Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penyelamatan Suaka Margasatwa Balai Raja Bersama Masyarakat

Pekanbaru – Petugas Resort Duri Balai Besar KSDA Riau kembali mengajak masyarakat sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja untuk melakukan upaya penyelamatan Suaka Margasatwa Balai Raja pada hari Rabu, 8 Juli 2020. Setelah melakukan patroli mandiri di kawasan konservasi tersebut, petugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan SM Balai Raja untuk ikut menanam pohon tanaman hutan maupun buah buahan dan ikut berperan menjaga kawasan. Masyarakat dengan antusias kembali melakukan penanaman dan berhasil menanam bibit pohon Petai : 135 bibit, Cempedak : 60 bibit, Nangka : 15 bibit, Gaharu : 135 bibit, Durian : 75 bibit, Matoa : 15 bibit dengan total keseluruhan sebanyak 435 bibit Semoga SM Balai Raja dapat kembali pulih menjadi kawasan konservasi yang memberikan ruang lingkup bagi satwa dan tanaman hutan lainnya untuk tumbuh serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Perjanjian Kerjasama Yang Menghubungkan Dua Lembah di Kawasan TN Lore Lindu

Poso, 8 Juli 2020. Masyarakat Lore bersaudara sangat bergembira saat ini, terlebih lagi bagi jajaran Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) dan Pemerintah Kabupaten Poso. Pasalnya hari ini (9/7) bertempat di Pogombo/Aula pertemuan Kantor Bupati Poso dilaksanakan acara penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Peningkatan Jalan Eksisting Ruas Doda Lelio di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi. Inilah wujud perjuangan panjang Balai Besar TN Lore Lindu dan semua pihak. Penandatangan PKS ini dilakukan oleh Bupati Poso (Darmin Sigilipu) dengan Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (Ir. JUSMAN) a.n. Direktur Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua DPRD Poso, Anggota DPRD Poso, Dandim 7014, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan, Kepala Dinas dan Camat Lingkup Kabupaten Poso serta personil BBTNLL. Selanjutnya secara virtual juga dihadiri oleh Mitra TNLL GIZ, FP3 Sulawesi beserta Perwakilan Ditjen KSDAE di Jakarta. Pada kesempatan ini Direktur BPEE (Ir.Asep Sugiharta, M.Sc) memberikan sambutan atas nama Dirjen KSDAE. “Saya mewakili seluruh jajaran Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam mewujudkan PKS ini terutama kepada Pemerintah Kabupaten Poso, dengan komunikasi baik yang kita bangun bersama hal ini dapat terwujud. PKS yang ditandatangani hari ini merupakan mimpi panjang bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Poso karena menghubungkan dua lembah yaitu lembah bada dan lembah napu, sehingga secara otomatis roda perekonomian dan jalur pariwisata antara dua lembah ini dapat terhubung" ujar Jusman, Kepala Balai Besar TNLL. “Penandatanganan PKS ini sesuai dengan program Man and biosphere Cagar Biosfer Lore Lindu, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata. Kita juga jangan lupa untuk bersama mengecek dan mengontrol efek samping dari pembangunan jalur tersebut” ujar Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (Ir.Asep Sugiharta, M.Sc) mewakili Direktur Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam sambutannya Bupati Poso D.A. Sigilipu memberikan apresiasi yang sangat besar kepada Jajaran Ditjen KSDAE karena memberikan dukungan melalui Kerjasama kepada masyarakat Tampolore pada khususnya dan masyarakat Poso secara umum. Peningkatan jalan tersebut dipastikan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan pengembangan Pariwisata di lembah Bada dan Besoa yang dikenal dengan potensi peninggalan Megalitik. Bupati Poso memastikan bahwa pembangunan jalan tersebut memperhatikan aspek dan kaidah konservasi sebagaimana tertuang dalam naskah PKS. Selanjutnya pemerintah Poso melalui instansi teknis terkait berkomitmen menjalan program sesuai Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Rencana Kerja Lima Tahun (RKL) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Taman Nasional Lore Lindu sejak tahun 1977 juga telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer dunia, yaitu Cagar Biosfer Lore Lindu, dengan program Man and Biosphere yang berusaha mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan sejalan dengan perwujudan PKS kali ini. Dalam Dokumen RPP yang juga ditandatangani memuat beberapa kegiatan, Pembangunan Jalan sepanjang 24 Km dan Jembatan 16 Buah. Pengamanan Kawasan, Pembangunan Portal, Pintu Gerbang dan Rambu Jalan, Perlintasan Satwa, Sosialisasi dan Pemberdayaan masyarakat dan Pembangunan infrastruktur Pariwisata. Masa waktu PKS ini selama 10 Tahun dan dapat diperpanjang sesuai hasil evaluasi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu/IRS
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Amankan Satwa Liar Hasil Perdagangan Online

