Jumat, 15 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pemaparan Manajemen Wisata Oleh Kelompok Masyarakat Pengelolaan Wisata Binaan

Jumat, 18 September 2020 - Dalam upaya meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat yang ada di daerah penyangga Taman Nasional, Balai Taman Nasional (BTN) Manusela mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Konservasi yang dilaksanakan selama 10 hari kedepan bertempat di Penginapan Lisar Bahari Negeri Sawai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah mulai tanggal 16 - 25 September 2020. Dalam kesempatan ini, BTN Manusela menghadirkan salah satu staf ahli Dirjen KSDAE (Muhammad Nurdin) beserta tim sebagai narasumber. Kegiatan peningkatan kepasitas kelompok ini mengundang kelompok masyarakat pelaku usaha di 3 desa penyagga kawasan Taman Nasional Manusela yaitu Saleman, Sawai dan Masihulan. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Seksi PTN Wilayah I Wahai, Sugeng Handoyo, S.Hut., mewakili Kepala Balai TN Manusela. Dalam sambutannya, Sugeng Handoyo menyampaikan maksud dan tujuan bahwa kegiatan ini diharapkan membawa dampak bagi para pelaku usaha wisata untuk semakin berkarya dan mengelaborasi dari destinasi wisata dari kelompok daerah sekitar kawasan konservasi yang berujung dapat meningkatkan perekonomian kelompok dan masyarakat serta berkelanjutan. Selanjutnya narasumber memberi arahan kepada kelompok masyarakat terkait cara memanajemen pengelolaan wisata yang tepat. Setiap kelompok masyarakat diminta untuk memetakan, mendeskripsikan dan memaparkan spot destinasi wisata penting di daerah masing-masing untuk meminimalisir terjadinya tumpang tindih kebutuhan dan fungsi wisata antar kelompok masyarakat. Selain itu, kegiatan peningkatan kapasitas kelompok ini mengagendakan kunjungan ke spot destinasi wisata yang dikelola masing masing kelompok untuk melihat langsung keadaan, permasalahan, pemecahan masalah dan peningkatan yang harus dilakukan sehingga kegiatan ini berdampak langsung dan berkelanjutan pada kelompok-kelompok pelaku usaha wisata di 3 desa penyangga kawasan Taman Nasional Manusela. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah berlangsungnya rantai penularan Covid 19. Sumber: Balai TN Manusela
Baca Berita

Pendidikan Konservasi Lingkup di SMP Negeri 3 Paranginan

Peserta Pendidikan Konservasi Lingkungan SMP Negeri 3 Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan Tarutung, 18 September 2020 - Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung Bidang KSDA Wilayah II melaksanakan kegiatan pendidikan konservasi kepada 20 orang pelajar yang dipilih dari kelas VII di SMP Negeri 3 Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan pada Rabu 16 September 2020. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi sekaligus mengenalkan pentingnya hutan,kawasan hutan, konservasi dan jenis satwa liar yang dilindungi. Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Paranginan Paiyan Sinaga, S.Pd, M.Si, menyampaikan bahwa mereka menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap Balai Besar KSDA Sumatera Utara lebih lanjut bekerja sama dalam pembuatan hutan mini melihat kondisi sekolah memiliki luasan 1 Ha yang belum ada tanaman. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi dan diselingi bermain games tebak gerakan, memasangkan satwa dan namanya serta kuis. Selain itu, juga dilakukan post test atau tes singkat terkait dengan materi yang telah disampaikan. Kegiatan diakhiri dengan melakukan aksi bersih pungut sampah di sekitar lingkungan sekolah dan juga penanaman bibit tanaman berjenis mahoni, surian, durian, mangga dan alpukat. Dengan adanya kegiatan Pendidikan Konservasi ke sekolah-sekolah tentu menjadi salah satu cara untuk menyadartaukan pentingnya hutan dan ekosistem bagi generasi muda agar kualitas hidup generasi mendatang tetap terjaga. Sumber: Balai Besar KSDA Sumatera Utara Hafsah Purwasih, S.Hut Penyuluh Kehutanan Pertama
Baca Berita

Bantuan Dari Balai Besar TN Kerinci Seblat dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 17 September 2020 - Dalam rangka mengurangi permasalahan kawasan TN Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Pesisir Selatan, Balai Besar TNKS terus berupaya mendorong peran serta masyarakat sekitar kawasan hutan TNKS dalam pengelolaan kawasan konservasi diantaranya melalui kerjasama antara Balai Besar TNKS dengan kelompok masyarakat. Baik dalam bentuk melibatkan masyarakat dalam sebagai Masyarakat Mitra Polhut, dan Masyarakat Peduli Api. Dalam hal meningkatkan ekonomi masyarakat, pada tahun anggaran 2020 ini Balai Besar TNKS memberikan bantuan modal usaha. Pemberian bantuan modal usaha oleh Balai Besar TNKS, dalam wilayah kerja BPTN II Sumatera Barat pada SPTN III Painan tahun anggaran 2020 ini diberikan kepada 3 (tiga) kelompok masyarakat, yaitu : Pemberian bantun ini dilakukan secara simbolis di Nagari Taluk Tigo Sakato pada hari Kamis, 17 September 2020. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI (Hj. Lisda Hendra Joni), Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat (H. Bakri Bakar) dari Partai Nasdem dan Bupati Pesisir Selatan (H. Hendrajoni, SH, M.Hum) serta Satuan Perangkat Kerja Daerah Pesisir Selatan terkait. Kepala Balai Besar TNKS (Tamen Sitorus) melalui Kepala BPTN Wilayah II Sumbar (Ahmad Darwis) dalam sambutannya saat penyerahan modal usaha mengatakan” Pemberian bantuan modal usaha ini merupakan wujud komitmen dari Balai Besar TNKS dalam meningkatkan usaha masyarakat sekitar kawasan TNKS, sedangkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut masing masing desa/ Nagari akan didampingi oleh petugas yang berfungsi sebagai fasilitator di desa tersebut”. Sementara Bupati Pesisir Selatan menyampaikan” Pemda Pesisir Selatan mengucapkan terima kasih kepada pihak BBTNKS, dan berharap upaya-upaya kemitraan ini terus dilakukan dan kami juga akan terus mendukung kelestarian kawasan TNKS” Sumber : - Humas Balai Besar TN Kerinci Seblat - Rika Putra Abbas (Polhut SPTN Wilayah III Painan)
Baca Berita

