Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Cerita Linda dan Si Kembar dari TN Tanjung Puting

Pangkalan Bun, 22 Juni 2020. Sabtu lalu (18/7/2020), setelah sekian lama diupayakan akhirnya didapatkan dokumentasi foto dan video Orangutan betina di Resort Pesalat, Seksi Pengelolan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Tanjung Harapan, Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang menurut kabar beranak kembar. Menurut staf TNTP dan mitra Orangutan Foundation International (OFI) di Resort tersebut, Orangutan betina yang beranak kembar itu adalah Orangutan liar. “Kami pertama kali menemukan Orangutan tersebut saat bertugas di Feeding Station Resort Pesalat pada 22 Desember 2019 yang lalu. Kami telah memberikan laporan tetapi tanpa disertai dokumentasi yang cukup baik sehingga masih sulit untuk memastikan informasi yang kami berikan”, ujar Hadeli, staf OFI Resort Pesalat pada saat ditanyai perihal Orangutan tersebut. Pada saat bayi kembar Orangutan terlihat pertama kali, diperkiraan berusia sekitar 1 bulan dan asumsinya kini kedua bayi tersebut berusia 7 – 8 bulan. Si kembar terlihat sehat dan tumbuh baik meskipun Linda, Sang Bunda tidak begitu diterima Orangutan lain yang datang ke Feeding Station setiap hari. Hal ini kemungkinan dikarenakan jarang sekali ditemukan Orangutan yang menggendong dua bayi sekaligus, sehingga Linda seperti terasingkan. Dengan begitu, upaya untuk memberi suplemen pakan Orangutan diberikan terpisah guna memastikan Linda dan kedua bayinya cukup mendapat pakan. Pada saat didokumentasikan Sabtu lalu, kondisi sekitar kawasan Resort Pesalat sedang hujan sehingga sedikit banyak memberi tantangan dalam upaya pendokumentasian. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat salah satu personil PEH TNTP untuk mendapatkan foto dan video yang cukup baik sebagai bahan pengamatan dan publikasi. Secara terpisah Eko Susanto, Plt Kepala Balai TNTP memberikan komentar; “ Kabar tentang Orangutan yang melahirkan bayi kembar tersebut sungguh mengembirakan karena kejadian serupa ini tidak banyak yang terekam. Alam selalu beregenerasi meski dikondisi pandemi seperti saat ini. Hal ini membuktikan bahwa Taman Nasional Tanjung Puting memainkan peran penting bagi keberlangsungan hidup Orangutan”. Terakhir kali, kabar tentang Orangutan yang melahirkan bayi kembar datang dari Batang Toru, kawasan ekosistem di Sumatera Utara yang merupakan habitat Orangutan Tapanuli yang merupakan spesies Orangutan baru pada tahun 2018 yang lalu. Semoga kabar menggembirakan tentang Linda dan bayi kembarnya ini bisa semakin menyemangati Balai Taman Nasional Tanjung Puting dalam mengelola kawasan yang sangat kaya dan sungguh penting. Sumber : Humas Balai Taman Nasional Tanjung Puting (Efan Ekananda BP) Dokumentasi dan Infografis : Efan Ekananda BP.
Baca Berita

Waspada Kebakaran, Balai Besar TaNa Bentarum Penyegaran MPA

Vega, 23 Juli 2020. Bertempat di gedung serbaguna Desa Vega, Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melaksanakan kegiatan Penyegaran bagi Masyarakat Peduli Api selama 3 hari dari tanggal 20 s/d 22 Juli 2020 yang diikuti masyarakat dari 3 desa yaitu Desa Vega, Desa Sekulat dan Desa Jongkong Kiri Hilir. Menurut Camat Selimbau, kegiatan seperti ini harus didukung, apalagi kegiatan ini sudah dilakukan 3 tahun terakhir sampai alat –alat canggih pun diberikan oleh pihak TaNa Bentarum kepada masyarakat, saya berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini menjadi pelopor ditingkat desa dalam pencegahan kebakaran hutan di sekitar desa khususnya wilayah Kecamatan Selimbau . Senada dengan Camat Selimbau, Gunawan Budi Hartono selaku Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak menuturkan bahwa kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan bersama-sama, peserta yang ada didalam ruangan ini harus menjadi pelopor agar bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat setempat, sehingga ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi, masyarakat sudah mengetahui bagaimana mengendalikannya. “Semoga tahun depan kegiatan serupa dapat dilakukan ditempat kami, kami juga bisa difasilitasi alat – alat pemadam karhutla seperti yang sudah ada di Desa Vega dan Desa Sekulat, dengan mengerahkan semua masyarakat yang ada semoga TNDS terhindar dari bahaya kebakaran yang merugikan kami sendiri”, ucap Suharto, salah satu peserta dari Desa Jongkong Kiri. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Pemberdayaan Masyarakat Daerah Penyangga TWA Tanjung Tampa

