Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kolaborasi TN. Aketajawe Lolobata dengan Desa Ake Jawi Menyambut HKAN 2020

Ake Jawi, 10 Agustus 2020. Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata bersama masyarakat desa Ake Jawi menggelar aksi bersih sampah dan penanaman bibit pohon di kawasan hutan Resort Ake Jawi, SPTN Wilayah III Subaim. Dengan mengusung tema 'Nagara Nusa Rimba - Merawat Peradaban Menjaga Alam", aksi ini dilaksanakan dengan tujuan membakar semangat semua lapisan masyarakat untuk peduli dan turut serta dalam upaya menjaga alam disekitarnya. Kegiatan ini diawali oleh sambutan Kepala Desa Ake Jawi, Sugito, yang mengingatkan bahwa urusan pelestarian alam bukanlah masalah kecil karena menyangkut masa depan generasi kita. Lebih lanjut beliau mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan semangat dalam menjaga alam untuk kelestarian lingkungan hidup dan masa depan yang lebih baik. "Harus kita ingat bahwa urusan pelestarian alam bukanlah masalah kecil karena menyangkut masa depan anak cucu kita. Sebagai mahluk hidup harus menjaga agar tempat yang kita huni tetap lestari dan tidak merusak apa yang seharusnya kita jaga" tutur Sugito. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan segmen pembukaan oleh Kepala Balai TNAL, T. Heri Wibowo, S.Hut., M.Eng., sekaligus penyerahan secara simbolik bibit pohon kepada masyarakat Desa Ake Jawi sebagai tanda dimulainya aksi hari ini. Pada kesempatan tersebut dengan mengutip sambutan Menteri LHK, Kepala Balai TNAL menyampaikan bahwa kawasan konservasi merupakan "rumah" bagi keanekaragaman satwa dan tumbuhan, namun demikian, kita juga tidak boleh lupa terhadap aspek pemanfaatannya. Lebih lanjut disampaikan bahwa potensi yang ada agar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. "kawasan konservasi merupakan rumah bagi keanekaragaman satwa dan tumbuhan, namun demikian kita juga boleh lupa terhadap aspek pemanfaatannya potensi yang ada agar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas namun masih dalam kaidah-kaidah konservasi" Tutut Heri Kegiatan pun dilanjutkan dengan aksi bersih sampah dan penanaman bibit pohon yang terpusat di lokasi bendungan irigasi ekor dan sepanjang jalan wisata Resort Ake Jawi. Kegiatan lalu diakhiri dengan acara makan bersama dengan pemerintah desa dan masyarakat Desa Ake Jawi. Sumber: Aris Rafli – Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNAL
Baca Berita

Merawat Kebersamaan Menjaga Laut Karimunjawa

Karimunjawa, 10 Agustus 2020 – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 kali ini mengusung tema “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam” yang diperingati berbeda dari tahun–tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19. Peringatan HKAN dilaksanakan di lokasi masing-masing UPT seluruh wilayah Indonesia melalui daring. Balai Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) turut mendukung peringatan HKAN melalui Aksi Bersih Pantai di Pantai Legon Lele, Resort Legon Lele, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Karimunjawa. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TNKJ dan di ikuti sekitar 70 orang yang terdiri dari unsur Staf TN. Karimunjawa, Camat Karimunjawa, Polsek Karimunjawa, Koramil Karimunjawa, Syahbandar Karimunjawa, Perikanan Karimunjawa, dan Mitra kerja Balai TNKJ yg bergerak di bidang wisata. Aksi bersih pantai ini dilanjutkan dengan zoom meeting serentak seluruh Indonesia. Kegiatan bersih pantai dengan tetap menjaga protokol kesehatan di masa new normal pandemi Covid-19 ini, menghasilkan sejumlah sampah sebanyak 284 kg dengan rincian sebagai berikut: Kebersamaan yang telah terjalin dengan baik antar stakeholder di Karimunjawa perlu dirawat dan dijaga untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat serta ekosistem Taman Nasional Karimunjawa tetap terjaga. Sumber : Balai Taman Nasional Karimun Jawa
Baca Berita

