Kamis, 7 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Partisipasi Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar TaNa Bentarum di Desa Mandiri Menuju Langit Biru

Putussibau, 14 Februari 2020. Sosialasasi Program Desa Mandiri Menuju Langit Biru diselenggarakan oleh Kodam XII Tanjungpura di Markas Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti. Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Kapaus Hulu, Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Dandim 1206 Putussibau, Danyon Raider Khusus 644/Walet Sakti, Forkopimda Kabupaten Kapuas Hulu, Tokoh masyarakat, Perusahaan perkebunan serta pelajar mahasiswa. Kegiatan ini telah dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Barat yang merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia serta Kebijakan Kementerian LHK dalam menangani masalah kebakaran. Salah satu kegiatan dalam sosialisasi ini yaitu praktek pembuatan pupuk cair atau yang biasa disebut cuka kayu yang dilakukan oleh Tim Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Praktek pembuatan cuka kayu diawali dengan penjelasan terkait bahan baku pembuatan cuka kayu yang berasal dari limbah biomassa seperti sisa-sisa kayu bekas, kayu kecil, ranting, bambu, serbuk gergaji, serasah, sekam padi, tandan kelapa sawit, dll. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan cuka kayu. Ade Arief, S.Hut selaku Kepala Brigdalkarhut menjelaskan bahwa Cuka kayu merupakan pupuk cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari proses pengarangan kayu. Pengolahan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) melalui cuka kayu ini merupakan salah satu upaya dalam mendorong pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta dapat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Dijelaskan pula bahwa cuka kayu memiliki banyak manfaatnya baik dalam bidang pertanian seperti penyubur tanah, memacu pertumbuhan dan menguatkan akar tanaman, bidang peternakan seperti campuran pakan ternak guna meningkatkan hasil ternakan, bidang kesehatan seperti menghilangkan penyakit kulit, gatal, kurap, kutil dan jerawat. Koordinator PLTB Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar TaNa Bentarum Adi Sucipto menjelaskan kepada peserta sosialisasi bahwa untuk menghasilkan 8 liter cuka kayu hasil penyulingan diperlukan waktu kurang lebih 8 jam. Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TaNa Bentarum Ardi Andono, S.T.P., M.Sc menjelaskan bahwa salah satu desa binaan dari Balai Besar TaNa Bentarum yaitu Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar telah menerapkan sistem PLTB melalui Cuka Kayu. Selain itu, pada sosialisasi ini disampaikan terkait kesiapan Balai Besar TaNa Bentarum dalam upaya pencegahan kebakaran hutan terutama di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Peningkatan upaya deteksi dini dilakukan melalui peningkatan patroli yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, TNI/POLRI dan pihak terkait lainnya. Ditambahkannya pula bahwa patroli udara akan terus dilakukan dalam upaya mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kapuas Hulu. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Selamat Jalan Puan Pandanwangi

Pekanbaru, 17 Februari 2020.-Berakhir sudah perjuangan Puan Pandanwangi. Setelah kurang lebih 2 bulan, tepatnya 16 Desember 2019, Tim Balai Besar KSDA Riau, Yayasan TNTN dan pihak PT. RPI menyelamatkannya dari jerat di lokasi HTI PT RPI di desa Pandan Wangi, Kec. Peranan, Kab. Inhu. Puan berada dalam perawatan intensif petugas medis dan perawat satwa di Pusat Latihan Gajah (PLG) Riau di Minas karena luka jerat yang cukup parah. Kaki kiri depannya terjerat hingga hampir membuatnya putus. Puan yang masih sangat imut menjadi perhatian khusus seluruh petugas medis sampai Kepala Balai Besar KSDA Riau. Bapak Suharyono sering berkunjung ke PLG hanya sekedar untuk memberinya susu dan membelai Puan. Puan pun terlihat sangat manja.., seolah sedang mencari kasih sayang yang hilang dan baru saja ditemukan. Namun Tuhan berkehendak lain, Jum’at, 14 Februari 2020 dini hari, Puan kritis. Segala upaya kembali dikerahkan. Termasuk di stand by kannya drh. Danang di sisi Puan sejak bayi Gajah tersebut mengalami penurunan dan tidak mau minum susu sama sekali. Puan harus diinfus dan diberi vitamin untuk suporting kondisi tubuhnya. Akhirnya perjuangan itupun harus berakhir, pagi hari pukul 06.00 Wib, Gajah Puan mati. Nekropsi segera dilakukan pada hari itu juga, pukul 11.30 sampai 13.30 WIB oleh drh. Dhanang dengan tim paramedis Balai Besar KSDA Riau. Hasil nekropsi menyatakan bahwa saat mati berat badan Gajah Puan ± 101 kg. Melihat perubahan pada organ (patologi anatomi) penyebab kematian diduga karena gangguan pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah dikubur di sekitar lokasi Pusat Latihan Gajah Riau di Minas. Masih akankah ada puan puan yang lain yang tidak berdosa harus terpisah dari induknya dan mengalami hal yang sama hanya karena keserakahan manusia yang tidak mau berbagi tempat dengan makhluk lainnya? Balai Besar KSDA Riau menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jerat dengan alasan apapun. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Melakukan Pendataan dan Pelayanan SATS-DN pada Lomba Burung Berkicau

