Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Konsultasi Publik RPJP TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi

Banjarbaru, 3 Juni 2020 – Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar rapat Konsultasi Publik TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi pada Rabu tanggal 3 Juni 2020. Konsultasi Publik yang digelar melalui Video Conference (Vicon) tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H. Rooswandi Salem, M.Sos., MM dari ruang Kantor Bupati Tanah Bumbu di Batulicin, dan dihadiri oleh segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (antara lain BAPPEDA, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Camat Batulicin dan Camat Simpang Empat, Kepala Desa), Unsur DPRD Tanah Bumbu, Tokoh Adat, Akademisi dan pihak swasta. Konsultasi Publik yang dilaksanakan merupakan bagian dari tahapan proses penyusunan RPJP sebelum mendapatkan penilaian dan pengesahan dari pusat. Selain itu melalui kegiatan ini menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pihak BKSDA, Pemda, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk menyampaikan aspirasi dan bersinergi guna menghasilkan arah kebijakan pengelolaan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi yang efektif. Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, H. Rooswandi Salem, M.Sos., MM dalam sambutannya saat pembukaan menyampaikan harapan bahwa pengelolaan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi akan dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat baik melalui pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam kemitraan konservasi serta pemberdayaan masyarakat desa penyangga. Menurutnya Pemda Tanah Bumbu memberikan apresiasi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan atas terselenggaranya konsultasi publik ini. Selanjutnya Kepala Bappeda Tanah Bumbu Dr. H. M. Damrah, S.Sos, M.Si yang menyampaikan materi dukungan kebijakan Pemda Tanah Bumbu terhadap pengelolaan TWA P. Burung dan P. Suwangi menyatakan bahwa pengembangan pariwisata di Tanah Bumbu termasuk dalam salah satu prioritas dalam rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menengah Kabupaten Tanah Bumbu. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Hamaluddin Tahir, S.Pd, MM menyampaikan bahwa Disdaorpar siap bekerjasama dengan BKSDA Kalsel dan mempersiapkan program peningkatan kapasitas masyarakat TWA. Berbagai aspirasi dan masukan disampaikan oleh peserta rapat antara lain disampakan H. Abdul Rahim H. Saleng, S.Sos selaku masyarakat asli Pulau Suwangi sekaligus Anggota DPRD Tanah Bimbu menyampaikan agar dalam pengelolaan wisata TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi tetap memperhatikan hak-hak masyarakat setempat. Menanggapi hal tersebut Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menanggapi bahwa ke depan pengelolaan ekowisata di TWA akan memberikan kesempatan kepada masyarakat dan swasta yang akan berpartisipasi. Masyarakat akan diakomodir melalui kemitraan konservasi di blok tradisional dan pihak swasta melalui perjanjian kerjasama di blok pemanfaatan, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Terkait pembagian blok, dalam prosesnya kami telah melibatkan masyarakat dengan meminta masukan dari tokoh adat, tetua dan perwakilan masyarakat Pulau Burung dan Pulau Suwangi, tambahnya. Konsultasi Publik ini menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi antara lain Sinergitas antara Pemerintah (Pusat dan Daerah), masyarakat dan swasta perlu ditingkatkan sehingga pengelolaan terhadap Taman Wisata Alam Pulau Burung dan Pulau Suwangi menjadi efektif dan efisien; TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi agar dikelola secara efektif, optimal, bermanfaat dan lestari dengan memperhatikan ketersediaan jasa lingkungan, terutama dalam pengembangan potensi obyek daya tarik wisata alam dan potensi ketersediaan air; dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memprioritaskan pembangunan pariwisata dengan mengembangkan kemitraan, pemasaran dengan melibatkan masyarakat dan sektor swasta. Berita Acara selanjutnya akan ditandatangani oleh perwakilan peserta. (ryn) Sumber : Mila Rabiati, S.Hut., M.Si - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Hari Lingkungan Hidup On Radio

