Sabtu, 9 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Monitoring Penanaman Bibit Jerenang KTH Tani Mandiri desa Aur Kuning, kec. Kampar Kiri Hulu

Pekanbaru, 10 Maret Riau-Di pagi yang cerah, Resort Bukit Baling melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Tanjung Belit, Tanjung Beringin/Miring, Gajah Bertalut, Aur Kuning , Subayang Jaya/Salo dan Pangkalan Serai terkait sosialisasi rencana pemberian bantuan 500 bibit Jerenang ke masing masing desa tersebut. Disamping itu, mereka juga melakukan monitoring penanaman bibit Jerenang KTH Tani Mandiri di desa Aur Kuning, Kec. Kampar Kiri Hulu. Tak lupa Tim juga melakukan koordinasi dengan WRI (World Resources International) a.n Sdr Lawalata terkait program kerja WRI di SM. Bukit Rimbang Bukit Baling di Pos kerja WRI yang berada di Desa Gajah Bertalut. Petugas juga mengarahkan agar WRI dapat mempresentasikan kegiatan dan program yang akan dijalankan ke kantor Balai Besar KSDA Riau. Bukit Rimbang Bukit Baling, 5 dan 6 Maret 2020. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Tandatangani Kerjasama Kemitraan Konservasi dengan Kelompok Nelayan Tempurau

Tempurau, Jum'at, 6 Maret 2020 - Bertempat di Kantor Desa Tempurau Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) lakukan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan Kelompok Nelayan (KN) Tempurau. Penandatanganan tersebut merupakan kerja sama kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat berupa pemberian akses pemanfaatan sumber daya perairan terhadap jenis ikan yang tidak dilindungi pada zona tradisional pada kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Wilayah Desa Tempurau Kec. Selimbau Kab. Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis, Ardi Andono, S.T.P., MSc., Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama,Budi Prasetyo, S.Hut, Kepala Seksi Wilayah V Selimbau, Desra Zulimansyah, Kepala Resort Semangit, Rahman Nababan, S.Hut. Selain itu juga dihadiri Ketua Kelompok Nelayan Tempurau Agus Bastian, Para pengurus KN Tempurau dan 40 orang masyarakat Desa Tempurau yang juga selaku anggota dari KN Tempurau. Dalam arahannya Ardi Andono, menyampaikan bahwa melalui perjanjian kerja sama kemitraan konservasi ini, masyarakat Desa Tempurau secara legal telah diakui oleh negara dan terjamin untuk memanfaatkan potensi sumberdaya perairan di wilayah yang dikerjasamakan. Selain memanfaatkan sumber daya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Tempurau, masyarakat juga turut bersama menjaga kawasan Taman Nasional Danau Sentarum untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati yang ada. “Balai Besar siap untuk mendukung dan membantu mendampingi dalam pelaksanaan kerja sama ini, mulai pendampingan pengelolaannya hingga pelaporan dan evaluasi kerja sama” Pungkas Ardi. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembahasan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang akan dilakukan selama pelaksanaan perjanjian kerja sama. Balai Besar mengharapkan semua program pemberdayaan masyarakat yang ada pada pemerintah dapat mendukung Kelompok Nelayan Tempurau yang telah memiliki perjanjina kerja sama kemitraan konservasi. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Sinergitas Membangun Desa Mandiri, Balai Besar TaNa Bentarum Promosikan Produk Cuka Kayu

