Kamis, 7 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelestarian Gajah Sumatera

Pekanbaru, 19 Februari 2020 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono hari Selasa, 18 Februari 2020 kemarin di Jakarta mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), bapak Wiratno menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilakukan antara Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI), oleh Direktur Eksekutif PGI, bapak Wisnu Sukmantoro dengan PT. Chevron Pasifik Indonesia (PT CPI) @chevron , oleh Senior Vice President Corporate Affairs PT. CPI, bapak Wahyu Budiarto. Kerjasama ini bertujuan untuk secara bersama sama dengan Balai Besar KSDA Riau melakukan upaya upaya pelestarian Gajah Sumatera dengan memitigasi konflik yang sering terjadi di Prov. Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sebelum ke Lapangan, Balai TN Kayan Mentarang Modali Pegawainya Ilmu Fotografi Alam Liar

SEBELUM KE LAPANGAN, BALAI TNKM MODALI PEGAWAINYA ILMU FOTOGRAFI ALAM LIAR Malinau, 17 Februari 2020 – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) kembali menggelar inhouse training guna meningkatkan kapasitas SDM. Kali ini inhouse training dibidang Fotografi Alam Liar yang menjadi perhatian. Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan pegawai Balai TN Kayan Mentarang dalam menyiapkan data berupa gambar yang bernilai dari dalam kawasan TN Kayan Mentarang untuk berbagai kepentingan. Utamanya dalam mengeksplor keanekaragaman hayati yang ada di kawasan TN Kayan Mentarang. Dalam kegiatan ini Balai TN Kayan Mentarang dibantu oleh 2 Orang pemateri, yakni Simon Onggo Eko H dari Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan materi Fotografi Alam Liar dan kepentingannya di media sosial serta Try Presetyo yang merupakan fotografer swasta dengan materi pengenalan perangkat fotografi serta perlengkapan lainnya untuk kebutuhan fotografi. Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari (17 – 19 Februari 2020) dan akan dilaksanakan di 2 lokasi berbeda. Untuk materi disampaikan di Kantor Balai TN Kayan Mentarang (17-18/02), sementara praktik fotografi rencananya akan dilaksanakan di Wisata Alam Air Terjun Gunung Rian Kabupaten Tana Tidung (19/02). Setelah kegiatan ini, akan dilaksanakan pula Inhouse training dibidang Jurnalistik untuk melengkapi "modal" awal bagi pegawai di lingkup kerja Balai TNKM dalam menjalankan tugas dilapangan, yang rencananya akan ke wilayah tugas masing-masing pada hari senin mendatang (24/02) yang dimulai oleh SPTN II dalam Survei Kehati di Resort Sungai Tubu. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Pembinaan MMP Resort Sebabai, Dukung Penguatan Pengamanan Kawasan TN Betung Kerihun di Ujung Batas Negeri

Lanjak, 18 Februari 2020 - Salah satu strategi pengelolaan kawasan konservasi menurut Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc, yaitu masyarakat harus dilibatkan sebagai subyek konservasi. Oleh karena itu, Resort Sebabai, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lanjak, Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Mataso membentuk kelompok Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) pada tahun 2019 lalu. Guna meningkatkan skill dan pengetahuan anggota MMP, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengadakan pembinaan MMP Resort Sebabai pada Selasa (18/2) lalu. Pembinaan MMP yang diadakan di kantor SPTN Wilayah I Lanjak dihadiri oleh 10 orang anggota MMP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pegetahuan dan keterampilan anggota MMP dalam rangka perlindungan dan pengamanan hutan bersama Polisi Kehutanan. Materi yang disampaikan yaitu pengisian tally sheet Patroli berbasis SMART RBM, teknik penggunaan GPS, serta sistem komando dan pelaporan. Kepala SPTN Wilayah I Lanjak, Parsaoran Samosir memberikan arahan yang sejalan dengan materi yang disampaikan. “Tentu para anggota MMP perlu diberikan petunjuk dalam mengisi tally sheet patroli berbasis SMART RBM agar dalam kegiatan patroli perlindungan dan pengamanan hutan didapatkan data yang akurat dan terstruktur. Selain itu, anggota MMP juga harus memahami alur pelaporan dan sistem komando.” Kegiatan pembinaan MMP ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan MMP, meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan peran aktif MMP dalam perlindungan dan pengamanan kawasan, membekali MMP dalam penanganan tindak pidana kehutanan (Tipihut), serta meningkatkan kapasitas anggota MMP. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini yang didorong oleh adanya kesadaran peserta akan pentingnya perlindungan dan pengamanan hutan. Antonius Regang, ketua kelompok MMP Resort Sebabai menyatakan, “Hutan merupakan aset yang diciptakan oleh Tuhan dan sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa hutan perlu dijaga dan sumber daya alam di dalamnya harus dilestarikan. Pembinaan ini sangat berguna bagi kami, terutama sistem komando dan pelaporan. Kami belajar tata cara dan alur pelaporan Tipihut yang selama ini hanya ditindak dengan hukum adat.” Kepala SPTN Wilayah I Lanjak menambahkan bahwa setelah diadakan pembinaan ini, diharapkan wilayah Resort Sebabai yang berbatasan langsung dengan Malaysia dapat dijaga dengan maksimal oleh pihak pengelola yang bekerja secara sinergis dengan masyarakat, terutama MMP. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Sosialisasi Tumbuhan dan Satwa Liar di KEE Panjaratan SKW 1 Pelaihari

