Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Peletakan Batu Pertama Prasasti KEE Koridor Gajah Lanskap Seblat di Hari Gajah Sedunia

Bengkulu, 12 Agustus 2020 - Seperti tahun sebelumnya peringatan Hari Gajah Sedunia “World Elephant Day” yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus dilakukan di Pusat Latihan Gajah Taman Wisata (TWA) Seblat. Peringatan kali ini ada moment penting yaitu setelah dilaunching-nya Kawasan Ekosistem Essensial (KEE) Gajah Sumatera Lanskap Seblat pada 5 Desember 2019 yang lalu, pada hari ini dilakukan peletakan batu pertama prasasti KEE Koridor Gajah Bentang Alam Seblat yang sebelumnya telah ditandatangani Dirjen KSDAE dan Gubernur Bengkulu. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Gajah Lanskap Seblat Bengkulu diantaranya BKSDA Bengkulu, Dinas LHK Prov. Bengkulu, FFI, Kanopi, Lingkar Institute, PT. API, Kades Gajah Makmur dan para undangan. Gajah Sumatera merupakan satwa kunci yang dilindungi dan perlu untuk dilestarikan. Habitat dan populasinya berada di Taman Wisata Alam Seblat, Perkebunan, Hutan Produksi dan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan kawasan bernilai ekosistem tinggi. Koridor gajah di landskap Seblat merupakan kebutuhan mendesak dalam upaya penyelamatan gajah sumatera di Provinsi Bengkulu. Populasi gajah sumatera di Provinsi Bengkulu yang terpisah menjadi beberapa kelompok. Kelompok-kelompok kecil ini “terperangkap” dalam kantong-kantong habitat yang rentan terhadap gangguan. Hal ini disebabkan oleh terputusnya jalur migrasi gajah dan gajah yang telah keluar tidak dapat kembali masuk contohnya gajah liar yang dulu berada di TWA Seblat. Sehingga semoga dengan terbentuknya koridor gajah ini dapat menjadi jalur yang menghubungkan antar kelompok dan mencegah terancamnya populasi Gajah Sumatera dari kepunahan. Sumber: Balai KSDA Bengkulu-Lampung
Baca Berita

Monitoring Pemberdayaan Masyarkat Desa Habincaran

Kamis, 13 Agustus 2020 - Kepala Balai TN Batang Gadis (TNBG) bersama dengan tim melaksanakan kegiatan monitoring pemberdayaan masyarakat Desa Habincaran Resort 5 Alahan Kae. Monitoring ini bertujuan melihat sejauh mana perkembangan fungsi bantuan berupa mesin huller yang diberikan kepada kelompok masyarakat. Dari monitoring ini, informasi yang diperolerh tim, mesin huller yang diberikan memberikan manfaat, dapat meningkatkan produktfitas dan menghemat waktu pengupasan biji kopi, dapat mengupas sebanyak 200 kg/ jam. Kelompok masyarakat juga melakukan perawat rutin terhadap messin huller, tidak hanya kelompok yang bisa memakai mesin ini, tapi mesin huller ini juga sering dipakai oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan. Menurut pengakuan dari ketua kelompok bantuan yang diberikan bermanfaat sekali bagi masyarakat maupun kelompok yang menggunakan mesin ini, produksi kopi masyarat juga meningkat karna mesin yang diberikan mepercepat proses kerja pengupasan kopi, masyarakat berharap pihak Balai TNBG jangan hanya sampai memberikan bantuian mesin tapi juga ikut terus melakukan pendampingan terhadap kelompok, sehingga akan menambah produksi kopi kelompok. Tim pendampingan Balai TNBG juga terus melakukan monitoring baik itu pendampingan maupun pembinaan sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran digunakan dan manfaatnya bisa di rasakan langsung oleh masyarakat. Sumber: Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Warga Deli Serdang Serahkan Elang Brontok ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Medan, 11 Agustus 2020. Bertempat di Kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Jumat 7 Agustus 2020, Wahyu Satrio, warga Jl Sidomulya Dusun V Gg Famili, Deli Serdang menyerahkan 1 ekor Satu ekor elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang diterima Patar Pridolin, SH (Polhut), disaksikan petugas lainnya AnI (Polhut), Ernest J Pandingan (PEH) dan Ida Marni (staf) melalui Berita Acara Penyerahan Satwa No. BA 34 34/K.3/Bidtek/GKM/8/2020. Dalam keterangannya, Wahyu Satrio yang bekerja sebagai karyawan swasta, dan juga aktif sebagai anggota salah satu Kelompok Pencinta Alam “Jalawana”, menyebutkan bahwa Elang Brontok yang diserahkannya tersebut diperoleh dari salah satu masyarakat di Tebing Tinggi. Karena kepeduliannya sebagai kader kelompok pencinta alam, memberi pemahaman kepada pemiliknya bahwa satwa tersebut jenis dilindungi, oleh karena itu sebaiknya diserahkan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pemilik satwa tersebut kemudian menitipkan kepada Wahyu untuk diserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Selanjutnya satwa dibawa ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan. Sumber : Patar Pridolin Manalu, SH. - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Masih Tutup, TWA Sibolangit Dibersihkan di Hari Konservasi Alam Nasional