Yogyakarta 16 Februari 2020. Pelestari Burung Indonesia (PBI) cabang Bantul melaksanakan lomba burung berkicau dengan tema “17th From Jogja Istimewa With Love Sweet Valentine“. Bertempat di lapangan Pemda Sleman, Kabupaten Sleman, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (16/2/20). Peserta lomba berasal dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Jenis burung yang dilombakan sebanyak 9 jenis burung lokal yaitu murai batu (Copsychus malabaricus), cucak rowo (Pycnonotus zeylanicus), kacer/kucica kampung (Copsychus saularis), anis kembang (Geokichla interpres), branjangan (Mirafra javanica), cucak jenggot (Alophoixus bres), anis merah (Geokichla citrina), cucak ijo (Chloropsis sonnerati ), dan cendet/pendet (Lanius schach). Dari 9 jenis burung yang dilombakan, 5 (lima) jenis harus berasal dari penangkaran dan menggunakan ring yaitu jenis murai batu, cucak rowo, kacer/kucica kampung, anis kembang dan branjangan. Sedangkan jenis burung import yang dilombakan yaitu kenari (Serinus canaria), love bird (Agaphornis sp) dan silangan/blackstrot/singer. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi dalam sambutannya pada pembukaan acara ini menyampaikan apresiasi kepada PBI yang telah ikut berperan serta dalam konservasi satwa khususnya jenis burung melalui lomba burung berkicau. “PBI menjadi contoh untuk komunitas yang lain dalam perannya mendukung konservasi burung. Melalui lomba burung berkicau dilakukan juga pendataan burung yang dilindungi. Tahun depan untuk jenis burung cucak ijo harus berasal dari penangkaran” katanya. Dalam lomba ini terdapat 1 (satu) jenis burung dilindungi yang dilombakan berdasarkan Permenhut No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 yaitu cucak ijo (Chloropsis sonnerati). Sesuai surat edaran Dirjen KSDAE No : SE.9/KSDAE/SET/KUM/8/2018, Balai KSDA Yogyakarta melakukan sosialisasi dan pendataan jenis-jenis burung yang sebelumnya tidak dilindungi menjadi dilindungi. Dalam kesempatan ini Balai KSDA Yogyakarta membuka pelayanan SATS-DN terhadap jenis burung Cucak Ijo/ Cica Daun Besar (Chloropsis sonnerati ). Ketua umum PBI, H. Bagiya Rahmadi, SH MM berkomitmen akan membantu Balai KSDA Yogyakarta untuk ikut mensosialisakan peraturan perundang-undangan khususnya pada jenis-jenis burung yang dilindungi. “PBI akan terus mensupport Balai KSDA Yogyakarta dalam upaya konservasi satwa burung khususnya jenis yang dilindungi. Tahun depan, jenis burung cucok ijo yang dilombakan harus berasal dari penangkaran dan memiliki ring”, demikian disampaikan Bagiya kepada M. Wahyudi di sela-sela acara. Dari hasil pendataan yang dilakukan dalam lomba ini, tercatat jumlah burung jenis cucak ijo (Chloropsis sonnerati) sebanyak 34 ekor dari 20 orang pemilik. Kepala Balai KSDA Yogyakarta mengharapkan seluruh masyarakat yang berdomisili di DIY dan memiliki satwa jenis cucak ijo (Chloropsis sonnerati) untuk segera mendaftarkan kepemilikannya ke kantor Seksi Konservasi Wilayah atau kantor Balai KSDA Yogyakarta terdekat. “Kedepannya burung-burung yang dilombakan merupakan hasil dari penangkaran”, tutup M. Wahyudi Sumber : Dyahning R., N. Wisudhaningrum (Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Abu dan Rossy, Penguasa Langit Jawa yang Dilepasliarkan Jokowi di Jurang Jero

Yogyakarta 14 Februari 2020, Mengawali kegiatan kunjungan kerja di kawasan Wisata Alam Jurang Jero, Srumbung, Magelang Hari Jum’at (14/02/20) Presiden Joko Widodo melepasliarkan sepasang Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang diberi nama Abu dan Rossy. Abu merupakan elang jawa jantan yang berasal dari serahan warga Kuningan, sementara Rossy adalah elang jawa betina berasal dari serahan warga Ciamis. Kedua ekor elang tersebut sama-sama berusia 3 tahun dan direhabilitasi di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) sejak tahun 2018. Untuk mendukung pelepasliaran elang jawa ke alam, pada kesempatan tersebut dua ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) bernama Sugeng (jantan) dan Wilujeng (betina) juga dipersiapkan untuk dilepasliarkan. Kedua ekor elang ular bido tersebut merupakan titipan Balai KSDA Yogyakarta yang tengah direhabilitasi di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut merasa lega dengan berhasil dilepasliarkannya Elang Jawa di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. “Saya sangat bangga dengan Bapak Presiden yang telah memberikan perhatiannya terhadap keanekaragaman hayati di kawasan konservasi. Pelepasliaran elang jawa ini sebagai salah satu langkah untuk menambah jumlah populasi elang jawa di alam. Semoga Elang dilepasliarkan hari ini mampu bertahan hidup di alam dan dapat berkembangbiak di habitatnya” jelas Wahyudi. Lebih lanjut Wahyudi menyampaikan “Elang Jawa yang merupakan penguasa langit jawa adalah satwa predator endemik yang ada di Pulau Jawa. Jenis elang ini memiliki nilai penting bagi Bangsa Indonesia, bahkan lambang negara Indonesia diyakini merupakan representasi dari Elang jawa yang gagah. Meskipun demikian, untuk ke depan Balai KSDA Yogyakarta akan mendukung upaya penambahan populasi satwa liar di alam dengan mempersiapkan dan merehabilitasi satwa-satwa liar baik yang ada di Balai KSDA Yogyakarta maupun di Lembaga konservasi seperti YKAY untuk dapat kembali ke alam, seperti Elang ular bido yang tengah direhabilitasi di alam dan dipersiapkan juga untuk pelepasliaran hari ini” tutupnya. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Wajah Baru Kantor Resort Sembalun Pasca Gempa

