Sabtu, 16 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Yogyakarta Bersama Direktorat Polairud POLDA DIY Kembali Tertibkan Kepemilikan Satwa Dilindungi

Yogyakarta 27 Januari 2021. Balai KSDA Yogyakarta kembali berkolaborasi dengan Direktorat Polairud Polda DIY menertibkan kepemilikan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dilindungi jenis buaya muara (crocodylus porosus) pada hari Selasa (26/01/21). Lokasi kejadian berada di wilayah kerja Resort Sleman dan dari tangan pemilik satwa dilindungi tersebut dilakukan penyitaan 1 (satu) ekor buaya muara dengan ukuran panjang 120 cm dalam kondisi hidup. Proses hukum terhadap pemilik satwa ditangani oleh Direktorat Polairud POLDA DIY sementara barang bukti satwa buaya muara ditampung di SFF Bunder. Menanggapi kejadian kepemilikan buaya muara dan perdagangan buaya muara yang terjadi pada waktu yang berdekatan ini, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menginstruksikan stafnya untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait kepemilikan satwa dilindungi. “Kejadian kepemilikan satwa dilindungi dan perdagangan satwa dilindungi dalam waktu yang berdekatan ini cukup memberikan bukti bahwa sosialisasi belum berjalan secara optimal. Masyarakat belum mengetahui sepenuhnya mengenai dampak memelihara satwa dilindungi ini. Saya minta polhut di lapangan dapat lebih meningkatkan peran sosialisai agar kedepan kepemilikan terhadap satwa dilindungi dapat berkurang secara signifikan.” ujar nya. Lebih lanjut, M. Wahyudi menyampaikan apresiasinya kepada Tim Polda DIY. “Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Ditpolairud Polda DIY yang telah secara serius menangani kasus pelanggaran bidang kehutanan ini. Kami menyadari penyelesaian kasus pelanggaran bidang kehutanan ini tidak dapat dilakukan sendiri dan butuh kerjasama dari para pihak terkait seperti Polda DIY.” Tutup M. Wahyudi. Sumber : Uut Budiarto - Polhut Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Gelar Pelatihan Menembak Bagi Polisi Kehutanan

Putussibau, 28 Januari 2021 - Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan penggunaan senjata api, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bekerjasama dengan Polres Kapuas Hulu gelar pelatihan menembak bagi Polisi Kehutanan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 27 s/d 28 Januari 2021. Kegiatan ini terbagi ke dalam dua sesi yaitu sesi pemberian materi Penggunaan Senjata Api serta Tata Cara Pemeliharaan Senjata dan sesi praktek pelatihan menembak. Peserta pelatihan terdiri dari Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional Polisi Kehutanan yang secara keseluruhan berjumlah 52 (lima puluh dua) orang. “ Polhut harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya dalam mendukung tugas fungsi perlindungan dan pengamanan Kawasan baik kemampuan teknis maupun fisik. Kemampuan penggunaan dan pemeliharaan senjata api ini merupakan salah satu upaya kita dalam peningkatan kemampuan teknis bagi Polhut.” ungkap Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar TaNa Bentarum dalam sambutan pembukaan pelatihan Kepala Bidang Teknis Konservasi memberikan pembekalan dalam kegiatan pelatihan menembak ini “Dalam menunjang tugas dan fungsi perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, seorang Polhut harus dapat memahami dan menguasai penggunaan senjata api. Kemampuan seorang Polhut harus terus ditingkatkan untuk menunjang tugas dan fungsi dalam menjalankan tugas di lapangan” jelas Ardi Andono, S.T.P., M.Sc. Pemberian materi pelatihan dilakukan oleh Tim Instruktur Polres Kapuas Hulu yang dipimpin oleh Kasubbag Sarpras Polres Kapuas Hulu Iptu Alindaya. Materi yang disampaikan berupa materi Standar Prosedur Penggunaan Senjata Api dan materi Praktek Bongkar Pasang Senjata Api jenis PM1-A1 yang meliputi teknik pembawaan senjata api dan latihan dasar persiapan menembak. Untuk kegiatan praktek menembak sendiri dilaksanakan di lapangan tembak Polres Kapuas Hulu dengan masing-masing peserta diberikan 13 (tiga belas) peluru. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum
Baca Berita

