Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Peduli Covid-19, Balai Besar TaNa Bentarum Beri Bantuan Ke Rumah Sakit Ahmad Diponegoro Putussibau

Putussibau, 22 April 2020. Pegawai Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) turut berkontribusi dalam penanganan covid-19 melalui aksi pengumpulan Donasi suka rela untuk membantu meringankan masalah Pandemi Covid -19 yang kian meningkat khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Tim Medis dalam penanganannya. Hasil Donasi suka rela yang telah terkumpul diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi , Ardi Andono, S.TP., M.Sc kepada Yuliana P.Reo, S. Farm., APT selaku kepala Instalasi Farmasi yang mewakili pihak Rumah Sakit Ahmad Diponegoro serta turut hadir pula Camat Putussibau Utara mewakili Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Donasi yang diserahkan berupa 120 botol Madu hutan APDS, 40 Set Alat Pelindung Diri (APD), 19 Buah Masker N 95, 100 Buah Vinyl Exam Glove Latex, 100 Buah Nitrile Exam Glove, dan 40 Unit Google kacamata medis. “Pemberian bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pihak Rumah Sakit dan sebagai bentuk dukungan serta kepedulian pegawai Balai Besar TaNa Bentarum kepada Tim Medis yang berjuang di garda terdepan dalam melaksanakan tugas penanganan covid-19” Ujar Ardi. Dalam penanganan Covid-19 tentu membutuhkan banyak keperluan medis seperti Alat Perlindungan Diri (APD), masker medis, sarung tangan Latex dan kebutuhan medis lainnya. Mengingat beberapa perlengkapan medis yang hanya bisa digunakan untuk satu kali pemakaian membuat pihak pengurus rumah sakit kelimpungan dalam penyediaannya. Namun adanya kepeduliaan dari kalangan masyarakat dan pemerintah khususnya pihak Balai Besar dengan memberikan beberapa bantuan medis membuat pihak Rumah Sakit merasa sangat terbantu. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan teman-teman dari Balai Besar TaNa Bentarum, hal ini sangat membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan alat medis dan suplemen bagi Tim Medis yang semakin meningkat, mengingat adanya pasien teridentifikasi reaktif yang telah diisolasi, dan kami harus menjaga diri juga” ungkap Yuliana. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum)
Baca Berita

Taman Nasional MerBeti bersama Banyuwangi mencegah Wabah Covid

Banyuwangi, 23 April 2020. Kalibaru adalah Pintu barat pintu masuk Kabupaten Banyuwangi yang berbatasan dengan Kab Jember. Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi bersama beberapa dengan instansi terkait, salah satunya Taman Nasional Meru Betiri berinisatif mendirikan Posko Terpadu Screening Penyebaran Covid-19. Penjagaan posko dilaksanakan 24 jam penuh dengan dibagi beberapa shift. Kegiatan ini rencananya dilaksanakan sampai dengan akhir Juni 2020. Selain melakukan pembatasan perjalanan masuk dan keluar wilayah Kabupaten Banyuwangi, Tim juga melakukan sosialisai pelaksanaan social distancing, penggunaan masker, makan makanan bergizi, kebiasaan mencuci tangan, serta istirahat yang cukup kepada kendaraan yang melintas. Pihak-pihak yang terlibat di Posko Terpadu Screening Penyebaran Covid-19 selain Forpimka Banyuwangi instansi lain yang terlibat antara lain: Puskesmas Kalibaru Kulon, Dishub Bwi, BKPH Kalibaru, serta Taman Nasional Meru Betiri diwakili Seksi Pengelolaan Wilayah III Kalibaru, Banser, Pokmas, Karang Taruna dan lainnya seperti Lanal Bwi. Petugas yang dilibatkan selain staf Seksi atau Resort juga melibatkan Masyarakat Mitra Polhut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dan THL Seksi. Kekompakan seluruh unsur sangat diperlukan untuk menanggulangi wabah virus Covid-19 khususnya di Kabupaten Banyuwangi, sehingga wabah pandemi Covid-19 khususnya di Banyuwangi serta dunia dapat segera teratasi. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

