Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Papua Didukung PLN UIP Papua Renovasi Kandang Transit

Jayapura, 18 Agustus 2020. Balai Besar KSDA Papua, secara simbolis menerima dana bantuan renovasi kandang transit senilai Rp. 150.000.000,- serta tiga unit kendaraan patroli roda dua dari PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua. Penyerahan berlangsung di kandang transit BBKSDA Papua, Buper, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura pada Selasa, (18/8). Dana renovasi rumah aves tersebut bersumber dari CSR PT PLN (Persero). Bantuan renovasi bertujuan untuk mengembalikan fungsi kandang transit untuk keperluan pemeliharaan sementara satwa hasil sitaan maupun hasil evakuasi karena konflik. Satwa tersebut kemudian direhabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya. Kerja sama PLN UIP Papua dengan BBKSDA Papua dalam hal pelestarian alam merupakan wujud komitmen PLN yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, tiga unit motor akan digunakan untuk patroli pengamanan Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop yang memiliki luas ± 31.479 hektar di Kota dan Kabupaten Jayapura. Penyerahan motor ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BBKSDA Papua dengan PLN UIP Papua dalam rangka pembangunan SUTT 150 kV GI Jayapura – GI Angkasa, yang melintasi kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Kegiatan serah terima bantuan ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk pencegahan pandemi Covid-19. Semua yang hadir mengenakan masker, serta menjaga kebersihan, salah satunya dengan cara mencuci tangan. Reisal Rimtahi Hasoloan, General Manager PLN UIP Papua, mengatakan, “Kami berharap bentuk dukungan ini dapat membantu BBKSDA Papua beserta instansi lain yang terkait untuk terus berupaya menjaga kelestarian alam di Papua. Kecantikan alam Papua begitu dipuji oleh dunia dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakatnya. Sudah sepatutnya kita lestarikan untuk kita dan anak cucu kelak. PLN terus berupaya menjaga komitmen untuk melakukan pembangunan yang berbasis lingkungan.” Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada PLN UIP Papua atas perhatiannya terhadap upaya pelestarian flora dan fauna di Papua. Edward mengatakan, “Bantuan ini sangat bermanfaat dalam rangka optimalisasi fungsi kandang transit satwa liar di Jayapura. Sementara kendaraan patroli roda dua akan digunakan oleh Kesatuan Pemangkuan Hutan Konservasi (KPHK) Cycloop-Youtefa untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan." Selanjutnya, Edward menghimbau semua pihak agar bersinergi dalam menjaga dan mengelola keanekaragaman hayati di Papua, sesuai kapasitas atau tugas dan fungsi masing-masing. [] Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Aksi Perempuan Tangguh Balai TN Taka Bonerate Rayakan HUT RI ke-75

Kepulauan Selayar, 17 Agustus 2020. Peran dan Perjuangan perempuan pada kemerdekaan Indonesia tidak dapat diabaikan. Mereka memiliki andil besar dalam peristiwa-peristiwa bersejarah yang berujung pada kemerdekaan Indonesia. Hal itu yang menggalakkan semangat Dharma Wanita Persatuan Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Pada peringatan HUT RI ke-75, Ketua Dharma Wanita Balai TN Taka Bonerate, Thabita Parrangan, S.E. bersama Tim melakukan beberapa rangkaian kegiatan di antaranya, Pelepasliaran Tukik, Penanaman Pohon, Transplantasi Karang, dan Pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tarupa (SPTN Wil. I Tarupa) tepatnya di Pulau Tinabo dan Pulau Latondu. Ini merupakan momentum kejayaan untuk menjadi perempuan yang tangguh, mandiri, kreatif, dan dapat melahirkan generasi yang membanggakan bagi nusa dan bangsa. "Dirgahayu Indonesia, Indonesia Maju, Merdeka..." Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Video: Yusuf Ronald - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Sang Saka Merah Putih Berkibar di Bawah Laut TN Taka Bonerate

Kepulauan Selayar, 17 Agustus 2020. Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, Balai Taman Nasional Taka Bonerate melakukan aksi pengibaran bendera merah putih di bawah laut. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan yang berlokasi di perairan Pulau Tinabo ini berlangsung hikmat dan diikuti oleh keluarga besar Balai Taman Nasional Taka Bonerate bersama Diver Selayar dan masyarakat dalam kawasan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jiwa patriotisme menuju Indonesia yang lebih maju "Sekali Merdeka Tetap Merdeka...!!!" Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate Video: Yusuf Ronald - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Sinergi Tim Gabungan Gagalkan Pengiriman Burung Tanpa Dokumen

