Kamis, 7 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sinergi Pemerintah Daerah dan Balai TN Matalawa dalam Melestarikan Hutan

Waibakul, 29 Februari 2020. Pentingnya pengelolaan kawasan hutan terutama kawasan konservasi perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. Seperti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam melestarikan kawasan hutan. Saat menerima kunjugan Gubernur Nusa Tenggara Timur di Pantai Aili, Desa Konda Maloba. Bupati menyampaikan program-program unggulan yang telah berjalan yaitu Rumah Mandiri, Beasiswa Pendidikan, Gerakan Tanam Sejuta Pohon, dan Gerakan Anti Plastik. Program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dalam hal ini juga bekerjasama dengan pengelola kawasan konservasi di Sumba yaitu Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti. Gubernur dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan seluruh jajaran yang telah menjalankan seluruh program pro rakyat. Ia menambahkan bahwa secepatnya akan dibangun Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata karena ia melihat potensi besar wisata yang ada di kabupaten ini. Perbaikan insfrastruktur seperti jalan juga akan ditingkatkan terlebih jalan yang menuju kawasan wisata yang ada di desa penyangga kawasan TN Matalawa. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Lintas Alam Sekaligus Uji Coba Track Jungle Run

Pekanbaru, 26 Februari 2020, ibu ibu Bhayangkari melakukan lintas alam sekaligus uji coba track jungle run 5 k di Bumi Perkemahan Tahura Minas dan out bond di Pusat Latihan Gajah (PLG) Riau di Minas dalam rangka HUT Yayasan Kemala Bhayangkari. Pada kesempatan ini, seperti biasa pengunjung yang terdiri dari ibu ibu dan anak anak TK Bhayangkaripun mendapat Edukasi tentang satwa Gajah Sumatera. Acara yang paling seru adalah acara memandikan Gajah. Anak anak TK bersama Ibu ibu Bhayangkari turun ke sungai untuk membersihkan tubuh tambun satwa dilindungi tersebut. Gajah terlihat sangat kegirangan karena ibu ibu cantik ini memandikan dengan antusias. Acara ditutup dengan penanaman pohon di lokasi PLG Riau di Minas. Yuuk, ajak anak anak kita untuk mencintai alam dan satwa sejak dini, seperti ibu ibu Bhayangkari ini. Terima kasih atas kehadirannya ibu ibu dan adik adik semua. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Jadikan Langit Tetap Biru

Pekanbaru, 3 Maret 2020-Menjadikan langit tetap biru adalah sebagian tugas dan kewajibanku. Walau berpeluh diatas gambut kering panas membakar, kutakkan mundur apalagi gentar padamkan si jago merah yang mematikan. "Pemadaman titik api di pinggir kawasan konservasi SM. Bukit Batu." Tim Gabungan Resort Bukit Batu Balai Besar KSDA Riau, Manggala Agni Daops Siak, Damkar Bandar Laksamana, MPA Desa Api-Api, BPBD Kab.Bengkalis, Koramil Bukit Batu, Polsek Bukit Batu, RPK PT. BBHA, dan PP. Bandar Laksamana bersatu padu dan berhasil melakukan pemadaman kebakaran seluas -+ 0,4 ha. Kondisi tkp telah kondusif, namun akan tetap dilakukan pemantauan dan pengecekan ulang. "STOP PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN!!!" Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Keisengan Penyebar Berita Hoax Harimau Sumatera Terungkap