Sibolangit, 11 Agustus 2020. Suasana yang berbeda terlihat di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit pada Senin, 10 Agustus 2020. Meskipun kawasan wisata ini belum dibuka untuk kunjungan wisata akibat pandemi covid-19, tapi terlihat sekelompok orang berkumpul mengikuti kegiatan Aksi Bersih kawasan TWA Sibolangit dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 untuk tingkat Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dengan mengusung tema “Negara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Sekitar 60 orang pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengikuti aksi bersih tersebut. Dalam kegiatan aksi bersih di kawasan TWA Sibolangit, seluruh peserta memungut sampah dan membersihkan lingkungan di kawasan TWA Sibolangit. Sampah-sampah yang dikumpulkan dipilah sesuai dengan jenis sampah, baik organik maupun non organik. Terlihat sejumlah pejabat hadir, diantaranya Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc. For., Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP., Kepala Bagian Tata Usaha, Teguh Setiawan, S.Hut. MM., Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Herbert BP. Aritonang, S.Sos. MH., Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan, Andoko Hidayat, S.Hut. MP., Kepala Sub Bagian Umum, Imelda Kamayanti Harahap, SH., serta Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama, Elvina Rosinta Dewi, S.Hut., M.I.L. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. dalam laporannya kepada Wakil Menteri LHK dan Dirjen KSDAE melalui acara live streaming, yang tersambung dengan kegiatan aksi bersih di TWA Angke Kapuk, Jakarta, menguraikan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkaitan dengan peringatan HKAN, termasuk kegiatan aksi bersih yang dilakukan di kawasan TWA Sibolangit.“Pak Wamen, sampah-sampah yang dikumpulkan ini nantinya akan dipilah dan diolah. Sampah-sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk, sedangkan yang non organik diolah menjadi berbagai kreatifitas oleh petugas Resort TWA Sibolangit. Kami tetap semangat, meskipun masih suasana covid 19. Dan kami tetap memperhatikan serta menerapkan protokol kesehatan”, ujar Hotmauli dengan penuh semangat. Hotmauli juga menyampaikan, bahwa kebersihan sekitar kawasan serta penerapan protokol kesehatan dengan penyediaan tempat cuci tangan, penyediaan handsanitizer dan petugas yang menggunakan masker, menjadi pertanda kesiapan kawasan TWA Sibolangit untuk dibuka kembali bagi kegiatan wisata. Kegiatan aksi bersih ini sejalan dengan himbauan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), melalui suratnya Nomor : S.659/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020 tanggal 30 Juli 2020, perihal Aksi Bersih Sampah di Kawasan Konservasi, yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar/Balai KSDA dan Kepala Balai Bear/Balai TN di seluruh Indonesia. Sumber : Inggrid R Tarihoran - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah dan Kemah Konservasi di kawasan SPW II TN Gunung Rinjani

Rabu, 12 Agustus 2020 - Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melaksanakan road to HKAN 2020 dengan agenda Aksi Bersih Sampah dan Kemah Konservasi di kawasan SPW II TNGR. Hari Konservasi Alam Nasional merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Hari Konservasi Alam Nasional atau yang biasa disingkat HKAN, diperingati setiap tanggal 10 Agustus yang ditetapkan oleh presiden Republik Indonesia yang keenam, Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009. Hari Konservasi Alam Nasional memiliki tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat, serta memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun tidak dilakukan serentak di satu lokasi di Indonesia, akan tetapi peringatan Hari Konservasi Alam Nasional harus tetap untuk diperingati secara terus menerus sebagai bentuk upaya untuk menjaga kesinambungan konservasi alam, memasyarakatkannya, dan menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Peringatan HKAN dilakukan setiap tanggal 10 Agustus, tahun ini mengusung tema "Nagara Rimba Nusa-Merawat Peradaban Menjaga Alam. Balai TNGR telah melaksanakan Road to HKAN 2020 dengan kegiatan Aksi Bersih Sampah di sekitar kawasan Gunung Rinjani, dirangkaikan dengan acara kemah bhakti konservasi dan lomba forto konservasi. Lokasi puncak kegiatan dilakukan di Pusuk Sembalun, Lombok Timur yang dilanjutkan dengan pembersihan jalan sepanjang 7 km dari Pusuk Sembalun sampai Sebau oleh anggota Saka Waknabakti Lombok Timur Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam acara HKAN 2020 sebanyak 100 orang yang terdiri dari Dinas LHK NTB, Dinas LH dan Kebersihan Lombok Timur, Dispar Lombok Timur, Camat Sembalun, Camat Wanasaba, Danramil Sembalun, Dan ramil Wanasaba, Kapolsek Sembalun, Kapolsek Wanasaba, KPH Rinjani Timur, Pokdarwis Rinjani Perkasa, dan Pokdarwis Kelompok Pemuda Sebau Lestari. Sumber: Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah di TN Manusela Dalam rangka menyambut HKAN 2020