Jambi, 14 Agustus 2020. Bermula dari laporan masyarakat tentang adanya pengiriman burung yang dicurigai tanpa dilengkapi dokumen, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama tim Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) Jambi serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flight langsung melakukan tindaklanjut terhadap laporan tersebut. Petugas akhirnya berhasil mengamankan satwa burung tanpa dokumen di salah satu loket bus di Kota Jambi. Sebanyak ± 500 ekor burung jenis kolibri ninja (Nectarinia sperata) dan ± 15 ekor burung cucak ranting (Chloropsis cochinchinensis) langsung diamankan petugas. Berdasarkan pengakuan sopir bus, burung-burung tersebut dibawa dari Pekanbaru-Riau menuju ke Lampung. Burung cucak ranting dan burung kolibri ninja merupakan satwa beresiko rendah menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dan non-appendiks Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), namun peredarannya harus dilengkapi oleh dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN). “Balai KSDA Jambi menerima laporan bahwa ada ratusan burung tanpa dokumen yang dibawa dari Provinsi Riau melewati Provinsi Jambi, Balai KSDA Jambi bersama tim Gakkum berhasil mengamankan pengiriman burung-burung tersebut. Rencananya, burung-burung ini akan dilepasliarkan pada habitat alami yang sesuai di Provinsi Jambi. Burung-burung ini memiliki peran yang besar dalam menjaga kestabilan ekosistem di alam, maka dari itu kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) sebagai warisan untuk anak cucu kita mendatang dan titipan Allah SWT” jelas Bapak Rahmad Saleh, S.Hut., M.Si Kepala BKSDA Jambi. Burung cucak ranting dan kolibri ninja memiliki bulu bewarna hijau yang berhabitat di hutan primer dan sekunder tua di dataran rendah serta perbukitan. Mereka tersebar pada ketinggian 200-1000 m dpl. Burung cucak ranting merupakan pemakan biji bijian dimana berperan penting dalam persemaian alami tumbuhan-tumbuhan karena secara tidak langsung dalam penyebaran biji tumbuhan pada habitatnya sedangkan burung kolibri ninja berperan penting dalam proses penyerbukan tumbuhan. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

BKSDA Sultra Rayakan HUT RI di Dua Tempat Berbeda

Kendari, 17 Agustus 2020. Dirgahayu Republik Indonesia. Memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia ke-75, Balai KSDA Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I dan II melakukan persiapan untuk ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Merah Putih di 2 (dua) tempat berbeda yaitu puncak Gunung Padang Kukuh Suaka Margasatwa (SM) Lambusango dan pesisir pantai Taman Wisata Alam (TWA) Padamarang. Kegiatan perayaan HUT Indonesia ke-75 ini di ikuti oleh masing masing SKW dan anak anak muda yang cinta akan lingkungan dan alam sekitarnya sesuai dengan standar protokol covid 19. Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara mengatakan kepada teman teman pencinta alam agar tetap memelihara semangat kemerdekaan dengan tetap bersama menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan kita serta memelihara hutan karena hutanlah yang telah memberi rumah bagi perjuangan gerilya para pahlawan tersebut. Peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke 75 yang diselenggarakan SKW I di puncak Padang Kuku SM Lambusango berupa Upacara Bendera dan aksi bersih sampah dengan hasil 6 kantong sampah plastik berupa botol minuman dan puntung rokok. Kegiatan di ikuti sebanyak 79 orang terdiri dari BKSDA Sultra 4 orang, KPA Tarsius 5 orang, KPA Gode Gode 22 orang, KPA Wasalamata 18 orang, Karang Taruna Mutiara 16 orang dan KPA Lambusango Timur 14 orang. Semua kegiatan dilaksanakan dengan standar kesehatan yaitu tetaap memakai Masker dan Handsanitizer. Selain itu, Pemerintah Desa Lambusango Timur yang diwakili oleh Kepala desa bapak LAMANGKE juga menerima pembagian masker dari SKW I yang ditujukan untuk aparat dan pamong desa. Kegiatan HUT RI di SKW II dilaksanakan dengan melakukan kibar bendera Merah Putih di TWA Kepulauan Padamarang bersama Fakultas Teknik dan Mapala USN Kolaka dengan rangkaian acara dimulai pada tanggal 16 Agustus 2020 berup Apel siaga dan pembukaan camping ground. Peserta kibar bendera merah putih terdiri dari Kelompok Pencita Alam Kolaka, KPA Kendari, KPA Buton Tengah sebanyak 75 orang, di Pantai Leppe Manukke TWA Kep. Padamarang dan Dilanjutkan dengan kegiatan berupa aksi bersih sampah disepanjang pantai Leppe Manukke TWA Kep. Padamarang yang terdiri dari sampah organik dan an-organik sebanyak 5 kantong plastik serta kegiatan diskusi umum dengan tema" Semangat Kemederkaan guna kelestarian alam di tengah pandemi" Puncak kegiatan HUT RI di SKW II dilakukan dengan pendakian ke Puncak Pulau Padamarang. Puncak Padamarang (621 mdpl) merupakan Lokus Pusat pengibaran Merah Putih tahun 2020 dimana Upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI 2020 dengan mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang 75 meter dengan Inspektur Upacara Kepala Seksi SKW II dan komandan upacara BEM Fakultas Teknik USN, dan turut serta pula sebagai peserta Upacara Karyawan BKSDA Sulawesi Tenggara, KPA, MMP, Mapala, dll dengan total peserta berjumlah 75 orang. Kegiatan ditutup dengan aksi bersih sampah dengan hasil sebanyak 3 kantong plastik. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Memasuki Tahun Ketiga PKS, Balai TNAL dan Burung Indonesia Melaksanakan Rapat Evaluasi

