Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Resort 5 Alahan Kae TN Batang Gadis Melakukan Pendampingan Kelompok Tani

Senin, 14 Desember 2020 - Balai Taman Nasional Batang Gadis melakukan pemberdayaan kelompok tani di sekitar masyarakat Kecamatan Ulupungkut, salah satunya yaitu pendampingan budidaya bawang merah dan kopi. Hal ini tidak terlepas dari sosialisasi, edukasi dan penyuluhan mengenai tehnik budidaya bawang merah dan kopi. Tingkat keberhasilan dari budidaya tanaman di maksud menjadi faktor penting untuk mensejahterakan kelompok tani binaan Taman Nasional Batang Gadis. Meningkatkan keuntungan kelompok dengan cara pengembangan tehnik budidaya yang ramah lingkungan dan meminimalisir biaya operasional. Skema kelompok menjadi kunci utama di dalam mensukseskan budidaya dimaksud dengan pembagian tugas dan peran masing-masing. Taman Nasional Batang Gadis mempunyai komitmen di dalam mensejahterakan masyarakat khususnya desa-desa penyangga. Desa dan kelompok tani bersama sama untuk menjaga lingkungan, menjaga kawasan hutan Taman Nasional dan turut serta melestarikan biodiversity (keanekaragaman hayati) di kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Sumber: Balai TN Batang Gadis
Baca Berita

Dirjen KSDAE Kunjungi Orangutan Haven

Dirjen KSDAE menyerahkan penghargaan kepada Ian Singleton Medan, 8 Desember 2020 - Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc. beserta ibu, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Ir. Tandya Tjahjana, M.Si. beserta ibu, dan sejumlah pejabat eselon III serta IV di lingkungan Sekretariat Ditjen KSDAE, melakukan kunjungan kerja ke calon lembaga konservasi Orangutan Haven, yang terletak di Desa Bintang Meriah, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu, 6 Desember 2020. Di lokasi, rombongan disambut pihak pengelola Orangutan Haven, Ian Singleton dan Ir. Suheri. Dirjen KSDAE menerima penjelasan tentang rencana pengelolaan calon lembaga konservasi yang luasnya sekitar 20 ha. Di lokasi tersebut akan dibangun fasilitas berupa kandang satwa, khususnya satwa Orangutan Sumatera dan burung-burung, areal pertanian organik, sekolah alam, restoran serta spot-spot untuk wisata. Foto bersama usai pembuatan pesan-pesan konservasi Dirjen, Sekditjen beserta tamu juga berkenan menanam pohon di sekitar lokasi areal Orangutan Haven. Dirjen mengapresiasi dan mendukung rencana pengelolaan Orangutan Haven yang nantinya akan menjadi lembaga konservasi. Dalam pesan-pesan konservasinya Dirjen KSDAE menuliskan : “Penghargaan buat inisiator Orangutan Haven, Ian Singleton dan tim Orangutan Haven yang memikirkan menjadi pembela satwa liar terutama Orangutan. Manusia bukan penguasa di bumi, dia hanya salah satu tamunya” Sementara itu Setditjen KSDAE dalam pesan konservasinya menuliskan : “Luar biasa, disuasana pandemi COVID-19 Tim Orangutan Haven tetap peduli konservasi Orangutan di bumi Indonesia. Selamat atas inisiasinya.” Di akhir kunjungan Dirjen KSDAE memberikan piagam penghargaan kepada Ian Singleton atas peran aktifnya sebagai peneliti dan pegiat Orangutan Sumatera sejak tahun 1996 sampai dengan 2020. “Saya memberi penghargaan kepada siapa saja yang mendukung konservasi satwa dan lingkungan. Tidak banyak orang-orang terpilih di dunia ini dan hanya sedikit holy man di sekitar kita. Ian salah satu orang yang konsisten bagi pelestarian Orangutan,” ujar Wiratno. Dirjen KSDA sedang menanam pohon (gbr. kiri) dan Setditjen KSDAE juga melakukan penanaman pohon di areal Orangutan Haven (gbr. kanan) Dalam kunjungan ini, Dirjen KSDAE dan rombongan didampingi Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Ir. Jefry Susyafrianto, MM., Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis Ir. Sahdin Zunaidi Siregar, M.Si., Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ir. Irzal Azhar, M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara Teguh Setiawan, S.Hut., MM., Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe Mustafa Imran Lubis, SP. dan pejabat eselon IV lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sumber: Evansus Renandi Manalu - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tim Pelepasan “Sri Nabila” Menerima Penghargaan

