Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Sosialisasi Penyadarthuan Terkait Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Pekanbaru, 02 April 2020, Petugas lapangan Bidang KSDA Wil. II melakukan sosialisasi penyadartahuan terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan di lokasi bekas terbakar bersama pihak PT. BOB, dikawasan TN. Zamrud. Dipimpin Kepala Resort Siak, Rafles Sitinjak Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat KTNH Mekar Jaya dan berdiskusi mengenai tata cara penanganan kebakaran dikawasan konservasi. Maklum kawan, Masyarakat Peduli Api (MPA) KTNH Mekar Jaya, baru saja dibentuk sehingga diskusi ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan mengenai kebakaran hutan. Kemudian Tim melakukan pemasangan spanduk larangan membakar hutan dan lahan. Saat ini kondisi kawasan TN. Zamrud masih dalam keadaan kondusif, tidak di temukan titik api dan keadaan cuaca masih sering terjadi hujan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Petugas Usir Pengunjung Cagar Alam Pulau Sempu di Tengah Pandemi Corona

Malang, 4 Aprli 2020. Nampaknya pandemi virus Corona tidak menyurutkan 21 warga Malang ini untuk menyeberang ke Cagar Alam Pulau Sempu. Hal ini terungkap saat petugas Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu saat melakukan patroli pengamanan di cagar alam yang terletak di Selatan Malang, 4 April 2020. Petugas selanjutnya mengumpulkan warga tersebut dan memberikan sosialisasi bahwa Pulau Sempu merupakan cagar alam dan bukan tempat wisata. Selain itu disaat merebak virus Corona saat ini bukanlah tindakan yang bijak untuk ramai-ramai melakukan perjalanan seperti yang mereka lakukan. Selanjutnya petugas mengeluarkan pengunjung illegal tersebut dari blok Waru-waru CA. Pulau Sempu. Dan kembali memperingatkan mereka untuk tidak mengunjungi kembali CA. Pulau Sempu, serta segera kembali ke rumah masing-masing. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Untuk Pencegahan Covid-19, Penyemprotan Desinfectan Dilakukan pada Lingkungan Kerja dan Rumah Warga Sekitar

Manado, 4 April 2020. Masih dalam rangka pencegahan Covid-19, tim dari TN Bunaken, SPTN Wilayah I berinisiatif untuk melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa wilayah kerja, terutama penyemprotan pada kantor Seksi dan kantor Resort. Selain di kantor resort, rumah-rumah masyarakat di sekitar kantor resort juga dilakukan penyemprotan desinfektan, hal tersebut merupakan permintaan masyarakat sendiri yang ingin dibantu agar rumahnya dapat dilakukan penyemprotan desinfektan. Antusiasme warga adalah upaya bersama dalam pencegahan meluasnya wabah, akan tetapi sejauh ini kami belum dapat mengakomodir semua penyemprotan desinfektan untuk seluruh desa penyangga, untuk itu kami akan mengkoordinasikan pada pihak Pemerintah Daerah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dapat lebih maksimal, penyampaian Gatot Santoso Kepala SPTN Wilayah I. Titik awal penyemprotan kami mulai di fasilitas umum yang menjadi jalur penyeberangan masyarakat di Dermaga Tiwoho Wori untuk menuju ke Pulau Mantehage dan Nain lalu kami lanjutkan ke fasilitas umum di Pulau Bunaken, beberapa titik lainnya kami harapkan akan dilakukan penyemprotan yang sama oleh para pihak, sambung Gatot. Beberapa rumah warga dan fasilitas ibadah yang berdekatan dengan lingkungan kantor Resort serta layanan fasilitas umum juga kami lalukan penyemprotan desinfectan, tutupnya. Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Penyemprotan Desinvectan di Lapak Souvenir Pantai Liang Pulau Bunaken