Lombok Tengah, 16 Juli 2020 - Pengembangan program pemberdayaan masyarakat daerah penyangga kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Tampa Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (KSDA NTB) selaku pengelola kawasan melakukan kegiatan pengembangan usaha ekonomi produktif di desa Mekarsari, desa yang berbatasan langsung dengan kawasan. Acara penyerahan bantuan pengembangan usaha ekonomi produktif di Desa Mekarsari tepatnya di pantai Telawas, yang mana pantai ini masuk dalam kawasan konservasi TWA Tanjung Tampa. Penyerahan bantuan pengembangan usaha ekonomi produktif berupa alat dan mesin dalam bentuk uang. Potensi yang ada di TWA Tanjung Tampa seperti pantai Telawas sangat mempesona sehingga perlu dibuat paket-paket wisata seperti : swafoto di pantai, memasak/kuliner tradisional, serta interpretasi budaya dan sejarah di TWA Tanjung Tampa, khusunya di pantai Telawas. Sebelum memulai penyerahan bantuan acara di mulai dengan sambutan Bapak Kepala Desa Mekarsari, beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Balai KSDA NTB yang telah membina pemuda di desanya, kelompok Pemuda Tani Lestari ini harus maju , harus jadi yang nomer satu dan selalu kompak selamanya untuk membangun Desa Mekarsari, ikut menjaga potensi wisata yang ada di Desa Mekarsari. Kelompok masyarakat yang menjadi binaan Balai KSDA NTB adalah kelompok Pemuda Tani Lestari di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Kelompok ini sudah dibina Balai KSDA NTB sejak tahun 2019, dan disahkan Kepala Desa Mekarsari tanggal 24 Juni 2019. Kelompok ini bergerak di bidang jasa wisata. Pada acara ini juga turut hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai KSDA NTB , Kepala SKW I Lombok , Babinsa, Kepala Desa Mekarsari, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Polhut BKSDA NTB. Bapak Kepala Sub Bagian Tata Usaha dalam arahannya Bapak Lugi Hartanto,SP.,M.Sc menyampaikan agar kekompakan di kelompok selalu dijaga, permasalahan yang ada dihadapin bersama dicari jalan keluarnya bersama-sama, ikut berperan aktif menjaga kawasan hutan, bantuan yang sudah diterima dikembangkan dan di manfaatkan secara baik. Selajutnya Bapak Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Lombok, Lalu Muhammad Fadly juga menyampaikan kepada kelompok agar tetap kompak, ikut menjaga kelestarian hutan , mengembangkan bantuan yang sudah diterima. Harapan Balai KSDA NTB semoga bantuan yang sudah diterima oleh Kelompok Pemuda Tani Lestari dapat meningkatkan kesejahteraan hidup anggota kelompok pada khususnya dan masyarakat Desa Mekarsari pada umumnya. Acara penyerahan bantuan pengembangan usaha ekonomi produktif di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta undangan dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Balai KSDA NTB dengan kelompok Pemuda Tani Lestari di pantai Telawas, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Sukarela, Kakatua Maluku Kembali Diserahkan Oleh Warga

Masohi, 20 Juli 2020. Bertempat di Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Masohi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku telah dilakukan penyerahan secara sukarela satwa liar yang dilindungi berupa 1 (satu) ekor burung Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) milik masyarakat yang bernama Fahrani Lisaholet Warga Negeri Letwaru, Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan penyerahan satwa tersebut diterima langsung Ibu Kepala Seksi Wilayah II dan disaksikan oleh beberapa staf Polhut yang bertugas di kantor seksi. Dari informasi yang diberikan kepada petugas diketahui bahwa burung tersebut ditangkap di sekitar kebun masyarakat, hal ini dikarenakan pada saat ini disebagian kawasan kebun atau hutan yang berada di wilayah Pulau Seram sedang memasuki masa musim buah-buahan seperti dukuh dan langsat sehingga banyak burung-burung turun untuk bermain dan mencari makan. Dari hasil pemeriksaan oleh petugas seksi diketahui bahwa burung tersebut dalam kondisi sehat namun sifatnya sedikit sudah mulai jinak oleh karena itu burung tersebut akan di bawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan untuk di karantina dan direhabilitasi sebelum burung tersebut dilepasliarkan. Kondisi saat ini di Pulau Seram sedang memasuki musim buah-buahan sehingga menyebabkan banyak burung-burung ditangkap untuk diperjual belikan dan dipelihara, maka untuk meminimalisir aktifitas tersebut rencananya petugas dari SKW II Masohi akan meningkatkan kegiatan sosialiasi, patroli dan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan akan aktifitas penangkapan dan penjualan tumbuhan dan satwa liar (TSL) ilegal. Sumber : Kacuk Seto Purwanto, S.Hut - POLHUT Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Persiapan New Normal Pariwisata, DPRD Kabupaten Jembrana Bali Sambangi TN Baluran

