Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kolaborasi Bersama, Diskusi Virtual Untuk Atasi Dampak Corona di TWA Gunung Tunak

Bogor, 21 April 2020. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) bersama dengan Korea Indonesia Forest Center (KIFC), membangunan strategi penguatan perkembangan eco-tourism di TWA Gunung Tunak. Pembahasan upaya jangka pendek dan jangka panjang penanganan pandemi. Pandemi virus corona yang saat ini menjadi wabah global dan berdampak pada kebijakan pembatasan sosial turut juga berdampak terhadap penurunan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat dengan mata pencaharian di bidang wisata. Dampak penurunan ekonomi tersebut juga menerpa masyarakat Desa Mertak, Nusa Tenggara Barat karena dibatasinya aktivitas di daerah tersebut. Adanya 77 kasus positif terinfeksi Corona membuat pemerintah daerah NTB menerapkan pembatasan sosial, selain itu pihak pemerintah pusat dalam hal ini diwakili Balai KSDA NTB juga menerapkan kebijakan penutupan kawasan konservasi khususnya untuk kegiatan wisata di seluruh wilayah kerjanya. “Sesuai surat edaran gubernur, surat edaran Menteri LHK, dan surat edaran Dirjen KSDAE, maka kami menutup semua kawasan konservasi khususnya untuk kegiatan wisata, yang berdampak pada masyarakat pelaku jasa wisata” kata Ari, Kepala Balai KSDA NTB pada 17 April 2020. Tercatat terdapat 11,75% penurunan jumlah pengunjung wisata alam pada bulan Januari-Februari 2020 dibandingkan dengan Januari-Febuari 2019 di seluruh kawasan konservasi. TWA Gunung Tunak sebagai destinasi wisata yang mendukung destinasi super prioritas Mandalika juga mengalami dampak cukup berpengaruh. Sekitar 50 tenaga kerja bidang wisata yang aktif saat ini dirumahkan sementara sebagai bentuk pencegahan penyebaran pandemik COVID19 di kawasan Desa Mertak. Dalam penanganan pandemi ini, tanggal 17 April 2020 lalu telah dilakukan webinar bersama antara KIFC, BKSDA NTB, Direktorat PJLHK dan Unit Management Tunak Cottage. Dalam webinar yang dipandu oleh Sugeng Marsudianto, Co-Director KIFC dilakukan pembahasan peluang dan tantangan pengembangan wisata alam di TWA Gunung Tunak pada masa penanganan dan paska pandemi COVID19. Potensi kehilangan nilai ekonomi masyarakat menjadi acuan pemerintah tetap menjaga kestabilan ekonomi. Sebagaimana disampaikan oleh Yohan Hendratmoko, Kepala Seksi PJLWA KSA dan TB Direktorat PJLHK terdapat potensi kehilangan nilai ekonomi bidang wisata alam pada tahun 2020 akibat pandemi COVID19 berkisar antara Rp.1,3T sampai Rp.1,7T dan potensi kehilangan PNBP sebesar Rp. 88M. “Pemerintah terus berusaha untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi dalam masa pandemi ini, penyusunan strategi dalam mengahadapi permasalahan terus diupayakan. Saat ini sedang dirancang strategi berupa branding hutan sebagai penyembuhan paska pandemi” Ujar Yohan Berbagai upaya dilakukan pemerintah baik berupa mitigasi COVID19 dengan perlidungan sosial dan stimulus ekonomi bagi pekerja/pelaku usaha sektor pariwisata, hingga realokasi anggaran untuk program padat karya. “Seluruh UPT Lingkup Ditjen KSDAE, sesuai arahan Dirjen KSDAE juga turut berkontribusi dengan membeli produk hasil pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan seperti madu, jamu atau ramuan tradisonal hingga tanaman obat sebagai bentuk upaya menjaga kestabilan sosial dan ekonomi masyarakat” tambah Yohan. Seiring dengan yang disampaikan Direktorat PJLHK, dalam rangka mencegah penurunan ekonomi akibat kebijakan pencegahan penularan virus, BKSDA NTB turut memberikan bantuan pokok kepada masyarakat di sekitar kawasan kelolanya. Menurut Ari, program pemberian bantuan ini ditujukan kepada mereka yang kehilangan nafkah selama masa pandemi sebagai bentuk dukungan untuk bersama melewan wabah ini. “Telah dilakukan pengurangan anggaran sebesar Rp.18M dalam rangka penanganan COVID19, dalam keterbatasan tersebut juga telah dialokasikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak wabah ini” Jelas Ari Subiantoro, Kepala BKSDA NTB. Selain upaya jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan masyarakat, upaya jangka panjang juga menjadi aspek penting yang dibahas dalam pertemuan webinar ini. TWA Gunung Tunak sebagai destinasi yang mendukung KEK Mandalika sebagai destinasi prioritas menjadi peluang pengembangan TWA Gunung Tunak sebagai destinasi wisata sehat paska pandemi. “Sebagai lokasi pelaksanaan MotoGP 2021 dan destinasi super prioritas, Mandalika dan sekitar salah satunya TWA Gunung Tunak memiliki peluang besar dari segi pariwisata paska pandemi ini” Jelas Ari Subiantoro. Dalam diskusi webinar ini,disampaikan pula bahwa pihak KIFC sebagai pihak yang bekerjasama dengan Kementerian LHK dalam pengembangan wisata alam berbasis masyarakat akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk program bantuan kepada masyarakat Desa Mertak sebagai bentuk dukungan penanganan wabah. Berbagai masukan dan usulan dari berbagai pihak yang disampaikan dalam webinar tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk merumuskan langkah jangka pendek dan jangka panjang dalam penanganan pandemi ini. “Branding, diversifikasi produk, perancangan pedoman mitigasi bencana/wabah, dan pengampingan masyarakat menjadi kunci pembahasan lebih lanjut untuk pengembangan wisata alam berbasis masyarakat di TWA Gunung Tunak” tutup Sugeng dalam diskusi webinar. Sumber : Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK)
Baca Berita