Lanjak, 06 Maret 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Ikut serta dalam kegiatan sosialisasi “Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kodim 12-06 Kapuas Hulu dan Koramil Batang Lupar. Program Desa Mandiri Menuju Langit Biru merupakan program yang dicanangkan dari hasil arahan Presiden Joko Widodo dan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya tentang penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Program tersebut bertujuan untuk membangun desa-desa mandiri berlandaskan aspek kelestarian lingkungan. Seperti yang diutarakan oleh Danramil Batang Lupar Bapak Siswadi, “Desa mandiri merupakan harapan kita semua yang dapat diterapkan pada seluruh desa di Indonesia. Masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan cocok tanam tanpa harus melakukan pembakaran, dapat pula menggunakan energi-energi alternatif yang ramah lingkungan sehingga terwujud langit biru di bumi katulistiwa. Benar adanya, langit biru merupakan langit kita yang terbebas dari polusi dan pencemaran udara”. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam upaya mensosialisasikan pencegahan karhutla, pada kesempatan ini juga Balai Besar TaNa Bentarum berkesempatan memberikan informasi mengenai kegiatan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) dengan cara pemanfaatan limbah kayu di sekitar lahan. Limbah kayu dikumpulkan untuk dimanfaatkan menjadi produk cuka kayu. Salah satu kelompok desa binaan Balai Besar TaNa Bentarum yang telah menerapkan pembuatan dan pemanfaatan cuka kayu adalah kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Mensiau. “Cuka kayu merupakan hasil dari pemanfaatan limbah kayu yang tak terpakai di sekitar lahan masyarakat. Manfaat cuka kayu sangat beragam, selain digunakan sebagai pupuk organik dan herbisida alami, dapat juga digunakan sebagai obat kulit luar”, ujar Kepala Resort Sebabai Donatus Langit. Balai Besar TaNa Bentarum bersama Kodim 12-06 Kapuas Hulu berharap masyarakat dapat menerapkan sistem PLTB dalam aktivitas berladang serta memanfaatkan limbah kayu yang ada untuk dijadikan cuka kayu yang kaya akan manfaat. “Dengan pengelolaan yang benar, limbah kayu memiliki banyak akan manfaat. Semoga masyarakat di seluruh Indonesia terkhususnya di Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat menerapkan dan mengimplentasikan ilmu tentang PLTB serta pemanfaatan cuka kayu, sehingga langit di bumi khatulistiwa kita akan selalu berwarna biru”, pungkas Bapak Siswadi selaku Danramil Batang Lupar. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Memerangi Para Pencuri Kayu di Dalam Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 9 Maret 2020. -kegiatan memerangi para pencuri kayu di dalam kawasan konservasi, yang dipimpin oleh Kepala Resort Kerumutan Selatan, bapak Murmaidin Putrapper Tim melakukan patroli di kawasan SM Kerumutan, Kel. Teluk Meranti, Kec Teluk Meranti Kab. Pelalawan. Dengan semangat membaja, Tim menaiki 2 pompong melakukan patroli di kawasan SM Kerumutan. Tim menemukan 3 titik jalan ileggal logging di dalam kawasan dan menemukan sebanyak kurang lebih 10 kubik kayu olahan. Tim melakukan pemusnahan kayu dengan cara mencincang kayu dengan menggunakan mesin chinshaw. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Cinta Kita Untuk Bumi Indonesia

Bogor, 7 Maret 2020 - Bulan Maret ini merupakan bulan yang spesial untuk kehutanan. Tanggal 6 Maret 2020 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama empat TN pertama lainnya berulang tahun ke-40, 16 Maret 2020 hari rimbawan ke-37, dan tanggal 21 Maret 2020 hari Hutan Internasional Tahun 2020. Dalam rangka perayaan hari-hari spesial tersebut Balai Bsar TNGGP kembali melakukan pemulihan ekosistem di areal kritis zona rehablitasi blok Cikereteg Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Dalam pemulihan ekosistem yang dilakukan bekerjasama dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayor Group) dillaksanakan oleh 2 (dua) plant (pabrik) PT. TFJ yaitu plant Ciherang dan plant Cimande. Penanaman kali ini dilaksanakan oleh PT. TFJ Plant Ciherang, dimana tahun ini berhasil ditanam 2.000 bibit pohon jenis lokal pada areal seluas 5 hektare. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program kerjasama (PKS) yang telah disepakati sejak tahun 2016. Di tahun keempat ini selain melakukan penanaman pohon, juga dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya lebah madu. Pada acara pembukaan, Bambang Mulyawan selaku Kepala Seksi PTN Wilayah VI Tapos melaporkan, bahwa melalui kerjasama ini PT. TFJ telah berhasil memulihkan lahan kritis di TNGGP seluas 21 hektare dengan jumlah bibit yang tertanam sebanyak 12.000 batang, sehingga sampai dengan tahun 2019 untuk PT TFJ Plant Ciherang sendiri telah berkontribusi menanami areal TNGGP seluas 10,5 hektare dari 21 hektare. Selanjutnya Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Dadang Suryana dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 ini patut dibanggakan karena semua pihak baik unsur pemerintah setempat dan khususnya masyarakat penggarap telah mendukung serta bekerjasama dalam mensukseskan program pemulihan ekosistem ini. Kegiatan kerjasama dalam rangka pemulihan ekosistem berbasis masyarakat ini, dalam pelaksanaannya, melibatkan masyarakat setempat, untuk tahun ini dilibatkan petani yang masih aktif menggarap lahan hutan di blok Cikereteg Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Kegiatan di awali dengan melakukan prakondisi pada hari Jumat (28/02/2020) melalui sosialisasi program pemulihan ekosistem dengan mengundang 17 masyakat/ petani penggarap dan aparat pemerintah setempat. Berkat usaha penyadaran dan pendekatan para penyuluh Balai Besar TNGGP yang dilakukan secara humanis, akhirnya sebanyak 17 penggarap bersedia menandatangani pernyataan mendukung upaya penanaman di areal garapan mereka di blok Cikereteg. Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengolah lahan, dengan kewajiban turut serta menanam, menjaga, dan merawat tanaman tersebut. Selanjutnya seiring berkembangnya pemberian alternatif usaha budidaya lebah madu secara perlahan masyarakat penggarap akan meninggalkan areal garapannya. Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya lebah madu ini BBTNGGP mendapatkan dukungan dari generasi muda setempat yaitu Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda Desa Bojong Murni. Kumpulan generasi muda yang semangat dan kreatif ini merupakan kelompok tani yang telah lebih dulu mengembangkan usaha budidaya lebah madu. Mereka menilai bahwa kawasan TNGGP sangat potensial sebagai sumber pakan lebah madu. Selain itu melihat tingginya permintaan pasar yang terhadap madu, menjadikan usaha budidaya lebah madu ini memiliki prospek yang bagus. Yang utama bahwa perputaran dana pada budidaya lebah madu lebih cepat dibandingkan dengan usaha ternak lain, dengan biaya pemeliharaan yang lebih ringan. Jika pemerintah, swasta, dan masyarakat bersatupadu dan bahu-membahu melestarikan kawasan taman nasional, maka untuk mewujudkan “bumi menjadi lebih baik dan lestari” bukan lagi hanya sekedar impian. Semoga. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Woro Hindrayani (Pengendali Ekosistem Hutan) dan Tarya Nuryahya (Polisi Kehutanan) Dok: Ayi Rustiadi (Pengendali Ekosistem Hutan)
Baca Berita