Yogyakarta, 8 Juli 2020. Petugas Balai KSDA Yogyakarta melakukan patroli kepemilikan satwa liar rutin di wilayah kerja resort Sleman dan berhasil mengamankan satwa liar dilindungi terdiri dari 1 (satu) ekor elang jawa (Nisaetus bartelsi), 1 (satu) ekor elang laut dada putih (Haliaetus leucogaster), dan 1 (satu) ekor kucing hutan (Prionailurus bengalensis) di wilayah, Sleman hari Rabu (8/7/20). Petugas Balai KSDA Yogyakarta selanjutnya melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi dengan pemilik satwa. Setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam, diperoleh informasi pemilik satwa membeli satwa tersebut secara online dengan tujuan untuk menyelamatkan satwa tersebut dari perdagangan satwa dan akan melepasliarkannya. Menerima laporan dari petugas di lapangan, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan mengenai pentingnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. "Saya menangkap pesan baik dari kejadian ini, namun saya juga mengerti bahwa proses sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat belum berjalan maksimal" ujarnya. Lebih lanjut M. Wahyudi menjelaskan "Masyarakat belum memahami bahwa proses pengembalian satwa ke alam tidak serta merta dilakukan begitu saja. Perlu ada tahapan yang harus dilalui untuk memastikan satwa siap kembali ke alam dan diharapkan bisa bertahan di alam. Saya minta teman-teman di lapangan, terutama polhut Balai KSDA Yogyakarta untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait satwa liar kepada masyarakat. Dukungan dan peran serta masyarakat dalam upaya konservasi tumbuhan satwa liar sangat diperlukan." jelasnya. Saat ini satwa liar telah diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya kepada Balai KSDA Yogyakarta. Selanjutnya satwa tersebut dibawa petugas ke pusat penyelamatan satwa Balai KSDA Yogyakarta di Stasiun Flora Fauna Bunder untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Pemberian Bantuan sebagai Stimulus Perekonomian Nelayan di Taman Nasional Kepulauan Seribu

Pulau Pramuka, 7 Juli 2020. Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang diwakili oleh Kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka, Bapak Kusminardi menyerahkan bantuan untuk stimulus penguatan ekonomi di masa pandemi COVID19 Transisi kepada kelompok nelayan Perhimpunan Nelayan Ikan Hias dan Tansplantasi Karang Hias (PERNITAS) dan disaksikan langsung oleh Lurah Pulau Panggang, Bapak Pepen Kusnadi. Bantuan yang diberikan berupa 1 (satu) paket komputer dan 1 (satu) paket alat tangkap ramah lingkungan dengan nilai total Rp 12.000.0000. Paket bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kelompok nelayan dalam pengadministrasian. Selain itu, musibah pandemi COVID19 berdampak luas dan nyata bagi kehidupan perekonomian nelayan di Kepulauan Seribu, banyak nelayan yang beralih menjadi nelayan tangkap ikan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Alat tangkap yang sudah banyak rusak dan ketidakmampuan membeli alat menjadi alasan pemberian bantuan alat tangkap ramah lingkungan. Harapannya dengan bantuan yang diberikan ini dapat membantu menstimulus para nelayan khususnya anggota nelayan PERNITAS untuk meningkatkan kualitas perekonomian hidupnya. Sumber: Alinar, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan pada Balai TN Kepulauan Seribu)
Baca Berita