Aksi PEH Balai TN Komodo Monitoring dan Identifikasi Sarang Bertelur Penyu

Labuan Bajo, 21 April 2020. Balai Taman Nasional Komodo (BTN Komodo) telah memberlakukan penutupan sementara kawasan Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan sejak tanggal 22 Maret 2020. Penutupan ini akan berlangsung hingga tanggal 29 Mei 2020 guna mencegah penyebaran pandemi COVID-19 di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya. Meskipun tengah diberlakukan kebijakan penutupan sementara, kegiatan pengelolaan taman nasional tetap dilakukan. Salah satu kegiatan pengelolaan yang sedang intensif dilaksanakan adalah kegiatan monitoring dan identifikasi sarang bertelur penyu di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kegiatan tersebut dikoordinir oleh tim fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) bekerjasama dengan petugas-petugas Resort di dalam kawasan. Pada bulan April 2020, tim fungsional PEH bersama dengan petugas Resor Loh Wau dan Kampung Komodo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Pulau Komodo, melaksanakan kegiatan monitoring sarang bertelur penyu dan berhasil membuat tolak ukur baru dalam pengelolaan satwa liar penyu. Kegiatan monitoring di wilayah Resor Loh Wau dan Kampung Komodo dilakukan di dua lokasi, yaitu: Pulau Lengah dan Pulau Lawang Besar. Sebelum melaksanakan kegiatan, tim terlebih dulu menggali informasi mengenai aktivitas pendaratan penyu dari nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan beberapa bulan sebelumnya. Menindaklanjuti informasi dari masyarakat nelayan, tim bergegas pergi ke lokasi untuk melakukan pemantauan. Dalam prosesnya, tim PEH dan petugas resor mengumpulkan data berdasarkan beberapa indikator, diantaranya: jumlah telur, bobot telur, jejak pendaratan, dan perjumpaan langsung dengan induk penyu yang hendak bertelur di pesisir pantai. Berdasarkan hasil pemantauan, tim berhasil mengidentifikasi dan memetakan sarang bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kedua pulau tersebut merupakan lokasi kunci yang sangat penting untuk keberlangsungan satwa penyu di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Berdasarkan data bobot dan keliling telur penyu, penyu hijau memiliki ukuran telur yang relatif lebih besar dan jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan telur penyu sisik. "Telur-telur penyu di Pulau Lengah dan Pulau Lawang harus direlokasi ke lokasi lain disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: (1) Tingginya frekuensi pencurian telur penyu oleh manusia dan (2) Sempitnya luasan pantai yang meningkatkan potensi tumpang tindih antar indukan penyu dalam proses peneluran" ungkap Muhammad Ikbal Putera, ketua tim kegiatan monitoring sarang bertelur penyu (PEH BTN Komodo). "Faktor-faktor tersebut berdampak pada peningkatan potensi mortalitas proses peneluran dan penetasan tukik penyu" tambah Ikbal. Kepala Resor Loh Wau, Ikhwan Syahri, bersama dengan anggotanya berinisiatif untuk merelokasi 60 telur penyu hijau dari Pulau Lengah ke Resor Loh Wau pada 14 Maret 2020 silam. Proses penyimpanan dilakukan di dalam pos jaga dengan membuat penangkaran semi alami. Pada tanggal 16 April 2020, 52 telur berhasil menetas menjadi tukik dengan persentase keberhasilan mencapai 86.67%. Tukik tersebut kemudian dilepaskan kembali ke laut di Pantai Loh Wau secara bersamaan. Pelepasan tukik dilakukan oleh Kepala Balai TN Komodo (Lukita Awang Nistyantara) yang didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah II Pulau Komodo (Gatot Kuncoro Edi) bersama dengan petugas Resor Loh Wau dan PEH Balai TN Komodo. Sebelum proses pelepasan, PEH dan petugas Resor Loh Wau terlebih dulu melakukan pengukuran dimensi (panjang dan lebar) terhadap 52 tukik penyu hijau tersebut. Selain sukses pada upaya relokasi telur dan pelepasliaran tukik penyu sebelumnya, per tanggal 9 April 2020, Resor Loh Wau saat ini masih memiliki 277 telur penyu hijau yang dikumpulkan dari Pulau Lengah. Anakan tukik diperkirakan akan menetas pada awal hingga pertengahan Bulan Mei 2020. Kedepannya kami berharap Balai TN Komodo dapat semakin memperat hubungan dan bekerjasama dengan masyarakat dalam hal pengelolaan satwa liar di dalam kawasan, khususnya dalam upaya pelestarian satwa penyu di Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Optimisme Berkumandang dari Balai TN Gunung Palung

