Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Hasil Putusan Kasus Gae, JPU Kejari Selayar Akan Banding

Benteng, Kepulauan Selayar, 20 Mei 2020. Tiga terdakwa kasus/perkara Gae (purse sein) yang melakukan kegiatan yang tidak sesuai fungsi Zona Pemanfaatan dan Zona Lainnya di Taman Nasional Taka Bonerate, yakni Sdr. TM divonis 4 bulan, BH divonis 8 bulan, dan FM divonis 10 oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Selayar. "Sesuai amar putusan yang kami terima dari Pengadilan Negeri Selayar, vonisnya lebih ringan di bawah tuntutan jaksa penuntut umum," ucap Mirdad Apriadi Danial, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Selayar yang juga penuntut umum saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 20 Mei 2020. Selain itu, terdakwa juga didenda sebesar satu juta subsider 1 bulan kurungan penjara. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejari Selayar Syakir Syarifuddin dan Mirdad Apriadi Danial pada sidang sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara masing-masing terdakwa selama 1 tahun kurungan. Amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Selayar menegaskan bahwa ketiga terdakwa terbukti melanggar secara sah dan meyakinkan, bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana "Melakukan Kegiatan Yang Tidak Sesuai Dengan Fungsi Zona Pemanfaatan dan Zona Lainnya dari Taman Nasional Taka Bonerate". Lebih lanjut, Mirdad Apriadi Danial menyatakan, jaksa penuntut umum akan melakukan tindakan banding atas putusan/ vonis tersebut. "Kami akan pelajari kembali berkas pertimbangan hakim atas putusan terdakwa, dan kami akan banding," ujar Mirdad Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Evakuasi Harimau Sumatera dari Area Konsesi

Pekanbaru, 19 Mei 2020. Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau kembali diberangkatkan untuk melakukan penyelamatan satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di area konsesi PT. Arara Abadi, Desa Minas Barat (18/5). Berawal dari laporan Humas PT Arara Abadi kepada Balai Besar KSDA Riau bahwa ada seekor Harimau Sumatera yang terjerat di area konservasi Distrik Gelombang. Pihak PT. Arara Abadi pertama kali mendapat laporan dari Kepala Desa Minas Barat yang di beritahu oleh masyarakat yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi pada Senin, 18 Mei 2020 sekitar pukul 11.00 wib. Kemudian PT. Arara Abadi segera meneruskan laporan tersebut ke Balai Besar KSDA Riau pada pukul 13. 00 wib. Kepala Balai Besar KSDA Riau segera memerintahkan Tim langsung bergerak ke lokasi ditemukannya Harimau Sumatera, sayang satwa tersebut sudah dalam kondisi mati dengan kaki depan kanan terjerat dan sudah dipenuhi lalat serta belatung. Menurut keterangan dari PT Arara Abadi dan sumber sumber lainnya bahwa Harimau tersebut diperkirakan sudah terjerat sekitar 2 (dua) minggu sehingga memperparah luka yang ada di kakinya. Akibat tidak mendapatkan air minum selama beberapa hari menjadi penyebab satwa tersebut mengalami dehidrasi. Tim segera melakukan evakuasi terhadap Harimau sumatera berjenis kelamin Jantan tersebut dan membawanya ke kantor Balai Besar KSDA Riau untuk neukropsi sebelum di kuburkan. Sumber : Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono dan Kepala Bidang KSDA Wil 2, Heru Sutmantoro. Penanggungjawab berita : Kasub Bag Kehumasan - Dian Indriati
Baca Berita

