Sabtu, 9 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Anggota DPD RI Asal Kalimantan Barat Angkat Potensi Wisata Taman Nasional Danau Sentarum

Sabtu, 7 Maret 2020 - Erlina Wati, S.HM. Ap, yang merupakan Anggota DPD RI Komite III yang membidangi pariwisata, pendidikan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, ekonomi kreatif dan agama, mengunjungi beberapa lokasi yg ada di Kapuas Hulu yakni Rumah Betang Kelayam Desa Manua Sadap, yang di lanjutkan ke kawasan Wisata Taman Nasional Danau Sentrum yaitu pulau Sepadan, Bukit Tekenang dan Desa Semangit. Dalam kunjungan ini erlina wati membawa salah satu Perusahaan Televisi Nasional yaitu TVRI untuk meliput potensi pariwisata yang ada di Kapuas Hulu. Kunjungan tersebut dalam rangka pengambilan gambar pembuatan Profil Ibu Erlina Wati sebagai anggota Komisi III DPD Ri sekaligus mengangkat potensi wisata di Taman Nasional Danau Sentarum melalui wawancara yang dilakukan di beberapa destinasi wisata didalam kawasan konservasi tersebut. Dalam pernyataanya Erlina Wati menyampaikan "Danau Sentraum memiliki potensi yang luar biasa baik dari keanekaragaman hayati, landscape maupun budaya yang merupakan potensi yang sangat prospektif untuk di kembangkan menjadi wisata unggulan. Ditambahkan pula bahwa DPD RI melalui komite III akan mendorong dan mempromosikan destinasi wisata yang ad di Kabupaten Kapuas Hulu terurama Danau Sentarum untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan tingkat nasional yang menjadi program Kementerian Pariwisata.” Gunawan Budi Hartono, S. Hut, M. Si selaku Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak menyampaikan bahwa dukungan dari DPD RI untuk pengembangan destinasi di Taman Nasional Danau Sentarum sangat diharapkan selain untuk kepentingan wisata juga untuk kepentingan kelestarian kawasan yang pada akhrinya akan berdampak kepada keterlibatan masyarakat sebagai subjek pengelolaan Taman Nasional dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan masyarakat. Sumber: Balai Besar TN Bentung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Menanti Senyum Si Cantik Putih Kayu Manis

Kediri, 6 Maret 2020. Hampir 1 bulan lamanya kami rutin menyambangi habitat si putih kayu manis, Corymborkis veratrifolia di Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan, Kediri. Anggrek jenis ini merupakan anggrek terestrial yang tumbuh subur di lantai hutan berhumus tebal dan di bawah rindangnya tajuk pepohonan. Banyak sebutan bagi Corymborkis veratrifolia, salah satunya adalah "anggrek kayu manis putih". Sebutan tersebut merujuk pada bunganya yang putih beraroma kayu manis. Tumbuhan ini hijau sepanjang tahun yang membentuk rumpun dan memiliki rimpang tipis tegak dan tidak bercabang. Batangnya kurus dengan tinggi antara 0,5 - 1,5 m. Warna daunnya hijau tua, bertekstur tipis dan bergelombang, berjumlah 6 – 15 helai serta berbentuk elips sempit. Memiliki bunga beraroma kayu manis dan berumur pendek, berkerumun di sepanjang batang bunga yang bercabang. Kuncup bunganya telah kami jumpai sejak 6 Februari 2020 lalu, tetapi si putih kayu manis baru mau menunjukkan senyum merekahnya tepat di hari ke 28 kunjungan kami. Rabu diiringi gerimis, 4 Maret 2020 akhirnya kami jumpai jua manis senyum si putih kayu manis, merekah dengan indahnya. Penasaran, keesokan hari kembali kami datangi si putih kayu manis yang sedang merekah. Berharap masih menjumpai senyum manisnya, sayang bunganya mulai layu. Dari Wikipedia kami dapatkan informasi bahwa bunga si putih kayu manis memang memiliki umur yang pendek. Yak, berbeda dengan anggrek pada umumnya yang berbunga berhari hari, si putih kayu manis hanya menunjukkan kecantikannya sehari saja. Namun, masih banyak peluang kami untuk menjumpai kecantikannya, karena banyak dijumpai tegakan anggrek ini yang sedang kuncup bunganya. Dengan catatan harus setia dan sabar mengunjunginya setiap hari, agar tidak terlewatkan kesempatan berjumpa senyum manisnya. Sumber Naskah dan Foto : Siti Nurlaili, S.Si., PEH Muda, Kepala Resort Konservasi Wilayah 03 CA Mangis – Besowo Gadungan, Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Balai TN Bogani Nani Wartabone Peduli Bencana Banjir Bandang Desa Domisil

