Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Physical Distancing ala Suku Anak Dalam

Tebo, 11 April 2020. Pandemi global Covid 19 telah ikut memberikan dampak pada kehidupan Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) khususnya di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Kabupaten Tebo, Jambi. Berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat dipahami mereka sebagai penyakit yang sangat berbahaya di mana ketika bertemu dengan orang luar akan menyebabkan kematian seketika, Merespon wabah yang berbahaya ini, Suku Anak Dalam yang biasa juga disebut Orang Rimba telah memiliki kearifan lokal yang ada jauh sebelum Covid 19 muncul yaitu besesandingon. Besesandingon merupakan tradisi yang dilakukan turun temurun dengan menjaga jarak dengan orang lain dengan hidup jauh di tengah hutan. Besesandingon dilakukan bila ada wabah seperti Covid 19 yang mereka sebut dengan cinenggo. Guna meluruskan pemahaman keliru dan memberikan edukasi mengenai Covid 19 ini, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh bekerjasama dengan PT. Lestari Asri Jaya (PT. LAJ) yang merupakan pemegang konsesi HTI karet yang berlokasi di penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan wilayah penghidupan SAD melakukan aksi peduli berupa sosialisasi tentang Covid 19. Sosialisasi ini juga menggandeng Puskesmas Sumay Kabupaten Tebo yang melibatkan dokter dan paramedisnya. Sosialisasi dilakukan secara marathon selama 3 (tiga) hari tanggal 8 s.d 10 April 2019 dengan mengunjungi kelompok SAD yang melakukan besesandingon baik di areal konservasi PT. LAJ maupun di zona rimba TNBT. Besesandingon dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil sebanyak 3 sampai 5 kepala keluarga. Jumlah keseluruhan yang menjadi sasaran sosialisasi ini adalah 37 kepala keluarga dan 142 jiwa yang terdiri dari 3 kelompok yaitu kelompok Tumenggung Bujang Kabut 10 KK, Tumenggung Hasan 18 KK dan Tumenggung Buyung 9 KK. Dokter Sulin Ziyati dari Puskesmas Suo Suo menjelaskan tentang Covid 19, bagaimana pola penyebarannya dan bagaiman pencegahannya serta juga tentang pola hidup sehat yang harus diterapkan seperti kebiasaan mandi dan sikat gigi teratur, mencuci tangan dan memasak makanan yang harus dipastikan matang, dan juga cara menyikat gigi yang benar kepada anak-anak SAD yang juga ikut serta besesandingon. Kurniawan sebagai Manajer Wildlife Conservation Area (WCA) PT. LAJ menyeru masyarakat SAD untuk bahu membahu memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Hal yang paling bisa dilakukan masyarakat SAD adalah memberikan informasi bila ada di antara warga SAD yang menunjukkan gejala klinis seperti Covid 19 baik ke tenaga kesehatan maupun ke perusahaan untuk selanjutnya akan diteruskan ke puskesmas. Kepala Balai TNBT melalui Kepala SPTN I mempersilakan warga SAD untuk menjadikan areal TNBT sebagai tempat besesandingon dengan tetap menjaga kebersihan kawasan dan tidak melakukan aktivitas yang merusak keutuhan kawasan. Selain itu diharapkan warga SAD yang melakukan besesandingon berperan aktif menjaga kawasan TNBT dengan melaporkan kepada Balai TNBT bila ada pihak luar melakukan aktivitas illegal seperti penebangan kayu, perburuan satwa dan pembukaan lahan. Sosialisasi diakhiri dengan pemberian bantuan berupa paket sembako dan peralatan mandi dan cuci tangan dengan harapan dapat membantu kehiduopan SAD selama melakukan besesandingon dan bisa melakukan pola hidup bersuh dan sehat. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Balai TN Kelimutu Antar Langsung Bantuan ke Rumah Masing - Masing Pedagang

