Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai TN Kutai Road to HKAN, Menanam Untuk Orangutan

Bontang, 9 Agustus 2020. Berbeda dengan tahun sebelumnya, puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020, merupakan momen istimewa bagi Balai Taman Nasional Kutai, karena mendapat kesempatan istimewa menjadi tuan rumah. Menjelang puncak peringatan HKAN tahun 2020 yang diperingati tanggal 10 Agustus setiap tahunnya, Balai Taman Nasional Kutai menyelenggarakan berbagai kegiatan. Aksi bersih sampah yang rutin dilaksanakan setiap jumat, penanaman pohon, lomba berkisah, lomba vlog, lomba foto dan berbagai kegiatan lainnya. Tanggal 8 Agustus 2020, bertempat di Prevab- Resort Sangatta, Keluarga besar Balai TN Kutai, melaksanakan penanaman pohon pakan orangutan. Prevab- Mentoko merupakan salah satu site monitoring populasi orangutan di TN Kutai dan terkenal dengan "camp kakap" nya yang merupakan pusat penelitian orangutan. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Dua Perayaan BBTN Kerinci Seblat Untuk Konservasi

Curup, 8 Agustus 2020. Peringatan Hari Harimau Sedunia atau lebih dikenal sebagai Global Tiger Day (GTD) yang jatuh di setiap akhir Juli kali ini dirayakan dengan cara yang berbeda dan menjadi momentum untuk berefleksi dan memperkuat upaya Konservasi Harimau Sumatera. Perayaan dipusatkan di kawasan Objek Wisata Alam Hutan MADAPI Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berbatasan dengan Desa Pal VIII Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini diinisiasi oleh Balai Besar TNKS, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan didukung oleh Fauna-Flora International Indonesia Program (FFI-IP). Seremonial GTD kali ini dirancang sebagai bagian dari Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020 melalui Dialog Publik dengan Masyarakat Sekitar Kawasan TNKS pada Kabupaten Rejang Lebong dengan mengusung tema “Masyarakat Peduli, TNKS Lestari dan Harimau Sumatera Terlindungi” yang dihadiri oleh Gubernur Bengkulu DR. H. Rohidin Mersyah dan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam & Ekosistem Ir. Wiratno , M.Sc. pada hari ini, Sabtu 8 Agustus 2020. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, berpesan “Peringatan HKAN adalah momentum untuk melihat kembali upaya dan hasil konservasi alam yang telah dilakukan dan apa yang harus ditingkatkan ke depan. Kemudian aksi konservasi alam yang diangkat dan dilaksanakan pada peringatan HKAN tentunya hanya merupakan contoh untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari”. Beberapa rangkaian acara telah dilakukan sebelumnya, seperti Lomba dan Desain Poster Digital Printing Harimau Sumatera dan inisiasi pemberdayaan masyarakat melalui skema kemitraan Konservasi, bantuan usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan jasa lingkungan di 5 desa pada zona tradisional, pemberdayaan ekonomi produktif pada 5 desa serta pemanfaatan jasa lingkungan sebanyak 4 desa. Direktur Jenderal KSDAE Wiratno, menyampaikan bahwa dukungan desa-desa di sekitar Kawasan merupakan motor penggerak utama dalam menjalin harmonisasi hidup berdampingan. Desa-desa akan terus bisa berperan dalam Konservasi alam yang didukung penuh oleh Pemerintah Daerah dalam bentuk upaya kongkrit yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Momen peringatan GTD kali ini juga dijadikan sebagai Penetapan Hutan MADAPI TNKS sebagai Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup, Konservasi dan Wisata yang merupakan salah satu situs warisan dunia Hutan Hujan Sumatera. Sebagai rangkaian HKAN, dilakukan penanaman pohon peneduh pada area Camping Ground Hutan MADAPI Bhakti Bumi, bersama perwakilan masyarakat Utama di 14 desa dampingan BBTNKS. TNKS sebagai The Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) merupakan World Heritage Site (WHS) atau warisan alam dunia pada tahun 2004 oleh UNESCO dan saat ini berada dalam daftar warisan dunia dalam bahaya (The List of World Heritage in Danger - WHD), akibat ancaman yang terus berlanjut bagi Harimau Sumatera dan habitatnya di Kawasan Kerinci Seblat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Semangat Juli dan Debby Mengikuti Diklat Pembentukan PEH Secara Virtual