Solidaritas Rimbawan BBKSDA Bantu Korban Longsor Kelurahan Battang Barat

Rabu, 8 Juli 2020 - Bencana longsor yang terjadi pada hari Jumat 26 Juni 2020 pada pukul 16.00 Wita tepatnya di jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Palopo - Kabupaten Tanah Toraja mengakibatkan terputusnya jalur transportasi utama di km 24 dan km 21 dan menyebabkan 9 rumah milik warga setempat amblas terbawa longsoran. Dalam peristiwa itu tidak ditemukan adanya korban jiwa karena sebelum kejadian longsor masyarakat telah menyelamatkan diri lebih awal. Warga yang terjebak dilokasi longsor sebanyak 64 KK atau 347 jiwa. Dengan rincian, RT 01- RW 02 sebanyak 27 KK atau 109 jiwa dan RT 02 – RW 02 sebanyak 37 KK atau 138 jiwa. Sementara rumah yang terisolir sebanyak 42 unit dengan rincian RT 01 RW 02 sebanyak 19 unit dan RT 02 RW 02 sebanyak 23 unit. Luas kawasan TWA NANGGALA III yang berdampak longsor seluas kurang lebih 15 Ha. Bencana longsor telah terjadi sebelum nya ditahun 2009 dan menelan korban 13 orang. Namun bencana longsor 26 Juni 2020 ini dampak kerusakan lebih parah dan meninggalkan trauma bagi warga setempat. Sebagai bentuk Solidaritas Rimbawan dan empati Keluarga Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melalui Kantor Bidang Wilayah I Palopo menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang bermukim di blok khusus kawasan TWA NANGGALA III yang terdampak longsor. Bantuan Solidaritas Rimbawan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan diserahkan pada hari Jumat tanggal 3 Juli 2020 berupa Beras Kemasan 5 kg sebanyak 40 karung, Indomie Isi 40 sebanyak 10 dus, Intermi Isi 40 sebanyak 20 Bal, Minyak Goreng 1 L sebanyak 47 pcs, Telur Ayam Ras sebanyak 20 Rak, Air Mineral Kemasan sebanyak 20 Dus, Jas Hujan sebanyak 15 Pcs, Kantong Plastik Besar sebanyak 4 Pack. Bantuan diterimakan kepada Kepala Kelurahan Battang Barat Muhammad Ikhwan, SE disaksikan Kapolsek Telluwanua. Pada hari yang sama bantuan dibagikan kepada warga yang terdampak bencana longsor. Kepala Balai Besar KSDA Sulawsei Selatan, diwakili Kepala Bidang Wilayah 1 Palopo Nur Alam, S.Hut, menyampaikan rasa simpati dan prihatin atas kejadian yang menimpa warga Battang Barat seraya mendoakan semoga situasi segera kembali pulih dan normal. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban bagi masyarakat yang berdampak bencana. Diakhir sambutannya Beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di kawasan konservasi untuk dapat mengelola lahan secara lebih bijaksana dan ramah lingkungan dengan memperhatikan aspek kelerengan dan curah hujan yang tinggi. Pemda Kelurahan Batang Barat melalui Pak Lurah mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepedulian Keluarga Besar BBKSDA Sulsel. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Studi Banding Wisata dalam Rangka Percepatan Pembukaan ODTWA Taman Nasional Meru Betiri

Rabu, 8 Juli 2020 - Masih dalam rangkaian persiapan mengadaptasi pariwisata di era new normal, Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri pada hari selasa tanggal 7 Juli 2020 mengajak Masyarakat Peduli Hutan Konservasi (MPHK) dan POKDARWIS Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember mengadakan studi banding ke Lokasi wisata yang terlebih dahulu lebih siap dan terverifikasi sehat dalam era new normal. Lokasi yang dikunjungi adalah De Djawatan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Banyuwangi. MPHK dan POKDARWIS Desa Sanenrejo nerupakan salah satu pengelola ODTWA di kawasan Meru Betiri yang berada di kabupaten Jember yang rencannya akan dibuka pada tahap I, menyusul terbitnya Surat Edaran Dirjen KSDAE No. SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa untuk Kunjungan Wisata Alam pada Masa New Normal Pandemi Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19). Sejauh ini persiapan sarana prasana yang telah dilakukan di lokasi ODTWA di Kabupaten jember diantaranya SOP Pelayanan wisata era new normal, tempat cuci tangan, dan petunjuk protokol Covid-19. Kegiatan studi banding ini bertujuan agar pengelola wisata MPHK dan BDR mampu menerapkan dan mengadaptasi penerapan protokol pariwisata di era new normal. Selain melakukan tinjauan lapangan untuk melihat sarana prasarana wisata yang terdapat di De Djawatan, dijelasakan juga oleh manager De Djawatan mengenai protokol wisata di era new normal Covid-19 yang dilakukan disana. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Sertifikat Untuk Damar dari Gubenur Riau

