Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Anggota “Keluarga Rasamala” Bertambah Satu

Cibodas, 24 Maret 2020. “Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga”, potongan lirik lagu dari sinetron “Keluarga Cemara” begitu familiar bagi generasi 90-an. Ya.. “Keluarga Cemara” menceritakan bahwa semangat, keceriaan dan harapan segalanya demi keluarga. Keberadaan keluarga yang selalu ceria akan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar yang lebih luas. Begitupun dengan keberadaan keluarga owa jawa (Hylobates moloch). Lalu apa pentingnya keluarga owa jawa untuk kita sebagai manusia? Lahirnya bayi owa jawa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) selalu memberikan harapan bahwa setidaknya sampai saat ini habitatnya baik-baik saja. Owa jawa senantiasa berada di garda terdepan untuk “menanam pohon” tanpa pamrih, sehingga kesehatan hutan akan terjaga, yang berdampak pada terjaganya sumber air bersih bagi kita. Tugas kita sebenarnya mudah, biarkan mereka dengan tenang dan nyaman “bermain” di habitatnya. Menjadi sulit jika ada keserakahan dalam diri kita terhadap alam. Perlu diingat bahwa owa jawa merupakan primata setia yang terancam punah. Selama hidupnya hanya memiliki 1 “teman hidup”. Jika ada manusia jahil mengambil bayi/ anaknya, pastilah sang induk akan dibunuh. Pasangan sang induk stres dan biasanya berakhir pada kematian. Terbayangkan mengambil 1 bayi owa jawa akan mematikan 1 keluarga. Kabar baiknya, di TNGGP tidak ada perburuan owa jawa. Bahkan sering terpantau owa sedang mengasuh anak atau bayi, salah satunya hasil pemantauan seorang mahasiswi IPB yang sedang peneitian untuk Skripsi di Resort Bodogol. Tanggal 12 Maret 2020, seorang mahasiswi IPB yang didampingi petugas TNGGP sedang melakukan penelitian terkait perilaku owa jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) Resort Bodogol. Sebelumnya keberadaan induk dan bayi owa jawa tersebut terpantau oleh petugas Resort PTN Bodogol dalam kesempatan patroli pengamanan hutan namun belum 'terdokumentasikan' dengan jelas. Sungguh menggembirakan, akhirnya mereka berhasil mendokumentasikan bayi owa jawa dari “keluarga rasamala”. Kami menyebut keluarga owa jawa tersebut adalah keluarga rasamala, karena teritorinya di areal yang didominasi oleh pohon rasamala. Saat ditemukan diperkirakan bayi tersebut berumur kurang dari 2 minggu. Keluarga ini pada pertengahan tahun 2017 juga telah ditemukan bayi. Di sekitar PPKAB Resort PTN Bodogol saat ini terpantau tidak kurang dari 15 keluarga owa jawa yang hidup di habitat alaminya. Menurut Geissmann (1991) dalam Rahmudin (2009) menyatakan bahwa interval kelahiran owa jawa berkisar antara 3 – 4 tahun. Itu artinya, adiknya diduga akan lahir pada tahun 2020 atau 2021. Penantian sang adik dari keluarga rasamala ini pernah dimuat pada website dataalam.menlhk.go.id. Dan sekarang Alhamdulillah penantian itu telah tiba. Ada salam dari bayi owa jawa untuk kita, katanya: “Selamat hari hutan sedunia dan hari air sedunia. Jaga keluarga kami seperti kalian jaga keluarga kalian. Tanpa kami, kalian hanya butiran debu”. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agung Gunawan (PEH TNGGP) Foto : Hapsari (Mahasiswi DKSHE Fahutan IPB)
Baca Berita