Merauke, Agustus 2020. Diklat Pembentukan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Pertama Angkatan III, IV, dan V Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diselengarakan tanggal 13 – 27 Juli 2020 silam terasa sangat berbeda dari Diklat Pembentukan PEH yang sebelumnya, karena pandemi Covid-19 menjadikan Diklat Pembentukan PEH dilaksanakan secara jarak jauh atau online untuk pertama kalinya. Juli Kardo Simanjuntak, S.Hut. dan Deby Sita Dalnaris, S.Hut. tercatat sebagai peserta Diklat Pembentukan PEH Pertama dari Balai Taman Nasional (TN) Wasur. Ibu Sinta Patra Kumala, S.Si., M.P. Kepala Sub Bidang Diklat Fungsional dan Karyasiswa selaku narasumber menyampaikan diklat ini untuk membangun sikap, kepribadian dan budaya kerja yang dapat menunjang keberhasilan dan meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas, serta membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar dapat melaksanakan tugas PEH sesuai butir kegiatan yang telah ditetapkan. Diklat secara virtual memiliki beberapa kendala antara lain 1) Masalah sinyal jaringan internet yang kurang stabil menyebabkan terganggunya koneksi aplikasi Zoom Meeting yang digunakan untuk tatap muka jarak jauh antara para peserta dengan Mentor; 2) Apabila sudah disconnected dari Zoom Meeting, maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terhubung kembali dengan Mentor di dalam Zoom Meeting tersebut; 3) Kesulitan meminta petunjuk dan arahan langsung dari Mentor selama melaksanakan tugas praktek, namun dengan bantuan dari rekan-rekan PEH Balai TN Wasur, pada akhirnya tugas pengumpulan data kuota pengunjung TN Wasur dapat terkumpul dalam waktu singkat. "Kami berharap, semua sesi pembelajaran dalam diklat dapat diunggah melalui media Youtube agar dapat dilakukan review oleh para peserta diklat yang tidak sempat mengikuti proses pembelajaran jarak jauh via Zoom Meeting dengan lancar" ungkap Juli dan Debby. Materi dan ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dalam mendukung dan menjadi referensi bagi seorang PEH dalam mengaplikasikannya di UPT masing-masing. Beberapa materi dan ilmu tersebut antara lain mengulas tentang 1) Wawasan Pejabat Fungsional PEH; 2) Pengelolaan Wisata Alam dan Jasa Lingkungan; 3) Pengelolaan Konservasi Jenis; 4) Penyusunan Bahan Sosialisasi / Diseminasi, 5) Penyiapan Bahan Pengembangan PEH; 6) Pemantauan dan Evaluasi PEH dan 7) Pengembangan Profesi dan Penyusunan DUPAK dengan total jumlah jam pelajaran sebanyak 77 JPL (Jam Pelajaran). Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Tingkat Ahli Jenjang Pertama (selanjutnya disebut Diklat Pembentukan PEH Pertama) diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Pasal 70 ayat (b) yang disebutkan bahwa Jabatan Fungsional ditetapkan dengan salah satu kriteria yaitu memiliki keahlian tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi dan/atau penilaian tertentu. Lebih lanjut, dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 50 Tahun 2012 Pasal 27 Ayat (2) dan Ayat (4) telah disebutkan bahwa terdapat 5 syarat yang harus dipenuhi oleh PNS untuk diangkat yang pertama kali dalam jabatan PEH Ahli.(dsjk). Sumber : Deby Sita Dalnaris, S.Hut. dan Juli Kardo Simanjuntak, S.Hut. - Calon PEH Balai Taman Nasional Wasur
Baca Berita

Persiapan Pemuda Jinato Peringati Hari Konservasi Alam Nasional & HUT RI-75

Resor Jinato, Taman Nasional Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 07 Agustus 2020. Jauh, terpencil tidak menyurutkan semangat pemuda pulau Desa Jinato untuk melakukan aksi positif, untuk bangsa dan lingkungan sekitarnya, mereka tidak mau kalah dengan pemuda-pemuda di kota atau tempat lain. Bertempat di kantor desa Jinato, semalam (06/08) para pemuda ini melakukan rapat bersama yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Konservasi Jinato, Karang Taruna Jinato, Pemerintah Desa Jinato dan personil Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Jinato, Balai Taman Nasional Taka Bonerate "Kita padukan kegiatan desa dan pihak balai dalam ini SPTN Wilayah 2 dan ini juga sudah dikomunikasikan dengan bu Sulis (Kepala Desa)," ucap Riswan sekretaris desa Jinato Mereka membahas penyambutan Hari Konservasi Alam Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus dan persiapan untuk menyambut HUT RI ke 75 di desa. "Kami jauh dari daratan tapi kami juga mau berkontribusi dalam kegiatan ini," kata Akbar ketua Komunitas Pemuda Konservasi Jinato Dalam rapat segala sesuatu giat lingkungan dan acara disepakati dalam menyambut dua kegiatan perayaan besar ini. "Beberapa kegiatan yg akan dilakukan antara lain, bersih pantai, penanaman pohon, transplantasi karang, lomba antar dusun, serta upacara bendera dibawah laut," jelas Qalbi Ansar perwakilan dari Resor Jinato Semua kegiatan tetap akan mengikuti protokol kesehatan demi pencegahan penyebaran covid 19, tambah Ansar. "Alhamdulillah, kami berterima kasih atas semangat dan support pemuda Desa Jinato yg akan menjadi energi besar buat kami dalam beraktivitas," ucap Kepala SPTN Wilayah 2 Jinato, Aisyah Amnur. Semoga sukses giat bersamanya anak muda harapan desa dan bangsa. Merdeka, Salam Lestari!!! Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Foto : Qalbi Ansar - TPHL; Teks : Asri - PEH Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Asah Skill SDM Balai TaNaGuPa Ditengah Pandemi