Sembalun, 16 Februari 2020. Bencana gempa yang melanda Pulau Lombok pada pertengahan tahun 2018 lalu telah mengakibatkan dampak yang signifikan. Bangunan yang dulunya berdiri tegak menjadi hancur rata dengan tanah. Hal ini juga terjadi dengan Komplek kantor Resort Sembalun, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Komplek kantor resort yang merupakan pos terdekat jalur pendakian Sembalun serta menjadi pos registrasi pendakian ini hancur dan tidak dapat digunakan secara optimal. Sebagai tindakan pemulihan pasca gempa, Balai TN Gunung Rinjani melakukan pembangunan kembali komplek kantor Resort Sembalun. Peresmian komplek kantor Resort Sembalun, SPTN Wilayah II, Balai TN Gunung Rinjani diselenggarakan pada tanggal 13 Februari 2020 yang dihadiri oleh Bupati Lombok Timur (Lotim), Kepala Balai TNGR, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Kepala Bakesbangpoldagri Kab. Lombok Timur, Polsek Sembalun, perwakilan OPD lingkup Kabupaten Lombok Timur, mitra Balai TNGR, perwakilan masyarakat Sembalun maupun stakeholder terkait lainnya. Acara dibuka dengan melakukan zikir dan doa bersama guna mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT atas setiap kegiatan yang dilakukan. Selanjutnya, Kepala Balai TN Gunung Rinjani menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik antara Balai TNGR dengan Pemda Lotim dengan baik. Ke depan TNGR berkomitmen untuk menjadi bagian dari kesuksesan pembangunan di Lombok Timur. Sementara itu, Bupati Lotim dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Dirjen KSDAE dan Kepala BTNGR yang telah memberikan kesempatan untuk ikut meresmikan komplek kantor resort Sembalun. Kebersamaan ini menjadi penanda kerjasama yang lebih harmonis antara TNGR, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dan masyarakat Sembalun. Sebelum acara berakhir, Kepala Balai TNGR dan Bupati Lombok Timur bersama-sama menandatangani prasasti peresmian kompleks kantor Resort Sembalun. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Resort Sepandan Libatkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Dalam Patroli Perlindungan dan Pengamanan Hutan

Lanjak, 16 Februari 2020. Resort Sepandan merupakan salah satu resort yang ada di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), beberapa ancaman kawasan terjadi di sekitar Resort Sepandan seperti kebakaran hutan, illegal fishing, penubaan dan lainnya. Untuk meminimalisir ancaman tersebut Resort Sepandan melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polhut Desa Sepandan. Menurut Kepala Resort Sepandan Juhardi “Masyarakat Mitra Polhut sangat membantu kita dalam pengamanan kawasan baik di lapangan maupun di masyarakat khususnya Desa Sepandan dan Desa Lanjak Deras” Kepala Seksi PTN Wilayah V Selimbau Desra Zullimansyah menambahkan bahwa “ Resort sebagai ujung tombak pengelolaan kawasan sangat dianjurkan untuk melibatkan masyarakat dalam segala kegiatan, seperti patroli, pemberdayaan, kegiatan survey kehati, dan kegiatan lainnya”. Kegiatan patroli perlidungan dan pengamanan hutan yang dilaksanakan dari tanggal 11 s/d 15 Februari 2020 dengan jalur patroli yang dianggap rawan yaitu wilayah Pintas Bejabah, Tanjung Kenasak, Lubuk Liuk, Batang Sebaung, Pintas Batik, Batang Bud, Merasu, Pintas Janting, Dan Lubuk Usit. Adapun data yang diambil berupa titik koordinat lahan bekas kebakaran, aktivitas masyarakat, fauna yang ditemui, flora khas yang di temui seperti tanaman obat dan tanaman hias. Pada kegiatan patroli kali ini tidak ditemukan pelanggaran yang terjadi di kawasan TNDS wilayah Resort Sepandan. “Kegiatan kali ini aman dari ancaman, pada patroli selanjutnya kita akan lakukan di jalur lainnya. Dan saya sangat menyambut baik dengan hal seperti ini dan berharap bisa dilibatkan pada kegiatan lainnya secara berkelanjutan” Ujar Rusli, Anggota Masyarakat Mitra Polhut Desa Sepandan. Sumber: Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Akhirnya, Buaya Wringin Anom Berhasil Ditangkap

Kediri 16 Februari 2020. Dengan beredarnya foto penampakan satwa liar berjenis buaya muara di sungai Brantas, tim terpadu dari berbagai unsur di Kota Kediri telah melakukan koordinasi dan pengecekan lapangan sejak 6 Februari 2020 yang lalu. Tim tersebut terdiri atas pihak Seksi Konservasi Wilayah l (SKW) Kediri, BPBD Kota Kediri, Muspika Wringin Anom, LSM, dan media lokal. Lokasi yang berada ditengah pemukiman warga di Kelurahan Wringin Anom tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik antara manusia dan satwa. Hal ini juga menjadi pertimbangan untuk melakukan upaya evakuasi terhadap buaya tersebut. Berbagai cara seperti memancingannya dan membuat jebakanpun segera dilakukan. Pun dengan pemasangan papan peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Harapannya buaya tersebut dapat dievakuasi dengan baik tanpa melukai apalagi sampai membunuhnya. Akhirnya pada 15 Februari 2020 upaya tim membuahkan hasil, seekor Buaya Muara berhasil ditangkap di lokasi pemukiman padat penduduk tersebut. Untuk sementara Buaya dievakuasi dan diamankan di kandang transit kantor SKW I Kediri. Sebelum meninggalkan tempat tim meminta kepada warga agar tetap waspada adanya kemungkinan muncul buaya lainnya. Tim meminta untuk tidak diburu, namun segera lapor pada petugas BKSDA setempat. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur Naskah dan Foto : Dafid, Kepala Resort Konservasi Wilayah 01 Kediri
Baca Berita