Balai Besar TNKS Membentuk Masyarakat Peduli Api di Kabupaten Pesisir Selatan

Senin, 14 September 2020 - Sebagai salahsatu bentuk upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan khususnya di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat melaksanakan kegiatan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumatera Barat (Ahmad Darwis, S.Hut, M.Si) dalam pembukaan Pembentukan MPA menyampaikan bahwa "untuk menumbuh kembangkan peran serta masyarakat dalam rangka pengendalian kebakaran hutan, harus dilakukan penguatan kelembagaan pada masyarakat sehingga akan meningkatkan kemampuan dan kemandirian dalam pengendalian kebakaran hutan". Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat ikut serta secara aktif dalam proses kegiatan pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kebakaran hutan. Kegiatan pembentukan MPA ini dilaksanakan di Hotel Saga Permai dan Praktek Lapangan di Laksanakan di Bukit Penyabungan-Sago, Pesisir Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 (Tiga puluh) orang. Peserta berasal dari perwakilan masyarakat nagari yang berada disekitar kawasan ataupun berbatasan dengan kawasan TNKS di Kabupaten Pesisir Selatan. Sedangkan Nara Sumber sendiri berasal dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Sumber : Humas Balai Besar TN Kerinci Seblat - Rika Putra Abbas (Polhut SPTN Wilayah III Painan)
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Mitra Polhut Balai TN Kepulauan Seribu

Kamis, 17 September 2020 - Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu mengadakan peningkatan kapasitas masyarakat yang tergabung sebagai anggota Masyarakat Mitra Polhut pada tanggal 10 s/d 12 September 2020. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Kehutanan nomor 56 tahun 2014 tentang Masyarakat Mitra Polhut, peserta kegiatan merupakan masyarakat yang tinggal, beraktivitas dan memanfaatkan sumber daya alam hayati di sekitar kawasan dengan jumlah 24 orang dengan berlatar belakang profesi mulai dari nelayan, pemandu wisata dan pengurus RT dan RW dari Pulau Pramuka, Pulau Harapan dan Pulau Kelapa. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Ibu Badi'ah S. Si., M.Si dalam arahannya beliau menyampaikan dalam mengelola kawasan, TN Kepulauan Seribu tidak bisa bisa bekerja sendiri tapi diperlukan partisipasi dari semua pihak yang ada didalam kawasan terutama masyarakat yang menjadi mitra untuk mendukung tugas Polisi Kehutanan dalam bentuk perlindungan dan pengamanan kawasan. Dalam kesempatan ini dilibatkan pula unsur kepolisian dari Polres Kepulauan Seribu sebagai pengajar yang dihadiri langsung oleh Kasat Binmas Bapak AKP. Zuhri Mustofa, SH, MH menyampaikan materi berupa tekhnik dan pengumpulan informasi (PULDASI) yang berguna bagi anggota MMP dalam penyebar luasan dan pencarian informasi terkait pelestarian dan perlindungan keutuhan sumber daya alam hati dan ekosistem. Praktek pengumpulan informasi dilakukan di Pulau Pramuka yang terbagi dalam 4 kelompok kecil beranggotakan 6 orang dengan tema sarana prasarana wisata di masa pandemi dan kegiatan masyarakat berpotensi menggangu keutuhan ekosistem TN. Kepulauan Seribu, hasil praktek pengumpulan informasi tersebut dimasukkan kedalam lembar laporan informasi dan dilakukan evaluasi dengan hasil masih perlu dilakukan penyempurnaan. Berdasarkan masukan dari anggota MMP yang ikut dalam kegiatan penyegaran ini dilakukan pula pemilihan ketua Masyarakat Mitra Polhut untuk periode tahun 2020-2023 terpilih sebagai Ketua MMP TN. Kepulauan Seribu secara aklamasi adalah Ahmad (Aldo) yang berasal dari SPTN Wilayah I Pulau Kelapa, Ketua MMP Wilayah I Komar, Ketua MMP Wilayah II Saberi dan Ketua MMP SPTN Wilayah III Yuliandi. Pada hari terakhir kegiatan penyegaran MMP dilakukan pembinaan kesamaptaan dan Peraturan Baris Berbaris sebagai upaya membentuk kesiapsiagaan dan karakter anggota MMP yang senantiasa sigap dan tanggap dalam upaya membantu pelaksanaan tugas Polisi Kehutanan dalam tugas-tugas rutin sehari-hari. Acara penyegaran MMP ditutup oleh kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Bapak Kusminardi, SH dengan arahan agar anggota MMP dapat mengambil dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya, semoga MMP yang kebanyakan beranggotakan generasi muda Kepulauan Seribu ini dapat menemukan inovasi dan teladan kepada masyarakat tentang arti penting kawasan TN. Kepulauan Seribu sehingga dapat dinikmati kelestarian dan keindahannya dimasa yang akan datang. Sumber: M. Firdiansyah (Polhut) - Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Pemberian Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020 oleh Menteri LHK dan Dirjen KSDAE

