Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Quick Respon Resort Kampar BBKSDA Riau Tangani Konflik Beruang Madu

Pekanbaru, 16 Oktober 2020 – Petugas Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau menuju Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar setelah menerima laporan dari Bapak Thomas, Humas PT. Ciliandra Perkasa terkait adanya Beruang Madu masuk ke lokasi pemukiman pada Rabu (14/10). Petugas melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan terkait keberadaan satwa tersebut dan melakukan pengecekan ke lokasi perjumpaan terakhir. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi dijumpainya beruang sekitar 200 meter dari pemukiman, sedangkan jarak antara pemukiman dengan hutan lindung Batang Ulak 1 yaitu sekitar 1 km. Menurut keterangan karyawan perusahaan yang melihat Beruang, satwa tersebut sedang mencari ikan untuk makanannya. Petugas Resort Kampar melakukan pemasangan perangkap terhadap Beruang Madu dengan tujuan akan dievakuasi ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk agar tidak berkonflik dengan masyarakat. Untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan, Petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga sekitar agar selalu waspada dan hati-hati serta tidak melakukan hal - hal yang membahayakan baik untuk dirinya maupun satwa, karena Beruang Madu merupakan satwa yang dilindungi. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

RKW 22 Malang Pasang Papan Larangan Di Pasar Burung Splendid

Jumat, 16 Oktober 2020 - Resort Konservasi Wilayah (RKW) 22 Malang memasang papan informasi sekaligus larangan di Pasar Burung Splendid Kota Malang, 16 Oktober 2020. ada 3 papan larangan yang dipasang di pintu masuk sebelah Utara, Selatan dan tengah-tengah pasar. Sebelumnya pihak RKW 22 Malang telah melakukan koordinasi secara intensif dengan Kepala Pasar Burung Splendid dalam rangka pemasangan papan larangan di Pasar Burung yang terletak di jantung Kota Malang itu. Tim juga melakukan sosialisasi kepada beberapa pedagang burung terkait perpanjangan pendaftaran satwa yang sebelumnya belum dilindungi menjadi dilindungi, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 hingga 21 Januari 2021. Pemasangan papan larangan ini dilakukan bersama Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo, Mamat Ruhimat, SH., Kepala Pasar Splendid dan Petugas Trantib Dinas Perdagangan Kota Malang. Menurut Hari Purnomo, SP., M.Si, Kepala RKW 22 Malang, pemasangan papan larangan ini sebagai upaya sosialisasi dari Petugas Balai Besar KSDA Jawa Timur. “Sekaligus untuk mengingatkan kepada para pedagang di Pasar Burung Splendid, agar tidak memperjualbelikan satwa-satwa yang dilindungi undang-undang,” pungkasnya. Sumber: Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Cegah Karhutla, SKW I BKSDA Sultra Pasang Papan Himbauan di Kawasan Konservasi

Kendari, 15 Oktober 2020. Seksi Wilayah 1 BauBau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi memasang papan himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pencegahan Karhutla ini dilakukan oleh Petugas Resort, Masyarakat Mitra Polhut(MMP) bersama masyarakat desa disekitar wilayah hutan konservasi. Kepala SKW I BauBau Prihanto,SP.,M.Si menerangkan pemasangan papan himbauan ini dilakukan serentak oleh semua resort di SKW I BauBau yang diantaranya Resort KSDA Muna, Resort Buton Utara I, Resort Buton Utara II, Resort Buton Utara III di Hutan Suaka Margasatwa (SM Buton Utara dan Cagar Alam ( CA) Napabalano, Resort KSDA Buton di SM Lambusango dan CA Kakinauwe serta Resort KSDA Kota BauBau di Taman Wisata Alam ( TWA) Tirta Rimba. Dalam keterangannya Kepala Seksi Wilayah I mengatakan secara aktif kami melakukan pencegahan karhutla yang berkolaborasi dengan masyarakat dan petugas kami dalam melakukan mitigasi. Memahami akan dampak dari karhutla kami berupaya memperkuat organisasi dan sarana kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran hutan serta meningkatkan program pencegahan karhutla yang lebih baik. Di SKW I telah terbentuk Brigdalkarhut Tarsius yang berkolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang setiap saat siap untuk bertugas dalam memadamkan karhutla di kawasan hutan konservasi. Kepala Balai KSDA Sultra Sakrianto Djawie, SP.,M.Si menjelaskan pentingnya upaya pencegahan karhutla sejak dini di masa pandemi covid 19 sekarang ini, komunikasi dan koordinasi semua pihak yang terkait sangat diperlukan,sinergi dari pemerintah pusat/kementerian, daerah/kab/kota sampai ke kecamatan dan desa sangat diperlukan guna untuk mencegah karhutla. BKSDA Sultra sebagai pemangku kawasan hutan konservasi tentunya mempunyai tugas guna untuk melindungi dan mencegah potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan pada kawasan hutan konservasi, selain itu kepala balai mengaharapkan masyarakat untuk secara bersama sama menjaga kawasan hutan konservasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang kerap timbul akibat kebakaran hutan dan lahan. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Hari Kedua di Sulsel, Wamen LHK Sambangi LK Gowa Discovery Park

