Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Sumut Bantu Kelompok Tani Wanita Lestari Tingkatkan Usaha Ekonomi Produktif

Desa Kaban Tengah, 17 September 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe melakukan kerjasama dengan masyarakat di Dusun Kuta Parira, Desa Kaban Tengah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTUJ) Kabupaten Pakpak Barat melalui Pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan yang berkaitan langsung terhadap keutuhan dan kelestarian hutan. Kerjasama dilakukan bersama Kelompok Tani Wanita Lestari yang keanggotaannya berjumlah 15 orang. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Wanita Lestari yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2020, berkolaborasi dengan para penyuluh peternakan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pakpak Barat untuk dapat mengembangkan usaha ternak kambingnya dengan baik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya Dusun Kuta Parira, Desa Kaban Tengah, Kecamatan STTUJ, Kabupaten Pakpak Barat. Sebelumnya Balai Besar KSDA Sumatera Utara sudah melalui tahapan-tahapan berupa : indentifikasi pengembangan ekonomi alternative masyarakat, pembentukan kelompok masyarakat, penyusunan rencana kerja, peningkatan kapasitas, pengembangan usaha ekonomi masyarakat dengan pemberian bantuan berupa hewan ternak kambing sesuai dengan yang direncanakan kelompok dan monitoring progress kegiatan. Sebagai informasi, masyarakat Dusun Kuta Parira yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Siranggas sebagian besar mata pencahariannya bersumber dari pertanian, dimana pengairannya bersumber dari kawasan kawasan SM. Siranggas. Sehingga masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, khususnya SM. Siranggas. Sumber : Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Beragam Talkshow Akan Memeriahkan Festival TN/TWA 2020

Jakarta, 22 September 2020. Pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan sektor kesehatan dan ekonomi, namun juga berpengaruh pada pengelolaan konservasi seperti pada penyelenggaraan wisata alam di taman nasional dan taman wisata alam. Namun disisi lain, pandemi ini memberikan keuntungan bagi alam dimana alam menyeimbangkan dirinya dengan ketidak-hadiran manusia selama masa pandemi. Sebagai contoh di Taman Nasional Kepulauan Seribu, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penyu yang bertelur. Tentunya kita semua berharap bahwa setelah pandemi, seiring dengan dibukanya taman nasional dan taman wisata alam secara bertahap, praktek Sustainable Tourism benar-benar dipatuhi oleh semua pihak. Untuk memberikan pengetahuan kepada publik, bagaimanakah Sustainable Tourism diterapkan? Pada hari Kamis, 24 September 2020, akan digelar Talkshow “Sustainable Tourism” Menyongsing Trend Wisata Pasca Pandemi, bersama dengan Wiratno (Dirjen KSDAE), Nandang Prihadi (Direktur PJLHK), Badiah (Kepala Taman Nasional Kepulauan Seribu), Rizky Handayani (Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Events, Salman Dianda Anwar (Ketua Jakarta Tourism Forum), Nurdin Razak (Akademisi dan Praktisi Ekowisata), Swietenia Puspa Lestari (Founder Divers Clean Action) dengan moderator Gemala Hanafiah (Founder Wet Travel/Flogger). Selain itu, masih ada sederet talkshow menarik lainnya seperti Jelajah Rumah Kita (Taman Nasional Kutai), Pendakian di Era New Normal (Taman Nasional Gunung Ciremai), Bedah Buku “Mengungap Rahasia Jenis Tumbuhan Obat di Taman Nasional Matalawa, Pengembangan Ekowisata di Tana Bentarum (TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum). Ayo jangan sampaikan ketinggalan, daftar segera di http://festivaltamannasionaltwa.com Sampai Jumpa di Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam 2020! Sumber: Direktorat PJLHK
Baca Berita

Tinggal Beberapa Hari Lagi Festival Taman Nasional/Taman Wisata Alam Akan Digelar

Jakarta, 22 September 2020. Suka berpetualang di alam?mendaki gunung, atau menyelami laut diantara warna-warni terumbu karang?atau sekedar berjalan di hutan, menghirup udara segar, mendengarkan kicauan burung atau mengamati satwa?atau bahkan menyesap kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional dan taman wisata alam? Tunggu apa lagi!Jangan lewatkan kesempatan ini, karena beberapa hari lagi yaitu pada tanggal 24 - 26 September 2020, 15 Taman Nasional dan 2 Taman Wisata Alam, akan menyajikan informasi-informasi menarik di acara Festival Taman Nasional/Taman Wisata Alam baik keindahan alam, keanekaragaman hayati, kearifan lokal serta nilai-nilai kehidupan sosial budaya masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional dan taman wisata alam. Karena masih masa pandemic Covid-19, maka Festival TN/TWA 2020 diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Jadi, kita akan menikmati sajian di festival dalam bentuk video, foto-foto dan media informasi lainnya. Dalam kesempatan ini, Kementerian LHK juga akan menjadi bagian dari festival yang akan diwakili oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi. Festival Taman Nasional /Taman Wisata Alam 2020, adalah festival yang ke empat kalinya, setelah festival pertama hingga ke tiga di Banyuwangi, Pelataran Candi Prambanan (Yogyakarta) dan Bali. Sustainable Tourism (Ekowisata Berkelanjutan) menjadi tema festival tahun ini, yaitu wisata yang unik, aman, mengasikkan namun syarat muatan edukasi dan memberikan pengelaman yang berkesan tentang bagaimana menjadi sahabat alam. Gelaran festival ini diselenggarakan oleh PT. Kiad Media Kreatif dengan dukungan dari Kementerian LHK. Siapa saja yang boleh bergabung di festival ini dan bagaimana caranya?Jangan khawatir, siapa saja boleh bergabung dengan cara mendaftar di link berikut : http://festivaltamannasionaltwa.com. Untuk update acara FestivaL Taman Nasional dan Taman Wisata Alam, jangan lupa follow akun Instagram @ayoketamannasional_official. Yuk buruan daftar!Sampai Jumpa di Festival TN/TWA 2020! Sumber: Direktorat PJLHK
Baca Berita

