Kamis, 7 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Bupati Tojo Una-Una Tandatangani MoU dengan Kepala Balai TNKT

Ampana,13 Februari 2020. Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha menghadiri rapat bersama Tim koordinasi kerjasama daerah yang dilaksanakan di ruang rapat eksekutif sekretariat daerah kabupaten Tojo Una-Una pada hari kamis, 13 februari 2020. Rapat koordinasi dihadiri beberapa stakeholders terkait diantaranya yaitu Asisten pemerintah dan kesejahteraan rakyat, Dinas Dikpora, DPKPLH dan ketua Yayasan STIA Binataruna Gorontalo. Acara dibuka oleh Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Tojo Una-Una, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa “Rapat koordinasi kerjasama daerah ini sangat penting karena kerjasama pemerintah daerah dengan lembaga atau instansi lain akan memajukan daerah Kabupaten Tojo Una-Una sesuai dengan potensi yang dimiliki. Setelah rapat koordinasi kerjasama daerah kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesepahaman/Memourandum Of Understanding (MOU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Kegiatan Penandatanganan dihadiri oleh beberapa stakehoders terkait diantaranya Babak Bupati Tojo Una-Una (Muhamad Lahay, SE,M.Si) Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una-Una (H. Mahmud Lahay, SE,M.Si), Kapolres Tojo Una-Una AKBP (Alfreds Ramses Sianipar Sik MH), Dandim 1307 poso (Letkol inf Catur Sutoyo,SE), STIA Binataruna (Linda Van Gobel, MPA) Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM (Marni Mangun,SH) Asisten Pemerintah dan Kesra (Alfian Matajeng, S.Pd, MAP) dan Aset Daerah (Hj. Sofienur Kure,SE,M.Si). Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan langsung oleh Bapak Bupati Tojo Una-Una. Dalam sambutannya, Bapak Bupati menyampaikan bahwa “Pemerintah daerah sangat mendukung dan mengapresiasi peran aktif Balai Taman Nasional Kepulauan Togean dalam upaya kegiatan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem di kepulauan togean kabupaten tojo una-una. Saya berharap agar penandatanganan kesepahaman bersama ini dapat menjadi sarana untuk menjaga kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean sekaligus membuka akses dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar kawasan untuk terciptanya keseimbangan Ekonomi dan Ekologi kawasan konservasi”. Sumber : Indriyanti, Bagian Humas Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Antisipasi Kebakaran Hutan Tahun 2020, Manggala Agni Bigdalkarhut Non Daops Semitau Tana Bentarum Paparkan Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan

Selimbau, 12 Februari 2020. Dalam upaya menurunkan kejadian kebakaran hutan khususnya kebakaran didalam kawasan konservasi Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, Manggala Agni Brigdalkarhut Non Daops Semitau memaparkan beberapa strategi dalam upaya menurunkan angka kejadian kebakaran hutan salah satunya melalui program Manggala Agni Pendamping Desa. Kegiatan pemaparan tersebut dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Polhut, Penyuluh, PEH, Kepala Resort, anggota Manggala Agni serta staf Lingkup Bidang PTN Wilayah III Lanjak. "Berdasarkan pantauan akhir dan rekap laporan Tahun 2019, kebakaran hutan di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum pada Tahun 2019 terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua agar pada tahun 2020 angka kebakaran hutan khususnya didalam kawasan dapat menurun," ucap Kepala Manggala Agni Brigdalkarhut Non Daops Semitau, Ade Arief. Beberapa desa menjadi fokus kegiatan pendampingan pada tahun ini karena menurut data sebelumnya desa tersebut merupakan desa yang sering terjadi kebakaran hutan dari tahun ke tahun. Maka dari pada itu kolaborasi antara Manggala Agni, Resort dan pelibatan masyarakat sangat di perlukan. Menurut Kepala Seksi VI Semitau Lulu Sutrisno “pelibatan masyarakat dalam pengendalian kebakaran menjadi salah satu faktor utama untuk mencegah kebakaran hutan, maka kegiatan Manggala Agni Pendamping Desa perlu didukung oleh seluruh bagian Lingkup Bidang PTN Wilayah III Lanjak." Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi Hartono menambahkan, “lima poin amanah Presiden Jokowi dalam Rakernas Tahun 2020 yaitu personil Manggala Agni harus menguasai wilayah kerjanya agar dapat mendeteksi dan menanggulangi kebakaran hutan sedini mungkin, lakukan patroli secara intensif di wilayah – wilayah rawan kebakaran, lakukan upaya penanggulangan seefektif dan sedini mungkin untuk menghindari kebakaran meluas ketempat lain, libatkan masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan karena masyarakat yang berada paling dekat dengan kejadian kebakaran dan terakhir adalah lakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran baik private sector maupun perorangan”. Sumber: Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

