Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penanganan Konflik Beruang Madu di Desa Beras

Pekanbaru, 7 Oktober 2020 - Petugas Resort Kerumutan Selatan (Pekan Heran) dipimpin langsung Ka Resort, bapak Zulkifli turun melakukan penanganan konflik satwa liar Beruang Madu (Helarctos malayanus) di Desa Beras-Beras, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu. Sehari sebelumnya, Petugas Resort mendapatkan laporan dari Kepala Desa Beras-Beras bahwa Beruang Madu telah muncul di areal pemukiman masyarakat dan diduga telah memangsa beberapa ekor ayam disana. Untuk menghindari konflik, Tim mempersiapan peralatan berupa kandang jebak setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Kepala Desa beserta perangkatnya. Petugas bersama perangkat desa langsung ke lokasi ternak warga yang diduga di mangsa satwa tersebut dan memang benar, tim menjumpai bekas cakaran Beruang. Petugas selanjutnya melakukan pemasangan box trap/kandang jebak di lokasi terakhir perjumpaan satwa. Adapun tujuan petugas adalah untuk mengevakuasi satwa ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk untuk menghindari terjadinya konflik satwa liar dengan masyarakat. Selain itu, petugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Beruang merupakan salah satu satwa yang dilindungi Undang undang. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Kalsel Asah Kapasitas Masyarakat Sekitar Kawasan CA Gunung Kentawan

Loksado, 2 Oktober 2020 – Balai KSDA Kalimantan Selatan menyelenggarakan penguatan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Budidaya Tanaman Durian dan Jengkol kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) “Datar Belimbing” Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan usaha ekonomi kelompok binaan melalui peningkatan kapasitas Kelompok Pemberdayaan Masyarakat di sekitar daerah penyangga kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan. Pada kesempatan ini Balai KSDA Kalimantan Selatan juga menyerahkan bantuan ekonomi produktif kepada KTH Datar Belimbing sebesar Rp 20 juta yang diwujudkan dalam bentuk pemberian bibit durian unggul (okulasi), bibit jengkol, pupuk, alat semprot (sprayer Solo) dan herbisida. Secara simbolis Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr.Ir.Mahrus Aryadi, M.Sc menyerahkan bantuan kepada Ketua Kelompok Datar Belimbing Bapak Mawardi. Kepala Balai didampingi KSBTU Suwadi, S.Hut.,M.A, Ka.SKW I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut.,M.P, Ka.Resort CA Gunung Kentawan Suhindra Wijaya, S.H beserta Camat Loksado Rudi Agus F, Kades Hulu Banyu Maslansyah, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Kec.Loksado dan anggota kelompok Datar Belimbing. Kegiatan Pelatihan Budidaya Tanaman Durian dan Jengkol ini meliputi pemilihan bibit, pembuatan lubang tanam, pemupukan, penanaman dan pemeliharaan. Penyampaian materi dan praktik lapangan diberikan oleh Penyuluh Pertanian dari Badan Penyuluh Pertanian Kec.Loksado Kab.HSS Fahruzzaini, S.P. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan anggota Kelompok Tani Hutan Datar Belimbing dapat mengetahui dan menguasai teknik budidaya durian dan jengkol yang benar, sehingga kesempatan hidup dan berkembang dari bibit yang diberikan lebih maksimal. Apresiasi dan terima kasih disampaikan Dr. Mahrus kepada PT Antang Gunung Meratus yg telah mendukung terselenggaranya kegiatan pelatihan ini. (ryn) Sumber : Mirta Sari, S.Hut, M.P - Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kepala Balai TNMB Pantau langsung kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Lapangan