Gaet Yayasan ASRI, Balai TANAGUPA Promosikan Ecopolybag Buatan Masyarakat

Sukadana, 23 September 2020. Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) berkolaborasi dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar Kawasan TANAGUPA. Kali ini kelompok masyarakat yang diberdayakan adalah Kelompok Kayek Melayet Besame yang berasal dari Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Pemberdayaan yang dilakukan adalah pembelian kerajinan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam bentuk Ecopolybag sebanyak 15.000 unit sampai dengan akhir tahun 2020. Kayek Melayet Besame adalah kelompok masyarakat yang memiliki izin pemanfaatan HHBK di zona tradisional melalui Kemitraan Konservasi. Kelompok ini terdiri dari 35 orang, dimana 25 orang anggotanya adalah perempuan. Kayek Melayet Besame merupakan spesialis kelompok pengrajin anyaman berbahan dasar bambu, rotan dan resam yang HHBK tersebut dipungut dari dalam Kawasan TANAGUPA. Ecopolybag yang dibuat oleh kelompok ini berbahan dasar bambu yang aman dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan. “Ecopolybag ini dapat digunakan sebagai pengganti polybag plastik yang umumnya digunakan untuk pembibitan. Penggunaan polybag plastik kurang ramah lingkungan karena menimbulkan limbah plastik. Dengan adanya ecopolybag dari bambu ini, selain meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat, juga mengurangi limbah plastik” ujar Ranto Sihotang sebagai Kepala RPTN Pangkal Tapang pada Balai TANAGUPA sekaligus Fasilitator masyarakat di Desa Laman Satong. Kepala SPTN Wilayah I Sukadana, Bambang H. Trimarsito menuturkan bahwa Balai TANAGUPA selalu mendorong pemberdayaan masyarakat. “Dalam rangka pemberdayaan masyarakat kami selalu mendorong kelompok Kayek Melayet Besame melakukan pengembangan produk kerajinan melalui mitra-mitra TANAGUPA. Kesanggupan kelompok memenuhi perimintaan Yayasan ASRI untuk membuat ecopolybag merupakan salah satu kontribusi kelompok dalam upaya melestarikan kawasan TANAGUPA” ujar Bambang. Nur Febriani yang merupakan Direktur Eksekutif Yayasan ASRI menyampaikan bahwa Yayasan ASRI sangat gembira dengan adanya Kerjasama ini. “Kami sangat gembira dengan kerjasama ini. Sejak lama ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerjasama dalam program penanaman hutan kembali, dan kali ini kami bekerjasama untuk meningkatkan kualitas dari program penanaman kami. Berawal dari keinginan ASRI untuk mencari alternatif polybag agar tidak menghijaukan hutan dengan meninggalkan tumpukan sampah plastik dari polybag. ASRI menghubungi perusahaan-perusahaan biodegradable polybag, namun sayangnya polybag mereka tidak bisa bertahan lama. Kurang dari tiga bulan, polybag mereka akan terurai. Sementara bibit-bibit pohon yang disemai ASRI membutuhkan polybag yang dapat terurai jauh lebih cepat dari plastik, namun cukup tahan hingga bibit pohon kuat untuk ditanam di tanah (sekitar 6 bulan - 1 tahun)”. “Balai TANAGUPA memberikan jawaban atas kebutuhan ini. Kelompok binaan di Desa Laman Satong dikaryakan untuk membuat polybag dari anyaman bambu. Jadi, jika biasanya kami menyemai bibit dalam polybag plastik, kali ini kami menggandeng masyarakat, terutama perempuan, untuk memproduksi polybag ramah lingkungan. Polybag ini terbuat dari bambu yang tadinya merupakan bahan sisa dari ibu-ibu yang membuat anyaman tampi beras. Bisa dibayangkan, ribuan polybag plastik akan digantikan dengan polybag anyaman bambu ini, yang tidak hanya ramah lingkungan karena akan terurai alami, tapi juga membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan” tambah Nur Febriani. Sementara itu, M. Ari Wibawanto sebagai Kepala Balai TANAGUPA mengucapkan terima kasih kepada Yayasan ASRI karena sudah mendukung program pemberdayaan masyarakat. “Kami berterima kasih karena Yayasan ASRI terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan. Ecopolybag yang dibuat oleh kelompok Kayek Melayet Besame ini adalah contoh inovasi yang luar biasa dan patut diberikan apresiasi. Kemitraan konservasi yang digagas oleh Kementerian LHK melalui Ditjen KSDAE memberikan akses yang legal kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan HHBK dari dalam kawasan konservasi. Dengan adanya kerjasama ini semoga dapat membantu meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat terutama di tengah tantangan Pandemi Covid-19 ini. Kami bersama para mitra akan terus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TANAGUPA” tutup Ari. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) Narahubung : Kepala Balai TN Gunung Palung - Ari Wibawanto (081320973109) Penanggung Jawab Berita : Kepala Biro Humas Kementerian LHK - Nunu Anugrah (081281331247)
Baca Berita