Ketapang, 7 Agustus 2020. Balai Taman Nasional Gunung Palung bersama Fauna & Flora International (FFI) kembali mewadahi para staf dan pegawai untuk meningkatkan kapasitas SDM yang dimiliki, salah satunya dengan mengadakan Pelatihan Monitoring Kawasan Hutan Menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau yang biasa kita kenal dengan Drone hingga penggunaan aplikasi GIS (Geographic Information System) yang perdana digelar di Balai Taman Nasional Gunung Palung. Sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari Staff Balai Taman Nasional Gunung Palung, Fauna & Flora International serta BKSDA Kalimantan Barat yang mengikuti pelatihan UAV & GIS ini. Kegiatan digelar selama 4 hari, mulai tanggal 3 hingga 6 Agustus 2020 agar para peserta pelatihan dapat mengerti tentang jenis jenis UAV dan fungsinya,dapat mengoperasikan dan melakukan perencanaan pemotretan foto udara, serta dapat mengolah dan melakukan analisis hasil pemotretan foto udara. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai M. Ari Wibawanto yang didampingi Kasubag Tata Usaha, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I dan Kepala SPTN II dimana kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Taman Nasional Gunung Palung, Ketapang. Materi pada pelatihan kali ini disampaikan oleh Saudara Fazlurrahman Shomat yang merupakan salah satu staf GIS dan remote sensing dari FFI-IP. "Di tengah situasi pandemi ini, pengembangan kapasitas SDM kita harus tetap dilaksanakan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada, Dengan pelatihan UAV dan penggunan aplikasi GIS ini diharapkan akan menjadi salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan dalam memonitoring kawasan berhutan seperti daerah-daerah yang di indikasikan terjadinya deforestasi," jelas Kepala Balai, Senin (3/8/2020). Beliau juga meyakini Pelatihan UAV / Drone hingga penggunaan GIS ini sangat penting untuk diterapkan di lapangan. Efektivitas pengelolaan kawasan bisa dilihat dari tutupan lahan dan untuk mengetahui tutupan lahan kita bisa memanfaatkan aplikasi GIS ini . Banyak manfaat yang kita dapatkan jika kita sudah mampu menjalankan UAV & GIS contohnya dapat berguna untuk petaan kondisi wilayah di tingkat tapak misalnya untuk open area, potensi kehati, sebaran hotspot dan karhutla. “Jadi dimohon untuk para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sampai sejelas - jelasnya sehingga bisa di aplikasikan dilapangan,” tandas Pak Ari Wibawanto. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Prodak Lokal dari Desa Tambuna TN Taka Bonerate

Tambuna, Taman Nasional Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 06 Agustus 2020. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Indonesia tahun 2020 mengambil Tema Besar “Indonesia Maju” yang merupakan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang disempurnakan dengan penambahan logo “Bangga Buatan Indonesia” sebagai upaya menumbuhkan kecintaan warga negara pada produk dalam negeri. Beberapa kelompok binaan Balai TN Taka Bonerate mengembangkan prodak lokal, seperti halnya Kelompok Usaha Melati di desa Tambuna, kecamatan Taka Bonerate, Kepulauan Selayar. "Alhamdulillah pemasarannya sudah cukup luas bukan hanya lokalan saja tapi sudah keluar daerah," jelas Syamsuriani (Nani) Penyuluh sekaligus salah satu pendamping kelompok. Bulan lalu untuk meningkatkan usaha produktivitas prodak dari Balai TN Taka Bonerate mengucurkan dana bantuan. "Bulan juli kemarin sekitar 45 juta dari Balai berikan bantuan dan semoga ini bisa meningkatkan kelompok," ujar Aisyah Amnur Ka. SPTN Wilayah 2 Jinato Nah, #sahabatjinato yang penasaran ingin melakukan pemesanan bisa hubungi CP. Garoppo Juku : +62 821-9295-9071. Bahan Ikan segar tanpa bahan pengawet kaya protein. [ Sumber Foto ©? Syamsuriani - Penyuluh, Teks oleh @asritntbr - PEH SPTN Wilayah 2 Jinato, Balai TN Taka Bonerate ]
Baca Berita

