Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tetap Bekerja Saat Pandemik COVID-19

Waingapu, 1 April 2020. Merebaknya wabah virus COVID-19 atau yang lebih dikenal dengan nama virus corona menyebabkan pergerakan manusia dibatasi untuk sementara waktu dalam rangka memutus rantai penyebarannya. Akan tetapi, kewajiban pekerjaan membuat para pegawai harus mencari cara untuk tetap produktif selama masa tanggap darurat ini. Pergantian bulan yang biasanya dilakukan rapat besar dalam rangka evaluasi kegiatan bulan sebelumnya dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan bulan depan, tidak dapat dilaksanakan seperti biasa demi memenuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah. Dengan didukung teknologi yang ada, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) membuat pertemuan guna membahas hal tersebut secara online. Dalam arahannya, Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai yang tetap bekerja. Kepala Balai juga tak henti mengingatkan untuk selalu melaporkan kondisi kesehatan para pegawai secara periodik sehingga dapat dilakukan penanganan secara maksimal apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, serta selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masing-masing Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan, dan umumnya beberapa kegiatan yang melibatkan orang banyak seperti sosialisasi, tertunda pelaksanaannya. Para Kepala SPTN juga memberikan masukan untuk dapat segera mendistribusikan penambah daya tahan tubuh kepada para pegawai yang masih bekerja ke lapangan melakukan pengawasan kawasan sehingga kondisi kesehatannya terjaga. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Duo Srikandi Menggapai Mimpi

Ketapang, 30 Maret 2020. Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) me-release video pendek berdurasi 3 menit dengan judul “Duo Srikandi Menggapai Mimpi”. Video pendek ini menayangkan tentang kegiatan pelatihan calon pilot di Landasan Pacu / Airstrip Balai TANAGUPA yang berlokasi di Desa Sungai Awan, Kabupaten Ketapang. Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) saat ini sedang melatih sebanyak 8 (delapan) personil calon pilot pesawat ultralight trike dari Balai TANAGUPA dan Balai KSDA Kalimantan Barat. Ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Balai TANAGUPA untuk mempersiapkan regenerasi dan penyegaran pilot pesawat ultralight trike yang telah ada. Dari kedelapan calon pilot tersebut, terdapat 2 (dua) personil wanita yang memilki keberanian dalam menerbangkan pesawat ultralight trike. Dua orang wanita ini adalah wanita-wanita hebat yang diberi julukan “Duo Srikandi” karena keberaniannya menjadi pilot pesawat ultralight trike. Kedua perempuan hebat ini bernama Supriati, Polhut dari Balai TANAGUPA dan Nurul S. Ramadhani, Polhut dari Balai KSDA Kalimantan Barat. Duo Srikandi ini sekarang sedang belajar dan menjalani latihan menjadi pilot pesawat ultralight trike. Mereka dilatih dan dibimbing langsung oleh Pilot pesawat ultralight trike Balai TANAGUPA yang sangat berpengalaman dengan jam terbang selama 720 jam yaitu Bapak Wahyudi Santoso. Saat ini Balai TANAGUPA memiliki 2 pesawat ultralight trike yang aktif digunakan. Pesawat ini digunakan untuk kegiatan patroli udara. Selain itu juga digunakan untuk updating data kawasan dengan menggunakan teknik foto udara. Salah satu calon pilot, Supriati mengatakan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi dirinya. “Mengemudikan pesawat ultralight trike ini sangat baru saya rasakan. Awal ketertarikan saya untuk bisa mengemudikan pesawat ini karena melihat hasil foto udara dan itu membuat saya jadi terpacu untuk belajar. Saya juga yakin apabila saya bisa mengemudikan pesawat ultralight trike ini akan mendukung tugas pokok dan fungsi saya sebagai Polhut.” Kepala Balai TANAGUPA Bapak M. Ari Wibawanto berharap melalui video pendek ini dapat memberikan aura dan energi positif bagi kita semua, terutama saat menghadapi Covid-19. “Video pendek ini memperlihatkan tentang keberanian Duo Srikandi KSDAE dalam melaksanakan tugas pengelolaan kawasan dengan menggunakan pesawat ultralight trike. Ini juga membuktikan bahwa personil wanita pun diberikan kesempatan yang sama dalam melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pria. Disisi lain, video ini diharapkan dapat memberikan aura dan energi positif bagi kita semua dalam menghadapi wabah Covid-19”. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA)
Baca Berita

