Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Dibantu Masyarakat, BBKSDA Sumut Rescue Siamang

Stabat, 5 Januari 2021. Mengawali tahun 2021, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Stabat Bidang KSDA Wilayah I melakukan rescue terhadap 1 individu Siamang yang sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat sedang berada di perladangan sawit muda di Desa Sempa Jaya, Kecamatan Bahorok, Langkat. Satwa liar siamang ini sudah terlihat sejak sebulan terakhir. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Senin 4 Januari 2021, Tim dari SKW II Stabat bersama lembaga mitra YOSL-OIC dan dibantu masyarakat setempat melakukan rescue terhadap satwa liar tersebut dengan melakukan pembiusan oleh drh. Jenni dari YOSL-OIC. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa kondisi siamang sehat, dewasa, dan berjenis kelamin jantan. Sedangkan dari perilakunya diduga satwa liar ini sebelumnya adalah peliharaan warga dan kemudian dilepaskan ke dalam kawasan hutan. Namun karena tidak melalui tahapan rehabilitasi mengakibatkan siamang ini pun keluar kembali dari kawasan hutan dan berinteraksi dengan warga. Untuk penanganan lebih lanjut, satwa ini kemudian dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit guna menjalani perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Stabat - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Cegah Peredaran TSL Illegal, BKSDA Sulteng Luncurkan Kios Informasi SATS-DN

Palu, 6 Januari 2020. Maraknya kasus peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) secara illegal baik karena perbuatan oknum maupun karena ketidaktahuan masyarakat, mendorong Balai KSDA Sulawesi Tengah membuat kios informasi masyarakat dan pada tanggal 5 Januari 2021 Balai KSDA Sulawesi Tengah resmi meluncurkan kios informasi tersebut. Kios informasi ini memuat berbagai aplikasi dan informasi pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti pelayanan surat angkut tumbuhan dan satwa (SATS-DN), SIMAKSI maupun pelayanan lainnya. Adanya kios informasi ini merupakan komitmen segenap personil Balai KSDA Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat dan juga sebagai upaya untuk menghindari pertemuan fisik untuk kepentingan pelayanan sebagai suatu cara untuk memutus mata rantai COVID 19 dil lingkungan kantor Balai KSDA Sulawesi Tengah. Semangat 2021 untuk lebih baik dalam pelayanan terhadap masyarakat. Sumber : Humas Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Sharing Knowledge Pengelolaan ODTWA di TN Danau Sentarum

Danau Sentarum, 5 Januari 2021. Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) studi banding ke kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dibawah pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas petugas dan masyarakat dalam pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata Alam TNBBBR melalui pola Pengelolaan Objek Wisata Alam. Potensi dan karakteristik Wisata Alam Belaban menjadi salah satu daya tarik yang dimiliki oleh TN. Bukit Baka Bukit Raya dengan menawarkan panorama alam serta keberagaman flora fauna yang juga dimiliki di kawasan TNDS menjadi pembanding pengelolaan dalam kunjungan ini. Kegiatan studi banding ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TNBBBR dan diikuti oleh beberapa pejabat struktrural lainnya yang di sambut hangat oleh Gunawan Budi Hartono, S.Hut, M.Si selaku Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak Balai Besar Tana Bentarum. Tim studi banding menyampaikan harapan kepada petugas yang berada di Pulau Sepandan serta Pulau Tekenang dapat berbagi ilmu mengenai pengelolaan kedua objek wisata tersebut. Kegiatan yang diawali dengan diskusi bersama pihak pengelola terkait bagaimana menciptakan objek wisata yang memberdayakan masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada di wilayah TNDS dan dilanjutkan dengan tracking ke puncak bukit untuk melihat panorama hamparan kawasan Danau Sentarum. “Pulau Tekenang dan Pulau Sepandan yang saat ini sedang dikembangkan sangat strategis dan kami bisa belajar banyak dari situ terutama masalah bagaimana menciptakan objek wisata yang memberdayakan masyarakat serta menambah pendapatan masyarakat baik dari sisi transportasi, pemandu, serta kuliner sehingga perekonomian masyakarat dapat meningkat” ungkap Agung Nugroho, S.Hut, M.A selaku Kepala Balai TNBBBR. “dimasa pandemi seperti ini merupakan waktu yang pas untuk mengelola dan berbenah lebih baik lagi dengan adanya kunjungan ini menjadi pembelajaran untuk pengembangan objek wisata di TNBBBR” tambahnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Buaya Muara 2,5 Meter Berhasil Dievakuasi BBKSDA Sumut