Ende, 13 April 2020. Penutupan kawasan Taman Nasional (TN) Kelimutu yang telah dilakukan sejak 22 Maret 2020 pastinya sangat berdampak kepada para pedagang yang menggantungkan hidupnya dengan berdagang di areal wisata TN Kelimutu. Mereka harus berhenti beraktifitas dari mata pencahariannya untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 di areal wisata TN Kelimutu. Saat ini para pedagang yang sudah lama mengandalkan mata pencahariannya dari berdagang di areal wisata TN Kelimutu ini harus segera mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa mereka ada yang bertani dadakan, ikut menenun kain atau bekerja sebagai pekerja harian pembersihan jalan dan sebagainya. Beberapa diantaranya kegiatan tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhannya secara langsung. Untuk meringankan kesulitan hidup akibat penutupan kawasan. Para pegawai Balai TN Kelimutu mencoba bersama-sama memberikan bantuan kepada para pedagang di areal TN Kelimutu berupa paket bahan pokok pada hari Sabtu & Minggu (11-12/04/20) yang diantar ke rumah masing-masing pedagang untuk mencegah pengumpulan orang dalam jumlah banyak. Pemberian bantuan ini diberikan langsung oleh kepala Balai TN Kelimutu dan para petugas piket. Memberi kepada yang membutuhkan dan menerima dengan rasa cukup inilah budaya tolong menolong yang harus ditumbuhkan di negeri ku Indonesia ditengah bencana pandemi COVID-19 sekarang ini. Rasa syukur dan terimakasih diucapkan oleh para pedagang atas bantuan alakadarnya ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para pedagang dan keluarganya yang terdampak penutupan kawasan ini dan semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir, untuk kembali tersenyum menyongsong terbitnya matahari di ufuk Danau Kelimutu seperti biasa kita lakukan bersama. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Petugas SPTN Wilayah II Baserah Melakukan Penanaman di Batas Kawasan Bersama Masyarakat

Baserah, 29 Maret 2020 – Petugas SPTN Wilayah II Baserah melaksanakan penanaman bibit pinang di wilayah batas TN Tesso Nilo. Petugas dan masyarakat desa Gunung Melintang melakukan penanaman bersama-sama dibatas seluas 2,5 KM dengan jarak tanam 2 x 3 meter. Petugas SPTN Wilayah II Baserah yakni Kepala Resort Onangan Nilo Joni Putra Siregar mengungkapkan bahwa penaman dilaksanakan untuk penandataan batas kawasan wilayah TN Tesso Nilo. Kepala Resort juga mengungkapkan tujuan melibatkan masyarakat dalam pelaksanakan penanaman dengan tujuan masyarakat yang terlibat dapat mengetahui batas wilayah kawasan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat lainnya mengenai batas tersebut. Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Ir. Halasan tulus menyampaikan bahwa penanaman batas wilayah perlu dilakukan, sesuai dengan ungkapan beliau,”penanaman batas wilayah memang sangat perlu untuk kita laksanakan mengingat luasnya wilayah TN Tesso Nilo, dengan melibatkan masyarakat harapannya masyarakat dapat sama-sama dengan kita dalam menjaga batas tersebut dan ikut melestarikannya” terang Kabalai. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Petugas SPTN Wilayah II Baserah TN Tesso Nilo Melaksanakan Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat bersama KTH

Situgal, 08 April 2020 - Tim Monitoring dan evaluasi KTH (Kelompok Tani Hutan) SPTN Wilayah II Baserah melaksanakan pendampingan pemberdayaan masyarakat bersama KTH di Desa Situgal Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi. Pendampingan rutin dilaksanakan oleh petugas SPTN Wilayah II Baserah guna memonitoring dan dapat mengevaluasi program dari KTH yang sudah dibentuk. Dalam kegiatan pendampingan petugas SPTN Wilayah II Baserah berikan bantuan ekonomi yang digulirkan Balai TNTN berupa varietas unggul tanaman Pinang Betara kepada 20 orang anggota masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Maju Basamo Desa Situgal. Bantuan ekonomi tersebut telah terdistribusi ke masing-masing anggota. Menurut keterangan petugas yang melaksanakan pendampingan, beberapa anggota KTH telah memulai penanaman di lokasi/kebun masing-masing anggota. Ungkap petugas, nantinya setelah semua bibit pinang tertanam, kelompok akan segera mensuplay dan membagikan pupuk untuk disebar disekitar tanaman mereka. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong antar anggota kelompok dengan jarak bervariasi antara 2 x 3 m s.d 3 x 3 m . Sampai dengan saat ini sudah 1.200 batang tanaman yang telah ditanam oleh anggota kelompok, dan sisanya masih dalam tahap pembersihan lahan. Dari arahan oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Ir. Halasan Tulus, Tanaman yang telah ditanam akan rutin dimonitoring setiap tiga bulan sekali oleh petugas untuk memaksimalkan program yang sudah dibentuk oleh Balai, “bantuan ekonomi telah diberikan pihak Balai TN Tesso Nilo, dan untuk itu monitoring dan evaluasi sangat penting dilaksanakan dengan tujuan KTH yang sudah kita bentuk dan resmikan dapat maksimal dalam melaksankan program pemberdayaan” terang Kepala Balai. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