BKSDA Sultra Ajak Masyarakat Rayakan HKAN 2020

Kendari, 10 Agustus 2020. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Balai KSDA Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi bersih sampah dan pelepasliaran satwa hasil penangkaran masyarakat di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Tanjung Peropa dan Taman Wisata Alam (TWA) Tirta Rimba. Kegiatan diikuti seluruh pegawai Balai, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I dan II, MMP, Pramuka Saka Wanabakti, Kelompok Tani Hutan (KTH) dan masyarakat Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan sekitar 100 orang. Rangkaian HKAN di awali dengan pembacaan sambutan Menteri LHK oleh kepala BKSDA Sultra tentang pentingnya menjaga lingkungan termasuk kawasan konservasi. Aksi bersih sampah ini berhasil mengumpulkan 11 kantung plastik berupa sampah organik maupun anorganik, selain itu dilakukan pula pelepasliaran satwa hasil penangkaran masyarakat jenis Ayam Hutan (gallus gallus) dan Burung Tekukur (Streptopelia chinensis). Sumber : Humas Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Aksi Konservasi Bersama Masyarakat Di SM Balai Raja

Pekanbaru, 10 Agustus 2020. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Duri Balai Besar KSDA Riau, MB Hutajulu, memimpin langsung kegiatan pendampingan kemitraan konservasi bersama masyarakat sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa Balai Raja. Kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah penanaman bibit pohon dan pengkayaan pakan Gajah di sekitar pinggiran Hutan Talang, Suaka Margasatwa Balai Raja, Kab. Bengkalis, Riau. Kegiatan tersebut telah dilakukan dalam 4 minggu terakhir. Sekitar 5000 bibit pohon telah berhasil ditanam. Adapun jenis bibit yang ditanam di antaranya adalah Nangka, Cempedak, Petai dan Gaharu. Sesuai dengan komitmen bersamai masyarakat, bibit yang telah ditanam akan dirawat bersama masyarakat ke depannya. Selain untuk memperingati HKAN 2020, kegiatan ini juga sekaligus untuk memperingati Hari Hutan Indonesia dan Hari Gajah Dunia. Kegiatan ini didukung penuh oleh masyarakat Kelurahan Pematang Pudu, Kec. Mandau dan juga Yayasan TNTN, demi melestarikan gajah dan habitatnya yang tersisa di SM Balai Raja. Arahan Bapak Dirjen KSDAE dalam tulisan "Four Structure of Attention", kebijakan kemitraan dalam mengelola kawasan konservasi dapat dibangun secara bertahap dengan menyadarkan kelompok dan komunitas (collective awareness) menuju aksi kolektif (collective action). Memenjarakan ribuan orang yang merambah tidak masuk akal dan tidak menyelesaikan masalah pokoknya. Diharapkan dengan adanya gerakan ini akan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi SM Balai Raja dan dapat diterapkan di kawasan konservasi lainnya di lingkup Balai Besar KSDA Riau. Mudah mudahan dengan pendampingan yang terus menerus dan pantang menyerah, dapat mengembalikan keutuhan hutan SM Balai Raja. Masyarakat sejahtera, satwa pun tetap lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai TN Bunaken Kumpulkan 62 Karung Sampah Plastik dan Lepas 40 Ekor Tukik

Manado, 10 Agustus 2020. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Nasional Bunaken diperingati dengan melakukan aksi bersih pantai di Pantai Pasir Panjang di Bunaken dan Pantai Tanjung Kelapa di Poopoh. Aksi bersih pantai ini dihadiri oleh Lantamal VIII, Perangkat Desa terkait, seluruh personil Balai TN Bunaken serta masyarakat sekitar pantai. Di Lokasi Pantai Tanjung Kelapa, acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Lerry Tering selaku Hukum Tua Poopoh. Kedua lokasi pantai merupakan lokasi penyu bertelur namun banyak ditemukan sampah yang berserakan terutama sampah plastik dan botol kaca. Musim Angin Barat Daya dan Selatan yang membawa sampah-sampah dari daerah lain menumpuk di kedua pantai ini. Total sampah yang dikumpulkan selama aksi bersih sampah yaitu 52 karung dari Pantai Tanjung Kelapa dan 12 karung dari Pantai Pasir Panjang. Dengan dilakukan aksi bersih pantai maka akan memudahkan penyu untuk leluasa mendarat di pantai dan mencari lokasi bertelur. Kegiatan bersih sampah ini akan dijadikan program rutin Balai Taman Nasional Bunaken guna menjaga kelestarian satwa penyu, jelas Farianna Prabandari selaku Kepala Balai Taman Nasional Bunaken. Sebelum acara ditutup, dilakukan pelepasanliaran 40 ekor tukik di Pantai Pasir Panjang Pulau Bunaken. Tukik ini merupakan hasil penetasan telur penyu yg ditemukan di Pantai Pasir Panjang. Letkol Hendi selaku asisten potensi maritim (Aspotmar) LANTAMAL VIII berharap agar masyarakat terutama generasi muda yg berada di sekitar pantai yg memiliki potensi agar menjaga lingkungan. Apalagi di lokasi bersih pantai merupakan lokasi pendaratan penyu untuk bertelur. Menjaga kelestarian lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan dan menegur teman ketika buang sampah sembarangan. Masyarakatlah yg merasakan langsung manfaat jika menjaga lingkungan, tutupnya. Acara ini merupakan acara terpadu dengan acara HKAN di KLHK yang dipusatkan di Muara Angke Pusat dan dihadiri oleh Wakil Menteri KLHK dan para Dirjen lingkup KLHK. Dalam kesempatan tersebut diselenggarakan video conference dengan Wamen dan Dirjen KSDAE dengan Balai Taman Nasional dan BKSDA untuk melaporkan kegiatan Aksi Bersih Kawasan Konservasi. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Suku Gresi Resmikan Hutan Konservasi pada Hari Masyarakat Adat Sedunia 2020