Bolaang Mongondow, 5 Maret 2020. Banjir Bandang dan Tanah Longsor terjadi di Desa Domisil Kec. Sang Tobolang Kab. Bolaang Mongondow Sulawesi Utara (2/3). Desa Domisil merupakan salah satu Desa daerah penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Khusunya Resort Boroko Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) III Maelang. Hujan dengan intesitas tinggi mengguyur kab. Bolaang Mongondow termasuk Desa Domisil sampai Kabupaten Bolaang Mongondow Utara selama beberapa hari terakhir yang menyebabkan bertambahnya debit air di sungai dan Tanah Longsor. Desa Domisil merupakan daerah yang rawan bencana dikarenakan kondisi topografi yang berbukit dan curam. Personil Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (BTNBNW) pada Kamis, 5 Maret 2020, melakukan kunjungan dan mengulurkan bantuan donasi di Lokasi banjir Bandang dan Tanah Longsor di Desa Domisil Kab. Bolaang Mongondow yang memakan satu korban jiwa tersebut. Burhan Ginoga (Kepala Resort Boroko) yang mewakili Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone menyerahkan ke Bapak Haris selaku Perwakilan dari BPBD Kab. Bolaang Mongondow berupa bahan makanan, air mineral, sabun cuci, perlengkapan bayi dan lain sebagainya di posko pengumpulan bantuan BPBD di Lapangan Desa Domisil. Sampai saat ini, warga masih melakukan gotong royong membersihkan jalan, rumah, tempat ibadah dan barang – barang milik warga yang masih bisa di selamatkan dan digunakan kembali. Selain menyerahkan bantuan makanan dan keperluan sehari-hari sahabat Bogani dalam susasana kekeluargaan juga ikut membantu membersihkan rumah dan jalan yang sudah tertimbun materil longsor yang terbawa air. Sebagai informasi, kronologis kejadian banjir bandang pada hari Selasa (2/3) diawali hujan yang sangat deras dari sore sampai malam hari. Hal ini yang menyebabkan petugas BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow yang sedang dalam tugas perjalanan pulang usai melakukan kunjungan di lokasi terjadinya tanah longsor di Desa Pangi langsung melihat debit air yang disertai suara gemuruh air. Ternyata air sudah mencapai jembatan, petugas BPBD lansung menyalakan sirene mobil dan membangunkan Kepala Desa Domisil untuk membantu membangunkan warga lainnya dan bergegas membunyikan sirine tanda bahaya dari mobil BPBD Kab. bolaang Mongondow. Dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi, korban jiwa dapat di minimalisir yaitu korban jiwa 1 Orang (musdalifa umur 5 Tahun) serta 2 korban luka – luka dan 56 rumah rusak dimana 6 rumah hanyut, 10 rumah rusak berat, 10 rumah rusak sedang dan 30 rumah rusak ringan serta sebanyak 66 Kepala Keluarga dengan jumlah 250 jiwa yang terdampak Bencana Banjir Bandang selain itu asset jalan desa sekitar 200 meter rusak dan 3 unit mobil hanyut. Sumber: Amal Hidayat - Calon Polhut Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

PKL Mahasiswa Dukung Pengambilan Keputusan Berbasis Sains

Banjarbaru, 2 Maret 2020 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan menerima kedatangan 3 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat dari Fakultas Perikanan dan Kelautan yaitu Ikhsani Hafnida Puri, Sicilia Vera Yulianti dan Maya Erawati. Kedatangan ketiga mahasiswa tersebut untuk melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Tujuan PKL antara lain menggali realita pekerjaan yang akan dihadapi dan membandingkan pengetahuan selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Kedatangan mahasiswa disambut baik oleh BKSDA Kalimantan Selatan, hal ini bentuk upaya BKSDA Kalsel berperan dalam pendidikan dan sebagai upaya mendapatkan data secara apa adanya versi mahasiswa. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi beberapa staf mengatakan bahwa “Mahasiswa yang akan melakukan Praktek Kerja Lapang di BKSDA agar memanfatkan kegiatan PKL sebaik-untuk pembelajaran dan mengapilkasi pengetahuan dan keterampilan selama masa perkuliahan, sebagai bekal pengalaman nyata sehingga bermanfaat bagi mahasiswa dan institusi tempat magang”. Selama 1 bulan Praktek Kerja Lapang (PKL) ketiga mahasiswa tersebut akan melaksanakan kegiatannya sesuai bidang yang diminati diantaranya Perlindungan Kawasan Konservasi, Teknik Pengawasan dan Pengamanan Satwa Liar beserta Habitatnya dan Monitoring Konservasi Biota yang Terancam Punah. (ryn) Sumber : Heri Sofian - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