Pembinaan Seluruh Pegawai SKW III Batulicin

Batulicin, 5 Maret 2020 – Pembinaan dari Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc yang didampingi oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Suwandi, S.Hut, M.A, Bagian Kepegawaian Rony dan Bagian Perlengkapan Dedy. Pembinaan dihadiri oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu, S.P, M.Sc, para kepala Resort beserta anggota dan seluruh Staf Seksi. Pembinaan oleh Kepala Balai diawali dengan mengingatkan kepada seluruh Pegawai untuk tunduk dan patuh kepada Pemerintah Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar untuk bertindak dan selalu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembinaan dilanjutkan dengan menyampaikan hasil rapat kerja Nasional dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Siti Nurbaya Bakar, antara lain adalah: Tak lupa Kepala Balai mengingatkan dalam pelaksanaan tugas agar tunduk dan patuh kepada perintah pimpinan, mengikuti komando dan saling berkoordinasi. KSDAE dan BKSDA KALSEL seperti Keluarga Besar artinya kita bekerja saling menguatkan dan mendukung satu sama lain, selalu jaga kekompakan, kebersamaan, kepedulian dan jangan saling meninggalkan. Pembinaan selanjutnya oleh Kepala SBTU tentang kepegawaian, LHKASN, jenjang PEH-LUH-POLHUT. Mengarahkan pegawai untuk selalu bekerja ikhlas, keras, cerdas, dan tuntas, dan mengharapkan untuk seluruh pegawai SKW III Batulicin untuk menguasai kawasan mulai dari luas letak dan masalah serta cara penanganannya. Bagian Kepegawaian mengingatkan untuk selalu membuat laporan agar mudah dalam pra-jabatan dan Bagian Perlengkapan meminta untuk selalu melaporkan perlengkapan rusak dan yang dibutuhkan. Akhir dari pembinaan Kepala SKW 3 menyampaikan tidak ada orang yang bekerja sendirian kita adalah tim, tak lupa Nikmat juga menyampaikan terimakasih kepada tim Balai dan berharap semoga dengan adanya pembinaan ini dapat memotivasi bekerja lebih baik dan berorientasi manfaat (outcome). (ryn) Sumber: Maulinda, S.Hut - Staf Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin
Baca Berita