Sofifi, 12 Agustus 2020 - Dalam rangka mengevaluasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai TN Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan Burung Indonesia periode 2018-2022, maka dilaksanakanlah rapat bersama guna melihat sejauh mana pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Burung Indonesia pada periode 2019-2020. Lebih lanjut, rapat ini juga mengusung agenda diskusi bersama terkait rancangan dokumen RKT Burung Indonesia periode 2020-2021 (tahun ketiga PKS). Benny Siregar selaku perwakilan Burung Indonesia memaparkan capaian pelaksanaan 9 program yang tertuang dalam RKT 2019-2020. Secara umum, program utama telah menunjukkan progres sebesar 50% hingga 100%. Namun selama pelaksanaan, Beliau mengaku bahwa masih terdapat beberapa kendala terhadap program lainnya yang belum berjalan optimal, salah satunya program Eco Camp yang terkendala karena adanya pandemik Covid-19. Menanggapi paparan Burung Indonesia, Kepala Balai TNAL, T. Heri Wibowo, S.Hut., M.Eng., menyoroti terkait program Kesepakatan Pelestarian Alam Desa (KPAD), yang mana wujud kolaboratif bersama Balai TNAL agar diimplementasikan kedepannya sesuai kondisi yang berkembang di desa-desa penyangga. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, R. Ramadhan, SP., meminta laporan insidensial setiap tahunnya sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak. Rapat lalu dilanjutkan dengan diskusi bersama terkait rancangan dokumen RKT Burung Indonesia periode 2020-2021. Berbagai masukan diberikan oleh pihak Balai TNAL untuk penyempurnaan rancangan dokumen tersebut. Pada akhir rapat, Kepala Balai TNAL kembali mengingatkan agar data dan informasi hasil survei populasi burung paruh bengkok di kawasan TNAL agar didiseminasikan di Balai TNAL. Hal tersebut disanggupi oleh perwakilan Burung Indonesia dan meminta waktu selama sepekan kedepan untuk menindaklanjutinya. Sumber: Aries Rafli (Pengendali Ekosistem Hutan) - Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Penanaman Mangrove di Kampung Kayu Ara Permai

Pekanbaru, 11 Agustus 2020 - Balai Besar KSDA Riau yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV, bapak M. Zanir melakukan penanaman Mangrove dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kelompok Konservasi Laskar Mandiri di areal wisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Acara selain diikuti oleh Balai Besar KSDA Riau juga dihadiri oleh Bupati Siak, Polres Siak/Polsek Sei.Apit, SKK Migas, KPHP TBS, Camat Sei.Apit, Koramil/Babinsa Sei.Apit, NGO Lingkungan, Penghulu Kampung Kayu Ara Permai, Pemuka masyarakat, Cerdik Pandai dan Alim Ulama Kecamatan Sungai Apit. Penanaman bersama pohon/bibit bakau secara simbolis dilakukan di areal wisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai dan ditanam sebanyak 2.000 batang tanaman jenis Bakau. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

144 Ekor Satwa Liar Berhasil di Translokasi Ke Maluku

Ambon, 11 Agustus 2020 - Balai KSDA Maluku melakukan proses translokasi satwa endemik Kepulauan Maluku dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Balai KSDA DKI Jakarta. Pada pukul 16:00 WIT di Bandara Internasional Pattimura Ambon telah tiba sebanyak 144 ekor satwa liar yang dilindungi yang terdiri dari 75 ekor jenis burung dan 69 ekor jenis reptil. Satwa-satwa tersebut diterbangkan dari Medan, Jakarta dan Surabaya dengan menggunakan jasa cargo maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia. Satwa yang berhasil dikembalikan ke daerah asalnya tersebut terdiri dari jenis Kakatua Putih 3 ekor, Kakatua Tanimbar 2 ekor, Kakatua Maluku 25 ekor, Nuri Bayan 19 ekor, Nuri Maluku 16 ekor, Nuri Sayap Hitam 1 ekor, Kasturi Ternate 5 ekor dan Perkici Pelangi 4 ekor. Sedangkan untuk reptil terdiri dari jenis Soa Layar 27 ekor dan Kadal Lidah Biru 42 ekor. Satwa-satwa tersebut merupakan hasil sitaan pada kegiatan pengamanan peredaran TSL yang dilakukan oleh petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Jawa Timur dan Balai KSDA DKI Jakarta. Sebelum dikembalikan ke daerah asalnya, satwa-satwa tersebut terlebih dahulu menjalani karantina dan rehabilitasi sehingga kondisinya sudah siap untuk dilepasliarkan. Saat ini satwa-satwa tersebut diistirahatkan terlebih dahulu di Kandang Transit Passo Kota Ambon untuk kembali dilakukan pengecekan kondisi kesehatannya oleh dokter hewan Balai KSDA Maluku dan dokter hewan Balai Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebelum satwa tersebut dilepasliarkan di habitat aslinya. Rencananya lokasi pelepasliaran satwa-satwa tersebut akan dilakukan di kawasan konservasi Suaka Alam Gunung Sahuwai di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Taman Nasional (TN) Manusela di Kabupaten Maluku Tengah. Sumber : Meity Pattipawaej, S.Hut – Kepala Seksi Konservasi Wilayah II
Baca Berita