Rabu, 12 Agustus 2020 - Dalam rangka menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2020, seluruh ASN dan Pegawai Kontrak Balai Taman Nasional (BTN) Manusela melakukan Aksi Bersih Sampah di Taman Nasional Manusela. Aksi Bersih Sampah ini dilaksanakan di jalan nasional Trans Seram sepanjang ± 34,7 km yang melintas di dalam kawasan taman nasional. Jalan Trans Seram dipilih karena jalan ini menjadi ‘etalase’ ataupun “halaman depan’ kawasan TN Manusela. Baik-buruknya citra taman nasional salah satunya ditentukan oleh kondisi kebersihan kawasan. Aksi bersih ini merupakan kali kedua BTN Manusela melakukan pembersihan sampah di ruas jalan Trans Seram ini sepanjang tahun 2020. Aksi pertama adalah pada bulan Maret 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Tujuh puluh enam personil ikut serta dalam aksi bersih sampah ini. Seluruh personil yang ada dibagi ke dalam 16 Regu yang masing-masingnya bertanggung jawab terhadap 2-3 Km ruas jalan. Kegiatan/aksi ini dimulai ± pukul 09.00 WIT dan selesai sekitar pukul 14.30 WITA. Pembersihan dilakukan terhadap segala jenis sampah botol, kantong plastik, kaleng, bungkus makanan dan lain-lain, Hasil kegiatan ini adalah terkumpulnnya total ± 452,4 kg sampah. Sampah-sampah yang terkumpul selanjutnya dikemas dalam kantong-kantong plastik sampah dan diangkut dengan truk untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kota Masohi. Dalam aksi ini, selain menghitung berat total sampah, seluruh Regu juga memilah dan menghitung jumlah sampah sesuai jenisnya. Dari penghitungan tersebut diperoleh hasil bahwa sampah plastik berupa botol/gelas minuman kemasan, adalah jenis sampah paling dominan yang ditemukan di sepanjang jalan Trans Seram. Setelah itu adalah sampah kemasan/pembungkus makanan. Sumber: Balai TN Manusela
Baca Berita

Pengembalian Burung Endemik Maluku Tepat di Hari Konservasi Alam Nasional

Sibolangit, 11 Agustus 2020. Dalam upaya pelestarian satwa liar dilindungi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Balai KSDA DKI Jakarta melakukan pengembalian satwa liar dilindungi endemik Maluku ke Balai KSDA Maluku, didukung oleh program pelestarian tumbuhan dan satwa Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen KSDAE. Jumlah satwa liar dilindungi dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang dikembalikan ke Maluku berjumlah 14 (empat belas) ekor burung yang terdiri dari 6 (enam) ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis), 7 (tujuh) ekor Nuri Merah Maluku (Eos bornea) dan 1 (satu) ekor Nuri Sayap Hitam (Eos cyanogenia). Burung-burung tersebut merupakan hasil dari penitipan Polrestabes Medan pada bulan Nopember 2019 dan titipan operasi gabungan antara KKP Bea Cukai Belawan, Karantina Pertanian Belawan dan Balai Gakkum Sumatera Utara pada April 2019. Sebelum dikembalikan ke Maluku ke 14 (empat belas) satwa tersebut dirawat dan direhabilitasi (pemulihan kesehatan) di PPS Sibolangit yang merupakan bagian dari tanggung jawab Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi. Pengembalian ke 14 ekor burung ini dilaksanakan dalam acara khusus pelepasan/pemberangkatan, pada Senin 10 Agustus 2020, bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 Tingkat Sumatera Utara, di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit menuju Bandara Udara Kuala Namu Internasional (KNIA). Pengembalian satwa liar ini merupakan upaya-upaya untuk perlindungan satwa liar dilindungi, langka dan endemik melalui pelepasliaran satwa liar di alam. Satwa-satwa yang dikembalikan ke Maluku akan menjalani habituasi dahulu di BKSDA Maluku sebelum dilepasliarkan di Taman Nasional Manusela. Melalui kegiatan pengembalian satwa liar ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara berharap satwa yang dikembalikan dapat di lepasliarkan dan berkembang biak sehingga menambah jumlah populasinya di alam. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Inisiasi Pengembangan Wisata Desa Garung Sebagai Gerbang Menuju TN Sebangau

