Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Aek Nabontar, Air Terjun Tersembunyi di Mandailing Natal

Panyabungan, 25 November 2020. Sudah tau air terjun aek nabontar ? Kabupaten Mandailing Natal menyimpan potensi keindahan alam yang mengagumkan, salah satunya air terjun yang tidak hanya segar, tapi juga pemandangan alam yang memanjakan mata. Aek nabontar merupakan salah satu air terjun yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Air terjun ini terletak di Kelurahan Longat Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara. Nama aek nabontar merupakan bahasa Mandailing yaitu aek yang berarti air dan nabontar yang berarti jernih. Lokasi air terjun aek nabontar ini dapat ditempuh perjalanan 1,5 – 2 jam dari Kelurahan Longat (Desa Penyangga Taman Nasional Batang Gadis) dengan berjalan kaki menelusuri sungai. Keunikan dari air terjun aek nabontar ini adalah memiliki 9 tingkatan air terjun yang tentu saja menambah keindahan air terjun ini. Selain itu, bebatuan di air terjun aek nabontar juga tidak licin sehingga memudahkan pengunjung untuk menaiki tingkatan-tingkatan air terjun aek nabontar. Ayo nikmati keindahan ait terjun Aek Nabontar di Taman Nasional Batang Gadis Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Usaha Penyelundupan Ratusan Burung Digagalkan Di Tanjung Perak Surabaya

Surabaya, 24 November 2020. Tak kurang 425 ekor burung dari berbagai jenis berhasil digagalkan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak oleh tim gabungan pada Minggu, 22 November 2020 sekitar pukul 23.00 WIB. Tim gabungan tersebut terdiri atas Balai Besar KSDA Jawa Timur, Dit Polair Polda Jatim, dan BBKP Wilker Tanjung Perak. Menurut Kepala Resort Konservasi Wilayah 07 Surabaya, Rahmat Hidayat, satwa-satwa tersebut diangkut tanpa dilengkapi dokumen dengan KMP. Mutiara Ferindo 5 yang berlayar dari Banjarmasin Kalimantan Selatan menuju Pelabuhan Tj. Perak Surabaya. “Sedikitnya ada 4 jenis burung baik dilindungi maupun tidak yang berhasil diamankan, seperti Cica Daun Besar, Muari Batu, Kacer, dan Kapas Tembak”, tambah Rahmat. Bersama satwa juga berhasil diamankan pemilik satwa atas nama MH alias Al, 32 tahun, warga jalan Intansari - Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tersangka diduga melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 ayat 2 UU nomer 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati. Selanjutnya barang bukti dan tersangka diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat di TN Matalawa