Pekanbaru, 3 Maret 2020-Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan mitigasi konflik tentang pemberitaan kemunculan Satwa Harimau Sumatera (HS) di Kab. Pelalawan. Termasuk di PT. Surya Bratasena Plantation (SBP), bersama jajaran PT. SBP, Kanit Intelkam Polsek Pangkalan Kuras, anggota korem 04 Pangkalan Kuras, dan masyarakat yang mengaku melihat satwa HS. Saat cek lokasi dilakukan terhadap pengakuan perjumpaan, warga (a.n Syawal) memang ditemukan jejak, namun menurut analisa tim mitigasi jejak tersebut palsu, karena tidak lazim (jari depan berjumlah 5 dan telapak kaki lebar dengan ukuran p : 19 cm dan l : 18 cm). Foto penampakan HS yang ditunjukkan yang bersangkutan diketahui merupakan editan dari video penampakan HS di TN Zamrud. Setelah diinterogasi di kantor Polsek Pangkalan Kuras akhirnya yang bersangkutan mengakui bahwa informasi yang disampaikan adalah berita bohong (hoax). Haduuuh...bang..bang..., hari gini kok masih suka hoax. Dilanjutkan cek lokasi terhadap laporan temuan jejak oleh karyawan PT SBP yang diduga jejak HS. Di lokasi ini tim menemukan jejak berukuran p : 5 cm, l : 4cm. Menurut analisa tim, jejak tersebut diduga kuat bukan jejak HS namun jejak satwa mamalia kecil sejenis kucing hutan ataupun Macan akar. Di lokasi lainnya terdapat jejak satwa berukuran p : 6 cm, l : 5cm). Menurut analisa tim, jejak tersebut lebih mengarah pada jejak Anjing ( jejak jari ada kukunya dan ukuran jejak relatif kecil). Cek lokasi terhadap informasi dari warga yang berkebun berbatasan dengan areal PT. SBP (a.n Suwarno) yang mengaku berjumpa langsung dengan satwa diduga HS. Di lokasi ini tim meminta yang bersangkutan menceriterakan kejadian yang dialaminya. Menurut pengakuan yang bersangkutan melihat adanya seekor satwa sebesar anjing (tinggi 30 cm dan berbadan dan berekor panjang) dengan 3 anaknya yang berukuran sebesar kucing dewasa. Warna satwa tersebut kuning kecoklatan dan totol2 hitam (bukan garis belang2). Di lokasi ini tim menemukan jejak berukuran p : 6 cm, l : 5 cm) berdasarkan analisa, jejak mengarah pada jejak Macan dahan. Saat ini, penyebar berita hoax sdr. Syawal ditangani Polsek Pangkalan Kuras. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Antara Simpenan dan Sumber Jembangan