Pelaihari, 18 Februari 2020 – Balai KSDA Kalimantan Selatan melakukan kegiatan Sosialisasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi di Balai Seni Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, pada Selasa, 18 Februari 2020. Kegiatan dihadiri perwakilan beberapa organisasi pegiat lingkungan yang konsen dalam konservasi Bekantan Panjaratan seperti Gahipbta dan Yayasan Bakti Insan Borneo, Pemerintah Desa Panjaratan, Pemerintah Kecamatan Pelaihari, Forum Kawasan Ekosistem Essensial (KEE), tokoh masyarakat dan pemuda. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam konservasi TSL meningkat, sehingga Bekantan dan TSL lain yang berhabitat di Areal Kawasan Ekosistem Esensial Panjaratan dan sekitarnya dapat dijaga dan dilestarikan. Menurut Kepala BKSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc, kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk mengenalkan kepada masyarakat khususnya Desa Panjaratan, terkait peratuan terbaru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas P.20 Tahun 2018 tentang Daftar Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Lebih jauh dijelaskan bahwa dengan keluarnya peraturan tersebut banyak satwa khsususnya burung berkicau yang statusnya menjadi satwa dilindungi, sehingga masyarakat perlu berkoordinasi dengan kami agar tidak salah dalam mengambil keputusan, imbuhnya. Berdasarkan peraturan terbaru tersebut ada perubahan yang signifikan terkait jumlah TSL yang dilindungi. Pada awalnya hanya sekitar 294 jenis yang masuk daftar dilindungi. Namun paska keluarnya P.106 Tahun 2018, jumlah TSL yang dilindungi melonjak menjadi 904 jenis. Sekretaris Camat Pelaihari, Syamsudin Noor, dalam sambutannya menyampaikan mengenai potensi Bekantan yang dapat dikelola Bumdes sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, “Tentunya potensi yang ada harus dikemas dalam konsep yang dapat dijual baik lokal, nasional maupun internasional” jelasnya. Mirta Sari, S.Hut, MP., Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari yang membawahi wilayah konservasi se-banua anam menutup pemaparan dengan penjelasan mengenai prosedur dan tata cara pengajuan izin pemeliharaan TSL paska keluarnya peraturan terbaru nomor P.106 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas P.20 Tahun 2018 tentang Daftar Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, terdapat banyak jenis TSL yang mengalami perubahan status konservasi. Ada TSL yang awal dilindungi menjadi tidak dilindungi dan sebaliknya. (ryn) Sumber : Jarot Jaka Mulyono, S.Hut, M.Sc - Call Center Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Perguliran Ikan Arwana di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum

Tempurau, 14 Februari 2020. Guna pemberdayaan masyarakat di dalam Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), sebanyak 13 ekor anakan ikan arwana super red (Scleropages formosus) digulirkan dari kelompok I ke kelompok II di Desa Tempurau Kecamatan Selimbau. Desa Tempurau merupakan pemukiman yang berada di wilayah Resort Semangit, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Selimbau, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). Kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tempurau ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018 melalui kegiatan pembesaran anakan ikan arwana skala rumahan. Kegiatan perguliran ini difasilitasi oleh petugas Resort Semangit yang disaksikan langsung oleh Kepala Desa Tempurau. “Kegiatan perguliran ini merupakan wujud komitmen masyarakat khususnya kelompok I dalam mendukung program pemberdayaan pembesaran ikan arwana skala rumahan di Desa Tempurau dan harapannya kelompok II perlu berupaya untuk lebih berkomitmen lagi dalam menjalankan program pemberdayaan ini,” pungkas Dedek Darmadi selaku Kepala Desa Tempurau Tidak hanya menggulirkan, dalam kesempatan yang sama Kelompok I juga mengembalikan 2 (dua) ekor indukan arwana kepada pihak Balai Besar untuk dilepasliarkan. Agus Bastian selaku ketua kelompok menuturkan bahwa sesuai dengan kesepakatan kelompok, indukan Arwana yang dilepasliaran tersebut merupakan 10 % jumlah ikan yang berasal dari keuntungan usaha untuk mendukung kelestarian ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Menanggapi hal ini, Rahman R. Nababan, S.Hut selaku Kepala Resort Semangit menyampaikan komitmen untuk terus mendampingi kelompok masyarakat dalam keberlanjutan program pembesaran ikan Arwana skala rumahan. Desra Zullimansyah selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Selimbau menyampaikan apresiasi bahwa apa yang telah dicapai oleh kelompok I dalam hal program perguliran dan pelepasliaran ikan Arwana. Menurutnya, capaian ini merupakan bagian dari tujuan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pembesaran arwana skala rumahan di desa Tempurau dan hal yang paling penting dalam momentum ini adalah adanya niat kelompok untuk menyisihkan sebagian dari keuntungan yang didapatkan melalui pengembalian indukan Arwana kepada pihak Balai Besar. Indukan arwana yang diserahkan ke pihak Balai Besar selanjutnya dilakukan perawatan dan pemeliharaan sebelum dilepasliarkan, kegiatan perguliran ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara (BA) perguliran dari kelompok I ke kelompok II. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Giat Pemantauan Batas Kawasan oleh Polhut TN Matalawa

Tanarara, 14 Februari 2020. Kawasan hutan Laiwangi Wanggameti merupakan Kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) dengan berdasar pada surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor: SK. 6009/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/11/2017 pada tanggal 7 November 2019 dengan luas ± 42.009,39 Ha. Guna mengetahui kondisi faktual serta menginventarisir permasalahan dan gangguan yang terdapat di sepanjang batas kawasan hutan konservasi ini, tim patroli Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Matawai Lapau melaksanakan patroli batas Kawasan di Blok Hutan Ananjaki pada tanggal 11 s.d. 13 Februari 2020. Permasalahan batas yang dijumpai oleh tim patroli yang dikoordinir oleh Andri M. Supriatama (Polisi Kehutanan SPTN III Matawai Lapau) selama pelaksanaan kegiatan diantaranya pal batas yang rusak dan tidak sesuai penempatannya dilapangan. Selain itu dijumpai pula beberapa kebun dan lahan masyarakat yang berhimpitan dengan batas Kawasan Hutan Laiwangi Wanggameti. Selain melaksanakan giat patroli, tim pelaksana juga mensosialisasikan program-program kegiatan tahun 2020 kepada pemerintah desa dan kelompok masyarakat Desa Ananjaki. Kepala SPTN Wilayah III. Vivery Okthalamo, S.Hut menambahkan dengan adanya patroli batas kawasan diharapkan mampu meminimalisir gangguan terhadap kawasan hutan Laiwangi Wanggameti, serta memberikan kepastian bagi masyarakat disekitar hutan terkait batas dan kepemilikan lahannya. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Final Workshop Proyek Restorasi Kawasan Konservasi

