Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kunjungi Sultra, Wamen LHK Tanam Mangrove

Kendari, 11 November 2020. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong melakukan serangkaian kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara yang dimulai pada 11 November 2020. Dalam pembukaan kunjungannya ke Sultra, Wamen didampingi oleh Dirjen PPI, Staf Ahli Menteri, Direktur Kemitraan Perhutanan Sosial dan Kepala Balai lingkup UPT KLHK se-Sulawesi. Kedatangan Wamen langsung di terima Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Tenggara Hj. Nur Endang Abbas dan Bupati Konawe yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Konawe. Setibanya di Sultra, Wamen Alue Dohong langsung menuju ke Desa Soropia Kab. Konawe untuk menuju langsung ke lokasi penanaman Mangrove dalam rangka kegiatan PEN. Desa Soropia Kab. Konawe merupakan salah satu tempat kunjungan kerja Wamen guna untuk melihat langsung kegiatan PEN yang dilaksanakan Kelompok Tani Wana Mina Wisata binaan KPHL Laiwoi Tenggara Dinas Kehutanan Provinsi Sultra. Wamen LHK mengatakan dalam konsep mangrove ini kita ingin memulihkan ekosistem mangrove yang rusak, secara nasional kita memiliki 3,2 juta Ha dan sekitar 40 persen mengalami kerusakan, kegiatan ini selain untuk memulihkan ekosistem mangrove secara langsung dapat memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid 19 ini dengan adanya program padat karya mangrove. Selama di Kendari Wamen LHK memiliki beberapa agenda kegiatan yaitu Workshop Sosialisasi Hasil Perundingan Perubahan Iklim, kunjungan ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, dan Taman Nasional Wakatobi. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Tim Patroli BBKSDA Riau Temukan Kayu Cerocok di SM Kerumutan

Pekanbaru, 12 November 2020 – Petugas Resort Kerumutan Selatan (Pekanheran) Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan Patroli Perlindungan dan Pengamanan dengan mekanisme Patroli SMART RBM (Perairan) di dalam kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan bagian selatan yang terdapat di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu pada Selasa (10/11). Petugas Resort melakukan patroli melalui Sungai Sengkayan yang terdapat di Desa Kampung Pulau. Di aliran sungai Sengkayan, Tim menemukan sisa-sisa dan bekas tempat muat bongkar kayu cerocok di pinggir sungai. Berdasarkan penelusuran informasi, kayu cerocok biasa dipakai masyarakat untuk keperluan berkebun, menangkap ikan, serta pelantar. Namun, saat pelaksanaan patroli tidak terdapat masyarakat di sekitar lokasi tersebut. Tim melanjutkan perjalanan menuju ke kawasan SM. Kerumutan wilayah selatan, melalui Sungai Batang Rengat dan masuk ke Sungai Mengkuang kemudian menyelusuri Sungai Tetual. Sungai Tetual merupakan anak sungai Mengkuang yang berada di dalam kawasan SM. Kerumutan. Kondisi air Sungai Tetual yang sedang dangkal dan tidak bisa dilalui perahu motor, maka Tim melanjutkan patroli dengan berjalanan kaki menyisir ke dalam kawasan hutan. Tim menemukan bekas jalan ongkak, tetapi tidak menjumpai adanya kayu bekas illegal logging maupun aktivitas masyarakat di dalam kawasan tersebut. Tim selalu menyampaikan himbauan kepada masyarakat yang dijumpai saat patroli untuk tidak melakukan aktivitas di dalam kawasan konservasi dan mengharapkan agar mereka ikut berperan dalam pengamanan dan pelestarian Suaka Margasatwa Kerumutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BKSDA Maluku Lakukan Rapid Test Untuk Seluruh Pegawai