Waingapu, 21 November 2020. Setelah minggu sebelumnya dilakukan pemantauan dan evaluasi kerja di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Memen Suparman, tidak menyia-nyiakan hari liburnya dengan berdiam diri, namun kembali turun ke lepangan untuk melakukan evaluasi hasil kerja di lingkungan SPTN Wilayah II dan I. Evaluasi yang dilakukan meliputi kegiatan pemberdayaan, pemulihan ekosistem (PE) serta penanaman simbolis di lokasi PE. Lokasi PE di kawasan SPTN II di Blok Hutan Kambatawundut rencananya akan dijadikan pilot project program PE di kawasan konservasi. Letaknya yang mudah dijangkau memudahkan pengamatan hingga hasilnya dapat dilaporkan dengan cepat serta memudahkan pengawasan. Kepala Balai bersama Kepala SPTN Wilayah II, Judy Aries Mulik, dan beberapa pegawai melakukan penanaman simbolis sebagai tanda dimulainya proses penanaman untuk beberapa hari ke depan yang akan dilakukan oleh kelompok kerja. Setelah penanaman, Kepala Balai beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan SPTN Wilayah I untuk melakukan monitoring kegiatan pemberdayaan masyarakat di 2 (dua) lokasi yaitu di Desa Tanamodu dan Desa Hupumada. Peninjauan kelompok masyarakat di 2 (dua) desa ini adalah untuk memantau sejauh mana pelaksanaan bantuan usaha ekonomi masyarakat yang telah mereka terima pada tahun anggaran 2020 telah dibelanjakan dan dimanfaatkan secara bersama – sama dalam kelompok tersebut. Bantuan di Desa Tanamodu telah diberikan kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) berupa mesin rontok, mesin potong padi, perangkat gong, bahan tenun ikat dan mesin jahit. Sedangkan, bantuan di Lahona diberikan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Hupumada berupa bibit rambutan, bibit kopi, bibit pinang, bibit mangga, bahan tenun ikat, dan mesin potong rumput. Bibit-bibit ini rencananya akan ditanam dalam waktu dekat karena musim hujan telah tiba. Bantuan yang diberikan TN Matalawa merupakan hasil usulan dari para anggota kelompok sehingga terdapat kesesuaian antara potensi yang dimiliki masyarakat dengan jenis bantuannya. Bantuan ini telah menunjukkan hasil positif yakni telah tersedianya kain tenun produksi masyarakat berupa selendang dan sarung yang sudah dijual kepada konsumen. Mengakhiri kunjungannya, Kepala Balai membeli kain selendang hasil buatan masyarakat dan berfoto bersama. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Apel dan Pembinaan Polhut Lingkup Balai TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 24 November 2020 - Guna memupuk jiwa korsa bagi setiap anggota Polhut dan pembekalan anggota Polhut dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Plt. Kepala Balai TN. Way Kambas (TNWK), Amri, SH. M. Hum. Pada hari ini Selasa, 24 November 2020 meminta semua anggota Polhut untuk mengikuti Apel dan sekaligus pembinaan pegawai yang dilakukan langsung oleh Plt. Ka. Balai dan para pejabat eselon 4. Apel dan pembinaan ini dilakukan di halaman kantor Balai TNWK agar suasananya lebih terbuka dan sekaligus berjemur agar semua anggota Polhut TNWK sehat. Pada kesempatan ini Plt. Ka. Balai meminta semua Kepala Resort (12 Resort PTN) menyampaikan apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan serta permasalahan-permasalahan di wilayah kerja masing-masing. Setelah mendengarkan berbagai masukan dan permasalahan yang ada di wilayah, Plt. Ka. Balai memberikan arahan kepada seluruh anggota. Beberapa poin penting dalam arahannya Ka. Balai menekankan bahwa; para Kepala Resort harus tau desa-desa penyangga yang berbatasan langsung dengan wilayah kerjanya, harus tau nama dan nomor hp Kepala-kepala desa nya. “Saya minta kepada semua petugas di lapangan harus tahu potensi dan permasalahan di desa-desa penyangga, kita tidak boleh hanya berkegiatan di dalam kawasan tanpa melihat kondisi masyarakat sekitar kawasan. Jalin silaturahmi ke masyarakat sekitar kawasan, Kepala Resort harus kenal dengan para kepala desa sekitar kawasan dan tahu nomor Hp nya”. Pengamanan kawasan tidak hanya dilakukan di dalam kawasan, semua kegiatan ilegal berasal dari luar kawasan. Sehingga kita harus merubah cara-cara penanganan pengamanan yang Humanis, kita harus banyak dialog dengan masyarakat. “Saya akan programkan 1 Penyuluh mendampingi 2 desa. Petugas resort bersama dengan para penyuluh harus melakukan pembinaan ke desa-desa penyangga. Dan saya minta juga kepada para mitra untuk melakukan pendampingan masyarakat, 1 mitra mendampingi 1 desa” imbuh Ka. Balai. Jika apa yang disampaikan oleh Plt. Ka. Balai ini dapat dilaksanakan dengan baik, mudah-mudahan pelanggaran-pelanggaran dan kegiatan ilegal di dalam kawasan tidak akan terjadi, kita tidak bisa lagi hanya melarang tanpa memberi solusi. Semoga dengan membangun kesejahteraan masyarakat pinggir kawasan akan dapat mewujudkan kelestarian kawasan TN. Way Kambas. Sumber: Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Resort Duri BBKSDA Riau Pantau Sekat Kanal Di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 24 November 2020 – Pada Hari Senin s/d Kamis, 15-19 November 2020, petugas Resort Duri Balai Besar KSDA Riau melakukan pendampingan Tim BRG (Badan Restorasi Gambut) untuk meninjau sekat kanal yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Setelah melakukan peninjauan ditemukan sebanyak 7 titik sekat kanal yang mengalami kerusakan. Perbaikan sekat kanal berhasil dilakukan selama 4 hari. Kerusakan di sebabkan oleh alam, seperti terbawa arus air dan mengalami pelapukan. Semoga sekat kanal dapat selalu terjaga dan bermanfaat untuk ke depannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai BKSDA Sumut Evakuasi Buaya Muara Masuk Jaring Ikan

