Sabtu, 9 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Lakukan Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Pendek (RPJPn) TN. Betung Kerihun dan TN. Danau Sentarum Tahun 2021

Putussibau, 12 Maret 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) melakukan Rapat Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Pendek (RPJPn) yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Rapat ini bertempat di Aula Rapat Hotel Merpati Putussibau dan dihadiri oleh 21 (dua puluh satu) orang diantaranya Kepala Bidang PTN Wilayah I Mataso, Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak , Kepala Seksi PTN I Lanjak, Kepala Seksi PTN II Tanjung Kerja, Kepala Seksi PTN III Padua Mendalam, Kepala Seksi PTN IV Nanga Era, Kepala Seksi PTN V Selimbau , Kepala Seksi PTN VI Semitau , Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama, Kepala Resort dan Staf Bidang Teknis. Rencana pengelolaan jangka panjang (RPJP) periode Tahun 2018-2027 menjadi acuan dalam penyusunan pengeloaan jangka pendek (RPJPn) Tahun 2019 ini. Penyusunan RPJPn Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) Tahun 2020 bertujuan untuk memberikan arah dan target capaian yang tepat untuk pelaksanaan pengelolaan TNDS dalam kurun waktu 1 (satu) tahun kedepan. Dengan rencana pengelolaan jangka pendek tersebut Tana Bentarum bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya akan memiliki kerangka kerja yang komprehensif untuk setiap bidang kegiatan baik menyangkut baseline data, target capaian maupun lokasi kegiatan sehingga pelaksanaanya berjalan secara efektif, efisien dan berdaya guna. Berdasarkan hasil dari kegiatan penyusunan rencana pengelolaan jangka pendek dapat disimpulkan bahwa RPJPn tidak berdiri sendiri dan akan mengacu pada RPJP 10 Tahun yang dipecahkan menjadi RPJPn yang mengacu pada visi dan misi Tana Bentarum yakni Pelestarian Kehati (patroli kehati dan eksplore kawasan), Lintas batas adanya kegiatan baru yang belum terpikir masuk ditengah pelaksanaan dan Mengubah rencana RPJPn seperti jalan Paralel, pemberdayaan terkait keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rencana pengelolaan jangka pendek. “Kegiatan ini sangat penting dalam pengelolaan kawasan , dengan adanya rancangan kegiatan kedepannya kita bisa menata kegiatan dengan menyesuaikan waktu dan kondisi” ujar Ardi Andono, Kepala Bidang Teknis Konservasi. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

“Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar TaNa Bentarum bersama Polsek Semitau Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla Melalui PLTB”

Semitau, 12 Maret 2020, Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilakukan dalam upaya memberikan solusi alternatif bagi masyarakat dengan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) melalui Pupuk Cair Organik atau yang biasa disebut Cuka Kayu. Sosialisasi dilaksanakan di Mapolsek Semitau yanbg dihadiri oleh Kabag Ops Polres Kapuas Hulu, Camat Semitau, Danramil Semitau, Kepala Seksi PTN Wilayah VI Semitau. Peserta dalam sosialisasi ini meliputi Dinas Pertanian, Kepala Desa se Kecamatan Semitau, Tokoh Masyarakat, Perusahaan Perkebunan Sawit dan Kelompok Tani. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kapolsek Semitau yang dilanjutkan dengan Sambutan dari Kabag Ops Polres Kapuas Hulu dan Camat Semitau. Dalam sambutannya, Kapolsek Semitau AKP Yudi Sutrisno menuturkan bahwa Kecamatan Semitau ditunjuk sebagai Pilot Project penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) untuk kegiatan pertanian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan oleh Kepala Brigdalkarhut Ade Arief, S.Hut. Dalam paparannya disampaikan bahwa dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dilakukan melalui strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbabis desa, dimana penguatan desa sebagai pelaksana pengendalian karhutla di tingkat tapak. Salah upaya dalam strategi pencegahan kebakaran hutan ini yaitu dengan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) melalui cuka kayu. Metode pembuatan cuka kayu ini yaitu melalui pengolahan dan pemanfaatan limbah pembukaan lahan dengan metode pirolisis. “ Dengan adanya metode PLTB melalui cuka kayu menjadi salah satu solusi bagi masyarakat dalam pengolahan lahan yang ramah lingkungan sehingga dapat mencegah bencana asap yang diakibatkan oleh karhutla”, tuturnya. Upaya pencegahan karhutla melalui PLTB cuka kayu dapat mendukung program Desa Mandiri menuju Langit Biru, mengingat 2 (dua) desa di Kecamatan Semitau yaitu Desa Marsedan Raya dan Desa Semitau Hilir menjadi calon Desa Mandiri Tahun 2020. Dengan dijadikannya Kecamatan Semitau menjadi Pilot Project Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui PLTB diharapkan menjadi contoh bagi daerah lainnya. “Pihak Kecamatan menyambut baik dengan inovasi pengembangan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar yang dikembangkan oleh Manggala Agni Brigdalkarhut Balai Besar TaNa Bentarum serta akan mensosialisasikan kepada desa-desa se Kecamatan Semitau untuk penerapan inovasi ini” pungkas Wan Meiyadi selaku Camat Semitau. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Balai Besar Tana Bentarum Hadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS)