Kediri, 3 Maret 2020. Minggu pagi di hari pertama bulan Maret 2020, Cagar Alam Manggis Gadungan kedatangan tamu dari kawasan lindung Sumber Jembangan. Diawali dari beberapa kali kunjungan pengurus Pokdarwis Sumber Jembangan ke alas simpenan. Kunjungan tersebut untuk menjawab rasa penasaran akan jenis jenis vegetasi di alas simpenan yang diduga identik dengan yang ada di Sumber Jembangan. Sumber Jembangan sendiri merupakan kawasan lindung sumber air seluas 4,2 hektar di Desa Tempurejo Wates. Setelah melihat kondisi CA Manggis dan kawasan penyangganya, Bapak Heri Susanto, Bayan Desa Tempurejo merasa prihatin terhadap kondisi simpenan dan satwa yang ada. Keprihatinannya terutama karena daerah penyangga (bufferzone) masih terbuka dan dipenuhi semak belukar dan kurangnya pohon sumber pakan satwa, khususnya Monyet Ekor Panjang. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Pak Heri mengutarakan niatnya kepada petugas RKW 03 untuk menanami bufferzone dengan aneka pohon sumber pakan Monyet. Petugas RKW 03 segera melakukan koordinasi dengan pihak RPH manggis selaku pengelola bufferzone. Gayung bersambut, KRPH manggis menyambut baik dan siap mendukung persiapan maupun pelaksanaan penanaman di bufferzone Alas Simpenan. Setelah persiapan dan koordinasi yang cukup singkat, akhirnya pada hari Minggu, 1 Maret 2020 kegiatan penanaman berlangsung dengan baik. Turut hadir dan ikut menanam petugas CDK Kediri, perwakilan Polsek dan Koramil Puncu, Bapak Bayan beserta anggota Pokdarwis, KRPH dan staf RPH Manggis serta seluruh personil RKW 03 CA Manggis Besowo Gadungan. Kurang lebih 100 bibit pohon, 70 dari Pokdarwis Sumber Jembangan, 30 dari persemaian RKW 03 ditanam di bufferzone antara pal 23 hingga pal 26. Bibit pohon yang dibawa oleh Pokdarwis Sumber Jembangan diantaranya Matoa (Pometia pinnata), Jambu Jamaika (Syzigium malaccense), Nangka (Artocarpus heterophyllus), Alpukat (Persea Americana), Kepuh (Sterculia foetida), Trembesi (Albizia saman) dan Pohon Hujan (Spatodea campanulata). Sedangkan jenis jenis dari persemaian RKW 03 adalah jenis yang ada di dalam kawasan seperti Berasan (Tarennoidea wallichii) dan Salam (Syzigium polyanthum). Tidak cukup hanya menanam, Bapak Bayan bertekad agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik. Sehingga sebulan dari saat ini, Bapak Bayan akan datang kembali untuk memupuk serta menyulam tanaman yang gagal tumbuh untuk diganti dengan bibit tanaman yang baru. Kepedulian dan aksi Pokdarwis Sumber Jembangan amat sangat membanggakan. Mereka bertekad peduli dan menjaga kelestarian hutan yang ada. Sebuah tekad yang sangat mulia, menjaga alam agar dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. Naskah dan Foto : Siti Nurlaili, S.Si., PEH Muda, Kepala Resort Konservasi Wilayah 03 CA Mangis – Besowo Gadungan Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Patroli Bersama MMP, SPTN Wilayah I Lanjak Balai Besar TaNa Bentarum Aplikasikan SMART RBM

Embaloh, 28 Februari 2020-SMART RBM atau Spatial Monitoring and Reporting Tool-Resort Base Management merupakan ujung tombak pengumpulan data di lapangan. Data tersebut akan bermuara pada sumber data atau database yang dihimpun secara kolektif melalui aplikasi. Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Lanjak yang terdiri atas Resort Sebabai dan Resort Sadap melaksanakan patroli dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). Patroli berbasis SMART RBM di wilayah kedua resort tersebut, hal ini juga merupakan salah satu implementasi dari pembinan MMP yang dilaukan beberapa waktu lalu, sehingga para MMP dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan dan skill yang diperoleh. Patroli yang dilaksanakan pada tanggal 24-28 Februari 2020 tersebut dilaksanakan dengan berbasis SMART RBM untuk memperkuat pangkalan data di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). "Dengan diterapkannya metode SMART RBM, patroli tidak hanya terbatas mengenai kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan, tetapi sekaligus keanekaragaman hayati yang ada di kawasan pada jalur partoli dapat ter-record dengan jelas. Data SMART RBM juga lebih terstruktur dan sistematis, sehingga memudahkan penginputan dan pencarian data." Ujar Parsaoran Samosir, Kepala SPTN Wilayah I Lanjak. Pada Patroli kali ini ditemukan beberapa jenis tumbuhan dan satwa yang unik. Jenis tumbuhan yang berhasil ditemukan yaitu anggrek (Orchidaceae), jahe (Zingiber officinale), beberapa jenis rotan, jamur, dan kayu keras. Sementara jenis satwa yang ditemukan yaitu burung Enggang Cula (Buceros rhinoceros), Engang Gading (Rhinoplax vigil), Julang Emas (Rhyticeros undulatus), Kelampiau (Hylobates muelleri), sarang Orangutan dan suara burung Ruai. Temuan yang beraneka ragam tersebut menunjukan bahwa kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, khususnya SPTN Wilayah I Lanjak memiliki biodiversitas yang tinggi, serta tumbuhan dan satwa yang dilindingi masih tetap lestari. Patroli yang dilaksanakan di sekitar Sungai Tekelan dan Riak Tapang, Sub DAS Embaloh ini dilaksanakan bersama dengan anggota MMP. Selain untuk lebih memperkuat personel perlindungan dan pengamanan kawasan di ujung batas negeri, patroli bersama MMP ini dapat mempererat kerjasama antara pengelola kawasan taman nasional dengan masyarakat. Masyarakat sebagai pihak yang tinggal dekat dengan kawasan merupakan mitra pemerintah dalam melakukan kegiatan konservasi. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan konservasi kawasan, termasuk patroli. "Kita semua hidup karena ada alam. Hutan sebagai sumber kehidupan. Hutan mencukupi kebutuhan kami sehari-hari. Oleh karena itu, kami menyadari pentingnya konservasi, dan secara suka rela ikut dalam kegiatan patroli perlindungan dan pengamanan hutan ini." Ucap Antonius Regang, ketua MMP Resort Sebabai. Lebih lanjut, Muh. Amal Nurhakim, Polisi Kehutanan SPTN Wilayah I Lanjak, berharap agar patroli bersama MMP dengan mengimplementasikan SMART RBM ini dapat dilaksanakan secara periodik di kawasan lainnya supaya didapatkan data yang lengkap dan up-to-date di seluruh kawasan, khususnya Taman Nasional Betung Kerihun, serta kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Pembinaan MMP Resort Nanga Hovat, Sebagai Upaya Penguatan Dalam Perlindungan dan Pengamanan TN Betung Kerihun