Senin, 20 April 2020 - Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) me-release video pendek berdurasi 4 (empat) menit dengan judul “ Pasti Bisa”. Video pendek ini menayangkan tentang persembahan lagu yang merupakan cover lagu dengan judul “ Pasti Bisa “ dari penyanyi Citra Scholastika. Lagu yang dipersembahkan merupakan lagu yamg dipilih sesuai dengan isi dari materi lagu tersebut untuk tetap optimis dalam menghadapi situasi apapun. Materi lagu tersebut sangat sesuai dengan situasi saat ini di tengah perjuangan kita menghadapi pandemi global Covid-19. Dalam mempersembahkan lagu tersebut, setiap pegawai TANAGUPA berpatispasi dengan menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan bait-bait dari lagu tersebut. Salah satu staf yang ikut menyanyi adalah Idol Tanagupa, Salim Manuama yang merupakan wakil Balai TANAGUPA yang akan ikut kontes KLHK Idol 2020. Di sela-sela rekaman suaranya, Salim menyampaikan bahwa “ Saya senang dapat ikut bernyanyi dan berharap suaranya dapat menghibur masyarakat “.Video berdurasi 4 (menit) tersebut tidak hanya berisi suara nyanyian lagu “Pasti Bisa” tetapi juga berisi pesan-pesan penting dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai protokol seperti : stay at home, work from home, rajin cuci tangan, physical distancing, selalu menggunakan masker dan jaga kesehatan. Kepala Balai TANAGUPA M. Ari Wibawanto penggagas ide pembuatan video tersebut menyampaikan “ Kami memahami bahwa situasi yang dihadapi saat ini cukup berat, dimana kita semua seluruh jajaran Balai TANGUPA harus lebih berhati-hati dan waspada dalam menghadapi pademi Covid-19. Kekompakan, kebersamaan, saling menguatkan dan berbagi hal yang positif menjadi hal yang penting untuk saat ini. Persembahan cover lagu “Pasti Bisa” dari penyanyi Citra Scholatika diharapkan dapat menghibur dan memberikan energi positif bahwa kita pasti bisa menghadapi dan melewati pandemic Covid-19. Bangsa Indonesia Pasti Bisa. Sumber: Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Kawasan Tutup Berikan Kebebasan kepada Satwa

Ende, 20 April 2020. Penutupan kawasan TN Kelimutu yang telah dilakukan sejak 22/3 untuk mencegah penularan dan perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) ternyata juga memberikan dampak pada ekosistem di TN Kelimutu teritama kebebasan satwanya, sebagaimana yang terjadi di kota-kota di dunia yang melakukan penghentian aktifitas warganya (lockdown). Hasil pemantauan petugas TN Kelimutu, kondisi yang ada benar-benar memberikan kebebesan kepada satwa terutama ayam hutan untuk bergerak bebas dilingkungan yang biasa banyak dilintasi manusia untuk berwisata. Petugas melihat beberapa ekor Ayam Hutan yang berkeliaran di jalan setapak menuju puncak TN Kelimutu. Hal ini menarik karena sebelumnya Ayam Hutan sulit dilihat oleh Petugas ataupun Pengunjung di areal TN Kelimutu. Petugas bahkan mengabadikan satwa ini. Selain itu petugas juga menemukan bekas sarang Ayam Hutan yang telah dierami di jalur trekking menuju danau pada beberapa hari sebelumnya. Ayam Hutan di TN Kelimutu adalah jenis Ayam Hutan Hijau (Gallus varius) merupakan satu dari tiga spesies ayam hutan asli Indonesia. Ayam Hutan Hijau tersebar hanya di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara saja dengan habitatnya pada tanah terbuka atau di pinggiran hutan. Ayam Hutan Hijau umumnya ditemui di wilayah dengan ketinggian 1.500 sampai dengan 3.000 mdpl. Ayam hutan hijau memiliki ukuran panjang 60 cm pada ayam jantan dan 42 cm pada ayam betina. berbeda dengan ayam hutan merah, ayam hutan hijau memiliki jengger yang tidak bergerigi. Jenggernya berbentuk membulat pada bagian tepi, berwarna merah dan kebiruan di bagian tengah. Pada pagi dan sore ayam akan mencari makanan berupa biji-bijian, pucuk rumput dan daun, serta serangga. Ayam hutan hijau hidup berkelompok yang terdiri dari 2 hingga 7 anggota. Di kawasan TN Kelimutu keberadaan ayam hutan ini umumnya di jalan trekking, tangga parkiran dan jalur emergency. Hanya karena tingginya aktivitas manusia sehingga mereka biasa bersembunyi di hutan sekitar areal wisata kawasan TN Kelimutu. Sumber: Balai Taman Nasional kelimutu dan Rimbakita.com
Baca Berita

