Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Simulasi Pendakian Bukit Raya Di Saat Pademi

Sintang, 29 Desember 2020 - Saat ini pandemi COVID-19 telah mempengaruhi berbagai tatanan kehidupan. Salah satunya sektor pariwisata, yang terkena dampak besar akibat adanya COVID-19. Pandemi membuat semua tempat wisata ditutup guna mencegah penyebaran virus, tidak terkecuali wisata gunung termasuk wisata pendakian Bukit Raya (2.278 m dpl) yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia untuk wilayah Kalimantan serta dinobatkan menjadi Seven Summit of Indonesia dan terletak di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Hampir satu tahun jalur pendakian Bukit Raya ditutup sejak 16 Maret 2020 sesuai Surat Edaran Kepala Balai TNBBBR SE.169/BTNBBBR/TU/KSA/3/2020 tentang Penutupan Kawasan Wisata Alam Belaban dan Jalur Pendakian Bukit Raya, yang menyebabkan jumlah pengunjung mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal tersebut kemudian mempengaruhi juga perekonomian para pelaku industri pariwisata di Kabupaten Sintang, khususnya masyarakat pelaku usaha dan penyedia jasa pelayanan wisata minat khusus Desa Rantau Malam. Tim Simulasi Pendakian Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR), bersama perwakilan SATGAS Penanganan COVID-19 Kabupaten Sintang dan perwakilan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Kalimatan Barat dan dihadiri oleh Kepala Balai TNBBBR telah melakukan Kegiatan Simulasi Pendakian Bukit Raya Jalur Kalimantan Barat pada tanggal 12 s.d 18 Desember 2020. Kegiatan Simulasi Pendakian Bukit Raya dilaksanakan dalam rangka persiapan reaktivasi wisata alam di kawasan TNBBBR, dengan mengacu pada standar dan pedoman bagi para pelaku pariwisata agar dapat menjalankan kembali aktivitas wisata sesuai aturan dan adaptasi kebiasaan baru yang berlaku di era “new normal’. Kegiatan simulasi Pendakian ini diawali dengan simulasi penjemputan calon pendaki oleh kelompok transportasi “Topakai Juoi” di dermaga Kecamatan Nanga Serawai Kabupaten Sintang, kemudian dilanjutkan dengan kedatangan calon pendaki di Desa Rantau Malam menuju penginapan kelompok Homestay “Danum Sorio” dan Pelaksanaan Upacara Adat oleh Dewan Adat Rantau Malam, hingga proses Pendakian yang didampingi oleh kelompok Porter “MO Three” menuju Bukit Raya di dalam Kawasan TNBBBR Jalur Kalimantan Barat dengan mengikuti protokol dan prosedur kesehatan dalam pendakian untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19. Dalam kegiatan simulasi ini beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh kelompok masyarakat pelaku usaha dan jasa pelayanan wisata alam Bukit Raya dalam menerima tamu/pengunjung adalah Kelompok Transportasi “Topakai Juoi” sebelum membawa tamu/pengunjung ke Desa Rantau Malam memeriksa dokumen seperti SIMAKSI dan hasil Rapid / Swab Test dan juga memeriksa suhu tubuh dan gejala COVID-19 atau memeriksa surat keterangan sehat yang dikeluarkan Puskesmas Nanga Serawai (lokal), dan saat berada di atas perahu klotok/longboat semua penumpang wajib menggunakan jaket pelampung dan masker. Tempat duduk penumpang diatur dengan jarak 1 meter sesuai arahan motoris perahu klotok/longboat. Saat tiba di Desa rantau malam dan berada di kelompok penginapan/homestay “Danum Sorio” tamu/pengunjung segera mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir pada fasilitas yang disediakan kemudian diharapkan segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan penghuni lainnya di homestay. Selama di homestay peserta/pengunjung wajib menjaga jarak dan tetap menggunakan masker. Pengelola homestay melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin pada area yang sering digunakan bersama dan menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memadai dan mudah diakses pengunjung. Pengelola homestay menempel poster dan/atau himbauan tentang protokol penanganan COVID-19, selain itu pengelola homestay juga menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah yang memadai dan mudah dijangkau tamu/pengunjung. Saat Pendakian, Kelompok Porter “MO Three” yang bertugas mendampingi harus dalam kondisi sehat tidak mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hilang penciuman dan sesak napas. Selama pendakian rombongan tetap menjaga jarak 1 s.d 2 meter antar pendaki dan tetap memperhatikan kondisi pendaki lainnya dalam satu kelompok agar tidak ada pendaki yang tertinggal. Jumlah pendaki dalam satu kelompok dibatasi 6 – 8 orang. Selama berada di camp untuk beristirahat seluruh rombongan wajib menjaga jarak dan menggunakan masker atau buff serta tidak boleh berkerumun. Saat turun semua tamu/pengunjung termasuk porter memastikan tidak ada meninggalkan sampah apapun di dalam kawasan TNBBBR. Aturan-aturan yang berlaku di kawasan konservasi tetap dipatuhi sesuai ketentuan. Harapan dari dilakukannya simulasi pendakian adalah agar kelompok masyarakat pelaku usaha dan penyedia jasa pelayanan wisata minat khusus di Desa Rantau Malam memahami protokol dan prosedur dalam pendakian gunung pada masa transisi tatanan normal baru masyarakat produktif dan aman dari COVID-19. Hasil simulasi ini juga akan menjadi dasar pertimbangan kepada SATGAS Penanganan COVID-19 Kabupaten Sintang untuk memberikan rekomendasi dalam rangka pembukaan kembali pendakian ke Puncak Bukit Raya jalur Kalimantan Barat dan menggeliatkan kembali sektor pariwisata yang redup karena pandemi COVID-19. Sumber : Contact Person : Dudy Kurniawan Call Centre : 082158564609 e-mail : bukitbakabukitraya@gmail.com
Baca Berita

