Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tim WRU BKSDA Kalteng Evakuasi Primata Endemik Terancam Punah

Muara Teweh, 20 Januari 2021. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) pada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Muara Teweh, Balai KSDA Kalimantan Tengah, menerima penyerahan satwa liar dilindungi undang-undang yaitu Owa-owa atau lebih dikenal dengan Owa Kalaweit (Hylobates muelleri) sebanyak 1 (satu) individu dengan kondisi sehat dari warga yang beralamat di Desa Dirung Lingkin, Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Selasa (19/01/2021). Penyerahan Owa Kalaweit tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat yang diterima oleh call center Balai KSDA Kalteng (08115218500) bahwa ada tetangga di sekitar kediamannya yang memelihara satwa liar dilindungi jenis Owa Kalaweit (Hylobates muelleri). Pemelihara owa kalaweit itu sudah sering kali diberitahu oleh aparat keamanan setempat bahwa satwa tersebut dilindungi oleh undang-undang dan disarankan untuk segera diserahkan, namun pemiliknya tidak pernah bersedia untuk menyerahkan. Oleh karena itu, pelapor berinisiatif melaporkannya langsung kepada pihak Balai KSDA Kalimantan Tengah dan laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan mendatangi kediaman warga yang bersangkutan. Berdasarkan informasi dari pemelihara satwa dilindungi tersebut, owa kalaweit didapatkan dari hutan yang berada di sekitar kediamannya ketika sedang mencari kayu dan telah dipelihara selama kurang lebih satu tahun. Ketika ditemukan, satwa tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan karena ditinggal oleh induknya, kemudian dibawa pulang untuk dijadikan hewan peliharaan. Awalnya, beliau menolak untuk menyerahkan satwa tersebut karena telah dipelihara sedari kecil dan beralasan sudah terlanjur sayang. Namun, setelah diberi penjelasan dan edukasi oleh petugas BKSDA Kalteng yang bersangkutan bersedia untuk menyerahkan satwa tersebut dengan sukarela. Satwa hasil serahan masyarakat tersebut saat ini berada di kandang transit SKW III, Balai KSDA Kalimantan Tengah di Muara Teweh dalam keadaan baik dan sehat. Selanjutnya satwa tersebut akan menjalani proses rehabilitasi untuk mengembalikan sifat liarnya karena kondisinya yang jinak akibat sudah dipelihara dalam jangka waktu yang cukup lama. Owa Kalaweit (Hylobates muelleri) merupakan salah satu primata endemik Kalimantan yang terancam punah. Jumlah populasi kera ini semakin menurun akibat adanya perburuan dan perdagangan liar untuk dijadikan hewan peliharaan. Selain itu, habitat primata ini juga banyak yang hilang akibat deforestrasi hutan dan alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan lahan pertanian masyarakat. Hal tersebut membuat status konservasi Owa-owa menjadi terancam punah oleh IUCN Red List dan masuk ke dalam daftar Appendix I CITIES. Pemerintah Indonesia juga telah mendukung upaya konservasi owa-owa dengan memasukkannya dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Oleh karena itu, Balai KSDA Kalimantan tengah sangat menyambut baik kesadaran masyarakat atas penyerahan satwa liar yang dilindungi undang-undang tersebut, serta menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian masyarakat yang telah berkontribusi terhadap upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi tersebut. Pada kesempatan kali ini, Balai KSDA juga mengajak dan menghimbau kepada semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lagi memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang dan membiarkannya tetap hidup di alam bebas demi keseimbangan ekologis. Karena sebaik-baiknya tempat tinggal adalah rumah dan rumah terbaik untuk satwa liar adalah di alam liar. Sumber : Riska Chairani Yuka, SP - Polisi Kehutanan Balai KSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah III
Baca Berita

