Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tim WRU Kembali Melakukan Pengusiran Gajah Sumatera Bersama Masyarakat

Pekanbaru, 2 Agustus 2020 - Tim WRU Balai Besar KSDA Riau melakukan pengusiran terhadap kelompok Gajah Sumatera yang masuk ke wilayah Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Hal ini sebagai tindaklanjut laporan masyarakat Desa Karya Indah bahwa kelompok Gajah Sumatera berada di sekitar kebun dan permukiman Dusun III, Desa Karya Indah. Pada lokasi ini tim bersama masyarakat melihat tanaman kelapa sawit dan ubi yang telah dirusak dan juga 1 (satu) unit pondok warga yang dirusak oleh Gajah Sumatera. Tim WRU Balai Besar KSDA Riau bergerak cepat bersama dengan masyarakat Dusun III, Desa Karya Indah dalam melakukan pengusiran dari lokasi gangguan atau perkebunan masyarakat. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Bandar Bakau

Pekanbaru, 03 Agustus 2020 - Balai Besar KSDA Riau yang diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah 4, bapak M. Zanir mengikuti kegiatan penanaman Mangrove dalam rangka Hari Mangrove Sedunia dan 75 Tahun Indonesia Merdeka di Bandar Bakau, Kelurahan Pangkalan Sesuai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Acara yang dihadiri Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim mewakili bu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Riau, Walikota Dumai, Unsur Forkompinda Prop Riau/ Kota Dumai, UPT Lingkup Kemen LHK di Provinsi Riau, UPTD Prov Riau/ Kota Dumai, Unsur Perusahaan Lingkup Kota Dumai, Yayasan Konservasi Alam Nasional, Masyarakat Petani/Penggiat Mangrove Kota Dumai serta Media cetak dan elektronik. Acara berlangsung meriah dan semua pihak dapat melakukan penanaman mangrove. Tanaman Mangrove yang ditanam, yakni jenis Bakau dan Api-api dengan jumlah total 2220 pohon/bibit. Lokasi penanaman di dua tempat, yaitu lokasi Bandar Bakau secara simbolis dan dilanjutkan dilokasi Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Semoga ini dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terutama anak anak generasi muda untuk lebih peduli dan mencintai lingkungan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pemantauan Perkembangan Gajah Hasil Evakuasi

Pekanbaru, 29 Juli 2020 - Mahout dari PLG Sebanga, PLG Minas, drh. Danang dan Paramedis bang Aswar berada di Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis untuk memantau perkembangan Gajah hasil evakuasi dari Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir. Tim medis melakukan pengukuran tinggi badan dan lingkar dada sebagai estimasi berat badan. Hasil pengukuran terhadap tinggi badan yaitu 328 cm sementara Lingkar Dada lebih kurang 402 cm sehingga estimasi berat badan gajah tersebut 3,7 ton. Berdasarkan hasil pemantauan tim medis, saat ini kondisi satwa terpantau baik. Gajah hasil evakuasi tersebut dilakukan pelatihan di Pusat Latihan Gajah Sebanga. Bentuk latihan terhadap gajah liar melalui proses pelatihan awal, yaitu dengan mulai dipegang bagian yang sensitif agar terbiasa dipegang oleh tangan manusia dan tidak geli, sehingga akan memudahkan dalam proses pelatihan. Proses pelatihan awal tersebut dengan tetap menggunakan pendampingan Gajah jinak sebagai salah satu pengamanan terhadap personil/Mahout. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Respon Cepat Tim Satgas Penanganan Konflik Satwa TNBG di Desa Rantau Panjang