Buaya muara yang berhasil dievakuasi setelah masuk jaring ikan Labuhanbatu Selatan, 24 November 2020 - Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan menerima laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Selatan bahwa masyarakat menemukan Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang terperangkap dalam jaring ikan milik warga Dusun Labuhan, Desa Air Merah, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada pada hari Senin 23 November 2020. Menerima laporan tersebut, Personil Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Sektor Kampung Rakyat untuk dapat melakukan pengamanan terhadap satwa buaya dimaksud. Selanjutnya Polsek Kampung Rakyat segera melakukan pengamanan dengan membawa buaya tersebut Kantor Polsek setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, buaya muara dalam kondisi sehat, jenis kelamin betina, berat 10 Kg dan panjang ± 2 meter Berdasarkan keterangan dari pihak Polsek Kampung Rakyat, Buaya Muara ditemukan oleh masyarakat pada tanggal 23 November 2020 pukul 07.30 WIB yang terlilit pada jaring ikan. Masyarakat berharap buaya tersebut dapat dievakuasi dan tidak dilepasliarkan kembali di tempat dimana ditemukan, karena masyarakat banyak beraktivitas di sungai. Hasil koordinasi, Polsek Kampung Rakyat menyerahkan satwa buaya kepada Tim Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan setelah menyelesaikan Berita Acara Penyerahan Satwa. Buaya muara dititipkan di Lembaga Konservasi R-Zoo& Park - Serdang Bedagai Buaya segera dievakuasi dan pada Selasa 24 Nopember 2020, sekitar pukul 07.00 WIB buaya muara dititipkan di lembaga konservasi binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara R-Zoo & Park di Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Bantuan Untuk KTH Hasil Kesepakatan Konservasi BKSDA Sultra dan Pemdes Kakenauwe

BauBau, 20 November 2020 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) dan Pemerintah Desa Kakenauwe Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton menandatangani kesepakatan konservasi. Kesepakatan konservasi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kakenauwe, terlebih dimasa pandemi covid 19 saat ini. Desa Kakenauwe merupakan desa penyangga kawasan Konservasi Suaka Margasatwa (SM) Lambusango dan Cagar Alam (CA) Kakenauwe Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Sultra. Sebagian besar masyarakat desa kakenauwe menggantungkan hidupnya terhadap kawasan konservasi berupa budidaya dan nelayan tradisional. Kepala Balai KSDA Sultra Sakrianto Djawie,SP.,M.Si mengatakan tujuan utama dari kesepakatan konservasi ini adalah untuk mewujudkan sistem pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dan ekologi. Melalui kesepakatan ini diharapkan Pemerintah Desa Kakenauwe mendukung upaya konservasi yang dilakukan oleh BKSDA Sultra sehingga masyarakat sejahtera dan kawasan konservasi lestari. Kegiatan ini dilakukan di Balai desa Kakenauwe dan kesepakatan konservasi ini ditanda tangani oleh Kepala Balai KSDA Sultra dan Kepala desa Kakenauwe La Arufi, S.Ip yang disaksikan oleh Kepala Seksi Wilayah I BauBau Prihanto,SP.,M.Si, Kelompok Tani Hutan (KTH) Koomolagi, dan masyarakat desa kakenauwe. Dalam rangkaian acara ini BKSDA Sultra memberikan bantuan yang diserahkan langsung oleh kepala Balai KSDA Sultra yang didampingi oleh Kelapa SKW I kepada KTH Koomolagi antara lain alat tangkap ikan berupa perahu beserta mesin 1 unit dan ekstraktor madu sebanyak 3 unit. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Restocking Terumbu Karang Pulau Moyo