Salah satu agenda pada puncak HKAN 2020 yang diselenggarakan di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Kota Bontang, Provinsi Kalimatan Timur, pada hari Rabu tanggal 16 September 2020 adalah pemberian Anugerah Konservasi dari Menteri LHK dan Dirjen KSDAE kepada 19 orang yang berasalah dari UPT Ditjen KSDAE, mitra KSDAE dan juga masyarakat, atas pretasi dan kontribusinya di bidang KSDAE. Ke 19 penerima anugerah ini, terpilih setelah terseleksi dari sekian nominasi dan telah dinilai oleh Tim Penilai pada Ditjen KSDAE. Inilah ke 19 penerima anugerah konservasi HKAN 2020 : PEH Tingkat Terampil, (sebagai konseptor dalam Pengamatan satwa pada kandang rehabilitasi menggunakan CCTV di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa.) PEH Tingkat Ahli, (sebagai penulis 2 jurnal nasional dan 1 jurnal internasional yang membahas satwa liar di TN Gunung Ciremai dan tumbuhan di Landscape Rimbang Baling dan Tesso Nilo) Mitra KSDAE dari unsur Badan Usaha peduli penguatan fungsi kawasan konservasi(Berperan aktif dalam kegiatan pemetaan partisipatif oleh Masyarakat Tobelo Dalamdi Kabupaten Halmahera Tengah, Prov. Maluku Utara) Inisiator proses pemulihan ekosistem di Suaka Margasatwa Paliyan sejak tahun 2002-2005 dengan skema hutan kebun yang tidak monokultur (konsep penanaman MPTS). Mitra KSDAE dari unsur Badan Usaha peduli penguatan fungsi kawasan konservasi(Membina forum peduli Suaka Margasatwa PaliyanBKSDA Yogyakarta.) Mitra KSDAE dari unsur LSM pendukung penguatan fungsi kawasan konservasi (Perlindungan dan pengamanan kawasan darat di TN Ujung Kulon melalui Tim RPU (Rhino Protection Unit) yang dibentuk sejak tahun 1998di TN Ujung Kulon dan TN Way Kambas) Mitra KSDAE dari unsur Kelompok Masyarakat pendukung penguatan fungsi kawasan konservasi (Pelaku dan penggerak kelompok dalam kemitraan konservasi melalui Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di TN Wakatobi, Kabupaten Wakatobi, Prov. Sulawesi Tenggara,) Mitra KSDAE dari unsur Tokoh Masyarakat inisiator penguatan fungsi kawasan konservasi (Inovasi konservasi mengajak masyarakat membuat imitasi Burung Cenderawasih sehingga mengurangi penggunaan burung/bulu cenderawasih dalam acara kesukuan terkhusus tarian adatdi CA Cycloop, Kabupaten Jayapura, Prov.Papua, BBKSDA Papua) Desa Binaan Konservasi (Menjadi tempat pembelajaran pengembangan produk agro, meningkatkan pendapatan kelompok, serta mendukung konservasi TN Gunung Gede Pangrango di Kab. Cianjur, Prov. Jawa Barat) Penggiat Konservasi Satwa Liar dalam penyelamatan satwa liar di wilayah DKI Jakarta sejak tahun 2005 Keeper/Perawat Satwa di PPS Tegal Alur, BKSDA DKI Jakarta Penghargaan khusus dedikasi pada konservasi satwa liar (Upaya penyelamatan Badak di Indonesia sejak tahun 1991, dan survey dan monitoring populasi badak Sumatera) Pemegang Izin Pemanfaatan Air (IPA) di Balai TN Merbabu, berasal dari Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah sejak Oktober 2016 Pemegang Izin Pemanfaatan Energi Air (IPEA) di TN Bukit Barisan Selatan, dari Desa Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung sejak Bulan Maret 2020. Pemegang IUPJWA Bidang Jasa Pramuwisata di TWA Gunung Tunak, BKSDA NTB sejak Januari 2018. Pemegang IUPJWA Bidang Jasa Transportasi di TN Alas Purwo sejak Maret 2015. Pengelola Taman Kehati in Situ di Taman Kehati Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat Pengelola Taman Kehati eks Situ di Taman Kehati Puti Saloati Kota Solok Kepala Teknik Tambang sebagai pendukung penguatan fungsi TN Kutai Selamat Hari Konservasi Alam Nasional 2020! Sumber: Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi
Baca Berita