Pelepasliaran Satwa di TN Manusela

Jumat, 14 Agustus 2020 - Telah dilakukan kegiatan pelepasliaran 90 ekor satwaliar di Km.28 Jalan Nasional Trans Seram kawasan Taman Nasional Manusela dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Manusela, Dr. Ivan Yusfi Noor. Satwa liar yang dilepasliarkan adalah hasil sitaan dari 3 (tiga) UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yakni BBKSDA Sumatera Utara, BBKSDA Jawa Barat dan BKSDA DKI Jakarta, yang telah diserahkan kepada BKSDA Maluku untuk dikembalikan ke habitatnya di alam. Kegiatan pelepasliaran yang diprakarsai oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE, dan dalam pelaksanaannya di lapangan, dilaksanakan bersama oleh BKSDA Maluku dan BTN Manusela ini, mengembalikan ke alam sebanyak 90 (sembilan puluh dua) ekor satwaliar asal Maluku/Seram. Ke-90 ekor satwaliar tersebut adalah 8 ekor kakatua maluku (Cacatua moluccensis), 9 ekor nuri maluku (Eos bornea), 4 ekor perkici pelangi (Trichoglossus haematodus), 42 ekor kadal lidah biru (Tiliqua gigas) dan 27 ekor soa layar (Hydrosaurus amboinensis). Dalam sambutan singkat sebelum pelepasliaran, Kepala BTN Manusela menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi insitu, yaitu pemulihan dan peningkatan populasi satwaliar di alam melaui pengembalian satwaliar sitaan atau penyerahan dari masyarakat ke alam. Kepala BTN Manusela mengatakan bahwa sebagai seorang konservasionis, kita meyakini bahwa alam adalah tempat terbaik bagi satwa-satwa ini. Bukan di dalam kandang di rumah-rumah orang yang menyebut diri mereka pencinta satwaliar. Mungkin saja sebagian dari orang-orang tersebut mencintai satwaliar dan merawat mereka dengan sebaik-baiknya, tetapi, sekali lagi, kita yakin bahwa “ALAM ADALAH TEMPAT TERBAIK BAGI SATWALIAR INI” dan bagaimanapun juga satwa-satwa ini didapatkan dengan cara-cara yang ilegal, dan kita harus bertindak sesuai hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Mungkin saja, satwa-satwa ini berasal dari berbagai penjuru Pulau Seram; kita tidak tahu dari daerah mana mereka ditangkap, tapi sekarang untuk kehidupan mereka selanjutnya, kita berupaya memberikan salah satu tempat terbaik di Pulau Seram yakni Taman Nasional Manusela. Dengan kondisi kesehatan yang baik, sebagaimana hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dokter hewan, semoga seluruh satwaliar ini dapat cepat beradaptasi dengan rumah barunya dan mampu bertahan hidup dan berkembang biak dan menghasilkan generasi baru yang akan menjaga kelestarian jenisnya. Dan mudah-mudahan segala yang kita lalukan ini diridhoi oleh Allah SWT dan menjadi pahala bagi kita semua. Sumber: Balai TN Manusela
Baca Berita

Kesiapsiagaan Dalkarhut dan Simulasi Pemadaman di Kawasan Konservasi

Banjarbaru, 12 Agustus 2020 – Memasuki musim kemarau menjadi titik rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Dalam hal mengantisipasi kebakaran hutan di kawasan konservasi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaksanakan pemeriksaan peralatan pemadam dan melakukan simulasi pemadaman kebakaran hutan di halaman Kantor BKSDA Kalsel. Kegiatan simulasi pemadaman kebakaran hutan diuraikan dalam skenario sederhana Patroli Pemadaman Kebakaran Hutan di Kawasan Konservasi yakni Rabu, 12-08-2020 pukul 14.00 Wita petugas patroli menjumpai kejadian kebakaran di kawasan konservasi kemudian melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan tangan pemadam manual dan dikarenakan kondisi kebakaran tidak terkendali dilanjutkan melakukan pemadaman dengan peralatan pemadam unit pompa adapun yang bertugas sebagai kepala Regu Sdr. Suparni, S.Hut. Untuk unit pompa induk, Ahmad Fauzan, S.Hut, Rony I Hermawan, SE, Mauliadi Gunawan, Noer Vana Dwi P dan Eko Supriono dan untuk unit Mobil Tanki M. Irga Ramadhani, S.Hut, Dedy Winata, S.Pi dan Oke Hermasyah E, SE, sedangkan yang bertugas sebagai dokumentasi dan pelaporan Riyan Susilo Adji, S.Kom. Setelah dilakukan pemadaman bersama-sama kemudian kebakaran dapat dikendalikan dan api padam pukul 15.45 wita. Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. mengatakan bahwa simulasi Patroli Pemadaman Kebakaran Hutan di kawasan konservasi merupakan langkah terakhir dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Kita lebih mengedepankan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan khususnya di kawasan konservasi. Masyarakat sekitar kawasan konservasi sebagai ujung tombak untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan sekaligus informan pertama jika terjadi kebakaran. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 12 Agustus 2020 - Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil secara online dan offline di Ruang Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Bapak Suharyono, S.H., M.Si., M.Hum. Konsultasi publik diadakan untuk penyempurnaan draf Dokumen Rencana Pengelolaan SM Giam Siak Kecil guna mendapat masukan dari para pihak. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bengkalis, Dinas Perikanan Kab. Bengkalis dan PT RAPP serta diikuti secara online oleh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Riau, Bappeda Kabupaten Bengkalis, Bappeda Kabupaten Siak, Dinas PU Kabupaten Siak, Dinas LH Kabupaten Siak, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak, PT Arara Abadi, Kecamatan Bukit Batu, RSF, Hipam serta peserta dari intansi terkait lainnya. Kegiatan konsultasi publik berjalan lancar dengan banyaknya masukan dan informasi yang disampaikan oleh para peserta baik offline ataupun online. Beberapa masukan dan rekomendasi yang disampaikan dalam konsultasi publik secara offline dan online ini diantaranya program sinergitas pengelolaan kawasan dan peningkatan ekonomi masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan, sinergitas pengelolaan dengan para pihak di sekitar kawasan baik pemda, swasta dan, program perlindungan dari ancaman dan gangguan kawasan serta bahaya kebakaran hutan. Selanjutnya dilakukan penandatangan rumusan hasil konsultasi publik oleh perwakilan instansi terkait yang hadir di ruang rapat Balai Besar KSDA Riau. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pembinaan Pegawai Lingkup Ditjen KSDAE D.I Yogyakarta