Sinergisitas Dalam Pengelolaan Kawasan Hutan di Wilayah SPTN III Matawai Lapau

Matawai Lapau, 12 Maret 2020. Pengelolaan Kawasan hutan konservasi saat ini tidak dapat dilakukan oleh pengelola kawasan hutan itu sendiri. Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari hutan membuat banyak orang atau lembaga ingin mengambil peran sehingga hal ini dapat diajdikan dasar bagi pengelola untuk saling bersinergi dan berkolaborasi.. Hal ini pun sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam sambutannya pada Rakornas KLHK di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu yaitu bahwa pengelola kawasan harus saling bersinergi dengan stakeholders yang berada di wilayah kerjanya, sehingga program-program prioritas nasional dapat lebih efektif dan tepat sasaran serta memberikan outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Guna mewujudkan sinergisitas dan kolaborasi dalam pengelolaan kawasan hutan, SPTN III Matawai Lapau turut serta dalam kegiatan musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di 2 (dua) kecamatan yang berbatasan langsung dengan awasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), yaitu Kecamatan Matawai La Pawu dan Kecamatan Pinu Pahar. Kegiatan tersebut dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 4 dan 11 Maret 2020, dan dihadiri oleh Polhut SPTN III Matawai Lapau (Andri M. Supriatama, A.Md) dan Kepala Resort Tawui (Hasanul Satrio Utomo, S.Hut). Pada kesempatan tersebut turut hadir unsur Muspika Kecamatan di masing-masing wilayah, unsur Pemerintah Daerah Kab. Sumba Timur, Anggota DPRD Kab. Sumba Timur, dan Pemerintah Desa Setempat. Dalam pelaksanaannya kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan membahas secara detail rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021, sekaligus mensinergikan program pada masing-masing instansi yang berada pada wilayah kecamatan. Beberapa masukan dan pertanyaan yang disampaikan terkait pengelolaan TN Matalawa, lebih terkait pada proses kegiatan-kegiatan pembangunan strategis (peningkatan kualitas dan pemeliharaan akses jalan), pemanfaatan jasa lingkungan, pemberdayaan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di desa sekitar kawasan, serta pemanfaatan HHBK dengan pola kemitraan. Dengan membangun sinergisitas dan berkolaborasi bersama Stakeholder dalam pengelolaan Kawasan hutan TN Matalawa, diharapkan kelestarian Kawasan hutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dapat terwujud. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

BKSDA Sulteng Giat Penanaman Bersama Kelompok Penggiat Alam

Palu, 24 Maret 2020. Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pangi Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan penanaman bersama Kelompok Penggiat Alam (KPA) OI Rimba Raya di sekitar kawasan CA Pangi Binangga. Adapun jenis tanaman yang ditanam antara lain jenis trembesi dan jenis asam sebanyak masing-masing 100 bibit pohon. Pada kesempatan ini pula, dilakukan sosialisasi mengenai keberadaan kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Pangi Binangga dan nilai-nilai penting konservasi pada generasi muda/pelajar, khususnya kepada para anggota KPA OI Rimba Raya. Selain itu staf yang bertugas pada wilayah SKW I Pangi juga melakukan diskusi dan arahan terkait program kerja KPA OI Rimba Raya. Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas, bisa menciptakan suatu masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan maslaha-masalah yang terkait di dalamnya. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Balai TN Matalawa Kenalkan Kemitraan Konservasi di Desa Penyangga

Waibakul, 14 Maret 2020. Kawasan penyangga kawasan konservasi mempunyai peranan penting dalam kelestarian hutan di dalam kawasan tersebut. Begitu pun sebaliknya, kawasan konservasi memiliki manfaat yang dapat diambil oleh masyarakat untuk peningkatan taraf hidup mereka. Hal inilah yang disadari pengelola Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) dalam upaya membangun kerjasasama dengan masyarakat di Desa Okawacu, salah satu desa penyangga di Resort Taman Mas, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I. Dalam kerjasama yang akan dibangun, Balai TN Matalawa lebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan aparat desa setempat. Baik Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., dan Kepala SPTN I Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc, dalam uraiannya menyampaikan bahwa Desa Okawacu yang menjadi penyangga kawasan Resort Taman Mas memiliki potensi baik wisata maupun hasil hutan bukan kayu yang cukup besar. Namun, potensi itu cenderung tertutup karena kejadian kebakaran hutan yang cukup sering terjadi di musim kemarau. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dari masyarakat untuk menjaga kawasan dari kebakaran hutan. Penyuluh Kehutanan TN Matalawa, Diecky Arif Rahman, S.Hut, menambahkan bahwa pemahaman yang telah terbangun akan dikembangkan dalam sebuah bentuk kerjasama kemitraan konservasi antara Balai TN Matalawa dengan masyarakat desa. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui masyarakat untuk mengajukan kerjasama kemitraan dengan TN Matalawa dan akan dipandu oleh para penyuluh kehutanan dalam menyelesaikannya. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Menekan Laju Perdagangan Bagian-bagian Tubuh Satwa Dilindungi di Kalsel