Jakarta, 18 Februari 2020. 5 tahun telah berlalu sejak dimulainya proyek restorasi kawasan hutan di beberapa kawasan konservasi termasuk di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Proyek ini merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Jenderal KSDAE dengan pemerintah Jepangdengan proyek bernama JAGAFOPPTA (Japan’s Grant Aid for The Forest Preservation Programme-Technical Assistance). Acara yang digelar di Hotel Peninsula dibuka oleh Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno, serta dihadiri oleh seluruh Kepala Balai tempat proyek dikerjakan. Selain para Kepala Balai, hadir pula perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Pejabat Eselon 1 lingkup Kementerian LHK, dan field manager dari masing-masing site. Dirjen KSDAE dalam pembukaannya menyatakan bahwa kegiatan restorasi merupakan kegiatan yang penting dilakukan terutama pada kawasan yang terdegradasi. Ia menambahkan bahwa para pengelola kawasan harus dapat melanjutkan kerja keras dan keberhasilan project JAGAFOPPTA ini serta dapat mengambil pelajaran dari seluruh kegiatan yang telah selesai dan dapat diaplikasikan pada kegiatan restorasi lainnya. Pada kegiatan ini, TN Matalawa mengirimkan 4 utusannya yang terdiri dari Kepala Balai, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Kepala Resort, serta staff bagian evaluasi dan pelaporan. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim JAGAFOPPTA yang telah merestorasi ± 261 ha kawasan TN Matalawa. Ia dan seluruh pegawai TN Matalawa mempunyai komitmen untuk terus melanjutkan keberhasilan project ini dengan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman seperti pembuatan sekat bakar, patroli pencegahan kebakaran, patroli bersama mitra, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa di sekitar kawasan yang direstorasi. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Upaya Evakuasi Buaya Senyulong di Waduk PT. Buana Wiralestari Mas

Pekanbaru, 18 Februari 2020. -Resort Bukit Bungkuk dalam rangka upaya evakuasi Buaya Senyulong di waduk PT. Buana Wiralestari Mas, Desa Seikijang, Kec.Tapung Hilir, Kab. Kampar dari hari Jum'at sd Minggu, dari tanggal 14 sd 16 Februari 2020. Wedeeeh. Dipimpin Kepala Resort, Salman Yasir dengan mengajak empat anggotanya yang lain mereka turun untuk menindaklanjuti laporan terkait adanya Buaya Senyulong di waduk tersebut. Tim melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan untuk mempersiapkan peralatan dalam proses penangkapan satwa dan Tim langsung menuju ke lokasi. Dari hasil pengecekan di lapangan, Buaya telah mengalami perubahan sifat aslinya sehingga tim kesulitan melakukan evakuasi. Pemasangan perangkap dan umpan dilakukan. Begitupun dengan membuat jaring dan membuat jeratan tali. Beberapa kali satwa tersebut sempat berhasil dijerat, tetapi tenaga Buaya yang lebih kuat mengakibatkan tali yang dipegang oleh tim terputus sehingga buaya lepas kembali. Jumlah Buaya yang berada di waduk tersebut sebanyak 2 ekor. Setelah 3 hari tim memutuskan untuk mengatur strategi dulu dan melanjutkannya minggu depan sambil menunggu informasi di lapangan terkait perangkap yang dipasang. Tugas kami memang beresiko ya kawan, tapi amat mengasyikkan karena bekerja di alam sambil melakukan penyelamatan. Sumber: Balai Besar KSDA, Riau
Baca Berita

Kegiatan Resort Kerumutan untuk Mengisi Hari Libur

Pekanbaru, 16 Februari 2020. Kepala Resort Kerumutan, bapak Zulkifli dan anggotanya mengajak anak anak SMPN 5 Rengat sebanyak 30 orang untuk mencintai alam. Caranya, beliau membawa anak anak tersebut ke sungai Mengkuang di SM Kerumutan. Mengedukasi anak anak dan menjelaskan manfaat kawasan konservasi SM Kerumutan secara langsung di alam. Anak anak asyik bertualang berkeliling menelusuri sungai dan mendalami pengetahuan tentang kawasan konservasi tersebut. - Antusias makin terlihat saat petugas memperkenalkan budaya lokal Lebah Sialang dan mendengar penjelasan tentang hidup Lebah yang tidak merusak namun selalu memberi manfaat dan keuntungan untuk makhluk hidup lain terutama manusia. Sebagai aksi peduli petugas mengajak anak anak untuk membuat kata kata yang sederhana dan memasangnya di dalam kawasan agar yang membacanya ikut peduli serta ikut menjaga kawasan konservasi tersebut. Alangkah asyiknya belajar sambil menikmati alam ya. Kamu mau ikutan??? Yuuk kapan kita rencanakan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pemulihan Ekosistem IPPKH Rehab DAS di SM. Kuala Lupak