Banjarbaru, 5 Juni 2020 – Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan instrumen penting yang digunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan serta mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. Hari peringatan ini dipandang sebagai kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan. Menurut sejarahnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali dicetuskan dalam Konferensi Stockholm oleh Jepang dan Senegal tahun 1972. Peringatan ini didasarkan pada keadaan lingkungan hidup manusia yang saat itu sangat memprihatinkan serta dilanda bencana. Tahun 2020 ini, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup adalah “Biodiversity” dengan Tagline “Time for Nature“. Bersama Radio Nirwana FM yang mempunyai jejaring se Kalimantan Selatan, BKSDA Kalimantan Selatan menyampaikan pesan-pesan penting dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tidaklah menjadikan hambatan pada saat pandemi covid -19, dalam kesempatan tersebut BKSDA Kalimantan Selatan melakukan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mensosialisasikan kepada masyarakat melalui radio swasta tersebut. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan menyampaikan, sesuai dengan tagline Time for Nature, menurut Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc bahwa pemanfaatan sumber daya alam hayati harus diimbangi dengan konservasi lingkungan yang baik agar tidak menimbulkan kerusakan dan alam dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk generasi yang sekarang dan yang akan datang serta dalam pembangunan yang berkelanjutan tetap memperhatikan lingkungan hayati yang bertujuan untuk membantu menjaga kelestarian sumber daya alam hayati. Sebagaimana Amanat MenLHK Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc tentang new normal Ketika kehidupan manusia menjadi normal kembali, maka perbaikan kualitas lingkungan diharapkan tidak berhenti seiring dengan kesadaran manusia yang meningkat dari kejadian pandemi ini. Oleh sebab itu konsep new normal tidak hanya terbatas pada konsep gaya dan cara hidup sehat, memperbaiki sarana sanitasi dan kesehatan di tempat kerja, membudayakan cuci tangan dengan sabun, melaksanakan social distancing selama kerja, tetapi harus lebih luas dari pada itu konsep gaya dan cara keseimbangan Manusia dan Alam, perlu dikedepankan. Maknai dan hargai fungsi alam yang sesungguhnya sebagai: Ibu Menteri juga menyerukan kolaborasi nasional dan global yang perlu ditingkatkan untuk keanekaragaman hayati, dan pemanfaatannya secara berkelanjutan sebagai komponen penting lingkungan hidup, dan dengan terus menjalankan upaya-upaya. Selamat Hari Lingkungan Hidup 2020, kita rawat keanekaragaman hayati agar selalu harmonis, dan saatnya kita berbagi dengan makhluk tuhan lainnya. Salam Lestari. (ryn) Sumber : R. Hafizh Muhardiansyah, A.Md - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Temuan Burung Hasil Pemeriksaan Acak Dilepasliarkan di TN Matalawa

Waingapu, 10 Juni 2020. Peredaran satwa liar di Sumba cukup sering ditemui dengan memanfaatkan mobil angkutan penumpang untuk mengelabui petugas. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi petugas Polisi Kehutanan dan juga personil Polri yang bertugas di Sumba. Pemeriksaan secara acak kerap dilakukan terlebih bagi kendaraan yang melintas di malam hari. Pemeriksaan acak yang dilakukan oleh personil Brimob di Kabupaten Sumba Tengah pada dini hari tanggal 9 Juni 2020 berhasil menemukan mobil travel yang mengangkut 220 ekor burung branjangan di dalam 6 kotak kardus tanpa disertai surat angkut. Burung Branjangan adalah burung kicau berukuran kecil yang berasal dari keluarga Alaudidae dan Genus Mirafra, memiliki nama ilmiah Mirafra Javanica dengan status tidak dilindungi. Petugas kemudian melakukan pengamanan pelaku dan barang bukti serta melakukan koordinasi dengan Polisi Kehutanan di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Setelah dimintai keterangan, pelaku mengungkapkan bahwa burung-burung tersebut akan dibawa ke daerah Bima menggunakan kapal. Setelah dilakukan koordinasi, burung-burung tersebut akhirnya dilepaskan kembali di Blok Hutan Tanah Daru. Hadir dalam pelepasliaran itu yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Tengah, Kepala KPH Sumba Tengah, personil Polsek Katikutana, serta anggota Babinsa. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Tutup Sementara, Pola Perilaku Monyet Ekor Panjang di TN Kelimutu Berubah