BBKSDA Riau dan Yayasan OASE Beri Bantuan ke RSUD Kampar

Pekanbaru, 22 April 2020. Kali ini bersama dengan yayasan OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) pada hari Rabu, 22 April 2020 bertempat di Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kampar, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, S.H, M.Si., M.Hum menyerahkan bantuan berupa masker kain sebanyak 6.000 buah dan hand sanitizer sebanyak 1.000 buah kepada pemkab Kampar yang diterima oleh Ibu Hj. Muslimawati Catur. Yayasan OASE merupakan yayasan yang dipimpin langsung oleh Ibu Negara Iriana Jokowi dan beranggotakan ibu-ibu/ istri anggota kabinet kerja. Wilayah Kabupaten Kampar merupakan buffer area dari Kota Pekanbaru yang saat ini sudah berstatus zona merah COVID-19, sehingga masyarakat yang berada di wilayah ini harus lebih baik dalam melindungi diri sendiri. Bantuan selanjutnya akan disalurkan ke RSUD Kampar, 33 Puskesmas di Kabupaten Kampar dan jajaran personel TNI/POLRI yang bertugas dalam penanganan wabah virus corona/COVID-19. Dalam sambutannya, Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH. menyampaikan terima kasih atas bantuan, perhatian dan kepedulian yang diberikan pada saat Kab. Kampar sangat membutuhkannya dalam penanggulangan COVID -19. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kasus Perdagangan Satwa Di Malang Mulai Disidangkan

Malang, 22 April 2020. Kasus perdagangan satwa liar secara online yang berhasil dibekuk Kepolisian Resort Malang mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Malang, 22 April 2020. Dalam sidang tersebut, didengar keterangan saksi ahli dari pihak Balai Besar KSDA Jawa Timur, Hari Purnomo, SP., M.Si. Di tengah Wabah COVID-19 ini, sidang dilakukan secara online melalui telekonferensi. Saksi yang didatangkan memberikan keterangan di kantor Kejaksaan Negeri Kepanjen, sementara Majelis Hakim berada di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Malang. Sedangkan tersangka berada di Rutan Lowokwaru Malang. Kasus perdagangan online ini terjadi saat tersangka AS tertangkap oleh tim Polresta Malang pada awal bulan Februari 2020. AS menawarkan 2 ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus) melalui Facebook. Dalam pengembangan kasus, ternyata di rumah tersangka juga ditemukan 4 ekor Kasturi Kepala Hitam. Dari pengakuan AS, sebelumnya ia memiliki 25 ekor burung dari berbagai jenis yang dibelinya dari Papua. Sebagian telah ia jual secara online dan beberapa yang lainnya mati. Menurut Hari Purnomo, tersangka dijerat dengan Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, pasal 21 ayat 2 huruf a. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda 100 juta Rupiah,” tambah Hari. Sidang akan digelar kembali minggu depan di tempat yang sama. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Peringatan Hari Bumi Sedunia dan Patroli Simpatik BBTNLL Ditengah Pandemi Covid 19

Sedoa, 22 April 2020. Hari bumi sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 April 2020 yang dirancang dan dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali oleh manusia ini. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) merupakan Unit pelaksana Tugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menajadi pemangku kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu juga turut memperingati hari bumi sedunia tersebut bersama mitra dan pihak terkait di kawasan Eks Pertambangan Illegal Dusun Dongi-dongi, Desa Sedoa, kabupaten Poso pada tanggal 22 April 2020. Peringatan hari bumi sedunia dan patroli simpatik di lokasi eks PETI Dongi-dongi ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai besar Taman Nasional Lore Lindu Ir. Jusman bersama personil dalam jumlah terbatas, Balai Penanganan dan Penegakkan Hukum seksi II Palu, Babinsa setempat, Pemerintah Desa dan masyarakat setempat, serta beberapa anggota Forum Petani Merdeka (FPM). Bentuk kegiatan berupa penanaman 120 anakan pohon kemiri yang ditanam bersama di lokasi EKS PETI untuk merehabilitasi lokasi yang pernah dijadikan lokasi pertambangan illegal tersebut, selain itu juga dilakukan sosialisasi agar kelestarian kawasan di sekitar dapat terjaga dengan mengedepankan kerja secara kolaboratif. “ tantangan kita dimasa sekarang ini dalam menjaga kelestarian hutan semakin banyak, oleh karena itu dengan kerjasama multistakeholder bersama masyarakat dan pihak terkait diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan konservasi kedepannya”, ujar Ir. Jusman Kegiatan ini juga bertepatan dengan pandemi bencana penyebaran covid 19 di dunia sehingga kegiatan ini tetap mematuhi prosedur pencegahan penyebaran Covid 19. Kegiatan dilaksanakan dengan jumlah peserta terbatas dan menekankan untuk menggunakan masker. Pembagian 100 buah masker oleh Kepala balai besar TNLL kepada masyarakat juga menjadi momen untuk memberi semangat dan ikut berperan dalam pencegahan penyebaran covid 19 serta tetap menjaga kelestarian hutan meskipun ditengan pandemi covid 19 yang sedang dihadapi saat ini. Selain itu patrol simpatik juga digelar pada kesempatan kali ini, untuk menegaskan bahwa lokasi eks PETI ini tidak boleh beroperasi lagi dan komitmen berbagai pihak untuk berperan serta dalam menjaga kawasan ini. Pemasangan spanduk serta papan pengumuman dilaksanakan di lokasi tersebut, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya penambangan illegal bagi ekosistem serta ditengah pandemic Covid 19 ini. Ucapan terima kasih dari perwakilan masyarakat seakan menjadi “pemulus” langkah pengelolaan kawasan konservasi secara kolabortaif di TNLL. “kami mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih banyak kepada BBTNLL dan pihak lain yang ikut membantu kami mengamankan lokasi bekas tambang illegal ini. Kami merasa tidak sendirian lagi untuk menjaga hutan kita, terima kasih”, ujar Udin salah satu anggota FPM. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Kapolres Kepulauan Selayar Cek Langsung Temuan BB Personil Resort Tarupa