Evakuasi Orangutan Sumatra di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara

Stabat, 20 April 2020 - Bermula pada Minggu, 5 April 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima laporan ditemukannya Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di perladangan masyarakat, tepatnya di Dusun Perdomuan Nauli, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Keesokan harinya, Tim Gabungan Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan Orangutan Information Centre (OIC), melakukan evakuasi satwa dilindungi tersebut. Orangutan tersebut kemudian di rescue menggunakan senjata bius oleh petugas untuk selanjutnya dilakukan tindakan medis/ pengecekan kesehatan oleh drh. Fatimah Sari dari Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit dan drh. T. Jeni Adawiyah dari OIC. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa orangutan tersebut berjenis kelamin betina dengan berat badan 45 kg dan berumur 18 tahun, dalam kondisi fisik sehat dan tidak terdapat malfungsi alat gerak. Selain diperiksa kondisi fisiknya, berdasarkan hasil pembacaan microchip orangutan ini ternyata telah lima kali direscue dari perladangan masyarakat Dusun Pancasila Sei Serdang, yang pada saat itu menggigit masyarakat setelah sebelumnya dilepasliarkan di Hutan Restorasi Cinta Raja. Orangutan ini sejak dulu diberi nama “Maria”. Proses rescue dan evakuasi Orangutan Sumatera Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Orangutan Maria langsung direlease di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat pada pukul 18.40. Tindakan selanjutnya yang akan dilakukan adalah monitoring oleh tim OIC selama satu bulan ke depan utk memastikan orangutan tidak keluar kawasan hutan dan dapat bertahan didalamnya. Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Stabat - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Kegiatan Petugas Masih Tetap Berlangsung, Walau Wisata Danau Ditutup

Ende, 20 April 2020. 'Pagi telah pergi, Mentari tak bersinar lagi Entah sampai kapan, Ku mengingat tentang dirimu 'Ku hanya diam, Menggenggam menahan, Segala kerinduan, Memanggil namamu, Di setiap malam, Ingin engkau datang, Dan hadir di mimpiku. Lirik lagu Muhammad Virzha berjudul Tentang Rindu mewakili perasaan kita yang kini harus menahan rindu untuk menikmati pesona alam Kelimutu. untuk mengobati rasa kerinduan terhadap Kelimutu, kami infokan bahwa ekosistem Danau Kelimutu saat ini kondisinya baik, bahkan secara umum kondisinya semakin baik karena flora faunanya semakin tumbuh saat musim hujan dan bebas beraktifitas. Walaupun kunjungan wisata ke Danau Kelimutu telah ditutup sejak 22 Maret lalu, tetapi kegiatan para petugas masih tetap berlangsung diantara adalah petugas TN Kelimutu ataupun petugas Pemantau Gunung Berapi (PGA) Kelimutu. Walaupun saat ini dilaporkan bahwa beberapa gunung di Indonesia tengah mengalami peningkatan aktifitas, tetapi menurut pemantauan petugas PGA kondisi Gunung Api Kelimutu saat ini tetap pada level Normal (Tingkat Aktivitas Gunungapi Level I) . Dari pemantauan petugas jaga warna air danau ketiga Danau Kelimutu relatif terlihat seperti warna biasanya yaitu hijau kebiruan pada Danau Ata Polo & Nuamuri Ko'ofai dan hijau lumut pada Danau Ata Bupu. Kalaupun mungkin ada sedikit perubahan pada tone warna hijau air Danau Atapolo tetapi itu adalah hal biasa terjadi dan tidak signifikan. Sobat semoga kita tetap sehat dan pandemi covid-19 ini segera berlalu. Dan juga semoga setelah berlalunya pandemi ini kita dapat semakin bijak berinteraksi dengan alam dalam berwisata terutama setelah TN Kelimutu kembali dibuka. Tidak membuang sampah sembarangan, meminimalisir penggunaan plastik, tidak melakukan vandalisme dan tidak mengganggu flora maupun fauna yang ada. Kita kembali menghirup udara segar dan menikmati pesona alam dan flora fauna di TN Kelimutu secara bijaksana. . Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu, foto oleh @thy_masahiro
Baca Berita