Jayapura, 10 Agustus 2020. Balai Besar KSDA Papua menghadiri peresmian Hutan Konservasi yang digagas masyarakat adat Suku Gresi. Peresmian berlangsung pada Senin (10/8) di Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura. Seyogianya Hari Masyarakat Adat Sedunia diperingati pada 9 Agustus setiap tahun. Namun karena tanggal itu jatuh pada hari Minggu, yang merupakan hari besar bagi masyarakat Papua untuk beribadah. Acara dihadiri Bupati Jayapura, Kapolres Jayapura, Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Anggota MRP Papua, OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura, Dewan Adat Papua, Tokoh Agama, juga Tokoh Masyarakat Adat Lembah Grime. Pada kesempatan itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., menyampaikan sambutan yang apresiatif tentang upaya peresmian hutan konservasi suku Gresi. Mathius menyampaikan, siapa pun wajib menghormati dan memberi ruang kepada masyarakat adat untuk tumbuh di atas tanah sendiri. Dunia menyerukan, siapa pun harus adil dalam membangun peradaban dan menjaga hak-hak masyarakat adat di masa yang akan datang. “Upaya perlindungan kawasan hutan itu adalah hak masyarakat adat. Perlindungan kawasan hutan tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk kita bisa hidup terus di atas tanah kita. Oleh karena itu kita harus menjaganya bersama-sama, tidak boleh ada gerakan-gerakan tambahan di dalam kawasan kita,” kata Mathius. Lebih lanjut Mathius menyatakan, dengan menjaga hutan, masyarakat adat suku Gresi bisa memenuhi kebutuhan hidup. Di atas tanah sendiri, masyarakat adat bisa berjaya untuk masa depan. Sementara, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi upaya masyarakat adat Gresi untuk meresmikan hutan konservasi ini. Masyarakat adat telah mengawal peradaban dalam kurun waktu yang sangat panjang. Kita bersama alam dapat tiba di hari ini karena masyarakat adat sejak zaman nenek moyang menjaga nilai-nilai kearifan yang tinggi. Keberadaan hutan konservasi di wilayah adat suku Gresi mudah-mudahan dapat mewujudkan harmonisasi alam dengan manusia. Tentu saja kita juga mengharapkan hutan konservasi ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat untuk mencapai kesejahteraan yang tinggi.” Edward juga menyampaikan, upaya masyarakat adat ini merupakan hadiah ulang tahun Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang bertepatan dirayakan tanggal 10 Agustus di seluruh Indonesia. Tema HKAN Tahun 2020 adalah “Nagara Rimba Nusa-Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Perayaan HKAN menjadi momentum keteladanan dan aksi nyata memasyarakatkan konservasi alam sebagai sikap hidup dan budaya bangsa Indonesia, khususnya di Papua (djr) Sumber: Balai besar KSDA Papua
Baca Berita