Situbondo, 21 Juli 2020. Upaya peningkatan kapasitas fungsi dan tugas terkait Persiapan dan Pelaksanaan New Normal Pariwisata, DPRD Kabupaten Jembrana hari ini Selasa 21/07/2020 melakukan kunjungan kerja di Taman Nasional Baluran. Kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi di Wisma Cinta Alam Kantor Balai Taman Nasional Baluran terkait hal-hal dan prosedur yang telah dibuat dalam rangka mempersiapkan Taman Nasional Baluran kembali membuka kunjungan wisatanya. “Menarik untuk digali informasi-informasi yang berkaitan dengan pariwisata selama masa pandemi serta bagaimana peran pemerintah daerah, masyarakat dan Baluran sendiri dalam menghadapi situasi ini” demikian yang disampaikan Ni Made Sri Sutharmi Ketua DPRD Kabupaten Jembrana dalam sambutannya. Dalam kesempatan diskusi ini pula Pudjiadi Kepala Balai Taman Nasional Baluran menyampaikan kegiatan-kegiatan pendampingan untuk membantu masyarakat yang ada di sekitar kawasan Baluran khususnya mereka yang selama ini banyak bergantung pada aktivitas wisata dan pemanfaatan sumber daya hutan. Sumber : Balai Taman Nasional Baluran
Baca Berita

New Normal, Balai TN. Aketajawe Lolobata Mulai Kegiatan di Lapangan

Sofifi, 21 Juli 2020. Program dari pemerintah tentang “New Normal” atau normal baru memang sudah diinformasikan sekitar awal bulan Juli 2020. Kondisi tersebut juga berdasarkan pada daerah masing-masing terdampak pandemi Covid-19. Sampai dengan tanggal 20 Juli 2020, Maluku Utara memiliki jumlah positif Covid-19 mencapai 1.273 kasus. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dalam periode normal baru ini telah melaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya adalah monitoring burung Bidadari Halmahera, patroli rutin kawasan taman nasional, sampai pada penyelesaian konflik tenurial. Kegiatan monitoring Bidadari halmahera dilaksanakan di wilayah Resort Wasileo, Desa Miaf pada tanggal 14 Juli 2020 selama 6 (enam) hari. Data perjumpaan dan populasi burung endemik Maluku Utara ini masih dalam proses pengolahan, akan tetapi menurut Agung (PEH) bahwa, tim monitoring berhasil menjumpai keluarga Cendrawasih ini sekitar 9-10 ekor dalam sehari. Jumlah petak ukur sebanyak 20 petak. Kegiatan patroli rutin juga dilaksanakan di Desa Miaf, yaitu kawasan bekas penambangan tanpa ijin. Lokasi tersebut berada jauh setelah plot monitoring Bidadari halmahera. Hasil dari kegiatan patroli antara lain bahwa sudah tidak terdapat aktifitas penambangan liar pada KM 25 sejak dilaksanakan operasi khusus beberapa tahun yang lalu, akan tetapi terdapat indikasi penambangan pada KM 60. Tim patroli belum berhasil mencapai KM 60 dikarenakan kendala cuaca dan telah melaporkan hasil tersebut kepada Kepala Balai TNAL. “Nanti tolong ditindaklanjuti informasi pada KM 60 dengan tim dan anggaran khusus, mengingat jauh dan sulitnya medan”, kata T. Heri Wibowo, Kepala Balai TNAL. Kegiatan lainnya, yaitu rapat penyelesaian konflik tenurial di Desa Ake Jawi. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Balai TNAL, Kepala SPTN Wilayah III, Kepala Resort Ake Jawi, Kepala Desa Ake Jawi beserta perwakilan staf desa, dan perwakilan masyarakat dan kelompok binaan TNAL. Pada pertemuan tersebut belum memberikan kesepakatan bersama antara Balai TNAL dan Desa Ake Jawi. “Kita tetap harus sabar dan semoga konflik ini segera dapat terselesaikan”, motivasi Kepala Balai kepada stafnya. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Bantuan Usaha Kelompok Cair, MDK Jinato Marennu Inisiasi Pertemuan Anggota dan Pendamping