TN. Aketajawe Lolobata Bawa AMAN di HKAN, Ini Hasilnya

Sofifi, 21 September 2020 - Hari Konservasi Alam Nasional atau yang dikenal dengan HKAN yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Acara HKAN tahun ini dilaksanakan di Taman Nasional Kutai di Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 15-16 September 2020. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, bahwa Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) selalu mengajak kader-kader konservasi terbaik di Maluku Utara untuk mengikuti acara yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada tahun ini, BTNAL mengajak Ketua AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nasional) Provinsi Maluku Utara yang telah berjasa terhadap penguatan fungsi konservasi Taman Nasional Aketajawe Lolobata dalam bidang masyarakat adat. Dalam acara tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya memberikan penghargaan berupa Anugerah Konservasi kepada para kader-kader konservasi terbaik. Munadi Kilkoda, Ketua AMAN Maluku Utara menjadi salah satu penerima anugerah tersebut, yaitu Anugerah Konservasi Alam kategori Mitra KSDAE dari unsur Pemenrintah Daerah Pendorong Penguatan Fungsi Kawasan Konservasi. Dalam keterangan yang diambil dari akun media sosial Ketua Aman bahwa, “Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata ditugaskan menjaga, melindungi dan melestarikan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Ini merupakan pekerjaan yang berat. Karena itu mari kita dukung mereka, agar kawasan itu terus menjadi paru-paru kehidupan Maluku Utara”. Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata berharap kerjasama ini (dengan AMAN Maluku Utara) semakin baik dan dapat menjadikan keberhasilan pengelolaan kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Maluku Utara. Sumber: Akhmad David Kurnia Putra (Polhut) - Balai TN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah Minas, Kabupaten Siak

Pekanbaru, 18 September 2020 - menjadi hari yang membahagiakan dengan lahirnya anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dari gajah jinak “Nia” pada Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Bayi gajah ini merupakan induk dari Gajah betina “Nia” dan Gajah jantan “Reno”. Kelahiran ini merupakan kelahiran anak gajah binaan Balai Besar KSDA Riau yang kedua di Tahun 2020, setelah sebelumnya lahir seekor anak Gajah jantan di TWA Buluh Cina pada bulan Juli 202. Tim medis Balai Besar KSDA Riau yang dikoordinir drh. Rini Deswita langsung menuju ke PLG Minas untuk melakukan pengecekan kesehatan baik induk maupun bayi Gajah tersebut. Setelah melakukan pengecekan kesehatan, Tim memberikan asupan multivitamin dan penguat otot melalui infus serta antibiotik kepada Gajah “Nia”. Gajah “Nia” merupakan Gajah yang berhasil dievakuasi dari Desa Tapung (Petapahan) Kampar pada 14 Juli 2006, dikarenakan terkena jerat yang cukup parah di kaki kanan bagian depan. Saat ini umur gajah “Nia” berkisar 20 tahun. Data bayi Gajah Sumatera berjenis kelamin betina dengan estimasi berat badan berdasarkan lingkar badan dan tinggi bahu berkisar 81 kg. Kondisi gajah Nia dan anak yang dilahirkannya dalam kondisi sehat. Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono sangat antusias terhadap kelahiran bayi Gajah yang telah berada dalam kandungan induknya selama kurang lebih 22 bulan dan segera menyampaikan kabar gembira kepada Menteri LHK, ibu Siti Nurbaya Bakar melalui Bapak Direktur Jenderal KSDAE Bapak Wiratno dan langsung berkenan memberikan nama “Rizky” kepada bayi Gajah sebagai simbol bagi rezeki alam, lingkungan hidup, dan bagi populasi yang berada di wilayah Sumatera ini. Pada kesempatan yang sama, bapak Suharyono berharap agar ke depannya Gajah Sumatera dapat bertambah populasinya baik yang berada di PLG maupun yang ada di alam liar. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Maluku Lakukan Giat Pengawasan Peredaran dan Sosialisasi Peredaran TSL