Bersama MMP SM Sermo, Petugas Resort Kulon Progo Evakuasi Pohon Tumbang

Yogyakarta 27 Januari 2021. Musim penghujan dengan intensitas tinggi yang tengah berlangsung saat ini memberikan dampak terhadap kemungkinan terjadinya pohon tumbang termasuk juga di kawasan Suaka Margasawa (SM) Sermo. Kawasan yang merupakan eks Hutan Produksi di DIY ini berlokasi di Kokap Kulonprogo dengan keberadaan jalan kabupaten yang membelah kawasan dantelah ada sejak sebelum kawasan ditunjuk menjadi suaka margasatwa. Di pertengahan Bulan Januari ini, 4 (empat) orang petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) Kulon Progo Balai KSDA Yogyakarta bersama-sama dengan 3 (tiga) anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) SM Sermo melakukan evakuasi pohon tumbang yang ditemukan di dalam kawasan. Evakuasi segera dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakan atau korban masyarakat yang melintasi kawasan SM Sermo tersebut. Kejadian pohon tumbang berada di 4 (empat) titik blok perlindungan eks petak 23 dan 24, dengan jenis pohon pinus dan akasia. Untuk jenis pinus mengingat kondisi pohon sudah rusak sehingga pengamanan pohon tumbang dilakukan di sekitar tempat pohon itu tumbang dan di jurang sekitar SM Sermo. Sementara itu untuk jenis akasia, diamankan di pos jaga gemulung. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi mengingatkan anggota resort di lapangan untuk melakukan patroli kawasan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari pohon tumbang di kawasan. “Kawasan SM Sermo yang terdapat pohon-pohon tua dan lapuk perlu di identifikasi dengan cermat, terlebih lagi jika lokasinya berada di sekitar akses jalan yang dilalui masyarakat. Jangan sampai kejadian pohon tumbang membahayakan masyarakat sekitar kawasan tersebut. Untuk itu saya minta personil Resort Konservasi Wilayah Kulon Progo dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar mewaspadai kemungkinan pohon tumbang akibat intensitas hujan yang tinggi dan angin yang kencang.” Tutup M. Wahyudi. Sumber : Purwanto - Pohut Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Komunitas Gowes Sepeda Klasik Jelajahi TWA Sibolangit

Sibolangit, 25 Januari 2021. Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit kedatangan tamu istimewa dari komunitas sepeda Federal Reborn Medan dan Sekitarnya (FREMANS), pada Minggu 24 Januari 2021, yang ingin menjajal jalur interpretasi di dalam kawasan TWA Sibolangit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. Komunitas ini dipandu Kepala Resot TWA Sibolangit Samuel Siahaan, S.P, menjelajahi jalur interpertasi dengan bersepeda sambil menyempatkan berphoto di hutan yang instagrambel. Kegiatan yang sering dilakukan adalah bersepeda sambil piknik ke tempat tempat yang alami seperti sungai, pantai dan pegunungan. Pada beberapa kesempatan juga melakukan kegiatan bikecamp (bersepeda sambil camping) baik di awal, pertengahan, dan akhir tahun. "Alhamdulillah kami juga sering melakukan aksi sosial. Dengan bersepeda kita menjadi sehat. Menikmati keindahan alam mampu membantu kita merasa lebih sehat dan bugar," ujar ketua Ade Bucex, yang sampai saat ini telah beranggotakan 60 orang sejak berdiri dari 28 Oktober 2017. Pada akhir acara, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit menyempatkan penyuluhan singkat tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di TWA Sibolangit. Bagi kamu para Komunitas Sepeda Gowes, silahkan mampir ke TWA Sibolangit, dibuka setiap hari. Sambil berolahraga dapat juga edukasi konservasi dan lingkungan. Sumber : Samuel Siahaan, SP/PEH Pertama-Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Partisipasi Balai Taman Nasional Kutai dalam Asian Waterbird Census 2021