Stabat, 5 Januari 2021. Setelah beberapa lama meresahkan warga, akhirnya Buaya Muara (Crocodylus porosus) berhasil ditangkap warga Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Bermula dari informasi yang diterima petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Bidang KSDA Wilayah I dari Sekretaris Desa (Sekdes) Pulau Banyak, pada Senin 4 Januari 2021, pukul 23.50 WIB tentang tertangkapnya seekor buaya oleh warga. Buaya yang tertangkap ini kemudian atas instruksi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gebang di evakuasi ke Mapolsek Gebang. Sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, Selasa 5 Januari 2021, Kanitreskrim Polsek Gebang menghubungi petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Stabat untuk segera mengevakuasi buaya tersebut dari Mapolsek Gebang. Sebagai tindak lanjut, petugas SKW II Stabat berkoordinasi dengan Yayasan Scorpion Indonesia, dan bersama-sama menuju Mapolsek Gebang. Setibanya di Mapolsek Gebang, tim memeriksa kondisi buaya yang dalam keadaan terikat tali, dan terlihat sling yang dimodifikasi berbentuk kail berada dalam mulut buaya dan belum dikeluarkan. Selanjutnya tim mengevakuasi buaya tersebut, untuk sementara dititipkan di kandang permanen SKW II Stabat guna pemeriksaan kondisinya lebih lanjut. Upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh tim adalah melepaskan kail sling yang masih berada dalam mulut buaya. Mengingat postur tubuh buaya yang cukup besar, dengan panjang 2,5 meter dan berat 90-100 kg, membutuhkan kehati-hatian dalam penanganannya. Nantinya, setelah kail berhasil dilepaskan dari mulut buaya, direncanakan akan segera dititip ke lembaga konservasi. Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Stabat - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Perahu Fiber Kelompok Lolo Bajo

Pasitallu Timur, 4 Januari 2021 - Kelompok "Lolo Bajo" binaan Balai Taman Nasional Taka Bonerate melanjutkan pembuatan mal/cetakan untuk pembuatan sampan yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat setempat untuk mencari hasil laut (memancing dan memanah ikan). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan oleh Balai TN Taka Bonerate melalui pemberian bantuan pengembangan usaha ekonomi produktif. Bantuan ini diberikan untuk mendorong masyarakat setempat agar dapat lebih mandiri dalam pengembangan ekonomi produktif di desanya. Selain untuk pengembangan usaha penunjang wisata, dana bantuan kelompok "Lolo Bajo" juga dimanfaatkan untuk pembuatan sampan fiber secara mandiri. Pembuatan sampan ini dilakukan untuk mempermudah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan sampan sebagai penunjang usaha mencari ikan, tanpa harus membeli sampan kayu dari luar pulau. Dalam pembuatan sampan fiber ini, masyarakat setempat yg tergabung dalam kelompok “Lolo Bajo” didampingi oleh petugas Resort Pasitallu Timur. “Sampan fiber ini secara kualitas juga akan lebih tahan lama dibandingkan sampan yang berbahan kayu”, ungkap Hendra Marannu (Komandan Resort Pasitallu Timur). Sumber teks: Hendra Marannu (Polhut TN Taka bonerate)
Baca Berita