Padua Mendalam , 27 Februari 2020 - Resort Nanga Hovat berada di bawah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Padua Mendalam, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kedamin, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) yang mengelola dan menjaga Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di perhuluan Sub DAS Mendalam dengan luasan mencapai ± 97.795 ha. Dengan luasan yang mencapai puluhan ribu hektar tersebut, dengan jumlah personil yang terbatas merupakan kendala yang dihadapi dalam kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan. Peran keterlibatan masyarakat mutlak diperlukan dalam pola pengamanan kawasan, hal ini mendasari dibentuknya Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort Nanga Hovat beberapa tahun silam. Anggota MMP Resort Nanga Hovat merupakan masyarakat yang berasal dari desa penyangga TNBK di Sub DAS Mendalam, yaitu Desa Tanjung Karang dan Desa Datah Dian. Kehadiran MMP ini menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya perlindungan dan pengamanan kawasan terutama dalam memberikan informasi awal terkait aktivitas orang-orang yang masuk ke kawasan taman nasional. Seiring berkembangnya zaman dan perkembangan teknologi, maka pola pengamanan pun semakin berkembang dan peraturanpun mengalami beberapa perubahan. Menyadari hal tersebut, dilakukan penyegaran kepada para anggota MMP terkait informasi-informasi terbaru tersebut guna mendukung efektivitas kinerja dari para anggota MMP melalui kegiatan pembinaan. Pembinaan MMP dilaksanakan di Kantor Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam. yang dihadiri oleh seluruh anggota MMP Resort Nanga Hovat. Acara dibuka oleh Hery Gunawan selaku Kepala Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam. Adapun materi yang disampaikan adalah meliputi dasar-dasar perlindungan hutan, tugas dan fungsi MMP, teknik navigasi darat dan pertolongan pertama pada saat kecelakaan di hutan. Selain dibekali materi, peserta juga dibekali dengan praktik penggunaan GPS dan P3K standar. “MMP sangat vital keberadaannya dalam membantu pengamanan kawasan resort Nanga Hovat yang mencapai luas kurang lebih ± 97.795 ha. Sinergi antara masyarakat dan Balai Besar TNBKDS mutlak diperlukan, dan tidak mungkin bisa berjalan sendiri-sendiri.” Ujar Hery Gunawan selaku Kepala Seksi disela-sela sambutannya. “Semoga dengan adanya pembinaan MMP lingkup Resort Nanga Hovat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas dari para anggota MMP.” Tutupnya. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Info Kemunculan Harimau, BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi Konflik