TANAGUPA Speaks Out

Sukadana - Kab. Kayong Utara, 5 Maret 2020. Pusat Informasi Balai Taman Nasional Gunung Palung (Pusinfo TANAGUPA) mengadakan event “Tanagupa Speaks Out” di Sukadana, Rabu 4 Maret 2020. Event ini diadakan untuk lebih memperkenalkan Pusat Informasi Tanagupa kepada khalayak ramai khususnya generasi muda Kabupaten Kayong Utara. Dalam pelaksanaannya, Pusinfo Tanagupa mengundang ASRI Kids yang merupakan binaan Yayasan Alam Sehat Lestari untuk diberikan materi tentang TANAGUPA. Mereka diajarkan cara membuat kantong tanam ramah lingkungan yang terbuat dari kertas bekas dan sabut kelapa. Karena peserta membuat sendiri kantong tanam ramah lingkungan, mereka antusias bahkan ada yang berniat untuk menularkan pengetahuan tersebut kepada orang tuanya. Tujuan pembuatan kantong tanam ramah lingkungan ini untuk meminimalisir penggunaan plastik. Sehingga diharapkan dapat mengurangi sampah yang diakibatkan dari penggunaan kantong tanam berbahan plastik. Seperti kita ketahui bahwa plastik adalah bahan yang sulit terurai di alam. Plastik dengan ketebalan dan bahan tertentu bahkan perlu waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Plastik kemasan juga memiliki bahaya tersendiri jika salah dalam penggunaannya. Selain mencemari lingkungan plastik juga berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti; menyebabkan kanker, gangguan sistem saraf, depresi hingga pembengkakan hati. Ari Wibawanto, Kepala Balai TANAGUPA mengucapkan terimakasih kepada ASRI Kids yang telah antusias mengikuti acara tersebut. Beliau berpesan “Semoga kedepannya kita lebih mengutamakan penggunaan produk yang ramah lingkungan dan sadar akan bahaya plastik sejak usia dini”. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Anggota Komisi IV DPR RI : Wajib Kunjungi Taman Nasional

Mataram, 5 Maret 2020. Itulah sepenggal kalimat pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI saat melakukan kunjungan kerja serta dialog bersama masyarakat di Resort Sembalun, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada hari Senin, 2 Maret 2020. Acara diawali dengan pemaparan Kepala Balai TNGR mengenai potensi keanekaragaman hayati, pengelolaan wisata pendakian dan beberapa hal penting yang menjadi fokus Taman Nasional Gunung Rinjani. Dilanjutkan Ketua Komisi IV DPR RI menyampaikan bahwa pengelola taman nasional wajib membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah kabupaten serta menciptakan hubungan yang harmonis. Ketua Komisi IV DPR RI juga menegaskan komitmen Komisi IV DPR RI untuk memberikan dukungan anggaran kepada Ditjen KSDAE sebesar 15 Milyar. Anggota komisi IV DPR RI asal NTB juga berkomitmen untuk menjadikan TN Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata utama dan mengawal anggaran untuk taman nasional sehingga dapat terwujud pengelolaan taman nasional yang berkualitas dan berkelanjutan serta tidak terganggu oleh adanya destinasi wisata baru. Kedatangan Ketua Komisi IV DPR RI beserta rombongan yang didampingi oleh Dirjen KSDAE disambut oleh segenap jajaran pimpinan dan staf UPT KLHK di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah daerah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten Lombok Timur maupun masyarakat Lombok dengan pemasangan "SAPUQ" oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Ketua Masyarakat Adat Sembalun dan Kepala SPTN Wilayah II Balai TNGR kepada Ketua Komisi IV DPR-RI, perwakilan anggota Komisi IV DPR-RI dan Dirjen KSDAE. Dirjen KSDAE juga mengucapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan dukungan komisi IV DPR-RI ke Taman Nasional. Semua unsur masyarakat harus mendapatkan manfaat dari keberadaan Taman Nasional. Masyarakat juga diharapkan ikut berperan dalam menjaga kelestarian hutan Taman Nasional dengan tidak melakukan penebangan pohon dan perburuan liar. Di akhir acara, Dirjen KSDAE menyerahkan plakat kepada Ketua Komisi IV DPR RI dan Ketua Komisi IV DPR RI kepada Kepala Balai TNGR. Sebelum meninggalkan lokasi rombongan Komisi IV DPR RI, Wakil Bupati Lombok Timur dan Dirjen KSDAE melakukan penanaman bibit Ketapang Kencana, Klokos, Nangka, Alpukat dan Salam di halaman Kantor Resort Sembalun. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Berita

Seekor Burung Hantu Tersangkut Benang Layang Layang

Pekanbaru-, 3 Maret 2020. Call center Bali Besar KSDA Riau mendapat laporan bahwa warga di gang Bakti, Kel. Tanjung Datuk, Kec. Lima puluh, kota Pekanbaru menyelamatkan seekor Burung Hantu (Tyto alba) tersangkut benang layang layang dan tergantung di pohon kelapa sehari sebelumnya. Tanpa menunggu lama Tim segera meluncur ke lokasi dan bertemu dengan mas Cip warga yang melaporkan kejadian tersebut. Burung Hantu itupun segera dibawa ke klinik satwa Balai Besar KSDA Riau untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil identifikasi adalah bahwa Burung Hantu tersebut dari jenis Tyto Alba atau yang biasa dikenal dengan nama Serak Jawa. Burung Hantu jenis ini memang tak dilindungi, namun masuk dalam satwa appendiks II CITES. Appendiks II adalah daftar species yang tidak terancam kepunahan tetapi mungkin terancam punah apabila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Berdasarkan keterangan warga yang menemukannya, Burung tersebut tidak mau makan sejak ditemukan. Warga telah mencoba memberinya makan cincang daging ayam mentah tapi enggan menyentuhnya. Saat ini burung temuan tersebut sedang diobservasi dan dalam pengawasan dokter hewan di Klinik satwa Balai Besar KSDA Riau. Diharapkan dalam waktu dekat segera pulih dan dapat dilepalirkan kembali. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Menuju Tertib Administrasi Keuangan Yang Lebih Baik, BBTN GGP Gelar Bimtek