BBKSDA Riau Tindaklanjuti Laporan Konflik Beruang Madu di Desa Balai Raja

Pekanbaru, 31 Desember 2020 – Petugas Resort Duri, Balai Besar KSDA Riau, pada Selasa, 29 Desember 2020 menindaklanjuti laporan warga yang ternaknya diduga dimangsa satwa liar Beruang Madu (Helarctos malayanus) di jalan Bengkalis, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Petugas melakukan pengecekan ke lokasi kandang kambing yang di mangsa milik pak Triadi dan menemukan tanda bekas cakaran kuku di kandang kambing dan pohon dekat kandang kambing tersebut. Selain itu, petugas juga menemukan tanda kotoran satwa, sisa makanan berupa buah dan sisa bagian tubuh kambing yang di mangsa. Berdasarkan identifikasi petugas terhadap bentuk cakar, sisa buah yang dimakan dan kotoran, diperkirakan satwa liar yang dimaksud yaitu Beruang Madu (Helarctos malayanus). Petugas menyampaikan kepada warga dan pemilik ternak agar waspada dan berhati hati dalam beraktifitas dan segera melaporkan kembali apabila ditemui adanya tanda kemunculan Beruang untuk dilakukan tindakan lebih lanjut dengan melakukan pemasangan kandang jebakan agar satwa dapat dievakuasi ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan konflik dengan warga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

One Health Riau Melakukan Penyelamatan Penyu Sisik di Kabupaten Bengkalis

Pekanbaru, 31 Desember 2020 – Segala daya upaya akan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau untuk kelestarian satwa liar yang dilindungi. Terpenting adalah merangkul dan berkoordinasi dengan berbagai pihak karena menyadari bahwa konservasi tak mungkin sendiri. Termasuk aktif dalam One Health Riau, yang merupakan salah satu "pilot project nasional" yang berlokasi di Kab. Bengkalis. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III, MB Hutajulu, menjadi koordinator wilayah untuk Kab. Bengkalis dan menjadi master training nasional untuk penanganan zoonosis. Tim One Health memiliki anggota dari 3 kementerian yaitu Kementerian LHK, Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan. Koordinasi lintas sektoral yang dibangun telah terbukti berjalan dengan baik selama bertahun lamanya untuk bidang zoonosis dan konservasi. Sebagaimana Jum'at, 25 Desember 2020, seorang nelayan bernama ibu Nevita Reniyanti, melihat seekor Penyu tersangkut di jala, beliau segera menyelamatkan Penyu yang terkena pancing ikan dan masuk jala nelayan serta melapor ke Puskeswan Bantan Kab. Bengkalis melalui drh Hanni Mardani. Setelah diperiksa, ternyata terdapat tali nilon yang tersangkut pada tekak dan ada kail ikan tertancap disana. drh. Hanni Mardani yang merupakan anggota One Health Riau segera menghubungi pihak Balai Besar KSDA Riau melalui Kepala SKW III, MB Hutajulu terkait penyelamatan Penyu langka tersebut. Hasil pemeriksaan adalah Penyu dari jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) yang merupakan satwa dilindungi, dengan ukuran panjang Penyu 35-40 cm. Status jenis penyu ini sudah terancam punah dan tergolong dalam familia Cheloniidae. Penyu ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya. Spesies ini memiliki persebaran di seluruh dunia, dengan dua subspesies terdapat di Atlantik dan Pasifik. Melalui usaha yang sangat hati-hati, akhirnya tali kail yang tersangkut di tekak berhasil dikeluarkan setelah 2 hari kemudian. Setelah penyu benar benar sehat, akhirnya Penyu dirilis kembali ke pantai Selat Baru, Desa Selat Baru, Kec. Bantan, Kab. Bengkalis pada 27 Desember 2020. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Evakuasi Buaya Senyulong Hasil Info dari Sekda Pencing Bekulo