Bontang, 26 Januari 2021. Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Kutai kembali berpartisipasi dalam kegiatan Asian Waterbird Census (AWC) 2021 yang tahun ini dilaksanakan selama bulan Januari sampai dengan Februari 2021. Tahun ini merupakan tahun ke-5 keikutsertaan Balai Taman Nasional Kutai dalam kegiatan Asian Waterbird Census tersebut. Pemantauan burung air ini bertujuan untuk mengetahui populasi burung air yang terdapat di Taman Nasional Kutai dan sekitarnya, sekaligus untuk memantau kondisi habitat burung air tersebut. Pemantauan burung air tahun 2021 ini dilakukan di 11 lokasi yaitu di ex lapangan golf PT Pertamina Sangkima, persawahan Sangkima, persawahan Teluk Lombok, pantai Teluk Lombok, Sungai Nipah, rawa Sangatta Selatan, persawahan Sangatta Selatan, Telaga Bening Teluk Pandan, Lengadai, Bontang Mangrove Park, dan Guntung. Dalam pemantauan ini berhasil dijumpai 24 jenis burung air, termasuk beberapa jenis burung migran. Jenis-jenis burung air yang dijumpai pada pemantauan kali ini adalah: bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), pecuk-ular asia (Anhinga melanogaster), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul perak (Ardea intermedia), cangak besar (Ardea alba), kuntul karang (Egretta sacra), cangak merah (Ardea purpurea), kokokan laut (Butorides striata), blekok sawah (Ardeola speciosa), gagang-bayam belang (Himantopus leucocephalus), gajahan pengala (Numenius phaeopus), trinil semak (Tringa glareola), trinil kaki-hijau (Tringa nebularia), trinil pantai (Actitis hypoleucos), cerek kalung-kecil (Charadrius dubius), itik benjut (Anas gibberifrons), belibis polos (Dendrocygna javanica), mandar besar (Porphyrio porphyrio), mandar-padi kalung-kuning (Hypotaenidia philippensis), kareo padi (Amaurornis phoenicurus), bambangan kuning (Ixobrychus sinensis), bambangan merah (Ixobrychus cinnamomeus), dan bambangan hitam (Ixobrychus flavicollis). Jumlah burung air yang dijumpai mencapai 1.061 ekor, dengan jumlah jenis terbanyak adalah kuntul kecil (Egretta garzetta). Data burung air tersebut selanjutnya disampaikan kepada Wetland Internasional Indonesia selaku koordinator pelaksanaan Asian Waterbird Census. Dengan dilaksanakannya kegiatan Asian Waterbird Census setiap tahun, Balai Taman Nasional Kutai bisa terus memantau keberadaan burung-burung air yang ada di wilayah Taman Nasional Kutai dan sekitarnya, serta burung-burung migran yang singgah di lokasi pemantauan. Selama kegiatan berlangsung, tim juga sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang dijumpai untuk menjaga habitat burung air dan tidak melakukan perburuan terhadap burung-burung tersebut.# Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