Yogyakarta, 14 Agustus 2020 - Dalam rangka peningkatan kemampuan dan kapasitas SDM, dilaksanakan Pembinaan Pegawai Ditjen KSDAE lingkup D.I Yogyakarta, secara langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Ir. Abdul Hakim M.For, ST. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Agustus 2020, bertempat di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) D.I Yogyakarta beserta pejabat struktural masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT). Hadir juga perwakilan pejabat fungsional Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Penyuluh Kehutanan serta pegawai lainnya dari masing-masing UPT. Kepala Biro menyampaikan, sharing session tentang Reformasi Birokrasi dan Pengembangan Aparatur Sipil Negara serta Kinerja Kementerian LHK, kemudian dilanjutkan diskusi dengan para peserta. Kegiatan ini tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan dengan Adaptasi Kegiatan Baru (AKB), diantaranya para peserta bersuhu tubuh kurang dari 37,5° Celcius, duduk berjarak minimal 1,5 meter antar peserta, mengenakan masker sepanjang acara. Sumber: balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Penyelamatan Cagar Alam Pegunungan Cycloop Perlu Langkah Nyata dan Terpadu

Jayapura, 12 Agustus 2020. Balai Besar KSDA Papua menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelamatan Cagar Alam Pegunungan Cycloop dan Kawasan Penyangga. Kegiatan berlangsung di Kantor Bupati Jayapura. Pihak-pihak yang hadir dalam kegiatan, antara lain, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Dandim, Kapolres, Kepala Balai Wilayah Sungai, Kepala BPDAS Membramo, Para Asisten Setda Kab Jayapura, Para Kepala OPD Lingkup Kabupaten Jayapura, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kotamadya Jayapura, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Dewan Adat Tabi, Dewan Adat Sentani, PDAM, serta perwakilan dari TNI. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan sambutannya. Ia menyampaikan bahwa pihak masyarakat adat, melalui tokoh adat, di wilayah Kabupaten Jayapura telah menyatakan sikap terkait upaya perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Dalam pertemuan yang digelar pada tanggal 15 Juli 2020 dan 22 Juli 2020, masyarakat adat mendesak agar perlindungan terhadap Cycloop segera dilakukan. Lebih lanjut Mathius menyampaikan, pemerintah dan unsur-unsur terkait harus segera mengambil tindakan nyata, salah satunya dengan cara menertibkan kawasan penyangga. Penertiban itu sesuai Perda Kabupaten Jayapura No.9 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Kawasan Penyangga Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Pada momentum ini Balai Besar KSDA Papua bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua mendapatkan mandat sebagai pemateri utama. Mengingat kedua instansi tersebut adalah pemangku kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop dan Penyangga Cagar Alam. Materi-materi tersebut menjadi bahan diskusi atau pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah nyata di lapangan. Salah satunya adalah pembentukan tim terpadu pengawasan penyelamatan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan pandangan umum terkait kondisi Cagar Alam Pegunungan Cycloop saat ini, baik di dalam kawasan maupun di daerah penyangga. Ia menyajikan data luasan yang terindikasi perambahan mencapai ± 641 hektar di Kabupaten Jayapura, dan ± 418 hektar di Kota Jayapura. Edward mengatakan, “Menangani tekanan terhadap Pegunungan Cycloop tidak bisa dipisah-pisahkan antara kawasan Cagar Alam dan penyangga, karena keduanya adalah satu kesatuan.” Lebih detail Edward menyampaikan, adanya perladangan, permukiman, infrastruktur, bahkan pertambangan di kawasan penyangga Cagar Alam Pegunungan Cycloop menjadi ancaman yang sangat serius. Berbagai aktivitas sejenis itu dapat mengakibatkan hilangnya sumber air, banjir, longsor, serta degradasi ekosistem. Menurut Edward, tekanan terhadap Cagar Alam Pegunungan Cycloop dan penyangga tidak bisa hanya mengatasi gejala/symptom saja tapi perlu digali apa akar masalahnya. Namun, dalam praktiknya tentu memerlukan kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklhas serta dukungan semua pihak. Dalam hal ini, salah satu solusi yang ditawarkan oleh Balai Besar KSDA Papua adalah Kemitraan Konservasi Pemulihan Ekosistem. “Menangani persoalan di Cycloop harus hati-hati, jangan sampai menimbulkan dampak sosial yang lain,” kata Edward. Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Peringatan Puncak HKAN 2020 di Sulawesi Utara 10 Agustus 2020