BBKSDA Riau Musnahkan Jejak Illegal Logging di SM Giak Siak Kecil

Siak, 10 April 2020. Balai Besar KSDA Riau kali ini menemukan jejak illegal logging di Suaka Margasatwa (SM) Giak Siak Kecil. Tim menemukan 5 (lima) gerobak dengan 2 (dua) gerobak berisi kayu olahan yang sudah siap di angkut dan 3 (tiga) gerobak tanpa muatan. Tim juga menemukan 5 pondok dilokasi yang berbeda, kayu olahan sebanyak 20 kubik dan 4 (empat) sepeda cargo dilokasi yang berbeda serta 1(satu) unit chainshaw. Dari hasil temuan tersebut, tim melakukan pencincangan kayu olahan dan gerobak, membakar pondok perambah, sepeda cargo juga mengamankan chainshaw dan roda gerobak ke kantor Bidang KSDA Wilayah II. Tak ketinggalan, tim juga melakukan pemasangan rambu - rambu kawasan. Penemuan illegal logging ini merupakan hasil patroli gabungan dengan melibatkan Resort Siak, Resort Duri dan Seksi Konservasi Wilayah IV di Suaka Margasatwa Giak Siak Kecil selama 5 hari (6-10 April 2020). Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Reward Awal Tahun 2020 Untuk Resort Nduaria BTN Kelimutu

Ende, 13 Januari 2020. Masih dalam semangat awal tahun baru 2020, Balai Taman Nasional Kelimutu mengadakan Rapat Evaluasi Kegiatan Tahun Anggaran 2019 dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2020 di ruang rapat Atabupu (13/1). Pertemuan ini dihadiri Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Kepala Subbag Tata Usaha, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (Kasie PTN) Wilayah 1 Moni, Kasie PTN Wilayah 2 Detusoko, seluruh Koordinator Urusan dan Resort lingkup Balai Tanan Nasional Kelimutu. Dalam pertemuan ini pula Balai Taman Nasional Kelimutu memberikan penghargaan dan hadiah sebagai reward atas kinerja selama tahun 2019 untuk unit/ personil terbaik yang pada tahun ini jatuh pada Resort Nduaria, SPTN 1. Diharapkan dengan penghargaan ini menjadi penyemangat untuk lebih meningkatkan kinerja bagi Resort Nduaria maupun resort - resort yang lain. Semoga dari kegiatan ini menjadi langkah awal untuk capaian kinerja pengelolaan Balai Taman Nasional Kelimutu yang lebih baik lagi di tahun yang baru ini. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Evakuasi dan Pelepasliaran Kucing Kuwuh Di Resort Banua Anam