Ambon, 11 November 2020. Balai KSDA Maluku melaksanakan pemeriksaan rapid test antibodi dalam rangka pencegahan Covid-19. Pemeriksaan ini dilakukan kepada seluruh pegawai dan honorer lingkup kantor Balai, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Wilayah I, II, dan III. Total pegawai yang diambil sampel darah untuk pemeriksaan rapid antibodi sekitar 110 orang dengan rincian : a. Pegawai Balai : 41 orang; b. Pegawai SKW I : 20 orang; c. Pegawai SKW II : 36 orang; dan d. Pegawai SKW III : 13 orang Pemeriksaan rapid test untuk pegawai balai dan resort yang ada di wilayah kota Ambon dan sekitarnya dilaksanakan di Kantor Balai KSDA Maluku yang dilakukan petugas dari Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu. Sedangkan untuk pegawai yang berada di luar Ambon, pemeriksaan dilaksanakan di institusi pelayanan kesehatan terdekat. Kegiatan dimulai dengan pengisian formulir, pengambilan nomor antrian, lalu pengambilan sampel darah. Pemeriksaan dimulai dengan pengambilan sampel darah Kepala BKSDA Maluku – Bapak Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sample darah Ibu Rosna, S.P selaku Kasubag TU. Pegawai PNS maupun non-PNS melanjutkan urutan untuk melakukan rapid test. Harapannya melalui pelaksanaan rapid test ini, BKSDA Maluku dapat mencegah penyebaran virus Covid-19. Sumber : Gries E. Noor, S.Si – PEH Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Menanam di Hari Pahlawan Nasional 2020

Waibakul, 10 November 2020. Peringatan Hari Pahlawan oleh pegawai Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) dilakukan di 2 tempat berbeda yakni di kantor Balai TN di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, serta di lapangan Danau Laimadat, Kabupaten Sumba Tengah. Di kantor Balai, sejumlah petugas mengikuti upacara virtual yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan di lapangan Danau Laimadat, selain mengikuti apel kebangsaan, para petugas bersama GEN Hijau Berbangsa melakukan penanaman di sekitar lokasi apel. Kegiatan apel kebangsaan dan penanaman ini dihadiri juga Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), anggota Koramil 1613-03/KTN Kab. Sumba Tengah, dan Pemerintah Daerah Sumba Tengah. Sekitar seribu (1000) bibit yang diperoleh dari persemaian Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Benain Noelmina berhasil ditanam oleh para peserta. Bibit ini terdiri dari rambutan (Nephelium lappaceum), trembesi (Samanea saman), kelor (Moringa oleifera), dan lain-lain. Selain menanam di lokasi, peserta juga mendapatkan masing-masing 5 buah bibit untuk dibawa pulang dan ditanam di pekarangan rumahnya. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Penguatan Fungsi, BKSDA Maluku Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pattimura

