Minggu, 17 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Temukan Burung Hantu Terluka, Warga Serahkan Ke BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 19 Februari 2021. Yazid Handrio Putra, warga jalan Serayu Dusun IV Medan Krio Sunggal, menyambangi kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada Jumat 19 Februari 2021, guna menyerahkan 1 (satu) ekor burung Hantu (Tyto alba) yang ditemukannya sepulang dari bekerja dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan, sebelah landasan Bandara Udara Kuala Namo International (KNIA). Dalam keterangannya kepada petugas, satwa tersebut ditemukan dalam keadaan sayap yang diduga patah dan salah satu matanya terlihat bermasalah. Tidak diketahuinya secara pasti mengapa satwa tersebut tergeletak di pinggir jalan. Namun karena kepedulian, maka burung hantu ini kemudian dievakuasinya dan diserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. “Saya mengenal Balai Besar KSDA Sumatera karena pernah mengikuti acara webinar tentang Orangutan. Oleh karena itu saya langsung menuju kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk menyerahkan satwa yang dalam keadaan lemah dan terluka ini,” ujar Yazid, yang juga masih berstatus sebagai mahasiswa. Setelah menerima penyerahan, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara segera menitipkan satwa tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Keluarga BBKSDA Riau Bulan Ini Bertambah Lagi

Pekanbaru, 18 Februari 2021. Owa Ungko (Hylobates agilis) bernama Sirin, berusia sekitar 7 tahun yang diserahkan secara sukarela oleh warga penampungan Rohingya bernama Muhammad Yamin pada tahun 2017, melahirkan seekor anak pada hari Rabu dinihari, 17 Februari 2021 di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau. Kondisi induk dan anak Ungko saat ini sehat. Sedangkan jenis kelamin dan berat badan anak belum diketahui karena selalu dalam gendongan induknya. Adapun pejantan dari Ungko tersebut saat ini telah dititipkan di Lembaga konservasi pada bulan November 2020. Saat penitipan Ungko jantan, Ungko betina yang bernama Sirin belum terdeteksi dalam kondisi hamil. Untuk kesehatan induk Ungko, pihak Balai Besar KSDA Riau menambah asupan nutrisinya dengan tambahan porsi dan jenis makan induk tersebut. Tim medis dan perawat satwa selalu memantau kondisi dan perkembangan induk serta bayinya. Sang induk terlihat sangat melindungi anaknya dan tidak sedikitpun melepaskan anak tersebut dari gendongannya. Saat ini jumlah seluruh Ungko yang masih dilakukan observasi di kandang transit Balai Besar KSDA Riau adalah 7 ekor. Selanjutnya terhadap Ungko ungko tersebut akan dilakukan tindakan konservasi demi kelestariannya. Bagi yang dinilai masih dapat Survive di alam bebas akan segera dilepasliarkan ke habitatnya dan bagi Ungko yang berdasarkan hasil observasi sudah terlalu jinak akan dititipkan di Lembaga Konservasi yang ada. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Patroli Pencegahan Kebakaran Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Sungai Dumai Resort Dumai Patroli Rutin

Pekanbaru, 18 Februari 2021 – Dalam upaya memantau lokasi yang rawan terbakar sekaligus pengecekan debit air untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, Tim Resort Dumai melakukan kegiatan patroli mandiri di kawasan TWA Sungai Dumai di Kelurahan Mundam pada tanggal 15 Februari 2021. Kegiatan patroli kali ini dilakukan pada tanggal 16 Februari 2021 di Kelurahan Bukit Timah di Jl. Pomproy. Tim menemukan lokasi yang sudah kering dan diduga akan dijadikan perkebunan. Namun pelaku tidak ditemukan dan lokasi tersebut rawan terjadi kebakaran. Maka dari itu, akan dilakukan pemantauan lebih lanjut pada lokasi tersebut. Kemudian, Tim kembali menemukan jembatan baru yang terbuat dari kayu. Sebelumnya, terdapat sebuah jembatan ditempat yang sama. Jembatan tersebut terbuat dari gorong-gorong lalu dibongkar oleh Tim. Hal tersebut akan menjadi perhatian lebih bagi Tim Resort Dumai. Mari Jaga dan selamatkan kawasan konservasi! Sumber : BBKSDA Riau
Baca Berita