Serentak di 6 Lokasi, Dua Ton Sampah Berhasil Terkumpul

Palu, 10 Agustus 2020. Balai KSDA Sulawesi Tengah memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 pada tanggal 10 Agustus 2020 dengan melakukan kegiatan aksi bersih sampah dan cinta kawasan konservasi secara serentak di 6 kawasan konservasi yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah (TWA Wera, TWA Bancea, SM Lombuyan, SM Pinjan Tanjung Matop, CA Gunung Tinombala dan TB Landusa Tinombala). Semua unsur pemerintah daerah setempat seperti tokoh masyarakat, LSM, Putri Pariwisata Cilik Sulawesi Tengah, mahasiswa dan pelajar di sekitar kawasan konservasi turut terlibat. Aksi bersih sampah ini berhasil mengumpulkan sekitar 2 ton sampah yang kemudian diserahkan kepada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup setempat. Selain kegiatan aksi bersih sampah juga dilakukan kegiatan pelepasliaran satwa dilindungi hasil penyerahan masyarakat berupa Elang Brontok di kawasan Taman Wisata Alam Wera dengan disaksikan peserta aksi bersih sampah dan cinta kawasan konservasi. Balai KSDA Sulawesi Tengah juga menyerahkan penghargaan berupa sertifikat kepada Putri Pariwisata Cilik Provinsi Sulawesi Tengah atas peran sertanya dalam kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020 di TWA Wera. Selanjutya masih dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional ini, pada tanggal 13 Agustus 2020 direncanakan akan mengadakan kegiatan pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat binaan dan sekaligus pembelian hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan penanaman bibit pohon bersama dengan Bupati Kabupaten Poso yang diadakan di Taman Wisata Alam Bancea Kabupaten Poso. Aksi-aksi tersebut diharapkan bisa menumbuhkan semangat cinta kawasan konservasi kepada masyarakat luas pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Sumber : Amelia - Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Merawat Peradaban, Menjaga Alam Di TWA Buluh Cina

Pekanbaru, 10 Agustus 2020. 10 Agustus diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang pada tahun ini mengambil tema “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Tema ini menekankan pada semangat berperadaban maju yang harmoni dengan alam di era milenial. Semangat konservasi alam diharapkan dapat tertanam di semua generasi mengingat tidak ada generasi manapun yang tidak bergantung pada alam. Tema “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam” menggambarkan bahwa semangat konservasi alam di era peradaban maju menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk generasi masa kini ketika kemajuan teknologi, pola hidup, berpikir terbuka, terbatasnya waktu, dan tuntutan kualitas hidup semakin meningkat dan menjadi suatu kebanggaan dan kebutuhan untuk melaksanakannya. Terkait hal tersebut, Balai Besar KSDA Riau melakukan upaya menjaga alam dengan Aksi Bersih Sampah di areal Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini selain melibatkan pegawai Balai Besar KSDA Riau juga diikuti oleh masyarakat sekitar, Mahasiswa Universitas Lancang Kuning dan Penggiat konservasi "Bengkel Seni". Semoga konservasi dapat menyatukan kepedulian semua pihak untuk merawat peradaban menjaga alam. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Peringati HKAN 2020, BKSDA Maluku Laksanakan Aksi Bersih Sampah

Ambon, 10 Agustus 2020. Dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020, Balai KSDA Maluku melaksanakan kegiatan aksi bersih sampah di Pesisir Pantai Depan PLTD Poka, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Pesisir pantai ini memiliki vegetasi hutan mangrove yang sayangnya tercemar oleh sampah rumah tangga. Kegiatan ini dihadiri oleh : 1. Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, 2. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku 3. Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon 4. Para Kepala UPT lingkup KLHK Provinsi Maluku 5. Pejabat eselon 4 lingkup BKSDA Maluku, 6. Komunitas Green Moluccas, 7. Saka Wanabakti Korda Maluku, 8. Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia. Kegiatan dimulai dengan pembacaan sambutan Menteri KLHK yang dibacakan oleh Plh. Kepala Balai KSDA Maluku (Ibu Rosna, S.P), kemudian dibuka secara resmi oleh Koordinator KLHK Wilayah Ambon (Ir. Erwan Sudaryanto). Setelah acara pembukaan, perwakilan komunitas Green Moluccas memberikan arahan kepada peserta terkait pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomi dan residu (tidak bisa digunakan lagi). Sampah yang bernilai ekonomi akan dikumpulkan dan diproses untuk menjadi benda yang bermanfaat. Dengan demikian, kegiatan aksi ini bukan saja memberikan dampak positif terhadap vegetasi mangrove, namun juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain kegiatan aksi bersih sampah di tingkat Balai, seluruh resort dan seksi wilayah lingkup BKSDA Maluku juga ikut terlibat dalam aksi bersih sampah secara serempak di kawasan/wilayahnya masing-masing, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sampah yang berhasil diangkut pesisir pantai Mangrove poka sebanyak 5 Damtruk. Sumber : Balai KSDA Maluku
Baca Berita