Para penerima penghargaan dari Dirjen KSDAE Medan, 8 Desember 2020 - Dalam kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc. berkesempatan memberikan apresiasi penghargaan kepada para pihak yang memiliki kontribusi terhadap konservasi kawasan dan jenis, pada Senin, 7 Desember 2020, di ruang rapat Balai Besar Taman Nasional (TN) Gunung Leuser, Medan. Pemberian penghargaan ini didasarkan pada kriteria kepeloporan, kepedulian, keberpihakkan, konsistensi dan kepemimpinan. Khusus untuk Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta dengan mitranya Dirjen KSDAE memberikan sebanyak 40 piagam penghargaan. Namun mengingat situasi masih pandemi COVID-19 dan untuk menghindari kerumunan, maka yang menerima penghargaan secara seremonial diwakili oleh 15 orang penerima. Tim pelepasliaran “Sri Nabila” mendapat kehormatan menerima penghargaan, masing-masing : Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. (untuk kategori Penanggung Jawab Kegiatan), Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sumut Ir. Irzal Azhar, M.Si. (untuk kategori Koordinator Umum Kegiatan), Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan Gunawan Alza, S.Hut. (kategori Koordinator Tim Bidang KSDA Wilayah III Untuk Persiapan Sampai Pelepasliaran), Forum Konservasi Leuser Drh. Anhar Lubis (kategori Koordinator Tim Medis), Wartawan Metro TV Teguh Angga Aditia Panjaitan (kategori Peliputan Kegiatan). Selanjutnya, Bupati Gayo Lues H.M. Amru, M.S.P., yang diwakili Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gayo Lues (untuk kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), Kepala Balai Besar TN. Gunung Leuser Ir. Jefry Susyafrianto, MM. (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), Kepala Balai KSDA Aceh Agus Arianto, S.Hut. (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), Yayasan Parsamuhan Bodhicitta Mandala Suhu Biksu Nyana Pratama Maha Stavira (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), Senior Supervisor Stakeholder Relation PT. Agincourt Resources Abdul Hamid Damanik (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), Pilot Helikopter Richard Mills, diwakili oleh PT. Agincourt Resources (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), Manager Leuser Landscape WCS (Wildlife Conservation Society) Indonesia Program Tarmizi (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran), dan Regional Coordinator Leuser Landscape Project Implementation Unit Sumateran Tiger Project-Leuser Landscape (GEF-UNDP) Khairul Azmi (kategori Dukungan Kegiatan Pelepasliaran). Sebagaimana diketahui, bahwa "Sri Nabila" merupakan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina yang pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu, masuk dalam kandang jebak di Desa Tapus Sipangimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah menjalani perawatan dan observasi di Sanctuary Harimau Barumun Nagari, Desa Aek Godang, Kecamatan Barumun, KabupatenTapanuli Selatan, tepat pada tanggal 3 November 2020 "Sri Nabila" akhirnya dilepasliarkan di daerah Kappi yang merupakan zona inti kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, di Kabupaten Gayo Lues. Selain untuk Tim Pelepasliaran, penghargaan juga diberikan masing-masing kepada : Ian Singleton dari YEL SOCP (untuk kategori Penggiat Konservasi Orangutan dari tahun 2000 s/d sekarang), Pemerhati Lingkungan Satwa Liar Bobi Handoko (kategori Penyelamatan Satwa Liar Dilindungi UU dan Menyerahkan Ke Pemerintah BBKSDA Sumut dari tahun 2019 s/d 2020), dan LSM lokal Yayasan Scorpion Indonesia Ali Bangun Gea (kategori Penanganan Konflik dan Lepas Liar Satwa, Berperan Aktif Untuk Penyadaran Masyarakat Terkait Satwa Liar tahun 2019 s/d 2020). Acara penyerahan penghargaan turut dihadiri Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), Ir. Sahdin Zunaidi Siregar, M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Teguh Setiawan, S.Hut., MM., serta sejumlah pejabat eselon III dan IV lingkup Balai Besar TN. Gunung Leuser. Sumber: Inggrid R. Tarihoran, S.Hut., - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BTNRAW Laksanakan Konsultasi Publik RPM Sekitar Kawasan