Pekanbaru, 31 Desember 2020 – Petugas Resort Dumai dan Resort Duri, Balai Besar KSDA Riau, melakukan evakuasi satwa liar Buaya di Desa Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak pada Senin, 28 Desember 2020. Berawal dari laporan Sekretaris Desa Pencing Bekulo, bapak Sukardi bahwa telah ditangkap satwa Buaya oleh masyarakat. Satwa tersebut ditangkap di kanal kecil yang berada tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Diperkirakan Buaya masuk ke kanal pada saat banjir. Hasil pengecekan lokasi, kanal tersebut mengarah ke aliran Sungai Mandau sekitar sejauh 4 km. Berdasarkan hasil identifikasi, jenis satwa adalah Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii), dengan panjang 360 cm dan lebar 45 cm serta jenis kelamin jantan dalam kondisi sehat. Petugas segera mengevakuasi Buaya untuk dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk agar terhindar dari konflik dengan manusia. Terima kasih banyak kepada Sekdes Desa Pencing Bekulo, bapak Sukardi dan masyarakat Desa Pencing Bekulo, Kec. Kandis, Kab. Siak karena tidak anarkis terhadap satwa dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Masyarakat Berdaya, TN Manusela Terjaga

Masohi, 31 Desember 2020. Di penghujung tahun 2020, Balai Taman Nasional (BTN) Manusela menyerahterimakan bantuan Pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Desa kepada dua Desa/Negeri Penyangga Taman Nasional Manusela yakni Negeri Piliana dan Negeri Mosso, Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. Bantuan untuk Negeri Piliana diberikan kepada Kelompok Porter Hoto Pity dalam bentuk peralatan pendakian yang terdiri atas: 30 buah sleeping bag, 6 unit tenda, 15 buah jaket gunung, 6 buah ransel, 6 foot print/alas tenda, 20 buah matras, 20 buah head lamp, 6 set panci masak, 6 buah flysheet tenda dan 6 buah kompor gas. Selama ini, porter-porter pendakian G. Binaya hanya berbekal peralatan pendakian yang minim. Peralatan ini diberikan agar para porter pendaki bisa dengan aman dan nyaman mendampingi dan melayani tamu dalam pendakian ke Puncak G. Binaya. Sebagian peralatan ini juga bisa disewakan kepada tamu pendaki untuk memperoleh pendapatan tambahan bagi kelompok porter. Dalam kesempatan ini, bantuan peralatan pendakian diserahterimakan oleh Kepala BTN Manusela kepada Raja Negeri Piliana, untuk selanjutnya diserahkan kepada Kelompok Porter Hoto Pity untuk dikelola dan dimanfaatkan para anggotanya guna meningkatkan pelayanan kepada pendaki dan sekaligun meningkatkan perekonomian mereka. Di tengah pandemi Covid-19, dimana pendakian ke Puncak G. Binaya masih ditutup, pemberian bantuan peralatan ini merupakan upaya antisipasi dan persiapan kelompok porter untuk menyambut pembukaan kembali pendakian. Untuk Negeri Mosso, bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Amarouwele dalam bentuk Pondok Pengering Hasil Pertanian. Pondok pengering dirancang untuk dapat mengeringkan berbagai komoditi pertanian seperti biji kakao, cengkeh, bunga pala, kopra dan lain-lain. Melalui proses pengeringan di pondok pengering ini diharapkan masyarakat memperoleh produk pertanian dengan kualitas yang lebih baik dan dengan waktu pengeringan yang lebih cepat. Bagi Kelompok Tani Amarouwele, keberadaan pondok pengering juga bisa menjadi sarana peningkatan ekonomi anggotanya karena, jika dikelola dengan sungguh-sungguh dan baik, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk menyediakan jasa pengeringan kepada anggota masyarakat Negeri Mosso lainnya, yang tentunya dengan imbal jasa yang sepadan. Pondok pengering bisa menjadi solusi bagi masyarakat pada saat musim hujan karena pondok pengering dirancang untuk dapat memaksimalkan panas/energi matahari dengan sistem “rumah kaca” dan juga bisa beroperasi dengan tenaga listrik. Pondok pengering bantuan BTN Manusela ini dibangun lewat kerjasama dengan Dr. Hunggul Yudono dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Berita