150 Masker Untuk Nelayan Desa Mola Kabupaten Wakatobi

Wakatobi, 10 Agustus 2020. Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi melakukan kunjungan ke kelompok Forum Nelayan Padakauang Sama di Desa Mola dalam rangka penyerahan bantuan masker kepada masyarakat anggota kelompok Nelayan Forum Padakuang Sama sebagai salah satu kelompok penggerak program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di TN Wakatobi. Jumlah masker yang dibagi sebanyak 150 masker. Pembagian masker kepada nelayan merupakan salah satu upaya atau bentuk kepedulian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan juga merupakan bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan pada masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Terjaganya kesehatan masyarakat akan berdampak pada ketahanan pangan melalui produktivitas nelayan dalam menyediakan ikan sebagai sumber protein hewani masyarakat Indonesia. Kegiatan pembagian masker kepada masyarakat merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Bantuan masker yang diberikan kepada masyarakat nelayan bersumber dari program PAAP kerjasama Balai Taman Nasional Wakatobi dengan Rare. Turut hadir mendampingi Kepala Balai TN Wakatobi dalam acara tersebut adalah Kepala SPTN Wilayah I Wangi-Wangi, Kepala Subagtu dan Ketua Tim Implementasi Program PAAP di TN Wakatobi. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai TN Wakatobi, Darman, S.Hut, M.Sc. berharap agar masyarakat nelayan tetap menjaga pola hidup sehat dan menerapkan protokol Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari seperti jaga jarak dan menggunakan masker sehingga kesehatan dan produktivitas nelayan tetap terjaga.(JP) Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

Balai TN Kepulauan Seribu Serentak Gelar Aksi Konservasi di Tiga SPTN

Pulau Kelapa, 10 Agustus 2020. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2020 tanggal 10 Agustus di Taman Nasional Kepulauan Seribu ditandai dengan berbagai Aksi Konservasi di tiga Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah. Tim SPTN Wilayah I Pulau Kelapa melepasliarkan 50 ekor tukik penyu sisik dan penyu hijau di Pulau Yu Timur, sedangkan tim SPTN Wilayah II Pulau Harapan menanam mangrove sebanyak 100 batang di Pulau Harapan, dan Tim SPTN Wilayah III melakukan penanaman lamun, karang dan bersih area mangrove. Aksi Konservasi di SPTN wilayah III Pulau pramuka dihadiri oleh Kepala Balai, Ibu Badi'ah, S.Si, M.Si. Kegiatan ini melibatkan sekitar 60 orang peserta meliputi petugas SPTN Wilayah III Pulau Pramuka, perwakilan anggota kelompok binaan seperti SPKP Samo - samo, Pernitas, Smiling Coral, Nelayan Panggang Sejahtera, Paguyuban Kapal Ojek Pulau Panggang serta mahasiswa PKL ITB. Penanaman lamun dilakukan menggunakan metode TERF's sebanyak 3 frame dengan jumlah 75 tunas lamun. Transplantasi karang sebanyak 2 rockpile atau sama dengan 30 fragmen karang. Aksi bersih area mangrove dilanjutkan dengan pemilahan dan penimbangan sampah. Sebanyak 204 kg sampah didapat yang terdiri dari berbagai jenis yaitu kayu, plastik botol kemasan, plastik sekali pakai, karet, dll. Musim angin timur merupakan salah satu akibat banyaknya sampah yang terbawa dari berbagai lokasi ke Pulau Pramuka. Namun hal lain juga bisa mengindikasikan bahwa ternyata gaya hidup kita masih belum bisa sepenuhnya bebas dari pemakaian sampah plastik sekali pakai. Dalam penutupan rangkaian kegiatan HKAN 2020 di TN Kepulauan Seribu, Kepala Balai berpesan agar kita lebih bijaksana kepada alam dan ikut menjaga alam sebagai bagian dari gaya hidup dengan keihklasan. Apabila kita menjaga alam dengan baik maka alam pun akan memberikan dampak bagi kelangsungan dan kualitas kehidupan kita yang lebih baik. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah di Pulau Sepandan Taman Nasional Danau Sentarum