Manado, 4 April 2020. Upaya untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19 yang dilakukan Balai Taman Nasional Bunaken, Seksi Pengelolaan Wilayah I dengan berkoordinasi Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado dan Polsek Bunaken Kepulauan yaitu melakukan penyemprotan desinfectan di lapak-lapak jualan souvenir di Pantai Liang Pulau Bunaken. Pantai Liang Pulau Bunaken merupakan salah satu pintu masuk kawasan Taman Nasional Bunaken dan menjadi area yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Kepala Seksi Wilayah I, Gatot Santoso selaku penanggung jawab lapangan menyampaikan bahwa beberapa titik yang menjadi fasilitas publik seperti dermaga, loket karcis, ruang tunggu, lapak souvenir, dan tempat jualan telah kami lakukan penyemprotan dengan desinfectan guna mencegah penyebaran wabah. Kegiatan penyemprotan desinfektan ini sangat penting sebagai upaya mencegah dan membarantas virus tumbuh kembangnya di area publik, dengan menggunakan cairan disinfectan adalah langkah konkrit kami untuk memastikan ruang-ruang publik wisata di Liang Pulau Bunaken bersih, papar Gatot. Senada pula disampaikan oleh Kepala Balai TN Bunaken, Farianna Prabandari selama masa penutupan sementara dari aktivitas wisata alam, kami akan melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 ini terutama di lokasi yang menjadi area kunjungan wisata, tempat berkumpul pengunjung dan fasilitas publik lainnya. Karena cairan desinfectan ini bagian dari zat kimia berbahaya, dan selagi kondisi area sepi, berkurang dari aktivitas wisata menjadi kesempatan kami untuk strerilisasi, maka tidak ternggangu oleh hiruk pikuk wisatawan, tutup Farianna. Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Monitoring Populasi Biawak Komodo Tetap Berjalan Saat Pandemi Covid-19

Labuan Bajo, 04 April 2020. Pandemi Covid-19 maupun panas dan teriknya matahari tidak menyurutkan langkah para ranger yang melakukan monitoring populasi Biawak Komodo di lembah Loh Dasami (Pulau Rinca) dan Pulau Nusa Kode pada akhir bulan Maret yang lalu. Kedua lokasi tersebut merupakan dua dari sepuluh lokasi sampling permanen monitoring populasi Biawak Komodo di TN Komodo. Delapan lokasi lainnya tersebar di Pulau Komodo, Rinca dan Gili Motang. Monitoring populasi yang dilaksanakan setiap tahun ini menggunakan metode site occupancy dan camera trap. Di TN Komodo sendiri, monitoring biawak komodo dilakukan dengan dua metode yakni metode site occupancy dan camera trap serta metode Mark-Recapture (CMRR). Yunias Benu, Pengendali Ekosistem Hutan yang memimpin tim pemantaun populasi Biawak Komodo tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan metode site occupancy dan camera trap dalam monitoring populasi Biawak Komodo dianggap lebih efektif karena dapat menekan biaya monitoring dengan akurasi yang cukup tinggi. “Kami memilih menggunakan camera trap karena lebih efektif dan lebih murah dibandingkan dengan metode Mark-Recapture, namun akurasinya cukup tinggi”. Yunias juga menjelaskan karena pertimbangan tersebut, metode site occupancy dan camera trap digunakan pada sepuluh lokasi monitoring Biawak Komodo sedangkan Metode Mark-Recapture hanya digunakan di tiga lokasi yakni Loh Liang, Loh Buaya dan Padar. Data yang dihasilkan dari monitoring ini kemudian akan dianalisa dan hasilnya dapat memberikan gambaran dinamika populasi komodo di kedua lokasi tersebut. Selanjutnya, kegiatan monitoring populasi Biawak Komodo juga akan dilaksanakan di lokasi sampling permanen lainnya untuk memberikan gambaran dinamika populasi komodo di TN Komodo. Jika didasarkan pada hasil monitoring pada tahun-tahun sebelumnya, populasi Biawak Komodo masih berada dalam rentang nilai yang stabil. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Menyalurkan Bantuan Alat Perlindungan Diri