Sosialisasi Masyarakat Peduli Api Pada Kawasan Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 18 Februari 2021 - Resort Siak melakukan patroli guna mencegah terjadinya kebakaran hutan yang dipengaruhi oleh keadaan saat ini yang mendekati musim kemarau. Dalam upaya pencegahan dini kebakaran hutan, kegiatan patroli dilakukan di kawasan Taman Nasional (TN) Zamrud pada tanggal 16 s.d. 17 Februari 2021 dan dipimpin oleh Kepala Resort, bapak Rafles Sitinjak. Tim melakukan pengecekan debit air sungai Tasik Atas. Kemudian, diperoleh hasil pantauan debit air masih tinggi jika dilihat dari kondisi sekitar pos resort yang masih tergenang banjir. Selain melakukan pengecekan debit air sungai, Tim juga melakukan perawatan pada rambu-rambu batas kawasan tepat pada Kilometer 84, agar dapat terlihat oleh pengunjung adanya identitas kawasan dan diadakan pula sosialisasi bersama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Dayun dan Head Office (HO) leader PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kepada masyarakat yang sedang membersihkan lokasi baru untuk beternak lebah madu di pinggir kawasan. Mari jaga dan selamatkan kawasan konservasi! Sumber : BBKSDA RIAU
Baca Berita

Tim Polhut BBKSDA Sumatera Utara Evakuasi Kakatua Maluku

Medan, 18 Februari 2021 - Bermula dari laporan yang diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (Balai Besar KSDA Sumut) terkait adanya salah seorang warga di kota Medan yang memelihara 1 (satu) ekor Burung Kakatua Maluku, tim Polisi Kehutanan (Polhut) dari Balai Besar KSDA Sumut langsung bergerak menuju ke lokasi dimaksud (09/02). Tiba di lokasi, tim memberikan penjelasan kepada pemilik satwa bahwa jenis burung Kakatua yang dipeliharanya merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi sehingga dilarang untuk dimiliki, dijual, serta diburu. Tim juga memberikan sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan yang mendasari hal tersebut, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/ 12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. Setelah mendapatkan penjelasan dari tim Balai Besar KSDA Sumut, pemilik satwa kemudian menyerahkan burung Kakatua Maluku tersebut secara sukarela kepada petugas. Burung kakatua segera dievakuasi dan dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses rehabilitasi. Sumber : Ani, S.P Polisi Kehutanan Muda Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai TN Meru Betiri Kembali Raih Penghargaan IKPA dari KPPN Jember

Jember, 18 Februari 2021 - Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri kembali raih penghargaan sebagai salah satu satker dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik Tahun 2020 Kategori Pagu Sedang. Penghargaan ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan mengingat setiap tahun TN Meru Betiri tidak pernah lepas dari 3 besar terbaik mengungguli kurang lebih 67 satker yang masuk dalam wilayah pelayanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jember. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Seksi Manajemen Satuan Kerja dan Kepatuhan Internal (MSKI) KPPN Jember Dwi Asto Sutoso. Beliau menjelaskan, bahwa KPPN berpedoman pada beberapa indikator dalam melakukan penilaian. Mulai dari penyusunan laporan yang akuntabel, laporan perbendaharaan, minimnya revisi, serta tidak mengalami pagu minus. Kemudian, Penghargaan diterima oleh Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman dan didampingi oleh Tim Keuangan TN Meru Betiri. Kepala Balai mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya terhadap tim keuangan TN Meru Betiri atas dedikasinya dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. “Alhamdulillah kita bisa mempertahankan prestasi ini tiap tahunnya, ini berkat kerja keras dan dukungan seluruh jajaran TN Meru Betiri khususnya tim keuangan. Semoga penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk selalu mempergunakan anggaran negara sebaik mungkin,” Ungkap Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Berita