Ende, 11 Juni 2020. Semenjak tutupnya areal wisata Taman Nasional (TN) Kelimutu untuk mencegah perkembangan pandemi Covid-19 ternyata memberikan banyak dampak terhadap ekosistem di TN Kelimutu khususnya ekosistem satwanya. Bukan hanya satwa Ayam Hutan atau hewan hutan lainnya, tetapi juga hewan yang biasa kita jumpai di areal wisata TN Kelimutu yaitu Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis). Berbeda dengan ayam hutan yang sejak penutupan jadi lebih sering terlihat, tetapi monyet ekor panjang tak terlihat dari pemantauan petugas Balai TN Kelimutu setelah hampir tiga bulan sejak tutupnya wisata di TN Kelimutu. Sebelumnya Monyet Ekor Panjang merupakan satwa yang paling aktif dan mudah dijumpai serta sering berinteraksi dengan pengunjung di areal wisata terutama meminta atau di beri makanan. Menurut petugas hal ini dikarenakan ketidakadaan pengunjung selama ini sehingga mereka tidak memiliki sumber makanan di areal wisata. Dengan tutupnya sementara TN Kelimutu telah merubah kembali pola perilaku monyet ekor panjang dalam mencari makan, dengan mencari buah-buahan atau pucuk daun ke dalam hutan TN Kelimutu. Karena areal wisata Danau Kelimutu yang merupakan daerah kawah gunung berapi sulit diperoleh tumbuhan buah yang dapat dimakan. Sebenarnya monyet di areal wisata merupakan unsur dinamis yang dapat menjadi penunjang atraksi objek dalam daerah wisata, tetapi jika keberadaannya sudah mengganggu pengunjung bukan lagi menjadi penunjang wisata. Demi kenyamanan berwisata di TN Kelimutu kita perlu menjaga perilaku hidup Monyet Ekor Panjang tersebut agar tetap memakan makanan di hutan yaitu dengan tidak memberi makan kepada satwa liar tersebut. Selain itu, juga tetap menjaga kebersihan kawasan TN Kelimutu. Semoga saat TN Kelimutu dibuka kembali pengunjung ataupun pelaku wisata dapat bijak dalam berinteraksi terhadap satwa di TN Kelimutu. ???? : @assap ???? : @thy_masahiro Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Siaga Kebakaran Hutan di Lokasi PE Tanamodu

Tanamodu, 8 Juni 2020. Sudah beberapa minggu kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) tidak mendapat guyuran hujan. Alang-alang, semak belukar, serta tumbuhan bawah sudah berubah warna menjadi kecoklatan yang menunjukkan rednahnya kadar air pada tanaman sehingga akan mudah sekali terbakar. Merespon hal tersebut, Kepala Resort Taman Mas, Gaudencio Gabriel, S.St beserta beberapa staff resort melakukan operasi pencegahan kebakaran hutan di sekitar lokasi Pemulihan Ekosistem (PE) di site Tanamodu. Kegiatan yang dilakukan dalam pencegahan ini adalah pembuatan sekat bakar Seluruh anggota kelompok kerja yang berjumlah 25 orang turut hadir dan membantu proses pembuatan sekat bakar. Sekat bakar dibuat dengan melakukan pemotongan tumbuhan yang tumbuh sepanjang 2 km dengan lebar 10 meter dari batas areal PE. Pembuatan sekat bakar ini diharapkan dapat mengurangi resiko kebarakan hutan di lokasi PE yang telah berumur 2 tahun. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Mendapat Penitipan Seekor Ular Phyton

Pekanbaru, 7 Juni 2020. Balai Besar KSDA Riau mendapat penitipan seekor ular Phyton dengan panjang sekitar 5 meter dan berat 50 kg. Ular berhasil diamankan oleh teman konservasi kita yaitu bang Amar dan kawan kawan dari komunitas RETIC Pekanbaru di jl. Suka Karya gg Damai pada Minggu siang, 7 Juni 2020 dan langsung diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau. Keesokan harinya, Senin, 8 Juni 2020, ular langsung dilepasliarkan di hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. Terima kasih komunitas RETIC Pekanbaru @reticpekanbaru atas inisiatif dan kerjasamanya. Selalu semangat dan salam konservasi. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Pencegahan Kebakaran di Kawasan SM. Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 10 Juni 2020. Resort Duri giat melakukan patroli pencegahan kebakaran di kawasan SM. Giam Siak Kecil dan pemasangan spanduk larangan membakar dan membuka lahan di desa Tasik Tebing Serai, jalan Hilal yang merupakan lokasi rawan kebakaran di desa Tasik Tebing Serai SM Giam Siak Kecil. Kegiatan tersebut dalam upaya melakukan pencegahan kebakaran sekaligus pengamanan kawasan. Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang sedang melakukan aktifitas di sekitar kawasan agar tidak membakar dan turut serta menjaga hutan. Untuk debit air di kawasan tersebut saat ini masih tinggi karena intensitas hujan masih sering terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Sumber: Balai besar KSDA Riau
Baca Berita

