Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Bekantan Selamat dari Sengatan Listrik

Paringin, 15 Mei 2020. Jalur listrik Paringin - Lampihong, Rabu (13/5) pagi seketika padam. Petugas PLN sedang melakukan pengecekan pada jalur tersebut. Ternyata, penyebab padamnya listrik karena seekor bekantan terlilit kabel di Desa Teluk Karya, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Primata dilindungi ini akhirnya berhasil dievakuasi petugas dan dibawa ke kantor PLN Paringin. Kamis (14/5) sekitar pukul 11.00 Wita, KPH Balangan mendapatkan info dari Polres Balangan via sambungan telepon terkait penemuan bekantan yang sudah dievakuasi PLN Paringin tersebut. Tak menunggu waktu lama, setelah berkoordinasi dengan Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel), personel KPH Balangan bersama anggota Polres dan Dinas Pertanian Balangan, serta dokter hewan setempat langsung melakukan penjemputan bekantan untuk melakukan pemeriksaan awal. Menurut keterangan dari dokter hewan, bekantan mengalami stres akibat tersengat aliran listrik. Namun, kondisi fisiknya tidak terganggu. Kasi Perlindungan Hutan KPH Balangan, M Emir Faisal mengatakan, sekitar pukul 15.30 Wita pihaknya melakukan penyerahan bekantan kepada petugas BKSDA Resort Banua Enam (CA Gunung Kentawan). Mereka juga langsung melakukan penjemputan pada hari yang sama, sekaligus penandatanganan BAP di Kantor KPH Balangan. Penandatanganan disaksikan oleh anggota Polres dan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. “Terima kasih kepada pihak terkait, khususnya petugas PLN Paringin yang langsung berinisiatif menyelamatkan salah satu satwa dilindungi ini. Terlambat sedikit saja, mungkin kita akan mengevakuasi bangkainya saja. Save bekantan,” kata Emir. (f/kphbalangan) Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan
Baca Berita

Siamang Jantan Diserahkan ke BKSDA Sumatera Selatan

Palembang, 18 Mei 2020. Balai KSDA Sumatera Selatan kembali menerima satwa serahan masyarakat pada tanggal 11 Mei 2020 silam. Satwa dilindungi tersebut yakni seekor siamang (Symphalangus syndactylus) yang berjenis kelamin jantan. Diperkirakan satwa siamang tersebut berumur 10 (sepuluh) bulan. Hal ini berdasarkan pengakuan oleh warga yang datang langsung menyerahkan siamang tersebut di kantor Balai KSDA Sumatera Selatan. Siamang tersebut ditemukan di sekitar tempat tinggalnya. Kondisi siamang pada saat diserahkan dalam kondisi sehat, namun belum dapat langsung dilepasliarkan karena masih perlu beradaptasi dalam mencari makan di hutan. Oleh karena itu, saat ini masih dilakukan pemeliharaan dan habituasi di Resort TWA Punti Kayu, Palembang. Kami berharap semoga kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan satwa liar dilindungi semakin meningkat dengan tidak memeliharanya dan membebaskannya di alam liar. Sumber : Agnes Indra Mahanani dan Muhammad Hafid Zyen - Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Usir Perambah sebagai Peringatan Pertama

Pekanbaru, 14 Mei 2020, Resort Duri melakukan patroli di dalam kawasan SM. Balai Raja. Tim menemukan perambah hutan yang sedang melakukan perambahan menggunakan alat sejenis Jonder untuk mengolah tanah menjadi gembur, dengan tujuan kawasan hutan akan di tanami pohon ubi. Tim segera mengusir dan memberi peringatan kepada oknum tersebut tidak boleh melakukan aktivitas di dalam kawasan SM. Balai Raja. Awalnya, Tim melakukan patroli pencegahan kebakaran di Kawasan SM. Balai Raja sekaligus pemasangan spanduk larangan membakar dan membuka lahan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tim turun juga bertujuan untuk memantau kondisi debit air saat ini di kawasan SM.Balai Raja. Ternyata kondisi air terpantau masih tinggi dan kondusif karena beberapa hari belakangan ini masih sering turun hujan. Semangat kawan kawan. Perjuangan kalian sebagai garda terdepan konservasi sungguh sangat membanggakan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Sumatera Selatan Evakuasi dan Lepasliarkan Satwa Siamang