TN Meru Betiri Jalani Verifikasi Sehat Wisata New Normal

Kamis, 6 Agustus 2020 – Taman Nasional Meru Betiri (TN Meru Betiri) sedang melangkah menuju Destinasi Wisata Sehat sesuai Protokol Kesehatan Covid-19, berbagai persiapan sudah dilakukan dalam rangka Reaktivasi Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di TN Meru Betiri. Persiapan sarana prasarana pendukung sesuai protokol kesehatan Covid-19 antara lain berupa SOP protokol wisata new normal, tempat cuci tangan, hand sanitizer, tenda observasi/isolasi, papan-papan himbauan, tanda jaga jarak di setiap sarana umum, serta kelengkapan petugas berupa masker, face shield, dan sarung tangan. Selain itu, TN Meru Betiri bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi telah mengadakan pelatihan standarisasi pelayananan wisata new normal era pandemi Covid-19. Kegiatan ini dalam rangka percepatan reaktivasi ODTWA TN Meru Betiri yang telah ditutup selama pandemi Covid-19, dimana penutupan tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat pelaku wisata di sekitar kawasan TN Meru Betiri. Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman (3/8) menyampaikan pembukaan ODTWA di TN Meru Betiri merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Dampak pandemi saat ini sangat memukul ekonomi masyarakat, sehingga kami memberanikan diri untuk membangun kembali sektor pariwisata di TN Meru Betiri meskipun ditengah kondisi pasca amuk massa beberapa bulan lalu,” kata Maman. “Selain itu kami selalu melakukan koordinasi dan konsultasi secara intensif dengan Satgas Covid-19 Pemerintah Kabupaten, dan akan mengajukan verifikasi untuk mendapatkan rekomendasi Bupati.“ imbuhnya. Menyambut itu, Tim Verifikasi Wisata Sehat Kabupaten Banyuwangi, Rabu (5/8) melakukan verifikasi untuk proses sertifikasi protokol kesehatan Covid-19 sebagai syarat pembukaan destinasi wisata. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi sekaligus Ketua tim verifikasi, Husnul Chotimah menjelaskan sertifikasi terhadap sektor wisata dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan, kesehatan dan keselamatan bagi semua yang terlibat, baik pengelola maupun pengunjung. “Sertifikasi ini merupakan cara Banyuwangi untuk memberi jaminan kepada wisatawan. Karena kami sadar di masa pandemi ini bukan hanya pelayanan yang menjadi penilaian, namun kesehatan dan keamanan kini menjadi yang utama,” ujarnya. Dari hasil evaluasi yang dilakukan tim verifikasi Banyuwangi, TN Meru Betiri berhasil lolos verikasi dan mendapatkan sertifikat destinasi wisata sehat di Banyuwangi. Menurut tim verifikasi masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi pengelola wisata TN Meru Betiri terkait komitmen untuk menaati SOP prokotol Covid-19. “Sertifikat ini tidak permanen, jadi akan dilakukan pemantuan terus oleh kabupaten sehingga sewaktu-waktu apabila tidak memenuhi standar akan dicabut,” ujar Husnul. “Selain itu pengelola wajib mengutamakan masyarakat setempat sebagai pemandu dan memberi pelatihan sehingga selalu mematuhi standar protokol kesehatan,” imbuhnya kemudian. Sebagai bukti TN Meru Betiri merupakan salah satu destinasi wisata yang lolos, Tim verifikasi Banyuwangi melakukan penempelan stiker dan pemberian label sehat untuk destinasi TN Meru Betiri di aplikasi Banyuwangi Tourisme. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Pacu Usaha Ekonomi Desa Penyangga, Balai TN Matalawa Menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Desa Binaan

Waingapu, 5 Agustus 2020. Ketergantungan masyarakat desa yang tinggal di sekitar kawasan hutan biasanya cukup tinggi. Hutan dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, akses jalan, air, hingga sumber daya utama yakni kayu yang bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan menjadi sebuah jalan untuk mengurangi kemungkinan konflik yang terjadi antara masyarakat dan pengelola kawasan hutan. Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang kawasannya berada di 3 Kabupaten di Pulau Sumba, memiliki lebih dari 40 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan. Potensi konflik cukup besar karena tingkat ekonomi masyarakat masih rendah serta tingginya ketergantungan masyarakat pada kawasan hutan. Mengantisipasi hal tersebut serta meningkatkan perekonomian masyarakat, Balai TN Matalawa telah melakukan berbagai program seperti pemberdayaan masyarakat, pembelian alat bantu pertanian dan perkebunan, dan pembudidayaan hewan dan tumbuhan. Akan tetapi, program yang telah dilakukan selama ini ternyata kurang memberikan dampak kepada masyarakat. Pada tahun 2020 ini, Balai TN Matalawa membuat program baru yakni melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dengan memberikan bantuan modal dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat desa melalui kelompok desa binaan. Bantuan pendanaan sebesar 40 (empat puluh) juta rupiah ini nantinya akan digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan sektor usaha produktif di masing-masing desa seperti pembibitan MPTS (multi purpose tree species), pembuatan keripik singkong, kunyit bubuk (jamu), maupun peternakan. Pemberian bantuan modal usaha produktif secara langsung diserahkan Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., di aula Kantor Balai TN Matalawa di Waingapu, Rabu, 5 Agustus 2020. Hadir dalam acara tersebut, ketua kelompok masyarakat dari Desa Ramuk, Desa Wanggameti, dan Desa Katikuwai sebagai penerima bantuan modal, serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hastoto Alifianto, S.Hut, M.Si, dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, Vivery Okthalamo, S.Hut, dan beberapa pejabat fungsional lain. Kelompok dari ketiga desa ini akan memprioritaskan usaha pada pembibitan MPTS serta pembuatan keripik dari jenis umbi-umbian yang tersebar cukup banyak di desa mereka. Dalam arahannya, Kepala Balai menyampaikan kepada seluruh penerima bantuan modal peningkatan ekonomi produktif untuk dapat menggunakan modal dengan baik serta meningkatkan kreativitas dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Bantuan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan msayarakat terhadap kawasan TN Matalawa dan meningkatkan kerjasama dalam pengawasan TN Matalawa dari segala gangguan seperti ancaman kebakaran hutan, illegal logging, dan perburuan satwa. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Melalui Penanaman Bakau, BKSDA Kalsel Peringati Hari Mangrove Sedunia 2020