Resor Tarupa - Taman Nasional Taka Bonerate, 23 April 2020. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate berkoordinasi dengan Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Temmangnganro Machmud, S.IK, MH. via WhatsApp, perihal temuan bahan baku bom ikan (22/04) oleh personil Resort Tarupa. Beliau yang sedang kunjungan kerja di Polsek Pasimasunggu akan berencana menjemput langsung barang bukti (BB) tersebut. Menurut laporan personil di lapangan, Agusriadi Kepala Resor Tarupa, rombongan Kapolres sudah tiba pukul 06.30 wita hari ini (23/04) di Pulau Tinabo Besar. Setibanya di Tinabo, Bapak Kapolres Kep.Selayar langsung melakukan pengecekan terhadap barang bukti temuan/pupuk yang ditemukan oleh personil Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa kemarin (22/3). Dalam penyampaiannya, Kapolres sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh rekan-rekan di Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Selain penyerahan langsung barang bukti, personil Polhut SPTN Wilayah I Tarupa juga menyerahkan berkas Laporan Kejadian ke penyidik Polres Selayar, IPDA Suhardiman. Kepala balai dan personil lapangan mengucapkan banyak terima kasih atas atensi bapak Kapolres. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate, Foto : Dok. Resor Tarupa
Baca Berita

Kegiatan Penggiringan Gajah Liar di Desa Stugal

Pekanbaru, 22 April 2020. Para petugas kita di Resort Bukit Rimbang bersama dengan teman-teman dari Yayasan TNTN, Babinsa/ Logas Tanah Darat dan masyarakat setempat melakukan kegiatan penggiringan Gajah liar di Desa Stugal, Kec. Logas Tanah Darat. Waduuuh, namanya satwa pasti tidak baca berita tentang Corona, makanya masih saja keluar dari rimba raya. Sesuai informasi yang diperoleh, Gajah liar berjumlah satu ekor atau Gajah tunggal yang terpisah dari kelompoknya. Setelah berkoordinasi, Tim gabungan segera melakukan penggiringan satwa ke arah hutan kawasan Tesso Nilo dengan jarak lebih 3 km dari posisi Gajah dijumpai oleh Tim. Posisi Gajah liar saat ini sudah jauh dari kebun masyarakat sekitar +/- 800 M, yaitu berada di areal greenbelt konsensi PT RAPP. Selanjutnya Tim gabungan melakukan blokade dengan menggunakan api unggun di areal batas kebun dengan greenbelt PT. RAPP. Ini salah satu upaya antisipasi agar Gajah tidak kembali ke kebun masyarakat. Timpun melakukan patroli hingga malam ini. Semangat konservasi kawan kawan... Jaga kesehatan dan utamakan keselamatan ya.... Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Di Masa Pandemi Covid-19, Tim Resort Tarupa Gagalkan Rencana Destructive Fishing