Ambon, 10 November 2020. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku (BKSDA Maluku) beserta staf berkunjung ke Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Kunjungan ini disambut Ketua jurusan kehutanan (Dr. Marthina Tjoa, S.Hut., MP), sekretaris jurusan – Ludia Siahaya, S.Hut., MP.IPM, dan staf pengajar lainnya. Dalam kunjungan ini Bapak Danny menyampaikan bahwa dalam melakukan upaya konservasi dan pengelolaan kawasan konservasi BKSDA Maluku tidak dapat berdiri sendiri, jumlah kawasan yang cukup banyak dan tersebar di 2 (dua) provinsi, yaitu Provinsi Maluku & Maluku Utara, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang minim, membuat BKSDA Maluku perlu membangun jejaring mitra khususnya dari institusi pendidikan dalam rangka penguatan fungsi. Bapak Tri selaku analis data di BKSDA Maluku juga menambahkan bahwa institusi pendidikan ini berperan penting dalam memberikan support berupa scientific judgement, sehingga dapat mencegah kesalahan dalam pengambilan keputusan dalam pengelolaan konservasi. Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi antara kedua belah pihak (BKSDA Maluku & Kehutanan UNPATTI) ini perlu dilegalkan secara kelembagaan dalam bentuk kerjasama yang terintegrasi. Kepala Balai juga menyampaikan bahwa saat ini BKSDA Maluku fokus mengangkat kawasan konservasi (KK) prioritas yang memiliki potensi pengembangan wisata, dimana dalam pengelolaannya masyarakat dilibatkan, sehingga masyarakat dapat mendapatkan kebermanfaatannya secara langsung. Pola kerjasama dengan masyarakat ini dapat dilaksanakan dalam mekanisme kemitraan. Dalam kesempatan ini, Ibu Tjoa selaku ketua jurusan kehutanan juga menyampaikan bahwa ajakan kerjasama ini disambut dengan tangan terbuka. Kerjasama ini juga memiliki peran penting bagi perguruan tinggi diantaranya : a. Kemudahan akses kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian dan magang yang sesuai dengan minat bidang studi di wilayah kerja BKSDA Maluku; b. Terbangunnya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak terkait penemuan-penemuan baru di lapangan serta perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang konservasi; serta c. Menunjang penilaian akreditasi bagi perguruan tinggi. Para pengajar lainnya seperti Bapak Dr.Ir. Gun Mardiatmoko, MP, Ibu Ludia S. S.Hut., MP, Ibu Maya P, S.Hut., MP, dan Ibu Henny L, S.Hut., MP juga menyampaikan bahwa harapannya apabila kerjasama ini sudah terbentuk, seluruh perencanaan pengelolaan kawasan dan upaya konservasi berlandaskan keilmuan. Selain itu, harapannya dari kerjasama ini juga tersusun jurnal atau buku yang disusun bersama. Sedangkan untuk pengembangan wisata di KK, BKSDA Maluku dapat mengusung konsep wisata gugus pulau yang bisa menjadi icon daerah dan budaya di wilayah ini. Sumber : Gries E. Noor, S.Si – PEH Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Sinergitas Pendampingan Petani Rehabilitasi Antar Stakeholder Di TN Meru Betiri

Jember, 11 November 2020 - Sebagai upaya mengembalikan fungsi hutan secara ekologi dan ekonomi, Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) bersama stakeholder (LATIN atau KAIL) pendamping masyarakat yang sejak lama melakukan pendampingan, kali ini khususnya yang ada di zona rehabilitasi blok no. 9 , Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo Jember, melakukan penanaman bersama instansi terkait (Kades Curahnongko, Anggota DPRD Jatim, BIJAK USAID, KAIL, Kabalai TN MerBeti dan Petani kelompok nomor 9). Direktur KAIL Nurhadi menyampaikan ide penanaman menggunakan bibit jenis unggul sistem stek dengan harapan berkualitas dan cepat berbuah, prosentase hidup tinggi, permintaannya manakala pihak TN. Meru Betiri memberi bantuan bibit bisa bentuk stek. Pihak DPRD akan selalu mencari peluang anggaran asalkan program ini untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, Kepala Balai dalam sambutannya menyampaikan bahwa tumbuhan, satwa dan manusia adalah makhluk hidup yang perlu dijaga dan dirawat karena mereka juga akan bertasbih untuk keselamatan kita, ucapan terima kasih untuk para stakeholder yang telah membantu demi masyarakat sejahtera dan hutan lestari. Pihak LATIN akan tetap konsisten mengawal pemberdayaan masyarakat untuk mendukung kelestarian hutan di Indonesia. Penanaman bersama pada kegiatan tersebut berupa jenis tanaman apokat stek, Dilanjutkan dengan peninjauan demplot KAIL di lahan seluas 7 ha, yang sudah menjadi hutan kembali, sebelumnya merupakan lahan terdegradasi. Arahan dari Kepala Balai, lokasi tersebut bisa dijadikan studi lapang (field trip). Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)
Baca Berita