Barito Kualaa, 4 Agustus 2020 – Indonesia menyambut Hari Mangrove se-dunia dengan menjaga kelestarian ekosistem Mangrove, yang dibuktikan dengan penanaman bibit mangrove secara serentak di seluruh Indonesia pada hari Senin, 3 Agustus 2020. Hari Mangrove Sedunia ditetapkan pada Tahun 2015 oleh UNESCO, yang mengamanatkan peringatannya setiap 26 Juli, yang tercantum dalam dokumen Proclamation of The International Day for The Conservation of The Mangrove Ecosystem. Sehari kemudian, Selasa 4 Agustus 2020, Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) sebagai salah satu UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang kawasannya didominasi kawasan mangrove juga turut memperingati Hari Mangrove Sedunia 2020. Peringatan kali ini di tandai dengan melaksanakan penanaman bibit bakau di salah satu tambak milik mitra BKSDA Kalsel, di Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak. Kegiatan penanaman kali melibatkan pihak BKSDA Kalsel, petambak selaku mitra BKSDA Kalsel dalam kegiatan kemitraan konservasi dan masyarakat sekitar kawasan. Jumlah bibit yang ditanam dalam kegiatan ini adalah 2.020 batang, dengan jenis Rhizopora mucronata. Penanaman lanjutan dilaksanakan oleh anggota kelompok tani seluas 18,5 hektar dengan jarak tanam 3×3 meter. Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dalam kegiatan ini didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si dan Kepala Resort KSDA SM Kuala Lupak dan SM Pulau Kaget, Ahmad Barkati. Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan saat ini pemerintah sangat menaruh perhatian terhadap kelestarian hutan mangrove, mengingat banyaknya manfaat hutan mangrove khususnya bagi masyarakat sekitar. Kepala Balai juga menyampaikan kepada masyarakat petambak selaku mitra agar menjaga dan merawat kawasan mangrove, karena kawasan mangrove sebagai penahan abrasi dan angin laut, sebagai penyerap karbon di udara. Selain itu kawasan mangrove juga dapat memberikan manfaat ekonomis dan pariwisata. Sebagai penutup, Kepala Balai juga berpesan agar bibit yang telah ditanam adalah sebagai warisan bagi anak cucu dimasa yang akan datang. (ryn) Sumber : Cecep Budiarto, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kepala Balai KSDA Yogyakarta Tinjau Program Social Forestry Masyrakat Daerah Penyangga SM Paliyan

