Kamis, 14 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pembuatan Persemaian di Site Mahaniwa, TN Matalawa

Waingapu, 19 Juni 2020 - Masa pandemi COVID-19 yang telah memasuki bulan ketiga belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan yang berarti. Di Kabupaten Sumba Timur pun, masyarakat masih tetap melakukan kewaspadaan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan. Di tengah kewaspadaan yang selalu tinggi, petugas Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) tetap melaksanakan tugasnya di lapangan. Pada tanggal 15-18 Juni 2020, petugas mendampingi para anggota kelompok kerja Pemulihan Ekosistem site Mahaniwa membuat persemaian. Para anggota kelompok mengumpulkan dan menyapih bibit dari 5 tanaman yang sudah terbukti mampu bertahan pada lokasi lain. Jumlah bibit yang berhasil dipersiapkan di persemaian adalah sebanyak 6500 bibit dari target sebanyak 6000 bibit. Bibit dari persemaian ini disiapkan untuk penanaman yang akan dilakukan pada bulan November. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Karena Konservasi Tidak Dapat Dilakukan Sendiri

Taman Wisata Alam Buluh Cina, 20 Juni 2020. Dalam kunjungan tak resmi yang penuh keakraban dan kekeluargaan, Gubernur Riau, bapak Syamsuar meninjau dari dekat persiapan Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina memasuki New normal. Bapak Gubernur berbincang santai bersama Kepala Balai Besar KSDA Riau, Kepala Desa Ninik Mamak dan masyarakat Buluh Cina. Beliau juga mendengar dengan seksama impian rakyatnya tentang sarana dan prasarana serta jembatan penghubung yang akan dibangun untuk kelancaran transportasi dan penunjang nadi perekonomian masyarakat termasuk dari sektor pariwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Kunjungan Bapak Gubernur didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik serta Kepala Dinas LHK Prov. Riau. Mereka bahkan berkesempatan melakukan penanaman di area terbuka TWA Buluh Cina. Sungguh harmonisasi yang indah dan sangat membanggakan. "Karena konservasi tidak dapat dilakukan sendiri" tutup Bapak Gubernur. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Paus Terdampar Di Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar

Denpasar - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, 19 Juni 2020. Pada hari Jumat, tanggal 19 Juni 2020 Tim Balai KSDA Bali menuju ke Pantai Lembeng dengan titik koordinat -8.6454478, 115.279900 untuk berkoordinasi dengan Kasatpolair Polres Gianyar, Binmas Polsek Sukawati, Kelian Br. Gumicik, Perbekel Desa Ketewel guna menindaklanjuti info terkait terdamparnya satwa liar jenis Paus. Dari hasil identifikasi awal dilakukan bersama dengan BPSPL diketahui bahwa paus terdampar tersebut adalah jenis Paus Lodan (Kogia sima). Tim BKSDA Bali dan instansi terkait tiba di lokasi kejadian menemukan adanya bercak darah pada arko dan tikar dari daun kelapa. Tim bersinergi berkoordinasi dengan Kelian Br. Gumicik untuk mengetahui pelakunya. Dari Informasi yang dihimpun diperoleh informasi keberadaan alamat rumah pembuat video yaitu sdr. Ida Bagus Buana. Atas beredarnya video paus terdampar yang telah viral di media sosial dan telah diketahui oleh instansi dan pihak terkait serta masyarakat. Tim BKSDA Bali dan BPSPL mengambil langkah pembinaan dan sosialisasi kepada pelaku dan disaksikan oleh Perbekel Ketewel dan Kelian Banjar Gumicik. Kepada pelaku diberikan pembinaan dan sosilisasi tentang Permen LHK Nomor: P. 106//MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi dan UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Selanjutnya daging paus yang masih tersisa 1 (satu) botol aqua kami amankan dan diserahkan kepada Polres Gianyar. Untuk potongan sampel daging juga sudah diambil pihak BPSPL untuk uji DNA. Atas kejadian tersebut Perbekel Desa Ketewel memohon maaf atas perbuatan warganya yang tidak melaporkan kejadian paus terdampar serta terlanjur memotong paus tersebut untuk diambil minyaknya. Usulan perbekel Ketewel agar dipasang papan himbauan di Pantai Lembeng agar diketahui masyarakat luas. Pada akhir pembinaan dilakukan penandatangan surat pernyataan oleh pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya dengan saksi dari BPSPL Denpasar, PSDKP Benoa, BKSDA Bali, Polairud Polres Gianyar, Perbekel Ketewel dan Tokoh Masyarakat. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Tingkatkan Pengembangan Wisata Alam Lumajang, Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru Ajak Bupati Lumajang Kerjasama