Selasa, 4 Agustus 2020 - Laporan munculnya Harimau Sumatera ke pemukiman dan kebun masyarakat diterima oleh tim pada kamis, 23 Juli 2020 oleh masyarakat Rantau Panjang melalui Babinsa Koramil 17 Natal Bapak Prayetno. Kepala Balai TN Batang Gadis (TNBG) langsung membentuk Tim satgas penanganan konflik satwa Balai TNBG dan Berkoordinasi dengan tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDASU) Bidang Wilayah III Padang Sidempuan dan Babinsa Koramil 17 Natal meninjau lokasi kemunculan Harimau Sumatera. Kemunculan Harimau Sumatera terlihat dari jejaknya di empat desa yaitu ; Desa Rantau Panjang, Desa Lubuk Kapundung I, Desa Lubuk Kapundung II dan Desa Hutaimbaru, Kec. Muara Batang Gadis. Untuk menuju desa Rantau Panjang dari Panyabungan menempuh waktu sekitar 6 jam menuju Desa Singkuang dan dinlanjutkan dengan menelusuri sungai menggunakan 2 perahu robin dengan jarak tempuh sekitar 3 jam dari Camp PT. ARM. Koordinasi dengan kepala desa dan masyarakat dilakukan oleh tim setelah tiba di Desa Rantau Panjang, tim bersama dengan masyarkat bersama-sama melakukan pengecekan ke lokasi kemunculan Harimau Sumatera. Tim membuat meriam untuk menghalau hariamau yg mendekat ke pemukiman, berdasarkan laporan dari masyarkat Harimau muncul setiap malam menjelang subuh. Diketahui dari jejak baru dan kematian ternak ayam dan itik di kebun masyarkat setiap pagi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan tim membentuk satgas Desa Mandiri Konflik Satwa Sulang Aling yang diketuai Umum Oleh Kepala Desa Rantau Panjang. Satgas ini bertugas sebagai tim dalam penaganan konflik di Desa Sulang Aling , memberikan laporan terhadap perkembangan kondsi penanganan konflik, bersama dengan satgas yang baru dibentuk ini tim melakukan pemasangan jerat kerangkeng sebagai upaya untuk panangkapan harimau untuk dipindahkan ke habitatnya kembali. Tim penanganan konflik TNBG, BBKSDASU dan Babinsa Koramil 17 Natal menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak bepergian sendirian jika melakukan aktifitas berkebun di ladang saat ini. Selain itu, Tim juga memberikan edukasi bahwa Harimau Sumatera ini adalah satwa yang dilindungi menurut undang-undang dan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan melanggar hukum terhadap satwa ini. Masyarakat melalui Kepala Desa Rantau Panjang menyamapaikan terimakasih karna atas respon cepat tim terhadap penanganan konflik satwa ini, dan berharap ada tindak lanjut kedepan nya dan masyarakat siap membantu tim melalui satgas yang sudah terbentuk di desa. Tim Satgas Penanganan Konflik TNBG juga melakukan koordinasi dengan Camat Muara Batang Gadis agar penanganan konflik satwa ini ditangani bersama setelah pulang dari lapangan. Sumber: Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Penandatanganan Kerjasama Antara Balai Besar KSDA Riau Dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo

Pekanbaru, 29 Juli 2020 - bertempat di Kantor Arsari Djojohadikusumo, MidPlaza 2, Jakarta telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara Kepala Balai Besar KSDA Riau dengan Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, yang disaksikan Dirjen KSDAE, Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen. KSDAE. Adapun kerjasama ini dilakukan terutama untuk konservasi spesies dan habitat Harimau Sumatera khususnya pada habitat ekosistem rawa gambut. Latar belakang dari kerjasama ini adalah intensitas konflik Harimau Sumatera dan manusia yang sering terjadi di Provinsi Riau, belum adanya tempat rehabilitasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau, tingginya ancaman perburuan dan aktivitas ilegal, perubahan dan degradasi serta fragmentasi habitat yang terjadi. Sebagai akibat dari menyempitnya habitat karena peralihan kawasan menjadi perkebunan, pemukiman dan HTI sehingga area jelajahnya menjadi terbatas dan sebagian besar berada di luar kawasan konservasi. Kasus kematian satwa liar terkhusus Harimau Sumatera beberapa kali terjadi terutama disebabkan karena kegiatan perburuan dengan pemasangan jerat satwa. Disamping kematian, juga menimbulkan adanya luka yang perlu penanganan secara medis. Upaya untuk melakukan pencegahan yang saat ini dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan operasi atau patroli sisir jerat secara rutin. Dengan melihat permasalahan yang terjadi selama ini terhadap Harimau Sumatera, maka Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau harus segera direalisasikan. Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatera akan dilaksanakan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Dimana areal kerjasama meliputi juga di Suaka Margasatwa Bukit Batu yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bengkalis. Keunggulan dari pusat konservasi ini adalah berada dalam Zona Inti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu, memiliki kurang lebih 200 ribu hektar Hutan Primer Rawa Gambut, dengan populasi satwa mangsa yang melimpah. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kematian Buaya Senyulong di Desa Marsawa