Hulu Sungai Selatan, 9 April 2020 – Ditengah merebaknya wabah virus Covid-19 di Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan tetap melakukan pelayanan terhadap masyarakat khususnya terkait dengan penanganan konflik Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL). Baru baru ini pada hari Rabu tanggal 8 April 2020 Call Center BKSDA Kalimantan Selatan mendapat laporan dari masyarakat yang berada di Desa Baru, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, wilayah kerja Resort Banua Anam, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pelaihari bahwa telah mengamankan satwa berupa kucing hutan berjenis Kucing Kuwuh (Prionailurus bengalensis) sebanyak 2 (dua) ekor. Selanjutnya BKSDA Kalimantan Selatan berdasarkan prinsip kerja CTM (Cepat, Tepat dan Manfaat) segera menindaklanjuti laporan tersebut. Sesuai dengan arahan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. segera menurunkan tim evakuasi guna menindaklanjuti laporan tersebut. Pada pukul 15.00 WITA tim yang dipimpin oleh Suhindra Wijaya, S.H (selaku Kepala Resort Banua Anam) Bersama dengan anggota lainnya (Debi Imam Saputra, S.Hut, Aris Fadilah, Amd dan Alfian Soehara) melakukan evakuasi satwa tersebut. Menurut infomasi masyarakat yang telah mengamankan satwa tersebut, pada minggu malam mereka mencari ikan dan melihat 2 (dua) ekor kucing hutan disekitar pemukiman mereka lalu ditangkap, tujuan mereka menangkap untuk mengamankan satwa tersebut karena khawatir akan diburu masyarakat lain. Berdasarkan identifikasi lapangan diperoleh informasi bahwa Kucing Hutan tersebut berjenis Kucing Kuwuh (Prionailurus bengalensis) sebanyak 2 (dua) ekor, berjenis kelamin jantan, umur sekitar 1-2 tahun, kondisi satwa dilaporkan sehat tanpa luka. Pada tanggal 9 April 2020 sesuai instruksi dan arahan Kepala Balai maka Kucing Hutan hasil evakuasi segera dilepasliarkan dikawasan Cagar Alam Gunung Kentawan (Kawasan Konservasi BKSDA Kal-Sel) untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup satwa tersebut. Satwa liar yang dilindung adalah tugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan dibawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga dalam rangka melestarikan satwa yang dilindungi agar tidak terjadi kepunahan, penanganan konflik satwa harus segera dilakukan tetap dengan kewaspadaan ditengah wabah Covid-19.(ryn) Sumber : Debi Imam Saputra, S.Hut - Polhut Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Perangi Covid-19, Ini yang Dilakukan Balai TN. Aketajawe Lolobata untuk Desa Penyangga

Koli, 9 April 2020. Salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 (Corona Virus Diseases 2019) atau di kenal dengan virus korona ialah dengan melakukan social distancing dan penyemprotan disinfektan di permukiman dan fasilitas umum. Bebrapa instansi pemerintah maupun swasta juga telah menerapkan kegiatan pencegahan ini. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) dan SPTN Wilayah I Weda mengajak pemerintah Kecamatan Oba dan Desa Koli untuk melakukan aksi peduli dalam rangka pencegahan Covid-19 ini. Hal ini dikarenakan Desa Koli merupakan salah satu desa penyangga kawasan TNAL yang masuk dalam wilayah kerja Resort Tayawi. Resort Tayawi merupakan salah satu pintu masuk kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan menjadi tempat wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Kepala SPTN Wilayah I Weda, Camat Oba, Kepala Desa Koli, dan Babinsa Kecamatan Oba. Dalam sambutannya, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe lolobata, Heri Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata terhadap desa penyangga kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk pencegahan dari Covid-19. Camat Oba, Halid Tomaidi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat baik dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kecamatan Oba khususnya Desa Koli. Kepala Desa Koli menuturkan untuk kedepannya pihaknya akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif baik dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata ataupun dari pemerintah kecematan. Kegiatan dimulai dengan melakukan penyemprotan desinfektan di kantor desa, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas umum lainnya yang ada di Desa Koli seperti pasar dan pangkalan ojek. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada warga Desa Koli dan Dusun Tayawi yang merupakan pemukiman Masyarakat Tobelo Dalam (MTD). Selain penyemprotan desinfektan dan pembagian sembako kepada MTD, Balai TNAL juga melaksanakan sosialisasi perkembangan Covid-19. Saat dilakukan sosialisasi Covid-19, warga Masyarakat Tobelo Dalam atau Suku Togutil belum mengerti tentang wabah pandemi ini. “Masyarakat tayawi mungkin masih cukup aman untuk terhindar dari paparan Covid-19, akan tetapi harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan”, kata Kepala Balai TNAL. “Bapak Ibu juga dapat membuat minuman tradisional yang menyehatkan dan memakan buah-buahan yang tersedia di dalam kawasan taman nasional”, tutup Kepala Balai. Sumber: Yoyon Arifta, S.Si & Nadiya Fasha Fawzi, S. hut – PEH Pertama BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Langkah Nyata Balai TN Bantimurung Bulusaraung Peduli Covid-19 dan Masyarakat