Aksi Peduli Covid-19 BKSDA Jambi Bersama BBTNKS, Dishut Jambi dan Mitra

Jambi, 20 April 2020. Balai Konservasi Suber Daya Alam Jambi (BKSDA Jambi) turut berperan aktif dalam upaya pencegahan Covid-19 serta kegiatan bantuan sosial sebagai aksi kepedulian Covid-19. Secara bersama - sama pada hari Senin, 20 April 2020, BKSDA Jambi, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Mitra menyerahkan bantuan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sebagai Posko Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi. Bantuan diterima langsung Gubernur Jambi selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 pcs Baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap beserta tutup kepala dan cover sepatu; 1.000 pcs Topi Masker/Face Shield; 4.000 pcs Sarung Tangan Latex Medis; 1.200 pcs Masker kain, 1.000 pcs Masker model cup serta uang tunai sebesar Rp. 23.000.000,- Seluruh pihak berharap dengan bantuan yang diberikan dapat memberikan semangat tim medis sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19 serta memupuk kesadaran dan kepedulian akan pencegahan Covid-19 di lingkungan sekitar. Sumber : Balai Konservasi SUmber Daya Alam Jambi
Baca Berita

Doa Bersama Secara Virtual Untuk Bangsa Dari Tokoh Lintas Agama/ Masyarakat Nusa Tenggara Timur

Kupang, 18 April 2020. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan jajaran Pemerintah Kabupaten sejak awal merebaknya wabah Covid-19 telah melakukan langkah langkah pencegahan Covid-19 di seluruh wilayah NTT diantaranya Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor BU.440/03/ Kesehatan Prov. NTT/2020 tanggal 10 Maret 2020 tentang Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja serta Intruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 180.5.54/1/KESBANGPOL tanggal 6 April 2020 Tentang Penggunaan Masker, Penyediaan Sarana Cuci Tangan dan Pelarangan Makan di Rumah Makan. Kebijakan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran wabah Covid-19, maka seluruh jajaran pemerintah maupun swasta serta seluruh lapisan masyarakat wajib mendukung kebijakan tersebut sebagai upaya kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19 di NTT. Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) sebagai salah satu UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengemban amanah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku Koordinator Wilayah UPT KLHK Provinsi NTT turut merasakan keprihatinan dengan kondisi roda pemerintahan dan perekonomian yang berjalan tidak sebagaimana biasa. Sesuai perintah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Surat Edaran dan Maklumat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, BBKSDA NTT telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka penanggulangan COVID 19 yang dilaksanakan antara ; Sterilisasi Perkantoran, Sterilisasi Pemukiman Pegawai, Penambahan daya tahan tubuh untuk Pegawai, Pemberian dukungan kepada petugas medis Penanganan Covid 19 di RSUD Prof WZ Yohanes dan penyiapan APD untuk Pegawai. Menyikapi masa darurat yang telah memasuki bulan ke II Direktur Jenderal KSDAE (Ir. Wiratno, MSc) memberikan arahan kepada Kepala Balai Besar KSDA NTT (Ir. Timbul Batubara, MSi) dimana selaku Koordinator UPT Kementerian LHK untuk menginisiasi motivasi spiritual bagi Pegawai ASN lingkup UPT Kementerian LHK khususnya, masyarakat NTT umumnya untuk menyelenggarakan Doa Bersama Untuk Bangsa dengan Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Nusa Tenggara Timur. Agar melalui Doa Bersama seluruh ASN, dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur kiranya tetap solid dan Bersama sama pemerintah menghadapi wabah Covid 19. Melalui cara cara sebagaimana telah dituangkan pemerintah dalam Protokol Penanggulangan Wabah COVID 19. Kegiatan ini disamping menindak lanjuti arahan dan himbauan Menteri LHK dan Dirjen KSDAE untuk memperkuat kebersamaan bagi ASN dan keluarganya dalam menghadapi wabah Covic 19. Juga dimaksudkan untuk mensosialisasikan kepada Masyarakat luas khususnya warga ASN Kementerian LHK di Provinsi NTT, untuk tetap bertahan tidak melakukan perjalanan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memohon kepada ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa, agar seluruh keluarga ASN, dan masyarakat NTT diberikan kekuatan, kesabaran dan selalu Bersama dalam bekerjasama mendukung kebijakan pemerintah untuk tinggal di rumah (Stayhome). Memohon kepada ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa, agar bencana Wabah Covid 19 segera berlalu, dan seluruh masyarakat NTT khususnya dan Indonesia serta seluruh dunia segera terbebas dari wabah Covid 19 dan beraktifitas normal seperti sedia kala. Peserta DOA BERSAMA UNTUK BANGSA DARI TOKOH LINTAS AGAMA/ MASYARAKAT NUSA TENGGARA TIMUR diikuti oleh Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Timur, Pimpinan OPD Kab Manggarai dan Mangarai Timur, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Timur, TNI KODIM 1612 Manggarai, POLRl Polres Manggarai, Dirjen KSDAE, Sekditjen KSDAE, Dinas LHK NTT, Ka UPT LHK NTT, Ka UPT lingkup Ditjen KSDAE, Sekda Manggarai, Kasdim Manggarai, Imam Masjid Agung Ruteng, Ketua Dewan Paroki Ruteng, Perwakilan Pemda Manggarai Timur, Perwakilan Polres Manggarai, DWP BBKSDA NTT, Direktorat PJLHK dan Aparatur Sipil Negara UPT Kementerian LHK lingkup NTT, bersama pemuka agama dan tokoh adat/ masyarakat serta duta LHK Provinsi NTT (Vivian Tjung). Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur HUMAS – BBKSDA NTT EMAIL : bbksdantt@gmail.com
Baca Berita

