Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Sumbar Amankan Pemburu Burung di Kawasan TWA Gunung Sago Malintang

Padang, 7 April 2020. Balai KSDA Sumbar melalui Resort Konservasi Wilayah (RKW) Limapuluh Kota berhasil memburu para penembak burung yang melakukan kegiatan menembak satwa burung di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Sago Malintang. Penyergapan ini bermula dari laporan masyarakat mitra polhut (MMP), bahwa di kawasan TWA Gunung Sago adanya masyarakat yang sering melakukan aktivitas masuk kedalam kawasan dengan tujuan menembak burung, dari laporan tersebut Kepala RKW Limapuluh kota Martias melakukan koordinasi dengan Kepala Seksi Wilayah I KHairi Ramadhan, S.Hut.t, M.SC dan Kepala BKSDA Sumbar Dr. Ir Erly Sukrismanto, M.Sc. Setelah melakukan koordinasi dengan pimpinan pada tanggal 7 April petugas Resor RKW Limapuluh Kota yang dikomandoi oleh Kepala Resor Martias, SP melakukan penyergapan ke lokasi dan berhasil mengamankan 5 (lima) orang pelaku dengan alat bukti berupa 4 (empat) unit senapan angin, 6 (enam) ekor jenis burung tidak dilindungi. Barang bukti untuk saat ini diamankan dikantor resort, dan para pelaku diperingatkan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Musim Hujan, Petugas Sulam Tanaman Pemulihan Ekosistem di Picis - Sigogor

Ponorogo, 7 April 2020. Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Ponorogo Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan penyulaman tanaman pemulihan ekosistem tahun 2018 di Cagar Alam (CA) Gunung Picis - Ponorogo (7/4). Kegiatan yang dilaksanakan bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di Blok Sangubanyu ini memiliki ketinggian 1.100 meter diatas permukaan laut (mdpl). Tahun 2018 cagar alam ini telah ditanami dengan jenis Puspa, Pasang, Mersawa, dan Cemara Gunung. Sedangkan tanaman yang digunakan untuk penyulaman adalah jenis Cemara Gunung dan Puspa. Lokasi pemulihan ekosistem CA. Gunung Picis, didominasi lahan terbuka bekas longsoran. Di beberapa titik ditumbuhi semak dan tumbuhan bawah. Terdapat 3 lokasi yang mengalami degradasi yakni Blok Sangubanyu 1 dan 2, serta Blok Trungo dengan total luas yang terdegradasi 3,91 Ha. Sebelumnya, tim RKW 06 juga melakukan penyulaman tanaman pemulihan ekosistem di CA. Gunung Sigogor Blok Cengger seluas 3 ha yang memiliki ketinggian 1.500 mdpl. Ada 160 bibit jenis Cemara Gunung dan Kemaduh yang digunakan untuk penyulaman ini. Penyebab dari degradasi lahan di kawasan konservasi ini adalah kebakaran hutan. Kedua cagar alam ini mempunyai peran sebagai sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan yang lestari. Akan tetapi fakta di lapangan, sebagian kawasan mengalami kerusakan yang disebabkan kebakaran maupun bencana alam, yang mengakibatkan fungsi kawasan konservasi tidak optimal. Untuk itu Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan pemulihan ekosistem pada kawasan konservasi yang terdegradasi. Pemulihan ekosistem sendiri bertujuan untuk mengembalikan keadaan ekosistem kawasan kembali ke kondisi aslinya atau kondisi tertentu sesuai dengan tujuan pengelolaan kawasan. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Cegah Covid-19, Rimbawan Maluku Utara Beri Bantuan APD ke Perawat