Upaya Mitigasi Konflik Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 29 Desember 2020. Konflik Satwa liar Gajah Sumatera akhir akhir ini memang sedang marak terjadi. Di antaranya adalah Desa Karya Indah, Kec Tapung, Kab. Kampar, Desa Penarikan, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan dan Desa Rantau Baru, Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan. Petugas Balai Besar KSDA Riau diturunkan untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dengan Gajah Sumatera sebagai salah satu satwa yang dilindungi. Sebagaimana di Desa Penarikan, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan, Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono melalui Kepala Bidang Wil I, bapak Andri Hansen Siregar segera memerintahkan petugas turun ke lapangan. Tim diturunkan dihari yang sama sesaat setelah surat Kepala Desa Penarikan tentang gangguan satwa tambun tersebut diterima. Rabu, 16 Desember 2020, Tim yang dipimpin oleh Tamrin Sitinjak bergerak bersama Yayasan TNTN, RAPP dan beberapa masyarakat menyisir keberadaan Gajah.Tim bergerak dari perkebunan masyarakat melewati kanal RAPP dengan menggunakan ketinting menuju PT. Wahana. Setelah sampai di lokasi Tim menjumpai jejak baru, kemudian Tim mengikuti jejak tersebut dan menemukan bahwa posisi Gajah berada di pinggiran sungai Nilo. Tim beserta masyarakat segera melakukan penggiringan Gajah menuju sungai Nilo. Berdasarkan informasi Kepala Desa Penarikan, pihak desa telah melakukan pendataan terhadap kerusakan kebun warga sejumlah 13 orang. Kepala Desa Penarikan menyampaikan bahwa sejak penggiringan yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 2020 hingga saat ini Gajah liar tidak lagi berada di kebun masyarakat. Tak lupa Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak bertindak anarkis terhadap satwa Gajah Sumatera karena satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi oleh Undang undang. Tim berharap hambatan dalam melakukan penggiringan yaitu kurangnya sinergitas masyarakat yang menguasai lahan dimana ketidakrelaannya Gajah liar melewati lahannya menyebabkan Gajah liar berbalik arah bergerak menuju arah yang berlawanan tidak terjadi lagi. Karena ini sangat menyulitkan Tim untuk mengarahkan kembali penggiringan menuju arah yang tepat. Akibatnya Gajah liar sulit dipantau kembali. Perlu perhatian khusus semua pihak untuk mengupayakan solusi yang lebih optimal agar masyarakat dan Gajah Sumatera sama sama bisa diselamatkan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