Tabalong, 20 Maret 2020 – Satwa dilindungi masih menjadi magnet yang mampu menarik setiap orang untuk memperjualbelikannya, meski hanya berupa bagian-bagiannya. Baru-baru ini Kepolisian Resort Tabalong Kalimantan Selatan berhasil mengungkap sindikat jual beli bagian-bagian satwa dilindungi dari jenis Rusa Sambar dan Kijang Muntjak. Tersangka berinisial IS, ditangkap saat menawarkan barang dagangannya di Wilayah Muara Uya Kabupaten Tabalong. Setelah dilakukan pengecekan dan penggeledahan di rumah tersangka, didapatkan barang bukti yang lebih banyak. Kepolisian Resort Tabalong berhasil menyita barang bukti berupa tengkorak Rusa Sambar (Rusa unicolor) sebanyak 53 (lima puluh tiga) buah, tengkorak kepala Rusa Sambar (Rusa unicolor) sebanyak 2 (dua) buah dan tengkorak Kijang Muntjak (Muntiacus muntjak) sebanyak 3 (tiga) buah. Menurut Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel), Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., pengungkapan dan pemberantasan perdagangan tumbuhan dan satwa liar (TSL) dilindungi beserta bagian-bagiannya sudah sering dilakukan oleh BKSDA Kalsel bekerjasama dengan Polda Kalsel dan Polres di Tiap Kabupaten. Untuk tahun ini saja sudah ada 4 kasus yang berhasil diungkap, katanya. Harapannya dengan banyak jaringan perdagangan yang berhasil diungkap, kasus perdagangan TSL dilindungi dan bagian-bagiannya kedepan terus menurun. Menurut Jarot Jaka Mulyono (PEH Ahli), saat ini kasus sedang ditangani lebih lanjut oleh kepolisian setempat dan sudah proses pemeriksaan ahli yang berasal dari BKSDA Kalsel. Setelah semua berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, kasus akan dilimpahkan ke Pengadilan di Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk disidangkan. Dengan tertangkapnya pelaku, semoga mampu memberikan “shock therapy” bagi pelaku perdagangan TSL lainnya yang kemungkinan masih ada, untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum (JJM). (ryn) Sumber : Jarot Jaka Mulyono, S.Hut, M.Sc - Call Center Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kunjungan Wisata di Taman Nasional Bunaken Resmi Ditutup

Bunaken, 24 Maret 2020. Berkenaan dengan perkembangan terkini penyebaran covid-19 di Indonesia sebagaimana diumumkan Presiden dan Pemerintah Pusat, serta memperhatikan Surat Edaran Menteri LHK No. 01/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tentang pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian LHK. Oleh karena hal tersebut, maka Balai Taman Nasional Bunaken melakukan Penutupan Sementara Kunjungan Wisata di Dalam Kawasan Taman Nasional Bunaken yang meliputi Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Nain, Siladen dan perairannya, serta perairan Poopoh, Arakan, Wawontulap dan Popareng terhitung mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 sesuai surat pengumuman nomor : PG. 02/BTNB/TU/UM/3/2020. Tim Balai TN Bunaken bekerja sama dengan Kepolisian Bunaken kepulauan dan puskesmas buanken kepulauan, serta pemerintah setempat melakukan sosialisasi kepada masyarakat Pulau Bunaken mengenai pencegahan virus corona dan penutupan TN Bunaken. Selain itu, tim dari TN Bunaken melakukan pendataan dive resort yang masih memiliki tamu baik dari mancanegara maupun nusantara. Pengumuman penutupan sementara TN Bunaken telah disampaikan kepada seluruh dive centre yang berada di Pulau Bunaken dan sekitarnya. Hal ini ditanggapi dengan baik oleh masyarakat setempat. Markus (32) mengaku mendukung pemerintah untuk menutup kegiatan pariwisata di Pulau Bunaken karena virus corona sudah sangat meresahkan masyarakat setempat. Kapolsek Bunaken Kepulauan Denny Mosey juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan percaya kepada hoax yang beredar di media sosial, dan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan perkumpulan yang dapat mempercepat penyebaran virus. Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken (-Heni Sulastri, S. Hut-PEH Pertama)
Baca Berita