Balai Besar Tana Bentarum Gelar Upacara Hari Pahlawan Nasional Secara Virtual

Putussibau, 10 November 2020. Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2020 berbeda dengan tahun lalu, sebab momen bersejarah tahun ini diperingati pada saat pandemi Covid-19, karena itu Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun danDanau Sentarum (Tana Bentarum) melaksanakan Upacara Hari Pahlawan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting. Upacara yang dilaksanakan di Koridor Utama Kantor Balai Besar Tana Bentarum diikuti Para Pejabat Eselon III dan IV, staff fungsional serta PPNPN berjumlah kurang lebih 42 orang berjalan dengan khidmat serta tetap mengedepankan protokol kesehatan. "Hari Pahlawan tahun ini diharapkan dapat memberikan energiuntuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu, meski bertugas di ujung batas negeri Indonesia kita tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta membantu sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan dan profesi masing-masing" ungkap Arief Mahmud, Kepala Balai Besar Tana Bentarum Hari Pahlawan sebaiknya tidak hanya sekedar diingat pada setiap tanggal 10 November saja, namun perjuangan dan pengorbanan para pahlawan untuk mempertahanan kedaulatan NKRI juga perlu terus di ingat dan dikenang sepanjang masa. Oleh karena itu tema hari Pahlawan Tahun 2020 yaitu “PAHLAWANKU SEPANJANG MASA “. Apa yang telah dilakukan para pahlawan diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat untuk meneruskan perjuangan. Dulu berjuang dengan mengangkat senjata, maka saat ini berjuang melawan berbagai permalalahan salah satunya melawan Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Sinergisitas Para Pihak dalam Perlindungan Kawasan Hutan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau

Batam, 10 November 2020. Dalam rangka meningkatkan sinergisitas bersama instansi Kehutanan tingkat Kotamadya Batam dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), Balai Besar KSDA Riau bersama Direktorat Pengamanan Aset BP Batam, Lanud Hang Nadim, Manggala Agni Daops Batam, dan KPHL Unit II Batam pada Kamis, 5 November 2020 melakukan kegiatan Patroli dengan menggunakan sepeda dan Motor trail menempuh jarak kurang lebih 16 Km dari Pos Terpadu ATA Duriangkang sampai dengan Kantor Lanud Hang Nadim Batam, yang berbatasan dengan Hutan Lindung Nongsa. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari patroli gabungan yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Kegiatan patroli diakhiri dengan berdiskusi bersama BP Batam, Lanud Hang Nadim, Manggala Agni Daops Batam, dan KPHL Unit II Batam. Semoga tujuan bersama dapat lebih optimal dilaksanakan dengan keterlibatan berbagai pihak. Salam konservasi… #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Antisipasi Penularan Covid-19, BBTNTC Lakukan Rapid Test

Manokwari, 10 November 2020. Seiring dengan meningkatnya kasus Corona di Provinsi Papua Barat khususnya Kabupaten Manokwari, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) melakukan langkah antisipatif dengan melakukan Rapid Test kepada seluruh pegawai pada Senin, 9 November 2020. Kepala Bagian Tata Usaha BBTNTC, Hendrikus Rani Siga, mengatakan tujuan dilaksanakannya Rapid Test ini untuk memastikan seluruh staf BBTBTC bebas Covid-19. “Apabila teridenti?kasi ada yang reaktif maka akan dilanjutkan dengan SWAB dan isolasi”, ujarnya. Dengan mendatangkan tenaga medis, metode pemeriksaan secara cepat ini dilaksanakan di ruang rapat BBTNTC. Menggunakan alat catridge mengambil sampel berupa darah dari jari (kapiler). Pemeriksaan ini untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. "Ada 60 pegawai BBTNTC yang melakukan Rapid Test", demikian yang dikatakan Samsul Rahman, bendahara BBTNTC sekaligus koordinator pelaksana. Dari hasil Rapid Test tersebut, dua orang staf dinyatakan reaktif oleh tim medis. Menurut Samsul, staf tersebut akan melakukan Swab Test lagi, dan jika positif Covid-19 akan dikarantina mandiri. Dari data Dinas Kesehatan provinsi Papua Barat, jumlah kasus positif corona di provinsi ini mencapai 4.509 orang atau 17,0% dari total jumlah orang yang telah diperiksa sebanyak 26.487 orang, 3.880 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Secara persentase tingkat kesembuhannya mencapai 86,1%. Untuk mencegah penularan virus corona staf BBTNTC dihimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menjaga kesehatan agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas terjaga, mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun, hindari kontak di kerumunan massa, serta menggunakan masker dimanapun berada. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Baca Berita