Pekanbaru, 2 Agustus 2020 - Petugas Resort Bukit Baling/Petai SKW I, Balai Besar KSDA Riau menerima laporan bahwa telah ditemukan seekor Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) dalam kondisi mati dengan posisi terbalik/terlentang di bendungan Waskita Karya, Desa Marsawa, Kec. Sentajo Raya, Kab. Kuantan Singingi. Menurut informasi dari pelapor, satwa tersebut telah dtemukan warga setempat sejak hari Jumat sore, tanggal 31 Juli 2020, tetapi baru dilaporkan pada hari Minggu. Buaya tersebut kemudian diamankan ke tepi bendungan. Setelah Balai Besar KSDA Riau menerima laporan, Tim langsung turun ke lapangan dan melakukan pengecekan serta pemeriksaan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi, Kasat Reskrim Polres Kuantan Singingi dan Kepala Desa Marsawa. Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda pada bagian tubuh satwa yang rusak, tetapi kondisi Buaya sudah mulai mengeluarkan bau busuk. Panjang satwa secara keseluruhan 3,1 meter. Selanjutnya Tim segera menguburkan di lokasi yang tidak jauh dari Buaya ditemukan, dilanjutkan dengan membuat Berita Acara Penguburan Satwa Buaya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama Hibah Program Sosial Bank Indonesia Tahun 2020

Jakarta, 3 Agustus 2020. Tahun 2020 merupakan tahun kedua pelaksanaan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dilaksanakan di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Program ini merupakan bentuk tanggung jawab Bank Indonesia sebagai pengendali sektor fiskal dan moneter di Indonesia terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Jika pada tahun 2019 Bank Indonesia Kantor Perwakilan Propinsi DKI Jakarta telah menyerahkan bantuan sosial di Taman Nasional Kepulauan Seribu senilai Rp 555.000.000 (Lima ratus lima puluh lima juta rupiah), maka pada tahun ini nominal bantuan yang diserahkan senilai Rp 862.522.000 (delapan ratus enam puluh dua juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah), dimana bantuan sosial ini diserahkan dalam bentuk sarana dan prasarana wisata alam di Pulau Kelapa Dua. Tanggal 29 Juli 2020 telah dilakukan penandatanganan berita acara serah terima PSBI tahun 2019 sekaligus penandatanganan naskah perjanjian hibah PSBI tahun 2020 di Ruang Rapat Dirjen KSDAE yang dihadiri oleh Setditjen KSDAE, Bapak Tandya Tjahjana, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Propinsi DKI Jakarta, Bapak Hamid Ponco Wibowo, Kepala Divisi Pembangunan Ekonomi Kantor Perwakilan BI provinsi DKI Jakarta, Bapak Djoko Raharto dan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu beserta tim. Dalam sambutannya Kepala BI Kantor Perwakilan Propinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa PSBI di Taman Nasional Kepulauan Seribu ini merupakan momen pertama kalinya Bank Indonesia melakukan kegiatan di Kawasan konservasi. Sebagai otoritas pemerintah dalam bidang fiskal dan moneter Bank Indonesia Perwakilan Propinsi DKI Jakarta menyampaikan Bahwa Prov DKI Jakarta berkontribusi sekitar 18-20% terhadap PDB Indonesia, atau terbesar dari seluruh Provinsi di Indonesia. Hal ini menjadikan Propinsi DKI Jakarta sebagai barometer perekonomian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir ini Jakarta telah mengalami transisi, keunggulan ekonomi beralih pada jasa dan ekonomi kreatif. Oleh karena itu PSBI ini diberikan untuk mendukung pengembangan wisata alam sejalan dengan ditetapkannya Kepulauan Seribu sebagai KSPN dan 10 destinasi wisata prioritas. Taman Nasional merupakan destinasi strategis di Kep Seribu. PSBI ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Kep seribu. Terpilihnya Pulau Kelapa Dua sebagai pilot project PSBI di Kepulauan Seribu karena dinilai cukup representatif untuk pengembangan wisata budaya, kuliner dan ekonomi kreatif. Ditilik dari segi geografis pulau ini terletak di antara resort-resort wisata di sebelah utara dan pulau pemukiman di sebelah selatan. Secara ketersediaan lahan Pulau Kelapa Dua masih cukup untuk pembangunan sarana wisata alam. Pulau ini juga memiliki keunikan dalam nilai sosial dan budaya, yang mana di Pulau ini masyarakatnya masih menjaga adat istiadat suku bugis meskipun mereka telah menempati pulau ini puluhan tahun yang silam. Sekditjen KSDAE mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi terhadap Bank Indonesia Kantor Perwakilan Propinsi DKI Jakarta atas terlaksananya PSBI di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Beliau berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan sebagai trigger (pengungkit) meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kepulauan seribu khususnya Pulau Kelapa Dua, dimana masyarakat di sekitar kawasan konservasi harus dijadikan subyek dalam pengelolaan sarpras wisata yang telah dibangun tersebut. Apresiasi serupa juga diberikan kepada Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan seribu yang telah banyak berbenah dalam pengembangan wisata alam di Kepulauan Seribu termasuk di dalamnya terjalinnya Kerjasama dengan multipihak termasuk salah satunya PSBI ini. Sebagai penutup Sekditjen KSDAE berpesan agar program ini dapat berjalan terintegrasi dan berkesinambungan, sehingga masyarakat sebagai entitas utama di Pulau Kelapa Dua merasakan langsung dampak pembangunan sarpras wisata ini terhadap perekonomian mereka. Sumber: Tegas Gentur Sosiasan, S. P. (Penyuluh Kehutanan pada Balai TN Kepulauan Seribu)
Baca Berita