Makassar, 14 Oktober 2020 – Kunjungan kerja hari kedua Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Alue Dohong, SE., M.Sc., Ph.D dan rombongan diawali dengan diskusi bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pukul 07.00 Wita untuk membicarakan agenda-agenda penting strategis dalam pengelolaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, lingkungan, dan pengembangan wisata bertaraf internasional di Sulawesi Selatan. Selanjutnya Wakil Menteri bersama rombongan melakukan kunjungan ke salah satu Lembaga Konservasi (LK) Gowa Discovery Park (GDP) di kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Di dampingi Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan Sekda Kabupaten Gowa serta Manajer LK Gowa Discovery Park Wakil Menteri meninjau langsung kondisi satwa, fasilitas kandang, pakan, obat-obatan kesehatan satwa, serta fasilitas protokol pencegahan covid-19 di Gowa Discovery Park. Ditengah-tengah kunjungannya Wakil Mentri KLHK Dr. Alue Dohong juga memberikan nama kepada bayi Macaca Maura atau monyet hitam Sulawesi yang baru-baru ini lahir di Gowa Discovery Park. Bayi Macaca Maura ini diberi nama Croni Damara. Dalam diskusi bersama sekda Kabupaten Gowa dan Manager Gowa Discovery Park Wakil Menteri LHK Dr. Alue Dohong mengatakan “terimakasih kepada Pemda Kabupaten Gowa dan teman-teman UPT KLHK dalam bantuannya kepada LK yang tidak beroperasi selama pandemic Covid-19 baik berupa Pakan Satwa dan berbagai jenis bantuan lainnya. Kami dari kementerian akan memberikan bantuan melalui program Penguatan Ekonomi Nasional (PEN) yang didalamnya ada bantuan subsidi subsidi termasuk pakan satwa, ”Ujarnya. “Harapan kita semua LK, TN dan TWA bisa beraktivitas kembali jadi masyarakat kita bisa kembali lagi mendapatkan pekerjaan dan tentunya berpengaruh pada pendapatan daerahnya dan tolong penerapan protocol covid-19 diterapkan salah satunya dengan 3 M, memakai masker dengan benar, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin”. Jelas dia. Bertolak dari Gowa Discovery Park di Kabupaten Gowa, Wakil Menteri KLHK beserta rombongan melakukan diskusi kerja di Kantor Balai Diklat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDK) di Makassar. Dalam diskusi kerja yang diikuti semua UPT KLHK se-Sulawesi Selatan Wakil Menteri Dr. Alue Dohong memberikan arahan “Bapa Ibu Kepala UPT KLHK Se-Sulawesi Selatan adalah wajah-wajah KLHK kita karena itu apapun yang kita lakukan di daerahnya mempretasikan wajah kami di pusat. Jadi kalua ada yang tidak baik maka KLHK juga tidak baik Bu Menteri, Wamen dan jajarannya juga tidak baik tapi kalua ada yang bagus berprestasinya maka kami juga ikut bagus. Chalenge kita, tantangan kita saat ini semakin besar apa lagi kita sedang mensosialisasikan undang-undang Cipta Kerja yang baru” Terang beliau. “Dalam isu-isu terbaru sekarang ini yang terkait dengan undang-undang no.32 lingkungan hidup dan no 41 Kehutanan yang seolah-olah semuanya dihilangkan. Jadi kita akan buatkan satu narasi tunggal yang nanti para kepala balai dan UPT menjadi corong informasi KLHK mensosialiasikan Undang-undang Cipta Kerja yang baru dengan cara yang benar supaya orang paham, paham secara subtansif, legal dan regulasi khususnya terkait undang undang, 32, 41 dan 19. Terakhir saya ucapkan tetap semangat, tidak boleh putus asa, menerapkan 3 M ” Tutup beliau. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung jawab Berita : Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel - Murniaty. S.Hut (0888-0412-9757) Informasi Lebih Lanjut : Call-Center BBKSDA Sulsel - Rudy Ashadi, S.Hut (0811-4600-883)
Baca Berita

Lewat Padat Karya, BKSDA Sultra Bersama BPDASHL Sampara Tanam Mangrove Seluas 145 Ha

Kendari, 14 Oktober 2020. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara ( BKSDA Sultra) melalui binaan kemitraan konservasi pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Safari Jaya dan KTH Balanak dengan jumlah anggota 195 orang melakukan kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) seluas 145 Ha di Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo yang secara adminitrasi pemerintahan terletak di desa Amolengo dan desa Ampera Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Program PKPM sebagai langkah memulihkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi covid 19 ini. Program ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat tetapi dapat melestarikan lingkungan dan ekosistem pantai juga sekaligus merupakan program sinergitas antara BKSDA Sultra dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai - Hutan Lindung (BPDAS HL) Sampara. BKSDA Sultra sebagai pemangku kawasan konservasi memiliki beberapa daerah kawasan mangrove. Kepala Balai KSDA Sultra Sakrianto Djawie,SP.,M.Si mengatakan pentingnya penanaman mangrove selain untuk mencegah abrasi, mangrove juga dapat dijadikan habitat perkembangan udang,kepiting dan ikan yang secara otomatis dapat menjadi sumber pendapatan dan pemenuhan ekonomi masyarakat. Selain itu mangrove jg dapat menjadi tempat perkembangbiakan burung yang dilindungi karena menjadi tempat mencari pakan dan dapat dijadikan sebagai tempat sarana edukasi dan wisata. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Gubernur Lampung: “Jaga Keutuhan Taman Nasional”