Pesona Keanekaragaman Hayati TWA Danau Sicike Cike dan TWA Sibolangit

Sibolangit, 5 Juni 2020. Patroli pengamanan kawasan dilaksanakan secara rutin oleh Petugas KSDA, kali ini di Resort KSDA TWA Danau Sicike Cike dan TWA Sibolangit. Pada Kamis, 4 Juni 2020, Tim Resort TWA Danau Sicike cike yang dipimpin Kepala Resort, Bergiat Sembiring, dan TWA Sibolangit, Samuel Siahan, SP. secara bersamaan melaksanakan kegiatan Patroli Kawasan di lokasi berbeda, bersama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Hasil patroli di TWA Danau Sicike Cike diperoleh suguhan yang menarik berupa mekarnya bunga Rafflesia Mayer (Rafflesia meijeri) dan Arisaema filiforme. Selain itu juga air terjun Lae Prada yang menarik untuk dilihat, serta sarang orangutan di pepohonan. Sedangkan di TWA Sibolangit, terlihat 42 individu Rangkong Julang Emas, satwa yang dilindungi, terbang indah dan menawan. Patroli rutin ini guna memonitor dan pengamanan kawasan serta untuk monitoring keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Setiap patroli dilaksanakan selalu membuahkan hasil perjumpaan flora dan fauna di dalam kawasan. Selalu ada yang baru dan unik. Semua hasil perjumpaan flora dan fauna pada saat patroli didokumentasikan dan dicatat dalam tally sheet SMART Patrol (spasial monitoring and reporting tool). Semua momentum diabadikan dalam gambar dan video. Kegiatan patroli ini merupakan bagian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Mari bersama kita melestarikan alam kita, baik flora fauna maupun habitatnya, khususnya Hutan Konservasi, sebagaimana tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia “Time For Nature” (Waktunya Untuk Alam). Sumber : Bergiat Sembiring - Kepala Resort TWA Danau Sicike Cike dan Samuel Siahaan, SP. - PEH Pertama/Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Balai Besar KSDA SUmatera Utara Bunga Arisaema filiforme di TWA Danau SiCike-cike
Baca Berita

Penguatan Ekonomi Masyarakat Terdampak Pandemik Covid 19 di Kawasan Taman Nasional Bunaken

Manado,9 Juni 2020. Penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Bunaken menjadi salah satu yang terdampak dengan pandemik Covid - 19. Balai Taman Nasional Bunaken melalui kelompok masyarakat binaan melakukan pemberdayaan. Hal ini dilakukan agar aktivitas ekonomi perdesaan agar tetap berjalan. Selama ini masyarakat menggantungkan kehidupan dengan perputaran ekonomi dari kawasan, selama pandemik perputaran ekonomi produk kelompok terhenti. Produk kelompok masyarakat antara lain abon ikan, ikan garam, halua kenari adalah sektor penggerak ekonomi keluarga. Produk kelompok masyarakat sekitar kawasan TN Bunaken tersebut selama masa pandemik terhenti dan tidak dapat terjual. Untuk kali ini dalam rangka membantu masyarakat sekitar kawasan dengan membeli produk asli mereka, serta bentuk solidaritas kepada petugas garda terdepan Covid-19 (BNPB, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI/Polri, dan relawan) dalam penjagaan di pos pemeriksaan dan kami berikan kepada petugas yang sedang berjaga di sekitar kawasan TN Bunaken serta pos-pos masuk menuju Kota Manado. Beberapa lokasi antara lain di perbatasan Kota Manado- Kab. Minahasa Utara, diantaranya pos Bahowo, pos Pandu, pos Bandara Sam Ratulangi, pos Kairagi, pos Bumi Nyiur. Selain itu juga disampaikan kepada petugas kebersihan, sektor transportasi (Ojol dan Ojeng Pangkalan). Produk kelompok binaan masyarakat dikemas dan sudah 300 paket tersalurkan. Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, menyampaikan dalam masa pandemik ini kami berusaha menggerakan ekonomi kelompok-kelompol masyarakat yang selama ini menjadi binaan kami. Berdasarkan arahan dari pusat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar membeli hasil HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) dan memberdayakan kelompok masyarakat binaan. Pemberdayaan tersebut sekaligus mempromosikan hasil produksi kelompok masyarakat untuk menunjang sektor wisata. Produk masyarakat ini selain menunjanh ekonomi keluarga dapat mengurangi tekanan terhadap kawasan, mengingat hasil produksinya bukan dari perikanan karang, tutup Farianna. Sumber: Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Menguak Peran Limnologi di Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu

Putussibau, 9 Juni 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TANA BENTARUM) selenggarakan Webinar Limnology & Conservation Talk Tana Bentarum 2020 dengan tema “Menguak Peran Limnologi di Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu” (9/6). Webinar ini juga bersamaan dengan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Besar Tana Bentarum, Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian LHK dengan Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB ini diselenggarakan melalui video virtual zoom meeting dengan 399 peserta dan youtube streaming dengan 107 peserta, dibuka secara langsung oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Ir.Wiratno, M.Sc beserta Dr. Agus Haryono selaku Deputi Ilmu Pengetahuan dan Kebumian LIPI, Dr. Fauzan Ali, M.Si selaku Kepala Pusat Penelitian Limnologi dan Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar Tana Bentarum. Ir. Wiratno, M.Sc berharap Perjanjian Kerjasama ini menjadi pondasi yang kuat untuk tetap konsen dalam pelestarian dan dapat menggali manfaat dari megadiversity di Taman Nasional Danau Sentarum “Terima kasih kepada Tim LIPI yang tak henti-hentinya membantu dan mendorong kita untuk membuktikan bahwa kita mampu mengelola suatu cagar biosfer dan secara khusus saya ucapan terimakasih kepada Bapak Bupati Kapuas Hulu yang semangat mengawal proses pembentukan Cagar Biosfer ” ungkapnya. Dr. Agus Haryono menjelaskan bahwa Taman Nasional Danau Sentarum selain menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat sekitar juga merupakan 1 dari 15 Danau Prioritas yang diamanahkan untuk dilakukan pengembangan, Pusat Limnologi LIPI telah memulai berbagai riset di Taman Nasional Danau Sentarum, harapannya riset yang telah dilakukan LIPI bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Selamat kepada Pak Kapus Limnologi dan Pak Kepala Balai Besar Tana Bentarum yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama, hal ini sangat penting bagi kemajuan dan keberlanjutan pembangunan bagi Taman Nasional Danau Sentarum.”pungkasnya Kegiatan Webinar Limnology & Conservation Talk Tana Bentarum 2020 diawali dengan pengantar dari Ir. Arief Mahmud, M. Si yang memberikan gambaran tentang Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu dan pengantar dari Ir. Sugiharta, M.Sc yang menyampaikan materi Peran Ekosistem Danau Sentarum Sebagai Situs Ramsar. Penyampaian materi webinar terbagi kedalam dua sesi, sesi pertama diisi materi mengenai Dinamika Perairan Hulu dan Hilir DAS Kapuas oleh Dr. Hidayat S.Kom, M.Sc, (Peneliti di Pusat Limnologi LIPI) dan materi Gambaran Umum Limnologi di Kapuas Hulu oleh Dr. FX Widadi Padmasari S. S.Si, M.Si, (Dosen Bidang Limnologi Untan). Sesi kedua diisi materi Kajian Danau Oxbow oleh Dr.Yustiawati, S.Si, M.Sc (Peneliti di Pusat Limnologi LIPI), materi Hasil Penelitian Oxbow di Danau Sentarum oleh Prof.Hiromi Uno (Guest Speaker Limnologi LIPI), serta materi terakhir yang bertemakan Sharing Penelitian yang pernah dilakukan di Kapuas Hulu disampaikan oleh Prof.Dr.Khairul Adha A.Rahim yang merupakan Dosen Universitas Malaysia. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

In House Training Pendugaan Carbon Stock di TN Matalawa

Waingapu, 8 Juni 2020. Indonesia sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini. Hutan memiliki kemampuan menyerap carbon dari emisi-emisi yang dapat menyebabkan perubahan iklim tersebut melalui pendugaan carbon stock yang tersimpan dalam setiap bagian tumbuhan maupun tanah hingga jasa lingkungan yang ada di dalam kawasan hutan. Tidak hanya hutan dengan kerapatan tinggi, namun kawasan hutan sekunder pun memiliki carbon stock yang nilainya bervariasi. Untuk itulah, perlu pendugaan yang dilakukan secara sistematis untuk menghitung berapa carbon stock yang ada di dalam kawasan sehingga dapat menjadi nilai dasar yang digunakan pemerintah untuk target penurunan emisi. Pendugaan carbon stock dengan terintegrasi pada jasa lingkungan memerlukan metode khusus sehingga Direktorat PJLHK bersama tim kerja integrasi jasa lingkungan ke dalam stock karbon berbasis ekosistem di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru Dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengadakan in house training bagi petugas Taman Nasional. Training diikuti oleh 58 pejabat fungsional dan penganalisis data spasial Balai TN Matalawa secara virtual selama tiga hari ke depan mulai dari tanggal 8 sampai 10 Juni 2020. Sedangkan pemateri terdiri dari tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) yaitu Dr Deden Jainudin dan Ibu Virni Budi Arifanti Ph.D, serta didampingi oleh tim dari PJLHK. Direktur PJLHK, Dr. Nandang Prihadi dalam pembukaannya menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat berguna untuk dipelajari dan diimplementasikan untuk pemenuhan data terkait carbon stock dalam kontribusi kawasan pelestarian alam untuk target penurunan emisi nasional. Ia berharap seluruh peserta pelatihan bersungguh-sungguh untuk memahami seluruh materi sehingga data yang akan dihasilkan nantinya adalah data yang valid. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru Dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Kodok Endemik Ditemukan di Kawasan Gunung Sorik Marapi TNBatang Gadis