Respon Cepat Resort Siak Terhadap Informasi Kemunculan Jejak Harimau Sumatera

Pekanbaru, 31 Desember 2020 – Pada Kamis, 31 Desember 2020, ditengah libur tahun baru, Petugas Resort Siak, Balai Besar KSDA Riau, tetap harus turun ke lokasi untuk menanggapi laporan masyarakat di Kampung Teluk Rimba, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Petugas Resort Siak harus turun ke lokasi areal perkebunan Kelapa Sawit dan Karet warga terkait adanya kemunculan satwa Harimau Sumatera di wilayah desanya. Tim segera diturunkan dan melakukan koordinasi dengan aparat Kampung Teluk Rimba mengenai adanya laporan masyarakat yang melihat satwa tersebut melintas di kebun kelapa sawitnya. Segera Tim melakukan pengecekan di lokasi tersebut dan lokasi yang diindikasi sebagai arah pelintasan satwa. Namun, di kedua lokasi dimaksud Tim tidak menemukan jejak satwa Harimau Sumatera dan tanda- tanda kemunculannya. Tim hanya menemukan banyaknya ternak sapi yang digembala di tempat tersebut, sehingga Tim tidak mendapatkan lokasi yang tepat untuk pemasangan camera trap. Akhirnya, Tim memutuskan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar waspada dan memasang spanduk tips menghidari satwa Harimau Sumatera. Tim berpesan kepada masyarakat agar saling memberikan informasi dan segera melapor kepada Balai Besar KSDA Riau, khususnya Resort Siak apabila ada perjumpaan dengan satwa tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Bersama Mitra Melakukan Penyelamatan Labi - Labi

Pekanbaru, 31 Desember 2020 – Pada Senin, 28 Desember 2020, terdapat masyarakat yang akan menyerahkan satwa sejenis labi labi. Berdasarkan berita tersebut maka Petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Dumai, Balai Besar KSDA Riau, dan yayasan pencinta hewan "PANDU" segera bergerak menuju lokasi di Jl Meranti Laut, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai untuk melakukan evakuasi. Tim menemui warga tersebut yang bernama bapak Suheri. Berdasarkan informasi beliau, satwa tersebut ditemukan dari parit depan rumah oleh anaknya dan dimasukan ke dalam kolam. Namun, kemudian beliau berfikir bahwa satwa tersebut adalah satwa dilindungi. Hal tersebut membuat pak Suheri langsung menghubungi pihak Balai Besar KSDA Riau untuk diserahkan. Satwa kemudian dibawa ke kantor SKW IV untuk diidentifikasi, hasil identifikasi lebih lanjut oleh petugas adalah satwa liar jenis Labi labi (Amyda cartilaginea) yang merupakan satwa tidak dilindungi tetapi termasuk dalam Appendik II CITES, dimana untuk pemanfaatannya sesuai dengan kuota tangkap di Provinsi atau wilayah kerja KSDA yang mempunyai potensi labi labi. Kuota ini ditetapkan oleh Ditjen KSDAE setiap tahunnya. Berat badan Labi labi yang diserahkan bapak Suheri adalah 12,8 kg, jenis kelamin betina dan kondisi satwa sehat. Sebelum dilepasliarkan, akan dipastikan terlebih dahulu lokasi yang tepat bagi habitat satwa Labi – Labi tersebut. Terima kasih bapak Suheri, Terima kasih kawan kawan "PANDU", semoga di tahun 2021 ini kesadaran masyarakat akan konservasi dan keikutsertaan untuk kemajuan konservasi dari berbagai pihak semakin meningkat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Tanggal Merah, BBKSDA Riau Tetap Patroli di SM Bukit Batu

Pekanbaru, 30 Desember 2020 – Pada Jumat, 25 Desember 2020 yang merupakan hari libur nasional “Hari Raya Natal”, tidak menyurutkan semangat petugas Resort Bukit Batu Seksi Konservasi Wilayah III, Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Riau untuk tetap melakukan patroli mandiri ke sungai yang berada di dalam Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Petugas menyisir sepanjang sungai Tembuyut di dalam kawasan SM Bukit Batu dan sekitarnya dan tidak menemukan kegiatan ataupun tanda-tanda aktifitas gangguan kawasan hutan. Petugas juga melakukan penyisiran di dalam hutan dan tidak menemukan tanda tanda jerat satwa liar yang terpasang. Tak lupa, petugas juga memasang papan peringatan serta memperbaiki papan peringatan yang telah rusak karena alam ataupun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Petugas juga membersihkan papan peringatan yang telah ditutupi ilalang. Kondisi kawasan SM Bukit Batu masih basah dan debit air sungai di dalam dan di luar kawasan masih cukup tinggi, sehingga relatif aman terhadap kebakaran hutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Rawan Illegal Logging dan Karhut, BBKSDA Riau Patroli Rutin di SM Giam Giak Kecil