Bandar Lampung, 14 Oktober 2020. “Taman Nasional harus tetap dijaga. Kawasan TNBBS membujur di bagian barat, semua kabupaten/kota di bagian timur, jadi kalau kau hancurkan itu Taman Nasional, maka akan hancur semua kabupaten, akan hancur semua masyarakat, akan hancur ekonomi”,ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, saat menghadiri acara dan menyaksikan penanda tanganan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) 2020-2024 dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2020 oleh Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut.,M.P. dan Kepala BPJN Lampung Rien Marlia, S.T.,M.T., di Rumah Kayu Bandar Lampung. RPP dan RKT merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar TNBBS dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung yang telah ditanda tangani tanggal 29 Agustus 2019 yang lalu di Bandar Lampung. Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nomor :PKS.44/T.7/TU/PKS.2/8/2019 dan 03/PKS/Bb19/2019 Tentang Pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan dalam rangka pengelolaan jalan nasional yang melewati kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Provinsi Lampung, merupakan payung hukum pengelolaan Jalan Nasional yang ada di kawasan TNBBS. Dalam upaya pemenuhan infrastruktur jalan sebagai bagian dari pembangunan strategis, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, salah satunya melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Lampung Bandar Lampung, melaksanakan pengelolaan di 3 (tiga) ruas jalan nasional yang melintasi kawasan TN Bukit Barisan Selatan, yaitu ruas jalan Sanggi – Bengkunat sepanjang 11,5 KM, ruas jalan Liwa – Krui (kota Liwa – Sp. Gunung Keumala) sepanjang 15 KM dan ruas jalan Rataagung – Way Manula (batas provinsi Bengkulu – Pugung Tampak) sepanjang 14 KM. Secara langsung ataupun tidak langsung dengan adanya 3 (tiga) ruas jalan yang memotong kawasan taman nasional tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem disekitarnya, yang selanjutnya disebut dengan dampak negatif sehingga harus diminimalkan dengan upaya-upaya perlindungan, pengamanan dan rehabilitasi kawasan. Untuk meminimalisir dampak negatif dari aktivitas pengelolan 3 ruas jalan yang memotong kawasan taman nasional, diharapkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Lampung agar semua kegiatan yang terkait dengan pengelolaan jalan nasional yang melewati Taman Nasional Bukit Barisan Selatan untuk tetap menjaga kelestarian fungsi kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.23/SETJEN/KUM.1/5/2019 tentang Jalan Strategis dalam Kawasan Hutan. Selanjutnya pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk kerja sama pengelolaan kawasan konservasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor: P.44/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan nomor : P.85/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Kerja sama Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. “Rencana Pelaksanaan Program (RPP) disusun bersama antara Balai Besar TNBBS dengan BPJN Lampung yang sifatnya lebih teknis dan operasional, sehingga RPP ini akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2020-2024. Dengan adanya RPP ini, diharapkan program yang akan dilaksanakan menjadi lebih terarah dan mendapatkan hasil dan manfaat seperti yang diharapkan. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan setiap tahunnya, Balai Besar TNBBS dengan BPJN Lampung menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) sehingga, dokumen RPP dan RKT merupakan bukti otentik dukungan mitra kerja TNBBS dalam hal ini BPJN Lampung, dalam mendukung program konservasi TNBBS”, papar Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut.,M.P. Dalam kesempatan ini, Gubernur Lampung memberikan arahan agar keberadaan jalan nasional di dalam kawasan TNBBS tetap memperhatikan kelestarian TNBBS. “Balai Besar TNBBS dan BPJN Lampung tetap menjaga keutuhan TNBBS, diupayakan tidak ada pembuatan jalan baru. Perintah Presiden, membangun jalan harus ada dampak positif lainya, terhadap ekonomi, pariwisata dan lainnya. Usahakan ada Pos strategis di tengah-tengah jalan nasional, untuk membantu kegiatan perlindungan Taman Nasional dan untuk kegiatan pemeliharaan jalan nasional. Status kawasan bisa tetap terjaga, tetapi konektivitas bisa terlaksana juga”, tambah Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Berbagi ruang, selaras, serasi dan seimbang, tanpa ada yang harus dikorbankan. Sumber: Humas Balai Besar TNBBS.
Baca Berita