Pulang Pisau, 11 Agustus 2020 - Balai Taman Nasional (TN) Sebangau bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pulang Pisau besama-sama melaksanakan diskusi melalui pendekatan kepada masyarakat Garung tentang inisiasi pengembangan wisata di Desa Garung. Desa Garung secara administrasi berada di Kabupaten Pulang Pisau, masyarakatnya sebagian besar masih memiliki tingkat ketergantungan terhadap alam yang tinggi dengan melakukan illegal logging dan illegal fishing sebagai mata pencaharian utama. Kedua aktivitas tersebut kerap dilakukan di kawasan TN Sebangau, untuk itu diperlukan suatu formula yang dapat merubah ketergantungan masyarakat terhadap alam untuk diarahkan ke sektor wisata alam dengan harapan masyarakat akan meninggalkan pekerjaan lama kemudian beralih menjadi pengusaha sektor wisata. Inisiasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat Desa Garung dengan didukung oleh Balai TN Sebangau bersama Disbudpar Kabupaten Pulang Pisau untuk mengimplementasikan Desa Garung sebagai Pintu Gerbang Menuju TN Sebangau. Perjalanan dari Desa Garung menuju ke Resort Mangkok dan Resort Bangah yang berada dalam lingkup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Pulang Pisau ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan air dengan menggunakan kelotok (kapal motor), apabila melewati dermaga Kereng Bangkirai dapat memakan waktu perjalanan air sekitar 4 jam. Aktivitas masyarakat Garung pada hari Sabtu dan Minggu sudah banyak yang membuka usaha penyedia jasa sewa kelotok yang melayani wisata memancing di sungai Sebangau, meski demikian masih perlu penataan dan pembentukan organisasi kelompok usaha penyedia jasa sewa kelotok. Lebih lanjut, perlu dilakukan pertemuan dengan masyarakat guna membahas dan menyepakati tarif tiket masuk dan tarif sewa kelotok yang selanjutnya dibuatkan surat keputusan oleh Kepala Desa Garung. Balai TN Sebangau bersama Disbudpar Kabupaten Pulang Pisau berencana akan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai upaya mengurangi kecemburuan sosial dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kepariwisataan di Desa Garung. Secara umum fungsi Pokdarwis sebagai penggerak sadar wisata dan sapta pesona di wilayah destinasi wisata dan sekaligus mitra pemerintah pusat serta pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam upaya perwujudan dan pengembangan sadar wisata di daerah. Kegiatan inisiasi telah mendapat dukungan dari Bapak Andi Muhammad Kadhafi, S. Hut., M.Si. selaku Kepala Balai TN Sebangau. Lebih lanjut, Balai TN Sebangau akan membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Disbudpar Kabupaten Pulang Pisau sebagai mitra kerja sama Balai TN Sebangau dalam rangka pengusulan sarana dan prasarana wisata Desa Garung seperti pembangunan pos tiket, dermaga, dan penyediaan lahan parkir dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau. Harapannya melalui inisiasi tersebut masyarakat Desa Garung akan menjadi mitra baru TN Sebangau dalam koridor penyedia jasa transportasi wisata perairan, penyedia jasa pemandu lokal, serta bila dimungkinkan menjadi Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Lebih lanjut, masyarakat secara mandiri juga dapat mengelola dan menyediakan jasa-jasa lain seperti tiket masuk (PNBP), usaha lahan parkir, usaha kuliner, dan usaha penginapan, sehingga jumlah wisatawan TN Sebangau dapat terdata dengan baik dan akurat serta memperoleh pelayanan yang sesuai. Sumber : Tito Surogo (Penyuluh Kehutanan) - Balai TN Sebangau
Baca Berita

Bersama Bersihkan Desa Wisata di Kepulauan Togean

Ampana, 12 Agustus 2020. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Bersama dengan Ampana Diving Club, pada Senin, 10 Agustus 2020 Pukul 08.00 WITA melakukan aksi bersih sampah dengan masyarakat Desa Kadoda. Desa Kadoda merupakan Desa Wisata yang memiliki spot wisata yang terkenal di Kepulauan Togean yakni Pulau Papan. Dalam rangka kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean memusatkan kegiatan aksi bersih sampah di Desa Kadoda. Mengawali Kegiatan bersih-bersih sampah seluruh Anggota dari Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Dan Ampana Diving club serta masyarakat Desa kadoda terlebih dahulu memeriksakan suhu tubuhnya dan mencuci tangan seperti prosedur yang telah diterapkan pemerintah dalam rangka new normal. Selanjutnya penyerahan Tempat sampah dan alat-alat kebersihan kepada Kepala Desa Kadoda seperti sapu dan Jaring untuk sampah di laut. Pada kegiatan ini juga TNKT membagikan masker kepada Siswa Sekolah Dasar Setempat dan juga masyarakat Pulau Papan. Setelah itu aksi bersih sampah dilakukan dari sekitaran Spot Wisata hingga pekarangan rumah-rumah warga yang berada di darat dan di atas laut. Masyarakat dan siswa Sekolah Dasar antusias ikut serta membantu aksi tersebut, mereka turun langsung di laut untuk membersihkan sampah yang berada disekitaran rumah masyarakat. Kegiatan selanjutnya adalah Sosialisasi Ampana Diving club kepada Siswa Sekolah Dasar dan masyarakat Pulau Papan tentang celengan sampah, yang dimaksud celengan sampah adalah tukar botol celengan sampah (botol yang diisi dengan sampah plastik) dengan hadiah menarik seperti Alat tulis, baju dan lain-lain. Hadiah didapatkan tergantung banyaknya celengan sampah yang ditukarkan, kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi siswa dan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menambah semangat dan mengurangi sampah plastik yang berada disekitar rumah masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Gelar Aksi Pada 4 Lokasi Peringati HKAN 2020