TPHL TN Kayan Mentarang Ikuti Training SMaRT RBM di Malinau

Malinau, 12 Februari 2020 – Spacial Monitoring and Reporting Tools (SMaRT) merupakan aplikasi penunjang kegiatan pengelolaan kawasan konservasi di tingkat tapak Berdasarkan Surat Edaran Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor :SE.14/KSDAE/KK/KSA.I/II/2018 yang mengedepankan prinsip-prinsip Resort Base Management (RBM). Tujuan utama dari implementasi SMaRT RBM ini agar data temuan di kawasan dapat terdata dan terdokumentasi dengan cepat, periodik, teratur dan sitematis. Hingga pada akhirnya untuk tindaklanjut dapat lebih efektif dan efisien. Implementasi SMaRT RBM itu yang kini akan dimulai oleh Balai TN Kayan Mentarang dalam upaya penguatan pengelolaan kawasan seluas 1,27 juta hektar di Kalimantan Utara. Sehingga dilaksanakan Inhouse Training Implementasi SMaRT RBM dengan melibatkan 30 TPHL dari sejumlah wilayah kerja di TN Kayan Mentarang dan seluruh Polhut yang bertugas dalam pengamanan kawasan TN Kayan Mentarang. Pelatihan ini rencananya akan berlangsung selama 3 hari (12-14 februari 2020), dengan alokasi waktu 8 jam setiap harinya yang dipandu oleh 2 orang pemateri dari Direktorat Konsevasi Kawasan Ditjen KSDAE yakni Dian Risdianto (Kasi Perencanaan Pengelolaan Kawasan Pelestarian Alam) dan Lili A Sadikin (Anggota Pokja SMaRT RBM). Adapun lokasi kegiatan di bagi menjadi 2, yakni untuk penyampaian materi dan Evaluasi dilakukan di Kantor Balai TNKM, dan praktik lapangan (13 Feb) dilakukan di Kilometer 8 Pusat Bina Cinta Alam Balai TN Kayan Mentarang, Kabupaten Malinau. Sumber: Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Penyerahan Buku Karya Pegawai Balai Besar TaNa Bentarum ke Perpustakaan Daerah Kab. Kapuas Hulu

Putussibau, 13 Februari 2020. Berkontribusi dalam bidang pendidikan merupakan salah satu upaya yang dilakukan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dalam program peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang unggul. Berbagai hal menarik di kawasan Taman Nasional dikemas didalam sebuah buku, hal ini merupakan salah satu upaya yang disiasati Balai besar Tana Bentarum dalam mempromosikan kawasannya. Sebanyak 16 judul buku telah diserahkan oleh Kepala Balai Besar Tana Bentarum ke Perpustakaan Daerah Kapuas Hulu yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kapuas Hulu. Adapun buku yang didistribusikan yaitu Buku Amfibi, Buku Jelajah Goa di Batas Ujung Negeri, Buku Eksotisme Ujung Batas Negeri, Buku Ekuilibrium Sentarum, Buku Jenis-jenis Burung di Taman Nasional Betung Kerihun, Buku Tumbuhan Bermanfaat di Desa Mensiau, Buku Pewarna Alami, Buku Koleksi Anggrek Alam, Buku Herpetofauna, Buku Ikan Air Tawar Danau Sentarum, Buku Panduan Pengajuan Permohonan Kerjasama Kemitraan Konservasi, Buku Teknik Interpretasi Alam, Buku Naga Di Ujung Negeri, Buku Menilik Tapak Danau Sentarum, Buku Jalur Wisata Muara Tekelan, dan Buku Interpretasi Lingkungan Jalur Wisata Riak Tapang. Distribusi buku ini sebagai bentuk apresiasi penulis dan Balai Besar pada tuan rumah khususnya Kapuas Hulu yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan memiliki nilai jual dalam bidang wisata alam, diharapkan dengan adanya buku-buku ini dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat terlebih anak sekolah yang ingin mencari informasi terkait Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum dan untuk meningkatkan ketertarikan serta kontribusi masyarakat Kapuas Hulu dalam upaya pelestariannya. Papar Ir. Arief Mahmud M.Si selaku kepala Balai Besar Tana Bentarum. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kapuas Hulu Muhtaruddin, S.Sos, M.AP sangat mengapresiasikan Balai Besar Tana Bentarum yang telah membantu perpustakaan daerah dalam menambah koleksi buku yang ada. “sebelumnya Bank Indonesia yang telah berpartisipasi, selanjutnya Balai Besar Tana Bentarum juga turut berpartisipasi, tentu kami sangat mengapresiasikan kedua Instansi luar biasa ini”. “harapannya dengan adanya koleksi buku baru ini, dapat menambah variasi koleksi buku di Perpustakaan Daerah dan bisa lebih meningkatkan daya tarik bagi pembaca untuk berkunjung " Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Bidang PTN Wilayah III Lanjak Tana Bentarum Bahas Target Kinerja dalam Rangka Resort Best Management (RBM) Tahun 2020