Penyelamatan Buaya Terdampak Banjir di Lok Baintan Kabupaten Banjar

Lok Baintan, 20 Januari 2021 – Sosial media dihebohkan dengan beredarnya pesan via whatsapp tentang adanya buaya, ular piton dan biawak peliharaan, yang ditinggalkan pemiliknya mengungsi akibat banjir. Warga Desa Lok Baintan, Kec. Sungai Tabuk, merasa khawatir kalau buaya lepas dan membahayakan warga, sehingga berharap satwa tersebut bisa segera dievakuasi. Atas informasi tersebut, Balai KSDA Kaimantan Selatan (BKSDA Kalsel) menurunkan Tim Rescue (Rudi Pranoto, H.Rizali Rahman, Jarot Jaka M, Jumali dan Gunawan) untuk melakukan pengecekan lokasi dan penyelamatan satwa. Setibanya di lokasi, Tim berkoordinasi dengan Danramil Kec. Sungai Tabuk, Kapolsek Sungai Tabuk dan Camat Sungai Tabuk (Ahmad Rabani, AKS, MSi) terkait informasi kondisi dan akses menuju TKP. Mengingat kondisi TKP yang masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter, dengan bantuan perahu dari Koramil Sungai Tabuk, Tim evakuasi menuju lokasi. Setelah hampir kurang lebih 4 jam, Tim evakuasi yang terdiri dari BKSDA Kalsel, Dirbinmas Polda Kalsel (Kombes Pol. Widiatmoko), Reskrimsus Polda Kalsel, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Koramil Sungai Tabuk, Polsek Sungai Tabuk, dan dibantu Relawan Banjir Kalsel, berhasil mengevakuasi satwa liar berupa Buaya Muara (Crocodylus porosus) sebanyak 1 ekor dan Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) sebanyak 2 ekor. Satwa-satwa tersebut kemudian dibawa ke Kandang Transit BKSDA Kalsel di Banjarbaru. Menurut Kepala BKSDA Kalsel, Dr.Ir.Mahrus Aryadi, M.Sc., penyelamatan satwa liar terdampak banjir merupakan salah satu bentuk konservasi, selain untuk menghindarkan potensi satwa menyerang warga sekitar ketika terlepas, juga untuk mencarikan solusi terbaik bagi kelangsungan hidup satwa kedepan. Dari hasil pengecekan petugas, satwa dalam kondisi sehat dan masih memiliki sifat liar sehingga bisa langsung dikembalikan ke alam. Namun ada juga yang belum siap lepas liar sehingga kemungkinan akan dititipkan ke lembaga konservasi, imbuhnya. (ryn) Sumber : Jarot Jaka Mulyono, S.Hut, M.Sc - Call Center Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Rest Area Cafe Lepa Lio, Fasilitas Penunjang Wisata di Jalur Lintas Ende - Kelimutu

Ende, 20 Januari 2021. Bantuan dalam rangka pemberdayaan masyarakat Taman Nasional (TN) Kelimutu tahun 2020 berupa rest area telah resmi dibuka pada Rabu (20/1). Rest area yang diberi nama Cafe Lepa Lio diberikan kepada Kelompok Remaja Mandiri Community (RMC Detusoko). Lokasi cafe berada di Desa Detusoko Barat, dengan suguhan pemandangan sawah dan pegunungan yang indah, cafe ini menjadi salah satu tempat untuk berisitirahat sejenak. Menikmati hijaunya alam sambil menyeruput secangkir kopi atau teh hangat. Peresmian cafe dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kab Ende, Camat Detusoko, Kepala Desa Detusoko Barat dan Lurah Detusoko. Kepala Balai TN Kelimutu Agus Sitepu mengatakan dengan dibukanya cafe Lepa Lio dapat menjadi fasilitas penunjang wisata di jalur lintas Ende-Kelimutu. Cafe Lepa Lio merupakan rest area yang sudah sejak lama diharapkan bisa menjadi pusat informasi untuk pengembangan obyek wisata yang ada di sekitar kawasan penyangga Kelimutu dan juga dapat membantu kelompok RMC Detusoko menjual produk- produk lokal. Dalam kesempatan yang sama Ketua kelompok RMC Detusoko dan Kepala Desa Detusoko Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai TN Kelimutu yang sudah mendukung pembangunan cafe Lepa Lio melalui program pemberdayaan dan juga kepada tamu yang telah hadir. Bagi yang ingin tahu informasi seputar cafe Lepa Lio, dapat menghubungi CP :081237716520 (Ferdinandus Watu, Kades Detusoko Barat). Atau di website : http://decotourism.id. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

BBKSDA Sumut Terima Beruang Madu dari Masyarakat Tebing Tinggi

Tebing Tinggi, 19 Januari 2021. Seorang warga Tebing Tinggi, Esti Napitupulu, menyerahkan 1 ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus), umur 2 tahun, kepada petugas Tim Respon Reaksi Cepat (TRRC) Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), pada Senin 18 Januari 2021. Dalam keterangannya kepada petugas, Esti Napitupulu, menjelaskan bahwa Beruang Madu tersebut diperolehnya dari Muara Bungo, Jambi, dan sudah dipelihara selama ± 1 (satu) tahun. Namun oleh tetangganya diberitahu bahwa satwa tersebut dilindungi undang-undang, sehingga mendorongnya mencari dan menghubungi call center BBKSDA Sumatera Utara 085376699066. Selanjutnya setelah menerima informasi, Tim TRRC BBKSDA Sumatera Utara segera menuju lokasi guna mengevakuasi satwa tersebut, dan menitipkannya ke Taman Hewan Pematangsiantar pada malam itu juga. Sumber : M.Ali Iqbal Nasution dan Agus Rinaldi, SH. - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Penguatan Fungsi Kawasan, BBKSDA Riau Jajaki Kerjasama Dengan Pemkab Kampar