Bengkulu-Lampung, 10 Agustus 2020 - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang di tahun 2020 ini mengusung tema “Nagara Rimba Nusa – Merawat Peradaban Menjaga Alam”, BKSDA Bengkulu-Lampung melakukan aksi Bersih Sampah di 3 (tiga) lokasi Taman Wisata Alam (TWA) yang dikelola dan di lingkungan Pusat Penyelamatan Satwa - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung. Lokasi pertama yaitu di TWA Pantai Panjang dan Pulau Baai, dimana aksi ini diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala BKSDA Bengkulu Ir. Donal Hutasoit, M.E. dan diikuti oleh Kasubag TU, Kepala (SKW) II, Staf Balai & SKW II, dan bebarapa komunitas peduli lingkungan yang berada di Kota Bengkulu. Selain itu dari lokasi juga bergabung dengan online zoom meeting pelaksanaan aksi bersih sampah nasional yang dilakukan secara serentak lingkup Ditjen KSDAE. Lokasi Kedua dan ketiga merupakan TWA di wilayah pengelolaan SKW I yaitu TWA Bukit Kaba dan TWA Air Hitam. Pada TWA Bukit Kaba pelaksanaan aksi dilakukan bersama BUMDes Urip Jaya yang dipimpin langsung Kepala Seksi Wilayah I. Sedangkan di TWA Air Hitam pelaksanaan aksi dilakukan petugas KPHK Seblat, Resort KSDA Air Hitam, Seblat, Air Rami, Mukomuko dan Kelompok Pemuda Pemudi Penggiat Alam dan Lingkungan Hidup (KP3ALH) yang merupakan kelompok masyarakat yang selalu aktif dalam penyelamatan satwa dilindungi jenis penyu. Selain itu aksi bersih sampah di TWA Air Hitam ini juga diikuti oleh anggota Komunitas Motor RX King. Dan tidak hanya aksi bersih sampah yang dilakukan tetapi peserta aksi juga melakukan penanaman pada kawasan yang terbuka, serta melakukan pelepasan 50 ekor tukik jenis penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Untuk di SKW III Lampung aksi bersih sampah dilakukan di lingkungan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS). Tempat ini menjadi lokasi aksi dengan tujuan untuk lebih menjamin kebersihan dan kesehatan satwa-satwa liar hasil sitaan penegakan hukum maupun penyerahan masyarakat yang masih di rehabilitasi sebelum dilepasliarkan lagi ke alam. Jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan untuk di TWA Pantai Panjang & Pulau Baai sebanyak 12 kantong/karung, TWA Bukit Kaba sebanyak 2 karung, TWA Air Hitam sebanyak 11 Karung dan PPS Lampung sebanyak 4 karung. Semoga aksi-aksi yang dilakukan ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan sesuai dengan tema HKAN 2020. Salam Konservasi !!! Sumber: Balai KSDA Bengkulu-Lampung
Baca Berita

Pelepasliaran Kukang Di HKAN 2020 Sumatera Utara

Sibolangit, 11 Agustus 2020. Masih dalam rangka peringatan Hari Konservaasi Alam Nasional (HKAN) 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan pelepasliaran 1 ekor Kukang (Nycticebus coucang) di kawasan TWA Sibolangit, pada Senin, 10 Agustus 2020. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. didampingi sejumlah pejabat eselon III dan eselon IV, serta petugas PPS Sibolangit dan petugas Resort TWA Sibolangit, berkenan membuka pintu kandang pertanda pelepasan Kukang, dan terlihat Kukang dengan lincah keluar dari kandang kemudian memanjat pohon yang ada disekitarnya. Fatimah Sari, S.KH., Koordinator PPS Sibolangit, dalam penjelasannya menyebutkan bahwa Kukang yang dilepasliarkan merupakan penyerahan masyarakat, dan mulai direhabilitasi di PPS Sibolangit bulan Mei 2020. Sifat liar satwa ini masih terlihat, sehingga begitu dilepaskan segera memanjat dan mencari makanannya. “Kawasan TWA Sibolangit merupakan habitat dari Kukang, karena bahan pakannya berupa serangga dan buah-buahan, cukup tersedia di kawasan ini. Pelepasliaran ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan di kawasan ini. Selain itu satwa ini akan aman, karena petugas rutin memantau kawasan, “ ujar Hotauli Hotmauli juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga masyarakat yang dengan kesadaran tinggi menyerahkan satwa peliharaannya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara guna direhabilitasi dan dilepasliarkan di habitatnya. Tidak lupa juga Hotmauli menghimbau masyarkat luas apabila memiliki atau memelihara satwa liar dilindungi, untuk segera menyerahkannya kepada petugas agar direhabilitasi. Melalui momen HKAN 2020 ini diharapkan tumbuh kesadaran warga untuk peduli kepada upaya-upaya konservasi alam, ujar Hotmauli. Pelepasliaran Kukang juga memperhatikan protokol kesehatan, dimana peserta yang menyaksikan pelepasliaran menggunakan masker, sedangkan petugas selain menggunakan masker juga menggunakan sarung tangan. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