Manado, 12 Agustus 2020. Perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat dan kesinambungan lingkungan tempat kita tinggal serta melakukan aktivitas sehari-hari. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2020 mengusung tema “Nagara Rimba Nusa : Menjaga Peradaban Merawat Alam”. Melalui semangat konservasi dan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, generasi muda di era milenial yang berperadaban maju dan modern diajak agar tetap hidup selaras dengan alam untuk menjamin masa depan kelestarian hutan dan keberlangsungan daya dukung lingkungan. Demi menyambut HKAN 2020, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan road to HKAN antara lain bersih sampah di TWA Batuputih pada Bulan Juli; pelepasan tukik penyu di TWA Batuputih pada Bulan Juli 2020 dan CA Pulau Mas Popaya Raja pada awal Bulan Agustus 2020 hingga pada puncak peringatan HKAN dengan menggelar apel dan kegiatan kebersihan lingkungan secara serentak di kantor balai, kantor seksi dan seluruh kantor resort. Pada tanggal 10 Agustus 2020, Pemerintah Kota Bitung juga menginisiasi kegiatan bersih sampah dan penanaman 1.000 pohon di kawasan TWA Batuangus berkolaborasi dengan BKSDA Sulawesi Utara dalam rangka memperingati HKAN di Sulawesi Utara. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban, S.E., M.Si. dan diikuti oleh sekitar 100 (seratus) orang peserta, yang terdiri dari staf Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Bitung BKSDA Sulawesi Utara, jajaran Pemerintah Kota Bitung serta masyarakat Lembaga Konservasi Kelurahan (LKK) Kasawari. Dalam sambutannya, Walikota Bitung menyampaikan bahwa upaya konservasi dalam bentuk kegiatan bersih sampah dan menanam pohon merupakan simbol upaya dan sumbangsih kita terhadap lingkungan yang telah menyediakan udara bersih, dimana pohon-pohon yang telah ditanam diharapkan berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil jasa lingkungan di kemudian hari. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga mengingatkan untuk selalu merawat pohon-pohon yang telah ditanam, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan yang sering terjadi di kawasan TWA Batuangus mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung yang juga Duta Yaki Indonesia, Khouni Lomban Rawung, menyampaikan bahwa rangkaian acara peringatan HKAN Tahun 2020 merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat sekaligus bukti bahwa kita semua peduli terhadap alam, “Merawat Alam Agar Alam Menjaga Kita” merupakan penekanan penting yang disampaikan Duta Yaki Indonesia ini dalam sambutannya. Upaya konservasi alam memang telah lama dilakukan oleh Pemerintah Kota Bitung, BKSDA Sulawesi Utara, para mitra dan masyarakat, namun momen kegiatan seperti ini harus sering dilakukan sebagai pengingat serta penambah semangat akan pentingnya nilai-nilai konservasi. Di akhir sambutannya, Khouni Lomban Rawung menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah kelurahan, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan bersih sampah dan penanaman 1.000 pohon di TWA Batuangus, dan berjanji akan terus melakukan kegiatan sejenis di lokasi yang berbeda di masa yang akan datang. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Utara
Baca Berita