Semangit, 11 Maret 2020. Koperasi APDS merupakan organisasi pengumpul madu hutan organik binaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) yang memungut madu di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Tahun ini APDS yang dipimpin oleh seorang presiden mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diselenggarakan di Semangit Dusun Batu Rawan Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau untuk menentukan arah organisasi dan pemilihan pengurus baru. RAT yang diikuti oleh 53 orang terdiri dari perwakilan anggota periau (petani madu), tamu undangan, perangkat desa dan Balai Besar TaNa Bentarum. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini bertujuan untuk memperbaiki organisasi bergerak kearah yang lebih baik melalui kesepakatan dalam penyusunan AD/ ART, Pemilihan Kepengurusan baru periode 2020-2024 selain itu disampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) kepengurusan sebelumnya. Dalam penyampaian LPj tahunan pada umumnya anggota menerima dengan beberapa catatan perbaikan untuk kepengurusan selanjutnya. Menurut Ade Suparman salah satu Dewan Pengawas APDS kekurangan kepengurusan APDS yaitu kurangnya komunikasi antara pengurus dengan periau lainnya sehingga periau yang ada ditingkat tapak sering mendapat informasi dari luar yang merugikan periau sendiri, “kami berharap komunikasi terjalin sangat baik untuk kepengurusan kedepan, teknologi sudah canggih dan buatlah grup WA”, ujarnya. “APDS ini perlu meningkatkan daya saing melalui pelatihan – pelatihan internal baik untuk pengurus maupun untuk inspektur yang berada dilapangan” pungkas M.Jintan selaku Inspektur lapangan APDS. Pada rangkaian akhir acara RAT ini dilaksanakan pemilihan presiden dan terpilih kembali Bapak Basriwadi menjadi Presiden APDS Periode 2020–2024 dan didampingi oleh Jasriadi sebagai Sekretaris, Samsul Bahari sebagai Bendahara serta Ade Suparman, Ayatullah dan Suryadi sebagai Dewan Pengawas Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak Gunawan Budi berpesan terhadap pengurus baru “ Pertama pengurus baru agar menjaga amanah terkait dengan hasil RAT terutama dengan aturan main dalam AD/ ART koperasi ini, yang kedua APDS harus mampu bersaing dipasar nasional dan internasional sehingga perlu memperkuat Sumber Daya Manusia, yang ketiga APDS mampu memanfaatkan semua peluang pasar untuk memperoleh keuntungan sehingga dapat mensejahterakan setiap anggota periau dan yang terakhir adalah keberadaan APDS di kawasan konservasi harus menjadi branding bahwa pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di kawasan taman nasional memberikan peluang untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga harus dijaga kelestariannya”. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Menindaklanjuti Laporan Adanya Buaya yang Sering Muncul di Kanal Dekat Pemukiman Masyarakat

Pekanbaru, 11 Maret 2020. Tim Resort Dumai beserta Manggala Agni Daop Dumai melakukan pengecekan satwa Buaya (Crocodilus porosus) di RT 13 dan 14 JL. Pematang Duku, Kel. Tanjung Penyembal, Kec. Sungai Sembilan. Sehari sebelumnya Balai Besar KSDA Riau menerima laporan adanya Buaya yang sering muncul dan sudah meresahkan di kanal dekat pemukiman masyarakat. Kepala Balai Besar KSDA Riau melalui Kasi Konservasi Wil.lV, bapak M. Zanir memerintahkan tim segera melakukan pengecekan. Setelah berkoordinasi dengan aparat setempat, Tim segera melakukan pengecekan ke lokasi bersama aparat dan staf dari kelurahan. Memang ditemukan beberapa bekas cakaran Buaya di lokasi pengecekan atau tempat berjemurnya Buaya yang sering muncul. Lokasi tersebut merupakan kanal dengan ukuran ±4 meter yang airnya mengalir tembus ke laut sekitar ±3 km dan di sepanjang kanal merupakan pemukiman masyarakat. Terdapat 2 lokasi tempat penjualan ayam potong yang limbahnya langsung dibuang ke kanal. Masyarakat sekitar meminta dilakukannya penangkapan Buaya untuk mencegah adanya korban. Tim segera melakukan pemasangan spanduk dibeberapa titik daerah rawan Buaya. Tak lupa Tim menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memotong ayam dan membuang limbahnya ke kanal atau sungai yang dapat memancing Buaya datang. Selalu berhati hati dan menghindari aktifitasnya langsung ke sungai/kanal. Tidak mengganggu atau menyakiti Buaya, karena merupakan satwa dilindungi. Tim lalu memberikan beberapa spanduk serupa kepada RT 13 dan RT 14 untuk dipasang di lokasi lain yang sering dijadikan tempat anak anak berenang. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