Banyuwangi, 8 Oktober 2020 - Untuk mendapatkan data dan informasi terkini mengenai kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mencapai keberhasilan peningkatan kesejahteraan masayarakat di sekitar Kawasan TN Meru Betiri (TNMB), Kepala Balai TNMB Maman Surahman pada Hari Rabu tanggal 07 Oktober 2020 didampingi oleh Plh. SPTNW I Sarongan, Kepala Resor Karangtambak, Kepala Resor Rajegwesi melakukan kunjungan kerja ke Kelompok masayarakat yang berada di Desa Kandangan dan Sarongan Kabupaten Banyuwangi. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat di kelompok SPKP Wanawira Sejahtera yang mengembangkan usaha ternak bebek dengan bantuan dari BTNMB sebanyak 220 ekor bebek dengan produk utama usaha ini adalah telor vertil dan telor sayur hingga saat ini telah mampu memberikan penghasilan bersih sebesar Rp 110.000,- per hari. Di kelompok SPKP Wana Lestari yang mengembangkan usaha ternak Ayam saat ini masih dalam tahap pemabangunan kandang, kendala yang dihadapi kelompok ini adalah terkait pengadaan indukan ayam KUB yang sangat sulit pengadaannya ditengah pandemi COVID 19. Kelompok masyarakat terakhir yang ditinjau adalah Gerakan Pemuda Sarongan (GPS) yang mengembangkan usaha penyediaan air minum, kelompok ini memiliki visi mengurangi pengangguran di Desa Sarongan melalui usaha yang produktif dan kreatif. Chandra dari SPKP Wanawira Sejahtera memberikan apresiasi kepada BTNMB yang telah memberikan bantuan secara penuh kepada kelompok dan berkomitmen untuk mengelola bantuan ini secara transparan dan akuntabel sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi warga desa di sekitar kawasan TNMB. Menambahi pada kesempatan tersebut Ponidi dari SPKP Wana Lestari bahwa mereka akan terus berusaha dan bergerak untuk menggapai kesejahteraan. BTNMB mengapresiasi komitmen dan semangat kelompok dalam mengembangkan usaha dan mengingatkan kepada kelompok agar selalu berinovasi dalam usaha ternak bebek dan produk ikutan lainnya, selain itu mengintruksikan agar SPTN I Sarongan selalu kontinu dalam mendampingi kelompok pungkas Maman Surahman, Kepala Balai TNMB Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Bermitra untuk Konservasi Meru Betiri Lestari

Banyuwangi, 8 Oktober 2020. Mengambil tempat di Balai Desa Curahnongko yang merupakan salah satu desa penyangga di kawasan TN Meru Betiri pada hari selasa 6 oktober 2020 telah diadakan kegiatan diskusi penyusunan proposal kemitraan konservasi oleh kelompok 9A. Kelompok 9A merupakan salah satu kelompok mitra BTN Meru Betiri dalam mengelola kawasan zona rehabilitasi di Resort Andongrejo, SPTN Wilayah II Ambulu. Kegiatan ini dihadiri oleh Aparat Desa Curahnongko, Kepala Resort andongrejo, Ketua kelompok 9A, dan anggotanya sejumlah 15 orang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam prosedur kemitraan konservasi sesuai dengan Perdirjen KSDAE nomor. P.6 tahun 2018 jo. Perdirjen P.2 tahun 2019. Dari diskusi diperoleh data bahwa sampai saat ini pada areal blok nomor 9, telah dilakukan pendampingan kepada kelompok calon mitra konservasi Pemulihan Ekosistem dengan anggota 46 orang petani seluas sekitar 19,675 Ha. Pendampingan ini dilakukan bersama Resort Andongrejo-LSM KAIL-LATIN. Tindak lanjut dari diskusi tersebut telah dilakukan pemetaan di lapangan bersama oleh Kelompok calon mitra konservasi yg didampingi oleh Resort Andongrejo-LSM KAIL-LATIN. BTN Meru Betiridari kegiatan tersebut akan menindaklajut dengan beberapa tahapan kegiatan diantaranya, Surat Pernyataan dari setiap anggota/petani, Peta skala 1 : 10.000 beserta file shp tiap anggota kelompok dan perumusan draf naskah PKS pungkas Nur Kholiq yang mewakili Kepala Balai TNMB pada acara tersebut. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