Yogyakarta 5 Agustus 2020, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi didampingi Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, Kepala Resort SM Paliyan dan Manager Lapangan PT Rimba Partikel Indonesia (RPI) melakukan peninjauan ke lokasi Program Social Forestry masyarakat daerah penyangga SM Paliyan di Gunungkidul, Selasa (4/8/20). Kegiatan Social Forestry masyarakat daerah penyangga SM Paliyan ini merupakan pengembangan dari pelaksanaan program kerjasama yang dilakukan Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) melalui PT RPI. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendorong pembangunan hutan milik masyarakat di sekitar kawasan SM Paliyan yang diarahkan untuk menambah tutupan lahan sekitar kawasan SM Paliyan dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penanaman kayu industri. Program ini telah dilaksanakan secara kontinyu sejak tahun 2016, dimana setiap tahunnya di awal musim penghujan MSIG bekerjasama dengan Balai KSDA Yogyakarta menyediakan bibit secara gratis kepada masyarakat sebanyak 40.000 – 50.000 bibit yang terdiri atas jenis-jenis seperti Sengon, Gmelina, Eucalyptus dan Akasia. Sejak tahun 2019, penyediaan bibit dilakukan oleh kelompok tani hutan (KTH) Ngudi Rejeki. Di tahun 2020 ini, KTH Ngudi Rejeki membuat 20.000 bibit Sengon. Untuk dapat menghasilkan bibit yang berkualitas baik, MSIG dan Balai KSDA Yogyakarta terus melakukan pendampingan kelompok termasuk upaya pembinaan dan pelatihan terhadap kelompok. Dengan demikian diharapkan anggota kelompok tani dapat memiliki kemampuan dalam hal pembibitan maupun penguasaan teknologi persemaian yang tentunya berdampak terhadap tambahan penghasilan anggota kelompok tani. Bibit yang dihasilkan KTH Ngudi Rejeki tersebut nantinya akan dibeli MSIG dan selanjutnya dibagikan gratis kepada masyarakat sekitar SM Paliyan yang membutuhkan bibit saat musim hujan tiba. Dalam kunjungannya M. Wahyudi menyampaikan pesan kepada anggota KTH Ngudi Rejeki agar terus peduli terhadap kelestarian kawasan SM Paliyan. “Apa yang dilakukan KTH Ngudi Rejeki ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar SM Paliyan. Meskipun kawasan SM Paliyan ini dikenal sebagai kawasan batu bertanah karena lebih banyak batu dibanding tanahnya, namun dengan kesungguhan tekad, mewujudkan Paliyan yang hijau bukanlah sesuatu yang mustahil. Yang diperlukan saat ini adalah kerjasama seluruh elemen masyarakat. Bibit yang ada nantinya dapat ditanam dan terus dipelihara agar dapat tumbuh dengan baik. Jika kawasan Paliyan ini menghijau, masyarakat sendiri yang akan memetik manfaatnya” kata M. Wahyudi. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Penanganan Konflik Gajah Sumatera di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis

Pekanbaru, 4 Agustus 2020. Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Riau, Kepolisian Sektor Pinggir, Manggala Agni, LSM/NGO, serta masyarakat sekitar melakukan penggiringan terhadap kelompok Gajah Giam Siak Kecil berjumlah 14 ekor yang memasuki perkebunan milik masyarakat di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Kehadiran Gajah liar di perkebunan warga tersebut sempat menjadi tontonan, tetapi masyarakat tidak mengganggu kawanan Gajah tersebut. Tim gabungan menghalau Gajah keluar dari perkebunan warga dengan cara membunyikan petasan. Kawanan Gajah liar pun meninggalkan perkebunan warga dan sempat bertahan di areal perkebunan PT. ADEI sebelum kemudian bergerak ke arah kawasan Suaka Margasatwa PLG Sebanga, Duri. Tim akan terus melakukan pemantauan agar Gajah liar tidak kembali masuk ke perkebunan warga. Terima kasih masyarakat Kec. Pinggir yang telah dengan kesadarannya segera melapor kepada Instansi terkait dan tidak berbuat anarkis terhadap satwa yang dilindungi Undang undang... Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Prosesi Adat Pra Pembangunan Sanctuary Wallaby Lincah Balai TN Wasur