Air Sebagai Sumber Energi, Kontribusi Nyata Kawasan Konservasi

Bontang, 16 September 2020 - Plt. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Ismanto, S.Hut., M.P menghadiri acara puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada tanggal 16 September 2020 di Bontang, Kalimantan Timur. “Balai Besar TNBBS mendorong pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan, sehingga masyarakat merasakan manfaat keberadaan kawasan TNBBS dan berperan aktif mendukung program konservasi menjaga kelestarian TNBBS. Sampai dengan saat ini, Balai Besar TNBBS telah menerbitkan 45 Izin Pemanfaatan Air (IPA) dan 28 Izin Pemanfaatan Energi Air (IPEA)”, ungkap Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut., M.P. Peringatan HKAN tahun 2020 diselenggarakan tanggal 15 – 16 September 2020 di Bontang Mangrove Park (BMP) Taman Nasional Kutai, Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan Peringatan HKAN kali ini mengusung tema: “Nagara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam.”, diisi dengan berbagai kegiatan antara lain: Talkshow (tema: Bontang Green City, Smart City, Creative City); Kisah Pendakian Everest; Talkshow Sejarah Taman Nasional Kutai; Launching dan Bedah Buku Wisata Intelektual; Penyerahan Apresiasi Penghargaan oleh Direktur Jenderal KSDAE; Penyerahan Apresiasi Penghargaan Mitra TN Kutai oleh Direktur Jenderal KSDAE kepada Walikota Bontang; Sarasehan Kepala UPT untuk menentukan lokasi HKAN 2021; Arahan dan diskusi terkait Pelaksanaan PEN Padat karya penyangga wisata konservasi; Pemberian Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020 oleh Menteri LHK dan Dirjen KSDAE; Aksi Nyata penanaman mangrove dan pelepasliaran satwa 4 ekor Elang. Salah satu pemegang Izin Pemanfaatan Energi Air (IPEA) Balai Besar TNBBS yaitu Kelompok Pemanfaat Air Seputin Balak Desa/Pekon Kubuperahu Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat, mendapatkan kehormatan menjadi salah satu penerima Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong kepada Ketua Kelompok Pemanfaat Air Seputin Balak. “Bermukim di Desa Enclave Kubuperahu ini adalah suatu anugerah bagi saya, khususnya selain karena udara yang sangat segar, masyarakat yang ramah, di sini juga dianugerahi alam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang begitu indah, dan menyediakan air jernih dan bersih. Dalam hal ini saya juga sebagai Ketua Kelompok Pemanfaat Energi Air Way Seputin Balak, tentunya saya juga bersama anggota kelompok lain juga memiliki kewajiban pemeliharaan bangunan Piko Hidro, juga melakukan pemeliharaan jalur kabel dan saluran air. Selain itu juga kami ikut menjaga kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dari kegiatan illegal manusia dan melakukan penanaman. Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada petugas Taman Nasional, Polhut, PEH, Penyuluh yang terus mendampingi kami hingga saat ini”, ujar Ketua Kelompok Pemanfaat Air Seputin Balak Hamdi. Pernyataan ini disampaikan oleh Hamdi beberapa waktu lalu, saat mengetahui Kelompoknya akan diberikan Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020, karena telah melakukan pemanfaatan energi air berkelanjutan, dan sejak tahun 2017 telah merehabilitasi kawasan TNBBS di sekitar Bumi Perkemahan Kubu Perahu seluas 1 Ha dengan jumlah tanaman 110 batang. “Kami berupaya terus mengembangkan potensi kawasan TNBBS melalui pemanfaatan jasa lingkungan air untuk meningkatkan nilai manfaat TNBBS. Masyarakat penerima manfaat air melalui Izin Pemanfaatan Air (IPA) berjumlah 1.556 Kepala Keluarga (KK) dan melalui Izin Pemanfaatan Energi Air (IPEA) berjumlah 224 KK. Jumlah masyarakat penerima manfaat jasa lingkungan air akan terus bertambah, karena masih ada kelompok masyarakat di sekitar kawasan TNBBS yang akan mengajukan permohonan izin pemanfaatan. Kita juga terus melakukan pendampingan pada masyarakat, agar dalam proses pengajuannya dengan mematuhi peraturan yang berlaku, dan melakukan kampanye program konservasi untuk kelestarian TNBBS”, tambah Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut., M.P. “ENERGI AIR SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF, TERBARUKAN DAN RAMAH LINGKUNGAN” Sumber: Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Fredrik Somisu Terima Anugerah Konservasi Alam

Bontang, 16 September 2020 - Fredrik Somisu, anggota KPA A’memay dari Kampung Tablasupa, Kabupaten Jayapura, menerima Anugerah Konservasi Alam. Anugerah tersebut untuk kategori Mitra KSDAE dari unsur Tokoh Masyarakat inisiator penguatan fungsi kawasan konservasi. Penerimaan anugerah berlangsung pada puncak Hari Konservasi Alam Nasional 2020 (HKAN) di Taman Nasional Kutai, Bontang, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Fredrik pernah dinobatkan sebagai Pejuang Konservasi oleh UPT KLHK Provinsi Papua pada Hari Bhakti Rimbawan, Mei 2018 silam. Inovasi konservasi yang dilakukan Fredrik adalah mengajak masyarakat membuat imitasi burung cenderawasih, yang biasanya digunakan oleh masyarakat Papua dalam acara-acara adat atau kesenian. Dengan imitasi burung cenderawasih, akan mengurangi penggunaan burung atau bulu cenderawasih asli. Dalam sejarahnya, Fredrik adalah seorang pejuang konservasi yang gigi menjaga populasi cenderawasih di alam. Sebagai masyarakat tradisional, Fredrik masih menemukan acara berburu di kampungnya, di kawasan penyangga Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Fredrik memperjuangkan adanya peraturan kampung yang melarang penggunaan senjata api di dalam perburuan. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyatakan apresiasinya atas pencapaian yang diraih Fredrik. Keberadaan mitra konservasi seperti Fredrik Somisu sangat penting dalam proses menjaga kawasan. Pada kesempatan yang sama, Edward juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung upaya-upaya Fredrik dalam menjaga alam. Ke depan, semoga akan lahir semakin banyak Fredrik yang lain, sehingga alam Papua tetap harmoni dan terjaga. Selain itu, Edward juga mendukung rencana masyarakat, khususnya dari desa binaan di Tablasupa, menyediakan souvenir imitasi cenderawasih bagi para tamu PON XX. Ia mengimbau, baik kepada para pencinta seni maupun masyarakat umum, supaya membeli imitasi mahkota cenderawasih dari para kreator ini. “Dengan membeli imitasi cenderawasih, akan ada dua hal positif yang tercapai, yaitu cenderawasih bisa lestari, dan masyarakat sejahtera,” ungkap Edward. Sumber: Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Upaya Peningkatan Ekonomi di KSA Sungai Bengkal