Pekanbaru, 30 Desember 2020. Petugas Resort Siak Balai Besar KSDA Riau pada Kamis, 24 Desember 2020, melakukan patroli mandiri rutin ke lokasi rawan kegiatan illegal logging di Dam 3 Kanal Pemda, Kp. Tuah Indrapura, Kec. Bunga Raya, Kab. Siak yang berbatasan dengan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Seperti biasa Tim melakukan penyisiran di Dam 3 kanal Pemda dan bersyukur tidak menemukan tumpukan kayu ataupun tanda-tanda adanya aktifitas illegal logging. Kondisi kawasan SM Giam Siak Kecil masih basah dan debit air kanal yang ada di luar kawasan cukup tinggi sehingga relatif aman terhadap kebakaran hutan. Namun Tim menjumpai rangka bangunan pos dalam keadaan tumbang diperkirakan karena angin kuat. Dan ini menjadi catatan Tim untuk melakukan perbaikan untuk terus siaga mengamankan kawasan dari gangguan maupun kebakaran hutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Mandiri, BBKSDA Riau Temukan Illegal Logging di SM Bukit Batu

Pekanbaru, 30 Desember 2020. Kegiatan patroli mandiri dilakukan Resort Bukit Batu Balai Besar KSDA Riau pada Jum'at, 18 Desember 2020. Tim berpatroli di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu, Kec. Bandar Laksamana, Kab. Bengkalis Tim yang terdiri dari Bang Ben bersama Bujang Kelana, Windu serta didampingi Security PT. SPM menyusuri kawasan serta melakukan pengecekan ke lokasi menggunakan speedboat milik PT. SPM. Dari hasil patroli, Tim menemukan 3 pondok pekerja illegal logging dalam keadaan kosong di areal buffer zone PT. SPM berjarak sekitar 500 meter ke kawasan SM Bukit Batu. Segera Tim melakukan perusakan pondok dan penyisiran jalan kargo serta melakukan pemasangan rambu larangan di kawasan SM Bukit Batu. Tim juga berkoordinasi dengan Kepala Desa Temiang dan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan tindak pidana Kehutanan illegal logging di kawasan SM Bukit Batu. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pondok “Mangrove Lestari” di Muara Sebuhur SM Pelaihari