BKSDA Sultra Bimbing Desa Wisata Labengki Menjadi Mandiri

Kendari, 8 Oktober 2020. Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara menyerahkan bantuan berupa alat pengiris minyak sebanyak 2 unit, alat pengemasan abon 3 unit, dan 2 unit alat pembuat abon ikan bagi masyarakat Desa Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara. Prosesi penyerahan bantuan dilakukan di balai desa Labengki dengan mengikuti standar protokol kesehatan. Penyerahan bantuan dilakukan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Pasamaturuan dan disaksikan Kepala Desa Labengki dan TNI Angkatan Laut Pos Konawe Utara bersama masyarakat desa Labengki. TNI AL merupakan mitra dari BKSDA Sultra dalam menjaga kawasan TWA Teluk Lasolo. Kepala Balai KSDA Sultra Sakrianto Djawie, SP,. M.Si mengatakan bantuan ini diberikan dengan harapan dapat membantu masyarakat guna meningkatkan usaha kelompok masyarakat dan diharapkan dapat menjadi usaha mandiri yang mampu memajukan ekonomi masyarakat. Selain itu, diharapkan untuk bersama sama menjaga kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo. Desa Labengki merupakan desa wisata yang terletak di kabupaten Konawe Utara dan berada di Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo, mata pencaharian masyarakat selain sebagai nelayan dan petani kelapa juga sebagai pemandu wisata. Potensi alam pulau labengki yang kaya akan hasil laut, keindahan karang laut dan destinasi wisata merupakan keunggulan akan pulau labengki. Masyarakat pada umumnya bergantung akan hasil laut dan wisata di pulau labengki. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Sukarela, Lagi - Lagi Warga Medan Serahkan Satwa Dilindungi

Medan, 6 Oktober 2020. Kembali warga Kota Medan, Herlina Harahap, dengan sukarela menyerahkan satwa peliharaannya 1 (satu) ekor Kakatua Jambul Kuning kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Rabu, 30 September 2020, di kediamannya, di jalan Selamat Medan. Penyerahan ini bermula dari informasi warga kepada Team Respon Reaksi Cepat (TRRC) Balai Besar KSDA Sumatera Utara tentang adanya warga yang memelihara satwa jenis Kakatua Jambul Kuning. Menindaklanjuti informasi tersebut TRRC segera menuju ke lokasi dan memberi penjelasan kepada pemiliknya tentang status satwa peliharaannya yang termasuk dalam jenis dilindungi. Dalam keterangannya kepada petugas, Herlina menyebutkan bahwa satwa tersebut sebelumnya diperolehnya sebagai pemberian hadiah dari seseorang dan sudah sekitar 6 tahun dipeliharanya. Herlina mengakui bahwa dia tidak mengetahui kalau satwa peliharaannya tersebut merupakan satwa yang dilindungi. Oleh karena itu setelah mendapat pencerahan dari petugas, Herlina kemudian bersedia menyerahkan satwa tersebut. Selanjutnya, setelah menyelesaikan administrasi Berita Acara Penyerahan Satwa, petugas TRRC segera mengevakuasi burung tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mendapatkan perawatan serta rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan. Sumber : M. Ali Iqbal Nasution Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Upaya Penyelundupan Ratusan Burung Digagalkan Di Tanjung Perak

Surabaya, 8 Oktober 2020. Adanya informasi terkait pengiriman burung secara illegal melalui KM Dharma Kartika VII rute Makassar Surabaya, Balai Besar KSDA Jatim segera berkoordinasi melakukan pengawasan bersama Polres KPPP Tanjung Perak, dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, 7 Oktober 2020. Tim gabungan menghentikan dan memeriksa semua truk yang keluar dari KM. Dharma Kartika VII. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 16.00 WIB. Dari pemeriksaan, tim berhasil mendapatka 3 truk yang mengangkut burung tanpa dilengkapi dokumen. Modus yang dilakukan dengan menempatkan burung pada kotak minuman, keranjang, maupun sangkar kucing yang ditutupi karung goni. “Lalu kotak-kotak tersebut diletakkan di bagian belakang kursi sopir,” tambah Rahmat Hidayat, Kepala Resort Konservasi Wilayah 7 Surabaya. Dari keterangan para sopir, mereka hanya dititipi barang tersebut, dan setibanya di pelabuhan akan ada pihak lain yang mengambilnya. Setelah ditunggu hingga pukul 21.00 WIB, sopir dan seluruh barang bukti diamankan di Kantor BBKP Surabaya Wilker Perak. Ada 193 ekor burung yang berhasil diamankan, terdiri atas 17 ekor Kepodang, 66 ekor Jalak Tunggir Merah, 7 ekor Tuwur Sulawesi, 6 ekor Pungguk Tutul, 2 ekor Sikatan Bakau, 75 ekor Madu Hitam, 4 ekor Kakatua Alba, 4 ekor Nuri Bayan, 15 ekor Nuri Maluku, dan 14 ekor Betet Kelapa Paruh Besar. TH, 42 tahun, Portir Kapal, yang membawa satwa-satwa dilindungi selanjutnya diperiksa di Satreskrim Polres KPPP Tanjung Perak. Sedangkan 2 orang pembawa burung-burung yang tidak dilindungi undang undang dimintai keterangan di BBKP Surabaya Wilker Perak. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Tidak Lolos X-Ray, 3 Pasang Tanduk Rusa Diamankan