Yogyakarta, 3 April 2020 - Wabah pandemi Covid-19 telah memakan banyak korban jiwa di Indonesia. Gerakan-gerakan sosial dalam rangka melawan wabah ini terus dilakukan baik dari eleman masyarakat maupun instansi pemerintah, salah satunya adalah Balai KSDA Yogyakarta. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di kantor Balai KSDA Yogyakarta, Sleman pada hari Jumat (3/4/20). Bantuan yang diberikan sebanyak 65 (enam puluh lima) set Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari kacamata pelindung diri (Medical Grade Goggles), Masker N95, baju personal protective equipment, sarung tangan dan cover shoes. Pendistribusian bantuan masing-masing ke Puskesmas Ngaglik 2 sebanyak 20 (dua puluh) set, RSK Ngesti Waluyo Temanggung sebanyak 20 (dua puluh) set, dan ke RS Sarjito sebanyak 25 (dua puluh lima) set. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi berharap pemberian bantuan ini dapat membantu tenaga medis dalam menangani wabah Covid 19. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian instansi pemerintah dalam hal ini Balai KSDA Yogyakarta dalam menangani wabah Covid 19. Saya berharap semua elemen masyarakat dan instansi pemerintah saling bergandeng tangan menanggulangi dan mencegah penyebaran wabah ini. Melalui bantuan ini semoga dapat membantu para medis sebagai garda terdepan dalam penganggulangan covid 19”, demikian disampaikan Wahyudi. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Thomas Suryo Utomo dan diterima langsung oleh perawat umum Puskesmas Ngaglik 2. Pada kesempatan ini, Thomas menyampaikan Balai KSDA Yogyakarta selaku salah satu UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di DIY dituntut untuk peduli terhadap persoalan sosial yang ada seperti penyebaran Covid 19 saat ini. Fajar Rizqi Desanto mewakili Puskesmas Ngaglik 2 mengucapkan terima kasih kepada Balai KSDA Yogyakarta yang telah peduli dan berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan wabah Covid 19 khususnya di wilayah DIY. Selain pemberian bantuan APD, Balai KSDA Yogyakarta juga melakukan pencegahan Covid 19 dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke perumahan yang terdapat pegawai KLHK serta telah menempatkan sabun cuci tangan dan hand sanitizer mulai dari kantor balai sampai kantor resort. Sumber : Kusmardiastuti (PEH) - Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Patroli Pengamanan Taman Wisata Alam Sungai Dumai

Pekanbaru, 1 April 2020 - Patroli pengendalian kebakaran dan perlindungan kawasan hutan TWA. Sungai Dumai, pengecekan dan pemantauan terkait tindak lanjut upaya pencegahan perambahan hutan serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat hutan dan bahaya kebakaran dilakukan oleh Seksi Wil. IV Dumai di TWA. Sungai Dumai, Kel. Tanjung Palas, Kel. Bukit Timah, Kota Dumai pada hari Rabu. Hasilnya TWA. Sungai Dumai masih aman dari kebakaran, namun Tim menemukan papan peringatan/banner yang dipasang sebelumnya dalam keadaan rusak dan hilang. Sedangkan kondisi sawit dalam kawasan yang di musnahkan tim gabungan sudah membusuk. Semoga masyarakat makin sadar untuk berperan serta dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi, karena kawasan ini wajib dipertahankan diantaranya untuk melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara proses – proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan disamping untuk melindungi spesies flora dan fauna yang hampir punah. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Satwa Tidak Mengenal Corona

Pekanbaru, 1 April 2020 - Satwa tak mengenal Corona, dia tetap saja keluar untuk mencari makanannya dan apabila makanan tidak ditemukannya, dia akan mencari kemana instingnya membawanya. Begitu juga dengan satwa Gajah sumatera yang masuk di Kel. Agro wisata, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru. Pada hari Rabu, begitu mendapat laporan adanya kawanan Gajah liar di sekitar kebun/pemukiman warga, Tim Pusat Latihan Gajah (PLG) Riau langsung berangkat ke lokasi konflik. Tim menjumpai adanya pondok warga yang dirusak dan tanaman ubi warga yang sudah dimakan/dirusak kawanan Gajah liar tersebut.Tim segera melakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi bunyian mercon agar kawanan Gajah keluar dari lokasi kebun warga, memasang api unggun di lokasi gangguan dan melakukan penjagaan agar kawanan Gajah liar tidak kembali ke lokasi kebun ubi milik warga. Dari jejaknya, kawanan Gajah liar masuk menuju arah Tahura. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA NTT Dukung RSUD YOHANES dalam Penanganan Covid-19 di Kupang NTT