Jinato, TN Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 20 Juli 2020. Bulan lalu telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pakta Integritas antara Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate dan Kelompok Nelayan yang berada di sekitar kawasan TN Taka Bonerate. Ini merupakan salah satu dasar penyerahan bantuan usaha kepada kelompok tersebut. Jum'at, 17 Juli 2020 kemarin bertempat di ruang pertemuan kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato dilaksanakan pertemuan pendampingan kelompok atas inisiatif dari kelompok Model Desa Konservasi (MDK) "Jinato Marennu". Kelompok ini bergerak dalam bidang usaha pelayanan wisata dengan divisi pemandu wisata, homestay, kuliner, cinderamata dan seni budaya. Hadir dalam pertemuan ini yaitu Ketua, Pengurus, anggota kelompok, sekretaris desa, babinsa, danpos resor Jinato serta pendamping kelompok. Pertemuan ini dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah II Jinato, Aisyah Amnur dengan memberikan arahan terlebih dahulu. "MDK Jinato Marennu ini terbilang kelompok dengan jumlah anggota paling banyak dan mempunyai divisi yang cukup banyak juga, kelompok silahkan menentukan program-program kedepan," ujar Aisyah Amnur Proposal pengajuan bantuan usaha sudah dimasukkan tahun lalu namun melihat jumlah nominal lebih besar maka bagaimana kelompok memilih kebutuhan dengan skala prioritas barang mana yang dibutuhkan oleh kelompok. "Bantuan usaha berupa uang telah ditransfer, cair direkening masing-masing kelompok," jelas Syamsuriani Penyuluh/Pendamping Kelompok memulai pertemuan sore ini (17/07). Kemudian Syamsuriani membacakan point-point utama dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) serta isi pakta integritas yang sudah di tandatangani oleh ketua kelompok, Rustam. Dengan tujuan agar semua pengurus dan anggota kelompok bisa memahami dan mengetahui hak dan kewajiban kelompok. Setelah pembacaan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta diskusi untuk mengetahui perkembangan yang terjadi didalam kelompok. Dengan turunnya bantuan usaha ini diharapkan kelompok bisa semakin mandiri dan tidak lagi menggantungkan bantuan dari pemerintah. Sumber: Asri - PEH Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato Balai Taman Nasional Taka Bonerate (Foto & Teks)
Baca Berita

Kunjungan Peserta Bujang Kabupaten Kampar di Taman Wisata Alam Buluh Cina

Pekanbaru, 18 Juli 2020. TWA Buluh Cina kedatangan tamu dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar. Kunjungan tersebut dalam rangka pengenalan peserta kontestan Bujang Kabupaten Kampar. Para Peserta diedukasi dan dikenalkan tentang Ekowisata di TWA Buluh Cina yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kampar yang harus dipromosikan. Materi objek yang harus dikuasai adalah wisata Gajah sebagai salah satu satwa yang dilindungi, khususnya kelahiran anak Gajah di TWA Buluh Cina, Lokasi camping ground dan low roof camp serta objek swa foto yg berada di sekitar Danau Tanjung Putus. Asyik kan kawan, bisa berwisata sambil belajar tentang alam dan kehidupan makhluk lain di sekitar kita. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Gerakan Dharma Wanita Persatuan Lingkup Dinas dan UPT KLHK Provinsi NTB Peduli Konservasi Penyu