Senin, 14 Desember 2020 -Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Pemberdayaan Masyarakat (RPM) sekitar kawasan TNRAW Tahun 2021 - 2025 di Gedung Tourist Information Center (TIC) Balai TNRAW pada tanggal 14 Desember 2020. Pelaksanaan konsultasi publik RPM ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait antara lain dari perwakilan dari Dinas PMD, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdangan, Dinas dan UMKM (Konsel, Bombana, Konawe dan Koltim), 15 orang dari Pemerintah Kecamatan di sekitar kawasan dan 9 orang Pendamping desa sekitar kawasan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengakomodir masukan dari para pihak dalam rangka pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan untuk 5 tahun kedepan sehingga ke depan dengan paradigma baru pengelolaan kawasan Taman Nasional yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama menjadi pertimbangan pokok yang harus diakomodir. Sehingga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai dapat berperan tidak hanya secara ekologis namun juga secara ekonomis yaitu memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat. Kepala Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Ali Bahri S.Sos,.M.Si dalam sambutannya menyampaikan RPM merupakan merupakan bagian dari Rencana Pengelolaan TNRAW yang disusun berdasarkan hasil kajian dan mempertimbangkan rencana pengelolaan dengan melibatkan para pemangku kepentingan lainnya yang disusun untuk periode 5 (lima) tahun sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat desa penyangga TNRAW menjadi terarah dan terukur dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi Balai TNRAW dan stakeholders terkait dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan dari tahun 2021 - 2025. Dalam RPM 2021 - 2025 ini, Balai TNRAW menargetkan 45 desa disekitar kawasan untuk dilakukan pemberdayaan desa. Penentuan lokasi ini berdasarkan inventarisasi dan verifikasi desa sekitar kawasan dengan beberapa pertimbangan diantaranya Interaksi antara desa dengan kawasan, Potensi pemanfaatan jasa lingkungan dalam kawasan, Pemanfaatan sumber daya alam dalam kawasan dan Aktifitas masyarakat dalam kawasan. Untuk memudahkan kegiatan perencanaan, hasil inventarisasi dan verifikasi dibagi kedalam empat klaster. Keempat klaster tersebut terdiri dari pemberian akses (kemitraan konservasi), ekowisata, izin pemanfaatan air dan fasilitasi/Pengembangan Usaha Ekonomi (PUE) produktif. Sumber : Indra Anggrana Wijaya, A.Md - Balai TN Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

Kabar Gembira !! Satu Ekor Anak Gajah Sumatera Lahir Lagi Di TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 11 Desember 2020 - Kabar menggembirakan kali ini datang dari camp elephant flying squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Pada hari ini Jumat tanggal 11 Desember 2020 pukul 05.00 WIB telah lahir seekor anak gajah sumatera berjenis kelamin jantan. Anak gajah ini lahir dari salah satu gajah jinak flying squad TN Tesso Nilo bernama Lisa hasil perkawinannya dengan seekor gajah liar. Hasil pengukuran morfometri, Anak gajah tersebut terlahir dalam kondisi normal dengan berat 114 kg, panjang 110 cm, tinggi 95 cm dan lingkar badan 120 cm. Anak gajah yang belum diberi nama tersebut saat ini dalam kondisi sehat dan normal, begitu juga dengan Lisa induknya. Induk dan anak gajah akan mendapatkan dukungan pemeriksaan kesehatan dari paramedis satwa Balai Besar KSDA Riau. Kawasan hutan TN Tesso Nilo merupakan habitat bagi satwa mengagumkan ini. Ayo kita jaga dan lindungi. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Tim Operasi Patuh Amankan Offsetan Cenderawasih dari KM Dobonsolo