Tebo 15 September 2020. Dalam rangka untuk mewujudkan pengelolaan konservasi alam secara lestari, Balai KSDA Jambi melalui kemitraan konservasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Betung Meranti Lestari yang merupakan kelompok masyarakat Desa Betung Bedarah Barat, memberikan bantuan ekonomi sekaligus memberikan pelatihan pengelolaan sumber daya sebagai alternatif mata sumber pendapatan masyarakat. Kemitraan konservasi merupakan perwujudan dari penyelesaian konflik yang terjadi dalam pengelolaan kawasan. Keterlanjuran pemanfaatan Kawasan Suaka Alam (KSA) Sungai Bengkal oleh masyarakat yang kemudian dirangkul dan dijadikan sebagai subyek pengelolaan kawasan melalui pendekatan kelompok. Gambar 1; Pemberian materi dari narasumber ke masyarakat Kemitraan dengan kelompok ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem kawasan, sehingga pengelolaan potensi desa dalam bentuk budidaya lebah madu sebagai alternatif sumber pendapatan masyarakat dianggap sangat mendukung upaya pemulihan ekosistem kawasan karena sifat dari lebah madu yang membutuhkan dukungan lingkungan yang baik” Balai KSDA Jambi menyatakan bahwa tindak lanjut dari adanya kemitraan ini adalah pemberian bantuan ekonomi. Oleh karenanya, BKSDA Jambi memberikan bantuan ekonomi dalam bentuk barang untuk mendukung usaha budidaya lebah madu (Box, gilingan, sikat, galon, dan lainnya) sekaligus dilatih juga dalam pengelolaan dan pemasarannya. Gambar 3. Panandatangan PKS penerima fasilitasi bantuan ekonomi antara PPK BKSDA dan KTH “Dalam membangun kemitraan dengan masyarakat kuncinya adalah 3 M, yaitu : mutual respect (prinsip saling menghormati), mutual trust (prinsip saling percaya), dan mutual benefit (prinsip saling menguntungkan). Dengan prinsip 3 M tersebut, masyarakat akan merasa dihargai, sehingga akan terbagung kepercayaan kepada pemerintah yang selanjutnya akan berguna sebagai bingkai dalam kerja bersama antara pemeritah dan masyarakat guna mencapai target tujuan yang disepakati bersama.” Sumber: Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Sering Memangsa Hewan Ternak, Ular Sanca Kembang Diamankan

Ambon, 15 September 2020 - Pukul 08:45 WIT Call Center Balai KSDA Maluku mendapatkan laporan bahwa salah seorang masyarakat yang berada di wilayah Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon telah berhasil menangkap 1 (satu) ekor ular Sanca Batik (Python reticulatus) yang selama ini sering memangsa ternak masyarakat. Setelah mengetahui laporan tersebut, petugas dari Resort Pulau Ambon segera ke lokasi untuk mengamankan satwa liar itu, dari hasil keterangan yang diberikan oleh sdr. Gondrong disebutkan bahwa ular tersebut memang sudah beberapa hari terlihat berada di sekitar pemukiman masyarakat dan baru tadi pagi ular tersebut berhasil ditangkap pada saat akan memangsa hewan ternak milik warga. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas dan dokter hewan Balai KSDA Maluku diketahui ular tersebut memiliki panjang sekitar 310 cm dan dalam kondisi sehat dan masih sangat liar. Dikarenakan kondisi ular tersebut dalam kondisi sehat dan masih sangat liar, maka petugas memutuskan segera melepasliarkan satwa tersebut di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk. Lokasi pelepasliaran dilakukan di kawasan Hutan Lindung Gunung Sirimau Kota Ambon, dipilihnya lokasi tersebut dikarenakan lokasinya yang jauh dari pemukiman penduduk dan kondisi hutannya masih bagus. Sumber : Kacuk Seto Purwanto, S.Hut (Polhut) - Balai KSDA Maluku
Baca Berita