Kamis, 6 Agustus 2020 - Sekitar pukul 09.30 WIT telah dilakukan persiapan acara Peresmian dan Penyerahan Pengelolaan Suatu Dusun Dalam Wilayah Ulayat Suku Marory Mengey dari Marga Mahuze Kepada Pihak Balai Taman Nasional (TN) Wasur untuk pembangunan sanctuary wallaby yang akan dipergunakan sebagai tempat pembiakan satwa endemik di TN Wasur yaitu wallaby lincah (Macropus agilis). Lebih lanjut, Bapak Yarman, S.Hut., M.P. selaku Kepala Balai TN Wasur didampingi oleh Ibu Putri Cendrawasih, S.Hut., M.P. selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3 Wasur membicarakan persiapan kegiatan dimaksud bersama dengan Tokoh Adat Suku Marory Men-gey dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Marory Men-Gey. Acara peresmian secara adat pra pembangunan sanctuary dimulai sekitar pukul 10.00 WIT yang ditandai dengan persiapan secara adat berupa barang-barang perlengkapan adat dan ritual, memberikan riasan pada wajah Kepala Balai TN Wasur, perwakilan staf serta perwakilan anak-anak Suku Marory. Proses yang paling penting dalam acara ini adalah acara bunuh babi dengan cara memukul kepala babi sebanyak 4 hingga 5 kali hingga babi tersebut mati. Pemukul yang digunakan adalah sebuah kayu yang sudah diberkati secara adat yang ditandai dengan ikatan daun janur kuning di ujung kayu pemukul. Sebanyak 2 ekor babi lokal digunakan sebagai salah satu syarat penting di dalam proses penyerahan hak kelola wilayah dari Pemilik Tanah Ulayat kepada pihak Balai TN Wasur yang disaksikan dan dihadiri oleh para Tokoh masyarakat dan warga Kampung Wasur yang merupakan masyarakat Suku Marory Men-gey. Darah dari satwa babi yang sudah mati beserta pinang, sirih, dan wati dipersembahkan kepada leluhur dengan cara membenamkannya ke dalam lubang di empat penjuru lokasi pembangunan sanctuary wallaby sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Kepala Balai dan Kepala SPTNW 3 Wasur berbincang bersama Ketua LMA dan Tokoh Suku Marory Men-Gey Seorang Tokoh Masyarakat Suku Marory Men-gey menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk meminta izin dan permisi kepada para leluhur tanah ini agar dalam proses pembangunan sanctuary nanti tidak menemui kendala dan ke depannya satwa-satwa yang akan dipelihara disini dapat tumbuh berkembang dengan baik atas izin para leluhur disini. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kedua ekor babi tersebut akan digunakan dalam acara Huuzz (bahasa Suku Marory) yang bermakna bakar-bakar untuk makan bersama. Masyarakat telah mempersiapkan tumpukan batu dan kayu di atasnya sebagai media untuk memasak kedua ekor babi dengan cara dibakar secara tradisional. Proses bunuh babi Kepala Balai TN Wasur menyampaikan bahwa segala proses yang berjalan nanti baik saat pembangunan sanctuary dan setelahnya, diharapkan agar warga masyarakat Suku Marory Men-gey memberikan dukungan penuh dan bersama-sama bisa menjaga dan merawat sanctuary dan satwa-satwa yang ada didalamnya nanti. Kepala Balai juga menyampaikan keprihatinannya kepada masyarakat bahwa masih sering dijumpai wallaby-wallaby yang masih diburu dan kemudian diangkut diatas kendaraan roda dua maupun roda empat untuk diperjualbelikan secara komersial. Melihat fenomena yang demikian, Kepala Balai menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mulai bersama-sama bergandengan tangan menjunjung nilai-nilai budaya dan kearifan lokal terutama yang ada pada Suku Marory Men-gey agar dari wilayah ulayat Suku Marory Men-gey ini bisa dipertahankan populasi wallaby, kasuari, dan hewan-hewan lain yang dilindungi oleh negara ini. (EH) Sumber: Balai TN Wasur Penulis : Eka Heryadi, S.Hut. (Penyuluh BTN Wasur) Foto : Aprianto, S.Si., M.Sc. (PEH BTN Wasur)
Baca Berita

Bunga Parasit Cantik Mekar Kembali Di Meru Betiri

Bandealit, 6 Agustus 2020 – Tim Monitoring Rafflesia Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) kembali menemukan Bunga Rafflesia zollingeriana yang mekar sempurna di Plot Permanen Blok Krecek, Resort Bandealit, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu. Rafflesia zollingeriana merupakan tumbuhan holoparasit endemik di TN Meru Betiri yang menjadi salah satu prioritas pengelolaan flora fauna. Menurut Koordinator PEH Nur Rohmah Syarief beberapa upaya yang sudah dilakukan dalam upaya pengawetan flora langka ini meliputi monitoring secara periodik, pembinaan populasi dan habitat Rafflesia zollingeriana. “PEH TN Meru Betiri melakukan pengamatan Rafflesia zollingeriana setiap bulan di beberapa plot permanen pengamatan, saat kondisi Rafflesia akan mekar pengamatan dilakukan lebih intensif sehingga dapat dijumpai kondisi Rafflesia yang mekar sempurna karena bunga ini hanya mekar dalam waktu yang sebentar,” kata Nur Rohmah. “Tahun ini PEH TN Meru Betiri akan melakukan kegiatan Inventarisasi Populasi dan Sebaran Rafflesia zollingeriana di kawasan TN Meru Betiri”, tambahnya. Bunga Rafflesia zollingeriana yang mekar pada hari ini mempunyai ukuran diameter 37 cm dan tumbuh pada inang Tetratigsma lanceolarium. Saat ini di Resort Bandealit juga dilaporkan dijumpai knop Rafflesia zollingeriana sebanyak 6 knop dengan variasi ukuran keliling antara 19 cm sampai dengan 41 cm. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Penanganan Konflik Buaya Dengan Masyarakat di Aek Natas