BKSDA NTB Amankan 424 Ekor Satwa Burung Liar Tanpa Dokumen

Sumbawa Barat 17 Februari 2021 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) melalui Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Sumbawa menindaklanjuti laporan petugas Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Sumbawa Barat (Wilayah Kerja Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat) tentang adanya pengangkutan satwa tanpa dokumen (14/02). Setelah menerima informasi, Tim Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) SKW II Sumbawa langsung bergerak menuju Kantor SKP Kelas I Sumbawa Barat dan mendapati kumpulan satwa liar berupa burung yang dikurung dalam 18 keranjang. Satwa burung liar yang diamankan terdiri dari 268 ekor Burung Cendet, 10 ekor Burung Srigunting, 140 ekor Burung Kecial serta 6 ekor Burung Kepodang. Menurut keterangan petugas SKP Kelas I Sumbawa Barat, baik supir maupun kernet bus yang berangkat dari Bima tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen maupun surat angkut resmi satwa liar atas satwa-satwa yang diangkut, sehingga satwa disita dan diamankan sementara di Kantor SKP Kelas I Sumbawa Barat oleh petugas. Tim TSL SKW II Sumbawa langsung melakukan pengamanan dan membawa satwa liar hasil sitaan ke kantor SKW II Sumbawa di Sumbawa Besar. Tak lupa, tim juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Kantor SKP Kelas I Sumbawa Barat atas kerjasama dalam melakukan perlindungan dan pengamanan TSL. Saat ini seluruh satwa hasil sitaan telah dilepasliarkan kembali ke alam, tepatnya di Taman Wisata Alam (TWA) Semongkat Kabupaten Sumbawa Besar oleh Tim TSL SKW II Sumbawa. Sumber : Balai KSDA NTB
Baca Berita

Konferensi Pers Penangkapan Tersangka Pemeliharaan dan Perdagangan Satwa Liar Yang Dilindungi Undang-Undang