Eco Action Pemulihan Karang Bersama Masyarakat di TN Kepulauan Seribu

Pulau Kelapa, 19 Mei 2020. Pandemik Covid-19 sejak bulan Maret 2020 menimbulkan dampak di berbagai lini, salah satunya perekonomian masyarakat di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Sebagai upaya membantu masyarakat untuk bertahan, Balai Taman Nasional (TN) Kepulauan Seribu melakukan kegiatan Eco Action. Berupa kegiatan yang melibatkan masyarakat terdampak covid19, mulai dari perencanaan hingga pemantauan untuk melakukan pemulihan ekosistem di dalam kawasan TN Kepulauan Seribu. Eco action ini, selain membantu masyarakat secara ekonomi juga membantu alam lebih terjaga di saat kawasan tidak berpengunjung. Sebelumnya Pulau Pemagaran dan Pulau Sebaru dilakukan lokasi pemulihan ekosistem karang dengan melibatkan masyarakat. Kali ini Gosong Sulaiman menjadi lokasi pemulihan ekosistem selanjutnya. Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Pulau Kelapa mengajak masyarakat dalam pembuatan media transplantasi karang yang akan ditanam. Sebanyak 6 (enam) orang masyarakat yang terdiri dari 3 orang pemandu wisata, 2 orang buruh nelayan dan 1 orang buruh bangunan. Media transplatantasi karang yang dibuat berupa beton berbentuk piramid dengan lubang pada tiap sisi berukuran 70 x 70 x 40 cm (pxlxt). Lubang pada setiap sisi selain berfungsi sebagai sirkulasi arus air laut juga dapat dimanfaatkan sebagai fish shelter. Pada setiap modul beton ditanami maksimal 24 pcs bibit karang. Media yang dibuat selama 10 hari sejak tanggal 11-20 Mei 2020 ini berjumlah total 50 modul beton. Modul modul ini rencananya akan ditanam di perairan Gosong Sulaiman pada bulan Juni mendatang. Sumber: Mustalafin, S.Pi - PEH Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Warga Tebing Tinggi, Sumut Serahkan Kakatua Jambul Kuning

Medan 20 Mei 2020. Miftahul Jannah, warga Jl. Bagelan, Tebing Tinggi, pada Senin, 18 Mei 2020, sekitar pukul 13.00 wib, menyerahkan 1 individu Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Dalam keterangannya kepada petugas, Miftahul menjelaskan bahwa satwa tersebut ditemukan dibelakang rumahnya di atas pohon sawit. Karena khawatir dimakan musang, lalu Miftahul memancingnya dengan memberi makanan, dan ternyata burung tersebut jinak. Kemudian dikandangkan dan dipindahkan ke halaman rumahnya. Mengetahui satwa tersebut dilindungi undang-undang, kemudian Miftahul menghubungi Balai Besar KSDA Sumut untuk maksud menyerahkan satwa tersebut. Menindaklanjutinya, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera mengevakuasi satwa dimaksud dan menitipkannya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk direhabilitasi. Diperkirakan, Kakatua Jambul Kuning ini dipelihara oleh orang yang tidak diketahui, namun lepas karena masih ada ring di kaki bekas ikatan untuk rantai. Sumber : Patar Pridolin Manalu, Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Smart Patrol Di Cagar Alam Pulau Sempu

Pulau Sempu, 19 Mei 2020. Upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana di Cagar Alam Pulau Sempu, Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu Balai Besar KSDA Jawa Timur rutin melakukan patroli bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) pada minggu kedua bulan Mei 2020 . Patroli menggunakan metode smart patrol dimana patroli dilakukan pada jalur-jalur patroli yang sudah ada dan lokasi yang mempunyai titik-titik kerawanan, atau membuka jalur baru apabila ditemukan tanda-tanda tindak pidana kehutanan di dalam kawasan. Patroli ini menunjukkan eksistensi keberadaan petugas dalam menjaga dan mengamankan kawasan meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Dalam patroli dicatat semua titik koordinat jalur dan mengamati semua temuan di lapangan, untuk dilaporkan sebagai data base kawasan. Pun dengan temuan kehati yang ada dalam kawasan, baik perjumpaan langsung maupun perjumpaan tidak langsung, seperti suara dan jejak satwa. Atau menjumpai tumbuhan khusus di cagar alam, Pala Hutan (Myristica teysmannii). Pala Hutan sendiri merupakan tumbuhan endemik di pulau Jawa, dan dalam Red List of Endangered IUCN tahun 2012 berstatus kritis. Untuk mendukung pengumpulan data potensi keanekaragamanhayati khususnya fauna, maka dalam patroli juga dilakukan pemasangan kamera pada lokasi yang dicurigai ada tanda-tanda keberadaan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Tim kembali memasang kamera trap pada lokasi yang baru pada 18 Mei 2020. Titik lokasi pemasangan kamera trap ini menjadi titik lokasi yang ke 16. Yang diharapkan hasilnya dapat mendukung upaya pengelolaan kawasan Cagar Alam Pulau Sempu di masa mendatang. Sumber : Hari Purnomo, SP., MSc, Kepala Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Penanganan Konflik Satwa Gajah Sumatera