Ambon, 19 September 2020 - Petugas Balai KSDA Maluku melakukan koordinasi dengan Komandan Base Ops Lanud Pattimura Ambon terkait Giat Pengawasan Peredaran & Sosialisasi Peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) pada Pukul 08:00 WIT. Hasil koordinasi tersebut, petugas diberikan izin untuk melakukan kegiatan pengawasan dan sosialisasi peredaran TSL yang dilindungi kepada seluruh penumpang pesawat Hercules A-1321 yang baru mendarat dari Timika Provinsi Papua. Hasil pemeriksaan petugas Balai KSDA Maluku dan dibantu oleh beberapa petugas PM TNI-AU tidak ditemukan adanya pengangkutan TSL yang dilindungi di pesawat tersebut. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh kapten pilot pesawat tersebut. Diketahui bahwa sebelum berangkat dari Timika kapten pilot beserta para crew pesawat sudah memeriksa barang bawaan penumpang sehingga tidak memberikan celah bagi penumpang untuk membawa barang-barang yg dilarang maupun satwa yang dilindungi maupun tidak dilindungi. Sumber : Balai KSDA Maluku Meity Pattipawaej, S.Hut – Kepala Seksi Konservasi Wilayah II
Baca Berita

BBKSDA Sumut Bedah Buku”Wisata Intelektual” Pada HKAN 2020

Medan, 21 September 2020. Setelah rangkaian acara “Road to HKAN 2020” yang dilakukan sejak bulan April 2020, akhirnya pada tanggal 15 - 16 September 2020 dilaksanakan puncak acara HKAN 2020 di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) dan seluruh perwakilan UPT KSDAE dari seluruh Indonesia berkumpul menghadiri dan ikut merayakan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, yang mengusung “Nagara Rimba Nusa Merawat Peradaban Menjaga Alam” menggambarkan semangat konservasi alam di era peradaban maju menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk generasi masa kini. Pelaksanaan kegiatan HKAN 2020 tentu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan yang sangat ketat. Pada hari pertama, 15 September 2020 beberapa acara digelar diantaranya yaitu Talk Show Bontang Green City, Smart City, dan Creative City dengan narasumber Walikota Bontang dan Ketua Kelompok Tani Mangrove Lestari. Selain itu juga terdapat Talkshow dari Srikandi Indonesia yang berhasil menggapai Puncak Everest pada tanggal 26 September 1996. Tidak kalah menarik, pada acara HKAN 2020 hari pertama juga terdapat Launching dan Bedah Buku “Wisata Intelektual” yang merupakan buku perjalanan Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc sejak tahun 2005-2020. Pada kesempatan itu Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr.Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For menjadi salah satu dari pembedah buku "Wisata Intelektual" bersama dengan Kepala Balai Besar TN Kerinci Seblat Drs. Tamen Sitorus, M.Sc, Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, S.H, M.Si, M.Hum dan Dr. Afni Zulkifli yang merupakan Tenaga Ahli Menteri LHK serta Dosen di Universitas Lancang Kuning. Pada puncak HKAN 2020 hari ke dua, 16 September 2020, dibuka dengan Tarian Jepen, yang menggambarkan masyarakat Kutai sedang bergembira dan sukaria menyambut perayaaan, dengan gerakan yang dinamis dan energik namun tetap bersahaja, tercermin dalam busana yang dikenakan para penari. Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri LHK, Dr. Alue Dohong dan Gubernur Kalimantan Timur , Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si. Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Timur menyatakan bahwa, hutan di Kalimantan timur masih cukup baik dan merupakan paru paru dunia yang harus dijaga kelestariannya. Selain itu Gubernur memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Dinas Kesehatan Kota Bontang dan Satgas Covid 19 Kota Bontang yang telah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dalam penyelenggaraan kegiatan ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat maupun daerah. Dalam pidatonya, Wakil Menteri LHK menyatakan bahwa peringatan HKAN 2020 bertujuan untuk mengkampanyekan semangat konservasi, selain itu juga untuk mendukung langkah-langkah penyiapan provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN). Penyiapan dan pengembangan IKN akan dilakukan seraya melakukan pemulihan lingkungan, artinya pembangunan Ibu Kota Negara harus memperhatikan prinsip prinsip lingkungan. Peringatan puncak hari konservasi alam nasional kali ini dihadiri sekitar 500 orang peserta dan tamu undangan baik dari pusat ataupun dari lingkup pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Bontang. Selain itu, acara ini digelar secara virtual melalui zoom yang diikuti oleh 422 orang dari berbagai daerah di Indonesia. sebelum acara ditutup, dilakukan aksi nyata berupa penanaman bibit mangrove dan pelepasliaran satwa liar di Bontang Mangrove Park. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Ratusan Tukik Penyu Sisik yang Ditemukan Warga, Akhirnya Dilepasliarkan