Perangi Covid-19, Balai TANAGUPA Lakukan Giat Penyemprotan Disinfektan

Kayong Utara, 31 Maret 2020. Upaya mencegah penyebaran Covid-19, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) melaksanakan “Giat Penyemprotan Disinfektan” di Desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Kegiatan penyemprotan dilaksanakan di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Sukadana yang meliputi Resort Sedahan, Resort Tanjung Gunung dan Resort Pangkal Tapang. Lokasi penyemprotan difokuskan di fasilitas kantor TANAGUPA (pos resort, pondok kerja, mess Polhut), fasilitas umum, dan tempat yang dianggap perlu untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. “Dalam giat penyemprotan disinfektan kami telah menyiapkan bahan yang diperlukan dan tim pelaksana. Kami juga telah menunjuk koordinator untuk pelaksanaan di lapangan” ungkap Kepala SPTN I Sukadana, Bambang H. Trimarsito. Koordinator dari kegiatan ini adalah Budi Sampurna selaku Kepala Resort Sedahan. Budi menyampaikan bahwa ada beberapa desa yang menjadi fokus kegiatan ini. “Karena lokasi penyemprotan menyebar di beberapa desa, maka kami membagi menjadi 2 (dua) tim. Tim pertama melakukan kegiatan penyemprotan di wilayah kerja Resort Sedahan khususnya di Desa Benawai Agung dan Desa Sedahan Jaya sedangkan tim kedua melaksanakan kegiatan penyemprotan di wilayah kerja Resort Tanjung Gunung dan Resort Pangkal Tapang” ungkapnya. Tepat pukul 08.00 WIB tim Balai TANAGUPA mulai bergerak dari Kantor SPTN I Sukadana. Tim pertama menuju Desa Benawai Agung dan melakukan kegiatan penyemprotan fasilitas umum seperti masjid, kantor desa dan beberapa rumah warga desa Benawai Agung. Setelah melaksanakan kegiatan di Desa Benawai Agung, tim kemudian melanjutkan kegiatan penyemprotan di Desa Sedahan Jaya, dimana lokasi penyemprotan dilakukan di Kantor Desa Sedahan, Aula Desa Sedahan, Masjid Begasing, Pura dan Perpustakan SD 18 Begasing. Selama kegiatan penyemprotan di Desa Sedahan Jaya, tim Balai TANAGUPA melaksanakannya bersama-sama dengan perangkat desa, anggota Polres Kayong Utara serta Babinkamtibmas Desa Sedahan Jaya. Tim kedua melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah kerja Resort Tanjung Gunung dan Resort Pangkal Tapang. Lokasi yang menjadi fokus penyemprotan adalah pos kerja resort, beberapa tempat ibadah yang meliputi masjid dan gereja yang terletak di KM 12 serta Surau dan Kapel di KM 15 Jalan Raya Siduk - Nanga Tayap. “Piilihan lokasi penyemprotan didasarkan pada tempat-tempat yang menurut kami masih didatangi oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari seperti untuk beribadah“. ujar Ranto Sihotang Kepala Resort Pangkal Tapang. Kepala Balai TANAGUPA, M. Ari Wibawanto menyampaikan bahwa Giat Penyemprotan Disinfektan yang dilaksanakan oleh Tim Balai TANAGUPA merupakan salah satu bentuk dukungan Balai TANAGUPA dalam memerangi Covid-19. “Sesuai dengan Surat Edaran Menteri LHK dan juga arahan Direktur Jenderal KSDAE agar setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah dapat berkontribusi dan membantu pemerintah serta warga setempat dalam usaha mencegah penyebaran Covid-19. Kami meminta kepada masyarakat agar mengikuti himbauan dari pemerintah seperti menjaga jarak saat beraktivitas serta selalu menerapkan pola hidup sehat. Jika ada masyarakat yang merasa kurang sehat, dimohon agar segera melapor ke fasilitas kesehatan setempat. Dengan usaha-usaha yang sudah kita lakukan, semoga kita semua dapat segera melewati wabah Covid-19 ini” tutupnya. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA)
Baca Berita