Monitoring Pemberdayaan masyarakat Kelompok Tani Bonca Jaya

Mandailing Natal, 3 Agustus 2020. Kepala Balai TN Batang Gadis bersama dengan tim melaksanakan kegiatan monitoring pemberdayaan masyarakat Kelompok Tani Bonca Jaya Desa Huta Lombang, Kec. Puncak Sorik Marapi , yang berada di Seksi PTN Wilayah III Muarasoma (29 Juli 2020). Kepala Desa Huta Lombang dan Ketua Kelompok Tani Bonca Jaya ikut mendampingi tim dalam monitoring bantuan bibit ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat perkembangan bantuan bibit durian dan petai yang diberikan kepada kelompok tani pada bulan November 2019 lalu. Kepala Balai berharap Kelompok Tani Masyarakat merawat tanaman bibit yang diberikan agar memperoleh hasil yang baik kedepanya. Kepala Desa Huta Lombang dan anggota kelompok sangat senang dengan kunjungan tim monitoring bibit ini dan berharap kerjasama tetap terjalin antara TNBG dan Desa Huta Lombang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mereka tetap menjaga kawasan konservasi yang ada di desa mereka. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Road to HKAN 2020 Pelepasliaran Burung di SM Kuala Lupak

Barito Kuala, 30 Juli 2020 – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 yang mengambil tema ”Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam“ pada hari Rabu 29 Juli 2020 Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan kembali melepasliarkan empat ekor satwa jenis burung yaitu dua ekor burung Elang Bondol (Haliastur indus), satu ekor Elang Tikus (Elanus caeruleus) dan satu ekor Alap-Alap Besar (Accipiter virgatus) di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak tepatnya di Sungai Bahaur, Desa Sungai Telan Besar Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala. Pelepasliaran dilaksanakan oleh Barkati selaku Kepala Resort SM. Kuala Lupak dan anggota tim dengan menempuh perjalanan melalui jalur darat dari kandang transit BKSDA Kalimantan Selatan di Banjarbaru ke dermaga desa Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dengan jarak tempuh ±1,5 jam kemudian dilanjutkan perjalanan air menyusuri sungai menggunakan kelotok dengan jarak tempuh ±2 jam. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menjelaskan pelepasliaran burung ini merupakan rangkaian peringatan HKAN 2020 yang bertujuan untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat, mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Satwa yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil dari kegiatan penegakan hukum Ditreskrimsus Polda Kalsel. Sebelumnya satwa tersebut telah menjalani proses rehabilitasi di kandang transit BKSDA Kalimantan Selatan. Dr. Mahrus berharap agar kegiatan pelepasliaran satwa ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak memiliki dan memelihara satwa-satwa yang dilindungi secara ilegal dan biarkan mereka hidup di alam bebas. Dipilihnya kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kuala Lupak sebagai tempat atau lokasi pelepasliaran karena merupakan lokasi habitat yang cocok dan sekaligus sebagai pengayaan genetik. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Repatriasi Satwa Indonesia dari Filipina