Lomba Lintas Alam Rawa Wana Rally IX Tahun 2020 Taman Nasional WASUR

Marauke, 15 Februari 2020 - Balai Taman Nasional Wasur seolah tak ingin kehilangan momentum untuk mempromosikan eksistensinya di kancah Bumi Anim Ha yang sedang merayakan Pesta Ulang Tahun Kota Merauke yang ke-118 tahun. Sejak tahun 2009 momentum tersebut selalu diinfiltrasi oleh Balai Taman Nasional Wasur dengan menggelar ajang perlombaan akbar yang melibatkan multistakeholder seantero Kota Merauke, yaitu Lomba Lintas Alam Rawa Wana Rally. Tepat pada hari ini, digelar kembali ajang perlombaan istimewa yang ke-9 tersebut di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 3 Wasur dengan dihadiri oleh Pimpinan/Perwakilan dari Bupati Merauke; Komandan Lantamal TNI AL IX Merauke; Komandan Yonmarhanlan Merauke; Komandan KODIM TNI AD Merauke; Komandan Lanud TNI AU Merauke; Kepala Bidang Wilayah 1 Merauke BBKSDA Papua; Kepala Stasiun Karantina Ikan Merauke; Direksi PT. Bank Mandiri Cab. Merauke; Direksi PT. Bio Inti Agrindo Merauke; Kapolres Merauke; Kepala Kampung Wasur; dan Kepala Karantina Pertanian dan Tumbuhan yang selama ini telah berkiprah dan berkontribusi terhadap kemajuan dan permbangunan Kota Merauke. Dalam sambutannya, Kepala Balai Taman Nasional Wasur, Bapak Yarman, S.Hut., M.P. menyampaikan bahwa Lomba Lintas Alam Rawa Wana Rally IX Tahun 2020 bertujuan untuk mengenali potensi sumberdaya alam yang ada di Kabupaten Merauke, khususnya di Taman Nasional Wasur. Dalam kawasan TN Wasur terdapat 4 suku yang hidup di dalam kawasan TN Wasur yaitu Suku Marory MenGey, Kanume, Yeinan, dan Marind. Lebih lanjut, terdapat satwa dan tumbuhan yang melimpah yang tak ada di lain tempat seperti misalnya wallaby, cenderawasih, lapang savana, semua itu merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Kepala Balai menegaskan bahwa tidak ada pertentangan antara kearifan lokal dengan konservasi, karena konservasi itu belajar dari kearifan lokal yang kemudian dituangkan dalam buku. Bupati Merauke dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Pemerintahan Sekretaris Daerah Kab. Merauke menyampaikan bahwa kita sebagai manusia harus bisa menjaga hubungan yang baik dengan alam, karena kita sebagai manusia telah memanfaatkan tumbuhan, hewan, tanah, dan air yang merupakan bagian dari alam yang harus kita jaga dan lestarikan. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan pembangunan, sehingga perlu menggandeng masyarakat dan sektor swasta agar pembangunan dapat berhasil maksimal. Kita juga harus bercermin seperti musamus, karena rayap musamus itu membangun rumahnya tanpa merusak alam di sekitarnya. Lomba Lintas Alam Rawa Wana Rally Tahun 2020 ini menantang para peserta yang telah mendaftar dengan sajian tantangan medan berupa rawa-rawa dengan variasi kedalaman 0,5 meter hingga 1,2 meter dengan jarak track sejauh + 11 Km yang harus ditempuh oleh semua peserta tanpa diperbolehkan memotong rute yang telah ditentukan oleh pihak Panitia. Kalangan millenial tampaknya masuk dalam kategori sebagai peserta pelajar/mahasiswa dengan antusiasme yang sangat membara, mereka lebih awal melakukan pendaftaran di Kantor Balai Taman Nasional Wasur dengan ketentuan 1 (satu) team terdiri dari 5 (lima) anggota dengan komposisi homogen gender atau multigender. Namun kalangan milenial akan menemui rival di medan laga Rawa Wana Rally yaitu group dari kalangan dewasa yaitu kategori ASN, Anggota Polri/TNI, dan Umum. Bahkan ada juga masyarakat dari dalam kawasan TN Wasur yang turut serta berpartisipasi dalam perhelatan kompetisi akbar tahunan ini. Walaupun penilaian antara kategori pelajar/mahasiswa dengan kategori Umum, ASN, TNI/Polri berbeda, namun pasti tetap terasa persaingan yang ketat di dalam lomba lintas alam yang menantang adrenalin ini. Disamping uji mental dan nyali, dalam perlombaan ini tampak adegan-adegan heroik hingga dramatis, baik dalam 1 tim bahkan antar tim. Suasana semakin meriah ketika pengumuman The Champion of Rawa Wana Rally 2020 diumumkan oleh Sang Panitia Lomba, ada haru, sedih, senang, gembira yang semuanya menjadi satu padu dalam alunan musik sebagai ice breaker agar suasana kompetitif yang sengit berubah menjadi suasana keakraban yang kental bahwa kita semua adalah orang Merauke yang peduli dengan Konservasi Sumberdaya Alam Taman Nasional Wasur. Pada akhirnya sebuah kompetisi tetaplah harus ada Sang Juara. Dan berikut Para Juara Rawa Wana Rally Tahun 2020 yang dirincikan sebagai berikut. Kategori Pelajar/Mahasiswa : Lebih lanjut, Para Juara dari Kategori Umum,TNI/POLRI, dan SKPD : Di penghujung acara Kepala Balai Taman Nasional Wasur menyampaikan bahwa event ini bukan sekedar mencari juara tapi mengajarkan sportifitas dan manfaat dari kegiatan ini adalah kita jadi mengenal masyarakat yang bermukim di dalam kawasan TN Wasur yaitu Suku Marory yang saat ini menjadi tuan rumah kegiatan Rawa Wana Rally Tahun 2020. Kepala Balai TN Wasur berharap agar kegiatan Lomba Lintas Alam Rawa Wana Rally ini bisa kembali diselenggarakan dengan jauh lebih meriah, kompetitif, menarik, sportif, dan berkesan bagi para peserta dan seluruh masyarakat Merauke. Dan dengan semangat persatuan kita membangun Kota Merauke dan melestarikan TN Wasur untuk kesejahteraan masyarakat dan masa depan yang lebih baik. Izakod Bekai Izakod Kai, Satu Hati Satu Tujuan. Salam Lestari. Sumber: Balai TN Wasur Penulis: Eka Heryadi, S.Hut. Foto: Aprianto, S.Si., M.Sc.
Baca Berita