Jayapura, 12 Desember 2020 – Tim Operasi Patuh Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Jayapura menemukan seekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor) yang telah dikeringkan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi (11/12) di Pelabuhan Jayapura. Tim terdiri dari pihak Balai Karantina Pertanian kelas I Jayapura, BBKSDA Papua, KSOP Kelas II Jayapura, KP3 Laut Jayapura, dan TNI/Polri. Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIT, tim Operasi Patuh berjaga di sekitar KM Dobonsolo yang baru saja tiba di Pelabuhan Jayapura. Kapal tersebut berlayar dari Serui, Papua. Terlihat seseorang membawa kantong plastik berwarna merah yang mencurigakan. Tim kemudian menghampiri orang tersebut dan memeriksa kantong plastik merah yang dibawanya. Ternyata isi kantong adalah seekor cenderawasih yang telah dikeringkan. Menurut penuturan Abdul Kahar, Komandan Pos Pelabuhan Laut Jayapura, BBKSDA Papua, pembawa cenderawasih kering itu melarikan diri. Barang bukti tindak ilegal TSL, yakni seekor cenderawasih kering, kemudian diamankan di kantor BBKSDA Papua. Kahar menduga, orang tersebut telah memahami perihal status cenderawasih yang dilindungi. “Saya kira dia sengaja melakukan tindak ilegal itu, bukan karena belum tahu peraturannya,” kata Kahar. “Tapi mungkin masih perlu sosialisasi lebih gencar lagi, supaya masyarakat lebih sadar tentang perlunya menjaga TSL di Papua, terutama cenderawasih.” Perihal cenderawasih, Gubernur Papua telah mengeluarkan surat edaran Nomor: 660.1/6501/SET tertanggal 5 Juni 2017, tentang Larangan Penggunaan Burung Cenderawasih Asli sebagai Aksesoris dan Cendera Mata. Menanggapi hal ini, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Patuh. “Ini bagian dari bentuk sinergitas dalam pengawasan pengendalian dan peredaran TSL,” kata Edward. Pada saat yang sama ia juga menyatakan keprihatinan. “Saya sangat menyayangkan praktik ilegal TSL tersebut, dan berharap ke depannya tidak terulang lagi. Dalam hal ini, kerja sama dan sinergitas semua pihak perlu terus ditingkatkan. Sendiri tidak bisa, sebagian mungkin bisa, bersama pasti bisa.” (djr) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center: 0823 9802 9978
Baca Berita

Menengok Hasil Penanaman di Kebun Bibit Desa Sekitar SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 11 Desember 2020 – Petugas dari Seksi Konservasi Wilayah I Balai Besar KSDA Riau, bang Tommy Sinambela, Usgiantoro dan Rikso sangat bersemangat melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi penanaman bibit tanaman di beberapa Kebun Bibit Desa (KBD) pada Senin, 7 Desember 2020. Petugas bersama pihak Balai Pengelolaan DAS Indragiri Rokan melakukan kegiatan tersebut di 2 Kelompok Tani (KT) yang berada di Kab. Kampar dan merupakan penyangga kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, yaitu KT Darussalam,Desa Kuntu Darussalam, Kec.Kampar Kiri dan KT Muara Lalan, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. KBD di semua kelompok tersebut telah mendistribusikan 100% bibit di masing-masing persemaian yang berjumlah 40.000 batang per KBD. Petugas melakukan pemeriksaan penanaman dengan sistem uji petik terhadap 400 batang yang telah ditanam per KBD, setelah itu dilakukan juga pemeriksaan semua kelengkapan dokumen pendistribusian tanaman. Hasil pemeriksaan tersebut akan berpengaruh ke insentif tanam yang akan diberikan kepada kelompok tani. Petugas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa program ini merupakan program Balai Pengelolaan DAS yang berkolaborasi dengan Balai Besar KSDA Riau sebagai pemangku kawasan konservasi khususnya SM.Bukit Rimbang Bukit Baling. Diharapkan persemaian ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dari segi penjualan bibit (ke program lain atau pengedar bibit terdaftar) dan dari penanaman bibit sendiri serta dapat juga sebagai agro wisata. Semoga setelah Kelompok Tani mendapatkan insentif penanaman, dapat digunakan sebagai modal penyediaan bibit produktif persemaian yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Burung Liar Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Tahura Sultan Adam