Cibodas, 5 Maret 2020. Ruang rapat Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) – Cibodas, Selasa pagi (03/03/2020) sudah dipenuhi peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPj) Pelaksanaan Kegiatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2020. Bimbingan teknis ini dalam rangka meningkatkan kualitas administrasi dan pengelolaan keuangan Balai Besar TNGGP dengan peserta para pengelola DIPA Tahun Anggaran 2020,serta seluruh pegawai Balai Besar TNGGP. Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar TNGGP yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) TNGGP dalam sambutannya mengatakan bahwa, TNGGP belum termasuk Satuan Kerja yang bagus dalam administrasi keuangan dan masih ada temuan-temuan hasil audit Inspektorat, sehingga perlu dilaksanakan Bimbingan Teknis Penyelesaian SPj Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2020 untuk perbaikan tertib administrasi keuangan. Selain itu, beliau menyampaikan beberapa arahan penting, diantaranya: 1) penyelesaian SPj tepat waktu; 2) BPP melaksanakan tugas selayaknya bendahara; 3) setiap PPK membantu pengawasan terhadap administrasi keuangan dan jangan sampai penyelesaian SPj lewat dari tahun anggaran; 4) kewajiban pelaporan perlu diperhatikan; 5) ada edaran PNP namun masih ada kesalahan teknis dalam pengajuan penarikan dan segera konsultasikan untuk dapat direvisi; dan 5) pembagian kegiatan setiap PPK harus terakomodir dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKAKL). Wasja, Kepala Bagian Tata Usaha merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagian Tata Usaha menambahkan agar seluruh pengelola keuangan dan pelaksana kegiatan, tidak hanya fokus pada serapan anggaran, namun yang lebih penting perencanaan harus memperhatikan output dan outcome dari setiap kegiatan”. Narasumber bimbingan teknis, Budi Irianti dari Biro Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyampaikan teknis Penyelesaian SPj Pelaksanaan Kegiatan DIPA BBTNGGP Tahun Anggaran 2020. Dan Veronica Kemala dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sukabumi, Kementerian Keuangan mengupas isi dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Hasil bimbingan teknis memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman para pengelola keuangan maupun pelaksana kegiatan serta mampu meningkatkan tertib administrasi keuangan, sehingga kualitas administrasi dan pengelolan keuangan Balai Besar TNGGP menjadi lebih mantap sesuai dengan paraturan dan perundang-undangan yang ada. Semoga untuk selanjutnya akan lebih baik lagi! Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Buaya Muara Penyerahan Masyarakat Dusun Pelita Jaya Akhirnya Mati

Ambon, 22 Februari 2020. Tanggal 21 Februari, petugas Resort Piru Balai KSDA Maluku mengamankan seekor Buaya Muara (Crocodylus porosus) di Dusun Pelita Jaya yang ditangkap oleh masyarakat dari kawasan konservasi Taman Wisata Alam - Laut (TWAL) Pulau Marsegu. Selanjutnya buaya dievakuasi ke Kandang Transit untuk perawatan dan penanganan medis, karena terdapat luka. Sampai kandang transit dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan, ditemukan 2 luka robek yang membusuk. Setelah 5 hari dilakukan penanganan medis, akhirnya buaya tersebut mati setelah 5 hari dalam perawatan. Hasil nekropsi ditemukan patologi anatomi, organ jantung mengalami perubahan bentuk, ukuran, dan warna. Diduga akibat gangguan jantung (Hypertropic Cardiomiophaty) menjadi penyebab kematian buaya. Sumber : Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Membangun Asa Penyelesaian Konflik melalui Kemitraan Konservasi di CA Kelautku