SM Mamberamo Foja, Sebentang Surga yang Tak Habis-Habis Menguarkan Cerita

Bogor, 21 Desember 2020. Suaka Margasatwa (SM) Mamberamo Foja membentang pada 12 kabupaten di Provinsi Papua, dengan luas total 1.761.621 hektar. Sementara area terluas berada di Kabupaten Mamberamo Raya, yaitu 54.22% dari keseluruhan SM Mamberamo Foja. SM Mamberamo Foja yang luasnya mencengangkan itu, tak luput dari berbagai permasalahan. Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA (BBKSDA) Papua, Askhari Dg. Masikki, S.Hut., memaparkan permasalahan-permasalahan itu pada kegiatan Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) SM Mamberamo Foja di Bogor, Senin (21/12). Di antara persoalan krusial di SM Mamberamo Foja adalah terdapat permukiman dan indikasi pemekaran kampung di dalam kawasan, pembangunan jalan dan infrastruktur besar berupa jalan Trans Papua di dalam kawasan, izin investasi yang berbatasan langsung dengan kawasan, adanya APL sebanyak 47 titik di dalam kawasan, migrasi penduduk di dalam kawasan, dan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkontrol. Berbagai permasalahan tersebut masih ditambah dengan keterbatasan SDM pengelola dan aksesibilitas yang relatif sulit serta memerlukan biaya sangat tinggi. Meski dalam hal lingkungan, biologi (flora-fauna), dan tutupan lahan SM Mamberamo Foja masih representatif dan bagus, namun kondisi-kondisi yang mengancam keutuhannya telah terpampang di depan mata. Di masa mendatang, SM Mamberamo Foja memerlukan model pengelolaan yang lebih utuh dan menyeluruh, termasuk SDM yang memadai. Atas berbagai pertimbangan tersebut, tim EKF merekomendasikan SM Mamberamo Foja tetap dipertahankan sebagai kawasan konservasi. Namun, mengenai fungsinya sebagai Suaka Margasatwa (SM) ataukah beralih kepada fungsi lain, misalnya Taman Nasional (TN), akan dipertegas kembali setelah dokumen-dokumen pendukungnya tersusun secara paripurna. Usai pertemuan, Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., menyampaikan, tim EKF SM Mamberamo Foja mendapatkan banyak masukan konstruktif dari para pakar di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Edward juga menyatakan, bahwa segala kebijakan terkait SM Mamberamo Foja mesti diambil dengan prinsip kehati-hatian, demi keutuhan kawasan yang memiliki berjuta pesona tersebut. “Kegiatan hari ini, intinya kami melaporkan hasil kerja tim EKF. Masih ada dokumen yang perlu dilengkapi, salah satunya road map, untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai pengelolaan SM Mamberamo Foja dari tahun ke tahun hingga saat ini. Kita juga perlu memberikan gambaran transisi antara SM dan TN. Menurut saya itu juga penting. Jadi, di sini bukan masalah bertahan menjadi SM atau beralih ke TN, namun Mamberamo Foja tetap dipertahankan menjadi kawasan konservasi, yang dilindungi untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Edward. (djr) Sumber : Balai Besar KSDA Papua Call Center : 0823 9802 9978
Baca Berita

Antisipasi Konflik, BBKSDA Sumut Pasang Papan Peringatan Daerah Rawan Buaya

Danau Siais, 23 Desember 2020. Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan salah satu satwa liar yang hidup di daerah muara sungai, termasuk diantaranya muara sungai Batangtoru dan danau Siais di Kelurahan Rianiate, Kec. Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kedua lokasi ini pun menurut pantauan/pengamatan petugas di lapangan, ternyata menjadi habitatnya buaya Muara tersebut, yang sewaktu-waktu dapat mengancam warga yang menggunakan/memanfaatkan sungai Batangtoru dan danau Siais untuk kegiatan/aktifitas sehari-hari. Atas pertimbangan tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidempuan pada Jumat, 18 Desember 2020, bekerjasama dengan Yayasan Scorpion dan masyarakat melakukan pemasangan papan peringatan lokasi rawan buaya sepanjang jalan pinggiran danau Siais, Kelurahan Rianiate Kec. Angkola Sangkunur Kab. Tapanuli Selatan. Sekitar enam titik lokasi yang dipasang papan peringatan agar masyarakat berhati-hati ketika sedang beraktivitas di sekitaran danau tersebut. Pemasangan papan peringatan ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi dan penyadaran sekaligus langkah pencegahan sebelum konflik terjadi, sehingga sedini mungkin konflik dapat diantisipasi/dihindari oleh masyarakat. Sumber : Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidempuan - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Warga Langkat Serahkan Trenggiling ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Medan, 23 Desember 2020. Bermula dari informasi warga, Bobby, aktivis lembaga Sumeco yang juga adalah kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Jumat 18 Desember 2020, tentang adanya masyarakat dari Martubung Medan yang akan menyerahkan satwa liar, yaitu Trenggiling (Manis javanica) kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Menerima laporan tersebut petugas Polhut Seksi Konservasi Wilayah 2 Stabat, Adi Maulana bersama Bobby, segera menuju rumah pemilik dan menerima penyerahan 1 ekor trenggiling. Dalam penjelasannya kepada petugas, pemilik Edy, menerangkan bahwa trenggiling dewasa tersebut didapatnya dari perbatasan Aceh Sumut dengan berat 12 kg serta dalam kondisi masih liar. Hasil koordinasi dengan drh. Fatima tim medis PPS Sibolangit merekomendasikan agar satwa lliar tersebut segera direlease (dilepasliarkan), karna trenggiling temasuk jenis satwa yang rentan dan mudah stress. Selanjutnya setelah berkoordinasi dengan petugas Balai Besat TNGL, sekitar pukul 20.00 Wib, trenggiling dilepasliarkan ke kawasan TNGL di sekitar Bukit Lawang. Sumber : Adi Maulana - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Lantik Saka Wanabakti Tojo Una-Una, Kabalai TN Kep Togean Ajak Bersih Sampah dan Taat Prokes