Pekanbaru, 20 Januari 2021 – Pada Selasa, 19 Januari 2021, Bupati Kampar, Bapak Catur Sugeng Susanto beserta jajarannya melakukan kunjungan ke kantor Balai Besar KSDA Riau. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melakukan rapat evaluasi pelaksanaan kerjasama Tahun 2020 antara Balai Besar KSDA Riau dengan Pemerintah Kabupaten Kampar sekaligus penyusunan RKT Tahun 2021. Rapat pembahasan ini dihadiri juga oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk WRKR. Kerjasama ini bentuk keseriusan Balai Besar KSDA Riau guna mengajak peran serta para pihak dalam menjaga dan melestarikan kawasan konservasi serta keanekaragaman hayati yang berada di Provinsi Riau. Bupati Kampar, Bapak Catur Sugeng Susanto yang didampingi Asisten II Kampar, Kepala Bappeda, Kadis LHK, Kadis PUPR, Kadis Pariwisata dan Kadis PMD terlihat sangat menyimak presentasi progres pembangunan jaringan listrik JTM dan JTR oleh pihak PT PLN (Persero). Semoga kerjasama ini berdampak langsung terhadap kemaslahatan bersama serta dapat meningkatkan penguatan fungsi kawasan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Komunitas Pecinta Alam Khatulistiwa Dairi Jelajahi TWA Danau Sicike Cike