Pekanbaru, 6 Juli 2020 - Gubernur Riau, Bapak Syamsuar menandatangani sertifikat pemberian nama "DAMAR" kepada seekor Gajah jantan hasil perkawinan Gajah binaan di TWA Buluh Cina yang bernama Robin dan Ngatini. Penandatanganan dilakukan di kantor Gubernur Riau di depan Kepala Balai Besar KSDA Riau, Bapak Suharyono beserta jajarannya. Ngatini yang berumur 22 tahun diketahui melahirkan bayi jantan pada Jum'at, 3 Juli 2020 sekira pukul 05.00 WIB. Gubernur Riau, sangat antusias dengan kelahiran satwa dilindungi tersebut dan langsung berkenan memberikan nama kepadanya. Dengan kelahiran Gajah di TWA Buluh Cina menunjukan keseriusan semua pemangku kepentingan dalam melestarikan Gajah Sumatera yang telah terancam keberadaannya. Pada kesempatan ini, Kepala Balai Besar KSDA menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya atas apresiasi dan dukungan konservasi yang diberikan oleh Gubernur Riau. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Tana Bentarum Siaga Covid - 19

Putussibau, 7 Juli 2020. Edukasi mengenai pandemi Covid - 19 tidak hanya dilakukan di kota saja, tetapi juga menjangkau masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) pada 4-6 Juli 2020. Kali ini yang menjadi lokasi kegiatan adalah Desa Bungan Jaya dan Desa Tanjung Lokang yang berada di perhuluan Sungai Kapuas, yang untuk menjangkaunya perlu naik longboat selama 6 - 9 jam dari Putussibau (Ibukota Kabupaten). Sosialisasi juga dihadiri Muspika Putussibau Selatan, diantaranya Camat, Kapolsek, perwakilan Danramil, dan Kepala SPTN Wilayah IV Nanga Era. Meskipun lokasinya jauh, sosialisasi ini tetap dirasa penting, mengingat masyarakat tetap melakukan mobilisasi ke Putussibau untuk memenuhi kebutuhan mereka, sehingga juga rentan karena berinteraksi dengan masyarakat luas. Selain itu, hal ini juga dalam rangka persiapan "normal baru" di taman nasional. Kegiatan yang dilakukan juga dalam rangka penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun Anggaran 2020 hampir kepada 150 KK didua desa tersebut. Dalam sambutannya Camat Putussibau Selatan menyampaikan BLT DD ini diberikan kepada masyarakat untuk meringankan dampak dari pandemic covid19 . Selain itu, sebagai ketua gugus tugas covid19 tingkat kecamatan, Rusli Kulya mengingatkan agar masyarakat senantiasa waspada dan hati2 jika pergi ke putussibau dengan menerapkan protokol kesehatan. Kapolsek Putussibau Selatan menyampaikan agar masyarakat senantiasa menjaga kamtibmas selama pandemik covid 19 ini. Selain penyampaian BLT DD, dalam kegiatan juga dilakukan pembagian masker dan hand sanitizer sebanyak 300 paket dari pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) untuk kedua desa dan disambut antusias oleh masyarakat dengan memakainya. Muhamad Ilyas, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah IV Nanga Era menyampaikan penyuluhan tentang corona, gejalanya, dampak, penyebaran dan cara menghindarinya. Di kesempatan yang lain, Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah memutus rantai penyebaran covid19 didaerah. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