Bitung, 30 Juli 2020. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Perwakilan RI di Filipina, telah memulangkan kembali 91 (sembilan puluh satu) individu satwa endemik Indonesia yang terdiri dari reptil : 2 ekor biawak Maluku (Varanus rainerguentheri), 3 ekor bengkarung (Tiliqua spp), mamalia : 2 ekor walabi (Dorcopsis hogeni), aves : 3 ekor Kasuari (Casuarius unappendiculatus), 4 ekor Julang Papua (Rhytceros plicatus), 1 ekor pergam (Ducula pinon), 10 ekor Kakatua Raja (Probosciger aterrimus), 39 ekor Kakatua koki (Cacatua galerita) serta 28 ekor burung paruh bengkok lainnya. Satwa-satwa tersebut tiba dalam kondisi sehat di Pelabuhan Bitung Sulut pada Kamis, 30 Juli 2020 dini hari, dan akan diobservasi di Pusat Penyelamatan Satwa di Bitung, sampai siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) selaku Management Authority (MA) CITES Indonesia menerima informasi dari CITES MA Filipina bahwa ada lebih dari 400 individu satwa yang disita pada tanggal 8 April 2019 dan perlu konfirmasi asal satwa. Berdasarkan identifikasi jenis satwa, Direktur KKH telah memberikan konfirmasi asal usul satwa tersebut dari Indonesia wilayah timur kepada Department of Environtment and Natural Resources (DENR). Selanjutnya, Pengadilan Maty City, pada tanggal 14 Oktober 2019 telah memerintahkan kepada Pemerintah Filipina untuk mengembalikan 134 satwa yang masih hidup kepada Pemerintah Indonesia. Sesuai dengan Article VII of the Convention dan Resolusi CITES Conf. 17.8., dan pertemuan bilateral antara MA CITES Indonesia dengan MA CITES Filipina, kedua pihak menyepakati untuk melakukan pemulangan satwaliar tersebut ke Indonesia. Selanjutnya dengan dukungan intesif Kementerian Luar Negeri, khususnya Perwakilan RI di Jenewa, Direktorat Astara, KBRI Manila dan KJRI Davao, dilakukan pertemuan bilateral dengan Pemerintah Filipina di berbagai kesempatan. Di tingkat nasional, koordinasi dilakukan Kementerian LHK khususnya Ditjen KSDAE (cq Dit KKH), Ditjen Gakkum (cq Dit PPH), Setjen (cq Biro KLN), dengan Kementerian terkait, diantaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, cq Ditjen Bea Cukai, dan berbagai pihak yag memiliki otorita dalam pengembalian satwa tersebut ke Indonesia. Selama proses pengadilan, satwa tersebut dititiprawatkan di The Davao Crocodile Park di bawah supervise KJRI Davao dan DENR region IX hingga saat pemberangkatan dari Davao tanggal 27 Juli 2020 pukul 19.00 Waktu Davao. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno, M.Sc. menyampaikan, “Pemulangan kembali atau repatriasi satwa Indonesia merupakan salah satu komitmen Pemerintah Indonesia dalam melindungi kekayaan hayati Indonesia melalui berbagai upaya penyelamatan satwa endemik dan langka. Tekad tersebut akan terus digaungkan oleh KSDAE, untuk selalu menyelamatkan satwa termasuk korban perdagangan illegal, melalui rehabilitasi dan pengembalian satwa liar tersebut ke alam. Karena rumah yang paling tepat untuk satwa liar tersebut adalah di habitatnya alaminya. Untuk itu, ucapan terimakasih disampaikan kepada berbagai pihak yang telah mendukung upaya penyelamatan satwa ini, Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI di Jenewa, Manila, Davao serta Direktorat Astara, Kementerian Keuangan (Ditjen Bea Cukai), Kementerian Pertanian (cq. Badan Karantina Hewan dan Direktorat kesehatan Hewan), Pemerintah Kota