Program Restorasi Ekosistem Berbasis Genetik di Gumuk, Desa Mriyan

Boyolali, 6 Maret 2020. Pemulihan ekosistem merupakan bagian dari upaya pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Upaya pengawetan itu sendiri dilakukan dengan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berdasarkan peraturan tersebut, salah satu tujuan pengawetan jenis tumbuhan dan satwa adalah untuk menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa yang ada. Oleh karena itu, kegiatan pemulihan ekosistem yang dilakukan di kawasan konservasi, khususnya melalui kegiatan penanaman dengan menggunakan bibit tumbuhan lokal yang terjaga keaslian genetiknya (benihnya berasal dari dalam kawasan TNGM). Prinsip inilah yang kemudian diimplementasikan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melalui inisiasi program “Restorasi Ekosistem Berbasis Genetik”. Program Restorasi Ekosistem Berbasis Genetik tidak akan terlaksana tanpa dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Secara formal, Balai TNGM telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, serta kelompok masyarakat Forum Peduli Lingkungan (FPL) PALEM, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman dan Kelompok Tani Serba Usaha Merapi 1, Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kegiatan penanaman yang dilaksanakan kali ini merupakan bentuk dukungan sektor swasta, yaitu PT. Tirta Investama Klaten, serta segenap masyarakat di wilayah Dusun Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali. Terdapat 402 batang bibit tumbuhan lokal yang ditanam pada areal seluas 1,11 ha, yaitu Puspa (Schima wallichii) :10 batang, Berasan (Tarennoidea wallichii) : 40 batang, Tesek (Dodonaea viscosa) : 270 batang, Gondang (Ficus variegata) : 70 batang, Pasang (Lithocarpus sundaicus) : 10 batang dan Sarangan (Castanopsis argentea): 2 batang. Jenis-jenis tersebut merupakan perwakilan jenis pionir (Tesek, Gondang, Berasan) dan jenis yang mencirikan tahapan klimaks pada proses suksesi alam (Puspa, Pasang dan Sarangan). Jenis Gondang (Ficus variegata) berfungsi sebagai penyimpan air, serta penghasil buah pakan satwa, khususnya jenis primata dan burung. Bibit yang ditanam dalam kegiatan ini semua berasal dari hasil eksplorasi benih dari kawasan TNGM, dilanjutkan dengan kegiatan penyemaian oleh Kelompok Tani Serba Usaha Merapi 1, Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali yg merupakan salah satu kelompok binaan TNGM. Melalui skema CSR dari PT Tirta Investama, masyarakat mendapat insentif berupa penggantian biaya pemeliharaan bibit dan digunakan untuk mendukung pengembangan kelompok tersebut. Terhadap bibit yang telah ditanam, akan dilengkapi dengan informasi digital (DIGITAL BARCODE) yang disupport oleh pihak PT. Tirta Investama Klaten, sebagai media edukasi kepada masyarakat. Selain itu, dukungan pemeliharaan yang melibatkan masyarakat setempat merupakan faktor yang akan menentukan keberhasilan kegiatan penanaman ini ke depan. Dalam kegiatan penanaman kali ini, hadir 200 orang, terdiri dari unsur Balai TNGM, Manajemen PT. Tirta Investama Klaten, Organisasi Perangkat Daerah lingkup Kabupaten Boyolali dan Klaten, Camat beserta jajaran Muspika Kecamatan Tamansari, serta warga masyarakat Dukuh Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Patroli SMART RBM (Teresterial) Perlindungan dan Pengamanan SM. Kerumutan Selatan

Pekanbaru,6 Maret 2020. Beberapa Polisi Kehutanan dan petugas Bidang Wil. I dipimpin Kasi Wil. I, bapak Sugito memenuhi panggilan rimba untuk melakukan Patroli Smart RBM (Teresterial) dalam rangka perlindungan dan pengamanan Kawasan Konservasi SM. Kerumutan Selatan di Kec. Rengat, Kab. Indragiri Hulu, tepatnya di Kawasan Hutan SM. Kerumutan, sekitar Sungai Mengkuang. Tim melakukan patroli melalui akses air (pompong), dilanjutkan dengan berjalan kaki, karena air sedang surut. Tim menjumpai kayu olahan sekitar (2 m³) dan 2 pondok Illegal logging. Segera dilakukan pemusnahan dengan dibakar, sebelum dilakukan pembakaran tim melakukan survey areal lokasi pondok supaya api tidak merambat, kondisi saat itu sedang lembab dan tim pun menunggu pemusnahan sampai api benar2 padam. Kemudian Tim melakukan pemasangan spanduk peringatan/larangan pemburuan satwa liar di luar maupun di dalam Kawasan hutan. Timpun menemukan 1 pondok lagi. Tim segera membongkarnya begitu juga dengan jalan ongkak yang baru dibuat dan kebun sawit di dalam kawasan hutan yang segera dilakukan pembongkaran dan pemusnahan. Tim mencoba melakukan penyelusuran ke hulu sungai Mengkuang dengan menggunakan sampan, dikarenakan tidak bisa di lewati pompong, di situ tim tidak ada menjumpai aktivitas Illegal logging. Yuuuk kita jaga bersama hutan yang tersisa. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pameran Pembangunan Madina dalam Rangka HUT MADINA ke-21

Mandailing Natal, 9 Maret 2020. Peringatan hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) ke-21 tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) gelar berbagai kegiatan dan acara. Acara Hut ke 21 yang mengakat thema, "Bersatu membangun Madina, kita wujudkan kemandirian daerah dengan pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan dan keunggulan masyarakat mandailing Natal" di awali dengan pembukaan pameran pembangunan pada Minggu (8/3/2020) berlokasi di Taman Raja Batu. Balai TN Batang Gadis tahun ini mengisi stand dengan bertemakan ekowisata, spot seilfie potensi alam dan keanekaragaman hayati menjadi tempat bagi pengunjung untuk berfoto ria , selain itu Balai TNBG juga memberikan edukasi dan games –games menarik terkait dengan kampanye lingkungan hidup , pentingnya menjaga alam, flora fauna yang berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis . Pembukaan pameran HUT Madina ke-21. Stand TN Batang Gadis merupakan ajang promosi dan edukasi flora dan fauna yang ada di kawasan konservasi serta potensi wisata di Taman Nasional Batang Gadis. Bapak Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution beserta Ibu Bupati,Pak Sekda dan Kapolres turut mengunjungi stand TNBG serta menyambut baik ajang promosi Taman Nasional Batang Gadis agar masyarakat lebih mengenal dan menjaga kawasan konservasi yang ada di Kabupatren Mandailing Natal. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Sosialisasi Satwa Dilindungi Pada Masyarakat di CFD