34 Burung dari Surabaya tiba di Bandara Kuala Namu Medan Sumatera Utara

Medan, 17 September 2020 - Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan translokasi burung-burung dilindungi ke Sumatera Utara dan diterima Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada Rabu, 16 September 2020 melalui Bandara Kuala Namu Internasional. 34 (tiga puluh empat) ekor burung dilindungi ini merupakan hasil pengamanan peredaran TSL yang dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur di wilayah kerjanya. Translokasi dilakukan mengingat habitatnya berada di Sumatera Utara. Adapun ke 34 ekor burung yang ditranslokasi terdiri dari Tiong Emas (Gracula religiosa) sebanyak 6 ekor, Jalak Putih Sayap Hitam (Acridotheres melanopterus) sebanyak 5 ekor, Poksai Sumatera (Garrulax bicolor) sebanyak 12 ekor, Poksai Kuda (Garrulax rufifrons) sebanyak 1 ekor, Cica Daun Besar (Chloropsis sonnerati) sebanyak 2 ekor, Cica Daun Sayap Biru (Chloropsis cochinchinensis) sebanyak 2 ekor, Tangkar Uli Sumatera (Dendrocitta occipitalis) sebanyak 2 ekor dan Takur Api (Psilopogon pyrolophus) sebanyak 4 ekor. Sesuai dengan prosedur dan protokol bandara, sebelum diterbangkan ke Sumatera Utara satwa burung-burung tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan hasilnya dinyatakan satwa tersebut sehat, aman dan bukan pembawa penyakit. Dari Bandara Kualan Namu International (KNIA) diterima oleh petugas Resort Bandara KNIA dan selanjutnya diobservasi ke PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) Sibolangit untuk proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan BBKSDA Sumut dan proses habituasi sebelum dilepasliarkan. Sumber: Ani, S.P (Polhut) - Balai KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Hari Ini, Puncak Peringatan HKAN 2020 Diselenggarakan

Rabu 16 September 2020 - peringatan puncak HKAN 2020 dilangsungkan di di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Tarian Jepen menjadi pembuka acara peringatan, yang menggambarkan masyarakat Kutai sedang bergembira dan sukaria menyambut perayaaan, dengan gerakan yang dinamis dan energik namun tetap bersahaja, yang tercermin dalam busana yang dikenakan para penari. Peringatan puncak HKAN 2020 dihadiri oleh Wakil Menteri LHK, Dirjen KSDAE, Gubernur Kalimantan Timur, Kepala BRG, Walikota Bontang (2007 – 2011) dan periode saat ini, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri LHK, Pejabat Eselon II lingkup KLHK, Pejabat Eselon I dan II lingkup Provinsi Kalimantan Timur, Kejari Kota Bontang, Kapolres Kota Bontan, Anggota komite II DPRD Kota Bontang, Forkopinda Kaltim diwakili Danrem Kaltim, Kepala UPT lingkup Ditjen KSDA, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bontang, Mitra KLHK, Mitra Ditjen KSDAE dan Mitra TN Kutai, Insan Media Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menyampaikan dalam laporan singkatnya bahwa peringatan HKAN 2020 di Bontang Mangrove Park menjadi momentum perayaan nasional yang sangat bersejarah karena diselenggarakan ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung di dunia. Pandemi Covid tidak hanya berdampak pada kesehatan namun segala aspek kehidupan, termasuk pengelolaan Kawasan konservasi. “Kami menutup kawasan konservasi selama tiga bulan penuh dan KLHK utamanya Ditjen KSDAE saat ini sedang bekerja keras memulihkan kawasan konservasi dari dampak pandemi Covid-19 dengan menyesuaikan protokol kesehatan”. Wiratno juga mengabarkan berita gembira dari TN Ujung Kulon atas kelahiran dua anak badak, satu jantan dan satu betina. Peringatan puncak HKAN 2020 ini dihadiri oleh 443 peserta. Sebagaimana diketahui bahwa tanggal 10 Agustus telah ditetapkan Presiden sebagai Hari Konservasi Alam Nasional yang diperingati setiap tahunnya untuk mengkampanyekan gerakan konservasi alam kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Sc. berharap agar peringatan HKAN 2020 dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia dan juga dunia intenasional. “Karena Kalimantan adalah paru-paru dinia. Artinya manfaatnya sangat baik dan luas bagi seluruh dunia. Kita jaga alam, kita syukuri apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Tahun ini doa kita dikabulkan terutama di Kalimantan, karena saat musim panas tiba justru Kalimantan diberi hujan, artinya alam membantu kita untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Di belahan dunia lain di Spanyo, Perancis, Bolivia dan Amerika Latin,dan sekrang di Oregon, bukan hanya hutan yang terbakat tapi juga rumah penduduk, lebih dari 30.000 kehilangan rumah Jadi kita termasuk yang diberi anugerah oleh Tuhan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia, semoga,” paparnya. Terkait dengan pandemic Covid-19 yang sedang melanda dunia, Isran Noor mangajak semua yang hadir dan juga masyarakat Kalimantan Timur untuk menerapkan protokol kesehatan. “Vaksin yang kita punya, jaga kebersihan, jaga jarak, pakai masker, hindari kerumuman. Ini adalah vaksin yang paling ideal yang dapat kita lakukan sendiri,”tegasnya. Menteri LHK dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Menteri LHK, Aloe Dohong menekankan pentingnya bagi semua pihak untuk bersungguh-sungguh dalam menjaga sumberdaya alam dengan sebaik-baiknya. Karena dengan menjaga alam sama dengan menjaga peradaban. Menteri LHK juga mengajak untuk memberikan contoh kepada generasi muda bahwa dalam menjaga sumberdaya alam kekayaan bangsa ini membutuhkan aksi nyata dengan pemahaman yang tepat, dengan melibatkan dan menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk berkomitmen menjadi bagian tak terpisahkan dari konservasi alam, untuk hidup harmoni dan semakin lebih menghargai alam. Peringatan puncak HKAN 2020 disertai dengan aksi nyata berupa penanaman mangrove dan pelepasliaran satwa yaitu Tekukur 25 ekor, perkutut 25 ekor, jalak kerbau 20 ekor di area Bontang Mangrove Park. Menteri LHK juga memberikan Anugrah Konservasi HKAN kepada 19 orang atas prestasinya dalam menjaga alam. Selain itu, terdapat pula 16 orang yang menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pengelolaan Kawasan konservasi dari Dirjen KSDAE, Wiratno. Peringatan puncak HKAN 2020 selain dilangsungkan di Bontang Mangrove Park, juga disiarkan secara online melalui akun resmi Instagram Direktorat PJLHK @harikonservasialamnasional dan @ayoketamannasional_official, juga melalui Zoom yang diikuti sebanyak 422 peserta, tidak hanya dari jajaran KLHK namun juga para mitra dan Lembaga/instansi lain. Selamat Hari Konservasi Alam Nasional 2020! Sumber: Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK)
Baca Berita