Banjarbaru, 17 Februari 2020 – Bertempat di ruang rapat Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan, pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020 telah dilaksanakan rapat persiapan penanaman dalam rangka Pemulihan Ekosistem di Suaka Margasatwa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala melalui kegiatan rehab DAS IPPKH oleh PT. Adaro Indonesia. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala SKW II Banjarbaru M. Ridwan Effendi S.Hut.,M.Si dan dihadiri dari tim Adaro Indonesia antara lain Bapak Agus, Bapak Ade, Bapak Sahat, Bapak Yuri dan Bapak Hilmi. Dalam arahannya Dr. Mahrus menjelaskan bahwa pemulihan ekosistem di Suaka Margasatwa Kuala Lupak bukan hanya permasalahan teknis berupa penanaman tetapi ada persoalan sosial yaitu bagaimana melakukan upaya penanganan konflik tenurial keterlanjutan tambak yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Untuk itu dalam pelaksanaannya nanti agar pihak Adaro Indonesia melibatkan masyarakat petambak yang sudak terbentuk dalam kelompok kemitraan konservasi dan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan. Adapun ruang lingkup yang tertuang dalam perjanjian kerjasama yaitu: Dalam paparan tim Adaro Indonesia yang diwakili Suwani selaku Rehabilitation Division Head memastikan bahwa keberhasilan kegiatan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS di SM. Kuala Lupak akan dilaksanakan melalui kemitraan dengan masyarakat setempat yaitu dengan Kelompok Mitra Konservasi “ Suka Maju ” Desa Kuala Lupak dan Kelompok Mitra Konservasi ‘ Mandiri Bersama “ Desa Sungai telan Besar Kecamatan Tabunganen Kabupeten Barito Kuala. Kegiatan Rehabilitasi DAS di Suaka Margasatwa Kuala Lupak akan dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu :
Baca Berita

Penanggulangan Konflik Manusia dan Harimau Sumatera di Konsesi PT. Arara Abadi Distrik Tapunga

Pekanbaru, 18 Februari 2020.-Kita lihat yuuk kegiatan kawan kawan di lapangan. Penanggulangan konflik manusia dan Harimau sumatera di Konsesi PT. Arara Abadi Distrik Tapung, dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Riau, Forum Harimau Kita dan pihak perusahaan PT. Arara Abadi dari tanggal 10 sd 14 Februari 2020. Bermula adanya laporan hilangnya 4 ekor sapi milik Bapak Zaharuddin, di Desa Rantau Betuah ke Polres Siak pada 30 Januari 2020. Setelah dilakukan pencarian, sapi tak kunjung ditemukan. Kemudian para pekerja PT. Arara Abadi menemukan bangkai sapi berupa 2 buah kaki dan kepala, namun bangkai 2 ekor sapi lainnya tidak ditemukan. Timpun segera diturunkan yang dipimpin Kepala SKW III, MB Hutajulu, untuk berkoordinasi. Tim juga melakukan sosialisasi dan membagikan poster kiat kiat menghindari dan mencegah konflik dengan Harimau sumatera kepada aparat desa Rantau Betuah, desa Kota Garo dan masyarakat. Pengecekan TKP dimana Harimau memangsa sapipun dilakukan. Memang benar, di lokasi ditemukan jejak Harimau dan mangsanya. Ukuran jejak Harimau p=14 cm dan l=13 cm. Dari ukuran jejaknya, Harimau yang memangsa sapi diduga adalah Harimau dewasa. Segera Tim melakukan pemasangan kamera trap disekitar lokasi tersebut untuk dapat mengidentifikasi individu Harimau. Sosialisasi kepada para pekerja PT. Arara Abadi yaitu pekerja penanaman, pemanenan, perencanaan, humas dan Kepala Distrik dilakukan mulai dari pengenalan jenis Harimau, biologi, penyebaran, ekologi sampai pengenalan perilaku, serta kiat kiat pencegahan konflik Harimau dan manusia. Diharapkan dengan mengenal lebih dekat Harimau sumatera, pencegahan konflik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Para pekerja sangat antusias, dapat mengerti dan memahami apa yang disampaikan Tim. Semoga ke depannya konflik manusia dan Harimau dapat dicegah sedini mungkin ya kawan kawan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sosialisasi IPA di Desa Sekitar Kawasan TN Matalawa