Ternate, 6 Oktober 2020. Pukul 10.45 WIT petugas POLHUT Bandara Sultan Babulah Ternate bersama dengan staf perhubungan mengamankan 3 pasang tanduk Rusa (Cervus timorensis) di bagian X-Cargo Bandara Sultan Babulah Ternate. Tanduk Rusa tersebut dikemas dengan kardus rokok, dengan alamat pengirim dari Desa Gela, Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara dengan tujuan Desa Landih, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Kejadian bermula ketika petugas X-Ray melihat barang yang dicurigakan di layar X-Ray lalu menghubungi petugas POLHUT untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan barang cargo di maksud, ternyata barang tersebut adalah tanduk rusa yang kemudian di amankan untuk dibawa ke kantor Seksi Konservasi Wilayah I. Sumber : Abas Hurasan, S.Hut – Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Koordinasi Parapihak Penataan TWA Pelaihari Pantai Batakan

Pelaihari, 1 Oktober 2020 – Rapat koordinasi penataan wisata TWA Pelaihari Pantai Batakan dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2020 di Gedung Sarantang Seruntung. Rapat tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut Pelaihari. Acara ini dihadiri oleh para pihak, baik dari instansi Sekretaris Daerah, Komandan Kodim 1009 Pelaihari, instansi Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pariwisata Tanah Laut, Kepala Camat Panyipatan, Kepala Polsek Panyipatan, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari, Kepala Desa Batakan, pihak Karang Taruna dan anggota kelompok Jasa Wisata serta anggota Kelompok Kemitraan Konservasi. Pertemuan rapat ini dilaksanakan sebagai salah satu bagian pengelolaan TWA Pelaihari terkait pengelolaan tiket masuk bagi pengunjung dan pengelolaan keamanan kawasan. Pertemuan ini juga sebagai sarana untuk memperoleh dukungan dari berbagai instansi agar kondisi TWA Pelaihari dapat terjaga secara aman dan kondusif, serta menjadi 6sarana komunikasi efektif antara pihak BKSDA Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten khususnya Dinas Pariwisata, masyarakat dan pihak lainnya untuk bersinergi dalam pengelolaan TWA Pelaihari, baik berupa arah kebijakan dan kegiatan di TWA Pelaihari. Acara dimulai dengan paparan kondisi TWA Pelaihari saat ini oleh Kepala Balai KSDA Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. Dalam paparan, Kepala Balai KSDA menyampaikan sejarah konflik dan penyelesaiannya, capaian-capaian dan bantuan yang telah diberikan dalam pengelolaan TWA Pelaihari untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan, seperti pembangunan tugu pintu masuk TWA Pelaihari, perbaikan pembangunan jembatan yang rusak menuju lokasi pantai, penambahan spot foto di pantai dan bantuan-bantuan kepada anggota kelompok Kemitraan Konservasi “Ladang Lestari” dan kelompok Jasa Wisata Pantai “Maju Bersama”. Kepala Balai juga menyampaikan bahwa pihak BKSDA Kalimantan Selatan tentunya memerlukan dukungan dari pihak instansi terkait dan pihak masyarakat dalam mengelola kawasan TWA pelaihari. Dalam pertemuan, pihak Kejaksaan Negeri Tanah Laut mengatakan bahwa pihak mereka siap membantu dalam kajian hukum secara komprehensif terhadap pengelolaan penarikan tiket masuk untuk Retribusi dan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hasil pertemuan disampaikan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tanah Laut Bapak Ir. Akhmad Khairin, MP., antara lain pengelolaan penarikan tiket masuk dan tempat penarikannya diharapkan menjadi satu agar menghindari konflik-konflik dan menghindari pungutan-pungutan liar dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (ryn) Sumber : Nadya Arta Uly Siagian, S.H - Polhut SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Sertifikasi Basic Remote Pilot Fasi XV Batam di TWA Muka Kuning