Bidang PTN Wil. III Balai Besar TaNa Bentarum Adakan Bimtek Wali Data SMART PATROL

Selimbau, 12 Februari 2019. Bertempat di Kantor Seksi PTN Wilayah V Selimbau, Bidang PTN Wilayah III mengadakan kegiatan bimbingan teknis bagi Wali Data SMART Patrol dan diskusi terkait kendala penerapan SMART Patrol yang dihadapi dilapangan. SMART Patrol merupakan salah satu tools yang biasa digunakan untuk pengelolaan database kawasan yang lebih komprehensif dan bersifat praktis digunakan di lapangan. Dengan sistem pengumpulan data yang sederhana berbasis GPS maka akan sangat membantu petugas lapangan ditingkat resort untuk mengumpulkan data dan menyajikannya secara spasial. Data yang terkumpul akan terekam secara sistematis dan akan menjadi pendukung pengelolaan database yang baik sehingga akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan kawasan konservasi. Pengelolaan berbasis resort menggunakan aplikasi SMART Patrol pada BBTNBKDS dimulai pada tahun 2019 dimana pada tahun sebelumnya diadakan kegiatan in house training bagi semua petugas resort, namun masih ditemukan keterlambatan pengolahan data dari tingkat lapangan ke pengolah data tingkat seksi sehingga data yang diserahkan ke tingkat balai terjadi keterlambatan. Adapun data yang diambil adalah titik koordinat kebakaran, keanekaragaman hayati, jalur patroli dan data lainnya yang dianggap perlu. Kegiatan yang khusus diikuti oleh wali data seksi dan kepala resort dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PTN Wil. III Gunawan Budi Hartono bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para walidata yang ada di seksi dan di resort sehingga kualitas data yang dihasilkan cukup baik. “Kegiatan bimtek khusus untuk wali data SMART Patrol ini sangat penting untuk dilaksanakan agar wali data lingkup bidang kita lebih kreatif dan lebih cepat dalam pengolahan data dan mencari pemecahan bersama dari masalah di lapangan dalam mengaplikasikan SMART Patrol, karena program ini adalah salah satu arahan dari Dirjen KSDAE” Ujar Kepala Bidang PTN Wilayah III. Selain itu Kepala Seksi Selimbau Desra Zullimasyah berharap agar bimbingan teknis ini memberikan solusi dan sebagai motivasi agar pelaksanaan kegiatan berbasis resort dapat terlaksana dengan baik dan permasalahan yang terjadi dilapangan agar dikomunikasikan segera kepada atasan masing – masing secara berjenjang”. Sumber: Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Kapolda Kaltim Kunjungi Sangkima Jungle Park (SJP) Taman Nasional Kutai