TWA Sicike-cike, 19 Januari 2021.Mengawali tahun 2021, Komunitas Pemuda Pencinta Alam Dairi melaksanakan kegiatan wisata konservasi alam di TWA Danau Sicike-cike, yang diberi nama ”Harmonisasi Manusia Dengan Alam” dengan mengusung tema “Meningkatkan kesadaran individu dalam melestarikan alam sekitar untuk kelangsungan ekosistem”, pada tanggal 16-17 Januari 2021. Berbagai rangkaian acara disuguhkan selama dua hari, dengan menerapkan protokol kesehatan. Pada hari pertama, usai pembukaan dan sambutan selamat datang dari Kepala Resort TWA Danau Sicike-cike, Bergiat Sembiring, dilanjutkan dengan pemaparan materi Konservasi oleh Samuel Siahaan, SP. PEH Pertama pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara mewakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang yang dirangkai dengan pemutaran video pengenalan kawasan TWA Danau Sicike-cike serta kawasan konservasi lainnya yang ada di Indonesia, dan terakhir pertunjukan musik dari perwakilan Komunitas di areal perkemahan Sicike cike. Sedangkan di hari kedua, dilaksanakan kegiatan penanaman pohon di sekitar pintu masuk kawasan, dilanjutkan dengan jelajah TWA Danau Sicike cike, pelatihan refling di air terjun Lae Gumo serta aksi bersih sampah plastik disekitar kawasan. Ketua panitia dari Komunitas Pecinta Alam Khatulistiwa Dairi Yosua Simanjorang didampingi Ketua Khatulistiwa Kevin Perdana Manik, menyebutkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah membangun semangat lingkungan kepada pemuda pemudi Kabupaten Dairi hingga terbangun regenerasi yang berkesinambungan mengingat pentingnya kelangsungan perawatan lingkungan kedepannya. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 45 (empat puluh lima) orang peserta dari Komunitas Pecinta Alam Khatulistiawa Dairi, terdiri dari Anak Rimba Dairi (ARB), Kompas (Komunitas Pecinta Alam Sidikalang), Sekolah Rakyat, Molotov dan SMB (Squad Mountain Dairi). Samuel Siahaan pada akhir acara mengajak seluruh peserta Komunitas Pecinta Alam di Kabupaten Dairi dapat bersinergi dan turut membantu Balai Besar KSDA Sumatera serta Pemerintah Kabupaten Dairi dalam pengembangan Wisata Alam, Bina Cinta Alam dan Kegiatan Konservasi lainnya. TWA Danau Sicike cike sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Dairi setelah Danau Toba di Silalahi dan Taman Wisata Iman terus dikembangkan untuk mendukung Pembangunan 5 Super Pariwisata Nasional, ujar Samuel. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, kepada panitia juga diserahkan berbagai buku Konservasi sebagai bacaan menambah pengetahuan bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Sumber : Samuel Siahaan, SP./PEH Pertama dan Bergiat Sembiring/Kepala Resort TWA Danau Sicike-cike - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Para Penjaga Baru ‘Sang Naga’ di Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, 20 Januari 2021. Balai Taman Nasional Komodo telah kedatangan 5 (lima) orang pemberani yang akan turut menjaga ‘Sang Naga’ Komodo setidaknya selama 10 tahun kedepan. Kelima pemberani tersebut bernama Banu Widyonarko, S.Si (Biologi - Polisi Kehutanan Pertama), Dinda Hamasiya Karima Khash, S.Si (Biologi – Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Yovi Septia (Biologi – Penyuluh Kehutanan Pertama), Agitha Putri BR Bangun (SKMA – Polisi Kehutanan Pemula), dan Firman Nuralam Suryadi (SKMA – Polisi Kehutanan Pemula). Para pemberani ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia diantaranya: DKI Jakarta, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Banten, yang tentunya menambah keragaman budaya yang ada di lingkungan kerja Balai Taman Nasional Komodo. Para jagawana ini akan ditempatkan di resort-resort penjagaan di dalam kawasan sebagai bentuk perwujudan sistem kerja Resort-Based Management (RBM) berdasarkan arahan Direktur Jenderal KSDAE terkait pengelolaan kawasan konservasi efektif. Untuk mendukung hal tersebut, Balai Taman Nasional Komodo sebagai UPT Ditjen KSDAE yang hampir setiap tahunnya mencetak lulusan terbaik dalam Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) – Pusat Diklat SDM LHK menyelenggarakan kegiatan ‘Pengenalan Pengelolaan Taman Nasional Komodo Bagi CPNS Balai Taman Nasional Komodo Angkatan 2020’. Kegiatan ini diselenggarakan selama kurang lebih 14 hari yang terdiri dari pemberian kuliah yang disampaikan oleh para pejabat fungsional tertentu mengenai administrasi masing-masing urusan di lingkup ketatausahaan, skema pengelolaan di lingkup SPTN wilayah, dan kunjungan lapangan ke desa penyangga kawasan. Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kelima anggota baru tersebut akan memperoleh peningkatan etika kerja, ilmu pengetahuan, kreatifitas, dan dapat menyesuaikan pola kerja Taman Nasional Komodo yang penuh tantangan. Pada hari Sabtu (16/1/21) anggota CPNS didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan tim pembinaan CPNS 2021 melakukan kunjungan ke Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat. Desa ini merupakan salah satu desa penyangga kawasan yang memiliki potensi pengembangan desa wisata yang menjanjikan. Anggota CPNS menghabiskan waktu sekiranya selama 12 jam kegiatan untuk berkeliling ke tiga dari empat dusun, menyusuri hutan, sungai dan pantai, menyantap makan siang di persawahan, serta berkesempatan mencoba proses pembuatan kopi bersama warga. Tim pembinaan bermaksud mempertajam rasa empati anggota baru atas dinamika sosial kemasyarakatan di desa dan mengajarkan pola pikir konstruktif untuk dapat merumuskan bentuk dukungan pengembangan yang sesuai dengan harapan masyarakat Desa Golo Mori. Meskipun mayoritas anggota CPNS memiliki latar belakang pendidikan di bidang Biologi dan Kehutanan, Balai Taman Nasional Komodo masih sangat membutuhkan bidang keilmuan lain untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan. Bidang keilmuan yang sangat dibutuhkan diantaranya: Kedokteran Hewan, Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, Hukum, Komunikasi, Ilmu Sosial, Ilmu Komputer dan Geografi. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar pemuda pemudi Indonesia dengan latar pendidikan beragam dapat turut bergabung menjadi bagian dari para penjaga ‘Sang Naga’ Komodo berikutnya. Sumber : Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. - Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Simulasi Pembukaan Wisata Alam TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 18 Januari 2021 - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berencana membuka kembali kegiatan wisata alam yang ada. Sebagai tahap awal, Balai TNWK menggelar simulai kegiatan wisata di masa pandemi corona virus disease (covid-19), Senin (18/1). Simulasi kegiatan wisata dengan menerapkan protokol kesehatan digelar di Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang dibuka oleh Bupati Lampung Timur (Lamtim) Zaiful Bokhari, ST. MM. dan juga dihadiri Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, SIK serta jajaran Forkopimda Lampung Timur. Zaiful Bokhari menjelaskan, simulasi ini dilaksanakan untuk mengecek persiapan Balai TNWK dalam menerima kunjungan wisata dengan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, dari hasil pengecekan hari ini, Balai TNWK telah menyiapkan protokol kesehatan untuk kegiatan wisata mulai dari pintu masuk sampai dengan di Pusat Latihan Gajah seperti, pengecekan suhu tubuh, penyediaan perlengkapan cuci tangan yang tersebar di sejumlah titik sampai dengan penyiapan posko kesehatan. Dilanjutkan, rencana pembukaan kegiatan wisata di kawasan TNWK itu juga sebagai upaya menghidupkan kembali ekonomi masyarakat di desa penyangga. “Sejak penutupan kegiatan wisata di TNWK, perekonomian masyarakat desa penyangga mengalami penurunan, banyak pelaku usaha wisata di sekitar TNWK bahkan Lampung ini yang berhenti,”lanjut Zaiful. Pada kesempatan yang sama Plt. Kepala Balai TNWK, Amri, SH. M.Hum. mengatakan, sejak 11 bulan yang lalu kegiatan wisata di TNWK ditutup dalam rangka mencegagah penyebaran pandemi Covid-19. Ternyata dampak dari penutupan kegiatan wisata ini sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar kawasan yang ekonominya ditopang dari kegiatan wisata TNWK. Dengan mempertimbangkan kepentingan perekonomian masyarakat desa penyangga yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan wisata, maka, Balai TNWK berencana membuka kembali kegiatan wisata alam yang ada di TNWK. “Demi kepentingan masyarakat banyak dan untuk membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi dari sektor wisata, kami bermaksud membuka kembali kegiatan wisata yang ada di TN. Way Kambas dengan protokol kesehatan yang ketat”. Para pengunjung harus tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan (3 M + 1T) dan kami mohon kepada Tim Satgas Covid-19 kabupaten Lampung Timur dapat membantu dalam penegakan protokol kesehatan kepada para wisatawan yang datang, imbuhnya. Kegiatan wisata di TNWK akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat bagi para pengunjung. Pengunjung dari Lampung Timur harus menunjukan surat kesehatan. Kemudian, bagi pengunjung dari luar daerah harus menunjukan surat keterangan bebas Covid-19 yang masih berlaku. Pengunjung juga dilarang bersentuhan langsung dengan satwa yang ada di TNWK. “Untuk menjaga kesehatan satwa yang ada di dalam kawasan TNWK, para pengunjung tidak diperkenankan bersentuhan dengan satwa. Untuk itu kegiatan menunggang gajah yang biasanya menjadi salah satu kegiatan favorit wisatawan, pada masa pandemi ini ditiadakan. Pengunjung hanya boleh melihat atraksi gajah dan berswafoto tanpa menyentuh gajah”terang Amri. “Hasil kegiatan Simulasi ini akan kami usulkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendapatkan persetujuan pembukaan kembali kegiatan wisata alam di TNWK dari ibu Menteri LHK”, imbuhnya. Pada kegiatan simulasi ini diakhiri dengan penandatanganan bersama SOP Kegiatan wisata di TNWK oleh Tim Satgas Covid-19 yang terdiri Bupati sebagai ketua, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan, Kadis Kesehatan dan BPBD sebagai tanda kegiatan wisata di TNWK siap dibuka kembali dengan syarat mematuhi protokol kesehatan sesuai isi SOP yang ada. Sumber: Humas Balai Taman Nasional Way Kambas
Baca Berita