181 Partisipan HKAN 2020 Bersih Sampah di Ruas Jalan Jalan Nasional Sanggi-Bangkunat

Kotaagung, 10 Agustus 2020. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang mengusung tema “Nagara Rimba Nusa – Merawat Peradaban Menjaga Alam”, Balai Besar TNBBS bersama Pemkab Tanggamus dan Pemkab Pesisir Barat, serta mitra kerja melakukan aksi bersih sampah pada ruas Jalan Nasional Sanggi-Bangkunat di kawasan TNBBS. Kegiatan ini melibatkan 181 orang partisipan yang terdiri dari : Pegawai lingkup kantor Balai Besar TNBBS 54 orang; pegawai lingkup BPTN I Semaka 35 orang; Pemkab Tanggamus 2 orang; aparat Pekon Pemerihan beserta masyarakat 18 orang; RPU YABI 25 orang; WCS-IP 17 orang; Mahasiswa UNILA 8 orang; Saka Wana Bakti Kwarcab Tanggamus 12 orang; Danone 5 orang; PILI 3 orang; UNDP Tiger Project 2 orang. Kegiatan aksi bersih sampah diawali dengan apel bersama di halaman Kantor Balai Besar TNBBS pukul 07.30 WIB, dipimpin oleh Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut.,M.P. Selanjutnya, seluruh peserta aksi kemudian menuju Resort Pemerihan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Bangkunat Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) I Semaka, untuk bergabung dengan online webinar pada pukul 09.00 WIB, dalam pelaksanaan aksi bersih sampah nasional yang dilakukan secara serentak lingkup Ditjen KSDAE. Aksi bersih sampah telah menjadi agenda rutin tahunan Balai Besar TNBBS sejak 5 tahun terakhir. Aksi bersih sampah di ruas jalan nasional Sanggi-Bangkunat di kawasan TNBBS sepanjang ± 11,5 Km berhasil mengumpulkan sampah yang berada di sekitar ruas jalan sejumlah 365 karung dengan berat mencapai ± 6.122,5 Kg. Sampah yang dikumpulkan didominasi oleh sampah plastik, yang diduga berasal dari sampah pengguna ruas jalan Sanggi-Bangkunat. Kegiatan aksi bersih sampah ini juga merupakan rangkaian peringatan Global Tiger Day (GTD) yang jatuh pada tanggal 29 Juli lalu. Pada kesempatan ini juga dilakukan komunikasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pekon Pemerihan yang akan mengajukan permohonan Izin Usaha Jasa Wisata Alam di Resort Pemerihan. Kepala Bagian Tata Usaha Heru Rudiharto, S.Si.,M.P mengatakan bahwa persoalan sampah harus dicari pemecahannya yang paling mendasar. “Persoalannya adalah di edukasi. Kita harus mulai dari diri sendiri, kita didik anak-anak kita, keluarga kita untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kita harus belajar bagaimana memilah sampah mana yang bisa digunakan untuk daur ulang, misalnya untuk pembuatan kompos atau memilah sampah yang harus kita buang dengan hati-hati. Aksi ini jangan berhenti di ceremony saja, tapi juga bagian dari pendidikan agar kita sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan”, ujar Heru. Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut.,M.P menutup aksi bersih sampah di Patok 50 Resort Sukaraja pukul 14.25 WIB dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa kekeluargaan antara Balai Besar TNBBS, pemerintah daerah setempat dan mitra kerja. “Aksi bersama-sama bersihkan kawasan TNBBS meningkatkan rasa kebersamaan. Kita semua merupakan keluarga besar dan terus melakukan upaya perbaikan, dan mudah-mudahan ke depan kita menjadi lebih baik lagi. Terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut mensukseskan kegiatan ini”, kata Ismanto. Pada saat bersamaan, di BPTN II Liwa tepatnya di Resort Suoh SPTN III Krui, melakukan aksi bersih sampah di Objek Wisata Alam Suoh. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BPTN II Liwa Amri, S.H.,M.Hum dengan melibatkan 59 partisipan, terdiri dari pegawai lingkup BPTN II Liwa 33 orang; Mahasiswa UNILA 3 orang; Saka Wana Bakti Kwarcab Lampung Barat 10 orang; Forum Jasa Wisata Jagad Endah Lestari 7 orang; Forum Jasa Wisata Tunas Harapan 6 orang. Sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai ± 104 Kg yang berasal dari pengunjung Danau Asam, Danau Lebar, Keramikan dan Nirwana. “Menjaga kebersihan tempat wisata dilakukan tidak saat ini saja, tetapi secara terus-menerus. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19”, jelas Amri. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Peringati HKAN 2020, Balai KSDA Yogyakarta Edukasi Masyarakat Melalui Sampah