Potensi Kehati Burung di Zona Pemanfaatan Wisata Alam Umbul Songo Resort Kopeng

Rabu, 1 April 2020 - Keanerakagaman burung di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) termasuk kategori tinggi dengan persebaran individu merata dari perbatasan hutan sampai ke puncak Gunung Merbabu, terdiri atas 81 jenis yang tergolong dalam 27 famili yang ditemukan. Jenis burung dilindungi dan endemik antara lain Elang jawa, Elang hitam, Alap-alap sapi, Kipasan ekor merah, Cekakak jawa, Kerak kerbau, dan Opior jawa (Aditya, 2018). Kegiatan monitoring/pemetaan potensi kehati dalam tingkat Grid oleh Balai TNGMb selama tahun 2018-2019 dijumpai lebih dari 58 jenis burung yang tersebar sebagian besar di lereng selatan Gunung Merbabu. Kegiatan ini menghasilkan tambahan jenis langka yaitu Celepuk jawa, Bondol hijau dada-merah, Kenari melayu dan Anis kuning. Potensi kehati burung yang terkumpul selama kurun 5 tahun terakhir dan telah didokumentasikan dalam buku panduan burung Merbabu (2018) sebanyak 106 jenis burung. Wilayah Resort Kopeng Resort Kopeng secara administratif berada di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Luas kawasan hutan yang menjadi wilayah kerja Resort Getasan sebesar 1.357,21 Ha. Desa – desa penyangga kawasan TNGMb yang termasuk ke dalam wilayah Resort Kopeng terdiri dari 3 desa, yaitu Desa Tajuk, Desa Kopeng dan Desa Batur atau terdiri dari 23 dusun yang berbatasan langsung dengan TNGMb. Sikatan cina – Sikatan biru-putih – Sikatan mugimaki Potensi wisata alam di wilayah Resort Kopeng cukup beragam dan lengkap, baik wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat lokal, swasta, dan pengelola TNGMb. Obyek wisata tersebut antara lain : jalur pendakian Thekelan, jalur pendakian Cuntel, Wisata alam Kalipasang, Wisata Umbul Songo, Kopeng Treetop, Gedong Pass, Watu Telu Hill, dan Downhill. Anis siberia (jantan) – A. siberia (betina) – Kehicap ranting Salah satu wisata alam yang sudah ditata dan dikelola oleh Balai TNGMb sejak akhir tahun 2019 yaitu obyek wisata Umbul Songo. Umbul Songo berasal dari nama sumber mata air Tuk Songo yang mengalir di area ini dan keberadaan air terjun di dekatnya. Wisatawan dapat menikmati dan menelusuri kehati flora dan fauna sembari mencoba berbagai wahana wisata yang disediakan, antara lain: jembatan kanopi, jembatan cinta, kolam renang, green house, dan sarana lainnya. Srigunting kelabu – Takur ungkut-ungkut – Burung-madu sriganti Pelanduk semak – Sikatan sisi-gelap – Cekakak jawa Potensi burung di Umbul Songo Dokumentasi perjumpaan burung di obyek wisata Umbul Songo berupa perjumpaan langsung oleh petugas Resort Kopeng ketika burung yang diamati terbang maupun tengger pada cabang pohon, dan berdasar informasi/data perjumpaan sebelumnya. Petugas PEH Jarot Wahyudi memulai kegiatan survei burung di Umbul Songo pada bulan Februari – Maret 2020 diperoleh jenis burung baru dan catatan lama sebagai berikut : No Nama Indonesia Nama Ilmiah Keterangan 1 Anis gunung Turdus poliocephalus data lama 2 Anis siberia Zoothera sibirica perjumpaaan 2020, group 3 Ayam-hutan Hijau Gallus varius data lama 4 Bentet kelabu Lanius schach data lama dan 2020 5 Burung-gereja erasia Passer montanus data lama dan 2020 6 Burung-madu sriganti Cinnyris jugularis perjumpaaan 2020 7 Caladi tilik Denrocopos moluccensis data lama dan 2020 8 Cekakak jawa Halycon cyanoventris perjumpaaan 2020 9 Ceret gunung Horornis vulcanius data lama 10 Cica-koreng jawa Megalurus palustris perjumpaaan 2020 11 Ciung-batu kecil-sunda Myophonus glaucinus perjumpaaan 2020 12 Cucak kutilang Pycnonotus aurigaster data lama dan 2020 13 Elang hitam Ictinaetus malaiensis data lama dan 2020 14 Kacamata biasa Zosterops melanurus perjumpaaan 2020 15 Kekep babi Artamus leucorynchus data lama dan 2020 16 Kehicap ranting Hypothymis azurea perjumpaaan 2020, group 17 Kerak kerbau Acridotheres javanicus perjumpaaan 2020 18 Pelanduk semak Malacocincla sepiaria perjumpaaan 2020 19 Sepah gunung Pericrocotus miniatus data lama dan 2020 20 Sikatan belang Ficedula westermanni data lama dan 2020 21 Sikatan biru-putih Cyanoptila cyanomela perjumpaaan 2020 22 Sikatan cina Cyanoptila cumatilis perjumpaaan 2020, migran 23 Sikatan mugimaki Fidecula mugimaki perjumpaaan 2020, migran 24 Sikatan sisi-gelap Muscicapa sibirica perjumpaaan 2020 25 Srigunting kelabu Dicrurus leucophaeus data lama dan 2020 26 Takur ungkut-ungkut Psilopogon haemacephalus perjumpaaan 2020, group 27 Tekukur biasa Spilopelia chinensis data lama dan 2020 28 Walet linchi Collocalia linchi data lama dan 2020 Total perjumpaan : 28 jenis Total telah termonitor dan dapat diambil foto burungnya sebanyak 28 jenis. Bahwa terdapat catatan jenis baru yaitu Kehicap ranting, Sikatan cina, Sikatan biru-putih, Sikatan sisi-gelap dan Takur ungkut-ungkut, dimana untuk jenis burung migran yaitu sikatan cina. Perjumpaan yang cukup menarik dan kelompok besar yaitu Anis siberia, petugas menjumpai sejumlah 6 ekor sedang memakan buah merah di dekat jembatan cinta 4. Perjumpaan terbaru pada akhir bulan Maret 2020 adalah jenis Takur ungkut-ungkut sebanyak 5 ekor. Data (baseline) perjumpaan burung di obyek wisata Umbul Songo ini sangat penting dan bermanfaat bagi pengelolaan wisata alam TNGMb. Perlu pendataan secara lengkap berdasarkan jalur treking/jalan makadam yang telah ada di area wisata Umbul Songo, sebagai dasar pembuatan paket interpretasi wisata, pendidikan kehati maupun kegiatan birdwatching. Sumber: Jarot Wahyudi, S.Hut, M.URP - Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Penyelamatan Harimau Sumatera oleh Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 29 Maret 2020 - Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh Balai Besar KSDA Riau beserta Tim pada hari Minggu. Harimau sumatera (HS) terjerat di wilayah Teluk Meranti, Kab. Pelalawan tepatnya sempadan sungai/kanal Sangar Blok Meranti PT. RAPP. Selanjutnya HS berjenis kelamin betina (remaja) berumur sekitar 3-5 tahun dengan panjang badan 170 cm perlu dilakukan observasi dan perawatan karena lukanya yang serius di PRHSD di Damasraya Sumbar. Terima kasih kepada managemen PT. RAPP yang telah cepat melaporkan adanya HS yang terjerat. Semoga HS tersebut dapat diselamatkan ya kawan kawan, dan ke depannya kejadian serupa tidak terjadi lagi dengan rutinnya pihak pihak perusahaan melakukan operasi jerat di wilayahnya masing masing. STOP JERAT!!!! LIHATLAH LUKANYA, ALANGKAH MENYEDIHKANNYA Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Telur Penyu Pasitallu Barat Akhirnya Menetas

Resort Pasitallu Tengah - Taman Nasional Taka Bonerate, 30 Maret 2020. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) telah melakukan pemantauan sarang penyu sisik di Pulau Pasitallu Barat yang ditemukan pada kegiatan survei habitat penyu, akhir Januari lalu. Telur penyu ini telah diperkirakan akan menetas pada tanggal 20-an bulan maret ini. Petugas Resor Pasitallu Timur dan Tengah pun bergegas menuju Pulau Pasitallu Barat untuk pengecekan. "Alhamdulillah, perkiraan kami waktu netasnya sesuai," ujar Anam salah satu PEH di SPTN Wilayah II Jinato. Hasilnya, pada hari Senin, 23 Maret 2020, tim mendapatkan momen yang tepat dimana ketika sarang digali, telur-telur telah menetas, kemudian tukik penyu sisik hasil penetasan alami ini perlahan-lahan keluar dari sarangnya. "Awalnya satu tukik yang keluar, kemudian disusul oleh tukik-tukik lainnya," Ucap Anam dengan senangnya. Total telur yang menetas dan menjadi tukik adalah 111 dari 114 telur jadi ada 3 telur yang tidak berhasil menetas. Tukik-tukik ini kemudian diamankan ke kantor resor Pasitallu Timur, untuk selanjutnya dilakukan pemeliharaan selama kurun waktu 2-4 minggu. Setelah dilakukan perawatan, tukik-tukik ini akan dilepaskan kembali ke habitatnya. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks & Foto : Khoirul Anam, S.Pi - PEH Pertama SPTN Wil.II Jinato; Editor : Asri - PEH Penyelia Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Evakuasi dan Pelesliaran Satwa Dilindungi Trenggiling