Ampana, 22 Desember 2020. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean bersama dengan KPH Sivia Patuju dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga membentuk gerakan pramuka Satuan Karya (saka) Wanabakti Kwartir Cabang Tojo Una-Una. Pelantikan Pengurus Saka Wanabakti dilaksanakan di ruang media informasi Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Togean pada hari Senin 21 Desember 2020 oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Tojo Una-Una Ir. Munawar Mapu, M.Si. Pengurus Satuan Karya Wanabakti terdiri dari Majelis Pembimbing yang diketuai oleh Ir. Bustang selaku Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean dan Pimpinan Cabang Saka yang diketuai oleh Oktovianus, S.Hut selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Dalam sambutan Ketua Majelis Pembimbing menyampaikan harapannya agar para anggota majelis pembimbing dan pengurus harus dapat mendidik anggota pramuka bukan saja latihan baris-berbaris, membangun tenda atau membuat simpul tali saja. Tetapi juga harus memandu pramuka dalam disiplin menggali ilmu pengetahuan dan mahir menggunakan teknologi, juga diharapkan agar para anggota pramuka akan menjadi pioner dan tauladan yang menerapkan prinsip hidup ramah lingkungan hingga ke generasi berikutnya dan agar memiliki tekad untuk menjaga lingkungan dan hutan. Sementara dalam sambutan Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tojo Una-Una menyampaikan harapannya agar Majelis Pembimbing dan Pengurus Saka Wanabakti yang baru saja dilantik agar dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta seluk beluk organisasi dan kegiatan kepramukaan, agar dapat memberikan tuntunan dan pengarahan untuk meningkatkan kondisi dan kemampuan kwartir sehingga dapat mencetak generasi muda sebagai tunas bangsa yang lebih baik dan bertanggung jawab. Selanjutnya dalam rangka memperingati ulang tahun Saka Wanabakti yang ke – 37 dan Bulan Bakti Saka Tahun 2020 dilakukan kegiatan penanaman, aksi bersih sampah dan pembagian masker kepada masyarakat yang berlokasi di Permandian Malotong sekitar hutan kota Malotong Kabupaten Tojo Una-Una. Sumber : Rahmanita Ibrahim – Analis Data Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Hari Ibu dan Bulan Menanam, BKSDA Sulteng Gelar Penanaman Pohon

Palu, 23 Desember 2020. Memperingati Hari Ibu tanggal 22 Desember 2020 yang juga masih dalam rangkaian bulan menanam pohon, KPHK Gunung Tinombala Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan kegiatan penyadartahuan tentang fungsi dan manfaat hutan serta peduli lingkungan. Kegiatan diikuti oleh sekitar 40 orang tersebut berasal dari personil KPHK Gunung Tinombala sendiri beserta Kecamatan Mepanga dan Karang Taruna Apotojojo. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon di Desa Mepanga secara bersama-sama dan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Adapun jenis bibit pohon yang ditanam adalah bibit mahoni, nyatoh, alpukat, pala dan kopi. Masyarakat Desa Mepanga berharap kedepannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin dan dapat dilaksanakan di desa-desa lainnya. Sumber : Humas Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Tingkatkan Pelayanan Jelang Libur Nataru, Balai TN Bunaken Siaga Prokes

Manado, 22 Desember 2020. Menjelang akhir tahun 2020, Balai Taman Nasional (TN) Bunaken gelar briefing antisipasi lonjakan pengunjung saat cuti bersama Natal dan Tahun Baru 2021 sebagai upaya prima pelayanan pengunjung di ruang rapat Balai (22/12). Seluruh jajaran struktural, petugas lapangan Koordinator Resort, Polhut, PEH dan seluruh pegawai mendapatkan pengarahan langsung dari Kepala Balai Bapak Genman S. Hasibuan, S.Hut, MM. Prediksi menjelang libur dan cuti bersama Natal dan Tahun 2021 bahwa akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan ke kawasan TN Bunaken, walaupun kondisi cuaca akhir tahun secara umum terdapat perubahan dari angin dan gelombang laut. Sejak reaktivasi pembukaan wisata, jumlah kunjungan terus mengalami peningkatan, sejauh ini per tanggal 22 Desember 2020, jumlah pengunjung mencapai 6.440 orang yang didominasi oleh wisatawan nusantara. "Protokol kesehatan atau Prokes wajib dilaksanakan di pintu-pintu masuk kunjungan, utamanya di pintu masuk Liang Pulau Bunaken seperti alat pedeteksi suhu, tempat cuci tangan bagi pengunjung serta pelayanan tiket masuk untuk wisatawan dan tetap menjaga jarak untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19" kata Genman. "Selain itu, mengingat di akhir tahun perubahan cuaca, gelombang dan angin dalam kawasan akan meningkatkan volume sampah di beberapa titik destinasi utama wisata seperti Pantai Liang maka akan dilakukan pembersihan secara rutin disetiap pagi oleh petugas dibantu masyarakat" tambah Genman. Balai TN Bunaken akan menempatkan petugas lapangan dengan penjadwalan piket dalam kegiatan pelayanan pengunjung dan bersih sampah di titik destinasi wisata. Semua jajaran diperintahkan untuk selalu berkoordinasi dengan Pemerintah daerah dan aparat lainnya yang terkait termasuk masyarakat ditingkat lapangan dalam kegiatan pelayanan pengunjung dan antisipasi meningkatnya volume sampah. Seluruh petugas wajib mematuhi protokol dan kesehatan, serta dilakukan pemeriksaan Rapid Antigen sebelum melaksanakan tugas lapangan. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Dukungan Desa Air Sempiang Untuk Wisata di TWA Bukit Kaba