Palembang, 18 Mei 2020. Balai KSDA Sumatera Selatan mendapat laporan dari Kepala Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan bahwa terdapat penyerangan siamang di pemukiman penduduk. Berdasarkan laporan yang diterima terdapat 3 (tiga) ekor siamang (Symphalangus syndactylus) dan telah melakukan penyerangan terhadap beberapa masyakarat di Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan. Tim dari Balai KSDA Sumatera Selatan khususnya dari Seksi Konservasi Wilayah 3 Baturaja pun segera merespon dan menindaklanjuti dengan melakukan penanganan konflik satwa langsung ke lokasi kejadian. Dan benar bahwa penyerangan oleh 3 (tiga) ekor siamang yang terdiri dari siamang jantan, siamang betina, dan siamang anakan. Jarak keberadaan siamang dengan pemukiman sangat dekat, hanya berjarak 100 (seratus) meter. Karena keberadaan siamang yang sudah cukup membahayakan masyarakat, maka dilakukan langkah pemasangan kandang perangkap. Seekor siamang betina terperangkap dalam waktu yang tidak lama. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan. Siamang dinyatakan sehat dan sudah siap untuk dilepasliarkan di habitat alaminya ada 14 Mei 2020 silam. Suaka Margasatwa Gunung Raya terpilih sebagai habitat barunya dengan pertimbangan kondisi hutan yang masih cukup pakannya, akses lokasi, dan sudah terdapat populasi siamang. Selamat dan sehat ya hidup di alam bebas. Sumber : Herman - Polhut Balai KSDA Sumatera Selatan dan Agnes Indra Mahanani PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Floating Ranger Station, Patroli Terapung Balai TN Komodo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo - 18 Mei 2020. Balai Taman Nasional Komodo memiliki komitmen penuh dalam perwujudan upaya perlindungan dan pengamanan kawasan, hal ini dilakukan dalam bentuk patroli apung rutin. Kegiatan patroli apung dilaksanakan dalam rangka menjaga keutuhan ekosistem dan kelestarian sumber daya alam, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perlindungan dan pengamanan kawasan perairan Taman Nasional Komodo. Dalam pelaksanaan kegiatannya, petugas akan melakukan penjagaan secara terapung di wilayah perairan dan terus melakukan perpindahan lokasi. Sistem ini disebut dengan Floating Ranger Station. Patroli apung dilakukan selama sepuluh hari dimulai pada tanggal 1 – 10 Mei 2020. Kegiatan ini diarahkan untuk mengelilingi wilayah kepulauan di dalam kawasan dengan menggunakan kapal patroli ‘King Fisher’ dan kapal cepat ‘Cakalang’. Selain melakukan kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan perairan, kegiatan ini juga mencakup beberapa wilayah daratan. Kegiatan patroli apung melibatkan mitra-mitra kunci yang terdiri dari Kepolisian Resor Manggarai Barat, Kompi B Satuan BRIMOB POLDA NTT, POLAIRUD Mobile Labuan Bajo, Satuan Petugas Penegakkan Hukum Labuan Bajo, dan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Patroli apung dilaksanakan bertepatan dengan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Anggota tim yang beragama Islam tetap menjalankan rutinitas ibadah puasa sebagaimana mestinya. Sebagai bentuk dukungan kesehatan bagi petugas, Balai Taman Nasional Komodo mendistribusikan suplemen penambah daya tahan tubuh kepada masing-masing anggota tim agar kondisi fisik ketika menjalankan tugas dalam keadaan prima. Selama kegiatan berlangsung, tim gabungan juga tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan terkait adanya pandemi COVID-19 di Indonesia. Bentuk tanggungjawab petugas selama kegiatan berlangsung antara lain melakukan pemeriksaan aktivitas nelayan di dalam kawasan. Dalam proses pelaksanaannya, petugas melakukan pencatatan identitas individu dan tujuan kedatangan. Petugas juga memeriksa jenis alat tangkap ikan yang digunakan, jenis ikan, jumlah hasil tangkapan, dan mencatat nama serta titik lokasi kegiatan. Data-data tersebut dituangkan ke dalam tally sheet kegiatan patroli. Apabila informasi yang disampaikan target pemeriksaan tidak akurat, penggeledahan perahu motor nelayan dapat dilakukan sebagai bentuk pemeriksaan lebih lanjut. Bentuk-bentuk gangguan yang biasa ditemukan di kawasan Taman Nasional Komodo diantaranya: (a) perburuan satwa rusa (Rusa timorensis) dan kerbau air (Bubalus bubalis), (b) penggunaan alat pancing tidak ramah lingkungan, dan (c) pelanggaran zonasi. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Julizar Ridwan, S.Sos | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Berita