Billa, 17 Februari 2020. Selama ini banyak anggapan yang salah bahwa kawasan konservasi tidak boleh dimanfaatkan sama sekali. Padahal sejatinya, salah satu dari tiga fungsi kawasan konservasi adalah pemanfaatan. Masyarakat dapat mengambil manfaat dari kawasan konservasi selama mengikuti aturan yang berlaku yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Atas dasar inilah, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Lewa, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Judy Aries Mulik, STP, memberikan sosialisasi tentang Izin Pemanfaatan Air (IPA) kepada masyarakat di Desa Billa. Para aparat kecamatan di Kecamatan Tabundung serta aparat dari Desa Billa turut hadir dalam sosialisasi ini. Selain menyampaikan beberapa aturan terkait dalam IPA, Judy juga menyampaikan informasi penting tentang kawasan TN Matalawa seperti batas kawasan dan zonasi yang baru saja disahkan. Para aparat yang hadir serta masyarakat yang hadir sangat serius mendengar penjelasan dari Kepala SPTN II Lewa. Dalam tanggapannya, mereka baru mengetahui bila ada aturan yang mengatur tentang pemanfaatan air ini. Aparat kecamatan dan desa pun akan segera menyiapkan berkas-berkas kelengkapan IPA demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air bersih. Seluruh undangan yang hadir pun juga turut berkomitmen untuk menjaga kawasan TN Matalawa dari gangguan sehingga mereka dapat memperoleh air bersih secara lancar. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Cegah Karhut di Kawasan TN Tesso Nilo Dengan Patroli SMART RBM

Baserah, 11 - 14 Februari 2020. Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Resort Tesso Situgal Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali melaksanakan kegiatan pencegahan kebakaran kawasan hutan konservasi. Pada kesempatan kali ini tim petugas melaksanakan kegiatan dengan sosialisasi pencegahan karlahut kepada masyarakat dalam rangka patroli SMART RBM di daerah Resort Tesso Situgal. Sosialisasi dan patroli dilaksanakan bersama dengan Bhabinkantibmas Desa Segati, Polsek Langgam, Polres Pelalawan. Kegiatan dilaksanakan di KM. 90 s.d 94 yang secara administrasi masuk kedalam Desa Segati Kec. Langgam SPTN Wilayah II Baserah Resort Tesso Situgal. Giat diawali dengan berkordinasi dengan pihak Polsek Langgam untuk bersama-sama melakukan patroli serta sosialisasi pencegahan karlahut di dalam kawasan TN Tesso Nilo. Dalam kegiatan tim membagikan selebaran/himbauan Gubernur Riau dan himbauan Kapolda Riau tentang pencegahan dan penanggulangan karlahut serta larangan membakar lahan dan hutan. Dari keterangan tim, tim bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Segati Bripka Rambe menghimbau kepada masyarakat untuk terus bersama-sama menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan sedini mungkin dengan selalu terus berkomunikasi kepada para petugas bila terjadi kebakaran diwilayah hukum polsek langgam dan sekitarnya. Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Ir. Halasan Tulus menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada petugas yang terus melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan karlahut, sesuai pernyataan beliau, “sosialisasi kepada masyarakat bagi petugas adalah upaya penting yang merupakan pendekatan langsung dari petugas TN Tesso Nilo untuk mengajak masyarakat sama-sama ikut menjaga kawasan hutan, diharapkan dengan dilaksanakannya sosialisasi seperti ini kesadaran masyarakat akan semakin besar mengenai pencegahan dan penanggulangan karlahut” ungkap Kepala Balai TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Implementasi data model SMART RBM di Balai Taman Nasional Batang Gadis