Selimbau, 12 Februari 2019. Bertempat di Kantor Seksi PTN Wil. V Selimbau, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak memimpin rapat tahunan yang diikuti oleh seluruh staf bidang PTN Wilayah III baik yang berasal dari Seksi PTN Wilayah V Selimbau dan Seksi PTN Wilayah VI Semitau maupun dari Manggala Agni Brigdalkarhut Non Daops Semitau. Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 hari bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2019, membahas potensi wilayah yang layak dikembangkan untuk menunjang ekonomi masyarakat, menetapkan kegiatan – kegiatan utama pada tahun 2020, sosialisasi pelaksanaan DIPA 2020 dan kendala lapangan yang dihadapi oleh masing – masing resort. Kepala Seksi PTN Wilayah V Selimbau Desra Zullimanysah menyampaikan bahwa kegiatan – kegiatan lingkup Seksi Selimbau berjalan lancar dan sesuai dengan target yang dibebankan namun kendala utamanya adalah kekurangan dana dalam pengembangan sanctuary arwana, “riset kesesuaian habitat dan lainnya sudah dilakukan namun dana pembangunan sanctuary arwana tersebut masih kurang” ucapnya. Hal ini berbeda dengan permasalahan yang disampaikan oleh Kepala Seksi PTN Wilayah VI, Lulu Sutrisno “diwilayah kami kebakaran hutan masih menjadi salah satu masalah utama, tetapi kami bersama Manggala Agni Brigdalkarhut Non Daops Semitau sudah mengatur program agar angka kebakaran hutan tahun ini dapat menurun”. Pada kesempatan ini masing – masing Kepala Resort Lingkup Bidang PTN Wilayah III Lanjak mempresentasikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun 2019 , kendala yang dihadapi di lapangan dan beberapa potensi yang layak dikembangkan untuk menunjang ekonomi masyarakat sekitar sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat. Selain itu kepala resort menyampaikan rencana – rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada Tahun 2020 baik yang bersifat kedipaan ataupun non DIPA. Menurut Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak Gunawan Budi Hartono, “Ada beberapa kegiatan kunci pada tahun ini salah satunya adalah mendorong pembangunan stasiun riset Langur (Presbytis chrysomelas ssp), Sactuary Arwana Merah (Sclerofages formosus), Pendampingan Desa Vega sebagai Desa Percontohan Pengolahan Sampah Plastik, Pengembangan Pusat Penelitian di Tekenang, Pengembangan Madu Asosiasi Periau Muara Belitung (APMB) dan program Green School”. Saya harapkan semua staf dan karyawan lingkup bidang III berjalan beriringan dan bersama – sama untuk kemajuan Taman Nasional Danau Sentarum. Sumber: Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Lesson Organization di BBTN Gunung Leuser dan BBKSDA Sumatera Utara

MEDAN, 9 Februari 2020 – Kegiatan ke BBTNGL dan BBKSDA Sumut dalam rangka Lesson Organization terkait pengembangan pariwisata berbasis masyarakat diikuti oleh pejabat struktural BKSDA Kalsel. Pembelajaran ini menurut Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc penting dalam rangka melihat langsung keberhasilan TNGL dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat oleh organisasi masyarakat lokal Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT). Proses pembelajaran ini dilakukan untuk menggali lebih dalam proses keberhasilan perubahan para pelaku illegal logging menjadi para pelaku wisata di Tangkahan TNGL. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan selama 4 hari dengan mengunjungi Kantor BBKSDA Sumut bertemu dengan Kababes KSDA Sumut Ibu Hotmauli Sianturi, M.Sc.For didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Teguh Setiawan, S.Hut, M.Sc. disana Bapak Kepala BKSDA Kalsel menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami. TWA Sibolangit yang akan kami kunjungi dalam kesempatan ini merupakan lokasi role model BBKSDA Sumut dengan tema edukasi konservasi dan lingkungan (ekoling). Kunjungan ke TWA Sibolangit didampingi Kepala resort TWA/ CA Sibolangit Bapak Samuel Siahaan dan tim. Kunjungan dilanjutkan ke kantor BBTN Gunung Leuser diterima oleh Kababes TNGL Bapak Ir. Jefry Susyafrianto, M.M. beserta jajarannya. Bapak Mahrus menyampaikan maksud dan tujuannya kunjungan kali ini yaitu untuk belajar penanganan konflik melalui pendekatan pengembangan wisata berbasis masyarakat lokal di Tangkahan. Perjalanan dilanjutkan berkunjung ke Kantor Bidang Pengelolaan TN Wilayah III Stabat disana bertemu dengan Kepala Bidang Wilayah III Rusdianto, S.P dan Kepala SPTN VI Besitang Bpk. Johannes Octo P Manik ,S.Sos berdiskusi tentang Tangkahan dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Tangkahan dan tim bermalam di homestay milik Bpk.Okor. Malam harinya tim berdiskusi dengan Bapak Rutkita Sembiring Ketua LPT dan Ika local guide di Ecovillage Tangkahan. Pagi hari berikutnya tim mengikuti kegiatan wisata memandikan gajah kemudian berdiskusi kembali dengan tokoh masyarakat Bpk.Okor. Bapak Okor ini merupakan pendiri eco lodging Tangkahan. Tokoh-tokoh masyarakat yang ditemui semuanya merupakan mantan pelaku illegal logging yang saat ini bekerja sebagai penggiat wisata alam. Perjalanan keesokan harinya dilanjutkan ke TWA Sibolangit dengan didampingi oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Mustafa Imran Lubis, SP. Di TWA Sibolangit tim disambut oleh Kepala Resortnya Bpk. Samuel Siahaan, SP dan anak-anak SMPN 2 Sibolangit binaan BBKSDA Sumut. Keterlibatan penuh masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata Tangkahan TNGL dapat diadopsi di TWA Pelaihari karena karakteristik masalah dan kondisi masyarakatnya yang hampir sama. Desa yang terhimpit oleh kawasan hutan, masyarakatnya sangat tergantung dengan kawasan, potensi wisata yang dapat dikembangkan, hanya saja membawa masyarakat sekitar TWA Pelaihari menjadi kuat kelembagaan dan kesadarannya seperti warga desa Tangkahan ecovillage menjadi tantangan tersendiri bagi BKSDA Kalsel. Pengembangan wisata edukasi konservasi dan lingkungan di TWA Sibolangit juga dapat diadopsi di TWA yang ada di BKSDA Kalimantan Selatan. Di TWA Pelaihari bisa dimodifikasi dalam program Rumah GERBACA di Desa Batakan. Demikian juga di TWA Pulau Bakut dan TWA Pulau Kembang serta TWA Pulau Burung & Pulau Suwangi di Tanah Bumbu. (ryn) Source & Doc. by : Mirta Sari, S.Hut, M.P (Kepala SKW I Pelaihari) BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Rimbang Baling Telah Menjadi Pesona Destinasi Wisata Favorit Riau 2019