BBKSDA Papua bersinergi dengan Direktorat Binmas Polda Papua

Jayapura, 11 Agustus 2020. Balai Besar KSDA Papua dan Direktorat Binmas Polda Papua melakukan koordinasi terkait pengawasan dan pembinaan teknis Kepolisian Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, dan bentuk-bentuk PAM Swakarsa. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Balai Besar KSDA Papua. Kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19. Acara dipimpin oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua dan dihadiri Direktur Binmas Polda Papua yang diwakili AKP. Piter Kalahatu selaku Kepala Seksi Korwas Polsus Polda Papua bersama jajarannya. Pihak Balai Besar KSDA Papua dihadiri Kabid Teknis, Kasi P3 dan seluruh Polisi Kehutanan yang bertugas di sekitar Jayapura. Polisi Kehutanan yang merupakan Alat-alat Kepolisian Khusus (Alpolsus) di bidang Kehutanan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di lapangan mendapat dukungan penuh dari Direktorat Binmas Polda. Kepala Balai Besar KSDA Papua memaparkan bahwa jumlah Polhut BBKSDA Papua yang tidak sebanding dengan wilayah kerja menjadi alasan utama untuk bersinergi dengan semua pihak termasuk masyarakat sehingga dibentuklah Masyarakat Mitra Polhut. Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang dibentuk oleh Balai Besar KSDA Papua untuk mendukung tugas Polhut di lapangan sebagai upaya yang dinilai positif oleh Direktur Binmas Polda Papua. Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan tugas di lapangan perlu dijaga dan terus ditingkatkan. Pihak Polda akan meminta Polhut dan MMP dapat bersinergi dengan para Babinkantibmas Polri yang ditugaskan di setiap Kampung. Pada kesempatan ini, kedua pihak telah bersepakat mengadakan koordinasi lanjutan, terutama terkait detail program dan evaluasi Perjanjian Kerjasama BBKSDA Papua dengan Polda Papua yang sudah ditandatangani sejak tahun 2018 yang lalu. Selain itu, kedua pihak sepakat untuk bersama-sama mendukung Program Tim Gugus Tugas Pencegahan Pandemi Covid19 dengan mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Polda Papua, atas inisiatif pelaksanaan koordinasi. “Ini sangat penting kita lakukan dalam rangka konservasi alam Papua. Adanya kerja sama dan sinergi berbagai pihak tentu akan semakin menguatkan penjagaan terhadap kekayaan hayati di Papua,” ungkap Edward. Ia juga berharap koordinasi ini dapat meneladani Thema Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2020, yaitu "Nagara rimba nusa: merawat peradaban menjaga alam". Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