Pulau Moyo, 24 November 2020. - Balai KSDA Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) bersama tim ahli terumbu karang dan ikan karang dari Wildlife Conservation Society (WCS) NTB, Sebastian Aviandhika dan Rahmet Hidayatullah melakukan kegiatan monitoring biota laut di Perairan TWA Pulau Moyo yang dirangkaikan dengan restocking terumbu karang pada 17-21 November 2020. Dari 8 (Depalan) titik yang telah di lakukan pendataan pada monitoring sebelumnya pada tahun 2016 oleh BKSDA NTB serta data WCS NTB pada tahun 2019, maka diputuskan dalam Pembahasan desain survei ditentukan lokasi pengambilan data sebanyak sebanyak 5 (lima) titik dengan kedalaman dangkal antara (3-5) meter dan kedalaman dalam antara (10-12) meter. Titik pengambilan data dilakukan untuk site Brangsedo, Rajasua Barat, Rajasua Selatan, Stema dan Tanjung Pasir. Data yang dikumpulkan diantaranya : data terumbu karang, data ikan Karang (indikator ekologi dan ekonomi), data invertebrata (indikator ekologi dan ekonomi), data recruitment karang dan data sosial ekonomi masyarakat. Metode pengambilan data substrat bentik dengan metode PIT (point intersects transect) sepanjang 50 meter dengan 3 Kali ulangan. Metode pengambilan data ikan karang menggunakan transek sabuk (belt transek). Sedangkan untuk data recruitment karang dengan metode transect kuadran (50 x 50 cm) diambil pada titik 0,10,20,30,40,dan 50 meter. Tim penyelam dibagi menjadi 2 Tim untuk pembagian penyelaman. Tim 1 terdiri dari Lalu Karsa Abadi (WCS NTB), Rahmet Hidayatullah (WCS NTB), Kurniasih Nur Afifah (BKSDA NTB), Syamsul Ibrahim (BKSDA NTB) dan Indah Widuri Damayanti (BKSDA NTB) sedangkan Tim 2, terdiri dari Sebastian Viandhika (WCS NTB), Brilliant Rudzaky (WCS NTB), Ahmad Manunggal (BKSDA NTB) dan Mustanadi (BKSDA NTB). Pada hari terakhir dilakukan restocking terumbu karang di Tanjung Pasir. Pipa paralon sepanjang 50 cm ditanam di pasir sedalam 30 cm disisakan 20 cm kemudian dipasang substrat karang dengan diulir pada ujung pipa. Kegiatan restocking ini untuk mendukung pelestarian terumbu karang secara in-situ di dalam Kawasan Konservasi. Kegiatan pengambilan data berjalan dengan lancar. Ucapan terimakasih kami sampaikan atas dukungan WCS NTB dan semua anggota Tim. Dari hasil pengamatan, secara kualitatif kondisi perairan TWA Pulau Moyo masih alami dan dalam kondisi baik. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Lepasliarkan Orangutan Tapanuli di CA Dolok Sipirok