Lumajang, 19 Juni 2020. Untu meningkatakan pengembangan wisata alam, Balai Besar Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Pada Jum’at 19 Juni 2020 melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman & perjanjian kerjasama tentang penguatan fungsi kawasan TNBTS melalui program pengembangan wisata alam di Seksi PTN Wilayah III Bidang PTN Wilayah II Lumajang. Penandatanganan antara Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie dengan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bertempat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang. Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno turut bergabung melalui media zoom cloud meeting. Beliau memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Balai Besar TNBTS atas kerja bersama melalui koordinasi serta komunikasi intens sebagai bukti sinergi Pemerintah Pusat & Pemerintah Daerah. Wiratno juga menyampaikan optimalisasi peran masyarakat sekitar kawasan sebagai subjek dalam pengelolaan kawasan dengan menitikberatkan pemberdayaan masyarakat (community development) Desa Ranu Pani melalui pembangunan secara bertahap (Multiyears) serta pemeliharaan & restorasi Ranu Pani sebagai lumbung air. Penekanan 3 prinsip kerjasama/kolaborasi (Mutual Respect, Mutual Trust & Mutual Benefit) bagi masyarakat sekitar dalam pengelola kawasan untuk mendukung local champion dalam mendorong perubahan & narasi positif pembangunan lingkungan sehingga dapat mendorong konservasi sebagai gerakan bersama, gotong royong menjaga lingkungan yang sudah indah (Memayu hayuning bawono). Tak ketinggalan Bupati Lumajang juga turut menyampaikan bahwa ini merupakan sejarah bagi Kabupaten Lumajang karena bisa mengoptimalkan seluruh potensi unggulan di Kabupaten Lumajang. Untuk itu, tugas Pemerintah Kabupaten Lumajang setelah ini adalah melakukan pengembangan akses dan infrastruktur wisata alam dengan prinsip tidak mengganggu lingkungan namun memperbaiki lingkungan. Masyarakat harus menjadi bagian dari keberkahan TNBTS sehingga kedepan TNBTS tidak hanya menjaga alam, tetapi juga bisa bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang meningkatkan kualitas Sumber Daya Mausia di sekitar kawasan. Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengungkapkan, dalam rangka mengembangkan wisata yang ada di Kabupaten Lumajang, pihaknya sangat mendukung dan siap untuk membantu mengembangkan wisata alam yang ada di sekitar Semeru. Setelah Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Balai Besar TNBTS dengan 4 Kepala OPD yaitu : Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Parwisata dan kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta Kepala Dinas Perumahan dan kawasan Pemukiman, disaksikan oleh Bupati, Sekda, Pejabat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Harmonisasi Alam, Konservasi dan Ekonomi Desa Bolangat Melalui Program Menanam