Batam, 4 Oktober 2020 - Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning menjadi lokasi ujian praktik Sertifikasi Basic Remote Pilot FASI XV Batam yang diadakan oleh Binpotdirga TNI AU, Federasi Aero Sport Indonesia, dan Lanud Hang Nadim. Tentunya dengan skala terbatas dan dengan penerapan protokol kesehatan covid-19. Peserta sebanyak 32 orang berasal dari beberapa instansi di Batam, yaitu Balai Besar KSDA Riau, Manggala Agni Daops Batam, KPHL Unit IV Batam, BP Batam, KemenPUPR, dan penggemar Drone Kota Batam dan Tanjung Pinang. Paban II Puan Sportdirga, sekaligus ketua UAV-Drone FASI, Kol. Pnb. Agung Sasongkojati menyampaikan Sertifikasi remote pilot dilaksanakan untuk melatih pilot agar tidak menggangu dan menghalangi penerbangan, hal ini menjadi penting karena batam merupakan wilayah Air Controlable Space, sehingga dalam setiap kegiatan yang memanfaatkan ruang udara, harus ada notifikasi khusus kepada otoritas penggunaan ruang udara, Airnav. Lokasi TWA Muka Kuning dipilih sebagai lokasi uji praktik sertifikasi dengan mempertimbangkan daya dukung lokasi, seperti arah angin, keberadaan bukit, lembah, jarak dari bandar udara terdekat, dan fasilitas pendukung. Tentunya sudah melalui hasil uji coba dan penilaian lapangan oleh Tim Lanud Hang Nadim dan Fasi yang sudah dilaksanakan sebelumnya, sehingga TWA Muka Kuning mempunyai potensi untuk menjadi lokasi latihan bersama ataupun latihan Aero Sport, terutama UAV Drone dan paralayang sebagaimana disampaikan Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol. Pnb Urip Widodo. Semoga TWA Muka Kuning akan menjadi daya tarik tersendiri baik bagi komunitas maupun pengunjung dari domestik maupun manca negara kelak Ketika masa pandemic Covid-19 sudah usai dan telah dibuka kembali secara resmi. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mengawal Sang Primata Kembali ke Habitatnya

Tanjabbar 30 September 2020. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melakukan pelepasliaran terhadap 2 (Dua) ekor satwa berjenis Owa Ungko (Hylobates agilis) dan 2 (Dua) Ekor Kukang (Nycticebus coucang) di kawasan hutan Danau Alo, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Lokasi pelepasliaran dipilih di kawasan Danau Alo karena kawasan ini dinilai memiliki habitat yang cocok untuk kehidupan satwa yang akan dilepasliarkan. Keputusan pemilihan diambil berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Tim Balai KSDA Jambi. Owa (Hylobates agilis) dan Kukang (Nycticebus coucang) tersebut merupakan penyerahan dari warga Jambi. Sebelumnya, satwa ini mendapatkan perawatan selama ± 3 (Tiga) bulan di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) Balai KSDA Jambi. Disini primata tersebut tidak hanya mendapatkan asupan makanan, tetapi juga vitamin dan pengawasan dokter hewan yang memadai serta mendapatkan pengkayaan perilaku dengan pemberian perlakuan-perlakuan untuk merangsang kemampuan mencari makan di alam liar dan diupayakan pengurangan kontak dengan manusia. Owa ungko (Hylobates agilis) dan Kukang (Nycticebus coucang) termasuk jenis primata yang kecil ukurannya serta berhabitat di hutan-hutan hujan primer dan sekunder, rumpun-rumpun bambu dan juga hutan-hutan mangrove. Selain itu, hewan-hewan ini juga memberikan kontribusi yang cukup bermanfaat bagi alam. Bagi alam, kotorannya akan menyuburkan pepohonan dan tumbuhan serta membantu dalam penyebaran biji. Namun kondisi saat ini populasinya semakin menurun dan menjadi jenis yang rentan akibat alih fungsi kawasan dan perubahan tutupan lahan. ?Badan konservasi dunia The International Union for Conservation of Nature (IUCN), memasukan owa dalam kategori status Genting (Endangered) serta kukang dalam kategori Vulnerable (rentan). Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) sekarang memasukan kedua satwa ini ke dalam apendix I, artinya meski sudah ditangkarkan hewan ini tidak boleh dimanfaatkan untuk apapun dan harus tetap kembali kehabitat alaminya. Rahmad Saleh, S.Hut.,M.Si selaku kepala Balai KSDA Jambi menyampaikan, bahwa “Ini merupakan bentuk komitmen Balai KSDA Jambi dalam mengembalikan satwa ke alam bebas dimana merupakan tanggung jawab kita semua dan tugas mulia karena membantu terciptanya keseimbangan ekosistem sehingga mewujudkan kondisi lingkungan hidup yang sehat dan terjaga kelestariannya”. Selanjutnya Kepala Balai KSDA Jambi juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga keberadaan flora dan fauna sebagai amanah dari Allah Subhanahu wa Taala. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