Maros, 8 April 2020. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) melakukan penyerahan bantuan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) berupa madu karst, jahe instan dan keripik jamur. HHBK tersebut merupakan produk olahan Kelompok Tani Hutan binaan Balai TN Bantimurung Bulusaraung. Penyerahan bantuan kepada petugas medis ini sebagai wujud kepedulian Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menanggulangi pandemi covid-19 di tanah air. Pada Selasa, 7 April 2020 jam 9 pagi, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyerahkan bantuan kepada petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang, Kabupaten Pangkep. Wakil Bupati Pangkep menerima langsug paket bantuan tersebut. Paket bantuan ini berupa suplemen peningkat daya tahan tubuh. Suplemen tersebut di antaranya: madu karst sebanyak 500 botol, jahe instan sebanyak 250 bungkus, dan keripik jamur sebanyak 250 bungkus. Wakil Bupati Pangkep menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kerjasama Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dalam penanganan pandemi covid-19 ini. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga menyerahkan bantuan serupa di RSUD Salewangang Maros berlangsung Selasa, 7 April 2020 jam 14.00. Bantuan untuk petugas medis Salewangang diserahkan langsung kepada Direktur RSUD Salewangang. Sekertaris Daerah Maros dan Kepala Dinas Kesehatan Maros juga hadir dalam penyerahan bantuan tersebut. Bantuan diterima di Gedung Serbaguna Maros. Sedikitnya 500 botol madu karst, 250 bungkus jahe instan, dan 250 bungkus keripik jamur. Direktur Rumah Sakit Salewangang mengemukakan bahwa bahtuan ini merupakan langkah nyata Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung turut berkolaborasi dan membantu tenaga medis dalam menangani covid-19. Sekertaris Daerah Maros juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas bantuan Balai TN Babul. Penyerahan bantuan serupa juga berlanjut hari Rabu, 8 April jam 10.00 pagi di RSUD Sayang Rakyat Makassar. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga menyerahkan bantuan berupa suplemen penambah daya tahan tubuh berupa madu karst sebanyak 500 botol, jahe instan sebanyak 250 bungkus, dan kripik jamur sebanyak 200 bungkus. Direktur RSUD Sayang Rakyat menerima langsung bantuan ini dan menyampaikan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. "Semoga menjadi berkah tersendiri. Ke depan petugas medis yang bertugas akan menjalani karantina tersendiri. Semoga dengan bantuan ini menjadi suplemen mendongkrak daya tahan tubuh mereka," terang Oktopina Ruru, Direktur RSUD Sayang Rakyat, Makassar Sumber : Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Stasiun Flora Fauna Bunder Disterilisasi dengan Cairan Disinfektan

Gunungkidul, 9 April 2020, Sebagai salah satu upaya antisipasi terhadap gangguan kesehatan karena cuaca dan penyebaran virus corona, Balai KSDA Yogyakarta mensterilkan kandang-kandang satwa di Stasiun Flora Fauna (SFF) Bunder dan Wanagama Paksi dengan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan., Rabu (08/04). Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Dirjen KSDAE sesuai surat Nomor 251/KSDAE/KKH/KSA.2/3/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang pencegahan penyebaran penyakit yang bersifat Penyakit Infeksi Baru (PIB) dan Zoonosis. “Kegiatan penyemprotan disinfektan ini bertujuan untuk memproteksi satwa-satwa hasil penyerahan masyarakat maupun hasil penyitaan dari berbagai ancaman penyakit”, tuturnya. Selain itu fasilitas seperti Mess, Karantina dan sarana prasarana di komplek SFF, komplek Wanagama Paksi juga tak luput dari tindakan ini untuk menjaga semua staf keeper satwa dan paramedis bekerja dengan aman. Dalam peningkatan kesehatan satwa juga diberikan obat dan vitamin untuk meningkatkan ketahanan tubuh dalam kondisi sekarang ini. Tindakan medis dipimpin langsung oleh Pengelola SFF seperti dokter hewan dan staf keeper satwa. Kegiatan pemeliharaan dan perawatan satwa seperti pemantauan perilaku dan kesehatan satwa juga dilakukan secara periodik walaupun dalam masa wabah COVID 19. Tindakan ini diharapkan masih dapat berjalan sebagaimana mestinya berusaha dengan menerapkan prinsip biosafety dan biosecurity dalam pelaksanaanya. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Wabah COVID-19 Berdampak pada Suplai Pakan dan Obat-Obatan Bekantan