Pekanbaru, 13 Februari 2020. Rimbang Baling telah menjadi Pesona Destinasi wisata Favorit Riau 2019. Apalagi dengan tengah dibangunnya jalur interpretasi yang menghubungkan antara Desa Tanjung Belit sampai dengan Desa Pangkalan Serai sebagai desa terakhir sepanjang kurang lebih 36 km, diharapkan dapat menjadikan Rimbang Baling makin dikenal sebagai destinasi wisata sampai ke manca negara. Dari total panjang jalur interpretasi tersebut, yang masuk dalam kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling adalah sepanjang 29,5 km dan jalur Kota Lama sampai Sungai Santi sepanjang kurang lebih 7 km, dengan puluhan jembatan gantung diharapkan akan mempermudah masyarakat luas untuk menikmati keindahan alam hutan Sumatera. Jalur inipun menjadi akses darat masyarakat setempat yang sebelumnya hanya terbatas transportasi melalui jalur sungai. Jalur interpretasi dan masuknya jaringan listrik PLN kepada masyarakat merupakan sarana dan prasarana yang sangat berpengaruh besar terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan. Tahun ini, Balai Besar KSDA Riau telah mengalokasikan bantuan kemitraan konservasi pada 6 Desa penyangga di sepanjang Sungai Subayang dan akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan masyarakat dalam pengembangan ekowisata. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai Besar Tana Bentarum Turut Sukseskan Seminar Nasional Kehutanan