Maluku Tenggara, 18 September 2020 - Resort KSDA Tual dan petugas BKSDA Maluku yang sedang melaksanakan perjalanan di Tual dan Elat Maluku Tenggara melakukan pelepasliaran Tukik (anak) penyu di Pulau Lea, Kepulauan Sepuluh, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Jenis anak penyu yang dilepasliarkan adalah penyu sisik sejumlah 148 individu. Anak-anak penyu tersebut merupakan hasil temuan dari seorang warga masyarakat yang melakukan kegiatan budidaya rumput laut di pulau tersebut yang kemudian melaporkan kepada Resort KSDA Tual. Pelepasliaran tersebut disaksikan oleh sejumlah warga Masyarakat yang beraktifitas sebagai petani rumput laut di pulau tersebut dan LSM Lokal Pemerhati TSL. Sumber : Balai KSDA Maluku Justinus P. Jamlean (Kepala Resort KSDA Tual)
Baca Berita

Lebih dari 100 Pegawai Balai KSDA Yogyakarta Lakukan Rapid Tes Serentak

Yogyakarta 21 September 2020. Menyikapi semakin bertambahnya kasus positif Covid 19 di wilayah DIY, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menginstruksikan seluruh staf Balai KSDA Yogyakarta yang berjumlah lebih dari 100 orang untuk melakukan rapid tes serentak. Pelaksanaan rapid tes dipusatkan di Kantor Balai KSDA Yogyakarta di Sleman hari Senin 21 September 2020. Rapid tes dilakukan dengan bekerjasama dengan tim dari RSUD Sleman dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Pelaksanaan rapid dilakukan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan covid 19. Peserta rapid tes diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dan menghindari berkerumun. Dalam arahannya, M. Wahyudi mengingatkan mengenai pentingnya upaya kewaspadaan dalam mencegah penularan Covid 19 ini. “Dengan diberlakukannya aktivitas di masa new normal ini semua orang telah keluar dan beraktifitas kembali. Resiko paparan Covid-19 semakin meningkat dan banyak dijumpai kasus-kasus positif Covid 19 OTG (orang tanpa gejala). Saya meminta seluruh pegawai lingkup Balai KSDA Yogyakarta baik ASN maupun tenaga kontrak untuk mengikuti rapid tes ini secara serentak. Meskipun hasil rapid tes tidak seakurat swab test, minimal dengan mengikuti rapid tes ini dapat meningkatkan kesadaran pegawai Balai KSDA Yogyakarta dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19 ini.” kata M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menegaskan “Aktifitas yang dilakukan di era new normal tidak sama dengan kondisi normal sebelum pandemi terjadi. Masing-masing dari kita hendaknya punya kesadaran yang tinggi untuk mencegah terjadinya penularan Covid 19 ini. Jangan lalai untuk memakai masker saat beraktifitas baik di kantor maupun saat melaksanakan tugas di lapangan. Dengan kesadaran diri yang tinggi dan kerjasama semua pihak kita berharap kondisi ini dapat dilalui dengan baik.” tutupnya. Hasil rapid tes selanjutnya akan dilaporkan ke pusat untuk memberikan informasi dan gambaran kondisi pegawai Balai KSDA Yogyakarta. Harapannya semua pegawai dalam kondisi yang baik dan sehat. Seandainya hasil tes yang dilaksanakan tidak sesuai harapan, maka akan segera diambil langkah antisipasi lebih lanjut. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Evakuasi Pesut atau Lumba – lumba Air Tawar di Desa Segati

Pekanbaru, 21 September 2020 - Evakuasi Pesut/lumba-lumba air tawar/Irrawaddy Dolphin (Orcaella brevirostris) di Desa Segati, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari, Balai Besar KSDA Riau, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) KKP dan JAAN (Jakarta Animal Aid Network) pada Sabtu, 19 September 2020. Pesut yang dievakuasi berjumlah satu ekor, dengan panjang 2,20 meter dan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar 30 tahun. Sebelum tindakan evakuasi, Tim melakukan pengamatan pergerakan satwa liar Pesut di sungai Desa Tambak, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan sejak Rabu, 16 September 2020. Tim bersama masyarakat setempat melokalisir area dengan cara memasang penghalang berupa jaring pada dua sisi, yaitu di hulu dan hilir sungai berjarak 50 meter. Namun keesokan harinya, Pesut berhasil melewati jaring pembatas, dan bergerak ke arah hulu sungai sejauh 3 Km. Tim Kembali melokalisir area tersebut untuk memperkecil ruang geraknya, sesuai hasil pengamatan dan Observasi, Tim menyatakan kondisi Pesut dalam keadaan stabil dan normal, maka diputuskan untuk dievakuasi keesokan harinya. Dan pada hari Sabtu, 19 September 2020, Tim gabungan dengan dukungan masyarakat Desa Segati dan Desa Tambak melakukan kegiatan evakuasi satwa liar Pesut dengan menggunakan 8 perahu dan 2 jaring. Setelah Pesut berhasil ditangkap, selanjutnya dibawa dengan menggunakan perahu motor dari Desa Segati ke Desa Tambak. Pada saat yang sama, tim juga berkesempatan melakukan sosialisasi pada masyarakat Desa Tambak untuk selalu dapat berkoordinasi kepada Balai Besar KSDA Riau, bila menemui kejadian yang serupa serta bersama-sama menjaga kebersihan sungai dari kegiatan pencemaran lingkungan. Pukul 18.50 wib, didukung oleh pihak kepolisian Sub sektor Pelalawan dan masyarakat nelayan setempat, satwa Pesut direlease di Sungai Kampar. Namun sekira 3 menit setelah Pesut direlease, Pesut kembali muncul kepermukaan air yang berjarak sekitar 30 meter di depan perahu, lalu berenang ke arah hilir Sungai Kampar. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Reaktivasi ODTWA di Taman Nasional Gunung Palung