Resort Tarupa - Taman Nasional Taka Bonerate, 23 April 2020. Ditengah pandemi Covid-19, rencana kejahatan terhadap sumber daya alam dan ekosistem berhasil digagalkan oleh Tim Resort Tarupa, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa, Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Kemarin (22/04) bertepatan dengan hari Bumi, Tim melakukan patroli rutin menyisir wilayah kerja di Resorta Tarupa dan kemudian menemukan pupuk yang disinyalir sebagai bahan bom untuk "destructive fishing". Barang "haram" ini ditemukan sebanyak 7 karung (5 karung berwarna kuning merek Cantik dan 2 karungnya bermerek Matahari yang telah dipindahkan dalam jerigen). Bahan bom ini ditemukan di daratan Pulau Tarupa Kecil yang disembunyikan dalam lubang pasir kemudian ditutupi dengan semak-semak pada bagian atas. "Ada 7 karung yang diamankan, 2 karung sudah dipindahkan dalam jerigen karena bahan ini mudah mencair, diperkirakan berat total 350 Kg, yang kemudian ditimbun, dilubang yang berbeda" jelas Agusriadi (Polhut) Kepala Resort Tarupa. Agusriadi menambahkan bahwa baru kali ini berhasil menemukan di atas pulau, biasanya saat di kapal. Temuan tersebut atas informasi masyarakat dan diperkirakan barang ini dari Pulau Masudu Sulawesi Tenggara. Saat ditemui, Kepala SPTN Wilayah I Tarupa, Raduan menyatakan bahwa barang bukti saat ini telah diamankan di Resort yang lain, guna melakukan lidik terhadap pemilik dan kemungkinan adanya barang bukti yang ditimbun di tempat lain. Di tempat terpisah Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto menyampaikan bahwa pada masa pandemi ini, pelaksanaan tugas di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) dan resort tetap berjalan seperti biasa, normal. Work From Home (WFH) hanya di berlakukan di kantor balai, dengan pertimbangan pulau cukup jauh serta masih aman dari penyebaran Covid-19, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, serta termasuk pertimbangan keamanan dan gangguan kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate, Foto : Dok. Resor Tarupa
Baca Berita

Tetap Produktif ditengah Pandemi COVID-19

Manado, 22 April 2020. Berlokasi di Pantai Paser Panjang Pulau Bunaken, sebanyak 84 tukik penyu hijau (Eretmochelys imbricata) dilepaskan oleh Kepala Bala Taman Nasional Bunaken (Dr. Farianna Prabandari), Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I (Gatot Santoso), Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort Bunaken dan perwakilan masyarakat Tanjung Parigi Bunaken. Setelah diketahui menetas 3 hari lalu (senin, 20 April 2020) dari masa penetasan semi alami, tukik penyu sisik dilepaskan ke perairan bertepatan dengan Hari Bumi (22 April). Prosedur pelepasan dengan tetap memperhatikan physical distancing di masa pandemi Covid-19. "Lokasi peneluran penyu pertama kali dilihat oleh Carol Martinus warga Tanjung Parigi Pulau Bunaken, kemudian melaporkan kepada petugas Resort. Sejak mengetahui lokasinya petugas selanjutnya melakukan pemagaran lokasi peneluran untuk menghindari predator" ungkap Gatot Santoso, Kepala SPTN Wilayah I. "Kami sangat mengapresiasi warga Bunaken yang membantu penyampaian lokasi peneluran penyu, harapan besar kedepan akan semakin banyak penyu - penyu mendarat di Pantai Paser Panjang untuk bertelur" sambung Gatot. Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai TN Bunaken, Dr. Farianna Prabandari menyampaikan bahwa Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) adalah spesies yang paling sering ditemui di perairan Pulau Bunaken selain penyu hijau (Celonia mydas), satwa ini sering terlihat oleh para diver saat melakukan penyelaman atau dengan menaiki perahu kaca/ katamaran, bahkan menjadi objek fotografi. Lokasi yang paling sering ditemui saat melakukan aktivitas diving dan snorkeling adalah di Likuan I dan II divespot, Muka Kampung divespot, Fukui divespot, dan Bunaken Timur I divespot. Secara umum lokasi peneluran sering ditemukan di Pantai Muka Kampung sebagai site monitoring kami, tetapi kali ini lokasi yang disampaikan merupakan area baru untuk peneluran penyu di Pulau Bunaken, yakni Pantai Paser Panjang. Dugaan awal kami adalah disaat ini kawasan tutup sementara untuk berbagai kegiatan wisata, memang tidak menampik kemungkinan hal tersebut juga bisa memberikan pengaruh terhadap satwa dengan merasa tidak terganggu kehidupannya. "Apresiasi yang tak terhingga kepada masyarakat Pulau Bunaken yang telah menyampaikan laporan lokasi baru peneluran penyu melalui MMP dan petugas kami di lapangan, dan kali ini bertepatan dengan Hari Bumi kami lepas liarkan" tegas Farianna. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Kelola Kehati Di Tengah Pandemi