Tim SKW III Kisaran saat berkoordinasi dengan Kapolsek Aek Natas Aek Natas, 4 Agustus 2020 - Bermula pada Kamis, 16 Juli 2020, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Kisaran Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima laporan dari Kapolsek Kecamatan Aek Natas tentang adanya buaya yang memakan ternak milik masyarakat, di Dusun Parit Minyak Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhan Utara, Sumatera Utara. Merespon laporan tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Tim yang dipimpin Kepala SKW III Kisaran Alfianto turum ke lokasi. Setelah berkoordinasi, Tim menuju lokasi kejadian, bersama dengan Kapolsek Aek Natas, Camat Aek Natas dan Kepala Dusun Parit Minyak. Hasil pengecekan lapangan diketahui bahwa lokasi kejadian berada di parit bekoan milik PT. Smart yang berbatasan langsung dengan tanah milik masyarakat. Pada saat itu, Tim tidak menemukan keberadaan buaya di lokasi. Namun dari informasi dan foto yang diberikan masyarakat diketahui jenis buaya tersebut adalah Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii), dan termasuk salah satu satwa yang dilindungi. Sebagai langkah pengaman, Tim Seksi Konservasi Wilayah III bersama dengan Kapolsek Aek Natas, Camat Aek Natas dan perwakilan PT.Smart menyepakati akan melakukan pembersihan parit dengan menggunakan peralatan beko milik PT.Smart. Selain itu Tim juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di lokasi kejadian serta tetap menjaga dan mengawasi ternak miliknya menjauh dari lokasi tersebut. Tim melakukan pengecekan di lokasi kejadian Sumber: Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sempat Hancur Pasca Tsunami, 2020 Mangrove Ditanam di Aceh Besar

Banda Aceh, 5 Agustus 2020. Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2020 dirayakan dengan aksi penanaman 2020 mangrove di Desa Lam Guron, Peukan Bada, Aceh besar, Selasa (4/8). Penanaman dilakukan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) bersama unsur pemerintah Provinsi Aceh (Plt. Gubunernur Aceh, Dinas LHK dan pemda setempat) serta UPT KLHK lingkup Provinsi Aceh (BBTN Gunung Leuser, Balai Gakkum Wilayah Sumatera, BKSDA Aceh, BPDASHL Krueng Aceh, BPKH XVIII Banda Aceh, dan BPHP Wilayah I Banda Aceh). Lokasi penanaman merupakan ekosistem hutan mangrove yang sempat hancur pasca tsunami 2004. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon di udara, ekosistem mangrove memiliki fungsi secara fisik, biologis dan ekonomis. Tahun ini peringatan Hari Mangrove Sedunia direfleksikan melalui Gerakan Penanaman 2.020 batang Mangrove secara serentak di setiap provinsi. Hari Mangrove Sedunia ditetapkan pada Tahun 2015 oleh UNESCO, yang mengamanatkan peringatannya setiap 26 Juli, yang tercantum dalam dokumen Proclamation of the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Ketika Balai TN Karimunjawa Menyambut Ibu Baru

Semarang, 3 Agustus 2020 - Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ) menyelenggarakan acara silaturahim dan perkenalan Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa baru yaitu Ir. Titi Sudaryanti, M.Sc. Sosok wanita yang biasa dipanggil Bu Titi tersebut dilantik pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2020 di Gedung Manggala Wanabakti - Jakarta berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.301/MENLHK/SETJEN/PEG.2/7/2020 tanggal 24 Juli 2020. Acara ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas LHK Provinsi Jawa Tengah, Kepala BKSDA Jawa Tengah, KSBTU BPDAS Pemali Jratun Kepala Balai, Koordinator WCS-IP Karimunjawa, Direktur JAAN, Direktur PT. Karimun Nirwana Bahari, Jajaran pejabat eselon IV lingkup Balai TNKJ dan seluruh staf Balai TNKJ. Darmanto, S.P., M.AP selaku Kepala BKSDA Jateng yang juga mantan pelaksana tugas Kepala Balai TNKJ memberikan sambutannya pada kesempatan pertama. Dalam sambutannya, Darmanto menyampaikan bahwa Bu Titi adalam sosok yang trengginas, jujur dan baik. Sebelum menjabat sebagai kepala balai, beliau menjabat sebagai kepala seksi konservasi wilayah I Solo BKSDA Jateng. Dipenghujung sambutannya, Darmanto mengucapkan terima kasih banyak telah didukung selama menjadi pelaksana tugas Kepala Balai TNKJ sejak Februari s/d Juli 2020. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bu Titi selaku kepala balai TNKJ yang baru. di awal perkenalannya, Bu Titi menceritakan perjalanan karir beliau pada tahun 1992 pertama kali bergabung di Kanwil Departemen Kehutanan Propinsi Jambi (KLHK saat itu) hingga sekarang menjadi Kepala Balai TNKJ. Tugas di TNKJ merupakan pengalaman baru karena kawasannya mayoritas perairan tentunya harus banyak belajar lagi. Wanita asal Yogyakarta ini menginginkan kerja dengan cepat dan tepat, menjadi team work yang kuat dan selalu menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik. Pesan beliau mengakhiri sambutannya mohon dukungan kepada semua pihak baik internal maupun eksternal untuk menjaga konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Sumber: Balai TN Karimunjawa

Menampilkan 3.265–3.280 dari 11.141 publikasi