BKSDA Kalbar Lepas Ekspor Perdana Akar Laka Ke Cina

Pontianak, 22 Januari 2021. Bertempat di dermaga peti kemas Pelabuhan Dwikora Pontianak, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) melepas ekspor Akar Laka (Dalbergia parviflora) ke Cina. Ekspor ini merupakan pertama kalinya setelah jenis Akar Laka masuk dalam Appendiks II CITES dan pemanfaatan diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA Kalbar ke CV. Borneo Kalimantan Barat. Sebanyak 11.500 kg Akar Laka secara resmi dilepas oleh Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, M.T. menuju Negara Cina. Hadir menyaksikan acara pelepasan ekspor perdana ini antara lain dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XII Pontianak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, PT. Pelindo II Pontianak, KPP Bea Cukai Pabean B Pontianak, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak, Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak, Balai PDASHAL Kapuas, BPKH Wilayah III Pontianak, BPHP Wilayah VIII Pontianak serta Unsur POLRI. Dalam sambutannya, Sadtata mengatakan bahwa Akar Laka merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berdasarkan perjanjian internasional mengenai perdagangan jenis – jenis tumbuhan dan satwa yang terancam punah CITES masuk dalam kategori Apendiks II. Sehingga dalam pemanfaatannya harus memenuhi syarat-syarat yang ketat serta sesuai jumlah kuota yang ditetapkan oleh LIPI. Untuk Tahun 2021 ini, Kalimantan Barat mendapatkan kuota stok gudang Akar Laka sebesar 100.000 kg yang terdiri dari kuota untuk dalam negeri sebesar 5.000 kg dan kuota ekspor sebesar 95.000 kg. Akar Laka merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang mempunyai prospek menjanjikan dalam perdagangan. Berbagai olahan dari Akar Laka yang berukuran besar dibuat berbagai macam hiasan seperti gelang, kalung atau tasbih. Bagi masyarakat etnis tertentu, Akar Laka yang berupa serpihan dijadikan bahan untuk dupa yang digunakan dalam peribadatan, diyakini juga mempunyai khasiat tertentu bagi sebagian masyarakat. Jenis tumbuhan merambat/liana ini tumbuh dengan baik di pinggiran sungai atau perairan ini banyak terdapat di wilayah Kalimantan Barat. Sumber akar laka yang diekspor saat ini berasal dari masyarakat di wilayah Sandai Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sambas. Melalui ekspor perdana kali ini kita ingin menunjukkan bahwa Sumber Daya Alam yang ada di Kalimantan Barat khususnya Akar Laka tetap dapat memberikan manfaat langsung melalui penambahan ekonomi bagi masyarakat sebagai pengumpul serta pemasukan devisa negara dengan tetap memperhatikan aspek kelestariannya. Work Fun, Stay Productive Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat BKSDA KALIMANTAN BARAT: Jl. A Yani 121 Pontianak Kalimantan Barat 78124 TElp (0561) 735635; 760949 / Fax. (0561) 747004 Call Center: 08115776767
Baca Berita

Nilvatana Kumbang-padi di TN Batang Gadis

Panyabungan, 26 Januari 2021. Niltava kumbang-padi termasuk salah satu burung yang tercatat keberadaannya di kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis. Burung ini termasuk jenis yang individual sehingga lebih sering terlihat sendiri atau berpasangan dari pada berkelompok, menghuni tumbuhan strata bawah yang rimbun di hutan perbukitan dan pegunungan atau sekitar aliran sungai. Makanan utama burung ini berupa serangga hutan dan tidak terlalu takut dengan kehadiran manusia. Tercatat ada beberapa jenis burung Niltava yang tersebar di Asia. Namun yang terdapat di Indonesia hanya 2 spesies, yaitu niltava kumbang-padi atau large niltava (Niltava grandis) dan niltava Sumatera atau rufous-vented niltava (Niltava sumatrana). Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Berita

Tim Gabungan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Burung Tanpa Dokumen

Jambi, 22 Januari 2021. Bermula dari patroli Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort (Polres) Muaro Jambi yang berhasil mengamankan peredaran burung gelatik batu (Parus major) dan ciblek (Prinia inormata) di Jalan Raya Sengeti Kabupaten Muaro Jambi. Mengetahui hal itu, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi langsung melakukan tindaklanjut terhadap informasi tersebut. Dari hasil pengamanan, ditemukan burung gelatik batu yang diletakkan dalam 14 box plastik berjumlah 350 ekor dan burung ciblek dalam 103 box plastik berjumlah 2.575 ekor pada mobil minibus. Berdasarkan pengakuan sopir minibus, burung-burung tersebut dibawa dari perbatasan Riau ke Kota Jambi. Petugas dari tim BKSDA, Endang Sunandar mengatakan bahwa, “Setelah kami lakukan pengecekan, burung-burung di dalam box ini dalam kondisi sehat dan baik.” Ujar Endang. Burung ciblek dan burung gelatik batu merupakan satwa tidak dilindungi undang-undang dan non-appendiks Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), namun peredarannya harus dilengkapi oleh dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN). Bapak Rahmad Saleh, S.Hut., M.Si selaku kepala BKSDA Jambi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, beliau mengatakan bahwa “Balai KSDA Jambi menerima laporan bahwa ada ratusan burung tanpa dokumen dibawa dari Provinsi Riau ke Provinsi Jambi yang telah berhasil diamankan oleh Polres Muaro Jambi. Burung-burung ini telah dilepasliarkan pada habitat alami yang sesuai di Provinsi Jambi. Burung-burung ini memiliki peran yang besar dalam menjaga kestabilan ekosistem di alam, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian Sumber Daya Alam (SDA)" ujarnya. Burung gelatik batu dan burung ciblek memiliki ciri berukuran kecil (13 cm). Burung gelatik batu memiliki kepala dan kerongkongan hitam, kecuali bercak putih mencolok disisi muka yang tersebar. Sedangkan burung ciblek hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun serta sayap dengan dua garis putih, dan ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih. Burung gelatik batu dan burung ciblek berhabitat di hutan primer dan sekunder di dataran rendah serta perbukitan. Mereka tersebar pada ketinggian 200-1000 m dpl. Burung-burung ini merupakan hewan pemakan serangga. Pada umumnya, burung gelatik batu dan burung ciblek mengkonsumsi serangga yang bersifat hama, sehingga dapat dijadikan sebagai pengendali hama alami yang berperan penting dalam ekosistem di habitatnya. Sumber : Humas Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Goa Karst Bolo Poniki di Desa Penyangga SM Lombuyan BKSDA Sulteng