Yogyakarta, 8 Maret 2020. Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari. Peringatan ini dilakukan untuk membangun komitmen bersama agar masyarakat dapat mengelola sampah secara bijaksana dan berwawasan lingkungan. Puncak acara dalam rangka memperingati HPSN Kota Yogyakarta dilaksanakan di Car Free Day (CFD) Jalan Margo Utomo Yogyakarta. Kegiatan dilakukan pada hari Minggu,(8/3/20). Puncak acara HPSN kota Yogyakarta dilaksanakan bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi DIY dan Mitra. Tema HPSN tahun ini adalah "Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah". Melalui tema ini, diharapkan masyarakat dapat memilah sampah secara mandiri mulai dari rumah. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menginstruksikan Balai KSDA Yogyakarta untuk ikut memeriahkan acara puncak HPSN Kota Yogyakarta. “Acara ini menjadi moment yang bagus untuk melakukan sosialisasi satwa liar dilindungi dengan menggandeng mitra khususnya Gembira Loka Zoo. Melalui sosialisasi, diharapkan masyarakat dapat mengenal jenis-jenis satwa yang dilindungi dan selanjutnya menumbuhkan kesadaran untuk turut berperan serta menjaga kelestariannya”, demikian kata M. Wahyudi UPT yang terlibat pada acara ini adalah Balai KSDA Yogyakarta, P3EJ, Balai Besar Litbang BPTH Yogyakarta, dan Balai TNGM bersama Gembira Loka Zoo (GL Zoo). Semua instansi berada dalam satu stand edukasi dalam bentuk Bus Modul Keliling. Sosialiasi pengenalan satwa liar dilindungi dilakukan kepada masyarakat luas mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sosialisasi dilakukan melalui permainan ular tangga, tebak gambar dan kuis. Sebagai apresiasi kepada pengunjung yang berhasil, mereka diperbolehkan memilih souvenir dan hadiah yang disediakan. Sosialisasi ini sangat diminati pengunjung karena sejak stand dibuka, pengunjung tiada henti mendatangi stand hingga akhir acara. Pada kesempatan ini masyarakat dikenalkan salah satu pemanfaatan kotoran satwa liar yaitu pupuk kompos dari kotoran Gajah yang sudah dilakukan oleh Gembira Loka Zoo. Selanjutya kepada masyarakat yang memiliki satwa liar diminta agar dapat memanfaatkan kotorannya menjadi pupuk. Wahyudi berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya. “ Sosialisasi konservasi dalam rangka HPSN sangat efektif untuk mengajak masyarakat lebih mengenal satwa dan tumbuhan yang dilindungi serta kelestarian ekosistem. Hal ini akan dapat menumbuhkan kader-kader konservasi di masa mendatang” tutupnya. Sumber : Dyahning R (PEH Balai KSDA Yogyakarta)
Baca Berita

Jumat Bersih dalam rangka HPSN Tahun 2020

Labuhan Ratu, 6 Maret 2020 - "Pagi ini mari kita bersihkan lingkungan sekitar kita dari sampah plastik, mari kita mulai dari diri sendiri" demikian sekelumit ajakan dari Bapak Ka. Balai TN. Way Kambas (TNWK) saat memimpin apel Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020. Aksi bersih sampah pada HPSN 2020 di TNWK dìpusatkan di Pusat Latihan Gajah Way Kambas yang diikuti oleh seluruh jajaran pegawai TNWK dan Mitra (WCS, PKHS, AlerT, YABI, KHS dan Mahasiswa magang). Pusat Latihan Gajah merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di TNWK dan tentu tidak lepas dari sampah plastik. Hal ini karena masih rendahnya kepedulian pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya dan masih banyak yang menganggap masalah sampah tanggung jawab petugas kebersihan. Peserta aksi sampah pagi ini yang berjumlah kurang lebih 210 orang ini berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 12.5 kg. Sampah - sampah tersebut di kumpulkan di TPA sampah di PLG. Biasanya sampah - sampah tersebut nanti akan dipilah - pilah oleh anggota Bank sampah yang ada di sekitar desa penyangga terdekat. Masyarakat desa sekitar TNWK saat ini sudah mulai banyak yang peduli dengan sampah plastik, sampah bisa menjadi berkah dan sebagai sumber rejeki. Sumber: Humas Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Si Boy Anak Bekantan Kembali ke Habitatnya