Balikpapan, 13 Februari 2020, seperti hari biasa Sangkima Jungle Park ramai dikunjungi wisatawan domestik. Sejak launching pada bulan November 2019, Sangkima Jungle park tidak pernah sepi pengunjung. Fasilitas baru berupa amphiteatre yang berkapasitas 300 orang, Balai Pertemuan, Jungle trekking dan fasilitas lainnya sangat mendukung berbagai kegiatan khususnya kegiatan pendidikan lingkungan dan kegiatan kelompok kategorial lainnya. Yang istimewa pada hari Kamis, 13 Februari 2020, Sangkima Jungle Park (SJP) mendadak kedatangan tamu istimewa dari Balikpapan, Irjen Pol. Drs Muktiono, SH.,MH., Kapolda Kalimantan Timur beserta rombongan. Kunjungan ke SJP sebagai rangkaian kunjungan ke Sangatta Kabupaten Kutai Timur. Disambut oleh Kepala resort Sangkima, Rif’an Arifaini, S.Hut., dan staf Balai Taman Nasional Kutai di welcome area Sangkima Jungle Park, sebagaimana standar pelayanan wisata, kepala resort menjelaskan tentang Wisata Alam Sangkima dan potensi serta atraksi wisata yang terdapat di Sangkima Jungle Park. Berkunjung ke Sangkima, memang belum sah apabila tidak melihat ulin Raksasa, potensi yang paling terkenal di Sangkima Jungle Park, pohon ulin terbesar di dunia yang berdiameter 2.47m. Pohon tersebut diperkirakan berumur lebih dari 1000 tahun. Demikian pula dengan Kapolda Kaltim yang mengunjungi Sangkima Jungle Park, khususnya karena ingin melihat dari dekat pohon ulin raksasa. Jarak tempuh dari welcome area sejauh 970 m, bukan halangan untuk melihat pohon yang sangat fenomenal tersebut. Apalagi sepanjang perjalanan menuju pohon ulin juga merupakan atraksi wisata berupa boardwalk dari papan ulin yang melintasi hutan hujan Diptrocarpaceae, yang menyajikan pemandangan alam serta suasana damai yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. Bagi yang tertarik dengan pengenalan jenis-jenis flora, disepanjang boardwalk terdapat pohon-pohon yang sudah berlabel dan dapat diidentifikasi dengan membawa leaflet list tumbuhan. Dalam kunjungan ke Ulin Raksasa, Kapolda Kaltim bertemu dengan beberapa pengunjung lainnya. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pengunjung lain yang berkesempatan bertemu orang nomor 1 di wilayah kepolisian Kaltim, ditengah hutan dan dapat mendokumentasikan pertemuan melalui foto bersama di depan pohon Ulin raksasa Sangkima. Kunjungan Kapolda Kaltim ke Sangkima Jungle Park, Taman Nasional Kutai merupakan kebanggaan tersendiri bagi Balai TN Kutai. Kepala Balai TN Kutai memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kapolda Kaltim atas kunjungan ke TN Kutai. Semoga kunjungan ke TN Kutai semakin memperkuat tali silaturahmi dan sinergitas dalam mendukung upaya konservasi di TN Kutai dan Kalimantan Timur secara umum. Sumber: Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Menuju WBK dan WBBM dengan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas UPT KLHK Provinsi NTB

Mataram 12 Februari 2020 - Dalam rangka pencapaian sasaran dan percepatan Reformasi Birokrasi yaitu dengan meningkatnya kualitas, kemudahan pelayanan publik di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) khususnya di UPT KLHK Provinsi NTB, Selasa, 12 Februari 2020 Jam 10.00 WITA bertempat di Ruang Rapat Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) segenap pimpinan instansi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Ari Subiantoro, M.P. (Kepala Balai KSDA NTB), Bintarto Wahyu Wardani, S.Hut., M.Sc. (Kepala Balai BPPTHHBK), Ir. Djarot Prihambodo, M.Si. (Kepala BPDASHL Dodokan Moyosari), Dedy Asriady, S.Si., M.P. (Kepala Balai TN Gunung Rinjani) dan Murlan Dameria Pane, S.Hut., M.Si. (Kepala Balai TN Tambora) membuat pernyataan / deklarasi siap membangun Zona Integritas. Selain itu acara juga dihadiri Bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, B.Sc, M.Si dan dihadiri juga pejabat pengawas dan Satgas SPIP lingkup UPT KLHK Provinsi NTB. Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) lingkup UPT KLHK Provinsi NTB ini bertujuan untuk membangun komiten bersama dalam mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayan publik segenap UPT KLHK Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA NTB selaku Koordinator Wilayah (Korwil) UPT KLHK Provinsi NTB Ir. Ari Subiantoro, M. P menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada Kepala Dinas LHK atas kehadiran dan dukungan kepada UPT KLHK Provinsi NTB dalam menjalankaan tugas dan bersinergi baik dengan Dinas LHK, dan pencanangan pembangunan Zona Integritas segenap UPT KLHK Provinsi NTB ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Inspektur Wilayah II Ir. Sumarto, MM serta sebagai wujud adanya komitmen dan niat serius untuk memberikan pelayanan publik terbaik dan siap mewujudkan WBK dan WBBM lingkup UPTK KLHK Provinsi NTB. Dalam arahannya, Bapak Kepala Dinas LHK Provinsi NTB Ir. Madami Mukarom, B.Sc, M.Si menyambut baik dan apresiasi pernyataan dan kominten bersama yang dilakukan segenap Kepala UPT KLHK Provinsi NTB dan hal ini menjadi inspirasi dan semangat bagi segenap jajaran Dinas LHK akan melakukan hal yang sama untuk ikut mencanangkan pembangunan Zona Integritas pada jajaran LHK Provinsi NTB. Mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang LHK di Provinsi NTB merupakan tujuan bersama dan menuju WBK dan WBBM sesuai dengan Permenpan Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permenpan Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan WBK dan WBK selaras dengan misi Pemerintah Daerah Provinsi NTB yaitu NTB Bersih dan Melayani. “Semoga tujuan kita semua dalam acara deklarasi pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM ini diridhoi Allah SWT dan kita semua diberikan kekuatan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan public yang bebas/bersih dari korupsi” pungkas Ir. Madani Mukarom, B.Sc, M.Si dalam arahannya. Pada tingkat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah diterbitkan Instruksi Menteri LHK Nomor Ins.1/Menlhk-Setjen/2015 tentang tentang Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Lingkup Kementerian LHK dan PermenLHK No. P .40 Tahun 2016 tentang RoadMap RB KLHK Tahun 2015-2019. SUMBER : BKSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Penemuan Sarang Penyu Sisik di TN Kepulauan Seribu