Bengkulu, 22 Desember 2020 - Taman Wisata Alam Bukit Kaba dengan luas 14.650,5 Ha yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Saat ini wisata utama yang disajikan yaitu destinasi wisata alam berbasis fenomena vulkanis berupa kawah hidup dan kawah mati dan untuk menuju tempat tersebut bisa diakses melalui pintu masuk yang berada di Desa Sumber Urip Kec. Selupu Rejang Kab. Rejang Lebong. Sedangkan di kawasan TWA Bukit Kaba ini masih banyak potensi lain yang belum banyak diketahui para traveler dan sangat menjual, di antaranya terdapat beberapa air terjun dan air panas/hot spring yang lokasinya sebagian besar berada di wilayah Kab. Kepahiang. Namun sarana prasarana pendukungnya belum tersedia, seperti pintu masuk, jalur tracking, shalter, dll. Desa Air Sempiang Kec. Kabawetan Kab. Kepahiang merupakan desa penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan mendukung untuk dikembangkannya potensi wisata yang berada wilayah Kab. Kepahiang. Dukungan tersebut direalisasikan dengan dihibahkannya lahan milik desa seluas 0,8 Ha untuk dapat dimanfaatkan dalam pembangunan sarpras pendukung sebagai pintu akses masuk ke destinasi-destinasi wisata tersebut. Dan pada senin siang Kepala Desa Air Sempiang secara resmi menghibahkan lahan milik desa kepada Balai KSDA Bengkulu melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I. Dengan dukungan dan pengembangan wisata TWA Bukit Kaba ke depannya diharapkan dapat meningkatkan PNBP dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan dari sektor wisata. Sumber: Balai KSDA Bengkulu-Lampung
Baca Berita

Melihat Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Peipei TN Siberut

Peipei, 21 Desember 2020. Minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 13 Desember 2020, Kepala Balai Taman Nasional Siberut, Lugi Hartanto, beserta Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I mengunjungi Dusun Peipei yang merupakan salah satu dusun yang berada di dalam kawasan taman nasional. Dusun Peipei berada di Desa Pasakiat Tailelelu, Kecamatan Siberut Barat Daya. Perjalanan menuju Dusun Peipei dimulai dengan rombongan berangkat dari kantor SPTN Wilayah I yang berada di Meileppet, Kecamatan Siberut Selatan. Perjalanan laut yang ditempuh dengan menggunakan speed boat dengan jarak tempuh lebih kurang dua jam. Selama perjalanan kondisi perairan laut cenderung berombak dengan intensitas gelombang sedang hingga besar. Setibanya di Dusun Peipei, Kepala Balai beserta rombongan bertemu dengan pihak pemerintah kecamatan Siberut Barat Daya yang juga berkantor disana. Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka penguatan fungsi taman nasional mengingat Kecamatan Siberut Barat Daya yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan Taman Nasional Siberut, sehingga perlu menjadi perhatian bersama baik bagi pemerintah kecamatan maupun pihak Taman Nasional Siberut. Selama diskusi berlangsung Mateus Lajo, S.Pd. SD, selaku Camat Siberut Barat Daya dengan senang hati berdiskusi dan mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik selama ini yang telah diberikan Taman Nasional Siberut, seperti adanya kegiatan patroli rutin yang dilakukan, pemberdayaan masyarakat melalui banyak program, terkhusus dalam hal pengelolaan HHBK seperti kelapa dan sagu yang telah dibantu oleh pihak Taman Nasional di Desa Sagulubbek. Selain adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kelapa dan sagu pasca panen, Taman Nasional Siberut berkerja sama dengan masyarakat dalam upaya konservasi penyu di Desa Sagulubbek dengan membangun lokasi penetasan penyu semi permanen. Dalam diskusii tersebut, terjalin kesepahaman antara pihak Pemerintah Kecamatan Siberut Barat Daya dan Balai Taman Nasional Siberut akan pentingnya pelestarian dan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan, mengingat masyarakat dan kawasan taman nasional menjadi satu kesatuan yang perlu disatukan dalam keharmonisan pelestarian alam. Pemerintah Kecamatan Siberut Barat Daya juga berharap kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakana secara merata pada tiga desa yaitu Desa Pasakiat Taileleu, Katurei dan Sagulubbek. Pada akhirnya pertemuan ditutup dan diakhiri dengan baik, dengan rencana pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat agar lebih ditingkatkan dan difokuskan bersama. Sumber: Balai Taman Nasional Siberut
Baca Berita