Pelepasliar OU Tapanuli di CA Dolok Sipirok Sipirok, 24 November 2020 - Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan bersama Tim HOCRU-OIC kembali melakukan pelepasliaran Orangutan (OU) Tapanuli (Pongo tapanuliensis) di kawasan CA. Dolok Sipirok, pada Senin, 23 November 2020. OU tersebut sehari sebelumnya dievakuasi dari Dusun Padang Bulan, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, karena menurut informasi warga telah memasuki pemukiman selama 4 (empat) hari. Pada Minggu, 22 November 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bekerjasama dengan lembaga mitra kerja Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL)-Orangutan Information Center (OIC), bergerak ke lokasi untuk melakukan sesuai dengan informasi yang diterima dari masyarakat. Hasil pengamatan dan pengecekan Tim memutuskan untuk melakukan evakuasi dengan cara menembak bius OU tersebut, mengingat lokasi ditemukannya OU sangat jauh dari kawasan hutan sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penggiringan. Setelah OU berhasil berhasil dievakuasi, segera dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh drh. Epi dari OIC. Hasil pemeriksaan, kondisi OU diperkirakan berumur 35 tahun, dengan berat 63 kg, kondisi sehat dan layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Pemeriksaan kesehatan setelah OU berhasil dievakuasi Orangutan (OU) Tapanuli (Pongo tapanuliensis) termasuk satwa liar dilindungi sesuai Peraturan Permerintah No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi, sedangkan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (Critically endangered). Orangutan Tapanuli merupakan spesies kera besar yang hanya ditemukan di hutan Tapanuli yang termasuk dalam wilayah tiga kabupaten (Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara). Sebagian besar populasi Orangutan Tapanuli tersebar di Blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur, serta terdapat beberapa populasi kecil yang ditemukan di Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Dolok Sibual-buali (Utami-Atmoko dkk, 2017). Menurut KLHK (2019) Populasi Orangutan Tapanuli di wilayah Batang Toru Barat saat ini berjumlah 400-600 individu (termasuk SA. Lubuk Raya dan CA. Dolok Sibual-buali yang terpisah dari wilayah Blok Barat, diperkirakan populasinya kurang dari 50 individu), sedangkan Batang Toru Timur berjumlah sekitar 150-160 individu. Lebih lanjut bahwa populasi Orangutan Tapanuli di Batang Toru adalah 577-760 individu. Setelah pengecekan kesehatan, OU segera dilepasliarkan ke CA Dolok Sipirok. Kegiatan pelepasliaran berlangsung dengan lancar dan OU kembali ke habitatnya di Cagar Alam Dolok Sipirok. Diharapkan OU tersebut segera beradaptasi dengan habitatnya. Pasca pelepasliaran, OU selalu dalam monitoring tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk memastikan OU tetap berada di habitatnya. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Resort Bukit Batu BBKSDA Riau Survey Alur Sungai di SM Bukit Batu

Pekanbaru, 24 November 2020 – Petugas Resort Bukit Batu Balai Besar KSDA Riau melakukan survey alur sungai dan patroli di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis pada Selasa s.d Kamis, 17 s.d 19 November 2020. Tim bersama anggota PT. BBHA dan aparat desa melakukan survey pengambilan titik-titik alur sungai yang akan dibersihkan. Mulai dari sungai Pasar Kamis di Desa Temiang sampai ke sungai Tembuyut dengan jarak tempuh ± 8 Km. Setelah disurvei, tim mendapatkan 20 titik sungai yang telah tertutupi tumbuhan. Tim juga melakukan patroli dan pemasangan papan informasi batas Kawasan SM Bukit Batu serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak merambah atau menebang hutan didalam kawasan SM Bukit Batu serta fungsinya sebagai suatu kawasan konservasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Dirjen KSDAE Resmikan Kantor Resort Konservasi Wilayah Kulon Progo