31 Satwa Dilindungi Dilepaslirkan BBKSDA Papua

Timika, 3 Juli 2020. Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Balai Besar KSDA Papua, melepasliarkan 31 satwa dilindungi pada Jumat, (3/7). Pelepasliaran berlangsung pukul 10.40 WIT bertempat di Hutan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Jenis-jenis satwa yang dilepasliarkan, 23 ekor nuri kepala hitam (Lorius lory), dua ekor kakatua koki (Cacatua galerita), dua ekor perkici pelangi (Tricoglossus haematodus), tiga ekor nuri kelas (Pseudeus fuscata), dan satu ekor ular patola (Morelia amethistina). Satwa-satwa tersebut merupakan hasil sitaan dan penyerahan dari masyarakat. Pihak-pihak yang terlibat, antara lain, pemerintah setempat (Lurah Kuala Kencana) dan Environmental Department PT. FI. Pada kesempatan tersebut, Kepala SKW II Timika, Bambang Hartanto Lakuy, S.P. menyatakan, “Kegiatan ini sedianya dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Hanya saja cuaca di Timika kurang mendukung. Hampir setiap hari hujan deras. Jadi, pelaksanaan lepas liar ini sempat diundur beberapa kali. Kami bersyukur akhirnya bisa terlaksana dengan baik dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol pencegahan pandemi Covid-19.” Lebih lanjut Bambang menjelaskan, bahwa 31 satwa tersebut telah memenuhi syarat untuk dilepasliarkan. Tim dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika telah melakukan pemeriksaan dan menyatakan semua satwa dalam keadaan sehat. Selain itu, staf Environmental Department PT. FI bersama Staf SKW II Timika Balai Besar KSDA Papua juga mengamati perilaku satwa-satwa tersebut secara berkala. Baik dari segi kesehatan maupun perilaku 31 satwa tersebut telah siap untuk dilepasliarkan. Pada saat yang sama, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam pelepasliaran satwa ini. “Bersama tangan-tangan yang penuh kasih, satwa-satwa liar bisa kita lindungi. Saya pribadi mengharapkan adanya kesadaran masyarakat secara kolektif, sehingga kasus-kasus pelanggaran terhadap TSL bisa ditekan, atau bahkan hilang sama sekali. Saya kira ini bukan sesuatu yang mustahil bisa terwujud. Saya menghimbau semua pihak, mari bersama-sama menjaga kekayaan keanekaragaman hayati di Tanah Papua, karena kekayaan yang sangat berharga ini hanyalah titipan untuk anak cucu kita kelak.” [] Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 0823 9802 9978
Baca Berita

Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Desa Hutapuli sudah Mebuahkan Hasil

Selasa, 7 Juli 2020 - Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019 di Desa Hutapuli mendapatkan bantuan bibit bawang merah dan juga alat pembuat gula semut. Hari Senin, 06 Juli 2020 Bapak Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, Ir. Sahdin Zunaidi, M.Si beserta bapak Kepala Seksi PTN Wilayah II Mahnafruzar dan beberapa staff Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) mengunjungi Desa Hutapuli untuk melaksanakan kegiatan Monitoring Progress Pemberdayaan masyarakat di Desa Hutapuli atas bantuan TNBG berupa bibit bawang merah. Penanaman bibit bawang merah saat ini sudah memasuki tahap ketiga. Dua tahapan awal dilaksanakan secara bersama-sama dalam kebun kelompok. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua Kelompok Saudara yaitu Hasmar Suhaemi, hasil panen mencapai 397 kg dengan persentase peningkatan produksi 62 %. Hasil yang didapat sebanyak 300 rb per anggota kelompok dengan jumlah anggota 38 orang. Hal ini sangat membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari hari. Penanaman tahap ketiga ini dilaksanakan di masing-masing kebun anggota kelompok. Karena keberhasilan dari penanaman bibit bawang ini, pemerintah desa Hutapuli turut membantu menambah pembelian bibit bawang agar semua masyarakat desa hutapuli dapat menanam bawang di kebun masing-masing. Masyarakat desa tetap mengaharapkan perhatian dan pendampingan dari TNBG berupa peningkatan kapasitas kelompok tani dalam budidaya bawang merah. Adapun bantuan peralatan gula semut masih belum dapat digunakan karena masih ada kekurangan alat berupa kuali dan oven. Sumber: Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Pelepasliaran Burung di Taman Wisata Alam Buluh Cina