Menyambut Kepulangan “Otan” Di Sumatera Utara

Medan, 21 Desember 2020. Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) mendadak ramai dipenuhi oleh jurnalis dari berbagai media baik cetak, elektronik maupun media on-line pada Jumat, 8 Desemvber 2020. Semuanya menantikan kepulangan si “Otan”- Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang akan tiba (mendarat) setelah menjalani penerbangan sekitar 2 jam dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Ada 9 (sembilan) ekor orangutan, 4 (empat) jantan dan 5 (lima) betina, yang dinanti kedatangannya, yaitu : Unas/betina/12 kg, Shielda/betina/17 kg, Yaya/betina/21 kg, Ying/betina/15 kg, Mama Zila/betina/17 kg, Feng/jantan/18 kg, Papa Zola/jantan/20 kg, Payet/jantan/11 kg, Sai/jantan/17 kg. Ying/betina Shielda/betina Yaya/betina Unas/betina Mama Zila/betina Shielda/betina Yaya/betina Unas/betina Mama Zila/betina Kesembilan orangutan tersebut yang usianya diperkirakan antara 2-5 tahun, merupakan hasil repatriasi dari Malaysia, korban perdagangan illegal satwa liar internasional yang disita oleh pihak berwenang setempat. Sebelum keberangkatan dari Malaysia maupun sesudah tiba di bandara Soekarno Hatta, kondisi fisik kesembilan Otan ini dipastikan dalam kondisi sehat dan telah menjalani serangkaian test kesehatan termasuk Covid-19 dengan hasil keseluruhannya negatif corona. Orangutan Sumatera berbeda dengan Orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) dan juga berbeda dengan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang habitatnya berada di ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 13.400 orangutan Sumatera serta kurang dari 800 orangutan Tapanuli yang tersisa di alam liar. Sembilan Orangutan yang baru tiba di Bandara Kuala Namu Internasional Ketiga spesies orangutan terdaftar sebagai “sangat terancam punah” oleh International Conservation Union (IUCN) dalam “Daftar Merah Species Terancam” (Ancrenaz et al 2016). Semoga dengan kembalinya kesembilan otan ini memberi harapan baru untuk menambah populasinya kedepan di habitatnya. Selamat datang Otan. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Konferensi Pers Repatriasi 9 Orangutan dari Malaysia ke Sumatera Utara

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara memberi pemaparan kepulangan 9 Orangutan Sumatera dari Malaysia Medan, 21 Desember 2020 - Sehubungan dengan kembalinya (repatriasi) 9 Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dari Malaysia ke Sumatera Utara, pada Jumat 18 Desember 2020, Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta dengan mitra kerja lainnya menyelenggarakan Konferensi Pers dihadapan awak media baik cetak, elektronik maupun media on-line, di salah satu Kargo di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. dihadapan sejumlah awak media baik cetak, eletronik maupun media on-line, dalam paparannya menguraikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur dan Kedutaan Besar RI Bangkok telah berhasil memulangkan 11 (sebelas) Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang terdiri dari 9 (sembilan) orangutan dari Malaysia dan 2 (dua) orangutan dari Thailand. Kesebelas orangutan ini merupakan korban perdagangan illegal satwa liar internasional yang berhasil disita oleh pihak berwenang setempat. 9 (sembilan) orangutan dari Malaysia terdiri dari 4 (empat) orangutan jantan dan 5 (lima) orangutan betina, diberangkatkan pada tanggal 17 Desember 2020 dari Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia pukul 12.50 waktu setempat dan menginap semalam di Animal Room Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta. Selanjutnya melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara, dan tiba pada 18 Desember 2020, pukul 13.05 WIB. Hotmauli Sianturi juga menjelaskan, nantinya 9 orangutan ini akan menjalani proses karantina dan rehabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Sibolangit yang dikelola bersama oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Yayasan Ekosistem Lestari dibawah kerjasama Program Konservasi Orangutan Sumatera (Sumatran Orangutan Conservation Programme – SOCP), untuk menjalani perawatan dan proses rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Awak media serius saat mengikuti paparan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam kegiatan repatriasi ini, yaitu Balai Karantina Pertanian Kelas I Kualanamu, KPP Bea Cukai TMP B Kualanamu, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia yang telah membawa 9 orangutan secara free of charge, YEL-SOCP selaku mitra BBKSDA Sumatera Utara yang telah melaksanakan konservasi orangutan sejak tahun 2000, Angkasa Pura II dan Otorita Bandara Kualanamu,” ujar Hotmauli menutup paparannya. Konferensi pers yang dipandu Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara Teguh Setiawan, S.Hut., MM., turut dihadiri Kepala Balai Karantina Pertanian Medan Ir. Hafni Zahara, M.Sc., Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu Elfi Haris, perwakilan Garuda Indonesia, mewakili Direktur KKH-Kasubdit Penerapan Konvensi Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Ir. Nining Ngudi Purnamaningtyas, M.Si., Direktur Konservasi YEL M. Yakob Ishadamy dan Direktur SOCP Dr. Ian Singleton, PhD. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara usai memberikan piagam penghargaan (gbr kiri) dan saat diwawancarai oleh awak media (gbr kanan) Di akhir konferensi pers, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera mewakili Direktur Jenderal KSDAE menyerahkan apresiasi berupa piagam penghargaan Direktur Jenderal KSDAE, masing-masing kepada Kepala Balai Karantina Pertanian Medan, Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu dan Direktur Konservasi YEL. Sumber: Evansus Renandi Manalu, Analis Data - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Meru Betiri Service Camp