BANJARBARU, 7 April 2020 – BKSDA Kalsel menggelar rapat bersama Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) via aplikasi zoom terkait dampak wabah virus corona terhadap kegiatan rehabilitasi bekantan di kandang rehabilitasi SBI. Rapat virtual ini diikuti KSBTU, Kepala SKW 2 Banjarbaru, Koordinator urusan KKH dan tim serta SBI yang diikuti oleh Amelia Rezeki dan Fery. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan. Dalam rapat tersebut, Ketua SBI, Amalia Rezeki menyampaikan bahwa dengan adanya kebijakan pemerintah memperketat aktivitas ruang gerak warga khususnya di Banjarmasin, berdampak pada suplai pakan dan obat-obatan bagi Bekantan. Selain itu keterbatasan APD bagi crew SBI juga menjadi permasalahan tersendiri. “Untuk pakan bekantan, yang biasa dapat kami peroleh di pasar, saat ini susah untuk mendapatkannya karena beberapa pasar tradisional dan pedagang tidak berjualan. Obat-obatanpun seperti vitamin stoknya semakin berkurang di apotek. Terkait dengan APD yang menghilang dari pasaran seperti masker, alkohol dan hand sanitizer juga menjadi permasalahan kami karena itu merupakan kelengkapan keselamatan crew kami.” Begitu keluh Amel. Lebih lanjut SBI juga menyampaikan terdapat dua model Bekantan di kandang rehabilitasi, yang pertama yaitu bekantan bekas peliharaan, dimana untuk jenis ini pakan bekantan masih bisa diatasi. Yang kedua adalah bekantan hasil evakuasi dari alam. Model bekantan yang kedua ini yang terkendala pakan, karena pakan berupa pucuk-pucuk daun seperti kelakai yang biasa dijual di pasar tradisonal makin susah didapat. Berdasarkan permasalahan tersebut, Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menanyakan kepada SBI kondisi bekantan yang siap lepasliar dan yang masih perlu direhabilitasi. Kepala Balai menyampaikan bahwa untuk bekantan yang sudah siap lepasliar sebaiknya segera dilakukan, dan kemudian perlu segera dicari lokasi pelepasliaran dalam waktu dekat sehingga permasalahan dapat segera teratasi. Saat ini Suaka Margasatwa Pulau Kaget menjadi alternatif lokasi pelepasliaran karena pertimbangan habitat dengan pakan yang cukup melimpah serta luasan yang masih cukup memadai untuk menampung populasi bekantan yang sudah ada maupun penambahan hasil lepasliar. Kepala Balai mengapresiasi kepada SBI atas konsennya yang cukup baik terhadap maskot Kalimantan Selatan ini, serta koordinasi yang baik perlu terus dibangun antara instansi pemerintah maupun LSM dalam menghadapi pandemi wabah ini. (ryn) Sumber: Titik Sundari, S.Hut (PEH BKSDA Kalsel)
Baca Berita