Selasa, 7 Juli 2020 - Balai Besar KSDA Riau melepasliarkan 1.330 ekor burung yang terdiri dari 1.015 ekor jenis Prenjak Jawa (Prinia familiaris) dan 315 ekor jenis Gelatik Batu (Parus major) pada hari Minggu, 5 Juli 2020, pukul 10.30 WIB. Satwa tersebut merupakan hasil penyitaan dalam opersasi peredaran TSL Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Seksi Wil. II pada Sabtu malam, 4 Juli 2020 dengan menggàgalkan perdagangan satwa burung yang tidak dilengkapi dengan dokumen sah. Pelepasliaran satwa burung dilakukan oleh Tim Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Seksi Wil. II. Selain itu, kegiatan pelepasliaran ini juga dilakukan bersama dengan masyarakat Desa Buluh Cina serta mengajak anak-anak usia sekolah dasar di desa tersebut. Hal ini bertujuan dalam mengedukasi generasi muda, yakni anak-anak untuk mencintai satwa liar khususnya burung dan memahami peran burung dalam ekosistem. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Konflik Beruang Madu, BBKSDA Riau Pasang Kandang Perangkap

Pekanbaru, 7 Juli 2020 – Petugas Resort Siak Balai Besar KSDA Riau melakukan penanganan konflik Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang terjadi di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak pada hari Senin, 06 Juli 2020. Dalam beberapa hari terakhir dikabarkan terdapat 2 (dua) individu Beruang Madu yang berkeliaran di pemukiman penduduk dan telah memangsa 7 ekor ayam milik warga. Petugas Resort Siak melakukan pemantauan di lokasi kemunculan terakhir satwa tersebut di beakang SMP Negeri 1 Koto Gasib, Kampung Sengkemang. Memperhatikan hasil pemantauan tersebut, petugas kemudian memasang kandang perangkap di jalur kemunculan beruang. Petugas Resort Siak didampingi oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, Aparat Desa, Tokoh masyarakat dan masyarakat Kampung Sengkemang. Petugas juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik, selalu berhati-hati dan menghubungi petugas jika satwa masuk ke dalam perangkap ataupun muncul kembali di lokasi lainnya yang berada di Kampung Sengkemang. Upaya selanjutnya, apabila ada laporan kemunculan Beruang di lokasi yang berbeda, petugas akan meninjau ulang untuk kemungkinan pemindahan kandang perangkap. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Keceriaan Orangutan "Maria" Kembali Pulang

Besitang, 7 Juli 2020. Orangutan “Maria” adalah Orangutan Sumatera (Pongo abelii) berusia 13 tahun yang diselamatkan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDASU) dan Orangutan Information Centre (OIC) pada tanggal 18 Juni 2020 di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Menurut data “Maria” telah 5 kali direscue dari sekitar wilayah tersebut dan telah ditranslokasi ke lokasi yang lebih aman di lokasi restorasi Halaban dan Cinta Raja Taman Nasional Gunung Leuser, namun tetap keluar habitat mendekati wilayah kebun masyarakat. Rescue terakhir, “Maria” didapati dalam kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan intensif sehingga dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Sibolangit pada tanggal 18 Juni 2020. Beberapa hari setelah “Maria” dirawat di PKOS Sibolangit, laporan dari Senior Vet – SOCP, drh. Yenny Saraswati, bahwa kondisi kesehatan orangutan stabil sehingga bisa segera dilepasliarkan kembali, dengan merujuk kepada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Nomor : SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar Di Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan pelepasliaran orangutan kali ini memperhatikan protokol kesehatan. Bagi petugas harus bebas covid 19 dan yang lainnya akan berada relatif jauh dari orangutan yang akan dilepasliarkan. Khusus untuk orangutan sendiri, pelepasliaran juga memperhatikan protokol karantina orangutan liar yang masuk rehabilitasi, yakni jika kondisi kesehatan pulih maka sebelum 14 hari dapat dilakukan pelepasliaran kembali. Namun jika lebih dari tenggat waktu tersebut harus masuk program rehabilitasi yang memerlukan waktu yang lebih lama. Disamping itu hasil uji PCR yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap “Maria” juga hasilnya negatif Covid-19. Selanjutnya pada tanggal 4 Juli 2020 “Maria” dilepasliarkan kembali ke Taman Nasional Gunung Leuser di wilayah Sikundur Sei Pinang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Lokasi pelepasliaran ‘Maria” ditempuh melalui jalur sungai menggunakan perahu motor dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari Unit Patroli Gajah (UPG) Aras Napal. Upaya melepaskan “Maria” kali ini pada lokasi yang lebih jauh dari lokasi release sebelumnya dan wilayah ini dikelilingi sungai sehingga diharapkan ‘Maria” tidak keluar dari habitatnya atau kembali mendekati kebun masyarakat. “Maria” adalah orangutan liar yang unik, orangutan liar yang terbiasa hidup dekat dengan aktifitas manusia, namun demikian BBKSDASU bersama Balai Besar TN. Gunung Leuser dan mitra YEL-SOCP dan YOSL-OIC telah merancang pelepasliaran satwa tersebut pada lokasi yang lebih aman dengan harapan “Maria” dapat survive dan berkembangbiak dengan baik. Sumber : Dede S. Tanjung - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara Pelepasliaran OU Maria melalui jalur sungai
Baca Berita