Pekanbaru, 16 Mei 2020. Kerumutan Selatan (Pekanheran) melakukan kegiatan penanganan konflik satwa Gajah Sumatera di Desa Simp. Kota Medan dan Desa Bukit Selanjut, Kec. Kelayang Kab. Inhu. Tim menindaklanjuti laporan Kapolsek Kec. Kelayang, Kab. Inhu tanggal 15 Mei 2020 bahwa ada gangguan satwa Gajah Sumatera yang memasuki perkebunan dan merusak tanaman kelapa sawit milik warga Desa Simp. Kota Medan dan Desa Bukit Selanjut, Kec. Kelayang. Tim turun ke lokasi dan segera melakukan koordinasi dengan Kades Simp. Kota Medan dan Babinkamtibmas Polsek Kec. Kelayang. Sampai saat ini Tim masih melakukan pemantauan di lokasi serta membuat Posko di Kantor Desa Simp. Kota Medan, Kec. Kelayang, Kab. Inhu. Tetap semangat kawan kawan.... Utamakan kesehatan dan keselamatan ya. Salam konservasi Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kepala BBKSDA Riau Cek Lembaga Konservasi Kasang Kulim di Pekanbaru

Pekanbaru, 16 Mei 2020. Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono melakukan pengecekan Lembaga Konservasi Kasang Kulim di Pekanbaru Riau. Sebagai dampak penerapan kebijakan PSBB untuk meminimalisasi penyebaran #COVID19 seluruh tempat wisata umum ditutup untuk sementara waktu. Hal ini memunculkan isu bahwa satwa kelaparan akibat kehabisan pakan. Faktanya, meksipun telah ditutup beberapa waktu, pemeliharaan terhadap satwa di LK tetap dilakukan. Mulai dari pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan hingga menjaga kebersihan lingkungannya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum, Fasilitasi Bimtek dan Diskusi On Line Penyuluh Kehutanan Se-Indonesia

Putussibau, 18 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) gelar Bimtek dan Diskusi On Line Penyusunan Dupak dan Pola Karir Bagi Penyuluh Kehutanan melalui aplikasi Zoom. Kegiatan diikuti seluruh Penyuluh Kehutanan se-Indonesia dengan total peserta sebanyak 362 orang, berasal dari 62 UPT Ditjen KSDAE, 4 UPT Ditjen PPI, Pusluh BP2SDM, Direktorat Kawasan Konservasi dan 4 UPT BDLHK. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2,5 jam menghadirkan 3 (tiga) keynote speaker yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Kepala Pusat Penyuluhan BP2SDM dan Kepala Balai Besar Tana Bentarum, dengan 2 (dua) narasumber utama yaitu Dr.Ir.Yumi, M.Si sebagai Ketua Tim Penilai Dupak Penyuluh Kehutanan BP2SDM dan Ibu Septi Eka Wardhani, S.Hut., MM. “Kegiatan ini saya katakan monumental, karena pertemuan Penyuluh Kehutanan dalam jumlah yang cukup besar secara online ini baru pertama kali terjadi, respon peserta yang sangat tinggi menunjukkan bahwa Penyuluh Kehutanan mempunyai semangat yang luar biasa untuk tetap berkarya secara produktif dan inovatif, meskipun dalam situasi pandemic covid 19” ujar Mariana Lubis, Kepala Pusat Penyuluhan BP2SDM Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Ir. Tandya Tjahjana, M.Si menyampaikan bahwa jenjang karir Penyuluh Kehutanan sangat penting dalam pembangunan kehutanan nasional, sehingga perlu dukungan kelancaran administrasi kepegawaian seperti kenaikan pangkat dan jabatan. “Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi inisiasi yang penting bagi Penyuluh Kehutanan seluruh Indonesia kedepannya” pungkasnya. “Dengan luasnya kawasan dan beragamnya permasalahan di lapangan, beban kerja Penyuluh Kehutanan ditingkat tapak sangat berat, sehingga penyuluh wajib meningkatkan kapasitasnya dalam menunjang kinerja di lapangan” ungkap Arief Mahmud, Kepala Balai Besar Tana Bentarum. Dengan pelaksanaan kegiatan Bimtek dan Diskusi On Line ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan dalam penyusunan DUPAK dan dapat mengetahui secara jelas terkait dengan pola karir jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan itu sendiri. Sumber : Harri Ramadhani, S.Hut - Penyuluh Pertama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Ini Bahagiaku, Mana Bahagiamu