RPJP TWA Pulau Burung & Pulau Suwangi Berbasis Empiris

Batulicin, 6 Maret 2020. Dalam kunjungan Selama 3 hari di Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Batulicin , Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc didampingi oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Suwandi S.Hut. M.A, menyiapkan waktu untuk bertemu dan berdiskusi dengan tokoh masyarakat mengenai penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu M.P, M.Sc dan Kepala Resort Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi Muhammad Tejar. Pada pagi hari Jum’at , tepat pukul 09 .00 wita pertemuan dengan tokoh masyarakat Pulau Suwangi, bertempat di Rumah H. Sarwani (Kepala Adat) yang dihadiri juga oleh tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Tanbu H. Abdul Rahim dan Mahmudin (Ketua RT) serta perwakilan keterlanjuran tambak. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan siang hari Pukul 14.30 Wita di Pulau Burung, bertempat di Gajebo Pulau Burung yang dihadiri oleh Saidina (Kepala Desa), Andi Rusman (Ketua RT) dan Muhammad (Aparatur desa) dan anggota masyarakat lainnya. Kedua pertemuan ini membahas dan berdiskusi mengenai penyusunan RPJP yang sangat terkait dengan Bloking yang sudah disusun sebelumnya. Masyarakat Pulau Suwangi menginginkan pengembangan blok tradisional melalui tanaman produktif seperti buah-buahan namun tidak merubah komposisi tanaman yang sudah ada agar ketersediaan air di pulau tersebut. Mendukung TWA perlu membangun dermaga yang representatif dan jalan patroli di pulau. Pulau Burung perlu bangunan untuk kuliner dan titian sekitar pulau serta di blok tradisional tanaman buah2an lokal yang langka. Diskusi dilanjutkan untuk kerjasama BKSDA dengan masyarakat setempat mendukung Pengelolaan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Dalam kesempatan ini Dr Mahrus menyampaikan bahwa sangat perlu dibentuknya Kelompok Sadar Wisata Konservasi (POKDARWISKON) sebagai mitra pengelolaan yang bekerjasama dengan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Pengelolaan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi dengan mengedepankan masyarakat setempat sekitar kawasan. Adanya usulan -usulan dari masyarakat seperti yang disampaiakn oleh H. Abdul Rahim untuk pembuatan fasilitas umum seperti Toilet dan Kamar Mandi serta Saidina yang mengusulkan Perlu pemberdayaan Masyarakat. Semua hasil diskusi ini nantinya akan dijadikan acuan dan pertimbangan bagi BKSDA dalam mengelola TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi dan masyarakat dapat mengelola berdasarkan penataan blok pengelolaan dimana masing-masing blok sudah ada bentuk pengelolaanya. Pada kesempatan itu juga Nikmat Hakim Pasaribu S.P, M.Sc. menyampaikan semua kegiatan dan aktifitas yang terkait dengan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi sebelum PKS harus dikoordinasikan dengan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Sumber: Muhammad Tejar (Kepala Resort TWA pulau Burung Pulau Suwangi dan Maulinda (Staf SKW 3 Batulicin) Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Ada 112.100 Burung Mendiami Calon KEE Ujung Pangkah

Gresik, 12 Maret 2020. Hal itu terungkap dalam Diskusi Kolaboratif Riset dan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Ujung Pangkah Untuk Mendukung Pengelolaan Kawasan Yang Berkelanjutan, 12 Maret 2020. Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Balai Besar KSDA Jatim itu dihadiri oleh sekitar 50 peserta diskusi dari Fahutan IPB, FMIPA UNAIR, FMIPA ITS, Dinas Kehutanan Prov. Jatim, Dinasl LH - Gresik, BAPPEDA - Gresik, serta Pimpinan dan staf BBKSDA Jatim. Dalam sambutannya, Ir. Arief Mahmud, M.Si., Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jatim, menyatakan bahwa BBKSDA Jatim memiliki 4 calon Kawasan Ekosistem Esesnsial (KEE), yakni Teluk Pangpang - Banyuwangi, Pulau Masakambing - Sumenep, Pantai Taman Kili-Kili - Trenggalek, dan Ujung Pangkah - Gresik. “Setidaknya dijumpai 41 jenis burung di Ujung Pangkah, 24 diantaranya burung migran dan 17 jenis lainnya merupakan penetap. Selain itu dijumpai ada 4 genus mangrove di kawasan tersebut,” ujar Arief yang juga alumni Fahutan IPB tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung proses penetapan KEE Ujung Pangkah, dan berharap kedepannya masih ada aktivitas penelitian dan lainnya yang saling mendukung antara BBKSDA Jatim dan Fakultas Kehutanan IPB. Sementara itu Dr. Ir. Rinekso Soekmadi menyampaikan bahwa hari ini konservasi menghadapi tantangan yang luar biasa. KEE menjadi hal yang penting dalam konservasi kedepannya dan sekaligus menjadi bentuk perwujudan penyelamatan keanekaragaman hayati. “Karena keanekaragaman hayati tidak hanya ada di dalam kawasan konservasi, dan konservasi bukan hanya tanggung jawab BKSDA saja, namun perlu juga campur tangan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah,” tambah Dekan Fakultas Kehutanan IPB tersebut. Pihak BBKSDA Jatim sendiri pada tahun 2017 telah melakukan Identifikasi Potensi KEE Ujung Pangkah, yang dilanjutkan dengan survey pengumpulan data dalam rangka usulan KEE Ujung Pangkah di tahun 2019. Hal itu seperti yang disampaikan Tulus Pambudi, Pengendali Ekosistem Hutan Pertama, dalam paparannya. Ia juga menyampaikan bahwa KEE Ujung Pangkah membuka peluang untuk pengembangan riset ekologi, ekonomi, serta sosial budaya, dengan berkolaborasi bersama pihak universitas dan lembaga penelitian. Menurut Nyoto Sunyoto, selain tanah loloran, perburuan terhadap burung di ujung pangkah harus segera disikapi dengan baik, meski dari riset persepsi masyarakat terhadap keberadaan mangrove dan burung air cukup baik. Hal ini terbukti dengan banyaknya papan larangan berburu di sekitar lokasi. “Penetapan KEE Ujung Pangkah bisa menjadi alternatif untuk memadukan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat dengan konservasi keanekaragaman hayati mangrove,” simpul Nyoto. Ia pun merekomendasikan konservasi flagship burung migran, dengan dipertahankan kawasan habitat burung. Serta perlu dilakukannya kolaborasi riset diantara peneliti untuk memperkuat data dasar ekologi dan perencanaan konservasi kehati daerah. Di lain pihak, Zauzi dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Gresik berharap masyarakat dapat lebih berdaya dengan dijadikannya Ujung Pangkah sebagai Kawasan Ekosistem Esensial nanti. Karena munurutnya masyarakat saat ini berpandangan sangat pragmatis, apa yang bisa mereka dapat saat ini dari adanya KEE. Selain Diskusi, pihak BBKSDA Jatim memberikan cindera mata dan kenang-kenangan kepada instansi yang hadir berupa buku Keanekaragaman jenis Burung di Cagar Alam Pulau Sempu. Pun demikian Departemen Konsèrvasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, IPB memberikan buku Burung di Ujung Pangkah. Sumber Naskah dan Foto : Agus Irwanto, Analis Data Seksi P3
Baca Berita