Pekanbaru, 28 Maret 2020 - Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau, Resort Siak mendapat informasi dari anggota Manggala Agni Daops Siak bahwa ada masyarakat kampung Teluk Mesjid Kec. Sungai Apit melaporkan tentang temuan satwa dilindungi Trenggiling (Manis javanica). Trenggiling ditemukan oleh masyarakat saat melintas jalan di depan rumahnya. Tim Rescue Resort Siak segera berangkat ke lokasi dan menjumpai pelapor Sdr. Dedi Suhendra di Kampung Teluk Mesjid Kec. Sungai Apit, Kab. Siak. Trenggiling langsung diserahkan Sdr. Dedi Suhendra kepada petugas Resort Siak yang segera membawanya untuk dilepasliarkan ke habitatnya setelah tentunya mengecek kondisi satwa tersebut. Satwa masih anakan, dalam kondisi sehat dengan ukuran panjang tubuh ±40 cm. Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono sangat berbangga dan mengapresiasi kesadaran warga untuk melaporkan temuan satwa yang dilindungi tersebut. Semoga makin banyak masyarakat yang sadar konservasi seperti yang dilakukan Sdr. Dedi Suhendra sehingga satwa langka dapat dijaga kelestariannya secara bersama sama. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kepala BBKSDA NTT Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan

Kupang, 28 Maret 2020. Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) Ir. Timbul Batubara, M.Si. dan pegawai masuk tim waspada darurat COVID-19, beliau memimpin langsung aksi penyemprotan disinfektan di rumah para pegawai BBKSDA NTT sebagai usaha untuk mencegah penyebaran COVID-19 (28/3). Penyemprotan dilakukan dalam dua tahap, dengan jumlah rumah total 63 unit. Dalam beberapa bulan terakhir, munculnya virus baru telah meneror dunia. Neo Corona Virus atau 2019-nCoV yang menyerang sistem pernafasan sehingga disebut Corona Virus Disease (COVID-19) mendorong WHO menetapkannya sebagai pandemi global. Di Indonesia sendiri korban jiwa akibat COVID-19 telah berjatuhan, dengan tingkat kematian tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Kekhawatiran pun menyeruak mengingat kondisi geografis kepulauan dan masih belum meratanya fasilitas dan tenaga kesehatan. Pemerintah Indonesia pun sejak awal telah menetapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, terutama berbasis komunitas maupun mandiri. Sebagai upaya preventif pada lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan tingkat provinsi telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Surat Sekretaris Jenderal, Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, serta Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur. Balai Besar KSDA NTT pun tidak ingin “kecolongan” terhadap ancaman COVID-19. Berbagai upaya preventif yang telah ditempuh untuk memangkas rantai penyebaran COVID-19 dari tingkat kantor Balai, Bidang KSDA Wilayah, Seksi Konservasi Wilayah, Resort Konservasi Wilayah, hingga hunian antara lain menyediakan alat pelindung diri di lingkungan kerja yaitu hand sanitizer, dispenser air, dan cairan antiseptik; mengakomodir pemenuhan suplemen penunjang daya tahan tubuh untuk seluruh pegawai; konsultasi dan koordinasi pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistem baik lingkup internal maupun dengan Direktorat Jenderal KSDAE melalui aplikasi Zoom Cloud; monitoring kesehatan pegawai harian secara online; mengatur jadwal piket kantor dan monitoring pelaksanaan Work From Home harian secara online, menerbitkan pengumuman penutupan 12 unit Taman Wisata Alam di NTT; serta membentuk Tim Waspada Darurat COVID 19 BBKSDA NTT. Hingga hari ini di Provinsi NTT memang belum terdapat kasus positif COVID-19, dan kita tidak berharap ini terjadi. Kelengahan sesaat akan menjadi boomerang yang menyerang tidak terkendali. Untuk itulah perlunya dilakukan mitigasi atau pencegahan penyebaran COVID-19 sedari dini. Ayo LAWAN COVID-19! Sumber : Humas Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