Kayong Utara, 19 September 2020. Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) melakukan reaktivasi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) di Kabupaten Kayong Utara. Reaktivasi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Ekosistem Sumber Daya Alam Dan Ekosistem Nomor: SK. 117/KSDAE/PJLHK/KSA.3/8/2020 tentang Reaktivasi Tahap III Kawasan Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) untuk kunjungan wisata alam dalam kondisi transisi akhir Covid-19. Ada 2 ODTWA yang Kembali dibuka yaitu ODTWA Lubuk Baji di Desa Sedahan Jaya dan ODTWA Bukit Kubang di Desa Batu Barat. Kegiatan reaktivasi wisata ini diawali dengan seremoni di ODTWA Lubuk Baji yang berlokasi di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara dan dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TANAGUPA, Perwakilan dari SPTN Wilayah II Teluk Melano, Kepala Dinas Pariwisata Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kayong Utara (BPBD, Dinas Kesehatan, TNI, Polri Satpol PP, dll) serta mitra kerja Balai TANAGUPA. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebelum acara dimulai, Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan rapid test kepada para peserta yang hadir. Dalam rangka reaktivasi ini Balai TANAGUPA sudah melakukan banyak Langkah-langkah untuk mendukung kelancaran reaktivasi wisata seeperti koordinasi dengan para pihak, menyusun SOP Wisata di tengah Covid-19, membuat video simulasi, serta menyusun kajian daya dukung / daya tampung ODTWA. Terkait jumlah kunjungan, Balai TANAGUPA membatasi jumlah kuota pengunjung dalam satu hari. Jumlah pengunjung yang diizinkan masuk hanya 30% dari daya tampung ODTWA. Kegiatan reaktivasi dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah I Sukadana yaitu Bambang H Trimarsito mewakili Kepala Balai TANAGUPA. Setelah pembukaan, para peserta langsung mencoba simulasi wisata sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan yaitu wajib memakai masker, menjaga jarak, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan membawa tumbler masing-masing. Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kayong Utara yang diwakili oleh Bapak Zulfia sangat mendukung reaktivasi wisata di Kawasan TANAGUPA dan menghimbau masyarakat yang ingin berwisata agar mematuhi protokol kesehatan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Balai TANAGUPA. “Kami dari tim gugus tugas melihat kegiatan hari ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah jika ada yang ingin menginap sebaiknya tidak diizinkan dulu untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Kami pun menghimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan wisata di TANAGUPA agar selalu mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan ODTWA dan juga mematuhi segala aturan yang sudah dibuat oleh Balai TANAGUPA” ujarnya. Kepala SPTN Wilayah I Sukadana berharap dengan kembali dibukanya ODTWA di TANAGUPA dapat menjawab kerinduan para pengunjung untuk berwisata alam. “Kami berharap dengan reaktivasi ODTWA Lubuk Baji dan Bukit Kubang ini dapat menjawab kerinduan para pengunjung khususnya di Kabupaten Kayong Utara untuk berwisata alam di TANAGUPA dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19” tutup Bambang. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

BBKSDA Sumut Bantu Kelompok Bunga Meranti Tingkatkan Kapasitas

Pematang Siantar, 18 September 2020. Setelah dilaksanakan peningkatan kapasitas kepada kelompok Bunga Meranti pada Sabtu, 5 September 2020. Selanjutnya Kamis, 17 September 2020, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar memberikan bantuan Peningkatan Usaha Ekonomi Masyarakat berupa bantuan dana sebesar Rp.32.000.000,- (Tiga puluh dua juta rupiah) yang diberikan langsung secara simbolis Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar Seno Pramudito, S.Hut, ME kepada Kelompok Bunga Meranti disaksikan unsur dari Pemerintah Nagori Purba Tongah. Bantuan ini nantinya digunakan untuk pembelian peralatan/perlengkapan pengolahan kopi seperti mesin pengupas kopi basah, mesin pencuci kopi, oven pengering biji kopi, mesin pengupas biji kopi kering, mesin sangrai biji kopi dan mesin penggiling biji kopi/grinder kopi. Pemberian bantuan kepada Kelompok Bunga Meranti mengacu pada Keputusan Dirjen KSDAE Nomor SK.114/KSDAE/SET/REN.2/5/2020 tanggal 12 Mei 2020 tentang Daftar Penerimaan Bantuan dan Jumlah Barang yang akan Diserahkan Kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2020. Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat dapat meningkat perekonomiannya, disamping juga meningkatnya kepedulian terhadap kelestarian kawasan konservasi Cagar Alam Martelu Purba Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Bantuan Pengembangan Wisata Alam Untuk Kelompok Njor Teh Ku