Yogyakarta 10 Agustus 2020, Momentum Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020 yang mengusung tema “Nagara Rimba Nusa, Merawat Peradaban Menjaga Alam” digunakan Balai KSDA Yogyakarta untuk mengedukasi masyarakat sekitar kawasan melalui aksi bersih sampah di kawasan konservasi. Kawasan TWA Batu Gamping yang letaknya berada di tengah permukiman penduduk dipilih sebagai lokasi pelaksanaan aksi bersih sampah di kawasan ini. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan perwakilan personil Resort Konservasi Wilayah, Seksi Konservasi Wilayah dan staf Balai KSDA Yogyakarta dimulai dari pukul 08.00 WIB. Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Balai KSDA Yogyakarta didampingi pejabat struktural lingkup Balai KSDA Yogyakarta. Aksi bersih sampah di kawasan konservasi dilakukan di seluruh areal TWA Batu Gamping dengan membagi peserta menjadi 4 kelompok yang bertugas untuk membersihkan sampah di TWA Batu Gamping. Setelah sampah berhasil dikumpulkan, selanjutnya dilakukan kegiatan memilah sampah berdasarkan jenis sampah yang ada. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi di sela-sela pelaksanaan aksi bersih sampah di kawasan ini menyampaikan arahannya. “Kegiatan bersih sampah di kawasan konservasi kali ini memang tidak dapat diikuti oleh seluruh pegawai Balai KSDA Yogyakarta seperti kegiatan bersih kawasan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan masih berada dalam situasi pandemi. Meskipun demikian, apa yang dilakukan hari ini semoga dapat membawa kebaikan untuk semua. Pemilihan lokasi TWA Batu Gamping yang berdampingan dengan lingkungan masyarakat dapat menjadi upaya edukasi bagi masyarakat sekitar bahwa kita sebagai pengelola kawasan tetap peduli dengan kelestarian lingkungan dengan mengupayakan kebersihan lingkungan yang ada di kawasan konservasi. Dengan pelaksanaan aksi bersih sampah ini, diharapkan masyarakat dapat tergugah dan bijak dalam mengelola sampah, sehingga tidak lagi ada sampah yang menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir di kawasan saat musim penghujan nantinya.” jelas M. Wahyudi. Di saat kondisi normal, TWA Batu Gamping merupakan salah satu lokasi yang digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti kunjungan budaya dan edukasi serta kegiatan perkemahan yang tidak jarang berdampak terhadap peningkatan jumlah sampah di kawasan. Melalui aksi bersih sampah yang didukung dengan adanya koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat setempat, diharapkan meningkatnya kesadaran untuk tidak membuang sampah ke kawasan. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah di TWA Pulau Bakut Menyongsong HKAN 2020

Barito Kuala, 10 Agustus 2020 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan melakukan aksi bersih sampah di kawasan konservasi tepatnya di Taman Wisata Alam Pulau Bakut Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian Road to HKAN 2020 yang selalu diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Agustus. Dikarenakan kondisi pandemi covid-19 puncak peringatan HKAN 2020 ditunda pelaksanaanya dan sebagai penggantinya seluruh UPT Ditjen KSDAE melakukan aksi bersih sampah di seluruh kawasan konservasi. Aksi bersih sampah di TWA Pulau Bakut dihadiri peserta sekitar 50 orang terdiri dari unsur BKSDA Kalsel, Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, Camat Anjir Muara, Camat Alalak, unsur Koramil Anjir Muara dan Alalak, Polsek Anjir Muara dan Alalak, Kepala Desa Beringin serta masyarakat mitra pariwisata. Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyatakan bahwa peringatan HKAN 2020 yang mengusung tema “Nagara Rimba Nusa – Merawat Peradaban Menjaga Alam” memiliki makna bahwa semangat konservasi alam era peradaban maju menjadi tanggung jawab semua pihak. Lebih lanjut Dr. Mahrus menyampaikan bahwa peringatan HKAN 2020 dilaksanakan dalam suasana keprihatinan karena adanya pandemi covid-19 sehingga jumlah peserta yang dilibatkan dibatasi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Aksi bersih sampah di TWA Pulau Bakut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diagendakan dalam menyongsong HKAN 2020. Balai KSDA Kalimantan Selatan sebelumnya telah melakukan kegiatan talkshow melalui siaran radio dan televisi, pelepasliaran satwa Bekantan dan Elang serta penanaman mangrove. Pada akhir kegiatan Kepala BKSDA Kalsel menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta undangan yang hadir dan berharap agar aksi bersih sampah di TWA Pulau Bakut dalam rangka memperingati HKAN 2020 dapat dijadikan momentum untuk mengkampanyekan pentingnya keberadan hutan konservasi bagi kehidupan peradaban manusia dimasa mendatang… Salam Konservasi Hu..Ha.. Hu . Ha (ryn) Sumber: M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si - Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru
Baca Berita