Yogyakarta, 17 Februari 2021 – Sehubungan dengan keberhasilan penangkapan 6 tersangka pelaku pemeliharaan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi undang-undang, Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda DIY bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melaksanakan konferensi pers, pada Selasa 16 Februari 2021 bertempat di Mako Polairud Polda DIY. Hadir dalam konferensi pers diantaranya Wakil Direktur Polairud Polda DIY AKBP Azahari Juanda, Kepala Balai KSDA Yogyakarta Muhammad Wahyudi, Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda DIY AKBP Verena SW S.H.,M.Hum, dan Kejaksaan Tinggi Negeri yang diwakili oleh Jaksa Francisca Damayanti, SH., MH. Pada kesempatan tersebut diperlihatkan barang bukti berupa 5 ekor buaya muara (Crocodylus porosus) dan 14 ekor labi-labi moncong babi hasil penertiban Ditpolairud. Selanjutnya barang bukti Buaya muara pada kasus dimaksud dititipkan ke Balai KSDA Yogyakarta untuk dilakukan penanganan dan penyelamatan lebih lanjut. Di sela-sela konferensi pers, Wakil Direktur Polairud Polda DIY, AKBP Azahari Juanda menjelaskan kronologis penangkapan para tersangka yang bermula dari informasi masyarakat dan hasil patrol cyber melalui media sosial yang direspon oleh Subdit Gakkum Polairud Polda DIY yang telah berkoordinasi dengan Balai KSDA Yogyakarta untuk evakuasi. “Pada kesempatan ini juga kami hadirkan tiga tersangka, satu tidak bisa hadir karena sakit dan dua tersangka lain masih dibawah umur sehingga nantinya akan ditempuh dengan peradilan anak.” jelasnya. Kepala Balai KSDA Yogyakarta Muhammad Wahyudi juga mengapresiasi langkah koordinasi yang telah dilakukan Direktorat Polairud Polda DIY dalam upaya penertiban kepemilikan satwa dilindungi tersebut. “Penanganan kasus pelanggaran di bidang kehutanan dapat diselesaikan melalui koordinasi yang baik dengan semua pihak terkait. Pengungkapan kasus dengan modus perdagangan satwa liar dilindungi melalui media online membuktikan upaya penegakan hukum bidang kehutanan dilakukan secara serius. Barang bukti Buaya muara dan Labi-labi moncong babi yang diperlihatkan hari ini dapat menjadi momen edukasi kepada masyarakat bahwa satwa tersebut memang merupakan satwa dilindungi undang-undang. Sehingga masyarakat tidak dapat memelihara dan memperdagangkan jenis satwa tersebut secara bebas.” tegas Muhammad Wahyudi. Lebih lanjut Muhammad Wahyudi juga menyampaikan bahwa penangkapan ini bisa menjadi informasi kepada seluruh masyarakat Yogyakarta yang selama ini mungkin belum mengetahui layanan aduan ke Balai KSDA Yogyakarta. “Kami juga mempunyai Call Center yang dapat menampung aduan dari masyarakat salah satunya terkait peredaran satwa dilindungi secara illegal. Selain itu, Balai KSDA Yogyakarta juga mempunyai tanggung jawab untuk dapat memastikan satwa segera dapat direhabilitasi dan kembali ke habitatnya. Mengingat keterbatasan fasilitas yang dimiliki kantor Balai KSDA Yogyakarta, maka buaya muara akan dititipkan ke Predator Fun Park di Malang, Jawa Timur. Sedangkan labi-labi moncong babi akan dikembalikan ke habitat aslinya Papua.” tutupnya. Sumber : Y. Andie Chandra (PEH Balai KSDA Yogyakarta) Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Berita

Pesona Yerba Dari Kaki Pegunungan Cycloop Untuk Ecoprint Motif Papua

Jayapura, 17 Februari 2021 - Sebentang savana di kaki Cagar Alam Pegunungan Cycloop melahirkan cerita baru tentang yerba porosa (Porophyllum ruderale). Pada mulanya, terna ini nyaris tak diperhitungkan oleh siapa pun. Keberadaannya tersamar di antara rerumputan dan semak belukar lainnya. Bila tak jeli memandang, yerba seolah-olah tak ada di padang savana itu. Rupanya, kesederhanaan dan kepandaian yerba berkamuflase menyimpan kelebihan tersendiri. Bunga-bunganya yang agak memanjang itu dapat meninggalkan jejak warna kuat pada kain. Yerba sangat cantik dan berseni khususnya ketika diimplementasikan dalam ecoprint. Berbicara sekilas mengenai ecoprint, merupakan teknik mencetak motif pada kain menggunakan tumbuhan dan bahan-bahan alami lainnya. Tak hanya artistik, poin penting ecoprint adalah sangat ramah lingkungan. Ecoprint dirasa sanggup menjawab tantangan di masa depan soal kerusakan alam akibat limbah tekstil, khususnya industri batik yang cukup mengancam. Menyikapi hal ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua mencoba mengembangkan ecoprint di kalangan masyarakat binaan di sekitar kawasan konservasi. Sebagai langkah awal, BBKSDA Papua telah memberikan pelatihan kepada sekelompok masyarakat di Ciberi, Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa. Bahan pewarna alam pada pelatihan itu terbuat dari buah mangrove (Rhizophora mucronata) yang banyak tumbuh di Teluk Youtefa. Sementara motif tumbuhannya berasal dari daun kalpataru (Hura crepitans L.) dan yerba porosa (Porophyllum ruderale). Dalam hal motif, ecoprint dari Papua semestinya mencirikan budaya dan tradisi Papua. Motif-motif batik tulis Papua yang berkembang saat ini menampilkan diantaranya motif cenderawasih, tifa, motif adat, patung, dan berbagai motif flora fauna lainnya. Bagaimana dengan ecoprint yang secara faktual adalah cetakan dari tumbuhan? Yerba adalah kuncinya. Bunga-bunga yerba dapat ditata membentuk berbagai motif khas Papua. Menandai ecoprint sebagai produk unggulan dalam program pengembangan masyarakat binaan di sekitar kawasan konservasi, pada hari Sabtu (13/2) BBKSDA Papua telah meluncurkan ecoprint di Hotel Suni Garden Lake, Sentani. Kegiatan peluncuran ecoprint ini dipimpin oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc dalam kunjungan kerjanya bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial, Dr. Afni Zulkifli. (djr) Sumber : BBKSDA Papua Call Center : 0823 9802 9978
Baca Berita