Kampung Wasur – 16 September 2020. Balai Taman Nasional Wasur untuk kali kedua memberikan bantuan dalam rangka program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Kampung Wasur bagi Kelompok Usaha Pengembangan Wisata Alam yang bernama Kelompok Njor Teh Ku yang berdomisili di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Kampung Wasur merupakan kampung yang berpenduduk asli masyarakat Suku Marory Men-gey dan berada di dalam kawasan Taman Nasional Wasur. Bantuan yang diberikan Balai Taman Nasional (TN) Wasur kepada Kelompok Njor Teh Ku berupa aneka peralatan pendukung Pengembangan Wisata Alam yang selama ini telah dikelola oleh Kelompok Njor Teh Ku yaitu usaha Wisata Taman Anggrek dan Wisata Kolam Pancing. Selanjutnya Kelompok Njor Teh Ku akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari petugas Penyuluh Kehutanan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3 Wasur. Bapak Amin Suprajitno, S.Hut., M.P. selaku Plt. Kepala Balai TN Wasur yang hadir langsung dalam acara serah terima bantuan pengembangan wisata alam bagi Kelompok Njor Teh Ku menyampaikan bahwa bantuan dalam rangka program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Kampung Wasur ini diberikan oleh Balai TN Wasur kepada Kelompok Njor Teh Ku agar kelompok tersebut dapat lebih berkembang, berinovasi, dan meningkatkan pendapatan ekonomi dari usaha kelompoknya tersebut. Lebih lanjut, Balai TN Wasur melalui petugas Penyuluh Kehutanan mulai melakukan evaluasi dan pendataan terhadap berbagai kelompok usaha di beberapa kampung yang pernah menerima bantuan dari Balai TN Wasur agar diperoleh data nama-nama kelompok usaha masyarakat yang masih menjalankan kegiatan usaha kelompoknya serta memanfaatkan dan memelihara barang-barang bantuan yang dahulu pernah diberikan. Disampaikan juga bahwa Balai TN Wasur ke depan akan lebih memilih membantu kelompok usaha masyarakat yang sudah terbentuk, kemudian sudah jelas bidang usahanya dan berkeinginan untuk memajukan usaha kelompoknya tersebut. Hal ini didasari oleh pengalaman-pengalaman sebelumnya bahwa kelompok usaha yang dibentuk dari nol dan belum memiliki kekompakan antar anggotanya, maka kelompok tersebut akan cukup sulit untuk dapat berkembang dan maju. Pasca diberikannya bantuan tersebut, diharapkan Kelompok Njor Teh Ku dapat lebih pesat meningkatkan usaha yang telah digelutinya dan juga dapat meningkatkan pendapatan para anggota kelompoknya. Perwakilan Aparatur Kampung Wasur, Bapak Linus Erom berpesan kepada para anggota Kelompok Njor Teh Ku bahwa segala macam dan bentuk bantuan dari Pemerintah harus diterima dan dimanfaatkan dengan baik. Bapak Linus Erom juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Balai TN Wasur atas perhatian yang telah diberikan dan secara nyata Balai TN Wasur langsung memberikan berbagai macam jenis bantuan bagi para anggota Kelompok Njor Teh Ku yang juga merupakan warga masyarakat asli Kampung Wasur. Acara serah terima bantuan program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Kampung Wasur ditutup dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima oleh Plt. Kepala Balai TN Wasur yaitu Bapak Amin Suprajitno, S.Hut., M.P. dan Ketua Kelompok Njor Teh Ku yaitu Bapak Antonius Kuyieri Kaize, serta disaksikan oleh Kepala SPTN Wilayah 3 Wasur, Ibu Putri Cendrawasih, S.Hut., M.P. dan Perwakilan Aparatur Kampung Wasur, Bapak Linus Erom. Usai penandatanganan berita acara serah terima kemudian ditutup dengan foto bersama dengan semua anggota Kelompok Njor Teh Ku, Aparatur Kampung Wasur, Plt. Kepala Balai TN Wasur, serta Kepala SPTN Wilayah 3 Wasur beserta jajaran stafnya. Sumber : Balai Taman Nasional Wasur
Baca Berita

Menembus Jalur Menuju Danau Zamrud di Taman Nasional Zamrud

Jumat, 18 September 2020 – Selama 3 hari dari Sabtu sampai Senin, 12 sd 14 September 2020, Petugas Resort Siak, Seksi Konservasi Wilayah IV, Bidang KSDA Wilayah II melakukan perintisan pembukaan jalur sepanjang 1000 meter dari titik masuk Pos Resort Siak hingga tepi Danau Zamrud. Hal ini dilakukan sebagai rencana pembuatan jalur trekking dalam rangka pengembangan wisata alam di kawasan Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak tersebut. Dalam melakukan tugasnya, Petugas Resort Siak juga melakukan penandaan terhadap spot – spot pohon yang dapat dimanfaatkan dalam rangka pengembangan wisata. Terdapat 22 spot pohon yang ditemukan dalam jalur tersebut. Pohon - pohon yang ditemukan rata-rata berdiameter diatas 20 cm serta dibeberapa spot ditemukan anakan pohon disekitarnya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Selamat, Ir. Kuspriyadi dan Gunawan Setiaji Raih Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020