Jember, 21 Desember 2020. Pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan kegiatan Meru Betiri Service Camp (MBSC) tahun ini mengalami tarik ulur dalam pelaksanaannya. Akhirnya disepakati kegiatan MBSC ke XXI tahun 2020 dilaksanakan tanggal 18 s/d 21 desember 2020 di wilayah kerja Resort Sanenrejo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu Balai Taman Nasional Meru Betiri. Sesuai protokol kesehatan maka peserta dibatasi sebanyak 26 peserta yang berasal dari mahasiswa jember serta masyarakat sekitar kawasan hutan di Desa Sanenrejo. Menurut ketua panitia hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain itu peserta juga diwajibkan membawa surat bebas Covid-19 dengan menunjukkan hasil rapid test non reaktif. Dengan mengusung tema “Hidup Harmoni Dengan Alam” kegiatan MBSC XXI diisi dengan kegiatan pembekalan materi antara lain Pengenalan TN Meru Betiri, Keorganisasian, Flora Fauna Indonesia, Kehutanan Umum, KSDAE dan PRA. Tujuan diberikannya materi tersebut agar perserta memahami dan mengenali bersikap kritis terhadap fenomena yang ada saat ini tentang konservasi serta mampu mengenali potensi yang ada di TN Meru Betiri khususnya wilayah kerja Resort Sanenrejo. Kepala SPTN II Ambulu Ir. Agust Dwiandono dalam sambutannya mengatakan kegiatan MBSC ini harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah penanaman nilai-nilai konservasi bagi masyarakat. “Peserta juga diharapkan selalu mematuhi prokes dengan 3M dan ikut mensukseskan kegiatan Pemulihan Ekosistem di TN Meru Betiri karena sebagian besar peserta adalah masyarakat sekitar” kata Agust. Puncak Acara MBSC XXI dilakukan dengan penanaman pada lahan rehabilitasi dengan jumlah bibit sebanyak 500 batang yang terdiri dari duwet, kelengkeng, matoa, dan asem. Dipilihnya jenis-jenis bibit ini diharapkan kedepannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan. Serta dapat memicu masyarakat sekitar agar gemar melakukan penanaman demi hutan lestasi. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Corina, Kisah Sang Harimau Sumatera Pulih Dari Jerat Ditengah Pandemi