Begini Aksi Balai TN Batang Gadis Peduli Masyarakat dan Covid-19

Mandailing Natal, 8 April 2020. Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) membantu membeli produk atau program masyarakat desa penyangga berupa gula aren (Desa Hutapuli dan Sibanggor Julu), kopi (Desa Pagar Gunung, Sopotinjak, dan Kec. Ulupungkut) dan jeruk (Hutabaringin Maga) untuk membantu pemasaran para petani. Barang yang dibeli dijadikan paket bantuan untuk didistribusikan ke posko batas kabupaten dan posko medis di 8 titik se-Kabupaten Mandailing Natal (8/4). Kedelapan posko tersebut yaitu : 2 posko puskesmas di Panyabungan, 1 pos batas Muara Sipongi, 1 pos batas Siabu, 3 pos kecamatan di Puncak Sorik Marapi, Kotanopan/Tambangan, dan Sopotinjak, serta 1 posko kabupaten. Balai TNBG juga membeli produk beras dari Sirambas dan ikan sale dari Guo Batu yang juga dijadikan paket-paket untuk dibagikan pada masyarakat kurang mampu di sekitar kantor Balai yang terkena dampak ekonomi selama physical distancing. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Bantuan Paket Sembako ke Komunitas Orang Rimba/Suku Anak Dalam

Sarolangun, 8 April 2020. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Bukit Duabelas menyerahkan bantuan paket sembako kepada 13 Kelompok Temenggung Orang Rimba/SAD yang berdiam di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas. Penyerahan bantuan paket sembako sebanyak 718 paket untuk 718 KK ini dibagi menjadi 2 (dua) tahap, yang pertama untuk Komunitas Orang Rimba/SAD yang secara administrasi berada di Kabupaten Tebo dan Kabupaten Sarolangun sebanyak 8 (delapan) kelompok yang terdiri dari 583 KK, dan tahap kedua yaitu untuk Komunitas Orang Rimba di Kabupaten Batanghari sebanyak 131 KK. Paket Sembako pada tahap pertama ini sebanyak 583 paket, yang setiap paketnya terdiri atas beras 5 kg, gula pasir 1 kg, mie instan 10 buah, kopi AA, dan teh celup. Pemberian bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kepada Orang Rimba/SAD, yang saat ini sebagian besar melakukan besesandingon yaitu mengasingkan diri dari orang sakit/diduga membawa wabah penyakit. Hal ini membuat mereka yang biasanya berdiam di pinggir kawasan, masuk kembali ke dalam hutan untuk menghindari terkena wabah penyakit yang saat ini marak diberitakan yaitu Covid-19. Kondisi tersebut membawa konsekuensi sementara kepada komunitas tersebut, yaitu menjadi jauh dari pusat perekonomian (desa) sehingga menyulitkan untuk mendapatkan bahan pokok. Adanya paket sembako (makanan tambahan) ini diharapkan dapat membantu kehidupan mereka di tengah masa pandemik Covid-19. Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Rabu (8/4/2020) pukul 11.00 WIB bertempat di SAD Center, Resort II.E Air Hitam I, SPTN Wilayah, II Tebo oleh Kepala Balai Taman Nasional Bukit Duabelas, Haidir, dan diterima langsung oleh 2 (dua) Temenggung yaitu Temenggung Afrizal dan Temenggung Bepayung, yang mewakili kelompok lainnya di Kabupaten Sarolangun, disaksikan oleh Camat dan Kapolsek Air Hitam. Untuk selanjutnya seluruh paket sembako akan didistribusikan oleh pendamping masing-masing sehingga tidak perlu mengumpulkan massa dalam pembagiannya. Kepala Balai TNBD menyatakan bahwa paket sembako ini merupakan upaya untuk membantu meringankan kebutuhan pokok Suku Anak Dalam yang sedang melakukan adat besesandingon. Dalam kesempatan ini, H. Jaelani (Tetua Orang Rimba) mengucapkan terimakasih kepada pihak balai atas perhatiannya terhadap komunitas Orang Rimba, dan mengamini penyampaian Kepala Balai TNBD bahwa selama besesandingon, aktivitas Suku Anak Dalam untuk memenuhi kebutuhan pokok menjadi cukup sulit dilakukan. Kegiatan ini juga sangat didukung oleh Muspida dan pihak lainnya dalam hal ini Camat Air Hitam, Kapolsek, Pemerintah Desa Pematang Kabau, Koramil Pauh, dan PT. Sari Aditya Loka 1. Sumber: Balai Taman Nasional Bukir Duabelas
Baca Berita

Rumah Baca Bahari di Desa Tarupa, Berminat Berdonasi Buku?