Sintang, 11 Februari 2020. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) hadiri Seminar Nasional Kehutanan yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, sekaligus sebagai narasumber dalam acara yang bertema Pengelolaan Hutan Lestari Berbasis Indrustrialisasi 4.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Kapuas Sintang (UNKA). Acara pembukaan seminar ini dihadiri oleh Bupati Sintang Dr. Jarot Winarno, M.Med.,Ph, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Prof. Dr. Ir, Sigit Hardwinarto, M. Agr, Sekditjen PKTL KLHK Ir. Kustanta Budi Prihatno, M. Eng, Kepala LLDikti Wil XI Kalimantan Prof, dr, ir, H. Udiansyah, M. Si, Guru Besar Fahutan Untan Pontianak Prof. Dr. Ir, H. Abdurrani muin, M. Si, Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum Ir Arief Mahmud, M. Si, Kepala Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Agung Nugroho, S.Si.,MA, Rektor Universitas Kapuas Sintang Dr Antonius, S. Hut, MP, serta rombongan UNDP Jakata, Kalimantan Forest, dan peserta seminar nasional yang berkisar kurang lebih 350 orang. Bupati sintang mengatakan “ada 1,2 juta Ha dikabupaten Sintang, 970 ribu Ha masih berpenutupan sangat baik. Ada kawasan-kawasan yang perlu dikonfirmasi terkait adanya 41 Desa didalam kawasan hutan klaim masyarakat adat, illegal logging, serta perambahan. Ada 61 ribu Ha yang masih berhutan tetapi bukan didalam kawasan hutan melainkan areal penggunaan lain (APL)”. Kepala Balai Besar memberikan materi dengan judul “Pemanfaatan Teknologi Revolusi Industri 4.0 Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Di Taman Nasional Betung Kerihun Dan Taman Nasional Danau Sentarum”. Dimana Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 untuk mengetahui kondisi kawasan lebih detil dan akurat serta cepat, mengantisipasi tingkat kerusakan yang disebabkan oleh alam dan manusia, mengembangkan pola kerja yang lebih efektif dan effisien, serta untuk berkomunikasi dan menciptakan keterbukaan data dengan masyarakat luas terkait pengelolaan kawasan dan pengendalian kebakaran hutan. “Tiga pilar Konservasi yaitu Perlindungan, Pengawetan serta Pemanfaatan sangat penting untuk menjadikan Hutan yang lestari, dengan begitu keberadaan hutan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melaluli pengelolaan hutan yang bijak dan lestari”. Tegas Arif Mahmud selaku narasumber. Pemilihan tema seminar sebagai bentuk respon kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang dikenal dengan nama Revolusi Industri 4.0 yang diyakini bahwa pemanfaatan industri tersebut akan sangat membantu upaya mengendalikan kerusakan hutan dan menjaga kelestarian fungsinya sekaligus memberi edukasi terhadap semua lapisan masyarakat dalam mewujudkan hutan lestari masyarakat sejahtera. Balai Besar Tana Bentarum Turut Sukseskan Seminar Nasional Kehutanan Sintang, 11 Februari 2020. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) hadiri Seminar Nasional Kehutanan yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, sekaligus sebagai narasumber dalam acara yang bertema Pengelolaan Hutan Lestari Berbasis Indrustrialisasi 4.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Kapuas Sintang (UNKA). Acara pembukaan seminar ini dihadiri oleh Bupati Sintang Dr. Jarot Winarno, M.Med.,Ph, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Prof. Dr. Ir, Sigit Hardwinarto, M. Agr, Sekditjen PKTL KLHK Ir. Kustanta Budi Prihatno, M. Eng, Kepala LLDikti Wil XI Kalimantan Prof, dr, ir, H. Udiansyah, M. Si, Guru Besar Fahutan Untan Pontianak Prof. Dr. Ir, H. Abdurrani muin, M. Si, Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum Ir Arief Mahmud, M. Si, Kepala Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Agung Nugroho, S.Si.,MA, Rektor Universitas Kapuas Sintang Dr Antonius, S. Hut, MP, serta rombongan UNDP Jakata, Kalimantan Forest, dan peserta seminar nasional yang berkisar kurang lebih 350 orang. Bupati sintang mengatakan “ada 1,2 juta Ha dikabupaten Sintang, 970 ribu Ha masih berpenutupan sangat baik. Ada kawasan-kawasan yang perlu dikonfirmasi terkait adanya 41 Desa didalam kawasan hutan klaim masyarakat adat, illegal logging, serta perambahan. Ada 61 ribu Ha yang masih berhutan tetapi bukan didalam kawasan hutan melainkan areal penggunaan lain (APL)”. Kepala Balai Besar memberikan materi dengan judul “Pemanfaatan Teknologi Revolusi Industri 4.0 Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Di Taman Nasional Betung Kerihun Dan Taman Nasional Danau Sentarum”. Dimana Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum memanfaatkan teknologi revolusi industri 4.0 untuk mengetahui kondisi kawasan lebih detil dan akurat serta cepat, mengantisipasi tingkat kerusakan yang disebabkan oleh alam dan manusia, mengembangkan pola kerja yang lebih efektif dan effisien, serta untuk berkomunikasi dan menciptakan keterbukaan data dengan masyarakat luas terkait pengelolaan kawasan dan pengendalian kebakaran hutan. “Tiga pilar Konservasi yaitu Perlindungan, Pengawetan serta Pemanfaatan sangat penting untuk menjadikan Hutan yang lestari, dengan begitu keberadaan hutan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melaluli pengelolaan hutan yang bijak dan lestari”. Tegas Arif Mahmud selaku narasumber. Pemilihan tema seminar sebagai bentuk respon kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang dikenal dengan nama Revolusi Industri 4.0 yang diyakini bahwa pemanfaatan industri tersebut akan sangat membantu upaya mengendalikan kerusakan hutan dan menjaga kelestarian fungsinya sekaligus memberi edukasi terhadap semua lapisan masyarakat dalam mewujudkan hutan lestari masyarakat sejahtera. Sumber: Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Evakuasi Bayi Beruang yang Ditinggalkan Induknya

Tabalong, 13 Februari 2020. - Tim Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong berhasil mengevakuasi seekor beruang madu yang diduga ditinggalkan oleh induknya, Senin (10/02). Awalnya tim menerima informasi tentang adanya kepemilikan satwa jenis beruang madu (Helarctos malayanus) yang berkelamin jantan dan berusia -+ 10 hari di Desa Lumbang, Kec. Muara Uya, Kab. Tabalong. "Masyarakat tidak sengaja menemukan satwa tersebut di kebun di daerah Kaltim, kemudian langsung membawanya untuk dipelihara karena kasihan dia sendirian bahkan belum bisa melek matanya," ujar Abdul, salah seorang warga. Berdasarkan P.106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, beruang madu merupakan jenis satwa langka dan dilindungi. Anak Beruang tersebut kemudian di serahkan ke BKSDA Kalimantan Selatan untuk diperiksa kesehatannya dan di karantina (13/2) "Untuk itu dihimbau kepada masyarakat supaya mendukung upaya pelestarian satwa langka atau yang dilindungi. Dan apabila mengetahui adanya informasi tentang kepemilikan satwa yang dilindungi untuk segera lapor ke Kantor KPH Tabalong agar segera ditindaklanjuti," ujar Zainal Abidin, Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong. (eriana/kph tabalong) Sumber: Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan
Baca Berita