Indahnya Pantai Laicucu, Calon Obyek Wisata Baru di Kawasan TN Matalawa

Waingapu, 15 Oktober 2020. Salah satu fungsi kawasan konservasi adalah pemanfaatan, yakni mengambil nilai manfaat yang dilakukan secara lestari sehingga dapat terjaga keseimbangan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Pemanfaatan ini pun dilakukan pada zona yang telah khusus ditetapkan untuk hal tersebut yakni zona pemanfaatan. Oleh karena fungsinya sebagai kawasan konservasi, pemanfaatan di kawasan Taman Nasional menitikberatkan pada sektor pariwisata. Begitu pun di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang pada minggu lalu telah melakukan survey lokasi pengembangan wisata di Pantai Laicucu. Pantai dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 1 km masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sumba Timur. Untuk menuju ke pantai ini, tim survey menggunakan kapal yang bermuatan maksimal 25 orang dengan menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari tempat berlabuh di Pantai Aili. Tim survey berjumlah 6 orang kemudian turun ke pantai menggunakan sampan kecil sementara sisanya menunggu di kapal. Pengambilan data meliputi panjang garis pantai, topografi, elevasi, tumbuhan dominan, dan lain-lain. Tim survey pantai juga menemukan cangkang penyu dengan ukuran panjang 100 cm. Sementara tim survey pantai melakukan pengambilan data, anggota tim yang tinggal di kapal berhasil melihat penampakan lumba-lumba yang berenang tidak jauh dari kapal. Jumlah lumba-lumba yang terlihat ada 6 individu dengan perkiraan jenis individu adalah lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphin). Survey ini dilakukan langsung oleh Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, beserta tim DED dan juga oleh Kepala Pusat Kebijakan Strategis KLHK, Ir. Herry Subagiadi, M.Sc. Kawasan pantai ini rencananya akan dikembangkan sebagai lokasi wisata non mass tourism. Selain menggunakan kapal, lokasi ini dapat dicapai dengan menyusuri kawasan TN Matalawa melalui Desa Umamanu di Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur dengan berjalan kaki selama kurang lebih 5 jam. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Balai Besar TNLL dan BMKG Propinsi Sulawesi Tengah Jalin Kerjasama

Palu, 15 Oktober 2020 - Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) jalin kerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Tengah terkait Stasiun Atmosfer Pengamatan Global Lore Lindu Di Desa Bariri, Kabupaten Poso. Kerjasama ini dituangkan dalam penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Perjanjian Kerjasama antara BBTNLL dengan BMKG Provinsi Sulawesi Tengah. Kerjasama ini dilaksanakan pada pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang mengusung tema “Memahami Informasi Iklim untuk Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan BMKG Provinsi Sulawesi Tengah di Desa Binangga, Kecamatan Maraola, Kabupaten Sigi, Rabu (14/10). Dalam sambutannya, Kepala BBTNLL, Ir. Jusman mengatakan melalui kerjasama yang digagas akan mempermudah koordinasi pemantauan cuaca dan iklim kawasan TNLL oleh stasiun pengamatan tersebut. “Secara umum BMKG memiliki domain dan tupoksi soal ini. Kami mengucapkan terima kasih dan ke depan hal ini akan mempermudah pengawasan kawasan yang menjadi wilayah kerja TNLL,” tutur Ir. Jusman. Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sigi seperti Kepala Desa Binangga, Kepala Dinas Pertanian Sigi. Sumber : Balai Besar TN Lore Lindu
Baca Berita

Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Pada SPTN Wilayah II Ndalir

Ndalir, 6 Oktober 2020 - Balai Taman Nasional (TN) Wasur melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Ndalir menyerahkan bantuan kepada kelompok masyarakat dalam rangka kegiatan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Tahun Anggaran 2020. Beberapa kampung yang menerima bantuan dari Balai TN Wasur tersebut antara lain Kampung Kuler, Kampung Onggaya, dan Kampung Tomer. Ketiga kampung tersebut berada di dalam kawasan TN Wasur yang masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan dan petani/pekebun. Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif bagi masyarakat tersebut diserahkan langsung oleh Bapak Y. Agung Widya, S.Hut., M.Si. selaku Kepala SPTN Wilayah 2 Ndalir bersama para pendamping dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan dan jajaran staf pada SPTN Wilayah 2 Ndalir. Acara serah terima bantuan tersebut diterima langsung oleh para Ketua Kelompok di Kampung Kuler, Onggaya, dan Tomer, serta disaksikan oleh Aparat Kampung di masing – masing kampung tersebut. Jenis bantuan yang diserahkan di Kampung Kuler antara lain jaring, sprayer dan bibit tanaman; jenis bantuan yang diserahan di Kampung Onggaya meliputi Treser (mesin perontok padi), mesin penyedot air, sprayer, dan obat pembasmi hama tanaman; sedangkan jenis bantuan yang diserahkan di Kampung Tomer meliputi sprayer, obat pembasmi hama tanaman, dan selang alkon. Masyarakat Kampung Kuler, Onggaya, dan Tomer sangat menyambut baik program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat dari Balai TN Wasur tersebut. Ibu Maria Ndiken selaku Kepala Kampung Kuler yang didampingi oleh Bapak David Wekam selaku Ketua Kelompok Cakalang mengucapkan banyak terima kasih kepada Balai TN Wasur atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakatnya. Ibu Kepala Kampung Kuler menuturkan bahwa bantuan dari Balai TN Wasur kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan usaha dan perekonomian masyarakatnya terutama bagi masyarakat yang bergerak dibidang usaha pertanian dan perikanan. Hendry selaku ketua kelompok yang berdomisili di Kampung Onggaya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Balai TN Wasur karena bantuan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha kelompoknya, kemudian disampaikan juga bahwa masih banyak masyarakat yang ingin bergabung sebagai anggota kelompoknya agar dapat turut merasakan manfaat dari bantuan yang telah diberikan oleh Balai TN Wasur. Lebih lanjut, Kepala Kampung Tomer pada saat acara serah terima bantuan menyampaikan bahwa di Kampung Tomer ini sebentar lagi akan memasuki musim panen, sehingga menurutnya bantuan dalam rangka program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat dari Balai TN Wasur tersebut merupakan bantuan yang tepat dan sesuai karena akan segera digunakan oleh masyarakat dan sangat membantu bagi masyarakatnya. Sumber : Ritha Tangkeallo, S. Hut. - Penyuluh Kehutanan Muda Balai Taman Nasional Wasur
Baca Berita