Sangking Baru, 4 Maret 2020 – Rombongan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan yang langsung dipimpin oleh kepala Balai Dr.Ir. Mahrus Aryadi M.Sc. beserta Kepala sub bagian Tata usaha Suwandi, S.Hut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu,SP. M.Sc, didampingi Kepala Resort Selat Laut dan Selat Sebuku Yofi Azhar dan Kepala Resort Teluk Kelumpang Achmad Nabawi melakukan kunjungan ke beberapa desa sekitar Kawasan Cagar Alam Kelautku yakni Desa Sangking Baru, Desa Pantai dan Desa Sungai Nipah Kecamatan Kelumpang Selatan dalam rangka kunjungan balasan dan tindak lanjut rapat perwakilan aparat desa di kantor Balai KSDA Kalsel tanggal 27 Januari 2020 yang lalu, perihal permasalah konflik tenurial di Kawasan Konservasi khususnya di Cagar Alam Kelautku beserta mencari solusi permasalahan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini. Bertempat di Balai Desa Sangking Baru, rombongan di sambut dengan ramah oleh perwakilan masyarakat dan Aparat Desa Sungai Nipah, Desa Pantai dan Desa Sangking Baru, dalam suasana kekeluargaan dialog berjalan sangat hangat, Desa Pantai di wakili mantan kepala desanya Pak Hatdri, Desa Sungai Nipah di hadiri langsung kadesnya Pak Dwi Putranto dan Desa Sangking baru kades Pak Asul Pani. Dalam dialog bersama ini, Sekretaris Kecamatan Pak Achmad Mawardi menyampaikan ucapan terima kasih karena rombongan dari BKSDA kalsel hadir ke kecamatan Kelumpang selatan khususnya ke tiga desa ini guna merespon keresahan masyarakatnya. Kepolisian resort kelumpang selatan yg d wakili Pak Pelda Dedi Tambun juga siap untuk membantu dan mengamankan proses-proses penyelesaian permasalahan di kawasan Cagar Alam ini. Dr. Mahrus Aryadi juga menyampaikan bahwa konservasi berarti menjaga ekosistem makhluk hidup, suatu tempat yang ditetapkan sebagai Cagar Alam yaitu mempunyai satwa dan tumbuhan yang khas pada suatu wilayah yang harus dijaga kelestariannya. Juga berpesan untuk menjaga ekosistem kawasan tak lepas dari peran serta masyarakat sekitar Kawasan Cagar Alam. Dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diharapkan dapat membantu kerja BKSDA dalam menjaga dan melestarikan satwa dan tumbuhan endemik suatu wilayah. Dialog diakhiri dengan kesepakatan untuk mengidentifikasi masyarakat setempat yang keterlanjuran kebun dan tambak untuk menuju kemitraan konservasi. Selain berdialog dengan kecamatan dan warga desa, kunjungan Balai KSDA Kalsel diakhiri dengan melihat langsung lokasi terdekat yang menjadi permasalahan. Keterlanjuran tambak ada dalam blok rehabilitasi, sehingga dimungkinkan dengan skema pemulihan ekosistem. (ryn) Sumber : Yofi Azhar - Polhut Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Festival Ujung Kulon Peringati HUT TNUK Ke 28 Tahun

Legon Pakis – Tanjung Lame, 26 Februari 2020. Bertempat Gedung serba guna , Pusat Pendidikan Konservasi Berbasis Masyarakat di Legon Pakis- Tanjung Lame, Desa Ujungjaya Kecamatan Sumur, pada 26 Februari 2020 telah dilangsungkan peringatan Hari Jadi TNUK ke-28 Tahun yang di kemas dalam acara “Festival Ujung Kulon 2020”. Bupati Pandeglang, Hj.Irna Narulita, SE, MM berkesempatan hadir pada acara tersebut. Beberapa rangkaian acara dilaksanakan pada kegiatan tersebut, diantaranya adalah Peresmian Lokasi Pusat Pendidikan Konservasi Berbasis Masyarakat yang pembangunannya dilaksanakan pada tahun 2019 dengan sumber dana berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Beberapa sarana prasarana yang dibangun dilokasi tersebut akan dikelola oleh masyarakat Desa Ujungjaya dan sekitarnya dengan mekanisme kerjasama dalam rangka menunjang Eko Wisata di TN.Ujung Kulon dan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ujungjaya. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Pandeglang dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara Balai TN Ujung Kulon dengan Desa Ujungjaya. Dampak dari kesepakatan terebut diharapkan menjadi sebuah komitmen bersama antara Pemerintah Daerah Pandeglang dengan Balai TN Ujung Kulon untuk mendukung program upaya-upaya konservasi TN Ujung Kulon bersama Masyarakat. Dalam Festival Ujung Kulon Tahun 2020 ditampilkan pentas seni oleh siswa-siswi SD dan SMP lingkup Kecamatan Sumur juga ditampilkan pula produk- produk Pemberdayaan Masyarakat sekitar Taman Nasional Ujung Kulon serta penanaman pohon Butun di Lokasi Pusat Pendidikan Konservasi Berbasis Masyarakat oleh Bupati Pandeglang bersama para undangan. Turut serta hadir pada Festival Ujung Kulon 2020 para Pejabat Lingkup SPKD Prov.Banten, SKPD Kabupaten Pandeglang, Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan Sumur dan Cimanggu, MUI Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Para Kepala Desa, Stake Holder, Mitra Kerja TN Ujung Kulon dan Masyarakat sekitar. “Besama Kita Bisa” ayo jadikan Taman Nasional Ujung Kulon menjadi Destinasi Eko Wisata berbasis Masyarakat dengan tetap menjaga Konservasinya. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