Reboisasi Konservasi untuk Riau Hijau di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar

Pekanbaru, 10 November 2020. Minggu (8/11) petugas Resort Buluh Cina melakukan pendampingan penanaman bibit pohon di TWA Buluh Cina atas inisiasi kegiatan oleh Media Greenradioline dengan tema "Reboisasi Konservasi untuk Riau Hijau". Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono sangat mengapresiasi terhadap kegiatan ini dan berharap semakin banyak para pihak yang semakin terlibat dalam kegiatan penghijauan. Turut hadir pada kegiatan tersebut, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Pimpinan Pegadaian Wilayah Riau, Ninik mamak Buluh Cina, Kepala Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Babinkamtibmas, Babinsa dan Komunitas Gowes Gade Riau yang antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir acara. Sebanyak 500 batang bibit pohon jenis Meranti, Jelutung, dan Pulai berhasil di tanam di TWA Buluh Cina. Pemberian bantuan bibit tanaman sebanyak 200 batang kepada masyarakat Buluh Cina dengan jenis tanaman Sirsak, Durian, Matoa, Pinang dan Geronggang juga dilakukan sebagai tanaman yang berbuah dan dapat dimanfaatkan untuk perekonomian masyarakat. Yuk kita ikut mengkampanyekan kegiatan pelestarian hutan melalui aksi nyata seperti yang dilakukan sobat rimba kita green radio online..... Salam konservasi… #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Dirjen KSDAE Resmikan Sarpras Pengelolaan SM Muara Angke

Jakarta, 10 November 2020. Bertepatan dengan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2020, Direktur Jenderal KSDAE meresmikan sarana prasarana pengelolaan Suaka Maragasatwa Muara Angke berupa Gapura dan jembatan titian (boardwalk) sepanjang 237,9 m yang diselenggarakan BKSDA Jakarta dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Acara ini dihadiri perwakilan dari Direktorat Lingkup Ditjen KSDAE, perwakilan instansi terkait dan para mitra yang tergabung dalam konsorsium MERA yaitu PT. Indofood Sukses Makmur, PT. Asia Pulp and Paper, PT. Chevron Pacific Indonesia dan PT. Djarum. Selain itu, secara virtual, acara ini juga diikuti oleh para mitra potensial yang memiliki ketertarikan terhadap upaya konservasi yang telah dilakukan YKAN, BKSDA Jakarta dan MERA di Suaka Margasatwa Muara Angke. Dalam sambutannya, Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa pembagunan sarana prasarana ini akan memberikan manfaat bagi pencapaian visi pengelolaan kawasan yaitu terwujudnya Suaka Margasatwa Muara Angke Sebagai Pusat Pendidikan Lingkungan dan Suaka Burung Air di Pesisir Jakarta dan dalam jangka panjang juga meningkatkan nilai manfaat kawasan bagi masyarakat sekitar. Pembangunan sarana prasarana ini merupakan bagian Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi Suaka Margasatwa Muara Angke Sebagai Pusat Edukasi Lingkungan dan Restorasi Ekosistem Mangrove Untuk Mendukung Pengelolaan Terpadu Ekosistem Mangrove di Jakarta antara BKSDA Jakarta dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara telah berjalan sejak bulan Juli tahun 2018. Sumber : Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Elang Bondol Olivia Diserahkan ke BBKSDA Sumut