BBKSDA Jatim Ringkus Penjual Lutung Di Madura

Bangkalan, 5 Oktober 2020. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Dit Polair Polda Jatim berhasil mengamankan 2 orang pelaku penjualan satwa liar dilindungi di Pelabuhan Kamal, Bangkalan. Bersama pelaku juga disita 4 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) yang masih anakan. Menurut Wiwid Widodo, Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik, semua berasal dari informasi masyarakat mengenai akan adanya transaksi penjualan satwa liar dilindungi di sekitar Pelabuhan Kamal – Bangkalan. Untuk itu tim mulai melakukan patroli tertutup sejak 3 Oktober hingga tertangkapnya pelaku pada 5 Oktober 2020 sekitar Pukul 9 pagi. “Kami akan terus memantau pelabuhan-pelabuhan kecil yang diduga dipakai jalan keluar masuk perdagangan satwa liar yang dilindungi,” tambah pria asli Jombang ini. Kedua tersangka selanjutnya diamankan dan menjalani proses penyelidikan di Dit Polair Polda Jatim di Tanjung Perak untuk mengembangkan kasus ini. Sedangkan keempat Lutung dikirim ke Javan Langur Center – Kota Batu untuk proses rehabilitasi dan kedepannya dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya. “Lutung – lutung tersebut terdiri dari 2 Jantan dan 2 Betina, diperkirakan masih berumur 1 hingga 2 bulan. Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat,” ujar Sumpena, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Madura. Di Pusat Rehabilitasi Lutung ini, seluruh lutung hasil penyerahan dan penyitaan akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan rehabilitasi. Yang selanjutnya akan menjalani masa sosialisasi sebelum dilepasliarkan. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Balai TN Gunung Merapi Asah Kemampuan Kelompok MMP dan MPA

Sleman, 5 Oktober 2020. Masyarakat merupakan salah satu elemen yang mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Oleh karena itu, dibentuklah Kelompok Masyarakat Mitra Polhut (MMP) serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini telah membantu Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Pada hari Senin, 5 Oktober 2020 bertempat di Obyek Wisata Alam (OWA) Tlogo Muncar, Pakem dan (OWA) Kalikuning, Cangkringan, dilaksanakan kegiatan Pembinaan Kelompok MMP dan MPA lingkup Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Pakem Turi dan RPTN Cangkringan. Kegiatan ditujukan untuk memberikan motivasi, pengetahuan dan keterampilan anggota MMP dan MPA, terutama untuk perlindungan dan pengamanan kawasan TNGM. Tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat secara mandiri dalam upaya pengamanan hutan dan penyuluhan kepada masyarakat lainnya. Awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan dalam satu tempat secara bersamaan, namun dengan pertimbangan selanjutnya pelaksanaannya dilaksanakan terpisah. Sebanyak 21 orang anggota Kelompok MMP dan MPA RPTN Pakem Turi berkumpul di OWA Tlogo Muncar, Pakem dan 15 orang anggota Kelompok MMP dan MPA RPTN Cangkringan berkumpul di OWA Kalikuning, Cangkringan. Hal ini dilaksanakan, dengan pertimbangan mengurangi jumlah kerumunan orang. Kegiatan juga dilaksanakan di ruang terbuka dan sesuai aturan protokol kesehatan, yaitu pengecekan suhu sebelum memasuki lokasi, memakai masker dengan benar, cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak. Dalam kesempatan ini, materi yang disampaikan yaitu Peraturan Perundang-undangan, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Penguatan Kelembagaan. ** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Penanganan Konflik Gajah Sumatera Di Desa Petani