Bersama Javan Langur Center, BBKSDA Jatim Evakuasi Lutung yang Diduga Korban Perburuan Liar

Malang, 15 September 2020 - Tim Resort Konservasi Wilayah 22 Malang bersama Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa (Javan Langur Center / JLC) melakukan evakuasi seekor anakan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Desa Desa Taman Satriyan. Kegiatan ini menindaklanjuti informasi masyarakat tentang ditemukannya seekor Lutung Jawa dalam keadaan luka sehari sebelumnya. Dia adalah Rois Santoso, warga desa setempat yang menemukannya di sekitar hutan pada pagi harinya. Kemudian ia-pun membawa pulang dan merawat anakan Lutung tersebut. “Waktu saya temukan kondisinya sangat lemas, saya kira malah sudah mati. Dan di bagian kepalanya ada luka seperti bekas tembakan senapan angin”, tambah Rois. Selanjutnya Rois-pun mengunggah temuannya ke media sosial untuk meminta bantuan, apakah ada lembaga yang bisa membantu menangani satwa liar yang terluka seperti ini. Dan tak sampai satu hari berita itupun telah sampai ke petugas BBKSDA Jatim di Malang. Selanjutnya Lutung Jawa tersebut dievakuasi malam itu juga dan segera dibawa ke Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa di Coban Talun - Batu untuk dilakukan pemeriksaan dan rehabilitasi. Harapan Rois dan masyarakat desa di lereng Gunung Semeru tersebut agar anakan Lutung bisa selamat dan kembali lagi ke hutan. Sumber: Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Bersinergi menuju Kepariwisataan Kepulauan Seribu yang mantap

Rabu, 16 September 2020 - Bimbingan teknis kepemanduan wisata alam TN Kepulauan Seribu telah dilaksanakan pada tanggal 8-9 September 2020 di ruang pertemuan SPTN Wilayah II Pulau Harapan. Kegiatan ini dilakukan untuk menfasilitasi para pemandu wisata alam yang ingin mengajukan Ijin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) yang dilakukan secara online melalui aplikasi OSS (One single submission). Peserta yang hadir pada Bimtek Kepemanduan sebanyak 35 orang yang berasal dari Kelurahan Pramuka, Kelurahan Harapan dan Kelurahan Kelapa. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Camat Seribu Utara Bpk.Ismail dilanjutkan oleh Lurah Pulau Harapan Bpk.Adi Apandi dan dibuka oleh Kepala Balai TN.Kepulauan Seribu Ibu Badiah. Pada sambutannya disampaikan pada masa pandemi ini pengelola wisata baik pemandu maupun tour operator lokal harus lebih berpikir kreatif untuk mengembangkan paket wisatanya sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan pengelola wisata lainnya. Kegiatan wisata juga diharapkan dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (3 M) dengan ketat karena penyebaran COVID-19 masih cukup tinggi. Untuk memberikan pembekalan pemahaman terkait wisata di masa pandemi ini selain materi terkait OSS, juga disampaikan materi wisata lainnya. Materi pertama disampaikan oleh Suryo Agung Sumarahadi dari Indecon yang menyampaikan tentang Best Strategies Ekowisata. Materi kedua disampaikan oleh Irwan Thamrin tentang Pengemasan Paket Wisata Edukasi. Materi ketiga terkait pengajuan IUPJWA secara online dilaksanakan oleh Rika Sandra Dewi dari Direktorat PJLHK. Terdapat beberapa jenis ijin usaha yang ada di Taman Nasional serta keuntungan adanya kepemilikan ijin ini. Selain teori tentang IUPJWA, dilaksanakan praktek untuk dapat mengajukan IUPJWA melalui OSS. Hasil praktek yaitu diperolehnya Nomor Induk Berusaha (NIB), IUMK dan Izin Komersial yang menjadi beberapa kelengkapan berkas dalam pengajuan IUPJWA kepada kepala Balai TN Kepulauan Seribu. Materi terakhir adalah mengenai usaha kepemanduan wisata selam yang disampaikan oleh Aria Anugraha, perwakilan dari Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI). Dalam penyampaian materi ini juga disampaikan terkait potensi wisata selam di Kepulauan Seribu dan protokol wisata selam di masa pandemi COVID-19. Sumber: Mufti Ginanjar - Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