Tana Bentarum Ikuti Indonesian Lake Conservation Program

Putussibau, 18 Januari 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama instansi terkait Kabupaten Kapuas Hulu mengikuti training dan bimbingan teknis tentang pengelolaan danau. Training dan bimbingan teknis ini dilaksanakan di Ruang Aula Kantor Balai Besar Tana Bentarum yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai dari tanggal 18 sampai dengan 22 Januari 2021. Selain diikuti oleh pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Besar Tana Bentarum, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari beberapa Instansi Pemerintah terkait yang ada Kabupaten Kapuas Hulu seperti BAPPEDA, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perikanan, Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya, KPH Kapuas Hulu Utara, KPH Kapuas Hulu Selatan, dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Training dan bimbingan teknis yang bertajuk Indonesian Lake Conservation Program ini merupakan wujud konkrit kerjasama bilateral antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, yang secara teknis diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal PDASHL bekerja sama dengan International Lake Environment Committee Foundation (ILEC) dan diikuti sebanyak 808 peserta di seluruh Indonesia. Selain untuk menambah pengetahuan, training ini juga merupakan suatu kesempatan untuk memahami pentingnya peran masing – masing pihak baik pusat maupun daerah dalam menyelamatkan ekosistem danau baik pada tataran kebijakan maupun teknis. Training dan bimbingan teknis ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal PDASHL, Hudoyo. Dalam sambutannya, Hudoyo berpesan agar seluruh instansi dapat bekerja sama sesuai dengan tugas dan fungsi masing – masing guna mewujudkan kinerja yang konkrit untuk mencapai danau yang sehat dan masyarakat yang sejahtera. “ Dalam pengelolaan danau, lingkup pengelolaannya tidak hanya di badan air saja, tetapi juga daerah tangkapan air atau daerah aliran sungainya. Tidak hanya terkait air dan bentang lahan, tetapi juga kehidupan masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu, perlu sinergitas kerjasama multipihak dalam mewujudkan hal tersebut,” imbuh Hudoyo. Sebagaimana diketahui di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat banyak danau yang terdiri dari Danau Sentarum berupa Taman Nasional, juga Danau Lindung yang dikelola oleh masyarakat. Danau yang unik di Kapuas Hulu sebagian besar adalah Danau Paparan Banjir dan Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake) yang sangat dipengaruhi oleh air hujan dan sumber air dari hulu Sungai yang mengalami kekeringan ketika musim kemarau. Training dan bimtek ini bukan hanya untuk Taman Nasional saja tetapi seluruh para pihak yang juga bagian dari Cagar Biosfer Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kapuas Hulu. Ditempat terpisah, Arief Mahmud selaku Kepala Balai Besar Tana Bentarum mengatakan bahwa training dan bimtek ini sangat penting untuk diikuti oleh Balai Besar Tana Bentarum dan Pemerintah Daerah yang ada di Kapuas Hulu dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pengetahuan personil dalam pengelolaan danau. “Di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) sehingga outcome kegiatan training dan bimbingan teknis pengelolaan danau ini kedepan adalah dapat mendukung pengelolaan TNDS yang lebih efektif dan professional“, pungkasnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Aduan Masyarakat Melalui Sosmed, BKSDA Sulteng Evakuasi Kus-Kus

Palu, 18 Januari 2021. Balai KSDA Sulawesi Tengah pada tanggal 13 Januari 2021 menerima laporan masyarakat melalui Media Sosial Instagram mengenai penemuan satwa kus-kus (Ailurops ursinus) di kebun milik salah seorang warga yang beralamat di Kelurahan Mamboro Kecamatan Palu Utara Prov. Sulawesi Tengah. Sebagaimana diketahui bahwa satwa kuskus ini adalah salah satu jenis satwa yang dilindungi. Berdasarkan laporan tersebut, Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Ir. H. Hasmuni Hasmar, M.Si memerintahkan tim WRU (Wildlife Rescue Unit) mengevakuasi satwa kus-kus tersebut kemudian dibawa ke kandang transit Balai KSDA Sulawesi Tengah untuk selanjutnya akan dilepasliarkan kembali ke alamnya setelah beberapa lama berada di kandang transit. Meningkatnya aduan/laporan masyarakat ke Balai KSDA Sulawesi Tengah baik melalui call center maupun media sosial lainnya, merupakan salah satu indikator bahwa masyarakat mulai memahami dan mengerti mengenai konservasi dan jenis-jenis satwa yang dilindungi. Semoga kedepannya masyarakat Sulawesi Tengah pada khususnya menjadi mitra dalam pengawasan pengelolaan konservasi dan satwa liar Indonesia tetap lestari saat ini dan di masa depan. Sumber : Tim Media Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Warga Lau Dendang, Serahkan Kucing Hutan Ke BBKSDA Sumatera Utara

Doni Prima, warga Lau Dendang menyerahkan Kucing Hutan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara Medan, 18 Januari 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali menerima penyerahan satwa liar dilindungi jenis Kucing Hutan (Felix bengalensis) dari Doni Prima, profesi guru, warga Jl. Surya Haji Lau Dendang, Sumatera Utara, pada Jumat 15 Januari 2021, bertempat di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Dalam penjelasannya kepada petugas, kucing hutan tersebut ditemukannya di jalanan disekitar jalan Binjai – Stabat, pada Kamis 31 Desember 2020, dalam kondisi sakit. Merasa iba melihat kucing hutan tersebut, Doni Prima kemudian membawanya pulang dan merawat satwa tersebut selama lebih kurang 15 hari. Dalam masa perawatan tersebut, Doni aktif mencari informasi institusi atau lembaga mana yang berwenang untuk merawat lebih lanjut serta mengembalikan ke habitatnya, dengan maksud akan menyerahkan satwa tersebut. Setelah mendapat informasi yang akurat, akhirnya Doni menghubungi Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan menyerahkan kucing hutan tersebut. Setelah menerima penyerahan dari Doni Prima, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera mengevakuasinya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit, untuk diobservasi dan dirawat serta direhabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan. Sumber : Ani, SP. - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