Sambut Hari Bhakti Rimbawan 2020, BBKSDA Sumut Bentuk Panitia

Medan, 9 Maret 2020. Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan Rapat Pembentukan Panitia Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-37 Tahun 2020 di ruang rapat Balai Besar (9/3). Rapat dihadiri Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara dan utusan Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Teguh Setiawan, S.Hut., MM., mewakili Kepala Balai Besar selaku Koordinator Wilayah UPT lingkup Kementerian LHK Sumatera Utara. Berbagai kesepakatan, diantaranya tempat pelaksanaan puncak Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Ke 37 Tahun 2020 untuk tingkat Propinsi Sumatera Utara, yang biasanya dilaksanakan di lingkungan Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, di Medan, kali ini dipusatkan di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar untuk kegiatan upacara, dan lingkungan Balai Pendidikan dan Pelatihan LHK Pematangsiantar untuk berbagai kegiatan lainnya. Seluruh kegiatan dilaksanakan 1 (satu) hari penuh pada tanggal 16 Maret 2020. Sebagai Ketua Panitia Pelaksana ditetapkan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) LHK Pematangsiantar, Manahan Simangunsong, yang dibantu dengan unsur panitia lainnya yang merupakan kolaborasi seluruh UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara beserta Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara dan KPH Wilayah. Selain itu, disepakati pula untuk memeriahkan acara peringatan ini, akan digelar berbagai kegiatan, seperti : penanaman pohon di sekitar lokasi Balai Diklat LHK Pematangsiantar, Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar, serta lingkungan sekitarnya, lomba tarik tambang, lomba balap karung, panahan, tenis meja, lomba karaoke khusus untuk Kepala-kepala UPT, Kepala Dinas Kehutanan dan KPH Wilayah, serta acara hiburan. Sumber: Evan - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Peserta rapat pembentukan Panitia Peringatan Hari Bhakti Rimbawan Sumatera Utara Ke 37 Tahun 2020
Baca Berita

Cegah COVID-19, BBKSDA Sumut Sosialisasi ke Penjual Kalong

Medan, 11 Maret 2020. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe melakukan sosialisasi dalam rangka antisipasi dan pencegahan COVID 19, di sepanjang jalan Medan-Berastagi, pada Jumat 6 Maret 2020. Sosialisasi ini dilakukan menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: S. 150/KSDAE/KKH/ICSA2/2/2020 tanggal 7 Februari 2020, perihal Kewaspadaan Dampak Novel Corona Virus/Virus Corona. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Cq. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) adalah focal point kesehatan satwa liar bersama 3 (tiga) kementerian lainnya (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan), mempunyai tanggung jawab untuk mencegah, menanggulangi dan berbagi informasi kesehatan terutama penyakit zoonotik dan Penyakit Infeksi Baru (PIB), termasuk Corona Virus. Novel Corona adalah virus yang termasuk dalam famili Coronaviridae dan bersifat zoonotic dimana dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan satwa; Salah satu upaya kewaspadaan dari potensi dan ancaman Novel Corona Virus/Virus Corona adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kali ini sasarannya adalah para penjual kalong (kelelawar) di Kecamatan Pancur Batu dan Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi wilayah kerja Bidang KSDA Wilayah I. Sosialisasi ini dilakukan disamping untuk menjaga kewaspadaan juga pencegahan dan mengantisipasi merebaknya wabah penyebaran Novel Corona Virus dengan memberikan pemahaman, meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kepedulian masyarakat. Tim Sosialisasi terdiri dari Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Mustafa Imran Lubis, SP Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Tuahman Raya, S.Sos, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbert BP Aritonang S.Sos, MH, Dokter Hewan dari PPS Sibolangit Fatimah Sari S.KH dan Zakia Sheila Faradilla. S.KH, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, SP, Polsek Pancur Batu EH Manik dan J.Ginting, Babinsa Sibolangit Dadang dan Aparat Pemerintah Kecamatan Pancur Batu, Sembiring, Kepala Dusun 1, Desa Pertampilan Jandareas Tarigan, Kepala Dusun 1 Desa Rambung Baru Topan Barus dan Aparat Desa Bingkawan Kecamatan Sibolangit Alexsa Gurusinga, Rustam Sembiring dan Salim Ketaren. Tim Sosialisasi menginformasikan tentang Corona Virus, kepada 10 orang penjual Kalong. Selain itu juga dilakukan demo cuci tangan, desinfeksi setiap kandang, pemberian sabun cuci tangan, sarung tangan serta brosur tentang Corona Virus. Diharapkan setelah adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan sehingga dapat mencegah penularan Virus Corona dengan pendekatan One Health, Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan. Sumber : Samuel Siahaan, SP - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara Sosialisasi oleh tim gabungan di lokasi penjualan kalong Tim melakukan desinfeksi kandang kalong
Baca Berita