Pulau Sepandan, 10 Agustus 2020. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan untuk menyemarakan HKAN 2020 salah satunya Aksi Bersih Sampah Nasional yang diselenggarakan di Resort Pulau Sepandan Seksi wil. V Selimbau Bidang PTN wil. III Lanjak. Kegiatan diikuti sebanyak 68 orang yang masing-masing berasal dari Tim Balai Besar Tana Bentarum, Tim Bidang Wil. II Kedamin, Tim Bidang Wil. III Lanjak, Tim Resort Sepandan, MMP Sepandan, MMP Tekenang, KPP Dorsata, Saka Wanabakti Putussibau dan Lanjak, Mahasiswa Magang Untan, dan Mahasiswa Magang Institut Pertanian Yogyakarta. Aksi bersih sampah kali ini dilakukan di lokasi wisata unggulan TN Danau Sentarum, antusias para peserta aksi terlihat dari banyaknya sampah yang terkumpul. Kurang lebih 31,5 kg sampah dari 10 Plastik sampah menjadi bukti kepedulian peserta dalam menjaga lingkungan. Mengingat lokasi aksi menjadi sasaran kunjungan masyarakat, tentu perlunya kepedulian dan kesadaran masyarakat sendiri dalam menjaga lingkungan alam sekitar. “Kegiatan kali ini merupakan kegiatan berskala nasional, karena kegiatan ini dilaksanakan serempak seluruh indonesia dan ditayangkan langsung di masing-masing media sosial setiap UPT. Oleh karenanya dengan kita mengikuti aksi bersih sampah bersama ini membuktikan bahwa bentuk aksi nyata kita terhadap kepedulian terhadap lingkungan sekitar kita” ungkap Gunawan Budi Hartono selaku Kepala Bidang Wil. III Lanjak. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum)
Baca Berita

Nagara Rimba Nusa Versi Taman Nasional Gunung Merbabu

Kabupaten Semarang, 10 Agustus 2020. Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional atau disebut HKAN. Tema yang diusung kali ini yaitu "Nagara Rimba Nusa" yang dapat diartikan Merawat Peradaban Menjaga Alam. Kegiatan peringatan ini dilaksanakan di Umbul Songo bersama Forkopimca Getasan, Kelompok Pencinta Alam Pinoes, MPA Pandu dan warga Sleker. Acara ini diawali dengan Apel bersama yang dipimpin Kepala Balai TN Gunung Merbabu, dilanjutkan penyerahan Bantuan berupa HT kepada MPA Pandu. Selanjutnya ada 3 kegiatan yang serentak dilaksanakan, yaitu tim "Paring Suluh Jogo Tonggo", "Ngrumat Sumber Banyu", dan "Ngrumat Tadah Banyu". Paring suluh Jogo Tonggo adalah kegiatan berkeliling desa sekitar kawasan TN Gunung Merbabu dengan menggunakan sepeda, berkampanye akan pentingnya konservasi alam serta memberikan penyuluhan cegah kebakaran hutan menjelang musim kemarau. Tim juga membagikan bingkisan, masker serta hand sanitizer kepada masyarakat. Ngrumat Tadah banyu adalah melakukan perawatan tanaman di Ngroto TN Gunung Merbabu, diharapkan tanaman tumbuh subur dapat menjadi penyimpan air. Kegiatan Ngrumat Sumber Banyu yaitu melakukan pembersihan sampah di sumber air Umbul songo dan sekitarnya. Sampah yang terkumpul sebanyak 32 karung, terdiri dari sampah plastik, botol, dan kain. Ditengah acara juga dilakukan Live Virtual Conference dengan Menteri LHK. Kegiatan ditutup dengan acara "memeluk pohon". Ini sebagai wujud cinta kita terhadap pohon yang memberikan air dan udara sebagai sumber kehidupan. Salam Konservasi ???? Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Merawat Peradaban Menjaga Alam Ala Gede Pangrango