Yogyakarta 22 November 2020. Resort Konservasi Wilayah (RKW) Kulon Progo di bawah Balai KSDA Yogyakarta kembali menempati kantor lama di Sentolo, Kulonprogo namun dengan tampilan yang baru berupa bangunan kantor resort yang baru dengan penataan ruang yang lebih lega dan lebih nyaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bangunan resort yang semula dalam kondisi mengkhawatirkan selanjutnya dibangun kembali dan saat ini telah siap untuk digunakan. Penggunaan bangunan kantor resort yang baru tersebut ditandai dengan peresmian dan penandatanganan prasasti oleh Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc didampingi Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi dan jajarannya pada hari Minggu (22/11/20). Turut hadir dalam peresmian ini Kepala Balai TN Gunung Merapi, Kepala Balai TN Gunung Merbabu, LSM Damar dan Pengelola Wisata Kalibiru serta tokoh masyarakat sekitar kantor RKW Kulonprogo. Dalam sambutannya, Dirjen KSDAE meminta agar bangunan kantor ini dapat difungsikan secara optimal untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat serta dapat menambah semangat kerja bagi personil RKW Kulonprogo pada khususnya dan pegawai Balai KSDA Yogyakarta pada umumnya. Keberadaan kantor RKW Kulonprogo diharapkan dapat menjadi jembatan pendukung untuk kelestarian kawasan hutan yang ada di Kulonprogo, yang tentu saja dapat diwujudkan melalui terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang apik dengan para pihak terkait. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Kampanye Pencegahan Kebakaran Hutan Di Aek Raso, Sumatera Utara

Kotapinang, 23 November 2020. Kampanye kebakaran hutan dalam rangka penyadartauan pencegahan kebakaran hutan kembali dilaksanakan pada Sabtu, 21 November 2020, kali ini oleh Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang, Bidang KSDA Wilayah III Padang Sidempuan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Aek Raso Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang diikuti sekitar 30 (tiga puluh) peserta berasal dari 2 (dua) desa sekitar kawasan Taman Wisata Holiday Resort yaitu Desa Aek Raso dan Desa Torganda. Tema yang diusung yaitu "Mari Jaga Hutan Kita, Stop Bakar Hutan dan Lahan" dengan menghadirkan narasumber Gunawan Alza, S.Hut selaku Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padang Sidempuan dan perwakilan dari Daops Manggala Agni Langga Payung. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pentingnya pencegahan, bahaya serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan. Harapan ke depannya setelah pelatihan ini, peserta mampu berpartisipasi dalam melakukan penyadartauan atau sosialisasi tentang kebakaran hutan kepada masyarakat serta sebagai icon peduli api di lingkungan sekitarnya Sumber: Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Terapkan Protokol Kesehatan, BBKSDA Sumut Wajibkan Staf Tes Covid19

Medan, 23 November 2020. Sehubungan dengan perkembangan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara dan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Senin 23 Nopember 2020, dilaksanakan test/pemeriksaan Covid-19 (Sars-Cov2 Antigen) kepada seluruh pegawai (baik ASN maupun honorer) lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kegiatan test/pemeriksaan Covid-19 akan berlangsung selama 4 (empat) hari, dari tanggal 23 s.d 26 Nopember 2020, bukan hanya di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara tetapi dilaksanakan juga di Kantor Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar dan Bidang KSDA Wilayah III Padang Sidempuan, yang diikuti oleh 240 orang pegawai. Pelaksanaan test/pemeriksaan Covid-19 bekerjasama dengan Laboratorium Pramita, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemeriksaan hari pertama, 23 Nopember 2020, diikuti oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., Kepala Bagian Tata Usaha Teguh Setiawan, S.Hut., MM., Kepala Bidang Teknis Ir. Irzal Azhar, M.Si., serta beberapa staf lainnya. Selain dilaksanakannya pemeriksaan Covid-19, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara tetap menghimbau kepada seluruh pegawai untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian, yaitu : menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ujar Hotmauli. Sumber: Evansus R. Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Langkah Nyata Dharma Wanita Persatuan TN Meru Betiri Hijaukan Lahan Rehabilitasi