Bolaang Mongondow, 18 Juni 2020. Bertempat di Desa Lolanan, Kecamatan sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow dilakukan kegiatan penanaman sebagai rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dengan stakeholder terkait yang di pelopori Resort Lolanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Maelang. Sebanyak 1750 bibit di tanam yang terdiri dari kemiri 1000 pohon, durian 500 pohon dan cempaka 250 pohon. Camat Sangtombolang dan unsur Muspika diantaranya polsek dan Koramil Sangtombolang serta kepala desa Bolangat beserta aparat dan tentunya masyarakat turut hadir. Penanaman dilakukan di pinggiran batas kawasan konsevasi, poin penting penanaman ini memberikan edukasi kepada masyarakat agar gemar menanam sehingga kawasan konservasi terjaga. Kawasan konservasi merupakan kawasan penyangga kehidupan masyarakat termasuk ekonomi dalam teori konservasi modern. Peran penting tanaman penyangga sangat menentukan dalam menopang kegiatan ekonomi, maka sangat perlu untuk menanam tanaman yang mengandung nilai unsur ekonomi yang tinggi termasuk jenis tanaman kemiri serta durian. Peran serta masyarakat merupakan kunci sukses dalam pengelolaan kawasan konservasi. Drh. Supriyanto selaku kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani wartabone mengajak masyarakat Desa Bolangat jangan pernah lelah untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi yang merupakan asset bangsa. Peran serta masyarakat dengan inovasi menanam tanaman yang mengandung nilai ekonomi tinggi merupakan kunci keseimbangan harmonisasi alam dan masyarakat. Sumber : Aris Udi Raharjo - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Lumba – Lumba di Pantai Semawang, Sanur, Denpasar

Denpasar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, 19 Juni 2020. Pada hari kamis, 18 Juni 2020 sekitar pukul 09.00 wita beredar informasi berupa video di media sosial (fb) tentang adanya pertarungan 2 (dua) ekor satwa Lumba – lumba yang belum diketahui jenisnya di pantai Semawang Sanur - Denpasar. Dari informasi tersebut petugas Balai KSDA Bali menuju ke lokasi kejadian dan menemukan salah satu saksi mata yang bernama I Nyoman Nener dan merupakan nelayan di pantai Semawang – Sanur – Denpasar. Wawancara dengan saksi mata dapat dilaporkan sebagai berikut : Balai KSDA Bali langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam memantau di pesisir pantai sekitar Sanur dan dapat segera menginformasikan jika ada hal serupa terjadi lagi. Dan saat ini secara rutin BKSDA Bali memonitoring untuk memastikan bahwa satwa Lumba – lumba tersebut tidak kembali lagi ke pinggir pantai Sanur. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Dirjen KSDAE lepas liarkan Buaya muara di Way Kambas

Labuhan Ratu, 20 Juni 2020 - Enam ekor buaya muara (Crocodylus porosus) hasil rehabilitasi dari Taman Satwa Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) dilepas liarkan di Sungai Way Kanan Taman Nasional Way Kambas. Buaya – buaya ini merupakan hasil kegiatan penegakan hukum Balai KSDA Yogyakarta dan penyerahan masyarakat Jogja. Buaya – buaya tersebut sebelum dilepasliarkan telah menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa YKAY. Keenam buaya tersebut terdiri dari 4 ekor Buaya jantan dan 2 ekor buaya betina. Secara simbolis pelepasliaran ini dilakukan oleh bapak Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, dan dihadiri juga oleh Kepala Balai TN. Way Kambas Kepala Balai KSDA Yogjakarta, Kepala Balai KSDA Bengkulu-Lampung dan Kepala Balai Besar TN. Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Meski masih dalam suasana Pandemi Covid-19, release tetap dilaksanakan dengan berpegangan pada aturan protokol pencegahan Covid-19 yang sudah ditentukan pemerintah, ’’Kegiatan release yang dilaksanakan ini berpedoman pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor: SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemi Covid-19’’, ujar Ir. Wiratno. Lebih lanjut Dirjen KSDAE menyampaikan semoga nanti tidak ada lagi buaya-buaya yang dilepasliarkan lagi di TN. Way Kambas. Semua satwa sitaan agar dapat segera dilepasliarkan di daerah asalnya. Program pelepasliaran ini melibatkan beberapa pihak diantaranya Balai KSDA Yogyakarta, Balai TNWK, YKAY dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) “Keterlibatan para pihak dalam upaya konservasi satwa yang salah satunya diwujudkan melalui program release ini merupakan bentuk kepedulian dan terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintah (KLHK) dengan mitra kerja Ditjen KSDAE.” ujar Ir. Wiratno. Program pelepasliaran keenam buaya muara tersebut akan ditindaklanjuti dengan kegiatan montoring selama kurang lebih 14 hari yang dilakukan oleh staf TNWK. Sumber: Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Penyerahan Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Binaan Balai TN Taka Bonerate