Palu, 25 Januari 2021. Goa Karst Bolo Poniki, salah satu Goa yang terletak di Desa Salodik yang merupakan desa penyangga kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Lombuyan berjarak sekitar 28 km dari Kota Luwuk Kab. Banggai dan hanya 200 m dari kawasan Suaka Margasatwa Lombuyan. Terdapat ornamen stalagtit dan stalagmit dan juga pilar yang memberikan keindahan tersendiri. Seperti kita ketahui bahwa di dalam goa karst, ada bentuk batuan yang mengalami proses yang kemudian disebut stalaktit dan stalakmit. Dan proses pembentukan tersebut berlangsung sangat lama. Kawasan karst berfungsi sebagai jalan bagi aliran sungai bawah tanah. Selain itu, menjadi tempat bagi tumbuhan khas dan binatang seperti walet dan kelelawar pemakan serangga yang berfungsi sebagai penyeimbang ekologi. Fauna yang terdapat di dalam Goa Karst Bolo Poniki antara lain kelelawar, jangkrik, laba-laba, cacing dan lipan. Karst merupakan bagian dari ekosistem, tangki raksasa penyimpan air bawah tanah, habitat berbagai jenis flora dan fauna langka, kawasan mineral tak terbarukan, wilayah kunci untuk mengetahui sistem hidrologi kawasan. Dengan segala fungsinya tersebut, wajar jika penting untuk menjaga pelestarian kawasan karst di Indonesia, juga di seluruh dunia. Sumber : I Nyoman Ardika, KPHK Bakiriang - Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Kabar Baik, Benih Meranti Di CA Martelu Purba Berkecambah Kembali