Translokasi Tiga Individu Orangutan ke Kawasan Taman Nasional Gunung Palung

Kayong Utara, 23 Maret 2020 - Tepat Pukul 11.00 WIB, Tiga individu Orangutan ditranslokasikan di Bukit Kubang, Desa Batu Barat, Kec. Simpang Hilir, Kab. Kayong Utara. Bukit Kubang merupakan bagian dari Kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA). Kegiatan translokasi berjalan dengan lancar hasil kerjasama yang baik Tim Satgas Rescue Satwa yang terdiri dari Balai TANAGUPA, BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Tim gabungan ini pertama kali dibentuk pada awal bulan Maret 2020 untuk mengantisipasi dan menangani dampak kebakaran hutan dan lahan bagi satwa liar yang mungkin terjadi di tahun 2020 di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Translokasi merupakan kegiatan penyelamatan/rescue dan pemindahan orangutan liar dari lokasi alami (yang sedang mengalami kerusakan) ke habitat alami lainnya. Ketiga individu Orangutan tersebut merupakan satwa yang di rescue dari luar Kawasan TANAGUPA atas nama Inap (Jantan, ± 20 tahun), Rawa (Jantan, ± 2 tahun) dan Mama Rawa (Betina, ± 15 tahun). Sebelum dilakukan translokasi, Inap, Rawa dan Mama Rawa telah melewati proses penyelamatan (rescue), perawatan di YIARI Ketapang serta pemeriksaan kesehatan. Orangutan yang ditranslokasikan telah dinyatakan sehat oleh Dokter YIARI, tidak ditemukan gejala dari suatu penyakit tertentu dan masih memiliki perilaku liar (aktif, lincah, agresif). Tim translokasi bergerak dari Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Ketapang sejak pukul 03.00 Pagi. Target tim adalah sampai di Kantor SPTN Wil II Teluk Melano sebelum pukul 6 Pagi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan serta mengurangi potensi kerumunan massa sepanjang perjalanan. Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Batu Barat dengan waktu tempuh 1 jam. Dari Desa Batu Barat, Inap, Rawa dan Mama Rawa kemudian diangkut menggunakan long boat menuju Bukit Kubang. Transportasi air merupakan satu satunya pilihan untuk menuju Bukit Kubang. “Kondisi ini merupakan salah satu alasan dipilihnya Bukit Kubang sebagai lokasi translokasi. Bukit Kubang cukup jauh dari pemukiman, memiliki ketersediaan pakan yang memadai dan kepadatan Orangutan yang rendah” Ujar Hazbullah, S.Hut Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Teluk Melano. Sepanjang Maret 2018 – September 2019 lima individu Orangutan telah dipindahkan ke Bukit Kubang. Inap, Rawa dan Mama Rawa menambah populasi orangutan translokasi di Bukit Kubang. Setelah menyusuri Sungai Kubang ± 1 jam, tim tiba di Bukit Kubang. Ketiga individu Orangutan kemudian diangkut menggunakan kandang ke titik translokasi. Inap dilepas terlebih dahulu kemudian Rawa dan Mama Rawa. Inap, Rawa dan Mama Rawa merupakan satwa terdampak kebakaran hutan sepanjang tahun 2019. Ketiganya diselamatkan di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kab. Ketapang oleh tim gabungan BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang dan YIARI. Inap ditemukan di Desa Sungai Pelang pada Jumat 24 Januari 2020. Inap masuk ke kebun warga untuk mencari makan dikarenakan rusaknya kawasan hutan akibat kebakaran, penebangan liar dan pertambangan ilegal. Sementara itu, Rawa dan induknya diselamatkan di Jalan Pelang – Tumbang Titi Km 9 pada 02 Februari 2020. Anak dan induk Orangutan ini menyeberang Jalan raya untuk mencari habitat baru setelah hutan yang ada disekitarnya terbakar pada tahun 2019. Mama Rawa terindikasi mengalami malnutrisi akibat kelaparan selama berbulan bulan sementara Inap memiliki luka lecet di tangan saat warga masyarakat mencoba menangkap Inap menggunakan penjerat. Penyelamatan dan translokasi dilakukan mengingat tidak ada lagi kawasan hutan disekitarnya yang dapat menjadi habitat untuk bertahan hidup bagi ke-tiga individu Orangutan tersebut. “Kebakaran hutan sejauh ini merupakan ancaman terbesar bagi orangutan di wilayah kerja YIARI, ujar Karmele L. Sanchez, Direktur program Yayasan IAR Indonesia. “Hilangnya hutan dengan skala sebesar ini, membuat tidak ada lagi cukup ruang bagi orangutan untuk bertahan hidup. Penyelamatan selalu merupakan pilihan terakhir tetapi kadang-kadang itulah satu-satunya pilihan ketika orangutan karena kita tidak bisa membiarkan orangutan hidup di sisa sisa pepohohan yang telah dimakan api dan tidak ada lagi tempat bagi mereka untuk pergi. Demi kehidupan semua populasi orangutan yang tersisa, Kita harus terus bekerja sangat keras untuk melindungi habitat mereka dari kebakaran”. Kegiatan pelepasliaran kali ini tidak melalui kegiatan konferensi pers dan ceremony seperti biasanya. Hal ini dikarenakan sedang adanya Pademi Covid-19. Kepala Balai TANAGUPA, Bpk. M. Ari Wibawanto menyampaikan bahwa “keselamatan manusia dan satwa menjadi prioritas utama. Kegiatan formal pelepasliaran yang umumnya melibatkan banyak pihak pada waktu yang bersamaan dikhawatirkan akan berpotensi untuk terjadinya transmisi penyakit (bakteri, virus, parasit) dari manusia ke hewan maupun sebaliknya”. Argitoe Ranting, Kepala Program YIARI juga berpendapat bahwa dalam proses pelepasliaran, interaksi dengan manusia sebaiknya diminimalisir, terutama dalam kondisi saat ini. Kebijakan ini sejalan dengan arahan pencegahan penyebaran Covid 19 baik dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Ketapang dan Bupati Kayong Utara. Walaupun kegiatan ini berjalan lancar, banyak pihak berharap kegiatan ini tidak berlanjut secara terus menerus. Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor, S.Hut., M.T. menyatakan “Untuk kesekian kali konflik satwa liar dan manusia terulang kembali. Kapan hal seperti ini akan kita tuntaskan. Sudah saatnya pemerintah bersama para mitra melakukan langkah nyata. Kebijakan menyeluruh, penyadartahuan dan solusi inovatif harus dimulai sekarang”. Semoga dengan sinergisitas multi pihak, kejadian kebakaran hutan di Kab. Ketapang dan Kayong Utara dapat diminimalisir sehingga translokasi Orangutan dari habitat asalnya juga dapat diminimalisir. Salah satu contoh sinergisitas tersebut adalah program “Pencanangan Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa” yang digagas oleh Kodam III/Tanjungpura. Program ini menargetkan Kalbar Zero asap dengan cara mitigasi sejak dini mulai dari tahapan sosialisasi maupun pembentukan relawan di tingkat desa. Semoga dengan adanya program ini kelestarian Orangutan di Kalimantan turut terjaga. Sumber: Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Resort Kerumutan Selatan BBKSDA Riau, Polsek Batang Gansal dan Masyarakat Evakuasi Beruang Madu