Kepulauan Selayar, 19 Juni 2020 - Bertempat di ruang lobby Balai TN Taka Bonerate dilaksanakan giat Penyerahan Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Binaan Balai TN Taka Bonerate. Hadir dalam pertemuan ini ketua, perwakilan dari masing-masing kelompok pemberdayaan, kepala balai, kepala sub tata usaha, pendamping, dan beberapa komandan resor. Kelompok yang mendapatkan bantuan pada kegiatan ini sebagai berikut : Kelompok King San dari Desa Tarupa, Kelompok Forum Peduli Laut dari Desa Rajuni dan Latondu, Kelompok Tau Pulo Desa Rajuni, Kelompok Jinato Marennu dari Desa Jinato, Kelompok Melati dari Desa Tambuna, Kelompok Lolo Bajo Pasitallu Timur dari Desa Khusus Pasitallu. "Hari ini pihak Balai menyerahkan bantuan ke enam kelompok, yang masing-masing mempunyai bidang usaha yang berbeda-beda, yaitu wisata, perikanan dan prodak makanan olahan," jelas Faat Rudhianto kepala balai TN Taka Bonerate. Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka memfasilitasi kelompok pemberdayaan masyarakat daerah penyangga kawasan TN Taka Bonerate. Adapun mekanisme pemberian bantuannya berupa dana senilai empat puluh lima juta setiap kelompok. "Setiap kelompok membuat proposal, RUKK dan RAB, setelah memenuhi semua syarat baru dana bantuannya kami transfer ke rekening kelompok," jelas Usman selaku Kepala Sub Tata Usaha sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Balai TN Taka Bonerate. Dalam sambutannya, kepala balai menyampaikan bahwa dengan bantuan ini diharapkan kelompok bisa meningkatkan usahanya sehingga kedepan bisa mandiri. Dan diharapkan tidak lagi selalu menggantungkan bantuan dari pemerintah. Melalui pertemuan ini juga kepala balai mengharapkan anggota kelompok mengajak masyarakat lain di setiap desanya untuk tidak melakukan kegiatan ilegal dan destruktif fishing. Dipenghujung sambutan, kepala balai mengajak untuk bersama-sama berjalan berangkulan mengelola, menajaga kawasan TN Taka Bonerate dan mengucapkan terima kasih kepada tim telah mempersiapkan giat hari ini. Setelah sambutan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan pakta integritas sebagai komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran kelompok dan Balai TN Taka Bonerate. Kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis antara kelompok dan pendamping. Sumber : Asrito (PEH) - Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Cara Lain Dalam Mengurangi Tekanan Pemanfaatan Hutan