Paras Cantik Taman Nasional Gunung Maras

Palembang, 18 Mei 2020. Mungkin banyak yang belum mengetahui paras cantiknya sebuah kawasan konservasi di ujung Kepulauan Bangka Belitung yang bernama Taman Nasional (TN) Gunung Maras. Taman Nasional Gunung Maras terletak di 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Bangka (induk) dan Kabupaten Bangka Barat. Namun yang lebih dominan berada di Kabupaten Bangka. Secara administratif, kawasan ini mencakup wilayah Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka dan Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat. Desa-desa yang melingkupi kawasan Hutan Gunung Maras yaitu Desa Mapur, Desa Riau Silip, Desa Kayu Arang, Desa Berbura (di dalam kawasan) dan Desa Tuik (Bangka Barat). Taman Nasional Gunung Maras ditetapkan menjadi Taman Nasional berdasarkan SK 576/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016 tanggal 27 Juli 2016. Kawasan dengan luas sekitar 16.806,91 Ha ini memiliki tipologi ekosistem yang cukup bervariatif. Inilah kecantikan Taman Nasional Gunung Maras yang memiliki tipologi ekosistem yang cukup variatif. Tipe ekosistemnya mulai hutan primer daratan, area berbukit hingga ekosistem mangrove. Keseluruhan tipologi tersebut saat ini kondisinya juga beragam, dari yang masih baik dan terlindung hingga beberapa bagian yang mengalami kerusakan akibat perambahan untuk kebun, pemukiman maupun kegiatan lainnya. Namun secara umum, areal dengan keanekaragaman yang cukup tinggi masih relatif lebih luas dibandingkan areal yang mengalami kerusakan. Potensi flora kawasan antara lain terdapat 53 species pohon dimana vegetasi penyusun yang paling banyak dijumpai adalah Pithecolobium sp, Palaquium odoratum, Ficus sp., Trema orientalis, Eugenia polyantha, Arthocarpus integra, Arthocarpus chempeden, Havea braziliensis, Garcinia mangostana, Terminalia cattapa, Lancium domesticum, Lancium sp, Nephelium lapaceum, Castanopsis acuminate, Lagestroemia laudoni, Cassia siamea, Leucaena glauca, yang penyebarannya berkelompok. Salah satu flora endemik di Pulau Bangka adalah Pelawan (Tristaniopsis sp.). Beberapa jenis satwa yang dapat ditemui di Gunung Maras antara lain : monyet (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus scrofa), trenggiling (Manis javanica), kancil (Tragulus javanicus), musang (Paradoxurus hermaphroditus), ayam hutan (Gallus varius), biawak (Varanus sp), lutung (Tracypithecus auratus), dan berbagai jenis ular. Saat penelitian tim survey tidak menemukan satwa khas Bangka Belitung, mentilin (Tarsius bancanus). Namun berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat, pada tahun 2010 pernah ditemukan mentilin yang juga merupakan maskot Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. Beberapa potensi wisata alam yang sebenarnya dapat dikembangkan lebih lanjut, antara lain potensi air terjun, camp area, lokasi-lokasi yang dapat dikembangkan untuk tracking, pengamatan satwa burung dan berbagai potensi wisata alam menarik lainnya. Pada kawasan ini juga terdapat berbagai hasil hutan bukan kayu yang cukup baik diantaranya rotan, gaharu alam, tanaman obat, tanaman hias dan jamur yang bernilai ekonomi tinggi. Semoga kelestarian Taman Nasional Gunung Maras terus dapat terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat disekitarnya. Sumber : Agnes Indra Mahanani - PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Patroli Bersama MMP dan KPA Rimba Pesisir

Pekanbaru, 15 Mei 2020-Senin (11/5), Resort Dumai melakukan patroli kawasan di TWA Sungai Dumai bersama dengan MMP dan KPA Rimba Pesisir. Tim melakukan pemasangan dua papan plang ajakan menjaga dan melestarikan kawasan TWA Sungai Dumai serta peringatan kepada masyarakat yang terlihat melakukan aktifitas di dalam kawasan. Kegiatan ini merupakan upaya untuk melakukan pencegahan dan pengamanan hutan. Selanjutnya Tim juga melakukan pemusnahan tanaman sawit dan rencananya keesokan harinya akan dilanjutkan penanaman kembali di lokasi tersebut. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pandemi Covid-19, Mitra TNGGP Peduli Salurkan Bantuan Sembako