Kerja Sama Lintas Sektor Gagalkan Penyelundupan Satwa Endemik Pulau Sumba

Waingapu, 17 Februari 2021 - Keeksotisan Pulau Sumba tidak hanya terkenal dari banyaknya lokasi wisata yang menampilkan pemandangan memukau, namun juga karena keberagaman satwa di dalamnya. Memiliki 12 spesies burung endemik dan cukup banyak subspesies endemik yang hidup di pulau ini, Sumba merupakan daerah burung endemik yang patut dijaga kelestariannya. Monitoring satwa serta kegiatan perlindungan telah menjadi salah satu rutinitas aktivitas petugas dari Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Balai TN Matalawa). Namun, usaha-usaha ini tidak akan mampu menyelamatkan satwa-satwa tersebut apabila tidak didukung masyarakat yang memiliki kesadaran untuk melestarikan potensi satwa ini. Seperti halnya yang ditemui pada hari Selasa, 16 Februari 2021, atas kerja sama lintas sektor antara Kepolisian Sektor Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) Waingapu, Balai Karantina Pertanian Kupang Wilayah Kerja Waingapu, dan Balai TN Matalawa berhasil menggagalkan penyelundupan satwa burung yang akan dibawa ke luar Pulau Sumba. Jenis burung yang berhasil digagalkan penyelundupannya ini merupakan jenis Perkici Oranye (Trichoglossus capistratus). Tak kurang dari 92 ekor burung yang merupakan subspesies Sumba berhasil diselamatkan. Kawanan burung ini diletakkan dalam 14 buah kandang plastik dan diletakkan di ruang mesin kapal sehingga sulit terpantau petugas. Namun, cukup disayangkan bahwa pemilik dari burung-burung selundupan ini tidak berhasil ditemukan. Burung-burung tersebut rencananya akan dipantau terlebih dahulu kondisi kesehatannya dan akan segera dilepasliarkan di dalam kawasan TN Matalawa. Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

Balai Besar KSDA Sumut Narasumber Talkshow Di Daai Tv

Medan, 16 Februari 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diwakili Samuel Siahaan, SP. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Pertama dan Kepala Resort Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Sibolangit, menjadi narasumber talkshow dalam acara Selasar Budi DAAI TV, pada Kamis 11 Februari 2021, di studio DAAI TV, gedung Jati Junction lt.4 jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. Acara yang dipandu Rahma Mandasari (Asisten Produser Program), membahas topik tentang kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan di kawasan yang telah ditetapkan sebagai Role Model Wisata Edukasi Konservasi dan Lingkungan, sejak tahun 2018 oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Talkshow juga membahas tentang rencana kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Balai Besar KSDA Sumatera Utara Tahun 2021, yang akan dilaksanakan pada Selasa, 23 Februari 2021 di kawasan TWA Sibolangit. DAAI TV pun merencanakan akan meliput kegiatan dimaksud. Acara talkshow ini selain mengedukasi juga sangat penting dalam mempromosikan keberadaan kawasan TWA Sibolangit kepada masyarakat luas. DAAI TV sebagai media nasional yang mengudara sejak tahun 2007, dengan mengarus utamakan informasi yang penuh keindahan dan cinta kasih kepada sesama manusia, diharapkan kedepannya dapat menjadi mitra dalam memasyarakatkan dan membumikan konservasi alam. Sumber : Samuel Siahaan, SP. PEH Pertama - Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Konservasi Anggrek Lokal Ex-Situ di SKW 1 Pelaihari