Kamis, 8 Juni 2020 - Resort CA Gunung Tinombala, Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan peninjauan lapangan terkait adanya laporan perambahan hutan. Dan dari hasil peninjauan tersebut ternyata benar bahwa ada kebun cengkeh seluas kurang lebih 10 Ha pada Km. 11 & 12 yang berada dalam kawasan Hutan Lindung dan pada Km. 15 yang masuk pada kawasan CA Gunung Tinombala. Kebun tersebut diduga milik masyarakat setempat An. Basri. Pada sore harinya, tim resort CA Gunung Tinombala melakukan kunjungan ke rumah Pak Basri guna memberikan pemahaman agar tidak lagi mengolah kebun cengkeh yang berada dalam kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi tersebut. Pak Basri menerima dengan baik apa yang disampaikan oleh petugas resort bahkan berjanji untuk tidak melanjutkan mengolah kebun cengkeh yang ditanaminya yang berada dalam kawasan. Dan sampai saat ini Pak Basri memenuhi janjinya tersebut. Keaftifan personil untuk menjalin human relation dengan Pemda, Polri, TNI dan Tokoh Masyarakat setempat terbukti cukup efektif untuk mengurangi tekanan pemanfaatan hutan oleh oknum masyarakat dibanding langsung mengambil tindakan proses hukum. Sumber: Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

BKSDA Maluku Beserta UPT KLHK Provinsi Maluku Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Ambon, 19 Juni 2020 - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2020, Balai KSDA Maluku dan beberapa UPT Kementerian LHK yang berada di Kota Ambon seperti BPDASHL Waehapu Batu Merah, BPHP XIV Ambon, BPKH Wilayah IX Ambon, BPSKL Wilayah Maluku – Papua dan Seksi II Balai GAKKUM Wilayah Maluku – Papua turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2020 diselenggarakan secara daring/virtual oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon. Ucapan sambutan dan pengarahan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2020 disampaikan oleh Wali Kota Ambon yaitu Bapak Richard Louhenapessy dan disaksikan oleh beberapa Kepala UPTD Kota Ambon, Camat Se-Kota Ambon, Kepala Sekolah Se-Kota Ambon, Kepala Desa/Negeri Se-Kota Ambon dan beberapa tokoh masyarakat. Kegiatan penanaman secara simbolis dilakukan di lahan kosong sekitar perumahan pegawai Korwil UPT Kementerian LHK Provinsi Maluku. Jenis tanaman yang ditanam adalah jenis buah-buahan lokal endemik Kepulauan Maluku seperti Tomi-Tomi (Flacourtia inermis), Kuti Kata/Buni (Antidesma bunius L,) dan Matoa (Pometia pinnata). Sumber : Balai KSDA Maluku
Baca Berita

62 Pelajar Desa Penyangga Terima Beasiswa dari Balai Besar TaNa Bentarum dan YPOS

Putussibau, 18 Juni 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Yayasan Pelepasliaran Orangutan Sintang (YPOS) kembali menyerahkan beasiswa tahap ke-dua kepada 62 pelajar yang berasal dari Desa penyangga Taman Nasional Betung Kerihun di wilayah Sub DAS Mendalam. Pemberian beasiswa ini merupakan hasil dari kerjasama antara Balai Besar TaNa Bentarum bersama YPOS, dimana untuk tahap pertama telah dilakukan pada Januari 2020 lalu dengan sasaran pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK yang berasal dari Sub DAS Mendalam dengan persyaratan pelajar berprestasi, berasal dari keluarga tidak mampu serta belum pernah mendapatkan beasiswa lainnya. “Pemberian beasiswa ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan perhatian kami terhadap dunia pendidikan di wilayah Sub DAS Mendalam, semoga hal ini dapat berlangsung terus demi anak-anak kita sebagai generasi penerus dunia konservasi di Sub DAS Mendalam” ungkap Victor selaku manager YPOS. Penyerahan beasiswa sendiri dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 dengan menerapkan physical distancing, penggunaan masker dan cuci tangan. Berbeda dengan tahap pertama yang penyerahan beasiswanya dipusatkan di dua lokasi, pada penyerahan beasiswa kali ini penyerahan dilakukan di masing-masing sekolah guna mengurangi jumlah berkumpulnya orang. “Kami sangat senang dengan adanya beasiswa ini, karena cukup membantu ekonomi kami untuk anak-anak sekolah, apalagi di masa-masa wabah covid-19 ini “ ujar Hermanus salah seorang orang tua murid yang hadir pada acara penyerahan beasiswa. Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar TaNa Bentarum menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim penyelenggara terutama dari pihak YPOS yang telah jauh-jauh hari berkoordinasi dan berkomunikasi guna menyiapkan pelaksanaan kegiatan penyerahan beasiswa ini. “Saya berharap agar kerjasama ini terus berlanjut dan beasiswa yang diberikan dipergunakan dengan bijak sehingga dapat membantu anak-anak pelajar di Sub DAS Mendalam dalam menempuh pendidikannya” tuturnya. Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Dua Sesi Review Zonasi TN Kepulauan Togean