Pekanbaru, 25 Maret 2020 - Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau, Resort Kerumutan Selatan bersama Polsek Batang Gansal dan beberapa masyarakat setempat melakukan penanganan konflik dan evakuasi Satwa Liar Beruang Madu (Helarctos malayanus) di Desa Ringin, Kec. Batang Gansal, Kab. Indragiri Hulu. Berawal pada hari Rabu, Tim mendapat Informasi dari masyarakat Desa Ringin adanya satwa liar jenis beruang madu (anakan) di Perkebunan sawit Masyarakat yang terjerat. Setelah tim melakukan persiapan peralatan, sekitar jam 16.15 Wib, Tim berangkat menuju ke lokasi di RT. 04 Desa Ringin, Kec. Batang Gansal, Kab. Indragiri Hulu. Sekitar jam 18.14 wib, tim tiba di lokasi TKP. Berhubung hari sudah semakin gelap tim didampingi masyarakat den Polsek Batang Gangsal, langsung menuju ke lokasi terjeratnya seekor satwa anak beruang untuk melakukan pengecekan keadaan satwa tersebut. Saat itu tim kesulitan untuk melakukan pelepasan dikarenakan masih ada induk Beruang yang menunggu di tempat tersebut. Tim memutuskan untuk mundur, dengan pertimbangan, hari sudah malam dan beresiko tinggi. Tim memutuskan untuk melanjutkan evakuasi esok harinya sekaligus menunggu bantuan tim medis dari Balai Besar KSDA Riau. Tim memberikan edukasi dan penjelasan kepada Kepala Desa, agar dapat menghimbau masyarakat tidak ada lagi yang memasang jerat untuk jenis satwa apapun, karena hal itu telah dilarang oleh pemerintah. Keesokan harinya, Tim bersama Kanit Intel Polsek Batang Gangsal dan masyarakat melanjutkan evakuasi, setelah terlebih dahulu mempersiapkan peralatan medis. Langkah awal yang dilakukan adalah, menghalau induk Beruang yang masih menunggu anaknya. Setelah induk Beruang menjauh, Tim segera melakukan penanganan terhadap anak Beruang yang terjerat dengan cara memegang tubuh satwa secara bersama-sama (tanpa pembiusan) lalu memotong simpul yang mengikat kaki depannya. Setelah kaki kiri depan satwa terbebas dari jeratan tali tambang jenis nylon, dengan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi luka pada kaki yang terjerat tidak luka, masih superfisial maka tim medis merekomendasikan untuk dapat melepas satwa tersebut untuk kembali pada induknya. Berdasarkan pemantauan tim, anak Beruang yang berumur sekitar 1 tahun langsung berlari dan kembali bersama induknya. Tim bersama anggota Polsek dan masyarakat langsung melakukan penyisiran jerat yang ada disekitar kebun sawit tersebut, dan berhasil mendapatkan 3 unit jerat tambang nylon. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Sukarela, Anggota TNI AD Menyerahkan Seekor Burung Kakatua Maluku

Ambon, 27 Maret 2020. Bertempat di kantor Balai KSDA Maluku pukul 15.50 WIT telah dilakukan kegiatan penyerahan secara sukarela satwa liar yang dilindungi yaitu 1 (satu) ekor burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis). Burung tersebut diserahkan oleh sdr. Imam Sugisah pekerjaan TNI-AD yang beralamat di Asrama Militer Tapal Kuda Kota Ambon dan diterima langsung oleh Kepala Balai KSDA Maluku Bpk. Mukhtar Amin Ahmadi dan disaksikan oleh perwakilan dari Pangdam XVI Pattimura dan beberapa pegawai Balai KSDA Maluku. Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh pemilik burung, burung tersebut ditemukan terbang dan hinggap di salah satu pohon yang berada di kediaman Pangdam XVI Pattimura. Mengingat burung kakatua tersebut merupakan salah satu burung yang dilindungi dan merupakan satwa endemik Pulau Seram serta atas arahan dari panglima maka petugas yang berjaga segera menangkap dan menyerahkan burung tersebut kepada BKSDA Maluku untuk dikarantina, direhabilitasi dan selanjutnya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Saat ini burung kakatua tersebut sudah diamankan di Kandang Transit Passo dan sudah ditangani langsung oleh dokter hewan untuk menjalani karantina dan rehabilitasi sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali di habitat aslinya yaitu di Pulau Seram. Dari hasil observasi secara fisik yang dilakukan oleh petugas Balai KSDA Maluku diketahui bahwa burung kakatua tersebut berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia sekitar 3 tahun dan sudah jinak, oleh karena itu sebelum burung tersebut dimasukkan ke kandang rehabilitasi dan sosialisasi yang berada di Kandang Transit Passo, maka sebagai tahap awal saat ini burung tersebut masih disimpan di kandang karantina sebagai upaya dalam tindakan karantina pemeriksaan kesehatan burung tersebut. Sumber : Kacuk Seto Purwanto (POLHUT BKSDA Maluku)
Baca Berita

Aksi Peduli Kemanusiaan Balai Taman Nasional Gunung Palung dan CV. Sun Palung Borneo

Kab. Kayong Utara, 26 Maret 2020 - Aksi peduli kemanusiaan dalam rangka mendukung pemerintah untuk menghadapi penyebaran virus Covid-19. Balai TANAGUPA bersama CV. SUN PALUNG BORNEO memberikan bantuan hand sanitizer secara cuma-cuma atau gratis yang kami kemas sendiri kepada Klinik ASRI, Kantor Desa Sutera, Polsek Sukadana, Polres KKU, RSUD KKU, Puskesmas Sukadana, Dis dukcapil KKU, Dis PMPTSP KKU, Puskesmas Tl. Melano & Polsek Melano, siang kemarin. Ditemani juga dengan perwakilan dari CV. SUN PALUNG BORNEO , kami berkeliling menyusuri tempat-tempat yang menjadi titik sasaran yang sudah ditentukan tadi. Perjalanan tidaklah mengenal rasa lelah karena kebahagian bisa membantu sesama. Kurang lebih 100 botol yg berukuran 40ml kami bagikan kepada instansi kesehatan dan pemerintah tersebut. Memanglah tidak terlalu banyak , hal ini dikarenakan bahan baku pembuatan handsanitizer sudah benar benar sangat langka ditemukan. Sebelumnya Tanagupa juga telah membuat hand sanitizer sendiri dengan tujuan untuk dibagikan kepada para staf. Hal yang kami lakukan ini hanyalah sebagian upaya kecil dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-19. Sejatinya semua harus dimulai dari diri sendiri dengan tetap menjaga kebersihan dan pola hidup yang sehat. Mulai dari mencuci tangan yang bersih, menggunakan masker, menghindari tempat ramai atau dikenal dengan istilah Social Distance, tidak bersalaman sementara, hingga menjaga jarak 1 – 2 meter dengan orang lain. Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan mencegah rantai penularan virus corona. Begitu juga apabila ada yang baru datang bepergian dari luar kota agar melaporkan diri ke Posko Covid-19. Intinya setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, dengan tidak ikut menyebarkan virus Corona. Kepala Balai TANAGUPA , M. Ari Wibawanto mengatakan , “pembagian secara cuma-cuma cairan pencuci tangan tersebut harus benar-benar tepat sasaran sebagai bentuk kampanye hidup bersih dan sehat untuk terhindar dari covid-19,”. Dan beliau berpesan “Semoga apa yang kita berikan ini dapat bermanfaat serta kita dapat terhindar dari virus corona atau covid-19 ini,”. “Ayo mitra-mitra TANAGUPA lainnya kita bersatu galang donasi untuk membantu masyarakat sekitar kawasan TANAGUPA dalam pencegahan virus Covid-19,” tambahnya . Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Melawan Covid-19 Ala BBKSDA Jabar