Pekanbaru, 25 Februari 2020. Balai Besar KSDA Riau mendapat laporan dari Camat Pangkalan Kuras, Kab. Pelalawan bahwa ada kemunculan Harimau Sumatera (HS) di areal PT. Surya Bratasena Plantation (SBP) Pangkalan Kuras. Tim mitigasi yang sedang melakukan mitigasi konflik di Desa Kuala Tolam bergegas meluncur ke PT. SBP. Waktu menunjukkan pukul 18:00 wib (25/2) saat tim sampai dan langsung berkoordinasi dengan PT. SBP terkait penemuan jejak dan perjumpaan Harimau Sumatera di Lahan Konsesi PT tersebut. Didapat informasi dari pihak PT. SBP, bahwa pada tanggal 24 Februari 2020 sekira pukul 20.15 wib di areal blok T6 afdeling 3 antara Desa Sorek 2 dan Desa Tarantang Manuk, penjaga alat berat yang bernama sdr. Ibas dan sdr. Doni (alamat Desa Simpang Terong) telah melihat 2 ekor HS (bukan 5 ekor seperti yg diberitakan beberapa media online). Keduanya segera melapor kepada koordpam PT. SBP, bapak Simon S. yang menurunkan Tim patroli saat itu juga untuk melakukan penyisiran hingga pukul 23.30 wib, namun tidak ditemukan HS di lokasi tersebut. Kejadian ini dilaporkan ke Camat Pangkalan Kuras yang segera meneruskan kejadian tersebut ke Balai Besar KSDA Riau. Setelah berkoordinasi, Tim mitigasi bersama Security serta Manajer dari PT. SBP langsung melakukan pengecekan dan observasi tkp PT. BPS, namun di lokasi tersebut tidak ditemukan jejak HS, dimungkinkan jejak tersebut sudah terlindas oleh kendaraan mobil karena temuan jejak tersebut di jalur kendaraan. Tim meminta agar jangan ada aktifitas di sekitar TKP sampai selesai kegiatan mitigasi. Rabu, 26 Februari 2020, Tim kembali ke PT. SBP untuk penanganan selanjutnya yaitu berupa observasi dan mitigasi secara lebih lengkap dengan didampingi pihak perusahaan, babhinkabtibmas dan babinsa Desa Sorek 2. Ada 3 kegiatan utama yang direncanakan di lapangan yaitu observasi, edukasi dan mitigasi tindak lanjut (termasuk patroli sapu jerat). Tim juga melakukan sosialisasi dengan membagikan brosur kiat kiat menghindari konflik dengan satwa HS dan memasang spanduk larangan memasang jerat. Saat ini tim masih berada di lapangan untuk melanjutkan mitigasi konflik. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Aksi Bersih & Olah Sampah Di Kawasan Ramsar Site Dari Balai Besar Tana Bentarum