TNGGP Menoreh Prestasi Kembali Dalam Ajang HKAN 2020

Bontang, 16 September 2020 - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menggelar acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), sebuah perhelatan tahunan yang secara rutin dilaksanakan dalam rangka kampanye konservasi alam. Kali ini penyelenggaraannya diadakan di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 15 – 16 September 2020. Direktorat Jenderal KSDAE memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, aparat pemerintah dan masyarakat atas komitmen, peran dan kontribusinya terhadap upaya konservasi sumber daya alam hayati dan pengelola Taman Nasional Kutai. Salah satunya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali menorehkan prestasi pada HKAN 2020 dalam kategori Desa Binaan Konservasi sebagai peringkat terbaik I jatuh pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk yang berlokasi di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur (daerah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) dan sekaligus memberikan pengharagaan kepada pendamping lapangan (Febriyani, S.Hut.) atas konsistensinya mendampingi masyarakat Desa Gekbrong sebagai desa binaan Balai Besar TNGGP. Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk sejak tahun 2016 merupakan salah satu kelompok binaan Balai Besar TNGGP yang berada di wilayah kerja Resort Tegallega, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Kelompok tersebut layak mendapatkan apresiasi karena ikut berperan dalam menjaga kelestarian kawasan TNGGP serta membantu peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Selama 4 (empat) tahun terbentuk KTH Hejo Cipruk telah sukses melaksanakan 3 (tiga) Aspek Kelola dalam kelompok, yaitu Kelola Kelembagaan, Kelola Konservasi, dan Kelola Usaha. Dengan terlaksananya 3 (tiga) aspek kelola tersebut pada tahun 2017 KTH Hejo Cipruk telah memiliki legalitas akta notaris dan tahun 2019 ditetapkan sebagai kelas KTH Madya oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Peran aktif KTH Hejo Cipruk terhadap kelestarian kawasan TNGGP selama ini sangat tingggi, beberapa kegiatan konservasi yang telah dilakukan oleh KTH Hejo Cipruk diantara membantu pemulihan ekosistem kawasan (penanaman pohon dan penyediaan bibit tanaman), ikut serta dalam mensosialisasikan kelestarian kawasan ke masyarakat luas, membantu dalam menjaga keamanan kawasan (patroli kawasan dan monitoring keanekaragaman hayati). Pengembangan alternatif ekonomi yang dilakukan oleh KTH Hejo Cipruk semakin berkembang dengan bertambahnya jenis usaha yang ada di kelompok antara lain pertanian ramah lingkungan (budidaya paprika, aneka tomat, dan melon); prodak olahan sayuran (manisan sayuran, puding paprika, dan bolu butter nut); serta wisata agro dan wisata minat khusus (wisata curug goong, kemah, dan riset). Pengembangan usaha yang dijalankan KTH Hejo Cipruk berpengaruh nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan TNGGP, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Cianjur sebagai Sentra Budidaya Paprika Kabupaten Cianjur. Saat ini sebanyak 53 KK yang berdampak langsung dengan adanya kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh Kelompok. Prestasi lainya yang diraih dari KTH Hejo Cipruk dalam ajang Wana Lestari kategori Kader Konservasi (Uden Suherlan/ Wakil Ketua KTH Hejo Cipruk) sebagai pemenang terbaik I Tingkat Provinsi dan terbaik ke IV Tingkat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2019, serta beberapa prestasi lainnya dari Kementerian Pertanian. Keberhasilan ini bukan dengan mudah dapat diraih, namun perlu proses yang berkelanjutan. Selain dari faktor modal sosial yang dimiliki oleh anggota KTH Hejo Cipruk juga karena adanya jaringan mitra dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tim pendamping lapangan, Balai Besar TNGGP, pemerintah Desa Gekbrong, instansi terkait, dan mitra lainnya yang mendukung dalam pengembangan SDM maupun usaha KTH Hejo Cipruk. Terimakasih kepada para pihak atas keberhasilan KTH Hejo Cipruk dan semoga dengan pemberian apresiasi dalam rangka HKAN 2020 ini menjadi semangat bagi kelompok, serta semakin luas masyarakat yang berperan aktif dalam kelestarian kawasan dan memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan usaha kelompok. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Febriyani, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Muda Dok: Panitia HKAN 2020
Baca Berita

Ukiran Prestasi TN Matalawa Pada Puncak Peringatan HKAN

Bontang, 15 September 2020 - Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 yang digelar pada tanggal 15 dan 16 September 2020 di Taman Nasional Kutai, Bontang, menghadirkan suasana yang berbeda dari perhelatan HKAN pda tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, HKAN diselenggarakan di tengah masa pandemi COVID-19 sehingga protokol-protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka penanganan wabah COVID-19, wajib ditaati seluruh peserta yang hadir. Penggunaan masker dan face shield menjadi kewajiban bagi seluruh peserta, selain mencuci tangan dan menjaga jarak antar pengunjung. Pada HKAN tahun ini, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) memperoleh penghargaan sebagai peringkat ke 5 dalam program desa binaan. Penghargaan diberikan kepada Ketua Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan (KMPH) di Desa Bidi Praing, Daud L. Mbani serta penyuluh kehutanan dari TN Matalawa, yakni Diecky Arif Rahman dan Dedy Edwin Paultha Soh. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno, beserta Sekretaris Ditjen KSDAE, Tandya Tjahjana, memberikan langsung penghargaan kepada Ketua KMPH dan penyuluh kehutanan, serta disaksikan oleh Kepala Balai TN Matalawa, Memen Suparman, serta seluruh undangan pada acara HKAN. Daud L. Mbani sebagai Ketua KMPH sebelumnya juga telah menorehkan beberapa prestasi, bahkan beliau juga pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Repubik Indonesia sebagai Petani Teladan pada tahun 2012. Saat ini aktifitas KMPH di Desa Bidi Praing adalah melakukan pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari kawasan TN berupa pembuatan keripik serta menjadi pelopor dalam melakukan sosialisasi 3 pilar konservasi untuk kelestarian kawasan TN Matalawa. Kelompok ini juga berperan aktif dalam melestarikan lingkungan desa dengan membagikan bibit gratis di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti

Menampilkan 3.057–3.072 dari 11.141 publikasi