Pendidikan dan Penyuluhan KSDA di SMP Negeri 2 Sibolangit Berakhir

Sibolangit, 9 Maret 2020. Isak tangis peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA SMP Negeri 2 Sibolangit, tak terbendung saat bersalaman dan berpelukan dengan Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Cuaca mendung di pagi itu, Sabtu 7 Maret 2020, yang menyelimuti awan di sekitar SMP Negeri 2 Sibolangit, Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, ikut menambah suasana sendu. Saat itu, bertempat di salah satu ruangan belajar SMP Negeri 2 Sibolangit, sedang digelar acara penutupan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA oleh Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, masing-masing : Evansus Renandi Manalu (Analis Data), Samuel Siahaan, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit serta PEH Pertama) dan Eva Suryani Sembiring, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Pertama). Erika Abel Ruth Girsang, salah seorang peserta program, tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Dengan isak tangis, Erika menyatakan berat rasanya berpisah dengan Tim Kreatif yang selama 3 tahun ini sudah dianggapnya sebagai sahabat bahkan seperti saudara. Suasana ceria penuh keakraban serta kekeluargaan yang diciptakan dan dibangun oleh Tim Kreatif, tidak akan pernah lagi dirasakannya. Kesan yang menyenangkan dari pelaksanaan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, tidak hanya dirasakan oleh peserta saja, tetapi juga oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, Drs. Marumbal Siahaan, M.Pd., sebagaimana diungkapkan dalam sambutannya. Seluruh komponen sekolah merasakan dan melihat langsung manfaat dari pelaksanaan program tersebut, dengan terjadinya perubahan sikap dan karakter peserta didik, baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam kepedulian terhadap permasalahan di lingkungan sekolah, ungkap Marumbal Siahaan. “Bapak dan Ibu Tim Kreatif Pelaksana Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, kami sangat membutuhkan dan sangat berharap agar program yang telah dilaksanakan dapat dilanjutkan kembali, agar anak-anak kami nantinya bisa menjadi duta-duta konservasi alam,” imbuh Marumbal Siahaan berulang-ulang. Sementara itu, yang mewakili Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Evansus Renandi Manalu, dalam laporannya menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh peserta program yang selama 12 kali pertemuan, sepanjang 3 tahun pelaksanaan program (2017 s.d 2019), dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh materi dengan tekun dan sungguh-sungguh, sampai pada akhir program. “Kepada adik-adik peserta Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena telah menjadi sahabat kami selama 3 tahun dalam proses pembelajaran. Waktu 3 tahun tentunya belumlah cukup untuk menguasai seluruh materi pelajaran yang disampaikan oleh para narasumber, itu artinya adik-adik masih harus terus belajar serta menggali informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber, agar pengetahuannya lebih sempurna lagi,” ujar Evansus. Seyogianya, Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., akan menghadiri dan menyampaikan sambutan, namun berhubung pada saat yang bersamaan ada informasi konflik antar warga dengan satwa liar (Harimau Sumatera) di Kabupaten Pakpak Bharat dan perlu segera ditangani, untuk itu Mustafa Imran Lubis memberikan mandat kepada Tim Kreatif Program guna melanjutkan dan melaksanakan acara penutupan Program Pendidikan dan Penyuluhan KSDA. Dalam sambutan yang dibacakan oleh perwakilan Tim Kreatif lainnya, Samuel Siahaan, SP., Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe menyampaikan pesan kepada peserta program untuk tetap semangat belajar, jangan berhenti untuk menggali ilmu dan pengetahuan, jadilah generasi millenial yang memiliki kepribadian yang peduli dan peka terhadap kondisi serta permasalahan-permasalahan lingkungan yang ada, dan berbuatlah sesuatu yang berarti untuk menciptakan kondisi lingkungan hidup yang lebih baik. “Kepada Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, beserta bapak/ibu guru, apresiasi dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan, karena berkat dukungan dari bapak ibu sekalian, akhirnya program ini dapat diselesaikan. Namun merujuk kepada Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) Tahun III, yang menentukan bahwa kerjasama baru akan berakhir pada bulan Oktober 2020, setelah selesai dilakukan evaluasi, maka kegiatan yang kita laksanakan hari ini hanyalah penutupan program bagi adik-adik peserta, mengingat sebagian diantaranya akan mengakhiri proses pendidikan di SMP Negeri 2 Sibolangit dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Mustafa Imran Lubis yang dibacakan Samuel Siahaan. Bersamaan dengan rangkaian acara penutupan program, Tim Kreatif Program lainnya, Eva Suryani Sembiring, membacakan hasil evaluasi terhadap peserta dan penentuan peserta terbaik di tahun III. Dengan mempertimbangkan unsur kehadiran, nilai evaluasi serta keaktifan peserta selama pelaksanaan program, maka ditetapkanlah peserta terbaik program di tahun III, yaitu : Nico Oktavianus Sahputra. Sedangkan untuk kategori peserta yang Proaktif Dalam Proses Pembelajaran, terpilih masing-masing : Herli Surabina Sembiring, Dinda Ayu Ningsih dan Erika Abel Ruth Girsang. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, didampingi guru-guru dan Tim Kreatif Program dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyerahkan hadiah yang sudah disiapkan oleh Tim Kreatif, berupa : buku-buku dan perlengkapan belajar, serta tumbler minuman dan makanan, kepada masing-masing peserta terbaik. Ada waktu untuk bertemu… ada pula waktu untuk berpisah, terima kasih kepada semua sahabat-sahabat millenial peserta program dari SMP Negeri 2 Sibolangit, semangat terus belajar, agar kelak menjadi kader-kader konservasi yang peduli dengan alam dan lingkungan hidup. Sumber: Evan - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Sambutan Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe yang dibacakan oleh Team Kreatif Program, Samuel Siahaan (gbr kiri) dan penyerahan hadiah kepada peserta terbaik (gbr kanan)
Baca Berita