Kotabaru 5 Maret 2020 – Pengetahuan dan Kesadaran masyarakat akan satwa-satwa dilindungi khususnya Bekantan makin meningkat sehingga habitat bekantan di alam bisa terjaga. Berawal dari keprihatinan warga masyakat Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru yang bernama Dani melihat anak bekantan yang terpisah dari rombongannya, sehingga dia berinisiatif untuk mengamankannya sementara. Namun saudara Dani bingung harus mengembalikannya kemana. Berselang dua hari, Bekantan yang diselamatkan Dani terdengar oleh Kepala Desa, sehingga berita tersebut diteruskan ke petugas BKSDA Resort Selat Laut dan Sebuku saudara Yofi Azhar. Berdasarkan arahan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc, Bekantan tersebut langsung dievakuasi dan diperiksa kesehatannya. Bersama dengan Kepala Resort Teluk Kelumpang saudara Achmad Nabawi bekantan di bawa ke Desa Sembilang untuk dilepasliarkan. Dipilihnya lokasi ini berdasarkan informasi dari PT. Arutmin Indonesia Site Senakin, ada areal berhutan yang menjadi habitat bekantan dengan jumlah yang banyak dan sering terlihat. Setelah pemeriksaan kesehatan dan dianggap siap untuk dilepaskan, tim yang terdiri dipimpin langsung Kepala Balai KSDA Dr. Mahrus didampingi KSBTU Suwandi, S.Hut, MA dan Kepala SKW 3 Nikmat Hakim Pasaribu S.P, M.Sc. bersama dengan tim PT. Arutmin Indonesia Site Senakin Dedi Heriyanto, ST (Manager Tambang Site Senakin), M.Subkhan (SHE superintendent), Andi Alvhian Noor, S.Hut, M.Hut (Adm, Land dan CD Superintendent), Syamsir Alam (external affair supervisor) bergerak menuju areal pelepasan di sekitar pelabuhan Jetty PT. Arutmin Indonesia Desa Sembilang Kecamatan Kelumpang Tengah. Bekantan yang dilepasliarkan diberi nama BOY umur sekitar 3 bulan, berjenis kelamin jantan. Adapun tujuan pelepasliaran adalah selain mengembalikan satwa tersebut ke habitatnya juga agar satwa dapat berkembangbiak secara alami untuk menghindari kepunahan dan terjaganya keseimbangan ekosistem yang ada. Setelah dilepas, si Boy segera bergelayut diantara dahan-dahan pohon dan mulai memakan pucuk daun. PT. Arutmin Indonesia akan mengawasi keberadaan si Boy hingga bisa bergabung dengan koloninya secara alamiah. (ryn) Sumber : Achmad Nabawi - Kepala Resort CA Teluk Kelumpang, Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Seminar Dupak Jabatan Fungsional