Vega, 29 Februari 2020 - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan Hari Lahan Basah Dunia, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengadakan kegiatan aksi bersih sampah dan olah sampah di kawasan Ramsar Site Taman Nasional Danau Sentarum dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan memberikan pengetahuan bagi masyarakat terkait nilai ekonomi dari sampah yang diolah. Aksi ini dimulai dengan kegiatan sosialisasi terkait upaya peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah, selanjutnya dilakukan aksi bersama pengumpulan sampah di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat Dusun Tanjung Sengkuang dan Dusun Lubuk Guntur Desa Vega, setelah itu dilakukan kegiatan pemilahan dan pengeringan sampah plastik untuk selanjutnya diolah menjadi BBM dan Paving Blok. Aksi ini diikuti sekitar 120 orang terdiri dari Tim Balai Besar TaNa Bentarum, Camat Selimbau, Perangkat Desa Vega, Manggala Agni Daops Semitau, MPA, MMP, Tokoh Masyarakat, Pelajar, Kelompok Usaha Kejora dan Kelompok Pengelola Pariwisata Semujan Dorsata. Menurut Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi Hartono “Aksi bersih sampah ini merupakan salah satu strategi kita dalam mengatasi sampah di kawasan Ramsar Site dan juga sebagai langkah awal menjadikan Desa Vega menjadi desa model dan percontohan untuk pengolahan sampah, sehingga diharapkan desa - desa lain yang ada di dalam maupun di luar kawasan juga dapat mengaplikasikan program ini”. Kepala Seksi PTN Wilayah V Selimbau, Desra Zullimansyah menambahkan bahwa melalui program ini mengajak semua elemen masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengajak masyarakat untuk dapat mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Camat Selimbau, Abdul Hasyim menyampaikan dalam kata sambutannya “saya akan mendorong kepada kepala desa yang ada di Kecamatan Selimbau agar bisa menciptakan lingkungan bebas sampah dan bisa mengolah sampah menjadi barang yang berguna” pungkasnya. Dalam aksi berih sampah kali ini terkumpul sebanyak 44 karung dengan bobot ± 350 Kg, yang selanjutnya sampah akan diolah menjadi Bahan Bakar Minyak dan paving block yang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BBKSDA Riau Lepaskan PORO Sang Kucing Kuwuk

Pekanbaru, 25 Februari 2020. Tiga petugas Resort Dumai Balai Besar KSDA Riau memasuki kawasan konservasi menjinjing sebuah kotak yang berisi seekor Kucing hutan (Prionailurus bengalesis ) atau biasa disebut Kucing Kuwuk. Satwa yang masuk dalam kategori Appendix 1 dan berumur ± 3 bulan ini, sehari sebelumnya diserahkan oleh Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Dumai kepada Resort Dumai, Balai Besar KSDA Riau. Petugas Resort langsung memberi nama satwa lucu, imut, comel dan sedikit galak tersebut dengan nama "PORO" . Pada hari Sabtu, 22 Februari 2020 sekitar pukul 15:30 Wib, Tim Balai Karantina Wilker Batam melakukan pemeriksaan terhadap kotak kardus yang di bawa seseorang. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata di dalamnya ada 1 ekor Kucing hutan. Berdasarkan informasi, orang tersebut membelinya dari Medan untuk dijual kembali di Batam. Dia menyatakan tidak mengetahui kalau Kucing tersebut merupakan satwa yang dilindungi. Namun sayangnya, sampai saat ini orang tersebut tidak bisa di hubungi lagi. Setelah itu, Balai Karantina Wilayah Batam melakukan serah terima dengan Balai Karantina Wilayah Dumai. Selanjutnya Senin, 24 Februari 2020 satwa tersebut resmi diserahkan Ke Resort Dumai Balai Besar KSDA Riau. Tentu saja petugas Resort sangat senang karena dapat melakukan pelepasliaran. Seperti biasa sebelum dilepaskan, petugas melakukan pengecekan kesehatan. "PORO" diperiksa oleh Drh. Yustika Rini (medik Veteriner BKP Kelas I Pekanbaru), dan Kucing jantan tersebut dinyatakan sehat. Pelepasliaran berjalan lancar." PORO"terlihat agak sedikit kebingungan saat kandang dibuka, namun segera dia bergerak lincah. Berlarilah "PORO" si Kucing hutan....,Prionailurus bengalesis, semoga engkau dapat berkembang biak dan terhindar dari pemburu yang mengancam kelestarianmu . Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Gerakan Menanam Pohon”Gugur Gunung Mbangun Alam”