Harmoni Alam Situgunung

Sukabumi, 11 Maret 2020. Situ Gunung salah satu pintu masuk wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang secara kewilayahan merupakan wilayah kerja Resort PTN Situgunung, Seksi PTN Wilayah IV Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Cerita ini kita awali dari sebelah barat Resort Situgunung. Potensi alam yang dimiliki luar biasa indah, berupa hutan hujan tropis yang mengelilingi danau Situgunung. Air terjun Cimanaracun turut menambah indahnya suasana yang bersinergis dengan keanekaragaman hayatinya khas hujan tropis. Keindahan fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata yang satu ini. Beragam kegiatan dapat dilakukan antara lain, foto pra wedding, shooting, outing, camping, penelitian, pendidikan, ataupun sekedar menikmati suasana danau yang dapat menyejukan mata. Danau seluas 3,5 ha ini memiliki keunikan tersendiri berada di ketinggian 1.100 m dpl, airnya bening dihiasi biota air yang khas. Pohon damar, tanaman Perum Perhutani tahun 1940-an terlihat “kokoh” di sepanjang jalan menuju kompleks danau. Di sebelah utara danau kita dapat menikmati hutan dengan berbagai jenis pohon asli, beberapa jenis diantaranya, puspa (Schima wallichii), rasamala (Altingia excelsa), huru (Persea spp.), dan masih banyak jenis lainnya. Agak ke timur kita akan sampai di Curug Sawer yang memiliki keindahan yang khas ketinggiannya ± 40 meter, dihiasi dinding bekas aliran lava vulkanik ratusan tahun yang lalu. Dinding air terjun yang ditumbuhi lumut kerak yang khas menambah keindahan kompleks air terjun ini. Sehingga tidak mengherankan bila Curug Sawer banyak digandrungi pengunjung dari mulai anak-anak dan dewasa bahkan para manula, sensasi nya itu lho....coba yuuuuks.... Sebelum sampai ke Curug Sawer dapat dinikmati keindahan kanopi hutan dari jembatan gantung (Suspension Bridge). Tidak jauh dari jembatan kita akan dimanjakan view Glamping Camp Site, yang merupakan sajian khusus bagi para penikmat alam di kesunyian, pengunjung dimanjakan dan dilayani, serasa menginap di hotel bintang lima, 70 meter dari Glamping Camp Site akan melewati Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge”. Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge” dibuat sebagai sarana edukasi konservasi alam, pengamatan flora maupun fauna yang ada di sepanjang jembatan. Panjang Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge” ini 243 meter dan tingginya 127 meter, membuat pacuan adrenalin kita terpacu, sehingga jantung pun semakin sehat, peredaran darah lancar, pada ketinggian ini kita dapat mengati tajuk pohon dan warna warni daun jenis pepohonan beserta jenis fauna yang hidup di dalamnya. Sajian kuliner di Balcony Resto dan Theater Damar, tersedia menjelang Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge”. Di sini kita dapat menikmati aneka sajian kopi, makan, dan snack untuk santai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju bagian Selatan Situgunung. Perjalanannya pasti seru kawan, melelahkan namun menyenangkan..... Bagian Selatan Situgunung terdapat Pusat Informasi Ekowisata Situgunung, sebelumnya kita melewati camp site atau Bumi Perkemahan (Buper) Bagedor, Bungbuai, Harendong, dan Tepus. Keempat Buper itu merupakan bumi perkemahan alami, boleh membawa tenda sendiri atau menyewa dari penyewaan tenda sekitar. Menarik sekali kan perjalanan wisata di Situgunung, kepoin ya kawan, anda akan merasa aman dan nyaman...... Ayooo datanglah ke Situgunung.... Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Salam Lestari.... Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Asep Suganda – Polisi Kehutanan Dok: Randi
Baca Berita

Program Magang WILDLIFE WARRIOR TFCA Sumatera Berakhir

Labuhan Ratu, 10 Maret 2020 - Setelah dua bulan menimba ilmu di Taman Nasional Way kambas (TNWK), hari ini para Milenial yang tergabung dalam Wildlife Warrior akan kembali ke daerah asal masing-masing. Mereka adalah anak-anak muda pilihan dari berbagai daerah (Lampung, Jambi, Sumsel dan Padang) dengan beragam disiplin ilmu dan pengetahuan telah digembleng siang dan malam agar benar-benar menjadi “warrior” tangguh sebagai penerima tongkat estapet dalam bidang konservasi. Wildlife Warrior adalah program kegiatan yang diinisiasi oleh Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA Sumatera) wilayah Tengah-selatan. Kegiatan ini merupakan upaya penguatan kapasitas generasi muda untuk ikut dalam upaya penyelamatan satwa liar maupun kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Sebelum meninggalkan TNWK, para peserta magang ini diberikan kesempatan untuk menyampaikan presentasi hasil kegiatan yang mereka lakukan selama ini. Dalam presentasi ternyata kegiatan peserta magang ini cukup banyak, mereka tidak hanya belajar dari aspek teori di kantor namun mereka juga ikut turun ke lapangan untuk melakukan kegiatan patroli pengamanan dan bahkan ikut menangkap para pelaku kegiatan ilegal. Mereka juga belajar bgaimana melakukan kegiatan mitigasi konflik satwa, bahkan mereka juga belajar bagaimana proses pengambilan data sampai analisisnya dalam kegiatan Patroli berbasis Resort. “Hari ini program magang Wildlife Warrior kami tutup dan kami serahkan kembali kepada koordinator Fasilitator Wilayah Selatan TFCA Sumatera, dan kami berpesan semoga pengalaman yang didapat di TNWK selama dua bulan ini dapat menjadi bekal bagi adik-adik dalam mendukung kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya di sumatra. Suatu saat kami percayakan tongkat estapet konservasi ini ke tangan adik-adik, tantangan yang kita hadapi kedepan dalam mengelola SDA tidaklah mudah bahkan semakin berat. Sehingga diperlukan orang-orang yang punya dedikasi dan komitmen dalam upaya penyelamatan lingkungan dan perlindungan satwa liar”. Demikian pesan Ka. Balai yang diwakili oleh Kasubbag TU, Hermawan, S. Hut. Damsir Chaniago sebagai Koordinator Fasilitator Wilyah Selatan TFCA Sumatra menyampaikan terimakasih kepada Balai TNWK beserta seluruh Mitra yang telah membimbing dalam kegiatan magang ini sehingga apa yang sudah didapat selama inidapat menjadi modal kedepan untuk membuat jaringan dalam mendukung upaya konservasi. “Harapan kami semoga ini dapat menjadi bekal adik-adik jika nanti ingin melanjutkan kegiatan-kegiatan konservasi, konservasi tidak bisa diselesaikan sendiri dan adik-adik generasi muda sebagai ujung tombaknya” demikian pesan pak Damsir dalam sambutannya. Pengalaman magang lapangan ini merupakan pengalaman lapangan yang sangat berharga dan tentu tidak akan terlupakan, mereka sepertinyasudah menyatu dengan para petugas lapangan yang selama ini membimbingnya. Mereka tampaknya enggan untuk meninggalkan Way Kambas, mereka melangkah pulang dengan menitikkan air mata tanda akan ada sesuatu yang hilang. Selamat jalan adik-adik, semoga kalian menjadi pejuang konservasi yang punya dedikasi. Sumber: Balai TN Way Kambas
Baca Berita