Jumat, 15 Mei 2020 - Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Wahju Rudianto mengajak seluruh mitra TNGGP untuk bekerjasama dalam membantu sesama yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan melalui Surat Kepala Balai Besar TNGGP Nomor: S.550/BBTNGGP/Tek.2/5/2020 tanggal 4 Mei 2020 perihal Himbauan Dukungan CSR Mitra BBTNGGP terhadap Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi. PT. Fontis Aquam Vivam sebagai salah satu mitra Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menyambut baik himbauan tersebut dengan memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah penyangga TNGGP yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat pandemi virus Corona atau Covid – 19. Direktur Utama PT. Fontis Aquam Vivam, Dede Asad Komarudin mengatakan bahwa pandemi Covid – 19 mengakibatkan dampak negatif terhadap ekonomi masyarakat, khususnya pekerja informal yang banyak menggantungkan pendapatannya dari penghasilan harian. “Dengan diadakannya pembatasan-pembatasan, dikarenakan dicanangkannya social distancing maupun physical distancing, mengakibatkan pendapat mereka jauh berkurang bahkan kesulitan dalam mendapatkan nafkah,” ujarnya saat menyampaikan bantuan, Rabu (13/05/2020). Dalam kesempatan ini, PT. Fontis Aquam Vivam memberikan bantuan 500 paket sembako kepada masyarakat daerah penyangga TNGGP di Desa Gede Pangrango, Desa Sukamaju, dan Desa Sukamanis yang berada di Kabupaten Sukabumi. Bantuan itu sudah termasuk untuk karyawan harian lepas PT. Fontis Aquam Vivam yang juga merupakan masyarakat daerah penyangga TNGGP. Penyaluran sembako dilakukan bersama pemerintah desa setempat yang mempunyai data warga terdampak wabah corona dan berhak menerima bantuan. Begitu halnya dengan MNC Land (PT. MNC Land Lido d/h PT. Lido Nirwana Parahyangan) yang juga mitra TNGGP sebagai bentuk kepeduliannya melalui MNC Peduli menyalurkan bantuan berupa 1.000 paket sembako kepada masyarakat Desa Watesjaya, Cigombong, Kabupaten Bogor yang merupakan daerah penyangga TNGGP. Kegiatan sosial ini berlangsung pada Kamis (14/05/2020) di kantor Desa Watesjaya. Pada acara ini Direktur Corporate Secretary MNC Group yang juga sebagai Ketua MNC Peduli, Syafril Nasution turun langsung menyerahkan bantuan didampingi Komisaris Utama MNC, Land Budi Rustanto kepada Kepala Desa Watesjaya. Komisaris Utama MNC Land Budi Rustanto menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud dari kepedulian MNC Land bersama MNC Peduli terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Watesjaya, Cigombong, Bogor. “Dengan memberikan bantuan paket sembako ini, kami berharap bisa membantu untuk meringankan beban masyarakat Desa Watesjaya di tengah kondisi pandemi COVID-19,” ucap Budi. Penanganan Covid-19 tidak hanya menjadi tangggungjawab pemerintah, tapi diperlukan dukungan dari semua pihak termasuk pihak swasta sebagai mitra kerja. Syukur Alhamdulillaah, hal ini sudah disadari menjadi perhatian semua pihak, banyak pihak yang berinisiatif untuk ikut berkontribusi dan menunjukan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak virus ini. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