Kupang, 3 April 2020. Sejak merebaknya wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu, BBKSDA NTT telah melakukan upaya untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah kerja BBKSDA NTT dan Provinsi NTT pada umumnya. Meningkatnya kasus penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia terus menjadi perhatian serius pemerintah termasuk perhatian penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui beberapa Surat Edaran Menteri dan terakhir adalah Surat Edaran Menteri LHK Nomor SE.4/MENLHK-SETJEN/ ROUM/SET.1/3/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Kesinambungan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Memperhatikan arahan Menteri LHK dan Maklumat Dirjen KSDAE tanggal 28 Maret 2020 maka Balai Besar KSDA NTT mendayagunakan anggarannya untuk mendukung tenaga medis pada RSUD YOHANES (Rumah Sakit Rujukan) dalam penangann Covid-19 di Kupang NTT berupa suplemen penambah daya tahan tubuh dalam bentuk 3 (tiga) paket terdiri dari Madu Hutan 100 botol, Minyak Kala Kode (Sirih Hutan) 25 botol dan Kacang Mete 78 bungkus. Bantuan ini diperoleh dari pembelian hasil produksi masyarakat Kelompok Tani Hutan Binaan Balai Besar KSDA NTT yang merupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Dalam merespon Darurat Covid 19 untuk pencegahan dilingkungan Balai Besar KSDA NTT telah melakukan berbagai kegiatan yaitu : yang selanjutnya pada hari ini tanggal 3 April 2020 kami salurkan dan persembahkan penambah daya tahan tubuh untuk Tenaga Medis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, sebagai salah satu bentuk dukungan dan support kami atas perjuangan dan dedikasi para Tenaga Medis menangani permasalahan penyebaran Covid-19, tentunya jumlah ini masih sangat kurang namun doa kami selalu untuk para Tenaga Medis agar tetap sehat dalam menjalankan tugas, sebab nyawa pun mereka pertaruhkan demi kesehatan masyarakat NKRI tercinta. Sumber: Balai Besar KSDA NTT
Baca Berita

Patroli Pengamanan Cagar Alam Bukit Bungkuk

Pekanbaru, 2 April 2020 - Petugas Resort Kampar melakukan Patroli Pengendalian Kebakaran dan perlindungan kawasan Hutan CA pada hari Rabu dan Kamis. Bukit Bungkuk, Kab. Kampar. Selain patroli, Tim juga melakukan pengecekan dan pemantauan terkait tindak lanjut upaya pencegahan kebakaran hutan di Desa Bukit Melintang dan Desa Merangin. Tim juga melakukan pemasangan rambu2 kawasan dan spanduk tentang dilarangnya membakar hutan dan lahan. Di Desa Bukit Melintang, Tim menemukan kayu olahan masyarakat jenis Meranti berjumlah 10 batang yang segera diamankan ke kantor resort. Seperti biasa, Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan di luar maupun di dalam kawasan CA. Bukit Bungkuk. Bersyukur saat ini kondisi kawasan CA. Bukit Bungkuk aman terhadap kebakaran hutan dan lahan. Semoga selalu dan selamanya ya kawan rimba. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Pengamanan Kawasan TN Komodo kala Pandemi Covid-19