Ternate, 7 April 2020. Saat ini dunia sedang berduka. Termasuk negeri tercinta kita ini, Indonesia. Pandemi Corona atau Covid-19 mewabah di seluruh dunia. Menurut data dari situs resmi Infeksi Emerging Kemenkes RI bahwa total kasus konfirmasi Covid-19 global per tanggal 6 April 2020 adalah 1.210.956 kasus dengan 77.200 kematian di 205 negara terjangkit. Sedangkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 2.491 orang dengan jumlah pasien yang sembuh 192 orang dan meninggal sebanyak 209 orang. Berbagai upaya pemerintah dalalam rangka mencegah dan memerangi Covid-19, diantaranya program Work From home (WFH), kampanye pencegahan Covid-19 dan lainnya. Hari ini, Rimbawan Maluku Utara turut mengambil peran dalam pencegahan Covid-19 yaitu dengan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan tambahan vitamin bagi tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie di Ternate. Bantuan tersebut diberikan oleh Kepala BPDASHL Ake Malamo, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPDASHL Ake Malamo dan beberapa stafnya. Bantuan yang diberikan berupa baju oka, nurs cap, sarung tangan, yoghurt dan vitamin E. Pembelian perlengkapan dan vitamin tersebut juga dibatasi jumlahnya oleh pihak penjual. Kepala BPDASHL dan Kepala Balai TNAL berharap perlengkapan tersebut dapat membantu para tenaga medis dalam memerangi pandemi Corona khususnya yang terjadi di Maluku Utara. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

MerBeti Berbagi, Paket Sembako Gratis Untuk Masyarakat Ekowisata Rajegwesi

Jember, 8 April 2020. Masih dalam rangkaian program MerBeti Berbagi, serta dalam usaha menanggulangi penyebaran COVID 19 di Indonesia, Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) telah menyalurkan Paket Sembako kepada masyarakat binaan disekitar kawasan TN MerBeti yang terdampak dalam penutupan obyek daya tarik wisata alam (ODTWA) di Kawasan TN MerBeti karena COVID 19. Pemberian Paket Sembako diberikan kepada Kelompok MER (Masyarakat Ekowisat Rajegwesi) yang selama ini turut serta dalam pengelolaan kawasan Wisata di TN MerBeti. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Balai TN Meru Betiri pada hari Senin, 6 April 2019 yang diserahkan langsung oleh Bapak Kepala Balai TN Meru Betiri Bapak Maman Surahman,S.Hut, M,Si. Paket Sembako yang diberikan sejumlah 85 Paket Bantuan yang terdiri dari Beras, Minyak Goreng, Gula, Telur, dan Mie.Paket tersebut diterima oleh Pak Sujak sebagai Ketua MER yang nantinya akan diberikan kepada seluruh anggota MER yang berada di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan, Pesanggaran Banyuwangi. Selain pemberian paket sembako, pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan dari Dharma Wanita Persatuan Balai TN Meru Betiri berupa masker untuk pencegahan COVID 19. Bapak kepala Balai TN MerBeti, Bapak Maman Surahaman, S.Hut, Msi, pada kesempatan tersebut berharap agar sedikit bantuan tersebut dapat menjadi suplemen dan mampu sedikit meringankan bagi masyarakat di Dusun Rajegwesi yang terdampak karena penutupan kawasan ODTWA di kawasan TN MerBeti selain itu juga memotivasi masyarakat kita khususnya yang berada di sekitar kawasan TN MerBeti untuk bersatu gotong royong dalam penanggulangan wabah COVID 19.Pak Sujak menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang telah diberikan oleh Balai TN Meru Betiri kepada masyarakat Dusun Rajegwesi, beliau juga berharap di masa yang akan datang kerjasama yang telah terjalin baik ini dapat terus ditingkatkan. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

BBKSDA Riau Peduli Paramedis

Pekanbaru, 7 April 2020. Bertempat di kantor Balai Besar KSDA Riau (7/3), diserahkan Personal Protective Equipment (PPE) atau Alat Pelindung Diri (APD) lengkap terdiri dari pakaian/baju APD 425 buah, goggles/kacamata 450 buah, sarung tangan 300 pasang dan masker N95 sebanyak 150 unit. Penyerahan dilakukan pada pukul 11.30 wib yang diserahkan oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono serta diterima langsung oleh Kepala Bagian Umum RSUD Arifin Achmad Prov. Riau, bapak Erdinal, SKM., MKM. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata dan kepedulian Balai Besar KSDA Riau terhadap paramedis yang ikut menangani wabah Corona/Covid-19. Dalam kesempatan tersebut, bapak Erdinal menyampaikan terima kasih yang tak terhingga karena saat ini cukup kewalahan dengan keterbatasan APD yang tersedia. Dan ini tentunya sangat bermanfaat bagi paramedis untuk menangani wabah Corona atau COVID-19 di Prov. Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Warga Medan Serahkan Monyet Ekor Panjang ke BBKSDA Sumut