Selasa, 19 Mei 2020 - Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini, berbagi kebahagiaan sangatlah istimewa, terutama dengan keluarga. Seperti halnya yang dilakukan oleh Bidang PTN Wilayah II Sukabumi BBTNGGP, yang ikut berbagi kebahagiaan melalui bingkisan untuk para purnabakti yang berada di lingkup Bidang PTN Wilayah II Sukabumi hari Senin (8/05/2020). Diserahkan langsung oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Ir. Syahrial Anuar, MM, penyerahan bingkisan dilakukan dengan mendatangi rumah para purnabakti dengan tujuan agar bisa lebih mempererat tali silaturahim yang selama ini sudah terjalin dengan baik di lingkup Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Meski terbilang sederhana, bingkisan itu menjadi pena perangkai kata dari sebagian surat-surat yang mewakili kasih sayang dan kepedulian Bidang PTN Wilayah II Sukabumi kepada para pahlawan konservasi yang telah mengabdikan jasanya di TNGGP, khususnya di Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi dan jajaran yg telah perhatian kepada kami, mudah-mudahan amal kebaikannya dibalas Allah S.W.T yang berlipat ganda, Aamiin YRA” ucap salah satu Purnabakti, Bapak Amas. Berbekal dari semangat kekeluargaan yang tinggi, serta didorong dengan jiwa kebersamaan yang kuat, semoga dengan terlaksananya acara ini, ada hikmah dan keberkahan yang bisa dipetik dari nikmat untuk saling berbagi di bulan suci Ramadhan, dan tentunya pandemi semoga cepat berlalu. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks : Purnama P.S. Dok : Bangkit T.B.P.
Baca Berita