Pelaihari, 6 Februari 2021 – Para Pejuang konservasi anggrek binaan Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Peduli Anggrek “Amabilis Lestari” Kabupaten Tanah Laut kembali melakukan pertemuan rutin. Pertemuan yang diadakan setiap 2 bulan sekali ini bertempat di Rumah Bapak Suliyo (Sekretaris kelompok), bertujuan sebagai sarana silaturahmi antar anggota kelompok dan wadah berbagi informasi dan pengetahuan terkait budidaya dan pelestarian anggrek lokal khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Acara ini dihadiri oleh Pengurus dan anggota kelompok serta Kepala Seksi Konsevai Wilayah (SKW) I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P. didampingi Kepala Resort SM. Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut. Pada Pertemuan ini, Bapak Hermanto (Ketua Kelompok), Bapak Suliyo (Sekretaris) dan Bapak Patnur (Seksi Humas) mewakili kelompok mengharapkan Balai KSDA Kalimantan Selatan sebagai instansi pembina terus menerus memberikan perhatian, dukungan dan motivasi sehingga kelompok bisa lebih maju, solid dan bisa berkembang sesuai dengan harapan. Kelompok Amabilis Lestari yang dibentuk sejak tahun 2018 ini mengharapkan adanya fasilitasi berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Pelatihan pengembangan budidaya anggrek melalui metode kultur jaringan dengan mendatangkan tenaga ahli di bidang tersebut. Selain itu mereka juga berharap kedepannya Kelompok Amabilis Lestari bisa memiliki Laboratorium sendiri terkait pengembangan dan budidaya anggrek. Melalui pelatihan dan adanya laboratorium dapat mewujudkan tujuan kelompok untuk mengembalikan dan mengembangkan khususnya populasi Anggrek Bulan Pelaihari (Phalaenopsis amabilis) yang keberadaannya langka dan misteri menjadi spesies yang mudah ditemui di wilayah Tanah Laut. Menanggapi hal tersebut Kepala SKW I Pelaihari Mirta Sari menyampaikan arahan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc tekait upaya pelestarian dan konservasi anggrek yang dilakukan oleh kelompok ini. Kepala Balai sangat mendukung dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh penggiat konservasi anggrek yang tergabung dalam kelompok Amabilis Lestari dimana peranannya sangat diharapkan dalam pelestarian Anggrek Bulan Pelaihari (Phalaenopsis amabilis) dan Anggrek Spesies Meratus Kalimantan Selatan. Balai KSDA Kalimantan Selatan akan mengusahakan dan berupaya memfasilitasi apa yang menjadi usulan kelompok terkait pelestarian dan budidaya anggrek di Tanah Laut. Melalui kelompok Amabilis Lestari serta dukungan dari Balai KSDA Kalimantan Selatan dan Pemda Tanah Laut diharapkan terjalin komunikasi dan komitmen dan kegiatan terencana terkait upaya pelestarian Anggrek Bulan Pelaihari (Phalaenopsis amabilis) yang keberadaanya sangat langka serta jarang dijumpai karena plasma nutfahnya sudah banyak yang diambil untuk tujuan bisnis. Diharapkan pula populasi Anggrek Bulan Pelaihari yang merupakan maskotnya Kabupaten Tanah Laut ini bisa kembali lestari dengan upaya-upaya pelestarian oleh seluruh elemen dan pihak terkait. Salam Lestari…!!! Salam Konservasi…!!! (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut. - Kepala Resort SM Pelaihari, SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Resort Kerumutan Selatan BBKSDA Riau Mitigasi Konflik Satwa Liar Beruang Madu