Banjarbaru, 4 Desember 2020 – Sebanyak 463 ekor burung yang dilindungi dan tidak dilindungi dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, di kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam Kalimantan Selatan. Jenis burung tersebut diantaranya Cica Daun Besar 149 ekor, Merbah Belukar 35 ekor, Kucica Hutan/Murai Batu Kalimantan 9 ekor, Kucica Kampung/ Kacer 6 ekor, Burung Madu Pengantin 250 ekor dan Serindit Melayu 14 ekor. Jenis burung yang dilepas 2 diantaranya jenis dilindungi yaitu burung Cica Daun Besar dan Serindit Melayu, jenis lainnya burung tidak dilindungi yang masuk dalam kategori appendiks dan non- Appendiks. Burung yang dilepasliarkan merupakan burung hasil sitaan yang berasal dari Balai Besar KSDA Jawa Timur. Burung tersebut diselundupkan melalui pelabuhan laut dan dikembalikan ke asal habitatnya melalui BKSDA Kalimantan Selatan untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi., M. Sc., mengatakan bahwa burung yang dikirim dari Balai Besar KSDA Jatim (Surabaya) ke Kalimantan Selatan menggunakan pesawat terbang sampai dengan selamat dan sehat. Setelah dilakukan pengecekan kondisi kesehatan burung, maka selanjutnya satwa tersebut segera dilepasliarkan. Kami mengapresiasi keberhasilan tim BBKSDA Jatim yang dapat menyita dan mengirim kembali ke habitatnya di Kalsel. Taman Hutan Raya Sultan Adam Kalimantan Selatan merupakan salah satu habitat bagi burung yang dilepasliarkan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi adalah ketersedian pakan, air dan pelindung, serta keamanan dari gangguan manusia. Pelepasliaran dilakukan oleh Tim Pelepasliaran BKSDA Kalsel (Rudi Pranoto, H. Rizali Rahman dan Hafiz) dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Supiani S. Hut (Kepala Seksi KSDAE). Dr. Mahrus menambahkan bahwa keberadaan burung-burung ini juga penting bagi kawasan hutan, burung berfungsi membantu proses penyerbukan bunga menjadi buah, menyebarkan biji, juga mengendalikan serangga yang menjadi hama, dan nilai eksistensi lainnya. (ryn) Sumber : R. Hafizh Muhardiansyah, A.Md - Polhut Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Balai Besar Tana Bentarum Studi Banding Pengendalian Karhutla ke Balai Besar TN. Bromo Tengger Semeru

Malang, 11 Desember 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) laksanakan studi banding ke Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) di Malang, Jawa Timur. Kegiatan diisi dengan presentasi dan diskusi mengenai pengelolaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi, terutama di lokasi ekowisata yang dilaksanakan di kantor BBTNBTS. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke lokasi-lokasi ekowisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk melihat secara langsung pola-pola pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan studi banding ini dibuka oleh Plh. Kepala Bidang PTN Wilayah I, Sarmin, S. Hut, dan paparan presentasi disampaikan oleh Kepala Seksi P2 dan Koordinator Polisi Kehutanan BBTNBTS. “Masyarakat sekitar kawasan TN Bromo Tengger Semeru, terutama Suku Tengger, sangat memegang teguh adat. Pengelolaan kawasan konservasi dan pembangunan sarana dan prasarana harus dikoordinasikan dengan masyarakat. Pengelolaan ekowisata juga harus selaras dengan adat istiadat masyarakat setempat, sehingga terbentuk rasa memiliki dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan taman nasional.” Ungkap Sarmin, S. Hut Studi banding dilakukan untuk meningkatkan kapasitas staf Balai Besar Tana Bentarum mengenai pengelolaan kawasan ekowisata TNBTS dan pencegahan karhutla di dalamnya. Tim studi banding mengunjungi pendakian Penanjakan, desa wisata Edelweiss Wonokitri, Resort Penanjakan, destinasi wisata Laut Pasir, Bromo dan Savana Teletubies. Tim juga melakukan diskusi dengan Kelompok Pengelola Ekowisata Rano Basni, serta mengunjungi Resort Coban Trisula. “Harapannya, strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di lokasi ekowisata yang dilakukan oleh BBTNBTS dapat kami terapkan di dalam kawasan Tana Bentarum untuk mengurangi penyebab dan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap ekowisata, sehingga pengelolaan ekosistem dan wisata alam dapat berjalan secara sinergis.” Ungkap Lulu Sutrisna, ketua tim studi banding Balai Besar Tana Bentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum)
Baca Berita