Cibodas, 5 Maret 2020 - Seminar Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit (DUPAK) Jabatan Fungsional, sepertinya baru ada di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang melaksanakan kegiatan ini. Untuk apa dilaksanakan seminar ini? Seperti yang dijelaskan Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, “Seminar DUPAK Jabatan Fungsional merupakan kegiatan permulaan untuk meningkatkan nilai kemanfaatan pelaksanaan kegiatan jabatan fungsional tertentu di lingkup Balai Besar TNGGP. Baik Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Kehutan (Polhut), dan Penyuluh Kehutanan”. Lebih lanjut Wahju Rudianto menjelaskan bahwa tujuan seminar ini adalah: Pada kesempatan ini Wahju Rudianto juga berpesan agar seminar ini jangan sampai menjadikan suatu hal yang menakutkan, menghambat, atau mengada-ada. Namun agar dapat tercapai tujuan seperti yang sudah dijelaskan dan dapat dilaksanakan secara periodik. Notulensi sebagai bahan tindak lanjut pengelolaan TNGGP harus selalu dibuat. Dalam acara seminar yang diikuti oleh 26 peserta ini tampil empat pemrasaran yang berasal dari jabatan fungsional Polisi Kehutanan: Sobirin Yuliawan (Resort Sarongge – Bidang PTN Wilayah I Cianjur), Ade Frima Nurcahya Intan (Resort Bodogol – Bidang PTN Wilayah III Bogor), Tarya Nuryahya (Resort Cisarua – Bidang PTN Wilayah III Bogor), dan Anne Santina (Seksi II Gedeh – Bidang PTN Wilayah I Cianjur). Setiap penyaji dipandu moderator: Febriyani, Ayi Rustiadi, dan Woro Hindrayani yang juga merupakan pejabat fungsional tertentu (Penyuluh Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan). Dan Kepala Bidang Teknis Konservasi bersama Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan (P3) – Bidang Teknis Konservasi selaku tim pembahas. Meskipun idealnya setiap pemrasaran memaparkan untuk pengajuan satu periode (semester) DUPAK, namun pada seminar kali ini masih ada yang memaparkan bahan DUPAK untuk tiga priode. Sebenarnya penumpukan DUPAK sampai beberapa semester ini memberatkan yang bersangkutan, terutama dalam pengumpulan fortofolio disamping ada kumungkinan kegiatan yang terlupakan. Dengan adanya seminar seperti ini juga dengan sendirinya akan terkontrol anggota fungsional yang bermalas-malasan dalam pembuatan DUPAK. Karena seminar ini pertama dilaksanakan, awalnya peserta mengiranya seperti sidang. Namun jauh dari dugaan, semua dibawa asik dan alur seminar ini santai sesekali diselingi gelak tawa namun yang penting tujuan dapat tercapai. Hampir seluruh peserta aktif mengajukan pertanyaan, saran, maupun perbaikan. Bukan pertanyaan bersifat menguji namun sebagai bahan diskusi untuk pembelajaran bersama ke arah yang lebih baik. Seperti saran dari Mohamad Arif Junaidi, Kepala Unit Polisi Kehutanan Bidang PTN Wilayah I Cianjur, “Setiap pengajuan DUPAK jangan sampai berkas-berkasnya ada yang terlewatkan. Dan perlu memperhatikan aspek logis dan kewajaran, antara jumlah jam kerja dengan kuantitas pelaksanaan kegiatan harus seimbang.” Budi Riana salah satu Pengendali Ekosistem Hutan di TNGGP memberikan masukan, “Dalam setiap kegiatan ada capaian atau output terukur berupa data atau informasi yang disampaikan secara tertulis sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan TNGGP dan tentunya data real, logis, dan wajar.” Saran lain juga muncul dari Asep Hasbilah yang juga sebagai Pengendali Ekosistem Hutan, menyarankan perlu ada kesepakatan bersama terkait tujuan kegiatan ini yaitu adanya output sebagai kemanfaatan untuk masukan kepada institusi. Minimalnya ada outline sebagai acuan teman-teman sehingga ada keseragaman format dalam menyampaikan paparan. Dari seminar ini terungkap juga permasalahan yang perlu segera diatasi yaitu beberapa pejabat fungsional tertentu selain melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai fungsional juga mendapat amanah tugas tambahan karena keperluan institusi. Seperti Anne Santina, Polisi Kehutanan juga sebagai salah satu pengelola keuangan di Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Namun kondisi ini tidak mematahkan semangat yang bersangkutan untuk tetap melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pejabat fungsional Polisi Kehutanan. Aden Mahyar Burhanuddin, Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan yang juga dalam acara ini berkapasitas sebagai pembahas, menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh pejabat fungsional tertentu, diantaranya: 1) aspek kemanfaatan harus diperhatikan dan output capaian terukur, misal dalam kegiatan pengamanan berapa luasan yang dapat terpantau?; 2) aspek kelogisan, setiap pengusulan antara jumlah jam kerja dengan kuantitas pelaksanaan kegiatan harus seimbang; 3) dalam pengajuan DUPAK ada beberapa kegiatan yang tidak dinilai itu karena lampiran portofolio yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis Penilaian DUPAK atau dari aspek kelogisan dan kewajaran yang tidak sesuai; dan 4) seminar menjadi kebanggaan teman-teman pejabat fugsional tertentu dan jangan sampai menjadi penghambat, namun perlihatkan hasil karya teman-teman dari lapangan dalam forum seminar ini. Sebagai penutup acara Buana Darmansyah, Kepala Bidang Teknis Konservasi memberikan ulasan. Dari seminar ini banyak pelajaran yang didapat, bagi yang sudah menyusun dan yang sedang menyusun apabila ada hal-hal yang kurang dapat segera diperbaiki. Maupun yang belum menyusun semoga menjadi pemicu dapat menyusun DUPAK tepat waktu. Kami mengapresiasi kepada seluruh pejabat fungsional tertentu dan apalagi dengan adanya kegiatan Seminar DUPAK Jabatan Fungsional. Sukses untuk kita semua…. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Balai Besar Tana Bentarum Ajarkan Penggunaan GPS Berbasis Android dan SMART RBM