Peninjauan Pembuatan Kandang Habituasi Satwa Bekantan TWA Pulau Bakut

Banjarbaru, 3 Juli 2020 – Guna menunjang sarana prasarana wisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, saat ini Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) bekerja sama dengan PT. Adaro Indonesia melanjutkan kembali pembuatan prasarana berupa kandang rehabilitasi satwa, kandang habituasi bekantan serta bak pengolahan air baku yang pekerjaannya sempat tertunda karena adanya pandemi covid-19. Pekerjaan sudah dimulai terhitung tanggal 8 Juni 2020 dan diperkirakan selesai pada tanggal 22 Juli 2020. Sarana ini sebagai usaha melengkapi yang sudah ada seperti jalan ulin sepanjang 830 meter, joglo untuk istirahat dan menara pantau. Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si dan Kepala Resort TWA Pulau Bakut Imam Riyanto, S.Hut pada hari Selasa 30 Juni 2020 melakukan peninjauan pembuatan kandang habituasi satwa Bekantan di TWA Pulau Bakut yang progres pembangunannya sudah pada tahap pembuatan pondasi. Berdasarkan penjelasan Sdr. Arif dan Roni dari pihak pelaksana pekerjaan, ukuran kandang habituasi satwa Bekantan yang saat ini dalam pengerjaan memiliki ukuran panjang 15 Meter, Lebar 8 Meter dan Tinggi 6 Meter dengan bahan besi ukuran 12 mm. Dr. Mahrus berharap kepada pihak pelaksana pekerjaan agar sarana prasarana yang saat ini dalam proses pengerjaan bisa selesai tepat waktu seiring dengan adanya rencana persiapan pembukaan kembali kegiatan wisata alam di era new normal serta agenda peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020 tingkat BKSDA Kalimantan Selatan yang pelaksanaannya akan di pusatkan di TWA Pulau Bakut. "Kami berterima kasih atas dukungan pihak swasta seperti PT. Adaro Indonesia yang tetap komitmen ditengah Pandemi Covid-19. Semoga covid-19 bisa segera berakhir sehingga TWA Pulau Bakut bisa dikunjungi lagi meski dengan menerapkan protokol kesehatan" tutup Mahrus. (ryn) Sumber : M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si - Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Peninjauan Lokasi Penanaman Program Pemulihan Ekosistem di Resort Kambatawundut

Waingapu, 3 Juli 2020 - Persiapan penanaman kembali pada program Pemulihan Ekosistem (PE) di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Balai TN Matalawa) sudah mulai masuk dalam tahap perencanaan. Dalam rangka pengumpulan data lokasi tersebut, Pengendali Ekosistem Hutan yang terdiri dari Eka Yanuar, Agus Kusumanegara dan Dwi Putro melakukan peninjauan lapangan untuk memetakan areal yang akan dilakukan penanaman. Pengambilan data lapangan yang dilakukan pada hari Jum’at, 3 Juli 2020 dilakukan pada area bekas terbakar tahun 2019 di Resort Kambatawundut, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Lewa. Pengambilan data menitikberatkan pada pengambilan foto udara serta pengamatan langsung pada lahan yang akan dilakukan penanaman. Dari foto udara yang telah diolah, diketahui bahwa luas lokasi penanaman ± 30,64 ha dengan dominasi semak belukar. Lokasi tersebut dipilih karena masih memiliki solum tanah yang relatif cukup dalam sehingga bagus untuk perakaran tumbuhan. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