Medan, 2 April 2020. Sejinak jinaknya hewan peliharaan, satu hari kelak akan menimbulkan masalah. Begitulah yang dialami oleh Rinayanti, warga jln. Damai Sei Agul, Medan, yang memelihara satu individu satwa Monyet Ekor Panjang, jantan dewasa, berumur sekitar 7-8 tahun, dan telah lama dipeliharanya. Meskipun telah dipelihara dan dirawat dengan baik dengan penuh kasih sayang, ternyata tidak menjamin monyet tersebut berkelakuan baik. Terbukti saat rantainya putus dan monyet lepas, malapetaka pun terjadi. Berbagai perabot rumah dirusak, dan bahkan 3 orang anak telah menjadi korban gigitannya. Melihat bringas dan ganasnya monyet tersebut, mendorong Rinayanti segera melaporkannya ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara turun ke lokasi untuk menjerat satwa liar ini. Butuh kesabaran, sampai akhirnya monyet berhasil dijerat. Takut peristiwa terulang kembali, akhirnya Rinayanti menyerahkan Monyet ekor panjang tersebut ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Jumat, 21 Febriari 2020, guna dilepasliarkan. Tidak menunggu waktu lama, pada hari itu juga, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera melepasliarkannya ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak pengelola. Terobsesi dengan peristiwa yang dialami oleh Rinayanti, dan khawatir akan menimbulkan masalah dikemudian hari, Sutiadi, warga jln. Karya Setia, Medan, tidak jauh dari kediaman Rinayanti, juga dengan sukarela menyerahkan hewan peliharaannya satu individu monyet ekor panjang, jantan dewasa, berumur sekitar 6 tahun, kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada Senin, 16 Maret 2020. Dalam penuturannya kepada petugas, hewan tersebut sudah dipeliharanya lebih kurang 5 tahun. Hewan ini dibelinya sebagai hadiah ulang tahun anaknya. Setelah melihat peristiwa yang dialami oleh Rinayanti, mendorongnya untuk sesegera mungkin menyerahkan hewan peliharaan tersebut kepada petugas, meskipun diiringi dengan tangis haru perpisahan dari seluruh anggota keluarganya. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, keesekon harinya, Selasa, 17 Maret 2020, melepasliarkan monyet tersebut ke kawasan Tahura Bukit Barisan Sumatera Utara. Sumber : Agus Rinaldi dan M. Ali Iqbal Nasution - Balai Besar KSDA Sumatera Utara Sutiadi menyerahkan monyet ekor pendek kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Yuk Beli Berbagai Produk Olahan Masyarakat di Desa Binaan BBKSDA Sumut

Medan, 31 Maret 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara saat ini mengelola 23 kawasan konservasi, baik berupa Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM), Suaka Alam (SA), dan juga Taman Wisata Alam (TWA), yang masing-masing dikelilingi desa penyangga kawasan. Beberapa diantara desa penyangga kawasan konservasi merupakan Desa Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pada Desa Binaan tersebut, kelompok -kelompok binaan sudah menghasilkan beberapa produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Beberapa kelompok binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diantaranya Kelompok Tani Subur. Kelompok ini merupakan kelompok binaan yang bermukim di Desa Rambah Siasur, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, merupakan Desa Penyangga Kawasan Cagar Alam Dolok Sipirok. Kelompok Tani ini menghasilkan produk kopi arabica yang belum diroasting dan dijual dengan harga Rp 30.000/liternya. Kapasitas produksinya sekitar 90-120 liter perbulannya. Jika berminat mendapatkan produk ini, bisa menghubungi Muda Hutabarat (0812 6449 9076) Selain Kelompok Tani Subur, juga ada Kelompok Tani Lammaju, yang merupakan masyarakat Desa Lumban Pinasa, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba Samosir, sebagai Desa Penyangga Kawasan SM. Dolok Surungan. Kelompok Tani Lammaju memproduksi bahan baku kemenyan. Kapasitas produksi sekitar 400 kg/bulan. Kemenyan ini dijual dengan harga Rp. 180.000/kg. Anda berminat? Bisa menghubungi Parlin (0813 6121 6185). Tidak hanya itu, ada juga kelompok Ikatan Pemuda Nelayan Jaring Halus (IPANJAR) yang merupakan masyarakat yang tinggal di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Desa Jaring halus merupakan desa yang berbatasan langsung dengan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Saat ini Desa Jaring Halus juga termasuk dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di Sumatera Utara, karena memiliki hutan desa dengan ekosistem mangrove di dalamnya yang masih relatif bagus. Kelompok IPANJAR saat ini memproduksi aneka produk olahan mangrove dan hasil laut seperti kerupuk jeruju, kerupuk cerbung, ikan cerbung, dan teh jeruju. Kerupuk Jeruju dihargai Rp. 15.000/250gr, Kerupuk Cerbung Rp 30.000/250gr, Ikan Cerbung Rp. 20.000/200gr, dan Teh Jeruju seharga Rp. 15.000/100gr. Jika anda berminat bisa menghubungi Ainy (0852 3666 3045). Sumber : Ainy Amelya Utami – Calon Penyuluh Kehutanan BBKSDA Sumatera Utara Biji Kopi Arabica yang belum diroasting Bahan Baku Kemenyan yang di produksi oleh Kelompok Tani Lammaju Produk Keripik Jeruju dan Ikan Cerbung Kelompok Ipanjar
Baca Berita