Malang, 22 April 2020. Kelola keanekaragaman hayati (Kehati) Balai Besar Taman Nasional Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditengah pandemi membuahkan hasil pada tanggal 29 Februari 2020, dengan menetasnya individu Elang Jawa yang diberi nama Rajabi dari sepasang induk Elang Jawa yang diberi nama Pak dan Mbok Ginten di salah satu lokasi di lereng Selatan Semeru. Kegembiraan bertambah setelah hasil monitoring di site yang lain, terdeteksi induk Elang Jawa yang sedang membangun sarang dan diduga akan segera menetaskan individu baru Elang Jawa. Seluruh kegiatan pemantauan Elang Jawa dilaksanakan di kawasan TNBTS tersebut merupakan kegiatan rutin Fungsional Pengendali Eksosistem Hutan dan petugas pendukung lainnya, dilakukan mulai dari aktivitas pasangan Elang Jawa tersebut mengusir anak remajanya untuk hidup mandiri, membawa material dan membuat sarang, kawin, mengerami telur, menetas menjadi individu baru hingga belajar terbang. Penambahan populasi Elang Jawa yang cukup signifikan di TNBTS ini menunjukan bahwa hábitat Elang Jawa yang masih terjaga di dalam kawasan TNBTS atau dengan kata lain tutupan lahan di site monitoring tersebut relatif tidak banyak mengalami perubahan siginifikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Catatan temuan menggembirakan dari Elang Jawa juga diikuti dengan keberhasilan lain berupa identifikasi jenis Anggrek yang merupakan catatan baru untuk TNBTS tepatnya di lereng Semeru bagian Selatan. Ditengah pendemi covid-19 Toni Artaka (PEH BBTNBTS, penulis buku Anggrek TNBTS) dibantu 2 orang perawat anggrek lokal Cak Mian (Andi Samian) dan Cak Mail (Ismail), berhasil mengidentifikasi 3 Jenis angrek sebagai catatan baru untuk TNBTS yaitu Eulophia pulchra (Thou) Lindl. dan 2 jenis dari genus Dendrobium (Sw.). Selengkapnya : Kelola Kehati TN Bromo Tengger Semeru Di Tengah Pandemi Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Tim Selam Balai TN Komodo Identifikasi Terumbu Karang

Labuan Bajo, 22 April 2020. Balai Taman Nasional Komodo telah memberlakukan kebijakan penutupan sementara kawasan dari kunjungan wisatawan guna mencegah potensi penyebaran COVID-19 di Labuan Bajo. Selain bermanfaat mencegah potensi penyebaran virus pandemi, penutupan tersebut juga berdampak positif bagi pemulihan ekosistem daratan maupun perairan. Dalam rangka memastikan hal tersebut, tim selam Balai Taman Nasional Komodo melakukan kegiatan identifikasi terumbu karang di perairan Pulau Siaba Besar dan Pulau Mauwan, Taman Nasional Komodo pada tanggal 13 – 17 April 2020 yang lalu. Kegiatan identifikasi terumbu karang bertujuan untuk mengumpulkan data kondisi terkini terumbu dan tutupan karang. Dasar ilmiah pelaksanaan identifikasi terumbu karang di Taman Nasional Komodo mengacu berdasarkan hasil kajian dari Universitas Diponegoro (2013) dan LIPI (2019) yang telah melakukan kegiatan identifikasi pada periode sebelumnya. Pelaksanaan kegiatan identifikasi terumbu karang di Taman Nasional Komodo mengacu pada pedoman Reef Health Monitoring (RHM). Data yang berhasil dikumpulkan akan digunakan sebagai informasi dasar dan bahan acuan untuk penerapan kebijakan Tourism Carrying Capacity (TCC) untuk di kedua pulau tersebut kedepannya. Kebijakan TCC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kunjungan wisatawan, sehingga potensi ancaman kerusakan terhadap ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman hayati bawah laut dari adanya aktivitas manusia dapat ditekan. Teknis kegiatan identifikasi terumbu karang dilakukan dengan metode underwater photo transect. Tim selam membuat jalur transek dengan panjang 100 meter yang diletakkan sejajar dengan garis pantai guna memperoleh gambaran struktur dan kondisi alami terumbu karang di lokasi pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi terumbu karang di perairan Siaba Besar relatif sehat dengan persentase mencapai 71.5%, sedangkan tutupan karang didominasi oleh hard coral (64.5%) dan dead coral (14%). Pada Pulau Mauwan, jumlah terumbu karang yang sehat berada pada angka persentase 32%, banyak dijumpai patahan karang / rubble (63%), sedangkan tutupan karang terdiri dari rubble (44.5%) dan hard coral (23%). Keadaan ini mengindikasikan terjadinya kerusakan ekosistem akibat bom pada waktu lampau. Apabila dibandingkan hasil pengamatan antara kondisi terumbu dan tutupan karang di sekitar perairan Siaba Besar dan Mauwan, kondisi terumbu karang Siaba Besar relatif lebih sehat daripada Mauwan. Guna menjaga integritas ekosistem terumbu karang dan mencegah potensi kerusakan lebih lanjut khususnya akibat dampak dari adanya aktivitas manusia, maka kebijakan TCC perlu diterapkan. Rekomendasi tim selam Balai Taman Nasional Komodo terhadap upaya pemulihan ekosistem terumbu karang yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan transplantasi karang dan monitoring terumbu karang dengan jadwal pelaksanaan yang konsisten setiap tahunnya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Tukik Dari Poopoh Mengisi Relung Kehidupan Di Bagian Selatan TN Bunaken