Sanenrejo 21 november 2020. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) melakukan kegiatan penanaman bersama di lahan rehabilitasi wilayah kerja Resort Sanenrejo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah II Ambulu. Penanaman bersama ini digawangi Ibu Dharma Wanita Persatuan Balai TN MerBeti yang diikuti karyawan karyawati Balai, pemerintah Desa Sanenrejo, pokmas binaan Balai TN MerBeti seperti pokdarwis sarang tawon, mandala putra dan kelompok petani lahan rehab. Jumlah bibit yang ditanam sebanyak 200 bibit dengan jenis tanaman yang menghasilkan buah sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Adapun jenis yang ditanam antara lain durian, pete, sirsak dan alpukat. Penanaman ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar gemar melakukan penanaman sehingga hutan menjadi hijau dan lestari. Selain melakukan penanaman, ibu ibu Dharma Wanita Persatuan Balai TN MerBeti juga meresmikan bantuan sosial kepada masyarakat mandilis sanenrejo berupa prasarana MCK. Hal itu dilakukan agar masyarakat merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Kepala Balai menyampaikan kepada masyarakat untuk bersama-sama bersinergi melestarikan hutan Meru Betiri dengan melakukan kegiatan penanaman secara berkelanjutan. Selain itu, Beliau memberikan arahan kepada Pokdarwis sarang tawon dan mandala putra agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola wisata BDR. Melihat kekompakam dan kebersamaan dari Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Balai TN Meru Betiri membuat masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan penanaman tersebut. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Seribu Tukik Dilepasliarkan Dirjen Ksdae Di Pantai Trisik Kulonprogo

Yogyakarta, 22 November 2020. Menjelang penghujung tahun 2020, Direktur Jenderal KSDAE , Ir. Wiratno, M.Sc melepasliarkan 1.000 ekor tukik di Pantai Trisik Kulon Progo, Hari Minggu (22/11/20). Turut serta dalam pelepasliaran tukik ini Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, dan Forkompincam Galur. Pantai Trisik sendiri merupakan salah satu pantai di pesisir selatan DIY yang kerap menjadi tempat pendaratan penyu bertelur. Pelepasliaran tukik ini dilakukan bersama-sama dengan agenda pemberian penghargaan Dirjen KSDAE kepada kader konservasi yang terdiri atas 6 (enam) orang kader kelompok penyelamat penyu dan 2 (dua) orang pelestari burung di Jatimulyo. Penghargaan yang diberikan tersebut sebagai wujud apresiasi Dirjen KSDAE atas kontribusi para kader dan pelestari burung dalam upaya pelestarian satwa di DIY. Kader konservasi dan pelestari burung ini menjadi ujung tombak di garda depan upaya konservasi satwa yang berasal dari unsur masyarakat. Oleh karenanya menjadi tanggung jawab Balai KSDA Yogyakarta untuk terus berdampingan memadukan langkah dalam upaya konservasi demi terciptanya kelestarian satwa di DIY. Beberapa kader konservasi yang menerima penghargaan pada kesempatan ini antara lain Rujito (Kader Konservasi Pelestari Penyu Pantai Samas) yang telah memulai upaya penyelamatan danpelestarian penyu sejak tahun 2001 dan telah meraih beberapa penghargaan antara lain : Juara 1 Kader Konservasi Alam Nasional – PKAN (2007), Juara 1 Kader Konservasi Wana Lestari DIY (2015) dan Juara II Kader Konservasi Alam Wana Lestari Nasional (2015). Selama kurun tiga tahun terakhir dari tahun 2018 – 2020, Rujito berhasil merawat 39 sarang terlur penyu dengan jumlah telur sebanyak 3.687 butir, yang berhasil menetas sebanyak 1.595 butir dan merelease tukik sebanyak 1.092 ekor. Kader konservasi selanjutnya adalah Jarnuji atau yang lebih dikenal dengan Mbak Kromo dan Dwi Suryo yang juga merupakan putra dari Mbah Kromo ini aktif melakukan kegiatan pelestarian penyu di Pantai Trisik sejak tahun 2004 hingga sekarang. Setiap tahunnya kader konservasi Pantai Trisik telah mengamankan dan merawat telur penyu rata-rata sebanyak 800 – 1.000 butir telur penyu lekang. Terhitung sejak tahun 2004 – 2019, di Pantai Trisik telah dilakukan release penyu sebanyak 8.861 ekor tukik dan di tahun 2020 tercatat sebanyak 4.778 telur dari 58 sarang yang telah diamankan dan dirawat. Dari 4.778 telur penyu tersebut, sebanyak 3.000 telur berhasil menetas sebagai tukik dan sekitar 2.000 ekor tukik telah dilepasliarkan. Hal tersebut membuat Pantai Trisik dikenal sebagai salah satu icon eduecowisata di DIY. Dua orang pelestari burung Jatimulyo yang turut mendapatkan penghargaan pada kesempatan kali ini adalah Anom Sucondro dan Suparno. Anom Sucondro (seniman, dalang dari Jatimulyo) yang pada saat menjabat sebagai Kepala Desa Jatimulyo menerbitkan Perdes terkait upaya konservasi seperti Perdes larangan berburu, Perdes Perlindungan dan Pengelolaan sumber mata air; gerakan karst mandiri, dll. Untuk menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat, Anom Sucondro membawa pesan-pesan konservasi tersebut melalui seni khususnya pewayangan. Sementara itu, Suparno dikenal sebagai penggiat dan pelopor konservasi burung di Jatimulyo sejak tahun 2012 hingga saat ini. Suparno juga merupakan pelopor program “Adopsi sarang” yang bertujuan untuk memulihkan populasi aves yang sudah menurun dan sekaligus menjalnkan amanat Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Ramah Burung Jatimulyo. Kontribusinya terhadap upaya konservasi dilakukannya dengan mendata jenis burung yang ada di Desa Jatimulyo dan sampai dengan tahun 2020 telah terdata sebanyak 102 jenis burung di Jatimulyo. Atas peran sertanya dalam upaya konservasi, Suparno mendapatkan penghargaan sebagai Juara III Kader Konservasi Tingkat Nasional pada tahun 2017. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Bantuan Kepada Posko Ronda Sekitar Gunung Merapi