“Sampah Kita Tanggung Jawab Kita”, TN MerBeti Ajak Generasi Muda Peduli Sampah

Jember 10 Maret 2020, Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari merupakan momentum bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan masalah sampah. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) pada kesempatan ini mengajak masyarakat luas khususnya yang berada di sekitar kawasan TN MerBeti untuk turut serta dalam membangun kesadaran dan memelihara momentum HPSN ini dengan kegiatan bersih sampah dan penanaman pohon. Kegiatan HPSN 2020 di TN MerBeti dipusatkan di SDN Pace 01, yang merupakan salah satu wilayah Desa Penyangga Kawasan TN MerBeti. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SPTN Wilayah III Kalibaru, Resort Baban, Kepala sekolah SDN Pace 01 beserta guru dan pengajar, dan pembina saka wana bhakti TN MerBetiri. Kegiatan ini diawali dengan pembersihan di sekitar lingkungan sekolah SDN Pace 01 oleh 297 orang siswa SD dan Petugas TN MerBeti, Sebelum memulai pembersihan, murid-murid SD diberikan pemahaman dan sosialisasi tentang pentingnya kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya dari sampah plastik. Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman pentingnya keberadaan kawasan TN MerBeti bagi sumber kehidupan masyarakat, khususnya yang berbatasan langsung dengan kawasan seperti di wilayah Desa Mulyorejo. Sampah yang terkumpul sebanyak 214 kg yang terdiri daru 117 kg sampah organik dan 97 sampah anorganik. Selanjutnya sampah organik yang dikumpulkan akan ditimbun dibawah tegakan karet depan sekolah. Sedangkan sampah anorganik ditaruh di penampungan sampah Pakusari. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian door prize berupa souvenir dan buku dari Balai TN MerBeti untuk peserta kegiatan peringatan HPSN 2020 di SDN Pace 01. Pada kesempatan tersebut Kepala SPTN wilayah III Kalibaru, Bapak Sulistrianto S,Si, M.Si yang mewakili Kepala Balai TN MerBeti menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar membangun kepedulian terhadap masalah sampah yang sebaiknya dimulai sejak dini kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa melalui dunia pendidikan/edukasi. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Persiapan Pemberangkatan Survei Investigasi pilar Batas Negara RI - Malaysia di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun

Lanjak, 10 Maret 2020. Taman Nasional Betung Kerihun merupakan salah satu kawasan taman nasional di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain yaitu Negara Malaysia (Serawak) pada bagian utara kawasan. Mencapai luasan 816.693,40 Ha, Taman Nasional Betung Kerihun membutuhkan pengamanan ekstra mengingat batas kawasan merupakan batas terluar negara. Dalam hal ini, Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) sejak tahun 2010 telah mengamankan batas negara dengan dilakukan penanaman pilar-pilar batas di sepanjang batas negara RI-Malaysia dalam bentuk kegiatan survei investigasi pilar batas. Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilaksanakan doa bersama serta persiapan pemberangkatan tim survei yang dilaksanakan di Gor Lanjak Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu, dengan dihadiri pejabat dari instansi yang terkait yaitu, Kepala Sub Direktorat Pembinaan Materiil Topografi (Kasubdit Binmattop), perwakilan dari Kemendagri, Camat Batang Lupar, perwakilan Balai Besar TaNa Bentarum, serta tokoh masyarakat Kecamatan Batang Lupar. Survei ini merupakan survei ke-tiga semenjak penanaman pilar batas pada tahun 2010. Seperti yang diutarakan oleh Kasubdit Binmattop Kolonel Ctp Verlos Zoysa Barus, “Kegiatan pengecekan pilar batas ini merupakan kegiatan ke-tiga yang kami laksanakan mulai dari tahun 2015, 2019, dan sekarang 2020. Jarak yang sudah ditempuh pada kegiatan investigasi di batas kawasan Taman Nasional Betung Kerihun ini sejauh 130 km. Kami harapkan dari hasil kegiatan ini, kami dapat mengambil langkah-langkah kebijakan kedepan, untuk memperbaiki pilar ataupun mengganti pilar-pilar yang rusak serta pengamanan batas negera RI”. Kegiatan survei investigasi kali ini akan dilaksanakan kurang lebih selama 65 hari, dengan target pengecekan pilar sebanyak 479 patok sejauh 61,741 km yang terletak pada bagian utara kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. “Dengan dilaksanakannya kegiatan survei ini, besar harapan kami pilar-pilar batas yang terdapat pada kawasan Taman Nasional Betung Kerihun tetap terjaga, sekaligus kami berpesan untuk tetap menjaga kelestariannya”, pungkas Kolonel Ctp Verlos Zoysa Barus. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Rangkaian HPSN 2020, Taman Nasional Bunaken Laksanakan Bersih Pantai di Liang dan Poopoh