TGI Jungle Track di SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 12 Februari 2020. Satu lagi pihak yang mendukung pengembangan SM. Bukit Rimbang Bukit Baling menjadi destinasi ekowisata di Provinsi Riau. Kali ini PT. Transportasi Gas Indonesia (TGI) melakukan penjelajahan jalur interpretasi wisata yang dimulai dari Desa Muara Bio menuju Desa Tanjung Belit. Selain melakukan kegiatan jungle trek, PT. TGI juga menyerahkan bantuan bibit Jernang sebanyak 300 batang kepada masyarakat setempat di kantor Desa Tanjung Belit. Kegiatan ini juga didukung oleh Pemda Kampar serta tokoh adat setempat. Pejabat yang hadir pada kesempatan ini antara lain Kepala Balai Besar KSDA Riau, Asisten II Bupati Kampar, Kadis Pariwisata Kampar, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Kampar, Kabag Ekonomi Pemda Kampar, Ka. Desa Tanjung Belit, Aur Kuning, Tanjung Beringin, Muara Bio, Pangkalan Serai serta Dubalang, Pokdarwis dan masyarakat adat. Bupati Kampar melalui Asisten II Pemda Kampar mengucapkan terimakasih pada Balai Besar KSDA Riau yang telah sering menyelenggarakan berbagai event besar di SM. Bukit Rimbang Bukit Baling yang berdampak pada penambahan sumber income dan perputaran ekonomi lokal yang sangat signifikan. Semoga kedepannya SM. Bukit Rimbang Bukit Baling dapat menjadi destinasi ekowisata yang dapat diandalkan di Provinsi Riau ya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bukit Aurora

Cibodas, 12 Februari 2020. Saat ini banyak tempat wisata yang dikunjungi para muda-mudi penggemar wisata foto selfie. Apalagi obyek wisata baru yang banyak bermunculan sekarang ini, tampil kekinian dan berbeda. Mereka yang hobi berphoto selfie, biasanya akan berlomba untuk menjadi orang pertama bisa menikmati, membagikan pengalaman wisata, dan menyebarkan keindahan tersebut melalui sosial media, sehingga bisa menjadi trends, tentunya juga dengan pemandangan alam instagramable dan bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata. Spot wisata photo selfie kekinian ini terletak berdekatan dengan obyek wisata Curug Luhur yang menjadi tujuan wisata baru di Sukabumi. Obyek ini tergolong tempat wisata baru terletak di "Bukit Aurora" - Resort Pasir Hantap TNGGP, yang sensasinya sungguh berbeda. Menuju lokasi "Bukit Aurora" relatif cukup mudah, dari Cicurug - Sukabumi dapat menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2 dengan jarak tempuh sekitar 3 Km (15 menit). Namanya terinspirasi dari tempat-tempat populer untuk menyaksikan aurora ada di belahan bumi Utara. Norwegia, Finlandia, Skotlandia, Swedia, Islandia, dan Inggris bagian Utara menjadi beberapa negara tempat orang-orang menyaksikan aurora, kemiripan lanskap tersebut akan memanjakan mata yang sangat mengesankan, memang begitulah adanya tempat ini dan dari "Bukit Aurora' anda bisa menyaksikan hamparan hutan hujan tropis dan Curug Luhur di dekatnya. Destinasi wisata terbaru ini menyuguhkan pemandangan instagramable, indah, dan bisa menjadi tujuan berfoto dengan latar belakang panorama Gunung Gede Pangrango. Dari anjungan tersebut anda bisa leluasa untuk foto selfie, dengan latar belakang alam tebing, lembah, dan alam bukit yang terlihat hijau dengan pepohonan tropis. Tidak itu saja, nuansa alam sekitarnya memang masih asri, tenang, dan jauh dari keramaian. Berselfie di kawasan ini bisa menjadi identitas tersendiri. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks dan dok: Agung Pakerti – Polisi Kehutanan
Baca Berita

Draft RPJP TN Sembilang Diserahkan ke Bappeda Sumsel

Palembang, 12 Februari 2020 – Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) melalui Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Palembang menyerahkan draft Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Sembilang Tahun 2020-2029. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2020 di Kantor Bappeda Sumatera Selatan. Draft diterima oleh Kepala Bappeda yang diwakili oleh Kasubbid Pengembangan Wilayah dan Lingkungan Hidup Bappeda Sumatera Selatan, Ir. Ismail Darwin dan disaksikan oleh perwakilan dari ZSL (Zoological Society of London). Penyerahan dokumen merupakan rangkaian tahapan kegiatan yang harus dilalui. Dalam hal ini diperlukan rekomendasi dari Bappeda Propinsi Sumsel sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan pengesahan dokumen RPJP oleh Direktur Kawasan Konservasi dan Dirjen KSDAE. Draft dokumen RPJP beserta rekomendasi Bappeda Propinsi selanjutnya diserahkan ke Direktorat jenderal KSDAE untuk mendapatkan review dan pengesahan. Draft RPJP TN Sembilang disusun mengacu pada P.35/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2016 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pengelolaan Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Penyusunan Draft RPJP ini difasilitasi oleh ZSL sebagai mitra Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang melalui berbagai tahapan mulai dari pembentukan tim kerja sampai dengan konsultasi publik. Sebagai langkah awal dilakukan Focus Grup Discusion (FGD) tahap pertama untuk menentukan nilai penting kawasan TN Sembilang yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2019. Selanjutnya dilakukan FGD tahap yang ke dua pada tanggal 27 Agustus 2019 untuk membahas isu strategis dan rencana aksi TN Sembilang. Hasil pelaksanaan dua kali FGD tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan konsultasi publik untuk menyelaraskan rencana pengelolaan TN Sembilang dengan kebijakan pemerintah daerah serta mendapatkan masukan-masukan dari para pihak. Sumber : Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang
Baca Berita