Ampana, 18 Juni 2020. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean mengadakan Konsultasi Publik Tingkat Kabupaten Review Zonasi Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean pada Kamis, tanggal 18 Juni 2020 di Aula Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Acara dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Taslim DM. Lasupu, SP, MT mewakili Bupati Tojo Una-Una dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, H. Mahmud Lahay, SE, M.Si. Kegiatan dibagi dalam dua sesi, sesi I dimulai pukul 09.00 – 12.00 WITA yang dihadiri peserta dari Instansi dan Camat di wilayah kepulauan. Sesi II dimulai pukul 13.00 – 16.00 WITA yang dihadiri Kepala Desa sekitar wilayah Kepulauan Togean. Sambutan Bupati yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una menyampaikan bahwa Zonasi Taman Nasional Kepulauan Togean telah ditetapkan sejak tahun 2018 melalui Surat Keputusan Dirjen KSDAE No. SK.173/KSDAE/SET/KSA.0/4/ 2018. Dalam perkembangannya, ada beberapa zona yang sudah tidak sesuai dengan peruntukannya dan dipandang tidak lagi relevan untuk memenuhi kebutuhan serta dinamika internal dan eksternal pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Togean. Mengacu pada pertimbangan di atas maka perlu dilakukan evaluasi zona berdasarkan pada kebutuhan pengelolaan, pertimbangan ilmiah, pertimbangan praktis pengelolaan serta mengakomodasi aspirasi Pemerintah Daerah dan kepentingan masyarakat lokal. Melalui konsultasi publik ini diharapkan agar Pemerintah Daerah, masyarakat serta stakeholders dapat memberi masukan dalam rangka penyempurnaan proses evaluasi zonasi Taman Nasional Kepulauan Togean. Setelah melaksanakan konsultasi publik melalui tahapan Presentasi, Penjelasan Teknis dan Diskusi maka disepakati Berita Acara dengan rumusan beberapa hal – hal sebagai berikut: Sumber : Rahmanita Ibrahim – Analis Data Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Tak Hanya Patroli, Balai TN Tesso Nilo Juga Sosialisasi Karhutla

Baserah, 11 Juni 2020 – Tim petugas Balai Taman Nasiona Tesso Nilo (TNTN) Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah kembali melaksanakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan TN Tesso Nilo. Bersama dengan anggota Brigdalkarhut TN Tesso Nilo, petugas melaksanakan patroli karhutla disekitar kawasan SPTN Wilayah II Baserah. Selain kegiatan patroli, tim juga melakukan sosialisasi karhutla kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan TN Tesso Nilo SPTN Wilayah II Baserah. Tim petugas memberikan himbauan kepada tiap masyarakat yang ditemui perihal larangan dan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Tim petugas juga memasang spanduk himbauan pelarangan melakukan pembakaran hutan. Tim melaksankan patroli pada lokasi yag rawan terjadi akan kebakaran serta di lokasi hutan alam, dan selama melaksakan kegiatan tim petugas patroli tidak menemukan adanya kejadian kebakaran. Pada kegiatan patroli tim juga melakukan upaya pemutusan akses jalan yang diduga digunakan untuk kegiatan illegal logging dengan menutup jalan. Kepala SPTN Wilayah II Baserah Bapak Ibram Eddy Candra, S.Hut, M.Sc menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petugas, beliau menyampaikan upaya pencegahan kebakaran akan selalu dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menekan angka kebakaran yang kerap terjadi pada musim kemarau, “tim petugas patroli senantiasa turun langsung ke kawasan baik untuk melaksanakan patroli maupun untuk melakukan sosialisasi karhutla. Harapannya dengan upaya-upaya yang telah kita lakukan kebakaran hutan dan lahan dapat kita cegah” Terang Ibram. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Patroli RBM, Petugas Balai TN Tesso Nilo Temukan Kegiatan Ilegal Loging