W I R A : Sang Penerus Penguasa Tahta Langit Gunung Salak

Sukabumi, 15 Mei 2020. Kembali berita gembira didapatkan dari Rimba Gunung Salak, dimana pada pertengahan bulan April 2020 telah lahir lagi seekor anak elang Jawa (Nisaetus bartelsi) tepatnya di wilayah Blok Bitung Lega, Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Gunung Salak I, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Bogor. Kelahiran ini secara rutin dipantau oleh team monitoring Elang Jawa Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. “Wira” kami menamainya anak pasangan dari Beti dan Jalu ini. Wira kami temukan telah lahir pada tanggal 2 Mei 2020 dan diperkirakan telah berumur sekitar 3 (tiga) minggu. Saat ini Wira sudah mulai sering mengepakan sayap dan belajar terbang di sarang. Warna bulu di tubuh dan sayapnya mulai berwarna coklat dan jambul di kepalanya mulai tumbuh. Wira sudah bisa mulai mematuk dan coba mencabik-cabik mangsa pakan yang dibawa induknya, tetapi dalam proses makannya masih disuapi oleh sang induk. Perawakannya semakin hari semakin terlihat gagah dan tangguh didukung dengan paras wajah yang penuh wibawa dan sorot mata yang tajam menggambarkan sebagai sosok penerus penguasa tahta langit. Kalau tahun 2019 telah lahir penerus penguasa tahta langit di bagian kaki Utara Barat Gunung Salak bernama “SABENI” dan tahun ini telah lahir juga penerus penguasa tahta langit di bagian puncak Utara Timur Gunung Salak bernama “WIRA”. Semoga kelak keduanya dapat menjalankan tugas sebagai penguasa tahta langit Gunung Salak bagian Utara dengan arif dan bijaksana sehingga keseimbangan ekosistem di kawasan ini dapat terjaga dengan baik. Elang Jawa merupakan salah satu dari 3 (tiga) spesies kunci di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan sebagai satwa endemik Pulau Jawa. IUCN mengkategorikan Elang Jawa sebagai jenis satwa terancam punah dan Pemerintah Indonesia menetapkan Elang Jawa sebagai jenis satwa dilindungi. Elang Jawa hanya mengalami satu kali masa berkembangbiak dalam dua tahun itupun jumlah telurnya hanya 1 (satu) butir sehingga secara alami memiliki populasi yang rendah. Masa bersarang merupakan masa yang paling penting dalam siklus hidup burung pemangsa untuk keberlanjutan keberadaannya. Di dalam ekosistem, Elang Jawa mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai indikator terjaganya suatu kawasan hutan. Secara umum habitat Elang Jawa berada pada hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder yang berdekatan/ berbatasan dengan ecotone. Kawasan TNGHS yang merupakan hutan hujan tropis pegunungan terluas yang masih tersisa di Pulau Jawa diyakini sebagai hatitat terbaik dari jenis elang ini. Tercatat mulai dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 telah ditemukan 11 (sebelas) sarang aktif Elang Jawa di kawasan taman nasional ini, yaitu; 8 (delapan) sarang di kawasan Gunung Salak dan 3 (tiga) sarang di kawasan Gunung Halimun. Dari 11 (sebelas) sarang Elang Jawa yang ditemukan, tercatat hampir di seluruh sarang mengalami success breading kecuali 1 (satu) sarang yang berada di Blok Pasir Ngantuk, Resort PTNW Kawahratu, Seksi PTNW III Sukabumi (di kawasan Gunung Salak). Berdasarkan hasil pengamatan, sarang yang berada di Blok Bitung Lega, Resort PTNW Gunung Salak I, Seksi PTNW II Bogor (di kawasan Gunung Salak) yang paling banyak success breading. Tercatat sebanyak 3 (tiga) kali mulai dari awal tahun 2015, tahun 2016, dan yang terbaru lahir pada pertengahan bulan April 2020. Sebenarnya pada tahun 2018 pasangan Induk Elang Jawa yang kami berinama Beti (untuk Induk Betina) dan Jalu (untuk Induk Jantan) bertelur juga, namun tidak menetas karena terganggu dengan aktifitas pengamatan dan sebagian kegiatan pendakian ke puncak Salak. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Penulis : Wardi Septiana - PEH Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak; Fotografer : Yovi Suhendar
Baca Berita

Antisipasi dan Penanggulangan Sebaran Covid-19 Balai TN Matalawa

Waingapu, 14 Mei 2020. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah dinyatakan World Health Organization (WHO) sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Penyebaran COVID-19 yang masif berdampak pada meningkatnya jumlah korban dan kerugian dari aspek sosial dan ekonomi. Presiden selanjutnya menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Sebagai Bencana Nasional. Berdasarkan data resmi Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumba Timur tanggal 14 Mei 2020 tercatat 3 orang pasien dalam pengawasan (PDP), 163 orang dalam pemantauan (ODP), 8 orang tanpa gejala (OTG) dan 1 orang dinyatakan positif Covid-19. Meskipun pandemi COVID-19 telah melanda Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat namun kegiatan pengelolaan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) masih tetap berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu kegiatan yang dilakukan tidak melibatkan banyak orang. Beberapa kegiatan yang dilakukan dari mulai pandemi sampai saat ini diantaranya: Balai TN Matalawa sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis, Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disamping melaksanakan tugas dan fungsi pengelolaan kawasan, namun juga melakukan upaya antisipasi dan penanggulangan COVID-19 diantaranya sebagai berikut: Berbagai upaya antisipasi dan penanggulangan yang diterapkan Balai TN Matalawa diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19, sehingga seluruh aktifitas pengelolaan TN Matalawa dan aktifitas masyarakat dapat berjalan kembali secara normal. Selengkapnya : ANTISIPASI DAN PENANGGULANGAN PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) BALAI TAMAN NASIONAL MATALAWA Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) Penanggungjawab berita: Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti - Memen Suparman (081286959736) Website: www.tnmatalawa.web.id Youtube: Taman Nasional Matalawa Facebook: Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti Instagram: @tamannasional_matalawa Twitter: @matalawa_sumba Informasi lebih lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti - Awaliah Anjani (0811384408)
Baca Berita