Tinjau Program Nasional di Sulsel, Wamen LHK Tanam Mangrove

Makassar, 13 Oktober 2020 - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Alue Dohong, SE., M.Sc., Ph.D dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada tanggal 13 – 14 Oktober 2020. Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka meninjau beberapa program nasional di Sulawesi Selatan yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di lokasi padat karya penanaman mangrove di Desa Merantu, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Reaktivasi wisata alam Tahap III di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan kunjungan ke Lembaga Konservasi (LK) Gowa Discovery Park di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Dalam agenda kunjungan kerja yang pertama yaitu penanaman mangrove di Desa Merantu, Kecamatan Lau Kabupaten Maros, Wakil Menteri Alue Dohong Bersama rombongan disambut hangat oleh masyarakat pesisir pantai Desa Merantu didampingi Pemda Maros dengan protokol covid-19. Dalam sambutannya Wamen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghimbau untuk selalu menerapkan 3 M yang terdiri dari memakai masker dengan benar, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau menggunakan hand sanitizer. Ditemui di lokasi penanaman Dr. Alue Dohong mengatakan “Giat penanaman mangrove di Maros ini adalah kick off pertama di Sulawesi Selatan yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kurang lebih 500 Ha Mangrove tahun ini yang terdiri atau berlokasi di 13 kabupaten kota dan salah satunya di Kabupaten Maros ini. Kalau total mangrove yang ditanam ada 3 juta Batang dan untuk dimaros ada 100 Ribu batang untuk 25 Ha, untuk jenis mangrovenya sendiri adalah Rhizopora pada umumnya yang bermanfaat pertama berkontribusi sebagai penghasilan tambahan untuk masyarakat dan kelompok tani yang terlibat karena mereka mengumpul bibit, menanam dan merawat yang nantinya ada upahnya dan pembayarannya langsung di Transfer kepada kelompoknya jadi tidak lewat mana-mana. Yang kedua mangrovenya pulih dan kalau mangrovenya bagus perikanannya juga akan bagus, ikannya, udangnya, kepitingnya bisa bagus jadi program ini sebagai pemulihan ekonomi sekaligus perbaikan lingkungan ekosistem mangrove.” “Tentunya harapan kita semua agar semua kelompok-kelompok tani yang terlibat agar menanam, merawat dan menjaga dengan baik mangrove ini. Kemudian kedepan tidak hanya 25 Ha tapi akan kita tambah lagi jadi bisa banyak masyarakat yang bisa terlibat” Tambah Wamen. Selain menanam mangrove dalam giat pertama kunjungan ini dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) kepada tiga kelompok tani yang akan menanam, merawat dan menjaga Mangrove yang ditanam. Agenda selanjutnya kunjungan wakil menteri Dr. Alue Dohong berlokasi di Taman Nasinoal Bantimurung Bulusaraung untuk meninjau Reaktivasi wisata alam Tahap III. Berlokasi di Gedung Visitor Center yang merupakan kerjasama antara Indonesia dan Jepang Wakil Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kunjungannya berpesan “untuk terus komitmen menerapkan 3 M di masa pandemic covid-19 sekarang ini, tetap semangat dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Maros serta para pihak yang mendukung reaktivasi ini. Kita percaya Taman Nasional dan Taman Wisata Alam adalah Healing Forest yang bisa menyembuhkan stress baik fisik ataupun mental” Tutup Dr. Alue Dohong yang selanjutnya mengunjungi site-site unggulan Bantimurung seperti air terjun dan gua batu Bersama rombongan. Untuk agenda hari kedua Rabu, 14 Oktober 2020 wakil Menteri beserta rombongan didampingi Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc akan mengunjungi dan berdiskusi dengan pengelola Gowa Discovery Park dan animal keeper disana. Wakil menteri dan rombongan juga akan berkeliling meninjau kondisi satwa, fasilitas kandang, pakan, obat-obatan kesehatan satwa, serta fasilitas protokol pencegahan covid-19 di Gowa Discovery Park. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung jawab Berita : Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel - Murniaty. S.Hut (0888-0412-9757) Informasi Lebih Lanjut : Call-Center BBKSDA Sulsel - Rudy Ashadi, S.Hut (0811-4600-883)
Baca Berita