Cegah Covid-19, BKSDA Jateng Bersama Polsek Laweyan Beri Bantuan Masyarakat Surakarta

Surakarta, 18 April 2020. Sekitar 1,9 juta orang terinfeksi virus corona di 185 negara di dunia dengan angka kematian lebih dari 116.000 jiwa dan angka kesembuhan lebih dari 440.000. Di Indonesia pemerintah menetapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) dan memperpanjang status tanggap darurat hingga akhir Mei 2020. Pemkot Surakarta saat ini sudah menetapkan corona di Solo sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penetapan status ini juga dibarengi dengan sejumlah kebijakan terkait penanganan dan pencegahan di berbagai sektor, misalnya penyemprotan disinfektan di fasilitas umum, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ditengah pandemik wabah Virus Corona atau Covid -19 tak sedikit warga, kelompok maupun komunitas yang saling berbagi. Tak terkecuali, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (BKSDA Jateng) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 Surakarta bersama dengan Kepolisian Sektor Laweyan yang berpartisipasi dalam menyerahkan bantuan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Solo, Jawa Tengah. Bantuan ini adalah salah satu bentuk kepedulian BKSDA Jawa Tengah, Mitra BKSDA Jawa Tengah dan Polsek Laweyan kepada masyarakat Solo yang membutuhkan walau tidak mampu menjangkau semuanya. Bantuan diberikan kepada masyarakat Kelurahan Purwosari, Kelurahan Penumping dan Kelurahan Sriwedari. Bantuan ini berupa alat pelindung diri (APD), 1000 (seribu) Pcs masker, 100 (seratus) Pcs Handsoap dan 500 Kg beras (@ 5 kg) yang diserahkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Surakarta Ir. Titi Sudaryanti, M.Sc. bersama Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono beserta anggotanya. "Bansos ke masyarakat yang terdampak covid 19 berawal dari keprihatinan BKSDA Jateng dengan adanya wabah covid 19, lalu kami BKSDA Jateng SKW I menggandeng Polsek Laweyan untuk bersama membantu dan mendistribusikan bansos agar bisa langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan" ungkap Ir. Titi Sudaryanti, M.Sc. Kepala SKW I Surakarta. Ditempat terpisah, apresiasi Sekditjen KSDAE Ir. Tandya Tjahjana, M.Si. kepada langkah upaya BKSDA Jateng SKW I Surakarta yang berinisiasi membantu dan tetap peduli pada lingkungan sekitar serta penting untuk mengikuti aturan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19 yaitu tetap #dirumahaja, jaga kebersihan dan kesehatan. Sumber : Balai KSDA Jawa Tengah Seksi Konservasi Wilayah I Surakarta dan Polsek Laweyan
Baca Berita

Peredaran TSL dan Konflik, BKSDA Maluku Gandeng Polda Maluku

Ambon, 16 April 2020. Koordinasi/Silaturahmi dengan pihak Polda Maluku dilakukan Balai KSDA Maluku yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Balai bersama dengan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II dan beberapa petugas Polhut dan PEH. Tim BKSDA Maluku diterima langsung oleh Bapak Kapolda Maluku Irjen. Pol. Drs. Baharudin Djafar, M.Si beserta beberapa jajarannya seperti Ditreskrimsus Polda Maluku, Ditreskrimum Polda Maluku dan Kabid Propam Polda Maluku di Ruang Pertemuan Polda Maluku (16/4). Ibu Rosna selaku Plt. Kepala Balai dalam penyampaiannya menerangkan terkait tupoksi Balai KSDA Maluku serta permasalahan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) serta konflik satwa yang marak terjadi di wilayah Maluku. Pelaksanaan koordinasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Bapak Kapolda, yang langsung menginstruksikan kepada jajaran dibawahnya untuk membantu petugas BKSDA Maluku dalam kegiatan pengawasan, penjagaan dan penertiban peredaran TSL ilegal serta memerintahkan kepada Kabid Propam Polda Maluku untuk melakukan patroli kepemilikan TSL yang dilindungi milik anggota polisi yang berada disekitar Asrama Polisi untuk diserahkan kepada Kapolda dan akan diserahkan langsung kepada pihak Balai KSDA Maluku. Kepada pihak Balai KSDA Maluku beliau berpesan agar kegiatan koordinasi atau silaturahmi seperti ini tidak hanya sebatas hari ini saja akan tetapi bisa ditingkatkan pelaksanaannya pada waktu-waktu yang akan datang. Sumber : Kacuk Seto Purwanto - Polhut Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Dua Ekor Kucing Kuwuk Diserahkan ke BBKSDA Jabar