Program Chainsaw Buyback Balai TANAGUPA dan Yayasan ASRI Kembali Beraksi

Kayong Utara, 3 Maret 2020. Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) mendampingi masyarakat di sekitar kawasan untuk menyerahkan chainsaw kepada Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI). Pada kesempatan ini chainsaw diserahkan oleh Bapak Abdul Rahman, masyarakat Dusun Pematang Baros, Desa Riam Berasap Jaya. Sebelumnya beliau adalah logger yang masih aktif bekerja. Bapak Abdul Rahman berharap dengan penyerahan chainsaw ini beliau dapat mendapatkan modal untuk memulai usaha cetak batako dan penanaman umbi gajah di lahan seluas 2 Ha milik beliau sendiri. Pak Abdul Rahman adalah orang tua tunggal untuk seorang anak. Dengan rencana usaha yang akan dilakukan beliau berharap dapat mempersiapkan pendidikan untuk anaknya dimasa depan. Beliau juga berkata akan berhenti menjadi logger. Penyerahan chainsaw ini dihadiri langsung oleh dr. Kinari Webb (Founder /Pembina ASRI) dan Mahardika Putra Purba (Manager Konservasi ASRI) beserta rombongan tamu kunjungan "Journey To Borneo (JTB)" dari Amerika Serikat. Chainsaw buyback merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Balai TANAGUPA dengan Yayasan ASRI. Dalam program ini Yayasan ASRI akan memberikan bantuan modal usaha dan kerjasama untuk pengembangan wirausaha bagi masyarakat yang menyerahkan chainsaw milik mereka. Program ini bertujuan mencetak mantan logger menjadi wirausaha yang mandiri. Program yang termasuk ke dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini sudah dimulai sejak Januari 2017 dan sampai dengan saat ini sudah 143 unit chainsaw yang diserahkan. Dalam program UMKM ini, masyarakat yang menyerahkan chainsaw-nya kepada Yayasan ASRI akan mendapatkan modal usaha untuk kegiatan bisnis bersama. Bisnis bersama tersebut akan menjadi alternatif mata pencaharian bagi mantan pelaku penebang liar sebagai upaya menanggulangi penebangan liar di kawasan TANAGUPA. Kepala Balai TANAGUPA Bapak M. Ari Wibawanto menyampaikan bahwa Balai TANAGUPA berharap melalui program ini masyarakat di sekitar kawasan dapat lebih sejahtera sehingga gangguan terhadap kawasan dapat berkurang. “Dengan adanya program ini dan kerjasama antara Balai TANAGUPA dan Yayasan ASRI, kami berharap masyarakat terutama yang berada di sekitar kawasan menjadi lebih sejahtera dan tidak lagi bergantung kepada kawasan. Kami juga berharap Pak Abdul Rahman dapat menginspirasi masyarakat yang belum menyerahkan chainsaw agar bisa segera mengikuti jejak beliau untuk menyerahkannya. Semoga kedepannya program ini akan semakin baik dan semakin banyak masyarakat yang menyerahkan chainsaw milik mereka” tutup M. Ari Wibawanto selaku Kepala Balai TANAGUPA. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

BBKSDA Sumut Ajak Pelajar Peduli Sampah

Medan, 2 Maret 2020. “Kami generasi millenial MAN 3 Medan berkomitmen peduli dengan masalah sampah..!!!,” demikianlah teriakan lantang dan tegas dari seluruh siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, yang mengikuti acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2020, di lingkungan sekolah, jln. Pertahanan Patumbak, Medan, pada Sabtu 29 Februari 2020. Walau terik, semangat generasi muda MAN 3 Medan tidak surut untuk berkomitmen di hari peduli sampah. Dengan berapi-api, peserta juga meneriakkan “Kami menggunakan tumbler (sambil mengancungkan tumbler), untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang diwakili Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa HPSN setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 21 Februari, adalah untuk mengenang peristiwa longsornya gunungan/tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 silam yang menewaskan lebih dari 100 orang. Lebih lanjut Mustafa Imran Lubis menjelaskan, bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua sebagai produsen sampah terbanyak di dunia setelah China. Indonesia diperkirakan menghasilkan sampah 64 juta ton setiap tahunnya. Oleh karena itu HPSN tahun ini mengusung tema “Indonesia Bersih, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera”. “Perlu juga saya ingatkan kepada kita semua yang hadir pada hari ini, berkaitan dengan permasalahan sampah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 47 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dan kepedulian kita bersama dalam mengatasi permasalahan sampah ini,” ujar Mustafa Imran Lubis. Dalam rangkaian peringatan HPSN ini dilakukan juga pelatihan ecobrick oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara kepada siswa/i MAN 3 Medan. Secara bergantian Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang terdiri dari : Ainy Amelya Utami, S.Hut. (Calon Penyuluh Kehutanan), Eva Suryani Sembiring, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Pertama) dan Samuel Siahaan, SP. (PEH Pertama), menjelaskan tentang ecobrick serta mendemonstrasikannya. Dengan penuh antusias siswa/i memperhatikan dan ikut mencoba ecobrick yang dilakukan oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Selain pelatihan ecobrick, pihak MAN 3 Medan, juga melakukan kegiatan lomba kreatifitas dan inovasi daur ulang sampah antar kelas di lingkungan sekolah. Berbagai karya-karya inovatif dari siswa, ditampilkan dan diperlombakan. Tim juri dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara kagum dengan karya-karya kreatif generasi millenial MAN 3 Medan. Suksesnya penyelenggaraan peringatan HPSN 2020 ini tidak terlepas dari kerja keras Komunitas Hijau MAN 3 Medan, yang menggagas, merancang dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Dan sekedar mengingatkan, bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara MAN 3 Medan dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara terkait dengan Pendampingan Kegiatan Ekstrakurikuler Komunitas Hijau MAN 3 Medan, yang telah ditandatangani pada 17 Januari 2020 yang lalu. Kedepan akan menyusul lagi program-program kegiatan lainnya. Sumber : Evan - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara saat memberikan penjelasan tentang ecobrick Peserta pelatihan ecobrick usai demonstrasi yang dilakukan Tim Balai Besar KSDA Sumut
Baca Berita