Bitung, dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, termasuk dengan Yayasan Masarang (PPS Tasikoki) dan UNDP-CIWT Project serta Kapal Gloria. Dirjen KSDAE juga menghimbau kiranya Parapihak dapat bergandengan tangan untuk mencegah berulangnya kejadian ini, karena energi untuk menyelesaikan dampak penyelundupan satwaliar ini sangat besar. Untuk itu, diperlukan kerjasama yang erat dan sinergi berbagai pihak di Indonesia dan kerjasama luar negeri, untuk menanggulangi penyelundupan satwa liar Indonesia ke berbagai negara lain. Kita dapat mulai dari negara-negara tetangga dan saudara kita di ASEAN. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Rasio Ridho Sani, di Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara, menyampaikan: “Kedekatan perbatasan Indonesia dengan Filipina di bagian utara menjadikan Sulawesi sebagai gerbang penyelamatan satwa Indonesia wilayah timur. Penguatan kerjasama pengawasan peredaran TSL antar pihak di wilayah Maluku, Papua dan Papua Barat (Ditjen KSDAE, Ditjen Gakkum, Kepolisian, Bea dan Cukai, serta mitra lainnya) sangat penting dalam pencegahan penyelundupan dan perdagangan illegal TSL” Untuk itu kerjasama dengan Aparat penegak hukum, dan Penjaga kedaulatan Indonesia wilayah Indonesia Timur akan diperkuat, khususnya mencegah penyelundupan satwaliar Indonesia yang merupakam symbol kedaulatan Indonesia di kancah Internasional. Walikota Bitung, Maximillian Jonas Lomban, menyampaikan, “Pemerintah Kota Bitung sangat senang dan bangga dapat ikut berpartisipasi dalam proses repatriasi satwa-satwa Indonesia. Pemerintah Kota Bitung mempunyai komitmen untuk terus mendukung konservasi keanekaragaman hayati, termasuk menjaga kelestarian satwa-satwa endemik Sulawesi Utara melalui berbagai program yang kami jalankan, seperti kampanye penyadartahuan kepada masyarakat untuk tidak berburu maupun menkonsumsi satwa liar dan program edukasi kepada siswa sekolah. Sehingga kekayaan hayati yang kita miliki masih dapat dinikmati anak cucu kita.” Noel Layuk Allo, Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, menyatakan upaya penyelamatan satwa liar terus dilakukan oleh Balai KSDA Sulut. Balai KSDA Sulut bersama dengan BKSDA Maluku dan Papua Barat serta Papua, akan terus meningkatkan kerjasama dalam rangka menjaga populasi biodiversitas di habitat alaminya. Akhir tahun lalu kami telah melepasliarkan satwa hasil rehabilitasi PPS ke Maluku, sebanyak 47 satwa. Memperhatikan 91 satwa yang direpatriasi dari Davao ini, menunjukan bahwa fasilitas PPS belum dapat ditutup dan masih diperlukan untuk rehabilitasi sebelum siap dilepasliarkan di alamnya. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan Yayasan Masarang yang telah mendukung kami dalam melakukan rebilitasi satwaliar di fasilitas PPS Tasikoki. Kami, BKSDA Sulut sangat prihatin dengan maraknya penyelundupan TSL khususnya yang melalui jalur Sulawesi Utara. Untuk itu kami akan terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi lain untuk mencegah penyelundupan dan kejahatan terhadap TSL Indonesia. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Utara Narahubung: Nunu Anugrah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat-KLHK (0812 8133 1247) Nining Ngudi Purnamaningtyas, Kepala Subdit Penerapan Konvensi International, Dit KKH (0812 3783 585) Noel Layuk Allo, Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara (0811 460 588)
Baca Berita