Labuan Bajo, 2 April 2020 - Walaupun semua aktivitas wisata alam di TN Komodo telah ditutup sejak tanggal 22 Maret yang lalu untuk mencegah penyebaran Covid-19, namun kegiatan pengelolaan taman nasional seperti patroli pengamanan kawasan, tetap berjalan seperti biasa. Dalam setiap harinya, selalu ada tim yang melakukan patroli pengamanan kawasan, baik patroli di wilayah seksi maupun patroli di seluruh kawasan. Kegiatan patroli di wilayah seksi biasanya dilakukan oleh para ranger bersama Masyarakat Mitra Polhut, sedangkan patroli di seluruh kawasan dilakukan dengan melibatkan Polres Manggarai Barat, anggota Subden B Pelopor Satbrimob Polda NTT, Polairud Labuan Bajo ataupun Gakkum Seksi Wilayah III. Tanggal 24-28 Maret yang lalu misalnya, Balai TN Komodo bersama Polairud Labuan Bajo melakukan patroli pengamanan di lokasi rawan gangguan, yang kemudian dilanjutkan dengan patroli floating ranger station mulai tanggal 29 Maret. Di waktu yang sama, para ranger di pos jaga Gililawa Darat dan Kampung Komodo juga melakukan patroli di wilayah seksi. Julizar Ridwan, Kepala Satuan Polhut Balai TN Komodo saat dimintai keterangan terkait pengamanan kawasan selama pandemi Covid-19 mengungkapkan bahwa Balai TN Komodo akan tetap melakukan pengamanan kawasan namun dengan menerapkan protokol kesehatan. “Semua anggota tim kita berikan masker dan hand sanitizer. Selain itu kita juga menyiapkan makanan dan minuman penambah daya tahan tubuh”. Lebih lanjut Ridwan juga mengungkapkan bahwa tim patroli juga diwajibkan untuk menjaga jarak yang aman saat berinteraksi dengan masyarakat saat patroli. “Jika tim melakukan interaksi dengan masyarakat, nelayan misalnya, harus menjaga jarak yang aman, setidaknya dua meter” ucap Ridwan. Dimasa pendemi Covid-19 ini, kawasan TN Komodo sangat sepi dari pengguna kawasan. Tim patroli hanya menemukan kapal-kapal nelayan yang mengambil hasil laut, sedangkan kapal wisata hanya ditemukan satu unit, yang sedang melintasi TN Komodo menuju Maumere di Pulau Flores. Namun, keadaan ini setidaknya dapat memberikan nilai yang positif bagi kawasan, yakni dapat meningkatkan kualitas lingkungan kawasan Taman Nasional Komodo, rumah satwa komodo kita. Sumber: Balai TN Komodo
Baca Berita

Tim TPCU dan BBTNKS Melakukan Patroli Walau COVID-19 menerpa Negara kita

Selasa, 2 April 2020 - Ketika COVID-19 menerpa Negara kita, Tim Patroli Tiger Protection Conservation Unit - Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TPCU-BBTNKS) terus melakukan patroli pengamanan kawasan dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah terkait physical distancing. Tim TPCU yang sebagian besarnya, sejumlah 14 orang adalah anggota masyarakat, tetap semangat menjaga kelestarian hutan dan satwa liar disaat kita bersama menghadapi krisis corona ini. Dalam bulan Maret ini, Tim TPCU telah melakukan 4 kali patroli selama total 24 hari di lapangan. Tim telah menempuh track/jalur sepanjang 100,22 Km, dan berhasil menemukan 9 titik indikasi adanya keberadaan Harimau Sumatera, dan banyak sekali indikasi keberadaan Gajah Sumatera. Selain itu, Tim juga mengamankan 1 buah jerat penangkap satwa liar. Tetap sehat Indonesia-ku, tetap lestari hutan dan satwa-ku... Sumber : Teguh Ismail - Balai Besar TN Kerinci Seblat
Baca Berita