Reaktivasi TWA Sibolangit

Sibolangit, 14 Oktober 2020. Pembukaan kembali kawasan atau Reaktivasi TWA Sibolangit dilakukan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., disaksikan tamu dan undangan dalam jumlah terbatas, seperti : Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Deli Serdang, Camat Kecamatan Sibolangit, Kepala Desa Sibolangit, Kepala SMP Negeri 2 Sibolangit beserta perwakilan siswa, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort CA/TWA Sibolangit, Kelompok Pencinta Alam (KPA) Genetika Fakultas Pertanian USU, Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), Kader Konservasi Alam (KKA),Kelompok Sadar Wisata Sibolangit Berseri, serta pejabat eselon III dan IV lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang keseluruhannya berjumlah 50 orang. Camat Sibolangit, Febri Gurusinga, SSTP, MSP dalam sambutannya menyampaikan, bahwa reaktivasi adalah momen pengaktifan kembali TWA Sibolangit, sehingga nantinya dapat memberi edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sebagian besar wilayah Kecamatan Sibolangit adalah kawasan hutan sehingga keberadaan TWA Sibolangit sangat berperan penting terhadap keberlangsungan kehidupan manusia disekitar kawasan hutan. Tapi jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan, ujar Gurusinga. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Deli Serdang, H. Khoirum Rijal, ST, M. AP, menyampaikan semoga dengan dibukanya TWA Sibolangit akan menghidupkan kembali aktifitas wisata di Kabupaten Deli Serdang. TWA Sibolangit berpotensi untuk kegiatan hashing (menjelajah/olahraga dalam hutan) sehingga dalam beberapa waktu kedepan akan banyak wisatawan yang berkunjung ke TWA. Sedangkan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For dalam arahannya menyebutkan bahwa aktifitas yang nantinya dapat dilakukan di TWA Sibolangit adalah : menikmati alam, edukasi pendidikan konservasi lingkungan, pendidikan konservasi satwa liar, pengamatan burung Rangkong, dan Forest healing. “Untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, pemesanan tiket masuk TWA Sibolangit dilakukan dengan cara booking online dengan link http://bit.ly/bookingTWASibolangit atau menghubungi 082162163074 (Kepala Resort TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP) ,” ujar Hotmauli. Disamping itu terhadap pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku selama berada di dalam kawasan yaitu: wajib menggunakan masker, wajib cuci tangan pada tempat yang sudah disediakan, gunakan hand sanitizer, melakukan cek suhu tubuh, pembatasan jarak kurang lebih 1,5 meter dan tetap menjaga kebersihan, tambah Hotmauli. Rangkaian acara pembukaan kembali kawasan TWA Sibolangit, diisi juga dengan pemberian Sertifikat Pendidikan KSDA kepada Kepala Sekolah dan perwakilan siswa/I SMP Negeri 2 Sibolangit, penyerahan hadiah pemenang Lomba Photo dan Video Dirjen KSDAE serta penyerahan simbolis Kartu Kader Konservasi Alam. Sebagai informasi, reaktivasi Kawasan Konservasi dilakukan setelah secara bertahap dilakukan penutupan kegiatan wisata alam di kawasan Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM), termasuk di dalamnya kawasan TWA Sibolangit. Berdasarkan data zona resiko COVID-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanggulangan COVID-19 tanggal 22 Juni 2020 terdapat 21 TN, 75 TWA dan 56 SM yang berada pada wilayah zona resiko tidak ada kasus/tidak terdampak (zona hijau) dan zona resiko rendah (zona) kuning, termasuk didalamnya adalah TWA Sibolangit yang bisa direaktivasi. Kegiatan pariwisata alam adalah kategori resiko rendah sehingga memungkinkan direaktivasi pada masa New Normal terutama pada wilayah-wilayah yang berdasarkan zona berada pada zona tidak terdampak (hijau) dan zona resiko rendah (kuning). Dan yang terpenting reaktivasi kegiatan wisata alam TWA Sibolangit mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui multiplier effect. Sesuai juga dengan Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor : SK.164/KSDAE/PJLHK/KSA.3/8/2020 tanggal 6 Agustus 2020 tentang Reaktivasi Tahap II Kawasan TN, TWA dan SM Untuk Kunjungan Wisata Alam Dalam Kondisi Transisi Akhir COVID-19, dimana kawasan TWA Sibolangit diizinkan dibuka kembali (reaktivasi) untuk kunjungan wisata alam. Keputusan Dirjen KSDAE ini juga diperkuat dengan Surat Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara Nomor : 335/GTCOVID-19/IX/2020 tanggal 4 September 2020, hal Reaktivasi Kunjungan Wisata Alam di kawasan Taman Wisata Alam Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, yang pada intinya menekankan kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan. Atas dasar itu, pada Rabu 14 Oktober 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan, secara resmi kawasan TWA Sibolangit dibuka kembali untuk kegiatan kunjungan wisata alam bagi masyarakat umum. Sumber : Esra Barus, S.Hut. - Polhut Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Komitmen Balai TN Meru Betiri untuk Kemajuan Kelompok Masyarakat