Garut, 14 April 2020. Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) melalui Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Garut menerima laporan dari warga masyarakat bernama Dadan Suhendar dengan alamat Kp. Pasir Jenjing Ds. Pakuwon Kec. Cisurupan Garut akan menyerahkan satwa liar dilindungi jenis Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) sebanyak 2 (dua) ekor (14/4). Menurut keterangan yang bersangkutan, satwa tersebut dia temukan pada hari Senin, 13 April 2020 pukul 15.00 WIB di bibir Sungai Cikati Ds. Cipaganti. Satwa diperkirakan terseret arus. Kedua ekor satwa tersebut selanjutnya dievakuasi dan diamankan di Kantor SKW 5 Garut, setelah diperiksa kesehatannya di Klinik Hewan Satoku oleh drh. Sudibyo (alamat : Jl. Raya Bayongbong Ds. Cinisti Kec. Bayongbong) dengan hasil : kondisi satwa sehat, masih liar/ agresif (kelas umur : remaja). Direncanakan kedua ekor satwa tersebut akan dilepasliarkan di sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Guntur. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW V Garut
Baca Berita

Pembagian Sembako di TWA Pulau Kembang dan TWA Pulau Bakut SKW II

Marabahan, 16 April 2020 – Sesuai arahan Dirjen KSDAE dan sebagai wujud keprihatinan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak langsung terhadap mata pencaharian Masyarakat Mitra Pariwisata TWA Pulau Kembang Dan TWA Pulau Bakut, Balai KSDA Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan sembako berupa beras, tepung terigu dan minyak makan. Penyerahan sembako dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, M.Si, Kepala Resort TWA Pulau Bakut Imam Riyanto, S.Hut serta Kepala Resort TWA Pulau Kembang Suwandi. Penyerahan sembako dilaksanakan di 2 tempat yaitu TWA Pulau Bakut sebanyak 30 paket sembako yang diwakili oleh H. M. Zainuri Ketua Masyarakat Mitra Pariwisata Desa Beringin, Mardhiah Ketua Masyarakat Mitra Pariwisata Desa Marabahan Baru dan Anang Koordinator Usaha Kelotok TWA Pulau Bakut. Sedangkan di TWA Pulau Kembang diserahkan 60 paket sembako yang diterima oleh Fatmawati dan Minah pengurus Masyarakat Mitra Pariwisata serta Rahmansyah koordinator usaha kelotok TWA Pulau Kembang. Dr. Mahrus berharap bantuan yang diserahkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari–hari masyarakat mitra pariwisata baik di TWA Pulau Bakut maupun TWA Pulau Kembang yang selama ini menggantungkan kebutuhan ekonominya dari kegiatan pariwisata alam dikedua kawasan konservasi tersebut. Selain itu masyarakat mitra pariwisata diminta untuk tetap bersabar dan terus berdo’a agar pandemic covid-19 segera berakhir seraya terus menjaga kesehatan dengan cara tetap berada dirumah, memakai masker apabila berada diluar rumah, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta selalu menjaga jarak pada saat didalam maupun diluar rumah. (ryn) Sumber : M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si - Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Pecinta Satwa Serahkan Kukang Jawa ke BBKSDA Jabar

Purwakarta, 16 April 2020. Penyerahan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang jenis Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) diserahkan kepada petugas Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) melalui Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Purwakarta (16/4). Satwa liar tersebut diserahkan warga an. Yuyun Sunengsih dengan alamat Jl DI. Panjaitan No. 08. RT/RW.039/013 Kel. Soklat Kec. Subang Kab. Subang melalui Berita Acara Penyerahan No. BA.044/K.1/BKW.II/SKW.4/04/2020 tgl 16 April 2020. Menurut pengakuan dari Ibu Yuyun bahwa Kukang tersebut ia dapatkan dari seorang teman yang berhasil menyelamatkan kukang tersebut karena masuk ke dalam rumahnya. Karena mengetahui Ibu Yuyun ini adalah seorang pecinta satwa/binatang akhirnya Kukang tersebut dititipkan di Bu Yuyun untuk dirawat. Karena Ibu Yuyun ini mengetahui kalau Kukang adalah salah satu jenis yang dilindungi Undang-Undang, akhirnya oleh ybs Kukang diserahkan ke BBKSDA Jabar melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Purwakarta. Penyerahan satwa liar tersebut merupakan salah satu bukti bahwa saat ini masyarakat sudah semakin sadar untuk tidak menyimpan atau memelihara satwa liar yang dilindungi Undang-Undang, sehingga secara sukarela mereka dapat menyerahkan kepada Negara melalui BBKSDA. Saat ini satwa Kukang tersebut di evakuasi sementara ke kandang transit Seksi Konservasi Wilayah IV Purwakarta. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW IV Purwakarta
Baca Berita