Meru Betiri Berbagi, Dibutuhkan Komitmen Bersama Untuk Lawan Corona

Jember, 2 April 2020, Indonesia saat ini sedang disibukkan dengan upaya penghentian laju percepatan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), yang sudah hampir menyebar diseluruh pelosok Tanah Air, hingga Selasa (31/3/2020) tercatat telaha ada 1.528 pasien positif virus corona, 81 pasien telah dinyatakan sembuh dan 136 pasien meninggal dunia (Kompas.com, 2020). Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghambat laju penyebaran covid-19 ini, Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, telah menerbitkan berbagai peraturan hingga instruksi yang sangat tegas kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga, Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi penyebaran covid-19. Jangan sampai rakyat Indonesia terdampak luas oleh cepatnya penyebaran virus corona. Sementara itu di tingkat Kementerian dan Lembaga telah diterbitkan berbagai Keputusan Menteri, Peraturan Menteri hingga Surat Edaran Menteri terkait pencegahan penyebaran covid-19 ini Sedemikian masifnya penyebaran covid-19 ini, sehingga diperlukan penanganan yang sangat cepat seiring dengan laju percepatan penyebaran virus corona. Dibutuhkan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan yang saat ini sedang terjadi di Indonesia bahkan dibelahan Dunia. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan beberapa peraturan yang ditujukan kepada seluruh jajaran lingkup kementerian LHK di pusat maupun di daerah untuk bersama-sama berperan aktif dan berkomitmen dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran covid-19 ini, tidak hanya itu Kementerian LHK telah menyiapkan anggaran dan sumber daya serta sarpras untuk digunakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 ungkap Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dalam arahanya. Demikian halnya dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem telah menerbitkan beberapa surat edaran, petunjuk teknis hingga pengawalan yang ketat dalam upaya penghentian laju penyebaran virus corona ini hingga ketingkat tapak. Ditingkat tapak Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN. MerBeti) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK, mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan pengendalian virus corona melalui Program Meru Betiri Berbagi. Program ini dilakukan dengan membagikan minuman herbal yang terbuat dari campuran jahe, kunyit, sereh dan temulawak serta madu kepada Tim Garda Terdepan dalam melawan covid-19 yaitu para medis yang berada di beberapa puskesmas di sekitar kawasan TN. MerBeti. Minuman herbal dan madu merupakan produk masyarakat binaan taman nasional yang bahan bakunya diambil dari kawasan hutan berupa potensi hasil hutan bukan kayu. Program lainya adalah berupa pemberian sembako kepada masyarakat binaan taman nasional khususnya kelompok mitra wisata yang selama ini telah berkontribusi dalam upaya pengendalian penyebaran virus corona melalui penutupan obyek daya tarik wisata alam. Selain itu akan diberikan dukungan peralatan berupa roasting kopi, grinder kopi, coffee maker, incubator dan peralatan budidaya perikanan kepada masyarakat mitra taman nasional yang selama ini tergabung dalam wadah Kemitraan Konservasi. Melalui program meru betiri berbagi disatu sisi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang saat ini kondisi ekonomi global sedang anjlok dan disisi lain dengan minuman herbal dan madu dapat meningkatkan imunitas para medis sehingga dengan kesehatan yang prima dapat melakukan tugasnya untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus corona dengan baik. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Menerima Satwa Titipan

Pekanbaru, 1 April 2020. Balai Besar KSDA Riau menerima satwa titipan dari Seksi Wil. II, Balai Gakkum Wil. Sumatera. Kegiatan operasi penertiban TSL oleh Balai Gakkum LHK Wilayah II Sumatera dilakukan pada hari Senin, 30 Desember 2020 di Jalan Lintas Pekanbaru – Sungai Pagar, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar. Saat operasi penertiban ditemukan kegiatan perdagangan sebanyak 2 ekor owa dan 2 ekor Lutung serta berhasil mengamankan seseorang berinisial TA (26 Th), namun 3 orang pelaku lainnya yang merupakan sumber awal satwa melarikan diri. Dilakukan penyitaan di rumah yang bersangkutan dan diamankan 1 ekor Lutung dan 1 ekor Owa. Sedang dirumah lainnya diamankan 1 ekor Owa dan 3 ekor Kera ekor panjang serta 1 buah motor. Saat ini barang bukti berupa Owa ( 4 ekor), Lutung ( 3 Ekor) dan Kera Ekor Panjang ( 3 Ekor) telah dititipkan ke Balai Besar KSDA Riau untuk diobservasi di klinik transit Balai Besar KSDA Riau dikarenakan satwa masih kecil dan bahkan ada yang masih bayi yaitu 1 Owa dan 1 Lutung. Sungguh teganya mereka memisahkan anak anak satwa tersebut dengan induknya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai TN Way Kambas Bersatu Melawan Corona