KLHK Turunkan Tim Tadar Bantu Korban Gempa Sulbar

Mamuju, 18 Januari 2021 – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerjunkan Tim gabungan lingkup Sulawesi Tanggap Darurat (TADAR) di lokasi pengungsian pasca Gempa Bumi 6,2 SR pada hari Jumat 15 Jan 2021 pkl 01.28 WIB di arah 6 Km Timur Laut Kab Majene Prov Sulbar dengan kedalaman 10 km Kabupaten Majene berjarak 2,5 dari titik gempa. Tim Tanggap Darurat Sulbar mengumpulkan data info kerusakan dan korban bencana Data terakhir setelah proses SAR diperkirakan korban meninggal hampir mencapai 81 orang akibat reruntuhan bangunan. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Thomas dalam pers rilisnya “Bantuan donasi terkumpul berasal dari 6 UPT KLHK Sulsel (BPDAS HL JS, BPTH, BPKH Gakkum SMKK dan BBKSDA Sulsel) sebesar Rp 42 juta. sedang bantuan dari Paguyuban KaBALAI DAS se-Indonesia Rp. 30 juta. Bantuan dalam bentuk Cash dan bentuk Bantuan Bahan Makanan, Selimut, tikar, terpal, obat-obatan dan keperluan perempuan serta bayi dan anak.” Terang Thomas. “Terkait mobilisasi Solidaritas Rimbawan Tim Tanggap Darurat Bencana UPT KLHK Sulsel sebanyak 17 unit mobil bantuan bergerak menuju Mamuju hari Sabtu 16 Januari 2021 pkl 14.00 WITA dari POSKO TADAR Bencana Gempa KLHK di Makassar di Kantor BPDAS HL berjalan aman dari penjarahan karena kawalan sat-lantas Polda Polewali Mandar” tambah Thomas. Kepala Resor Mamuju Busman dan salah satu staf di Mamuju tidak luput dari bencana ini. Ditemui di lokasi pengungsian rumah kepala resor Mamuju rusak berat dan Stafnya ibu Rahmi sedang mengungsi di rumah kerabat di daerah yang lebih tinggi untuk mengantisipasi gempa susulan. Sampai berita ini ditulis akses jalan dari Majene-Mamuju kembali terputus akibat longsor di Desa Onang Kec Tubo Sendana. Adapun info terkini 18 januari 2021 dari BNPB ± 27.850 orang mengungsi di Kabupaten Majene di 25 titik pengungsian Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa, Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kec. Ulumanda dan Kec. Malunda dan Kec. Sendana.dan di Mamuju ada 5 titik di Kecamatan Mamuju dan Kec. Simboro. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung jawab Berita : Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel - Murniaty. S.Hut (0888-0412-9757) Informasi Lebih Lanjut : Call-Center BBKSDA Sulsel - Rudy Ashadi, S.Hut (0811-4600-883)
Baca Berita

Perangkat Daerah Kabupaten Cianjur Tinjau Pelaksanaan Protokol Covid-19

Cibodas, 15 Januari 2021 - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) mendapat kunjungan dari Perangkat Daerah Kabupaten Cianjur yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur (Dodit Ardian Pancapana) dan jajarannya, serta sekitar 20-an orang aparat desa sekitar. Maksud kunjungan dalam rangka Sosialisasi Protokol Penanganan Covid-19. Acara diawali dengan Sholat Jum’at berjamaah di Mesjid Al-Ikhwan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan Covid-19. Selanjutnya Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur menyampaikan Protokol Penanganan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Cianjur. Dodit menghimbau agar masyarakat khususnya pegawai lingkup Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat lebih meningkatkan kesehatan dan bekerja dengan tetap menjaga protokol kesehatan guna untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, selain itu beliau menyampaikan beberapa point penting, diantaranya: Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Wahju Rudianto) mengapresiasi atas kunjungan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur beserta jajarannya dalam sosialisasi protokol penanganan Covid-19, hal ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan gaya hidup sehat serta memutus rantai penyebaran Covid-19. “Tetap Lakukan Protokol Kesehatan Covid-19” Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks: Randi | Foto: Harry A. Sahara
Baca Berita