Sleman, 23 November 2020 - Kondisi perubahan status Gunung Merapi dari Waspada (level 2) menjadi Siaga (level 3) pada tanggal 5 November 2020 silam, mengubah beberapa kegiatan di masyarakat sekitar Gunung Merapi. Masyarakat (terutama lansia, ibu hamil, disabilitas, anak-anak) yang berada di dalam radius 5 kilometer sebagian sudah ada yang mengungsi ke tempat yang telah disiapkan. Kemudian masyarakat pria dewasa setiap malam bergiliran berjaga di posko ronda swadaya, selain untuk mengamankan kampungnya, juga untuk berjaga-jaga jika terjadi aktivitas Gunung Merapi yang lebih tinggi. Di lereng Gunung Merapi, terdapat sekitar 23 desa yang melaksanakan ronda swadaya masyarakat. Posko ronda ini benar-benar swadaya dan swadana masyarakat. Saat ini, belum banyak yang memikirkan posko ronda untuk mendapatkan bantuan/dukungan logistik. Oleh karena itu, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) berinisiatif menyampaikan sedikit bantuan sebagai rasa kekeluargaan, terhadap posko ronda di sekitar lereng Gunung Merapi. BTNGM menyiapkan 134 paket bantuan, berupa kudapan dan bahan minuman, sebagai teman bertugas ronda. Keseluruhan paket bantuan ini akan disalurkan ke 23 desa di 4 Kabupaten di sekitar Gunung Merapi, yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. Secara simbolis, bantuan ini diserahkan kepada Posko Jaga SARLINMAS Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman pada hari Senin, 23 November 2020. Selanjutnya paket bantuan lainnya akan disampaikan oleh personel BTNGM mulai malam nanti (Senin, 23 November 2020) di beberapa posko ronda yang telah didata. Sumber: Balai TN Gunung Merapi

Menampilkan 2.785–2.800 dari 11.141 publikasi