Sabuhur, 19 Desember 2020 – Meskipun cuaca mendung dan diselingi hujan pada sore hari tersebut tidak menyurutkan semangat Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dan Tim menuju Muara Sabuhur Suaka Margasatwa Pelaihari dalam rangka meresmikan “Pondok Mangrove Lestari” yang dikelola oleh Kelompok Pantai Baru Binaan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Turut serta dalam Tim adalah Kasubag Tu Balai KSDA Kalimantan Selatan Suwandi, S.Hut, M.A, Kepala Resort SM. Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut beserta Tim Teknis (Maryono, S.AP, Debi Imam Saputra, S.Hut) dan Ketua Kelompok Pantai Baru Bapak Nordin. Sampai di lokasi peresmian Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan dan rombongan langsung disambut oleh anggota kelompok pantai baru. Suasana hangat yang penuh keakraban tetapi tetap menjaga protokol kesehatan mewarnai penyambutan Kepala Balai dan tim disela gerimis yang turun. Acara Peresmian dimulai dengan pembacaan doa sebagai wujud rasa syukur kelompok atas berdirinya Pondok Mangrove Lestari dan selesainya kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove dari BPDAS HL Barito di SM Pelaihari seluas 10 Ha yang dilaksanakan oleh Kelompok Pantai Baru. Dilanjutkan sambutan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan sekaligus meresmikan “Pondok Mangrove Lestari” sebagai pusat informasi dan komunikasi Kelompok Tani Pantai Baru. Dalam Sambutannya Dr. Mahrus menyampaikan dengan adanya Pondok Mangrove Lestari dapat memberikan manfaat bagi kelompok terkait informasi dan komunikasi seputar pelestarian mangrove dan rencana pengembangan ekowisata terbatas di kawasan SM. Pelaihari. Kemudian diharapkan kerjasama antara Balai KSDA Kalimantan Selatan dan Kelompok Pantai Baru selalu dijaga melalui komunikasi yang baik. Terkait perlindungan kawasan Kepala Balai menghimbau agar kelompok turut serta dalam menjaga dan melestarikan kawasan SM. Pelaihari. “Ketika ada Tamu/pengunjung di luar dari warga Muara Sabuhur yang berkunjung perlu mengkomunikasikan kepada pengelola (BKSDA Kalimantan Selatan) serta mengetahui prosuder dan tata masuk kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pelaihari sehingga keselamatan dan kenyamanan bisa terjaga” ujar Mahrus. Setiap pengunjung yang ingin memasuki kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari (Muara Sabuhur) dihimbau untuk mengurus Surat Izin Masuk kawasan Konservasi (SIMAKSI) sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu Perdirjen PHKA Nomor P.7 / IV-Set / 2011 tentang Izin Masuk Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan berharap adanya kerjasama dan saling mendukung antara BKSDA, Pemda Tanah Laut (Dinas Pariwista) dan Kelompok Pantai Baru terkait pengembangan dan pengelolaan ekowisata terbatas di Suaka Margasatwa Pelaihari. Selain itu diharapkan kepada kelompok Pantai Baru harus kompak dan bersatu serta menyiapkan terkait pengembangan wisata tersebut. Diharapkan outcome dari kerjasama ini adalah Konservasi terjaga dan masyarakat bisa menikmati hasil dari usaha jasa wisata yang akan dikembangkan. Untuk ekowisata yang dapat dikembangkan diantaranya : Wisata Susur Sungai dan Pengamatan Satwa (Bekantan, Buaya dan Burung), Wisata Memancing, Wisata Panorama Mangrove, Panorama Pantai, Sunrise dan kuliner serta Wisata Budaya Selesai Peresmian Pondok Mangrove Lestari Kepala Balai dan Tim menyempatkan meninjau lokasi penanaman mangrove yang dilaksanakan oleh Kelompok Pantai Baru. Kemudian dilanjutkan dengan wisata memancing yang menjadi unggulan di wilayah Sungai Sabuhur SM Pelaihari. Salam Konservasi…!!! Salam Bekantan…!!! (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Kepala Resort SM Pelaihari, SKW I, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

BBKSDA Riau Beri Bantuan Bibit Buah di Desa Batu Sanggan

Pekanbaru, 30 Desember 2020. Petugas Resort Bukit Rimbang (Petai) Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin Kepala Resort, bapak AR Azmi melakukan penyerahan bantuan bibit ke masyarakat Desa Batu Sanggan, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar pada Rabu, 23 Desember 2020. Kepala Resort didampingi bang Tamrin Sitinjak, M. Dahrul dan Rikso Yunaldi memberikan bantuan bibit buah dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Desa Batu Sanggan dengan harapan kedepannya dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat. Tim juga berkoordinasi dengan BPDAS Indragiri Rokan dan selanjutnya pihak BPDAS melalui koordinator persemaian menyerahkan bibit untuk penanaman di Desa Batu Sanggan. Bibit buah buahan terdiri dari durian (500 btg), Kepencong (500 btg), Jengkol (500 btg), dan Petai (500btg) dengan total : 2000 btg dalam kondisi Baik Petugas Resort mengantarkan bibit kepada Kepala Desa Batu Sanggan dengan menggunakan 3 perahu piau menuju Batu Sanggan. Tim berharap tanaman dapat tumbuh dengan baik dan produktif serta masyarakat Batu Sanggan semakin peduli pada upaya konservasi di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.673–2.688 dari 11.141 publikasi