Martelu Purba, 21 Janauri 2021. Setelah sekitar 5 tahun pohon meranti di Cagar Alam (CA) Martelu Purba tidak berbunga/berbuah, di pertengahan bulan Oktober 2020 saat petugas Resort CA. Martelu Purba melaksanakan patroli rutin, menemukan bunga/buah meranti yang sudah jatuh sebanyak 9 (sembilan) buah. Bunga ini jatuh sebelum waktunya diperkirakan karena tiupan angin yang cukup kencang. Selanjutnya, penemuan bunga meranti juga diinformasikan oleh dosen Universitas Sumatera Utara Sdr. Ahmad Baiquni Rangkuti, S.Hut, M.Si, dkk pada tanggal 20 Oktober 2020, dalam kegiatan Penelitian Dosen Pemula dengan judul Aspek Ekologi dan Keragaman Genetik Meranti Merah (Shorea platyclados) di Sumatera Utara di kawasan Cagar Alam Martelu Purba, menemukan bunga meranti sebanyak 8 (delapan) buah. Kondisi bunga meranti yang ditemukan sudah lebih tua dengan ciri-ciri morfologi sayap bunga sudah didominasi warna kecoklatan dan ukurannya sudah panjang dan lebar, buahnya udah berwarna hijau tua dan ukurannya sudah lebih besar dan jika dipencet sudah terasa agak keras. Pada pelaksanaan patroli rutin petugas resor berturut-turut dari tanggal 8 Desember 2020 sampai terakhir tanggal 20 Januari 2021 ditemukan bunga/buah meranti yang sudah berkecambah sebanyak 14 (sebelas) buah dengan jarak yang berdekatan dalam luasan ± 1 M2, ada yang sudah mencapai tinggi 8 cm. Sebagai informasi tambahan, bahwa meranti yang tumbuh di Cagar Alam Martelu Purba adalah meranti hasil tanaman. Berdasarkan Berita Acara Klarifikasi Penanaman Meranti di Kawasan Hutan Martelu Purba tanggal 13 April 2016 diperoleh keterangan dari warga Nagori Purba Tongah yang dahulunya ikut menanam yaitu Bpk. Janna Purba, Bpk. Bonarsius Purba Siboro, dan ibu Dongmauhur Br. Damanik bahwa penanaman meranti dilaksanakan tahun 1948 hingga 1952 dibawah pengawasan Tuan Depari selaku Kepala Kehutanan di Pematangsiantar. Kondisi pertumbuhan pohonnya saat ini bahwa diameter batangnya ada yang sudah mencapai ± 103 cm dan tinggi ± 30 m, namun demikian ada juga yang masih berdiameter ± 18 cm dan tinggi ± 16 m. Kawasan hutan Martelu Purba seluas 195 ha pada awalnya adalah hutan lidung yang kemudian dirubah fungsinya menjadi hutan konservasi dengan status cagar alam melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 471/Kpts-II/1993 tanggal 2 September 1993. Sebelum dikelola resmi oleh UPT KSDA pada tahun 1993, Kawasan Hutan Martelu Purba pernah dikelola oleh Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli. Jika kita menilik sejarahnya bahwa proses verbaal kelompok hutan Martelu Purba dibuat tanggal 20 September 1938. Sementara itu penetapannya sebagai kawasan hutan tetap dengan fungsi hutan lindung berdasarkan Zelfbestuurs Besluit tanggal 8 Juli 1916 yang kemudian dikukuhkan oleh Panitia Tata Batas yang diangkat berdasarkan Besluit Gubernur Pesisir imur Pulau Pertja tanggal 23 Agustus 1935 No. 125/B/AZ. Di Provinsi Sumatera Utara kawasan hutan yang sudah diakui sejak dahulu (pemerintahan kolonial) sering disebut Kawasan Hutan Register, dimana Kawasan Hutan Martelu Purba Nomor Registernya adalah 9-10/SM. Sumber : Alharis Ruhidi, SP., Analis Data/Kepala Resort CA. Martelu Purba- Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pokdarwis Waras Nasuba Kembangkan Wisata Edukasi Bunga Bangkai di Sumatera Utara

Sibolangit, 25 Januari 2021. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Alamta Ras Nasuba (Waras-Nasuba) resmi terbentuk di Kabupaten Deli Serdang yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengakuan Kelompok Sadar Wisata dari Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis 21 Januari 2021, bertempat di Jambur Desa Namo Suro Baru, Kecamatan Sibiru-biru. SK tersebut diserahkan Kepala Bidang Kepariwisataan, Sarana dan Prasarana Bapak Ahmad Turmuzi S.STP. mewakili Kepala Dinas, didampingi Kasi.Pembinaan Usaha Pariwisata Bapak Rijal Ardiman Simatupang,SE serta Samuel Siahaan, SP dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Uniknya, Pokdarwis ini terbentuk di saat mekarnya Bunga Bangkai Raksasa (Amorphallus titanum) pada tanggal 8 Juni 2020 lalu di Desa tersebut, ujar Samuel Siahaan dalam sambutannya. Peristiwa ini mendorong dan menginspirasi petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk memotivasi masyarakat membentuk kelompok wisata yang nantinya dapat mengurus habitat serta konservasi bunga bangkai, mengingat tumbuhan ini termasuk jenis yang dilindungi undang-undang. "Peran Balai Besar KSDA Sumatera dalam hal ini adalah memantau dan menjaga keberadaan bunga bangkai tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya., Disamping itu mendorong peranserta warga dengan pembentukan kelompok sadar wisata untuk dikembangkan sebagai wisata desa," ujar Samuel Siahaan. Atas dasar itulah, pada akhir Juni 2020 masyarakat sepakat membentuk Pokdarwis Waras Nasuba, dengan bunga bangkai yang mekar dijadikan sebagai logo. Kemudian dengan pendampingan yang intens dari petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara, mengarahkan Pokdarwis ini untuk mendapatkan legalitas/pengesahan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang selaku Pembina Teknis, sebagai organisasi/lembaga wisata yang resmi dan terdaftar. Dalam arahannya Kabid Sarana dan Prasarana menekankan kepada Pokdarwis agar membangun dan mengembangkan wisata desa dengan semangat serta menjadikan sektor wisata kedepannya menjadi salah satu penggerak ekonomi dan pembangunan desa, ujar Ahmad Turmuzi, S.STP. Hal senada juga disampaikan Kasi Pembinaan Usaha Pariwisata, bahwa pengembangan lokasi wisata sebaiknya sesuai potensi yang ada dan khas, dengan menata lokasi wisata yang aman, bersih, tertib, sejuk, indah, ramah serta memberi kenangan yang mengesankan, ujar Rijal Ardiman Simatupang,SE . Sekedar informasi, baru-baru ini lokasi Pokdarwis telah dikunjungi oleh tim LIPI Konservasi Tumbuhan dari Kebun Raya Bogor, atas dedikasi kelompok yang tetap setia menjaga kelangsungan habitat bunga bangkai. Dan terakhir juga dikunjungi Bapak Paris Sembiring, penerima Kalpataru serta Kader Konservasi Terbaik Nasional dari Sumatera Utara, yang memberi semangat kepada Kelompok Sadar Wisata. Ketua Pokdarwis, Esron Tarigan, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang tetap setia membantu pendampingan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang maupun dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sumber : Samuel Siahaan, SP./PEH Pertama, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Mitigasi Konflik Gajah Liar oleh BBKSDA Riau dan Tim Gabungan