Tumbuhkan Pohon, Tumbuhkan Madu Kehidupan

Rabu, 4 Maret 2020 - Memasuki triwulan pertama tahun 2020, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bekerjasama dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) akan melakukan penanaman pohon pada lahan seluas 10 hektar di zona rehabilitasi blok Cikereteg, Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Hal ini merupakan bentuk komtimen peran serta pelaku usaha dalam mendukung pelestarian kawasan konservasi, yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama pada tahun 2017. Suatu hal yang cukup berat dalam kegiatan tersebut, adalah masih adanya aktivitas penggarapan lahan. Sampai saat ini, sekitar 31 kepala keluarga masyarakat Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, masih menggarap lahan hutan, di blok Cikereteg. Hal ini rentan menimbulkan konflik. Penanaman pohon kali ini, merupakan pendekatan untuk mencari solusi penanganan penggarapan lahan di daerah tangkapan air. Pemulihan ekosistem yang berbasis pemberdayan masyarakat ini, melibatkan para pihak, termasuk masyarakat penggarap dan mitra pelaku usaha. Sebagai langkah awal, Jumat 28 Februari 2020 pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaksanakan sosialisasi program ini kepada masyarakat penggarap, bertempat di kediaman Jaka, anggota Kader Konservasi sekaligus Penyuluh Swadaya Masyarakat (PKSM) Desa Bojong Murni. Sosialisasi ini dihadiri berbagai pihak antara lain pihak desa dan tokoh masyarakat, Kepala Cabang Dinas Kehutanan I Provinsi Jawa Barat, KTH “Sadar Tani Muda”, dan masyarakat penggarap. Dalam kesempatan ini, pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang diwakili oleh Bambang Mulyawan, Kepala Seksi PTN Wilayah VI Tapos menyampaikan bahwa Kegiatan Pemulihan Ekosistem Zona Rehabilitasi blok Cikereteg ini merupkan suatu upaya untuk mengembalikan sepenuhnya integritas ekosistem ke tingkat/ kondisi aslinya yang sesuai dengan tujuan pengelolaan, lokasi yang akan dilaksanakan kegiatan penanaman masuk dalam target lokasi pemulihan ekosistem dengan kategori rusak berat. Pelibatan KTH Sadar Tani Muda sangat diperlukan sebagai motivator dan untuk transfer pengetahuan serta keterampilan terutama dalam budidaya lebah madu. Program budidaya lebah madu ini juga merupakan salah satu solusi dalam penanganan melalui pemberdayaan masyarakat. KTH Sadar Tani Muda, dijuluki “KTH Milenial” karena merupakan kelompok pemuda yang memiliki idealisme dan cita-cita tinggi untuk berkontribusi dalam memajukan desa setempat di tengah-tengah kemajuan teknologi/ informasi yang dapat menjerumuskan kepada hal negatif. KTH ini dibentuk dengan fasilitasi CDK I Provinsi Jawa Barat dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Salah satu bentuk usaha ekonominya yaitu budidaya lebah madu. Impian besar dari KTH ini dapat memanfaatkan kawasan TNGGP sebagi lokasi budidaya lebah madu yang terintegrasi dengan desa wisata “Kampung Lebah Desa Bojong Murni”. Dalam pertemuan tersebut, Ketua KTH Sadar Tani, Iyan Supriyadi menyatakan bahwa pihaknya sanggup dan siap mendukung program pemulihan ekosistem yang dilaksanakan oleh BBTNGGP bersama Mayora Group demi terpeliharanya ekosistem hutan sebagi sumber kehidupan. Kepala CDK I juga menyampaikan akan mendukung program pemberdayaan masyarakat di Desa Bojong Murni dengan mengikutsertakan mereka dalam pelatihan-pelatihan budidaya lebah madu. Sementara dari pihak Desa Bojong Murni yang diwakili oleh Sekretaris Desa dan Ketua BPD menanyakan kelanjutan dari aktivitas penggarapan lahan setelah dilakukan penanaman. Kepala Resort PTN Tapos, Edi Subandi menanggapi hal tersebut. Aktivitas perkebunan masyarakat dapat dihentikan secara perlahan dengan tentatif yang ditentukan dan TNGGP akan memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dimana salah satu melalui budidaya lebah madu. Kegiatan budidaya lebah madu memiliki banyak keuntungan seperti yang telah dirasakan oleh KTH Sadar Tani Muda. Beberapa diantaranya: ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi, perputaran biaya dan keuntungan cepat, tidak perlu memberikan makan dan perawatan sangat mudah, pemanenan dapat dilakukan dengan teknologi sederhana dan produk madu banyak dibutuhkan untuk kesehatan. Sementara masyarakat penggarap, pada prinsipnya menyadari bahwa peran taman nasional sebagai tangkapan air dan pencegah bencana longsor itu sangat penting mengingat kondisi topografi wilayah desa tersebut juga tergolong curam sehingga rawan longsor. Kembali pada kejadian longsor pada bulan Februari 2019 telah menyebabkan kerugian sekitar 15 hektar sawah di desa setempat tidak teraliri air. Hal ini cukup menjadi perhatian warga setempat. Hanya saja, ada hal yang menjadi kendala bagi masyarakat seperti Bapak Rijal, salah satu penggarap di lahan kawasan TNGGP telah menanam 4.000 pohon di dalam kawasan menyampaikan keingginan dapat memanen pohon tersebut. Tetapi setelah mendapat penjelasan dari pihak TNGGP menyadari dan menunggu program pemberdayaan selanjutnya. “Menebang Satu Pohon Membunuh Dua Orang Manusia Tetapi Menanam Satu Pohon Menghasilkan Madu Bermanfaat bagi Ribuan Manusia”. Salam Konservasi Sahabat Masyarakat. Sumber: Ratih Mayangsari (Penyuluh Kehutanan) - Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Info Dari Call Center, BKSDA Kalsel Evakuasi Anak Bekantan di Pamukan Barat