Pelepasliaran Bekantan Road to HKAN 2020

Barito Kuala, 29 Juli 2020 – Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020, Balai KSDA Kalimantan Selatan telah dan terus melakukan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak bulan April 2020. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan hari Rabu 29 Juli 2020 adalah pelepasliaran 1 ekor satwa dilindungi jenis Bekantan di TWA Pulau Bakut, dimana Bekantan tersebut merupakan satwa sitaan Ditkrimsus Polda Kalimantan Selatan dari perdagangan satwa ilegal. Hari Konservasi Alam Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus, merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Hari Konservasi Alam Nasional, atau yang biasa disingkat HKAN memiliki tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat, mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Pelepasliaran Bekantan di TWA Pulau Bakut dilaksanakan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala Resort TWA Pulau Bakut Imam Riyanto, S.Hut dan seluruh anggota Resort. Dipilihnya TWA Pulau Bakut sebagai salah satu lokasi dalam rangkaian peringatan HKAN Tahun 2020 karena TWA Pulau Bakut merupakan habitat Bekantan serta merupakan lokasi Role Model Balai KSDA Kalimantan Selatan yang mengusung tema “Pengembangan Wisata Alam dan Santuari Bekantan Riparian Berbasis Masyarakat”. Tujuan role model ini adalah mengoptimalkan fungsi kawasan konservasi TWA Pulau Bakut sebagai taman wisata yang dapat memberikan manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial terhadap masyarakat sekitar. Tujuan lainnya adalah meningkatkan peran serta dan usaha ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Dr. Mahrus berharap agar Bekantan yang dilepasliarkan tumbuh sehat dan berkembang biak dengan baik sehingga dapat menambah jumlah populasi Bekantan yang ada saat ini dan dapat memberikan manfaat untuk pendidikan konservasi dan kegiatan ekowisata. (ryn) Sumber : Imam Riyanto, S.Hut - Kepala Resort Taman Wisata Aalam Pulau Bakut Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Tim Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop Sosialisasi di Wilayah Resort Moy

Jayapura, 28 Juli 2020. Tim Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop, melaksanakan sosialisasi Pemulihan Ekosistem. Kegiatan berlangsung di Balai Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, pada Selasa (28/7) pukul 10.00-14.00 WIT. Kawasan ini merupakan wilayah kerja Resort Moy, Balai Besar KSDA Papua. Di antara tujuan sosialisasi adalah memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah Resort Moy, terkait kegiatan Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Selain itu, tim Pemulihan Ekosistem juga menyampaikan hasil data lapangan dari pelaksanaan kegiatan Orientasi Lapangan Pemulihan Ekosistem seluas 28 hektar di wilayah Resort Moy. Sosialisi ini dirangkai dengan penandatangan pernyataan bersama Pemeliharaan Tanaman di Cagar Alam Pegunungan Cycloop, seluas 28 hektar tersebut. Pihak-pihak yang hadir dalam sosialisai, yaitu perwakilan Dewan Adat Suku, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pemerintah Kampung Sabron Sari, Pemerintah Distrik Sentani Barat, MMP Moy, Resort Moy, unsur TNI dan Polri, serta tim dari BBKSDA Papua. Total peserta yang hadir dalam sosialisasi berjumlah 28 orang. Salah satu anggota tim Pemulihan Ekosistem, Chandra Irwanto Lumban Gaol, menyampaikan bahwa sosialisasi berjalan dengan lancar dan baik. Semua peserta memberikan apresiasi, dan sepenuhnya mendukung rencana kegiatan Pemulihan Ekosistem. Chandra menambahkan, “Kegiatan ini tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan selama pandemi.” Sementara, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyatakan, “Sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan HKAN 2020. Baik secara pribadi maupun mewakili instansi, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pemulihan ekosistem Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Kegiatan ini memerlukan perhatian kita semua. Tentu prosesnya juga panjang, mulai penanaman, perawatan, sampai semua pohon tumbuh dewasa dan bisa memulihkan ekosistem di Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Jadi, saling bersinergi di antara semua pihak merupakan langkah yang sangat penting kita lakukan bersama.” (djr) Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

On Air Radio Road To HKAN 2020

Banjarbaru, 29 Juli 2020 – Dalam rangka lebih menggaungkan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 yang jatuh pada tanggal 10 Agustus mendatang, BKSDA Kalsel ambil peran dalam program talk show di Radio Nirwana FM Banjarbaru. Peringatan HKAN bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat, serta mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Dalam wawancara yang dipandu oleh Sdr. Adam Subayu, Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menuturkan bahwa nilai penting HKAN adalah menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, memasyarakatkannya, dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Masyarakat diberikan peran lebih untuk turut berkontribusi dalam penyelamatan ekosistem, imbuhnya. Skema Kemitraan Konservasi merupakan wujud nyata pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Rangkaian Kegiatan HKAN 2020 ini secara nasional telah dimulai sejak Bulan April yang lalu dan akan berlanjut sampai Bulan November 2020 di seluruh wilayah Indonesia. Puncak HKAN rencananya akan diselenggarakan pada Bulan November di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur, dengan menyelenggarakan Pameran HKAN, penyerahan anugerah konservasi dan launching healing forest (jika kondisi sudah memungkinkan terkait pandemi). Beberapa kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan dalam rangka Road To HKAN 2020 di Kalsel adalah: pada bulan April telah dilakukan kegiatan Pelepasliaran Bekantan di SM Pulau Kaget. Sementara bulan Juli-September kegiatannya berupa aksi bersih-bersih kawasan koservasi di TWA Pelaihari, TWA Pulau Bakut, TWA Pulau Burung Pulau Suwangi, Kampanye on air di Radio Nirwana (Banjarbaru, Pelaihari dan Batulicin) dan Pelepasliaran satwa di kawasan konservasi (SM Pelaihari dan SM Kuala Lupak). Dibagian akhir Dr. Mahrus menghimbau untuk bersama berhati-hati terhadap Karhutla karena kemarau sudah mulai terasa. Kebakaran hutan dan lahan akan memusnahkan tempat hidup satwa dan tumbuhan. Keberadaan satwa dan tumbuhan akan menjaga keseimbangan di alam, sehingga kehidupan manusia juga bisa menjadi damai dan nyaman. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kunjungan Wakil Menteri KLHK ke ANECC