Covid-19, Produksi Garam Lokal dan Bangun Kemitraan TN Taka Bonerate

Latondu, Taman Nasional Taka Bonerate - 15 Mei 2020. Kawasan yang dikelilingi gugusan pulau-pulau kecil dan menjadi pemilik atol ketiga terluas di dunia dengan potensi perikanan yang sangat besar menjadikan hampir seluruh masyarakat dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Namun ada beberapa faktor yang menjadi "PR" besar bagi teman-teman di lapangan. Mengingat akses yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten sehingga sangat minim bahan baku untuk pengawetan ikan. Perlu upaya untuk pengolahan/pengawetan hasil tangkapan agar bisa bertahan lama, apalagi saat tiba musim dimana nelayan tidak bisa melaut karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kebanyakan dari mereka juga mengawetkan hasil tangkapan dengan menggarami dan mengeringkannya. Sementara itu, bahan baku garam yang dipasok dari luar provinsi seperti dari Flores-NTB mempunyai kisaran harga yang cukup tinggi sekitar 130.000 - 150.000 rupiah/kg. "Selama ini nelayan di kawasan mengawetkan hasil tangkapan hanya mengandalkan es yang dibeli dari kapal pengangkut es (pang-es). Beberapa dari mereka juga mengawetkan dengan cara menggarami dan mengeringkannya. Teman-teman di lapangan harus mencarikan solusi paling tidak bisa membuat garam di pulau. Di sini kan sudah dipenuhi air, hanya gimana caranya mengubah jadi garam" ujar Faat Rudhianto, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Hal inilah yang kemudian menggerakkan Penyuluh Kehutanan melakukan upaya peningkatan kapasitas kepada kelompok masyarakat mitra TN Taka Bonerate pada tahun 2018 yang lalu. Bersama Kelompok Forum Peduli Laut Rajuni - Latondu yang turut menopang pelaksanaan role model Pengelolaan Akses Area Perikanan Berbasis Masyarakat Lokal, melaksanakan upaya peningkatan kapasitas masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya para anggota kelompok, dan masyarakat pada umumnya. Lokasi percontohan bertempat di Desa Latondu (17-20 September 2018) dibuat kolam dan uji coba pembuatan garam dengan menggunakan metoda terpal dan rumah prisma. Metoda ini dipilih karena kondisi tanah dalam kawasan cenderung berpasir dan memiliki porositas yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan air laut sulit ditampung karena cepat masuk tanah/pasir. Dengan bantuan terpal, air laut dapat ditampung dan rumah prisma bisa membantu mempercepat proses penguapan air laut untuk menjadi garam serta melindungi kolam saat hujan. Pada tahun 2019, dalam jangka waktu sepekan kelompok bisa memproduksi 1-3 karung, dan sudah dapat mencukupi kebutuhan baku dalam proses pengeringan ikan. Namun masih perlu pengembangan lanjutan agar kolam bisa memproduksi lebih banyak dan dapat mencukupi kebutuhan garam dalam kawasan taman nasional. Mencari solusi bahan terpal yang sekiranya lebih tahan lama dan tidak mudah bocor. Faat kembali menjelaskan bahwa memasuki tahun kedua ini, petugas TN Taka Bonerate sebagai pendamping kembali membantu kelompok untuk membenahi beberapa bagian yang mengalami kerusakan seperti pada dinding kolam, terpal dan atap rumah prisma yang diakibatkan oleh angin Muson Barat yang berhembus kencang tahun lalu. Dengan harapan bisa terus memproduksi dan mencukupi kebutuhan garam di desa. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat dihimbau untuk sementara melakukan pembatasan sosial. "Meski demikian perekonomian harus terus berjalan, kelompok bisa tetap memproduksi garam, mengeringkan ikan agar bisa bertahan lama dan tentunya bernilai ekonomis," tutup Faat Rudhianto. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate Foto : Kelompok PAAP Desa Latondu TN Taka Bonerate
Baca Berita