Penyelamatan Seekor Orangutan

Pekanbaru, 21 Maret 2020. Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakkum Wil. Sumatera bersama sama melakukan penyelamatan terhadap seekor Orangutan (Pongo abelli) yang dikirim oleh orang yang tidak bertanggungjawan menggunakan bus MPM dari Sumatera Utara menuju ke Padang (Sumatera Barat). Informasi awal didapatkan dari intelijen Balai Gakum Seksi Wilayah I, bahwa ada pergerakan satwa yg dibawa/dipaketkan via bus. Awak bus baik sopir maupun kenek hanya dimintai keterangan di lokasi bus MPM tersebut dihentikan yaitu di simpang Tabek Gadang Panam Pekanbaru. Balai Gakum akan menindaklanjuti dengan penyelidikan dari pengirim, adapun nama dan alamat yg tertera di kardus paket hewan hidup diduga palsu. Untuk sementara Orangutan berjenis kelamin jantan umur kurang lebih 1 tahun dirawat di Klinik Balai Besar KSDA Riau dan akan segera dilakukan koordinasi dengan pihak SOCP Batu Mbelin Sibolangit untuk proses rehabilitasi karena satwa sudah jinak. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pelajar MAN 3 Medan Bentuk Karakter Konservasi di TWA Sibolangit

Sibolangit, 18 Maret 2020. Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit menjadi pilihan generasi milenial yang berasal dari berbagai sekolah dan pengguruan tinggi di Kota Medan dan sekitarnya, untuk belajar tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Melalui proses pembelajaran, akhlak dan jiwa serta karakter konservasi dibentuk agar generasi sekarang menjadi tumpuan dan harapan, untuk dapat berperan serta melestarikan alam dan menjaga lingkungan hidup, dari generasi kegenerasi, sebagaimana tercermin dalam kehadiran rombongan Komunitas Hijau Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 3 Medan dan rombongan pelajar SDN 101833 Sibolangit Ke TWA Sibolangit, pada Sabtu 7 Februari 2020. Kegiatan pembentukan jiwa dan karakter konservasi ini, didahului dengan kehadiran 11 orang siswa/i kelas 1-3 SDN 101833 Sibolangit, didampingi oleh 4 orang guru dan dipimpin oleh Kepala Sekolah, Hermina Tarigan. Kesempatan yang baik ini digunakan siswa/i dan guru mengunjungi TWA Sibolangit dan Pusat Penyelamatan Satwa untuk mengenal berbagai flora dan fauna dilindungi di dalam kawasan. Juga dilaksanakan penyuluhan konservasi yang disampaikan oleh Penyuluh Kehutanan Eva Suryani, S.Hut tentang Fungsi dan manfaat hutan konservasi TWA Sibolangit, dan juga oleh Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan, SP. yang menyampaikan pesan untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik mulai dari diri sendiri, rumah dan di sekolah. Kepala Sekolah memberikan apresiasi terhadap pembekalan yang diberikan kepada anak didiknya khususnya tentang Konservasi. Sekolah akan berkunjung kembali ke TWA Sibolangit untuk menambah ilmu Konservasi lainnya, ujar Kepala Sekolah. Menjelang sore rombongan Komunitas Hijau MAN 3 Medan berjumlah 30 orang siswa/i dan 4 guru pendamping, dipimpin pembina Komunitas Hijau MAN 3 Medan Rifdah, S.Pd. tiba di TWA Sibolangit. Kegiatan Komunitas Hijau MAN 3 Medan ini sebagai bagian rangkaian kegiatan yang telah disepakati dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kesepakatan Bersama Nomor 222/K.3/TU/PK/1/2020 tanggal 17 Januari 2020. Rangkaian kegiatan MAN 3 Medan di TWA Sibolangit diawali dengan pengenalan kawasan konservasi TWA Sibolangit di visitor center, dilanjutkan dengan telusur hutan di jalur interpretasi A dan B, sejauh 1,5 Km dipandu Kepala Resort CA dan TWA Sibolangit Samuel Siahaan,SP dan staf Mastria Ivit Jawak. Sambil memandu, Kepala Resort mengenalkan berbagai jenis tumbuhan. Setelah elesai penjelasan di Kawasan, dilanjutkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) untuk melihat langsung berbagai satwa liar dilindungi hasil penyerahan masyarakat dan Operasi Pengamananan Tumbuhan dan Satwa Liar oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Siswa/i kembali diingatkan agar berperan serta melestarikan satwa liar Indoensia, dengan cara melalui kampanye, tulisan, media sosial serta menginformasikan keberadaan satwa, apabila ada orang yang memelihara. Pada bagian penutupan kegiatan diberikan Buku –buku Konservasi, stiker, berbagai Video Kawasan Konservasi dan Buletin Beo Nias, dari Kepala Resort kepada pihak sekolah yang diterima Guru Pembina MAN 3 Medan, Rifdah, S,Pd. Buku yang diberikan diharapkan dapat menambah koleksi perpustakaan sekolah. Sumber : Samuel Siahaan - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara Komunitas Hijau MN 3 Medan sedang meninjau lokasi PPS Sibolangit (gbr. Kiri) dan penyerahan koleksi bahan-bahan informasi oleh Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. kepada Pembina MAN 3 Medan, Rifdah, S.Pd.
Baca Berita