Banyuwangi, 14 Oktober 2020. Balai TN Meru Betiri berkomitmen penuh terhadap keberhasilan program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN meru betiri. Upaya yang dilakukan antara lain penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kelompok serta pendampingan kelompok. Salah satu kelompok binaan TN Meru Betiri adalah SPKP Wana Wira Sejahtera di Desa Kandangan. Pada bulan Agustus 2020, kelompok ini telah mendapatkan bantuan usaha ekonomi produktif dari TN Meru Betiri berupa bantuan usaha ternak bebek berupa 220 ekor bebek. Bantuan tersebut sebagaimana proposal usaha yang diajukan oleh kelompok SPKP Wana Wira Sejahtera. Sebagai upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha kelompok, pada hari Selasa, 13 Oktober 2020, petugas Balai TN Meru Betiri mendampingi kelompok SPKP Wana Wira Sejahtera melakukan pengurusan akta notaris kelembagaan SPKP dan melakukan studi banding pengelolaan usaha ternak bebek. Kegiatan yg diiikuti oleh 5 orang Pengurus Kelompok SPKP Wana Wira Sejahtera. Kegiatan dimulai dengan penandantanganan akta notaris di Kantor Notaris Agus Mulyadi, S.H., M.Kn. di Siliragung, Banyuwangi. Setelah pengurusan akta notaris, kegiatan dilanjutkan dengan study banding usaha ternak bebek ke Babe Farm Sujiono yang berlokasi di Desa Bangorejo, Banyuwangi. Babe Farm Sujiono merupakan peternak bebek besar dengan kapasitas penetasan 100.000 butir telor, dengan hasil 7.000 DOD bebek per-minggu. Dalam kesempatan ini juga, diajari cara membedakan jenis kelamin DOD antara jantan dan betina. Wahyu Candra selaku Plh. Kepala SPTN Wilayah I Sarongan yang turut mendampingi kegiatan hari ini menyampaikan harapannya bahwa semoga usaha ternak bebek yang dilakukan SPKP Wana Wira Sejahtera akan berkembang seperti Babe Farm Sujiono. Wahyu Candra menambahkan bahwa rangkaian kegiatan hari ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen TN Meru Betiri dalam mendampingi dan mengembangkan kelompok binaan dalam rangka keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan TN Meru Betiri Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

BKSDA Kalsel "Kejar Terus" Lutung Dahi Putih

Kelumpang, 13 Oktober 2020 – Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) telah melaksanakan kegiatan Monitoring Satwa Liar jenis Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata). Maksud kegiatan monitoring jenis satwa tersebut adalah sebagai upaya mengetahui kecenderungan perkembangan populasi satwa dari waktu ke waktu melalui survei dan pengamatan terhadap potensi satwa secara berkala. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari monitoring yang dilakukan pada tahun 2019, untuk memperoleh data seriesnya. Monitoring ini dipimpin oleh Agung Rizal Reynanto dengan anggota Achmad Nabawi, Arsi Badaruddin dan Hafizh Muhardiansyah. Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata) adalah jenis monyet pemakan daun endemik Kalimantan. Ciri khas satwa ini hitam diseluruh tubuh dan warna putih di bagian kepala depan tepatnya terletak dibagian dahi. Lutung ini sangat berbeda dengan jenis surili dan lutung hirangan dari genus presbytis lainnya yang ada di Kalimantan. Lutung Dahi Putih tidak seperti Bekantan yang masih dapat dijumpai dimana-mana disekitar Provinsi Kalimantan Selatan, satwa tersebut tergolong satwa yang pemalu hingga sulit untuk dijumpai. Lutung dahi putih merupakan satwa dilindungi selain bekantan dan lutung hirangan. Menurut IUCN Red list, primata ini masuk dalam kategori vulnerable (VU) 1 Appendix II CITES dan masuk dalam kategori satwa dilindungi (NOMOR P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018) dan merupakan endemik Kalimantan. BKSDA Kalsel sudah melakukan beberapa upaya dalam menyelamatkan dan melestarikan satwa tersebut, bersama para pihak terkait seperti PT. Arutmin Indonesia Site Senakin, dan masyarakat sekitar. Upaya menjaga kelestarian satwa ini dengan melakukan kegiatan perlindungan, pelestarian Lutung Dahi Putih tersebut dalam bentuk kegiatan monitoring populasi dan sosialisasi. Hal ini dikarenakan satwa tersebut menjadi kebanggaan masyarakat sekitar dan Kalimanran Selatan. Sebaran Lutung Dahi Putih sampai saat ini di Kalimantan Selatan belum dilakukan inventarisasi secara merata, beberapa lokasi yang sering ditemukan yaitu salah satu nya di sekitar kawasan Konservasi Cagar Alam Teluk Kelumpang yaitu di beberapa titik di Desa Tamiang Bakung, Desa Sebuli Kecamatan Kelumpang Tengah dan di areal tambang PT. Arutmin Desa Dugan Kec. Kelumpang Tengah Kotabaru yang sudah dilakukan inventarisasi dan menjadi fokus lokasi monitoring bersama dengan PT. Arutmin Tambang Senakin dan masyarakat sekitar desa di Kec. Kelumpang Tengah. Populasi yang dijumpai saat monitoring sebanyak 37 ekor. Saat ini, keberadaan Lutung Dahi Putih mulai punah karena habitatnya mulai terancam. Bahkan saat ditemukan, terlihat beberapa ekor Lutung Dahi Putih yang beraktifitas mencari makan di sekitar kebun karet milik warga. Menurut Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc, Kepala Balai KSDA Kalimantan selatan, satwa Lutung Dahi Putih adalah endemik Kalimantan, selain Bekantan. Kita harus bangga dengan keberadaan kedua satwa ini, sekaligus secara bersama melindungi habitatnya dan melestarikan satwanya. Tanggungjawab kita semua pihak mempertahankan satwa yang dilindungi agar anak cucu kita dimasa depan masih dapat melihat dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan tersebut. (ryn) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Sinergi Para Pihak dalam Menjaga Keutuhan Kawasan Hutan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau

Pekanbaru, 13 Oktober 2020. Bertempat di Kantor Direktorat Pengamanan Aset (DitPam) BP Batam, dilakukan rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan terpadu pengamanan, perlindungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kota Batam yang dihadiri selain Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam juga dihadiri perwakilan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, Kepala Manggala Agni DAOPS Batam, Kasubdit Pengamanan Lingkungan dan Hutan BP Batam, Kasubdit Mitigasi dan Penanggulangan Kebakaran BP Batam, General Manager Sumberdaya Air Limbah dan Lingkungan BP Batam, Manager Air Baju BP Batam, Kepala Seksi Pengamanan Obyek Vital BP Batam, Kepala Seksi Pengamanan Aset dan Instalasi BP Batam, Kepala Seksi Patroli dan Pengamanan Lingkungan BP Batam, Kepala Seksi Patroli dan Pengamanan Hutan BP Batam, Kepala Seksi Penyuluhan dan Mitigasi BP Batam, Kepala Seksi Penanggulangan dan Penyelamatan BP Batam, Asisten Manager Bendungan dan Daerah Tangkapan Air BP Batam. Dari hasil rapat ini akan dilanjutkan dengan patroli dan operasi gabungan di kawasan hutan di Kota Batam dalam rangka kegiatan terpadu pengamanan, perlindungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi program tetap masing masing instansi. Selain itu juga akan dilakukan pelaksanaan coaching clinic dan pelatihan pencegahan kebakaran hutan lahan dan penegakan hukum di bidang kehutanan untuk pegawai DitPam BP Batam supaya DitPam BP Batam lebih mengetahui tentang aturan-aturan kehutanan. Semoga langkah ini menjadi suatu singkronisasi antar instansi dan stake holder di Kota Batam dan bersama-sama bisa menjaga keutuhan kawasan hutan yang ada di Batam, Rempang Galang (Barelang). Salam konservasi… #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Stup Lebah Madu untuk Kelompok Tani Masyarakat Hutagodang Muda

Mandailing Natal, 13 Oktober 2020. Ka balai TNBG melaksanakan penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat berupa stup lebah madu sebanyak 60 buah kepada Kelompok Tani Bersama di Desa Huta Godang Muda. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Madong, selaku seksi Ekbang dari Kecamatan Siabu, Bapak Arpin Lubis selaku Kepala Desa Huta Godang Muda, Ka Seksi PTNW I dan juga Ka Resort 1 Siabu serta anggota kelompok Bersama. Dalam sambutannya, Pak Madong selaku perwakilan dari Kecamatan Siabu sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh TNBG terhadap masyarakat desa Huta Godang Muda. Harapannya bantuan ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Huta Godang Muda. Anggota kelompok tani, Bpk Sulfa juga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, karena beliau saat ini sedang mengembangkan budidaya lebah madu di kebun miliknya, dan berharap anggota kelompok lainnya dapat mengikuti jejaknya dan bisa menjadi penghasil madu yang sukses di Desa Huta Godang Muda. Bapak Ka Balai juga menghimbau agar bantuan pemberdayaan yang sudah diberikan selama ini dapat dipantau bersama dan mudah-mudahan apabila budidaya lebah madu ini dapat berhasil, madu menjadi salah satu produk unggulan di Desa Huta Godang Muda, yang dapat membanggakan desa dan juga Taman Nasional Batang Gadis.Bapak Ka Balai dan tim berkesempatan meninjau kebun buah milik Pak Sulfa yang sudah mengembangkan lebah madu dan lebah trigona secara mandiri.Mudah-mudahan tag line Hutan Lestari, Masyarakat sejahtera dapat terwujud di Desa Huta Godang Muda Kecamatan Siabu ini. Sumber: Evo Loriva Christy Sinulingga / Penyuluh Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Patroli Perlindungan dan Pengamanan Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar

Pekanbaru, 12 Oktober 2020. Petugas Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar melakukan patroli perlindungan dan pengamanan kawasan yang dipimpin langsung oleh Kepala Resort TWA Buluh Cina. Patroli dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri sekitar pinggir Danau Baru dan Danau Pinang Dalam. Petugas menemukan pohon di pinggir kebun sawit yang mana kayu dibagikan bawahnya telah dikupas kulitnya (diteres). Diperkirakan hal ini sengaja dilakukan untuk membunuh kayu secara perlahan agar tidak diketahui petugas. Petugas Resort juga menemukan tanaman sawit yang baru ditanam di dalam kawasan TWA Buluh Cina. Memperhatikan hal tersebut, petugas segera mencabut pucuk sawit yang baru ditanam agar tidak bisa tumbuh lagi. Pada kawasan ini juga Petugas menemukan pondok liar yang sedang dalam tahap pembangunan (baru rangka) yang langsung dibongkar. Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan dari oknum yang tidak bertanggungjawab, Petugas juga memasang tanda kawasan TWA Buluh Cina. Ayoooo, kita amankan kawasan konservasi kita.... Kalau bukan kita, siapa lagi??? Salam konservasi… #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.945–2.960 dari 11.141 publikasi