Penanganan Konflik Beruang Madu Di Kabupaten Rokan Hulu

Pekanbaru, 11 Desember 2020 – Pada Selasa, 8 Desember 2020, Petugas Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau diturunkan menuju Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu terkait laporan masyarakat adanya beruang yang masuk ke kebun warga. Petugas menuju lokasi dengan menghubungi masyarakat yang melapor. Setelah sampai di lokasi, dilakukan identifikasi terhadap lokasi kejadian konflik dan diketahui bahwa lokasi merupakan kebun yang berada di dalam kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK). Menurut keterangan, beruang berjumlah 2 ekor. Petugas segera melakukan pemasangan perangkap yang bertujuan untuk memindahkan satwa tersebut ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan konflik. Tak lupa Tim melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar waspada dalam beraktivitas serta tidak anarkis terhadap satwa tersebut. Saat ini Tim bersama dengan masyarakat melakukan pemantauan terhadap perangkap satwa. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Info Kemunculan Buaya Via Medsos, BBKSDA Riau Pantau Sungai Tamaluku

Pekanbaru, 11 Desember 2020 – Pada Senin, 7 Desember 2020 petugas Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau bergegas menuju Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Tim diturunkan sebagai upaya menindaklanjuti laporan dari postingan di media sosial terkait munculnya seekor Buaya di anak Sungai Tamaluku. Tim menuju lokasi dan langsung menghubungi pelapor yang memposting ke media sosial adanya berita tersebut dan menuju ke lokasi laporan. Sungai tersebut berada diantara perbatasan PT. Sumber Jaya Indah dan PT. SAM. Menurut keterangan dari pelapor, Buaya tersebut adalah buaya ikan atau Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii). Buaya tersebut masuk ke anak sungai karena kondisi air sedang pasang. Situasi pinggir sungai adalah semak belukar dengan ukuran lebar sungai lebih kurang 5 m. Setelah menelusuri sungai hingga 200 m, saat itu tidak ada tanda tanda Buaya tersebut muncul. Tim melakukan sosialisasi dengan pihak perusahaan agar tetap waspada dalam beraktivitas di pinggir sungai karena sungai adalah habitat Buaya dan tidak bertindak anarkis apabila menjumpai satwa tersebut. Tim juga melakukan pemasangan spanduk peringatan agar masyakarat selalu berhati hati dalam beraktifitas di sekitar habitat Buaya. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Identifikasi Kemunculan Buaya Di Sungai Rokan

Pekanbaru, 11 Desember 2020 – Petugas Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau bergerak menuju Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu untuk menindaklanjuti laporan warga terkait adanya buaya yang muncul di sungai Rokan pada Selasa, 8 Desember 2020. Petugas langsung berangkat menuju lokasi dengan menghubungi pelapor terlebih dahulu serta mengidentifikasi keberadaan buaya pada lokasi yang dilihat oleh warga. Sungai Rokan merupakan habitat Buaya, dengan lebar sungai sebesar + 25 m. Menurut keterangan dari masyarakat yang melihat buaya tersebut adalah Buaya Senyulong. Petugas melakukan sosialisasi dan himbauan yang dilanjutkan dengan memasang spanduk agar tetap waspada dalam beraktivitas di pinggir sungai karena sungai adalah habitat buaya. #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Prospek Cerah Teh Celup Sarang Semut Made In Masyarakat Kampung Wasur