Resort Lancang Kuning Air Sawan, 12 Juni 2020 – Masih dalam keadaan pandemi, petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tetap laksanakan kegiatan pengamanan dan perlindungan kawasan hutan. Meski harus bekerja sesuai protokol pencegahan covid-19, tidak mengurangi niat para petugas untuk melaksanakan patroli rutin di kawasan TN Tesso Nilo. Patroli kali ini dilaksanakan secara gabungan oleh petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I LKB TN Tesso Nilo bersama dengan TNI dan Brigdalkarhut TN Tesso Nilo. Tim melakukan patroli disekitar wilayah Resort Lancang Kuning Air Sawan SPTN Wilayah I LKB. Dari keterangan petugas, pada saat kegiatan didalam kawasan hutan tim mendengar suara alat pemotong kayu. Pada saat itu tim langsung melakukan penyusuran ke arah sumber suara dan melakukan penyergapan. Pada saat melakukan penyergapan, pelaku tindakan illegal loging berhasil kabur melarikan diri dari petugas. Dilokasi TKP, tim menemukan kayu olahan beragam jenis yang sudah ditebang oleh pelaku. Selain bukti kayu olahan, tim juga mengamankan barang bukti lain seperti sepeda motor, unit alat penebang pohon, pengait kayu, parang, dan alat pengolah kayu lainnya. Kepala Resort Lancang Kuning Air Sawan Bapak Dedi Ariska mengungkapkan bahwa kegaiatan patroli akan senantiasa dirutinkan untuk mencegah hal-hal serupa untuk tidak terjadi lagi dikemudian hari, sesuai dengan pernyataan Karest “illegal loging merupakan tindakan yang harus kita musnahkan. barang bukti yang kita peroleh saat ini akan kita amankan untuk segera ditindak lanjuti oleh yang berwenang. Kegiatan perlindungan dan pengamanan seperti patroli kali ini akan kita rutinkan untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi lagi” terang Kepala Resort. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Kepala Balai TN Tesso Nilo Tinjau Flying Squad