Senden, 1 Maret 2020. Di awal bulan maret ini, kegiatan penanaman kembali dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Atas inisiatif Kelompok Tani Panji Kinasih, dan kontribusi berbagai pihak, gerakan menanam pohon telah diselenggarakan. Mengusung tema “Gugur Gunung Mbangun Alam”, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Diawali dengan kegiatan penanaman secara simbolis oleh Wakil Gubernur, Plt. Kepala Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala Balai TN Gunung Merbabu kemudian dilanjutkan penanaman oleh peserta kegiatan, sebanyak 6900 bibit dari jenis aren, salam, puspa, tesek, berasan, dan pampung telah ditanam. Gerakan penanaman pohon ini diikuti oleh berbagai kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa. Berbagai instansi, kelompok masyarakat, relawan, Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api, serta Organisasi Masyarakat turut ikut serta mengambil peran dalam kegiatan ini. Selesai gerakan penanaman, dilaksanakan sarasehan serta diskusi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dalam sambutannya Gus Yasin berpesan agar apa yang telah ditanam oleh peserta dipelihara dan tidak ditebang. Gus Yasin juga berpesan agar penanaman pohon berkayu juga dilaksanakan di lahan masyarakat. Perbanyak tanam pohon agar makin banyak pula air yang bisa disimpan dan tidak terjadi kekurangan air saat musim kemarau. Gerakan Menanam Pohon kali ini dilaksanakan dalam upaya rehabilitasi dan konservasi pada daerah recharge area dan mata air. Oleh karena itu jenis bibit yang ditanam merupakan jenis endemik yang dapat berperan sebagai penyimpan air . Sumber : Nur Azizah - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Inovasi Manggala Agni Balai Besar TaNa Bentarum, Olah Sampah Plastik menjadi BBM dan Paving Block

Vega, 29 Februari 2020 - Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia dan Hari Peduli Sampah Nasional, Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) terlibat langsung dalam acara Aksi Peduli Sampah yang diselenggarakan di Desa Vega Kecamatan Selimbau. Pada kesempatan ini Anggota Manggala Agni mendemonstrasikan cara pengolahan sampah plastik menjadi BBM dan Paving Block. Personil Manggala Agni yang berjumlah 10 (sepuluh) orang secara bergantian mendemonstrasikan alat pengolah sampah plastik menjadi BBM. Menurut Kadaops Manggala Agni, Ade Arief “Bahwa salah satu inovasi kami adalah alat yang bisa mengubah sampah menjadi BBM dan Paving Block, rangkaian alat ini bisa mengubah plastik menjadi BBM melalui proses pirolisis sehingga sampah plastik yang menjadi masalah lingkungan bisa kita olah menjadi sesuatu yang bermanfaat.” Menurut Camat Selimbau, Abdul Hasyim pada sambutannya menyampaikan “permasalahan yang sudah umum baik di Desa binaan Balai Besar TaNa Bentarum maupun di luar adalah masalah kebersihan sampah, saya berharap bahwa dengan adanya inovasi ini bisa mengurangi sampah yang ada dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengolahan sampah”. Menurut Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi Hartono ”Pengolahan sampah plastik menjadi BBM dan Paving Block sangat penting karena selain menciptakan lingkungan menjadi bersih juga dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, karena BBM dan Paving Block hasil olahan sampah tersebut mempunyai nilai ekonomi yang dapat menjadi salah satu alternatif mata pencaharian bagi masyarakat danau sentarum”, Pungkasnya. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Pemasangan Kamera Trap Di Lintasan Jalan Tol Muara

Pekanbaru, 25 Februari 2020. Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan pemasangan kamera trap di Lintasan Jalan Tol Muara Fajar dan jalur lintasan Trek Jungle Run Tahura Sultan Syarif Hasyim, Minas. Jumlah kamera trap yang dipasang berjumlah 4 unit di sekitar lintasan Tol Muara Fajar (yang viral karena ada Harimau Sumatera yang melintas) dan 10 unit di jalur perlintasan Jungle Run Tahura Sultan Syarif Hasyim. Bagi kawan kawan yang ingin ikutan dan meramaikan acara Jungle Run Tahura Sultan Syarif Hasyim, jangan lupa buruan daftar yah. Segera registrasi di www.sumaterajunglerun.com Race Day : Sabtu, 11 April 2020 Race Location : Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH) Minas, Riau Race Kategori : 5K 10K 21K plus photography contest Race Collection :Kamis - Jumat, 9-10 April 2020 Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau dan Tim Gabungan Padamkan Api di SM Giak Siak Kecil