Lombok Utara, 17 Juli 2020 - Pekik semangat Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkup Provinsi NTB terdengar membahana dalam kegiatan Deklarasi Peduli Konservasi Penyu yang dihadiri Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB, Taman Nasional Gunung Rinjani, Balai Penelitian Hasil Hutan Bukan Kayu (BPTHHBK), dan Balai Pengelolaan Daerah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dodokan Moyosari. Usai penandatanganan deklarasi seluruh peserta melakukan pelepasliaran tukik (bayi penyu) jenis penyu lekang (Lepydocelys olivaceae) sebanyak kurang lebih 125 ekor. Dalam acara tersebut, Plh. Kepala BKSDA NTB, Lugi Hartanto, SP. M. Sc. menyampaikan apresiasi kepada kelompok Turtle Conservation Community (TCC) Nipah yang telah melakukan upaya pelestarian penyu, dengan menetaskan telur penyu semi alami. Kegiatan yang rutin yang dilakukan selain patrol pantai, mereka rutin melakukan aksi bersih pantai setiap minggu. Dalam sambutan kepala balai menyampaikan latar belakang BKSDA NTB menyasar sosialisasi peduli penyu kepada ibu-ibu DWP, dikarenakan ibu-ibu merupakan guru pertama bagi anak-anaknya, keluarganya kemudian orang lain. Kepala Desa Malaka H. Akamaluddin Ikhwan, MM menyambut peserta pelepasan penyu, beliau bercerita sebelum ada penetasan semi alami di Dusun Nipah, setiap tanggal 15 saat bulan purnama 15-20 nelayan mengambil telur penyu di sepanjang Pantai Nipah. Alhamdulillah dengan keberadaan Kelompok Pelestari Penyu TCC Nipah aktivitas illegal tersebut tidak ada lagi. Sebelum memandu deklarasi, Ketua DWP Dinas LHK NTB Poppy Pudjawati mengimbau kepada seluruh anggotanya, untuk turut mendukung upaya pelestarian penyu dengan tidak mengonsumsi, tidak membuang sampah sembarangan, mendukung pendidikan konservasi penyu sejak dini, serta mendukung ekowisata berbasis konservasi penyu. “Kami juga berharap, dengan donasi yang kami berikan, sebagai adopsi penyu kepada kelompok TCC Nipah, menjadi pemicu semangat dan upaya pelestariannya,” Acara ditutup dengan penyerahan sejumlah donasi sebagai adopsi penyu dari DWP BKSDA NTB dan DWP Taman Nasional Gunung Rinjani kepada Kelompok TCC Nipah. Sumber: Bala KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Serunya Webinar seri 2 Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Sofifi, 17 Juli 2020. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata kembali menggelar Webinar Seri ke 2 dengan tema "Avifauna Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Upaya Rehabilitasinya". Webinar berlangsung dari pukul 13.30 - 16.00 WIT secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan secara langsung di kanal Youtube dan Facebook Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kamis, (16/07/2020). Peserta yang terdaftar berjumlah 633 orang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dosen, ASN, karyawan swasta/LSM, freelancer dan masyarakat umum yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Hadir sebagai narasumber, Dr. Nasir Tamalene, dari Universitas Khairun Ternate, Swiss Winasis, dari Burungnesia, David Akhmad, Polhut di TN. Aketajawe Lolobata, As Ari Wahyu Utomo, PEH di TNAL, Maharoji Guide birding di TNAL dan Riza Marlon fotografi satwa liar Indonesia yang juga menjadi guest star dalam webinar ini serta hadir juga Ferry Hasidungan dari Burung Indonesia yang akan memandu acara ini. Acara dibuka dengan sambutan Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata. Dalam sambutannya, T. Heri Wibowo menyampaikan bahwa "seminar daring ini bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, wawasan dan sekaligus memperkenalkan tentang keanekaragaman jenis burung yang berada di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang menjadi daya tarik wisata alam minat khusus di Maluku Utara". "Target utama diselenggarakan Webinar ini, sebenarnya lebih diperuntukkan kepada mahasiswa, dosen dan kalangan mellenial yang nantinya bisa menumbuhkan jiwa rasa memiliki terhadap satwa khususnya burung-burung indah yang berada di Taman Nasional Aketajawe Lolobata". Harap Heri Wibowo. Lebih lanjut, Heri menambahkan "Dilaksanakannya webinar Avifauna TNAL juga dalam rangka road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 yang akan dilaksanakan di Taman Nasional Kutai pada bulan Agustus mendatang. Satu lagi yang paling penting adalah pada tanggal 28 Juli 2020 mendatang tepatnya 1 tahun Suaka Paruh Bengkok TNAL diresmikan". Enam narasumber yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan staf fungsional Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata akan berbagi tentang pandangan, pengetahuan, serta pengalamannya kepada peserta webinar. Diawali dari paparan Dr. Nasir Tamalene yang mempresentasikan materinya tentang "Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Konservasi Burung di Maluku Utara (Tinjauan Etno-Ornittologi). Berbagai kajian ilmiah diutarakan oleh dosen Biologi ini. Mulai dari Etnokonservasi sampai dengan penyajian data lapangan tentang penangkapan dan perdagangan burung di Maluku Utara. Berbeda dengan materi pertama. Kali ini, giliran Swiss Winasis dari Burungnesia menyampaikan materi keduanya tentang sebuah aplikasi android yang dibuat pada tahun 2016, berguna untuk mencatat, menyimpan dan mengelola data pengamatan burung di Indonesia. "Berangkat dari kehawatiran tentang kepunahan spesies burung di Indonesia, maka pada tahun 2016, terciptalah sebuah aplikasi data base yang diperuntukan bagi para pengamat burung". Ungkap Swiss dalam prestasinya. Materi presentasi berikutnya yaitu "Sayap-sayap Indah di Taman Nasional Aketajawe Lolobata" yang disampaikan oleh David Akhmad, Polisi Kehutanan dari Balai TNAL. Materi presentasi ke tiga yang disampaikan oleh David ini, sangat menarik dan jauh dari tupoksinya sebagai seorang Polhut. David memaparkan dalam prestasinya tentang hobinya sebagai fotografi satwa liar di TNAL. Foto-foto burung hasil karyanya yang ditampilkan dalam slide presentasi sangat memanjakan mata dan mendapat pujian dari semua peserta Webinar. Berbagi pengalaman dan impian untuk bisa mewujudkan sebuah pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa disampaikan oleh As Ari Wahyu Utomo, PEH di TNAL. "Kalau kita punya mimpi jangan setengah-setengah, kita harus wujudkan membangun sebuah pusat rehabilitasi dan penyelamatan satwa dan kita jangan mau kalah sama teman-teman yang ada di Pulau Jawa, walapun kita berada di Indonesia Timur". Turur As Ari dalam presntasinya tentang "Upaya Rehabilitasi Burung Paruh Bengkok di Suaka Paruh Bengkok Taman Nasional Aketajawe Lolobata". Pada kesempatan ini, Ari juga berbagi pengetahuan kepada peserta webinar tentang pengelolaan Suaka Paruh Bengkok TNAL. "Selain pusat rehabilitasi burung paruh bengkok, SPB juga menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit bagi masyarakat Maluku Utara". Jelas Ari. Narasumber berikutnya adalah seorang pembalak hutan yang telah insaf dan kini telah bergabung bersama TNAL sebagai tenaga kontrak dan menjadi guide profesional spesialis birding. Dia adalah Mahroji Aketajawe. Walapun tak lulus Sekolah Dasar, tapi kemampuannya untuk mengidentifikasi satwa dan tumbuhan tidak bisa dianggap remeh. Dalam webinar ini, Roji lebih banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya. Dari tukang perusak hutan sampe menjadi pengiat konservasi. Dipenghujung acara, ada sosok yang dinanti-nanti. Seorang legenda fotografer satwa liar Indonesia yang memiliki segudang jam terbang. Sosok itu adalah "Riza Marlon" sosok yang menjadi guest star dalam web seminar ini. Hanya beberapa foto-foto burung endemik Halmahera yang ditampilkan dalam presentasinya. Termasuk foto burung Bidadari halmahera yang fenomenal. Rizal Marlon lebih banyak berbagi tentang ilmu fotografinya dan memberikan motivasi kepada peserta webinar. "Semua kamera bagus, tidak ada perusahan camera yang membuat kamera jelek. Semuanya bagus. Jadi, lebih baik pake kamera yang ada saja dulu untuk berkarya". Kata Rizal Marlon. Beliau juga berpesan kepada semua peserta Webinar "Jangan tunggu kaya, jangan tunggu alat lengkap dan jangan tunggu kamu jago. Sekarang motret aja pake yang ada. Nanti subyeknya atau burungnya sudah gak ada. Bagi saya, No Picture, Hoax". Tutup Rizal Marlon. Webinar yang dipandu oleh Ferry Hasidungan dari Burung Indonesia berjalan lancar hingga pukul 17.00 WIT. Diakhir acara, moderator memberi keempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan dari peserta via chat room. Di webinar seri 2, panitia juga mengadakan Quis. Bagi peserta yang beruntung dan bisa menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan sovenir kece dari TN. Aketajawe Lolobata. Ucapan terima kasih disampaikan oleh kepala Balai TNAL kepada semua narasumber, para peserta, panitia dan semua pihak yang terlibat dalam Webinar "Avifauna Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Upaya Rehabilitasinya". Acara di tutup dengan resmi oleh Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Sumber : Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Manggala Agni Balai Besar TaNa Bentarum Latih Brigdalkarhutla KPH Dan Perusaahaan Perkebunan di Kapuas Hulu