Pekanbaru, Senin 15 Februari 2021 – Petugas Resort Kerumutan Selatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan adanya aktivitas beruang madu di PT Regunas Agri Utama Peranap, Indragiri Hulu pada tanggal 9 Februari 2021. Petugas pun segera bergegas ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Tiba di lokasi, Tim berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan segera melakukan identifikasi. Hasil identifikasi dilapangan, ditemukan adanya jejak, bekas cakaran serta kotoran dari jenis satwa beruang madu. Menurut keterangan seorang karyawan, satwa berjumlah 2 ekor, yang diduga kuat merupakan induk dan anak. Karyawan tersebut pernah melihat secara langsung satwa beruang madu sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 5 dan 6 Februari 2021 di lokasi yang berbeda. Diduga beruang madu tersebut keluar dari sarangnya dikarenakan terdapat gangguan pada lahan semak belukar yang ditinggalinya. Lahan itu sebelumnya sudah lama tidak diolah pemiliknya namun saat ini sedang terdapat pekerjaan menggunakan alat berat excavator dimana lokasi lahan dimaksud berdampingan dengan area PT Regunas Agri Utama Peranap. Pada kesempatan itu pula, Tim Resort melakukan sosialisasi kepada karyawan perusahaan PT Regunas Agri Utama perihal satwa beruang madu berikut cara menghindari konflik dengan satwa tersebut. Termasuk salah satunya tidak melakukan aktifitas seorang diri dan untuk sementara melarang aktifitas malam hari di sekitar lokasi. Tak lupa Tim juga meminta pihak perusahaan untuk bekerjasama memantau keberadaan satwa beruang madu ataupun satwa liar dilindungi lainnya, agar nantinya dapat segera mengambil langkah yang tepat untuk menghindari terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Rencana Pemberdayaan Masyarakat SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 15 Februari 2021-Tim Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Riau secara serentak melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi pada tanggal 9 -10 Februari 2021. Data dan informasi yang dikumpulkan diperuntukkan sebagai bahan rencana induk dalam penyusunan rencana pemberdayaan masyarakat Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling. Pengumpulan data dan informasi dilakukan mulai dari Desa Tanjung Belit, Desa Muara Bio, Desa Tanjung Beringin, Desa Gajah Bertalut, Desa Aur Kuning, Desa Subayang Jaya, sampai dengan Desa Pangkalan Serai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa wawancara dengan tokoh masyarakat, Kepala Desa dan Sekretaris Camat Kampar Kiri Hulu, sedangkan data sekunder berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dari masing-masing desa. Mari jaga kawasan kita, kawasan terjaga masyarakat sejahtera Sumber : BBKSDA Riau
Baca Berita