Poopoh, 21 April 2020. Bagian selatan Taman Nasional Bunaken, tepatnya di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II sebanyak 81 ekor anak penyu (tukik) dilepasliarkan (21/4) di Pantai Tanjung Kelapa Desa Poopoh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa untuk memperingati Hari Bumi (22 April). Pantai Tanjung Kelapa dipilih karena merupakan tempat favorit penyu bertelur. Pelepasliaran dilaksanakan pukul 09.00 WITA dengan mengikuti prosedur physical distancing yang dihadiri Hukum Tua Poopoh, Kepala SPTN Wilayah II Bunaken dan masyarakat sekitar. Jenis tukik yang dilepasliarkan adalah jenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dari hasil penetasan semi alami yang telurnya ditemukan oleh Berce Tolli Ketua Kelompok Cahaya Trans pada 3 Maret 2020. "Memperingati Hari Bumi tahun ini, kita lakukan dengan pelepasliaran tukik di Desa Poopoh. Kita berharap tukik-tukik yang dilepas nantinya akan dapat membesar dan kembali ke pantai ini untuk bertelur, sehingga dapat menjadi atraksi wisata alternatif di Desa Poopoh" jelas Hendrieks A. Rundengan Kepala SPTN Wilayah II . "Penyu Hijau tergolong satwa yang dilindungi dan masuk kategori Appendix I CITES yang berarti perdagangan secara internasional dilarang" tutup Hendrieks. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Belajar Konservasi Di Masa Pandemi ala Resort Mantehage

Manado, 20 April 2020. Banyak cara untuk mengenalkan kawasan konservasi kepada siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) di masa pandemi Covid-19 saat ini, dan itulah yang dilakukan oleh petugas lapangan di Resort Mantehage, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Bunaken. Siswa dan siswi sejak pertengahan Maret 2020, secara nasional sudah diliburkan, tak terkecuali siswa dan siswi di wilayah kepulauan di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Mengingat dalam masa pandemi, serta dalam rangka pencegahan penyebaran virus, kegiatan yang sifatnya berkumpul dalam jumlah besar untuk sementara waktu dihentikan. Pulau Mantehage merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, pulau dengan area mangrove terluas di kawasan Taman Nasional Bunaken, dengan 4 desa penyangga yakni Desa Bango, Desa Tinongko, Desa Buhias dan Desa Tangkasi. Kepala Resort Mantehage Pandu Wijaya menyampaikan, dalam kegiatan belajar siswa dan siswi dilaksanakan di rumah masing-masing dengan pendampingan orang tua. Kegiatan tersebut antara lain menggambar tema lingkungan hidup, wilayah pesisir di Pulau Mantehage, serta pembelajaran cara mencuci tangan yang baik dan benar. Selanjutnya siswa dan siswi membantu orang tua dengan aktivitas bersih-bersih rumah seperti mencuci piring, ngepel lantai, membersihkan meja dan kursi serta aktivitas kebersihan lainnya. "Agenda ini kami lakukan untuk tetap mengenalkan pendidikan konservasi Taman Nasional Bunaken secara informal kepada siswa dan siswi sekolah dasar. Kami juga melakukan teknik lain di masa pandemi, sehingga tidak langsung ke sekolah, harapan kami pengetahuan siswa tentang kawasan Taman Nasional Bunaken semakin baik dan bertambah luas. Selain itu siswa dan siswi yang terlibat dalam pembelajaran juga kami berikan masing-masing alat menggambar, masker untuk perlindungan diri, dan sabun untuk cuci tangan" tutup Pandu. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