13 Kukang Sumatera Pulang Kembali Ke Habitatnya Tepat di Hari Bhakti Rimbawan

Bandar Lampung, 16 Maret 2020. Selain menjadi peringantan penting bagi KLHK, Hari Bhakti Rimbawan pada tahun 2020 ini juga menjadi kado istimewa bagi 13 individu kukang sumatera (Nycticebus coucang) yang telah menjalani proses pemulihan di Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, IAR Indonesia yang bekerja sama dengan Bidang KSDA Wilayah I Bogor Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung Balai KSDA Bengkulu, akan melepasliarkan ketiga belas kukang sumatera itu ke habitatnya di kawasan Hutan Lindung Batutegi, Lampung, Senin (16/03). Imam Arifin, dokter hewan IAR Indonesia mengatakan, kukang yang terdiri dari 6 jantan dan 7 betina itu telah menjalani serangkaian proses rehabilitasi hingga dinyatakan sehat untuk pulang ke habitatnya. Berdasarkan hasil observasi di Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia, mereka telah memenuhi syarat pelepasliaran setelah melalui tahap pemeriksaan medis, karantina dan pemulihan perilaku. “Mereka yang akan dilepasliarkan sebelumnya telah menjalani proses dan tahapan pemulihan secara intensif, dimulai dari masa karantina dan pemeriksaan medis untuk memastikan semuanya tidak mengidap dan membawa penyakit ke habitat barunya. Selain itu, aktivitas harian, pakan serta kebiasaan mereka juga diamati untuk memastikan bahwa perilaku mereka sudah normal menjadi liar kembali,” ujar Imam Arifin. Imam menambahkan, bukan proses yang mudah dan singkat bagi kukang-kukang serahan masyarakat itu untuk mencapai ke tahap pelepasliaran. Waktu yang relatif panjang dan tenaga yang tidak sedikit harus dicurahkan demi memberikan kehidupan kedua bagi mereka. Sebab umumnya, kukang yang dipelihara dan terbiasa hidup dengan manusia cenderung mengalami perubahan perilaku dan kehilangan sifat liarnya. Sehingga mereka membutuhkan waktu lagi untuk menyesuaikan diri supaya bisa dilepasliarkan. Koordinator Pelepasliaran Kukang Sumatra, Bobby Muhidin mengatakan, prosesi pelepasliaran kukang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Bidang KSDA Bogor, SKW III Lampung, KPH Batutegi dan relawan lokal. Mereka mengangkut kandang transportasi khusus berisi kukang dengan berjalan kaki masuk ke blok inti areal kelola KPH Batutegi menuju area habituasi kukang. “Habituasi merupakan kawasan di dalam area HL Batutegi sebagai lokasi kukang untuk beradaptasi dengan habitat barunya hingga akhirnya benar-benar bisa dilepasliar,” ujar Muhidin. Dia menambahkan bahwa pasca pelepasliaran kukang tetap ada proses panjang yang harus dilakukan untuk memastikan kukang sukses bertahan hidup di alam. “Setiap hari tim melakukan pengamatan untuk mengetahui perkembangan perilaku kukang di dalam habituasi. Apabila menunjukan perkembangan yang baik, mencari makan secara alami, beradaptasi dengan alam dan bisa survive, barulah kukang itu bisa benar-benar dilepasliar,” tambahnya. Pasca lepasliar, kukang juga tetap dipantau selama sekitar enam bulan untuk mengetahui bagaimana perilaku alaminya di habitat asal. Untuk memudahkan pemantauan, kukang terlebih dahulu dipasang perangkat GPS-collar di bagian leher. “Perangkat itu berfungsi sebagai pengirim sinyal yang nantinya ditangkap oleh antena dan menimbulkan bunyi di receiver. Bunyi yang keluar dari receiver itu membantu tim monitoring untuk menemukan keberadaan kukang di alam,” tambahnya. Kepala SKW III Lampung, Hifzon Zawahiri, S.E., M.M. menyambut baik program pelepasliaran ini walaupun membutuhkan tenaga dan materi yang tidak sedikit. Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak membeli dan memelihara kukang, karena “Mengingat prinsip ekonomi penawaran dan permintaan, pemeliharaan kukang bersifat mendukung adanya perburuan dan perdagangan. Itu artinya, perburuan akan terus berlangsung selama masih adanya permintaan terhadap pemeliharaan kukang, dan itu hanya akan mendekatkan kukang menuju kepunahannya,” ungkapnya. BBKSDA Jawa Barat memiliki tugas fungsi untuk menyelamatkan satwa satwa liar. Untuk itu telah dibentuk tim gugus tugas Tumbuhan Satwa Liar (TSL). “Kami senang dapat melepasliarkan 13 (tiga belas) ekor Kukang Sumatera ke habitatnya pada momen Hari Bhakti Rimbawan. Akan tetapi kami lebih senang lagi jika tidak ada lagi satwa yang harus dilepasliarkan. Artinya, semua satwa sudah hidup bebas di habitatnya,” kata Lanasari, Kepala Bidang KSDA Jawa Barat Wilayah I Bogor. Kepala KPH Batutegi, Ruchyansyah mengatakan, pelepasliaran kukang dan beberapa jenis satwa liar lain bukan baru pertama kali dilakukan di blok inti KPH Batutegi mengingat kondisi hutannya masih cukup baik. Kami menyambut baik aktivitas pelepasliaran ini karena dapat menambah keanekaragaman satwa liar di blok inti, apalagi selama ini pasca pelepasliaran tim dari IAR Indonesia juga melakukan pemantauan aktivitas satwa yang dilepasliarkan selama beberapa waktu, sehingga diketahui pergerakannya dan dapat diprediksi kemampuannya beradaptasi serta kemungkinannya akan menimbulkan gangguan atau tidak. Akan tetapi kami terus mendorong IAR untuk membantu kami dalam mengedukasi masyarakat sekitar sehingga mereka juga ikut berperan dalam melestarikan satwa liar khususnya kukang di blok inti KPH Batutegi. Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Donal Hutasoit, M.E., yang dihubungi humas SKW III Lampung, mengatakan Kukang (Nycticebus sp) merupakan primata dilindungi UU No. 5 tahun 1990 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Dalam peraturan internasional, kukang juga dilindungi dalam kategori Appendix I oleh Convention International on Trade of Endangered Species (CITES) yang artinya dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. “Di Indonesia terdapat tiga jenis kukang yaitu kukang jawa (Nycticebus javanicus), kukang sumatera (Nycticebus coucang) dan kukang kalimantan (Nycticebus menagensis). Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, kukang jawa masuk kategori Kritis atau satu langkah menuju kepunahan di alam. Untuk kukang sumatera dan kukang kalimantan berstatus Rentan atau tiga langkah menuju kepunahan di alam liar”. Tutup Kepala Balai. Sumber : Irhamuddin - PEH Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Kerja Bakti di Lingkungan Balai KSDA Sulteng