Bontang 17 September 2020, Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020 yang digelar di Bontang Mangrove Park, Kalimantan Timur tanggal 15 – 16 September 2020 mencatatkan sejarah penting bagi Balai KSDA Yogyakarta. Ir. Kuspriyadi Sulistyo, M.P, Kepala Balai KSDA Yogyakarta periode tahun 2002 - 2005 dan Gunawan Setiaji, S.Hut, Field Manager PT Rimba Partikel Indonesia yang merupakan mitra Balai KSDA Yogyakarta dalam upaya restorasi kawasan SM Paliyan, mendapat Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020 atas komitmen, peran dan kontribusinya terhadap upaya konservasi sumber daya alam hayati. Konsep hutan kebun digagas dan dipilih oleh Ir. Kuspriyadi Sulistyo dalam upaya restorasi SM Paliyan yang ditujukan untuk mengalihkan jenis tanaman palawija garapan masyarakat menjadi jenis tanaman hutan. Melalui skema hutan kebun tersebut, diharapkan monyet ekor panjang yang dianggap sebagai hama bagi masyarakat dapat kembali memasuki kawasan hutan Paliyan. Upaya pemulihan kawasan SM Paliyan juga dilakukan secara kolaborasi dengan perusahaan Jepang Mitsui Sumitomo Insurance melalui pelaksana lapangan PT Rimba Partikel Indonesia (RPI) dan mempercayakan Gunawan Setiadji, S.Hut sebagai Field managernya. Keberhasilan restorasi SM Paliyan telah merubah kawasan hutan paliyan dari batu bertanah menuju hutan yang lambat laun mengembalikan fungsi kawasan itu sendiri. Penghargaan Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020 dari Menteri LHK di serahkan langsung oleh Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si, Gubernur Kalimantan Timur dan diterima oleh M. Wahyudi, Kepala Balai KSDA Yogyakarta mewakili Ir. Kuspriyadi Sulistyo. Sementara penghargaan lainnya diserahkan oleh Dr. Alue Dohong, Wakil Menteri LHK kepada Untung Suripto, Kasi Konservasi Wilayah I BKSDA Yogyakarta mewakili Gunawan Setiaji, S.Hut. Dihubungi seusai acara, M. Wahyudi mengungkapkan rasa bangganya atas penghargaan yang diberikan Wamen LHK tersebut. “Pemberian Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020 kepada Pak Kuspriyadi, Kepala Balai KSDA Yogyakarta ke-dua ini patut kita syukuri dan apresiasi bersama. Keberhasilan beliau dalam upaya restorasi kawasan SM Paliyan menjadi cambuk bagi kita untuk bekerja lebih baik lagi dalam pengelolaan SM Paliyan dan terus berusaha agar dapat mewujudkan kondisi SM Paliyan sebagaimana fungsinya. Dukungan yang diberikan Gunawan selaku Field Manager PT RPI juga luar biasa. Dedikasi Gunawan yang turut serta dalam kegiatan restorasi SM Paliyan sejak tahun 2006 sampai sekarang sudah tidak diragukan lagi. Hal ini menunjukkan kepada kita semua bahwa upaya restorasi SM Paliyan merupakan kerja bersama para pihak terkait. Tanggung jawab menjaga kelestarian kawasan konservasi ada dipundak kita semua, pemerintah, swasta dan masyarakat. Masih banyak PR yang harus diselesaikan untuk mengembalikan fungsi kawasan Paliyan ini. semoga pemberian penghargaan ini dapat menjadi penyemangat kita untuk bekerja lebih baik lagi.” ungkapnya. Selain mendapatkan piagam penghargaan, para penerima Anugerah Konservasi Alam HKAN 2020, yang telah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Menteri LHK juga mendapatkan plakat dan uang pembinaan. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Hari Konservasi Alam Nasional, Hari Konservasi Alam Nasional ditetapkan pada tanggal 10 Agustus dan puncak peringatan HKAN tahun 2020 ini diselenggaran di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur tanggal 15 – 16 September 2020. Rangkaian peringatan HKAN tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Lomba Foto dan Video Virtual Petualangan Alam Indonesia Virtual; beragam webinar terkait HKAN; Lomba Foto "Ayo ke Taman Nasional Kutai"; Penanaman pohon pakan orangutan TN Kutai; dan aksi bersih kawasan konservasi di TWA Angke Kapuk yang didukung aksi bersih kawasan konservasi yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia tanggal 10 Agustus 2020. Selamat Hari Konservasi Alam Nasional 2020! Sumber : Balai KSDA Yogyakarta

Menampilkan 3.041–3.056 dari 11.141 publikasi