Ratusan Nuri Pulang Ke Maluku Melalui Penanganan Peredaran Satwa Bersama

Makassar, 14 Februari 2021 – Seperti diketahui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) bersama Balai Penegakan Hukum (Gakkum) dan Karantina Pertanian Makassar Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Soekarno Hatta pada Jumat (29/1/2021), berhasil menggagalkan 268 Burung Nuri Merah dan Burung Nuri Pelangi asal Namlea, Maluku masuk Makassar. Burung-burung tersebut masuk melalui KM Doro Londa. Penangkapan ini sendiri berawal dari hasil investigasi Karantina Pertanian Makassar yang mencurigai adanya pemasukan Burung Nuri. Selanjutnya proses hukum berjalan kepada tersangka dan Satwa-satwa Nuri tersebut dititipkan di Kandang Transit BBKSDA Sulsel sampai izin translokasi pengembalian satwa keluar. Hingga pada Kamis, 11 Februari 2021 izin translokasi ratusan burung Nuri tersebut disetujui oleh Jaksa. BBKSDA Sulsel Bersama Balai Gakkum membentuk Tim translokasi dan menyiapkan semua kebutuhan agar Satwa-satwa yang hendak dikembalikan dapat dengan selamat ke Habitat asalnya. Kepala Balai BBSKDA Sulsel, Ir. Thomas Nifinluri, M,SC dalam keterangannya “Saya Pastikan SOP atau Sistem Kerja Revitalisasi Wildlife Rescue Unit berjalan dengan lancar sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. Mulai dengan dokter Hewannya yang menjaga Kesehatan satwa selama perjalanan, animal keeper yang berpengalaman menangani pakan. Kita doakan Nuri-nuri ini bisa pulang sehat kembali ke Ambon Habitat alaminya”. Terang Thomas. Ir. Anis Suratin, MP selaku Kepala Bidang Teknis menambahkan “Mulai tanggal Kamis, 11 Februari kami Bersama Tim Gakkum dan Karantina melakukan pengecekan satwa. Lalu tanggal 12 Februari kami melakukan koordinasi dengan Balai Gakkum mengenai Box dan Kandang angkut satwa hingga pada Sabtu, 13 Februari, semua packing dan dokumen translokasi sudah lengkap. Dan tentunya proses translokasi satwa ini mengikuti protokol Kesehatan covid-19 ”. Tambah Anis. Dari giat translokasi satwa ini, sebanyak 89 Ekor dinyatakan sehat dan layak dipulangkan ke habitat asalnya di Ambon Maluku pada Minggu, 14 Februari 2021 Pukul. 04.00 Wita menggunakan Maskapai LionAir dengan Tujuan BKSDA Maluku. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut
Baca Berita

Patroli Maraton Seksi Konservasi Wilayah IV Dumai BBKSDA Riau

Pekanbaru, 15 Februari 2021 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Dumai Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan kegiatan patroli maraton yang dilakukan tanggal 4, 8, 9 dan 11 Februari 2021. Adapun lokasi patroli mandiri dilakukan di area Kelurahan Bukit Timah, Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Mundam. Selain Staf Seksi dan Resort Dumai, turut serta berpartisipasi dalam patroli mandiri tersebut Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Dumai dan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Rangkaian patroli mandiri dilakukan mulai hari Kamis, 4 Februari 2021. Tim melakukan patroli bersama di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai di Kelurahan Mundam bersama Pokmas setempat. Tim memantau lokasi yang rawan terbakar dan melakukan pengecekan debit air di TWA Sungai Dumai untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Kondisi air tercatat masih tinggi. Selanjutnya di hari Senin 8 Februari 2021, tim melakukan patroli di wilayah Kelurahan Bukit Timah. Di Jalan Pomproy telah ditemukan sebuah area yang sudah mengering akibat hasil semprotan yang diduga akan dijadikan lahan perkebunan. Lokasi tersebut rawan akan terjadinya kebakaran, namun sepanjang penelurusan dilapangan, tim tidak menemukan pelaku di lokasi. Patroli kembali dilanjutkan di hari Selasa, 9 Februari 2021. Kali ini tim menyisir area Kelurahan Tanjung Palas Kampung Sri Pulau. Tim melakukan pengecekan lokasi aktivitas alat berat yang sudah diberikan peringatan sebelumnya. Dari hasil penyisiran, tidak ditemukan jejak ataupun aktivitas alat berat. Namun dilokasi terdapat beberapa tanaman kelapa sawit yang sudah di tanam. Terhadap tanaman sawit tersebut akan dilakukan pemusnahan. Kamis, 11 Februari 2021, Tim melakukan patroli di Jalan Batu Bintang, Kelurahan. Tanjung Palas untuk memantau lokasi bekas terbakar pada tahun 2018. Secara keseluruhan hasil patroli di lokasi TWA Sungai Dumai masih aman dari titik api. Dalam patroli mandiri tersebut, tak lupa tim melakukan pemasangan rambu-rambu kawasan di lokasi dan selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang dijumpai untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, turut menjaga kawasan dari aktifitas perambahan dan illegal logging agar kawasan tetap lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 2.561–2.576 dari 11.141 publikasi