Pekanbaru, 20 Desember 2020. Corina, seekor harimau sumatera dilepasliarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA Riau) bersama para pihak ke hutan alam Semenanjung Kampar di Provinsi Riau, Minggu (20/12). Si belang betina ini, sebelumnya terjerat di sebuah kawasan perkebunan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Corina dilepasliarkan setelah melewati delapan bulan menjalani proses perawatan sampai masa penyembuhan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya ARSARI. Setelah melewati waktu delapan bulan, akhirnya satwa dinyatakan sembuh. BBKSDA Riau, bersama-sama melakukan berbagai persiapan sampai pada proses pelepasliarkan satwa di Hutan Alam Semenanjung Kampar yang merupakan habitat Harimau Sumatera. Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno, mengatakan pelepasliaran ini merupakan hasil konservasi lintas batas karena kolaborasi Kementerian dengan pihak terkait. Wiratno menyampaikan lokasi pelepasliaran Corina di Semenanjung Kampar dinilai tepat. Karena di sana, merupakan habitat satwa dilindungi dan tersedia makanan di alamnya, tutupan vegetasi yang layak, dan ada harimau liar lainnya. "Saya berdoa agar Corina bisa bertahan hidup dan berkembang biak di kawasan tersebut. Kondisi Corina saat dilepasliarkan sudah terlihat sehat, agresif, dan menunjukan sifat liar" kata Wiratno. Awalnya Corina berada di pusat rehabilitasi di Sumatera Barat lalu dikirim ke Riau menggunakan helikopter PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dari APRIL Group dengan kandangnya. Kandang itu ditempatkan di dalam kabin heli layaknya penumpang manusia. Dengan begitu, harimau tidak stres karena proses pemindahan lintas provinsi itu hanya butuh waktu sekitar satu jam. "Pihak PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dari APRIL Group juga membantu pelepasliaran Corina di kawasan hutan alam di Riau," tambah Wiratno. “Ini adalah upaya pemerintah Indonesia untuk selalu menjaga satwa liar kebanggaan Indonesia, dan kebanggaan dunia, salah satunya adalah harimau sumatera," ucapnya. Wiratno mengimbau kepada masyarakat untuk bahu membahu, melaporkan, membantu, tidak boleh memasang jerat apapun di kawasan hutan. Sementara itu, pada Webinar Zoom secara virtual yang diberi tema Corina Pulang Kampung, Minggu, 20 Desember 2020, di Kabupaten Pelalawan, Riau, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan "Tolong dijaga keamanan dan kelestarian alam dan satwa di Riau. Ini untuk semua pihak, jangan ada lagi jerat liar yang membahayakan kelestarian satwa". Corina sebelumnya juga menjalani rehabilitasi perilaku di kandang habituasi, yang didesain hampir sama dengan situasi di alam liar dengan pakan berupa binatang hidup. Tujuannya agar Corina kembali seperti satwa liar dan mampu bertahan hidup dengan berburu. "Dengan pelepasliaran Corina ini kita harapkan bisa memberikan pembelajaran, bahwa konsep konservasi satwa berupa penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran, jadi sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan," jelas Suharyono. Sebagai informasi, Tim Rescue BBKSDA Riau sebelumnya mengevakuasi satwa bernama latin "panthera tigris sumatrae" itu pada 29 Maret 2020, tepatnya di konsesi hutan tanaman industri di Kabupaten Pelalawan. Mirisnya, kondisi satu kaki depan kanannya terluka parah akibat jerat baja yang dipasang orang tak bertanggung jawab. Harimau betina berusia tiga tahun itu kemudian diberi nama Corina, karena dievakuasi saat dunia sedang sibuk menanggulangi pandemi Covid-19. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Buaya Muara Terlihat, BKSDA Sulteng Sisir Sepanjang Pantai Talise

Palu, 20 Desember 2020. Buaya muara yang berada di Pantai Talise Kota Palu kembali menjadi viral setelah ada masyarakat yang beraktivitas di pantai menjadi korban. Atas dasar ini, kembali Balai KSDA Sulawesi Tengah melalui Tim Penanganan Satwa Liar bekerjasama dengan Tim Pol AIRUD Polda Sulteng melakukan sosialisasi dengan menyisir sepanjang pantai talise di Teluk Palu pada hari Minggu, 20 Desember 2020. “Dihimbau kepada warga masyarakat yang saat ini sedang berendam, berenang di pantai agar selalu waspada akan adanya binatang buas dan berbahaya, buaya yang berada di pantai ini, tolong hati-hati dan waspada" demikian himbauan yang disampaikan oleh tim penanganan satwa liar BKSDA Sulawesi Tengah bersama Tim Polairud Polda Sulteng. Himbauan tersebut berulang kali disampaikan, agar warga tetap waspada dan tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai. Kegiatan tersebut rencananya akan rutin dilakukan setiap hari libur, mengingat banyaknya kunjungan warga ke pantai talise pada hari libur. Hal ini juga sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang seaktu-waktu memerlukan pertolongan atau ada kecelakaan lain yang terjadi di sepanjang pantai talise palu. Sumber : Humas Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Isu Pembalakan Liar, BKSDA Sulteng Temukan Bukti di Perairan CA Morowali

Palu, 20 Desember 2020. Balai KSDA Sulawesi Tengah pada tanggal 20 Desember 2020 melakukan kegiatan patroli perairan di Cagar Alam (CA) Morowali yang dipimpin langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Poso. Kegiatan tersebut dilakukan setelah beberapa kali mendapat laporan adanya kegiatan pembalakan liar yang dilakukan di tempat ini. Setelah melakukan penyisiran sepanjang batas alam laut CA Morowali, akhirnya penyisiran yang dilakukan membuahkan hasil. Beberapa tempat yang disinyalir sebagai tempat kejadian perkara pembalakan liar didapatkan barang bukti berupa kayu dan camp pelaku pembalakan liar. Tempat tersebut antara lain Tanjung Bahontobelo, Tanjung Manu-Manu, Tanjung Ambowongi dan Muara Sungai Rano. Selanjutnya, Kepala SKW II Poso melakukan pemusnahan barang bukti kayu dan pembongkaran camp pelaku pembalakan liar. Pemusnahan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan efek jera buat pelaku pembalakan liar khususnya dalam kawasan CA Morowali. Sumber : Humas Balai KSDA Sulawesi Tengah

Menampilkan 2.689–2.704 dari 11.141 publikasi