Balai TN Meru Betiri Ajak Masyarakat Sarongan Peduli Alam dan Kesehatan

Jember, 15 Januari 2020. Kondisi curah hujan yang cukup besar di awal tahun ini menjadi potensi rawan bencana di wilayah sekitar Taman Nasional (TN) Meru Betiri, terutama di areal kawasan yang terbuka. Sehingga Kamis 14 Januari 2020, Balai TN Meru Betiri mengajak masyarakat Desa Sarongan untuk melakukan penanaman pohon di Blok Dam Resort Rajegwesi sebanyak 200 pohon jenis Trembesi. Menurut Kepala Balai TN Meru Betiri, Maman Surahman kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kembali ekosistem sehingga tidak berdampak negatif terhadap desa peyangga di sekitar kawasan. "Kawasan TN Meru Betiri merupakan catchment area, sehingga tanaman yang kita tanam akan menyimpan air dan berdampak positif bagi masyarakat". kata Maman. Tidak hanya oleh Staf TN Meru Betiri kegiatan ini juga melibatkan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan TN Meru Betiri, Polsek Pesanggaran, Kelompok masyarakat binaan TN Meru Betiri seperti Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (MER), Forum Sukamade Ecotourisme Services (Forses), Gerakan Pemuda Sarongan (GPS), Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP), dan Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GEMES). Tidak hanya penanaman pohon TN Meru Betiri juga melakukan pembagian masker sebanyak 500 buah di pasar Sarongan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. "Di masa pandemi ini, masyarakat kita harapkan juga memperhatikan kesehatan karena kenaikan penyebaran covid-19 masih cukup tinggi", kata Maman. Diakhir acara Kepala Balai TN Meru Betiri juga menyerahkan secara simbolis akte notaris dan SK Kemenkumham kepada kelompok binaan GPS dan SPKP Wana Wira Sejahtera. Diharapakan kelompok ini menjadi agen-agen perubahan dalam kegiatan konservasi. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Tingkatkan Kualitas SDM, BBKSDA Riau Gelar Pelatihan Data Spasial

Pekanbaru, 15 Januari 2020 – Balai Besar KSDA Riau dan Fauna & Flora International - Indonesia Programme mengadakan fasilitasi penyusunan peta kerawanan konflik satwa dan sebaran satwa liar dengan pemodelan MaxEnt pada Kamis, 14 Januari 2021. Acara dibuka Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono. Saat sambutan beliau menyampaikan harapannya bahwa kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dalam penyajian data spasial terutama tentang konflik satwa dan sebaran satwa liar. Pelatihan ini dilakukan dalam rangka mendorong pengelolaan kawasan yang sejalan dengan cara baru pengelolaan konservasi, yaitu bahwa pengelolaan kawasan konservasi berbasis pada data dan metodologi yang ilmiah dengan dukungan penerapan teknologi. Dalam pelatihan ini, peserta juga disuguhkan pengelolaan data spatial dengan menggunakan pemodelan Maxent dengan harapan sebagai pengelola dapat mengetahui prediksi lokasi-lokasi dengan tingkat kerawanan konflik satwa liar yang tinggi serta pola penyebaran satwa liar. Menggali ilmu harus terus dilakukan untuk menambah wawasan dan keterampilan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penemuan Batang Kayu Meranti Olahan di CA Bukit Bungkuk

Pekanbaru, 15 Januari 2020 – Menjaga hutan yang tersisa adalah tugas bersama. Karena kelestarian hutan memberikan banyak penghidupan kepada makhluk disekitarnya. Penebangan liar adalah salah satu penyebab terjadinya kerusakan hutan. Pada Senin, 11 Januari 2021, petugas Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin oleh Kepala Resort Salman Yasir menuju Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Petugas melakukan patroli di kawasan CA. Bukit Bungkuk yang termasuk ke dalam wilayah Desa Bukit Melintang. Pada awal patroli, Petugas Resort Kampar tidak menemukan adanya tanda-tanda aktivitas penebangan liar. Namun, ketika petugas menuju ke arah Lubuk Sati, ditemukan beberapa batang kayu meranti olahan. Kayu tersebut langsung diangkut ke dalam mobil untuk dijadikan barang bukti. Petugas melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan aktivitas penebangan liar maupun perambahan di kawasan CA. Bukit Bungkuk, agar tidak dilakukan penegakan hukum. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.641–2.656 dari 11.141 publikasi