Pekanbaru, 5 Oktober 2020 – Petugas Resort Duri Balai Besar KSDA Riau pada hari Kamis, 1 Oktober 2020 menerima laporan masyarakat terkait konflik Gajah Sumatera di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan berkoordinasi dengan Ibu Sum sebagai pelapor di lokasi kejadian konflik. Berdasarkan informasi Bu Sum, diketahui bahwa 1 (satu) individu Gajah Sumatera sudah 4 (empat) hari berada di sekitar kebunnya. Masih pada Kamis, 1 Oktober 2020 sekira pukul 01.00 WIB, dinding rumah Bu Sum dirusak dan pakan bebek berupa pelet serta perlengkapan dapur habis dimakan. Disamping itu, kolam ikan milik Bu Sum juga mengalami kerusakan serta tanaman sawit yang sudah banyak dicabut dan dimakan oleh Gajah. Petugas Resort Duri yang datang ke lokasi, berusaha untuk memberikan ketenangan kepada Bu Sum yang mengalami kerugian materiil. Disamping itu, petugas bersama dengan masyarakat juga menyusuri areal sekitar untuk mencari tahu keberadaan gajah tersebut. Petugas memberikan mercon kepada masyarakat untuk mengusir gajah bila telah mendekati permukiman. Petugas juga menyarankan agar masyarakat membuat api unggun disekitar pemukiman warga pada malam hari. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Magang Online Mahasiswa IPB di Balai TN Aketajawe Lolobata telah Selesai, Hasilnya ini

Sofifi, 5 Oktober 2020. Di masa pandemi Covid-19 ini seluruh kegiiatan belajar-mengajar secara tatap muka telah dibatasi, tak terkecualli kegiatan magang bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Hal ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya penambahan kasus positif Covid-19. Kegiatan magang ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2020 dan berakhir pada tanggal 30 September 2020 secara daring dengan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Peserta magang online berjumlah 11 mahasiswa yang didampingi oleh 1 dosen pembimbing. Dalam pertemuan daring yang pertama, DR. Soni Trison sebagai dosen pembimbing mengatakan bahwa program magang online ini adalah untuk mendapatkan soft sklill yang lebih tinggi jenjangnya serta untuk membantu melakukan branding Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Kepala Balai TNAL menyambut baik program tersebut dan menyatakan terima kasih atas kepercayaannya mengadakan magang online di kantor Balai TNAL. Dengan pendampingan para koordinator dan pejabat fungsional, mahasiswa magang online telah menghasilkan produk berupa silabus dan kurikulum belajar mengajar untuk anak usia dini sampai anak SMA baik pada sekolah biasa ataupun pada kelompok belajar di rumah-rumah baca di desa penyangga kawasan taman nasional. Produk magang yang lain adalah booklet pencegahan kebakaran hutan, buku saku undang-undang tindak pidana kehutanan, infografis spesies kunci, desain unggahan media sosial dan leaflet Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Kurikulum atau materi belajar-mengajar juga telah dipraktekan oleh petugas Resort Buli dalam mengajar konservasi di rumah baca Resort Buli. Menurut Ruth, Penyuluh Kehutanan, bahwa metode yang tertuang pada materi tersebut sangat bagus dan dapat diaplikasikan saat melakukan penyuluhan terhadap anak usia dini maupun siswa sekolah. Kepala Balai TNAL berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap hasil magang online mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB University ini. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polhut Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Penanganan Konflik Beruang Madu Di Desa Dayun

Pekanbaru, 5 Oktober 2020 – Sejak adanya laporan masyarakat tentang satwa Beruang Madu yang muncul di pemukiman penduduk di Desa Dayun, Kec. Dayun, Kab. Siak, Petugas Resort Siak Balai Besar KSDA Riau turun ke lokasi kejadian untuk melakukan survey serta penelusuran jejak satwa. Namun sayang, hujan turun dengan lebat, menghapus jejak satwa. Petugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa Beruang Madu merupakan salah satu satwa yang dilindungi dan menghimbau kepada masyarakat sekitar agar waspada dan berhati hati dalam melakukan aktifitas di luar rumah serta segera melaporkan ke petugas Balai Besar KSDA Riau bila melihat satwa tersebut. Memperhatikan kondisi keresahan di tingkat masyarakat, Petugas Resort Siak memutuskan untuk mengevakuasi satwa tersebut ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk untuk menghindari terjadinya konflik antara manusia dan Satwa liar. Selanjutnya pada hari Minggu, 4 Oktober 2020, Petugas Resort Siak dibantu masyarakat, melakukan pemasangan kandang perangkap di jalur kemunculan satwa terakhir. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.977–2.992 dari 11.141 publikasi