BBKSDA NTT Ajak Hargai Budaya Lonto Leok dan Tu'a Teno Demi Ekosistem Hutan Golo Bangga

Kupang, 7 Juli 2020. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT), Timbul Batubara memberikan tanggapannya terkait masalah perambahan hutan Golo Bangga secara non prosedural oleh warga setempat, Jumat (3/7/2020) pekan lalu. Timbul meminta warga Desa Golo Nderu Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur menghargai budaya Lonto Leok (duduk bersama) dan kesepakatan adat bersama Tu'a Teno Taga pada 10 Maret 2016 silam, demi keberlangsungan ekosistem hutan Golo Bangga. Timbul Batubara menjelaskan, dalam kesepakatan bersama Tu'a Teno Taga kala itu, warga yang merambah savana di kawasan hutan Golo Bangga yang luasnya sekitar 600 hektar (350 hektar Hutan Tertutup dan 250 hektar Savana), harus merehabilitasi dengan menanam kembali pada lokasi yang dirambah dengan tanaman kayu hutan serta sanksi adat. "Ada sanksi adat saat lonto leok di Gendang Taga bagi pelaku perambahan pada saat itu. Dimana 11 pelaku perambahan dikenakan sanksi adat dan membuat surat pernyataan serta melakukan penanaman kembali pada lokasi yang telah dirambah dengan tanaman kayu hutan lokal," kata Timbul Batubara. BBKSDA NTT sudah melakukan berbagai upaya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Golo Bangga dengan kegiatan sosialisasi dalam rangka penertiban dan pengamanan hutan secara keseluruhan di wilayah TWA Ruteng, termasuk Hutan Golo Bangga.Kegiatan itu sudah dilakukan sejak TWA Ruteng dibentuk tahun 2002. Saat ini, BBKSDA NTT sedang gencarnya melakukan sosialisasi untuk menyelamatkan hutan Golo Bangga dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemkab bersama DPRD Manggarai Timur pada 9 Juni lalu. Dimana dihasilkan kesepakatan bersama untuk melakukan pengumpulan data dan mengidentifikasi masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan. Selain itu pada awal Agustus nanti akan dilakukan Lonto Leok dengan semua pihak yang terlibat untuk mensosialisasikan (3 pilar) terkait penanganan perambahan dan penebangan liar di lokasi Golo Bangga Desa Golo Nderu. Sebelum hutan Golo Bangga masuk dalam Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng perambahan hutan oleh warga setempat sering terjadi, bahkan dilakukan secara turun temurun. Hutan Golo Bangga yang terletak di Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba-Manggarai Timur, berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang dikelola BBKSDA NTT. Secara hidrologis, lokasi inI terletak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Mokel, Sub DAS, Wae Manggu, Wae Rana, Wae Emas, Wae Woja. Serta dua danau besar di tengah kawasan yaitu, Danau Rana Mese dan Danau Rana Asu. Sebagai informasi, warga Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba-Manggarai Timur membabat serta menyerobot Kawasan hutan Golo Bangga yang terletak bagian utara desa itu. Tindakan penyerobotan hutan yang merupakan bagian TWA Ruteng itu sudah berlangsung lama (sekitar dua tahun) hingga melewati batas PAL sejauh 3 kilometer. Akibatnya debit air dari beberapa sungai seperti Wae Rana, Wae Emas, Wae Woja, Wae Manggu semakin berkurang dan bahkan ada yang mengalami kekeringan. Tokoh masyarakat Desa Golo Nderu yang juga Dosen Undana Kupang, Dr.Marsel Robot menyayangkan penyerobotan itu tanpa ada tindakan pihak berwajib yang melarang. Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur dan https://www.mediaflores.net/

Menampilkan 3.393–3.408 dari 11.141 publikasi