Labuhan Ratu, 1 April 2020 - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) bersama jajaran Forkopimcam Labuhan Ratu dan Dinas kesehatan Lampung Timur hari ini bersatu bersama-sama melawan Corona dengan melakukan penyemprotan Disinfectan di jalan-jalan yang biasa dilalui wisatawan menuju TN. Way Kambas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TNWK, Subakir, SH. MH. Dengan mengerahkan mobil Damkar TNWK. Dalam kesempatan ini juga hadir Camat Labuhan Ratu, Kapolsek Labuhan Ratu, Koramil Labuhan Ratu dan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur. Kepala Balai menyampaikan bahwa kita harus bersama-sama melawan corona, “Ini merupakan bentuk kepedulian TNWK terhadap desa penyangga sekitar kecamatan Labuhan Ratu untuk mencegah penyebaran Covid-19”. Peralatan Damkar yang kita punya kita isi dengan disinfektan dan kita semprotkan di jalan-jalan dan tempat umum untuk membunuh virus corona dan mencegah penyebarannya, imbuh Kepala Balai. Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur dan Camat Labuhan Ratu mengucapkan terimakasih atas upaya TNWK dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Kami mengapresiasi upaya TNWK yang dari awal sudah melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, mulai dari penutupan kegiatan Wisata dan saat ini melakukan penyemprotan disinfektan”, ujar Camat Labuhan Ratu, Mursid, S. Sos. MM. Ini merupakan bentuk sinergisitas Pusat (UPT Balai TNWK) dan daerah dalam mengatasi penyebaran Covid-19 secara bersama-sama, khususnya di Lampung Timur, tambah Kadis Kesehatan Lampung Timur, dr. Nanang Salman Saleh. Kegiatan penyemprotan ini dimulai dari kantor Balai TNWK, ke arah pasar Tridatu dan mengarah ke Plang Ijo desa Labuhan Ratu 9 sebagai pintu gerbang TNWK. Selanjutnya penyemprotan dilanjutkan ke arah desa Labuhan Ratu 6 dan Labuhan Ratu Induk dengan menempuh jarak kurang lebih sejauh 20 km. Kegiatan Penyemprotan dilaksanakan mulai pagi sampai sore hari sekitar jam 15.30 WIB dan mendapatkan pengawalan langsung Patroli Polsek Labuhan Ratu. Dengan kegiatan penyemprotan disinfektan dan disiplin untuk selalu hidup sehat dan menjaga jarak diharapkan Lampung Timur bebas dari Corona Virus Desease (Covid-19) sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali. Sumber: Humas Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Balai Besar Tana Bentarum, Kembali Perpanjang Penutupan Kunjungan Wisata.

Putussibau, 2 April 2020 - Menindaklanjuti surat edaran Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor : SE.1/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tanggal 15 maret 2020 tentang pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian LHK dan Surat edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Nomor : SE.3/KSDAE/SET/PEG.1/3/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran dan penularan virus Corona (COVID-19), maka Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum resmi menutup sementara Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dikawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum (Tana Bentarum) sejak 20 Maret 2020 sampai dengan 2 april 2020. Selama proses penutupan, pihak Balai Besar melakukan berbagai antisipasi dan pengawasan di sekitar kawasan dengan melakukan penyemprotan disinfektan, menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan petugas lapangan selama wabah Corono. Mengingat adanya warga yang tinggal disekitar kawasan, antisipasi wabah corona kompak dilakukan oleh Pihak Balai Besar bersama dengan Warga, Polisi dan TNI. Mengingat virus yang semakin hari semakin meningkat, pihak Balai Besar Tana Bentarum memperpanjang masa penutupan sementara ODTWA Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Perpanjangan penutupan sementara ini sesuai dengan Surat Pengumuman Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum Nomor : PG.218/T.4/BIDTEK/KSA/4/2020 tanggal 1 April 2020, sebagai upaya pencegahan Virus yang dapat menyebar baik dari pengunjung dalam negeri maupun luar negeri. “Penutupan sementara kawasan ini sebagai upaya kami untuk membantu pemerintah dan menjaga warga sekitar kawasan agar meminimalisir dampak penyebaran virus yang tidak bisa kita prediksikan dari mana saja. Oleh karena itu kami menutup sementara kawasan sampai dengan kondisi berjalan dengan sedia kala” tutur Ardi Andono selaku Kepala Bidang Teknis Konservasi. Berdasarkan hasil pemantauan dilapangan, semenjak dilakukan penutupan sementara belum ada warga ataupun pengunjung yang melakukan kunjungan ke kawasan. Dengan begitu diharapkan bisa mencegah berkembangnya Virus Corona yang semakin meningkat. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 3.777–3.792 dari 11.141 publikasi