Pekanbaru, 25 Januari 2021. Mitigasi konflik Gajah Liar di Desa Rantau Baru Pangkalan Kerinci Kab. Pelalawan dilakukan oleh Tim gabungan Balai Besar KSDA Riau, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Sekretaris Desa (Sekdes) Rantau Baru dan masyarakat Rantau Baru pada Jum'at, 22 Januari 2021. Informasi yang didapat bahwa Gajah berbalik mengarah ke Desa setelah sebelumnya satwa mengarah keluar langsung membuat Tim bergerak cepat menuju lokasi keberadaan Satwa Gajah dengan menggunakan Perahu. Untuk mempermudah pencarian, Tim dibagi menjadi beberapa kelompok. Saat dalam pencarian, Tim menemukan posisi Gajah tersebut, kemudian sebagian tim berjaga didaerah akses masuknya satwa tersebut menuju Desa Rantau Baru dengan membuat api unggun dan bunyian ledakan. Kemudian, Tim segera melakukan penggiringan menuju jalan keluar desa. Namun tim kembali kehilangan jejak. Setelah beberapa saat Tim kembali menemukan jejak baru Gajah liar. Tim segera mengikuti jejak baru tersebut yang mengarah ke akses keluar desa. Sampai dengan pukul 22.45 WIB tim terus mengikuti jejaknya yang mengarah ke jalur keluar desa. Walaupun Tim kembali kehilangan jejak, Tim memprediksi bahwa Gajah tersebut sudah mengarah keluar desa dan sudah jauh dari Desa Rantau baru. Tim akan tetap memantau dan memberi himbauan kepada perangkat desa agar selalu berkoordinasi terkait keberadaan Gajah liar apabila kembali masuk ke kebun warga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kelompok Binaan Balai TN Meru Betiri Mandala Putra Maju Pesat

Jember, 23 Januari 2021. Kelompok yang terdiri dari “Mantan Berandal Alas” alias bekas pencuri kayu ini sekarang sudah merasakan manfaat dari pemberdayaan yang diberikan oleh Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri. Upaya pendekatan yang panjang kepada mereka oleh para petugas membuahkan hasil berhentinya sebagian besar para pencuri kayu tersebut, yang kemudian dialihkan profesi usaha Jamur dan Pembuatan Batako. Usaha batako mereka saat ini maju cukup pesat dengan banyaknya pesanan yang didapatkan. Dalam kunjungannya Kepala Balai TN Meru Betiri, Maman Surahman menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada kelompok agar senantiasa kompak bekerja keras dan jujur bekerja. “Semoga Mandala Putra ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang lain, bahwa tanpa tergantung pada kawasan Hutan masih banyak potensi perekonomian yang bisa didapat. Kami juga akan selalu berupaya memberikan pendampingan yang intensif kepada kelompok agar dapat lebih maju lagi kedepannya,” kata Maman. Kepala Balai TN Meru Betiri juga kagum kepada kelompok Mandala Putra yang sudah dapat mendiversifikasikan produk lain berupa paving dan pot bunga. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Peduli TN Meru Betiri, Alumni MBSC Tanami Kembali Lahan Rehabilitasi