Mandailing Natal, 17 Februari 2020. Aplikasi SMART (Spacial Monitoring and Reporting Tool ) merupakan perangkat untuk merencanakan, mendokumentasikan, menganalisis,melaporkan dan mengelola data keanekaragaman hayati, patroli dan tindakan-tindakan intervensi manajemen ditingkat tapak yang penerapannya dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Smart-RBM sendiri sudah digunakan oleh Balai TNBG sejak Tahun 2013 - sekarang. Kepala Balai TNBG memberikan arahan kegiatan implementasi data model SMART RBM serta Penyampaian tugas tim Pokja RBM dan Perpetaan yang sudah dibentuk. kegiatan ini bertujuan untuk mempetajam dan penyegaran bagi Administrator dan User dari tingkat Resort hingga Balai TN Batang Gadis, Materi disampaikan oleh Atos Febrisyahma Koto selaku Ketua Pokja RBM dan Perpetaan Balai TN Batang Gadis dan diikuti oleh Kepala Seksi PTN Wilayah I, II dan III, Kepala Resort 1-8, Koordinator PEH, POLHUT, Penyuluh, staf Fungsional Khusus dan PPNPN. Dalam pelaksanaan Implementasi SMART RBM, di flashback juga penggunaan CyberTracker yakni, Sofeware/alat pengumpulan data spasial dilapangan yang efisien, mudah, praktis dan berfungsi sebagai data sheet digital yang dibuat sesuai kebutuhan pengambilan data dengan menggunakan Data Model Aplikasi SMART RBM pada android . Kegiatan ini akan terus di implementasikan dilapangan untuk pengelolaan TNBG yang akan lebih maju dan lebih baik pada era revolusi industri 4.0 saat ini. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Komitmen Melestarikan Alam Sejak Dini Lewat Kemah Konservasi

Jember, 16 Februari 2020. Taman Nasional MerBeti melaksanakan mentorship kegiatan kemah konservasi SMP ISLAM AMBULU selama 2 hari di Resort Wonoasri, SPTN Wilayah II Ambulu. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII. Tujuan mentorship ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan konservasi alam kepada peserta, sehingga peserta mampu berperan aktif dalam kegiatan pelestarian alam sejak dini. Materi yang disampaikan yaitu Potensi Flora FaunaTN MerBeti, Survival di Alam dan Pengenalan Tumbuhan Obat. Seluruh peserta tampak sangat antusias mengikuti materi-materi yang diberikan. Sebagai wujud nyata dalam upaya konservasi, peserta didampingi Guru-guru SMP ISLAM AMBULU, Pecinta Alam PAHAD Ambulu, dan Petugas Resort Wonoasri melakukan penanaman pohon dengan jenis Beringin, Jambu Mete dan Mengkudu sebanyak 100 batang di Blok Bonangan Zona Rehabilitasi TN MerBeti. Dengan konsep NamHara (Tanam dan Pelihara) para rimbawan muda ini berkomitmen akan selalu merawat tanaman-tanaman tersebut. Semoga dengan kegiatan kemah konservasi ini TN MerBeti dapat mencetak para generasi muda yang peduli dan komitmen terhadap kelestarian Kawasan TN MerBeti. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Sosialisasi Penanganan Konflik Satwa Liar dan Penanganan Binatang Buas atau Berbisa

Pekanbaru, 14 Februari 2020. Seksi Wilayah 4 Dumai memenuhi undangan PT. Pertamina RU II Dumai untuk menjadi salah satu nara sumber sosialisasi penanganan konflik satwa liar dan penanganan binatang buas/berbisa. Lokasinya di kantor PT. Pertamina RU II Dumai tersebut. Selain kita melakukan sosialisasi pada saat patroli, kita sering juga memenuhi undangan untuk menjadi nara sumber seperti kali ini. Kesempatan ini tentu tidak disia siakan oleh kawan kawan kita di Dumai untuk mensosialisasikan tentang jenis jenis TSL yang dilindungi, penanganan pertama apabila terjadi gangguan satwa liar yang dilindungi serta ke mana harus segera melaporkan apabila berjumpa dengan satwa dilindungi tersebut. Bagi kawan kawan yang berada di wilayah Riau dan Kepri, masih ingatkah kemana kalian harus melapor bila terjadi perjumpaan dengan satwa liar yang dilindungi? Yap!!! Ke call centre Balai Besar KSDA Riau di nomor 081374742981. Di acara tersebut juga dilakukan praktek cara penanganan gangguan ular menggunakan alat penjepit ular dengan dibantu kawan kawan kita dari Komunitas Pecinta Reptil ( PANDU ) Kota Dumai, disamping tentunya juga disampaikan cara penanganan pertama apabila terjadi gigitan ular berbisa oleh tim dokter dari PT. Pertamina RU II Dumai. Alangkah indahnya saling berbagi ilmu yah. Sumber: balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 3.985–4.000 dari 11.140 publikasi