SMP Swasta Siti Hajar Medan Wisata Ekoling ke TWA Sibolangit

Sibolangit, 12 Februari 2020. Pada Senin, 10 Februari 2020, 62 siswa/i SMP Swasta Siti Hajar Medan berkunjung ke TWA Sibolangit untuk yang kesekian kalinya, di dampingi guru pembimbing Yudi Pramono Pawiro, S.Pd.I, M. Pd , Elviana Lingga, S.Pd Khoiruddin Nasution, S. Sos dari sekolah. Kunjungan ini bertema “Belajar dan mengenal alam Lebih Dekat”. SMP Swasta Siti Hajar Medan sudah rutin melakukan wisata ekoling setiap tahunnya dan merupakan bagian dari acara Nature Camp 2020 bagian kedua. Seperti biasa, sebelum memasuki kawasan, siswa/i SMP Swasta Siti Hajar Medan lebih dulu Kepala Resort TWA. Sibolangit Samuel Siahaan membekali dengan pengenalan Kawasan TWA. Sibolangit. Kemudian siswa/i SMP Swasta Siti Hajar Medan mempersembahkan lagu dan puisi bertemakan Konservasi dan Lingkungan, pidato dalam bahasa inggris dari SMP Negeri 2 Sibolangit, itu siswa siswi tersebut juga menyebutkan Yel-Yel semangat konservasi. Selain itu Kepala Resort TWA. Sibolangit juga menyerahkan buku Ekoling (Edukasi Konservasi dan Lingkungan) kepada setiap siswa/i yang ikut tampil dalam Lagu dan Pusi Konservasi dan Lingkungan. Selanjutnya, siswa/i tersebut memasuki kawasan, didalam kawasan konservasi, siswa/i dikenalkan berbagai jenis flora berupa jenis pohon, ukuran pohon, diameternya, tumbuhan obat, fungsi hutan disepanjang jalur interpretasi dan diakhiri Edukasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk pengenalan satwa yang dilindungi undang-undang dan upaya konservasinya. Kemudian salah satu siswa diminta untuk tampil di depan siswa/i lainnya untuk berbagi pengalaman apa yang peroleh di dalam Kawasan TWA Sibolangit. Setelah selesai berbagi pengalaman siswa tersebut diberikan buku-buku konservasi, stiker, DVD kawasan konservasi, video di perpustakaan dan Buletin Beo Nias dan selain kepada siswa, kepada pihak sekolah untuk koleksi. Bagi Kamu Pelajar yang belum pernah Belajar Konservasi di Hutan Taman Wisata Alam Sibolangit, yuk Belajar sambil Wisata Alam di TWA Sibolangit. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara Siswa/i SMP Swasta Siti Hajar Medan belajar memasuki kawasan TWA. Sibolangit
Baca Berita

Monev Rehab DAS IPPKH di SM Pelaihari

Sabuhur, 3 Februari 2020 – Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc melakukan kegiatan monitoring dan pengawasan kegiatan penanaman dalam rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (DAS IPPKH) di Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Pelaihari. Turut serta dalam kegiatan tersebut KSBTU Balai KSDA Kalsel, Suwandi, S.Hut, M.A., Kepala SKW I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P, Manajer PT Inhutani III Ir. Rahmanadi serta Tim Resort SM. Pelaihari. Monitoring dan pengawasan kegiatan Rehab. DAS di SM Pelaihari untuk mengetahui persentasi tumbuhnya tanaman dan sejauh mana pelaksanaan fisik berjalan serta kendala yang dihadapi selama periode penanaman (P1). Kegiatan Rehabilitasi DAS merupakan kewajiban Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No.89/MenLHK/Setjen.1/11/2016 tentang Pedoman Penanaman Bagi Pemegang IPPKH dalam Rangka Rehabilitasi DAS. Ada dua lokasi Rehabilitasi DAS yang dimonitoring oleh Kepala Balai KSDA Kalsel beserta tim. Pelaksana Rehab. DAS tersebut adalah PT. Adaro Indonesia seluas 510 Ha dan CV. Banua tuntung Pandang seluas 110 Ha. Lokasi pertama yang ditinjau adalah Kegiatan Rehabilitasi DAS oleh PT Adaro Indonesia (2018-2020) blok II wilayah Sabuhur-Swarangan Kecamatan Jorong dimana PT Inhutani III selaku vendor pelaksana. Pada blok ini Terdapat 11 (sebelas) petak tanam dengan Jenis Tanaman yang ditanam yaitu Cemara Laut, Ketapang, Nyamplung, Kelapa, Galam, Pulai, Jabon dan Belangeran. Ir. Rahmanadi selaku Manajer PT Inhutani III menyampaikan bahwa persentase tumbuh tanaman berdasarkan penilaian dari RLI untuk Petak 1 – 6 sebesar 50 %. Sedangkan untuk wilayah hutan pantai, petak 7 -11 persentase tumbuh sebesar 30 % sehingga banyak diperlukan penyulaman kembali. “Musim kemarau panjang serta beberapa kesalahan teknis merupakan penyebab banyaknya tanaman yang mati” ujar Rahmanadi. Menanggapi hal tersebut Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi menyampaikan perlu adanya pengendalian, pengamanan dan pengawasan yang lebih ekstra terhadap tanaman yang sudah ditanam, baik metode drone maupun groundcheck sehingga tanaman yang ditanam persentase tumbuhnya bisa dihitung secara cepat dan valid. Perlu usaha keras dari vendor untuk mencapai standar tumbuh minimal sebesar 75 %. Lokasi Selanjutnya adalah Kegiatan Rehabilitasi DAS oleh CV. Banua Tuntung Pandang (2019-2021) dengan vendor pelaksana adalah PT Anugerah Hijau Lesrari (AHL). Jenis tanaman yang ditanam yaitu Cemara Laut, Waru Laut, Ketapang, Rambai, Galam dan Bakau. Dari hasil monitoring dan pengawasan oleh Balai KSDA Kalsel persentase tumbuh tanaman sebesar 80 %. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc mengharapkan tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan diperlukan pengawasan dan pengamanan yang lebih ekstra sehingga dapat menekan persentase kematian tumbuhan agar bisa dipertahankan persentasi hidup tanamannya. (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Penyuluh Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kepala Balai Besar KSDA Riau Melihat Langsung Wilayah Kerjanya di Lapangan