Jakarta, 14 Februari 2020. Sebagai upaya preventif perlindungan dan pengamanan kawasan, Balai TN Kepulauan Seribu melaksanakan kegiatan Patroli Rutin di tingkat resort. Kegiatan patroli rutin itu menyasar wilayah-wilayah perairan dan darat yang rawan terhadap gangguan seperti pengambilan hasil laut oleh nelayan, maupun gangguan aktivitas pengunjung. Pada tanggal 14 Februari 2020, Resort Perak pada SPTN Wilayah II Pulah Harapan melakukan Patroli Rutin dengan giat menyisir perairan pada kawasan Zona Inti Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Penjaliran Timur dan Perairan Pulau Peteloran Timur. Dalam kegiatan pattoli ini tidak ditemukan gangguan ataupun aktifitas yang illegal pada kawasan Zona Inti. Namun, kamj berhasil menemukan 1 (satu) sarang Penyu Sisik di Pulau Peteloran Timur yang merupakan Zona Inti II pada TN Kepulauan Seribu dan juga termasuk site monitoring Penyu Sisik. Terdapat 250 butir telur Penyu Sisik pada sarang yang kami temukan yang lalu kami pindahkan ke sarang semi alami di Pulau Harapan untuk dapat ditetaskan secara semj alami dan kemudian dapat dilepaskan kembali. Pemindahanan ini kami lakukan sebagai upaya memberikan harapan keberhasilan hidup penyu penyu di kawasan TN Kepulauan Seribu karena lokasi sarang yang rawan didatangi predator (biawak) dan pencurian oleh warga. Oleh: Randi Pranata (POLHUT pada Balai TN kepulauan Seribu)
Baca Berita

Kucing Hutan (Felis bengalensis) Dilepasliarkan di Tahura Bukit Barisan

Medan, 14 Februari 2020. BBKSDA SUMUT menerima penyerahan satu ekor satwa dilindungi undang-undang jenis kucing hutan (Felis bengalensis) secara suka rela dari Dolah, warga masyarakat yang berprofesi sebagai wiraswasta beralamat di Kelurahan Pekan Binjai, Gg. Flamboyan No. 30 Lingkungan I, Kecamatan Binjai Kota, Binjai – Sumatera Utara. Bermula pada Senin, 10 Februari 2020 tetangga Dolah melaporakan ke Call Centre Balai Besar KSDA Sumatera Utara (0853 – 7669 – 9066) meminta agar segera mengambil/menyelamatkan kucing hutan tersebut. Yang bersangkutan mendapatkan informasi Call Centre BBKSDA Sumut dari pencarian di internet. Penyerahan kucing hutan Usai terima laporan tersebut, Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara langsung bergerak menuju lokasi untuk menyelamatkan satwa tersebut. Tiba di lokasi Tim langsung membawa satwa tersebut. Pada dasarnya Dolah memang tidak mengetahui bahwa satwa tersebut adalah satwa dilindungi undang-undang. Mengetahui dilindungi, tetangga Dolah langsung melaporkan ke Call Centre BBKSDA SUMUT. Menurut Dollah kucing hutan ia dapatkan ketika satwa tersebut berkeliaran di sekitaran rumahnya. Yang bersangkutan mengatakan sudah memelihara kucing hutan selama 3 hari. Kucing hutan tersebut berjenis kelamin jantan, berusia sekitar 7 bulan, dalam kondisi sehat dan masih liar. Berdasarkan pengecekan dokter hewan BBKSDA Sumut, kucing hutan dalam kondisi sehat, liar dan layak untuk dilepasliarkan. Setelah berkoordinasi dengan Tahuran Bukit Barisan pada Selasa, 11 Februari 2020, kucing hutan dilepasliarkan di Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kec. Tiga Panah, Kab Tanah Karo Sumatera Utara. Sumber: Agus Rinaldi / BBKSDA SUMUT
Baca Berita

Belangkas, Tahu Kah Kamu ?

Pekanbaru, 14 Februari 2020-Ketam tapal kuda atau lebih dikenal masyarakat umum dengan nama Belangkas adalah salah satu satwa yang dilindungi. Di Indonesia ada 3 jenis yang dilindungi yaitu Belangkas besar (Tachypleus gigas), Belangkas tiga duri (Tachypleus tridentatus) dan Belangkas padi (Carcinospius rotundicauda). Belangkas hidup di perairan dangkal di wilayah payau dan kawasan mangrove. Mengapa saat ini marak terjadi penyelendupan belangkas besar besaran? Ekstrak plasma darah Belangkas banyak digunakan untuk kajian biomedis dan lingkungan, salah satunya untuk mendiagnosis penyakit meningitis dan gonorhoe. Banyak digunakan di negara negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Asia Barat. Untuk Prov. Riau, Belangkas dapat ditemukan di pulau Rupat, Bengkalis dan sekitarnya. Sejak dahulu, Belangkas ini sering dimanfaatkan untuk konsumsi. Namun dengan telah masuknya satwa ini dalam daftar satwa yang dilindungi, kita harus dapat secara bijak ikut mendukung lestarinya satwa dilindungi ini. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sosialisasi Pemilu dengan Penanaman di Sumba