Medan, 10 November 2020. Kembali warga menyerahkan satwa dilindungi kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kali ini Olivia Kristanti Sianturi, warga jl. Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, yang menyerahkan 1 ekor Elang Bondol (Haliastur indus) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumut. Dalam keterangannya kepada petugas, Olivia yang bekerja di daerah pelabuhan Belawan, suatu hari melihat seekor burung Elang dalam keadaan lemah berada di sebuah kontainer yang ada di pelabuhan. Karena kondisinya lemah, Olivia kemudian menangkap dan membawanya pulang ke rumahnya. Burung ini sempat dipelihara selama ± 3 bulan. Namun keluarganya yang mengetahui bahwa burung tersebut adalah Burung Elang Bondol, jenis satwa yang dilindungi undang-undang, kemudian memberi saran kepadanya untuk menyerahkan satwa tersebut kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Tanpa menunggu waktu lama, Olivia menghubungi call center Balai Besar KSDA Sumatera Utara di 085376699066. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang mendapat informasi segera menindaklanjutinya, pada Senin 9 Nopember 2020, dengan menjemput satwa tersebut dari kediaman Olivia. Kemudian mengevakuasinya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit, pada Selasa 10 Nopember 2020, guna mendapat perawatan dan rehabilitasi. Sumber : M.Ali Iqbal Nasution dan Agus Rinaldi - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tren COVID19 Meningkat, Pegawai Balai TN Matalawa Serentak Rapid Test

Waingapu, 4 November 2020. Kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 mutlak diperlukan bagi seluruh lapisan masyarakat, terlebih saat ini jumlah kasus secara nasional masih menunjukkan tren meningkat setiap harinya. Walaupun jumlah kasus di Pulau Sumba tidak terlalu banyak, namun Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti yang juga memberikan pelayanan publik kepada masyarakat merasa perlu memeriksakan diri kepada seluruh pegawainya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pribadi pegawai maupun kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Atas dasar itu, Balai TN Matalawa melakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid test kepada seluruh pegawai mulai dari tingkat balai hingga tingkat tapak. Pemeriksaan dilakukan di 2 tempat yakni di Kantor Balai TN Matalawa di Waingapu serta di Visitor Center di Kota Waikabubak. Pengambilan sampel dilakukan oleh dokter dan tenaga medis profesional di 2 kota tersebut. Dari hasil pemeriksaan 90 sampel pegawai, seluruh pegawai dinyatakan non reaktif. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., bersyukur bahwa seluruh pegawai dinyatakan non reaktif. Namun, ia menambahkan bahwa hal ini jangan sampai menjadi patokan untuk kemudian kita lalai dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang selama ini telah dijalankan. Protokol harus tetap dijalankan yakni menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin, dan menjaga jarak sosial. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Kegiatan Penilaian METT Oleh Balai BKSDA Sulteng

Senin, 9 November 2020 - Balai KSDA Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (METT) pada tanggal 5-7 November 2020 bertempat di Swissbell Hotel Silae Palu. Kegiatan penilaian METT ini selain dihadiri oleh staf/pegawai Balai KSDA Sulawesi Tengah sendiri, juga dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi, diantara Kepala Desa Kaluku Tinggu Kab. Sigi dan Kepala Desa Sakina Jaya Kab. Parigi Moutong. Dan juga wakil dari Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Palu. Dalam sambutannya Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Ir. H. Hasmuni Hasmar, M.Si mengatakan, “hampir semua pengelolaan kawasan konservasi menghadapi permasalahan baik yang bersifat eksternal maupun internal. Kita bukannya tidak menyadari permasalahan yang ada namun mendapat kesulitan untuk mengidentifikasi prioritas permaslahan, prioritas alokasi sumber daya dan lain-lain. Mempertimbangkan hal tersebut maka perlu dilakukan penilaian terhadap efektivitas pengelolaan kawasan konservasi kita”. Hasil penilaian METT tahun 2019 kemarin, dari 18 kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai KSDA Sulawesi Tengah, sudah ada 6 (enam) kawasan yang nilai efektivitasnya mencapai ±70%, diantaranya CA Gunung Sojol (70%), SM Bakiriang (75%), CA Gunung Tinombala (71%), CA Pamona (73%), SM Pulau Pasoso (73%) dan TWA Wera (71%). Hasil penilaian METT ini diharapkan menjadi bahan evaluasi pengambilan kebijakan dalam pengelolaan kawasan konservasi yang berada di wilayah kerja Balai KSDA Sulawesi Tengah kedepannya. Kegiatan penilaian METT ini juga sekaligus dirangkaikan dengan acara purna tugas pegawai atas nama Fredrik O. Rumbayan dari Seksi Wilayah I Pangi dan juga penyerahan bantuan secara simbolis berupa tas Eiger dan perlengkapan sekolah (dari Eiger Palu) oleh Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah kepada Kepala KPHK Morowali untuk selanjutnya diserahkan kepada anak-anak Sekolah Alam Lipu. Sumber : Amelia, Tim Humas - Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Survey Habitat Rusa Sambar di Resort Matotonan SPTN Wilayah I TN Siberut