Palu, 20 Maret 2020. Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan kerja bakti di lingkungan kantor Balai pada jumat lalu (20/3). Kerja bakti di lingkungan kantor balai dipusatkan pada kandang penampungan satwa dengan cara membersihkan kandang serta menyemprotkan cairan desinfektan. Penyemprotan cairan desinfektan juga dilakukan pada alat-alat handling satwa. Saat ini Balai KSDA Sulawesi Tengah juga belum menerapkan Work From Home (WFH) dan tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya. Meskipun demikian, Balai KSDA Sulawesi Tengah berusaha tetap menjaga kesehatan pegawainya dengan menghimbau untuk selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta menyediakan hand sanitizer di lingkungan kantor. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Resort Duri dan Resort Dumai Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 19 Maret 2020. Resort Duri dan Resort Dumai melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan di SM Giam Siak Kecil, Desa Tasik Tebing Serai, Desa Tasik Serai Timur dan Desa Tasik Serai, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis. Cuaca mendung tak menyurutkan semangat mereka melakukan patroli tersebut. Tak lupa Tim melakukan sosialisasi pencegahan KARHUTLA kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan SM. Giam Siak Kecil. Tim melakukan pemasangan spanduk Maklumat Bersama antara Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor: PKS.3/MENLHK/PHLK/GKM.3/2/2020 Nomor: Max/01/II/2020 tentang "PENEGAKAN HUKUM KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN." Pemasangan dilakukan di 4 titik lokasi Pos masuk 73 Desa Tasik Tebing Serai, Pos MPA desa Tasik Serai Timur, Pemukiman masyarakat di jalan dinamit desa Tasik Serai dan Pemukiman Masyarakat di kilometer 33 Desa Tasik Serai. Tetap semangat kawan kawan. Utamakan selalu kesehatan dan keselamatan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