Dirjen KSDAE Lakukan Inspeksi Ke Gembira Loka Zoo di Masa Pandemi

Yogyakarta 16 Mei 2020, Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc, didampingi Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, Sabtu siang (16/05/20) mengunjungi Gembira Loka Zoo (GL Zoo). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil virtual meeting hari Jumat (15/5/20), untuk mengkoordinasikan Lembaga Konservasi (LK) di bawah Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) yang terdampak covid 19 dan perlu mendapatkan bantuan selama pandemi Covid-19. Selama kunjungan di GL Zoo, Direktur GL Zoo, KMT A Tirtodiprojo secara langsung menyambut dan memberikan gambaran kondisi GL Zoo kepada Dirjen KSDAE. Mengawali kunjunganya, Dirjen KSDAE diajak untuk melihat proses pembangunan sarpras di GL Zoo terutama pembangunan zona cakar 2. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dalam rangka menyambut libur lebaran, GL Zoo selalu mempersiapkan zona baru yang dapat difungsikan sebagai zona edukasi satwa di GL Zoo. Tahun ini GL Zoo telah mempersiapkan Zona cakar 2 yang proses pembangunannya telah dimulai jauh-jauh hari sebelum pandemi covid 19. KMT A Tirtodiprojo menyampaikan bahwa kandang harimau dan singa yang dibangun di zona cakar merupakan satu-satunya kandang berstandar internasional yang ada di Indonesia saat ini. "Pembangunan zona cakar ini dilakukan dengan menggandeng konsultan desain Mr.Bernard Harrison (mantan Dirut Singapore Zoo) dan juga menggunakan desain night safari di Singapura. Pada konstruksi zona cakar terdapat 2 bagian Kandang tidur (den) Singa dan Harimau dimana pembagiannya terdiri dari 8 kandang tidur / asuh anak dan 2 kandang ubaran. Di Zona cakar ini secara bertahap akan ditampilkan koleksi satwa bercakar seperti Macan dahan, Beruang Madu, Kucing bakau, Singa, Harimau Sumatera, Hyena dan Jaguar." ucapnya. Selanjutnya untuk memantau ketersediaan pakan satwa, Dirjen KSDAE mengunjungi salah satu bangunan baru di GL Zoo yang merupakan gudang pakan dan nutrisi terpadu dengan kondisi stock pakan yang memadai. Direktur GL Zoo menyatakan dalam kondisi GL Zoo yang ditutup dari aktivitas pengunjung, prediksi ketersediaan pakan satwa tetap dapat terpenuhi untuk seluruh satwa di GL Zoo yang berjumlah lebih dari 1.000 ekor satwa, hingga Bulan Agustus 2020. Namun, jika bulan Agustus GL Zoo belum dibuka untuk umum, kebutuhan pakan akan diupayakan disediakan melalui alokasi anggaran perusahan. Di masa pandemi Covid 19 ini, GL Zoo ditutup untuk umum dan untuk operasionalnya menggunakan dana cadangan perusahaan. "Untuk operasional GL Zoo pengeluaran selama 1 bulan mencapai Rp1,5 miliar, dimana Rp 400 juta di antaranya khusus untuk pakan satwa." urai KMT A. Tirtodiprojo Lebih lanjut Direktur GL Zoo menyampaikan bahwa GL Zoo tidak membuka donasi pakan satwa, tapi tetap mempersilahkan bagi masyarakat maupun mitra yang ingin membantu memberikan pakan bagi satwa-satwa di GL Zoo. Sebagai antisipasi dampak penyebaran Covid 19, GL Zoo menerapkan protokol pencegahan secara ketat kepada semua karyawan dan petugas GL Zoo. Manajemen GL Zoo tidak segan-segan memberikan peringatan hingga sanksi berujung pemberhentian kerja apabila dilakukan pelanggaran berulang terhadap protokol penanganan Covid 19. Hal ini karena dapat beresiko terhadap satwa yang ada di LK. Dalam kesempatan kunjungan kali ini Dirjen KSDAE juga melihat secara langsung kondisi “bledug” bayi gajah usia 7 minggu yang lahir di masa pandemi covid 19. Bayi gajah tersebut diberi nama “Arinta” atau Anak Gajah dari Induk Argo dan Shinta. Nama Arinta dalam filosofi Jawa berarti membantu menjadi lebih percaya diri, dan lebih bersemangat untuk menjadi pribadi yang positif, serta selalu berusaha agar hidupnya dapat bermanfaat untuk banyak orang. Besar harapan Arinta akan menjadi Gajah yang bermanfaat yang dapat berkembang biak sehingga dapat terus mempertahankan jenisnya kelak. Dirjen KSDAE juga mengapresiasi kinerja manajemen GL Zoo. “Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pak Joko dan manajemen. Saya juga minta nanti ada laporan terkait kesehatan satwa dan perilaku satwa saat pandemi tidak ada pengunjung apakah ada perubahan atau tidak dibandingkan saat ada pengunjung.” kata Ir. Wiratno. Lebih lanjut Ir. Wiratno menjelaskan “GL Zoo ini merupakan salah satu landmark Yogyakarta yang juga merupakan heritage. Terkait pengelolaan GL Zoo, dalam setahun jika dihitung terdapat 100 hari yang menjadi masa liburan dengan pengunjung mencapai 20.000 orang per hari. Manajemen GL Zoo telah mampu memanfaatkan peluang 100 hari masa liburan tersebut untuk membiayai operasional selama setahun. Kondisi LK umum yang pemasukannya berasal dari pengunjung menyebabkan tidak ada pemasukan selama LK tutup di masa pandemi dan tidak semua LK mampu membiayai operasional dan pakan satwanya. Kondisi seperti ini yang banyak dihadapi oleh LK di Indonesia saat ini dan perlu kerja keras bersama semua pihak termasuk PKBSI." jelas Ir. Wiratno. Untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi LK, PKBSI telah menghimpun dana dari donatur-donatur untuk disalurkan kepada LK yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan terutama obat-obatan dan pakan satwa. Terdapat 81 LK di Indonesia dan di Yogyakarta terdapat 2 LK yakni GL Zoo dan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). "Penutupan LK dari pengunjung umum berpengaruh terhadap operasional pakan dan obat-obatan. Untuk membantu mereka, KLHK juga telah mengalokasikan pakan dan obat-obatan bagi LK yang membutuhkan. Karena status satwa di LK adalah satwa di lindungi, sehingga pemerintah bertanggung jawab memastikan kondisi satwa tersebut dalam keadaan baik dan sehat. GL Zoo telah berinovasi dengan tidak membuka donasi tapi tetap mempersilahkan masyarakat yang ingin membantu memberikan pakan untuk satwa-satwa yang ada di GL Zoo.” tutup Ir. Wiratno. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