Tiga Penyerahan Satwa Liar Kepada BBKSDA Sumut

Sibolangit, 2 April 2020. Kesadaran masyarakat atas keselamatan satwa liar dilindungi, membuat sebagian masyarakat semakin peduli atas kelestarian satwa dilindungi dihabitatnya. Dengan penuh kehatian-hatian disaat masih terjangkitnya Virus Corona, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Lembaga mitra kerjasama Yayasan Program Konservasi Species Indonesia (YPKSI) menerima penyerahan beberapa satwa liar dilidungi dari warga masyarakat. Bermula pada Selasa, 17 Maret 2020, salah seorang warga Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, Imanta Sembiring, menyerahan sepasang Kukang Sumatera (Nycticebus coucang ), berumur 3-4 tahun, dengan kondisi sehat kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara di Center Yayasan Program Konservasi Species Indonesia, Rumah Pilpil Kecamatan Sibolangit dan langsung dititipkan di kandang edukasi YPKSI. Rudianto Sembiring, Direktur YPKSI, salah satu Lembaga mitra kerjaama penyelamatan satwa liar dilindungi, khususnya Kukang., menjadi saksi dalam penyerahan tersebut. Kemudian pada Jumat, 20 Maret 2020, Tokyo Karo Sekali, penduduk Rumah Karo Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo menyerahan 1 individu satwa liar jenis Elang Brontok ( Spizaetus cirrhatus) yang diterima langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Tuahman Raya, S.Sos. Tokyo Karo Sekali yang merupakan Ketua Salah satu Organisasi Kemasyarakatan di Kecamatan Kabanjahe atas kesadaran dan kepeduliannya menyerahkan satwa dilindungi tersebut Kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Selanjutnya Elang Brontok dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk proses penanganan medis dan rehabilitasi oleh Tim Medis PPS. Terakhir, pada Senin, 23 Maret 2020, kembali seorang warga peduli, Muhamamd Iqbal, penduduk Jl. Bunga Sakura Medan, menyerahkan 1 Individu Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan diterima petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Patar Pridolin Manalu, SH. Keesokoan harinya, satwa tersebut langsung di titipkan ke mitra Yayasan Program Konservasi Species Indonesia (YPKSI) untuk penanganan lebih lanjut sampai saatnya nanti siap dilepasliarkan kembali ke alam. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara Penyerahan Elang Brontok oleh tokoh pemuda Karo, Tokyo Karo Sekali Satwa Kukang yang diserahkan masyarakat Medan ke BBKSDASU
Baca Berita