BBKSDA Papua Barat Peringati HKAN 2020 Bersama Stakeholder

Kamis, 13 Agustus 2020 - Hari Konservasi Alam Nasional mulai diperingati sejak tahun 2009, lebih tepatnya sejak ditetapkannya Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Hari Konservasi Alam Nasional setiap tanggal 10 Agusutus oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Pada HKAN tahun ini diusung tema “Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam” yang menggambarkan bahwa semangat konservasi alam di era peradaban maju menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk generasi masa kini ketika kemajuan teknologi, pola hidup,berpikir terbuka, terbatasnya waktu dan tuntutan kualitas hidup semakin meningkat dan menjadi suatu kebanggaan dan kebutuhan untuk melaksanakannya. Peringatan HKAN Tahun 2020 oleh BBKSDA Papua Barat tidak hanya dilaksanakan pada hari ini, namun juga telah dilaksanakan sejak bulan april dalam rangka “Road to HKAN” dimana kegiatan yang dilakukan antara lain mengikuti lomba foto dan video Virtual Petualangan Alam Indonesia, melakukan kampanye secara online, serta pemberian materi konservasi kepada mahasiswa oleh Plt. Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat. Foto bersama peserta Puncak HKAN 2020 di TWA Sorong (kiri) dan TWA Gunung Meja (kanan) Peringatan yang dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2020 di TWA Sorong dan Gunung meja ini merupakan ini Puncak HKAN 2020. Serangkaian acara di TWA Sorong dan Gunung Meja dilaksanakan guna mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya sumber daya alam bagi kehidupan manusia dan pentingnya konservasi dalam menjaga ketersediaan sumber daya alam tersebut. Puncak HKAN 2020 di TWA Sorong Acara dihadiri oleh BLH Kota Sorong, Pasmar 3 Sorong, KPHL Kota Sorong, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong, Bank Sampah Sorong Raya, Ibu Ani Malaseme (tokoh masyarakat adat Moi), RAPI Region 29 Wil 01 Kabupaten Sorong, Mitra Pemanfaatan TSL BBKSDA Papua Barat, Sekber Pecinta Alam Papua Barat, Komunitas Aeroc Sorong dan SPEAK. Serangkaian acara yang dilaksanakan yaitu Apel HKAN 2020, aksi bersih sampah, pelepasliaran satwa liar dilindungi, tour Arboretum Anggrek, penanaman beberapa jenis anggrek termasuk Anggrek Moi (Dendrobium moiorum) dan Rumah Herbarium. Acara yang dihadiri sekitar 90 orang ini dimulai pada pukul 08.30 WIT dengan kegiatan Apel berlokasi di area parkir TWA Sorong. Pada Apel ini dibacakan Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menekankan untuk menjadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Pembacaan Sambutan Menteri LHK oleh Pembina Apel (Budi Mulyanto, S.Pd. M.Si., Plt. Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat) Aksi bersih sampah dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk dari Bank Sampah Sorong Raya. Sampah yang dikumpulkan dibagi menjadi 3 jenis sampah yaitu, botol plastik, kaleng dan sampah lain yang tidak dapat didaur ulang. Sampah berupa botol plastik dan kaleng nantinya akan didaur ulang oleh Bank Sampah sedangkan sampah lainnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebanyak 28 ekor burung dilepasliarkan di TWA Sorong pada kesempatan kali ini. Dua puluh delapan ekor burung tersebut terdiri dari 3 jenis burung dilindungi yaitu, Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita triton), Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) dan Nuri Bayan (Eclectus roratus). Burung-burung ini didapat dari hasil patroli penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) illegal serta dari penyerahan oleh masyarakat. Pelepasliaran 28 ekor burung jenis dilindungi Undang-Undang Rangkaian acara Puncak HKAN ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada para undangan mengenai potensi wisata di Kota Sorong. Dimana TWA Sorong merupakan salah satu lokasi wisata yang menyimpan banyak potensi daya tarik wisata. Salah satu potensi yang ada di TWA Sorong adalah anggrek, dimana terdapat lebih dari 100 jenis anggrek telah terdata. Selain itu juga ditemukan anggrek jenis baru dan saat ini telah diakui secara internasional dan diberikan nama Dendrobium moiorum Saputra, Schuit., Wanma, Naive. Nama ini diberikan sebagai penghargaan kepada masyarakat adat suku Moi karena telah ikut berperan dalam kegiatan konservasi BBKSDA Papua Barat. Menyadari potensi anggrek yang begitu besar maka BBKSDA Papua Barat juga telah mengembangkan Arboretum Anggrek dan Rumah Herbarium. Penanaman anggrek jenis baru Anggrek Moi (Dendrobium moiorum) oleh Ibu Ani Malaseme (Tokoh Masyarakat Adat Moi) “Dengan adanya arboretum anggrek dan rumah herbarium anggrek ini maka masyarakat dapat melihat anggrek baik yang hidup maupun awetannya sehingga menyadari betapa kayanya sumber daya alam hayati yang dimiliki. Selain itu, kelompok tani hutan (KTH) yang kami bina juga dapat memanfaatkan anggrek hasil budidaya tersebut sehingga mendapatkan hasil nyata dari kegiatan konservasi yang dilakukan bersama” jelas Budi Mulyanto, S.Pd., M.Si selaku Plt Balai Besar KSDA Papua Barat. Pengenalan Anggrek Moi (Dendrobium moiorum) dan Rumah Herbarium oleh Reza Saputra (PEH Pertama Balai Besar KSDA Papua Barat) Pada akhir kegiatan Puncak HKAN Tahun 2020 ini dilakukan penanda tanganan deklarasi sadar sampah oleh perwakilan masing-masing instansi undangan. Deklarasi ini didukung penuh oleh seluruh undangan ditandai dengan pesan-pesan konservasi yang juga dituliskan pada deklarasi tersebut. Salah satu pesan konservasi yang dituliskan pada deklarasi tersebut adalah “Hiduplah untuk alam karena alam telah menghidupkanmu”. Deklarasi Sadar Sampah oleh perwakilan setiap instansi peserta Puncak HKAN 2020 Puncak HKAN 2020 di TWA Gunung Meja Rangkaian kegiatan Puncak HKAN tahun 2020 di Manokwari dilaksanakan oleh staf Balai Besar KSDA Papua Barat di Manokwari dengan turut melibatkan anggota KTH Geiwor kampung Ayambori. KTH Geiwor Ayambori merupakan salah satu Kelompok Tani Hutan binaan Balai Besar KSDA Papua Barat yang berada di sekitar kawasan TWA Gunung Meja. Puncak HKAN 2020 di TWA Gunung Meja dimulai pada pukul 09.00 WIT diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II Manokwari, Bapak Glen Eric Kangiras, S.Hut., M.Si. Kemudian dilakukan aksi bersih sampah di dalam kawasan TWA Gunung Meja. Aksi bersih sampah di TWA Gunung Meja Setelah aksi bersih-bersih sampah dilakukan kegiatan dilanjutkan dengan penanaman Aristolochia sp yang merupakan pakan larva kupu-kupu jenis Ornithoptera priamus dan Bunga pagoda Clerodendrum japonicum yang merupakan pakan imagonya. Penanaman pakan larva dan pakan imago Ornithoptera priamus bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha penangkaran yang dilakukan oleh KTH Geiwor Ayambori di TWA Gunung Meja dan meningkatkan semangat konservasi masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Penanaman tumbuhan pakan larva dan imago Kupu-Kupu Sayap Burung (Ornithoptera priamus) di sekitar area demplot penangkaran Pada akhir rangakaian kegiatan, secara bersama-sama dilakukan pemanenan kepompong Ornithoptera priamus, pemanenan kali ini merupakan pemanenan ketiga kalinya sejak masa panen berlangsung. Pada pemanenan hari ini diperoleh sebanyak 20 kepompong kupu-kupu, jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan panen pada minggu sebelumnya dimana diperoleh 13 kepompong. Pemanenan kepompong Kupu-Kupu Sayap Burung (Ornithoptera priamus) Melalui peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2020 baik di TWA Sorong maupun Gunung Meja, diharapkan masyarakat lebih megenal dan bangga akan begitu melimpahnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Dan untuk dapat menjaga kekayaan tersebut tentunya penting untuk menerapkan konservasi dalam setiap aktivitas sehari-hari. Karena seyogyanya konservasi tidak lagi melarang masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya, melainkan mengajarkan masyarakat memanfaat sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga dapat dimanfaatkan kini dan nanti. Sumber: Balai Besar KSDA Papua Barat

Menampilkan 3.201–3.216 dari 11.141 publikasi