RKW Solok Halau Harimau yang Masuk Ladang Warga

Padang, 16 Mei 2020, BKSDA Sumatera Barat melalui Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok berhasil melakukan penghalauan harimau yang sempat menyerang warga yang melakukan aktivitas berladang di Jorong Beringin Nagari Gantung Ciri, Kab. Solok. Konflik Harimau Sumatera ini terjadi pada Kamis, 14 Mei 2020 sekitar pukul 16.15 Wib yang bermula dari penyerangan Harimau terhadap 4 (empat) orang warga yang pulang dari berladang di perbatasan Hutan Lindung dan Areal Penggunaan Lain (APL). Peladang berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat pohon. Namun sudah beberapa jam bertahan di atas pohon, warga tersebut belum berani turun karena si raja hutan masih berada di sekitar mereka. Malam harinya sekitar pukul 19.00 wib tim RKW Solok bersama petugas Polsek dan warga setempat berhasil melakukan penghalauan terhadap Harimau tersebut dengan menggunakan bunyi-bunyian mercon dan meriam karbit, dan berhasil mengevakuasi ke empat warga tersebut. Selanjutnya, tim BKSDA Sumbar bersama warga Nagari Gantung Ciri, dipimpin Camat Kubung mengadakan pertemuan untuk pembahasan teknis penghaluan Harimau. Perlu disampaikan bahwa menurut info warga, satwa tersebut telah membuat takut warga sudah 1 (satu) minggu berkeliaran di lokasi tersebut. Warga juga melaporkan bahwa Harimau berjumlah 3 (tiga) ekor. Untuk memastikan keberadaan harimau dan untuk dasar penanganan lebih lanjut, petugas RKW Solok akan memasang camera trap. Pada pertemuan tersebut Kepala RKW Solok, Afrilius, S.IP menjelaskan bahwa Harimau akan menyerang manusia jika ia merasa habitatnya terganggu. Untuk itu, guna mencegah gangguan harimau dan satwa liar lainnya, Afrilius menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang sekiranya dapat mengganggu habitat Harimau tersebut seperti melakukan perburuan, illegal logging, dan perambahan. Afrilius juga menyampaikan kepada warga untuk beberapa hari ke depan agar tidak melakukan aktivitas berladang di sekitar tempat kejadian. Sampai saat berita ini diturunkan, petugas BKSDA Sumbar dan warga masih melakukan penjagaan dan penghalauan di sekitar kejadian dan melakukan kroscek dengan hasil kegiatan monitoring satwa dengan camera trap yang pernah dijalankan oleh BKSDA Sumbar Hal Ini dilakukan sampai kondisi dirasa aman sekaligus juga bertujuan untuk menciptakan ketenangan dan rasa aman bagi warga setempat. Mengingat situasi masih dalam status PSBB untuk wilayah Sumatera Barat, petugas BKSDA Sumbar tetap menerapkan prosedur pengamanan Covid-19 dan menghimbau warga untuk tetap mematuhi PSBB Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Akan Libatkan Masyarakat, Balai Besar TaNa Bentarum Susun Persiapan PE dan ANR