187 Rangka, 1.660 Anakan Hasil Transplantasi Karang Dipelihara di Pulau Tinabo

Resort Tinabo - Taman Nasional Taka Bonerate, 07 April 2020. Pemeliharaan hasil transplantasi karang di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil I Tarupa, 23 sd 29 Maret 2020 di Pulau Tinabo Besar sebagai bentuk keberlanjutan program pemulihan ekosistem terumbu karang. Pemeliharaan hasil transplantasi karang dilakukan untuk mengganti/menyulam anakan karang yang mati atau pertumbuhannya tidak optimal, melakukan penataan rangka/substrat yang terbalik atau berpindah tempat, pematokan rangka terluar dan terlemah, tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan persentase tumbuh anakan karang sebagaimana Jipriandi et al.,2010 dalam KKP 2010 bahwa “Pemeliharaan anakan karang dilakukan untuk menjaga kondisi anakan dirak/meja transplantasi sehingga dapat mengurangi angka kematian dan menjaga laju pertumbuhan optimal”. Lebih lanjut Raduan, SH; ketua tim selaku KSPTN I Tarupa mengatakan, “Upaya pemeliharaan terhadap hasil transplantasi karang metode kerangka besi dengan model jaring laba-laba harus terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan disemua lokasi SPTN I, hal ini sebagai bentuk nyata dalam mempertahankan fungsi ekologis Taman Nasional Taka Bonerate dan edukasi/pembelajaran lingkungan bagi masyarakat kawasan”. Pemeliharaan hasil transplantasi karang dilakukan oleh tim teknis dan tenaga lapangan TN. Taka Bonerate di Pulau Tinabo Besar. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut telah terpelihara substrat rangka laba-laba sebanyak 187 buah dan dilakukan penyulaman sebanyak 1.660 anakan karang. Sebelumnya, Saleh Rahman (koordinator fungsional PEH) mengatakan bahwa secara umum transplantasi karang dapat dikatakan berhasil apabila transplantasi tersebut dapat mencapai tujuannya, dan tidak merusak habitat terumbu karang dan ekosistemnya serta pengamplikasian metodenya di lapangan mudah dilakukan oleh petugas dan masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Foto : Saleh Rahman - PEH Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tarupa
Baca Berita

Dukung Gugus Tugas COVID-19 Sumba Timur, Balai TN Matalawa Beri Bantuan

Waingapu, 3 April 2020. Penanganan wabah COVID-19 tidak hanya menjadi tanggung jawab Gugus Tugas di masing-masing daerah tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga negara. Instansi pemerintahan pun diharapkan dapat turut membantu dengan disiplin mengikuti arahan yang telah diberikan serta memberikan informasi yang bersifat positif kepada masyarakat. Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) secara khusus memberikan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur yang menjadi leader dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Sumba Timur. Bantuan yang diserahkan Kepala Balai TN Matalawa diterima secara langsung oleh Kepala BPBD yang terlihat sangat sibuk setelah melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Ferry Waingapu. Bantuan yang diserahkan antara lain: penyemprot disinfektan, larutan pencampur disinfektan, sabun cuci tangan, dan sarung tangan. Kepala BPBD mengucapkan terima kasih atas seluruh bantuan yang diberikan TN Matalawa dan berharap seluruh pegawai TN Matalawa dapat membantu meredakan wabah COVID-19 dengan mengikuti protocol-protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Penyerahan bantuan hanya melibatkan sedikit pegawai dan dilakukan dalam waktu yang sangat singkat demi meminimalisir resiko penularan COVID-19. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) Link video: https://www.youtube.com/watch?v=pCuGYjMHdEw
Baca Berita