Pamukan Barat, 25 Februari 2020 – Call Center Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) mendapat informasi melalui sosial media bahwa di Desa Marga Jaya Kecamatan Pamukan Barat yang mengamankan seekor anak Bekantan. Setelah mendapatkan info, ternyata alamat ada di wilayah Seksi Konservasi Wilayah II Batulicin. Nikmat Hakim Pasaribu,S.P.,M.Sc menugaskan Kepala Resort Cagar Alam Teluk Pamukan Agung Reynanto Rizal, S.Hut dan Irga Hutama S.Hut untuk melakukan evakuasi anakan Bekantan. Pada tanggal 26 Februari 2020, petugas BKSDA Kalsel mendatangi lokasi warga yang mengamankan anak Bekantan. Warga yang menemukan adalah Bapak Taufik Nurhidayat menjelaskan bahwa Bekantan berjenis kelamin jantan ditemukan di Pinggiran Sungai Semihim dalam kondisi sehat dan sendirian, Taufik juga manambahkan kemungkinan anakan ini terpisah dari kawanan kelompoknya akibat adanya aktivitas pengarapan kebun. Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyatakan Bekantan merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas terancam punah dan merupakan maskot Kalimantan selatan. Warga yang mengamankan Bekantannya pun tau jika Bekantan adalah Satwa yang dilindungi, maka dari itu Taufik berinisiatif mencari info tentang perangkat pemerintah yang mengurus satwa dilindungi melalui sosial media. Dengan adanya kerjasama dari masyarakat dan BKSDA Anak Bekantan dibawa ke penampungan sementara satwa milik BKSDA Kalsel di Banjarbaru. Jika kondisi anak bekantan sudah sehat maka akan segera dilepasliarkan ke habitatnya. (ryn) Sumber : Agung Reynanto Rizal, S.Hut - PEH Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin
Baca Berita

Inhouse Training Analisis Data SECR dan SMART-RBM

Jember, 4 Maret 2020. Taman Nasional MerBeti didukung oleh Yayasan Sintas Indonesia mengadakan kegiatan Inhouse Training Analisis Data SECR Macan Tutul (Phantera pardus) dan Aplikasi SMART-RBM selama 5 hari mulai tanggal 24 sampai dengan 28 Februari 2020. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh oleh Kepala Balai TN MerBeti Maman Surahman S.Hut, M.Si. dan diikuti oleh Pejabat Fungsional PEH, Polhut dan Kepala Resort lingkup Balai TN MerBeti. Menghadirkan narasumber Direktur Yayasan Sintas Indonesia Haryo Wibisono untuk pelatihan Analisis data SECR Macan Tutul dan Heri Pasiman untuk pelatihan SMART-RBM. Pelatihan berlangsung dalam 2 sesi, sesi teori dilaksanakan di Aula Balai TN MerBeti dan praktek di Kawasan Resort Sanenrejo, SPTNW II Ambulu. Maman Surahman, Kabalai TN MerBeti sangat mendukung kegiatan ini. Beliau juga berharap ilmu yang didapat peserta dapat diimplementasikan untuk mendukung kegiatan pengelolaan TN MerBeti. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri

Menampilkan 3.889–3.904 dari 11.141 publikasi