Cibodas, 10 Agustus 2020. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 yang jatuh pada hari Senin (10/08/2020) mengusung tema “Merawat Peradaban Menjaga Alam”, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) berpartisipasi dengan kegiatan “Aksi Bersih Kawasan Konservasi”. Pelaksanaan aksi bersih ini diikuti seluruh pegawai dan mitra BBTNGGP yang dilaksankan secara serentak di wilayah kerja baik di kantor Balai – Cibodas; Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Cianjur (air terjun Cibeureum, camping ground Mandalawangi, pos SIMAKSI Gunung Putri, kantor Resort Sarongge, dan kantor Resort Tegalega); Bidang PTN Wilayah II Sukabumi (kantor Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, curug Luhur dan kantor Resort Pasir Hantap, kantor Resort Goalpara, Blok Sordog Resort Nagrak, Tourist Information Center Situgunung, kantor Resort Cimungkad, dan kantor Resort Selabintana); serta Bidang PTN Wilayah III Bogor (PPKAB Bodogol, Curug Cikaracak - Resort Cimande, Obyek Wisata LBC Resort Tapos, dan Buper Barubolang Resort Cisarua). Kegiatan dimulai dengan apel pagi di kantor Balai – Cibodas yang dipimpin oleh Wasja sebagai Kepala Bagian Tata Usaha. Pada sambutannya Wasja menyampaikan beberapa point penting amanah dari Kepala Balai Besar pada saat bersamaan menghadiri acara Aksi Bersih Sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta. Amanah yang disampaikan yaitu: 1. Dalam rangka HKAN, memperkuat solidaritas seluruh bagian/ unsur di TNGGP dalam satu garis komando, untuk mencapai visi misi pengelolaan TNGGP; 2. Perdalam pengetahuan tentang regulasi pengelolaan Taman Nasional sebagai bekal pelaksanaan tugas; 3. Tingkatkan kehadiran petugas di lapangan, untuk menghindari Tindakan Pidana Kehutanan (Tipihut) dan/ atau kebakaran hutan dan lahan; 4. Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat sebagai salah satu bagian penting pengelolaan Taman Nasional; serta 5. Cari, kaji, dan temukan nilai kemanfaatan sumberdaya alam dalam kawasan dalam kerangka bioprospeksi. Lima point penting ini untuk mengingatkan kepada seluruh pegawai TNGGP sebagai bagian dari pengelolaan kawasan TNGGP. Dilanjutkan dengan membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Acara Road to HKAN Tahun 2020 di TWA Angke Kapuk yang disampaikan oleh Buana Darmansyah, Kepala Bidang Teknis Konservasi. Konservasi berarti ada tiga hal yang tidak bisa terpisahkan, yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan. Salah satu isi dari sambutan tersebut yang selalu kami pegang sebagai konservasionis. Konservasi merupakan “rumah” bagi keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan, sehingga keberadaannya harus kita jaga dan pelihara, namun demikian kita juga tidak boleh melupakan aspek pemanfaatannya, potensi yang ada di dalamnya juga harus dapat kita manfaatkan bagi kepentingan masyarakat luas. Kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih secara serentak di wilayah BBTNGGP yang ditayangkan melalui IG TV TNGGP https://www.instagram.com/tv/CDsVGqSg2qn/?igshid=16r576tr75wap dan zoom meeting bersama Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar TNGGP untuk memonitor pelaksanaan aksi bersih di setiap Bidang PTN Wilayah di TNGGP. Disambung dengan zoom meeting bersama Direktur Jenderal KSDAE dengan topik Aksi Bersih Sampah di Kawasan Konservasi dalam Rangka Peringatan HKAN Tahun 2020. Aksi bersih dilakukan dengan mengambil sampah-sampah yang ada di lingkungan BBTNGGP dengan memilah dan menimbang sampah berdasarkan kategori: layak kompos, layak jual, layak kreasi, dan layak buang. Total sampah yang terkumpul seberat 878,55 Kg (408,60 Kg layak kompos; 54,55 Kg layak jual; 5 Kg layak kreasi; dan 410,40 Kg layak buang). Sampah layak kompos, langsung diolah menjadi kompos dengan ditimbun menggunakan metode lubang berpindah atau menggunakan komposter. Sampah layak jual dapat dijual ke pengepul atau disumbangkan pada pemulung setempat. Sampah layak kreasi dapat diolah menjadi barang daur ulang dan akan dilakukan penilaian tingkat BBTNGGP. Dan sampah layak buang agar dikumpulkan di TPS dan segera diangkut ke TPA terdekat selambat-lambatnya dua hari setelah aksi bersih dilaksanakan. Aksi bersih sampah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, walaupun terlihat sederhana namun sarat akan manfaatnya. Pada kesempatan yang baik ini, mari bersama-sama melakukan konservasi alam. Konservasi alam tidak hanya sebatas di kawasan konservasi, karena itu mari kita mulai dari lingkungan kita masing-masing melalui hal-hal yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengendalikan sampah plastik, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon, dan lainnya. Kita jadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup kita sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa yang dapat kita wariskan kepada generasi-generasi penerus kita. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Menjamin Masa Depan melalui Konservasi Alam TN Meru Betiri