Lubuk Kembang Bunga, 15 Juni 2020 – Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Bapak Ir. Halasan Tulus melaksanakan kunjungan kerja ke Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga. Dalam satu hari penuh Kepala Balai TN Tesso Nilo melaksakan 3 (tiga) kegiatan berbeda. Kegiatan pertama dalam kunjungan kerjanya, Kepala Balai TN Tesso Nilo ikut menyaksikan dan mendampingi tim Mahout dari flying squad dalam melakukan penyapihan anak gajah yang bernama "Rimbani" dari induknya "Lisa" dengan bantuan Gajah "Tesso" dan "Indro". Dari keterangan Kepala Balai TN Tesso Nilo, pemisahan atau penyapihan Rimbani dari induknya dilakukan agar anak gajah dapat mandiri dan terbiasa dengan pelatihan yang di berikan oleh mahout nantinya Kegiatan selanjutnya adalah monitoring kantor Resort Air Hitam Bagan Limau. Pada saat Memonitor Kondisi Kantor resort Air Hitam Bagan Limau, kondisi kantor di Resort Air Hitam Bagan Limau telah bersih dan rapi, namun terlihat ada beberapa kaca jendela kantor yang pecah akibat tindakan gajah. Setelah berkoordinasi dengan petugas Resort, kerusakan kantor yang diakibatkan oleh tindakan gajah akan segera diperbaiki. Usai melaksankan dua kegiatan tersebut, Kepala Balai TN Tesso Nilo menyempatkan waktu untuk melakukan Koordinasi langsung di lapangan dengan Kanit intel Polsek Ukui. Koordinasi tersebut dilaksanakan Kepala Balai sekaligus untuk memantau hasil-hasil kerja pencegahan dan sosialisasi Karhutlah selama ini di TN Tesso Nilo wilayah Ukui. Dari koordinasi dan pertemuan dengan Polsek Ukui, Balai TN Tesso Nilo peroleh penguatan dukungan Kerja sama dengan Polsek mengenai gangguan hutan secara umum dan Karhutla. “Meski kita tengah bekerja dalam kondisi pandemic covid-19, turun langsung untuk melihat kondisi dilapangan tetap sangat perlu untuk dilakukan dengan catatan sesuai dengan protokol kesehatan. Hari ini kita menyaksikan penyapihan anak gajah dari induknya, kita juga melaksanakan monitoring kepada kondisi kantor resort dan menyempatkan waktu untuk melakukan koordinasi dengan Kanit Intel Polsek Ukui. Petugas dilapangan sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik, harapannya akan semakin baik dan pengelolaan kawasan akan selalu jadi prioritas utama walau dalam kondisi apapun” Terang Kepala Balai. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Kemunculan Orangutan Sumatera di TWA Deleng Lancuk

Kabupaten Karo, 12 Juni 2020. Danau Lau Kawar terletak di Taman Wisata Alam (TWA) Deleng Lancuk, Kabupaten Karo kedatangan seekor Orangutan sumatera (Pongo abelii), sejak seminggu yang lalu muncul dan mengejutkan warga yang bermukim di sekitarnya. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, semenjak letusan Gunung Sinabung pada tahun 2010, Kawasan TWA Deleng Lancuk ditetapkan sebagai kawasan zona merah sehingga belum dapat dikunjungi oleh wisatawan. Berdasarkan penuturan masyarakat sekitar kawasan, bahwa sejak Tahun 2017 telah melihat orangutan di sekitar TWA Deleng Lancuk tepatnya di sekitar Danau Lau Kawar. Hal ini terjadi dikarenakan lokasi tersebut merupakan areal jelajah Orangutan sumatera (Pongo abelii) dari habitat aslinya yaitu di Taman Nasional Gunung Leuser atau di Tahura Bukit Barisan. Orangutan sumatera (Pongo abelii) terlihat sering mencari pakan di sekitar Danau Lau Kawar. Salah satu jenis pakan kesukaan orangutan adalah Buah Mbettung (Ficus sp). Hampir semua jenis orangutan menyukai buah yang berasal dari tumbuhan spesies Ficus sp, famili Moraceae. Sebagian besar genus ini berbuah sepanjang tahun dan tidak mengikuti musim sehingga menjadi penyuplai pakan untuk hewan frugivora. Menurut Ronsted et al. 2007, menjelaskan bahwa terdapat 750 (tujuh ratus lima puluh) jenis Ficus sp tersebar di daerah tropis dan subtropis. Keberadaan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) perlu dilestarikan karena sebagai salah satu spesies kunci dalam hutan yang berperan penting dalam regenerasi hutan dimana keberadaannya merupakan penopang bagi spesies lainnya. Apabila spesies tersebut punah, maka akan berpengaruh bagi spesies satwa liar dan tumbuhan lainnya. Ayo bersama-sama kita saling bergandengan tangan melestarikan Orangutan Sumatera, baik masyarakat, Pemerintah, NGO, Swasta maupun elemen lainnya. Jika Sahabat melihat Orangutan, dapat menghubungi Call Center BBKSDA Sumatera Utara di 085376699066. Sumber : Ainy Amelya Utami - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ficus sp. salah satu pohon pakan orangutan

Menampilkan 3.473–3.488 dari 11.141 publikasi