Pekanbaru, 11 Februari 2020. -Kepulauan Riau termasuk dalam wilayah kerja Balai Besar KSDA Riau. Bapak Kepala Balai KSDA Riau saat ini lebih sering mengisi liburannya dengan turun ke lapangan meninjau secara langsung wilayah kerjanya untuk memberikan arahan pada pengelolaan yang lebih modern dan visioner ke depan. Kunjungan kali ini adalah untuk mensinergikan wisata alam di TWA Muka Kuning dengan destinasi wisata yang ada sebelumnya,dimana salah satunya yaitu Desa Wisata Kampung Terih. Berbeda dari desa wisata pada umumnya, desa ini pernah menjadi juara favorit tingkat nasional dengan kategori tujuan wisata baru terpopuler di kota Batam dalam Anugerah Pesona Indonesia 2018 dari Kementerian Pariwisata. TWA Muka Kuning, hadir dari sisi yang berbeda yaitu lebih kepada wisata alam dan edukasi konservasi di tengah kota industri. Dengan memadukan berbagai unsur wisata diharapkan dapat menjadikan Batam sebagai kota kunjungan wisata yang lebih menarik. Untuk mewujudkannya tentu saja dibutuhkan kerjasama seluruh pihak yaitu termasuk Pemko Batam, pihak perusahaan, Komunitas, Kampus, sekolah sekolah dan pihak pihak terkait. Yuuuk, mari wujudkan Batam sebagai Kota Pariwisata – Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kunjungan Kerja Menteri LHK ke Jurang Jero, Taman Nasional Gunung Merapi

Magelang, 10 Februari 2020. Pada hari Senin, 10 Februari 2020, rombongan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) dan Kehutanan, Siti Nurbaya beserta Wakil Menteri LHK, Alue Dohong melakukan rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, dan salah satu tujuannya adalah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Rombongan berkunjung ke Kawasan Obyek Wisata Alam (OWA) Jurang Jero, Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Srumbung, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Magelang – Sleman, TNGM. Dalam kesempatan tersebut, rombongan didampingi oleh Dirjen KSDAE, juga plt Dirjen BPDASHL, Prof Suratman Woro (Guru Besar Fakultas Geografi UGM), serta para pimpinan UPT KLHK lingkup DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hadi juga dalam kesempatan ini jajaran pimpinan daerah Kabupaten Magelang, pimpinan Kecamatan Srumbung, serta Kepala Desa sekitar OWA Jurang Jero. Dalam kunjungan tersebut, Menteri LHK dan rombongan meninjau lokasi kandang habituasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsii), mengecek kondisi 2 (dua) ekor Elang Jawa yang dibawa dari Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Garut, Jawa Barat. Kepala PKEK, Zaini Rakhman serta drh Dian Tresno Wikanti, memaparkan kondisi kesehatan dan kemungkinan pelepasliarannya. Selanjutnya Menteri LHK juga menyempatkan bertemu dengan kelompok masyarakat, Kelompok Wisata Taman Jurang Jero. Sebagai informasi, kelompok masyarakat tersebut semula mengandalkan hidup dari menambang pasir secara turun menurun, namun kemudian sebagian masyarakat beralih ke pengembangan wisata, melakukan pembibitan dan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung kegiatan konservasi. Kelompok masyarakat dan masyarakat sekitar berharap wisata Jurang Jero dapat kembali populer seperti era 1990 silam. Setelah itu, Menteri KLHK dan rombongan juga meninjau kondisi Kali Putih, yang terletak tidak jauh dari Jurang Jero. *** Sumber : BTN Gunung Merapi

Menampilkan 4.017–4.032 dari 11.140 publikasi