yang masih terjaga kealamiannya karena saat ini danau paparan banjir di Jepang sudah banyak berubah menjadi persawahan dan area ekonomi lainnya. Dr. Luki Subehi, M.Sc dalam paparannya menyatakan, Penelitian limnologi di Danau Sentarum sangat penting dilakukan mengingat Danau Sentarum merupakan salah satu dari 15 danau prioritas di Indonesia. Danau merupakan bagian dari perairan darat yang dapat digunakan langsung oleh manusia, seperti kegiatan perikanan, pariwisata, energi, dan aktivitas manusia lainnya, sehingga berdampak pada kualitas perairan. Hal tersebut senada dengan arahan Kepala Balai Besar TaNa Bentarum bahwa kerja sama antara pihak pengelola taman nasional dengan LIPI, khususnya tim Limnologi sangat diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan data kondisi perairan TNDS. Harapannya, data tersebut dapat digunakan sebagai dasar pembuatan kebijakan yang memperhatikan aspek ekologi dan masyarakat. Selain itu Balai Besar sangat perlu untuk belajar tentang limnologi karena selama ini belum banyak potensi yang tersentuh mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan juga peralatan. Kegiatan inhouse training memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari metode penelitian serta penggunaan peralatan uji yang digunakan oleh para peneliti untuk mengambil sampel. Peralatan tersebut meliputi alat uji kualitas air serta alat pengambilan sampel ikan, plankton dan bentos. Selain itu, para peneliti dan peserta inhouse training juga mendiskusikan mengenai rencana riset ke depan mengingat masih kurangnya data Limnologi di kawasan perairan darat Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan TNDS. Menutup kegiatan ini, koordinator PEH Balai Besar TaNa Bentarum, Aripin, S.Hut, M.Sc menyampaikan harapannya agar kerjasama penelitian Limnologi tersebut dapat berlanjut dan kegiatan riset bersama yang direncanakan dapat direalisasikan. Balai Besar sudah seharusnya memperhatikan aspek limnologi yang diseimbangkan dengan aspek daratan mengingat kedua aspek tersebut menjadi satu kesatuan ekosistem yang unik di TNBK dan TNDS ini. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Benatarum)
Baca Berita

Petugas SPTN Wilayah I LKB Resort LKAS Melaksanakan Patroli Smart RBM dan Monitoring Resort

Lubuk Kembang Bunga, 6 s.d 9 Februari 2020 - Petugas SPTN Wilayah I LKB Resort Lancang Kuning Air Sawan melaksakan Patroli SMART Resort Based Management (RBM) dan monitoring Resort LKAS. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama petugas Resort LKAS di tahun 2020 dan dilaksanakan oleh 18 orang personil. Disebutkan oleh Kepala Resort Lancang Kuning Air Sawan, RBM merupakan sebuah konsep pengelolaan taman nasional yang menjadikan resort sebagai ujung tombak untuk berjalannya pengelolaan kawasan. Dalam instruksi Dirjen PHKA, program RBM dilaksanakan melalui 4 hal : Pembentukan Tim kerja, Penguatan Kelembagaan, Penataan Resort dan Pembangunan Sistem Informasi (Edaran Dirjen PHKA No. 295/IV-KKBHL/2011 tanggal 27 Juni 2011). Berdasarkan hal tersebut petugas mengawali awal tahun untuk mengembangkan program tersebut agar pengelolaan kawasan pada tahun 2020 dapat terorganisir dengan baik. Dalam kegiatan ini petugas juga melaksanakan monitoring kawasan resort, dan Selama melaksanakan patroli tim menjumpai beberapa orang sedang menuju kawasan TN Tesso Nilo sejumlah 3 orang yang tengah membawa 1 unit mesin chainsaw yang merupakan alat untuk menebang pohon. Mendapati itu tim langsung mengamankan 1 unit Chainsaw dan memberikan peringatan keras kepada orang bersangkutan untuk tidak memasuki kawasan dan melakukan kegiatan tipihut. Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Ir. Halasan Tulus menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang melaksanakan kegiatan. Beliau mengatakan harapannya untuk pengelolaan kawasan yang semakin baik pada tahun 2020, “kegiatan ini merupakan awal yang baik untuk tahun ini untuk pengelolaan kawasan TN Tesso Nilo, Balai TN Tesso Nilo menaruh harapan yang sangat besar kepada para petugas dilapangan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya” terang Kepala Balai TN Tesso Nilo. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Patroli Smart RBM Di TWA Cani Sirenreng Bone

Bone, 10 Februari 2020 – Giat rutin patrol Smart Resort Based Management (RBM) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) mulai di galakan di 15 Kawasan Konservasi lingkup BBKSDA Sulsel. Taman Wisata Alam (TWA) Cani Sirenreng yang terletak di kabupaten Bone Sulawesi Selatan merupakan salah satu Kawasan yang mulai aktif mendokumentasikan giat-giat mereka selama melakukan Patroli Smart RBM pada 6 sampai dengan 7 Februari lalu. Berlokasi di Kampung Gellenge dan Kampung Data E, 2 kampung yang masuk Zona Tradisional Kawasan Konservasi. Tim Resort Cani Sirenreng yang dikomandoi Kepala Seksi Wil III Beny Daily dan Kepala Resor Canit Alias. SH melakukan trekking atau penjelajahan berdasarkan rute yang memiliki konflik atau gangguan paling besar. Dimulai dengan mengeksplore batas Dusun Panyula Sappeulo hingga ke lokasi air terjun Lacollong Panyula kemudian berlanjut ke Jekka Tellang Dusun Sappeulo Desa Tellu Bocoe. Kepala Resort Alias S.H mengatakan “Tim Smart menginput data sawah, pencabutan tanaman cengkeh, pohon tumbang, populasi burung kepodang, area bermain Macaca maura dan tak lupa setiap patrol kami Bersama Tim melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat setempat tentang potensi Taman Wisata Alam Lejja”. Terang Alias. Kepala Balai Besar Ir.Thomas Nifinluri, M.Sc mengapresiasi giat ini “sebagai awal yang baik di Tahun 2020 ini dengan medokumentasikan serta memberitakan giat Patroli Smart RBM ini, sehingga bukan hanya Balai yang bisa menilai kinerja kita tapi masyarakat juga bisa”. Tutup Thomas. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penulis : Awang Penanggung Jawab Berita: PLH. Kepala Subag Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel - Murniati. S.Hut

Menampilkan 4.033–4.048 dari 11.140 publikasi