Bidang Wilayah 2 KSDA Riau Lakukan Patroli Gabungan

Pekanbaru, 15 Mei 2020-Minggu hingga Rabu, 3 sampai 6 Mei 2020, Bidang KSDA Wil 2 melakukan patroli di Desa Tuah Indra pura, Kec. Bunga Raya, Kab. Siak. Patroli dilakukan secara gabungan melibatkan Resort Siak, Resort Bukit Batu, Resort Dumai, Resort Duri dan Seksi Wilayah III dan Seksi Wilayah IV. Patroli dilakukan di jalur cargo ilegalloging Dam 3. Target patroli ini adalah menghancurkan akses jalan cargo pelaku ilegalloging, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menyulitkan bagi para pelaku untuk melakukan aktivitas ilegal di dalam kawasan. Tim menghancurkan jalan kargo sepanjang 3 km dan 5 buah jembatan. Setelah melakukan penghancuran jalan cargo tim melakukan pembangunan pos Polhut di sekitar kawasan SM. Giam Siak Kecil untuk memudahkan kegiatan pengamanan dan pengawasan kawasan. Selain itu tim juga melakukan penyisiran kanal dan ditemukan 8 kubik kayu olahan yang disembunyikan di dalam kanal dengan ditutupi rerumputan dan lumut, tim melakukan pemusnahan terhadap kayu tersebut. Terima kasih rekan rekan semua, tetap semangat walaupun puasa dalam masa pendemi Corona.... Semoga diberi kekuatan dan kesehatan selalu ya. Salam konservasi Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bantuan Sosial Masyarakat Sekitar Kawasan CA Teluk Kelumpang

Geronggang, 9 Mei 2020 – Ditengah mewabahnya Covid-19, sejumlah kalangan tergerak turun membantu meringankan beban masyarakat. Salah satunya adalah Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin bersama perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yaitu PT. ARUTMIN INDONESIA Site Senakin berdasarkan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang sudah berlangsung. Bakti sosial ini dilakukan untuk membantu meringankan masyarakat kecil yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19. Terlebih sejak adanya imbauan untuk tetap di rumah saja, membuat sejumlah pekerja harian mengalami penurunan pendapatan. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Balai KSDA Kalsel Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin dan juga PT. Arutmin Indonesia untuk meringankan masyarakat dari dampak sosial Covid-19 sebagai pelaksanaan Kebijakan Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., implementasi arahan Dirjen KSDAE bersama pihak ketiga untuk peduli masyarakat sekitar kawasan. Sebanyak 110 bantuan, berisi sembako dan masker disiapkan untuk diberikan kepada masyarakat. Penyerahan sembako dilaksanakan oleh Kepala Resort Teluk Kelumpang Achmad Nabawi bersama Senakin Mine Manager PT. Arutmin Indonesia Bapak Dedi Hariyanto dan staf. Bantuan sembako tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tetap bisa mengonsumsi makanan dengan baik di tengah pandemi ini,” ujar Kepala Resort Cagar Alam Teluk Kelumpang Achmad Nabawi di kantor Resort Cagar Alam Teluk Kelumpang. Bakung M. Jainudin, Kades Sembilang Ahdiatul Muksin, Kades Tebing Tinggi Nurhariono dan Kades Geronggang Rian Hidayat, serta turut hadir ketua kelompok Mitra Konservasi Lutung Dahi Putih Marhat, ketua kelompok al barokah Kartamanadi dan masyarakat desa di sekitar Cagar Alam Teluk Kelumpang. Sementara itu, Senakin Mine Manager PT. Arutmin Indonesia Dedi Hariyanto mengatakan kegiatan bakti sosial ini dilakukan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan untuk mengantisipasi potensi penularan Covid-19. Kepada masyarakat yang mendapat bantuan diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak saat mengambil bantuan. agar tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, jangan keluar rumah jika tidak terlalu penting, jaga jarak, pakai masker, serta beribadah di rumah untuk sementara sampai pandemi ini dinyatakan hilang. Ia pun berharap, dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban, dan bermanfaat bagi masyarakat. “Semoga bantuan ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya. Kita berdoa bersama agar wabah Covid-19 ini segera berlalu dari Indonesia,” tutupnya. (ryn) Sumber : Achmad Nabawi - Kepala Resort CA Teluk Kelumpang Balai KSDA Kalimantan Selatan Selain tim Arutmin Indonesia, juga berhadir kepala Desa Tamiang Kepala Desa Geronggang juga menghimbau kepada masyarakat
Baca Berita