Waibakul, 14 Februari 2020. Cara unik diterapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumba Tengah dalam mensosialisasikan program kerjanya. Bertepatan dengan hari Valentine’s Day, KPU bersama komunitas gen hijau Sumba Tengah dan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), serta Unit Persemaian Permanen BPDASHL Benain Noelmina mengadakan penanaman di SMAN 1 Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah. Tema kegiatan di hari kasih sayang ini adalah Sayangi Lingkungan Cinta Demokrasi. Kegiatan penanaman dibuka dengan apel pagi yang dipimpin oleh Camat Katikutana dengan peserta apel seluruh murid dan guru SMAN 1 Waibakul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Tengah, serta Danramil Katikutana dan para prajurit. Unit persemaian permanen BPDASHL menyediakan 1500 bibit dengan jenis gmelina, beringin, trembesi, dan cendana. Gencarnya kegiatan penanaman di Kabupaten Sumba Tengah dikarenakan program Bupati Sumba Tengah yang mengedepankan Revolusi Hijau untuk melestarikan wilayahnya. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Waibakul, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc, turut hadir dan mendukung penuh acara ini dengan membawa jajarannya. Para peserta penanaman tidak hanya dapat menanam di lokasi penanaman namun juga dapat membawa pulang bibit yang disediakan untuk ditanam di halaman rumah ataupun halaman kantor. Selain penanaman, KPU Sumba Tengah juga mensosialisasikan kegiatan pemilihan umum kepala daerah (PILKADA) yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan, kepada para pemilih pemula yaitu murid-murid di SMAN 1 Waibakul. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Evaluasi Kelompok Mitra Konservasi SM Kuala Lupak

BANJARBARU, 12 Februari 2020 – Bertempat di rumah Bapak Jawase, Ketua Kelompok Mitra Konservasi “Suka Maju” Suaka Margasatwa Kuala Lupak, telah dilaksanakan kegiatan Evaluasi Kemitraan Konservasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi implementasi dari ruang lingkup perjanjian kerjasama antara Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan kelompok kemitraan konservasi “ Suka Maju “ Desa Kuala Lupak dan kelompok kemitraan konservasi “ Mandiri Bersama” Desa Sungai Telan Besar Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala. Tujuannya agar keberadaan kelompok kelembagaan mitra konservasi tersebut lebih kuat dan solid, memperkuat rasa kebersamaan kelompok dalam membangun mimpi bersama untuk kehidupan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik. Kegiatan evaluasi kelompok mitra konservasi SM. Kuala Lupak dilaksanakan dengan metoda paparan materi oleh 2 orang narasumber yaitu Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dan Kepala Balai BPSKL Wilayah Kalimantan yang diwakili oleh Aswan Sambary, S.Hut., M.Si. selaku Kepala Seksi Kemitraan Lingkungan dengan moderator Kepala SKW II Banjarbaru, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si. Kegiatan ini dihadiri 40 orang peserta perwakilan dari Kelompok Mitra Konservasi” Mandiri Bersama” Desa Sungai Telan Besar dengan ketua kelompok H. Nurdin dan Kelompok Mitra Konservasi ” Suka Maju ” Desa Kuala Lupak dengan ketua kelompok Jawase. Dalam paparannya Kepala Balai KSDA Kalsel membahas tentang ruang lingkup yang tertuang didalam perjanjian kerjasama yaitu : Dr. Mahrus juga menyampaikan tentang azas kelembagaan, yaitu: kerja Bersama, saling Memperkuat, saling Memerlukan dan saling Menguntungkan. Keempat azas ini harus dimiliki oleh seluruh anggota kelompok agar tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud dan berdampak kepada aspek sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan SM Kuala Lupak. Penguatan kelembagaan memuat norma dan aturan yang disepakati bersama, hak dan kewajiban pengurus dan anggota kelompok serta mekanisme hubungan kerja. Sementara itu Kepala BPSKL Wilayah Kalimantan dalam paparannya memberikan pemahaman terkait skema Perhutanan Sosial ada 5, yaitu Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HA), dan Kemitraan Kehutanan (KK). Namun di wilayah Kalimantan baru ada 3 yang sudah berjalan yaitu Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Tanaman Rakyat. Pengakuan dan perlindungan Kemitraan Konservasi (Kulin KK) sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, dengan menyediakan akses bagi masyarakat untuk mengelola lahan pada kawasan hutan yang telah ada perjanjian kerjasamanya. Skema ini juga sebagai wahana penyelesaian konflik atas sumberdaya hutan yang terjadi antara pengelola kawasan hutan (BKSDA) dengan masyarakat yang terlanjur memanfaatkan kawasan hutan konservasi. Mendukung kegiatan kemitraan konservasi di Suaka Margasatwa Kuala Lupak dan meminta kepada kelompok mitra konservasi untuk secara sungguh-sungguh dalam menjalankan kegiatan kemitraan dengan mematuhi segala peraturan perundanganya. Pada akhir diskusi Dr. Mahrus berharap agar kerjasama yang akan diwujudkan antara BKSDA Kalimantan Selatan dengan kedua Kelompok Mitra Konservasi tersebut harus memegang prinsip kesetaraan, persahabatan, kesetiaan, kejujuran dan saling percaya. Prinsip-prinsip tersebut mesti dipegang teguh oleh kedua belah pihak sehingga keberlanjutan kegiatan akan terjaga dan tujuan bersama dapat tercapai. (ryn) Source & Doc. by : Aji Faisal Noor Zaky (Polhut SKW II Banjarbaru)

Menampilkan 4.001–4.016 dari 11.140 publikasi