Resort Tarupa - Taman Nasional Taka Bonerate, 09 April 2020. Sudah ada Rumah Baca di Desa Tarupa, Kecamatan Taka Bonerate Kabupaten Kepulauan Selayar. Desa ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, jaraknya sekitar 5 jam mengendarai kapal kayu "jolloro" baru tiba di desa ini dari Pelabuhan Pattumbukan - Selayar. Diberi nama "Rumah Baca Bahari Tarupa", rumah baca ini dibangun berdampingan dengan kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa dan pos jaga Resor Tarupa. Dengan tujuan untuk memudahkan teman-teman petugas jaga memantau anak-anak. Dibangun atas inisiasi oleh Kepala SPTN Wilayah I Tarupa bapak Raduan dan teman-teman di Resor Tarupa. "Bangunannya sederhana, namun untuk sementara cukuplah buat anak-anak untuk Berkumpul membaca," ujar Raduan. Sama halnya dengan bangunan baru, masih banyak yg perlu dibenahi, seperti koleksi buku dan raknya. Namun yang terpenting adalah semangat dan minat anak-anak Tarupa untuk membacanya. Setiap ba'da Ashar anak-anak Tarupa berkumpul, dipandu oleh teman-teman petugas untuk mengaji dan belajar membaca dan berhitung. Oia, #sahabataka yang berminat untuk mengirimkan atau mendonasikan beberapa buku bekas yang masih layak ataupun baru silahkan hubungi sosial media Balai TN Taka Bonerate (Instagram @takabonerate_np, halaman facebook Taman Nasional Taka Bonerate/ Call Center 0811-418-481) Menurut BeAnn Younker, Kepala Sekolah di Battle Ground Middle School, Indiana, Amerika Serikat, bahwa untuk menumbuhkan minat baca seumur hidup kita perlu mengajak anak-anak secara aktif terlibat dalam proses membaca, dan membuat mereka berinteraksi dengan orang dewasa, ini adalah kunci untuk menumbuhkan minat dalam membaca. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate [Sumber teks © @asritntbr - PEH, Foto © Ahmad Bustam - Staf SPTN Wil.I Tarupa]
Baca Berita

Kalian Di Rumah Saja Biar Balai TN MerBeti Yang Jaga Penyu

Jember, 8 April 2020. Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia tidak menyurutkan semangat Tim Konservasi Penyu Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) dalam upaya penyelamatan Penyu di Pantai Sukamade, tidak lupa dengan selalu memperhatikan arahan Pemerintah terkait Protokol penanganan Covid-19. Pantai Sukamade sebagai salah satu Pantai peneluran Penyu Hijau terbesar di Indonesia hampir setiap malam dijumpai penyu yang mendarat. Pada kegiatan monitoring pendaratan hari Selasa malam (7/4), Tim Unit Konservasi Penyu Balai TN MerBeti menjumpai 1 ekor Penyu Hijau (Chelonia mydas) dengan ukuran panjang karapas 96 cm, lebar kerapas 93 cm dan bertelur sebanyak 80 butir. Selanjutnya telur Penyu tersebut direlokasi untuk ditetaskan secara semi alami mengingat banyaknya predator di alam. Jadi Kalian Di Rumah Saja Biar Balai TN MerBeti Yang Jaga Penyu... Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN Merbeti)
Baca Berita

Patroli Resort 3 Pastap Julu Balai TN Batang Gadis Bersama MMP

Pastap Julu, 7 April 2020. Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Kotanopan Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) melaksanakan Patroli di resort 3 kawasan hutan Desa Pastap Julu bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Dalam pelaksanaan ini, tim melakukan sosialisasi kepada aparatur desa untuk melarang tamu memasuki kawasan TNBG dan memasang 3 plang TNBG pada batas kawasan serta melakukan pembersihan pada tugu dan pal batas kawasan. Tim juga menemukan jerat burung pada kawasan TNBG dan telah diamankan untuk dilakukan pemusnahan berupa tali penderek sangkar burung. Kepala Balai TNBG menghimbau terus untuk meningkatkan pengamanan hutan di kawasan TNBG guna mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat dan kesempatan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan. Dalam pencegahan covid-19 tim juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara pencegahan covid-19 agar masyarakat terhindar dari penyebaran virus covid-19. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis

Menampilkan 3.745–3.760 dari 11.141 publikasi