Putussibau, 19 Juli 2020. Manggala Agni Brigdalkarhut Daops Semitau Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) lakukan kegiatan “Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Karhutla” bagi Personil Brigdalkarhutla KPH Kapuas Hulu Utara, KPH Kapuas Hulu Timur dan Satgas Karhutla Perkebunan PT. Borneo International Anugrah (BIA). Kegiatan ini merupakan upaya kolabarasi antara Balai Besar Tana Bentarum bersama mitra terkait dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Kapuas Hulu. Pelatihan dilaksanakan selama 2 (dua) hari terhitung mulai tanggal 18 s/d 19 Juli 2020 yang diikuti Regu Inti dan Regu Pendukung Brigdalkarhutla KPH Kapuas Hulu Utara sebanyak 20 (dua puluh) peserta, KPH Kapuas Hulu Timur sebanyak 15 (lima belas) peserta dan 15 (lima belas) peserta dari Satgas Karhutla PT. BIA. Materi pelatihan yang disampaikan terdiri dari Strategi Dalkarhutla, Pengenalan Peralatan Pemadaman, Prosedur Pengecekan Informasi Hotspot dan Informasi Kebakaran, Size Up serta materi terkait Teknik Strategi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan. “Peserta harus memahami konsep teori segitiga api, sebagai dasar strategi peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan” jelas Ade Arief selaku Kepala Brigdalkarhut Balai Besar Tana Bentarum dalam paparannya. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi Hartono dalam sambutannya menyampaikan, bahwa di tengah wabah pandemi Covid-19 ini, upaya pengendalian harus terus ditingkatkan dan harus bisa beradaptasi serta berinovasi di tengah pandemi Covid-19. “Perlu strategi yang tepat didalam upaya pengendalian karhutla sehingga upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan secara efektif dan efisien yaitu dengan menekankan pada upaya pencegahan karhutla” ungkapnya. Arief Mahmud selaku Kepala Balai Besar TaNa Bentarum menuturkan bahwa sampai dengan saat ini ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kapuas Hulu masih cukup tinggi sehingga perlu sinergitas para pihak dalam upaya pengendaliannya. “Dengan telah dibentuk dan dilatihnya Brigade Pengendalian Karhutla baik itu di KPH maupun di perusahaan perkebunan diharapkan siap dan mampu dalam menghadapi kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah kerjanya masing-masing” pungkasnya Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Tak Kenal Hari Libur, Petugas TN Matalawa Lakukan Sosialisasi Pencegahan Karhutla