PMI Kepulauan Selayar Semprot Disinfektan di Kantor Balai TN Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 23 Maret 2020. Pemerintah Baik Pusat maupun Daerah terus berupaya mengurangi dan mencegah penularan Virus Corona/Covid-19. Segala upaya dan himbuan terus dilakukan, salah satunya adalah menyemprot disinfektan tempat-tempat umum, ibadah dan perkantoran. Seperti yang dilakukan tim Palang Merah Indonesia (PMI) - Kepulauan Selayar pada hari ini (23/03) tim PMI mendatangi kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Tim diterima oleh Kasubag Tata Usaha, Usman dan Pokja Humas Irfandy Aznur. Tim PMI pun bergerak, menyemprot semua ruangan bahkan sampai ke gudang-gudang. "Saya mewakili staf Balai TNTBR mungucapkan banyak terima kasih atas perhatiannya teman-teman PMI," ucap Usman mewakili Kepala Balai. Lingkup Balai TNTBR sendiri juga sudah menyiapkan cairan "hand sanitizer" untuk membersihkan tangan baik itu untuk tamu maupun ASN Balai TN Taka Bonerate. Dihubungi terpisah via WhatsApp, Ashap Taufik sekretaris PMI - Kepulauan Selayar menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan dan focus sementara tempat-tempat keramaian, perkantoran, bank dan tempat ibadah dalam kota Benteng. "Tenaga terbatas, jadi kami lakukan secara berkala. Dan diharapkan untuk rumah bisa secara mandiri karena di YouTube sudah ada panduan membuat disinfektan," Pungkas Ashap yang juga salah satu staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar. Nah, Covid-19 ini adalah musuh bersama, mari lakukan himbauan Pemerintah untuk manfaat bersama #LawanCovid19 Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate (Teks : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate, Foto : Irfandy Aznur - Humas, Fachrul - Staf Balai TN Taka Bonerate)
Baca Berita

Sosialisasi Verifikasi Berkas Kelompok Calon Mitra Konservasi

Bagan Limau, 11 Maret 2020 – Dalam rangka program Pemulihan Ekosistem (PE) TN Tesso Nilo, Tim Resort Air Hitam Bagan Limau melaksanakan kegiatan sosialisasi verifikasi berkas kelompok calon mitra konservasi di Desa Bagan Limau dari tanggal 9 - 11 Maret 2020. Sosialisasi dilaksanakan rutin untuk dapat melakukan pemdampingan kepada kelompok-kelompok yang dibentuk untuk dapat berkoordinasi dalam pelaksanakan program PE. Pada kegiatan sosialisasi, tim melakukan penilaian penanaman bersama masyarakat yang ditanam pada Tahun 2018 di Resort AHBL Desa Bagan Limau. Selain melaksanakan sosialisasi, tim petugas juga sekaligus menyampaikan Hasil Verifikasi Usulan dari empat Kelompok Calon Kemitraan Konservasi dari Desa Pontian Mekar dibawah Koperasi Tani Berkah. Dalam kegiatan Sosialisasi ini tim petugas Resort Air Hitam Bagan Limau menyampaikan materi mengenai Pemulihan Ekosistem (PE), Kemitraan Konservasi (KK) , Kelompok Tani Hutan Kayu (KTHK). Masyarakat yang hadir diberi pemahaman lanjutan mengenai materi tersebut agar program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan maksimal. Dalam acara sosialisasi dihadiri pula oleh Camat Lubuk Batu Jaya diwakili oleh Sekretaris Camat, Kepala Desa Pontian Mekar, Ketua Adat LBJ, Ketua BPD dan masyarakat yang sudah tergabung dalam 4 kelompok tani. Sosialisasi dilaksanakan dengan lancar sejalan dengan komentar Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau, Ahmad Gunawan. S.Hut, “Acara alhamdulillah berjalan lancar, dan masyarakat siap mengikuti segala aturan yang disampaikan untuk memenuhi persyaratan mendapatkan akses Kemitraan Konservasi. Selanjutnya perbaikan berkas kelompok akan diteliti kembali setelah diserahkan perbaikannya.” Terang Kepala Resort. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