Pekanbaru, 25 Februari 2020. Tim Balai Besar KSDA Riau turun ke Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kec. Sungai Mandau, Kab. Siak untuk melakukan pemadaman (25/2). Luas areal yang terbakar mencapai 1 ha dan jauh dari pemukiman penduduk. Sayangnya akses menuju lokasi kebakaran itu hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki dan cukup jauh, bahkan melewati danau yang sudah mengalami kekeringan. Kebakaran yang terjadi saat ini adalah kebakaran permukaan dengan asap lumayan tebal. Akhirnya dengan penuh perjuangan, Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Riau, Polsek Sungai Mandau dan masyarakat Desa Tasik Betung berhasil melakukan pemadaman. Namun hingga saat ini di lahan tersebut masih terlihat asap. Timpun tak mau kecolongan sehingga pemadaman akan tetap dilanjutkan pada keesokan harinya (26/2). Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Pasang Rambu - Rambu Kawasan di CA Bukit Bungkuk

Pekanbaru, 25 Februari 2020. Resort Bukit Bungkuk Balai Besar KSDA Riau melakukan patroli keamanan di kawasan Cagar Alam (CA) Bukit Bungkuk. Cagar Alam yaitu suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan dan atau satwa serta ekosistemnya yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Tim berpatroli di CA Bukit Bungkuk, Desa Merangin, Kec. Kuok, Kab. Kampar, Tim juga memasang rambu-rambu kawasan agar masyarakat dapat membaca rambu-rambu tesebut dan mengetahui batas2 kawasan CA. Bukit Bungkuk. Patroli difokuskan pada tempat rawan terjadinya illegal logging. Namun saat tim turun, tidak dijumpai ada tanda tanda atau aktivitas kegiatan tersebut. Tim tetap waspada dan akan selalu melakukan pemantauan. Dalam kegiatan tersebut, tak lupa Tim melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar agar tidak merusak kawasan CA. Bukit Bungkuk. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Dukung Aksi Peduli Sampah Nasional Balai Besar TaNa Bentarum Serahkan Bantuan Tong Sampah untuk Desa Proklim

Vega, 29 Februari 2020 - Pada Kegiatan aksi bersih sampah di Desa Vega Kecamatan Selimbau, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menyerahkan bantuan tong sampah ke setiap RT di Desa Vega, yang terdiri dari tong sampah untuk sampah organik dan tong sampah untuk sampah anorganik. Mewakili Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak Gunawan Budi Hartono menyampaikan “Bantuan ini merupakan stimulan bagi masyarakat untuk lebih peduli pada kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, Balai Besar akan selalu bersinergi dengan mitra agar Desa Vega menjadi desa bebas sampah dan mandiri”. Ditambahkan oleh Gunawan “Desa Vega adalah salah satu desa yang telah terdaftar sebagai Desa Proklim pada tahun 2020, sehingga kepedulian terhadap lingkungan termasuk sampah menjadi tolak ukur bagi penilaian untuk Desa Proklim ini”. pungkasnya Kepala Seksi PTN Wil. V Selimbau Desra Zullimansyah berharap agar masyarakat bisa merubah kebiasaan membuang sampah sembarangan “tong sampah sudah kita bantu, peralatan sudah dibantu, sekarang tinggal masyarakat sendiri yang harus berubah ke arah yang lebih baik dalam menangani sampah”. “Bantuan ini saya rasa cukup masuk akal dan sangat berguna bagi masyarakat, karena saya akui memang warga disini suka buang sampah sembarangan, saya berharap masyarakat semua dapat membuang sampah pada tempatnya”, ujar Saharman selaku Kepala Dusun Lubuk Guntur. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 3.905–3.920 dari 11.140 publikasi