Gaung Negara Rimba Nusa, TANAGUPA Sisir Sampah di Sekitar Kawasan

Sukadana, 10 Agustus 2020. HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) diperingati setiap tanggal 10 Agustus disetiap tahunnya. Dengan tema yang diusung tahun ini “Negara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”, tema ini menekankan pada semangat berperadaban maju yang harmoni dengan alam di era milenial. Oleh karena itu, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) melakukan aksi bersih sampah merayakan HKAN 2020 di sekitar kawasan Bukit Peramas, Sukadana Kalimantan Barat. Berbeda dengan peringatan HKAN di tahun-tahun sebelumnya, peringatan HKAN tahun ini tidak terlalu melibatkan banyak orang mengingat kita sedang dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan mengikuti protokol kesehatan, peringatan ini ditujukan sebagai bentuk kampanye terhadap masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan dibuka pukul 07.00 WIB yang dimulai dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan aksi bersih sampah bersama. Aksi bersih sampah yang dihadiri oleh perwakilan beberapa instansi ini berhasil mengumpulkan sampah non organik sebanyak 104,4 Kg yang selanjutnya sampah-sampah tersebut dibuang ketempat pembuangan akhir di Sukadana. Kegiatan aksi bersih sampah ini akan disambungkan secara virtual dengan lokasi pelaksanaan Aksi Bersih di TWA Angke Kapuk yang dihadiri oleh Wakil Menteri KLHK serta Bapak Dirjen KSDAE, pada pukul 10.00 WIB. Sebab dipilihnya Bukit Peramas sebagai lokasi kegiatan HKAN 2020, karena lokasi ini mudah mengakses sinyal sehingga dapat tersambung via zoom meeting. “Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini saya mengajak saudara-saudara semua untuk mari bersama-sama melakukan konservasi alam. Konservasi alam tidak hanya sebatas di kawasan konservasi. Karena itu mari kita mulai dari lingkungan kita masing-masing melalui hal-hal yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, mengendalikan sampah plastik, menanam pohon, dan lain sebagainya. Kita jadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup kita sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa yang dapat kita wariskan kepada generasi-generasi penerus kita.” tutup Pak Ari selaku Kepala Balai TANAGUPA dipenghujung pidato nya. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Aksi Bersih Kawasan Konservasi di Hutan Tanah Daru

Waingapu, 10 Agustus 2020. 10 Agustus merupakan tanggal penting bagi para pengelola kawasan serta penggiat konservasi karena pada tanggal ini, konservasi diperingati sebagai sebuah hari khusus yaitu Hari konservasi Alam Nasional (HKAN). Berbagai kegiatan diadakan guna mendukung program konservasi di Indonesia. Pada tahun 2020 ini, penyelenggaraan HKAN aka dipusatkan di Taman Nasional Kutai pada bulan November nanti. Namun, road to HKAN sudah mulai digaungkan sejak bulan lalu untuk terus meningkatkan semangat konservasi. Seremonial HKAN pada 10 Agustus dipusatkan di Taman Wisata Alam Muara Angke, Kapuk, Jakarta. Wakil Menteri LHK, Dirjen KSDAE, beserta pejabat lainnya turut hadir dalam giat penanaman mangrove di TWA ini. Wakil Menteri dan Dirjen juga menerima tele conference seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) KSDAE di daerah yang melakukan kegiatan serupa. Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) sebagai salah satu UPT KSDAE melaksanakan kegiatan Aksi Bersih Kawasan Konservasi dengan mengumpulkan sampah di sepanjang jalan nasional yang memotong kawasan TN. Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak, diantaranya Kepala Dinas LH Kab. Sumba Tengah, Kepala KPH Sumba Tengah, Kepala Desa Umbu Langang, Kepala Desa Mbilur Pangadu, Balai Pelaksana Jalan Nasional X Kupang, mitra PKS jalan nasional, pelajar SMK Peternakan, anggota Saka Wana Bakti, dan pegawai TN Matalawa. Tidak kurang dari 80 peserta terlibat dalam aksi ini dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran wabah COVID-19. Lokasi kegiatan merupakan kawasan hutan yang memotong jalan nasional dan sering dijadikan tempat beristirahat bagi para pengendara yang melintas. Oleh sebab itu, jumlah sampah yang ada di lokasi ini cukup banyak dan didominasi oleh sampah plastik bekas makanan dan minuman. Jumlah sampah yang berhasil dibersihkan oleh seluruh peserta mencapai 24 karung besar dengan estimasi total berat mencapai 150 kilogram. Pada kesempatan ini juga dilakukan pemasangan papan larangan buang sampah serta larangan membakar kawasan hutan. Sumber: Balai Taman Nasional Matalawa

Menampilkan 3.217–3.232 dari 11.141 publikasi