Jumat, 6 Maret 2020 - Kegiatan Pembinaan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dilaksanakan di Kantor Bidang PTN Wilayah III Lanjak dan diikuti oleh 10 (sepuluh) anggota MMP Resort Sepandan. Kegiatan ini merupakan peningkatan kapasitas bagi MMP Resort Sepandan, sehingga diharapkan anggota MMP mempunyai kualitas khususnya pengetahuan tentang penggunaan GPS berbasis Android dan pengambilan data SMART RBM. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode presentasi dan praktek lapangan, materi yang disampaikan adalah tentang Penggunaan GPS Biasa dan Berbasis Android selain itu juga disampaikan tentang Tupoksi MMP, Jaringan Komunikasi, tata cara pengisian Thally Sheet SMART RBM, serta diakhiri dengan praktek lapangan. “Anggota MMP Resort Sepandan harus meningkat kapasitasnya, minimal pengisian thally sheet SMART RBM dan bisa menggunakan GPS secara sederhana, jadi saya berharap MMP bisa mendukung kegiatan kita dilapangan”. Pungkas Juhardi selaku Kepala Resort Sepandan Kepala Seksi PTN Wilayah V Selimbau, Desra Zullimansyah menyampaikan bahwa sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan MMP secara berkala terutama terkait dengan pekerjaan membantu tugas resort dalam perlindungan dan pengamanan hutan. “Ahamdulillah saya sekarang merasa puas dan bangga dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas yang ada kali ini, minimal satu tahun sekali dapat pengetahuan baru terutama saya bisa menggunakan GPS memakai handphone android, pengetahuan ini bisa menunjang kegiatan patroli kita dilapangan”, Ujar Rusli, Ketua MMP Resort Sepandan. Sumber: Balai Besar TN Bentung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Resort Siak dan Resort Bukit Batu BBKSDA Riau Padamkan Api di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 02 maret 2020. Tim Resort Siak dan Resort Bukit Batu menuju SM Giam Siak Kecil, Kec. Sungai Mandau, Kab. Siak untuk melakukan pemadaman kebakaran. Tim melalui perjalanan darat dari kantor Bidang KSDA Wilayah II menuju dusun Sungai Bakung Kec. Siak Kecil, setelah itu Tim melanjutkan perjalanan air menggunakan pompong ukuran sedang menuju lokasi yg terbakar. Walaupun dalam perjalanan pompong sempat mengalami kerusakan sehingga memerlukan waktu yang cukup panjang yaitu menjadi 1 hari perjalanan, namun semangat Tim tetap membara untuk melaksanakan tugasnya. Saat Tim tiba pada hari Selasa, Tim terlebih dahulu melakukan penyekatan kepala api agar api tidak melebar, baru setelah itu melakukan pemadaman. Tim terus melakukan pemadaman dan pendinginan, sehingga api benar benar tuntas dipadamkan. Perhitungan luas areal yang terbakar adalah ±1 Ha. Tak lupa Tim melakukan penyisiran untuk memastikan api sudah benar benar berhasil di padamkan, dilanjutkan dengan pemasangan Polhut line dan rambu kawasan di lokasi yang terbakar. Semoga selalu diberi kesehatan pahlawan pemadam api. Do'a Kami selalu menyertai. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Yogyakarta Bersama Ditreskrimsus Polda DIY Identifikasi Satwa Dilindungi yang Diperjualbelikan Secara Online

Yogyakarta 5 Maret 2020. Balai KSDA Yogyakarta menindaklanjuti permintaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY yang berhasil mengamankan satwa liar illegal yang diperjualbelikan secara online di wilayah Kabupaten Sleman, DIY. Tim Polda DIY berkoordinasi dengan Balai KSDA Yogyakarta untuk mendukung proses identifikasi satwa dimaksud. Dari jenis-jenis satwa yang diperdagangkan, terdapat 4 (empat) jenis satwa yang masuk dalam jenis satwa dilindungi sesuai Permenlhk No.106/2018 antara lain 1 ekor Elang alap besar (Accipiter virgatus), 4 ekor labi-labi moncong babi (Carettochelis insculpta), 1 ekor Elang brontok (Nisaetus cirrhatus) dan 1 ekor Alap-alap sapi (Falco moluccensis). Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menginstruksikan jajarannya untuk segera menindaklanjuti dan mengamankan barang bukti satwa dilindungi yang diperjualbelikan secara online tersebut. “Setelah proses identifikasi satwa dan kelengkapan dokumen penitipan barang bukti selesai dilakukan, saya minta teman-teman dari Balai KSDA Yogyakarta segera melakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan membawa satwa tersebut ke pusat penyelamatan satwa BKSDA Yogyakarta di SFF Bunder dan Lembaga Konservasi Gembira Loka zoo untuk perawatan selanjutnya. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan terhadap satwa-satwa tersebut dengan cermat. Penanganan satwa tidak hanya terhenti pada proses penitipan di SFF Bunder ataupun Lembaga Konservasi. Jika Satwa tersebut dipandang layak untuk dilepasliarkan, segera lakukan release setelah kasus ini selesai.” kata Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menjelaskan “Kepemilikan satwa di lindungi untuk tujuan hobi jika dibiarkan akan berdampak pada meningkatnya perdagangan satwa di pasaran baik itu secara online maupun secara langsung di pasar-pasar satwa. Untuk menyikapinya, penting sekali melakukan sosialisasi sesering mungkin kepada masyarakat mengenai jenis-jenis satwa yang dilindungi sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku.” jelas Wahyudi. Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda DIY AKBP Roedy Yoelianto, S.I.K.,M.H memberikan apresiasi kepada Balai KSDA Yogyakarta atas respon dan kerjasamanya. Polda DIY akan selalu mendukung penertiban perdagangan Sumber : Dyahning R (PEH Balai KSDA Yogyakarta)

Menampilkan 3.873–3.888 dari 11.141 publikasi