Operasi Sapu Jerat di Kawasan Suaka Margasatwa Barumun, Sumatera Utara

Padangsidimpuan, 07 April 2020. Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang, bersama dengan lembaga mitra kerjasama YEL (Yayasan Ekosistem Lestari) pada tanggal 24 Maret s.d 02 April 2020 melaksanakan kegiatan Survey Orang Utan di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Barumun. Bertepatan dengan kegiatan tersebut tim juga melakukan kegiatan sapu jerat yang didasari adanya penemuan sebuah camp di kawasan SM Barumun. Berawal pada tanggal 27 Maret 2020, saat tim melakukan kegiatan survey Orang Utan di kawasan SM Barumun, yang berbatasan langsung dengan Desa Simanuldang, ditemukan sebuah camp pada grid 354. Diduga camp tersebut dijadikan sebagai tempat istirahat atau persinggahan pemburu satwa, karena di dalam camp ditemukan beberapa jerat yang belum terpasang. Atas temuan tersebut tim melakukan tindakan penyitaan sebagai barang bukti, dan berdasarkan pengamatan, jerat yang ditemukan tersebut merupakan jerat tali yang biasa digunakan untuk menangkap satwa seperti rusa dan kijang, namun tidak menutup kemungkinan satwa besar seperti harimau juga bisa terjerat. Penemuan camp dan jerat tersebut mendorong tim untuk fokus melakukan sapu jerat, sekaligus melanjutkan kegiatan awal yaitu survey Orang Utan. Selama kegiatan berlangsung, berhasil dikumpulkan 93 jerat pada jalur transek dan langsung mengambil tindakan pemusnahan serta pelepasan jerat yang sudah terpasang, kemudian membawa tali jerat sebagai bukti untuk dilaporkan kepada atasan. Sumber : Efrina R. Pohan, SP. - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Masih Ada Disini untuk Konservasi

Pekanbaru, 03 April 2020. Melakukan penggiringan/pengusiran kawanan satwa liar Gajah Sumatera dari kebun warga di kel. Agrowisata, Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Prov. Riau. Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan bunyi-bunyian mercon, dan juga membuat api unggun. Karena satwa masih berada di sekitar kebun ubi warga. Sampai dengan saat ini tim masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi gangguan, agar kawanan Gajah liar tidak kembali merusak kebun tersebut. Semangat kawan kawan!!!!. Kalian memang Pejuang konservasi tiada batas. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Bali Peduli Covid-19

Gianyar, 4 April 2020 - Dalam rangka pencegahan penyebaran COVID 19 di Wilayah Bali serta meningkatkan kepedulian terhadap para petugas kesehatan, Balai KSDA Bali menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Posko Satgas COVID19 Kabupaten Gianyar sebanyak 44 set. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Balai KSDA Bali, Dr. R. Agus Budi Santosa, S.Hut., MT didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, dr Ida Ayu Cahyani Widyawati M. Kes. didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan. APD tersebut terdiri dari baju pelindung lengkap dari mulai tudung kepala, pelindung kaki over all, google mask dengan filter penyaring dan sarung tangan. Besar harapan kami, APD dimaksud dapat bermanfaat dalam penanganan COVID19 di Kabupaten Gianyar dan menjadi pelindung bagi para petugas kesehatan. Sumber: Balai KSDA Bali
Baca Berita

Penyemprotan Desinfektan di Lembaga Konservasi

Pekanbaru, 6 April 2020. Tepat pukul 15.00 wib Balai Besar KSDA Riau melakukan penyemprotan Disinfektan di Lembaga Konservasi (Kebun Binatang) Kasang Kulim, Siak Hulu, Kab. Kampar. Bapak Suharyono, Kepala Balai Besar KSDA Riau yang memimpin langsung kegiatan tersebut dan disaksikan pemilik Kebun Binatang Kasang Kulim, ibu Agustina. Penyemprotan di Kasang Kulim adalah untuk meminimalisir dan mencegah dampak penyebaran virus Corona yang saat ini sedang mewabah. Walaupun sampai 20 hari ke depan Kasang Kulim ditutup untuk umum, namun diharapkan pada saatnya dibuka kembali, Kasang Kulim benar benar telah bersih dan terbebas dari kontaminasi virus Corona. Yuuk kita bantu juga untuk memutus rantai penyebaran virus Corona dengan tetap #dirumahaja Stay at home and don't go anywhere Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kesigapan Dalam Mengantisipasi Kebakaran Hutan Pada Masa Wabah Pandemi Covid-19