Medan, 29 Juli 2020 - Wakil Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bapak Alue Dohong, S.E.,M.SC.,Ph.D. bersama dengan Bapak Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Bapak Sekretaris Direktorat Jenderal Balai Pengelolaan DAS HL, Bapak Direktur Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Ibu Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan Bapak Plt. Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Utara, serta Pemerintah Kabupaten Simalungun dan rombongannya melaksanakan kunjungan dalam rangka Reaktivasi Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) pada hari Kamis, 23 Juli 2020. Kegiatan ini berlangsung di Aek Nauli Elephant Conservation Camp yang dimulai dengan Pemotongan Pita sebagai simbolis bahwa ANECC sudah dibuka kembali dengan pengunjung terbatas akibat dari adanya pandemik Covid-19. Rombongan juga melanjutkan acara dengan Edukasi Gajah dan Pemberian Pakan Gajah serta Foto Bersama. Semoga Bapak Wamen dan Rombongan bisa segera berkunjung kembali ke Sumatera Utara terutama ANECC ya. Sumber: Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Kunjungan Tim NGO FLIGHT ke Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 29 Juli 2020. – Pada Hari Selasa, 28 Juli 2020 Balai Besar KSDA Riau menerima Tim NGO FLIGHT. Kedatangan Tim untuk menyampaikan plakat penghargaan dan terimakasih atas pencegahan dan penanggulangan serta perdagangan illegal jenis burung oleh Balai Besar KSDA Riau dan Balai Gakkum Wil. Sumatera serta berniat melakukan kerjasama penanganan burung melalui programnya. Balai Besar KSDA Riau mengajak FLIGHT untuk bersama sama melakukan program pencegahan dengan mendorong masyarakat mengurus izin ke Balai Besar KSDA Riau. Semoga kita dapat bersama sama untuk melakukan pelestarian terhadap satwa jenis Burung. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pembersihan OWA Deles Indah, Sebagai Upaya Menjaga Kebersihan dan Kerapian OWA

Klaten, 29 Juli 2020. Kebersihan menjadi sebuah parameter yang mudah dilihat dari sebuah Obyek Wisata Alam (OWA). Pengelolaan OWA yang baik pasti harus bersih dan tertata rapi. Demikian juga dengan OWA Deles Indah, yang berlokasi di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Selama pandemi Covid19 OWA Deles Indah ini tidak menerima kunjungan, sejak pertengahan Maret 2020 hingga saat ini. Akan tetapi kegiatan bersih-bersih OWA menjadi sebuah rutinitas dari rekan-rekan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian OWA. Dalam rangka Road to HKAN 2020, pada Rabu, 29 Juli 2020, segenap pegawai TNGM beserta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Desa Sidorejo, Desa Tegalmulyo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan OWA Deles Indah. Kegiatan pembersihan OWA ini selain sebagai kegiatan rutin, juga sebagai upaya untuk mempersiapkan reaktivasi OWA. Kerja bakti pembersihan OWA ini juga telah dilaksanakan di OWA Jurang Jero (Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang) pada hari Jumat, 10 Juli 2020, serta OWA Tlogo Muncar (Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman) pada hari Jumat, 17 Juli 2020 yang lalu. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

Menampilkan 3.281–3.296 dari 11.141 publikasi