Putussibau, 14 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) gelar zoom meeting dalam rangka persiapan kegiatan Pemulihan Ekosistem (PE) dan Assisted Natural Regeneration (ANR) pada 14 Mei 2020 silam. Virtual meeting dipimpin langsung Kepala Balai Besar, Ir. Arief Mahmud M.Si dengan melibatkan petugas di lingkup Bidang Teknis Konservasi dan Bidang Wilayah Pengelolaan Taman Nasional. “Kegiatan Pemulihan Ekosistem di kawasan TaNa Bentarum dilakukan dengan 3 metode, yaitu metode pengkayaan, suksesi alami dan penanaman dengan model gundukan. Luas total kawasan yang dipulihkan seluas 1.677 Ha meliputi kawasan TNBK seluas 300 Ha dan TNDS seluas 1.477 Ha, dengan sistem penganggaran bersumber pada Dana DIPA Balai Besar TaNa Bentarum” jelas Arief. “Sementara untuk kegiatan ANR, dilakukan pada kawasan yang telah terklasifikasi pada rusak ringan dapat dipulihkan dengan mekanisme alam, tetapi dapat dipercepat dengan memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi regenerasi alam yang tumbuh di sekitar lokasi PE. Kegiatan ANR pada tahun 2020 seluas 2.000 Ha, terdiri dari 500 Ha di TNBK dan 1.500 ha di TNDS. Untuk pendanaan sendiri kegiatan ANR bersumber pada Dana FIP-I,” tambah Arief. Pembahasan dalam zoom meeting ini, meliputi tahapan pelaksanaan lapangan terdiri dari penyusunan Rencana Kerja Tahunan PE dan ANR, sosialisasi, pembentukan kelompok, bimbingan teknis, pelaksanan PE, monitoring dan evaluasi. Hal yang paling mendasar dalam kegiatan pemulihan ekosisitem kali ini yaitu dengan adanya keterlibatan masyarakat langsung dalam pelaksanaannya “Keberhasilan pengelolaan kawasan TaNa Bentarum dapat tercapai dengan terjaganya biodiversitas kawasan dan minimalnya gangguan kawasan khususnya yang disebabkan oleh aktivitas masyarakat di dalam kawasan, salah satu contoh target dari keterlibatan masyarakat dalam perlindungan hutan adalah “Zero Forest Fire” yaitu dengan meminimalkan terjadinya kebakaran hutan di kawasan TaNa Bentarum melalui deteksi dini kebakaran hutan ” ungkap Ardi Andono, Kepala Bidang Teknis Konservasi. Pelaksanaan PE sendiri merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, dimana areal yang telah terdegradasi harus dipulihkan, untuk itu ditetapkanlah Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.48/Menhut-II/2014, tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemulihan Ekosistem Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dengan tujuan untuk mengembalikan integritas ekosistem ke kondisi aslinya atau kembali pada kondisi seperti semula. Sumber : Aripin, M.Sc - PEH Muda Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Di Tengah Pandemi, Kucing Hutan Diserahkan

Martapura, 15 Mei 2020 - KPH Kayu Tangi mendapat laporan dari salah satu warga yang memelihara kucing hutan. Dari laporan tersebut, tim dari KPH berkoordinasi dengan Supiani dari Bidang PKSDAE untuk menangani pengamanan hewan tersebut. Ia kemudian menginstruksikan untuk berkoordinasi dengan Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel). Segera setelah berkoordinasi, tim kemudian menuju resort BKSDA di Banjarbaru. Polhut Rudi Pranoto ditugasi untuk menangani hewan dilindungi tersebut. Rombongan bersama-sama menuju rumah pemilik kucing. Tak lupa, protap Covid-19 tetap dijalankan. Jaga jarak, pakai sarung tangan dan cuci tangan sebelum serta setelah giat. Saat ditemui di kediamannya, Muhammad Rasyid, pemilik kucing hutan, dengan haru mengikhlaskan penyerahan hewan tersebut kepada petugas, Kamis (14/5). Menurut informasi, hewan tersebut sudah setahun dipelihara, hingga karena suatu hal, pemilik yang juga pecinta hewan tersebut menyerahkan kepada petugas. Dengan harapan kucing ini dapat kembali ke habitatnya di alam. Dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kelestarian alam. Khususnya hewan - hewan dilindungi dapat kembali ke alam liar. (ade/kphkyt) Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan
Baca Berita

Paket Suplemen dan Madu Hutan TN Taka Bonerate Untuk Tenaga Medis RSUD K.H. Hayyung Selayar