Merauke, 10 Desember 2020. Industri kreatif dengan brand Teh Celup Sarang Semut ini bermula dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Musamus Merauke yang diinisiasi oleh Dosen Universitas Musamus yaitu Bapak Chandra dan Bapak Supri dengan inovasi Teh Celup Sarang Semut agar lebih praktis dalam penyajiannya tanpa harus direbus terlebih dahulu. Tim Program Pemberdayaan Mitra Desa Universitas Musamus bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Wasur mengadakan Pelatihan Pembuatan dan Pengemasan Teh Sarang Semut kepada masyarakat Kampung Wasur dalam kawasan Taman Nasional Wasur. Pelatihan tersebut telah diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang telah mewakili 7 (tujuh) marga yang ada di Kampung Wasur. Pelatihan ini dibuka oleh Bapak Yarman, S.Hut., M.P. selaku Kepala Balai Taman Nasional Wasur. Proses produksi teh celup sarang semut telah dimulai sejak tanggal 14 Oktober 2020 hingga saat ini dengan didampingi oleh petugas/pendamping dari Balai Taman Nasional Wasur. Pada awalnya, masyarakat Kampung Wasur dalam memproduksi Teh Celup Sarang Semut masih didampingi oleh Dosen Universitas Musamus sebagai pelatih dan pengawas yaitu Bapak Chandra dan Bapak Supri serta melibatkan tenaga pendamping dari Balai Taman Nasional Wasur yaitu pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3 Wasur antara lain Danu Sri Hananto, S.Hut. dan Febrian Aditya Nugraha, S.Hut. Lebih lanjut, setelah Pendamping/Dosen Universitas Musamus menilai masyarakat Kampung Wasur sudah mampu mengerjakan dan memproduksi Teh Celup Sarang Semut dengan mudah dan lancar, maka proses pendampingan masyarakat tersebut akan diamanatkan sepenuhnya kepada pihak Balai Taman Nasional Wasur. Pendampingan dari Balai Taman Nasional Wasur dilakukan dengan pemesanan label, pembelian plastik kemasan, pemesanan melati kering dan kantong teh secara online, pemberian bantuan alat dan bahan antara lain mesin blender dan plastik kemasan. Lebih lanjut, masyarakat didampingi dalam proses produksi, pengaturan keuangan, dan pemasaran produk. Dengan adanya pendampingan serta bantuan dari Balai Taman Nasional Wasur telah memberikan respon positif dari masyarakat Kampung Wasur secara perlahan-lahan. Masyarakat Kampung Wasur semakin antusias dan berharap agar produk Teh Celup Sarang Semut ini dapat memiliki pasaran yang luas. Perlahan-lahan, setiap kegiatan produksi yang mulai rutin dilakukan oleh masyarakat pasca pelatihan, mulai menunjukan hasil signifikan yaitu mulai terjadi peningkatan permintaan Teh Celup Sarang Semut oleh pasaran/konsumen, dengan demikian masyarakat Kampung Wasur semakin tumbuh semangat dan rasa optimis untuk terus berkarya memproduksi Teh Celup Sarang Semut. Hingga saat ini total teh celup sarang semut yang telah laku terjual sebanyak 350 bungkus dalam 3 kali proses pembuatan dan pengemasan. Dalam 1 kemasan Teh Celup Sarang Semut berisi 20 pouch teh celup sarang semut. Penjualan dilakukan dengan memanfaatkan sosial media dan ditawarkan kepada orang-orang terdekat. Kedepan diharapkan penjualan Teh Celup Sarang Semut akan semakin pesat dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kampung Wasur. Kualitas Teh Celup Sarang Semut yang diambil langsung dari hutan di sekitar Kampung Wasur telah melalui tahapan uji laboratorium Universitas Musamus Merauke dengan hasil yaitu sarang semut memiliki kadar anti oksidan yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia antara lain menjaga stamina tubuh, anti kanker, dan mencegah berbagai penyakit. Proses pembuatan teh celup sarang semut dimulai dengan penghalusan sarang semut yang memiliki nama ilmiah Myrmecodia spp. tersebut, kemudian dimasukan ke dalam kantong teh celup dan ditambahkan melati kering untuk menambah aroma wangi melati. Masing-masing teh celup ditimbang dan disesuaikan beratnya, kemudian dilakukan pengepresan agar tidak terjadi kebocoran. Lebih lanjut, beberapa pouch teh celup sarang semut tadi dimasukan ke dalam kemasan plastik zipper beserta label brand, kemudian dilakukan pengepresan terhadap kemasan plastik tersebut. Masyarakat Kampung Wasur telah memenuhi standar kebersihan dan higienitas dalam proses pembuatan Teh Celup Sarang Semut tersebut karena masyarakat dalam proses pengerjaannya selalu menggunakan sarung tangan dan masker. Diharapkan Teh Celup Sarang Semut ini dapat meningkatan finansial masyarakat Kampung Wasur sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mampu mengelola usaha produksi teh celup sarang semut secara mandiri serta memiliki konsumen dan pasar yang tetap dan luas di kemudian hari. Selain itu diharapkan produk teh celup sarang semut ini bisa menjadi salah satu produk herbal unggulan dari Kota Merauke yang dikenal secara luas, terbukti, dan terpercaya khasiatnya untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Dengan lahirnya industri kreatif ini diharapkan pula dapat membuka lapangan pekerjaan serta mengurangi ketergantungan masyarakat dalam mencari nafkah dengan mengeksploitasi potensi dan merambah kawasan hutan lindung Taman Nasional Wasur, seperti penebangan dan perburuan satwa liar dilindungi. Sumber : Deby Sita Dalnaris, S.Hut. - Pengendali Ekosistem Hutan Pertama Balai Taman Nasional Wasur dan Editor : Eka Heryadi, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Muda Balai Taman Nasional Wasur
Baca Berita