Matotonan, 9 November 2020. Rusa Sambar merupakan rusa tropis dengan ukuran tubuh terbesar dibandingkan jenis rusa lainnya Bulunya sangat kasar dengan warna bervariasi antara coklat hingga coklat kehitaman atau coklat kemerahan. Berat tubuh rusa jantan berkisar antara 180 – 300 kg, dan betina 150 – 200 kg, pada saat lahir rusa sambar memiliki berat tubuh 5 – 8 kg, sedangkan tingginya mulai unjung kaki sampai pundak,yang jantan + 127 cm betina 115 cm. Upaya perlindungan Rusa Sambar dimulai dengan dikeluarkannya Peraturan Perlindungan Binatang Liar tahun 1931 Nomor 266 dan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 yang dipertegas dengan Surat Keputusan Mentri Kehutanan nomor 301/Kpts-II/1991 tanggal 10 Juni 1991. Pada Peraturan Pemerintah Nomor : 7 tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar, Rusa Sambar (Rusa unicolor) termasuk dalam salah satu hewan yang dilindungi. Di Pulau Siberut Rusa Sambar (Rusa unicolor) adalah mamalia yang terbesar. Rusa Sambar bukan merupakan hewan asli Pulau Siberut, namun introduksi dari Pulau Sumatera. Rusa sambar di Pulau Siberut, terutama dalam kawasan Taman Nasional Siberut (TNS) hidup dan berkembang biak dalam hutan tanpa hewan predator. Manusia menjadi satu-satunya predator utama, yang melakukan perburuan dengan menggunakan panah dan jerat . Aktifitas perburuan Rusa Sambar tidak begitu banyak dilakukan oleh masyarakat Suku Mentawai karena bukan menjadi bagian dari menu utama dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan pesta masyarakat mentawai. Dari hasil survey habitat rusa yang dilakukan oleh personil Resort Matotonan SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Siberut masih banyak ditemukan tanda keberadaan Rusa Sambar (Rusa unicolor). Adapun penanda yang ditemukan seperti, banyaknya jejak kaki, bekas gesekan tanduk, sejumlah feses di beberap titik, sisa pakan dan bekas gigitan rusa pada beberapa tanaman serta adanya salt water . Daya dukung habitat yang baik ini perlu diinventarisasi secara berkala guna kekayaan data sebagai upaya pelestarian habitat dan populasi rusa. Sumber: Christovorus S. Situmorang (PEH) - Balai TN Siberut
Baca Berita

Tim Patroli Balai TN Batang Gadis Temukan “ BANING “ Saat Patroli

Panyabungan, 9 November 2020. "BANING" Manouria emys adalah jenis kura-kura darat yang berukuran tubuh paling besar di Asia. Beratnya mencapai 20-40 kg dengan rentang panjang tubuhnya 50-80 cm. Jenis ini termasuk dalam suku Testudinidae. Ciri paling utama adalah tidak dijumpai selaput renang pada jari tangan dan kaki, ciri ini menandakan bahwa semua jenis yang masuk taxon ini bersifat terestrial atau penghuni daratan. Manouria emys termasuk dalam daftar perlindungan yaitu Apendik II CITES. IUCN pada saat ini memasukkan jenis ini dalam daftar merah (red list) dengan kategori Genting. Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang dilindungi. Tim patroli menemukan sedang kawin pada saat melaksanakan patroli pengamanan kawasan huta pada bulan september lalu Sumber : Ahmad Yani - Polhut Balai Taman Nasional Batang Gadis

Menampilkan 2.833–2.848 dari 11.141 publikasi