Waingapu, 18 Juli 2020. Resiko kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat seiring pergantian musim hujan ke musim kemarau. Terlebih, sudah lebih dari 3 minggu, Pulau Sumba khususnya kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) tidak diguyur hujan. Karhutla di kawasan TN Matalawa umumnya disebabkan oleh perilaku masyarakat sekitar hutan yang membakar kebun sehingga merambat ke dalam kawasan dan kebiasaan berburu masyarakat yang melintas di kawasan TN sehingga membuat mereka membakar untuk membuat akses atau sekedar menghangatkan badan. Mengantisipasi hal ini, para petugas TN Matalawa gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mereka melakukan pendekatan-pendekatan guna menghilangkan kebiasaan masyarakat tersebut. Tidak mengenal hari libur, petugas tetap melakukan pendekatan kepada masyarakat di desa-desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TN. Sosialisasi pada hari Sabtu, 18 Juli 2020 dilakukan di Desa Tanamodu pada kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Waibakul dan Desa Kambatawundut yang masuk dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Lewa . Kawasan yang masuk kedua desa ini juga menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Pemulihan Ekosistem sehingga sosialisasi pencegahan karhutla perlu dilakukan lebih intensif. Para petugas yang terdiri dari Penyuluh Kehutanan, Polisi Kehutanan, dan Pengendali Ekosistem Hutan secara bergantian menerangkan bahaya karhutla bagi ekosistem. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan masyarakat desa dalam melakukan pembakaran Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

SKW III Bima BKSDA NTB Gelar Sosialisasi Protokol Kesehatan di Kawasan Konservasi dan Penyerahan Bantuan kepada Kelompok Masyarakat

Bima, 16 Juli 2020 - Balai KSDA NTB melalui Seksi Konservasi Wilayah III Bima-Dompu telah melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan di kawasan konservasi Taman Wisata Alam. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari kamis, 16 Juli 2020 di TWA Madapangga turut dhadiri oleh muspida kab. Bima dan kab. Dompu, serta muspika, Kepala Desa dan kelompok masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan persiapan rencana pembukaan kembali Taman Wisata Alam kepada pengunjung dalam masa New Normal menghadapi pandemi Covid-19. Kegiatan yang dibuka oleh kepala Dinas Parawisata kab. Bima, dalam sambutannya mendukung secara penuh pembukaan Taman Wisata Alam di wilayah Bima-Dompu dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan kepada pengunjung maupun pengelola wisata, “jangan sampai dengan dibukanya kembali Taman Wisata Alam justu menjadi cluster baru penyebaran covid-19” tuturnya. Seperti yang kita ketahui bahwa sektor wisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak semenjak pandemi covid-19 melanda. Para pelaku usaha wisata terpuruk akibat adanya pendemi ini. Inti kegiatan sosialisasi ini adalah penjelasan dan simulasi penerapan protokol kesehatan dalam beraktifitas di kawasan konservasi taman wisata alam yang disampaikan oleh kepala SKW III Bima-Dompu Bambang Dwidarto, SH. Protokol kesehatan yang diterapkan didalam kawasan konservasi meliputi: awal kedatangan pengunjung, pemeriksaan di pintu masuk, kegiatan di dalam kawasan, hingga pengunjung keluar dari kawasan taman wisata alam. Aturan-aturan yang diterapkan meliputi: wajib menggunakan masker dan memcuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, suhu tubuh pengunjung maksimal ialah 37,5°C, membawa perlengkapan pribadi seperti alas duduk dan perlengkapan shalat. Selain itu, setiap kelompok pengunjung yang akan memasuki kawasan konservasi masing-masing maksimal berjumlah 5 orang dengan tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kepala SKW III Bima-Dompu juga menekankan agar para pengunjung menghindari interaksi atau kontak dengan satwa dan dilarang memberi makan satwa liar. Selain karena alasan kesehatan, agar satwa-satwa liar tersebut tidak kehilangan sifat alamiahnya dalam mencari makan. Dalam kesempatan ini juga, acara sosialisasi ditutup oleh Kepala Dinas Parawisata Kab. Dompu berpesan agar jangan panik menjalani new normal dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan cara selalu memperhatikan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelaksanaan kegiatan wisata. Selain itu, beliau juga berpesan kepada para anggota kelompok untuk menuangkan ide kreatifnya agar dapat membatu para masyarakat pelaku wisata meningkatkan ekonominya dengan cara mempromosikan wisata tersebut. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penyerahan bantuan berupa perlengkapan wisata penunjang peningkatan ekonomi masyarakat kepada kelompok MATUPA desa Ndano, Kecamatan Madapangga yang merupakan desa penyangga TWA Madapangga. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah Balai Taman Nasional Kepulauan Togean di Desa Penyangga Cagar Biosfer