Patroli Smart RBM Ke Suaka Margasatwa Kerumutan

Pekanbaru, 8 Desember 2020 – Pada Tanggal 2 Desember 2020, para Petugas Resort Kerumutan Utara (Teluk Meranti) Balai Besar KSDA Riau turun melakukan Patroli SMART RBM (perairan) dalam rangka perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi SM. Kerumutan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan melalui sungai Kerumutan, dengan menggunakan perahu motor (ketinting). Tim melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai Kerumutan, tepatnya di sungai Buluh dan sungai Kempas. Tim tidak menemukan aktivitas illegal di sungai tersebut. Tim beristirahat untuk menginap di salah satu pondok nelayan diantara sungai Buluh dan Kelantan sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat nelayan yang berada di pondok tersebut. Tim juga mensosialisasikan tentang SM Kerumutan dan peraturan perundangan yang terkait kepada nelayan yang saat itu ada di Sungai Kelantan. Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menuju sungai Kelantan untuk memeriksa bekas jalan penebangan liar (jalan ongkak) di pinggir sungai tersebut. Tim hanya menemukan bekas kayu olahan yang lama dan tidak melihat adanya tanda-tanda baru aktivitas penebangan liar. Tim juga memeriksa kondisi papan informasi kawasan, dan berada dalam keadaan baik meskipun saat itu banjir. Pengamanan kawasan seperti ini rutin dilakukan petugas lapangan untuk menjaga kawasan hutan konservasi lingkup Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Obyek Wisata Baru di TN Kelimutu

Ende, 7 Desember 2020. Salah satu obyek wisata baru yang ada di sekitar area Danau Kelimutu yaitu Galeri Rumah Adat Suku Lio. Suku Lio merupakan suku yang hidup di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu. Di dalam galeri rumah adat ini kita bisa belajar banyak hal, mulai dari ruang-ruang yang ada di dalamnya hingga contoh-contoh peralatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku Lio, seperti peralatan masak, tempat-tempat penyimpanan bahan makanan, dan alat berburu yaitu panah dan tombak. Sebagian terbuat dari tanah liat, dan sebagian lagi terbuat dari kayu, bambu, dan tempurung kelapa. Ada juga yang terbuat dari anyaman daun pandan duri. Terdapat juga contoh pakaian adat pria dan wanita suku Lio yang dipajang di ruang tamu (koja ndawa), juga peralatan yang digunakan untuk menenun. Petugas siap memandu pengunjung untuk belajar dan mengenal lebih banyak tentang budaya Suku Lio. Selama berada di Museum Rumah Adat Lio ini, tidak diperbolehkan untuk merokok karena rumah ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Untuk booking online silahkan hubungi nomor 0821 1010 3335 (WhatsApp). Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Tumbuh Kembang Anak Gajah “Damar” Di Taman Wisata Alam Buluh Cina

Pekanbaru, 7 Desember 2020 – Balai Besar KSDA Riau, hari ini Senin, 7 Desember 2020 memantau tumbuh kembang anak gajah “Damar” yang saat ini telah berusia 5 (lima) bulan di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar. Anak Gajah “Damar” saat ini sedang belajar makan sendiri. Pertumbuhan anak gajah “Damar” diamati dari latihan menginjak batang pisang, sampai mendorong – dorongnya hingga terduduk. Induknya “Ngatini” hanya memperhatikan kelakuan anak kesayangannya dan sesekali membantu untuk memberi semangat Damar. Semangat “Damar”, terus berusaha ya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau ????@wahyudhie13

Menampilkan 2.721–2.736 dari 11.141 publikasi