BKSDA Sulteng Ajak Cegah Corona dari Tingkat Tapak

Palu, 20 Maret 2020. Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah sejak tanggal 18 – 19 Maret 2020 melakukan silaturahmi ke tingkat tapak, yaitu ke Taman Wisata Alam Bancea dan Cagar Alam Pamona dalam rangka menindaklanjuti edaran Direktur Jenderal KSDAE tentang pencegahan pengendalian penyebaran penyakit serta edaran Gubernur Sulawesi Tengah mengenai pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam silaturahminya Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Ir. Hasmuni Hasmar, M.Si yang didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Iksan Tengkow, SH dan personil memberikan pengarahan tentang bahaya mengkonsumsi satwa liar kepada beberapa masyarakat sekitar kawasan. Dalam kunjungannya, Kepala Balai juga melakukan silaturahmi dengan para perangkat desa, camat serta kapolsek yang berada di sekitar kawasan konservasi guna membahas strategi pencegahan virus corona yang sangat meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Di akhir silaturahminya, Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah membagikan bibit pohon untuk dapat dibagikan kepada masyarakat maupun untuk ditanamn di lingkungan kantor masing-masing. Sumber : Humas Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Kegiatan Pendidikan Konservasi oleh TN Tesso Nilo

Pelalawan, 10 Maret 2020 - Dalam rangka program kegiatan pendidikan konservasi TN Tesso Nilo, tim petugas TN Tesso Nilo melaksanakan penyuluhan konservasi di dua Sekolah Menengah Atas yang terletak di daerah penyangga TN Tesso Nilo. Penyuluhan Konservasi dilaksanakan oleh dua tim dalam waktu bersamaan di SMAN 1 Ukui dan SMKN 1 Ukui. Tim melaksanakan penyuluhan konservasi kepada siswa tingkat SMA dengan menyampaikan materi yang ringan dan mudah dimengerti oleh para siswa. Tim petugas menyampaikan materi mengenai pengelolaan TN Tesso Nilo dan Satwa dilindungi TN Tesso Nilo yang di sambut meriah adan antusias oleh siswa. Penyuluhan diawali dengan kegiatan pretest untuk peserta agar mengetahui tingkat pengetahuan siswa mengenai konservasi dan keberaan kawasan TN Tesso Nilo. Materi paparan yang disampaikan diselingi oleh diskusi santai dan ice breaking untuk para siswa. Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan posttest dan pembacaan ikrar oleh seluruh peserta. Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Ir. Halasan Tulus menyampaikan bahwa pendidikan konservasi penting dilakukan untuk memberikan edukasi mengenai konservasi, "Pendidikan konservasi kepada siswa sangat diperlukan untuk diberikan. generasi muda terutama yang berada di sekitar kawasan TN Tesso Nilo dapat menjadi agen kIta selaku petugas untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan" terang Kepala Balai. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Sosialisasi Virus Covid-19 di Kisaran, Sumatera Utara

Kisaran, 18 Maret 2020. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran melakukan sosialisasi terkait virus corona dan satwa yang dilindungi, di pedagang burung Kisaran pada kamis silam (12/3). Sebagaimana diketahui wabah virus corona telah menyebar hampir ke seluruh negara di dunia, yang diyakini dimulai di pasar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Tengah, tempat penjualan hewan/satwa liar dalam kondisi hidup. Para ahli kesehatan berpendapat virus itu diduga berasal dari kelelawar dan kemudian ditularkan ke manusia, melalui spesies lainnya. Atas dasar itu dan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran melakukan Sosialisasi tentang peredaraan satwa kelelawar, dibeberapa pedagang burung di kota Kisaran. Dari hasil sosialisasi diketahui, bahwa pedagang burung yang berada di Kisaran tidak ada yang menjual Kelelawar. Petugas juga menghimbau pedagang agar tidak melakukan penjualan satwa Kelelawar. Disamping itu, dalam pantauan petugas di lokasi juga tidak ditemukan adanya satwa dilindungi yang dijual secara bebas. Untuk mencegah penularan wabah virus corona, disamping kepada pedagang burung, petugas juga memberi himbauan kepada masyarakat agar melakukan pola hidup sehat, dengan menjaga kebersihan baik di rumah maupun di luar rumah, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan dianjurkan untuk menghindari keramaian serta tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran berharap dapat membantu mengurangi mengurangi penyebaran virus corona. Sumber : Alfianto Luat Siregar, S.Hut., MT., MP.P - Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 3.809–3.824 dari 11.141 publikasi