Bandung, 27 Maret 2020. World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19. Tidak kurang dari 196 negara telah terpapar virus yang penyebarannya sangat cepat ini, termasuk Negara Indonesia. Berbagai upaya tengah dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah guna menghambat laju penyebaran virus yang berbahaya ini seperti menghimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengurangi kegiatan dengan jumlah massa besar, sampai pada aktivitas sosial yang dibatasi (social distancing). Secara khusus, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan surat edaran Nomor: SE.1/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid19) di Kementerian LHK, yang diikuti dengan surat edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SE.3/KSDAE/SET/PEG.1/3/2020 tanggal 16 Maret 2020. Balai Besar KSDA Jawa Barat merespons himbauan tersebut dengan melakukan: Penyemprotan dilakukan tidak hanya di kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat, melainkan juga di kantor Bidang KSDA Wilayah/Seksi Konservasi Wilayah lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencegah masuknya Covid19 ke dalam lingkungan kantor. Pembuatan banner yang diletakkan di ruangan pelayanan untuk memberikan informasi dan himbauan tentang Covid19 kepada pegawai maupun tamu yang datang ke Kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat. Sementara hand sanitizer yang ditempatkan di ruang pelayanan untuk mencegah penyebaran Covid19 di lingkungan kantor. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah tentang social distancing, maka Balai Besar KSDA Jawa Barat menerapkan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH). Sistem WFH ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid19 yang memang terjadi dari manusia ke manusia melalui perantaraan droplet. Sistem WFH ini belum diterapkan sepenuhnya karena masih terdapat pegawai yang juga bekerja di kantor (Work From Office/WFO). Dalam hal ini, sistem kerja dalam bentuk piket diterapkan. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan di lapangan seperti patroli pengamanan kawasan masih tetap dilaksanakan. Contohnya adalah patroli pengamanan kawasan yang dilaksanakan di CA/TWA Gunung Papandayan. Lokasi wisata menjadi tempat potensial penyebaran Covid19 karena di dalamnya terjadi interaksi massa yang sangat intens, apalagi di lokasi-lokasi wisata favorit. Oleh karena itu, Balai Besar KSDA Jawa Barat telah menghimbau kepada pemegang IUPSWA dan pengelola Lembaga Konservasi Umum untuk segera menutup lokasi-lokasi tersebut agar tidak terjadi penularan Covid19 secara massif. Beberapa lokasi wisata seperti TWA Tangkuban Parahu dan Taman Safari Indonesia telah ditutup untuk kegiatan wisata. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Burung Kutilang (Pycnonotus aurigaster) Cucak Terpopuler

Jumat, 27 Maret 2020 - Burung kutilang atau Pycnonotus aurigaster, bisa dibilang sebagai jenis burung cucak yang paling populer di Indonesia. Burung Cucak Kutilang masih dengan mudah dijumpai di beberapa daerah, terutama di Jawa. Dan nama burung kutilang sendiri cukup populer, terutama dengan adanya sebuah lagu anak-anak berjudul “Kutilang”. Nama resmi burung kutilang di Indonesia adalah Cucak Kutilang. Di Sunda burung dari famili Pycnonotidae (merbah atau cucak-cucakan) ini dikenal sebagai cangkurileung. Sedang di Jawa dinamai sebagai ketilang atau genthilang. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sooty-headed Bulbul, sedangkan untuk di Mandailing Natal khususnya di daerah penyangga atau sekitar Taman Nasional Batang Gadis, masyarakat menamainya sama seperti nama populernya, yaitu Kutilang. Nama latin hewan ini adalah Pycnonotus aurigaster (Jardine & Selby 1837) dengan sekitar 9 anak jenis yang dikenal saat ini. Tubuh cucak kutilang berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 20 cm. Sisi bagian atas tubuh (punggung dan ekor) berwarna coklat kelabu, sedangkan sisi bawah (tenggorokan, leher, dada, dan perut) berwarna putih keabu-abuan. Memiliki topi, dahi, dan jambul berwarna hitam. Memiliki tunggir (bagian muka ekor) berwarna putih, serta penutup pantat berwarna kuning jingga. Burung jantan umumnya memiliki tubuh yang lebih kecil namun memiliki jambul yang lebih tinggi dibanding betina. Suara kicauan burung jantan terdengar lebih nyaring dan lantang serta lebih rajin berkicau dibanding betinanya. Sebagaimana jenis burung merbah lainnya, makanan utama kutilang adalah buah-buahan yang lunak, meskipun juga memakan berbagai jenis serangga kecil. Terlihat sering berkelompok, baik dengan sesama jenis burung kutilang maupun dengan aneka jenis burung merbah lainnya. Burung bernama latin Pycnonotus aurigaster ini terkenal ribut dan aktif bergerak. Suara kicauannya terdengan nyaring namun merdu dengan suara “cuk-cuk”, dan “cang-kur” yang diulangi cepat. Membuat sarang dari anyaman daun rumput, tangkai daun, atau ranting yang halus yang disusun seperti cawan. Sekali berbiak burung cucak kutilang bertelur sebanyak 2-3 butir. Telurnya berwarna kemerah-jambuan dengan bintik halus berwarna ungu dan abu-abu. Habitat cucak kutilang meliputi hampir semua habitat mulai dari pepohonan terbuka, tepi hutan, semak belukar, vegetasi sekunder, tepi jalan, pekarangan, kebun, hingga taman-taman di perkotaan. Umumnya tersebar mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m dpl. Burung cucak kutilang merupakan burung asli pulau Jawa, Indonesia. Daerah sebarannya meliputi Kamboja, China, Hongkong, Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia dijumpai sebagai burung asli di pulau Jawa dan Bali. Sedangkan di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, menjadi burung feral (dibawa manusia) sebagai hasil introduksi. Anak jenis (subspesies) cucak kutilang yang dikenal antara lain: Daerah sebaran Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster) Populasi burung kutilang memang mengalami tren penurunan. Namun dengan daerah sebaran yang cukup luas dan jumlah populasi yang cukup besar, Birdlife Internasional menilai belum mendekati ambang rentan. IUCN Redlist pun hanya memasukkannya dalam status konservasi Least Concern (LC, Risiko Rendah). Di Indonesia, burung yang disebut juga sebagai cangkurileung, ketilang, atau genthilang ini tidak termasuk burung yang dilindungi. dan meskipun populasinya menurun baik akibat degradasi lingkungan maupun penangkapan dan jual beli hewan, Si Cucak Kutilang masih kerap terlihat. Klasifikasi Ilmiah Cucak Kutilang. Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Passeriformes. Famili: Pycnonotidae. Genus: Pycnonotus. Spesies: Pycnonotus aurigaster (Jardine & Selby 1837). Sumber : Mulliyadi (PEH) - Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Giat TN MerBeti antisipasi pencegahan penyebaran COVID 19