Sabtu, 4 April 2020 - Cuaca Labuanbajo cukup panas. Sekira pukul 11.10 WITA Tim Patroli Balai TN Komodo mendapat informasi terdapat asap di sebelah utara Pink beach. Koordinasi langsung dilakukan oleh tim patroli dan Kepala Seksi Wilayah II, Balai TN Komodo. Sebanyak 70 personel terdiri dari petugas, ranger, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan masyarakat Kampung Komodo bergerak menuju lokasi melakukan pemadaman. Pada jam 14.21 WITA tim telah berhasil memadamkan api. Namun demikian, penjagaan tetap dilakukan untuk memastikan api padam. “Pantang pulang sebelum api padam”, kata Kepala Seksi Wilayah II dalam arahannya kepada tim. Pukul 16.02 WITA tim turun dari lokasi kebakaran, untuk beristirahat. Malam hari tim akan bergerak lagi, untuk memastikan tidak ada bara api lagi. Selanjutnya tim akan melakukan penyelidikan kenapa bisa terjadi api dalam kawasan. Walaupun wabah pandemic Covid-19 masih melanda, serta aktifitas wisata alam di TN Komodo telah ditutup sejak 22 Maret 2020, namun para ranger dan masyarakat masih selalu waspada terhadap penjagaan kawasan. Mari kita jaga bersama Taman NAsional Komodo sebagai Warisan Dunia ini. Sumber: Balai TN Komodo
Baca Berita

Berdayakan Ekonomi untuk Kesehatan Bersama melawan COVID-19

Makassar, 3 April 2020 – Menyikapi Surat Edaran Sekditjen KSDAE terkait penanganan Covid-19 dan Surat Edaran Gubernur Sulsel untuk hal yang sama, rimbawan yang tergabung dalam UPT KLHK lingkup Sulawesi Selatan memberikan apresiasi dan pedulinya kepada para dokter dan paramedis di Rumah Sakit rujukan di Makassar melalui penyerahan bantuan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) berupa madu hutan sebanyak ratusan botol. Giat ini adalah kolaborasi peduli bersama antara rimbawan KLHK dan mitra rimbawan, KLHK bersama kementerian Kesehatan dan Pemda Sulsel dengan tema “Berdayakan ekonomi untuk kesehatan bersama melawan COVID-19”. Tema ini sesuai dengan semangat Kementerian LHK dalam menguatkan ekonomi lokal yang terdampak lesu akibat Pandemi Covid-19 khususnya bagi mitra KLHK di kabupaten dan desa yang memproduksi HHBK berupa madu hutan dan beberapa produk. lain. Dengan bantuan asupan madu hutan diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) bagi penggunanya khusus para dokter dana parmedis di RS Rujukan Covid-19 Sulsel yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 di Indonesia dan di Sulsel. Adapun asal madu-madu hutan ini merupakan produk dari kelompok tani hutan dan kelompok pemberdayaan masyarakat mitra KLHK. Produk madu ini diperkenalkan oleh UPT-UPT KLHK lingkup Sulsel antara lain: Sebelumnya P3E Wilayah Sulawesi Maluku dan Balai PSKL Wilayah Sulawesi telah menyerahkan bantuan masing masing 100 botol Madu Hutan ke RS Haji Makassar sebagai Rumah Sakit Penyangga dan 480 botol Madu Hutan ke RS Wahidin Makassar sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sulawesi. Aksi peduli bersama ini dilakukan oleh rimbawan KLHK dan mitra KLHK sebagai bentuk apresiasi kepada para dokter dan paramedic yang bekerja tak kenal lelah untuk penanganan penularan Covid-19 di Sulsel dan makassar khususnya. Penyerahan bahan HHBK madu hutan sebanyak 650 botol dilaksanakan pada dua rumah sakiat rujukan, tanggal 3 April 2020 pukul 10.00 WITA bertempat di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Jl. Perintis Kemerdekaan KM 11 Kecamatan Makassar Kota Makassar dan Rumah Sakit Dr.Tadjuddin Chalid di Pajjaiang Daya, Jl. Paccerakkang No.67, Paccerakkang, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar. Sebanyak 650 botol paket Gula Semut dan Jahe diserahkan langsung kepada Tim Dokter dan Para Medis di RS Wahidin Sudirohusodo (16 pasien covid dan 300 tenaga medis) dan RSUD Tajudin Halid (3 pasien Covid dan 90 tenaga medis). Adapun rincian dari bantuan produk HHBK mitra KLHK : Pihak Manajemen RSWS dan RS Tajudin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian LHK atas bantuan dan perhatian nya kepada para dokter dan paramedis. Dengan doa dan harapan semoga Tim Dokter dan Paramedis diberikan kesehatan dan semangat dalam penanganan Covid-19 ini. Silatirahmi ini senantiasa tetap dijaga dengan baik. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Menampilkan 3.761–3.776 dari 11.141 publikasi