Senin, 10 Agustus 2020 - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) diadakan dengan maksud mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Mengusung tema ”Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam“, kegiatan HKAN tahun 2020 di Taman Nasional (TN) Meru Betiri dilaksanakan serentak di Pantai Rajegwesi, SPTN I Sarongan dan Pantai Bandealit, SPTN II Ambulu dengan mengadakan aksi bersih sampah dan penanaman pohon cemara pantai (Casuarina equisetifolia) serta Asem (Tamarindus indica). Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 84 orang di Pantai Rajegwesi dan 34 orang di Pantai Bandealit, yang berasal dari Balai TN Meru Betiri, Muspika Kecamatan Pesanggaran dan Tempurejo, Aparat Pemerintah Desa Kandangan, Desa Sarongan, Desa Andongrejo, Masyarakat Ekowisata Rajegwesi, Kelompok Masyarakat Desa Kandangan Sarongan, Manajer Perkebunan PTTPN XII, Manajer Perkebunan Bandealit Sukamade serta tokoh masyarakat. Mengikuti protokol kesehatan pandemi COVID 19 Peserta yang hadir dibagikan masker gratis, sarung tangan, serta selalu menerapkan physical distancing. Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, memasyarakatkannya, dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Semangat konservasi alam diharapkan dapat tertanam di semua generasi mengingat tidak ada generasi yang tidak manapun yang tidak bergantung pada alam. “Konservasi alam tidak hanya sebatas di kawasan konservasi. Karena itu mari kita mulai dari lingkungan kita masing-masing melalui hal-hal yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, mengendalikan sampah plastik, menanam pohon, dan lain sebagainya. Kita jadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup kita sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa yang dapat kita wariskan kepada generasi-generasi penerus kita”, tutur Maman. Aksi bersih sampah di peringatan HKAN 2020 ini juga sebagai tindak lanjut hasil evaluasi tim verifikasi wisata Banyuwangi dalam rangka pembukaan wisata di masa normal baru serta persiapan pembukaan wisata Pantai Bandealit. Seiring dengan optimisme yang sedang dibangun pada masa Pandemi COVID-19, Living With Nature merupakan salah satu cara pemulihan yang potensial dilakukan. Kawasan konservasi menjadi dengan wisata alamnya merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia untuk dapat pulih pasca COVID-19 dalam tatanan baru (new normal). Pemulihan mental dan fisik individu dan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan forest for healing di kawasan konservasi. “Untuk mendukung kegiatan pariwisata alam pasca pandemi COVID 19 kawasan konservasi mengusung konsep forest for healing yang berakar kuat dari sikap hidup dan budaya living with nature yang tidak mengedepankan jumlah kunjungan (mass tourism) namun justru quality tourism yang mengedepankan inovasi untuk menambah durasi kunjungan dan kemanfaatannya dari aspek kemanusiaannya dan kelestarian alamnya”, ujar Maman. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Aksi Bersih Pantai di Selayar Rayakan HKAN 2020

Selayar, 10 Agustus 2020. Balai Taman Nasional Taka Bonerate melaksanakan giat Aksi Bersih Pantai di Kampung Penyu Dusun Tulang Desa Barugaiya Kab. Kepulauan Selayar. Giat ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 dengan tema "Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam". Giat ini diikuti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Dharma Wanita Persatuan Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Masyarakat Dusun Tulang-Desa Barugaiya, Saka Wanabakti, dan Komunitas Pecinta Lingkungan di Kab. Kepulauan Selayar. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menekankan bahwa, penetapan HKAN dan memperingatinya secara terus menerus merupakan upaya untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, memasyarakatkannya, dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Selain giat di Kampung Penyu, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa dan SPTN Wilayah II Jinato, juga melaksanakan aksi konservasi. SPTN Wil. 1 Tarupa melaksanakan giat bersih pantai di Desa Tarupa yang melibatkan masyarakat desa, kelompok binaan, dan adik-adik binaan Rumah Baca Desa Tarupa. SPTN Wil. 2 Jinato melaksanakan aksi bersih pantai dan penanaman pohon di Desa Jinato, melibatkan aparat desa, karang taruna, dan komunitas pemuda konservasi. Tapi perlu diketahui, semua giat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19. Salam konservasi huhaa...huhaa... huhaa... Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate

Menampilkan 3.233–3.248 dari 11.141 publikasi