Panyabungan, 9 Juni 2020. Jenis katak bernama Sigalegalephrynus mandailinguensis ditemukan di kawasan Gunung Sorik Marapi (Sumatera Utara). Survei temuan baru ini memang dilakukan pertama kali Februari 2014 oleh tim peneliti dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Brawijaya (Malang), Universitas Texas (Arlington), Broward College, dan Zoologisches Museum Universität Hamburg. Tujuan utamanya adalah menginventarisir herpetofauna dataran tinggi Sumatera, ditemukanlah spesies kodok aneh, yang tidak dikenal sebelumnya, di lereng Gunung Sorik Marapi yang merupakan gunung berapi dengan vegetasi padat tepatnya berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pada september 2019 tahun lalu, Amfibi Reptil Sumatera (ARS) kembali menemukan spesies amfibi ini saat melakukan survey keanekragaman hayati Key Bidodiversity Areas (KBA) di Taman Nasional Batang Gadis. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Rangkaian Kunjungan Dirjen KSDAE ke TNGGP

Cibodas, 7 Juni 2020 - Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno berkunjung ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Sabtu (06/06/2020), dalam rangka pemantauan persiapan kondisi tapak untuk menyongsong Tatanan Normal Baru atau sering disebut “New Normal” serta inovasi dalam pengelolaan kawasan. Dirjen KSDAE yang didampingi Tandya Tjahjana, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, beserta jajarannya, disambut Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto dan jajarannya. Di hari pertama dilakukan diskusi tentang pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) serta persiapan kondisi tapak dalam persiapan pembukaan wisata dan pendakian di era “New Normal”. Formulasi protokol pelayanan wisata dan pendakian masa “New Normal” tengah dipersiapkan, yang dikemas dalam implementasi protokol covid dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengunjung/ pendaki, dan sudah dilakukan sosialisasi secara internal sampai tingkat resort. Dalam acara diskusi di hari pertama, Wiratno lebih banyak sharing dan memberikan motivasi kepada para Kepala Resort dan Pejabat Fungsional Tertentu (Pengendali Ekosistem Hutan/ PEH, Polisi Kehutanan/ Polhut, dan Penyuluh Kehutanan). “Setiap Kepala Resort wajib mengetahui kondisi wilayah kerjanya baik potensi maupun permasalahannya”, arahan Wiratno saat diskusi. Sedangkan untuk Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) diharuskan mempunyai spesifikasi keahlian, baik satwa atau tumbuhan tertentu, wisata maupun pun pendidikan lingkungan. Begitu juga dengan Polisi Kehutanan (Polhut) dan Penyuluh Kehutanan dihimbaun agar mempunyai program kegiatan sesuai dengan Tupoksi dan potensi serta kendala/ permasalahan di setiap wilayah kerjanya. Agenda hari kedua, Sabtu (07/06/2020), mulai turun ke lapangan. Wiratno mengunjungi Resort Cibodas, sekalian melihat area pohon berbarcode di jalur interpretasi jalur pendidikan konservasi alam Resort Cibodas. Beliau mencoba berinterkasi langsung dengan pohon berbarcode menggunakan hand phone (HP). Informasi tentang pohon dapat diketahui dengan cara menscan barcode tersebut pada aplikasi yang ada di HP. Untuk sementara informasi yang dapat disajikan adalah nama latin, nama lokal, ciri morfologis, dan koordinat sebarannya, kedepan direncanakan akan diperkaya dengan informasi lainnya. Sistem pengenalan pohon dengan berbarcode ini, rencana akan diadopsi pada pohon-pohon yang ada di lingkungan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan - Manggala Wana Bhakti, Jakarta. Di Resort Cibodas, Wiratno sempat bersilaturahim dengan Ade, Ketua Montana (salah satu volunteer TNGGP) dan seorang mahasiswi dari Program Pascasarajana IPB, Malika yang sedang melakukan penelitian perilaku lutung Jawa (Trachypithecus auratus) sambil melihat langsung salah satu jenis primata ini di lokasi. Kegiatan dilanjutkan di ruang film Suryakencana di Kantor Balai – Cibodas. Pada kesempatan kali ini, Wahju Rudianto menyampaikan inovasi-inovasi yang sudah dilakukan Balai Besar TNGGP, diantaranya: booking online yang menang sebagai juara terbaik kedua dalam SINOLINGHUT (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) tahun 2018. Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango yang baru diluncurkan 5 Juni 2020 (bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia). Disambung arahan Dirjen KSDAE yang menyampaikan, 10 cara baru tata kelola kawasan kosnervasi: 1) masyarakat sebagai subyek pengelola; 2) penghormatan pada HAM; 3) kerjasama lintas eselon I KLHK; 4) kerjasama lintas Kementerian; 5) penghormatan nilai budaya dan adat; 6) multilevel leadership; 7) Scientific Based Decision Support System; 8) Resort (field) Based Management; 9) Reward and Mentorship; dan 10) Learning Organization. Selain itu Wiratno, melihat dan memberikan arahan tentang diorama sebagai wahana informasi dan pendidikan konservasi bagi pengunjung. Diakhir acara Dirjen KSDAE memberikan arahan terkait aset, inovasi, persiapan new normal, kerjasama penguatan fungsi, bioprospeksi, dan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Memulai Fase New Normal dengan Semangat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Geronggang, 8 Juni 2020 – Senin pagi yang gerimis di camp Dugan PT. ARUTMIN INDONESIA SITE SENAKIN tidak menyurutkan semangat peserta upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2020 dengan tema keanekaragaman hayati – Biodiversity atau tage linenya Time For Nature “saatnya kita untuk alam”. Turut hadir dalam upacara tersebut Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc.,Kepala Sub. Bag. TU Suwandi, S.Hut, M.A, Kepala Seksi Wilayah III Batulicin Nikmat Hakim P., SP., M.Sc, Kepala Resort KSDA CA. Teluk Kelumpang Achmad Nabawi, Management PT. Arutmin Indonesia Site Senakin Abdul Kahar (Engineering Superintendent), M. Subkhan (Safety Health Environmental), Andi Alvhian Noor (Adm, Land & CD. Superintendent), juga perwakilan perusahaan Cakrawala Langit Sejahtera, PT Thies Contractor Indonesia, PT. Pramanindo Boga Utama, dan PT. Prager Kencana Servise. Kepala Balai KSDA Kalsel pada kesempatan ini juga membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penekanan yang disampaikan terkait dengan High Conservation Value Forest (HCVF) untuk mendukung konektivitas habitat satwa yang terfragmentasi akibat berbagai aktivitas pemanfaatan kawasan hutan. Setelah upacara dilanjutkan peresmian arboretum Dugan dan penanaman pohon buah-buahan. Selanjutnya meresmikan Sangkar Pelestarian Burung untuk penangkaran yang mana bagian dari kerjasama Balai KSDA Kalsel dengan PT. Arutmin Indonesia. Kepala BKSDA Kalsel dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi kelompok masyarakat binaan PT. Arutmin Indonesia di Desa Geronggang dan Desa Tamiang Bakung yang mengembangkan larva lalat dengan memanfaatkan limbah sampah yang nantinya untuk pakan peternakan itik. Kemudian dilanjutkan mengunjungi lokasi pembibitan tanaman bakau masyarakat Pelestari Hutan Mangrove “Bakau Muara” Teluk Kelumpang yang di ketuai Sarkani dan sekaligus melakukan penanaman di lokasi tersebut. Kepada kelompok masyarakat Pelestari Mangrove Dr. Mahrus menitipkan pesan agar menjaga kelestarian mangrove sehingga hasil ikan dan kepiting bisa maksimal, dan juga menjaga kekompakan kelompok. Apresiasi juga kepada PT. Arutmin Indonesia Site Senakin yang bekerja serius membina masyarakat sekitar perusahaannya. (ryn) Sumber : Achmad Nabawi - Kepala Resort CA Teluk Kelumpang Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Peduli Covid-19, Balai TN Aketajawe Lolobata Kembali Salurkan Bantuan di Desa Sekitar Kawasan