Manado, 10 Maret 2020. Aksi bersihkan laut dan pesisir dari sampah yang dilaksanakan hari ini selasa 10 maret 2020 sebagai rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang mengambil lokasi di Pantai Liang Pulau Bunaken dan Pantai Tanjung Kelapa Poopoh. Pantai Liang Pulau Bunaken, menjadi gerbang utama masuk ke kawasan Taman Nasional Bunaken, dalam acara kegiatan bersih pantai dan laut yang digelar merupakan gabungan dari tim patroli SMART Resort Bunaken, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I dengan Kecamatan Bunaken Kepulauan. Sampah yang terkumpul selanjutnya diangkut ke daratan oleh perahu dari Kecamatan Bunaken Kepulauan. Tercatat selama bulan Januari 2020 di Pulau Bunaken telah terkumpul sebanyak 1,02 ton dan pada bulan Februari menurun menjadi 0,46 ton. Dengan aksi yang melibatkan para pihak dan terus menerus dilakukan diharapkan akan dapat mengurangi sampah yang masuk ke Bunaken. Adapun bersih pantai di SPTN Wilayah II dengan melibatkan kelompok nelayan Cahaya Trans, MMP, dan masyarakat sekitar di Desa Poopoh. Dalam kegiatan kali ini sebanyak 50 kg sampah yang didominasi plastik dan botol telah terkumpul. Hendrieks Rundengan menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini mengharapkan agar pelaksanaan kegiatannya terus berkesinambungan untuk dapat memberikan hasil yang terbaik dan maksimal dalam mengedukasi permasalahan sampah di wilayah pesisir. Kami mencoba memilah dan mengumpulkan sampah-sampah plastik ini, untuk dijadikan bahan pembuatan paving blok tutup Hendrieks. Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Pendampingan Monitoring Evaluasi dan Penilaian Kegiatan Revegetasi BRG

Pekanbaru, 10 Maret 2020. Petugas lapangan kita, Kepala Resort Duri, Ahmad Fitriansyah melakukan pendampingan monitoring evaluasi dan penilaian kegiatan revegetasi BRG di SM. Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis dari hari Rabu s/d Jumat, tanggal 4 s/d 6 Maret 2020. Monitoring dilakukan dengan melihat secara langsung tanaman yang hidup atau mati, kemudian di hitung menggunakan metode sampling kuantitatif untuk menilai persentasi tanaman yang hidup dan mati dengan persentase intensitas sampling 5%. Penilaian dilakukan pada lahan tanam seluas 40 Ha yang dibagi menjadi 4 blok masing-masing blok seluas 10 Ha. Tiap blok terdiri dari 5 petak ukur kemudian dari tiap petak ukur diambil 84 tanaman yg mati atau pun hidup untuk dinilai persentasenya. Adapun jenis tanaman yang di tanam terdiri dari Meranti Daun, Jelutung, Gaharu, Ramin dan Pulai. Semoga prosentase tanaman yang bertumbuh memuaskan ya kawan kawan.... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Antisipasi Virus Corona, Bbtnggp Melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan

Cibodas, 10 Maret 2020 - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Edelweis melalui salah satu unit usahanya Unit Layanan Kesehatan (ULK) Edelweis berupaya mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19). Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terutama suhu tubuh kepada seluruh pegawai lingkup Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, pelajar/ mahasiswa yang sedang magang, dan para tamu lainnya. Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gede Pangrango menghimbau agar seluruh pegawai dan tamu yang berada di lingkungan kerja BBTNGGP untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan. Hal ini dilakukan agar personil terlindung dari penyebaran virus corana yang sedang mewabah di beberapa negara dan mulai masuk ke Indonesia beberapa pekan ini. Dokter Herdiansyah Kusumah bersama tim medis Unit Layanan Kesehatan (ULK) Edelweis – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mengecek suhu tubuh untuk memastikan ada/ tidaknya gejala medis terjangkit virus sebagai mitigasi penyebaran di lingkungan kerja Balai Besar TNGGP. Pada kesempatan pertama, pemeriksaan dilaksanakan di kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas – Cianjur. Alhamdulillah, seluruh pegawai, pelajar/ mahasiswa magang, dan para tamu yang diperiksa tidak ada indikasi terjangkit virus corona. Ada beberapa orang yang mempunyai keluhan kesehatan seperti influenza, batuk, sakit tenggorokan, dan demam. Namun bukan karena virus corona tapi sakit radang tenggorokan. Saat pemeriksaan dokter Herdiansyah Kusumah menjelaskan pada para pegawai, “Bapak dan Ibu tidak perlu panik dengan adanya virus corona tetap tenang dan yang penting tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat bernutrisi dan cukup istirahat serta budayakan mencuci tangan dengan sabun”. Apabila suhu tubuh di atas 37,4 derajat C harus segera periksa ke dokter atau klinik terdekat, himbaunya. Rencana kegiatan pemeriksaan ini akan dilanjutkan di kantor Bidang PTN Wilayah lingkup Balai Besar TNGGP: Bidang PTN Wilayah I Cianjur di Cugenang – Cianjur; Bidang PTN Wilayah II Sukabumi di Perbawati – Sukabumi; dan Bidang PTN Wilayah III Bogor di Caringin – Bogor. Semoga hasil dari pemeriksaan kesehatan selanjutnya, lingkungan kerja Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bebas dari “virus corona” untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango

Menampilkan 3.857–3.872 dari 11.141 publikasi