Benteng, Kepulauan Selayar - 18 Mei 2020. Tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) memberikan bantuan penambah daya tahan tubuh bagi tenaga medis di RSUD K.H.Hayyung, Benteng - Kepulauan Selayar, Senin (18/05/2020). "Pemberian daya tahan tubuh atau suplemen ini sebagai bentuk support kepada teman-teman medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19 di Selayar. Tujuannya agar kondisi kesehatan tenaga medis tetap fit/prima saat menjalankan tugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19" jelas Kepala Balai, Faat Rudhianto. Paket bantuan terdiri dari suplemen makanan dan minuman serta madu yang dibeli langsung dari masyarakat petani madu hutan di Desa Bontomarannu, Dusun Gollek, Kepulauan Selayar. "Paket ini berupa suplemen makanan, salah satunya madu yang dibeli dari petani madu di Dusun Gollek," terang Faat Rudhianto. Kepala Balai dan rombongan diterima langsung oleh Direktur RSUD K.H.Hayyung Kepulauan Selayar, dr. Hazairin di kantornya. "Kantor kami, Balai TN Taka Bonerate mempunyai pos pemberian penambah daya tahan tubuh kepada pegawai kami. Namun kami pikir kalau hanya untuk kami saja berarti kami kurang peduli terhadap penanganan Covid-19 ini, untuk itu kami ingin berbagi dengan pejuang kesehatan di garda terdepan ini" ujar kepala balai, membuka perbincangan sebelum menyerahkan bantuan. Direktur RSUD K.H.Hayyung , dr. Hazairin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Balai TN Taka Bonerate. "Saya mewakili petugas medis, mengucapkan terima kasih, dan tentunya tidak melihat dari bentuk kecil-besarnya (bantuan), tapi kepedulian inilah yang menjadi kekuatan kita bersama di Selayar ini" ujar dokter Hazairin. Sumber : Asri - PEH Penyelia Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Kenalkan Madu Hutan Danau Sentarum Ke Gubernur Kalimantan Barat

Pontianak, 15 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melakukan koordinasi bersama Gubernur, Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkenalkan produk madu hutan Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) dari kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Mewakili Balai Besar Tana Bentarum Ardi Andono, S.TP., M.Sc menyampaikan bahwa madu hutan APDS dihasilkan dari lebah hutan (Apis dorsata) yang merupakan salah satu produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang ada di dalam Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. “Madu APDS merupakan hasil kerjasama antar Balai Besar Tana Bentarum bersama Kelompok Petani Madu APDS dalam upaya menunjang terciptanya Desa Mandiri, madu ini dipanen secara lestari dan diolah secara organik dibawah pengawasan APDS yang menghasilkan madu berkualitas bersertifikat organik dari BioCert” ungkap Ardi. Dalam pertemuannya, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum selaku Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan ketertarikannya untuk datang ke Taman Nasional Danau Sentarum, serta sangat mengapresiasi pihak Balai Besar Tana Bentarum dalam pengelolaan HHBK madu yang dapat menunjang tercapainya program Desa Mandiri. “Kedepannya produk hasil olahan masyarakat dibuat dengan kemasan yang menarik, lebih bervariasi dan memiliki kekhasan, agar mudah dikenal dan dilirik oleh pembeli . Memperluas lokasi pemasaran juga penting dalam mempromosikan produk hutan APDS dan perlu dibukanya gerai madu di Pontianak sebagai bentuk dukungan pemerintah setempat” tutur Sutarmidji. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Dini Hari Petugas Resort Melakukan Pelepasliaran Buaya Senyulong

Pekanbaru, 18 Mei 2020- Pelepasliaran satu ekor satwa Buaya Senyulong dilakukan petugas Resort Kerumutan Selatan (Pekanheran) pada dini hari Jumat, 15 Mei 2020 pukul 02.00 wib di sekitar Kawasan SM. Kerumutan Selatan. Buaya tersebut merupakan hasil penyerahan petugas BPBD Kab. Inhu pada tanggal 14 Mei 2020. Sekitar pukul 00.30 wib, Petugas BPBD Kab. Inhu menyerahkan satwa dengan panjang 2,5 meter ke kantor Bidang KSDA Wilayah I Rengat. Satwa Buaya ditangkap masyarakat dusun Sindolas, Desa Pulau Gelang, Kec. Kuala Cenaku, Kab. Inhu pada tanggal 13 Mei 2020, sekitar pukul 22.30 wib bersama 4 petugas TNI dan 4 petugas Polsek Kuala Cenaku serta 7 anggota BPBD Kab. Inhu karena satwa naik ke darat dan memasuki pemukiman warga yang kemudian segera dievakuasi oleh petugas dan diserahkan ke Kantor Bidang Wil. I Rengat. Setelah diobservasi selama satu hari di Kantor Bidwil I Rengat, dan pada dini hari tanggal 15 Mei 2020 Buaya Senyulong dilepasliarkan kembali ke habitatnya dalam kondisi sehat dan baik. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 3.569–3.584 dari 11.141 publikasi