Jember, 26 Maret 2020. Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di dunia yang cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu, telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang lebih besar, dan berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Sampai sekarang penyebaran di Indonesia juga belum menampakkan kecenderungan penurunnya. Balai Taman Nasional Meru Betiri selaku satker UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga tidak luput melakukan tindakan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) khususnya di lingkup Balai Taman Nasional Meru Betiri; Beberapa aksi sederhana yang telah dilakukan oleh BTN MerBeti dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di lingkup Balai Taman Nasional Meru Betiri antara lain : Pembentukan Satgas Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID – 19) Lingkup Balai Taman Nasional Meru Betiri Tahun 2020, Penyediaan tempat cuci tangan dan banner peduli pencegahan COVID-19 di lingkup kantor TN. Meru Betiri, Membersihkan seluruh ruangan dan perlengkapan kerja serta sarana prasarana wisata TN MerBeti mengunakan cairan pembersih/disinfektan, membagikan produk jamu CORINA kepada seluruh pegawai yang dialokasikan dari anggaran peningkatan daya tahan tubuhs sesuai surat edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.07/SEKJEN/ROKEU/KEU.1/3/2020tanggal 16 Maret 2020, Melakukan pengaturan jadwal kerja, dan penutupan serta sosialisasi dampak corona di pintu masuk ODTWA TN MerBeti (Andongrejo dan Rajegwesi). Bapak Kepala Balai TN MerBeti pada saat sosialisasi Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.2/MENLHK-SETJEN/ROUM/SET.1/3/2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang Perkembangan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, menyampaikan pesan kepada seluruh ASN dan Pegawai agar selalu menjaga kebersihan dan membudidayakan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan kerja Balai Taman Nasional Meru Betiri, selalu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, serta tetap menjalin komunkasi ketika Pegawai dalam posisi bekerja dari rumah (Work From Home). Semoga dengan kegiatan-kegiatan tersebut di atas Balai TN Merbeti dapat turut serta dalam mengurangi dampak penyebaran COVID 2019. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betii
Baca Berita

Begini Aksi BBKSDA Sumut Cegah Penyebaran COVID 19

Medan, 24 Maret 2020. Awal tahun 2020, dunia dihentakkan dengan berita adanya penemuan virus baru dari Corona yaitu Covid 19. Virus yang telah menelan banyak korban jiwa ini tentu sangat menjadi perhatian dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meresmikan nama baru untuk virus Corona menjadi Covid 19. Nama itu menggantikan 2019-nCov, nama virus corona yang lama. Covid-19 memiliki arti kata Co yakni Corona, Vi yakni virus dan D yakni disease atau penyakit. Kemudian ditambahkan angka 19, yakni 2019 mewakili tahun munculnya virus Corona. Seperti diketahui, wabah itu dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019. Melihat sangat berbahayanya virus ini, Dirjen KSDAE menerbitkan Surat Edaran Nomor :SE.3/KSDAE/SET/Peg.1/3/2020 tanggal 16 Maret 2020 untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid 19 di lingkungan kerja masing-masing. Intinya bahwa setiap pegawai wajib menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing melalui tindakan antara lain cek suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer/sabun cuci tangan dan desinfektan, hindari jabat tangan serta melaksanakan social distancing. Munculnya kasus ditemukannya Covid 19 di kota-kota di Indonesia, BBKSDA Sumut pro aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran virus ini di wilayah kerja BBKSDA Sumut. Di kantor BBKSDA Sumut, dilaksanakan penyemprotan kantor dengan desinfektan bekerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Medan. Di kantor, dipasang sticker himbauan cuci tangan, banner waspada corona, penyediaan hand sanitizer. Call centre BBKSDA Sumut 0853 7669 9066 aktif menyampaikan informasi Covid 19. BBKSDA Sumut bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut dan UPTKLHK (BPHP Wilayah II Medan, BPSKL Sumatera dan BPDASHL WU) di Komplek Perkantoran Kehutanan Jl. SM Raja Medan menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk komplek perkantoran untuk bisa dimanfaatkan pegawai dan masyarakat sebelum masuk kantor. Upaya lain adalah sosialisasi pencegahan penyebaran Covid 19 kepada masyarakat. Tanggal 6 Maret 2019 dilaksanakan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid 19 kepada masyarakat Sibolangit termasuk penjual kalong. Tanggal 19 Maret 2019 dilaksanakan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid 19 kepada pedagang burung di Kisaran. Mendukung Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor : SE.3/KSDAE/SET/Peg.1/3/2020 tanggal 16 Maret 2020, Lembaga Konservasi (LK) di Sumatera Utara melakukan penutupan sementara dan melaksanakan penyemprotan desinfektan di area LK, seperti Medan Zoo, R Zoo & Park dan Taman Hewan Pematangsiantar. Selain itu, PPS Sibolangit juga melakukan penyemprotan desinfektan dalam upaya mencegah penyebaran Covid 19. Semoga badai Covid 19 segera berakhir dan kita bisa beraktifitas kembali seperti biasanya. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Sumatera Utara Penyediaan tempat cuci tangan di BBKSDA Sumut (kiri) dan di depan Komplek Perkantoran Kehutanan JL. SM Raja (kanan)

Menampilkan 3.793–3.808 dari 11.141 publikasi