BBKSDA Papua Bersama Mitra Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 kepada Masyarakat

Jayapura, 21 April 2020. Balai Besar KSDA Papua bersama mitra dari CV Siraga Raga menyalurkan bantuan kepada Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya (TPHL) di Papua. Bantuan tersebut berupa paket sembako, terdiri atas beras, minyak goreng, susu, dan makanan ringan. Kegiatan berlangsung pada 20-21 April 2020. Hal ini dilakukan mengingat dampak sosial ekonomi dari pandemi Covid-19 perlu mendapatkan penangan lebih saksama. Kegiatan ini dilakukan serentak di Wilayah Kerja Balai Besar KSDA Papua, Bidang KSDA Wilayah, dan Seksi Konservasi Wilayah (SKW), yaitu di Kota dan Kabupaten Jayapura, Merauke, Agats, Nabire, Biak, Serui, dan Timika. Di Kota dan Kabupaten Jayapura yang terdapat enam resort di Kawasan CA Pegunungan Cycloop dan TWA Teluk Youtefa, mendistribusikan sembako sebanyak 148 paket. Sementara di Merauke terdistribusi 300 paket, sebagaimana yang dilaporkan Kepala Bidang KSDA Wilayah I Merauke, Irwan Effendi, S.Pi., M.Si.. Ia merincikan, 150 paket sembako diserahkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke dan diterima langsung oleh Bupati Merauke di kantornya. Sedangkan 150 paket lainnya terdistribusi ke Kampung Pachas yang berbatasan dengan SM Danau Bian, dan Kampung Kwell yang berbatasan dengan CA Bupul. Bidang KSDA Wilayah II Nabire, SKW I Agats, SKW II Timika, SKW III Biak, SKW IV Sarmi, dan Resort Serui mendistribusikan 63 paket. Total sembako yang diserahkan kepada masyarakat sebanyak 511 paket. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., dalam arahannya menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama, sesuai arahan Menteri LHK melalui Pak Dirjen KSDAE agar kita membantu masyarakat di sekitar hutan. Kita tahu, selama masa pandemi Covid-19 ruang gerak kita terbatas. Meskipun jumlah bantuan ini sedikit, namun harap dilihat dari sisi kebersamaan kita sebagai keluarga. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat.” Selanjutanya, ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu, secara khusus kepada Pimpinan CV. Siraga-raga dan semua tim KSDA yang sudah bekerja keras mempersiapkan semuanya dengan baik. Pada saat penyerahan bantuan secara simbolis di kediaman MMP di kawasan CA Pegunungan Cycloop, Edward selalu menanyakan kesehatan semua anggota MMP dan keluarga. Ia menyarankan agar mereka tetap menjaga daya tahan tubuh, menjaga kebersihan dan menaati arahan atau himbauan pemerintah serta mendoakan semoga kita semua dijauhkan dari pandemi Covid-19. [] Sumber: Balai KSDA Papua
Baca Berita

Patroli SMART RBM (Perairan) Dalam Rangka Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Konservasi SM. Kerumutan bagian Selatan

Pekanbaru, 22 April 2020. Resort Kerumutan Selatan, dipimpin Kepala Resort bapak Zulkifli pada hari Senin, 20 April 2020 melakukan Patroli SMART RBM (Perairan) dalam rangka Perlindungan dan Pengamanan kawasan Konservasi SM. Kerumutan bagian selatan. Tim melakukan penyelurusan dengan kendaraan air (perahu motor) di sungai Batang Rengat melaui Sungai Sengkayan, Desa Kampung Pulau. Sungai tersebut merupakan salah satu pintu masuk ke kawasan SM. Kerumutan Selatan. Tim melakukan pemasangan spanduk Himbauan/Larangan Pemasangan Jerat di Kawasan SM. Kerumutan di daerah Sungai Rasau dilanjutkan di sungai Tual-tual. Kondisi air banjir. Tim menemukan 2 orang masyarakat sedang melakukan mengambil kayu perancah di dalam kawasan SM. Kerumutan Selatan, Tim turun dari perahu motor dan berjalan kaki mengarungi air yang sedang banjir untuk menghentikan kegiatan 2 orang tersebut dan melakukan pembinaan agar tidak lagi menebang anakan kayu di dalam kawasan SM. Kerumutan. Selanjutnya Tim melakukan penyisiran dan menemukan kerangka sepeda yang sudah dimodivikasi. Sepeda segera dirusak dan dibuang/ditenggelamkan di sungai Batang Rengat. Walaupun Covid-19 masih melanda, namun untuk kelestarian kawasan konservasi kami akan selalu ada. Semangat konservasi. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Komposisi Orchidaceae di Resort Kopeng TN Gunung Merbabu