Jember, 23 Januari 2021. Gelaran Meru Betiri Service Camp (MBSC) XXI 2020 sudah usai akan tetapi gairah para alumninya masih membara, sehingga Sabtu kemarin 23 Januari 2020 alumnus MBSC XXI dan sebelumnya melakukan giat penanaman 1000 pohon di wilayah Blok Dam Rejo, Desa Sanenrejo. Agenda ini merupakan lanjutan dari pelatihan yañg diadakan bulan lalu, yaitu monitoring tanaman yang ditanam di lahan rehabilitasi pada saat pelatihan serta melakukan penanaman di lahan rehabilitasi blok dam. Dihadiri juga oleh Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri, Maman Surahman serta Petugas Resort Sanenrejo kegiatan ini diakhiri dengan acara diskusi kepada anggota MBSC terkait perkembangan lingkungan hidup khususnya di sekitar lokasi blok dam. Beliau juga mengajak kepada anggota MBSC yang mayoritas berasal dari pemuda intelektual untuk lebih peduli kepada lingkungan hidup, dan jangan hanya bangga sebagai Alumni MBSC tanpa berbuat sesuatu terhadap lingkungan hidup. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

Penggiringan Gajah Sumatera oleh BBKSDA Riau dan Tim Gabungan

Pekanbaru, 22 Januari 2021 Mitigasi Konflik Satwa Gajah Sumatera di Desa Kuala Terusan, Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan dilakukan oleh Tim gabungan Balai Besar KSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Damkar Kab. Pelalawan, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) dan masyarakat Desa Kuala Terusan (21/1/2021). Beberapa kali Tim mencoba melakukan penggiringan terhadap dua Gajah liar jantan, tetapi terkendala bunyi-bunyian dari penjaga kebun yang dilewati satwa. Gajah Sumatera yang semula telah mengarah keluar, akhirnya kembali berbalik ke arah semula dan bahkan berpencar, sehingga Tim kesulitan dalam pencarian dan penggiringan. Kendala seperti ini tak jarang terjadi di lapangan karena sulitnya berkomunikasi antar sesama penjaga kebun. Tim gabungan tidak berputus asa, berbagai strategi penggiringan coba dilakukan. Harapannya adalah Gajah liar tersebut dapat digiring ke habitatnya di Kawasan hutan Tesso Nilo. Tim gabungan berterima kasih kepada masyarakat yang ikut bekerjasama melakukan penggiringan dan tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

BBKSDA Riau Ajak Desa Sungai Guntung Tengah Lindungi SM Kerumutan

Pekanbaru, 22 Januari 2021 – Kepala Resort Kerumutan Selatan Balai Besar KSDA Riau, bang Zulkifli melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Kepala Desa Sungai Guntung Tengah, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu pada Selasa, 19 Januari 2021. Bang Zul panggilan akrabnya didampingi oleh Bhabinkamtibmas Polres Indragiri Hulu yang bertugas di Desa Sungai Guntung Tengah menyampaikan himbauan kepada Kepala Desa agar warganya tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum baik di sekitar hutan apalagi di dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Kepala Desa Sungai Guntung Tengah berjanji untuk menyampaikan himbauan tersebut kepada warganya karena kawasan tersebut merupakan kawasan hutan konservasi milik negara. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Sungai Guntung Tengah juga menyerahkan peralatan Karhutla yang bersumber dari anggaran desa kepada anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Guntung Tengah. Desa Sungai Guntung Tengah merupakan salah satu desa rawan kebakaran hutan dan lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan SM Kerumutan Selatan. Mari jaga bersama hutan yang tersisa, karena hutan sangat penting untuk kelangsungan hidup kita saat ini ataupun nanti. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.625–2.640 dari 11.141 publikasi