Dianggap Hama Oleh Masyarakat, 15 Ekor Kakatua Tanimbar Diamankan Petugas

Saumlaki, 15 April 2020. Petugas Polhut Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Balai KSDA Maluku kembali berhasil mengamankan 15 ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) dari 2 orang masyarakat desa Bomaki. Burung tersebut ditangkap masyarakat karena dianggap sebagai hama pada tanaman jagung masyarakat. Petugas Polhut SKW III Saumlaki mendapat laporan dari staf Goffin Lab (Stasiun Penelitian Kakatua Tanimbar) pada hari Rabu Jam 12.00 WIT, selanjutnya segera menuju lokasi bersama pemerintah desa Bomaki, Kepala Desa dan Sekretaris Desa. Melalui negosiasi yang berlangsung kurang lebih 5 jam, pada akhirnya 2 orang tersebut menyerahkan satwa burung kepada pihak Polhut SKW III Saumlaki dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang bukti. Kondisi burung-burung tersebut terikat sayapnya sehingga kebanyakan burung mengalami stres di kandang. Dibantu Goffin Lab, burung-burung tersebut akan direhabilitasi di kandang transit SKW III Saumlaki sampai dinyatakan sehat dan bisa untuk dilepasliarkan. Sumber : Franston L. Kunu - Polhut Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Melihat Hasil Transplantasi Karang di Zona Rehabilitasi Resort Jinato dan Resort Pasitallu Timur

Resor Jinato - Taman Nasional Taka Bonerate, 17 April 2020. Kegiatan transplantasi karang tidak berhenti hanya dengan penanaman bibit dan peletakan rangka saja. Rangkaian kegiatannya mencakup pemeliharaan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Sesuai dengan rencana pemulihan ekosistem terumbu karang di Taman Nasional Taka Bonerate, kegiatan transplan ini harus diikuti kegiatan pemeliharaan secara berkala. Akhir bulan Maret 2020 ini, petugas teknis dan petugas lapang Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Jinato melaksanakan giat pemeliharaan hasil transplantasi karang yang berlokasi di zona rehabilitasi Resort Jinato dan Resort Pasitallu Timur. Secara keseluruhan, ada lebih dari 800 rangka di Resort Jinato dan 256 rangka di Resort Pasitallu Timur yang dipelihara dalam kegiatan ini. Jenis pemeliharaannya pun disesuaikan dengan kondisi terkini hasil transplantasi karang pada masing-masing zona rehabilitasi tersebut. Pemeliharaan yang dilakukan di Zona Rehabilitasi Resort Pasitallu Timur meliputi pembersihan media rangka dari sedimen maupun alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang, penggantian/penyulaman anakan karang yang mati atau pertumbuhannya kurang optimal, penataan kembali rangka substrat, pematokan rangka terlemah/terluar. Berbeda dengan Pasitallu Timur, dikarenakan tingkat pertumbuhan dan keberhasilan transplantasi karang di Zona Rehabilitasi Resort Jinato terbilang cukup tinggi dan jumlah rangka yang jauh lebih banyak sehingga pemeliharaan pada hasil transplantasi karang Resort Jinato lebih kepada pembersihan media rangka dari kotoran, sedimen, maupun alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang, dan penyulaman/penggantian anakan karang yang mati atau pertumbuhannya kurang optimal. Ditemui disela kegiatan Sunadi Buki (PEH) selaku ketua tim mengatakan "saya berharap upaya pemeliharaan hasil transplantasi karang ini dapat menekan angka kematian anakan karang dan meningkatkan persentase keberhasilan transplantasi karang sehingga tujuan pemulihan ekosistem terumbu karang pada zona rehabilitasi tersebut dapat tercapai.” Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks & Foto : Andi Rezeki Mutmainnah - PEH SPTN Wil.II Jinato, Editor : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

BBKSDA Jabar Terima Dua Penyerahan Satwa Liar

Bandung, 17 April 2020. Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) melalui Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) VI Tasikmalaya menerima dua penyerahan satwa dilindungi Undang-Undang yaitu Elang Brontok Fase Terang (Nisaetus cirrhatus) dan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). Semua satwa diserahkan warga melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang kemudian diserahkan Balai TNGC kepada BBKSDA Jabar. Saat ini, satwa-satwa tersebut diamankan sementara di kandang transit kantor Resor Konservasi Wilayah XXII Cirebon sembari menunggu pemeriksaan kesehatan dokter hewan sebelum dilepasliarkan/direhabilitasi di lembaga konservasi. Penyerahan satwa secara sukarela dari masyarakat mengindikasikan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa di habitat alamnya serta pertimbangan animal welfare serta mencerminkan hasil upaya kegiatan konservasi baik secara preventif, persuasif (patroli, sosialisasi dan penyuluhan) maupun represif (penegakan hukum) yang selama ini dilakukan. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW VI Tasikmalaya, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, BBKSDA Jawa Barat

Menampilkan 3.697–3.712 dari 11.141 publikasi