Selasa, 21 April 2020 - Resort Kopeng secara administratif berada di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Luas kawasan hutan yang menjadi wilayah kerja Resort Getasan sebesar 1.357,21 Ha. Potensi wisata alam di Resort Kopeng cukup beragam dan lengkap, baik wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat lokal, swasta, dan Balai TN Gunung Merbabu (TNGMb). Obyek wisata tersebut antara lain : jalur pendakian Thekelan, jalur pendakian Cuntel, Wisata alam Kalipasang, Wisata Umbul Songo, Kopeng Treetop, Gedong Pass, Watu Telu Hill, dan Downhill. Penulisan ini bertujuan untuk menelusuri dan mengkaji potensi flora khususnya suku Anggrek-anggrekan (Orchidaceae) yang telah disurvei dan diteliti di wilayah Resort Kopeng TNGMb baik oleh pengelola TNGMb maupun pihak peneliti/pemerhati. Selanjutnya data dan informasi yang dihasilkan dapat mendukung pengelolaan kehati TNGMb dalam rangka pengembangan wahana wisata edukasi di Resort Kopeng, salah satunya Green House Umbul Songo. Kantor Resort Kopeng dan Jembatan Kanopi di Depan Green House Keanekaragaman jenis anggrek beradasarkan Inventarisasi Anggrek di TNGMb tahun 2015 telah dijumpai 15 (lima belas) jenis, yaitu :Arundina graminifolia (D.Don.) Hochr, Appendicula alba Bl, Appendicula angustifolia Bl, Bulbophyllum flavescens (Bl.) Lindl, Coelogyne miniata (Bl) Lindl, Dendrobium saggitatum J.J.Sm, Dendrobium crumenatum Sw, Flickingeria grandiflora, Habenaria multipartita Bl, Liparis pallida (Bl) Lindl, Maloxis khobi J.B.Comber, Oberonia similis (Bl.) Lindl, Paphiopedilum javanicum (Reinw. Ex Lindl.) Pfitz, Pholidota carnea (Bl) Lindl, dan Spathoglottis plicata Bl Coelogyne longifolia / Oberonia similis / Dendrobium saggitatum Kondisi habitat di lokasi perjumpaan anggrek cukup beragam, dari ketinggian 1.500 sampai dengan 2.800 mdpl. Jenis vegetasi penyusunnya antara lain : Pinus, Puspa, Senggani, Kesowo, Kecubung, Acasia dekuren, Tembelekan Lantana camara, Pakis, Daun sendok Plantago asiatica, Paku tiang Alsophila glauca, dan Lumut janggut Usnea barbata, serta vegetasi pegunungan atas seperti Savana, Eidelweiss, Manisrejo, dan Kemlandingan gunung. Habenaria multipartita / Pholidota carnea / Maloxis khobi Inventarisasi TNGMb (2015) keseluruhan telah dijumpai 15 (lima belas) jenis anggrek, dimana 3 jenis dijumpai di Resort Kopeng yaitu : Bulbophyllum flavescens, Liparis pallida, dan Oberonia similis, ketiganya termasuk anggrek epifit. Menggabungkan 2 hasil penelitian tersebut diatas, maka potensi anggrek di wilayah Resort Kopeng (sementara) dijumpai 8 jenis anggrek yaitu : Dokumentasi perjumpaan anggrek di Resort Kopeng terbaru, periode Februari – Maret 2020 oleh petugas Resort Kopeng diperoleh jenis anggrek yang selain 8 jenis diatas, yaitu : Pholidota carnea, Dendrobium saggitatum, Habenaria multipartita dan Coelogyne longifolia. Sehingga sampai dengan awal tahun 2020 telah dijumpai 12 jenis anggrek di wilayah Resort Kopeng. Penjelasan lebih lengkap: Klik disini Sumber : Jarot Wahyudi, S.Hut, M.URP - Balai TN

Menampilkan 3.681–3.696 dari 11.141 publikasi