Ampana, 20 Juli 2020. Salah satu isu yang kian mengkhawatirkan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah persoalan sampah. Hal ini menimbulkan berbagai masalah terkait kesehatan, daya dukung lingkungan, sampai ke daya saing ekonomi kita. Dalam rangka penanganan sampah di Kabupaten Tojo Una-Una yang merupakan Cagar Biosfer Togean Tojo Una-Una maka pada hari Jumat, 17 Juli 2020 Pemerintah Daerah Tojo Una-Una melalui OPD Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean, Kecamatan Ratolindo, Polres Tojo Una-Una, Dinas Perikanan Tojo Una-Una, Komunitas Sepeda Ampana serta masyarakat Desa Labuan melakukan kegiatan bersih-bersih pantai sepanjang Desa Labuan. Desa Labuan merupakan zona penyangga Cagar Biosfer Togean Tojo Una-Una yang memiliki pantai yang cukup indah dan menjadi lokasi bagi pengunjung untuk berfoto dan bahkan melakukan aktivitas mandi-mandi di laut. Terus menjaga keindahan Pantai Labuan maka semua pihak perlu menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai. Kegiatan bersih-bersih pantai ini diharapkan akan mewujudkan Desa Labuan sebagai Desa Wisata, seperti yang telah diketahui bahwa ada beberapa lokasi wisata yang ada di Desa Labuan seperti Tanjung Lawaka dan kampung Wana-Warni. Budayakan untuk tidak membuang sampah di laut, karena laut bukan tempat sampah ujar Kepala Balai, Bapak Ir. Bustang pada saat bertemu dengan beberapa kelompok masyarakat. Indonesia merupakan Penghasil Sampah plastik nomor 2 terbesar di dunia setelah Cina, maka dari itu Pemerintah memiliki visi agar Indonesia harus bebas sampah pada tahun 2020. Untuk mencapai visi tersebut tentunya harus didukung oleh semua pihak baik Pemerintah, Swasta dan masyarakat. Sumber : Fahmi - Bagian Humas Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Pelepasliaran Satwa Dilindungi Trenggiling (Manis Javanica)

Pekanbaru, 15 Juli 2020. Petugas Resort Muka Kuning Batam berhasil melepasliarkan seekor Trenggiling (Manis Javanica) kembali ke habitatnya, setelah sehari sebelumnya mendapat penyerahan dari warga.... Sebelum dilepasliarkan petugas, pada Hari Selasa, 14 Juli 2020 sekitar pukul 00.30 wib, seekor Trenggiling masuk ke pekarangan rumah Ibu Rahmi Yuniar yang beralamat di Perumahan Oriana, Batam Centre. Keesokan harinya, yaitu Rabu 15 Juli 2020, sekitar pukul 10.30 wib, Ibu Rahmi bersama putrinya mendatangi kantor SKW II Batam untuk menyerahkan satwa tersebut dengan sukarela setelah mengetahui bahwa Trenggiling termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Undang – Undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Menteri LHK No. P. 106/MenLHK/Setjen/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Pada siangnya, sekitar pukul 13.30 wib, Ibu Rahmi bersama petugas Resort Muka Kuning dan Anggota MMP segera melakukan pelepasliaran satwa Trenggiling tersebut. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Ekspedisi PEH dan Polhut Tim Sosopan

Mandailing natal, 20 Juli 2020. Pelaksanaan kegiatan ekspedisi Aek Milas Sosopan yang dilaksanakan sebanyak 21 orang terdiri dari Personil Peh,Polhut,MMP dan warga (pendamping) yang berada di sekitar penyangga kawasan TNBG. Potensi wisata Aek Milas Sosopan sangat dikenal oleh warga Sumatera Barat yang berjarak kurang lebih 3 km dari perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dengan Sumatera Barat dimana Aek Milas Sosopan ini masih berada di wilayah Sumatera Utara. Hasil wawancara dengan warga yang datang ke pemandian aek milas sosopan ini bahwa umumnya mereka datang untuk berobat yang mana lumpur hitam yang dihasikan dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Selain itu, adapun jejak flora/fauna yang diperoleh oleh tim ekspedisi ini di dalam kawasan antara lain temuan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Tapir (Tapirus indicus), Rusa (Cervus unicolor) dan Kijang (Muntiacus muntjak) sekaligus tim membuat plester case pada tapak-tapak satwa yang terlihat jelas, selain itu, tim juga memasang camera trap sebanyak 3 unit di perlintasan satwa di dalam kawasan taman nasional. Selama pelaksanaan ekpedisi, tim disambut kicauan burung termasuk kepakakan sayap burung rangkong di setiap tor yang dilalui oleh tim. Kegiatan analisis vegetasi (anveg) dilaksanakan di jalur penjelajahan untuk mengetahui vegetasi tumbuhan serta menandai batas kawasan Taman Nasional dengan kawasan hutan lindung. Semoga dengan terlaksanakannya kegiatan ekspedisi aek milas sosopan ini menambah minat masyarakat yang ingin berkunjung ke taman nasional termasuk ke Taman Nasional Batang Gadis serta menambah data flora/fauna. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis

Menampilkan 3.329–3.344 dari 11.141 publikasi