Buli, Halmahera Timur - 7 Juni 2020. Dimasa Pandemi Covid-19 ini, tentunya membawah dampak yang sangat besar kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Bukan hanya berdampak pada kesehatan tapi salah satunya adalah dampak ekonomi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan masyarakat tidak mampu. Hal itulah yang kemudian mendorong Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) untuk mewujudkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan menyalurkan batuannya dibeberapa Desa sekitar kawasan TNAL. Salah satunya di Dusun Waisumo, Desa Baburino, Kecamatan Buli, Kabupaten Halmahera Timur. Minggu (07/06/2020). "Sebagai umat yang beragama kita wajib saling tolong menolong antara sesama. Walapun Kabupaten Halmahera Timur ini memiliki angka zero positif kasus Corona di Provinsi Maluku Utara. Sebagai masyarakat yang hidup disekitar kawasan TNAL yang terdampak Covid-19. Kami selaku pengelola wajib untuk memberikan bantuan tersebut. Walapun bantuan ini seadanya, tapi inilah bantuan yang bisa kami berikan sesuai dengan kemampuan kami. Semoga bantuan ini bermanfaat dan juga bisa meringankan beban masyarakat Dusun Waisumo" kata Heri Wibowo, Kepala Balai TNAL sebelum melakukan penyerahan bantuan. Proses penyerahan bantuan sembako, hand sanitizer dan masker dilakukan secara simbolis di gedung Geraja Jo'n Po Barakat Desa Baburino. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Heri Wibowo dan didampingi Kepala Seksi TNAL Wilayah III Maba, Birawa kepada Kepala Desa Baburino, Radius Sabuanga yang disaksikan oleh masyarakat Dusun Waisumo. "Heri juga menambahkan bantuan sembako ini dibeli dari Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berasal dari Desa Doro Lamo, Kabupaten Halmahera Timur yang memang sengaja dibeli untuk membantu masyarakat dalam memasarkan produk hasil pertanian mereka di masa Pandemi yang sulit ini. Jadi kita beli kepada masyarakat lalu kita distribusikan kepada masyarakat di Desa lain sebagai bantuan". Ujar Heri. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang telah memberikan bantuan di Desa kami. Kepada masyarakat Dusun Waisumo, jangan melihat dari nilai atau barangnya, tapi kita harus bersyukur kepada Tuhan bahwa masih ada orang baik yang peduli dan mau berbagi kepada kita semua disini. Kami tidak bisa membalas kebaikan bapak ibu semua. Semoga Tuhanlah yang membalas kebaikan ini". Ungkap Radius Sabuanga, Kepala Desa Baburino. Bantuan ini merupakan bagian dari program Taman Nasional Aketajawe Lolobata Peduli Covid-19. Program ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Desa yang berada disekitar kawasan TNAL yang terdampak Covid-19. Program ini juga sudah berlangsung selama tiga bulan lamanya. Selain memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Program TNAL Peduli Covid-19 ini juga membantu mempermudah masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian mereka selama wabah Pandemi ini berlangsung. "Saya yakin, tidak ada yang mau kalau kondisi ini akan tetap bertahan lama. Mari kita sama-sama berdoa semoga Pandemi ini akan segera berahir. Biar kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa lagi dan perekonomian bisa kembali normal seperti sedikaka agar pembangunan di Desa Waisumo dapat berjalan dengan lacar, tutup Heri. Sumber : Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Pelepasliaran Satwa Dilindungi Jenis Belangkas

Pekanbaru, 6 Juni 2020. Balai Besar KSDA Riau bersama Dit. Reskrimsus Polda Riau melakukan pelepasliaran satwa dilindungi jenis Belangkas (Tachypleus sp). Belangkas tersebut merupakan titipan dari Polda Riau yang telah berhasil melakukan penangkapan 2 orang tersangka asal Medan (Sumatera Utara) di Jl. Jend. Sudirman, Kel. Bagan Batu Kota, Kec. Bagan Sinembah, Kab. Rokan Hilir yang mengangkutnya menggunakan kendaraan roda 4. Tim melakukan penghitungan kembali satwa dilindungi tersebut sebelum dilakukan pelepasliaran sekira pukul 16.30 wib. Belangkas berjumlah 195 Ekor, dengan rincian 138 ekor dalam keadaan hidup dan 57 ekor dalam keadaan mati. Terhadap 57 ekor Belangkas yang mati dibawa kembali ke Kantor Balai Besar KSDA Riau untuk dikubur dan sebagian disisihkan sebagai barang bukti. Selamat jalan kawan, Kembalilah. Berkembangbiaklah. Karena dunia menunggumu untuk mengurai kehidupan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 3.505–3.520 dari 11.141 publikasi