Peran Meeting Online Jalankan Roda Organisasi TaNa Bentarum Saat Covid-19

Putussibau, 15 Mei 2020. Pandemi COVID-19 yang saat ini melanda Indonesia telah memunculkan beberapa kebijakan dari pemerintah pusat untuk memutus rantai penyebarannya, salah satunya dengan menerapkan social distancing dan physical distacting. Wujud penerapan di internal pemerintahan yaitu dengan memberlakukan Work From Home (Bekerja dari Rumah) oleh beberapa instansi pemerintahan, termasuk di lingkup Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). Satu hal yang dapat mendukung penerapan Work From Home yaitu mengoptimalkan kemajuan teknologi di bidang komunikasi. Prinsipnya, bekerja dari rumah tidak menghalangi komunikasi dan koordinasi untuk tetap menjalankan roda organisasi. Kemajuan teknologi yang marak dimanfaatkan instansi pemerintah pada kondisi saat ini adalah penggunaan aplikasi meeting online dalam menjalankan roda pemerintahannya. “Teknologi komunikasi meeting online ini berperan besar untuk menyiasati kegiatan rutin yang terhalang pelaksanaannya akibat merebaknya pandemi Covid-19, juga turut membantu untuk saling berdiskusi dengan pihak-pihak lain yang lokasinya sangat jauh untuk dijangkau, tetapi kita bisa langsung bertatap muka secara online’’ pungkas Ardi Andono Kepala Bidang Teknis Konservasi. Ardi menyampaikan, dalam masa pandemi ini telah beberapa kali dilakukan kegiatan meeting online terkait pengelolaan kawasan Taman Nasional, diantaranya terkait dengan pembahasan kemitraan konservasi bersama Direktorat Kawasan Konservasi yang dilakukan pada akhir bulan April lalu. Dengan begitu, social distancing maupun physical distancing tidak serta merta menghalangi UPT Balai Besar Tana Bentarum untuk tetap menjalankan roda organisasi ditengah upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Sehingga aktivitas yang melibatkan orang banyak masih bisa dilaksanakan dalam pengelolaan kawasan konservasi di Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Sumber : Wresni Endrata, S.Hut - PEH Pertama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Sing Hui Dengan Sukarela Menyerahkan Dua Ekor Anak Kucing Hutan

Pekanbaru, 15 Mei 2020 - Resort Dumai Balai Besar KSDA Riau pada Senin 11 April 2020 mendapatkan laporan bahwa ada warga yang bernama Sing Hui dengan alamat Jl Mataram, Kel. Bukit Kayu Kapur, Kec. Bukit Kapur akan menyerahkan Kucing Hutan. Segera tim langsung meluncur ke lokasi dan melakukan serah terima satwa dilindungi tersebut. Sebagai informasi, sehari sebelumnya yaitu tanggal 10 Mei 2020 pada pagi hari, Pak Hui mendapatkan anjingnya terus menggonggong di belakang rumahnya. Karena penasaran beliau ke belakang untuk mengecek. Dan ternyata dia mendapati anakan kucing hutan 2 ekor, namun induknya tidak terlihat. Karena takut kucing tersebut dimangsa anjing miliknya, Pak Sing Hui mengambil kucing tersebut dan langsung menghubungi call center Balai Besar KSDA Riau untuk menyerahkannya. Kondisi kucing hutan tersebut sehat, namun karena perkiraan umur Kucing kurang dari 2 bulan dan masih menyusui maka Tim Balai Besar KSDA Riau membawanya ke kantor Resort untuk diobservasi terlebih dahulu sebelum siap untuk dilepasliarkan. Terima kasih pak Hui. Sudah menyelamatkan salah satu jenis satwa yang dindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pencegahan Kebakaran Giat Dilakukan

Pekanbaru, 15 Mei 2020-Sepertinya tidak ada kata WFH apalagi libur untuk kegiatan patroli pencegahan kebakaran. Apalagi saat ini terik melanda Provinsi Riau. Seperti hari Senin dan Selasa, 11 dan 12 Mei 2020 lalu. Kawan kawan Bidang Wil. 2, Balai Besar KSDA Riau melakukan patroli di SM. Giam Siak Kecil. Lokasi gambut, semak belukar dan perkebunan memudahkan terjadinya kebakaran sehingga petugas lapangan musti ekstra pengawasan. Enam petugas berhasil melakukan pemasangan dua spanduk larangan membakar dan membuka lahan di lokasi rawan kebakaran didesa Tasik Serai Barat dan Tasik Serai SM. Giam Siak Kecil dalam upaya pencegahan kebakaran dan pengamanan hutan tersebut. Disamping itu, Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang sedang beraktifitas disekitar kawasan agar tidak membakar dan menjaga hutan. Untuk debit air di kawasan saat ini masih tinggi dikarenakan masih sering turun hujan. Salam lestari para petugas di lapangan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 3.585–3.600 dari 11.141 publikasi